Issuu on Google+

uang palsu raja nusantara i mengijon pilot

ik a m o k tny

o rep udik m

Sufi

METROPOLIS

EDISI 89 | 12 - 18 agustus 2013


majalah detik Table of Contents

Favorite

Back

Share FB

Home

Table of Contents

Memutar ipad:

Untuk melihat majalah dalam tampilan horizontal atau vertikal

Rubrik:

Geser kekiri dan kekanan untuk melihat rubrik

Gunakan icon berikut sebagai petunjuk membaca majalah ini Kebawah

Galeri Image

Tap

Audio

Close

Video

Geser

360

3600 View

Artikel:

Geser keatas dan kebawah untuk membaca artikel

Putar

Info

Kumpulan edisi yang sudah dan belum didownload Pindah halaman lewat scroll

Menampilkan majalah yang sedang dibaca


info

FITUR KOMENTAR 1

2

Lihat pada akhir artikel yang memiliki tanda komentar.

Kini anda bisa berpartisipasi untuk memberikan komentar pada artikel Majalah Detik.

4

3

5

Anda dapat melihat dan memberikan komentar pada list komentar. Untuk memberikan komentar anda diharuskan login menggunakan detikconnect, atau menggunakan akun facebook dan twitter.

Tulis komentar anda pada Text Box komentar dan "kirim".

Tap button komentar dan tunggu halaman komentar terbuka keseluruhan

6

Komentar anda akan tampil pada list komentar kurang lebih dalam 5 menit.

Majalah detik 5 - 11 agustus 2013


surat dari buncit

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Apakah kalau belajar sufi tidak boleh tampil modis dan keren? Apakah kalau menjadi sufi tidak boleh ke kafe dan wajib menjauhi gadget canggih? Apakah benar agama akan punah pada 2041? Nigel Barber, seorang ahli biopsikologi, meyakini agama akan punah pada tahun 2041. Katanya, peningkatan kekayaan dan kesejahteraan di negara maju dan berkembang menjadi penyebab punahnya agama. “Orang-orang berpendidikan tinggi yang tinggal di kota akan cenderung menjadi ateis,� kata Barber. Sekarang, atau 28 tahun menuju angka 2041, tanda-tanda akan punahnya agama memang sudah kelihatan. Misalnya banyak tempat ibadah yang ditutup karena tidak ada lagi yang datang. Namun tanda ke arah sebaliknya juga tidak kalah banyaknya. Di kota-kota metropolis yang akrab dengan godaan kesenangan dunia, makin marak orang mendekatkan diri pada Tuhannya. Mereka mempelajari tasawuf atau sufisme. Para sufi metropolis ini tetap tidak meninggalkan modernitas dengan segala fasilitas dan kecanggihan teknologinya, tapi mereka terus berusaha mendalami ketakwaan kepada Tuhan. Sufi Metropolis, inilah tema majalah detik edisi 89, 12-18 Agustus 2013, yang akan menemani libur Lebaran Anda.   Tidak lupa dengan datangnya Idulfitri, majalah detik mengucapkan Selamat Idulfitri 1434 H, mohon maaf lahir batin. Mohon dibukakan pintu maaf untuk segala kekurangan dan kesalahan yang ada di majalah ini. Selebihnya, selamat berhari raya pembaca, berlibur dan selamat berkumpul bersama keluarga. Salam! n

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


DAFTAR ISI Edisi 89

12 - 18 agustus 2013

Tap Pada konten untuk membaca artikel internasional Di Inggris, Mereka Jatuh Cinta pada Islam

Ada lebih dari 2 juta warga muslim di Inggris. Tapi menjadi seorang muslim, apalagi bagi mualaf, di negeri itu, menurut penelitian Universitas Cambridge, kadang bukan urusan gampang.

Fokus

Sufi-sufi Modis, Logis, & Wangi

interview

Mereka tidak menjauhi kehidupan dunia untuk mendekat kepada Tuhan. Makin logis serta tampil modis dan wangi saat mengkaji agama.

Sidney Jones:

Sangat Mungkin Napi Direkrut Jadi Teroris Fadli Sadama terlibat dalam perampokan dan ahli merekrut napi di dalam penjara. Punya jaringan di seluruh Indonesia hingga Malaysia.

