Issuu on Google+

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

1

EDISI 35 l II l Tanggal 23 - 29 April 2014


UTAMA Gubernur Lampung Sjachroedin ZP Sabtu malam (19/04), secara resmi membuka kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran ( MTQ ) ke-42 tingkat Provinsi Lampung yang digelar di halaman Masjid Islamic Center Menggala, Kabupaten Tulangbawang (Tuba).

TULANG BAWANG (Fokus Lampung) - Dalam sambutannya,

Wartawan Fokus Lampung dilengkapi kartu ID Card/ Surat Tugas serta terdaftar dalam box redaksi.

2

Pembukaan MTQ Berlangsung Meriah

Gubernur Lampung menegaskan dan meminta kepada seluruh

Penerbit : CV Multidaya Prima Abadi Pemimpin Umum : Suprapto Pemimpin Redaksi/ Perusahaan : Benny Faizal Dewan Redaksi : Arifin Nur, SH, Drs. Sobirin, Drs. Hi. Hariyanto, M.Si, Drs. Manan Zami Usman Ariyono, Tino Sudjadi Staf Redaksi : Ibnu Hajar, Wagiman, Teddy Irawan, Hadi Pramono, Rinmah Yuni, Triadi Pramono, Jauhari. AH Bandar Lampung : Veliyan Sentosa, Aman Toga Ima Harmalu S, Hefrial Aziz Ali KM Biro Lampung Selatan : Sholahuddin (Kabiro), Bambang Suprapto Biro Lampung Timur : HS. Raja Bandar (Kabiro), Fauzi Iskandar, Abdul Mutholip, Muhyin Biro Pesawaran : Khaidir Biro Tulang Bawang : Edi Kanter Biro Tanggamus : Andri Yuspeni Biro Lampung Utara : Djunaidi. TH (Kabiro) Biro Pringsewu : Wagiman, SE (Kabiro) Biro Lampung Barat : Samsul Hadi Biro Pesisir Barat : Samsul Hadi Divisi Pemasaran dan Iklan : Hefrial Aziz Ali KM Keuangan : Novita Desain : Orsan Rekening : Bank Mandiri No. 1140004932813 an. Benny Faizal ; Bank BRI No. 009801049311502 an. Benny Faizal Alamat : Perum Way Kandis Jl. Pulau Raya 3 No. 46. Telp: 0721 9914027 ; E-mail : fokuslampung@yahoo.co.id Percetakan : Media Tanjung Karang (Isi di luar tanggung jawab percetakan)

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

Khafilah agar dapat serius dalam mengikuti event tersebut. Karena menurutnya, Musabaqoh Tilawatil Quran merupakan event tahunan yang wajib diikuti oleh umat Islam khususnya 15 Kabupaten Kota seProvinsi Lampung. Selain itu, orang nomor satu di Sang Bumi Ruwa Jurai tersebut meminta kepada seluruh Khafilah agar bisa mengikuti perlombaan ini dengan serius dan memaknai setiap bait yang dibacakan. Disisi lain Gubernur mengatakan, bahwa masing-masing kabupaten/ kota wajib berbangga dengan potensi Khafilah yang ada di daerahnya masing-masing. Sebab banyak kabupaten kota menyewa Khafilah dari luar kabupaten bahkan luar Provinsi Lampung, demi memenangkan event tersebut dan hanya mencari nama, ungkapnya. Oleh karenanya, Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP meminta kedepan mulai dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Lampung, Kementrian Agama dan Kanwil Departemen Agama Lampung, dan LPTQ harus mengevaluasi ulang pelaksanaan MTQ. Sebab menurut Gubernur, event umat islam yang digelar secara rutin setiap tahunnya, seharusnya bisa menciptakan Qori dan Qoria’ah yang baik dan handal, bukannya hanya sekedar lomba saja, pungkasnya. Diakhir sambutannya, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP berharap agar acara ini sukses hingga berakhirnya MTQ. Menurut data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Tuba, MTQ Ke-42 tingkat Provinsi Lampung ini diikuti oleh 1125 peserta dari 15 kabupaten/kota, dan masingmasing mengirimkan 75 orang,

terdiri atas 38 peserta 15 official, 9 pelatih 6 orang pendamping dan 5 orang driver. Dalam MTQ ke 42 Tingkat Provinsi Lampung kali ini, panitia mempertandingkan beberapa macam perombaan membaca Al-Qur’an seperti Tartil Qur’an, Tilawatil Qur’an, Tahfizul Qur’an, Tafsirul Qur’an, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Khotil Qur’an.   Sedangkan pada pembukaan MTQ ke-42 yang digelar Pemkab Tuba dihalaman Islamic Center Menggala berlangsung meriah. Dalam acara pembukaan tersebut para Bupati dan pejabat dari 15 kabupaten/kota serta muspida se-Provinsi Lampung disuguhkan dengan penampilan dan atraksi yang memukau. Opening ceremony dibuka dengan penampilan Marcing Band Gita Praja Saburai yang membawakan tiga buah lagu bernafaskan islami, kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan para Khalifah (peserta MTQ) yang dirangkum dalam acara The Pile Khafilah dari 15 kabupaten/ kota di Provinsi Lampung, seperti Way Kanan, Mesuji, Pesawaran, Tanggamus, Kota Metro, Kota Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Utara, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampug Barat, Pesisir Barat, Tulangbawang Barat dan tuan rumah Kabupaten Tulangbawang. Pada kesempatan itu, Bupati Hanan A Rozak. MS mengatakan, Kabupaten Tuba sebagai tuan rumah MTQ, akan memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk para Khafilah dan official guna mendukung kelancaran acara tersebut. Lebih lanjut Hanan mengatakan, bahwa Pemkab Tuba juga telah menyediakan berbagai fasilitas seperti, pemondokan mulai dari rumah dinas 55 hingga mes Islamic Center, denah lokasi MTQ, air bersih untuk MCK, Air bersih untuk mi-

num, Makan siap saji dan lainnya. Selanjutnya Hanan juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta dari 15 kabupaten/kota yang sudah hadir dan ikut berperan dalam mensukseskan acara tersebut, ujar Hanan. Dikatakannya, dengan adanya MTQ Ke-42 ini, diharapkan dapat menjadi sara syiar islam dan membentuk mental spiritual untuk seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Tuba. Sebab menurutnya, tanpa adanya penguatan mental spiritual, maka pembangunan sebuah kabupaten tidak akan berjalan sesuai harapan. Selain itu, kegiatan MTQ ini juga untuk mempererat hubungan masyarakat antar kabupaten,agar selalu rukun dan damai, tandasnya. Usai memberikan sambutan, Opening Ceremony bertambah meriah dengan adanya penampilan seni tari kreasi Sanggar Besapen yang saat ini dibawah binaan Ibu Erna Suud, dengan menampilkan tari kereasi bernafaskan islami, dimana dalam tari tersebut para musisi asal Tuba tersebut memanjatkan pujipujian atas kebesaran Allah SWT. Tidak hanya itu, Opening Ceremony semakin meriah ketika salah satu penyanyi yang melantunkan lagu Egham Ku Di Lampung yang merupakan lagu kebanggaan masyarakat Lampung. Tidak hanya itu nuansa islami pada pembukaan MTQ tersebut bertambah meriah ketika penyanyi ibu kota yang biasa membawakan lagu rohani Islam yaitu Hadad Alwi melantunkan beberapa lagu bernuansa religi salah satunya lagu berjudul Cinta Rosul, dan pemukulan beduk oleh Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, dengan dilanjutkan penampilan atraksi kembang api sebagai tanda dimulainya MTQ ke-42 tingkat Provinsi Lampung. (ek)

Redaksi menerima sumbangan tulisan berupa opini, artikel, tulisan ilmiah dan tulisan lainnya. Panjang tulisan maksimal tiga halaman kertas ukuran quarto dengan disertai identitas diri (bila perlu disertakan juga pas foto). Redaksi berhak mengedit tulisan yang akan dimuat tanpa merubah isinya. Setiap tulisan yang masuk tidak akan dikembalikan.


UTAMA

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

Advertorial

3

Rangkaian Kegiatan MTQ ke- 42 Tingkat Provinsi Lampung di Kabupaten Tulang Bawang

Pemukulan Bedug : Pemukulan Bedug oleh Gubernur Lampung Drs. Sjachroedin ZP dan Sekretaris LPTQ  Nasional  Hj. Euis Srimulyani tanda dibukanya pelaksanaan MTQ ke - 42 Lampung di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2014.

Pembukaan MTQ : Gubernur menyerahkan piala bergilir juara umum MTQ dari bupati Lamsel ke bupati Tuba Bupati Tulang Bawang Ir. Hanan A. Rozak, MS pada malam pembukaan MTQ ke- 42 tingkat provinsi lampung kab. Tuba.

Foto Bersama : Gubernur lampung Sjachroedin, ZP Foto bersama pada malam pembukaan MTQ ke- 42 tingkat Provinsi Lampung Kab. Tuba. 

Bupati tuba memberikan sambutan : Bupati Tulang Bawang Ir. Hanan A. Rozak, MS  memberikan sambutan pada malam pembukaan MTQ ke- 42 tingkat Provinsi Lampung Kab. Tuba

Pembukaan Pameran : Ketua Dekranasda Provinsi Lampung ibu Trully Sjachroedin ZP membuka secara resmi Pameran MTQ Ke - 42 Lampung di Pelataran Islamic di tandai dengan pemukulan gong di saksikan oleh Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Ketua Dekranasda Tuba & Wakil Ketua Dekranasda.

Pawai Taarup : Bupati Tulang Bawang Ir. Hanan A. Rozak, MS &  Wakil Bupati Tulang Bawang Heri Wardoyo, SH serta Ketua LPTQ Provinsi Lampung Drs. Adeham, M.Pd melepas peserta pawai Ta’arup.

Desa Karang Anyar Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur

Suratim Kepala Desa

SMK PGRI Pasir Sakti Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

Agus Sugiharto, S.Pd Kepala Sekolah


4 Taufik Qurrohim : Anggota Legislatif Terpilih Harus Kerja Keras POLITIK

Secara umum Pemilu tahun 2014 berjalan dengan baik, tapi kita juga tidak menutup mata bahwa masih banyak kekurangan. Hal itu dikatakan Taufik Qurrohim, salah satu anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Periode 2009-2014.

