Frenergy: Energi Alternatif Bioetanol

Page 1

ENERGI ALTERNATIF BIOETANOL

KELOMPOK

16

INTEGRATED LEARNING ASHLEY ZEFANYA hastabrata XMIPA1 | GRACIA CATALINA susilo XMIPA2 | MARVELLE SUTEDJO XMIPA3 PRISCILLA KARINA ayu n. XMIPA4 | BETH VICTORIA suwito XSOS1 | KATHLEEN AURELIA XSOS2 ANDREA ALEXANDRINA christy XSOS2 | Franzezka Belva diovda m. XBAH


i

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan e-magazine yang berjudul Frenergy: Energi Alternatif Bioethanol, dengan maksimal dan tepat waktu. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu guru yang telah bersedia untuk membantu dan membimbing kami dalam pembuatan proyek ini. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman kami yang telah mendukung dan memotivasi kami. Ada pun tujuan dari pembuatan e-magazine Frenergy: Energi Alternatif Bioetanol ini yaitu untuk mencari alternatif dari bahan bakar minyak. Pada pembahasan ini, akan lebih difokuskan kepada pemanfaatan bonggol jagung sebagai energi pengganti bahan bakar. Mengingat saat ini penggunaan bahan bakar semakin meningkat, kami berharap dengan adanya e-magazine ini, dapat memberikan inspirasi dan motivasi untuk mengatasi keterbatasan bahan bakar dan dampak yang dihasilkan menjadi lebih ramah lingkungan. Menyadari masih banyak kesalahan serta kekurangan dalam pembuatan proyek ini, kami mohon maaf atas hal tersebut dan meminta kritik dan saran sehingga dapat menjadi pelajaran bagi kami. Kami berharap e-magazine ini dapat memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih.

Jakarta, 30 Maret 2022 Integrated Learning Kelompok 16


ii

TIM REDAKSI Beth victoria suwito XSOS1-6 (KETUA)

GRACIA CATALINA SUSILO XMIPA2-16

Andrea ALEXANDRINA christy XSOS2-4

ASHLEY ZEFANYA HASTABRATA XMIPA1-6

MARVELLE SUTEDJO XMIPA3-24

PRISCILlA KARINA AYU NIMAS XMIPA4-29

KATHLEEN AURELIA XSOS2-20

FRANZESKA BELVA DIOVDA MEINAR XBAH-16


iii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................................................................................ i TIM REDAKSI ......................................................................................................................................................................... ii DAFTAR ISI .............................................................................................................................................................................. iii LATAR BELAKANG ............................................................................................................................................................. 1 PERCOBAAN ......................................................................................................................................................................... 2 - Alat & Bahan ........................................................................................................................................................... 2 - Langkah-Langkah .............................................................................................................................................. 2 - Hasil Percobaan ................................................................................................................................................... 2 - pH Bioetanol .......................................................................................................................................................... 3 - Pembuktian Percobaan ................................................................................................................................. 3 - Fungsi Domain, Kodomain, dan Range dari Data Kapal Otok-Otok ............................. 4 ANALISA ................................................................................................................................................................................... 5 - Peran Badan Usaha BBM Dalam Perekonomian Negara ..................................................... 5 - Kenapa Etanol Tidak Bisa Menghantarkan Listrik? ................................................................... 5 - Kapal Otok-Otok Dengan Bioetanol .................................................................................................... 5 - Efek Jika Bioetanol Tidak Digunakan .................................................................................................. 5 - Apa Keuntungan Menggunakan Bioetanol? ................................................................................. 6 - Lari Jarak Pendek dan Manfaatnya ....................................................................................................... 6 - Apakah Bioetanol Mendukung Kebugaran Tubuh? ................................................................ 6 - Perkembangan Teknologi Terhadap Energi Alternatif ............................................................. 6 IKHTISAR .................................................................................................................................................................................. 7 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................................................ 8 DOKUMENTASI ................................................................................................................................................................... 9


