Issuu on Google+

ULAN BuletinUkhuwwahLintasJerman Edisi April - Mei 2013

News :

Perjalanan Arnoud van Doorn Menemukan cahaya Islam Lipsus:

Matahari itu bernama Islam Zaman Keemasan Islam

5 Ilmuwan Islam pada

Periode Keemasan


ii

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

Salam Redaksi Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta‘ala, Shalawat beserta Salam kita sampaikan kepada suri tauladan kita, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Alhamdulillah akhirnya setelah para KRU BULAN berusaha selama 1 bulan lebih mengumpulkan informasi dan data, BULAN (Buletin Ukhuwwah Lintas Jerman) kembali hadir untuk rekan-rekan, kaum muslimin Indonesia yang berdomisili di Jerman. BULAN pada edisi ini akan mengulas periode kesuksesan peradaban Islam walaupun hanya sebagian kecil saja. Selain itu, kita juga akan berkenalan secara singkat dengan 5 orang ilmuwan muslim di abad pertengahan yang telah memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap kemajuan ilmu dan teknologi yang kita rasakan saat ini. Pada edisi ini juga akan ada NEWS singkat kisah Arnoud van Doorn yang dahulunya termasuk kepada golongan Islamphobia binaan Geert Wilders, tapi kini justru berbalik pihak, setelah mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Juga ada sebagian liputan tentang kegiatan SALAM 2013 yang dilaksanakan di Hamburg pada bulan Maret lalu. Ada dua tulisan dari warga yang akan berbagi nasehat kepada warga lainnya dan juga tak kalah menariknya kartun lucu dan fresh yang kali ini mengangkat tema SENYUM. Pada akhirnya kami mengucapkan selamat menikmati sajian BULAN untuk edisi ini. Masih banyak kekurangan, Insya Allah akan selalu kami benahi dari waktu ke waktu. Wassalam, Redaksi

Kontak Redaksi: Subdivisi Buletin FORKOM forkombuletin@gmail.com Kru BULAN: Hudzaifah Muhibbullah Fiddinul Hayat Mario Muhammad Asyraf Rizkyawan Syamsul Google *Redaksi senantiasa mengharapkan kontribusi umat Muslim di manapun dalam BULAN, baik untuk artikel utama maupun isi lainnya. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi pihak redaksi.

Kunjungi juga website FORKOM: http://www.forkom-jerman.org/ Untuk informasi seputar FORKOM dan kegiatan-kegiatannya


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

Daftar Isi Daftar Isi

i Comic BULAN : SENYUM ii 5 Ilmuwan Islam pada

Lipsus:

Periode Keemasan

Salam Redaksi

1 Matahari itu bernama Islam

News: Perjalanan Arnoud van Doorn Menemukan cahaya Islam

Zaman Keemasan Islam

iiii 8

10

16

3 Liputan FORKOM : Rangkaian acara SALAM 2013 Dari Warga Untuk Warga : Keimanan di bawah 10euro

21

18 20

Satu Ka窶話ah Satu Hadapan


11

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

Matahari itu bernama

Islam

Matahari terus bersinar, dan akan terus bersinar sampai akhir zaman. Tanpa sinar matahari apalah arti hidup ini. Kegelapan yang menyelimuti dunia tidak akan pernah menghilang. Dan dengan adanya matahari, dunia pun terbangun. Insan terus melukiskan karya karyanya dalam balutan cahaya matahari. Bagaikan matahari, tidak terlalu silau di pagi hari, menyilaukan di siang hari, mulai redup di sore hari dan menghilang di malam hari. Begitulah perkembangan Agama yang di rahmati Allah. Islam lahir bagai di malam hari. Tidak ada sinar, seluruh dunia gelap gulita. Sang Nabi mulia pun lahir, dunia sedikit bersinar bagai disinari fajar. Dakwah secara sembunyi-sembunyi, sinar matahari Islam mulai lebih terang dari fajar, setelah itu dakwah secara terang-terangan, Hijrah, perang Badr, perang Uhud, perjanjian Hudaibiyah, perang Mu'tah, Fathu Makkah, hingga wafatnya Rasulullah, matahari Islam terus lebih terang. Setelah itu Abu Bakar RA menjadi khalifah dan beliau pun wafat . Wafatnya rasul dan Abu bakar serta peristiwa pilu lain dapat diumpamakan sebagai awan yang menutupi matahari. Tapi tak selamanya awan itu ada. Tak selamanya masa pilu ada di hati. Pengganti Abu bakar adalah sang pemberani Umar RA, awan di matahari islam pun mulai menghilang, dan matahari islam pun lebih menampakkan sinarnya, kekhalifahan Utsman RA dan dilanjutkan oleh Ali RA. Dan masa masa pilu

yang sedikit lama kembali hadir. Perpecahan dikarenakan fitnah besar orang munafik bergulir. Awan pun kembali menutupi matahari Islam. Tapi tak lama, awan pun menghilang. Kekhilafahan besar dinasti Umayyah menyebarkan islam ke segala penjuru. Matahari islam pun kembali bersinar lebih terang. Dan tak diragukan, Matahari islam yang paling terang, di puncak paling terang, adalah pada saat dinasti Abbasiyah. Dimana ilmu agama dan ilmu sains berkembang sangat pesat. Perkembangan sains Islam begitu pesat, perpustakaan maha megah di Baghdad menjadi saksi sejarah kecemerlangan dinasti Abassiyyah dengan ilmunya yang sangat dalam. Salah satu bidang yang dipelajari dengan sangat mendalam pada masa itu adalah astronomi. Tersebut dalam tinta emas sejarah ilmu pengetahuan, pemuda belia, Habasyi al-Hasib al-Marwazi. Dia telah melakukan observasi sejak usia 15 tahun. Ia memimpin penyusunan 3 tabel Zij Al-Ma‘mun (Tabel Al-Ma‘mun) pada masa pemerintahan khalifah AlMa‘mun. Tabel pertama mengkritik metode alKhawarizmi, kedua menulis tentang al-Ziz AlMumtahan, ketiga al-Zij As-Syah. Al-Marwazi juga menulis beberapa karya astronomi yang dikutip dalam Fihrist (indeks) karya al-Nadim. Dalam sinarnya yang terus terang, ilmu kedokteran pun menjadi ilmu yang sangat dipelajari. Ilmu kedokteran merupakan salah satu ilmu yang mengalami perkembangan


