Ada sebuah doktrin tentang rejeki yang sejak dulu mungkin tertanam hampir disemua pikiran bawah sadar masyarakat Indonesia, termasuk anda juga ya.
Doktrin itu adalah menjemput rejeki, coba deh anda lihat di televisi, dengarkan di radio, baca buku, atau ingat lagi omongan orang tua anda, nasehat orang tua anda. Pasti rata-rata mengatakan “kamu harus menjemput rejeki”, atau diceramah juga pasti menyuruh untuk “menjemput rejeki”. Padahal, sebenarnya bisa aja kalau kita mau berpikir untuk menarik rejeki. Tapi, sebagian besar orang menganggap menarik rejeki itu salah, padahal kalau kita mau memahami benar diri kita. Memahami potensi diri secara utuh, maka pasti setuju dengan saya bahwa Rejeki itu memang ditarik.