1

Latar Belakang Alam menyediakan banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Lingkungan hidup dapat rusak karena faktor alam maupun faktor dari ulah manusia. Aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab itulah yang dapat merusak lingkungan, seperti perburuan hewan yang menyebabkan berkurangnya spesies, penebangan hutan secara liar yang mengakibatkan global warming, dan membuang limbah ke sungai yang dapat merusak kualitas air serta merusak habitat binatang di air. Penggunaan secara berlebihan dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui juga menimbulkan masalah lingkungan. Salah satu sumber daya alam yang kini telah sangat berkurang adalah minyak bumi. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia membutuhkan energi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, salah satunya yaitu penggunaan bahan bakar. Bahan bakar yang paling banyak dimanfaatkan saat ini adalah bahan bakar yang berasal dari fosil yang tidak dapat diperbarui. Ketersediaan minyak bumi ini bisa habis akibat manusia yang menggunakannya terus menerus dan kebutuhannya yang tidak terbatas. Sayangnya penggunaan bahan bakar dari minyak bumi di Indonesia masih sangat besar. Contohnya, seringnya menggunakan kendaraan walaupun jaraknya dekat, orang lebih memilih bepergian menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum, hingga kepada kasus penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi. Hal ini tentunya akan menimbulkan krisis minyak bumi. Namun sampai sekarang masih belum ada solusi yang tepat. Sudah terdapat mobil listrik yang bisa mengurangi penggunaan bahan bakar tersebut tetapi harganya yang mahal masih menjadi masalah bagi banyak warga. Penggunaan minyak bumi secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif yang ditimbulkan dapat berupa pencemaran udara dan penipisan lahan tanah karena daerah pertambangan memerlukan daerah yang luas. Dampak-dampak pada lingkungan tersebut nantinya akan memengaruhi aktivitas manusia. Tidak hanya itu, berkurangnya jumlah minyak bumi membuat harga BBM juga semakin mahal. Bahkan harganya menjadi tidak sesuai dengan masyarakat. Badan usaha bahan bakar terbesar di Indonesia, PT Pertamina (Persero), menyatakan bahwa harga BBM yang terus meningkat mengakibatkan sulitnya mendapatkan bahan bakar yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari. Paus Fransiskus telah menerbitkan ensiklik berjudul "Laudato Si" yang berisi pentingnya mengatasi perubahan iklim dan melindungi lingkungan hidup. Paus menyatakan bahwa kerusakan yang dilakukan manusia dianggap sebagai salah satu tanda kecil krisis etika, budaya, serta spiritual modernitas. Salah satunya yaitu berkurangnya minyak bumi. Kita sebagai makhluk ciptaan-Nya harus peduli dengan lingkungan sekitar kita dengan mengambil tindakan nyata. Penyelesaian masalah ini tidak lepas dari Roh Kudus yang sangat berperan dalam membuat keputusan ini. Kita bisa melihat aksi dari Gereja Katedral Jakarta dalam menggunakan panel surya untuk sumber daya listrik dengan memanfaatkan panas matahari untuk kegiatan gereja di siang hari sebagai upaya untuk hemat listrik hingga 30% dan merawat bumi. Begitu pula dengan penggunaan bioetanol. Disinilah roh kudus turut berperan

dalam mengatasi krisis minyak bumi. Bioetanol merupakan salah satu jenis dari biofuel yang berwujud cair. Bioetanol sering disebut sebagai bahan bakar ramah lingkungan karena gas yang dihasilkan lebih bersih. Bioetanol terbuat dari konversi karbohidrat seperti sagu dan ubi. Bioetanol sejenis dengan etanol, tetapi ada perbedaanya. Perbedaannya adalah bioetanol adalah bentuk etanol yang didapatkan dari rutinitas biologis produksi etanol sedangkan etanol didapat melalui rutinitas kimiawi atau rutinitas biologis. Bahan bakar bioetanol memiliki potensi yang besar untuk berkembang di Indonesia. Bahkan sebenarnya potensinya telah ada sejak dulu. Kesultanan Banten memiliki letak yang strategis ini mengakibatkan banyak bangsa luar datang melalui Samudera Hindia untuk melakukan pelayaran dan perdagangan. Selain karena letak daerahnya yang strategis, bangsa luar juga datang karena potensi Kesultanan Banten pada masa itu, yaitu rempah-rempah terutama lada. Lada banyak dijumpai karena lingkungannya yang mendukung seperti banyaknya sungai yang mengaliri daerah tersebut sehingga bisa digunakan sebagai sarana irigasi. Dari Kesultanan Banten, dapat diketahui bahwa Indonesia memiliki potensi pertanian dan perkebunan. Bioetanol sangat potensial untuk diolah dan dikembangkan karena banyak hasil pertanian dan perkebunan yang menghasilkan karbohidrat dan bisa dijadikan sumber bahan bioetanol. Akan tetapi, walau sudah mendapat dorongan dari pemerintah dan memiliki program sejak 2006, hal ini masih belum bisa diimplementasikan karena bioetanol masih tergolong mahal dan sumber intensif masih belum tersedia. Meskipun hasil pertanian dan perkebunan bisa dimanfaatkan sebagai bahan-baku dari etanol, hasil pertanian dan perkebunan seperti ubi, dan singkong merupakan makanan yang masih bisa dikonsumsi. Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan sumber pangan. Maka dari itu, kami memberikan solusi lain untuk menyelesaikan masalah ini yaitu menggunakan limbah dari bahan-bahan yang mengandung karbohidrat. Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan dan Indonesia sangat berpotensi pada bahan tersebut adalah bonggol jagung. Bonggol jagung berasal dari jagung. Jagung sangat cocok ditanam dengan kondisi geografis di Indonesia yang memiliki cuaca yang cocok. Indonesia juga merupakan produsen jagung terbesar di ASEAN. Konsumsi jagung di Indonesia juga sangat tinggi karena jagung merupakan salah satu makanan pokok di Indonesia sehingga bisa menghasilkan banyak bonggol jagung. Bonggol jagung merupakan limbah lignoselulosa yang mengandung 41% selulosa, 36% hemiselulosa, 16% lignin, dan 7% air dan lainlain. Kandungan selulosa yang tinggi ini membuat bonggol jagung bisa dijadikan kemungkinan untuk dijadikan bahan baku bioetanol. Daripada bonggol jagung di Indonesia dibiarkan begitu saja dan hanya menjadi sampah, lebih baik kita manfaatkan menjadi sumber energi alternatif yang bisa mengurangi penggunaan bahan bakar. Pemanfaatan bonggol jagung sebagai bahan pembuatan BBM diharapkan dapat membantu daerah-daerah terpencil yang sulit mengakses BBM untuk keseharian mereka.


