Page 1

tertimbun utang rp 2.000 triliun

dilarang seksi di senayan

wawancara hercules

ik kom isi

polakar dib

EDISI 15 | 12-18 Maret 2012


Petunjuk Penggunaan

Halaman

geser halaman keatas atau kebawah untuk membaca halaman selanjutnya

Slide Show

geser gambar untuk melihat galeri foto & sentuh foto untuk melihat diukuran yang lebih besar

Video, Musik, Suara & Teks

sentuh layar untuk melihat video, mendengarkan musik atau suara dan membaca teks

Teks Scroll

Geser teks keatas dan kebawah untuk membaca teks


edisi 15 12-18 Maret 2012

hukum Skandal Anas, Seribu Serangan Seribu Sangkalan Belum habis serangan kubu M. Nazaruddin untuk Anas. Selain urusan duit, Anas disebut mengawasi penggeledahan Permai Group. album Penghargaan Garuda Internasional Serangan Empat Penjuru Untuk Ahmadinejad

Fokus Musang Merunduk Memburu ‘Kill Bill’ Polisi memakai jurus ‘Musang Merunduk’ untuk mengejar kelompok Edo dan Reni ‘Kill Bill’. Setelah dua minggu, Reni ditangkap di rumah Hercules di Indramayu.

ekonomi Siap-Siap Tertimbun Utang Rp. 2.000 Triliun people Slank, Maudy Ayunda, Villas-Boas gaya hidup Aman dan Nyaman Ber-Matic Ria interview Direktur Pengejaran dan Pengedaran BNN

Nasional Menantang Perang sang Jenderal Ramadhan Pohan kembali melempar tuduhan. Setelah kepada Ical, kini serangannya mengarah ke Jenderal purnawirawan W ­ iranto. Akrobat politik yang tak ada habisnya.

wkwkwk Nilai Jeblok, Dosen Ditonjok seni dan hiburan Adu Taktik di Pucuk Perang Dingin momen sepekan Malinda Dee Divonis 8 Tahun

ik komlisi o p kar a dib

Cover: Kiagus Aulianshah

Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti Redaksi: Deden Gunawan, M Rizal, Irwan Nugroho, Ken Yunita, Mulat Esti Utami, Silvia Galikano, Bahtiar Rifai, Evi Tresnawati, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Rahmayoga Wedar Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo Product Management: Rohalina Gunara, Sena Achari, Eko Tri Hatmono Creative Designer: Mahmud Yunus, Kiagus Aulianshah, Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Direktur Utama: Budiono Darsono Direktur: Nur Wahyuni Sulistiowati, Wishnutama Kusubandio, Andry S. Huzain, Warnedy Kritik dan Saran: appsupport@detik.com Alamat Redaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Raya No.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email: redaksi@majalahdetik.com Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.


album

Widjojo Nitisastro Wafat

B

egawan Ekonomi Widjojo Nitisas­ tro, Jumat 9 Maret 2012 dini hari berpulang di usia 84 tahun. Sebelum dimakamkan di TMP Kalibata, jenazah Wi­ djojo disemayamkan di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat. Widjojo, merupakan peletak dasar pembangunan di masa Orde Baru. Pan­ dangannya menjadi kebijakan pemban­ gunan Indonesia di masa Orde Baru. Al­ marhum juga dikenal dengan kebijakan ekonomi yang mengacu pada pertumbu­ han, serta perencanaan dan pemerataan. Berkat strategi Widjojo, ekonomi Indo­ nesia yang pernah mengalami masalah di

fikri/detikfoto

tahun 60-70an, akhirnya kembali tumbuh. Bahkan mengalami masa keemasan ber­ kat harga minyak. Terakhir pria kelahiran 23 September 1927 ini menjabat sebagai penasehat ahli bidang perencanaan pem­ bangunan nasional. (Monique)

Buku Tanri Abeng

Penghargaan Garuda

D

C

i hari ulang tahunnya yang ke-70, mantan Menteri BUMN Tanri Abeng meluncurkan buku yang berjudul “No Regrets: Rekam Jejak Sang Profesional, Teknokrat, dan Guru Manajemen” di The Hotel Ritz Carlton, Jakarta pada hari Rabu, 7 Maret 2012. Buku ini mengulas perjalanan hidup Tanri, mulai dari kesuksesan, pengelolaan bisnis, manajemen hingga kehidupan kesehariannya. “ ‘No Regrets’ dengan setengah Begawan, setengah entrepreneur, dan setengahsetengah lainnya. Tapi pada titik ini, saya menentukan pilihan hidup dengan tidak setengah-setengah,” kata Tanri. Hadir dalam acara itu antara lain mantan Presiden BJ Habibie dan Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Monique)

arrier Flag nasional, Garuda Indone­ sia dinobatkan sebagai “The Best In­ ternational Airline” oleh Roy Morgan, lembaga riset internasional independen yang berkedudukan di Australia. Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia Tbk, Pujobroto, dalam siaran persnya mengatakan, penetapan ini di­ dasarkan pada riset dari Februari 2011 hingga Januari 2012. Sebanyak 91 persen responden menyatakan sangat puas terhadap layanan Ga­ ruda Indonesia. Penilaian terhadap Garuda melebihi pe­ nilaian terhadap maskapai penerbangan dunia lain, semacam Singapore Airlines, Air New Zea­ land, Emirates, dan Cathay Pacific. (Monique)

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus Reni reni ‘kill bill’

Musang Merunduk Memburu Polisi memakai jurus ‘Musang Merunduk’ untuk mengejar kelompok Edo dan Reni ‘Kill Bill’. Setelah dua minggu, Reni ditangkap di rumah Hercules di Indramayu.

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

D

Tap untuk melihat video penangkapan Reni ‘Kill Bill’

atang ke rumah duka RSPAD Gatot Subroto menjadi keputusan yang disesali Irene Sophia Tupessy alias Reni ‘Kill Bill’ s­ eumur hidup. Seandainya bisa mengubahnya, Reni tidak akan pernah mau menuruti perintah yang datang dari kakaknya, Edward Tupessy alias Edo. Semua bermula dari sebuah telepon pada Rabu, 22 Februari 2012 sore. Telepon berasal dari Edo. ­Isinya, Reni diminta datang ke RSPAD karena ke­ nalan mereka, Bob Sahusilawane, meninggal di sana. Saat itu suami Reni, Heryanto, sedang sakit sehingga perempuan berusia 44 tahun itu pun berniat tidak datang. Namun pada malamnya, Reni kembali ditelepon Rein, tangan kanan Edo, dengan pesan yang sama. Hanya saja ada pesan tambahan, yakni Reni harus membawa serta ‘anak-anak’ yaitu Rein, Ian, Apek, dan Bob. Keempat orang itu merupakan orang yang menjaga kediaman orang tua Reni dan Edo. “Perintah dari Edo ialah untuk pergi ke RSPAD dan mengecek keberadaan Edoe Kacily alias Edoy serta mencegah Edoy keluar dari lingkungan RSPAD,” cerita AKBP Hengky Haryadi, Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat kepada majalah detik. Edoe Kacily memiliki urusan dengan Edo Tupessy terkait utang narkoba senilai Rp 270 juta. Kakak Reni itu bertugas menagih utang pada Edoe. Malam itu,

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Gheteres Tomatala alias Heri

Edoe Kacily

Reni

Edo Tupessy

Tony Pocerau alias Ongen

Robert Paliyama alias Oncu

Heryanto

Jeffry yang menjadi mediator utang, juga diketahui berada di RSPAD. Maka tengah malam itu dengan terpaksa, Reni datang menjemput empat anak buahnya. Dengan disopiri Heryanto, mereka meluncur ke RSPAD. Di ­ tengah perjalanan, Reni menelepon Berry, ­keponakannya agar menyusul ke RSPAD. Sampai di komplek RS tentara itu, Reni dan kelompoknya tidak langsung turun karena melihat ­Jeffry. Mereka tetap di mobil meski memarkir mobil di dekat gerbang Rumah Duka RSPAD. Beberapa saat kemudian mobil Ford Everest B 113 LSA yang membawa Edo pun tiba di RSPAD. Orang

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

paling kejam dan berpengaruh di keluarga Tupessy itu lantas memberi perintah agar kelompoknya tetap standby. Dalam masa menunggu ini, Reni menelepon John Robert Paliyama alias Oncu. “Beritahu anakanak komplek agar merapat ke RSPAD, ditunggu Om Edo. Jangan lupa bawa parang,” kata Reni seperti dikutip Hengky. Menuruti perintah Reni, kelompok Edo datang dalam empat mobil pribadi (satu Kijang hitam, dua Honda Jazz, sedan Cina berstiker BMW) dan 15 taksi. Parang dan samurai diangkut dalam Kijang hitam yang disopiri Berry.

Mobil-mobil tersangka Edo Cs foto-foto: evi/detikfoto

Setelah sebagian kelompoknya datang, Kamis, 23 Februari dini hari, Edo, Reni, dan Heri masuk ke rumah duka untuk melayat Bob. Usai melayat, Reni pergi ke parkiran yang letaknya tidak jauh dari Ruang A tempat persemayaman Bob, sementara Edo duduk di depan ngobrol dengan Edoe. Reni sengaja ke tempat parkir menunggu taksi yang membawa rombongan yang menyusul datang dari Kampung Ambon. Begitu mereka turun, Reni langsung membayar taksi. “Reni yang membayar taksi itu,” kata Jeffry. ­Pengacara Reni, Charles Carlo pun membenarkan Reni membayar taksi yang datang ke RSPAD. Namun katanya hanya satu taksi yang dibayar perempuan yang biasa disapa mami itu.

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

AKBP Hengky Haryadi (kanan) dan Reni Tupessy di rumah Hercules, Indramayu istimewa

Sementara Reni ke parkiran, Edo mengobrol ­engan Edoe Kacily, membahas masalah utang. d “Kebetulan dong kita klarifikasi masalah utang ini. Ri tolong panggilin Jeffry,” kata Edo kepada Heryanto. Karena Jeffry tidak kunjung datang, Edo pun mendatangi Jeffry. “Kurang ajar kamu!” kata Edo sambil menunjuk Jeffry dengan marah. Saat itu datanglah Oncu yang juga punya dendam pada Jeffry. Dia pun marah besar. Tidak lama kemudian kelompok Edo mengamuk. Oncu terlihat paling marah dan langsung menguber Jeffry. Jeffry lari menyelamatkan diri, tapi tangan dan pundaknya terkena tebasan parang. “Saya sempat bilang stop, berhenti semuanya,” tutur Jeffry pada majalah detik. Tapi amukan massa tidak berhenti. Kelompok Edo Cs terus mengamuk menyabetkan samurai dan parang kepada kelompok Jemmy Berhitu alias Jemmy Tato yang sedang melayat Bob. ­Serangan dengan samurai dan parang berlangsung sangat beringas bak aksi di film Kill Bill yang dibintangi Uma Thurman. “Sangat beringas. Mereka itu biadab, menyerang pelayat di dekat mayat dan di lingkungan TNI,” kata Jemmy kepada majalah detik. Ada sejumlah kesaksian Reni ikut membawa samurai mirip aksi Uma Thurman saat memerankan Beatrix Kiddo dalam film yang disutradarai Quentin Tarantino itu. Karena kesaksian ini pula maka media massa kemudian menjulukinya sebagai Reni ‘Kill

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Jemmy Berhitu alias Jemmy Tato. evi/detikfoto

Bill’. Namun Jeffry tidak mengetahui secara pasti apakah Reni ikut membacok kelompok Jemmy Tato yang saat itu melayat Bob? “Saya tidak lihat. Tapi mungkin anak-anak yang lihat. Reni yang mengatur lapangan. Dia mau tunjukin kalau dia yang mengumpulkan pasukan,” kata Jeffry. Kepada penyidik, Reni terus-menerus membantah membawa samurai ataupun parang. “Dia ­berulang kali mengatakan tidak bawa,” kata Charles Carlo, pengacara Reni. Serangan brutal itu menyebabkan dua orang dari kelompok Jemmy Tato tewas dan empat orang lukaluka, salah satunya adik kandung Jemmy Tato, Yopi Berhitu. Polisi kemudian menangkap 56 orang yang diduga terlibat, 10 di antaranya sudah ditetapkan ­sebagai tersangka. Dari 10 itu, Reni dan Edo langsung menjadi target polisi beberapa saat setelah serangan. V V V

Kita pakai jurus musang merunduk di rerumputan, jadi anggota sembunyi di bengkel itu. Saat ada pria dengan bercak darah di celananya langsung kita tangkap.

Kamis pukul 03.00 WIB, Polres Jakpus membentuk tim Satgasus untuk menyelidiki kasus ­penyerangan di RSPAD itu. Satgassus dipimpin Kapolres Kombes Pol AR. Yoyol. Berbekal petunjuk ada mobil Kijang berwarna hitam yang dipakai saat ­serangan, polisi langsung ke Kampung Ambon dan menemukan mobil itu ada di bengkel di kawasan tersebut. Diperoleh informasi mobil itu akan segera diubah warna catnya. “Kita pakai jurus musang merunduk di rerum­ putan, jadi anggota sembunyi di bengkel itu. Saat ada pria dengan bercak darah di celananya langsung kita

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Tap untuk melihat Trailer Film Kill Bill-Youtube.com

tangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Jakpus AKBP Hengky. Polisi lantas mengamankan mobil Kijang itu dan orang yang akan mengambil mobil itu. Namun hari itu Satgassus hanya bisa mencokok Edo, dan tiga anak buahnya. Sementara Reni sudah tidak ada di Kampung Ambon. Reni memang cukup lihai untuk lolos dari kejaran polisi. Misalnya, ia menghitamkan rambutnya yang sebelumnya berwarna pirang. Dia juga berpindahpindah tempat persembunyian. Akibatnya Satgassus harus menelusurinya ke seantero Jakarta, Bali, dan Sukabumi. “Reni berpindah-pindah tempat hingga akhinya informasi keberadaan Reni di sebuah apartemen di Tanjung Duren, Jakarta Barat, “ kata Kasubdit Resmob Iptu Reza yang memimpin pemburuan Reni. Setelah dipantau selama tiga hari berturut-turut jejak keberadaan Reni di apartemen itu nihil. Sebab yang menginap di sana didaftarkan atas nama Oncu. Oncu kemudian berhasil ditangkap di Hotel Golden Sky, Pluit, Jakarta Utara, Jumat 2 Maret. Saat itu Oncu sedang bersama istrinya, dan seorang wanita berinisial C. Dari mulut Oncu, kemudian keluar informasi anak Reni , Pat dan Jul,  berada di sebuah gedung ­seperti sekolah di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Polisi pun melakukan pengecekan di sebuah

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Minggu 4 Maret. Dan pukul 07.00 WIB, Reni dibekuk saat sedang berada di dalam rumah bersama suaminya.

yayasan berbendera Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB). Yayasan ini milik Hercules, mantan preman Tanah Abang. Benar saja, setelah dicek ternyata di sekolah ini ditemukan beberapa anak Reni. Satgassus pun langsung meminta keterangan anak-anak itu berikut keterangan Fransisco Suarez Rekardo alias Bobby, penanggung jawab gedung yang seperti sekolah itu. Akhirnya keberadaan Reni diketahui. Perempuan berusia 44 tahun itu bersama suami sedang berada di rumah milik Hercules di Indramayu. Polisi dengan senjata lengkap pun bergerak ke rumah Hercules di Indramayu, Minggu 4 Maret. Dan pukul 07.00 WIB, Reni dibekuk saat sedang berada di dalam rumah bersama suaminya. “Oh ini kamu! Kok mukamu beda? Rambutmu sudah tidak pirang lagi?” kata polisi pada Reni. Reni pun menyatakan, “Muka saya memang seperti ini Pak, mau diapain lagi? Rambut saya memang sudah dicat hitam.” Hercules membantah ikut terlibat menyem­ bunyikan Reni.”Saya tidak kenal dia,” kata Hercules. V V V

Kepada Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakpus AKP Sentike B. S.H., Reni menyatakan menyesali perbuatannya. Apalagi ternyata, Edo yang perintahnya sangat dipatuhi Reni justru menjerumuskan Reni. Edo, kepada penyidik menyatakan yang punya masalah dalam kasus itu justru Reni dan Oncu. “Ia menyalahkan dirinya mengapa saya terlalu bodoh. Karena pertamanya saya tak mau datang ke RSPAD. Kenapa saya begitu terpengaruh? Saya begitu takut,” kata Reni seperti ditirukan Sentike. (DEN/IYE)

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Lika Liku Perburuan

RenI ‘Kill Bill’ 23 Februari 2012

Pukul 01.30 WIB, Reni bersama 50-an orang menyerang kelompok Jemmy Tato yang sedang melayat di Rumah Duka RSPAD. Dua orang tewas, 4 luka.

4 Maret 2012

Polisi menggerebek rumah Hercules di Indramayu, sekitar pukul 07.00 WIB. Reni dan Heryanto, suaminya, ditangkap saat masih tidur di rumah itu.

23 Februari 2012

Beberapa jam kemudian Polisi menangkap Edo Tupessy alias Edo Kiting. Lalu, polisi menangkap 4 orang lagi, 2 di antaranya, Tomy alias Ongen dan Gheteres Tomatala, jadi tersangka. Malam harinya, polisi menangkap1 orang lagi.

3 Maret 2012

Polisi menggeledah sebuah rumah di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Polisi hanya menemukan 2 anak Reni, Pat dan Jul. Kedua anak itu dan Boby, adik angkat Hercules, dibawa ke kantor polisi.

25 Februari 2012

Polisi menetapkan 7 tersangka penyerangan RSPAD.

