Page 19

17 INDONESIAN DOCUMENTARY FILM COMPETITION FEATURE - LENGTH DOCUMENTARY

Di Balik Frekuensi SUTRADARA : Ucu Agustin DURASI : 144 Min PRODUKSI : Gambar Bergerak Production NEGARA : Indonesia KONTAK : ucuagustin@gmail.com RATING : PG 10 DES 2013 | SOC | 19.00 11 DES 2013 | RS | 13.00

Bercerita mengenai kisah 'di balik frekuensi' publik yang terjadi di Indonesia, film dokumenter ini mengajak publik untuk melihat apa yang kini tengah terjadi di dunia media di negara kita, khususnya berkenaan dengan media yang menggunakan frekuensi publik sebagai sarananya: televisi. Luviana adalah seorang jurnalis yang telah bekerja 10 tahun di Metro TV, diPHK- kan karena mempertanyakan sistem manajemen yang tak berpihak pada pekerja, dan mengkritisi newsroom. Sementara itu, Hari Suwandi dan Harto Wiyono adalah dua orang warga korban lumpur Lapindo yang berjalan kaki dari Porong (Sidoarjo) ke Jakarta. Menghabiskan waktu hampir satu bulan demi tekad untuk mencari keadilan bagi warga korban Lapindo yang pembayaran ganti ruginya oleh PT Menarak Lapindo Jaya belum lagi terlunasi.

The story behind the Indonesian television network, as seen through the two subjects, Luviana and Hari Suwandi. Luviana, who had been working for 10 years for Metro TV, was fired because questioning the board management and criticizing the newsroom. Hari Suwandi and Harto Wiyono, both the victim of Lapindo Mud-disaster went to seek justice by walking on feet to Jakarta. Their main goal is to settle the compensation dispute for the victim which hasn't yet paid by PT Menarak Lapindo Jaya.

Festival Film Dokumenter 2013

FFD 2013 Program Book  
FFD 2013 Program Book  
Advertisement