Issuu on Google+


Pengantar Redaksi Tiga negara raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan Jepang, berhasil memoles optimisme di wajah pelaku pasar keuangan. Bank sentral AS mengklaim telah terjadi perbaikan ekonomi domestik dan Uni Eropa baru saja menyelesaikan proses bailout tahap dua Yunani dengan sangat baik. Di saat yang sama, pemerintah Jepang giat meluncurkan stimulus demi membangkitkan kinerja ekonominya. Sentimen positif yang diberikan oleh ketiga institusi negara itu cukup berperan dalam rally bursa saham global.

FUTURESMONTHLY 60 th Edition March 2012

What Inside ?

_ Editor Focus________________________04 Yen Melemah, Berkah Bagi Jepang Forex Market Outlook________________07 Sinyal Bullish untuk Dollar Stock Index Market Outlook___________11 Optimisme Di Tengah Gejala Overbought Gold Outlook_______________________16 Pesona Emas Digoyang Dollar Opini Kontributor Tamu_______________16 Minyak, Kenaikannya Dan Potensi Investasi Commodity Focus___________________21 Supremasi Minyak Belum Terbendung Multilateral Product__________________23 2012, Era Kejayaan CPO? CFD Strategy_______________________25 Investasi Pada Kebangkitan JPMorgan Chase Famous Person_____________________28 Sir John Templeton ‘The True Legend’ Highlight Indonesia__________________30 Rupiah di Bawah Bayang-Bayang Inflasi Trading Strategy_____________________32 Manfaatkan Berita untuk Meraup Profit Automated Trading__________________34 Strategi Retracement VS Breakout, Mana yang Terbaik? Invesment Clinic____________________36 Prinsip Ekstensi Gelombang Fundamental Analysis________________38 Consumer Price Index (Cpi) Central Bank Interest Rate Outlook_____41 Global Economic Calendar____________42 Mr. Smart Investment________________44 Edukasi untuk Pahami Investasi

Fenomena yang sedang hangat diperbincangkan beberapa pekan terakhir tidak lain soal pelemahan nilai tukar yen yang signifikan pasca rilis kebijakan bank sentral Jepang pada 14 Februari lalu. Ulasan lengkap dari fenomena pasar uang ini dapat dilihat pada kolom Editor Focus. Kami juga membahas analisa dan gambaran lengkap menyangkut prospek berbagai instrumen investasi untuk satu bulan ke depan. Semoga dapat membantu transaksi keuangan dan analisa pasar para pembaca. Beberapa artikel menarik yang tidak kalah penting antara lain : Forex Market Outlook Pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam berimbas positif terhadap nilai tukar mata uang domestiknya. Anomali terjadi di pasar valuta saat USD terus menguat meski diterjang berbagai sentimen. Apakah peluang rally tetap terbuka bulan ini? Pembahasan komprehensif tentang performa dollar bisa dilihat pada artikel ‘Sinyal Bullish untuk Dollar’. Stock Index Market Outlook Euforia perbaikan ekonomi tengah melanda lantai bursa pasca kesepakatan dana talangan Yunani. Hampir semua bursa utama Asia memecah rekor tertinggi baru akibat limpahan sentimen positif. Namun tanda-tanda jenuh jual mulai terlihat sejak pertengahan bulan lalu. Artikel ‘Optimisme di Tengah Gejala Overbought’ akan memberi gambaran lebih jelas tentang prospek pasar ekuitas regional dalam satu bulan ke depan. Gold Outlook Sejak menembus kisaran historis $1800, emas tidak pernah lagi menemukan performa terbaiknya. Bukannya terkendala faktor supply and demand, namun penurunan harga logam mulia justru dipicu oleh penguatan nilai tukar dollar. Futures Monthly edisi kali ini akan memaparkan bagaimana ‘Pesona Emas Digoyang Dollar’. CFD Strategy Kebangkitan saham berbasis sektor finansial tampak jelas di Wall Street. Setelah selamat dari krisis besar 2008 silam, banyak perusahaan keuangan menapaki momentum positif di awal 2012. Market Strategist Monex akan membantu Anda dalam pemilihan portofolio saham CFD ideal dalam artikel ‘Investasi pada Kebangkitan JPMorgan Chase’.

Desain Iklan : Reza Agusta Desain & Tata Letak : Thinktank-creative

Percetakan : TEMPrint - Jakarta

DISCLAIMER Isi Artikel ditulis hanya untuk kepentingan edukasi, Setiap transaksi yang dilakukan untuk membeli, menjual, ataupun menahan posisi dan lainnya atas suatu jenis kontrak perdagangan apapun berdasarkan isi dari artikel di majalah ini adalah atas pertimbangan dan keputusan pembuat transaksi

FuturesMonthly

3


Wawancara Exclusive

K

Joger

Meraup Laba dari Rangkaian Kata Pesona Bali sudah melekat di benak wisatawan dari seluruh dunia. Keindahan objek wisata dan budaya pulau dewata diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Namun masih ada satu lagi ciri khas otentik Bali yang tidak dimiliki oleh tujuan pelesir lainnya, yaitu trademark buah tangan berlabel ‘Joger’. 4 FuturesMonthly

ata ‘Joger’ identik dengan variasi cinderamata yang cuma bisa ditemui di provinsi Bali. Berbeda dengan brand souvenir asal daerah lain, senjata utama pemasaran Joger bukan hanya tergantung pada desain dan segmentasinya. Namun terletak pada rangkaian kata-kata kreatif (kalau tidak bisa disebut ‘nyeleneh’) yang selalu ada pada setiap produknya. Toko ‘JOGER’ di bilangan Kuta sudah menjadi lokasi kunjungan wajib bagi setiap wisatawan yang menyambangi pulau Bali. Variasi pernak-pernik, mulai dari pakaian, tas hingga alas kaki bertema unik bisa ditemui di tempat ini. Semua jenis oleh-oleh terkesan otentik dan mencerminkan jiwa kreatifitas anakanak muda pulau tersebut. Tidak heran jika ada ungkapan yang menyebut bahwa belum ke Bali namanya kalau tidak membawa buah tangan ala Joger. Futures Monthly berkesempatan mengunjungi toko Joger, sekaligus berbincang singkat dengan sang pendiri, Joseph Theodorus Wulianadi. Tidak ada yang serius di toko Joger, meskipun secara kasat mata dapat dilihat bahwa nilai omsetnya tidaklah main-main. Jokes ala Bali tampak pada tulisan di berbagai sudut ruangan, seperti ‘VIP (Very Iseng Person)’ atau ‘Diskon 100 persen untuk pengunjung yang tidak belanja!’. Saat ingin mengakhiri kunjungan dan berniat membayar pun, para pengunjung masih dihibur oleh papan petunjuk tempat pembayaran bertuliskan ‘Ini kasir, bukan kasur’. Sementara bagi mereka yang hanya melihat-lihat, Joger tetap mengapresiasi dengan kalimat perpisahan ‘Belanja tidak belanja tetap Thank You’. Rangkaian produk Joger merupakan salah satu contoh terobosan unik di dunia  usaha kreatif. Sang pelopor, yang lebih suka dijuluki Mr. Joger BAA, BSS (Bukan Apa-Apa, Bukan Siapa-Siapa ), berhasil mendirikan suatu brand pabrik katakata yang identik dengan pulau Bali. Permainan kata yang lucu, sederhana dan terkadang menyentil itu kemudian tertuang dalam bentuk pakaian, sandal, sepatu, asbak, gantungan kunci dan berbagai jenis souvenir lainnya.


Wawancara Exclusive

Kunci sukses sebenarnya tidak ada. Tapi kalau anda memaksa harus ada kunci, maka saya ambil kunci itu, lalu saya buka otak saya, hati saya dan kantong saya. Nah, itu baru disebut open-minded

Sejak didirikan pada 19 Januari 1981, nama Joger terus berkembang menjadi suatu hak cipta. Pendaftaran merek tersebut membuat si pemilik leluasa membatasi jumlah pembelian produk serta melarang penjualan merek bertanda tangan Joger untuk diperjualbelikan sebagai komoditas di luar gerai Joger. Seiring berjalannya waktu, konsep bisnisnya juga beralih dari ‘profit oriented’ menjadi ‘happiness oriented’. Ya, kebahagiaan sepertinya sudah merasuk dalam filosofi bisnis Joger. Sebagaimana bisa dilihat dari desain, gambar dan kata-kata lucu yang dapat menimbulkan rasa geli dan perasaan bahagia, sehingga banyak orang turut berbahagia dan bangga memakainya. Pembeli bahagia, sementara pemilik toko ikut bahagia karena bisa membahagiakan pembeli. Namun kalau ditanya soal strateginya dalam memasarkan produk, Joseph sang pemilik usaha selalu terdengar low-profile. “Strategi pemasaran sebenarnya kami tidak punya. Tetapi kami punya sikap BAJUDUARANUMBER, yang artinya Baik, Jujur, Ramah, Rajin, Bertanggung Jawab, Berimajinasi, Berinisiatif, Berani, Bersyukur dan Berbuat,” tegas pria nyentrik ini. Penciptaan kata ‘JOGER’ sendiri mengandung kenangan khusus bagi pria kelahiran Denpasar, 60 tahun lalu ini. Suku kata ‘JO’ diambil dari nama depan Joseph, sedangkan bagian ‘GER’ (huruf “e” dibaca seperti “e” pada kata ‘becak’) adalah penggalan dari nama Gerrard, sahabat kuliah Joseph semasa masih di Jerman. Jasa Gerrard begitu berarti bagi Joseph karena sang teman karib pernah menghadiahinya uang sebesar $20.000 ketika ia menikah. Semangat untuk mengabadikan dan menghargai nilai persahabatan itu ternyata memuluskan perjalanan hidup Joseph, bisnisnya lancar dan nama Joger makin dikenal sebagai brand untuk produk kreatif.

Kiprah bisnis Mr. Joger berawal dari uang yang hanya sebesar Rp500.000. Usaha dimulai saat Joseph giat merangkai kata untuk kemudian disablonkan ke orang lain dalam bentuk kaos. Sebelum dijual dari rumah ke rumah, hasil karyanya harus menjalani proses kerja yang masih serba manual. Produk pertama Joger adalah kaos bertuliskan “Belanja tidak belanja tetap thank you”, disertai salam khas yang berbunyi “Selamat pagi walau hari telah petang sekalipun”. Komitmen Joger untuk selalu mempertahankan  keaslian merknya di pulau dewata sudah terbukti. Seperti diketahui, semua produk yang dihasilkan oleh Joger tidak bisa dibeli di luar wilayah Bali. Ketika ditanya soal kunci kesuksesan, Joseph menjawab secara filosofis. “Kunci sukses sebenarnya tidak ada. Tapi kalau anda memaksa harus ada kunci, maka saya ambil kunci itu, lalu saya buka otak saya, hati saya dan kantong saya. Nah, itu baru disebut open-minded,” urainya diplomatis. Keberhasilan Joseph Theodorus Wulianadi. dalam menjalankan usahanya patut dijadikan inspirasi bagi calon pebisnis muda. Kombinasi antara orisinalitas dan kerja keras terbukti mampu membawa nama sebuah produk dalam negeri ke level yang lebih tinggi. Bukan tidak mungkin bermunculan merek-merek lain yang dirintis oleh generasi kreatif tanah air dalam beberapa tahun ke depan, sehingga nama Indonesia bisa makin mendunia. ( Reporter: Santo & Diana Rinette )

FuturesMonthly

5


Editor Focus Ariston Tjendra

Head of Research and Analyst Monex

Yen Melemah, Bagi Jepang

Berkah

Sejak Februari 2012 lalu, nilai tukar yen Jepang menapaki jalur pelemahan terhadap dollar Amerika Serikat (AS), hingga tembus level 84.00 pada pertengahan Maret. Selain terhadap USD, yen juga terdepresiasi terhadap mata uang partner dagangnya yang lain seperti euro, poundsterling serta dollar Australia dan Kanada. Fenomena kinerja JPY memberi angin segar di kalangan pebisnis Jepang, yang kebanyakan bergerak di sektor ekspor.

6 FuturesMonthly

Y

en telah melemah sebanyak 8.54% terhadap dollar AS. Sementara terhadap euro, valuta Jepang telah merosot sebesar 8.69%, GBP 8.82%, aussie 6.5% dan dollar Kanada 9.18%. Performa penurunan yen ini dipicu oleh pernyataan bank sentral Jepang, yang berencana menambah program pembelian aset hingga 10 triliun yen seraya terus menyuntik stimulus hingga inflasi mencapai 1%. Untuk kali pertama, target inflasi nasional ditetapkan oleh Bank of Japan (BOJ) sebagai suatu kebijakan. Dan seperti kita ketahui, setiap program stimulus diluncurkan oleh bank sentral suatu negara, maka nilai mata uangnya selalu menjadi lebih lemah. Kebijakan ini merupakan suatu terobosan baru dari BOJ dalam rangka pemulihan ekonomi Jepang, yang tengah menderita akibat tingkat inflasi yang stagnan dan kurs yen yang melonjak. Jepang adalah negara eksportir terbesar ke-4 dunia setelah China, Jerman dan Amerika Serikat dengan total ekspor mencapai $800 miliar di tahun 2011. Terlampau besar jika dibandingkan dengan dengan nilai ekspor Indonesia yang ‘hanya’ sekitar $146 miliar. Penguatan valuta Jepang hanya akan memperlambat pertumbuhan ekonominya.