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

sangat pesat pada masa Bani Abbasiyah. Pada masa itu telah didirikan apotik yang pertama didunia yaitu yaitu tempat menjual obat. Dan tokoh paling fenomenal adalah Ibnu Sina (Avicenna),dengan bukunya yang fenomenal yaitu alQanun fi al-Tiib. Ia juga berhasil menemukan sistem peredaran darah pada manusia. Dan masih banyak bidang ilmu yang sangat maju pada masa itu, seperti optic, kimia, mathematika dan sejarah. Bidang agama pun tidak kalah majunya dengan bidang sains. Masa masa emas itu pun terus bergulir, hingga akhirnya kelalaian menghancurkan segalanya. Jengis Khan membawa pasukan super bengis mongol yang barbar. Memporak-porandakan Baghdad, negeri 1001 malam, yang sangat mendunia. Perpustakaan super megah pun dibumihanguskan. Buku-buku penting, semuanya dibuang ke sungai, hinggai sungai menjadi hitam karena tinta. Ilmu pengetahuan yang dibangun dalam beberapa abad pun hancur karena kelalaian, karena perpecahan umat. Kita sebagai generasi islam selanjutnya, wajib membangkitkan lagi cahaya yang terang-benderang itu. Pasca perang dunia kedua, dunia Islam sedang di balut oleh gelapnya malam, tapi matahari pasti akan terbit. Ulama-ulama modern terus bermunculan seperti Hasan Al-Banna, Sayid Sabiq, sampai Yusuf Qardhawi. Ilmuan-ilmuan Islam juga mulai menghiasi dunia penelitian ilmiah, dan bahkan, para professor serta kalangan akademisi banyak yang berhijrah ke agama Islam setelah menemukan bukti-bukti nyata yang diungkapkan Al-Quran dan Sains. Dan kita harus tetap bersemangat dalam mengembalikan cahaya islam yang telah redup itu, dengan gerakan di luar imajinasi. Jadikan dunia yang kelam ini kembali terang benderang dengan cahaya islam. Berkerja dengan kemampuan di luar imajinasi. Seperti Muhammad al-Fatih yang dalam usia yang sangat muda dapat menaklukan Constantinopel. Dan itu adalah sebuah misi di luar imajinasi.

20

SAFARI USTADZ FORKOM Narasumber :

13

Ust. Dr. Amir Faishol Fath, MA (Staf Penelitian dan Kajian Islam IKADI Pusat)

Konfirmasikan keikutsertaan Pengajian Kota Anda sekarang juga !!! CP : Yopi (+4917640219396)

22


33

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

Zaman Keemasan

Islam Pada abad ini kita mendapati bahwasanya negara-negara yang didiami oleh mayoritas masyarakat non-muslim memiliki tempat dalam kemajuan teknologi dan keilmuan di berbagai bidang. Di lain sisi, negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam justru dikategorikan sebagai negara berkembang atau bahkan negara miskin. Namun jika kita melihat realita sejarah 13 abad yang lalu, kondisi ini berbeda 180. Negara di Eropa yang kini maju, dahulunya adalah sebuah wilayah yang sangat menyedihkan. Pada masa itu, golongan bangsawan Eropa hidup dengan sangat mewah di atas kesengsaraan serta kesusahan yang dialami oleh rakyat biasa. Kesenjangan di antara kedua golongan ini terasa sangat kentara. Literatur–literatur sejarah menuliskan zaman ini dengan istilah Dark Age. Lain halnya dengan negara-negara Islam yang di saat itu sedang bersatu dalam sebuah Khilafah Islamiyah. Semangat keilmuan sedang berkembang dengan pesat di kalangan masyarakat muslim. Inilah masa yang disebut dengan The Golden Age of Islamic Civilization.

LATAR BELAKANG Kemajuan peradaban Islam itu sebenarnya tidak terlepas dari ajaran Islam itu sendiri. Islam mewajibkan para pemeluknya untuk menuntut ilmu. Hal ini semakin diperjelas dengan ayat-ayat Al-Quran

yang diturunkan pertama kali oleh pertama kali diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW. “Bacalah dengan menyebut nama Rabbmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan Rabbmu adalah Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan dengan pena. Dia yang telah mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahuinya.“(Q.S Al-Alaq : 1-5) Allah SWT juga sering memerintahkan umat Islam melalui Al-Quran untuk menuntut ilmu salah satunya yang tercantum pada ayat-ayat berikut. “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama bendabenda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?“ (Q.S Al-Baqarah : 31-33) “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.“(Q.S At-Taubah : 122) Dalam perjalanan dakwahnya pun, Rasulullah kerap memberikan perintah kepada para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum untuk menuntut ilmu. “Menuntut ilmu pengetahuan wajib bagi setiap orang Islam.“(HR. Ibnu Majah) “Dari Abi Darda dia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga, dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya karena ridla (rela) terhadap orang yang mencari ilmu. Dan sesungguhnya orang yang mencari ilmu akan memintakan bagi mereka siapa-siapa yang ada di langit dan di bumi bahkan ikan-ikan yang ada di air. Dan sesungguhnya eutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan (cahaya) bulan purnama atas seluruh cahaya bintang. Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para Nabi, sesugguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu, maka barang siapa yang mengambil bagian untuk mencari ilmu, maka dia sudah mengambil bagian yang besar.” (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

44

“Telah bersabda Rasulullah saw : Jadilah engkau orang yang berilmu pandai), atau orang yang belajar, atau orang yang mau mendengarkan ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka.“(H.R. Baehaqi) Agama Islam juga menyatakan bebererapa keutamaan bagi orang yang berilmu. 1. Manusia yang terbaik. “Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” (H.R. Bukhari) 2. Dikumpulkan bersama para Malaikat. “ Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran. ” (Muttafaqun `Alaihi) 3. Sebagai syafa`at di Hari Kiamat. “Dari Abu Umamah Al Bahili berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” (H.R. Muslim) 4. Kenikmatan tiada tara “Dari Ibnu `Umar, dari Nabi bersabda : Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan


55

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

(melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infakkan sepanjang hari dan malam. ”

(Muttafaqun `Alaihi) 5. Ladang pahala. “Dari Abdullah bin Mas`ud berkata, Rasulullah : Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf.” (H.R. At Tirmidzi dan berkata : “Hadits hasan shahih”) 6. Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota surga “Dari Muadz bin Anas, bahwa Rasulullah bersabda : Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. ” (H.R. Abu Daud)

Peta Wilayah Kekhalifahan Islam sampai abad ke-8 Masehi

pelajar dari Kekaisaran Byzantium. Pada masa pemerintahan Harun al-Rasyid didirikan sebuah perpustakaan bernama Baitul Hikmah yang kemudian disempurnakan oleh puteranya, Al-Ma‘mun. Bayt el Hikmah berfungsi sebagai pusat ilmu dan perpustakaan. Disana para sarjana sering berkumpul untuk menterjemahkan dan berdiskusi tentang masalah-masalah ilmiah. Khalifah Harun Ar-Rasyid serta Al-Ma‘mun turut secara aktif menghadiri diskusi-diskusi tersebut. Bayt el Hikmah pada awalnya hanya menerjemahkan literatur yang berasal dari Persia, lalu

ZAMAN KEEMASAN Para ahli sejarah menyatakan bahwa zaman keemasan Islam dimulai pada abad ke-8 Masehi dan berakhir pada tahun 1258. Periode ini ditandai dengan berdirinya Dinasti Abbasiyah yang disertai dengan berpindahnya pusat pemerintahan dari Damaskus ke Baghdad. Selama periode ini peradaban Islam menjadi pusat intelektual bagi ilmu pengetahuan, filsafat, kedokteran dan pendidikan. Sarjana-sarjana zaman Abbasiyyah banyak menterjemahkan literatur asing ke bahasa Arab dan Persia. Dinasti Abbasiyyah juga membangun perpustakaan yang besar, dan menarik kedatangan

Para sarjana di perpustakaan dinasti Abbasiyah, Maqamat Al-Hariri Ilustrasi dari Yahya Al-Wasiti Baghdad, 1237


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

penterjemahan dilanjutkan kepada literatur yang berasal dari Yunani dan peradaban-peradaban lainnya. Sehingga akhirnya banyak peradaban Islam menemukan mulai mempelajari disiplin ilmu baru yang dahulunya belum mereka miliki seperti bidang astrologi, matematik, pertanian, pengobatan dan filsafat. Tehnik pembuatan kertas yang mereka peroleh dari Cina semasa perang Talas (751) mengembangkan penghasilan buku dan pengelolaan perpustakaan. Selanjutnya konsep katalog perpustakaan diperkenalkan di Bayt el Hikmah dan perpustakaan lain, dimana buku-buku disusun mengikut bidangnya.