2

PERCOBAAN Energi alternatif yang kami buat adalah bioetanol dari bonggol jagung. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Dalam melakukan percobaan terdapat beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan, yaitu:

Bahan 5 Bonggol jagung yang dihaluskan 700 ml air 9 1/2 keping ragi tape

ALAT Rangkaian alat destilasi sederhana: kaleng, selang, es batu, botol Sendok Neraca digital Penyaring

Termometer Alat-alat gelas: gelas kimia, gelas ukur, corong gelas, labu ukur Kompor gas blender

LANGKAH-LANGKAH 1 PERSIAPAN Dalam tahap ini, bonggol jagung dan air dimasukkan kedalam blender. Kemudian Bonggol jagung disaring menggunakan penyaring untuk memisahkan ampas dan air bonggol jagungnya. Tujuan dari proses ini adalah untuk mengambil air bonggol jagung tanpa ampasnya.

3

NOTE Pembuatan etanol ini sebenarnya bisa dengan tambahan proses lainnya yaitu proses delignifikasi dan hidrolisis. Kedua proses tersebut bisa dimasukkan setelah tahap persiapan. Delignifikasi adalah proses merusak lignin untuk membebaskan selulosa tanpa merusak karbohidrat. Perusakannya menggunakan NaOH. Setelah tahap delignifikasi adalah tahap hidrolisis. Tahap hidrolisis merupakan Proses pemecahan pati dan selulosa menjadi glukosa. Pemecahannya menggunakan HCL.

Pada tahap ini, keping ragi tape dimasukkan kedalam cairan bonggol jagung. Fermentasi akan berlangsung selama kurang lebih 5 hari. Saccharomyces cerevisiae akan membentuk etanol dengan mengubah glukosa yang ada dalam cairan bonggol jagung menjadi etanol. Berikut merupakan reaksi kimia yang terjadi pada tahap ini: C₁₂H₂₂O₁₁ + H₂O -------> 2C₆H₁₂O₆ C₆H₁₂O₆ + Saccharomyces cereviseae ------> 2 C₂H₅OH + 2 CO₂

Cairan setelah difermentasi akan berbau tidak sedap. Hati-hati ketika membuka botol karena tekanan botol yang tinggi. Jauhkan dari api dan lakukan proses ini dalam pengawasan orang dewasa serta menggunakan pelindung diri seperti safety glass.

DESTILASI Langkah yang terakhir merupakan proses destilasi. Alat destilasi disusun dengan posisi miring agar cairan bisa masuk ke dalam botol yang menampung etanol. Proses ini bertujuan untuk memisahkan etanol dan air dari hasil fermentasi. Pemisahan etanol dan air dilakukan berdasarkan titik didih. Hasil fermentasi bonggol jagung dipanaskan sampai suhu 78℃ karena etanol memiliki titik didih 78℃. Suhu bisa dipantau melalui termometer. Setelah proses destilasi, bioetanol pun terbentuk dan dapat digunakan. Proses dilakukan kurang lebih 1 jam.

FERMENTASI

2

Cairan dipanaskan

kond e

sor

HASIL PERCOBAAN Berdasarkan percobaan yang dilakukan, data yang telah diperoleh adalah sebagai berikut: Berdasarkan data pada tabel, bisa disimpulkan kalau waktu fermentasi sangat berpengaruh terhadap volume etanol yang dihasilkan. Semakin lama waktu fermentasinya, nutriennya juga akan semakin habis. Dampak dari nutrien yang habis adalah produktivitas jamur yang berkurang.