Editor Focus

Melalui langkah strategis ini, Jepang sekarang bisa bersaing dengan Amerika Serikat dan Eropa dalam urusan pelemahan nilai tukar mata uang domestiknya

Gambar 2. Grafik Neraca Perdagangan Bulanan Jepang (Desember 2007- Januari 2012)

Nilai tukar yen terus menguat terhadap dollar sejak menyentuh level rendah 124.12 pada Juni 2007. Apresiasi JPY konsisten menggerus perekonomian Jepang, karena nilai jual produk ekspor menjadi tidak kompetitif. Pendapatan perusahaan-perusahaan langsung terkikis, dan puncaknya terjadi pada tahun fiskal 2011 lalu, dimana banyak produsen Jepang yang melaporkan kerugian. Situasi diperburuk oleh efek bencana gempa dan tsunami pada Maret 2011 lalu, yang menghancurkan fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir utama. Padahal sebagian energi listrik Jepang bergantung pada reaktor tersebut, sehingga perindustrian sempat lumpuh selama beberapa bulan. Kombinasi antara penguatan yen hingga 75.56 per dollar dan 99.49 per euro, serta bencana gempa di tahun 2011 membuat Jepang mengalami defisit perdagangan pertama sejak tahun 1980. Jumlahnya bahkan mencapai 32 miliar dollar AS. Volume ekspor tahun 2011 turun 2,7% sementara nilai impor membengkak 12%. Impor gas LNG mencapai level tertinggi tahun lalu karena produk ini dibutuhkan sebagai sumber energi substitusi setelah reaktor nuklir Fukushima ditutup. Kontribusi tenaga nuklir adalah sebesar 30% terhadap total energi yang digunakan oleh negara. Seperti terlihat Gambar 1. Grafik Pergerakan USD/JPY (Desember 2007-Januari 2012)

Sumber: Thomson Reuters pada grafik neraca perdagangan bulanan Jepang, surplus berbalik menjadi defisit sejak bencana gempa serta beban penguatan yen. Pemerintah Jepang selalu mengintervensi yen di kala mata uang itu terlalu menguat. Namun campur tangan pemerintah ibarat ‘menebar garam di tengah laut’ karena dampaknya tidak pernah bertahan lama. Baik intervensi yang dilakukan oleh otoritas moneter Jepang sendiri maupun yang dilakukan bersama dengan pemerintah negara lain, tidak ada yang memberikan hasil signifikan terhadap performa yen. Salah satu contohnya adalah saat Jepang meng-intervensi pasar uang pada Oktober 2011, saat yen menyentuh level terkuatnya di 75.56 per dollar. Kurs yen memang berhasil melemah hingga 79.5 per dollar, tapi hal itu hanya bertahan sebentar. Dua hari berselang, yen kembali dalam jalur penguatan dan sempat menyentuh level 76.06 di awal Februari. Terobosan yang dilakukan oleh bank sentral Jepang, kalau boleh dikatakan meniru koleganya di AS dan ECB, memberi dampak signifikan. Inovasi terbaru otoritas terbukti mampu menjaga pelemahan yen cukup lama dan dalam persentase koreksi yang signifikan. Kebijakan bank sentral memberi arahan yang jelas ke pasar, bahwa BOJ akan terus mengeluarkan stimulus hingga inflasi mencapai target 1%. Melalui langkah strategis ini, Jepang sekarang bisa bersaing dengan Amerika Serikat dan Eropa dalam urusan pelemahan nilai tukar mata uang domestiknya.

Sumber: Monex Trader FuturesMonthly

7


Editor Focus Yen yang melemah tentunya bagus buat perekonomian Jepang. Namun untuk melihat dampak positifnya pada data-data fundamental ekonomi diperlukan nilai yen yang stabil melemah dalam jangka waktu yang lama. Tabel 1. COT Report for Japanese Yen Futures

Sumber: CFTC.gov

Laporan COT tersebut juga memberikan indikasi kemungkinan pelemahan yen akan berlanjut.

Dari laporan Commitments of Traders (COT) yang dikeluarkan oleh CFTC.gov jelas menunjukkan bahwa sejak dirilisnya keputusan BOJ pada tanggal 14 Februari 2012, jumlah posisi short yen futures langsung meningkat pada laporan minggu berikutnya (21/2/2012) dari 34.637 kontrak menjadi 44.805 kontrak sementara jumlah posisi long terus mengerucut. Dalam laporan terakhir saat artikel ini ditulis (13/3/2012) komposisi posisi short yen terhadap dollar AS telah mencapai 74,39% dari total kontrak.

Sementara terhadap euro, yen Jepang juga masih berpotensi melemah. EUR/JPY masih mungkin untuk terdongkrak naik ke area 117 yen per euro dengan catatan level resisten di 113.20 dapat ditembus. Penyelesaian masalah bailout ke-2 Yunani yang baik menjadi faktor penguat nilai tukar euro dibandingkan dengan yen. Ke depannya, perlu diwaspadai perkembangan data ekonomi zona euro dan situasi hutang negara-negara yang kini sedang disorot publik seperti Italia dan Spanyol. Gejolak dari kedua faktor tersebut bisa membuat nilai tukar euro kembali melemah.

Laporan COT tersebut juga memberikan indikasi kemungkinan pelemahan yen akan berlanjut. Tren kenaikan jumlah posisi short kemungkinan akan bertahan selama beberapa minggu ke depan. Yen Jepang masih berpotensi untuk melemah lagi menuju resisten berikutnya di 85.50 dan bahkan hingga 88.50 per dollar. Penguatan dollar AS, yang disebabkan oleh memudarnya peluang pelonggaran kuantitatif jilid tiga tahun ini, menjadi faktor pembantu depresiasi yen. Namun yang perlu diwaspadai adalah pergerakan reversal secara tiba-tiba, karena yen telah melemah terlalu jauh tanpa ada koreksi yang berarti.

Di pasar saham, indeks utama Jepang sangat terbantu oleh pelemahan yen. Nikkei kini telah berhasil menerobos psikologis 10.000, level yang ditinggalkan sejak awal Agustus 2011. Potensi kenaikan Nikkei pun masih terlihat. Indeks berpeluang mencapai level 10500 hingga 10800, dengan catatan resisten terdekat di 10200 berhasil ditembus. Saham-saham perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor tentunya akan menjadi katalis pendongkrak kinerja Nikkei kali ini. Tetapi perlu diperhatikan isu pelambatan ekonomi yang mungkin akan kembali merebak. Hal tersebut tentunya akan menekan indeks saham global.

8 FuturesMonthly


Forex Market Outlook Albertus Christian

Senior Research and Analyst Monex

Sinyal Bullish untuk Dollar Bulan April mungkin menjadi periode penuh berkah bagi mata uang dollar. Adanya bukti lebih lanjut terkait momentum pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) memicu spekulasi di kalangan investor, bahwa permintaan dollar akan semakin tinggi. Meski demikian, masih dibutuhkan kenaikan harga T-Bills AS agar capital inflow mengalir deras sehingga ‘the greenback’ dapat melampaui level tertinggi sebelumnya.

S

elama beberapa bulan terakhir, transaksi jual beli dollar lazimnya tergantung pada risk appetite di pasar uang. Ketika sentimen investor negatif, maka USD banyak dikoleksi. Sementara jika sentimen berubah positif, selalu ada kecenderungan investor melepas dollar dan mengalihkan portfolio-nya ke aset yang lebih berisiko. Namun mulai tampak perubahan trend di pasar dalam beberapa pekan terakhir. Dollar seakan terus mendapat dukungan dari perbaikan situasi makroekonomi AS. Optimisme Federal Reserve bahkan telah mendongkrak kurs dollar ke level tertingginya terhadap berbagai mata uang utama dunia. Fenomena seperti ini menimbulkan pertanyaan baru. Apakah telah terjadi perubahan fundamental pada perilaku investor dalam memperjualbelikan dollar?

Mengacu pada price action yang terjadi belakangan ini, mungkin memang benar terjadi perubahan fundamental pada mekanisme nilai tukar dollar. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh menurunnya kebutuhan investor terhadap aset safe haven pasca resolusi default hutang Yunani. Ditambah dengan perbaikan kualitas kredit Eropa sebagaimana terlihat pada penurunan yield obligasi negara-negara anggota euro. Namun di sisi lain, kebijakan austerity di Eropa justru membawa FuturesMonthly

9


Forex Market Outlook ancaman kontraksi pada pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) kawasan. Grafik 1. Rekam Jejak Data Klaim Pengangguran AS

EUR/USD: Kualitas Rating Kredit Masih Bebani Euro Risiko politik menguat jelang pemilu Yunani dan Prancis pada bulan April ini. Di saat bersamaan, muncul spekulasi bahwa Portugal harus merestrukturisasi hutangnya. Meski kualitas kredit negara Uni Eropa cukup stabil, performanya masih lebih buruk ketimbang kualitas kredit di AS. Rangkaian faktor tersebut seharusnya masih memberi tekanan pada mata uang tunggal Euro. Grafik 3. Rating Kredit Anggota Euro

Sumber: Thomson Reuters Datastream Grafik 2. Kontribusi Komponen Ekonomi terhadap GDP AS

Sumber: Thomson Reuters

Sumber: Thomson Reuters Datastream Kontras dengan Eropa, The Fed justru mengakui munculnya sinyal pertumbuhan domestik seraya mengingatkan investor bahwa otoritas masih mengakomodasi percepatan ekonomi. Atas dasar itu, optimisme pelaku pasar terhadap prospek dollar masih tetap utuh. Jika nantinya terlihat indikasi peningkatan kualitas data ekonomi di atas estimasi, permintaan dollar kemungkinan tetap tinggi. Untuk mengantisipasi rally dollar di bulan April, strategi berikut ini bisa dipergunakan: kebijakan austerity di Eropa justru membawa ancaman kontraksi pada pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) kawasan.

10 FuturesMonthly

Dalam tiga bulan ke depan, ada beberapa agenda penting terkait upaya penyelesaian hutang Eropa. Di antaranya adalah pertemuan tingkat tinggi Eurogroup dan menteri keuangan Eropa (ECOFIN) di Brussel (1415 Mei) dan Luksemburg ( 20-21 Juni). Selain itu, Bank Sentral (ECB) juga telah merevisi turun pertumbuhan GDP Eropa tahun ini dan GDP diperkirakan berkontraksi sekitar -0.5% dibandingkan estimasi GDP sebelumnya, minus 0.4%. Sementara untuk tahun 2013, stagnasi pertumbuhan ekonomi masih berlanjut sehingga proyeksi GDP hanya di kisaran 0.3%-2.3%. Setelah cenderung bearish beberapa waktu sebelumnya, outlook euro di bulan April adalah netral. Respon positif pelaku pasar terhadap Long Term Refinancing Operation (LTRO) tahap II oleh ECB berhasil menstabilkan pasar, namun stabilitas itu tampak temporer sebelum harga merosot kembali. Studi Teknikal EURUSD: Technical rebound sebelumnya sangat lemah dan justru membentuk formasi bearish double top di area 1.3485. Hal ini memicu pelemahan mata uang ke bawah 1.3150. Strong Resistance di area 1.3550 masih dibutuhkan untuk menggagalkan skenario bearish double top dan mengubah outlook teknikal jadi bullish untuk menguji area 1.3615. Area konsolidasi diperkirakan dalam


Forex Market Outlook kisaran 1.3050-1.3340. Anjlok ke bawah area 1.3050, berpotensi memicu momentum bearish lebih lanjut untuk mengincar target 1.2945 dan 1.2880 (level terendah 2011).

Meski kualitas kredit negara Uni Eropa cukup stabil, performanya masih lebih buruk ketimbang kualitas kredit di AS

GBP: Formasi Triangle Mengindikasikan Choppy Trading

Proyeksi ekonomi Inggris masih dipenuhi ketidakpastian akibat laju pertumbuhan industrial output yang lamban. Seperti ditunjukkan oleh grafik, terdapat korelasi yang erat antara Industrial Output dan pertumbuhan GDP Inggris. Oleh karena itu, Bank of England diharapkan merilis stimulus lanjutan untuk memacu pemulihan GDP dan Industrial Output Inggris sehingga GBP/USD bisa mendapat katalis positif.

Downgrade rating kredit Inggris menjadi ‘negatif’ oleh Moody’s bisa diikuti oleh vonis serupa oleh Fitch. Namun hal ini tidak berdampak besar pada pair GBP/ USD karena sentimen tersebut bisa diimbangi oleh konfirmasi lembaga pemeringkat S&P, yang menilai outlook rating kredit AS masih negatif. S&P memandang AS sulit meraih kembali rating kredit AAA-nya jika kinerja ekonomi masih seperti sekarang.

Grafik 4. Produksi Industri dan Pertumbuhan GDP Inggris

Sumber: Thomson Reuters Datastream FuturesMonthly

11


Forex Market Outlook

Outlook poundsterling masih bearish pada di bulan April, khususnya di tengah keperkasaan dollar. Namun secara keseluruhan, perdagangan choppy masih akan menaungi sterling dan kemungkinan berlanjut, setidaknya sampai krisis keuangan di Eurozone memudar. Studi Teknikal GBP/USD Sejak November 2011, strong resistance masih di level 1.6265 dan 1.6130. Di bawahnya, level psikologis

Outlook poundsterling masih bearish pada di bulan April 1.6000 dan 1.5900 masih jadi resisten terdekat. Area range trading atau konsolidasi kemungkinan berada di 1.5750-1.5400. Strong support ada di 1.5335 dan 1.5270. Anjlok ke bawah area tersebut akan memicu sinyal jual GBP/USD.