KEMAJUAN FILSAFAT Ibnu Rusyd dan Ibnu Sina memainkan peran utama dalam menyelamatkan karya-karya Aristoteles. Mereka juga akan menyerap ide-ide dari China, dan India, dan menambah pengetahuan yang luar biasa dari studi mereka sendiri. Ibnu Sina dan pemikir spekulatif lainnya seperti al-Kindi dan alFarabi menggabungkan Aristotelianisme dan Neoplatonisme dengan ide-ide lain yang diperkenalkan melalui Islam. Literatur filsafat Arab ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin serta memberikan kontribusi bagi perkembangan filsafat Eropa modern.

KEMAJUAN SENI ISLAM Kemajuan di bidang seni berlangsung dari tahun 750 sampai abad ke-16, ketika keramik, kaca, logam, tekstil, manuskrip, dan kayu berkembang. Naskah pencahayaan menjadi penting dan seni sangat dihormati. Kaligraf menjadi aspek penting dari tehnik penulisan bahasa Arab dan dikembangkan dalam naskah dan dekorasi arsitektur.

66

Meja peninggalan Kesultanan Utsmani dibuat pada tahun 1560 M

KEMAJUAN BIDANG KEDOKTERAN Kedokteran adalah bagian utama dari peradaban Islam di abad pertengahan. Menanggapi keadaan waktu dan tempat, dokter dan ulama Islam mengembangkan literatur medis yang besar dan mengeksplorasi secara kompleks dan sintesis teori dan praktek kedokteran. Pengobatan Islam dibangun di atas tradisi, terutama pengetahuan teoritis dan praktis yang dikembangkan di Yunani, Romawi, dan Persia. Kalangan akademisi Islam menterjemahkan literatur dari Yunani ke dalam bahasa Arab dan kemudian menghasilkan pengetahuan medis baru . Agar tradisi Yunani lebih mudah diakses, dipahami, dan mendidik, mereka membuat pengetahuan medis YunaniRomawi yang luas dan kadang-kadang tidak konsisten lebih sistematis dengan menulis ensiklopedi dan ringkasan. Karya Ibnu Sina, The Canon of Medicine diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan kemudian disebarluaskan dalam naskah dan dalam bentuk cetak ke seluruh Eropa. Selama abad kelima belas dan keenam belas saja, The Canon of Medicine telah menerbitkan lebih dari tiga puluh lima kali. Rumah sakit dibangun di kebanyakan kota besar, di Kairo misalnya, rumah sakit Qalawun


77

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

memiliki staf yang termasuk dokter, apoteker, dan perawat.

menggambar peta wilayah Eurasia di masa Renaissance, mengatakan telah tinggal di Fes untuk beberapa waktu. Beberapa catatan menunjukkan bahwa ia mungkin telah bekerja ataupun belajar di AlQarawiyyin. Universitas ini telah menghasilkan banyak sarjana yang sudah sangat mempengaruhi sejarah intelektual dan akademik. Beberapa kalangan juga meyakini bahwasanya mesjid yang didirikan tersebut merupakan model pertama bagi universitas modern yang ada di dunia saat ini.

KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM

Mata menurut Hunain bin Ishaq dari naskah yang ditulis sekitar tahun 1200 M

MODEL UNIVERSITAS MODERN Pada tahun 859, Fatimah Al-Fihria, putri seorang saudagar karya Muhammad Al-Fihri mendirikan sebuah masjid di kota Fes, Maroko saat ini. Masjid yang bernama Al-Qarawiyyin tersebut pada akhirnya berkembang menjadi tempat pembelajaran agama dan diskusi politik serta selanjutnya memperluas pendidikan untuk berbagai disiplin ilmu terutama yang berkaitan dengan bidang ilmu pengetahuan alam. Al-Qarawiyyin memainkan peran utama dalam hubungan budaya dan akademis antara dunia Islam dan Eropa di abad pertengahan. Kartografer Mohammed al-Idrisi (wafat 1166), yang telah berhasil

Menurut catatan sejarah, kemunduran peradaban Islam diawali dengan invasi Kekaisaran Mongolia yang didirikan oleh Jengis Khan. Selama abad ke-13 menaklukkan sebagian besar daratan Eurasia, termasuk Cina di timur dan sebagian besar wilayah kekhalifahan Islam di barat. Penghancuran Baghdad pada tahun 1258 oleh Hulagu Khan terhadap sekolah-sekolah dan perpustakaan dipandang sebagai akhir dari periode emas kekhalifahan Islam. Para Kaisar Mongolia selanjutnya, seperti Timur, menghancurkan banyak kota, membantai ratusan bahkan ribuan orang serta meninggalkan kerusakan yang amat besar. Di samping itu, kesalahan dalam mengurus perpolitikan dan pemaksaan ijtihad mendorong munculnya pelaksanaan Taklid di kalangan masyarakat muslim saat itu.


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

„Senyum“

BULAN

Comic

88


Comic

BULAN

99

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

„Senyum“


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

5 Ilmuwan Islam

1010

Pada Periode Keemasan IBNU SINA (980-1037) Abu Ali al-Husayn ibnu Abdullah Ibnu Sina umumnya dikenal sebagai Ibnu Sina atau nama latinnya Avicenna , adalah seorang polymath Persia, yang menulis hampir 450 risalah pada berbagai bidang, dimana sekitar 240 risalahnya masih terjaga. Secara khusus, 150 risalah yang ada berkonsentrasi pada bidang filsafat dan 40 dari mereka berkonsentrasi pada bidang kedokteran. Karya-karyanya yang paling terkenal adalah The Book of Healing , ensiklopedi yang sangat filosofis dan ilmiah, dan The Canon of Medicine, yang merupakan teks medis standar di banyak universitas abad pertengahan. The Canon of Medicine digunakan sebagai literatur pada universitas-universitas di Montpellier dan Leuven hingga akhir 1650. Buku The Canon of Medicine menyediakan sistem pengobatan lengkap sesuai dengan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Galen dan Hippocrates. Selain dua bidang di atas, ia juga menghasilkan bebagai tulisan di bidang astronomi, kimia, geologi, psikologi, teologi Islam, logika, matematika, fisika, serta puisi. Ia dianggap sebagai polymath paling terkenal dan berpengaruh dari zaman keemasan Islam . Avicenna lahir pada tahun 980 di Qishlak