Hasilnya


3 PH BIOETHANOL Suatu larutan dapat diukur pH nya dengan 3 cara, yaitu menggunakan beberapa indikator, menggunakan indikator universal, dan menggunakan pH meter. Pada percobaan kami, kami menggunakan indikator universal yang dapat menghasilkan warna untuk mengetahui pH pada Bioetanol. Indikator universal sendiri merupakan campuran dari berbagai indikator yang dapat menunjukan pH suatu larutan dari perubahan warnanya.

Warna indikator Universal pada Berbagai pH

Cara lain untuk mengetahui pH larutan dan derajat keasaman yaitu dengan matematis. Cara ini dapat digunakan apabila kita sudah mengetahui konsentrasi ion H+ dan ion OH-. Cara menghitung untuk larutan asam dan basa pun berbeda. Larutan asam menggunakan rumus pH = -log [H+] dan larutan basa menggunakan rumus pH = -log [OH-]. Pada percobaan yang kami uji, bioetanol ternyata memiliki pH 6. Ketika diuji kertas menunjukkan warna kuning, dimana berdasarkan tabel diatas itu berarti larutan dengan pH 6. Larutan yang memiliki pH <7 berarti termasuk dalam larutan asam. Maka bioetanol adalah larutan asam. Terbukti juga dengan warna kertas lakmus biru menjadi warna merah dan kertas lakmus merah tetap berwarna merah.

Menghitung derajat keasaman pada Bioetanol: Bioetanol termasuk dalam larutan asam, berarti menggunakan rumus pH = -log [H+]. pH = -log [H+] 6 = -log [H+] ¹⁰log[H+] = -6 [H+] = 10 - ⁶

PEMBUKTIAN PERCOBAAN Untuk pembuktian percobaan kami berhasil atau tidak, kami mengujinya dengan menggunakan kapal otok-otok. Pertama kapas dibasahi dengan bioetanol lalu gunakan pemantik untuk menyalakannya. Proses menyalakan kapas memang cukup lama karena kemungkinan terdapat kandungan air di dalam bioetanol. Kapal akan jalan setelah beberapa detik api menyala, lama menyala api sekitar 1-2 menit. Kami melakukan 3 kali percobaan dan ketiga percobaan memberikan hasil yg berbeda. Berikut merupakan hasil dari percobaannya:

Waktu (1 putaran) (data ini berdasarkan pada miniatur kapal otok-otok. Untuk data pada kendaraan, diperlukan penelitian lebih lanjut).

Setelah itu kami menghitung usaha yang dibutuhkan untuk menggerakkan sebuah benda dengan massa tertentu dari keadaan diam hingga mencapai kecepatan tertentu menggunakan rumus energi kinetik. Berikut hasil hitungan kami menggunakan rumus energi kinetik yaitu Ek =½m.v² dari data hasil percobaan menggunakan kapal otok-otok:

(data ini berdasarkan pada miniatur kapal otok-otok. Untuk data pada kendaraan, diperlukan penelitian lebih lanjut).


4

Selanjutnya kami menghitung Daya. Daya adalah jumlah usaha yang dilakukan tiap satu satuan waktu. Rumus yang digunakan adalah P=w/t dan memasukkannya hasil perhitungan ke grafik. Dengan melihat perhitungan dan tabel kita bisa mengetahui hubungan antara Usaha dan Energi Kinetik yaitu besarnya usaha yang dilakukan oleh suatu benda yang bergerak akan sama dengan besarnya perubahan energi kinetik benda tersebut. W = ΔEk

FUNGSI DOMAIN, KODOMAIN, DAN RANGE DARI DATA KAPAL OTOK-OTOK

(1 putaran)

Berdasarkan data tersebut, dapat kita ubah menjadi grafik untuk mencari fungsi, domain, kodomain, dan rangenya.

Domainnya adalah percobaan ke berapa, kodomainnya adalah waktu, dan rangenya adalah titik-titiknya. Berdasarkan grafik diatas diketahui fungsi nya adalah y = 6x + 4,6667. Persamaan tersebut termasuk fungsi tapi tidak ada jenis fungsi yang terkait karena percobaan 1 ke percobaan 2 perubahannya 2 detik tapi dari percobaan 2 ke percobaan 3 terdapat perubahan 10 detik, perubahan waktu antar percobaan beda sehingga tidak linear, tapi jika menggunakan pendekatan linear fungsi tersebut bisa dikatakan fungsi linear.