Pilihan Pasangan Mata Uang Dengan Target Harga 3 Bulan

12 FuturesMonthly


Stock Index Market Outlook Daru Wibisono

Senior Research and Analyst Monex

Optimisme Di Tengah Gejala Overbought Rangkaian isu yang selama ini memicu kecemasan pelaku pasar keuangan satu per satu memudar. Mulai dari proses penyelesaian kasus hutang Yunani hingga stagnasi ekonomi di Amerika Serikat. Indeks regional memang mulai menemukan performanya kembali, namun indikasi jenuh jual mulai tampak di lantai bursa Asia.

S

entimen global mulai kondusif setelah serentetan kabar baik diterima dari daratan Eropa dan negara Amerika Serikat (AS). Krisis hutang Yunani untuk jangka pendek bisa dianggap selesai karena 85,5% kreditur swasta siap berpartisipasi dalam program restrukturisasi hutang (debt swap) senilai â‚Ź177 miliar. Meski pemerintah Yunani terpaksa menggunakan klausul tindakan kolektif (CAC) untuk meningkatkan partisipasi hingga 95,7%, pelaku pasar sudah menganggap kesepakatan sudah diteken. Dari Amerika, beberapa data penting dirilis positif sejak pertengahan bulan lalu. Angka Non-farm Payrolls (tenaga kerja di luar sektor pertanian) bertambah sebanyak 227.000 di Februari dengan tingkat pengangguran stabil di level 8.3%. Sementara data retail sales bulan yang sama naik 1.1% dari catatan bulan sebelumnya, 0.6%. Begitu pula dengan laporan business inventories, yang naik 0.7% dari angka bulan Januari, 0.4%. Atas berbagai alasan itu, Federal Reserve (the Fed) akhirnya meng-upgrade proyeksi ekonomi AS dan kembali menegaskan bahwa tingkat suku bunga akan tetap di kisaran nol hingga akhir 2014. Di lain sisi, data tenaga kerja AS yang positif sempat mengguncang pasar keuangan. Laporan payrolls memperkuat nilai tukar dollar sehingga investor langsung menghindari aset-aset berisiko (risk aversion). Pasalnya perbaikan kinerja data ekonomi penting akan menghapus wacana Quantitative easing (QE) bank sentral. Tidak lama berselang, gairah pasar membaik kembali setelah keluar kabar bahwa 15 dari 19 bank terbesar Amerika berhasil lolos stress test tahunan dari the Fed. FuturesMonthly

13


Stock Index Market Outlook Grafik Dow Jones (sumber: MonexTrader)

Sektor perbankan langsung melejit dan menghantarkan Dow Jones ke level terbaik sejak 2008 dan sepanjang 2012, yakni di atas 13.000. Indeks S&P 500 bahkan ikut melambung ke 1400, level yang tidak pernah tampak sejak 2008. Tidak heran jika pelaku pasar mulai berasumsi bahwa Dow Jones akan melanjutkan kinerjanya hingga bertemu level-level yang pernah tercapai 2007 silam. Grafik Nikkei (sumber: MonexTrader)

14 FuturesMonthly

Studi Teknikal: Setelah berhasil menembus level kunci 13000, indeks Dow Jones masih berpeluang melanjutkan rally seiring indikator Moving Average (MA-5, MA-25) dan MACD masih terkonfirmasi uptrend. Selain itu, faktor fundamental turut menopang indeks untuk bertahan di atas level kunci tersebut. Tahanan resisten diproyeksikan berada pada level 13400 kemudian 13700 hingga 14000 atau bahkan 14270 (level puncak Oktober 2007). Sementara potensi koreksi setidaknya akan membawa the Dow kembali terjun ke


Stock Index Market Outlook

kombinasi antara perbaikan fundamental ekonomi di Jepang dan Amerika serta kebijakan moneter global yang akomodatif akan terus menopang minat investor untuk mengoleksi saham di bursa Tokyo bawah 13000 untuk melewati 12868, hingga akhirnya menghadapi beberapa tahanan Fibonacci di 12275, 11900 dan 11600. Nikkei: ‘Dibayangi Dominasi Yen’ Pasca penembusan level psikologis 10000, indeks Nikkei masih berpeluang rally melanjutkan reboundnya dari level tertinggi dalam 7 bulan terakhir. Pemicu penguatan utama adalah penurunan nilai tukar yen terhadap dollar akibat iklim perbaikan ekonomi di AS. Di bulan April ini, sektor ekspor dipastikan masih mendominasi pergerakan di lantai bursa Tokyo. Pelemahan kurs yen akan dimanfaatkan oleh eksportir untuk lebih giat berproduksi karena barang buatannya kini lebih kompetitif di pasar luar negeri. Rangkaian data ekonomi dalam negeri yang baru saja keluar juga memberi amunisi bagi indeks, setidaknya untuk bertahan di atas level 10,000. Rilis Corporate Goods Price Index (CGPI) dan Machinery Orders Jepang naik signifikan dibanding catatan periode sebelumnya. Machinery Orders (m/m) Januari keluar di angka 3.4% dengan kenaikan tahunan sebesar 5.7%. Sementara data CGPI naik 0.2%, dengan peningkatan tahunan cukup tipis sebesar 0.6%. Alhasil, kombinasi antara perbaikan fundamental ekonomi di Jepang dan Amerika Grafik Hang Seng (sumber: MonexTrader)

serta kebijakan moneter global yang akomodatif akan terus menopang minat investor untuk mengoleksi saham di bursa Tokyo. Studi Teknikal: Sepanjang tahun ini, indeks Nikkei sudah melonjak hingga 18.5%, angka yang cukup untuk memicu terjadinya koreksi. Namun mengacu pada indikator Moving Average (MA-13 dan MA-26), MACD dan Stochastic yang uptrend, Nikkei berpeluang melanjutkan rally minor. Setelah berhasil menembus tahanan kunci 10.000, indeks masih berpotensi menguat ke resisten 10195, kemudian 10400 dan 10630 atau bahkan ke 10895 untuk tenor yang lebih panjang. Namun waspadai grafik Stochastic yang sudah berada di atas angka 80, atau mengindikasikan jenuh beli (overbought). Bahkan bila Stochastic mampu menyeret indikator lain untuk bearish, Nikkei dapat kembali terdegradasi ke bawah 10,000, lalu menuju 9800, 9645 hingga 9295. Hang Seng: ‘Dihantui Isu Perlambatan China’ Kinerja Hang Seng terbilang impresif sepanjang 2012. Selama tiga bulan pertama, indeks utama Hong Kong telah rally hingga 18% dan melampaui level 21000. Penguatan itu sebagian besar diperoleh berkat hasil pendapatan emiten yang membaik serta prospek keuntungan komponen blue chips musim ini. Kemajuan resolusi krisis Eropa dan percepatan ekonomi di Amerika turut menambah minat investor terhadap pasar ekuitas, khususnya sektor perbankan, ritel dan eksportir. Potret buruk fundamental China akan membuat pemerintah memperlonggar kebijakan moneter supaya pertumbuhan ekonomi lebih cepat

FuturesMonthly

15


Stock Index Market Outlook Grafik KOSPI (sumber: Thomson Reuters)

Namun rally Hang Seng selanjutnya mungkin terbatasi karena Perdana Menteri China, Wen Jiabao, baru saja memangkas target pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2012 hingga ke level 7.5% (level terendah dalam 8 tahun terakhir). Sikap pemerintah itu menyusul rilis defisit perdagangan China yang merosot $31.5 miliar di bulan Februari. Fakta tersebut bisa memaksa pelaku pasar untuk menjauh dari lantai bursa. Apalagi tingkat inflasi tahunan China turun tajam hingga ke titik terendah dalam 20 bulan terakhir, sedangkan factory output dan retail sales sedang menyusut di bawah perkiraan. Potret buruk fundamental China akan membuat pemerintah memperlonggar kebijakan moneter supaya pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Studi Teknikal: secara teknikal, penguatan Hang Seng sudah terbilang matang untuk koreksi pasca kenaikan indeks ke puncak 21,762 pada 19 Februari silam. Indikator Stochastic juga terkonfirmasi downtrend sehingga akan membendung indeks untuk ke atas 22000. Namun demikian, bila Hang Seng ternyata bisa melewati resisten terdekat 22000 indeks akan lebih mudah melenggang ke area 22400 dan 22840 atau bahkan lebih. Sementara bila Stochastic menyeret indikator lain menjadi bearish, koreksi tidak terelakkan dan indeks siap merosot kembali ke 21000, sebelum merapat ke 20400 dan 20,000. KOSPI: ‘Khawatir Profit-taking Setelah Rally’ Setelah mengukir rekor tertinggi dalam 7 bulan terakhir, indeks KOSPI kemungkinan melakukan konsolidasi dengan sedikit diwarnai profit-taking. Namun semangat beli sektor ekuitas belum padam seiring berjalannya perdagangan bebas antara Amerika

16 FuturesMonthly

sentimen terbesar bagi KOSPI adalah perlambatan ekonomi dan pudarnya pelonggaran sektor properti China Serikat dan Korea Selatan. Produsen komponen otomotif diprediksi akan merasakan manfaat terbesar dari kesepakatan free trade itu setelah tarif pengiriman suku cadang otomotif dihapuskan. Orientasi ekspor produsen Korea akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan terkait. Serupa dengan Hang Seng, sentimen terbesar bagi KOSPI adalah perlambatan ekonomi dan pudarnya pelonggaran sektor properti China. Pemerintah Beijing juga berkomitmen untuk terus mengawasi stabilitas harga-harga. Kabar dari negeri tetangga rentan menggerus minat beli aset berisiko dalam kawasan. Data terakhir menunjukkan aliran modal asing yang masuk ke China sudah turun 0,6%. Studi Teknikal: Tren indeks KOSPI-Korea Selatan (KSc1) masih cukup bullish untuk kembali menembus level tertinggi tahun 2012 (bulan Maret) pada 274.60. Pasalnya, indikator Moving Average (MA-7 dan MA-14) serta RSI mash menunjukkan tren bullish yang moderat. Penembusan level tertinggi tersebut membentuk skenario bullish lanjutan ke area 276.00, kemudian 280.00 hingga 289.30. Sementara kondisi indikator Stochastic yang overbought cukup mencemaskan karena berpotensi menciptakan koreksi. Dan bila hal itu terjadi, koreksi akan ditahan oleh support terdekat 265.35, kemudian 260.15 (Fibonacci 23.6%) hingga 251.30 (Fibo 38.2%).


FuturesMonthly

17


Gold Outlook Johannes Ginting Head of Education Monex

Pesona Emas Digoyang

Dollar Setelah hampir menyentuh level $1,800, harga emas kembali mengalami tekanan hebat hingga jatuh ke bawah $1,700 per ons. Pemicu utamanya tak lain adalah performa apik dollar dalam dua pekan terakhir. Kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih baik awal tahun ini mendorong pelaku pasar beralih ke dollar. Di saat yang sama, kabar keberhasilan Yunani dalam negosiasi pemangkasan piutang obligasi dengan kreditur swasta gagal mempercepat laju nilai tukar euro.

P

emulihan ekonomi Amerika cukup menggembirakan dalam beberapa bulan terakhir. Gairah sektor industri meningkat, tingkat kepercayaan masyarakat naik, volume pengangguran turun signifikan dan proyeksi pertumbuhan ekonomi direvisi lebih tinggi (dari 2,4% menjadi 2,5%). Gambaran positif tersebut serta merta mendorong pelaku pasar untuk memilih aset dollar. Kurs USD langsung melambung tinggi, khususnya terhadap mata uang yen, yang tengah diterpa sentimen negatif. Kombinasi antara langkah pelonggaran moneter dan rekor defisit Jepang telah mendorong USD/JPY kian jauh dari level psikologis 80. Dollar sendiri sudah mendapat katalis positif dari hasil FOMC (Federal Open Market Committee), dimana komite pengambil kebijakan moneter mulai menutup peluang untuk adanya pelonggaran kuantitatif lanjutan.