PRINGSEWU (Fokus Lampung) “Masih banyak kekurangan tapi itu tidak terlalu prinsip serta mengganggu pelaksanaan pemilu. Namun harapannya kedepan baik itu KPU maupun Panwaslu  dapat bekerja lebih maksimal lagi. Kan masih ada Pilpres, jadi jangan sampai kesalahan dan kekurangan yang terjadi kemarin ini, terjadi lagi di Pilpres mendatang,”katanya Taufik Qurrohim berharap kepada anggota dewan yang terpilih untuk periode 2014-2019, dapat bekerja lebih keras lagi, memiliki motivasi dan berani melakukan terobosan-terobosan baru. “Sebab dewan merupakan salah satu lembaga cukup penting didalam menentukan maju dan mundurnya pembangunan di suatu daerah,”ujarnya Ia menjelaskan, Kabupaten Pringsewu merupakan kabupaten baru yang minim dengan sumberdaya alam dan tidak memiliki potensi unggulan. “Laut kita tidak punya, pertambangan kita tidak punya, pertanian

n Pelaksanaan Pungutan Suara Dapil 3 Pesawaran

Caleg Muka Baru dan Lama Bersaing Imbang

Taufik Qurrohim hanya sedikit, kita hanya mengandalkan jasa dan perbankan itupun baru terbatas di wilayah kecamatan pringsewu, Disisi lain, kebutuhan anggaran untuk belanja pegawai sangat besar,yaitu sebesar 60% sekitar 49 milyar. Hanya 40% saja untuk pembangunan, yang selama ini memang harus kita akui kita masih besar pasak dari tiang,’imbuh Taufiq Kedepan temen-temen yang ada di legeslatif harus berani melakukan langkah-langkah yang bisa meningkat anggaran di bidang pem-

bangunan, salah satunya dengan cara mengurangi belanja pegawai tentunya bekerjasama dengan pihak eksekutif. Kalau memang hal ini di dasari dengan keinginan yang kuat pasti bisa,. Karna saat ini memang tidak adalagi potensi yang dapat kita gali. “Saya kira bisa di mulai dari lemabaga dewn itu sendiri, salah satu contoh dengan mengurangi anggaran untuk kunjungan kerja kegiatan-kegiatan lain yang tidak terlalu di perlukan,”Tandasnya (man)

Panwaskab Pesawaran Tak Gubris Money Politic

PESAWARAN, (Fokus Lampung) Kinerja Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pesawaran dalam menangani sengketa Pemilu, dinilai setengah hati. Dalam melaksanakan tugasnya, hanya sebatas menggugurkan kewajiban dalam menjalankan tugasnya saja. Panwaslu sebagai lembaga yang diberi kewenangan oleh undang-undang pemilu untuk menindaklanjuti dan memproses setiap terjadinya pelanggaran pemilu. Hal ini dikatakan oleh Ahmad Arfan, selaku pengurus LSMGERAM Provinsi Lampung beberapa waktu yang lalu kepada Koran ini. Arfan juga menilai anggota Panwaslu kabupaten Pesawaran tidak

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

profesional di dalam mengambil keputusan untuk memberhentikan tindaklanjut kasus adanya dugaan politik uang (money politic) yang dilaporkan LSM-GERAM. Dia mengatakan pada Senin (14/4) yang lalu pihaknya me­ laporkan adanya dugaan politik uang yang dilakukan oleh Samsul, selaku tim sukses salah seorang caleg kabupaten Pesawaran dapil 3 Kecamatan Kedondong atas nama Rika Arlini dari Partai Demokrat. Dalam laporannya, LSM yang dipimpinnya juga melengkapi saksi beserta barang bukti berupa sarung cap gajah duduk dan uang pecahan Rp20 ribu yang dibagi-bagikan kepada warga Desa Sinarharapan,

BERIKAN BUKTI - Anggota LSM Geram Lampung menyampaikan laporan terkait temuan money politik dan pemberian sarung yang dilakukan Caleg DPRD Pesawaran dari Partai Demokrat kepada Ketua Panwaslu Pesawaran.

kecamatan Kedondong pada hari tenang di  H-2 menjelang pelaksanaan pemilu. Laporan tersebut diteruskan Panwascam Kedondong kepada Panwaslu Kabupaten Pesawaran untuk dilakukan tindakan. Anehnya panwaslu Kabupaten Pesawaran menganggap laporan tersebut tidak dapat ditindaklanjuti karena dianggap telah melampaui batas waktu yang ditentukan. “Saya atas nama masyarakat sangat kecewa dengan pernyataan yang disampaikan Ketua Panwaskab Nuraminudin. Karena Panwaskab tidak memahami peraturan Badan Pengawas Pemiliham Umum Nomor 14 tahun 2012 tentang tatacara pelaporan dan penanganan pelanggaran pemilihan umum anggota DPR , DPD, DPRD,”kata Arfan Pada pasal 3 ayat 2 yang berbunyi temuan dugaan pelanggaran sebagaimana ayat (1) diteruskan kepada bidang penindakan pelanggaran paling lambat 7 hari sejak diketahui dan atau ditemukannya adanya dugaan pelanggaran. “Bukan 7 hari sejak terjadinya pelanggaran seperti yang dimaksud oleh Aminudin. Ini-kan jelas ada indikasi untuk membodoh-bodohi masyarakat yang awam tentang peraturan dan tidak ada niatan serius untuk memproses kasus ini,“ pungkas Arfan kepada Koran ini. (man)

PESAWARAN (Fokus Lampung) - Hasil pleno di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Waylima, Kedondong dan Way Khilau atau Daerah Pemilihan III Pesawaran ,  untuk hitungan sementara antara Caleg muka lama dan muka baru secara persentase fifty fifty,  hal ini disampaikan oleh ketua Panwascam Kedondong Ismail beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk jatah kursi  didapil 3 Pesawaran berjumlah 11 kursi, yang mana dari hasil pleno di tingkat kecamatan yang baru selesai pada Kamis (16/04) pagi sudah terlihat hasil sementara perolehan kursi di masing masing partai. Seperti yang disampaikan oleh panwascam Waylima munjir melalui ponselnya , perolehan suara di wilayah Kecamatan Waylima sebagai berikut, PAN : 4371 suara, Golkar : 3443 suara , PKS: 2994 suara , Garindra : 2307suara , PPP : 2279 suara, Nasdem : 1889 suara , PDIP : 1797 suara ,Demokrat : 763 suara , Hanura: 712 suara , PKPI : 139 suara , PBB dan PKB tidak disebutkan oleh munjir,  menurut munjir muka baru mendominasi perolehan suara untuk tingkat kecamatan Waylima. Lain halnya yang disampaikan oleh Ismail selaku ketua Panwascam Kecamatan Kedondong  ketika wartawan Fokus Lampung menghubunginya ponselnya munjir, ismail menyampaikan bahwa perolehan suara sudah diserahkan ke PPK. Oleh karena itu saat diminta hasil perolehan suara di tingkat Kecamantan Kedondong, ia tidak bisa menyampaikannya , akan tetapi Ismail menyampaikan bahwa secara persentase antara Caleg muka lama dan muka baru berimbang alias fifty fifty . Selain itu Ismail melanjutkan, untuk kasus tindak pidana pemilu diwilayahnya ada dua yang sudah disampiakan  ke Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu), tindak pidana pemilu tersebut menurutnya dilakukan oleh salah satu calon dari partai Demokrat yang bernama Rika, yang diduga telah melakukan  money politik (politik uang) berupa pembarian uang dan barang, hal ini dilaporkan Kepada Pawas Pemilu oleh warga Desa Sinar Harapan Kecamatan Kedondong , laporan tertanggal 14 April 2014 , 5 hari usai pencoblosan suara , dan kasus ini masih di tangani oleh Gakumdu, jelasnya. Ketua Panwaskab Pesawaran , Septa Wandra  saat ingin dikomfirmasi melalui telepon selulernya terkait tidak pidana pemilu yang terjadi di Kecamatan Kedondong oleh salah satu Caleg dari Partai Demokrat Rika, perihal Pemberian Uang dan Barang berupa Sarung, telepon selulernya tidak diangkat. Secara keseluruhan pe­­roleh suara di Dapil 3 Pe­sa­­waran sebagai berikut PAN : 9971 suara, PDIP : 6861sua­ra, Golkar 6574 sua­ra , Garindra 6059 suara, PKS 5093 suara , PPP 5052 sua­ra, PKB 4992 Suara, Nasdem 3282 suara, Demokrat 3150 dan Hanura 2501, PAN memperoleh suara terbanyak dan kemungkinan akan mendapatkan dua kursi , hal ini disampaikan oleh salah seorang anggota PPS di Kecamatan Way Khilau Riki Dar­mawan kepada wartawan Fokus Lampung pecan silam. (dir)


EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

POLITIK

5

DPD PAN Ancam Laporkan Panwaslu ke DKPP

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Pesawaran, Ahmad Kurniawan meminta Panwaslu Kabupaten Pesawaran bersikap tegas serta menindaklanjuti setiap laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilaoprkan dan masuk kelembaganya.

n Dugaan Mark Up Suara

PESAWARAN (Fokus Lampung) - Kondisi ini menyusul terjadinya dugaan praktik “penggelembungan suara” yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Punduh Pidada di Dapil III tersebut. Ahmad Kurniawan memaparkan, dugaan pelanggaran dilakukan dengan cara PPK Punduh Pidada terindikasi merubah hasil jumlah perhitungan suara terhadap Partai Nasional Demokrat (NASDEM). Sebab lanjut dia, perolehan suara untuk Partai NASDEM dari lima TPS seperti di Desa Pagar Jaya hanya sebanyak 209 suara. Kondisi itu pula yang membuat sejumlah saksi partai melayangkan protes saat rekapitulasi perolehan suara digelar dan lakukan PPK Punduh Pidada.

“Saat rekapitulasi perolehan suara dilakukan ditingkat PPS, tidak ada satu pun saksi yang merasa keberatan dan komplain. Aksi protes dan komplin terjadi, manakala rekapitulasi perolehan suara dilakukan ditingkat PPK. Sebab, para saksi menilai, sudah terjadi penambahan suara terhadap Partai Nasdem, dari yang semula hanya 209 menjadi 489 suara,” urainya. Atas dugaan peristiwa “penggelembungan suara” ini, posisi Partai Nasdem yang awalnya berada dibawah PAN dan menempati urutan keempat, berubah menjadi urutan ketiga. Sementara perolehan suara partai lain tetap sama jumlahnya dengan hasil perhitungan di lima TPS dan hasil rekapitulasi di tingkatan PPS. Total hasil perolehan suara di Dapail III yang memperebut 3 kursi ini menempatkan, Partai Golkar diurutan teratas dengan total perolehan suara terbanyak dan berhak atas satu kursi. Urutan suara terbanyak

kedua yakni PDI Perjuangan dengan satu kursi dan urutan ketiga diraih Partai Nasdem. “Indikasi kecurangan ini dilakukan dengan cara memanfaatkan kertas suara yang tidak terpakai. Sebab, banyak warga yang tidak menggunakan hak suaranya pada Pileg, 9 April lalu,” ungkapnya Ahmad Kurniawan.  “Bila Panwaslu Kabupaten Pesawaran tidka bisa menindaklanjuti permasalahn ini, maka saya atas nama partai akan mengadukannya ke DKPP hingga mahkamah konstitusi. Saya yakni, dugaan penggelembungan perolehan suara ini tidak mungkin dilakukan oleh orang luar, kami curiga ini dilakukan oleh penyelenggara pemilu “ tandasnya Terkait kasus dugaan penggelembungan perolehan suara yang telah menguntungkan salah satu partai peserta pemilu, anggota Panwaslu Kabupaten Pesawaran Aminudin saat dikonfirmasi mengaku telah menerima laporannya dan telah memproses kasus tersebut sesuai dan perundangperundangan pe-

SMA Negeri Waway Karya Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

Drs. Nuh Macan Kepala Sekolah

SDN Sri Menanti Bandar Sribhawono Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