2 Maret 2012

Polisi menangkap John Robert alias Oncu dan istrinya di Kondomium Hotel Golden Sky Pluit Jakarta Barat.

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Pengacara: Reni Bukan Aktor Serangan RSPAD Reporter: Evi Tresnawati

I

rene Sophia Tupessy alias Reni yang namanya disebut sebagai Reni ‘Kill Bill’ diduga sebagai salah satu otak serangan di rumah duka RSPAD. Melalui pengacaranya, Charles Carlo Lesiasel, S.H, Reni membantahnya. “Dia bukan aktornya,” tegas Charles kepada majalah detik pada Rabu, 7 Maret 2012. Namun pada Jumat, 9 Maret 2012, malam, Charles menyatakan mundur sebagai pengacara Reni. Hingga kini, Reni belum menunjuk siapa pengganti Charles. Berikut wawancara dengan Charles Carlo Lesiasel, S.H., pada Rabu, 7 Maret 2012: Benarkah Reni membawa parang ataupun samurai saat penyerangan di RSPAD? Dia tidak membawa parang maupun samurai seperti yang diberitakan oleh banyak media. Jadi apa yang ia lakukan di sana? Dia datang melayat. Dia kenal sama yang berduka, dia masuk ke dalam rumah duka dan kasih salam sama keluarga yang berduka, dia mau kasih uang duka tapi pada saat itu dia tidak membawa amplop. Lalu keluarlah dia ke luar rumah duka menuju warung yang ada di sebelah kanan gerbang pintu masuk Rumah Duka RSPAD. Sampai di pintu gerbang dia mendengar ada teriakan “Woi woi woii” dia sempat lihat banyak orang sudah kocar-kacir, tapi dia tidak tahu orang-orang itu datang dari arah mana, karena dia berusaha cari selamat saja dan langsung pulang naik taksi. Benarkah Reni membayar taksi-taksi yang diketahui ialah rombongan pasukan Edo? Betul dia bayar taksi, ada salah satu anak (buah) bu

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Reni yang dia lupa namanya siapa, dia bayarin taksi. Itu cuma satu taksi saja yang ia bayarkan, dan di dalam taksi itu ada 3 atau 4 orang. Mereka yang turun dari taksi itu semua dalam keadaan tangan kosong (tidak bawa alat), ada semua saksinya itu. Tapi benar Reni merupakan adik kandung Edo Tupessy? Betul, adiknya Edo. Kenapa Reni melarikan diri hingga Indramayu? Karena dia takut. Dia menonton berita dan mengetahui bahwa dalam kejadian itu sampai ada yang meninggal. Sebagai wanita, dia dalam ketakutan sekali. Bagaimana perjalanannya hingga bisa ke rumah Hercules di Indramayu? Jadi sebelumnya setelah kejadian, dia pulang menuju komplek Kampung Ambon, sehari setelahnya ada teman baiknya yang datang menawarkan bantuan untuk dia, karena dia ketakutan dan panik akhirnya dia setuju. Tetapi sebenarnya dia mau menyerahkan diri, karena ketakutan yang luar biasa itulah dia akhirnya bersembunyi. Bagaimana kondisi Reni saat pemeriksaan berlangsung? Dia dalam kondisi merasa bersalah, dia mengakui dan mengatakan “Betul saya sadar saya melanggar hukum�. Apa yang Reni rasakan? Dia stres berat, bukan stres lagi mungkin. Dia sudah depresi. Jadi sejauh mana Reni ini sebenarnya terlibat? Dia bukan aktornya. Hubungan dengan Edo bagaimana? Intinya dia segan dan takut sama Edo. (EVI/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

RENi&HERyanto (iSTIMEWA)

Berani Sebut Tupessy Bisa Mati Keluarga Reni ‘Kill Bill’ sangat disegani di Kampung Ambon. Mayoritas orang di kawasan itu memilih bungkam bila ditanya soal Reni. Mereka tidak mau mati. Reporter: Isfari Hikmat, M. Rizal, & Evi Tresnawati

M

atikan HP! Bunyi, telinga hilang.” Tulisan seram itu tertempel di tembok sebuah kafe narkoba di Kampung Ambon. Inilah kawasan yang menjadi surga narkoba di Jakarta. Di kawasan ini pula, para tersangka penyerangan Rumah Duka RSPAD, Edo Tupessy dan Irene Sophia Tupessy alias Reni ‘Kill Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Siapa yang mau menjamin keselamatan saya atau keluarga saya? Saya tidak mau jawab soal itu, jangan tanya soal itu lagi. Saya tidak mau mati

Bill’, tinggal. Majalah detik menyusuri kawasan tertutup ini, Kamis 1 Maret 2012 sore. Suasana mencekam langsung terasa, saat memasuki Kampung Ambon. Wajah-wajah terlihat tidak ramah dengan mata penuh menyelidik seperti terus mengawasi ke mana kaki melangkah. Tukang ojek yang mangkal di ujung jalan misalnya, tidak akan menyambut ramah orang asing yang datang. Mereka cermat mengamati siapapun yang masuk. Maklum para tukang ojek ini tidak hanya mencari uang dari mengantar orang dengan motornya. Kerja mereka sesungguhnya adalah menjadi pengantar para pelanggan ke kafe narkoba, sekaligus informan jika ada penyusup. Untuk pekerjaan ini, upah tukang ojek itu tidak kecil, mereka dibayar hingga Rp 200 ribu per hari. Tidak banyak kendaraan yang lewat di kawasan ini. Hanya sesekali mobil mewah melintas pelan di jalanan yang lebarnya kurang dari enam meter. Namun di setiap tikungan, ada saja kelompok pria setengah baya berbadan kekar. Sore itu, belasan pria berparas Ambon dan perawakan Cina berkerumun di ujung sebuah jalan buntu. Tak jauh dari sudut ini, sejumlah pria keluarmasuk dari sebuah rumah bergerbang kayu yang tertutup rapat. Dari luar terlihat jelas mereka asyik bermain judi. Memasuki kawasan ini, berulang kali majalah detik diingatkan, bakal tidak mudah menggali informasi mengenai Reni dan keluarganya. Peringatan itu ternyata benar adanya. Semua wajah langsung menegang saat majalah detik menyebut nama Tupessy. Mereka memilih bungkam.

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Rumah Edo Tupessy di Cinere istimewa

Tidak terkecuali pengurus RT setempat. “Siapa yang mau menjamin keselamatan saya atau keluarga saya? Saya tidak mau jawab soal itu, jangan tanya soal itu lagi. Saya tidak mau mati,” ujar seorang warga yang menolak disebut namanya dengan penuh ketakutan. Warga lainnya termasuk aparat desa yang ditemui majalah detik juga bersikap sama, ketakutan. Keluarga Tupessy memang merupakan salah satu ‘penguasa’ di kawasan ini. Reni dan keluarganya tinggal di Jalan Pirus No. 35, RT 02/07, Kedaung, Kali Angke. Sementara anggota keluarga besar lainnya menyebar di sekitar kawasan tersebut. Selain Reni, keluarga Tupessy lainnya yakni Edo Tupessy, kakak Reni yang juga menjadi tersangka serangan RSPAD dan sudah ditahan. Seluruhnya keluarga inti Tupessy tujuh bersaudara. Selain Edo dan Reni, ada Gaby, Anis, Marice, Yuli, dan Jenny. Kelima orang ini hingga kini belum diperiksa polisi. Sebenarnya masih banyak keluarga besar lainnya di Kampung Ambon yang juga menjadi bandar narkoba ataupun bandar judi selain keluarga Tupessy. Jumlahnya mencapai belasan. Namun keluarga Tupessy sangat disegani, karena anggotanya paling banyak. Keluarga ini seperti warga Kampung Ambon lainnya, awalnya tinggal di Kampung Ambon Kwini, Senen. Kakek keluarga Tupessy ini pernah menjadi tentara KNIL (tentara pemerintah Hindia Belanda).

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Reni dan suaminya, Heryanto detikfoto

Reni sekeluarga diduga berbisnis narkoba. Dibanding saudaranya hidup Edo lebih mewah. Ia juga memiliki rumah mewah di Cinere. Edo juga merupakan orang yang paling ditakuti di keluarganya. Pria yang diduga sebagai otak serangan di RSPAD itu memang terkenal kejam. Dalam serangan itu, kelompok Edo mengamuk bak aksi film ‘Kill Bill’, dengan samurai panjang dan parang. “Orang di Kampung Ambon saja, kalau salah sama dia (Edo), dia sendiri yang bantai,” kata sumber majalah detik di Kampung Ambon. Menurut sumber itu, Reni yang berusia 44 tahun dalam bisnis narkoba keluarganya berperan sebagai tenaga pembukuan dan keuangan. Dibanding Edo yang terkenal kejam, Reni dikenal bersikap lembut dan sopan. Ia biasa dipanggil dengan sebutan mami di kalangan para pengguna. Reni menikah dua kali. Pertama menikah dengan Raymond dan memiliki satu anak perempuan, Pat. Setelah cerai dari Raymond, Reni menikah dengan Heryanto. Dari pernikahan dengan Heryanto yang usianya lebih muda ini, Reni memiliki lima anak, satu perempuan dan empat lakilaki. “Reni dan suaminya itu tidak memiliki pekerjaan yang jelas, tapi ya begitu hidupnya (mapan),” terang sumber yang lahir dan besar di Kampung Ambon itu. Setelah buron 10 hari, Reni akhirnya ditangkap di rumah Hercules di Indramayu, Jabar, Minggu 4 Maret 2012. Pengacara Reni, Charles Carlo Lesiasel, membantah Reni otak serangan di RSPAD. “Dia bukan aktornya,” tegas Charles kepada majalah detik. (IYE/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Surga Narkoba yang Tak Tersentuh Reporter: Isfari Hikmat & Monique Shintami

K

ampung Ambon awalnya bernama Komplek Permata. Kawasan ini terdiri dari delapan Rukun Tetangga di Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai Kampung Ambon, setelah warga Ambon yang semula tinggal di Kwini, Senen dipindahkan ke sana. 10 tahun belakangan, kawasan yang

kini ditinggali sekitar 2.000 keluarga ini, dikenal sebagai ‘surga’ peredaran narkoba. Di tempat itu, narkoba dijual besar-besaran dan terang-terangan. Para pengguna narkoba tinggal datang, memilih barang, dan menggunakannya

tanpa khawatir digerebek. Sang bandar menyediakan tempat dan peralatan yang dibutuhkan, termasuk jaminan bebas dari penggerebekan. Meski sudah menjadi rahasia umum, aparat tidak bisa berbuat banyak, begitu juga warga setempat. Namun akhir tahun lalu polisi nekat menggerebek tempat ini. Dalam penggerebekan 8 Desember 2011 lalu, polisi menyita 6.531 butir ekstasi, 4 ons sabu, 4 pucuk senjata api, 50 gram heroin, 15 pucuk senjata tajam, 4 kilogram ganja, 600 butir happy five, 1.000 bong, dan uang tunai Rp 218 juta. Polisi juga menyegel 30 rumah dan warung yang kedapatan menjual narkoba. detikfoto Mesin hitung dan timbangan yang diduga digunakan untuk transaksi narkoba, tidak hanya ditemukan di rumah-rumah, tetapi juga di warungwarung yang banyak tersebar di kawasan itu.

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Meski sudah berulang kali digerebek, bisnis narkoba di Kampung Ambon tetap tumbuh subur. ‘Bisnis’ di kampung Ambon justru berkembang menjadi bagian jaringan internasional. Sebagian besar peredaran narkoba di Jakarta berasal dari Kampung Ambon yang konon mendapat pasokan dari Malaysia. Omzet diperkirakan

Ambon sudah menjadi sindikat yang melibatkan aparat kepolisian, dan tentara. Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen Pol. Benny J. Mamoto tidak menampik adanya oknum yang terlibat. “Kita tidak menutup mata soal itu,” kata Benny. Kampung Ambon, sebenarnya sudah masuk dalam pantauan BNN.

Parkir VIP Rumah Keluarga Besar Tupessy Gerbang Kampung Ambon Arah DaanMogot

POS. POL GEREJA

Gerbang Kampung Ambon

mencapai triliunan rupiah per hari. “Untuk memberantas sangat susah, harus sudah sejak dulu,” ujar Asmaran yang pernah menjadi kepala lingkungan Kedaung. Seorang warga yang minta namanya dirahasiakan menuturkan Kampung

Lembaga ini bahkan membuat gerakan Community Development untuk menyadarkan warga yang jualan narkoba agar beralih ke profesi legal. Gerakan ini dilakukan pada 2008-2009. “Tapi memang belum maksimal,” kata Benny. (AMI/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Hasan Alhabshy /detikfoto

‘Kill Bill’ pun Menggigil Ketakutan Penampilan Reni ‘Kill Bill’ sehari setelah ditangkap jauh dari sosok jagoan. Ia menggigil ketakutan. Bahkan terus menerus menangis. Reporter: Evi Tresnawati

T

ubuh perempuan berpostur tinggi besar itu terus menggigil. Tangannya yang menggenggam sebotol kecil minyak angin terlihat gemetaran. Raut wajahnya terlihat sangat ketakutan. Perempuan itu adalah Irene Sophia Tupessy alias Reni ‘Kill Bill’. Perempuan berusia 44 tahun itu diduga ikut memimpin serangan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto yang menewaskan 2 orang. Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Reni menjadi perempuan yang paling ditakuti di Kampung Ambon, selain sang kakak, Edo Tupessy. Keduanya menjadi tersangka dan kini ditahan polisi terkait aksi bak film ‘Kill Bill’ saat melakukan ­serangan pada dini hari 23 Februari 2012 itu. Kelompok Edo dan Reni saat itu mengamuk secara beringas dengan samurai dan parang. Sejumlah kesaksian bahkan menyebut Reni ikut berteriak dan mengacungkan samurai saat penyerangan berdarah itu. Namun penampilan Reni sehari setelah ditangkap sungguh berbeda. Pada Senin 5 Maret 2012 sekitar pukul 22.30 WIB, sosok Reni sangat jauh dari bayangan seorang cewek jagoan. Posturnya memang tinggi besar, tinggi Reni 172 cm, Mohon maaf ya, saya mohon tetapi tak tampak sedikit saja ibu saya nggak bisa. Mohon maaf enam anak ini jago berkelahi. ya, mohon maaf sekali. Besok Berkemeja kotak-kotak warna akan ada pengacara yang cokelat, Reni menolak berbicara mendampingi saya. tentang kasus yang tengah menjeratnya. Dia hanya terus menerus mengucap kata ‘maaf’. Dia berjanji akan berbicara saat didampingi pengacaranya. “Mohon maaf ya, saya mohon saya nggak bisa. Mohon maaf ya, mohon maaf sekali. Besok akan ada pengacara yang mendampingi saya,” kata perempuan keturunan Arab-Ambon ini saat ditemui majalah detik. Tak sampai dua menit, Reni langsung keluar ruangan Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat. Reni saat ini memang sedang tertekan. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Pusat AKP Sentike B. S.H., bercerita, perempuan 44 tahun itu banyak menangis saat dicecar soal kasusnya. Apalagi jika ditanya soal anak-anaknya yang kini

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Para tersangka kasus penyerangan di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto. Hasan Alhabshy /detikfoto

hampir hidup sebatang kara ­karena mama dan papanya, Reni dan Heryanto, ditahan polisi. “Kalau sudah masuk ke situ dia menangis, dan terus menangis,” kata Sentike, sesaat setelah ­mengantar Reni kembali ke selnya. Reni sebenarnya tidak terlalu merisaukan kasus yang kini dihadapinya. Dia lebih khawatir soal nasib anak-anaknya yang tinggal di Kampung Ambon tanpa pengasuh. “Saya kasihan sama anak-anak, mereka tinggal di komplek Kampung Ambon,” kata Reni ­seperti ditirukan Sentike. Reni juga terus merasa bersalah karena telah meninggalkan enam anaknya untuk melarikan diri. Jul, anak kedua Reni, bahkan sempat marah dan kecewa dengan mamanya. Remaja berusia 17 tahun itu menyayangkan mama dan papanya memilih kabur dari kejaran polisi dan meninggalkan anak-anak di rumah sendirian. “Kenapa sih mama harus lari? Kenapa sih mama harus pergi? Kenapa tidak pernah komunikasi d ­ engan anak-anaknya? Mungkin mama pikir Jul (panggilan Jul) ini bukan anak mama apa ya?” kata Jul masih seperti diceritakan Sentike. Meski masih muda, Jul sangat paham mengapa mama dan papanya berurusan dengan polisi. Menurutnya, itu memang konsekuensi dari segala hal yang

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

telah dilakukan kedua orang tuanya. Namun s­ ebagai anak, Jul berharap masih bisa terus bertemu d ­ engan mama dan papanya. Meski harus tinggal berpisah karena kasus, Jul berharap masih bisa bertemu dengan mama dan papanya. Jul ingin kedua orang tuanya dalam kondisi baik-baik saja. “Bisa meluk mama Jul, bisa meluk papa Jul. Itu jauh lebih bagus,” kata Jul. Tak cuma Jul, adiknya Lin juga sangat hancur hatinya. Saat dipertemukan dengan papa dan mamanya di Polres Jakarta Pusat, Lin terus menerus menangis sambil memeluk papanya. Pelajar SMP itu terus menarik kerah baju papanya sambil terus bertanya mengapa orang tuanya meninggalTiga anak mereka yang kannya? lebih kecil belum mengerti “Kami harus tinggal dengan siaapa yang terjadi pada orang pa?” kata Lin sambil terus berurai air tuanya. Karena itu pula, mata. Sementara kakak-kakaknya, Reni sangat tertekan. Pat dan Jul yang juga ada dalam pertemuan itu hanya bisa menatap sang adik dengan sedih. Heryanto dan Reni pun tidak mampu berkatakata menghadapi rengekan anak kandungnya itu. Mereka terus menerus menangis. Air matanya terus bercucuran sambil tangannya memeluk si buah hati. Tiga anak mereka yang lebih kecil belum mengerti apa yang terjadi pada orang tuanya. Karena itu pula, Reni sangat tertekan. Dia terus memikirkan bagaimana cara menjelaskan masalah yang dihadapinya ini kepada anak-anaknya. “Dia tertekan dan depresi sekali,” kata Sentike. Kepada polisi, Reni mengaku sebenarnya tidak ingin ikut datang ke RSPAD saat penyerangan itu