Nasional Pembantaian Gajah Sumatera Dari Kisah Pilu Melani dan Papa Genk

Empat ekor gajah mati di Aceh dalam sebulan, dua di antaranya dibantai untuk diambil gadingnya. Pemerintah didesak segera membentuk Komnas Perlindungan Binatang.

kriminal

Uang Palsu Sri Paduka

Ekonomi Bingung karena Kuota Dibatasi

bisnis Saat Maskapai “Mengijon” Pilot

lensa Replika Menara Eiffel Cover: Kiagus Auliansyah Musik: Sting - Desert Rose

ik komtnya

o repmudik

people

Rio Febrian, Memes, Denny Indrayana

Gaya Hidup Ragam Gaya Berhijab Lebaran juga Liburan

seni & hiburan Tunes From Sherina Mendunia dari Atas Papan Surfing Film Pekan ini Agenda

sains Mencari Pengganti The Beast

@majalah_detik

majalah detik

Pemimpin Redaksi: Arifin Asydhad Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti Redaksi: Dimas Adityo, Irwan Nugroho, Mulat Esti Utami, Nur Khoiri, Sapto Pradityo, Sudrajat, Oktamandjaya Wiguna, Arif Arianto, Aryo Bhawono, Deden Gunawan, Hans Henricus, Silvia Galikano, Nurul Ken Yunita, Habib Rifa’i, M Rizal, Budi Alimuddin, Pasti Liberti Mappapa, Monique Shintami, Isfari Hikmat, Evi Tresnawati S, Bahtiar Rifai, Rahmayoga Wedar. Tim Foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo Product Management: Rohalina Gunara, Sena Achari, Eko Tri Hatmono Creative Designer: Mahmud Yunus, Kiagus Aulianshah, Galih Gerryaldy, Desy Purwaningrum, Suteja, Mindra Purnomo, Zaki Al Faribi, Edi Wahyono Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769 Direktur Utama: Budiono Darsono Direktur: Nur Wahyuni Sulistiowati, Heru Tjatur, Warnedy Kritik dan Saran: appsupport@detik.com Alamat Redaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat Raya 23 - 29 APRIL 2012 @majalahdetik.com No.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email:Majalah redaksidetik Majalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp.


lensa

replika menara eiffel

Tap untuk melihat foto UKURAN BESAR

sumber: reuters

Cina memiliki Menara Eiffel mini. Tempatnya di Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Replika menara ini dibuat dengan tinggi setengah dari ukuran aslinya. Dibangun di tengah bangunan bergaya Eropa di atas lahan seluas 19 kilometer persegi. Sayang, pihak developer tidak berhasil mengembangkan kawasan ini, sehingga menjadi "kota hantu".

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


Kilat petir di atas replika Menara Eiffel di kawasan pengembangan Tianducheng di Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Replika Menara Eiffel ini dibangun di kawasan seluas 19 kilometer persegi. REUTERS/Aly Song


Replika Menara Eiffel di kawasan pengembangan Tianducheng di Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Kawasan yang dikembangkan oleh Zhejiang Guangsha Co. Ltd. ini dibangun sejak 2007 dan ingin "memindahkan" Kota Paris. Untuk mewujudkan keinginan itu, replika Menara Eiffel setinggi 108 meter atau setengah dari ukuran aslinya pun didirikan. REUTERS/Aly Song


Petani berladang di dekat replika Menara Eiffel. Kawasan ini didesain untuk kapasitas 10 ribu orang, tapi saat ini kondisi Tianducheng terbengkalai sehingga dijuluki "kota hantu". REUTERS/Aly Song


Rumah petani di dekat kawasan replika Menara Eiffel . REUTERS/Aly Song


Petani mengumpulkan batang jagung di bawah replika Menara Eiffel. REUTERS/Aly Song


nasional

Pembantaian Gajah Sumatera

Dari Kisah Pilu Melani dan Papa Genk Empat ekor gajah mati di Aceh dalam sebulan, dua di antaranya dibantai untuk diambil gadingnya. Pemerintah didesak segera membentuk Komnas Perlindungan Binatang. M. Rizal, Feri Fernandes, Dimas, Habib foto: ANTARA/ SYAHROL RIZAL