Drs. Kabul Kepala Sekolah

milu. “Saat ini kami telah mengundang pihak-pihak terkait dalam kasus ini guna mengklarifikasinya, termasuk KPU Pesawaran. Untuk sementara ini, kami telah memberikan kesempatan kepada KPU Pesawaran guna menyelesaikan dugaan pelanggaran yang terjadi dilembaga mereka, tapi jika mereka tidak dapat menemukan pokok persoalan yang telah menguntungkan salah satu partai dan merugikan partai lainnya, maka kami akan mengeluarkan rekomendasi kepada KPU Pesawaran untuk melakukan rekapitulasi ulang,” ucap Aminudin. Sementara  itu, salah seorang Komisioner KPU Pesawaran Septarina saat di konfirmasi via pon-

selnya terkait kasus ini mengatakan jika KPU telah memenuhi undangan Panwaslu. “Kami telah bertemu dengan Panwaslu dan dalam pertemuan tersebut, memang adanya perbedaan hasil atau jumlah perolehan suara salah satu partai peserta pemilu antara data yang ada pada kami (KPU-red) dengan data yang dipegang oleh pihak Panwaslu. Kami berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini dengan segera, dan mudah-mudahan dapat diselesaikan sebelum dilaksanakannya rapat pleno ditingkat KPU Pesawaran, karna saya yakin, ini hanya kesalahan administrasi saja “ pungkasnya. (man )

SMA YPS & SMP YPS Sekampung Udik Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

I Nengah S.Pd Kepala SMA YPS

Nyoman RitJana Kepala SMP YPS

SMP Pakuyuban Bandar Sribhawono Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

Ponidi, S.Pd Kepala Sekolah


PEMERINTAHAN Gubernur Lampung  Sjachroedin ZP, Senin (14/4) lalu berkunjung di SMAN 9 Bandar Lampung, di Jalan Panglima Polim Tanjung Karang Barat, yang mana sebelumnya Gubernur juga melakukan pantauan di dua sekolah lainnya yaitu ke SMKN 1 Bandar Lampung yang beralamat di Jl. Pulau Morotai Kecamatan Sukarame dan MAN 1 di Jl. Letkol Enro Suratmin Kecamatan Sukarame. BANDAR LAMPUNG (Fokus Lampung) - Kunjungan Gubernur Lampung Sjacroedin ZP tersebut,  terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di hari pertama. Yang mana dalam kunjungan tersebut Gubernur ingin memastikan langsung bahwa UN di hari pertama

berjalan aman terkendali tanpa adanya kecurangan. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sjachroedin berharap, kiranya UN kali ini benar-benar dapat berjalan dengan aman. Sedangkan terkait adanya kecurangan yang kerap terjadi dalam pelaksanaan

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Joko Umar Said mengatakan Muli Mekhanai diharapkan menjadi Duta Pariwisata yang dapat memperkenalkan secara langsung pariwisata-pariwisata di Propinsi Lampung ini ke daerah maupun luar daerah. Disisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, Herlina Warga Negara mengatakan, setelah melalui seleksi di tingkat Kabupaten/Kota, peserta Muli Mekhanai Lampung tahun 2014 siap unjuk kebolehan untuk dipersiapkan sebagai duta pariwisata dan ajang tingkat nasional yang pelaksanaannya setiap tahun yang sudah mulai berjalan dari teknikal

6

Gubernur Pantau Pelaksanaan UN

UN, menurtnya semua harus berdasarkan bukti  yang nyata dan tidak asal ngomong saja, karena bila tidak ada bukti  bisa terjadi fitnah, ungkap Oedin. Terpisah, kepala SMAN 9 Bandar Lampung, Hendro Su­ yono menuturkan, total siswanya

Muli-Mekhanai Jadi Duta Budaya dan Wisata Lampung

BANDAR LAMPUNG (Fokus Lampung) Wakil Gubernur Lampung, Djoko Umar Said sangat apresiasi dengan para Muli Mekhanai yang telah berhasil terseleksi hingga saat ini. Dia bergaraop bahwa mereka dapat memperkenalkan budaya dan pariwisata yang ada di Lampung. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Lampung, Djoko Umar Said saat menerima audiensi Muli –Mekhanai Provinsi Lampung tahun 2014 di ruangan rapat utama kantor gubernur. Acara merupakan perkenalan langsung dari para finalis Muli-Mekhanai yang terdiri dari 12 finalis dari Kota/Kabupaten Lampung.

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

metting yang dilaksanakan mulai tanggal 11 April lalu, tes tertulis, wawancara, pengetahuan, dan lainnya. Lebih lanjut Herlina mengatakan, 12 peserta muli mekhanai tersebut merupakan hasil seleksi dari 52 peserta dari kabupaten/kota yang mengirimkan perwakilannya. Hanya Lampung Timur dan Mesuji yang tidak mengirimkan perwakilan. ”Sebanyak 12 peserta ini sudah menjalani seleksi yang sebelumnya berjumlah 52 pserta,” kata dia. Diterangkan Herlina, setelah kegiatan audiensi ini akan menjalankan proses lanjutan hari ini (Rabu, red) yang menyisahkan 6 peserta, dan akan kembali disaring untuk menjadi tiga peserta, dan yang berhasil menjadi juara akan dinobatkan menjadi Duta Pariwisata dan berhak ikut serta dalam ajang tingkat nasional. Herlina menambahkan, para muli mekhanai ini bertujuan untuk menjadi mitra dalam memajukan budaya dan pariwisata Lampung. ”Mereka adalah duta terbaik yang menjadi pilihan di Provinsi Lampung dan menjadi duta sadar wisata,” pungkasnya dia. (Aman Toga)

yang mengikuti UN sebanyak 291 siswa/I, dan pelaksanaan UN ini lebih baik dari tahun sebelumnya, ujar Hendro. Terkait pelaksanaan UN tersesebut, Winda salah seorang siswi kelas XII IPA SMAN 9 Bandar Lampung mengatakan, pelaksanaan UN di hari pertama ini tidak ada kesulitan apapun dan soal-nya biasa saja. Namun menurutnya UN dihari

kedua lebih sulit dikarenakan mata pelajaran Matematika dan Kimia, yang merupakan mata pelajaran yang menakutkan bagi seluruh perserta UN, ungkapnya. Namun kendati demikian, Winda tetap optimis pelaksanaan UN ini dapat dilaluinya dengan tanpa halangan serta berharap UN tahun ini di SMAN 9 Bandar Lampung dapat lulus 100%, ujarnya. (aman toga)

Gubernur Baru Harus Pimpin Gerakan Transparansi

Juniardi BANDAR LAMPUNG (Fokus Lampung) - Gubernur Lampung terpilih dan para kepala daerah kabupaten/kota harus memimpin gerakan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah yakni melalui penerapan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Sebab dengan kultur birokrasi yang masih sangat kental dengan ketergantungan dengan pimpinannya membuat peran Gubernur sangat menentukan. Misalnya di DKI Jakarta, begitu transparannya penyelenggaraan pemerintahan di sana rapat-rapat pimpinan pun di upload di media sosial seperti youtube, kata Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Lampung Juniardi, beberapa waktu lalu. Disisi lain Juniardi juga mengatakan, Lampung sangat terlambat bahkan bisa dikatakan jalan ditempat dalam implementasi keterbukaan informasi. “Sudah memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) tapi sama sekali hampir tidak berfungsi. Belum melakukan klasifikasi informasi, apalagi pengecualian informasi melalui uji konsekuensi,” kata Juniardi. Lebih lanjut dikatakannya, pimpinan daerah seharusnya juga menyadari bahwa tak ada ruginya menerapkan keterbukaan informasi. Yang utama adalah menjadi cara efektif untuk mencegah korupsi. Kemudian efek lainnya, masyarakat juga mengetahui kinerja pimpinan daerah atau institusinya sehingga ini tercatat sebagai Track Record yang baik ketika lima tahun lagi ingin menjabat. (bf)

SMP 1 Bandar Sribhawono Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

SMK Marga Sekampung Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

Lukman S.Pd. M.M Kepala Sekolah

Drs. Hadis Sarjono. M.M Kepala Sekolah


PEMERINTAHAN Tim Lembaga Penyelenggara Tillawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Lampung,melakukan peninjauan lokasi pemondokan Kafilah dan Lokasi Mimbar serta persiapan menjelang pelaksanaan MTQ.berdasarkan hasil survei kabupaten Tulangbawang dinyatakan telah siap untuk menjadi tuan rumah pada kegiatan tersebut. BANDAR LAMPUNG (Fokus Lampung) Ketua LPTQ Lampung yang juga sekaligus menjabat sebagai Asisten III Provinsi Lampung  Adeham mengaku sangat

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

7

Menteri Agama akan Hadiri Pembukaan MTQ di Tuba

puas,atas sambutan dan persiapan yang dilakukan oleh tuan rumah yakni kabupaten Tuba. “Setelah kami lakukan cros Chek dilapangan yang di alokasikan di Islamic Center Menggala,Alhamdullilah kesiapan yang telah dilakukan oleh pihak pemkab Tuba sudah sangat memadai sekitar 85% kesiapanya.” Jelasnya. Adeham melanjutkan,semua fasilitas untuk para Kafillah dan Hakim baik dari tempat penginapan,tempat tidur,kamar mandi dan air,serta penerangan, keamanan kenyamanan telah di laksanakan oleh pihak panitia.”

Lanjutnya. Menurut Adeham,setelah melakukan kunjungan tersebut,Ia sangat yakin dan percaya jika pelaksanaan di Tulangbawang sepenuhnya telah siap menjadi tuan rumah,pada kegiatan MTQ ke-42 tingkat Provinsi Lampung.kegiatan MTQ merupakan ajang bergengsi yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.” Tuturnya. Diteruskan Adeham,agar pihak Panitia SC dan panitia OC saling bekerja sama,agar dalam pelaksanaan MTQ dapat berjalan sukses” Adeham berharap agar seluruh

kabupaten yang mengirim Kafilah sebagai utusan,merupakan kafilah asli dari masing-masing daerah kabupaten/kota dan tidak memakai dari luar.” Pungkasnya Sementara ditempat terpisah Bupati Bupati Tulangbawang Hanan A Rozak menjelaskan,dalam pembukaan kegiatan MTQ tersebut kemungkinan akan di hadiri Oleh Menteri Agama. “Beliau akan kita undang untuk membuka langsung acara MTQ, yang akan kita pusatkan di Islamic Center,” Terangnya. Ditambahkan Hanan,nantinya MTQ akan di ikuti oleh 1.125

kafilah yang terdapat dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. “ Selain itu nantinya Kafilah akan diberikan penilaian oleh Dewan Hakim sebanyak 78 orang,Dewan Penasehat 7 orang,Panitia SC 34 orang,ditambah beberapa orang panitia OC.” Tuturnya. Hanan berharap jika seluruh elemen masyarakat ikut serta membantu pemkab Tuba dalam pelaksanaan MTQ. “Sehingga MTQ dapat berjalan Lancar,sukses,seperti apa yang kita harapkan,dengan begitu nama Tulangbawang akan menjadi lebih baik.” (ek)

selalu menjadi polemik. “Cara untuk melenyapkan anjing pelacak tersebut telah diupayakan oleh para oknum anggota Polri terutama yang bertugas di Pelabuhan Bakauheni, Oknum anggota Polri tersebut, mengupayakan supaya anjing pelacak mati,”imbuh narasumber yang enggan namanya dikorankan Ia menegaskan, Anjing pelacak Seaport Intrudaction itu berjumlah 6 ekor, supaya anjing itu mati oleh oknum anggota Polri hanya diberi makan senilai Rp. 30.000 per hari,’katanya. Lanjut sumber tadi, padahal jatah makan anjing tersebut satu ekor anjing Rp. 55.000 per hari dengan menu makanan pur, kornet, beras merah dan telur termasuk jatah perawatan kesehatan. Ia memjelaskan, saat ini jumlah anjing di Seaport Intrudaction ada enam ekor, satu ekor diantaranya titipan dari Polda Lampung dengan jatah makanan Rp. 4 juta untuk satu bulan. “Kalau diberikan aturan menu makanan dana tersebut sebenarnya hanya pas-pasan saja. Jika hanya diberikan 3 sak pur, ya tunggu saja waktunya anjing tersebut mati,”imbuhnya Anjing pelacak Searport Intrudaction saat ini dibawah naungan