Afshona, sebuah desa dekat Bukhara (saat ini Uzbekistan), ibukota Samanids, sebuah dinasti Persia di Asia Tengah dan Wilayah Khorasan. Ibunya, bernama Setareh, berasal dari Bukhara, sedangkan ayahnya, Abdullah, adalah seorang sarjana Ismaili yang sangat dihormati dari Balkh, sebuah kota penting dari Kekaisaran Samanid, yang saat ini termasuk ke dalam wilayah Provinsi Balkh , Afghanistan. Pada saat kelahirannya, sang ayah adalah pimpinan di salah satu perkebunan milik bangsawan Samanid, Nuh bin Mansur. Dia lalu menyekolahkan anaknya dengan di Bukhara. Pemikiran independen yang dimiliki Ibnu Sina juga diiringi oleh kecerdasan dan memori yang luar biasa memungkinkan dia untuk menyalip gurunya pada usia 16 tahun. Seperti yang ia tuliskan dalam otobiografinya, tidak ada yang belum ia pelajari ketika usianya mencapai 18 tahun. Menurut otobiografinya, Ibnu Sina telah hafal seluruh Al-Qur'an pada usia 10 tahun. Dia belajar aritmatika India dari seorang pedagang sayur asal India, dan ia mulai belajar lebih banyak dari seorang akademisi pengembara yang mendapatkan penghidupan dengan jalan menyembuhkan orang yang sakit dan mengajar. Dia juga belajar hukum Fiqh dari seorang ahli madzhab Hanafi, Ismail al-Zahid. Di usia remaja, dia mengalami kesusahan


1111

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

dalam memahami ilmu Metafisika dari Aristoteles,

Dia menolak dan menyatakan bahwa: "I prefer a short

yang ia tidak bisa mengerti sampai suatu saat ia

life with width to a narrow one with length. "

membaca komentar Al-Farabi dalam sebuah

Di hari-hari terakhirnya, ia menyedekahkan

Untuk setengah tahun berikutnya, ia

hartanya kepada orang miskin, mengembalikan

mulai mendalami filsafat, dimana ia menemukan

keuntungan yang bukan haknya, membebaskan

berbagai kendala besar. Ketika ia bingung di tengah-

budak-budaknya, dan mengkhatamkan Alquran

tengah penyelidikan, dia akan meninggalkan buku-

setiap tiga hari sampai kematiannya. Dia meninggal

bukunya, berwudhu kemudian pergi ke masjid , dan

pada bulan Juni 1037, pada usia 58 tahun, di bulan

melaksanakan shalat sunnah dan berdoa sampai

Ramadhan dan dimakamkan di Hamadan, Iran.

pekerjaan.

akhirnya menemukan jalan keluar pada kesulitannya. Pada malam harinya, dia akan melanjutkan studi dan bahkan dalam mimpinya, masalah akan mengejar dia dan tetap bekerja untuk mencari solusi. Dia berpaling ke bidang kedokteran pada umur 16 tahun, dan tidak hanya belajar teori kedokteran, tetapi juga menemukan metode baru dalam pengobatan. Ia mencapai status penuh sebagai seorang dokter yang berkualitas pada usia 18 tahun dan mengemukakan bahwa "Kedokteran bukanlah ilmu yang susah dan menjengkelkan, seperti matematika dan metafisika, sehingga saya dapat dengat segera membuat kemajuan besar. Saya menjadi dokter yang sangat baik dan mulai merawat

IBNU RUSYD (1126-1198)

pasien dengan menggunakan obat yang disetujui."

Abul Walid Muhammad bin Aḥmad bin Rusyd,

Ketenaran sang dokter muda menyebar dengan

umumnya dikenal sebagai Ibnu Rusyd atau dengan

cepat, dan dia merawat banyak pasien tanpa meminta

nama latinnya Averroes, adalah seorang polymath

bayaran.

Muslim asal Andalusia, master filsafat Aristotelian,

Sisanya sepuluh atau dua belas tahun hidup Ibnu Sina dihabiskan dalam bersama Abu Ja'far 'Ala Ad-daula, yang mendampinginya sebagai dokter dan penasihat umum di bidang sastra dan ilmiah , bahkan dalam berbagai ekspedisinya. Di tahun terakhirnya itu, Ia mulai mendalami sastra dan filologi. Di akhir hayatnya, Ibnu Sina mengidap colic yang sangat parah. Teman-temannya menyarankan dia untuk mengambil kehidupan yang lebih moderat.

filsafat Islam, teologi Islam, hukum dan yurisprudensi madzhab Maliki, logika, psikologi, politik dan teori musik Arab, dan ahli di bidang kedokteran, astronomi, geografi, matematika, fisika dan mekanika langit. Averroes lahir di Córdoba, Al Andalus, kini Spanyol, dan meninggal di Marrakesh , kini Maroko namun tubuhnya dipindahkan ke makam keluarganya di Córdoba. Averroes adalah pembela filsafat Aristoteles


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

melawan paham teologi Al-Asy'ari yang dipimpin oleh

hukum Islam) dari waktu itu.

1212

Al-Ghazali. Filsafat Averroes dianggap kontroversial di

Pandangan Averroes yang terlalu

kalangan Muslim. Averroes memiliki dampak yang

mengedepankan akal bertabrakan dengan

lebih besar pada wilayah Eropa Barat dan ia telah

pandangan yang lebih ortodoks dari Abu Yusuf Ya'qub

digambarkan sebagai "bapak pendiri pemikiran

a l - M a n s u r, ya n g ka re n a h a l i n i a k h i r nya

sekuler di Eropa Barat". Komentar rincinya terhadap

menelantarkan Averroes, meskipun ia sebelumnya

paham Aristoteles membuat Averroes mendapatkan

telah menunjuk Abu Yusuf sebagai dokter pribadi.

titel "The Commentator" di Eropa. Terjemahan Latin

Averroes tidak diobati sampai sesaat sebelum

dari karya Averroes membuka jalan untuk

kematiannya pada tahun 1198 Masehi.

mempopulerkan paham Aristoteles dan bertanggung jawab untuk pengembangan skolastik di Eropa pada abad pertengahan. Averroes lahir di Córdoba pada sebuah keluarga yang sangat dihormati. Kakeknya Abu AlWalid Muhammad (wafat 1126) adalah kepala hakim dari Córdoba bawah Murabitun. Ayahnya, Abu AlQasim Ahmad, memegang posisi yang sama sampai Murabitun digantikan oleh Almohad tahun 1146. Pendidikan Averroes mengikuti jalur tradisional, yakni dimulai dengan studi hadis, linguistik, yurisprudensi dan teologi skolastik. Sepanjang hidupnya ia banyak menulis tentang Filsafat dan Agama, sifat-sifat Allah, asal-usul alam semesta, Metafisika dan Psikologi.

AL-JAZARI (1136-1206) Badi'al-Zaman Abu al-'Izz bin Ismail bin Al-

Ia belajar ilmu kedokteran dari Abu Jafar bin

Razaz al-Jazari adalah seorang polymath Muslim Arab

Harun asal Trujillo di Seville. Averroes memulai

atau Kurdi. Ia adalah seorang ahli, penemu , insinyur

karirnya dengan bantuan Ibnu Tufail, penulis Hayy ibn

mekanik, pengrajin , seniman , dan matematikawan

Yaqdhan dan wazir filosofis dari raja Almohad Abu

dari Jazirat Ibn Umar (sekarang Cizre), yang hidup

Yaqub Yusuf, yang amatir di bidang filsafat dan ilmu

pada Zaman Keemasan Islam ( Abad Pertengahan ).

pengetahuan.