18 FuturesMonthly

Tidak heran jika pelaku pasar memandang kondisi ekonomi AS sudah benar-benar membaik. Namun akankah tren seperti ini berlangsung lama? Apakah volume permintaan emas akan menurun karena volatilitas harga di pasar? Dan, strategi apa yang cocok untuk mengantisipasi pasar yang volatile? Mari kita jawab pertanyaan tersebut satu per satu. Dollar akan terus menguat? Variabel utama yang mempengaruhi performa dollar adalah fundamental ekonomi. Rilis data ekonomi Amerika Serikat akan mendikte harga USD dalam beberapa waktu ke depan. Korelasi tersebut jelas tidak menjamin adanya sebuah stabilitas nilai tukar karena setiap perubahan pada data ekonomi akan langsung mempengaruhi arah pergerakan ‘the greenback’. Beberapa data bahkan sangat sensitif bagi dollar, seperti laporan sektor manufaktur, tingkat kepercayaan ataupun jumlah tenaga kerja. Berlanjut atau tidaknya penguatan dollar sangat bergantung pada data ekonomi. Untuk jangka pendek, kurs USD masih


Gold Outlook

Jelas sudah, permintaan emas tidak akan turun meski volatilitas harga sedang merebak berpeluang menguat karena euro, sebagai salah satu mata uang penting, sulit bertahan di level lebih tinggi. Apalagi pelaku pasar cenderung lebih memilih untuk melakukan aksi jual saat rally euro akibat kecemasan soal krisis hutang Eropa. Apakah permintaan emas menurun? Harus diakui bahwa harga emas sedang tidak stabil, kadang naik dengan cepat dan penurunannya pun demikian. Banyak pihak mungkin mulai melhat emas sebagai aset yang tidak menarik lagi akibat volatilitasnya tadi. Data World Gold Council memperlihatkan informasi berharga, terkait volume permintaan emas tahun 2011, yang naik hingga 4,067.1 ton atau setara US$205.5 miliar. Untuk kali pertama pula nilai permintaan mampu melampaui angka US$200 miliar dan level ton melonjak sampai titik tertinggi sejak 1997 silam. Kenaikan terbesar berasal dari sektor investasi, yang naik 5% dibanding catatan 2010 menjadi 1,640 ton. Wilayah yang mengambil porsi pemintaan paling banyak adalah India, China dan kawasan Eropa. Menariknya, permintaan di Eropa justru naik di tengah krisis hutang karena investor mulai mengoleksi emas sebagai alat proteksi aset. Kenaikan volume permintaan dari China juga patut

untuk dicemati karena negara ini diproyeksikan menjadi pasar emas terbesar dunia untuk kali pertama pada tahun 2012. Jelas sudah, permintaan emas tidak akan turun meski volatilitas harga sedang merebak. Strategi apa yang paling cocok? Di tengah volatilitas pasar yang tinggi, strategi yang paling cocok adalah dengan mengambil posisi jangka pendek. Selalu tempatkan stop-loss saat pengambilan posisi karena pergerakan pasar seringkali tidak terduga dan sangat riskan jika besaran risiko tidak dibatasi. Bagi yang akan memilih transaksi dengan membeli emas untuk jangka panjang, sebaiknya mulai cari levellevel dimana harga sudah mengalami penurunan cukup besar. Level yang disarankan untuk saat ini adalah $1,600 dan $1,580-an. Rekomendasi : Harga emas terkoreksi hingga berada di area 50% dan 61,8% dari fibonacci level. Emas berpotensi naik kembali setelah terkoreksi cukup dalam, untuk mendekati lagi level $1,700. Tembus $1,725, emas berpeluang kembali mendekati level tingginya pada tahun ini di $1,790. Exponential moving average (EMA) batas atas dan bawah, komponen GMMA yang mencerminkan perilaku investor, masih merenggang. Mengindikasikan bahwa penurunan emas akan terbatas dan tren bullish belum berakhir.

FuturesMonthly

19


Opini Kontributor Tamu Rowena Suyobroto

Head of Research Indonesia Finance Today

MINYAK, kenaikannya dan potensi investasi

M

inyak naik lagi. Padahal sudah di angka US$ 105 setelah sempat turun dari tertinggi selama tahun ini di US$ 110.

Judul: Pergerakan harga minyak sejak 3 Januari 2011

Sumber: Bloomberg Investor bertaruh bahwa permintaan akan energi akan meningkat seiring the pemulihan ekonomi di Amerika Serikat, pengkonsumsi minyak terbesar dunia. Indeks kepercayaan konsumen AS naik melampaui rekor setahun, dan manufaktur naik. Klaim pengangguran turun ke titik terendah selama 4 tahun. Amerika Serikat dan Inggris menyatakan belum akan mengeluarkan timbunan darurat mereka untuk melawan harga minyak yang naik akibat sanksi Dunia Barat terhadap Iran.

20 FuturesMonthly


Opini Kontributor Tamu Di dalam negeri, Pemerintah dan DPR terlihat belum mencapai kesepakatan apakah akan tetap mempertahankan subsidi yang menggerogoti anggaran, atau mengalihkannya kepada pembangunan infrastruktur yang lebih meningkatkan daya saing. Apapun keputusannya, harga minyak penyebab inflasi tetap menjadi ancaman baik bagi Indonesia maupun regional. Ancaman ini datang dari dua sumber. Pertama adalah manufaktur mengalami laba yang tertekan akibat peningkatan biaya bahan bakar, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang tidak dapat langsung menaikkan harga produknya karena kuatir pasarnya akan terkikis. Contoh perusahaan-perusahaan seperti ini adalah semen yang walaupun mungkin menaikkan harga, tapi harus secara perlahan-lahan. Selain itu adalah sektor konsumsi yang produknya adalah di barang konsumsi sekunder seperti susu bubuk dan air minum dalam kemasan. Kedua, kenaikan harga BBM setelah subsidi dilepas akan membuat daya beli konsumen turun dan pada akhirnya walaupun harga produk tidak dinaikkan, ada kemungkinan terjadi penurunan pembelian. Produk-produk yang mungkin mengalami hal ini terutama adalah sektor konsumsi yang non primer seperti otomotif. Volatilitas harga dan tendensi harga minyak yang naik menimbulkan risiko pada semua pemain di pasar saham yang akan terefleksi di dalam risiko penurunan laba. Kecuali bagi perusahaanperusahaan terkait dengan energi termasuk batubara. Akan tetapi, kenaikan harga minyak walaupun disertai dengan volatilitas mungkin akan terbatas pengaruhnya mengingat potensi pertumbuhan Indonesia dan Asia yang tinggi. Penurunan laba yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar dapat di-offset dengan kenaikan volume yang tinggi akibat ekspansi. Perusahaanperusahaan yang dapat mengambil manfaat dari kondisi ini adalah perusahaan-perusahaan yang telah meningkatkan kapasitasnya sebelum tahun 2012 dan sudah dapat mulai memproduksi pada tahun ini.

FuturesMonthly

21


Opini Kontributor Tamu Beberapa contoh di antaranya adalah Semen Gresik yang sudah mulai membangun pabrik-pabrik semen barunya pada tahun 2009 dan sudah mulai beroperasi akhir tahun 2011 dan 2012. Lainnya lagi adalah PT Pelat Timah Nusantara, Tbk [NIKL] yang telah selesai melakukan revamping untuk meningkatkan kapasitasnya. Ada pula perusahaan-perusahaan yang berusaha bertahan hidup melalui perubahan bisnis usaha atau ekspansi usaha ke usaha yang terkait dengan energi, terutama ke pertambangan batubara. Beberapa di antaranya adalah PT Cipendawa yang menjadi PT Indo Setu Bara Resources, Tbk [CPDW] serta PT MYOH Technology, Tbk yang sebelumnya

di penyedia jasa teknologi namun kini berganti jadi tambang batubara. Adapula PT Agis Tbk berkode TMPI yang menyediakan investasi US$ 50 juta untuk memulai bisnis tambang. Kini, saham-saham tambang diburu oleh investor. Makin banyak saham yang terkait dengan energi masuk ke bursa Indonesia pada akhir tahun 2011. Satu yang menarik secara fundamental adalah PT ABM Investama, Tbk [ABMM], penyedia energi terintegrasi yang baru mulai masuk ke tambang batubara di Aceh dan Kalimantan. Masih banyak potensi-potensi investasi lainnya di pasar saham, menanti untuk dikenali terutama ketika harga minyak beranjak naik.

Judul: Saham yang Menarik ketika Harga Minyak Naik

Sumber: www.indonesiafinancetoday.com

22 FuturesMonthly


Commodity Focus Vidi Yuliansyah

Research and Analyst Monex

Supremasi Minyak

Belum Terbendung Kesuksesan restrukturisasi hutang Yunani, ancaman politik Iran dan potensi pelonggaran moneter China adalah kombinasi sentimen yang mendukung pergerakan bullish minyak mentah saat ini. Masih ditambah dengan rangkaian data ekonomi positif dari Amerika Serikat (AS), yang menjaga optimisme investor terhadap prospek permintaan dari konsumen minyak terbesar di dunia itu.

F

okus utama pelaku pasar belum akan beralih dari Timur Tengah, dimana tensi ketegangan antara Iran dan koalisi AS-Uni Eropa terus meningkat dari waktu ke waktu. Embargo menyeluruh yang diberlakukan AS ternyata tidak berhasil menghentikan program nuklir Teheran. Isolasi finansial negara barat terhadap Iran justru memancing emosi Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Perlawanan pertama muncul saat Iran menghentikan ekspornya ke Inggris dan Prancis Februari lalu hingga harga minyak melambung seketika ke kisaran $110 per barel. Sentimen Lintas Benua Tidak hanya itu, Iran juga meminta pelanggan yang tersisa untuk menandatangani perjanjian jangka menengah atau jangka panjang serta meminta jaminan pembayaran di muka. Sementara negara-negara Asia seperti China, India dan Jepang, yang menyumbang lebih dari 40% total ekspor minyak Iran, dilaporkan hanya bisa mencoba untuk mengurangi pesanan dari negara itu. Namun berita tersebut langsung dibantah oleh pemerintah Beijing dan New Delhi. Sikap kedua

negara cukup beralasan mengingat ancaman inflasi tengah dihadapi China dan India. Jika India memiliki masalah dengan kontrol harga, maka China justru tengah berjuang memastikan ketersediaan pasokan untuk kepentingan ekonominya. Perdana Menteri Wen Jiabao secara lisan menyatakan siap membela negara Timur Tengah jika situasi menuntut demikian. Alasan ekonomi dan politik tersebut akan membuat kedua negara enggan menerima bujukan Amerika untuk menghentikan impor dari Iran. Mengingat sulit bagi negara manapun untuk mendapat sumber pasokan minyak baru, terutama di tengah tingginya harga. Sejauh ini, hanya Jepang yang terang-terangan setuju untuk mematuhi instruksi Washington. Data resmi terbaru menunjukkan volume impor minyak Jepang dari Iran telah berkurang sebanyak 22,5% pada pertengahan kuartal pertama tahun 2012. Eskalasi perseteruan politik di benua hitam juga berisiko melambungkan harga crude oil ke rekor tinggi. Sudan Selatan dilaporkan telah menutup kilang minyaknya, yang mempunyai kapasitas produksi sebesar 300.000 barel per hari. Kebijakan tersebut adalah aksi balasan terhadap penyitaan sebagian besar ekspor minyak oleh pemerintah Sudan. Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan menyebut konflik saudara itu menimbulkan risiko baru dan menetapkan Sudan Selatan sebagai wildcard untuk tahun 2012. Adapun masalah pasokan juga masih tampak di Nigeria. Kendati total output negara ini telah meningkat jadi 2,68 juta barel per hari, aksi kekerasan masih terjadi. Gerakan kelompok militan bersenjata di wilayah selatan Nigeria jelas merupakan ancaman serius terhadap prospek suplai dari produsen minyak terbesar Afrika ini. Beralih ke Eropa, meski outlook ekonomi jangka panjang euro zone masih tidak menentu, tercapainya kesepakatan swap obligasi Yunani setidaknya telah meredam kemungkinan kolaps-nya negara mediterania itu. Default Yunani dapat menjatuhkan kredibilitas Uni Eropa dan pada gilirannya akan berdampak buruk FuturesMonthly

27


Commodity Focus

terhadap permintaan energi. Meskipun ekonomi Yunani diperkirakan masih menyusut sekitar 4,4% pada tahun 2012, kucuran dana senilai total â‚Ź130 miliar dari kreditur internasional dalam 3 tahun ke depan diharapkan mampu mengangkat perekonomian, yang sudah resesi selama 5 tahun belakangan. Peran OPEC dan Arab Saudi Secara teknikal, lonjakan harga minyak hingga menembus resisten kunci di sekitar $104 per barel pada medio Februari justru mendukung penguatan lebih lanjut. Sejauh ini belum ada solusi apapun yang dicetuskan oleh organisasi eksportir utama dunia, OPEC, untuk menekan tren kenaikan. Padahal lembaga ini memiliki kapasitas untuk mengendalikan harga. Sementara investor semakin cemas karena tingginya harga minyak mentah tentu akan memperburuk performa ekonomi global. Kesediaan Arab Saudi, produsen minyak terbesar dunia, untuk menutupi kurangnya pasokan terbukti tidak mampu meredam ketakutan di pasar. Apalagi sejumlah ahli energi juga menyangsikan surplus cadangan minyak Riyadh akan cukup untuk menutup defisit pasokan global minyak Iran yang jumlahnya mencapai 2,3 juta barel per hari. Adapun kapasitas cadangan minyak Arab Saudi diperkirakan hanya berkisar 1,6 juta sampai 1,7 juta barel per hari.

Sumber: Monex Trader

28 FuturesMonthly

Kesediaan Arab Saudi, produsen minyak terbesar dunia, untuk menutupi kurangnya pasokan terbukti tidak mampu meredam ketakutan di pasar Di tengah minimnya sentimen penghambat laju harga, pergerakan bullish emas hitam belum akan terbendung dalam beberapa pekan mendatang. Munculnya kekhawatiran baru soal krisis hutang Eropa mungkin dapat meredam kenaikan harga untuk sejenak. Untuk melihat penurunan harga, pelaku pasar masih harus menunggu komitmen kuat Amerika Serikat dalam merealisasikan wacana pelepasan cadangan minyak strategisnya. Hingga saat itu tiba, sulit berharap adanya koreksi panjang maupun stabilitas harga. Studi Teknikal: MACD pada grafik mingguan masih menunjukkan momentum bullish yang konstan menuju target di kisaran $114.80 bulan ini, terutama jika harga dapat menembus level tertinggi beberapa pekan di area 110.50. Sementara support terdekat berada pada level retracement 23.6% dari rally Agustus 2010-Mei 2011 di sekitar area $104.40, yang apabila terlewati akan membuka jalan bagi minyak untuk menguji level terendah 15 Maret di area $103.75. Hanya penembusan tegas ke bawah level $103.75 yang dapat mengubah bias bulanan menjadi bearish dan kembali ke dalam range 98.00-104.00.


