Page 38

36

PEMUTARAN FILM DOKUMENTER INTERNASIONAL

PERSPEKTIF Dahulu, manusia meyakini ada batas dan ikatan yang kuat dan jelas. Secara umum, ikatan ini dibangun atas batas-batas kewilayahan, kekeluargaan, dan lebih jauh lagi, kesamaan nasib! Perkembangan media dan banyak teknologi baru menciptakan sebuah arus baru kebudayaan. Kini, ada batas-batas dan ikatan baru yang kemudian didefinisikan sebagai imaji sosial, berangkat dari pembayangan atas kesamaan-kesamaan. Terdapat sebuah transformasi besar dan perubahan sosial yang terjadi akibat aliran investasi internasional, migrasi, akselerasi media, penyebaran sistem gagasan, dan perkembangan teknologi mutakhir. Beberapa indikasi ini dapat kita amati dengan jelas pada sistem bahasa, media masa, dan gaya hidup urban. Namun, lebih dari itu, kini banyak petani kecil yang terengah-engah karena aliran investasi besar yang mengancam tanah dan ladang produksinya, atau nelayan yang jauh dekatnya ia mampu melaut diperhitungkan dari harga minyak dunia. Selain menciptakan interkoneksi, globalisasi membuat banyak homogenisasi dalam beberapa hal, namun juga diikuti dengan usaha-usaha untuk menciptakan heterogenisasi. Masyarakat kini mencoba mencari dan membayangkan kesamaan-kesamaan berikut perbedaanya, kemudian membentuk ikatan baru dengan menembus batas-batas yang sebelumnya telah terbentuk. Melalui No Bond No Boundaries ini, Festival Film Dokumenter ingin menawarkan cermin untuk berefleksi, sejauh mana batas-batas dan ikatan dilebur, dan sejauh mana ikatan dan batas baru ini diciptakan. Pada program ini, FFD menawarkan film-film yang mencoba mengingatkan atau melupakan, hal-hal yang dibayangkan sebagai pembentuk identitas sosial. Batas-batas geopolitik dan territorial akan disuguhkan dengan dramatis pada film Char…the NoMan's Island, 15 in Gaza, dan Boundary. Kemudian film Breaking the News yang berhasil menunjukkan penetrasi media di Timor Leste akan berada pada menu perspektif ini. Di dalam Working with Child Around, kita akan bersama-sama menyaksikan batas-batas formal perkantoran yang dicairkan untuk mengurangi tingkat stress seorang Ibu. Lalu, kita akan diajak untuk melintasi batas-batas antara hidup dan mati dalam I'm Breathing. Selain isu di dalam film, No Bond No Boundaries, akan membawa kita pada eksplorasi bercerita yang mendobrak pakem-pakem dokumenter yang sudah mapan sebelumnya. Film “400 WORDS” karya Ismail Basbeth dan “Reality So?” karya Yosep Anggi Noen yang berjalan diantara fiksi dan dokumenter akan sama-sama kita perbincangkan dalam sesi “Dokumenter Hibrida”. Setelah sesi itu, kita akan melihat seorang Ibu yang mencoba bunuh diri, dalam “Mother”. Bagaimana dengan documenter interaktif? Feri Sirait dan teman-teman Documenta!Documenta! membuat penyajian data dengan teknik penceritaan yang melibatkan penonton secara aktif. Selain itu, Edwin yang sebelumnya menyutradari Post Card from the Zoo, kini akan mencoba menghadirkan 17000 Islands : an interactive experiment in documentary image making bersama dengan Thomas Østbye. Mereka akan hadir bersama kita dalam sesi “Dokumenter Interaktif: Sebuah Perkenalan”. Selamat menikmati.

Festival Film Dokumenter 2013

FFD 2013 Program Book  
Advertisement