Kasad Sabara dan dibantu oleh petugas pengurus anjing pelacak Kanit Satwa Senior., Pelatih anjing pelacak telah mendapat pendidikan keterampilan ajing pelacak di Pusdik Satwa Mabes Polri. Dengan adanya Unit Satwa di Polres Lampung Selatan seharusnya mampu mengatasi pungutan liar (pungli) dengan istilah nyacing pada sopir-sopir dan mampu mengurangi dugaan para oknum anggota Polri yang bertugas di Bakauheni untuk tidak melindungi para kurir obat-obatan terlarang

dengan anjing pelacak ini. Sebenarnya apa yang menjadi permasalahan oper alih petugas pawang anjing pelacak di Bakauheni sampai perwira ingin menjadi pawang Terfkait informasi tersebut, Sugiarto mengatakan sebenarnya masalah itu hanya teknisnya untuk mengakali supaya mobil inventaris yang di khususkan untuk anjing pelacak dari Subdit Satwa Mabes Polri lebih leluasa. “Sekarang ini semua bisa diatur tergantung dari lobi dan upeti,”pungkasnya. (hp)

Anjing Pelacak Seaport Intrudaction Bakauheni Terombang Ambing

BANDARLAMPUNG (Fokus Lampung) Disebabkan tidak adanya Unit Satwa di Pelabuhan Bakauheni yang bertanggungjawab. Sejumlah anjing pelacak Seaport Intrudaction di Pelabuhan Bakauheni terancam mati. Hal ini disebabkan tidak adanya Unit Satwa yang bertanggungjawab secara khusus merawat anjing pelacak tersebut. Hal itu dikatakan Drs. R. Sugiarto, SH mantan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Provinsi Lampung. Drs. R. Sugiarto, SH menuturkan sehingga saat ini tidak ada kejelasan unit satwa yang bertanggungjawab terhadap anjing pelacak Seaport Intrudaction di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. “Anjing pelacak tersebut merupakan kiriman Mabes Polri yang diperuntukkan Polda Lampung untuk membantu mengatasi peredaran narkoba, ganja dan sejenisnya pada penyebrangan Bakauheni Merak atau lintas Sumatera Jawa. Oleh sebab itu, Mabes Polri berinisiatip memberikan anjing pelacak sebagai alat bantu anggota Polri untuk mencegah adanya penyebaran obatobatan terlarang,”katanya. Selanjutnya, Sugiarto menjelaskan karena unit satwa yang menangani anjing pelacak K9 ini tidak jelas masuk kesatuan mana. Sehingga anjing pelacak Seaport Intrudaction Bakauheni dibawah naungan Polres Lampung Selatan

menjadi permainan oleh oknum anggota Polri Polres Lampung Selatan. “Dengan berbagai dalih bagaimana caranya untuk menyingkirkan anjing pelacak kiriman Mabes Polri itu,”imbuh Drs. R. Sugiarto, SH Ia menambahkan, menurut informasi dari beberapa sumber dengan keberadaan anjing pelacak tersebut oknum anggota Polri yang bertugas di Pelabuhan Bakauheni yang berprofesi suka memeras para sopir dengan istilah nyacing merasa terganggu, begitu juga perjalanan bagi para oknum kurir narkoba yang diduga telah menjalin kerjasama dengan pihak oknum anggota Polri juga kurang leluasa, Hal inilah yang menyebabkan anjing pelacak Seaport Intrudaction

Kanwil Depag Diminta Jadi Motor Keterbukaan Informasi

BANDAR LAMPUNG (Fokus Lampung) Kanwil Kementerian Agama Lampung diminta menjadi motor keterbukaan informassi publik di Lampung yang mendorong dan mengimplentasikan UU No.14 thn 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Demikian disampaikan Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Juniardi, saat menyampaikan materinya di Workshop Informasi Kehumasan di Kanwil Depag Lampung, Rabu (16/4). “Banyak sekali tupoksi kementerian agama yg langsung menyentuh masyarakat. Misalnya program haji tiap tahun dilaksanakan kementerian agama, bantuan bagi sekolah-sekolah, dan sebagainya. Ini harus dilakukan secara transparan,” kata Juniardi. Lebih lanjut dirinya menjelaskan, di Lampung implementasi UU KIP baru sebatas SK PPID. “ Terdapat lebih dari seratus Badan Publik diinternal depag lampung. Ini harus menjadi preseden untuk menjadi contoh kementerian lain,” ujarnya. Juniardi menilai, implementasi UU KIP sangat membawa pengaruh positif kepada Badan Publik. Tanpa beriklan pun sebenarnya Badan Publik sudah bisa membenahi citra lembaga yakni dengan menyampaikan dan menyediakan informasi publik. (bf)

SDN Batu Badak Marga Sekampung Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

SDN 3 Bandar Agung Kecamatan Bandar Sribhawono Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

Dahlia S.Pd Kepala Sekolah

Tarmidi, S.Pd Kepala Sekolah


EKSKLUSIF MTQ yang ke-VII atau sudah berlangsung tahun ke 7  Tingkat Kabupaten Pesawaran yang di gelar sejak 8 hingga 10 Maret 2014 lalu, yang berlangsung di Desa Trisnowidodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran, berjalan dengan sukses.

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

Penyelenggaraan MTQ Ke-7 Berjalan Sukses

Sedangkan menurut Plh.Sekertaris Pemda Kabupaten Pesawaran Hendarma yang menutup acara pagelaran MTQ ke-7 ini berharap kepada juara umum MTQ ke-7 ini yaitu Kecamatan   Marga punduh untuk mempersiapkan diri dan berlatih agar dapat tampil semaksimal mungkin dalam menghadapi perlombaan MTQ tingkat Provinsi Lampung yang segera akan dilaksanakan. “Kami dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan segera mempersiapkan untuk pelatihan lagi kepada juara umum MTQ tahun ini guna untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan MTQ tingkat Provinsi,” pungkasnya. (adv)

PESAWARAN (Fokus  Lampung) - Perlombaan Musyabaqoh Tilawatil Quran ( MTQ) yang di selenggarakan setiap tahun oleh Pemerintah Pesawaran ini merupakan agenda tahunan, yang  bertujuan untuk mencari bibit qori dan qoriah yang terdapat di setiap Kecamatan, yang selanjutnya para pemenang akan mewakili Kabupaten Pesawaran, pada lomba MTQ tingkat Provinsi Lampung yang di laksanakan di Kabupaten Tulang Bawang. Dalam pelaksanaan pagelaran MTQ ke-7 tingkat Kabupaten Pesawaran ini, lagi-lagi Kecamatan

Wakil Bupati Pesawaran Membacakan sambutan dalam rangka Pembukaan MTQ Ke-VII di DEsa Kresno Widodo Kec. Tegineneng

8

Marga Punduh yang menjadi juara umum dan berhak mendapatkan Piala bergilir MTQ ke-7 serta berhak mewakili Kabupaten Pesawaran untuk perlombaan MTQ tingkat Provinsi Lampung. Wakil Bupati Pesawaran Musiran yang mewakili Bupati Pesawaran Aries Sandi DP dalam acara pembukaan  pagelaran MTQ ke-7 mengatakan, melalui kegiatan ini, mudah-mudahan syiar agama islam dapat semakin berkibar dan menghasilkan para peserta terbaik yang siap tampil dalam perlombaan MTQ tingkat Provinsi Lampung. “Kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang diselenggarakan mulai dari tingkat Desa hingga tingkat nasional, marilah kita bersama-sama menjadikan perlombaan MTQ ini untuk menggali potensi qori dan qoriah di daerah dalam membaca menulis dan memahami serta menghafalkan Al-Quran, dan menjadikan sarana media untuk mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa dan berakhlak mulia,” ujar Musiran.

Plh.Sekda Membacakan sambutan nya Selaku Ketua LPTQ Kab. Pesawaran dalam Rangka MTQ Ke-VII Tingkat Kab. Pesawaran

Ketua Koodinator Tenaga Ahli Abdurachman Sarbini Menyerahkan Piala kepada pemenang Lomba MTQ.

Ketua TP.PKK Ny.Ria Resti Aries Sandi Meninjau Stan Kec. Way Lima


EKSKLUSIF

Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA bersama Ketua TP.PKK Kab.Lamsel H.Pitka R.Menoza,Ba,Bsc,MBA saat meninjau rumah korban puting beliung di Dusun 5b, Desa Way Galih, Kec.Tanjung Bintang, Senin(14/04).

H. Ryc

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

9

Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA bersama Ketua TP.PKK Kab.Lamsel H.Pitka R.Menoza,Ba,Bsc,MBA berfoto bersama usai memberikan bantuan kepada korban puting beliung di Dusun 5b,Desa Way Galih,Kec.Tanjung Bintang, Senin(14/04).

Rycko Bantu Korban Puting Beliung Way Galih

ko M SZP, M enoza. BA, memb erikan kepad b a korb antuan a beliun n puti ng g Desa untuk Warg Way G a alih da Desa n S Kecam abah Balau , Bintan atan Tanjun g g, Sen in (14/ Selatan, saya harapkan warga lain4). LAMPUNG SELATAN (Fokus Lampung) - Rycko yang datang bersama ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan, Pitka R. Menoza, MBA dan beberapa jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyempatkan diri meninjau lokasi rumah warga yang ditimpa bencana angin puting beliung yang terjadi pada hari minggu sekitar pukul 16.00 WIB. Rycko secara simbolis memberikan bantuan kepada beberapa korban berupa bahan makanan dan minuman di Dusun 5B Desa Way Galih, Tanjung Bintang. Dalam sambutannya, orang nomor satu di bumi serambi sumatera itu mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warga setempat. Rycko berharap, kepada warga lainnya untuk dapat saling bergotong royong membantu warga yang tertimpa bencana tersebut. “Kita cukup prihatin atas bencana yang kerap terjadi di Lampung

nya dapat bekerjasama membangun desa yang tertimpa bencana angin puting beliung ini,” ujar Rycko. Rycko menambahkan, pihaknya juga akan memerlukan bantuan untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat diterjang puting beliung. “Sementara ini, kita lakukan pendataan terlebih dahulu melalui Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum (PU),” tuturnya. Sementara itu, berdasarkan keterangan Camat Tanjung Bintang, Erlan S.Sos, untuk total kerusakan rumah akibat bencana puting beliung tersebut yakni sebanyak 6 bangunan rusak berat, 24 bangunan rusak sedang dan 24 bangunan rusak ringan. “Alhamdulillah, tidak ada kor­ ban jiwa, cuma ada beberapa bangunan yang hancur, masyarakat berharap, pemerintah dapat memberikan bantuannya dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.

Bupati Lampung Selatan H.Rycko Menoza, SZP, MBA memberikan bantuan kepada korban puting beliung yang didampingi Ketua TP.PKK Kab. Lamsel H. Pitka R.Menoza, Ba,Bsc, MBA di Dusun 5b, Desa Way Galih, Kec.Tanjung Bintang, Senin (14/04)

Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza, SZP, MBA bersama Ketua TP.PKK Kab.Lamsel H.Pitka R.Menoza, Ba,Bsc, MBA memberikan bantuan kepada korban puting beliung di Dusun 5b, Desa Way Galih,Kec.Tanjung Bintang, Senin(14/04).