Multilateral Product Ariana Nur Akbar

Senior Research and Analyst Monex

2012,

Era Kejayaan CPO? P

emulihan ekonomi, khususnya di wilayah Eropa, mulai mendukung perbaikan kinerja harga CPO. Kolaborasi antara kabar penyelesaian hutang Yunani dan percepatan ekonomi Amerika Serikat (AS) memberi prospek bagus bagi pasar komoditi, khususnya minyak sawit. Pada sebuah konferensi yang membahas masa depan investasi komoditi di Kuala Lumpur awal bulan lalu, sebagian besar delegasi sepakat bahwa prospek harga CPO sangat positif tahun ini. Perbaikan ekonomi global nantinya turut berimbas pada kenaikan volume permintaan minyak sawit untuk jangka panjang. “Lonjakan harga secara tiba-tiba menunjukkan proyeksi pasar yang bullish,� ujar Selena Leong, Analis DMG & Partners Research, Singapura. Fundamental pasar minyak sawit cukup cerah dalam satu bulan terakhir. Volume ekspor mengalami peningkatan sebesar 29,5%, dari 342.982 ton menjadi 444.259 ton selama periode 1-10 Maret 2012 (data: Intertek Testing Services). Sementara Societe Generale de Surveillance melaporkan bahwa ekspor minyak sawit Malaysia juga naik 32.9%, dari 337.618 ton menjadi 448.615 ton pada periode yang sama. Sayangnya, peningkatan volume ekspor tidak banyak berpengaruh terhadap kinerja harga karena jumlah persediaan juga meningkat bulan lalu.

Harga komoditi minyak sawit sepertinya akan mendulang banyak kenaikan dalam beberapa pekan ke depan. Terutama bila mempertimbangkan banyaknya faktor fundamental yang mendukung prospek crude palm oil (CPO). Jika kinerja fundamental berjalan sesuai skenario, bisa jadi CPO menjadi komoditi paling cemerlang di tahun 2012.

Harga CPO sempat menjulang akibat terkena imbas positif dari proses penyelesaian krisis hutang Eropa. Setelah mengalami penurunan harga pada 6 Maret hingga level RM3222, minyak sawit kemudian menguat ke RM3368 tiga hari berselang. Di samping akibat euforia Eropa, harga CPO juga terdorong oleh kenaikan harga komoditi penggantinya, seperti minyak kedelai. Menurut catatan, kontrak minyak kedelai untuk pengiriman bulan Maret mengalami peningkatan sebanyak hampir 2% pada sesi perdagangan Asia (9 Maret). Sementara di Dalian Commodity Exchange, nilai kontrak komoditi yang sama juga melonjak, dengan rasio kenaikan sebesar 2.5%. Analis komoditi Dorab Minstry bahkan menyebut harga CPO berpeluang menembus level RM4000 pada akhir Juni nanti. Faktor FuturesMonthly

29


Multilateral Product permintaan dari India serta penumpukan suplai di negara-negara muslim jelang bulan ramadhan akan menjadi sentimen pendukung dalam beberapa bulan mendatang. Pelaku pasar saat ini masih mengawasi perkembangan perang tarif ekspor antara Malaysia dan Indonesia. Kebijakan ditujukan untuk memangkas biaya pengiriman minyak sawit di dua negara produsen terbesar dunia itu. Sementara analis dan trader, yang disurvei oleh Reuters, juga memaparkan proyeksi harga CPO tahun ini. Mereka memperkirakan harga rata-rata akan berkisar di RM3430 per ton, atau naik nyaris 6% dari harga rata-rata tahunan 2011 lalu, yaitu RM3238. Pada 12 Maret 2012, kontrak CPO Malaysia memang sempat turun pasca laporan tentang ekspor China dan harga kedelai Amerika. Alan Lim, Analis Komoditi Kenanga Investment Bank Malaysia menyatakan bahwa berita tersebut berdampak negatif karena harga CPO cenderung mengikuti kinerja harga kedelai secara ketat. Akan tetapi, Lim juga melihat rendahnya volume produksi di awal kuartal dan membaiknya permintaan dari China dan India dapat memicu pemulihan harga untuk jangka pendek. Pasar sudah dalam kondisi overbought dan kenaikan harga layaknya pedang bermata dua. �Di lain sisi, kenaikan harga dapat merusak tingkat permintaan,� ulas Lim lebih lanjut. Studi Teknikal: Secara garis besar, potensi harga masih bullish. Sebagaimana ditunjukkan oleh Exponential

Analis komoditi Dorab Minstry bahkan menyebut harga CPO berpeluang menembus level RM4000 pada akhir Juni nanti Moving Average dari Guppy Multiple Moving Average yang terus bergerak di sepanjang bullish trend line. Selain itu, adanya sinyal harga di kisaran atas pada indikator Stochastics Fast memperlihatkan bahwa harga akan terus bertahan di level tingginya. Pun dengan indikator MACD, yang menunjukkan adanya potensi kenaikan, walau gambarannya mungkin belum sekuat potensi yang ditunjukkan GMMA dan Stochastic Fast. Kisaran inti masih akan berkutat di antara RM3400 dan RM3220. Harga kemungkinan bertahan dalam kisaran tersebut dalam beberapa pekan ke depan. Level psikologis atas kemungkinan tercapai lebih dahulu, setelah harga menembus beberapa level resisten di RM3361 (Fibonacci 72.8%) dan RM3475 (Fibonacci 100%). Waspada jika CPO gagal menembus level psikologis atas RM3500. Level-level support mungkin dapat ditemukan pada kisaran RM3314 (Fibonacci 61.8%), RM3265 (Fibonacci 50.0%) dan RM3153 (Fibonacci 23.6%). Apabila terjadi koreksi maupun rebound, harga tengah terletak di antara level RM3265 dan RM3314.

Grafik Harga CPO bulan Maret dan Proyeksi Harga untuk April 2012

Sumber: Thomson Reuters

30 FuturesMonthly


CFD Strategy Vicky Amarnani Market Strategist Monex

Investasi

Pada Kebangkitan

JPMorgan Chase Tinjauan Emiten: • •

•

Iklim ekonomi global mendukung risk appetite Saham JPMorgan menawarkan bunga dividen tinggi dan layak menjadi alternatif investasi di tengah iklim suku bunga rendah jangka panjang Rencana buyback senilai $15 miliar saham dan kenaikan dividen membuat saham JPMorgan atraktif

Makroekonomi global yang Solid Rangkaian data ekonomi yang dirilis beberapa pekan terakhir terus menunjukkan peningkatan. Misalnya laporan tenaga kerja non-farm payrolls Amerika Serikat (AS) bulan Februari, yang memperlihatkan kenaikan, baik di atas ekspektasi maupun hasil revisi bulan sebelumnya. Data penjualan ritel AS juga dirilis solid, dengan peningkatan 1,1% pada angka inti. Meskipun harga bahan bakar melonjak 15%, jumlah pengeluaran konsumen tetap lancar. Sebagai tambahan, pendapatan pegawai dan buruh naik dalam beberapa bulan belakangan. Sementara pertumbuhan kredit tetap suportif terhadap daya belanja konsumen di masa depan. Di zona euro, kinerja sektor industri produksi kembali positif di bulan Januari pasca penurunan di bulan November dan Desember lalu. Sedangkan data ekonomi China cenderung beragam, dengan dampak terbesar berasal dari defisit perdagangan. Penurunan kinerja neraca perdagangan dipicu oleh lonjakan volume impor, namun kemungkinan hanya bersifat musiman ketimbang sebuah perbalikan arah tren secara drastis. Faktor Dividen yang Menarik di Tengah iklim Suku Bunga Rendah

FuturesMonthly

31


CFD Strategy

Jika perusahaan berhasil menuntaskan buy-back pada level harga saat ini, kami memperkirakan nilai fair perusahaan JPMorgan akan naik 5%. Beralih pada kebijakan moneter, The Fed telah menahan suku bunga dan menaikkan proyeksi ekonomi dalam pertemuan terakhirnya. Dari sudut pandang pasar keuangan, tinjauan moneter yang lebih bagus makin menutup peluang munculnya Quantitative Easing (QE). Namun demikian, segala sesuatunya bisa terjadi sepanjang sisa tahun ini.

melalui analisa dan tinjauan permodalan. Faktor yang terpenting adalah persetujuan direksi terkait program buy-back saham tahun depan senilai total $15 miliar. Tahap pertama pembelian adalah sebesar $12 miliar di tahun 2012 dan $3 miliar sisanya diakuisisi pada kuartal perdana 2013. Jika perusahaan berhasil menuntaskan buy-back pada level harga saat ini, kami memperkirakan nilai fair perusahaan JPMorgan akan naik 5%. Aksi pembelian kembali dengan jumlah sebesar itu menunjukkan nilai saham JPMorgan sesungguhnya dan memperkuat rekomendasi ‘beli’ kami dengan bunga dividen 2.7% (non-leveraged). Faktor Pendukung:

Credit event Yunani juga hanya akan memiliki dampak terbatas di pasar keuangan. Mengingat sistem perbankan Eropa sudah dibentengi oleh European Central Bank (ECB) dan proses pemangkasan hutang sudah dituntaskan. Adapun kondisi likuiditas makin membaik sehingga mampu menopang kinerja pasra kredit dan saham. Kami meyakini bahwa pemulihan yang dimulai sejak November 2011 terus berlanjut. Konsolidasi temporer kemungkinan terjadi namun hanya sebatas koreksi ringan sebelum pasar mencetak rekor tinggi lagi. JPMorgan: Saham Berbasis Dividen yang Siap Melakukan Buy-back Besar Salah satu saham dividen menarik yang meraih kenaikan nilai luar biasa beberapa pekan terakhir adalah JPMorgan Chase. Perusahaan ini adalah salah satu lembaga keuangan terbesar di AS dengan nilai aset lebih dari $2 triliun dan wilayah operasional luas di 60 negara. Segmentasi bisnisnya terbagi ke dalam 6 bagian, yaitu investasi keuangan, komersial perbankan, layanan surat berharga dan penjaminan, manajemen aset, layanan keuangan ritel dan kartu kredit. Medio Maret lalu, JPMorgan Chase mengumumkan kenaikan dividen kuartalan menjadi $0.30 per saham setelah

Program buy-back besar senilai $15 miliar

Kenaikan bunga dividen menjadi $0.30 per kuartal (yield tahunan non-leveraged 2.7% berbanding dengan suku bunga AS yang hanya 0.25%).

Harga saham atraktif untuk diperdagangkan pada rasio price/earnings 9.9 atau lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun yang mencapai 16.9 dan di bawah rata-rata industri, yang sebesar 13.3.

Banyak perusahaan kompetitor asal Eropa tengah kekurangan modal dan kondisinya bisa lebih parah jika krisis hutang terus mengganggu. Hal ini menguntungkan bagi prospek pertumbuhan internasional JPMorgan.

JPMorgan Chase melakukan kinerja luar biasa dalam membatasi kerugian selama krisis global 2008. Performa usaha di bawah manajemen saat ini dapat memberi kepercayaan diri bagi investor terkait implementasi manajemen risikonya. Setelah dikelola oleh Tim direksi pimpinan CEO Jamie Dimon, perseroan

Gambar 1: Perbandingan Kinerja JPMorgan Chase dengan Perusahaan Pesaing

Sumber: Data Bank of Singapore Morningstar 13 Maret, 2012

32 FuturesMonthly


CFD Strategy

Reputasi JPMorgan Chase di pasar bisa dibilang paling kuat dibanding pesaing-pesaingnya. mencatat salah satu periode terbaiknya. •

Neraca keuangan yang sehat: JPMorgan memiliki rasio modal Tier 1 sebesar 9.9% dan mampu menambah jumlah modal secara cepat. Perseroan membukukan imbal hasil dua digit pada nilai sahamnya dalam empat dari lima kuartal terakhir.

•

Reputasi JPMorgan Chase di pasar bisa dibilang paling kuat dibanding pesaing-pesaingnya. Terbukti dari rekor penjualan dan pendapatan bersihnya yang tertinggi di antara kompetitor lain. Seperti tampak pada gambar 1, kinerja lemah dari Bank of America membuka peluang bagi pangsa pasar lebih luas untuk JPMorgan Chase.