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Polisi gelar barang bukti dan para tersangka penyerangan di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto. Hasan Alhabshy /detikfoto

terjadi. Ia terus-menerus menyalahkan dirinya.Namun nasi sudah jadi bubur. Reni harus mempertanggungjawabkannya di muka hukum. Ia dan suaminya terancam hukuman mati. Reni dijerat dengan pasal 55 KUHP yakni turut serta dalam tindak pidana. Sementara sang kakak, Edo, dijerat pasal 340 tentang pembunuhan, 170 tentang pengeroyokan, dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana sampai mati. Charles Carlo Lesiasel, saat menjadi pengacara Reni membantah kliennya menjadi otak serangan di RSPAD. Ditegaskan, Reni tidak membawa parang maupun samurai seperti yang diberitakan oleh banyak media. “Tapi pada prinsipnya saudara Reni itu bertanggung jawab atas kesalahannya,” tegas Charles. Jumat, 9 Maret 2012, Charles mundur dari pengacara Reni dan hingga kini belum ada penggantinya. (KEN/YOG) Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Anak Reni Ngamen untuk Makan Reporter: Evi Tresnawati

S

etelah Reni ‘Kill Bill” dan suaminya, Heryanto, melarikan diri, anak-anak mereka harus melakukan segala upaya untuk bertahan hidup. Anak kedua Reni, Jul, bahkan terpaksa mengamen. “Jadi ketika dia pulang, dia kasih ke adik-adiknya uang, itu hasil ngamen sehabis pulang sekolah,” cerita Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Pusat AKP Sentike B. S.H., kepada majalah detik. Jul sempat kebingunan saat tiba-tiba mama dan papanya menghilang. Dia bingung bagaimana nanti ongkos sekolah untuk adik-adiknya? Remaja yang akrab disapa Jul itu terpaksa membuka celengan. Meski sudah mengirit, uang celengan itu habis hanya dalam beberapa hari saja. Saking tak punya uangnya, Jul dan adik-adiknya pernah makan satu Indomie dibagi untuk bertiga. Jul juga makin bingung karena adiknya sudah dua bulan belum bayar uang sekolah. “Tapi mereka solid dan saling ­menguatkan,” cerita Sentike. Bayangan keluarga Reni hidup mewah karena punya lapak narkoba sama sekali tidak terlihat. Anak-anak Reni, sebenarnya bisa

saja meminta bantuan kepada keluarga besarnya yang hidup berkecukupan. Tapi Jul tidak melakukannya karena Reni mendidik mereka untuk tidak gampang minta bantuan kepada orang lain. “Jadi setelah dia antar adikadiknya sekolah, dia pergi ngamen,” kata Sentike. Meski tumbuh di lingkungan yang keras, anak-anak Reni jauh dari sikap kasar. Menurut Sentike, cara berbicara mereka justru sangat lembut. Selama ini Reni s­angat disiplin mendidik keenam anaknya. Anak-anak tidak dibiarkan bergaul bebas di Kampung Ambon. “Dia (Reni) melindungi supaya anak-anaknya tidak mengetahui lingkungan di sekitar situ. Dia jaga sekali anak-anaknya,” kata Sentike. Jul memang sempat malu orang tuanya memiliki masalah hukum. Meski begitu, dia tetap menyayangi mama dan papanya. Selain mengurus adik-adiknya, Jul juga menyempatkan diri untuk menelepon kantor polisi ­menanyakan kondisi orangtuanya. Jul bahkan berpesan kepada Sentike agar mau menjaga sang mama. (KEN/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Karena Adik Angkat, Hercules Terseret

fikry hidayat/detifoto

Hercules membantah mengenal Reni ‘Kill Bill’. Soal Reni sembunyi di rumahnya di Indramayu, semua ulah adik angkatnya, Boby. Hercules siap diperiksa polisi. Reporter: M Rizal, Deden Gunawan

S

ekolah yang aneh. Mungkin demikian orang akan berpikir bila melihat sebuah bangunan mirip gedung sekolah di Jalan Tanjung Duren Barat II, Jakarta Barat. Gedung itu memang sekilas tampak seperti sebuah sekolah. Tapi jangan salah, itu bukan sekolahan. Di gerbang gedung itu, berkibar bendera ­Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB). Tidak ada nama Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Hercules Warta Kota/Adhy Kelana

s­ ekolahan. Bila masuk ke dalam, di sana berkumpul puluhan orang berkulit gelap, dan ruangan-ruangan kelas di gedung itu pun disulap menjadi semacam rumah petak. Gedung ini selama 2 tahun terakhir memang dijadikan markas GRIB yang dipimpin Hercules, mantan preman Tanah Abang asal Timor Timur. Meski ­organisasi itu baru berusia 6 bulan, tetapi a ­ nggotanya saat ini sudah mencapai 17 ribu orang, dan pada deklarasi yang akan digelar Mei 2012 diperkirakan akan dihadiri sebanyak 20 ribu orang. Hercules saat memberikan bantuan korban kebakaran di Tambora, Jakarta Utara, mengatakan, ia mu­ lai mengubah haluan hidupnya sejak 2006. Sejak itu, aktivitas dunia hitam yang sejak 1990an dijalani pelan-pelan ditinggalkan. Pria bernama lengkap Hercules Rozario Marshal itu pun kini memilih mengelola bisnis pertanian dan properti bersama anak buahnya. Sementara di bidang sosial, Hercules membentuk GRIB. Dengan ormas ini Hercules berharap dapat membantu masyarakat lainnya yang terkena musibah. Upaya Hercules mengubah citra dirinya sebagai preman dan beralih ke bisnis yang halal, sedikit ter-

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Boby

ganggu dengan munculnya kabar beberapa hari lalu. Rumah Hercules di Indramayu ternyata dijadikan tempat persembunyian Irene Sophia Tupessy alias Reni “Kill Bill”. Reni sempat menjadi target pencarian polisi pascaperistiwa penyerangan di rumah duka RSPAD, 23 Februari 2012. Selama dua pekan setelah kejadian, Reni pun raib. Tim Satgassus yang dibentuk Polres Metro Jakarta Pusat memburu Reni ke Bali, Sukabumi, dan seantero Jakarta. Namun jejak Reni baru diketahui pada 4 Maret 2012. Berdasarkan ­keterangan Boby, tangan kanan Hercules, Reni bersembunyi di rumah Hercules. Tertangkapnya Reni di rumah Hercules mau tidak mau menyeret tokoh preman asal Timor Timur itu. Bahkan Polres Metro Jakarta Pusat pun berencana memeriksa Hercules. “Saya akan datang,” kata Hercules kepada majalah detik. Meski bersedia diperiksa, Hercules mengaku sama sekali tidak tahu Reni ­ bersembunyi di rumahnya di Indramayu. Ia bahkan mengaku sudah lama tidak mengunjungi rumahnya itu. Kasus itu merupakan urusan Boby tanpa ­sepengetahuan Hercules. “Ini saja sudah tiga bulan saya tidak ke sana,” tegas Hercules. Sumber majalah detik yang merupakan teman Hercules pun mengatakan, Hercules tidak punya hubungan apa-apa dengan Edo, yang punya hubungan dengan Edo adalah Boby, adik angkatnya Hercules. Bahkan Boby berulang kali membantu

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Edo

bisnis Edo di Kampung Ambon. Boby saat ditemui majalah detik di rumahnya juga menegaskan, Hercules tidak punya ­hubungan dengan Edo. Hercules bahkan sempat mema­ rahi Boby karena membawa Reni bersembunyi di rumahnya. “Tapi setelah saya jelaskan Pak Hercules maklum ,” ujar Boby. Boby mengaku ia menolong Reni, murni alasan kemanusiaan. Reni merasa ketakutan terutama terhadap nasib anak-anaknya yang masih bersekolah. Lagi pula Reni diinapkan di rumah Hercules supaya mudah untuk didatangkan saat dibutuhkan keterangannya oleh polisi. Boby mengakui sangat mengenal Reni. Sebab perempuan berusia 40 tahunan itu merupakan adik kenalannya, Edo. “Karena adiknya Edo jadi saya kenal Reni,” jelasnya. Perkenalan Boby dengan Edo terjadi pada 2011. Saat itu kelompok Edo diduga terlibat dalam pengrusakan mobil pengurus PSSI Andi Darussalam di kantor KONI, 4 April 2011. Buntut peristiwa itu, Boby diminta polisi untuk memediasi Edo supaya mau memberikan keterangan soal kasus pengrusakan itu. Kepada Edo, Boby menyarankan, kalau memang terlibat ia harus bertanggung j­awab. Kalau anak buahnya yang terlibat, Edo diminta untuk menyerahkannya ke polisi. Ternyata saran itu didengar. Edo dan anak buahnya akhirnya datang ke Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan. Beberapa bulan setelah itu, Boby kembali berurusan dengan Edo. Ia dimintai bantuan Polres Metro Jakarta Barat untuk memediasi peristiwa bentrok

Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Kantor Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) fikry hidayat/detifoto

warga dengan puluhan orang di Kampung Ambon, Senin 29 September 2011 yang menewaskan dua orang. Usai peristiwa itu, Boby meminta Edo untuk menyerahkan anak buahnya yang terlibat ke polisi. “Saya sendiri yang membawa anak buah Edo ke kantor polisi,” terangnya. Karena interaksi itu, hubungan keduanya pun semakin akrab. Mereka dalam banyak kesempatan sering bertemu, termasuk dengan Reni. Nah, ketika ada peristiwa penyerangan di RSPAD, Boby juga sempat diminta bantuan untuk datang ke Kampung Ambon. Namun karena Edo sudah ditangkap, Boby pun mengimbau anak buah Edo untuk menyerahkan diri. Boby mengklaim caranya itu mendapat respons dari para pelaku penyerangan. “Buktinya ada 4 orang yang menyerahkan diri ke Koramil. Itu saya yang suruh,” ungkapnya. (DEN/YOG) Majalah detik 12-18 maret 2012


Fokus reni ‘kill bill’

Hercules:

Saya Tak Kenal Reni ‘Kill Bill’ Reporter: E Mei Amelia & Isfari Hikmat

H

ercules diseretseret dalam kasus penyerangan di rumah duka RSPAD, Kamis 23 Februari 2012. Salah seorang tersangka, Irene Sophia Tupessy’ ditangkap polisi di rumahnya. Berikut wawancara majalah detik dengan Hercules yang dilakukan dalam dua kali percakapan telepon: Apa kabar? Saya lagi di rumah sakit Puri. Sakit apa? Kena typus. Irene ditangkap di rumah Anda di Indramayu. Bagaimana penjelasannya? Iya, saya dapat informasi dari anak-anak katanya dia ke sana. Yang bawa itu Boby, saudara saya. Tanpa sepengetahuan saya. Saya tidak kenal dengan Reni.

Coba kamu hubungi Boby saja. Waktu itu Anda dimana? Saya di Jakarta, sudah tiga bulan tidak ke sana. ­Biasanya dua bulan sekali. Apakah rumah di Indramayu itu rumah Anda? Iya. Tempat itu memang boleh disinggahi siapa saja.  Siapapun silakan saja kalau mau datang ke rumah saya. Itu rumah kosong kok. Pintu rumah saya terbuka untuk siapa pun. Anda mengenal Reni dan keluarganya? (Reni) Itu adik Edo. Tetapi saya tak kenal Reni secara pribadi. Apakah Anda yang menyuruh Reni sembunyi di Indramayu? Nggak. Itu Boby. Ya Reni mungkin cerita ke Boby minta perlindungan karena merasa tidak bersalah. Ya

namanya juga mungkin perempuan yah, jadi dia ­dilindungi. Anda kan bisa terjerat pidana karena menyembunyikan buronan? Orangnya yang tahu (Boby) sudah diperiksa oleh kepolisian. Saya tidak tahu. Apakah Anda tahu soal keributan di RSPAD? Saya nggak tahu. Itu kan orang Ambon. Saya kan orang Timor Leste. Polisi rencananya tetap akan memeriksa Anda. Bagaimana tanggapan Anda? Sebagai warga negara taat hukum, saya akan datang. Saya menghormati. Anda tidak takut berurusan lagi dengan kepolisian? Karena apa? Harus ada dasarnya.  Karena terkait apa dan informasi dari siapa? (AI/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


interview interview

Direktur Pengejaran & Pengedaran BNN:

Siapapun Backing

Kampung Ambon

Kita Sikat

“Begini, kalau kami, siapapun yang mem-backing-i kita sikat. Kalau kita mau eksekusi itu harus matang. Kalau kami hanya razia, ditertawakan nanti.� Reporter: Monique Shintami

Foto: Fikry Hidayat / detikfoto

Majalah detik 12-18 maret 2012 Majalah detik 12-18 maret 2012


interview

J

“

Jadi dari sisi penegakan hukum, perlu yang tegas dan keras, tunjukkan bahwa kita konsisten, kita tidak pandang bulu.

umlah penduduk Indonesia yang terkena narkoba sudah jutaan, tepatnya, 3,8 juta. Narkoba kini bahkan sudah meracuni semua kalangan dari semua profesi. “Tidak ada satu instansi yang bisa mengatakan bahwa instansinya dijamin bersih, tidak akan kemasukan narkoba,� kata Direktur Pengejaran dan Pengedaran Badan Narkotika Nasional Brigjen Pol. Benny J. Mamoto. Perkembangan bisnis haram narkoba memang sudah merata di seluruh daerah. Di Jakarta, ada Kampung Ambon yang dikenal sebagai pusat narkoba. Mengapa Kampung Ambon seolah tidak tersentuh? Siapa yang mem-backing-i? Apa yang akan dilakukan BNN? Berikut petikan wawancara Monique Shintami dari majalah detik dengan Direktur Pengejaran dan Pengedaran BNN Brigjen Pol. Benny J. Mamoto di sela-sela rapat rencana kerja BNN: Apa pemicu maraknya peredaran dan penggunaan narkoba? Banyak faktor. Misalkan banyak pengangguran. Salah satunya memang faktor ekonomi. Faktor pendidikan juga penting, tapi bukan berarti yang berpendidikan bersih, nggak juga. Bagaimana tindakan aparat dalam menangani peredaran narkoba? Kalau aparatnya terlibat, ya lebih parah lagi, mempermudah proses. Jadi dari sisi penegakan hukum, perlu yang tegas dan keras, tunjukkan bahwa kita konsisten, kita tidak pandang bulu. Ini dari sisi represif, dalam rangka menekan supply, dalam rangka menekan pengedaran. Majalah detik 12-18 maret 2012

“


interview

Diikuti juga dengan upaya menekan permintaan, demand. Cara menekan demand itu misalnya dari yang kenal, laporlah. Sekarang Peraturan Peme足 rintah wajib lapor itu sudah diatur. Dengan mereka melapor, (penggunanya) bisa direhabilitasi, diobati 足 sampai sembuh. Harus beriringan antara supply harus ditekan dengan pemberantasan, dan demand ditekan dengan rehabilitasi. Ada satu lagi, yang sudah terkena itu sekitar 3,8 juta, hasil penelitian antara BNN dengan Litbang UI. Itu setara dengan 2,2 persen total penduduk Indonesia. Nah kalau keluarga bisa menjaga, membentengi agar anak-anaknya tidak terjangkit narkoba, sehingga angka 97,8 persen itu bertahan saja, sudah bagus. Sampai saat ini sudah adakah yang lapor? Sudah, sudah ada. Tidak hanya itu, informasi kepada publik masih perlu terus ditingkatkan. Beberapa waktu yang lalu saya ada imbauan, tidak ada satu instansi yang bisa mengatakan bahwa instansinya dijamin bersih, tidak akan kemasukan narkoba. Hayo, mau sebut mana, saya bisa sebut. Profesi apa, saya bisa sebut, bahkan dokter sekalipun. Salah satunya kita mengimbau, mohon pemimpin instansi sedini mungkin melakukan tes urine kepada seluruh stafnya. Tujuannya untuk identifikasi, jadi kalau ada instansi yang menemukan itu, segera obati atau jika memang ada sanksi internal harus Majalah detik 12-18 maret 2012


interview

“

Targetnya adalah mengalihkan mereka yang tadinya berprofesi jualan narkoba, ke profesi yang legal.