5

ANALISA PERAN BADAN USAHA BBM DALAM PEREKONOMIAN NEGARA Semua hal yang berhubungan dengan keperluan hidup manusia pasti ada badan usahanya, termasuk bahan bakar. Namun, apa itu sebenarnya badan usaha? Badan usaha merupakan lembaga atau organisasi yang tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan/laba. Di Indonesia terdapat beberapa badan usaha yang berhubungan dengan bahan bakar yaitu PT Pertamina, PT Shell, PT BP-AKR, dll. Ada beberapa jenis badan usaha yaitu BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Koperasi, dan BUMS (Badan Usaha Milik Swasta). Badan Usaha BBM biasanya termasuk pada BUMN atau BUMS. Badan usaha memiliki 3 fungsi yaitu fungsi komersial, sosial, dan pembangunan ekonomi. Fungsi komersial merupakan fungsi memperoleh keuntungan dengan cara mengelola sumber daya produksi. Fungsi sosial berarti badan usaha tersebut bermanfaat secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan juga menyangkut proses alih IPTEK para pekerja. Fungsi dalam pembangunan ekonomi bisa berarti bahwa badan usaha tersebut membantu peningkatan ekspor dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan dana masyarakat. Selain itu, pemerintah juga dapat memungut pajak dari badan usaha tsb. Dari fungsi-fungsi tersebut, badan usaha BBM melaksanakan fungsi sosial dengan cara menyediakan bahan bakar bagi warga, fungsi komersial dengan cara mengambil keuntungan dari bahan bakar yang dijual kepada masyarakat, dan fungsi pembangunan ekonomi dengan cara membayar pajak kepada pemerintah dan juga melakukan ekspor jika bisa. Ekspor BBM menyumbang porsi 1,87% total ekspor di Indonesia pada 2021 lalu. Terdapat kenaikan ekspor sebesar 545% sejak Januari 2021 - April 2021. Pada awal tahun 2020, pengeksporan minyak hanya mencapai USD 194,5 juta. Namun pada awal tahun 2021, pengeksporan melonjak sampai USD 1,25 miliar.

kenapa ETANOL tidak BISA MENGHANTARKAN LISTRIK? Etanol (C₂H₅OH) bisa larut dalam air dan merupakan molekul polar karena adanya OH. Larutan ini juga merupakan senyawa kovalen. Meskipun etanol adalah senyawa kovalen yang polar, etanol tidak bisa menghantarkan listrik. Etanol memiliki sifat non elektrolit. Ketika etanol larut dalam air, molekul itu tidak pecah menjadi ionnya. Contohnya H yang merupakan kation (H+) masih terikat dengan molekulnya sehingga larutan tidak mengandung ion-ion.

Kapal otok-otok dengan bioetanol

EFEK JIKA BIOETANOL TIDAK DIGUNAKAN Dengan kita menggunakan bahan bakar fosil bisa semakin merusak lingkungan dengan memicunya pencemaran lingkungan dan pemanasan global. Sebab, dari bahan bakar fosil mengandung gas buang berupa karbon dioksida (CO₂), karbon monoksida (CO), sulfur (SOx), dan berbagai macam lainnya. Jika hal ini terus digunakan setiap hari oleh berjuta-juta orang, maka ozon akan cepat rusak. Pastinya efek kerusakan ozon tidak hanya berdampak kepada beberapa bagian di dunia, melainkan semua negara atau bagian di dunia akan merasakan perubahan iklim, mengancam biota laut, dan banyak lagi.

Ada hubungan antara Usaha dan Energi Kinetik yaitu besarnya usaha yang dilakukan oleh suatu benda yang bergerak, akan sama dengan besarnya perubahan energi kinetik benda tersebut. W = ΔEk. Kami menggunakan kapal otok-otok karena menurut kami kapal otok-otok adalah pengaplikasian yang paling mudah untuk mencoba keberhasilan percobaan bioetanol yang kami buat. Kapal otok-otok memakai prinsip tekanan uap air yang telah dipanaskan oleh api yang dipasang dalam kapal. Perbedaan suhu akibat pemanasan tadi pada pipa kapal menyebabkan keluar masuknya air dari knalpot dan mendorong kapal tersebut. Alasan kedua kami menggunakan kapal otok-otok untuk menunjukan bahwa bioetanol bisa digunakan untuk kendaraan. Ketika etanol dibakar (direaksikan dengan oksigen) maka menghasilkan karbon dioksida, air, dan panas. Tak hanya dapat digunakan untuk mainan seperti kapal otok-otok, biasanya juga dicampur dalam bensin sehingga dapat meningkatkan kadar oktan dalam bensin serta mengeluarkan gas emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan bensin murni.


6

APA KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN BIOETANOL? Dengan bioetanol, kita bisa mempergunakannya secara lebih aman bagi lingkungan kita. Karena bioetanol merupakan energi alternatif, emisi yang dihasilkan tidak seburuk bahan bakar pada umumnya. Selain menjaga lingkungan, bioetanol juga bisa mengurangi kotoran pada komponen, contohnya pada knalpot kendaraan. Bioetanol tidak menghasilkan residu sehingga lebih bersih. Jikapun terjadi kebocoran kita tidak perlu khawatir akan merusak lingkungan sebab bioetanol dapat diuraikan karena bahan bakunya alami.