Risiko: Kombinasi antara peraturan yang lebih ketat, perlambatan ekonomi dan iklim bunga yang tidak

bersahabat dapat membatasi tingkat keuntungan dalam beberapa tahun ke depan. Sebagai perusahaan berpengaruh dalam sistem keuangan, JPMorgan kemungkinan tetap berada dalam fokus pengawasan dalam beberapa tahun mendatang. Untuk memperkuat pertimbangan fundamental, saham JPMorgan secara teknikal juga menunjukkan uptrend kuat (lihat gambar 2). Saham sedang diperdagangkan di atas Exponential Moving Average (EMA) 200 dengan EMA 4 di atas EMA 20. Harganya diperkirakan tidak mengalami penurunan besar dan titik masuk menarik berada di support kuat pertama $43.00, dengan target harga di $47. Level tersebut masih di bawah nilai fair saham yang sebesar $51.00. Sangat penting untuk selalu menempatkan stop-loss, yang dapat ditaruh pada support kuat kedua di $41. Level ini 5% di bawah posisi masuk sehingga memberi cukup ruang untuk volatilitas. Dari perspektif risk to reward, investasi pada saham JPMorgan terlihat atraktif dengan rasio risk to reward 1:2. Selama suku bunga rendah berlaku di Amerika Serikat sampai medio 2014, investor masih akan memiliki dana

Gambar 2: Grafik Harga Saham JPMorgan Chase

Sumber: MonexTrader tunai untuk berinvestasi di bursa saham. Good Luck Investors and Traders! FuturesMonthly

33


Famous Person Dian Mustikayani Research and Analyst Monex

Sir John Templeton

‘The True Legend’

Investasi di pasar modal tidak melulu berurusan dengan aspek duniawi. Siapapun memang bisa sukses dengan meyakini kemampuannya sendiri. Namun keberhasilan hakiki berasal dari keseimbangan antara kematangan spiritual dan kecermatan dalam menganalisa objek investasi. Seperti apa yang dicontohkan oleh sang filantropis, Sir John Templeton, sepanjang hidupnya.

K

isah hidup John Templeton bisa menjadi tauladan bagi banyak trader muda. Meski terlahir di keluarga yang kurang beruntung secara finansial, Templeton muda masih mampu menyabet beasiswa dan mengenyam pendidikan di salah satu universitas bergengsi Amerika Serikat, Yale. Setelah mendapat gelar sarjana ekonomi pada tahun 1934, ia melanjutkan pendidikannya ke universitas Oxford hingga menggondol gelar sarjana hukum dua tahun berselang. Merasa cukup siap berkarir, pria kelahiran Tennessee ini kembali ke kota New York untuk bekerja sebagai tenaga pelatih di Fenner & Beane, salah satu perusahaan pelopor Merrill Lynch. Perusahaan pertama Templeton baru berdiri pada tahun 1954 di Nassau, Bahama dan diberi nama ‘Templeton Growth Fund’. Dalam kiprahnya, perusahaan ini kemudian terkenal sebagai lembaga investasi pertama di Amerika yang memiliki cakupan investasi global.

Terlepas dari kinerja perusahaan besutannya, nama Templeton justru mendunia karena karakter khasnya dalam dunia trading. Sebagai seorang investor nilai atau bargain hunter, pria 3 anak ini cermat dalam memborong saham perusahaan-perusahaan bagus namun berharga murah. Dengan pengelolaan yang cermat, nilai sahamsaham itu biasanya cepat menguat kembali sehingga nilai aset pemilik modal makin bertambah. Salah seorang

34 FuturesMonthly


Famous Person trader masa kini yang memiliki metode investasi serupa adalah Warren Buffett. Masa kejayaan Templeton terukir pada tahun 1939, tepat saat Adolf Hitler memporak-porandakan Eropa. Di tengah kondisi yang tidak menentu, ia membeli semua saham yang harganya kurang dari $1 di bursa saham New York. Hanya bermodal dana $10.400, Templeton mengoleksi 100 unit saham dari 104 perusahaan, dan sebanyak 34 di antaranya berakhir pailit. Meski demikian, empat tahun kemudian ia berhasil meraup untung setelah menjual kembali saham-saham tersebut dengan total return lebih dari $40.000. Templeton resmi dinobatkan sebagai seorang miliuner setelah perusahaan kedua yang didirikannya, Templeton World Fund, mencatat pertumbuhan laba rata-rata sebesar 13.8% antara tahun 1954 dan 2004. Rasio peningkatan tersebut bahkan di atas angka kenaikan nilai Standard & Poor’s, yang hanya sebesar 11,1% pada rentang waktu yang sama. Setelah 25 tahun menjalankan korporasi pendanaan internasional terbesar dan tersukses sejagad, Templeton menjual perusahaannya pada Franklin Group di tahun 1992. Pada penghujung era 90-an, Money Magazine menganugerahinya gelar ‘Investor Saham Terhebat Abad Ini’. John Templeton mungkin adalah pelaku investasi dengan sisi humanis tertinggi dalam sejarah. Pria relijius ini tidak pernah berhenti mengamalkan hasil usahanya untuk sesama. Berbagai aktivitas sosial dan kemanusiaan ia sokong, mulai dari pengadaan kursus sains dan spiritual, pendanaan sekolah kesehatan hingga pembentukan lembaga amal sendiri. Hingga kini The John Templeton Foundation telah mendonasikan sumbangan sekitar $1,5 miliar dan memberi pinjaman sampai $70 juta setiap tahunnya. Pada tahun 1985, ia bahkan menghibahkan $4 miliar kepada Oxford Centre for Management Studies, Inggris. Jumlah tersebut adalah donasi terbesar yang pernah diterima oleh institusi pendidikan Inggris kala itu. Pusat pendidikan tersebut kemudian diputuskan untuk beroperasi secara mandiri di bawah pengawasan Universitas Oxford dan diberi nama Templeton College. Uniknya, hampir semua program pendanaan yang disalurkan melalui The John Templeton Foundation selalu berbasis spiritual. Berkat kontribusinya dalam dunia pendidikan dan kemanusiaan, Ratu Inggris menganugerahi gelar ‘Sir’ pada tahun 1987. Pemberian gelar tersebut dimungkinkan karena ia telah menjadi warga naturalisasi Inggris semasa tinggal di Bahama pada tahun 1960. Gaya dan Karakter Investasi

“Hindari pendekatan teknikal dan gunakan analisa fundamental jika ingin benarbenar sukses di pasar.” – Sir John Templeton Sir John Templeton adalah seorang bargain hunter sejati. Penganut Kristen ortodoks ini lebih suka mencari target di berbagai negara ketimbang hanya terfokus di negerinya sendiri. Ia meyakini bahwa cara terbaik meraih profit adalah dengan mengoleksi sebanyakbanyaknya saham dari perusahaan seluruh dunia, yang menawarkan harga terendah namun memiliki outlook jangka panjang yang cerah. Oleh karena itu, biasanya harga penawaran terbaik ada pada saham-saham yang terabaikan. Peluang seperti inilah yang jarang ditangkap dan dipelajari oleh investor kebanyakan. Fanatismenya terhadap analisa fundamental mencerminkan gaya investasi kontrarian atau berlawanan dengan mainstream. Sisi sosial dan kekeluargaan Templeton akan tampak saat siapapun berkunjung ke kediamannya di Bahama. Tempat tinggal yang disebut The Lyford Key Club ini adalah tempat berkumpul pebisnis handal dari seluruh dunia. Dengan menyediakan sebuah tempat khusus, Templeton dapat dengan mudah bertukar pikiran dengan pelaku investasi lain dalam suasana yang lebih santai. Hal ini dipandangnya lebih baik ketimbang harus berkutat di Wall Street, hanya untuk menggali informasi yang terbatas. Dengan memakai pendekatan seperti itu, Templeton bisa memperkaya daftar relasinya secara sistematis dan meraup data investasi yang obyektif. Kisah hidup Sir John Templeton mengajarkan banyak hal pada generasi trader modern. Ia mencontohkan betapa aspek spiritual bisa jalan beriringan dengan karir dan cita-cita meraih kesuksesan. Kombinasi antara ilmu pendidikan mumpuni dan kerja keras bisa berbuah keuntungan fenomenal, yang akhirnya membuat Templeton diakui sebagai investor dan pengelola reksadana terhebat sepanjang masa. Tidak heran jika pada hari kematiannya pada 8 Juli 2008, nama sang legenda terus dielukan oleh masyarakat berbagai lapisan. Bagi traders yang ingin mempelajari cara berpikir dan metode trading Templeton, terdapat beberapa hasil karya buku yang layak dibaca, antara lain ‘Spiritual Investments: Wall Street Wisdom from the Career of Sir John Templeton’ by Gary D. Moore (1998), ‘Golden Nuggets from Sir John Templeton’ by John Templeton dan ’21 Steps to Personal Success and Real Happiness’ by John Marks Templeton and Kames Ellison (1992).

FuturesMonthly

35


Highlight Indonesia Zulfirman Basir

Senior Research and Analyst Monex

Rupiah di Bawah Bayang-Bayang Inflasi Meski krisis hutang Eropa mulai mereda, rupiah kembali bergejolak akibat sentimen dari dalam negeri. Pengurangan subsidi bahan bakar dan kebijakan tidak populer pemerintah lainnya rentan memunculkan volatilitas baru. Di tengah berbagai rintangan, nilai tukar rupiah kini bergantung pada kelihaian Bank Indonesia dan prospek ekonomi tanah air yang masih cemerlang.

P

ergerakan mata uang Garuda belum steril benar dari gejolak ekonomi global. Sentimen perlambatan makin terbukti di tengah upaya penghematan fiskal banyak negara maju. Gross Domestic Product (GDP) zona-euro sudah berkontraksi, sementara beberapa anggota euro seperti Italia, Belanda, Belgia, Portugal dan Yunani telah mengalami resesi. Performa ekonomi emerging markets BRICS (Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan) juga mengkhawatirkan di awal 2012. Krisis hutang zona euro memang mereda setelah Yunani berhasil melaksanakan program debt swap

36 FuturesMonthly

sebagai prasyarat untuk mendapat bailout 130 miliar euro. Namun masih ada potensi credit event yang bisa menyeret Spanyol dan Portugal ke dalam krisis serupa. Beralih ke dalam negeri, masyarakat tengah bersiap menerima kabar kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 33% dan tarif listrik sebesar 10%. Kebijakan pengurangan subsidi pemerintah dapat melambungkan angka inflasi dari 3,5% di bulan Februari menjadi sekitar 7,1%. Investor asing mulai mencerna potensi kenaikan harga komponen konsumsi secara negatif. Reuters melaporkan arus modal asing yang masuk ke bursa efek hingga awal Maret hanya sebesar $183 juta. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding total dana $2,65 miliar yang masuk ke bursa sepanjang 2011. Sementara Kementrian Keuangan hanya mampu mengumpulkan dana IDR1,6 triliun dari lelang surat hutang 7 Maret lalu, jauh di bawah target IDR5 triliun. Sentimen makin negatif saat pemerintah membatasi kepemilikan asing di perusahaan tambang dengan rasio maksimal sebesar 49%. Kebijakan ini berpotensi mengikis minat investasi karena proyek pertambangan bersifat investasi jangka panjang dan padat modal. Asosiasi Pertambangan Indonesia khawatir bila perusahaan asing gagal mencapai break event point jika dipaksa melakukan divestasi kepemilikan dalam 10 tahun. Korporasi besar seperti BHP Billiton, FreeportMcMoran dan Newmont Mining pasti mengkaji kembali rencana bisnis jangka panjangnya di Indonesia. Hingga


Highlight Indonesia kini, hanya PT Vale Indonesia, anak perusahaan Vale SA, yang menyebut bahwa peraturan tersebut tidak akan menghambat rencana peningkatan produksinya sebanyak 64% dalam delapan tahun. Kebijakan Moneter Indonesia Ancaman inflasi memang berhasil menggerogoti performa nilai tukar valuta domestik, namun Bank Indonesia (BI) konsisten melakukan intervensi demi menjaga stabilitas kurs. Berbekal cadangan devisa $122,2 miliar, BI leluasa masuk ke pasar apabila diperlukan. Sementara untuk mengendalikan tingkat inflasi, bank sentral kemungkinan menunggu terlebih dahulu implementasi pengurangan subsidi BBM sebelum menentukan sikapnya. Kecil kemungkinan tercetus penyesuaian suku bunga lagi pasca pemangkasan 25 bps pada dua pertemuan terdahulu. Namun, BI rate bukanlah satu-satunya instrumen moneter yang bisa digunakan oleh otoritas. Dewan Gubernur dapat menaikkan suku bunga fasilitas pinjaman simpanan BI (Fasbi) maupun Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan untuk menyerap kelebihan likuiditas. Jika skenario kenaikan harga BBM terjadi bulan April dan disusul oleh kenaikan tarif listrik satu bulan berselang, maka BI kemungkinan memilih opsi menaikkan suku bunga Fasbi dan/atau GWM pada pertemuan April, Mei dan Juni. Sementara kenaikan BI rate kemungkinan paling cepat baru akan terjadi pada kuartal III, saat pertemuan bulan Juli atau menjelang bulan Ramadhan dan hari raya idul fitri. Pada akhirnya, kenaikan inflasi memang dapat mengurangi daya beli masyarakat sehingga

Sementara kenaikan BI rate kemungkinan paling cepat baru akan terjadi pada kuartal III, saat pertemuan bulan Juli atau menjelang bulan Ramadhan dan hari raya idul fitri pertumbuhan ekonomi melambat. Namun efeknya kemungkinan bersifat sementara karena konsumen dan pengusaha tentu akan beradaptasi dengan iklim inflasi. Jika Indonesia bisa mencatat pertumbuhan tahunan 6% ketika harga BBM naik sebanyak 30% pada tahun 2008, maka target pertumbuhan 6% tentu juga bisa dipertahankan tahun ini. Prospek konsumsi domestik sangat bagus dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta dan 66% di antaranya termasuk kategori pekerja produktif. Kombinasi antara stabilitas politik, kredibilitas fiskal dan moneter dan label investment grade dari Moody’s dan Fitch menjadi modal berharga bagi pelaku pasar investasi tanah air. Outlook rupiah masih terbilang cerah meski laju penguatan tidak akan mulus sepanjang tahun ini. Studi Teknikal: Pada grafik mingguan, pelemahan rupiah masih terjaga karena USD/IDR kembali terperangkap dalam bullish channel dan berada di atas Moving Average 50 dan 100. Kenaikan indikator stochastics akan meredam penguatan mata uang Indonesia. Rupiah perlu menembus batas bawah bullish channel untuk mengurangi tekanan pelemahan. Level 9360 dan 9470 (kurs tertinggi 22 September 2011 dan Moving Average 200) menjadi resisten. Sementara 8870 dan 8790 (kurs terendah 25 Januari 2012 dan 28 Oktober 2011) akan menjadi support.