PEMERINTAHAN Kabupaten Lampung Barat yang merupakan pecahan dari Kabupaten Lampung Utara. Secara geografis Kabupaten Lampung Barat di sebelah Utara berbatasan dengan Propinsi Sumatera Selatan, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Lampung Utara, Way Kanan dan Tanggamus, dan sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Barat. LAMPUNG BARAT (Fokus Lampung) - Secara topografi Kabupaten Lampung Barat terbagi menjadi dua, yaitu daerah berbukit dengan ketinggian 600 -1000 m dari permukaan laut. Sebagian besar wilayah Lampung Barat ini berlereng miring sampai sangat terjal sebesar 70 % dari seluruh luasan wilayah Lampung Barat. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang didukung DPRD dan seluruh elemen masyarakat melaksanakan  pembangunan secara sistematis, terencana dan berkelanjutan, sebagaimana dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lampung Barat 2012–2017 yang merupakan pedoman dalam merumuskan program kegiatan pembangunan setiap tahunnya. Berbagai kebijakan pembangunan yang telah dilakukan, baik kebijakan yang bersifat langsung dalam bidang ekonomi, maupun kebijakan yang bersifat tidak langsung dalam bidang lainnya, seperti bidang pemerintahan menunjukkan beberapa keberhasilan pembangunan. diantaranya pada bidang ekonomi, sosial, sarana dan prasarana dasar, serta keuangan daerah yang merupakan indikator keberhasilan pembangunan dalam jangka pendek. D����������������������������� alam bidang ekonomi, ketercapaian tujuan pembangunan antara lain dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita, dan pengurangan jumlah penduduk miskin. Kondisi perekonomian Lampung Barat saat ini cenderung berkembang dengan membaik. Hal ini ditunjukkan dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6,65 persen serta adanya peningkatan pendapatan perkapita pada tahun 2013 mencapai 8,320 juta rupiah lebih atau naik 18,31 persen dari tahun sebelumnya. Seiring dengan usia dan perkembangan Kabupaten Lampung Barat, sudah barang tentu sudah banyak yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam upaya memajukan dan mensejahterakan masyarakatnya. Seperti halnya pada sektor perekonomian dimana pertumbuhan ekonomi Lambar sangat menggembirakan. Dalam struktur ekonomi Lampung Barat masih menempatkan sektor pertanian sebagai sektor utama yang mendominasi pertumbuhan perekonomian Lambar. Dimana sektor pertanian ini mampu memberikan nilai distribusi sebesar 73,31%, kemudian diikuti sektor perdagangan, hotel dan lestoran 17,97%, pertambangan dan penggalian 14,81%, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 16,55%, jasa-jasa 5,11% serta pengangkutan dan komunikasi sebesar 3,10%. Di sektor kehutanan Kabupaten Lampung Barat memiliki luas hutan 355.206,37 Ha yang terdiri dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) 80.727 Ha, Hutan

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

n Kerja Nyata Bupati Lambar

10

Bangun Lambar dengan Berbagai Penghargaan

Lindung 48.873 Ha, dan lahan kritis 46.814 Ha.

Lampung Barat Pelopor Pendidikan Gratis di Propinsi Lampung. Sektor unggulan yang juga terus diupayakan dengan sungguh–sungguh oleh Pemkab Lampung Barat adalah meningkatkan kemudahan akses masyarakat dalam bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan yang makin berkualitas dengan biaya yang murah. Pendidikan dan kesehatan ini menjadi perioritas dan program unggulan pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang digulirkan sejak tahun 2009 lalu. Oleh karena itulah bidang pendidikan merupakan perioritas dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Lampung Barat. Pemkab Lampung Barat terus berupaya melakukan inovasi dan terobosan demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas, sehingga dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat bersaing di era globalisasi saat ini. Upaya tersebut adalah dengan memprogramkan pendidikan gratis bagi seluruh siswa SD-SMA/SMK Negeri seKabupaten Lampung Barat. Dan mulai tahun ajaran 2013 ini Pemkab Lampung Barat menggratiskan semua biaya pendidikan bagi siswa SMA dan SMK Negeri dan tidak ada lagi yang dipungut biaya. Dengan demikian pendidikan gratis setingkat SMA di Lampung Barat ditanggung oleh APBD, program ini merupakan program Pemerintah Daerah. Program pendidikan gratis ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan dan kemudahan bagi seluruh masyarakat Lampung Barat yang hendak menyekolahkan anaknya. Artinya melalui program ini kedepan tidak ada lagi istilah ada anak di Lampung Barat yang mengalami putus sekolah setelah tamat SMP. Dalam bidang pendidikan difokuskan pada kebijakan prioritas Pelayanan Pendidikan Gratis, Terjangkau dan Berkualitas. Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan kualitas kehidupan, meningkatkan akses dan kualitas pendidikan masyarakat Wajib Belajar 12 Tahun bagi Anak Usia Sekolah. Jika dilihat dari angka melek huruf di Lampung Barat mencapai 97,14%. sementara angka partisipasi murni (APM) untuk SD/MI mencapai 96,11%, SLTP/MTs 73,43%, dan SLTA/ SMK/MA sebesar 52,54%. Sedangkan angka partisipasi Kasar (APK) untuk SD/MTs mencapai 107,89%, SLTP/MTs mencapai 95,19%, dan SMA/SMK/MA sebesar 69,17%. Sementara Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Lampung Barat mencapai 98,15%. Berbagai upaya yang dilakukan oleh jajaran pemerintah dalam upaya menggalang kerjasama dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan kalangan dunia usaha

serta pelaku pembangunan lainnya untuk membangun prasarana dasar, khususnya jalan, jembatan, sekolah dan sarana kesehatan serta penataan Kota Liwa. Kerjasama itu juga diarahkan untuk mengelola potensi daerah. Program pembangunan telah digulirkan sebagai upaya untuk memberdayakan potensi daerah sekaligus meletakkan kerangka kemajuan bagi daerah dengan berbasis pada sektor unggulan dalam upaya mewujudkan visi Kabupaten Lampung Barat yaitu “Mewujudkan Masyarakat Yang Sejahtera Dan Berdaya Saing Yang Berlandaskan Iman dan Taqwa”. Menurunnya jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) sebesar 9,43 persen atau menurun dari 20.869 RTM menjadi 18.901 RTM, hal ini turut mengindikasikan membaiknya perekonomian Kabupaten Lampung Barat. Dalam tingkat pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terdiri dari indeks kelangsungan hidup, indeks pengetahuan dan indeks daya beli Kabupaten Lampung Barat terus mengalami peningkatan. Saat ini indeks pembangunan manusia Kabupaten Lampung Barat berada pada angka 69,72 atau naik sebesar 0,35 poin dari tahun sebelumnya. Selama ini, pemerintah daerah berupaya untuk memfokuskan program dan kegiatan pembangunan dalam rangka mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang lebih optimal, dengan pelaksanaan serangkaian program pelayanan Pendidikan Sekolah Gratis, Pelayanan Kesehatan Masyarakat Gratis, dan peningkatan kesempatan kerja melalui kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan program pelayanan kesehatan masyarakat gratis pada tahun 2013 mengupayakan adanya manajemen pengelolaan dan pelayanan yang lebih baik dan optimal. Program pelayanan pendidikan rintisan sekolah gratis yang dilaksanakan, terus diupayakan guna

meningkatkan mutu pendidikan Kabupaten Lampung Barat. Bahkan dalam menjamin ketersediaan serta kecukupan pangan dan gizi masyarakat, pemerintah daerah melaksanakan serangkaian program revitalisasi pertanian, kehutanan, perikanan dan ketahanan pangan dengan fokus dalam mempertahankan bahkan meningkatkan produksi komoditas pertanian. Dimana pada tahun 2013, produksi Gabah Kering Panen (GKP) Kabupaten Lampung Barat sebesar 108,9 ribu ton atau meningkat 10,07 persen menjadi 123,56 ribu ton. Pada sektor kinerja subsektor peternakan tahun 2013 terlihat dengan adanya peningkatan populasi sapi sebanyak 11.443 ekor dan populasi kambing sebanyak 57.597 ekor. serta kinerja subsektor perikanan yaitu produksi perikanan air tawar mencapai 1.739 ton pertahun. Pada subsektor perkebunan, pemerintah mengupayakan peningkatan produksi, mutu produk, kemitraan pemasaran produk yang dihasilkan seperti pada komoditas kopi, kakao, lada, dan aren. Untuk komoditas kopi Lampung Barat pada tahun 2013 mencapai 57,910 ton. Selain itu juga mendorong adanya peningkatan pendapatan petani perkebunan melalui diversifikasi komoditas dan integrasi ternak baik dilahan warga maupun dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Lampung Barat Solusi Krisis Energi Listrik di Propinsi Lampung Dalam upaya pengelolaan sumber daya alam dan energi yang berkelanjutan, terkait dengan ditetapkannya Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Sekincau–Suoh, pemerintah daerah memfasilitasi proses pemanfaatannya melalui PT. Chevron Geothermal Suoh-Sekincau. Dimana dari luas WKP SuohSekincau 33.333 ha akan ditetapkan 10.000 ha jadi cadangan manifestasi panas bumi, dan dalam 3 tahun terakhir berikutnya tahapan kegiatan produksi (tahun 2012–2014) dalam

daerah manifestasi dimaksud, yang akan memanfaatkan manifestasi inti kurang lebih 100 Ha. Diharapkan pada tahapan awal ini akan menghasilkan energi baru terbarukan dan konservasi energi dari panas bumi Suoh-Sekincau dengan kapasitas produksi energi listrik sebesar 220 mega watt yang terdiri dari 110 MW di Kalibata Suoh, 55 kw di Kawah Sekincau, 55 mw di Kawah Putih Sekincau. Apabila sumber energi tersebut dapat dikelola dan dikembangkan maka Lampung Barat akan menjadi penyuplai energi terbesar di Propinsi Lampung Bahkan di Pulau Sumatera. Sementara itu dalam pengelolaan sumber daya air, pemerintah daerah diupayakan pendekatan dalam bentuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) baik melalui investasi pihak swasta maupun pemerintah pusat. Hal ini diharapkan akan memberikan dampak yang luas terhadap perkembangan perekonomian masyarakat Lampung Barat. Sementara kebijakan dalam bidang sarana dan prasarana dasar dilakukan pemerintah daerah dalam upaya memenuhi ketersediaan dan kecukupan sarana dan prasarana yang mempunyai peranan penting terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti sarana transportasi, sarana irigasi, sarana penerangan, sarana air bersih serta fasilitas umum lainnya. Sementara itu, komitmen pemerintah daerah dibidang penataan lingkungan kembali membuahkan hasil, dengan diperolehnya penghargaan adipura kategori kota kecil untuk kedua kalinya. tentunya prestasi ini berkat dukungan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi kita semua dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sehingga pada tahun yang akan datang penghargaan tersebut dapat dipertahankan. Dibidang pemberdayaan ma-


PEMERINTAHAN syarakat, pemerintah daerah berupaya melaksanakan kebijakan untuk mendorong gerakan pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat melalui program Gerakan Membangun Bersama Rakyat (GMBR), yang saat ini telah memasuki tahun kelima. Pelaksanaan program GMBR tersebut, selain sebagai upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur di pekon juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat berupa peningkatan pendapatan masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja. Dibidang pengelolaan keuangan, pada tahun buku 2012, laporan keuangan pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah dinilai oleh Badan Pemeriksa Keuangan sebagai kabupaten yang ketiga kalinya mendapat predikat “Wajar

Tanpa Pengecualian (WTP)”. Lampung Barat Sebagai Klaster Kopi Nasional Berbagai program pembangunan lainnya yang akan terus dioptimalkan pelaksanaannya antara lain : (1) Pengelolaan dan pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Danau Ranau – Lumbok serta Kawasan Rest Area Sumber Jaya sebagai objek wisata potensial daerah; (2); Pengembangan Kawasan Sekuting Terpadu sebagai pusat sarana prasarana publik; (3)

Pengembangan Kawasan Agropolitan Way Tenong dengan kopi Robusta sebagai komoditas inti yang didukung dengan pengembangan komoditi lainnya, sarana prasana ekonomi, dan pertumbuhan industri kecil menengah serta industri peralatan perkebunan. kawasan ini merupakan pusat dari 6 (enam) kecamatan sentra penghasil kopi lainnya yang terhubung langsung dengan Sentra Klaster Industri Kopi Lampung Barat Di Pekon Gunung Terang Kecamatan Air Hitam; (4) Memfasilitasi pengembangan Kawasan Pusat Penghasil Kopi Luwak Lampung Barat di Kelurahan Way Mengaku.