Dia terkenal karena menulis al-Jamiʿ bain al-ʿilm wa al-

Pada tahun 1160, Averroes menjadi Qadhi

ʿamal al-Nafiʿ Fi Sinaʿdi al-hiyal (The Book of

(hakim) di Seville dan ia bertugas di berbagai

Knowledge of Devices Teknik Cerdik) pada tahun

pengadilan di Seville, Cordoba, dan Maroko selama

1206, dimana ia menggambarkan 100 perangkat

karirnya. Kadang-kadang selama pemerintahan Yaqub

mekanik, sekitar 80 di antaranya adalah peralatan

al-Mansur, karir politik Averroes tiba-tiba berakhir,

mekanik dari berbagai jenis, bersama dengan

dan ia menghadapi kritik keras dari Fuqaha (ahli

petunjuk tentang cara untuk membangunnya.


1313

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

Sedikit yang diketahui tentang al-Jazari, dan

begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail

sebagian besar berasal dari pengantar untuk bukunya

memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit,

Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices.

dan membuat sebuah mesin.�

Dia lahir di kota Tor, yang sekarang terletak di distrik

Salah satu karya Al Jazari yang membuat

Cizre di selatan-Timur Turki. Ia dinamai sebagaimana

Donald Hill kagum adalah jam gajah – diciptakan

daerah dimana ia dilahirkan (kota Jazirat bin Umar).

sekitar tahun 1206. Cara kerjanya dengan tenaga air

Seperti ayahnya ia bekerja pada raja-raja

dan berat benda untuk menggerakkan secara

Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari tahun 1174

otomatis sistem mekanis, yang dalam interval

sampai tahun 1200 sebagai ahli teknik. Di masanya, Al

tertentu akan memberikan suara simbal dan burung

Jazari yang telah mampu menciptakan robot manusia

berkicau. Replika jam gajah dapat dilihat saat ini di

(humanoid) yang bisa diprogram. Al Jazari

London Science Museum.

mengembangkan prinsip hidrolik untuk

Pada acara World of Islam Festival yang

menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal

diselenggarakan di Inggris pada 1976, banyak orang

sebagai mesin robot.

yang berdecak kagum dengan hasil karya Al-Jazari.

Ada pun mesin robot yang diciptakan Al Jazari

Ketertarikan Donald Hill terhadap karya Al-Jazari

kala itu berbentuk sebuah perahu terapung di sebuah

membuatnya terdorong untuk menerjemahkan karya

danau yang ditumpangi empat robot pemain musik;

Al-Jazari pada 1974, atau enam abad dan enam puluh

dua penabuh drum, satu pemetik harpa, dan peniup

delapan tahun setelah pengarangnya menyelesaikan

seruling. Robot ini diciptakan untuk menghibur para

karyanya.

tamu kerajaan dalam suatu acara jamuan minum. Sebagai robot pemain musik, tentu saja mereka pun ahli menghasilkan suara musik yang indah. Misalnya saja, robot penabuh drum dapat memainkan beragam irama yang berbeda-beda. Jadi, robot itu pun bermain musik seperti manusia sungguhan. Penemuan penting lainnya dari Al Jazari adalah pencuci tangan otomatis. Keran tersebut bekerja otomatis bisa mengeluarkan air tanpa harus diputar. Sistem pencuci tangan yang dikembangkan Al Jazari itu juga digunakan saat ini dalam sistem kerja toilet modern. Seorang ahli teknik Inggris, Donal Hill begitu kagum dengan pencapaian Al Jazari. Ia berpendapat, �Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang

AL-KHAWARIZMI (780-850) Nama Asli dari al-Khawarizmi ialah


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

1414

Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Selain itu beliau

Kepribadian al-Khawarizmi telah diakui oleh

dikenali sebagai Abu Abdullah Muhammad bin

orang Islam maupun dunia Barat. Ini dapat dibuktikan

Ahmad bin Yusoff. Al-Khawarizmi dikenal di Barat

bahawa G.Sarton mengatakan bahwa“pencapaian-

sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-

pencapaian yang tertinggi telah diperoleh oleh orang-

Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa cara

orang Timur….” Dalam hal ini Al-Khawarizmi. Tokoh

ejaan lagi. Beliau dilahirkan di Bukhara.Tahun 780-

lain, Wiedmann berkata…." al-Khawarizmi

850M adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi. al-

mempunyai kepribadian yang teguh dan seorang yang

Khawarizmi telah wafat antara tahun 220 dan 230M.

mengabdikan hidupnya untuk dunia sains".

Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup sekitar

Beberapa cabang ilmu dalam Matematika

awal pertengahan abad ke-9M. Sumber lain

yang diperkenalkan oleh al-Khawarizmi seperti:

menegaskan beliau hidup di Khawarism, Usbekistan

geometri, aljabar, aritmatika dan lain-lain. Geometri

pada tahun 194H/780M dan meninggal tahun

merupakan cabang kedua dalam matematika. Isi

266H/850M di Baghdad.

kandungan yang diperbincangkan dalam cabang

Dalam pendidikan telah dibuktikan bahawa al-

kedua ini ialah asal-usul geometri dan rujukan

Khawarizmi adalah seorang tokoh Islam yang

utamanya ialah Kitab al-Ustugusat[The Elements]

berpengetahuan luas. Pengetahuan dan keahliannya

hasil karya Euklid : geometri dari segi bahasa berasal

bukan hanya dalam bidang syariat tapi di dalam

daripada perkataan yunani iaitu ‘geo’ yang berarti

bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik,

bumi dan ‘metri’ berarti pengukuran. Dari segi ilmu,

ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia.

geometri adalah ilmu yang mengkaji hal yang

Beliau telah menciptakan pemakaian Secans

berhubungan dengan magnitud dan sifat-sifat ruang.

dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan

Geometri ini dipelajari sejak zaman firaun [2000SM].

astronomi. Dalam usia muda beliau bekerja di bawah

Kemudian Thales Miletus memperkenalkan geometri

pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-

Mesir kepada Yunani sebagai satu sains dalam kurun

Hikmah di Baghdad. Beliau bekerja dalam sebuah

abad ke-6 SM. Seterusnya sarjana Islam telah

observatory yaitu tempat belajar matematika dan

menyempurnakan kaidah pendidikan sains ini

astronomi. Al-Khawarizmi juga dipercaya untuk

terutama pada abad ke-9 M.

memimpin perpustakaan khalifah. Beliau pernah

Algebra/aljabar merupakan nadi matematika.

memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara

Karya Al-Khawarizmi telah diterjemahkan oleh

perhitungan India pada dunia Islam. Beliau juga

Gerhard of Gremano dan Robert of Chaster ke dalam

merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam

bahasa Eropa pada abad ke-12. sebelum munculnya

berbagai disiplin. Al-Khawarizmi adalah seorang

karya yang berjudul ‘Hisab al-Jibra wa al Muqabalah

tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan

yang ditulis oleh al-Khawarizmi pada tahun 820M.

hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau

Sebelum ini tak ada istilah aljabar.

pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang.

http://www.forkom-jerman.org/


1515

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

kaca. Jabir Ibn Hayyan juga pertama kali mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar. Hal inilah yang kemudian memberikan jalan bagi Al-Razi untuk menemukan etanol. Salah satu pernyataannya yang paling terkenal adalah: “The first essential in chemistry, is that you should perform practical work and conduct

JABIR BIN HAYYAN (722-804) Tokoh besar yang dikenal sebagai “the father

experiments, for he who performs not practical work nor makes experiments will never attain the least degree of mastery.”

of modern chemistry”. Jabir Ibn Hayyan (keturunan Arab, walaupun sebagian orang menyebutnya keturunan Persia), merupakan seorang muslim yang ahli dibidang kimia, farmasi, fisika, filosofi dan astronomi.Jabir Ibn Hayyan (yang hidup di abad ke-7) telah mampu mengubah persepsi tentang berbagai kejadian alam yang pada saat itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi, menjadi suatu ilmu sains yang dapat dimengerti dan dipelajari oleh manusia.