Sumber Grafik Rupiah: Monex Trader FuturesMonthly

37


Trading Strategy Ariston Tjendra

Head of Research and Analyst Monex

Manfaatkan Berita untuk Meraup Profit Nilai tukar dollar Amerika Serikat terhadap yen Jepang atau sering disingkat dengan USD/JPY adalah instrumen pasangan mata uang yang sering ditransaksikan. Mengingat dua negara yang menaungi mata uang ini adalah termasuk negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia.

R

entang pergerakan harian USD/JPY tidak sebesar pasangan mata uang lainnya. Rata-rata kinerja harian USD/JPY sepanjang 2011 bahkan tidak lebih dari 100 pip, atau tepatnya hanya 77 pip. Bandingkan dengan rata-rata pergerakan pasangan mata uang lain setiap hari selama tahun lalu, EUR/USD bergerak 159 pip, GBP/USD mencapai 141 pip, USD/ CHF sebanyak 120 pip dan AUD/USD bergerak 139 pip.

38 FuturesMonthly

Dengan rata-rata pergerakan harian yang jauh di bawah mata uang lain, maka bisa diasumsikan risiko bertransaksi USD/JPY pun lebih kecil dibanding bertransaksi mata uang lainnya. Namun tentu saja besar atau kecilnya risiko juga tergantung pada strategi trading yang diterapkan oleh masing-masing individu. Grafik Perbandingan Rata-rata Kisaran Pergerakan Harian Bulanan Banyak strategi trading yang dapat diterapkan untuk bertransaksi USD/JPY. Salah satunya adalah dengan berkaca pada hasil rilis data fundamental ekonomi. Mengingat pasangan mata uang ini adalah alat tukar negara Amerika Serikat dan Jepang, maka tentunya USD/JPY akan bereaksi terhadap data atau peristiwa yang muncul dari dua negara tersebut. Sebagai contoh, lonjakan kurs USD/JPY yang mencapai 80 yen per dollar AS. Penyebabnya adalah pernyataan


Trading Strategy Tabel Reaksi Kurs USD/JPY Setelah Data NFP

Dengan rata-rata pergerakan harian yang jauh di bawah mata uang lain, maka bisa diasumsikan risiko bertransaksi USD/JPY pun lebih kecil dibanding bertransaksi mata uang lainnya

tenaga kerja). USD/JPY akan bergerak naik mengikuti hasil data yang positif dan sebaliknya, bergerak turun jika data keluar negatif. Kecenderungan tersebut tampak dari rekam jejak pergerakan USD/JPY setiap data Non-farm Payrolls dirilis selama satu tahun terakhir (lihat tabel).

dari bank sentral Jepang, yang berniat menambah program pembelian aset sebesar 10 triliun yen seraya terus menyuntik stimulus sampai target inflasi 1% tercapai. Peristiwa dari Jepang lainnya yang sangat menyita perhatian para pelaku pasar adalah bencana gempa dan tsunami serta kebocoran reaktor nuklir pada Maret 2011 lalu. Volatilitas pergerakan dollar/ yen langsung meningkat pasca kabar tersebut. Ratarata pergerakan harian USD/JPY pada bulan itu bahkan mencapai 111 pip.

Kita bisa membuka posisi beli ketika hasil data NFP positif dan mengambil posisi jual jika data dirilis sebaliknya. Biasanya beberapa jam sebelum data NFP, USD/JPY bergerak dalam fase konsolidasi. Kita bisa menempatkan limit order stop buy di batas atas atau stop sell di batas bawah area konsolidasi. Hanya saja, kita perlu mewaspadai adanya slippage karena harga akan bergerak sangat volatil setelah data keluar. Atau kita juga bisa membuka posisi langsung setelah data rilis.

Selain data dan peristiwa dari Jepang, USD/JPY juga bereaksi terhadap laporan dan event yang terjadi di Amerika, seperti rilis data Non-farm Payrolls (sektor

Dan jangan lupa untuk selalu menempatkan stop loss guna membatasi risiko, selamat bertransaksi! FuturesMonthly

39


Automated Trading Albertus Christian

Senior Research and Analyst Monex

Strategi Retracement VS Breakout,

Pada grafik ‘Gold Intraday Average’, makin tampak jelas bahwa pergerakan harga emas memiliki pola, dengan kecenderungan menguat sejak closing New York sampai penetapan harga emas di bursa London (London Fixing). Setelah itu, harga terkoreksi sejak London fixing sampai dengan NY close. Pola tersebut bahkan tetap berlaku pada 8 Maret dan 9 Maret lalu. Ketika itu berita fundamental ECB Interest Rate dan data non-farm payrolls Amerika Serikat memicu volatilitas lebih besar di pasar emas. Grafik 1: Gold Intraday Average

Mana yang

Terbaik? Kehandalan algoritma retracement dan breakout telah diuji pada forward testing sejak tahun 1998 silam. Kala itu hasilnya cukup memuaskan dan mendekati harapan para investor. Namun di antara keduanya, algoritma mana yang lebih efektif untuk mencetak profit?

B

anyak dari anda mungkin bertanya, kenapa kedua strategi ini hanya bisa diterapkan pada komoditi emas? Jawabannya cukup sederhana, karena beredar anggapan luas bahwa ‘Random Walk’, suatu model teoritis yang dikenal di kalangan pelaku pasar internasional, tidak berlaku bagi Emas. Statistik menunjukkan bahwa terdapat pola identik pada harga emas yang sudah berulangkali terbentuk sejak tahun 1998 sampai 2012. Pada event ‘International Precious Metals & Commodities Fair’ di Munich akhir tahun lalu, sebagian besar pakar logam mulia sepakat bahwa bahwa ada anomali harga di pasar emas pada basis pergerakan harian.

40 FuturesMonthly

Grafik 2: Intraday Suppression Pattern Schematic Mengacu pada jam server Monex Trader 4 (GMT+2), AM FIX dimulai pada pukul 16.00 WIB, yang sekaligus menjadi titik dimana Emas memulai koreksinya. Kemudian suppression berlanjut hingga NY open dan PM fixing pada pukul 19.30 WIB dan 21.00 WIB. Antara sesi PM fixing dan NY close, harga biasanya masih tertekan ke bawah dan baru bisa lepas dari tekanan koreksi untuk kemudian melanjutkan rally setelah preclosing NY pada pukul 00.00 WIB. Pola tersebut akan berulang terus setiap hari. Itulah mengapa algoritma yang berbasis strategi sederhana, seperti retracement dan breakout, bisa menghasilkan laba yang cukup konsisten. Tentunya disertai pula dengan money management yang disiplin. Kedua strategi di atas berfungsi untuk memanfaatkan fase trending pasar sehingga peluang meraih gain makin besar. Strategi breakout pada robot, yang baru dihidupkan setelah waktu pre-closing NY (pukul 00.00 WIB), akan memburu keuntungan saat harga emas sedang rally. Sementara strategi retracement baru dijalankan mulai pukul 16.00 WIB.


Automated Trading

Strategi retracement tidak hanya berguna untuk menentukan timing dalam pengambilan profit, tetapi dapat dipakai untuk mencari waktu pengambilan posisi baru ‘sell on strength’ sebagai antisipasi terhadap koreksi harga. Strategi yang baik biasanya menggunakan trailing stop supaya kinerja Robot menjadi lebih disiplin, sekaligus berperan sebagai pelindung posisi dari resiko perbalikan arah secara tiba-tiba. Mengingat begitu banyak data yang dirilis antara AM Fix dan PM Fixing. Setelah melalui berbagai pengujian, Robot Retracement terbukti lebih handal dibandingkan Breakout karena beberapa alasan berikut ini: •

Profit lebih stabil pada kondisi market emas yang sedang terkoreksi akibat faktor penguatan dollar, sehingga bisa memanfaatkan pergerakan dua arah.

Mengontrol/mencegah terjadinya pengambilan harga buy di ‘high’

Jarak stop-loss lebih pendek pada waktu pengambilan posisi

Memproteksi posisi. Waktu operasinya berlangsung pada sore hari, saat investor lebih aktif sehingga mencegah terjadinya kinerja account yang tidak terkontrol

Strategi breakout pada robot, yang baru dihidupkan setelah waktu pre-closing NY, sementara strategi retracement baru dijalankan mulai pukul 16.00 WIB. •

Tahan terhadap volatilitas harga sehingga lebih aman dari gangguan berita fundamental

Mengurangi terjadinya kesalahan pengambilan posisi, meningkatkan konsistensi profit dan menstabilkan kinerja

Algoritma pada Robot Breakout disarankan untuk fase trending yang cukup kuat menjelang pembukaan market Hong Kong. Ditandai dengan closing harga Dow Jones di teritori positif, kemudian indeks Asia berpotensi melanjutkan penguatan. Jadi untuk kondisi market emas di bulan April, sebaiknya gunakan robot-robot trading berteknologi money management yang ketat dan strategi retracement. Terutama di tengah iklim kenaikan inflasi tahunan ke 3%, atau di atas target the Fed yang sebesar 2%. Fakta ini seharusnya masih menopang rally Emas, namun di lain sisi masih ada peluang koreksi setiap saat akibat penguatan dollar.

FuturesMonthly

41


Investment Clinic Iswardi Lingga Senior Education Monex

Prinsip Ekstensi Gelombang E

kstensi adalah konsep penting dalam pola impulse sekaligus merupakan karakter khusus yang hanya dimiliki oleh impulse itu sendiri. Istilah ekstensi (extension) dalam Elliott Wave memiliki arti perpanjangan wave, yang terjadi satu kali dalam satu gelombang impulse (dapat terjadi pada w1 atau w2 atau w3) dalam ukuran derajat dan siklus yang sama.

Perpanjangan wave tersebut membentuk 5 tambahan wave yang memiliki ukuran relatif sama dengan wave lain, pada satu pergerakan motive wave. Secara kasat mata membentuk 9 (sembilan) wave, seperti terlihat pada ilustrasi gambar 22 a.

42 FuturesMonthly

Setelah menerapkan proses labeling dengan panduan ekstensi, maka wave 3 hingga wave 7 pada gambar 22 a tidak lain adalah pola ekstensi atau perpanjangan yang terjadi pada wave 3. Sehingga pemberian label yang tepat menurut prinsip Elliott Wave adalah seperti yang diilustrasikan pada gambar 22 b. Ekstensi juga dapat terjadi pada wave 1 seperti pada gambar 23 a atau dapat juga terjadi pada wave 5 seperti diilustrasikan pada gambar 23 b.


Investment Clinic

Perpanjangan wave tersebut membentuk 5 tambahan wave yang memiliki ukuran relatif sama dengan wave lain, pada satu pergerakan motive wave 7. Dalam pasar saham dan forex, ekstensi lebih sering terjadi pada wave 3, dan terkadang terjadi pada wave 5. Ekstensi pada wave 1 merupakan hal yang paling jarang ditemukan.

Beberapa panduan pergerakan harga yang dapat dijadikan pegangan dalam prinsip ekstensi adalah sebagai berikut;

8. Ekstensi lanjutan skala yang lebih kecil, dapat terjadi dalam salah satu wave yang (skala lebih besar) mengalami ekstensi. Ekstensi pada Ekstensi

1. Ekstensi terjadi hanya dalam impulse wave. Tidak terjadi pada terminal atau diagonal wave, yang juga merupakan bagian dari motive wave. 2. Pergerakan motive wave hanya ada satu impulse yang mengalami ekstensi (w1 atau w2 atau w3). 3. Ekstensi harus bergerak paling sedikit 161,8% dari wave terpanjang lain yang ada dalam satu siklus yang sama. 4. Jika wave 3 mengalami ekstensi, maka wave 3 harus bergerak minimal 161,8% dari w1. Sementara wave 1 dan wave 5 akan cenderung bergerak dengan ukuran persentase harga yang relatif sama, atau dengan persentase waktu yang sama. 5. Jika ekstensi terjadi pada wave 1, maka wave 3 dan wave 5 akan cenderung bergerak sama dari sisi harga atau waktu. Demikian juga jika ekstensi terjadi pada wave 5, wave 1 dan 3 cenderung bergerak sama. Namun demikian, jika terjadi perbedaan, aturan impulse yang menyatakan wave 3 tidak menjadi wave yang terpendek harus tetap berlaku dan ini merupakan aturan penting yang dapat dimanfaatkan untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya. 6. Robert Balan menulis hasil pengamatannya dan menyatakan bahwa ekstensi pada wave 5 biasanya akan terjadi 161,8% dari panjang perjalanan harga dari dasar wave 1 hingga ke puncak wave 3. Ia juga menyatakan bahwa koreksi yang terjadi dalam ekstensi selalu lebih kecil berkisar antara 23,8% dan jarang sekali mencapai 38,2% dari wave sebelumnya. Fakta pengamatan ini sangat membantu dalam menganalisa harga.