LARI JARAK PENDEK DAN MANFAATNYA Dengan energi alternatif yang dapat meningkatkan kualitas udara, kita bisa memanfaatkannya untuk berolahraga terutama pada masa pandemi Covid-19 ini dimana kita perlu meningkatkan stamina dan imunitas tubuh kita. Contoh olahraga yang bisa kita lakukan adalah lari jarak pendek atau yang lebih sering dikenal dengan “sprint”. Olahraga ini menggunakan kekuatan otot dan kecepatan tubuh kita dalam berlari, karena pemenang dari lomba lari jarak pendek biasanya ditentukan berdasarkan waktu yang paling cepat. Jarak yang ditempuh pun berbeda-beda, mulai dari 100 meter, 200 meter, 300 meter, dan seterusnya. Ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dari olahraga lari jarak pendek ini yaitu meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kekuatan dan massa otot tubuh, menjaga kesehatan jantung, mempercepat pertumbuhan, memperbaiki kualitas tidur, dan banyak lagi. Seringnya kita melakukan olahraga ini diluar yang dimana kita terkena cahaya matahari dan udara luar, dapat membuat provitamin D menjadi vitamin D yang aktif dan bisa menghilangkan stress.

Apakah bioetanol mendukung kebugaran tubuh? Seperti yang kita ketahui manfaat bioetanol adalah untuk mengurangi polusi udara karena menggunakan bahan alami. Secara otomatis, lapisan ozon akan lebih terjaga sehingga kualitas cahaya matahari tidak memburuk dan udara tidak tercemar yang berakibat ketika melakukan aktivitas atletik, pelari dapat lebih nyaman dalam bernapas dan kulit lebih terlindungi. Sering menghirup udara yang tercemar bisa memicu gangguan pernapasan seperti asma, ISPA, kanker paru-paru. Sama juga dengan dampak terkenanya matahari dengan kondisi ozon yang semakin menipis, jika kita terpapar terus-terusan akan memicu gangguan di antara lainnya kanker kulit, katarak pada mata, dan penuaan dini.

perkembangan teknologi terhadap energi alternatif Teknologi merupakan hal yang dibutuhkan oleh setiap orang dalam melakukan banyak hal. Teknologi buatan manusia ini tentunya tidak sepenuhnya sempurna, ada saja kekurangan yang dapat kita temui dari hal-hal itu. Tetapi perkembangan ini tentu sangat bermanfaat untuk membantu kemajuan hidup manusia untuk kedepannya agar dapat bersaing dengan negara lain, juga beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Serta bertambahnya penduduk membuat kebutuhan manusia perlu diproduksi lebih banyak. Perkembangan teknologi dalam beberapa bidang tentu memiliki sisi positif dan negatifnya sendiri.

Seiring perkembangannya kemajuan pendidikan, akan banyak pelajaran yang perlu di diketahui oleh murid yang dapat berpengaruh untuk masa depan. Bioetanol dapat menjadi energi alternatif untuk mengurangi bahan bakar minyak atau bahan bakar fosil yang banyak dibutuhkan dalam perindustrian pada masa kini. Kebutuhan energi bahan bakar yang berasal dari eksplorasi fosil meningkat seiring dengan meningkatnya perkembangan industri dan ekonomi. Hal tersebut dapat menjadi salah satu masalah yang umum dialami oleh negara ketika negaranya itu sendiri belum bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil atau bahan bakar minyak. Hal tersebut juga berpengaruh dalam kestabilan ekonomi dunia dengan adanya dana yang dibutuhkan untuk hal tersebut. Supaya perekonomian dunia lebih stabil penggunaan sumber energi alternatif dengan bahan baku non fosil seperti bahan bakar dari sumber nabati dapat menjadi solusi yang baik. Dikarenakan pembakaran bahan bakar fosil juga akan menghasilkan gas CO2 yang lama kelamaan akan menumpuk di atmosfer sehingga menyebabkan suhu bumi meningkat, Maka bahan bakar dari sumber nabati tentu dapat menjadi di alternatif yang sangat baik terutama untuk lingkungan. Dengan ini salah satu energi alternatif yang dapat menggantikan sumber energi fosil adalah bioetanol.