diskors, harus dipecat atau apa. Sejak kapan Kampung Ambon, Jakarta dikenal sebagai tempat peredaran narkoba? Kampung Ambon itu kan relokasi, dari tempat sebelumnya yang notabene sudah seperti itu. Perilakunya tidak berubah, orang-orangnya tidak berubah. Memang idealnya sebaiknya ketika relokasi, itulah kesempatan untuk menata kembali, mengubah gaya hidup, mindset orangnya. Kalau ini kan hanya memindahkan masalah. Bagaimana BNN menangani masalah di Kampung Ambon? BNN ada gerakan di Kampung Ambon, namanya Community Development. Targetnya adalah mengalihkan mereka yang tadinya berprofesi jualan narkoba, ke profesi yang legal. Program ini sudah berjalan, dari sekitar tahun 2008 atau 2009, tapi memang belum maksimal. Kita tahu karakteristik Kampung Ambon, masyarakatnya tertutup karena pengaruh kelompok jaringan ini, jadi sudah telanjur menikmati. Untuk mengubah ini butuh pendekatan secara komprehensif. Kampung Ambon terkesan seperti tak tersentuh? Begini, kalau kami, siapapun yang mem-backing-i kita sikat. Kalau kita mau eksekusi itu harus matang, jaringan harus ada, barang bukti harus ada, harus terungkap, tidak seperti razia. Kalau kami hanya razia, ditertawakan nanti. Untuk bisa sampai jelas, kita perlu waktu. Adakah kemungkinan oknum aparat ada di balik jaringan itu? Oknum itu kita tidak bisa tutup mata. Apakah dia mengonsumsi, apakah dia terlibat dalam peredaran, Majalah detik 12-18 maret 2012

“


interview

itu ada. Benarkah orang-orang lama, seperti eks napi, yang aktif di sini? Nah itu, yang memprihatinkan. Ada 58 napi yang diberi hukuman mati, tapi belum dieksekusi d 足 engan berbagai macam alasan. Undang-undang baru, sanksi hukumnya jauh lebih berat, tapi tidak ada hukuman mati satu pun sampai detik ini yang terealisasikan. Kalau hukuman seumur hidup kan percuma, mereka tinggal angkat telepon dari dalam. Malah ada yang ngomong, lebih kaya di lapas daripada di luar. Apakah peredaran narkoba terbesar hanya ada di kota besar? Memang nomor satu DKI, dan trennya terus meningkat, cenderung di kota besar. Tapi ya itu, ketika saya dapat fakta bahwa ada di desa di Aceh, itu ngeri juga. Imbauannya wajib lapor itulah, ayo lapor BNN, bisa dicek di www.bnn.go.id. (SIL/YOG) Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Menantang

Perang Sang

Jenderal Ramadhan Pohan kembali melempar tuduhan. Setelah kepada Ical, kini serangannya mengarah ke Jenderal purnawirawan 足Wiranto. Akrobat politik yang tak ada habisnya. Reporter: M. Rizal

Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

M

Akbar tanjung bersama Wiranto. ramses/detikfoto

encari satu teman sejati memang lebih sulit ketimbang banyak musuh. Barangkali analogi itu pas bagi Partai Demokrat (PD). Umur boleh muda, 7 tahun. Namun, PD sudah banyak persoalan. Mulai dari kadernya yang ­tersandung korupsi sampai gesekan dengan partai lain. Gesekan terbaru timbul antara Wakil ­Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PD Ramadhan Pohan ­dengan sejumlah elit Partai Hanura. Berawal dari tudingan keras Ramadhan mengenai netralitas Elza Syarief sebagai Ketua DPP Partai Hanura. Seperti diketahui, Elza adalah tim pengacara pecatan Bendahara Umum PD Muhammad Nazaruddin dalam kasus suap proyek Wisma Atlet. Tak hanya ­menyerang Elza, Ramadhan juga menyerang Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto. Kritik jenderal purnawirawan itu terhadap Presiden SBY disebutnya karena sakit hati dua kali gagal dalam Pilpres. “Mungkin Wiranto masih sakit hati,” tuding Ramadhan. Kepada majalah detik, Elza mengaku heran ­dengan sikap Ramadhan yang main tuding seperti itu. Ia menegaskan, sebagai advokat, ia bekerja secara profesional. Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Silakan tanya kepada para mantan jenderal di Demokrat, termasuk SBY yang lebih mengenal saya ketimbang Ramadhan.

Elza pun minta Ramadhan membaca Kode Etik Advokat. Di dalam kode etik itu, seorang pengacara diharuskan membela seseorang tanpa menimbang suku, agama dan ras. “Harusnya itu anggota Dewan jangan asal ngomong. Harus ada sopan santun kalau bicara,” ujar Elza sewot. Wiranto pun menyampaikan kekecewaan atas sikap Ramadhan. Tuduhan itu dinilai sangat d ­ angkal, emosional, dan tendensius serta menandakan ­adanya kepanikan yang luar biasa. Walau merasa tuduhan Ramadhan tak masuk akal, tetapi Wiranto tak mau mengambil jalur hukum. Malah, Wiranto minta semua kader Hanura di daerah bersikap tenang dan tak menanggapi tuduhan berlebihan dari Ramadhan. Wiranto mengaku tak pernah melakukan caracara kotor dalam mengkritisi pemerintahan SBYBoediono. Walau sudah pensiun, tapi semua mantan perwira masih punya jiwa Saptamarga. “Silakan tanya kepada para mantan jenderal di Demokrat, termasuk SBY yang lebih mengenal saya ketimbang Ramadhan,” kata mantan Panglima ABRI itu. Sikap Ramadhan sendiri oleh anggota Dewan Pembina PD Syarief Hasan justru dinilai sebagai upaya membela partai. Syarief yakin Ramadhan tak sengaja mengobarkan ‘perang’ terhadap Hanura. “Ini aksi-reaksi. Ramadhan membuat testimoni tentunya ada penyebab. Mari berpikir jernih, sebagai kader dia hanya membela partainya,” paparnya. Sementara Ketua DPP Partai Hanura Akbar Faizal menilai apa yang dilakukan Ramadhan sebagai ­pengalihan isu korupsi sejumlah kader PD. “Seharusnya beliau belajar dari kasus ancaman gugatan Pak Aburizal Bakrie kemarin, yang juga karena keMajalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Elza Syarief ramses/detikfoto

sembronoan bahasa dia ke publik,” ujar Akbar. Ramadhan, lanjut Akbar, sosok yang tak paham sejarah dan hubungan antara Wiranto dan SBY. Ia menduga SBY pun tak suka dengan cara dan manuver Ramadhan. “Saya berharap Ramadhan fokus pada partainya yang kesulitan menjelaskan berbagai kasus korupsi,” ujar Anggota Komisi II DPR ini. Pengamat politik Universitas G ­adjah Mada (UGM) Arie Sudjito menilai sikap Ramadhan menunjukkan lemahnya mental demokrasi elit dan kader partai di Indonesia. Menurutnya, selama ini telah terjadi pola kompetisi antarelit partai politik dan internal parpol yang tidak sehat. “Siapa pun partai politik yang menjadi penguasa memang selalu bersikap reaksioner. Tak hanya yang dilakukan Ramadhan dari PD, dulu juga dilakukan oleh PDIP, apalagi Golkar,” terangnya kepada majalah detik. Sistem berdemokrasi di Indonesia dinilai sangat mewah. Artinya, demokrasi sudah begitu banyak dipayungi secara hukum. Namun sayangnya, mental para elit dan kader partai politik di Indonesia sangat lemah. Artinya kultur berdemokrasi elit politik dinilai jeblok. “Ini jadi semacam main game solitaire, main tebak-tebakan, saling goreng. Kalau mental elit politik seperti ini terus, siapa pun yang berkuasa akan digerogoti, gampang GR, dan paranoid. Rakyat tahu semua kalau mereka ini sedang bersandiwara,” ujarnya. (WAN/YOG) Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Berlomba Kalahkan Jagoan Cikeas

dikhy sasra/detikcom

Perhelatan Pemilukada DKI Jakarta tinggal lima bulan lagi. Fauzi Bowo (Foke) telah mengantongi restu SBY. Calon lain tidak kalah percaya diri. Reporter: Isfari Hikmat

F

auzi Bowo meluncur ke Cikeas, Bogor, 足 Minggu 4 Maret 2012, malam. Ia tak sendiri, tim p 足emenangan turut serta 足 mendampinginya. Namun, pertemuan 足dengan sang tuan rumah, SBY, hanya berlangsung empat mata. Pulang dari Cikeas, Foke, begitu orang menyapa gubernur DKI Jakarta ini, memikul tugas berat. Ia Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Presiden SBY setneg

harus mampu merangkul dukungan partaipartai di luar Partai Demokrat. “Ditarget Cikeas tiga hari,” kata sumber majalah detik. Sumber itu menuturkan, SBY dan Foke membahas Pemilukada DKI yang tinggal hitungan bulan. Foke memang berkeinginan kuat maju kembali. Tak sekali ini saja anggota dan ketua dewan pembina PD itu bertemu. Namun, baru pada pertemuan malam Senin itu SBY memberi restu. Sehari setelah pertemuan itu, Foke mengungkapkan dukungan SBY di depan publik. Tepatnya di acara Rakornas PKS di Hotel Bidakara. “Ketua Dewan Pembina menyampaikan amanah PD untuk maju di dalam Pilkada yang akan datang diberikan kepada saya,” ujar Foke. Meski telah dipanggil SBY, tetapi belum ada ketetapan resmi dari PD tentang pencalonan Foke itu. Soal calon dari PD, masih dibahas oleh Majelis Tinggi yang ­ diketuai SBY. Di samping itu, muncul pula pesaing Foke dari internal PD yakni Nachrowi Ramli, Ketua DPD PD DKI Jakarta. Bila Foke didukung SBY, maka Nachrowi disokong Ketua Umum PD Anas U ­ rbaningrum. “Saya sama Pak Nachrowi punya hubungan lahir batin. Dia nyapres aja saya dukung,” tegas Anas. Namun, Foke terlihat lebih aktif bergerak mencari calon pendamping dan partai pendukung. Di antaranya dengan hadir di Rakernas PKS. Tapi, kabar tak nyaman berhembus. Menurut kalangan dekat Cikeas, SBY tidak terlalu suka bila PD berkoalisi ­dengan PKS. ‘Tawaran’ PKS juga terlalu ‘mahal’. Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Calon Gubernur DKI dari pasangan Independen Faisal Basri secara simbolis menyerahkan boks suara kepada KPU Pengprov DKI Jakarta, di Perpustakaan Nasional, Jakarta. Rengga Sancaya/detikcom

PKS sendiri secara tegas mengusung k ­ adernya, Triwisaksana. Meski demikian, PKS tak menolak jagoannya jadi cawagub bila kalkulasi politik tak memungkinkan. “Kita sedang mencermati kondisi politik yang ada,” kata Presiden PKS Luthfi Hassan Ishaq. Kembali kepada Foke, sebagai calon petahana alias incumbent, kansnya untuk maju kembali memimpin Jakarta diprediksi masih besar. Dalam survei yang dirilis Media Survei Nasional (Median) dan The Future Institute (FTI) awal Februari, Foke masih duduk di peringkat teratas. Namun, sejumlah penantang kini juga ikut memanaskan bursa Pemilukada DKI. Kubu Partai Golkar maju dengan calon internal partai. Partai yang ditinggal Foke setelah menyukseskannya jadi gubernur periode 2007-2012 itu, memiliki tiga cagub. Mereka adalah Prya Ramadhani, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dan anggota DPR Tantowi Y­ ahya. Golkar bernegosiasi alot dengan PPP, khususnya terkait Alex Noerdin. PPP m ­ enyorongkan nama Lulung Lunggana sebagai cawagub. Namun, keputusan finalnya, kedua partai itu, didukung PDS, mengusung pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono. Alex sendiri sudah sesumbar mampu memenangkan Pemilukada dan memimpin Jakarta. “Lebih sulit menjadi gubernur di daerah daripada menjadi guberMajalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Anggota DPRD DKI dari Pantai PAN Wanda Hamidah hadir dalam acara pendeklarasian dirinya sebagai bakal calon Gubenur DKI Jakarta di Jakarta. ANTARA/Teresia May

nur di Jakarta,� katanya. Sementara PDIP juga siap mengusung cagub dari kadernya sendiri. Partai moncong putih sudah menggelar ‘audisi’, Selasa, 6 Maret 2012. Sejumlah nama diundang, yakni Nono Sampono, Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi), dan Prijanto. Jokowi menyatakan siap bertarung untuk DKI 1. Nono Sampono berpaling ke Golkar. PDIP yang memiliki 11 kursi sulit untuk maju sendiri. Sambutan hangat datang dari Partai Gerindra yang memiliki 6 kursi. Kabarnya Prabowo Subianto membujuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mencalonkan Jokowi. Namun, Megawati belum setuju, karena Jokowi di-plot untuk gubernur Jateng. Sejumlah elit PDIP tak menjawab ketika ditanya mengenai hal itu. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani juga mengaku tidak tahu menahu. Namun, ia memastikan Gerindra memang ngebet dengan Jokowi. Satu lagi calon yang tak boleh dilupakan, yaitu Wanda Hamidah. Wanda telah mendeklarasikan diri, di depan para kader PAN Jakarta. Namun, PAN juga belum menyatakan secara resmi. Lobi-lobi politik pun tak nampak. Sepi. (WAN/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Jalan Terjal Calon Independen

B

erbeda dengan calon yang digadang-gadang partai politik, calon independen dalam Pemilukada DKI Jakarta menghadapi jalan terjal. Hambatan itu berupa proses verifikasi dukungan warga yang sudah susah payah dikumpulkan. Pencalonan jalur independen yang tidak menggunakan kendaraan partai ini, harus mendapatkan dukungan 4 persen dari 10.183.498 warga Jakarta. KPU DKI Jakarta menetapkan jumlahnya minimal harus 407.340 pemegang wajib KTP. Sejauh ini ada dua pasangan yang telah menyerahkan dukungan sebelum batas akhir tanggal 8 - 12 Februari 2012, yaitu Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji SupandjiAchmad Riza Patria. Ratusan ribu fotokopi KTP yang telah diserahkan kini masih dalam proses verifikasi KPUD DKI Jakarta. Biem mengeluhkan aturanaturan KPUD yang sangat memberatkan dalam verifikasi itu. ­ Contohnya, dokumen untuk mendukung validitas KTP warga harus juga ditunjukkan. “Setelah itu juga harus ­menghadirkan ribuan pendukung itu

secara fisik,” kata Biem kepada majalah detik. Diwajibkan ada 2.000 pendukung di tiap kelurahan untuk para p ­ asangan cagub-cawagub. Ini juga ­ memberatkan, Sebab kecenderungan politik warga DKI ­ berbeda-beda. “Mengurus KTP saja sulit,” katanya. Ada lagi ketentuan lain yang bersifat abu-abu, yaitu soal kedaluwarsa KTP. “Rencananya kami akan menggugat ke MK terkait beberapa pasal Pilkada dan peraturan KPU,” ungkap Biem. Anggota KPUD DKI Jakarta Pojka Pencalonan Jamaluddin F. Hasyim mengatakan, pihaknya hanya melaksanakan aturan dalam Pemilukada. Verifikasi harus dilakukan mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi. Setelah berkas dokumen calon memenuhi syarat dukungan, selanjutnya bersama calon yang diusung partai politik, mereka mendaftar ke KPU Jakarta pada 13 – 18 Maret. Sesuai aturan main, partai politik ­ hanya bisa mengajukan bakal calon sendiri bila memiliki 15 persen kursi di DPRD Provinsi Jakarta. (WAN)

Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Dilarang

Seksi di Senayan Larangan berpakaian seksi membuka borok DPR sendiri. Sebenarnya yang harus jadi prioritas, menyelesaikan utang legislasi yang masih menumpuk. Mengapa ribut mengurusi rok mini? Reporter: Bahtiar Rifai

G gettyimage

edung DPR di Senayan, Jakarta, tidak cuma menjadi tempat anggota dewan untuk beraktivitas. Gedung itu juga menjadi ajang pamer gaya hidup glamor para wakil 足rakyat. Dandanan mentereng, mobil mewah, aksesoris berharga ratusan juta rupiah, dan... asisten maupun staf yang Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Marzuki Alie (rengga sancaya/detikfoto)

cantik-cantik. Hmmn! Di DPR pun muncul istilah PRC alias “Pasukan Rambut Cokelat”. Ini untuk menyebut para staf perempuan nan muda-muda itu. Selain gaya rambut yang dicat warna-warni, mereka juga tampil mencolok dengan gaya busana yang berani. Seperti pemandangan pada Selasa, 6 Maret 2012. Para perempuan dengan sepatu hak tinggi serta rok di atas lutut berlalu lalang di Gedung Nusantara I DPR. Di tangan mereka tergenggam map dan beragam kertas kerja. Ada pula yang hanya terlihat berjalan entah apa kepentingannya. Namun, pemandangan itu mungkin saja akan hilang dalam waktu dekat, atau setidaknya hilang untuk sementara. Sebab, muncul larangan untuk memakai rok di atas lutut atau berpakaian seksi di DPR. Rok mini haram hukumnya dipakai di kantor dewan yang terhormat itu. Larangan itu pertama kali diungkapkan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Namun, ­ peraturan itu rupanya dibuat atas arahan BURT kepada Sekjen DPR. Tujuannya untuk menjaga etika ­berp­akaian dan sopan santun di DPR. “Budaya timur dan budaya bangsa supaya ­berpakaian sopan, ini bagian dari etika dan moral,” ujar Wakil Ketua BURT Refrizal, kepada majalah detik. Ketua DPR Marzuki Alie memandang busana para staf DPR perempuan memang kurang patut. Ia Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Nova Riyanti Yusuf (Dhiky/detikfoto)

mengingatkan penampilan perempuan yang di luar kepantasan umum bisa membahayakan. Menurutnya, maraknya pemerkosaan antara lain disebabkan oleh ketidaklayakan perempuan dalam berpakaian. “Pantas dan patut itu perlu, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata politisi Partai Demokrat yang sering membuat pernyataan kontroversial itu. Pernyataan Marzuki tentu menyulut kontroversi. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar, ­Nurul Arifin, misalnya, justru memprotes pernyataan Marzuki bahwa rok mini mengundang perkosaan. “Statement seperti itu tak layak diucapkan Ketua DPR. Pikiran itu merendahkan sendiri kelompoknya,” kritik Nurul. Bagi Nurul, pelarangan ini malah memperburuk citra DPR, karena membuka fakta banyaknya rok mini di DPR. Selain itu, soal rok mini hanya masalah sepele yang tidak penting dibuatkan aturan khusus. “Utang legislasi begitu banyak. Hal-hal yang ­printilan seperti ini hendaknya diserahkan kepada fraksi masing-masing,” tegasnya. Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat Nova Riyanti Yusuf juga keberatan dengan l­arangan tampil seksi di Senayan. Kolega Marzuki itu ­sebenarnya setuju perempuan memakai rok selutut demi etika dan estetika kerja yang intelektual dan santun, terlebih dalam forum resmi. Tapi tidak perlu ada larangan, cukup imbauan saja. Protes tidak hanya disuarakan perempuan, ­anggota DPR yang laki-laki juga ada yang keberatan. Anggota Komisi III Bambang Soesatyo yang dikenal memiliki staf yang cantik-cantik misalnya. Bagi Bamsat, DPR justru akan ditertawakan oleh rakyat. Majalah detik 12-18 maret 2012


nasional

Nurul Arifin (Dhiky/detikfoto)