Pada abad pertengahan, penelitian-penelitian Jabir tentang Alchemy diterjemahkan kedalam bahasa Latin, dan menjadi textbook standar untuk para ahli kimia eropa. Beberapa diantaranya adalah Kitab al-Kimya (diterjemahkan oleh Robert of Chester – 1144) dan Kitab al-Sab’een (diterjemahkan oleh Gerard of Cremona – 1187). Beberapa tulisa Jabir juga diterjemahkan oleh Marcelin Berthelot kedalam beberapa buku berjudul: Book of the Kingdom, Book of the Balances dan Book of Eastern Mercury.

Penemuan-penemuannya di bidang kimia telah menjadi landasan dasar untuk berkembangnya ilmu kimia dan tehnik kimia modern saat ini. Jabir Ibn Hayyan-lah yang menemukan asam

Beberapa istilah tehnik yang ditemukan dan digunakan oleh Jabir juga telah menjadi bagian dari kosakata ilmiah di dunia internasional, seperti istilah “Alkali” dan sebagainya.

klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, tehnik distilasi dan tehnik kristalisasi. Dia juga yang m e n e m u ka n l a r u ta n a q u a re g i a ( d e n ga n menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas. Jabir Ibn Hayyan mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat. Dia jugalah yang pertama mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas

MUSLIMDAILY.NET INSPIRING THE TRUTH


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

NEWS :

1616

PERJALAN ARNOUD VAN DOORN

MENEMUKAN CAHAYA ISLAM Masuk Islamnya Si Pembuat Film "Fitna" Yang sempat menjadi kontroversi. Dahulu menghina dan menjelek-jelekkan Islam, Namun sekarang justeru berbalik memeluk Islam. Subhanallah... Bagaimana kisah hidayah ini? Mari kita telusuri bersama alur ceritanya! Masuk Islamnya Arnoud Van Doorn membuat Belanda gempar. Pasalnya, Van Doorn adalah teman Geert Wilder sekaligus mantan Wakil Ketua Partai Kebebasan (PVV). Geert Wilders dikenal luas sebagai politisi anti-Islam yang pernah membuat film Fitnapada 2008 lalu. Sedangkan PPV yang didirikannya juga dikenal sebagai partai politik berhaluan liberal yang menentang Islam. Apa alasan Van Doorn masuk Islam dan bagaimana ia mendapatkan hidayah? Berikut ini kisahnya: Arnoud Van Doorn bukanlah nama baru dalam jagat perpolitikan Belanda. Ia aktif di PVV, bahkan menjadi salah satu pucuk pimpinan sebagai Wakil Ketua. Tetapi justru itulah yang mengusik hatinya. Mengapa partainya selalu memusuhi Islam? Rasa penasaran Van Doorn terhadap Islam semakin tak terbendung, hingga ia pun mulai mempelajari apa itu Islam yang sebenarnya. "Saya benar-benar mulai memperdalam pengetahuan saya tentang Islam karena penasaran," kata Van Doorn mengenang awal mula hidayah Islam menghampirinya. Rasa penasaran itu membuat Van Doorn mencari terjemah Al-Qur'an, hadits, dan buku-buku referensi Islam. Hari demi hari berikutnya ia lalui dengan membaca dan mengkaji buku-buku itu satu per satu, tanpa meninggalkan aktifitasnya yang lain. Selama ini Van Doorn hanya tahu Islam dari perkataan orang-orang yang membencinya. Orang-orang yang dekat dengan Van Doorn sebenarnya tahu bahwa Van Doorn membaca

referensi Islam, tetapi agaknya mereka tidak sampai berpikir bahwa itu akan menjadi jalan hidayah bagi Van Doorn. Karena lazim dalam dunia mereka, mengkaji sebuah pemikiran atau suatu faham tanpa harus mempercayai dan mengikutinya. Bahkan, tidak sedikit orang yang mempelajari Islam untuk kemudian menyerangnya. Van Dorn menghabiskan waktu hampir setahun untuk mengkaji Qur'an, Sunnah dan sejumlah referensi Islam tersebut. Ia juga menyempatkan berdialog dengan penganut Islam untuk mengetahui lebih jauh tentang agama yang menarik hatinya tersebut. "Orang-orang di sekitar saya tahu bahwa saya telah aktif meneliti Qur'an, sunnah dan tulisan-tulisan lain selama hampir setahun ini. Selain itu, saya juga telah banyak melakukan percakapan dengan Muslimin tentang agama," ujar Doorn kepada televisi Al-Jazirah Inggris. Semakin lama mempelajari Islam, Van Doorn semakin tertarik. Ia mulai merasakan Islam sebagai sesuatu yang spesial. Meskipun sebelumnya ia juga memiliki pondasi Kristen sebagai agamanya, Van Doorn merasakan Islam itu istimewa. Apa yang selama ini ada dalam kepalanya bahwa Islam itu fanatik, menindas wanita, tidak toleran, membabi buta memusuhi Barat, perlahan hilang dari pikirannya. Van Doorn menemukan Islam sebagai sesuatu yang sama sekali berbeda dari apa yang pernah ia sangka. Van Doorn juga menemukan, Islam adalah agama yang cinta damai. Tidak seperti tuduhan media Barat yang selama ini mencitrakan Islam sebagai teroris. "99 persen kaum muslimin adalah pekerja keras dan pecinta damai. Jika lebih banyak orang mempelajari Islam yang benar, semakin banyak orang yang akan melihat keindahan itu," kata Van Doorn


1717

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

ketika diwawancarai oleh MNA.

Jalan hidayah bagi Van Doorn semakin terbuka lebar ketika bertemu dengan seorang Muslim bernama Aboe Khoulani, seorang rekannya yang menjabat di Dewan Kota Den Haag. Selain menjelaskan Islam lebih jauh, ia juga menghubungkan Van Doorn dengan Masjid As-Soennah. Puncak "pertarungan batin" dialami Van Doorn beberapa waktu kemudian. Apakah ia akan mengikuti hidayah yang diamini oleh fitrahnya itu atau sebatas menjadikannya sebagai pengetahuan. Beruntung, saatsaat itu tidak berlarut-larut. Setelah mantap dengan Islam, Van Doorn pun mengikrarkan syahadat. Ia pun menjadi Muslim dan menjadi saudara bagi sekitar 1,9 milyar umat. Tetapi bagi partai dan pengikutnya, Van Doorn dicap "pengkhianat." Ket: Foto beliau tatkala sedang shalat di Ar Raudhah (Masjid an Nabawi Madinah)

BULAN - BULETIN UKHUWWAH LINTAS JERMAN -


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

LIPUTAN FORKOM :