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

dan penghargaan baik tingkat nasional, maupun tingkat propinsi. Selama 2 tahun terakhir (20122013) Kabupaten ini telah meraih berbagai prestasi dan penghargaan yang membanggakan antara lain: Prestasi tingkat nasional dan regional sebanyak delapan yaitu : (1) penghargaan Adipura Kategori Kota Kecil; (2) Penilaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Lampung Barat TA 2012 dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP); (3) Nomina-

11

tor Unggulan Kedua Program Gerakan Membangun Bersama Rakyat (GMBR) pada Innovative Goverment Award (IGA) kategori Tata Kelola Pemerintahan dari Kementerian Dalam Negeri, (4) Penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala dari Kementerian Kesehatan, (5) Untuk ketiga kalinya Kabupaten Lampung Barat kembali meraih penghargaan PKPD-PU Bidang Penataan Ruang sebagai pemenang kedua dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan tema Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang, (6) dan penghargaan lainnya dibidang perkebunan adalah penghargaan inovasi perkebunan dari Kementerian Pertanian atas keberhasilan dalam mengembangkan hasil perkebunan terutama  untuk kopi dan lada. (sul)

Prestasi Yang Diraih Kabupaten Lampung Barat telah meraih berbagai prestasi

Ada Oknum Dibalik Berdirinya 55 Menara Seluler Bodong

(PRINGSEWU, Fokus Lampung) - Pemkab Pringsewu dalam hal ini Badan Pelayanan Perizinan

Satu Pintu dan Penanaman Modal (BP2SPPM) dinilai tidak tegas dalam menindak Base Transceiver

Station (BTS) alias menara seluler yang tidak memiliki izin alias bodong. Direktur Lembaga Advokasi Rakyat (Lakra) Lampung Antonius Cahyalana saat dikofirmasi melalui telpon seluler mengatakan berdasarkan catatan di BP2SPPM Pringsewu dari 58 menara seluler hanya 3 yang memiliki izin. Tapi anehnya, sampai sekarang 55 Tower tetap berdiri kokoh tanpa mengantoni izin pendirian. “Kami mendapatkan data dari BP2SPPM, saat ini total ada sebanyak 58 tower yang dibangun di Pringsewu,” kata Antonius belum lama ini. Dari total sebanyak 58 tower seluler yang ada di Pringsewu, kata dia, ternyata hanya 3 tower yang memiliki izin, sementara selebihnya tower yang dibangun tidak memiliki izin. “Ini kesalahan siapa? Menurut kami, pengusaha salah karena membangun tower mendahului izin mendirikan bangunan. Di sisi lain, Pemkab Pringsewu juga salah karena lemah dalam pengawasannya,” kata dia. Dia mengatakan, setidaknya ada dua langkah penyelesaian masalah

SDN 2 Gunung Mas Marga Sekampung Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

Supyanto, S.Pd Kepala Sekolah

tower ilegal itu, yakni tower yang tidak berizin dibongkar dan dipangkas habis, atau langkah kedua melegalkannya agar meningkatkan retribusi bagi daerah. Jadi, kata dia, tower-tower yang semula tidak berizin tetapi sudah berdiri lebih dari satu tahun bisa diupayakan pelegalannya dan kompensasinya adalah pemasukan retribusi untuk daerah yang semakin besar. Dia mengatakan pembangunan tower-tower baru yang sudah direncanakan harus ditunda dulu untuk sementara waktu, menunggu sampai semua tower-tower yang selama ini sudah ada diselesaikan dulu aspek legalitasnya. Lebih lajut dia mengatakan begitu banyak dana yang terbuang (menguap), tidak masuk ke kas daerah sebagai salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pringsewu. Dia menduga adanya permaian antaran instansi terkait dengan pengembang menara seluler, sehingga 55 menara seluler tak mengantongi izin bisa berdiri kokoh di Kabupaten Pringsewu. Turizal, Kabid di Dinas Komunikasi dan Informatika  (Kominfo) Kabupaten Pringsewu  membenar-

kan ada 58 menara BTS yang atau menara seluler yang berdiri dan beroprasi di Kabupaten Pringsewu dan tersebar di 8 kecamatan dengan 6 perusahaan yang berbeda diantaranya Telkomsel, Indosat, XL, Thre (3), Frend, dan Ceria. Hal senada juga disampaikan Suwignyo, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Perizinan Tertentu BP2SPPM Pringsewu. Dia mengatakan  pembangunan menara wajib mengikuti rencana tata ruang  wilayah kabupaten maupun provinsi yang mengacu terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku. “Apabila pembangunan BTS tersebut ditemukan pelanggaran, bupati dapat memberikan sanksi sesuai dengan peraturan undangundang yang tercantum dalam BAB: IX Pasal 25, tentang sanksi,” katanya. Lebih lanjut dia mengatakan perlunya pendataan ulang terhadap menara BTS yang beroprasi, di kabupaten Pringsewu. “Perlunya penertiban menara yang tidak memiliki izin. Pemkab Pringsewu, segera membuat Tim terpadu guna menindaklanjuti permasalahan BTS  yang tidak memiliki izin resmi tersebut,” ujar Turizal. (man)

Desa Tanjung Wangi Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur

Harno Kepala Desa


EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

PEMERINTAHAN

n Plh. Bupati Pesisir Barat Kherlani

12

Resmikan Pasar Tradisional Rata Agung Kecamatan Lemong

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Pesisir Barat Kherlani belum lama ini Meresmikan Pasar Tradisional Rata Agung Kecamatan Lemong dan Penataan Sarana Usaha Pedagang Kaki Lima Labuhan Jukung Kecamatan Pesisir Tengah yang dipusat di Pekon Rata Agung Kecamatan Lemong tanggal 27 Maret 2014. PESISIR BARAT (Fokus Lampung) - Dalam sambutannya Bupati Pesisir Barat Kherlani menyampaikan Bantuan Sosial Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan usaha di Kabupaten Pesisir Barat merupakan kegiatan Pemberian Dana Bantuan Sosial kepada Koperasi untuk membangun Pasar Tradisional di daerah tertinggal atau perbatasan maupun merevitalisasi pasar tradisional serta penataan sarana usaha bagi pedagang kaki lima (PKL) yang dikelola oleh Koperasi. “Kita patut bangga sebagai Kabupaten baru sudah mempunyai Bandara Seray yang sudah beroperasi, barang tentu akan mendorong per-

tumbuhan dan peningkatan pendapatan bagi pelaku Koperasi Usaha Mikro, Kecil Menengah bidang usaha, Pariwisata, Perdagangan, Pertanian, Perikanan, Perkebunan, Kehutanan, peternakan dll. Disamping itu masih banyak potensi-potensi didaerah yang belum digali secara optimal dan perlu dikembangkan,”kata Plh Bupati Kherlani Kabupaten Pesisir Barat memiliki Pasar sejumlah 28 tempat yang tersebar di 11 kecamatan 3 (tiga) diantaranya Pasar Pemerintah Daerah yaitu Pasar Way Batu, Pasar Impres, Pasar Biha selebihnya merupakan Pasar pekon/Desa. Kita berusaha dan berjuang bersama untuk tetap membenahi keberadaan pasar yang belum

memiliki bangunan supaya bisa menjadi pasar Tradisional yang Moderen sesuai fungsinya sehingga

terwujud Kabupaten Pesisir Barat Bumi Helauni Kik Barong menjadi Daerah yang maju, Makmur, Aman,

sejahtera, serta mampu menjadi kekuatan ekonomi baru di Propinsi Lampung. (sul)

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri / Swasta Kabupaten Lampung Timur Mengucapkan Selamat atas terpilihnya

ASMARA DEWI SH Sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung Dari Partai PAN

“Semoga dapat menjalankan tugas mengemban amanah Rakyat” Drs. Hi. Budi Santosa Ketua

Hi. Saroso S.Pd Sekretaris

SMPN 1 Sekampung Udik Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

Drs. Sunyoto M.M Kepala Sekolah

Suyadi S.Pd Waka Kesiswaan

Kadiatmo S.Pd Waka Kurikulum

Dedi Junaidi S.Pd Waka Sanpras

I nengah Miasa S.Pd Bendahara

SMP 1 Kosgoro Bandar Sribhawono Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

Supiyanto, S.Pd Kepala Sekolah


PEMERINTAHAN Seluruh jurnalis baik cetak maupun elektronik SeKabupaten Tulangbawang (Tuba) di minta agar bersatu dalam mensukseskan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke 42. Hal tersebut di sampaikan Wakil Bupati Tuba, Heri Wardoyo disela-sela acara Pers Conference dalam kegaiatan MTQ Ke42 di Islamic Center Kecamatan Menggala Kamis (17/04).