Apalagi dalam beberapa waktu belakangan ini, DPR seolah melakukan blunder dengan mengurusi hal seperti persoalan katering, toilet dan perparkiran. ­“Kepentingan rakyatnya mana?” ucap Bamsat. Para staf anggota DPR yang menjadi objek peraturan itu juga tidak sedikit yang menolaknya. ­Mereka berpendapat penampilan mereka masih wajar, bukan seksi atau pun menggoda. Salah satu asisten pribadi anggota DPR, Novia Yulinda, menilai larangan itu tidak begitu penting untuk diterapkan. Perempuan yang memakai rok di atas lutut itu mengatakan, DPR seharusnya mengurusi rakyat dan fokus pada pembuatan undang-undang serta kebijakan. “Kalau yang saya lihat (penampilan para staf), masih di batas normal,” ucapnya kepada majalah detik. Selain Novia, seorang asisten pribadi anggota DPR yang namanya tak mau disebutkan merasa agak riweuh dengan adanya peraturan baru di Gedung DPR itu. “Kan di dalam kantor. Lagian juga ­nggak terlalu seksi, masih sebatas wajar,” keluhnya. Staf DPR lainnya, Riva, merasa aneh dengan larangan itu. Menurutnya, bukan kapasitas DPR untuk melarang penggunaan rok mini. DPR seharusnya fokus untuk mengawasi kebijakan pemerintahan, bujeting dan menyerap aspirasi rakyat, bukan mengurusi persoalan moral. “DPR sempat juga ya memikirkan persoalan rok pendek?” sinisnya. (WAN/YOG) Majalah detik 12-18 maret 2012


momen sepekan

Harga BBM dan TDL Naik Pemerintah mengusulkan kenaikan harga BBM sebesar Rp 1.500 per liter mulai 1 April 2012, ­seda­ngkan TDL akan dinaikan bertahap 3% per kuartal. Usulan ini masuk dalam Nota Keuangan dan RUU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 yang diajukan ke DPR Senin, 5 Maret 2012. Dalam RAPBNP itu subsidi BBM pada 2012 diperkirakan Rp 273,15 ­triliun, naik Rp 64,3 triliun atau 30,8 persen dari alokasi semula Rp 208,85 triliun. Adapun subsidi listrik, diusulkan menjadi Rp 93,05 triliun. Naik Rp 48,09 triliun (107,1 persen) dari pagu semula Rp 44,96 triliun. (ami)

Putin Kembali Pimpin Rusia Vladimir Putin akhirnya ­memenangi pemilihan presiden Rusia yang digelar Minggu 4 Maret 2012. Ini merupakan kali ketiga Putin memimpin Rusia. Putin meraup 60 persen suara sehingga mengantarkannya sebagai

detikfoto

Malinda Dee Divonis 8 Tahun

M

alinda Dee, Rabu 7 Maret 2012 divonis 8 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan. Ia juga dijatuhi denda Rp 10 miliar subsider 3 bulan kurungan. Sejumlah mobil mewah Malinda seperti Ferrari Scuderia, Ferrari California, dan Mercedes E350, dikembalikan ke Citibank. Putusan ini juga berlaku untuk mobil Hummer atas nama Andika Gumilang, suami siri Malinda. Malinda dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana perbankan pencucian uang. Ia didakwa membobol dana 37 nasabah Citigold Citibank sejak Januari 2007 hingga Februari 2011. (ami)

pemimpin Rusia hingga 2018. Ia jauh mengungguli empat pesaingnya, yakni Gennady Z ­yuganov dari Partai Komunis, tokoh ultranasionalis Vladimir Zhirinovsky, ­pengusaha Mikhail Prokhorov sebagai calon independen,

dan mantan ketua parlemen ­ Sergey Mironov, dari Partai Keadilan Rusia. Namun kemenangan ini tak diterima secara bulat. Lawan politik Putin menuding ada kecurangan. (ami)

Majalah detik 12-18 maret 2012


hukum

Serangan, 1000angkalan Skandal Anas

S

Belum habis serangan kubu M. Nazaruddin untuk Anas. Selain urusan duit, Anas disebut mengawasi penggeledahan Permai Group. Chandra M. Hamzah ikut terbawa-bawa. Repoter: Isfari Hikmat Majalah detik 12-18 maret 2012


hukum

H

Anas Urbaningrum Ari/Detikfoto

akim memberondongnya dengan pertanyaan. Lelaki itu tampak gugup. Ia sering minta agar pertanyaan hakim diulang kembali sebelum menjawab. Keringat membanjiri wajahnya yang tembam. Beberapa kali ia mengusapnya. Perangai itu jelas berbeda ketika Mujahiddin Nurhasyim, nama adik Muhammad Nazaruddin itu, mengobrak-abrik ruangan nomor 905 di DPR dua pekan lalu. Saat itu, di ruangan politikus Partai Demokrat (PD) Sutan Bathoegana itu, Hasyim marah luar biasa. Ia juga terlibat adu mulut dengan kepala keamanan FPD di lantai 9 Gedung Nusantara I. Namun, bukan berarti kesaksian yang diungkapkan Hasyim di depan hakim Pengadian Tipikor pada Rabu 3 Maret 2012 itu bersifat remeh-temeh. Hasyim menjadi saksi meringankan (a de charge) bagi kakaknya, yang berstatus terdakwa dalam kasus suap Wisma Atlet SEA Games. Hasyim, antara lain ikut menuding Anas ­Urbaningrum, Ketua Umum PD, sebagai pemilik konsorsium Permai Group. Konsorsium itu ­membawahi sejumlah perusahaan dan memberikan modal u ­ saha. “Pak Anas pemodal tunggal,” ucap Hasyim. Selaku pemegang modal tunggal, seluruh ­keuntungan konsorsium masuk ke Anas. Di ­samping itu, Anas masih mendapat gaji lagi Rp 60 juta per bulan. Hasyim mengatakan, ia sendiri adalah pengawas proyek-proyek Permai Group. “Kalau saya cash, Rp 40 juta tiap bulan,” ungkap Hasyim saat ditanya berapa besaran gajinya di konsorsium itu. Saat kantor Permai Group yang berada di Mampang, Jakarta Selatan, digeledah KPK pada 21 April 2011, ucap Hasyim, Anas juga ikut mengawasi. Tiap Majalah detik 12-18 maret 2012


hukum

Gedung Permai Grop dikhy/detikfoto

satu jam sekali, Anas meneleponnya. Mantan Ketua PBHMI itu meminta agar dirinya menjaga gerak-­ gerik penyidik KPK. “Saya diminta mengarahkan penyidik untuk fokus menggeledah ruangan Rosa, jangan ruangan lain,” terang Hasyim. Mindo Rosalina Manulang, mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri, kini sudah divonis 2,5 tahun penjara dalam kasus Wisma Atlet. Soal Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010, Hasyim juga menyebut ada uang Permai Group yang mengalir ke acara itu, jumlahnya Rp 105 miliar. S ­ ebanyak Rp 75 miliar dibagikan untuk pemenangan Anas sebelum ­kongres. Sedangkan sisanya diantar ke Bandung pada saat kongres berlangsung. “(Tapi) Penyerahannya nggak tahu,” imbuh Hasyim. Di luar persidangan yang dipimpin Hakim Darmawati Ningsih siang itu, Nazar juga menambah daftar ­kebobrokan Anas. Katanya, Anas lah yang menyuruhnya segera kabur ke luar negeri sebelum dicekal oleh KPK pada 24 Mei 2011. Info pencekalan, menurut mantan bendahara umum PD itu diperoleh Anas dari mantan Wakil ­Ketua KPK Chandra M. Hamzah. “Anas dapat info dari Chandra Hamzah bahwa saya besok mau dikeluarkan surat cekal,” kata Nazaruddin. Anas berulang kali membantah terlibat dalam drama kasus Wisma Atlet itu. Terhadap tudingan yang terbaru, Anas juga kembali menyangkal. PengaMajalah detik 12-18 maret 2012


hukum

Chandra M. Hamzah Ari/Detikfoto

caranya, Patra M. Zen, menyatakan, Anas tak pernah sekalipun datang ke kantor Permai Group. “Pak Anas nggak pernah menginjakkan kaki di Permai Tower yang di Mampang itu,” kata Patra kepada majalah detik. Anas juga tidak pernah memberitahu Nazaruddin perihal status cekal mantan anak buahnya itu. Semua itu adalah karangan kubu Nazaruddin yang tidak perlu direspons. Patra menambahkan, seluruh proses hukum kasus Wisma Atlet didominasi kubu Nazaruddin, sehingga memberatkan Anas. Namun, Anas tak takut sedikit pun. “Yang khawatirkan saat ini adalah opini publik yang terbentuk dari karangan saksi-saksi yang memberatkan itu,” ucap Patra. Sementara itu mengenai info cekal Nazaruddin, Chandra belum berkomentar. Telepon dan SMS yang dikirim majalah detik belum dijawab mantan Wakil KPK Bidang Pencegahan itu. (WAN/YOG) Majalah detik 12-18 maret 2012


hukum

bangunpersada-realty.com

Menelisik Bisnis Properti Miliaran Dhana Kejagung terus menelusuri harta tak wajar mantan pegawai Ditjen Pajak Dhana Widyatmika. Diketahui, Dhana juga menginvestasikan duitnya ke bisnis properti. Nilainya miliaran. Reporter: Irwan Nugroho dan Bahtiar Rifai

S

esuatu’ itu rupanya berupa jalinan bisnis antara Dhana Widyatmika dan PT Bangun Persada Sejahtera (BPS). Dhana, tersangka kasus penyuapan dan pencucian uang itu, menginvestasikan uangnya di perusahaan yang bergerak dalam bidang properti itu. Awalnya M. Rudjito, pengacara PT BPS, tak ’

Majalah detik 12-18 maret 2012


hukum

Dhana Widyatmika Detikfoto

mengakuinya ketika datang memenuhi panggilan Kejaksaan Agung, Senin, 5 Maret 2012. Namun, belakangan ia akhirnya berterus terang mengenai bisnis yang dijalankan Dhana bersama Agus Purwanto itu. Agus juga salah satu pemilik saham PT BPS. “Ya, mencapai miliaran lah,” ujar Rudjito saat ditanya berapa nilai investasi yang ditanamkan Dhana di PT BPS. Menurut Rudjito, Riwayat bisnis antara Dhana dan Agus bermula saat keduanya bertemu di Arab Saudi. Rudjito tak menyebut kapan pertemuan itu terjadi, tapi yang jelas saat ibadah haji. Waktu itu, Dhana mengenalkan diri sebagai pengusaha, bukan pegawai Ditjen Pajak. Perkenalan itu kemudian berlanjut. Makin akrab, keduanya sepakat untuk bekerja sama. Bidang properti menjadi pilihan bisnis Dhana dan Agus. Dari penelusuran majalah detik, PT BPS didirikan pada tahun 2009. Pengembang ini mempunyai kantor pusat di Lantai 6 Gedung JDC di Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Setidaknya ada dua proyek hunian minimalis yang telah dan sedang dibangun PT BPS di bawah bendera Bangun Persada Realty. Lokasinya berdekatan, sama-sama di Kelurahan Jati Luhur, Kecamatan Jati Asih, Bekasi. Proyek pertama adalah komplek perumahan Puri Duren Asri 2-4. Sedangkan kedua adalah komplek yang dinamai “Woodhills Residence”. Pengembang itu juga mempunyai marketing gallery di Jl. Wibawa Mukti II KM 4, Jati Luhur. Di kedua proyek itu, produk yang ditawarkan berupa hunian berbagai tipe dengan harga mulai Rp 250-an juta. Rumah-rumah itu rupanya laku keras. Sebanyak Majalah detik 12-18 maret 2012


hukum

125 unit rumah dengan sistem cluster di Puri Duren Asri 2-4 sudah sold out. Sedangkan untuk Woodhills Residence dengan total rumah 90 unit, satu tipe di antaranya juga sudah terjual habis. “Tipe 32 sudah sold out,� ungkap seorang tenaga pemasaran Woodhills. Kini, yang masih tersedia adalah tipe 43, 52, dan 54. Kata karyawan tersebut, Woodhills dilengkapi dengan fasilitas kolam renang dan klub house. Seorang anak buah Dhana lainnya mengaku telah mendengar kabar buruk yang menimpa bosnya. Namun, tak ada yang dapat dilakukannya kecuali bersabar dan terus meyakinkan konsumen. “Kami akan menanggapi dengan sabar saja,� kata dia. Kejagung masih belum mau mengungkap gamblang bisnis properti Dhana di Jati Asih itu. Lembaga penegak hukum juga menolak memberi tahu apakah uang yang diinvestasikan Dhana itu bagian dari tindak pidana yang disangkakan terhadap bapak satu anak itu. Sold Out, rumah cluster di Puri Duren Asri bangunpersada-realty.com

Majalah detik 12-18 maret 2012


hukum

“Semua kegiatan penyidikan adalah pengungkapan fakta hukum. Semua informasi akan kita telusuri,” kata Kapuspenkum Kejagung, Adi Toegarisman kepada majalah detik. Namun, lanjut Adi, bila nantinya terbukti bisnis itu ada sangkut pautnya dengan perbuatan pidana Dhana, Kejagung tak segan untuk mengambil tindakan. Termasuk Istri Dhana, Dian Aggraeni detikfoto

dengan menyitanya. Pengacara Dhana, Reza Dwijanto, tak membantah kliennya ikut menanam investasi ke PT BPS. Namun, ia tak tahu persis sejak kapan Dhana berkongsi dengan Agus. Ia juga mengaku tak tahu-menahu berapa duit yang disetorkan Dhana ke Agus untuk bisnis properti itu. “Saya belum tahu nilai investasinya berapa. Tapi mungkin iya ada,” ujarnya kepada majalah detik. Adapun istri Dhana, Dian Aggraeni, menyatakan suaminya juga telah lama bergelut di dunia usaha. Namun, ia tak pernah ikut campur. Detail apa saja yang dilakukan Dhana dalam berbisnis, ia juga tak mengetahui persis. “Saya nggak pernah tahu bagaimana persisnya, apalagi angka-angka detailnya saya nggak tahu,” kata Dian, yang juga seorang pegawai di Ditjen Pajak ini. (WAN/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


hukum

Istri Dhana:

Saya Tinggal di Pengungsian Reporter:Hendaru Purnomo

detikfoto

Berikut wawancara majalah detik dengan Dian Anggraeni, istri Dhana: Apa yang Anda ketahui tentang transaksi rekening Dhana yang disebut mencapai Rp 60 miliar? Saya, jujur, tidak pernah terlibat dengan bisnis suami saya. Saya beda memang karakternya dengan Mas Dhana. Kalau saya fokus ke pekerjaan, benarbenar nggak pernah melakukan usaha apa pun. Jadi saya nggak pernah tahu bagaimana persisnya, apalagi angka-angka detailnya saya nggak tahu. Tetapi kalau Anda bilang angka Rp 60 miliar, saya mencermati dari berita yang beredar, angka 60 miliar sampai sekarang saya belum tahu asal usulnya. Jadi saya nggak mengerti media awalnya mengambil angka Rp 60 miliar itu dari mana? Selama ini pernah tidak suami Anda cerita terkait wajib pajak? Nggak pernah. Saya kenal Mas Dhana itu kan dari kuliah di STAN. Kami ketemu, pacaran. Jadi, kalau ngobrol-ngobrol sebagai suami-istri itu ngomong yang wajar saja. Ngomong tentang wajib pajak nggak pernah sama sekali. Sejak kuliah Dhana sudah punya bisnis. Bisnis seperti apa itu? Kecil-kecilan. Bisnis mobil sudah mulai. Mas Dhana juga saya tahu pernah minta modal sama orang tua saya.