1818

SALAM 2013 HAMBURG TAKBIR FRADA & PENGAJIAN SPESIAL AL-FALAH BERLIN JERMAN - Akhir bulan Maret dan awal April menjadi momentum yang sangat spesial bagi FORKOM. Bekerjasama dengan berbagai organisasi masyarakat Muslim Indonesia yang berada di Jerman, FORKOM telah berhasil mengadakan kegiatan SALAM (Silaturrahmi Darat Masyarakat Muslim Indonesia se-Jerman). Berbeda dengan periode sebelumnya, rangkaian acara SALAM 2013 dilangsungkan di 3 kota yang berbeda dengan narasumber Ust. Mohamad Awod Joban, Imam masjid Ar-Rahmah di Washington, Amerika Serikat. Rangkaian acara SALAM ini dimulai dengan acara inti yang berlokasi di Hamburg pada hari Sabtu, 30 Maret 2013. Acara yang mengambil tema ISLAM SEBAGAI SOLUSI PROBLEMATIKA DUNIA BARAT ini dilaksanakan bekerjasama dengan IIC e.V, organisasi masyarakat muslim Indonesia yang berlokasi di kota Hamburg. Acara yang cukup menyedot perhatian masyarakat muslim Indonesia di Jerman ini dihadiri ratusan masyarakat muslim Indonesia yang tidak hanya datang dari berbagai wilayah di Jerman, namun juga dari negara tetangga seperti Belanda. Acara berlangsung dengan sangat meriah, diiringi dengan hiburan serta berbagai kuis dan diskusi. Acara yang berlangsung mulai pukul 11.30 CEST ini berakhir pada pukul 21.00 CEST di hari yang sama. Keesokan harinya, Minggu, 31 Maret 2013, dilangsungkan juga acara serupa di kota Darmsadt, kerjasama FORKOM, IKID e.V dan MMI e.V. Acara TAKBIR FRADA yang masih diisi oleh Ust. Mohamad Awod Joban juga mengusung tema yang sama seperti acara inti dan berlokasi di Emir Sultan Moschee. Serangkaian acara disusun dengan baik dari sambutan ketua pengajian kota setempat, ketua forkom, tausiah dari Ustadz Hj. Dr. –Ing Suhendra dilanjutkan oleh Ustadz Joban dan penutupan dengan sesi tanya jawab dan ramah tamah. Para hadirin banyak yang datang, terutama didaerah Hessen. Keesokan harinya kembali Ustadz kita yang Subhanallah tanpa kenal lelah untuk menyampaikan dakwah, berbagi imu, sharing pengalaman dan silaturahmi dengan teman-teman muslim di jerman langsung menuju ibu kota Jerman, Berlin. Tabligh Akbar sekaligus pengajian bulanan yang rutin diselenggrakan oleh Masjid Al-Falah diisi oleh Ustadz Joban yang mengusung tema ISLAM AGAMA RAHMATAN LIL-ALAMIN bekerjasama dengan IWKZ.eV dan KBRI. Acara ini juga diselingi dengan hiburan dari tim nasyid bentukan remaja masjid Al-Falah. Saudara Amru Rizal selaku ketua FORKOM menjelaskan bahwasanya tujuan diadakannya Tabligh Akbar di 3 kota yang berbeda ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat muslim Indonesia yang berdomisili sangat jauh dari lokasi acara inti sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari acara ini. Acara SALAM sendiri merupakan program inti FORKOM yang akan diadakan setiap tahunnya. Diharapkan kedepannya acara SALAM dapat tetap berlangsung di periode berikutnya.(Red.)

„Pertahankan iman di tengah sahara kehidupan“ http://radiopengajian.com/


1919

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

DARI WARGA UNTUK WARGA :

2020

Keimanan di bawah 10euro oleh : Jaharuddin Tulisan ini terinspirasi dari beratnya melaksanakan sholat shubuh berjama'ah di masjid. Di negara minoritas seperti Jerman dibumbui dengan cuaca yang dinggin ketika memasuki musim gugur dan cuaca sampai pada titik beku jika musim dinggin. Padahal banyak diantara kita yang tahu mengenai keutamaan sholat shubuh, salah satunya hadist Rasulullah yang artinya "Barang siapa yang melaksanakan sholat Isya secara berjama'ah, maka ia seperti sholat malam separoh malam. Dan barang siapa yang melaksanakan sholat Shubuh berjama'ah, maka ia seperti sholat malam satu malam penuh" (HR Muslim). Dalam hadist lain dikatakan bahwa, keutamaan melaksanakan sholat shubuh berjama'ah yaitu akan mendapatkan sumber cahaya dihari kiamat yang akan menerangi hingga mereka masuk surga. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, "Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya dan Shubuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat". HR . Abu Dawud, At Tarmidzi, dan Ibnu Majah. Dan begitu pula sholat sunnah sebelum (qobla) sholat fardhu shubuh, juga mempunyai keutamaan. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda "Sholat sunnah dua rakaat sebelum sholat shubuh lebih baik dari seluruh dunia dan isinya". Diriwayatkan dari Aisyah ra ia berkata "Tidak ada sholat sunnah yang lebih diperhatikan Rasulullah SAW selain sholat sunnah sebelum shubuh" (HR Bukhari). Dan masih banyak manfaat lainnya dari sholat shubuh seperti mengejar berkahnya shubuh, menghilangkan rasa malas, memperlancar aliran darah untuk kesehatan, dan manfaat lainnya. Saya fikir banyak ulasan yang membahas manfaat sholat shubuh, namun sepertinya belum mampu mengerakkan banyak orang untuk memaksa dirinya agar bangun sebelum shubuh dan bergerak

menghalau berbagai rintangan yang menghadang untuk datang ke masjid, bersimpuh dihadapan Allahu robbi sebagai bentuk penghambaan, dan mengakui maha besar, maha pemurah, maha tahu, serta berbagai sifat maha lainnya Allah. Di Indonesia saja, yang udaranya kondusif, jamaah sholat shubuh rata-rata satu shaf, apalagi di Jerman, saat musim gugur dan dinggin, semakin sedikit, apalagi disini masjid tidak bisa ditemui dengan mudah. Kalau keutamaannya tentunya disamping keutamaan yang tadi sebagiannya saya sebutkan di atas, untuk kasus Jerman saya fikir semakin besar lagi keutamaannya, karena harus menghalau udara dinggin yang menusuk sampai ketulang dan mendatangi masjid yang bisa jadi jauh dari rumah, tentulah Allah tidak akan pernah lalai untuk menghitung jerih payah dan usaha yang dilakukan ummatnya dalam rangka beribadah kepadanya. Beberapa hari ini, saya menemukan orangorang yang ternyata telah melaksanakan aktivitas bekerja di kota Hannover, Jerman, sebelum waktu sholat shubuh. Saya teringat dulu, di Jakarta beberapa kali pulang dari pengajian sekitar pukul 02.00 dini hari, saya sering berpapasan dengan para pedagang yang sudah bergerak untuk kepasar menjual dagangannya, atau para pembeli sayur mayur di pasar-pasar induk yang menginginkan sayur mayur yang segar. Mereka juga telah melaksanakan aktivitasnya sebelum sholat shubuh. Di Hannoverpun demikian, saya menemukan tim distribusi surat kabar yang telah bekerja mulai pukul 03.00 dini hari, padahal cuaca saat ini memasuki musim gugur, pada dini hari suhu bisa mencapai angka 0 - 10 derajat celcius. Apakah saat musim dingin nanti, yang suhunya disiang hari minus, mereka ini berhenti bekerja?, ternyata tidak! mereka terus bekerja walaupun menurut ukuran kita dari Indonesia suhunya sangat ekstrim, bisa menusuk-nusuk sampai ke tulang.