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

13

n Pemkab Tuba Gelar Konfrensi Pers

Berharap Wartawan Turut Sukseskan Kegiatan MTQ

TULANG BAWANG (Fokus Lampung) - Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Tulangbawang Ir Hanan A Rozak, Heri Wardoyo, Sekretaris Daerah (Sekda) Tuba Rimir Mirhadi, seluruh Pejabat Pemkab Tuba serta seluruh para wartawan Se- Kabupaten Tuba. Pada kesempatan itu, Heri Wardoyo mengatakan, tujuan dari bersatunya seluruh wartawan baik cetak maupun elektronik se- Kabupaten Tuba, demi kelancaran selama terselenggaranya kegiatan MTQ ke-42 di Kabupaten Tuba. Pasalnya menurut Heri, tanpa a­danya kekompakan dan kebersamaan antara wartawan dan Pemkab Tuba, maka kegiatan MTQ tidak akan berjalan lancar dan sukses. “Untuk itu mari kita bersama - sama menjaga rumah kita yakni Tuba agar selalu menjadi Kabupaten yang terbaik, dan yang paling utama selama terselengaranya kegiatan MTQ ini agar berjalan lancar dan sukses seperti yang kita

harapkan,” pinta Heri di hadapan seluruh wartawan. Selain itu, Heri juga menjelaskan selama berjalanya kegiatan MTQ ke- 42 tersebut pihaknya juga meminta kepada seluruh wartawan agar selalu memberikan informasi yang terjadi di lapangan selama berlangsungya kegiatan MTQ tersebut. “Agar apapun yang terjadi di

lapangan bisa kita ketahui termasuk kekurangan sehingga bisa kita perbaiki sebaik mungkin, dan yang paling penting adalah komunikasi antara kita demi kelancara acara,” jelasnya. Oleh karena itu Heri berharap dengan adanya kekompakan, kebersamaan dan bersatunya antara Pemkab Tuba dan Wartawan, maka

kegiatan MTQ tersebut akan berjalan sukses. “Mari kita jaga rumah kita Tulangbawang agar selalu menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung demi kemajuaan Kabupaten Tulangbawang kedepan,” harapnya. Disisi lain juga wakil Bupati Tuba sangat bangga dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi

kepada Diskominfo yang telah menggagas program acara tuk meliput seluruh kegitan MTQ yang melibatkan seluruh wartawan atau media yang ada di Tuba. Ia juga berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan, karena kegiatan ini juga untuk mempererat tali silaturahmi antar Pers se-Tuba dan Pemkab Tuba, ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Sekda Tuba Rimir Mirhadi selaku Koordinator panita kegiatan MTQ menjelaskan bahwa dalam kegiatan MTQ tersebut Tuba akan kehadiran tamu sebanyak 1200 orang. Oleh karenanya menurut Rimir Mirhadi, sebanyak 1200 orang tersebut merupakan gabungan tamu yang berasal dari Kabupaten/ Kota se- Provinsi Lampung. “Sebanyak 470 orang merupakan pesertanya kafilah, sebanyak 470 merupakan official, sedangkan dewan hakim sebanyak 78 orang dan sisanya merupakan tambahan tamu lainya,” terangnya. Ia menegaskan untuk pembukaan kegiatan MTQ akan di laksanakan pada Sabtu (19/04). Sedangkan, lanjut dia, untuk penyambutan kafila dari luar Kabupaten/Kota termasuk tamu akan di laksanakan pada Jumat (18/04), untuk itu mari kita bersama - sama mensukseskan kegiatan MTQ ini demi kemajuan Tulangbawang,” tukasnya. (ek)

KALIANDA (Fokus Lampung) - Pola hidup bersih, sehat yang selalu kita butuhkan dalam kehidupan sehari hari juga kita harus berupaya mencegah datangnya penyakit yang bisa membahayakan diri sendiri, keluarga dan masyarakat, karena apa bila kita tidak membudayakan pola hidup bersih dan sehat tentunya akan mengundang bermacam penyakit. Hal itu dikatakan Kristi Endrawati, SKM, M Si selaku Kasie Pemberantasan Penyakit Menular (PP) Ia menjelaskan pihaknya selalu memberikan penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Rajabasa yang

sebagian besar masyarakatnya terkena penyakit malaria, disebabkan kurangnya kesaadaran masyarakat mengenai budaya hidup brsih. Lanjut Kristi Endrawati, penyakit malaria datangnya berawal dari air yang tidak mengalir dan juga sebagian besar masyarakat kecamatan rajabasa merupakan sebagian besar yang dulunya banyak pengusaha tambak udang yang sekarang banyak tambak-tambak yang tidak dipergunakan lagi sehingga air hujan tidak mengalir akibatnya akan menimbulkan jentik nyamuk. Kecamatan Rajabasa terdiri dari 16 desa yang mempunyai penduduk lebih kurang 35 ribu

orang sedangkan pada tahun 2010 masyarakat rajabasa yang terkena penyakit malaria mencapai 1/1000 dan setelah dinas kesehatan terus menerus melakukan sosialisasi dengan masyarakat untuk menanam tanaman serai “Karena tanaman ini tidak disuka oleh nyamuk dan juga pungsinya dengan aromannya bisa mengusir nyamuk sehingga pada taahun 2013 masyarakat rajabasa yang terkena penyakit malaria menurun drastis mencapai 0,2 %,’imbuh Kristi Dan diakhir bulan maret ini masyarakat rajabasa semuanya akan mendapatkan bantuan kelambu dari irjen menteri kesehatan RI (PT

GLOBAL FAN) yang di datangkanm dari negara luar,jenis kelambu Pertibfisida jenis kelambu yang sudah diberi obat,bantuankelambu ini akan didistribusikan semua

masyarakat sekecamtan rajabasa akan mendapatkan kelambu tersebut.”Karena aparat desa sudah mendata semua masyarakatnya dari Bulan Januari,”tandasnya. (Slh)

Tips Menjaga Hidup Sehat Gaya Kristi Endrawati

Desa Tri Tunggal Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur

Subandi Kepala Desa

Desa Gunung Mas Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur

Sutiarto Kepala Desa


PENDIDIKAN

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

14

Rehab Gedung SDN Mekar Jaya Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

Perbaikan Gedung di SDN Mekarjaya Kecamatan Bandar Sribhawono Lampung Timur terindikasi belum sesuai spesifikasi teknis.

BANDAR Sribawono (Fokus Lampung) - Pantauan Fokus Lampung dan informasi masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan, sejumlah

material bangunan tidak sesuai dengan kelaziman. Misalnya, bahan triplek yang digunakan seharusnya menggunakan triplek ukuran 4,7 mm. “Sejumlah bahan bangunan masih menggunakan bahan bangunan lama, bahkan tripleknya pun tidak sesuai ukuran semestinya,”kata masyarakat setempat yang namanya tidak mau dikorankan. Saat dimintai penjelasan pihak sekolah mengatakan menggunakan triplek yang berukuran 2.5 mm. Dan

ini sudah jelas bisa dinyatakan bahwa rehab gedung SDN Mekar Jaya, disinyalir tidak sesuai dengan RAB Saat di konfirmasi oleh Focus Lampung Kepala Sekolah SDN Mekarjaya, Kepala Sekolah berusaha untuk tidak memberikan komentar terkesan menghindar . “Saya tidak tau menau tentang Rehab Gedung SDN Mekar Jaya. Saya menghafal RAB, mau pakai ukuran 2.5 mm ataupun berapa yang kerja itu tukang bukan saya. Yang belanja juga bukan saya itu urusan komite dan saya punya atasan. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan pertanyaan kalian karena saya punya atasan kalau kalian ingin tanya – Tanya, tanya aja sama tukang atau komite,”ujarnya. Setelah itu kepala sekolah SDN Mekarjaya Keluar untuk beberapa saat tidak lama kemudian, hanya jelang beberapa menit semua dewan guru tiba tiba masuk secara bersamaan dan mengatakan bahwa guru – guru ini yang menjadi saksi nya rehab gedung ini. Berarti guru – guru yang akan

HUT KE 34 Yayasan Pendidikan Swadipha Natar Meriah

BANDARLAMPUNG (Fokus Lampung) - Ketua Yayasan Pendidikan Swadipa Natar Dr. Hi. Edy Sutrisno, M.Pd yang juga mantan Walikota Bandar Lampung dan anggota Yayasan Pendidikan Swadipa antusias menghadiri peringatan Hari ulang tahun (HUT) Yayasan Swadipa Natar yang jatuh pada 17 April lalu, dipusatkan di SMK/ STM Swadipa Natar. Disela-sela peringatan HUT Yayasan Swadipa Natar, Purwadi, S.T selaku Kepala SMK Swadipa Natar kepada Fokus Lampung menuturkan dari jumlah pendidikan yang dikelola oleh yayasan tersebut terdiri dari TK, SMP, MTs, SMA, SMK (SMEA) dan SMK (STM) dari enam sekolah yang ada di yayasan pendidikan swadipa tercatat jumlah murid + 2800 siswa Khusus untuk disekolah SMK (STM) Swadipa Natar jumlah murid 527 siswa dengan jurusan proram keterampilan mesin produksi, mesin otomotif kendaraan ringan (sepeda motor) Teknik komputer jaringan (TKJ) dan jurusan listrik Lanjut, Purwadi,S.T, SMK/SMA Swadipa Natar selalu mengedepankan kedisiplinan ini telah mematok harga jumlah ketidak hadiran dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam satu tahun 15 hari tanpa izin (alpha). Setelah melalui proses pembinaan sesuai dengan keterampilan tata tertib sekolah yang telah di tanda tangani orang tua maka siswa tersebut akan dikembalikan pada orang tuanya. Jadi, dikatakan Purwadi,ST, SMK Swadipa dalam membina

anak didik tidak takut kehilangan siswa yang benar-benar tidak mau mengikuti kedisiplinan sekolah. “Karena dalam mencari ilmu pendidikan pada dasar utamanya pada sekolah tingkat menengah harus dibimbing tentang kedisiplinan, memiliki karakter yang dapat menyesuaikan diri dimana saja berada dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sopan santun dan bertaqwa kepada Allah SWT sesuai kepercayaan agamanya,’ujarnya. Karena bagi siswa yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang perkuliahan dengan modal kedisiplinan menggunakan waktu untuk kepentingan yang positif akan mendapat pekerjaan yang sesuai ilmu yang didapat. Di sekolah salah satu contoh dengan program praktek kerja lapangan (PKL) di perusahaan tidak sedikit lulusan dari SMK Swadipa yang direkrut untuk menjadi karyawan di tempat PKL. Purwadi,ST menjelaskan tahun ini peserta ujian nasional SMK Swadipa sebanyak 138 siswa dan rencananya pada tahun pelajaran 2014-2015 SMK Swadipa akan menerima 5 kelas dari semua program keterampilan yang ada karena kurikulum 2013 ini penyelenggara pendidikan tidak boleh ada yang double shift. Disisi lain, acara HUT ke 34 Yayasan Pendidikan Swadipa Natar dimeriahkan dengan organ tunggal milik sekolah dan pembagian dorpraise kepada dewan guru dan staf karyawan dari enam penyelenggara pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak SD, tingkat SMA /