K

abar kematian seekor gajah secara mengenaskan di Aceh pada pertengahan Juli lalu begitu cepat tersebar melalui media sosial. Informasi ini juga berembus cepat ke Istana, dan direspons oleh Presiden Susilo Bambang YudMajalah detik 12 - 18 agustus 2013


nasional

Aulia Ferizal, aktivis perlindungan hewan di Aceh. M. Rizal/detikfoto

hoyono. “Kita dikejutkan oleh tewasnya gajah di Aceh secara mengenaskan. Perilaku yg tidak bertanggung jawab di bulan Ramadhan. *SBY*”. Demikian ditulis Yudhoyono di akun Twitter-nya pada 15 Juli lalu. Presiden tak hanya mengungkapkan rasa keprihatinan. Ia juga memerintahkan kepolisian dan Kementerian Kehutanan segera menindak para pelaku pembantaian hewan langka tersebut. “Cegah, jangan sampai terjadi lagi,” orang nomor satu di negeri ini tersebut kembali berkicau di akun Twitter malam harinya. Adalah Aulia Ferizal, aktivis perlindungan hewan di Aceh, yang “meramaikan” kasus kematian gajah ini lewat media sosial beberapa waktu lalu. Aulia, yang mendatangi lokasi pembantaian gajah di Desa Ranto Sabon, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, memotret gajah mati dengan gading lenyap, lalu mengunggahnya ke media sosial. “Gajah itu dibunuh, gadingnya diambil,” ujar Aulia saat ditemui majalah detik di kantor Change.org, Jakarta, beberapa waktu lalu. Aulia dan para aktivis pencinta hewan memaklumi apabila gajah itu dibunuh lantaran memasuki kampung dan dipukuli warga desa. Tapi gajah dewasa yang dikenal warga dengan nama Papa Genk itu mati karena masuk perangkap. “Kepalanya hancur dan gadingnya hilang,” ucap mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, ini. ”Itu memang

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


nasional

Perangkap gajah FOTO: www.change.org

diincar.” Menurut data Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Aceh, populasi gajah di daerah itu menyusut sekitar 40 ekor sejak 2011. Saat ini gajah di Aceh tinggal 500-an ekor. Sedangkan di seluruh Sumatera tinggal 2.500 ekor. “Di Medan, Riau, dan Padang berkurang 100 (ekor),” kata Aulia. Padahal, pada 1996, jumlah gajah di Aceh masih sekitar 700 ekor. Faktor ekonomi mendorong para pelaku membantai gajah. Sebanyak 12 persen gajah di dunia dibunuh untuk diambil gadingnya. Pembantaian gajah dengan motif perburuan gading rawan terjadi akibat harga gading di pasar gelap yang sangat menggiurkan. Aulia menuturkan, harga per 1 kilogram gading paling murah Rp 2,5 juta, dan harga rata-ratanya Rp 5-10 juta per kilogram. Bisa dibayangkan berapa duit yang diperoleh dari gading Papa Genk, yang beratnya hampir 20 kilogram. Selain di Sampoiniet, sebelumnya ditemukan gajah mati dengan gading yang sudah lenyap di Birem Bayeun, Aceh Timur. Dua ekor gajah yang masih balita, dinamai Raja dan Raju, juga mati karena diduga terpisah dengan induknya yang dibunuh. “Ini juga saya laporkan dalam pertemuan dengan Komisaris Jenderal Nanan Soekarna (saat itu Wakil Kepala Polri),” tutur Aulia. “Kami ingin polisi mengusut.” Puluhan warga Desa Ranto Sabon akhirnya mengakui membunuh Papa Genk, dan pada Jumat 2 Agustus lalu mereka mengembalikan barang bukti sepasang gading gajah tersebut ke polisi. Namun mereka berdalih gajah itu terpaksa dibunuh karena mengancam Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


nasional

Usman Hamid saat menyampaikan petisi ke Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. FOTO : antara

jiwa penduduk, harta benda, serta merusak kebun warga. “Motifnya bukan pencurian gading gajah,” ujar Kapolres Aceh Jaya, Ajun Komisaris Besar Galih Sayudo. Polisi awalnya memeriksa tujuh orang yang diduga terlibat. “Dari keterangan 7 orang itu, pelaku lebih dari 30 orang,” ucap Galih. Tapi, mereka akan tetap diproses secara hukum. Perburuan dan pembantaian gajah Sumatera ini mendorong sejumlah aktivis menelurkan Petisi Perlindungan Hewan. Petisi ini juga bertujuan mendesak pembentukan Komisi Nasional Perlindungan Binatang Indonesia (Komnas PBI). Ide pembentukan Komnas PBI diawali dari munculnya foto Melani, harimau di Kebun Binatang Surabaya, yang kondisinya memilukan, pada Juni lalu. “Tubuh Melani menciut, seharusnya beratnya 100 kilogram, tapi tinggal 48-60 kilogram,” kata pendiri Change. org, Usman Hamid. Kini lebih dari 184 ribu dukungan Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


