Page 40

A N TA R K I TA

CATATAN EVALUASI KINERJA AHU 2017 penyelenggaraan sistem pengendalian intern pada Ditjen AHU adalah sebesar 3,85 dari skala 0-5. Sementara itu, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Ditjen AHU pada 2017 berhasil mencapai 86,2. Berbagai pencapaian ini tentunya akan Dhani Ershiano, SH., MH, menjadi bahan Kepala Sub Bagian evaluasi yang Evaluasi dan penting bagi Pelaporan Ditjen AHU kinerja AHU Kemenkumham Di tahun lalu, Direktorat sepanjang 2017 Jenderal Administrasi lalu. Hukum Umum (Ditjen Pelaksanaan AHU) Kementerian Hukum dan Hak evaluasi memang sangat diperlukan Asasi Manusia (Kemenkumham) berhasil dalam sebuah organisasi, tak terkecuali menorehkan kinerja yang positif. bagi Ditjen AHU. Melalui evaluasi Penilaian atas Sistem Akuntabilitas tersebut, kita dapat melihat kesesuaian Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan konsistensi antara perencanaan Ditjen AHU tahun 2016 oleh Inspektorat dan pelaksanaan, baik dari sisi program/ Jenderal yang dilaksanakan pada kegiatan maupun anggarannya. Sebagai 2017 menunjukkan nilai yang sangat contoh, ada kondisi di mana suatu baik, yaitu 95,77. Nilai ini meningkat program yang berjalan ternyata tidak dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu membutuhkan anggaran sebesar yang 95,53. sudah ditetapkan sebelumnya, atau Ditjen AHU juga berhasil meraih dengan kata lain realisasi anggaran nilai yang baik untuk Penilaian berada di bawah pagu yang telah Mandiri Pelaksanaan Reformasi ditetapkan. Birokrasi (PMPRB) tahun 2016 yang Berdasarkan hal tersebut, disusun diselenggarakan oleh Inspektorat evaluasi agar alokasi anggaran untuk Jenderal pada 2017, yaitu 92,77. pelaksanaan program serupa di tahun Nilai ini tercatat meningkat 3,92 berikutnya dapat dikurangi atau poin dibandingkan penilaian tahun disesuaikan dengan realisasi di tahun sebelumnya. sebelumnya. Selain itu, evaluasi juga Dalam hal pelaksanaan Sistem menjadi penting bagi Ditjen AHU untuk Pengendalian Intern Pemerintah melihat apakah program yang sudah (SPIP), tingkat penilaian awal maturitas dilaksanakan tersebut memberikan

40

A HU MAG Z | DITJE N AHU

| EDI SI 03 A P RIL 2 0 1 8

manfaat, serta mendukung bagi pencapaian sasaran dan tujuan organisasi. Harus kita akui bahwa dalam beberapa kesempatan, masih ditemui adanya pelaksanaan program kerja yang tidak mencapai target sebagaimana yang direncanakan. Banyak hal yang melatarbelakanginya, seperti kendala waktu dan SDM, serta kondisi di mana unit lebih fokus pada penyerapan anggaran ketimbang pencapaian output dari suatu program. Mengingat saat ini, Direktorat Jenderal Anggaran melakukan penentuan alokasi anggaran tidak sekedar berdasarkan penyerapan anggaran saja, melainkan juga melihat prioritas hasil dari sebuah program, maka menjadi penting bagi Ditjen AHU untuk menentukan target yang jelas dan terukur dari setiap program kerja yang sudah dicanangkan. Pada 2017, mayoritas output yang ada pada Ditjen AHU adalah berupa output layanan. Misalnya pada Direktorat Perdata, output yang ditetapkan adalah layanan-layanan di bidang perdata. Salah satunya layanan fidusia, dengan target keluaran berupa berapa juta akta fidusia yang dihasilkan. Untuk mencapai output tersebut, disusun beberapa aktivitas pendukung, seperti konsinyering dan benchmarking ke luar negeri. Apabila kita tinjau kembali, kedua aktivitas tersebut sebenarnya tidak secara langsung menghasilkan akta fidusia, sehingga kedua aktivitas tersebut menjadi tidak relevan berada di bawah output layanan fidusia. Sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi tersebut, pada perencanaan tahun 2018, dibuatkan ‘rumah’ output baru untuk mengakomodir program kerja yang menghasilkan keluaran selain

Profile for Febby Fitri Anti

AHU Magz03  

Majalah AHU edisi ke tiga membahas tentang Program Prioritas Ditjen AHU 2018

AHU Magz03  

Majalah AHU edisi ke tiga membahas tentang Program Prioritas Ditjen AHU 2018

Advertisement