SMK Pemilik Yayasan Swadipa Natar, DR. Edy Sutrisno,MPd dalam sambutannya mengajak pada seluruh dewan guru dalam membina anak didik ini perlu adanya saling bersi­ nergi professional, tanggung jawab, memiliki kompentensi pribadi, kompetensi sosial, bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, adil, sabar, tegas, bijaksana, jujur dan humoris DR. Edy Sutrisno,MPd menegaskan bahwa guru dituntut memiliki perhatian pada lima hal yaitu komitmen kepada siswa dan proses KBM, menguasai secara mendalam materi pelajaran, bertanggung jawab memantau kemajuan belajar siswa, mampu berfikir sistematis dan merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesi seperti MGMP dan lain-lain Kemajuan sekolah kita ini juga kemajuan dari para dewan guru dan staf, maka kata Dr.Edy Sutrisno dewan guru mengusahakan semaksimal mungkin untuk memajukan sekolah supaya Yayasan Swadipa lebih unggul dan dipercaya oleh masyarakat dalam membekali anak didik menuju ke arah masa depannya. “Kepala sekolah sebagai koordinator dalam pelaksanaan KBM yang telah dibekali prinsip-prinsip manajemnen efektif dan memiliki kemampuan educator, manajer, administrator, supervisor, kader, innovator dan motivator dengan kemampuan tersebut diharapkan kepala sekolahnya dengan efektif, efisien dan memuaskan pelanggan,’ tandasnya. (Hadi)

menjadi saksi rehab gedung ini. Salah seorang guru bernama Pono mengatakan kalau kalian datang silaturahmi itukan lebih baik dari pada harus seperti ini dan ini tempat pendidikan bukan tempat membahas hal seperti ini,’katanya. Dengan menggunakan triplek berukuran 2,5 mm itu sudah jelas bahwa bangunan sekolah tersebut rentan sekali dengan penyimpangan Dengan adanya keterangan ini,

masyarakat berharap kepada pihak Kejaksaan Negeri Lampung timur kiranya dapat melakukan infestigasi kelapangan terkait bangunan sekolah tersebut yang terindikasi tidak sesuai spesifikasi . “Karena dikuatirkan pada masa mendatang hal itu akan terus terjadi pada bangunan sekolah lainnya yang ada di Lampung Timur,”tandas Narasumber yang enggan namanya dikorankan. (Abdul Mutholib)

n Kepala LPP RRI B. Lampung Dra. Sofie Endang Windowati

Berikan Kuliah Umum Pasca Sarjana Universitas Saburai

BANDAR LAMPUNG (Fokus Lampung) - Kepala Stasiun LPP RRI Bandar Lampung Dra. Sofie Endang Windowati, Sabtu (12/04) silam memberikan kuliah umum dihadapan 200 mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Saburai, Bandar Lampung. Kehadiran Kepala Stasiun LPP RRI Bandar Lampung itu sebagai narasumber, serta sebagai bentuk kerjasama kemitraan dengan program Pasca Sarjana Universitas Saburai sekaligus sebagai upaya mensosialisasikan LPP RRI sebagai Radio Jaringan terluas dan berkelas dunia. Pada kesempatan itu, dihadapan 200 mahasiswa-mahasiswi Universeitas Saburai Bandar Lampung yang mengikuti kuliah umum tersebut, Sofie Endang Windowati menjelaskan sejarah didirikannya RRI dan kemajuan yang telah dicapai RRI sejak beriri pada 11 September 1945 lalu. Selain itu masih menurut Sofie, siaran RRI bukan hanya bisa didengarkan melalui radio saja, namun RRI saat ini juga sudah diujung jari para pendengarnya, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi siaran RRI, seperti bisa dimonitor melalui HP berbasis Android dengan mengunduh Aplikasi Riplay dan juga melalui Media Streaming di website RRI, jelasnya. Disisi lain Sofie Endang Windowati juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan RRI yang merupakan lembaga publik untuk menggunakan RRI sebagai Media Sosialisasi baik pada bidang pendidikan, budaya dan lain sebagainya karena hal tersebut sesuai dengan visi RRI dalam membangun karakter bangsa. “RRI saat ini sudah diujung jari, para pendengar bisa mendengarkan melalui Riplay yang berbasis Android atau bisa melalui Audio Streaming di Website RRI,” ujar Sofie. Lebih lanjut dikatakannya, RRI juga akan menjajaki kerjasama yang lebih intens dengan USBRJ yang merupakan universitas tertua di Provinsi Lampung, seperti kerjasama pemberian materi kuliah mahasiswa Pasca Sarjana USBRJ, sehingga dengan memanfaatkan jaringan RRI, para mahasiswa yang tidak sempat datang ke kampus dapat memantau materi kuliah dari para dosennya cukup melalui radio saja, pungkasnya. (Tri)


PENDIDIKAN

EDISI 35/II Tanggal 23 - 29 April 2014

15

n Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan BANDAR LAMPUNG (Fokus Lampung) – Lebih lanjut Ahmad Syafei menjelaskan, prestasi yang diraih pada kegiatan kepramukaan di tingkat kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bandar Lampung antara lain pada kegiatan Slakta SMPN 1, yang mana SMPN 5 Bandar Lampung berhasil meraih juara I pada kegiatan Sandi Berantai, lalu Juara I ATY Putri, Juara II ATY Putri dan Juara I Pionering pada periode tahun 2012-2013. Sedangkan, lanjut Syafei, dalam rangka HUT PTPN 7, SMPN 5 Bandar Lampung juga berhasil meraih Juara II Pionering Putra, Juara II PBB tongkat Putri dan Juara III PBB Tongkat Putra pada HUT PTPN 7 tahun 2014 ini. Lalu SMPN 5 juga meraih Juara II Pionering Putri, Juara III PBB tongkat putra, serta Juara harapan I PBB tongkat putrid, jelas Syafei. Syafei menambahkan, untuk prestasi yang diraih di tingkat kwartir daerah (Kwarda) Lampung, SMPN 5 Bandar Lampung mendapat Juara I Pionering putri dan Lakabina Karana UNILA tahun 2012, Juara II PBB Putri Kopraga Perintis I tahun 2012. Harapan III PBB Putra Kopraga Perintis I tahun 2013, Juara II PBB Putri juara Harapan I, Pidato Putri dan Juara I Gudep tergiat ke III pada Kopraga Perintis I. Selain itu, masih menurut Sayafei, pada kegiatan Sigma Scout, SMPN 5 juga meraih juara II Pionering putra, juara I Pionering putri competition dan Juara II pionering putri pada competition tahun 2013 lalu, dan termasuk teropi

SMPN 5 Bandar Lampung Raih Segudang Prestasi

Dalam kurun waktu 3 tahun dari 2012 hingga 2014 ini, SMP Negeri 5 Bandar Lampung yang tercatat pada Gugus Depan (Gudep) 03.06.3 dan 03.06.4 Catur Tirta Praja dengan Kamabigus : Ahmad Syafei,M.Pd, Ketua Gugus depan (Kagudep) Sumarlan, Pembina Putra Waluyo Supriadi, S.Pd dan Pembina Putri Nila Nali, S.Pd, serta dibantu oleh Arnold Rama dan Diki Sanjaya Alumni SMPN 5 Bandar Lampung, meraih prestasi pada kegiatan kepramukaan di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bandar Lampung. Hal ini disampaikan Kepala SMPN 5 Bandar Lampung, Ahmad Syafei pecan silam. bergilir pionering dan juara harapan I LCT pada competititon tersebut. Pada kegiatan HUT SMTI, SMPN 5 berhasil meraih juara II PBB tongkat putra dan putri. Pada Lakabina Unila, SMPN 5 juga meraih Juara I Pionering putri, juara II Pionering putra, Juara II PBB Putri, Juara Umum pionering dan juara umum tingkat penggalang se- Provinsi Lampung. Atas keberhasilan yang diraih, Ahmad Syafei selaku Kamabigus menyatakan cukup bangga, karena SMPN 5 Bandar Lampung pada kegiatan ekstrakurikuler khususnya kepramukaan cukup membanggakan dan selalu memberikan support agar para siswa yang ikut dalam keanggotaan kepramukaan terus berlatih pada kegiatan keterampilan yang ada di pramuka. Selain itu menurut Syafei, pada bidang kepramukaan ini adalah

suatu proses pendidikan yang menggunakan cara khusus yaitu melalui kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah dan praktis, yang diselenggarakan di alam terbuka dengan menggunakan metode tertentu sesuai dengan keadaan dan kebutuhan dengan prinsip iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, peduli terhadap bangsa Negara, sesama hidup dan alam semesta, peduli terhadap diri pribadi dan taat pada kode kehormatan pramuka dengan moto satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan. Yang dalam proses pendidikan seorang pembina pramuka menerapkan sistem among. Seorang Pembina menurut Syafei di tuntut untuk bersikap dan berperilaku Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri hadayani, tandasnya. (hp)

Sekolah Teknik Menengah (STM) Budi Karya, saat ini beralih nama menjadi SMK Budi Karya, sejak tahun 1987. Sejak Rochmadi, ST menjadi Kepala SMK Budi Karya Natar. Secara bertahap SMK Budi Karya telah melakukan pembenahan dengan membuka jurusan program keterampilan teknik permesinan, teknik kendaraan ringan (motor) Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dengan fasilitas gedung berlantai dua dengan jumlah ruang kelas 15 unit untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan 5 untuk perpustakaan dan laboratorium computer Semua jurusan atau program keterampilan yang dimiliki telah

memiliki sarana dan prasarana praktek yang cukup memadai dengan jumlah siswa 800 orang, 600 siswa SMK dan 200 Siswa SMP Budi Karya Natar dengan Kepala Sekolah Dewi Hayati, S.Pd, Pada 17 April, Ketua Yayasan Budi Karya Natar meresmikan 2 lokal baru yang dilengkapi AC direncanakan untuk kelas unggulan pada tahun pelajaran 2014 – 2015. Ditandai pemencetan sirina dan pemotongan tumpeng bahwa gedung renovasi baru berlantai dua siap dipakai. Dengan disaksikan oleh sesepuh yayasan Hi. Madiasih Setio Budi, B.A, beberapa anggota yayasan Budi Karya Natar, Kepala Desa Natar yang diwakili Nasir Hasan, Kepala SDN 4, Dewan guru

Ahmad Syafei

Ketua Yayasan Budi Karya Natar Resmikan Gedung Renovasi Baru

BANDARLAMPUNG (Fokus Lampung) - Sesuai dengan kebutuhan meningkatnya peminat animo masyarakat yang ingin bersekolah di SMK Budi Karya Natar. Hi. Djoema’i selaku Ketua Yayasan Pendidikan Budi Karya Natar (YPBK) tergerak hatinya untuk membangun gedung berlantai dua. Dikarenakan lahan yang dimiliki oleh YPBK Natar hanya seluas 1800 M2 yang berasal dari hibah PTPN VII. Dalam wawancara khusus, Rochmadi,ST, Kepala SMK Budi Karya Natar menuturkan untuk Fokus Lampung bahwa YPBK pada Tahun 1981 mendirikan sekolah setingkat SMP. Kemudian dikembangkan dengan mendirikan

SMP PGRI Gunung Mas Beserta Segenap Dewan Guru Kabupaten Lampung Timur

Ngatmin SM, S.Pd Kepala Sekolah

SMK/ SMP dan staf tata usaha serta undangan warga lingkungan sekolah.

Saat itu, Rochmadi,S.T selaku Kepala SMK Budi Karya Natar, dalam sambutannya mengatakan tahun 2014 – 2015 akan membuka kelas unggulan untuk Kelas XI sejumlah 64 siswa dan Kelas XII sejumlah 64 siswa. Dengan melalui penyaringan nilai raport, prestasi-prestasi lain yang menunjang dan tidak memiliki alpha selama satu tahun proses belajar. Pada kelas unggulan tersebut akan dibagi empat rombongan belajar dan jam praktek keterampilan lebih dari praktek siswa reguler. “Tahun ini, jumlah peserta ujian

siswa SMK sebanyak 196 orang dan siswa SMP 60 orang. Yang diharapkan dapat lulus 100 persen,” ujar Rochmadi Pada tahun ini SMK Budi Karya Natar juga akan menerima bantuan alat praktek keterampilan dari APBD. Dan pada saat ini ada 2 lokal ruang praktek yang sedang di renovasi menjadi 2 lantai diharapkan Pada tahun ajaran baru sudah siap dipakai dan direncananakn pada tahun pelajarna 2014-215 akan menerima jumlah siswa enam kelas. “Untuk membekali para siswa ke­las 12 yang baru saja selesai me­ ngikuti ujian nasional perpisahan di­rencakana akan mengunjungi in­ dustri di Yogyakarta pada 4 April men­datang,”pungkas Rochmadi. (hp)

Desa Braja Kencana Kecamatan Braja Selebah Kabupaten Lampung Timur

Kuwadi Kepala Desa


EDISI 35 l II l Tanggal 23 - 29 April 2014


Edisi 35