Majalah detik 12-18 maret 2012


hukum

Berarti Anda tidak yakin dengan transaksi yang Rp 60 miliar itu? Kalau tanya sama saya, percuma. Saya bukannya menutupi diri, tapi betul-betul nggak tahu. Saya di kantor juga diperiksa internal. Ditanya apakah Anda tahu suami Anda punya rekening dolar? Saya nggak tahu. Sampai kejadian baru tahu. Anda juga dikait-kaitkan dengan Gayus Tambunan? Tahun 2008, saya ditugaskan di Direktorat Keberatan dan Banding, di mana di situ sudah ada Gayus. Tapi saya ini hanya pelaksana kelas bawah yang nggak punya wewenang. Gayus menangani wajib pajak di Jakarta, saya di luar Jakarta. Jadi nggak ada hubungan. Pernah tidak dapat tawaran uang dari wajib pajak? Wajib pajak adanya takut sama saya. Karena galak, hehe.. Saya di Banding tidak pernah main-main dengan wajib pajak. Bisa dibuktikan. Berapa gaji Dhana di Ditjen Pajak? Take home pay-nya sekitar Rp 10 juta sampai Rp 11 juta lah. Apa ada yang dendam terhadap Dhana? Saya nggak mau berpikir negatif seperti itu. Sudah lah. Kalaupun memang ada dendam, kami malah introspeksi, berarti selama ini ada sikap kami yang tidak nyaman, kami mohon maaf. Sekarang tinggal di mana? Saya tinggal di ‘pengungsian’. Karena rumah saya masih diawasi terus kan? Saya sempat pulang naik ojek kemarin ternyata jadi berita juga. Saya pulang itu kan buat ambil baju kerja.

Majalah detik 12-18 maret 2012


KRIMINAL

Polisi Dibakar Gara-gara Tilang

Reporter: Bahtiar Rifai

ilustrasi: kiagus

Ini kisah nekat seorang warga Desa Hampalit, Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, bernama Muhammad Nur (25). Ia menyiramkan bensin pada dua polisi dan membakarnya. Penyebabnya sepele, Nur tak terima sepeda motornya ditilang. Berikut ini kisahnya: Melintaslah Nur di lokasi razia dengan motor bebek Taiwan, Viar, bernopol KH 5879 AH.

Sabtu, 3 Maret 2012, Pukul 21.00 WITA, Polres Katingan melakukan razia sepeda motor karena banyaknya aksi pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Katingan. Menurut warga, gerombolan pencuri biasanya beraksi pada pukul 18:00 WITA saat magrib, pukul 21:00 WITA, dan tengah malam.

t

tttt

itt priii

"Selamat malam, Pak. Bisa ditunjukkan surat-suratnya?

maaf pak surat-surat saya hilang ...

Nur panik. Karena tak dapat menunjukkan SIM dan surat-surat kendaraan bermotor waduh mati aku ...

"Maaf, Anda kami tilang,"

wah pak, jangan diambil dong kunci motor saya

polisi mengambil kunci dan menahan motor nur."

maaf sebaiknya anda turun sekarang, motor anda kami tahan

sialan tuh polisi ...

liat aja besok...

Tak cuma motornya ditilang, malam itu pria pengangguran ini tak bisa pulang ke rumahnya. Terpaksa ia menginap di Masjid Al-Muhajirin di dekat Pasar Kerempeng. Masjid itu juga berdekatan dengan sebuah pos polantas. "permisi!" Minggu, 4 Maret 2012, kira-kira Pukul 07:00 WITA, Nur beranjak ke pos polantas di pinggir jalan itu. Ia bermaksud mengambil sepeda motornya. Di pos polantas itu, tengah bertugas Briptu Wahyu dan Briptu Martua Kasih Sianipar. atau saya bakar kamuu!!!

kembalikan motor saya atau...

motor saya mana!?

"Kalau bapak mau ambil, harus sidang dulu,"

Marah dengan jawaban itu, Nur langsung mengambil botol berisi bensin yang sedari tadi disembunyikannya di belakang pinggang.

atau apa pak..!

a

o

olo hh t

aa

a2

ap ahhh

.!!! . g g n

???

ii!! an in

ss

s pana

s!!!

ss pana

Briptu Wahyu yang leher dan tangannya terbakar langsung berlari ke kubangan air yang kebetulan berada di samping pos. Setelah api yang membakar dirinya padam, Wahyu menolong rekannya Sianipar yang juga terbakar lebih parah. Dua polisi lain yang mengatur lalu lintas juga memberikan pertolongan terhadap kedua polantas itu.

mar bangun mar!

Warga yang menyemut di Pasar Kerempeng pun tak kalah heboh. Beberapa warga yang kebetulan sedang nongkrong di warung samping pos polantas berlarian menolong polisi yang terbakar.

HEY JANGAN KABUR KAMU!

AWAS KALAU KALIAN MEnDEKAT SAYA AKAN BAKAR DIRI!!!

"TITUUT

TITUUT

!!

.PREMAN PREMAN. Sedangkan sebagian lagi berlari mengejar pelaku YANG LARI TUNGGANG LANGGANG.

Nur bersembunyi di dalam Masjid Al-Muhajirin. Warga mengepung hendak memukuli Nur. DAN IA PUN MENGANCAM AKAN BUNUH DIRI

Di dalam masjid, tubuh Nur disemprot hingga basah kuyup. HEHEHE... RASAKAN INI!!

DAN 15 MENIT KEMUDIAN PEMADAM KEBAKARAN PUN DATANG...

Kemudian, ia ditangkap oleh tokoh masyarakat setempat, H. Kornelis dan kepolisian.

Briptu Wahyu dan Briptu Sianipar dilarikan ke RS Bhayangkara PalangkaRaya setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di RS Kasongan. Briptu Wahyu mengalami luka bakar 5 persen, sementara Briptu Sianipar mengalami luka bakar 10-15 persen di bagian wajahnya. MAJALAH DETIK 5-11 MARET 2012 Sumber: Kapolres Katingan AKBP Trisulastoto Prasetyo Utomo


kriminal

Dosa di Rumah Mewah Robi

detikfoto

Polda Metro Jaya kembali membongkar praktik judi online. Omzetnya mencapai Rp 400 juta sehari. Sang bandar, Robi Hanafi, masih buron. Reporter: Bahtiar Rifai

J

alan Jati Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan sontak gempar, Rabu, 29 Februari 2012. Pagi itu, sejumlah orang mendatangi rumah bernomor 72 di jalan tersebut. Warga sekitar pun berdatangan karena penasaran apa yang sedang terjadi. Mereka tak tahu yang masuk ke rumah mewah Majalah detik 12-18 maret 2012


kriminal

Subari BAHTIAR detikfoto

itu, adalah polisi. Kepada warga, aparat dari Polda Metro Jaya mengaku sebagai penagih utang. Petugas yang memakai baju preman itu melarang warga untuk melongok ke dalam rumah. Selang beberapa saat kemudian, datanglah satu unit mobil tahanan kepolisian. Lalu sekitar enam laki-laki digelandang dari dalam rumah menuju mobil. Petugas juga mengangkut sejumlah barang. “Kayak ada penggerebekan waktu itu,� kata seorang warga setempat, Entin (31) kepada majalah detik. Empat hari kemudian, Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Rikwanto mengumumkan enam orang itu ditetapkan sebagai tersangka kasus judi online. Mereka adalah LAF (pentransfer uang penjudian), RC (operator), OPP (account username), EK (update data deposit), ST (admin chatting Yahoo! Messenger dan gmail) dan NN (penghapus pemain yang kalah). Para tersangka ini mengoperasikan bisnis judi online di rumah bercat warna cokelat itu sejak lama. Sang pemilik rumah, Robi Hanafi (51) sekaligus bertindak sebagai bandar. Namun, Robi rupanya mengendus gerak-gerik petugas. Pria berperawakan Tionghoa itu kabur dan kini masih buron. Menurut Ketua RT setempat, Subari, Robi sudah sekitar dua tahun yang lalu pindah ke Pondok Indah. Disebut-sebut, rumah baru bapak empat anak itu dibeli seharga Rp 2 miliar. Setelah pindah, Robi sesekali saja datang ke rumah lamanya. Itu pun sekadar masuk dan tak pernah keluar-keluar. Tinggal di Jati Raya sejak tahun 2000, Robi juga dikenal sangat tertutup dan pelit. Kalau memberi sumbangan, paling-paling cuma Rp 10.000. “Itu pun kita tak pernah boleh masuk rumahnya,� ucap Subari, yang berumah sekitar 15 meter dari rumah Majalah detik 12-18 maret 2012


kriminal

Para operator judi online detikfoto

Robi. Namun, meski perangainya aneh, warga setempat tak curiga sedikit pun rumah Robi dipakai sebagai tempat judi online. Setahu mereka, Robi berbisnis material bangunan. Robi punya dua toko bangunan, satu di seberang rumah, satunya lagi di daerah Pejaten. Menurut pengakuan warga lainnya, Wandi, ia sering melihat mobil Honda CRV dan Toyota Yaris ke rumah Robi. Namun, begitu mobil-mobil itu masuk, pintu gerbang lalu dikunci rapat. Hanya penunggu rumah yang biasa keluar masuk untuk membeli makanan. ‘Karyawan’ Robi menerima upah antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan. Mereka mengoperasikan judi online selama 24 jam dan terbagi ke dalam dua shift, yaitu pukul 08.00-22.00 WIB dan 22.00-08.00 WIB. Menurut Rikwanto, mereka menjalankan judi online dengan modus menggunakan alamat game online (www.kakakdewa.com). Adapun permainan Majalah detik 12-18 maret 2012


kriminal

Barang bukti detikfoto

yang dijudikan adalah perjudian bola (www.sbobet. com) dan www.ibcbet.com), judi rolet (www.338a. com), bakarat (www.bakarat.com), dan Sicbo (www. grand628.com). “Mereka iklan di google, bahwa website itu menerima penyelenggaraan judi,� kata Rikwanto saat ditemui majalah detik di kantornya. Setiap orang yang hendak ikut dalam judi itu harus login terlebih dahulu untuk mendapatkan username dan password. Setelah itu, mereka diwajibkan mentransfer uang sedikitnya Rp 200 ribu sebagai deposit. Uang itu ditukar dengan koin senilai Rp 1.000 per koin untuk dipertaruhkan dalam judi online. Apabila ada pemain yang menang, Robi Cs akan mentransfer hasilnya ke rekening pemain. Jumlah pemain judi yang dikelola Robi mencapai 20.000 orang. Namun, belum dipilah mana user yang masih aktif dan mana yang sudah kalah. Pengguna judi online ini juga berasal dari luar negeri khususnya kawasan Asia. “Ini kan sifatnya online, jadi pemainnya bisa dari mana saja,� kata Rikwanto. Transaksi judi online ini bisa mencapai Rp 300 jutaRp 400 juta per hari. Sebagian uang itu disita penyidik saat penangkapan. Polisi juga mengamankan buktibukti lainnya seperti 7 set komputer, 6 wireless, 3 modem, 3 key BCA dan 1 key Mandiri, 3 kalkulator, serta 1 handphone. (Wan/Yog)

Majalah detik 12-18 maret 2012


Gaya Hidup

n a m a y N n a d

n a m A -Matic Ria Ber

it k serum tahu, a t g n a m tidak c me il mati -kadang, karena elaka. b o m ir t bisa c Menye amun kadang N c malah . i l t a a u n m a m il ara mob pengend

a Ken Yunit Reporter:

Majalah detik 12-18 maret 2012


M Gaya Hidup

Yang pasti pakai matic nyaman-nya di Jakarta, secara cuma kaki kanan aja yang injak gas dan rem.

dok. detikfoto

enyetir mobil matic memang terlihat mudah. Mungkin karena itu, matic sering menjadi mobil pilihan para perempuan. Alasannya, lebih simpel dan tidak bikin kaki pegal waktu bermacet-macet ria di jalanan. Nissa misalnya. Ibu muda ini sengaja memilih mobil bertransmisi matic agar lebih nyaman m ­ enyetir di Jakarta. Maklum saja, lalu lintas Jakarta memang macet dan semrawut. “Yang pasti pakai matic nyaman ya di Jakarta, secara cuma kaki kanan aja yang injak gas dan rem. Kalau menurutku, matic lebih mudah dari mobil (bertransmisi) manual,” kata karyawan swasta itu. Namun karena terlihat ‘mudah’ itu, kadang orang tidak hati-hati menyetir matic. Banyak dari mereka bahkan tidak membaca buku manual mobil tersebut. “Aku sih memang nggak baca buku manualnya, tapi aku belajar dari papaku. Alhamdulillah belum pernah terjadi apa-apa,” kata perempuan berambut panjang ini. Jika Nissa aman-aman saja menggunakan matic, lain soal dengan Rina. Mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi di Jakarta ini sempat mengalami hal yang kurang enak dengan mobil matic-nya. Saat hendak parkir di salah satu mal, Rina kelupaan menginjak rem saat memasukkan transmisi ke posisi D (jalan). Akibatnya, tahu-tahu mobilnya langsung nyelonong. “Untung di depanku tembok dan aku langsung rem, jadi cuma nabrak dan nggak keras,” kata gadis manis ini. Pengalaman lainnya, Rina sempat dibuat stres berat saat mobil kesayangannya mogok di jalanan. Keadaaan makin kacau karena jalanan yang dilalui

Majalah detik 12-18 maret 2012


Gaya Hidup

Rina saat itu sedang macet-macetnya. “Mobilku mogok di tengah jalan, pas macet. Padahal kan matic nggak bisa didorong sembarangan. Klakson di mana-mana, aku sampai stres,” cerita Rina. Meski terlihat mudah, menyetir mobil matic sebenarnya perlu pengetahuan. Sebaiknya, pelajari dahulu cara dasar menyetir mobil matic sebelum ‘terjun’ ke jalan raya. “Jadi kadang, orang, termasuk para perempuan itu asal saja. Kalau sudah merasa bisa, langsung saja nyetir di jalan raya,” kata instruktur Indonesia ­Defensive Driving Center (IDDC) Bintarto Agung. Akibatnya, kecelakaan mobil matic karena persoalan ‘tidak tahu’ sering terjadi. Contoh, orang yang tidak tahu, sering memasukkan gigi ke posisi D tanpa menginjak rem. “Kalau ini dilakukan, mobil akan jalan sendiri. Nah ini kan karena persoalan tidak tahu, akan merugikan si pengemudi dan orang lain kalau terjadi kecelakaan,” katanya. Peristiwa terbaru kecelakaan mobil matic terjadi di Medan, Sumatera Utara. Marini, seorang guru TK menabrak belasan siswanya hingga luka-luka. Marini baru sekitar 5 bulan piawai menyetir mobil matic. Peristiwa nahas itu berawal saat Marini berniat memindahkan mobilnya agar tempat olahraga lebih lapang. Namun ternyata malah berbuntut kecelakaan. Kepala Satlantas Polresta Medan Kompol M. ­Risya Mustario menyebutkan, kasus ini saat ini masih

Majalah detik 12-18 maret 2012


Gaya Hidup

ditangani. Ada kemungkinan pengemudi lalai sehingga kecelakaan terjadi. “Diduga ada kelalaian dari pengemudi sehingga dikenakan pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun,” ujar Risya Mustario di Medan beberapa waktu lalu. Jika dilihat dari rekaman CCTV, terlihat sekali Marini tidak siap menjalankan mobilnya. Hal itu terlihat dari pintu mobil yang masih terbuka saat mobil nyelonong. Belajar dari pengalaman Marini itu, Bintarto mengingatkan agar pengemudi, khususnya mobil matic bisa meluangkan waktu untuk belajar dasardasar menyetir yang aman. Semua itu bisa dipelajari di manual atau mencari referensi di internet, semua tersedia lengkap. “Tinggal menyediakan waktu untuk belajar, referensinya banyak. Perilaku asal menyetir ini yang perlu diubah,” ujar pria yang juga menjabat President Director IDDC ini. (KEN/YOG)

dok. detikfoto

Kebiasaan Buruk Wanita Saat Menyetir ‘Good driver, just drive’. Mungkin banyak yang tahu ungkapan itu, tapi dalam praktiknya sedikit yang mempraktikkan. Berikut sejumlah kebiasaan wanita yang sebaiknya dihindari saat sedang menyetir.

1

2

3

foto-foto: hasan alhabsy/detikfoto

4

5

6

Tap untuk melihat tulisan

1. Asyik dengan Handphone Tidak cuma perempuan, benda ini seakan menjadi godaan paling rawan saat menyetir. Meski menggunakan handsfree, aktivitas ini tetap saja bisa mengganggu konsentrasi. Jadi selama anda di belakang kemudi, pastikan si ponsel kesayangan duduk manis di dalam tas.

Majalah detik 12-18 maret 2012


people

Slank,

Konser untuk Tiga Legenda Reporter: Silvia Galikano Foto: reuters

Majalah detik 12-18 maret 2012


people

S

Slank (detikfoto)

udah 28 tahun Slank ada, menyanyikan lagu-lagu rock’n roll berisi kritik sosial dan lagu-lagu cinta. Gonta-ganti personel dan berhasil keluar dari jerat narkoba mewarnai perjalanan mereka. Menandai 28 tahun Slank berkarya, kelompok beranggotakan Kaka (vokal), Bimbim (drum), Ridho (gitar), Ivanka (bass), Abdee (gitar) itu akan menggelar konser I Slank U, The Journey of The Blue Island di Mata Elang International Stadium, Ancol, Jakarta pada 12 Mei 2012. Konser ini akan diikuti tur di lima kota, yakni Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, dan Palembang. I Slank U, The Journey of The Blue Island merupakan bentuk apresiasi mereka terhadap tiga legenda Tanah Air, yakni Benyamin S., Chrisye, dan Iwan Fals. Menurut Kaka, ketiganya adalah musisi berpengaruh di jalur masing-masing. Karenanya selain membawakan lagu-lagu hits Slank seperti Terlalu Manis, Orkes Sakit Hati, dan Jakarta Pagi Ini, mereka juga akan menyanyikan lagu-lagu dari tiga legenda tersebut. Bimbim memberi bocoran, mereka akan membawakan, antara lain Kompor Mleduk, lagu ceria Benyamin yang menyinggung Jakarta yang langganan banjir, dan Serasa dari Chrisye. Sedangkan lagu Iwan Fals masih belum ditentukan. “Saat kecil saya mendengar lagu-lagu Benyamin. Waktu kenal cewek, dengarnya Chrisye, dan ketika mulai bermusik, saya dengar Iwan Fals,� ujar Bimbim. Konser ini akan berformat orkestra untuk memberi nuansa berbeda bagi lagu-lagu Slank yang sudah akrab di telinga. (SIL/YOG) Majalah detik 12-18 maret 2012


people

Reporter: Silvia Galikano Foto: detikforum

M

audy Ayunda tak cuma bisa akting dan menyanyi. Ia juga berprestasi di bidang akademis. Salah satu prestasi yang pernah diraihnya adalah juara dua Speech Competition. Sejak terjun ke dunia akting, Maudy telah berjanji untuk mengutamakan sekolah. Apalagi, dia masih duduk di kelas III SMA. Hingga kini pun, gadis berkulit cokelat itu tetap konsisten. Meski kini kariernya berkembang ke dunia tarik suara, Maudy tidak melupakan waktu belajarnya.