7

IKHTISAR Banyak sumber daya alam yang mulai menipis akibat aktivitas manusia dan penggunaan yang berlebihan, salah satunya bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui. Kerusakan lingkungan dan harga BBM yang meningkat menjadi dampak negatif penggunaan bahan bakar yang berlebihan sehingga harus ditemukan solusi, salah satunya yaitu dengan bahan bakar bioetanol. Bioetanol merupakan energi yang menggunakan bahan baku dari alam dengan karbohidrat tinggi, sehingga bisa diterapkan di Indonesia karena potensi di bidang pertanian dan perkebunan, yang sudah terlihat sejak masa Kesultanan Banten. Salah satu bahan yang bisa digunakan adalah jagung. Untuk mengurangi limbah pangan, bonggol jagung bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol. Dengan bahan baku alami tersebut, bahan bakar yang dihasilkan jadi lebih ramah lingkungan dan tidak menghasilkan residu. Pembuatan bioetanol terdiri dari 3 tahap yaitu persiapan-fermentasi-destilasi, tetapi bisa ditambahkan tahap delignifikasi dan tahap hidrolisis. Waktu fermentasi sangat berperan karena semakin lama nutrien akan habis sehingga hasil fermentasi dengan waktu 5 hari masih mengandung etanol sedangkan waktu 14 hari tidak mengandung etanol sama sekali. Hasil pH dari bioetanol adalah 6 sehingga untuk menghitung derajat keasaman harus menggunakan rumus pH = -log [H+] dan hasil yang diperoleh adalah 10 -⁶. Untuk mengetahui keberhasilan bioetanol menggantikan bahan bakar, dilakukan uji coba menggunakan kapal otok-otok dengan prinsip tekanan uap air yang dipanaskan oleh api di dalam kapal. Tak hanya dapat digunakan untuk mainan seperti kapal otok-otok, biasanya juga dicampur dalam bensin sehingga dapat meningkatkan kadar oktan dalam bensin serta mengeluarkan gas emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan bensin murni. Badan usaha seperti PT Pertamina, PT Shell, PT BP-AKR, dan lainnya, juga turut serta dalam pengelolaan bahan bakar ini. Penggunaan bioetanol dapat mengurangi polusi sehingga menghasilkan lingkungan yang lebih nyaman untuk berolahraga seperti lari jarak pendek.


8

DAFTAR PUSTAKA Agustinus, Michael. 10 Januari 2021. “Jonan Senang, Gereja Katedral Jakarta Kini Pakai Listrik Tenaga Surya,” kumparan.com. Diakses 16 Maret 2022, pukul 21.50 WIB. https://kumparan.com/kumparanbisnis/jonan-senang-gereja-katedral-jakarta-kini-pakai-listrik-tenaga-surya -1uwxRP18I1H Akbar, Jihad. 15 Januari 2021. “Sumber Listrik Pakai Panel Surya, Katedral Jakarta Cetak Rekor MURI,” idntimes.com. Diakses 16 Maret 2022, pukul 21.50 WIB. https://www.idntimes.com/news/indonesia/jihad-akbar/sumber-listrik-pakai-panel-surya-katedral-jakarta-cetakrekor-muri/3 Aulia, Meta. 26 April 2020. “Bioetanol dari limbah jagung | Kemanfaatan energi,” youtube.com. Diakses 18 Februari 2022, pukul 10.37 WIB. https://youtu.be/1I2S4g1S1K4 Aulialia. 4 Februari 2017. “7 Dampak Penggunaan Minyak Bumi dalam Kehidupan Sehari-hari,” ilmugeografi.com. Diakses pada 18 Februari 2022, pukul 11:24 WIB. https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/dampak-penggunaan-minyak-bumi-dalam-kehidupan-sehari-hari Anam, Khoirul. 18 Oktober 2021. “Pertamina Ungkap Praktik Penyalahgunaan & Penimbunan BBM,” cnbcindonesia.com. Diakses pada 18 Februari 2022 pukul 13:09 WIB. https://www.cnbcindonesia.com/news/20211018173359-4-284786/pertamina-ungkap-praktik-penyalahgunaanpenimbunan-bbm Bioenergi Alternatif. 12 Juni 2008. “PROJECT PROPOSAL REKAYASA ENERGI ALTERNATIF BIOETHANOL DAN MESIN PRODUKSI BIOETHANOL,” investorbio.blogspot.com. Diakses pada tanggal 18 Februari 2022, pukul 13:01 WIB. https://investorbio.blogspot.com/2008/06/bioethanol-sebagai-energi-alternatif.html Breslyn, Wayne. 17 Oktober 2020. “Is C2H5OH (Ethanol) an Electrolyte or Non-Electrolyte?,” youtube.com. Diakses 24 Maret 2021, pukul 18.38 WIB. https://www.youtube.com/watch?v=rGT1nt_XcN0 Dinda Zavira Oktavia. 16 September 2020. “Lapisan Ozon Makin Menipis, Ini Penyebab dan Dampaknya,” kompas.com. Diakses pada 26 Februari 2022, pukul 19.10 WIB. https://www.kompas.com/sains/read/2020/09/16/183200723/lapisan-ozon-makin-menipis-ini-penyebab-dandampaknya?page=all Eddy Tri Setio Berty. 7 Agustus 2018. “5 Ancaman Bahaya dari Matahari yang Bikin Ilmuwan Ketar-ketir,” liputan6.com. Diakses pada 28 Februari 2022, pukul 18.05 WIB. https://www.liputan6.com/global/read/3611917/5-ancaman-bahaya-dari-matahari-yang-bikin-ilmuwan-ketar-ketir Ferdian Ananda Majni. 28 April 2021. “Lari Jarak Pendek dan Manfaatnya Bagi Tubuh,” mediaindonesia.com. Diakses pada 28 Februari 2022, pukul 17.35 WIB. https://mediaindonesia.com/humaniora/401575/lari-jarak-pendek-dan-manfaatnya-bagi-tubuh Huda, Niamul. 2017. Proses Pembuatan Bioethanol. Bandung: Eksismedia Grafisindo. Hapsari, Ratna dan M. Adil. 2019. E-BOOK Sejarah Indonesia Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X Kelompok Wajib. Jakarta: Penerbit Erlangga. Intan, Novita. 26 Agustus 2021. “Bioetanol Jadi Campuran Bensin Bisa Tekan Emisi Karbon,” republika.co.id. Diakses 20 Maret 2022, pukul 12.00 WIB. https://www.republika.co.id/berita/qyfagk416/bioetanol-jadi-campuran-bensin-bisa-tekan-emisi-karbon Khaira., Yenie., Muria. (2015).Pembuatan Bioetanol Dari Limbah Tongkol Jagung Menggunakan Proses Simultaneous Sacharificatian And Fermentation (SSF) Dengan Variasi Konsentrasi Enzim Dan Waktu Fermentasi. JOM FTEKNIK, 2(2):1-8. Kelas Pintar. 10 Agustus 2021. “Mengenal Manfaat Bioetanol dalam Berbagai Industri,” kelaspintar.id. Diakses pada 26 Februari 2022, pukul 19.20 WIB. https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/manfaat-bioetanol-13113/