Profil tentang ekstensi dari ekstensi ini, dapat dilihat pada gambar 24, yang memberikan ilustrasi ekstensi terjadi pada wave 3 dari satu siklus Elliott Wave. Di dalam wave 3 yang mengalami ekstensi tersebut, juga terjadi ekstensi lanjutan pada wave iii dalam skala lebih kecil, persis menduplikasi pergerakan induknya yang lebih besar. Duplikasi pola pergerakan yang dari skala yang lebih besar ke skala yang lebih kecil atau sebaliknya ini-lah yang dikenal sebagai kosnep fractal dalam Elliott Wave Theory. Praktek ini juga berlaku untuk setiap pola pergerakan baik motive maupun corrective waves. Saran dan tanggapan dapat dikirimkan ke: education@mifx.com

FuturesMonthly

43


Fundamental Analysis Azhar Fauzi Noor

Senior Research and Analyst Monex Medan

CONSUMER PRICE INDEX (CPI)

C

onsumer Price Index (CPI) atau Indeks Harga Konsumen merupakan indikator ekonomi yang memiliki dampak besar terhadap pasar keuangan. Data ini begitu penting mengingat korelasi eratnya dengan pertumbuhan tenaga kerja dan laju inflasi suatu negara. Sementara angka inflasi terbilang sensitif karena menentukan berapa harga yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa yang sama. Jika tingkat harga semakin mahal, maka iklim bisnis juga akan berubah akibat terbebani kenaikan biaya. Suatu negara bisa langsung mengubah kebijakan fiskal karena inflasi. Selain mengacu pada CPI dan GDP, lebih dari setengah lusin indikator ekonomi dipakai untuk

44 FuturesMonthly

mengukur tingkat signifikansinya. Mulai dari indeks pengeluaran dan konsumsi individu, harga produsen, harga barang impor, indeks biaya tenaga kerja hingga biaya unit tenaga kerja. Tidak heran jika efek data inflasi ke pasar finansial lebih besar ketimbang dampak rilis GDP suatu negara. CPI bisa diartikan sebagai ukuran rata-rata perubahan harga barang dan jasa pada periode tertentu. Kategori barang dan jasa yang diukur memiliki jenis dan kelompok utama yang disesuaikan dengan selera/tren individu. Setiap kelompok barang dan jasa selanjutnya diberi bobot untuk perhitungan indeks rata-rata harga konsumen (CPI) dan disesuaikan poin persentasenya sesuai jumlah sample individu yang disurvei. Ada 8


Fundamental Analysis

Berdasarkan pendapat pakar moneter, pertumbuhan jumlah uang yang beredar adalah penyebab di balik kenaikan angka inflasi

GAMBARAN PEREKONOMIAN DARI DATA CPI

1. Bahan pokok bangunan perumahan

Peran CPI memang hanya sebatas alat bantu untuk memprediksi kondisi ekonomi di masa yang akan datang. Namun tinjauan pada data CPI lebih lanjut bisa membantu untuk menunjukkan titik arah pergerakan inflasi selanjutnya. Hal ini memungkinkan pebisnis dan perusahaan untuk mengantisipasi perubahan biaya produksi, sementara manajer keuangan bisa me-review strategi investasinya.

2. Makanan dan Minuman

Dampak Terhadap Pasar

kategori/kelompok barang dan jasa yang diukur, yaitu:

3. Transportasi 4. Kesehatan 5. Pakaian 6. Hiburan dan Rekreasi 7. Pendidikan dan Komunikasi 8. Barang dan Jasa lain-lain Berdasarkan pendapat pakar moneter, pertumbuhan jumlah uang yang beredar adalah penyebab di balik kenaikan angka inflasi. Jika suplai uang lebih cepat dibanding output produksi barang dan jasa, maka harga produk-produk komponen inflasi akan melonjak. Namun jika mengacu pada teori Keynes, pemicu inflasi lebih disebabkan oleh permintaan keseluruhan barang dan jasa (baik dari konsumen, bisnis, pemerintah maupun pembeli dari negara lain) yang melampaui kapasitas produksi suatu negara. Kekurangan pasokan inilah yang dapat menaikkan harga barang dan jasa serta mempercepat laju inflasi. Bagi seorang pebisnis dan perusahaan, harga yang lebih tinggi sama artinya dengan pendapatan yang lebih tinggi pula. Jika laba perusahaan meningkat maka harga sahamnya turut naik sehingga memperkaya nilai aset investor. Namun inflasi dinilai cukup ‘mengerikan’ karena membawa instabilitas dan ketidakpastian yang akan mengundang distorsi dalam perekonomian suatu negara. Di satu sisi, perusahaan akan senang melihat jumlah pendapatannya meningkat. Kebijakan yang lazim diambil adalah dengan tidak menaikkan harga barang, namun memilih untuk menambah volume produksinya. Pada sisi lain, perusahaan juga bisa menderita karena terkena pengaruh inflasi, terutama jika pemasok bahan baku memutuskan untuk menaikkan harga bahan pokok. Potensi beban lain muncul jika karyawan perusahaan menuntut gaji yang lebih tinggi untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup.

Obligasi Jika CPI melonjak ke atas perkiraan, yield obligasi berpeluang naik. Sementara penurunan harga obligasi kemungkinan lebih besar jika rilis data CPI/Core CPI naik. Sebaliknya jika tidak ada tanda-tanda percepatan inflasi, maka fixed income securities/obligasi akan bullish. Harga obligasi biasanya naik dan dalam perjalanannya akan disusul oleh pemangkasan suku bunga bank. Saham Para investor pasar ekuitas sangat benci jika laporan CPI turun tajam dari angka perkiraan karena dapat menyebabkan turunnya tingkat kepercayaan konsumen yang notabene akan menurunkan tingkat belanja konsumen, laba perusahan pun mengalami sedikit stagnasi. Lain hal jika laju inflasi naik ditandai dari kenaikan CPI, laba perusahaan bisa lebih lagi terdongkrak dari meningkatnya penjualan. Investor juga akan menempatkan nilai yang lebih tinggi pada aliran laba masa depan. Pada waktu seperti ini penjualan akan lebih besar lagi dan atau angka produksi dipacu untuk lebih tinggi lagi. Semakin baik laba perusahaan, maka akan semakin baik pula nilai saham perusahaan tersebut. Mata Uang Pengaruh inflasi memiliki efek yang kurang terdefinisi. Jika ekspansi terhitung sehat, suku bunga acuan tentu akan dinaikkan oleh bank sentral. Kenaikan suku bunga bank selalu disambut dengan penguatan nilai tukar negara bersangkutan. Namun jika kenaikan inflasi jauh melebihi target inflasi dan menjadi kekhawatiran pasar maka nilai tukar valuta domestik bisa terlukai.

FuturesMonthly

45


Trading Rule Minyak Mentah (Crude Oil – CL) Minyak mentah merupakan produk komoditi yang paling aktif diperdagangkan di bursa NYMEX, berjenis WTI (West Texas Intermediate). WTI dikenal dengan minyak mentah berkualitas tinggi, yang menjadi barometer harga bahan bakar dunia. Kode CLS diperoleh dari Crude oil, Light dan Sweet. Light karena bobotnya yang ringan dan sweet karena kandungan sulfurnya yang rendah.

Contoh Transaksi Seorang Nasabah membeli CLS sebanyak 1 lot di harga $105.50 Jika harga CLS menguat dan Nasabah berhasil melikuidasi posisinya di harga $106.50, maka perhitungan transaksinya: P/L = (Harga Jual-Harga Beli)x Kontrak x Lot = ($106.50 – $ 105.50) x 1,000 barrel x 1 lot = US$1,000 Maka keuntungan Nasabah dari transaksi tersebut adalah sebesar $1,000, atau senilai Rp. 10 juta menggunakan rupiah rate IDR 10.000,- (CLSID) atau sebesar Rp 12 juta jika menggunakan rate IDR 12.000,- (CLSID12). Jika harga CLS melemah dan nasabah telah membatasi kerugian (menempatkan stop loss) di harga $105.00, maka perhitungan transaksinya : P/L = (Harga Jual-Harga Beli)x Kontrak x Lot = ($105.00 – $ 105.50) x 1,000 barrel x 1 lot = US$500 Maka kerugian Nasabah dari transaksi tersebut adalah sebesar $500, atau senilai Rp. 5 juta menggunakan rupiah rate IDR 10.000,- (CLSID) atau sebesar Rp 6 juta jika menggunakan rate IDR 12.000,- (CLSID12).

National Market/Public Holiday April 2012 2-4 Tomb-Sweeping Day Country: China 4 Ching Ming Festival Country: Hong Kong 5 Good Friday Eve Country: New Zealand 6 Good Friday Country: Hong Kong, Indonesia, Australia, New Zealand, US, Canada, UK, Germany, France 9 Easter Monday Country: Hong Kong, Australia, New Zealand, UK, Germany, France 11 Assembly Members Election Day Country: South Korea 25 ANZAC Day Country: Australia, New Zealand 28 The Birthday of the Buddha Country: Hong Kong 30 Substitute Holiday for Showa Day Country: Japan 30 Labor Day Country: China

46 FuturesMonthly


Central Bank Interest Rate Outlook Dwi Aviono P

Senior Research and Education Monex Bandung

Central Bank

Last Meeting

Next Meeting

8 Maret 2012/unhanged (perubahan terakhir pada 9 Februari 2012: 25 bps cut

12 April 2012

13 Maret 2012/unchanged (perubahan terakhir pada 16 fed esember ‘08: 75 bps cut)

25 April 2012

8 Maret 2012 / unchanged (perubahan terakhir pada 8 Desemberr ‘11: 25 bps cut)

5 April 2012

Jajak pendapat Reuters terbaru, dari 74 ekonom memproyeksikan ECB akan mempertahankan suku pada 1,0 persen hingga memasuki 2013.

8 Maret 2012/unchanged (perubahan terakhir pada 5 Maret ‘09: 50 bps cut)

5 April 2012

Kebijakan moneter pada saat ini lebih difokuskan dengan program pembelian aset yang ditingkatkan menjadi £ 325 miliar. Sementara target inflasi masih terjaga di bawah 4% yaitu 3,6%.

15 Maret 2012/unchanged (perubahan terakhir pada 11 Desember ‘08: 50 bps cut)

14 Juni 2012

Diperkirakan suku bunga akan diturunkan setelah laporan data ekspor terakhir yang mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya dan perlambatan pertumbuhan serta penurunan data payrol pada bulan lalu.

Bank Indonesia (BI) 5.75 %

Federal Reserve (The Fed) 0.0%-0.25%

European Central Bank (ECB) 1%

Bank of England (BOE) 0.50%

Swiss National Bank (SNB) 0.25%

Reserve Bank of Australia (RBA) 4.25%

Bank of Japan (BOJ) 0.10%

Bank of Canada (BOC) 1%

Reserve Bank of New Zealand 2.5 %

5 Maret 2011/ unchanged (perubahan terakhir pada 31 Oktober ‘11,25 bps hike)

3 April 2012

Outlook

Ekonom, Kepala Biro Riset Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung memproyeksikan, Dewan Gubernur BI akan menyesuaikan BI rate kalau pemerintah jadi menaikan harga premium dan solar bulan April 2012.

Fed tetap mempertahankan Zero Interest Rate Policy (ZIRP) sampai dengan 2014. Dan dalam pertemuan Maret lalu, terindikasi kemungkinan tidak akan menggelontorkan pelonggaran kuantitatif ke-3 tahun ini.

Menurut tiga ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, menyatakan bahwa suku bunga akan tetap, sedangkan 24 ekonom lainnya memperkirakan suku bunga akan diturunkan pada bulan mendatang.

9 April 2012

12 dari 14 Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg tetap memperkirakan suku bunga berada di kisaran 0,1%. Sementara Pemerintah Jepang masih fokus dalam program pembelian aset yang akan mencapai 130 milliar dollar AS.

8 Maret 2012 / unchanged (perubahan terakhir pada 8 September 2010: 25 bps hike)

17 April 2012

41 ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan suku bunga akan terjadi pada kuartal pertama 2013 seiring dengan kekhawatiran memburuknya perekonomian Eropa.

7 Maret 2012/ unchanged (perubahan terakhir pada 10 Maret 2011: 50 bps cut)

26 April 2012

12 Maret 2012 /unchanged (perubahan terakhir pada 19 Desember ‘08: 20 bps cut)

Bank Sentral New Zealand memprediksi kenaikan akan terjadi paling cepat pada bulan Juni di kisaran 2%-4% hingga akhir tahun 2012.

FuturesMonthly

47


Global Economic Calendar Adityawarman

Research & Education Monex Surabaya

DATE

48 FuturesMonthly

TIME (WIB)

DATA

PREVIOUS


Mr. Smart Invesment Ariston Tjendra

Head of Research and Analyst Monex

Edukasi untuk Pahami Investasi

50 FuturesMonthly



Futures Mohthly Edisi April 2012