Majalah detik 12-18 maret 2012


people

Maudy Ayunda (detikforum)

Pemeran Mura dalam ‘Malaikat Tanpa Sayap’ ini lebih memilih kehilangan waktu bermainnya daripada harus tidak belajar. “Ya memang harus ada yang prioritas ya, harus ada yang dikorbanin. Misalnya nggak jalan lagi sama teman-teman,” kata Maudy saat ditemui di Planet Hollywood beberapa waktu lalu. Selain syuting film, Maudy sedang asyik dengan aktivitas menyanyi. Sejak albumnya, ‘Panggil Aku: Maudy Ayunda’ diluncurkan pada akhir tahun 2011 lalu, tawaran manggung untuknya memang terus berdatangan. Gadis kelahiran Jakarta 19 Desember 1994 ini mengawali karier sebagai aktris lewat film ‘Untuk Rena’ yang dirilis 2006 lalu. Saat itu, Maudy masih berusia 12 tahun. Tiga tahun kemudian, muncul dalam film ‘Sang Pemimpi. Meski bukan pemeran utama, namun aktingnya boleh diperhitungkan. Sejak kemunculan di film kedua itu, Maudy mulai sering mendapat tawaran tampil. Sejumlah rumah produksi sinetron juga mencoba menggaetnya. Namun Maudy lebih banyak menolak karena tidak ingin sekolahnya terganggu. (KEN/IYE)

Majalah detik 12-18 maret 2012


people

people

Villas-Boas,

Dipecat Chelsea Reporter:Ken Yunita Foto: reuters

B

aru delapan bulan menjadi manajer Chelsea, Andre Villas-Boas (AVB) secara mengejutkan dipecat. Chelsea memutuskan kerja sama dengan AVB karena dianggap gagal. Prestasi Chelsea memang buruk. Klub asal London Barat itu hanya menuai tiga kemenangan dari 12 pertandingan terakhir di Liga Inggris. Pasukan yang dipimpin Villas-Boas juga keteteran dan terancam tak lolos ke perempat final karena kalah 1-3 dari Napoli di leg pertama babak 16 besar. Boleh dibilang, Chelsea hancur-hancuran. Sebelumnya, akhir 2011, Villas-Boas masih yakin tidak akan dipecat. “Saya telah mendapatkan jaminan saya tidak akan dipecat. Seluruh jajaran direktur Chelsea mendukung saya,� kata Villas-Boas. Tapi kenyataan berkata lain, pemilik klub, Roman Abramovich, akhirnya kehilangan kesabaran pada pelatih berusia 34 tahun itu. Hasrat meraih trofi musim ini pun makin jauh dari genggaman mereka. Sebenarnya, Villas-Boas bukanlah pelatih yang buruk. Dia telah sukses mengantarkan FC Porto menjadi salah satu klub terbaik di Portugal dan Eropa. Ada apa denganmu Villas-Boas? (KEN/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012 Majalah detik 12 - 18 maret 2012


internasional

Serangan Empat Penjuru untuk Ahmadinejad Masa jabatan Mahmoud Ahmadinejad tinggal 18 bulan, tetapi tantangan yang dihadapinya cukup berat. Tak hanya tekanan dari barat terkait program nuklir Iran, Ia juga harus menghadapi perlawanan dari dalam negeri. Reporter: Isfari Hikmat Foto: reuters

Majalah detik 12-18 maret 2012


internasional

P

Pemimpin tertinggi Republik Iran, Ayatollah Khamenei REUTERS / Caren Firouz

emilu parlemen, Jumat 2 Maret 2012, sungguh menjadi sebuah ujian bagi Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Presiden yang berkuasa sejak 29 Juni 2005 ini tengah menghadapi tekanan dari segala arah. Dari luar, ia terus menghadapi tekanan AS dan sekutunya terkait program nuklir. Dari dalam negeri, Ahmadinejad yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 2013, menghadapi tekanan para Mullah yang ingin memangkas kewenangannya. Namun bagi rakyat Iran, pemilu ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan sikap mereka. Ini menjadi simbol pemersatu rakyat Iran dalam menghadapi tekanan barat. Pemimpin tertinggi Republik Iran, Ayatollah Khamenei, menggaris-bawahi pentingnya pemilu kali ini. Ia pun menyeru rakyat Iran memberikan suaranya. “Kekuatan yang arogan telah menggertak kita untuk mempertahankan kewibawaan mereka. Tingginya jumlah pemilih akan lebih baik bagi bangsa kita dan bagi keamanan,� terang Khamenei. Sebaliknya, kelompok oposisi justru memboikot pemilu ini. Mereka menilai ada kecurangan dan mendesak pemerintah terlebih dahulu membebaskan sejumlah politisi yang ditahan. Di tengah segala polemik ini, rakyat Iran tetap antusias memberikan suaranya. Lebih dari 64 persen pemilih memberikan suaranya, meningkat dibanding pemilu 2008. Majalah detik 12-18 maret 2012


internasional

Pemilu kali ini juga menjadi ajang ‘perang’ pengaruh bagi dua kubu terbesar di Iran, yakni antara kelompok sayap kanan di bawah Ahmadinejad dengan kubu konservatif di bawah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Bagi kubu ‘principalist’ di bawah Khamenei, pemilu ini merupakan kesempatan untuk mengembalikan posisi ulama dalam sistem pemerintahan Iran. Peranan mereka mulai ‘dikesampingkan’ Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (L) memberikan suara dalam pemilu parlemen di Teheran REUTERS /President.ir

Ahmadinejad. Sementara popularitas Ahmadinejad yang semula didukung kelompok reformis juga terus tergerus. Ia dianggap bertanggung jawab atas memburuknya kondisi ekonomi negeri para Mullah itu. Front Khamenei, menuduh kubu Ahmadinejad berupaya memangkas sejumlah peraturan dan undang-undang. Ahmadinejad juga dituduh menjalin hubungan dengan AS. Kubu konservatif di belakang Khamenei untuk sementara yang unggul. Dari 290 kursi yang diperebutkan, memang baru 190 kursi yang sudah selesai dihitung. Namun dari hasil sementara ini, dipastikan Ahmadinejad harus bekerja keras di akhir masa jabatannya. Pasalnya, banyak calon dari lingkaran dekat Ahamadinejad gagal di tahap awal. Sejumlah kalangan menilai kelompok radikal pendukung Ahmadinejad, kurang terorganisasi dan tidak dipimpin orang yang tepat, sehingga taktik politik mereka kurang berhasil. Setidaknya 24 wakil mereka di Teheran gagal di tahap awal. Termasuk

Majalah detik 12-18 maret 2012


internasional

Presiden AS Barack Obama REUTERS /Jonathan Ernst

adik sang Presiden, Parvin Ahmadinejad. Sementara kubu Khamenei, yang mendapatkan dukungan dari kelompok tradisionalis dan nasionalis, bergabung dalam United Principleist Front (UPF), menjadi pilar utama dalam menghadapi upaya pelemahan posisi ulama, oleh kubu reformis dan luar negeri. Faksi di bawah pimpinan Ayatollah Mesbah Yazdi ini sangat menekankan pada sektor ekonomi dan budaya. Mereka ingin memurnikan rezim penguasa dari penyimpangan nilai-nilai ketatanegaraan yang selama ini dianut Iran. Namun dukungan dari kelompok minoritas dan akar rumput terus mengalir untuk Ahmadinejad. Seorang penyapu jalan, Ilam Morteza (62), menyatakan mendukung kepemimpinan Ahmadinejad. “Saya akan memilih kelompok Ahmadinejad. Mereka sangat rendah hati dan sederhana. Mereka memahami masalah kami,” terangnya. Ahmadinejad dinilai memiliki empati kepada warga akar rumput. Dari luar, tekanan dari negara barat tak kunjung usai. AS memang belum mendukung niat Israel untuk menyerang Iran. Namun dalam pidatonya di pertemuan Aipac (Komite Kebijakan Publik AmerikaIsrael), Barack Obama mengungkapkan perlunya sanksi yang lebih keras bagi Iran, agar negeri itu menghentikan program nuklirnya. Padahal embargo ekonomi sudah sangat menyulitkan rakyat Iran. “Pemimpin Iran harus memahami saya tidak memiliki kebijakan penahanan. Saya memiliki kebijakan untuk mencegah Iran menguasai senjata nuklir,” ujar Obama dalam pertemuan tahunan Aipac. (AP/AFP/Reuters/ami)

Majalah detik 12-18 maret 2012


ekonomi

Tertimbun Utang Rp 2.000 Triliun Pemerintah berencana menerbitkan surat utang baru senilai Rp 50 triliun. Dengan tambahan ini maka utang Indonesia mendekati Rp 2.000 triliun. Politisi Senayan pun menentang. Reporter: Monique Shintami Ilustrasi: Kiagus

Majalah detik 12-18 maret 2012


ekonomi

P Menteri Keuangan Agus Martowardojo (detikfoto)

emerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 40 triliun hingga Rp 50 triliun. Penjualan SBN ini akan digunakan untuk menutup defisit anggaran yang diperkirakan naik menjadi 2,2 persen, dari perkiraan semula 1,5 persen. Menteri Keuangan Agus Martowardojo, mengatakan sebagian besar SBN diupayakan ­ dalam bentuk rupiah. Namun, belum diputuskan berapa besar dalam bentuk valas ataupun rupiah. “Itu belum diputuskan. Tapi memang lebih mengarah ke rupiah, kita juga jaga bahwa ini adalah satu jumlah yang sustainable karena kita kan tahu bahwa SBN yang jatuh tempo, mesti diperpanjang,” ujar Agus, Jumat, 2 Maret 2012. Jika rencana ini benar-benar direalisasikan, maka utang pemerintah yang saat ini mencapai Rp 1.837,39 triliun akan bertambah menjadi Rp 1.887,39 triliun. Persentase utang ini memang masih kurang dari sepertiga pendapatan domestik bruto (PDB) yang sebesar Rp 7.226 triliun. Namun tetap saja pemerintah diwanti-wanti untuk mempertimbangkan masakmasak rencana ini. “Penambahan utang baru hanya akan memberatkan posisi keseimbangan fiskal. Apalagi ­ jika utang itu digunakan untuk menutup utang lama yang jatuh tempo,” ujar Arif Budimanta, Anggota Komisi XI dari FPDIP. Peringatan Arif ini tidak berlebihan. Dalam APBN 2012, pemerintah menghabiskan Rp 123,1 triliun atau hampir seperduabelas dari total anggaran hanya untuk membayar bunga utang. Bayangkan jika angka ini digunakan untuk membangun infrastruktur atau pengentasan kemiskinan. Majalah detik 12-18 maret 2012


ekonomi

Rapat RAPBN Presiden dan DPR (setpres)

Untuk itu, ketimbang mencetak utang baru, pemerintah diminta untuk berhemat. “Batalkan belanja barang yang tak perlu. Jika dari Rp 140 triliun bisa dihemat 40 persen, maka akan didapat Rp 56 triliun,” tukas Arif. Selain itu pemerintah juga bisa memanfaatkan windfall profit akibat kenaikan harga minyak yang menurutnya mencapai Rp 36 triliun. Namun pemerintah memang sudah berniat menambah utang. Akhir tahun lalu Direktur Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto sudah mengisyaratkan pemerintah akan menerbitkan surat utang negara senilai total Rp 240 triliun pada 2012. “Mungkin sekitar 55%-60% pada semester satu,” ujar Rahmat pertengahan Desember 2011. Saat itu, Rahmat menyatakan, pemerintah akan menerapkan strategi front loading karena kondisi pasar pada 2012 tidak sebaik 2011. Sebagian besar SBN ini akan dilepas di semester satu 2012. “Kita akan menerbitkan cukup banyak dengan tetap mempertimbangkan yield yang harus dibayar.Dari surat utang itu, sekitar 75-80% akan diterbitkan di dalam negeri, dan sisanya diterbitkan ke luar negeri dalam Majalah detik 12-18 maret 2012


ekonomi

denominasi valas,” papar Rahmat. Dalam APBN 2012, SBN neto pemerintah direncanakan senilai Rp 134,6 triliun. Selain itu ­pemerintah juga akan menerbitkan SBN untuk menutup utang yang jatuh tempo senilai Rp 212,75 triliun. Presiden SBY sebenarnya sudah meminta agar pelunasan utang digencarkan. Bahkan SBY juga menargetkan persentase utang pemerintah terhadap PDB di 2014 maksimal 22 persen. Namun selama hampir delapan tahun kepemimpinannya, utang Indonesia terus saja bertambah. Bahkan kenaikannya mencapai Rp 537,89 triliun. Saat SBY terpilih menjadi presiden pada 2004, utang pemerintah tercatat Rp 1.299,50 triliun. Sedangkan pada Januari 2012 Rp 1.837,39 triliun. Namun pemerintahan SBY memang berhasil menurunkan rasio utang terhadap PDB, dari 57 ­persen (Rp 1.234,28) pada 2000 menjadi 25 persen pada akhir 2011 dengan nominal Rp 1.837,39 triliun. Tetapi ini tentu tidak bisa dijadikan alasan pemerintah untuk berbangga diri dan terus menambah utang.

Utang Indonesia terus saja bertambah. Bahkan kenaikannya mencapai Rp 537,89 triliun

(AMI/YOG)

Rp 1.803,49 triliun

Rp 1.676,15 triliun

Rp 1.590,66 triliun

Rp 1.636,74 triliun

Rp 1.302,16 triliun

Rp 1.313,5 triliun

2001

Rp 1.299,5 triliun

2000

Rp 1.232,5 triliun

Rp 1.200,00 triliun

Rp 1.225,15 triliun

Rp 1.400,00 triliun

Rp 1.273,18 triliun

Rp 1.600,00 triliun

Rp 1.234,28 triliun

Rp 1.800,00 triliun

Rp 1.389,41 triliun

Rp 2.000,00 triliun

Rp 1.837,39 triliun

Utang pemerintah dan rasionya terhadap PDB:

0

2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

2011

2012

Majalah detik 12-18 maret 2012


bisnis

Upah Tinggi, Jangan Sampai Investor Lari Sejumlah investor asing mengancam akan memindahkan pabriknya dari Indonesia ke Myanmar dan Vietnam. Mereka keberatan upah buruh naik 7 persen. Hanya gertak sambal? Reporter: Monique Shintami & Mulat Esti Utami Foto: stock.xchng