2121

BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

Saya mencari tahu berapakah mereka dibayar untuk bekerja dengan suhu yang ekstrim tersebut, ternyata mereka mendapatkan upah 7 - 10 euro perjam. Setahu saya itu standar umum upah perjam untuk pekerjaan paruh waktu di Hannover, Jerman. Para pekerja ini sebagiannya adalah mahasiswa yang berasal dari Indonesia. Sebuah perjuangan dalam skenario menyelesaikan studi mereka di Jerman.

Kalau mahasiswa kita, maka tentunya mereka adalah sebagian besar juga seorang muslim, maka akan mempunyai nilai yang tidak terkira, jika perjuangan tersebut juga dibingkai dalam kerangka ibadah. Bentuk riilnya adalah sebelum melaksanakan pekerjaan usahakan untuk sholat malam (tahajud) paling tidak dua rakaat, dan rencanakan distribusi surat kabar telah selesai sebelum sholat shubuh. Dan itu sangat memungkinkan, karena pada musim gugur seperti saat ini sholat shubuh di Hannover, baru masuk pukul 06.00 CET, dan biasanya masjid-masjid komunitas Turki yang bermadzhabkan Hambali baru melaksanakan sholat shubuh berjama'ah 30 menit sebelum shuruk, artinya saat ini sholat shubuh berjama'ah di masjid Turki baru dilaksanakan pada pukul 07.00 CET. Pada jam tersebut, biasanya para pekerja paroh waktu distribusi surat kabar, sudah selesai melaksanakan tugasnya, karena para pelanggan

menginginkan surat kabar telah sampai di rumah mereka sebelum pukul 06.30 CET. Menjadi nilai yang tidak terkira jika pekerjaan sebelum shubuh dimaknai dengan semangat ibadah, bukan hanya uang yang didapatkan namun keutamaan sholat malam, sholat sunnah qobla shubuh, dan sholat shubuh berjama'ah di masjid. Lengkap sudah keberkahan yang Allah berikan bagi anda yang berjuang sejak dini hari, semoga Allah memberikan kemudahan studi para pejuang dini hari ini, dan menambahkan berkah dalam setiap langkah kehidupan mereka. Amin ya robbil alamin. Saya teringat dengan sebagian orang, yang belum tergerak untuk mendatangi masjid pada shubuh hari, serendah itukah keimanan kita, apakah keimanan kita ternyata bisa dinominalkan kurang dari 10 euro perjam? karena waktu untuk melaksanakan sholat shubuh di masjid tidak lebih dari 1 jam. Banyak alasan yang bisa dikemukakan, dan kita sendiri pulalah yang bisa menjawab alasan tersebut, apakah benar-benar alasan yang nyata atau sebagai bentuk dari upaya untuk membela diri. Wallahualam bishawab. Semoga Bermanfaat. Hannover, Jerman, Musim gugur, 11 Oktober 2012

DARI WARGA UNTUK WARGA :

Satu Ka‘bah Satu Hadapan oleh : Ditdit Nugeraha Utama „Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka

kerjakan.“ (QS. Al-Baqarah : 144) Pandanganku tetap lurus ke depan; hilir mudiknya orang, tak menggubris tatapku; alunan ayat suci yang dilantunkan, tidak membuyarkan lamun sadarku. Anganku tetap menerawang, jauh, jauh sekali, sampai ke jangkauan terluar dari pikirku. Disini, ditempat yang suci ini, di tempat dimana semua umat Islam mendambakan untuk hadir disini menemui panggilanNYA, di tempat dimana menjadi simbol kebesaran umat, semua tetap tertuju pada satu


BULAN uletin Ukhuwwah Lintas Jerman

Edisi April - Mei 2013

hadapan dan satu arah. Tawaf dalam tawadhunya hati, sujud dalam khusyuk jiwa, menengadahkan tangan dalam ikhlasnya do'a, kajian ayat-ayatNYA dalam indahnya mushaf Al-Qur'an, semua dilakukan dengan pandangan dan tujuan yang sama. Tidak peduli, dari suku mana mereka berasal; bukan masalah, warna kulit apa yang mereka miliki; pun bukan sebuah rasa pembeda, ketika bahasa mereka pun ternyata tak sanggup dimengerti. Ka'bah telah menjadi magnet yang sangat luar biasa. Ka'bah - yang memiliki arti nyata 'mata atau sumbu bumi' - telah meluruskan mindset umat menuju satu tujuan jelas. Ka'bah - lagi-lagi - telah menjadi simbol, notasi atau perumpamaan positif yang ALLAH hadirkan di muka bumi ini, untuk kita renungi, kita kaji dan kita tadabbur-i. Keberagaman ternyata akan menjadi indah, tetika satu tujuan yang terpimpin adalah pondasinya. Plural ternyata akan menjadi positif, ketika diimplementasikan pada satu arah dan gerak yang sama dalam sebuah titah. Kebhinekaan ternyata akan menjadi alasan perpecahan, jika arah, gerak dan cara pandang para pelakunya memang berbeda dan tanpa trigger yang jelas.

2222

Harus kita akui dan sadari, memang kehidupan di muka bumi ini adalah bersifat plural, namun usungan plural menjadi sebuah isme, menjadi sesuatu yang salah kaprah. Tetapi kita pun patut yakin, bahwa kebenaran adalah hakiki. Kebenaran adalah sombong. Kebenaran akan tetap benar, walau seluruh bumi menyatakan salah. Kebenaran bukan bentuk output dari kesepakan kebanyakan orang. Kebenaran pastinya datangnya dari ALLAH. Oleh karena itu, hadapan yang satu, lurus pada sebuah titik, dengan titah yang sama, menjadi kata kunci, bahwa plural ternyata akan dapat ditundukkan. Itulah ka'bah. Mentadabburinya, menjadikan umat ini akan menjadi besar, memiliki hidup dan berkehidupan dengan arah dan tujuan yang jelas, memiliki satu titah dan perintah yang selalu mengikat ukuwah di antaranya. Itulah ka'bah, merenunginya, menjadikan umat ini akan lebih paham, bahwa bersama, akan memiliki derajat lebih tinggi; bahwa plural bukanlah sebuah isme ideologis, namun hanya sekedar fakta; bahwa persatuan tidak bisa hanya dibiarkan, tetapi harus diambil alih dalam sebuah kepemimpinan tunggal. Itulah ka'bah... Alhamdulillah....

Terima kasih kami ucapkan kepada masyarakat muslim Indonesia di Jerman yang telah ikut berpartisipasi mengirimkan tulisannya ke rubrik ‚Dari Warga Untuk Warga‘ pada buletin FORKOM edisi kali ini. Bagi masyarakat muslim Indonesia yang juga ingin mengirimkan tausiyah atau mungkin sebuah mini cerpen untuk dimuat di buletin ini dapat mengirimkan hasil karyanya ke : forkombuletin@gmail.com disertai dengan keterangan nama lengkap asal kota atau pengajian kota Kami tunggu partisipasi anda di edisi selanjutnya.


BULAN FORKOM Jerman II