9

DAFTAR PUSTAKA Melawan lupa Metro TV. 18 Januari 2022. “Jejak Kejayaan Kesultanan Banten,” youtube.com. Diakses pada 22 Februari 2022, pukul 17.04 WIB. https://www.youtube.com/watch?v=uhYUrYzNXbM Madhu. 28 May 2019. “Difference Beetween Ethanol and Bioethanol,” differencebetween.com. Diakses pada 27 Maret 2022, pukul 23.10 WIB. https://www.differencebetween.com/difference-between-ethanol-andbioethanol/#:~:text=The%20key%20difference%20between%20ethanol,biological%20routine%20of%20ethanol%20 production. Meilanova, Denis Riantiza. 2021. “Pemerintah Dorong Pengembangan Bioethanol Berbasis Potensi Lokal,” ekonomi.bisnis.com. Diakses pada 25 Februari 2022 pukul 08.20 WIB. https://ekonomi.bisnis.com/read/20210321/44/1370382/pemerintah-dorong-pengembangan-bioethanol-berbasis -potensi-lokal Ridwan, Muhammad. 2021. “Pertamina Tegaskan Belum Akan Naikkan Harga BBM,” ekonomi.bisnis.com. Diakses pada 25 Februari 2022, pukul 08.15 WIB. https://ekonomi.bisnis.com/read/20211109/44/1464102/pertamina-tegaskan-belum-akan-naikkan-harga-bbm. Suparman, Armand. 19 Juni 2015. “Laudato Si, Ensiklik Paus Fransiskus tentang Lingkungan Hidup,” floresa.co. Diakses 22 Maret 2022, pukul 12.31 WIB. https://www.floresa.co/2015/06/19/laudato-si-ensiklik-paus-fransiskus-tentang-lingkungan-hidup/ Sartono, Arif. 2020. FISIKA SEPULUH teori dan soal Jilid B SMA Kelas X MIPA. Jakarta: SMA Santa Ursula Tysara, Laudia. 2022. “Pengertian Badan Usaha Adalah Orientasi Utamanya Keuntungan, Ini Ciri-Ciri dan Fungsinya,” hot.liputan6.com. Diakses pada 25 Februari 2022, pukul 08.10 WIB. https://hot.liputan6.com/read/4854872/pengertian-badan-usaha-adalah-orientasi-utamanya-keuntungan-ini-ciriciri-dan-fungsinya. Utama, Budi., dkk. 2009. KIMIA, Untuk SMA/MA Kelas XI Program Ilmu Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.


10

VIDEO

DOKUMENTASI

scan me


WORD SEARCH

FRENERGY DESTILASI

ALTERNATIF

OTOK OTOK JAGUNG

BANTEN

FERMENTASI

BAHAN BAKAR

CUACA BIOETANOL

ENERGI



Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.