Majalah detik 12-18 maret 2012


bisnis

R

Buruh pabrik (reuters)

ibuan buruh pabrik garmen dan sepatu di Banten dan Jakarta terancam kehilangan pekerjaan. Perusahaan patungan yang mempekerjakan mereka, berencana memindahkan pabriknya dari Indonesia karena masalah upah. Perusahaan yang berniat memindahkan pabriknya, termasuk industri padat karya yang bergerak di bidang garmen dan produksi sepatu. Perusahaan itu akan bertahan hingga order tahun ini selesai, setelah itu mereka berencana memindahkan pabrik ke Myanmar atau Vietnam. “Mereka tak tahan dengan kenaikan UMP jadi Rp 1,7 Juta di Banten dan Jawa Barat. Saat ini mereka tengah mengajukan banding, jika tidak ada perubahan kebijakan terkait upah, mereka akan hengkang,� papar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofyan Wanandi kepada majalah detik. Para investor itu sudah dibujuk untuk bertahan atau memindahkan pabriknya ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, Sofyan tak yakin upaya ini akan membuahkan hasil, karena upah di dua daerah ini juga masih lebih tinggi dibanding Myanmar. Jika ancaman diabaikan, ratusan ribu buruh terancam kehilangan pekerjaan. Tak hanya di Banten, sebanyak 96 perusahaan garmen asal Korea yang beroperasi di kawasan Majalah detik 12-18 maret 2012


bisnis

Pasar Indonesia sangat potensial untuk digarap. “Jika keluar, mereka tak bisa seenaknya memasarkan produknya di sini,

berikat Cakung, Jakarta Utara juga mengancam akan memindahkan pabriknya ke Myanmar dan Vietnam. Lagi-lagi masalah upah dijadikan alasan. Perusahaan-perusahaan ini keberatan dengan kebijakan upah minimum sektoral yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta sebesar 7 persen dari UMP DKI Jakarta yang sebesar Rp 1.529.000. Myanmar dan Vietnam, memang jadi saingan berat Indonesia dalam menarik investor. Selain menawarkan upah lebih murah, dua negara ini juga terus memperbaiki iklim investasi di negerinya. Upah minimum di Myanmar setara US$ 50 per bulan sedangkan Vietnam US$ 80 per bulan. Sementara rata-rata upah minimum di Indonesia, sekitar US$ 100-120 per bulan. Namun pengamat ekonomi dari LIPI, Latif Adam menilai ancaman ini hanyalah gertak sambal. Menurutnya memindahkan pabrik bukanlah masalah mudah. Selain itu, perusahaan-perusahaan itu memiliki alasan kuat untuk membuka pabriknya di Indonesia. Pasar Indonesia sangat potensial untuk digarap. “Jika keluar, mereka tak bisa seenaknya memasarkan produknya di sini,” paparnya. Meski lebih tinggi dibanding Vietnam dan Myanmar, sebenarnya upah buruh kita masih tergolong rendah, bahkan terendah untuk kawasan ASEAN. Saat ini rata-rata upah buruh Indonesia US$ 0,6 atau sekitar Rp 5.400 per jam. Jauh di bawah upah di negara ASEAN lainnya yaitu Thailand (US$ 1,63/ jam), Filipina (US$ 1,04/jam) dan Malaysia (US$ 2,88/ jam). Sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan keberatan dengan upah di Indonesia. Bahkan Adam melihat, masih ada ruang untuk menaikkan rataMajalah detik 12-18 maret 2012


bisnis

Buruh tembakau (detikfoto)

rata upah buruh Indonesia hingga 20 persen. Ini bisa dilakukan jika pemerintah bisa menghapus biaya siluman yang mengakibatkan biaya ekonomi tinggi. “Pemerintah harus bisa memangkas biaya siluman seperti biaya transportasi, logistik dan pungutan liar di birokrasi,� paparnya. Untuk industri padat karya seperti garmen, tekstil dan alas kaki, upah buruh memang menjadi porsi terbesar dalam ongkos produksi yakni mencapai 35 persen. Namun selain itu masih banyak biaya tak perlu yang bisa dihindari. Biaya logistik di sini misalnya, bisa menyerap 17 persen dari total biaya produksi. Padahal di negara lain, biayanya hanya 6-7 persen. Belum lagi biaya yang harus dibayar pengusaha akibat kebijakan yang tidak jelas yang bisa berkali lipat dibanding biaya resmi. Selain itu, suku bunga kredit yang masih bertengger di kisaran 11-13 persen, juga jadi masalah tersendiri bagi pengusaha. Karena ini akan menggerus laba perusahaan, yang pada gilirannya akan mengurangi pos untuk pembayaran upah. Sudah lama pengusaha mendesak agar suku bunga diturunkan jadi 8 persen, tetapi hingga kini belum terealisasi. Jika semua ini bisa diatasi, bukan tidak mungkin target Menakertrans Muhaimin Iskandar, agar pada 2014 upah minimum buruh Rp 2 juta bisa terwujud. Tapi sejumlah kalangan mengingatkan, peningkatan upah ini juga harus dibarengi dengan peningkatan keterampilan dan produktivitas buruh. Sehingga untuk menarik investor, tidak lagi hanya mengandalkan upah buruh yang murah. (AMI/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


wkwkwk

Nilai Jeblok, Dosen Ditonjok Bupati Kampar Jefri Noer dilaporkan ke polisi. Jefri yang menjadi mahasiswa hukum itu menonjok dosennya. Ia ngamuk karena tidak diluluskan sang dosen. Reporter: Chaidir Anwar Tanjung Illustrasi: Kiagus

Majalah detik 12-18 maret 2012


wkwkwk

B

Mahasiswa ini jarang masuk, dan selalu saja hasil ujiannya nyontek dari orang lain

ila ada ungkapan ‘cinta ditolak, dukun bertindak’, di Kampar, Riau muncul kejadian ‘nilai jeblok, dosen ditonjok’. Dosen yang kena tonjok itu, Yusrizal, dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Persada Bunda Pekanbaru. Si penonjok bukan orang sembarangan di daerah itu. Dia Bupati Kampar Jefri Noer yang dulunya anggota DPRD Riau dari Partai Demokrat (PD). Peristiwa itu bermula saat Yusrizal didatangi Jefri yang protes karena tidak lulus mata kuliah Hukum Adat. Saat sedang debat, tiba-tiba Jefri langsung memukul rahang si dosen dengan buku. Yusrizal kaget bukan kepayang. Tak pernah dia ­bayangkan ada mahasiswa berani memukulnya. “Saya tak menyangka, apalagi mahasiswa ini baru terpilih sebagai Bupati Kampar,” katanya. Tak ingin insiden berlanjut, Yusrizal memilih meni­ nggalkan ruangannya. Namun Jefri malah mengancam akan membunuh Yusrizal. Yusrizal mengaku, nilai mata kuliah Hukum Adat Jefri memang tidak keluar. Si dosen punya alasan kuat ­mengapa Jefri tidak lulus. “Mahasiswa ini jarang masuk, dan selalu saja hasil ujiannya nyontek dari orang lain,” kata Yusrizal. Selain itu, Jefri juga sering mengabaikan tugas yang diberikan. Disuruh mengerjakan tugas Hukum Adat, eh Jefri malah mengumpulkan Hukum Ekonomi. Jefri tentu saja menampik tudingan itu.“Itu tidak benar. Jangankan memukul, menjentik pun tidak. Saya akan laporkan balik karena ini pencemaran nama baik,” ancamnya. Kasus kini ditangani Polda Riau. “Saya sudah laporkan kasus ini,” kata Yusrizal di Hotel Pangeran, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Senin 5 Maret 2012. (KEN/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


seni & hiburan

Kualitas musik Roxette masih seprima dua dekade lalu. Lengkingan Marie Fredriksson, yang kini 54 tahun dan sempat terkena tumor otak, tetap bertenaga. Reporter: Silvia Galikano Foto: Big Daddy Entertainment

Majalah detik 12-18 maret 2012


seni & hiburan

R

Tap pada gambar untuk melihat video konser Roxette

oxette datang saat warga Jakarta demam Java Jazz Festival. Apa lantas konsernya jadi sepi penonton? Oh tidak. Sama sekali tidak. Kelas tribun dan VIP Mata Elang International Stadium, Jakarta, terisi penuh. Kelas festival hanya menyisakan sedikit ruang untuk penonton menggerakkan badan. Mata Elang yang punya daya tampung 6 ribu penonton bisa dibilang penuh. Pukul 20.30 WIB, tanpa basabasi, Marie Fredriksson dan Per Gessle masuk panggung dan menggebrak dengan Dressed for Success. Penonton, yang umumnya berusia 30-an tahun, sontak melompat-lompat, mengacungkan tangan, dan ikut meneriakkan “I’m gonna get dressed for success.” Mungkin sembari mengenang usia belasan dan berseragam putih abu-abu, sewaktu badan masih lebih ringan untuk melompat-lompat. Sudah 24 tahun berlalu sejak Dressed for Success pertama dikenal dunia, tahun 1988. Malam itu, Marie menyanyikan lagu ini dengan nada dasar yang sama dengan di album, tidak menggantinya dengan nada dasar yang lebih rendah agar “aman” di panggung. Lengking lirik pembukanya, tried to make it little by little// tried to make it by bit on my own, masih setinggi lengking yang dulu. Usia 54 tahun, tumor otak yang Marie derita sepanjang 2002 hingga 2005, dan cuti panjang hampir 10 tahun guna memulihkan kesehatannya bukan alasan untuk menurunkan kualitas tampilan di panggung. Roxette sudah Majalah detik 12-18 maret 2012


seni & hiburan

Penampilan Roxette (Big daddy entrertainment)

merebut hati penonton sejak lagu pertama. Usai lagu kedua, Sleeping in My Car yang juga bertempo medium beat, Marie menyapa dengan satu kalimat, “It’s so nice to see you!” yang disambut riuh. The Big Love kemudian menghentak. Penonton melonjak, semakin bersemangat menyanyikan bagian reffrain sambil mengacungkan jari telunjuk dan jempol, membentuk huruf “L”, big L. The big love is taking the wheel// The big love goes head over heels// The big lust, bring it into the small world// The bigger, the better. Hanya tujuh orang di panggung, yakni duo Roxette dan lima musisi pendukung. Lima orang itu adalah Christoffer Lundquist (gitar), Magnus Börjeson (bass), Clarence Öfwerman (keyboard), Pelle Alsing (drum), dan Dea Norberg (backing vocal). Mereka yang mengawal Roxette dalam World Tour Roxette 2012 ini hingga Oktober nanti. Roxette menyelipkan lagu balada di antara lagulagu bertempo cepat. I Wish I Could Fly yang ikut dinyanyikan lengkap oleh penonton, Stars, She’s Nothing On (But The Radio) yang dirilis pada Januari 2011, serta Perfect Day yang diselesaikan Marie Majalah detik 12-18 maret 2012


seni & hiburan

Marie bernyanyi sepanjang dua jam manggung dengan vokal yang prima (big daddy entertainment)

dengan head voice panjang. Perempuan berambut cepak ini mundur sebentar, menenggak air mineralnya. Per Gessle maju ke mic, “Apa kabar?” dia menyapa dalam bahasa Indonesia. Kemudian melanjutkan, “Next one is 25 years old this year. It’s crazy isn’t it? It took us from cold cold Sweden to hot hot Hollywood.” Aha!Hollywood!PastiiniclueuntukItMustHaveBeen Love yang jadi soundtrack film Pretty Woman. Penonton heboh. Namun sebentar kemudian “ditenangkan” dengan intro gitar Per Gessle. Suara Marie masuk, laid back dari aslinya, Lay a whisper on my pillow// leave the winter on the ground…. Gitar berhenti. Marie juga berhenti menyanyi, menyodorkan mic ke penonton yang sejak awal ikut menyanyi. Penonton yang menyelesaikan lagu itu sampai selesai chorus. Total ada 16 lagu yang dinyanyikan malam itu, berturut-turut, tanpa jeda, dan tanpa bintang tamu. Selain bermain gitar, Per Gessle memang ikut menyanyi, tapi porsinya kecil. Vokal utama tetap diisi Marie sepanjang dua jam manggung, dan vokalnya prima hingga lagu ke-16. Stamina Marie sinting! Lagu Listen to Your Heart menutup konser, setelah dua kali menghilang ke belakang panggung dan dua kali pula penonton berteriak, “We want more, we want more.” “Terima kasih. Kami tidak mungkin pergi tanpa memainkan lagu ini,” kata Gessle. Usai membawakan Listen to Your Heart, ketujuhnya lantas berjajar, membungkukkan badan, dan keluar panggung. Lampu panggung dipadamkan. Kali ini konser benarbenar berakhir. (SIL/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


seni & hiburan

Adu Taktik di Pucuk Perang Dingin Pensiunan mata-mata diberi tugas mencari agen ganda di badan intelijen Inggris. Pertanyaan besar, apakah dia berperan sebagai bidak catur ataukah pemainnya? Reporter: Silvia Galikano Foto: bangordailynews.com Majalah detik 12-18 maret 2012


seni & hiburan

I

nggris, awal 1970-an. Perang Dingin sedang “dingin-dinginnya”. Negara-negara Barat dan Soviet di pucuk kecurigaan. Skandal marak berpusar pada kegiatan mata-mata yang memata-matai mata-mata. George Smiley (Gary Oldman), mata-mata Inggris yang sudah pensiun, ditugaskan kembali secara diamdiam di luar badan intelijen. Tugasnya membereskan Dinas Rahasia Inggris (MI-6) yang diresahkan adanya agen ganda yang bekerja untuk Soviet.

Judul: Tinker Tailor Soldier Spy Kategori: Drama, misteri, thriller Sutradara: Tomas Alfredson Penulis skenario: Bridget O’Connor, Peter Straughan Pemain: Gary Oldman, Colin Firth, Tom Hardy, John Hurt, Toby Jones, Mark Strong, Benedict Cumberbatch, Ciarán Hinds Durasi: 127 menit

Tap pada gambar untuk melihat video trailer Tinker Tailor Soldier Spy

Smiley menghubungi kolega-koleganya dulu. Di antaranya Ricki Tarr (Tom Hardy) bad boy yang pernah jadi mata-mata di Istanbul dan nyaris membuka misteri adanya agen ganda di sana. Ada juga Peter Guillam (Benedict Cumberbatch) yang dia jadikan tangan kanannya. Ricki Tarr saat di Istanbul terlibat hubungan asmara dengan Irina (Svetlana Khodchenkova), yang adalah kekasih mata-mata Soviet, mata-mata yang Majalah detik 12-18 maret 2012


seni & hiburan

Ricki Tarr (foto atas) menjalin hubungan dengan Irina (foto bawah), kekasih mata-mata Soviet. (allmoviephoto.com)

selama ini jadi incarannya. Tapi ketika penyamaran si mata-mata terkuak, Tarr hilang kontak dengan perempuan ini. Sementara itu, Peter Guillam punya tugas menyusup ke badan intelijen dan mencuri dokumen rahasia di sana. Guillam bekerja cepat. Dokumen ditemukan, tapi halaman yang dicari telah hilang disobek. Semakin kuat dugaan adanya agen ganda di tubuh MI6. Kecurigaan adanya agen ganda ternyata bukan baru-baru ini saja. Kolega lama Smiley yang juga sudah pensiun, Connie Sachs (Kathy Burke) yang dulu bertugas sebagai analis data, bahkan sudah mencium hal ini saat dia masih aktif, tapi kemudian dibungkam atasannya, Percy. Dengan alasan “mengurus yang tidak perlu” itu pula dia diberhentikan. Smiley beradu cerdas dengan kepala mata-mata Soviet, Karla. Keduanya sudah pernah berjumpa dulu sekali, ketika Smiley ke Soviet untuk mengajak sejumlah mata-mata Soviet menjadi agen ganda. Di antara yang banyak berhasil direkrut, Karla menolak karena besar cintanya pada Soviet. “Saat itulah saya tahu bahwa dia bisa dikalahkan. Karena dia fanatik, dan yang fanatik selalu pada akhirnya tidak yakin,” Smiley bercerita pada Tarr. Thriller yang kompleks ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya John le Carre yang terbit pada 1974. Bridget O’Connor dan Peter Straughn mengadaptasinya ke dalam film dengan cermat dan

Majalah detik 12-18 maret 2012


seni & hiburan

dingin. Peran kunci Smiley si pokerface dimainkan dengan sangat memukau oleh Gary Oldman. Brilian sekali cara Oldman menjaga tempo dan membuat perhitungan matang di setiap jeda kalimat. Smiley menghadapi siapa saja dan dalam keadaan apa saja dengan ekspresi datar, kecuali sedikit emosional –itu pun cuma sedikit, ketika memergoki istrinya berselingkuh dengan Bill Esterhase (David Dencik) dan George Smiley (Gary Oldman) (fanpop.com)

Haydon. Kembali ke agen ganda, jadi siapa agen ganda itu? Apakah kepala badan intelijen baru, Percy (Toby Jones) yang pernah memecat Sachs? Ataukah rekan Percy, Roy Bland (Ciaran Hinds)? Bawahan Percy, Esterhase (David Dencik)? Atau si flamboyan Bill Haydon (Colin Firth)? Bagaimana pula dengan Jim Prideaux (Mark Strong) yang dilaporkan tewas, tapi dua bulan kemudian ternyata ada dana yang dialokasikan untuknya? Lantas siapa yang mendapat julukan Tinker (Pematri), Tailor (Penjahit), dan Soldier (Tentara)? Siapa pula Spy (Mata-mata)? Tinker Tailor Soldier Spy menyembunyikan semua rahasia itu dengan baik. Rapat dan rapi hingga tak lebih dari lima menit terakhir film, simpul-simpul rahasia itu terbuka beruntun. Tonton filmnya hingga selesai, maka Anda bahkan akan bisa menjawab siapa paling mata-mata di antara semua mata-mata di sini. (SIL/YOG)

Majalah detik 12-18 maret 2012


seni & hiburan Film Pekan Ini

SAFE HOUSE Jenis Film: Action Produser : Scott Stuber Produksi : Universal Pictures Sutradara : Daniel Espinosa Durasi:117 menit

B

osan dengan kerja di belakang meja pos CIA di Afrika Selatan, seorang polisi (Ryan Reynolds) mengawal seorang buronan berbahaya (Denzel Washington) saat pos tersebut diserang dan dihancurkan oleh tentara bayaran. Saat ini mereka harus mencari tahu apakah para penyerang adalah teroris atau salah satu dari kepolisian?

( 21 cineplex )

KEUMALA Jenis Film : Drama Produser : Teuku Muhammad Iqbal Produksi : Indirama Films Sutradara : Andhy Pulung Durasi: 100 menit ( 21 cineplex )

NEGERI 5 MENARA

( 21 cineplex )

Jenis Film : Drama Produser : Aoura Lovenson Chandra, Dinna Jasanti Dan Salman Aristo Produksi : KG PRODUCTION Sutradara : Affandi Abdul Rachman Durasi : 120 menit

S

enja. Momen alam yang paling indah. Setidaknya itu menurut Langit, sang fotografer. Awalnya senja cuma pelarian atas kekecewaannya terhadap masa lalu. Pelarian yang justru mengajarkannya banyak makna kehidupan. Jadilah ia mengadakan pameran foto bertema langit senja di sebuah kapal. Siapa sangka, di kapal ia justru terlibat perdebatan menyebalkan yang mengusik lagi soal idealismenya sebagai fotografer dengan seorang penulis dan pembuat sketsa yang cantik tapi kepala batu bernama Keumala.

K

isah tentang kesungguhan dan kerja keras enam sahabat di Pondok Madani. Berbekal semangat man jadda wa jada (siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil) mereka bisa meraih puncak menara, cita-cita mereka selama ini.

Majalah detik 12-18 maret 2012

Detik 015