nasional

terkumpul untuk petisi tentang Papa Genk dan penyelamatan Melani. Petisi ini diserahkan kepada Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan pada 23 Juli lalu. Zulkifli kepada majalah detik mengaku mendukung penuh pembentukan Komnas PBI. Menurut dia, perlakuan buruk terhadap satwa, terutama yang dilindungi, seperti harimau dan gajah di Aceh, melanggar undang-undang. Pelaku bisa dipidana dengan ancaman 5 tahun penjara. “Itu sangat kejam,” katanya. Adapun Nanan berharap Komnas PBI bisa mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hewan. “Diharapkan lebih berkonsentrasi pada tindakan pencegahan, bukan penindakan,” kata Nanan. “Jika komisi itu terbentuk, Indonesia akan menjadi negara berkembang pertama yang memiliki Komnas Perlindungan Binatang.” n

Bukan lantaran Rebutan Lahan M. Rizal

A

ulia Ferizal bergegas menyambangi Desa Ranto Sabon pada pertengahan Juli lalu. Ditemani sejumlah rekannya sesama aktivis perlindungan hewan di Aceh, ia ingin segera mengecek kabar yang diterimanya saat itu: Ada gajah dibantai, dan diambil gadingnya. Sebelum berangkat, ia sempat menghubungi tim ranger Conservation Response Unit (CRU) yang bertugas di dekat

wilayah tersebut. Benar saja, sesampainya di desa di wilayah Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya itu, Aulia menjumpai seekor gajah dewasa sudah mati dengan kondisi yang mengenaskan. Ketika ditemukan, belalai hewan jumbo itu sudah terpotong dan bagian kepalanya terkoyak. Bau menyengat menyeruak, serta darah berceceran di mana-mana.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


nasional

Gajah yang dibantai. www.change.org

“Batok kepala dan gadingnya hilang, Saya kaget melihat kondisi gajah itu,” tutur Aulia saat ditemui majalah detik di kantor Change.org Indonesia, wadah petisi yang mengampanyekan perubahan, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Di sekitar bangkai gajah yang teronggok tepat di pinggir sungai, di kawasan perkebunan penduduk tersebut, Aulia dan rekan-rekannya juga menjumpai tiga botol bekas air mineral dan sandal. Botol dan sandal tersebut diduga milik pelaku pembantaian hewan yang populasinya sudah semakin menyusut itu. Gajah yang oleh warga setempat dinamai Papa Genk atau “Genk” --karena tubuhnya yang besar-- itu rupanya ditumbangkan menggunakan perangkap “Inosoeh”. Setelah Genk terjatuh, para pelaku langsung membantainya. Belakangan diketa-

hui, pelaku pembunuhan Papa Genk ternyata warga desa. Mereka berdalih gajah itu dibunuh lantaran mengancam ketenteraman penduduk. Direktur Change.org Indonesia, Usman Hamid, menampik jika kematian gajah Papa Genk terjadi akibat konflik manusia dengan hewan yang berebut lahan tempat tinggal. “Kalau gajah dimatiin, kepalanya dihilangkan dan diambil gadingnya, itu kriminal,” Usman menegaskan. “Tidak perlu diperdebatkan.” Usman mafhum apabila gajah tersebut diusir ramai-ramai menggunakan kayu karena melewati kampung, dan ada rumah penduduk yang roboh karenanya. Namun, menjadi tidak masuk akal apabila gajah yang sudah dikenal warga bernama Papa Genk, punya pasangan yang bernama Suci, dan anaknya Rosa, lalu dibunuh. “Itu gila,” ucapnya. n

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


kriminal

Uang Palsu Sri Paduka Pengedar uang asing palsu ditangkap Polda Jawa Tengah. Pelaku mengklaim berasal dari Perkumpulan Sri Paduka Maharaja, yang membiayai kegiatan raja-raja se-Nusantara. Deden Gunawan, M. Rizal, Dimas, Habib ilustrator: edi wahyono

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


kriminal

N

atanael Setiawan dan Agus Indarjo jadi sering mendadak sakit perut. Beberapa kali, di tengah pemeriksaan, kedua tersangka kasus peredaran uang asing palsu itu dilarikan ke klinik kesehatan Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Penyidik Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah terpaksa menunda pemeriksaan kedua pria yang berusia masing-masing 31 dan 53 tahun itu. “Pelaku mungkin stres. Jadi asam lambungnya naik dan langsung kena sakit maag. Pemeriksaan dihentikan sementara,� ujar Kepala Subdirektorat II Perbankan/Ekonomi Khusus Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Indra Krismayadi. Menurut Indra, dugaan pemalsuan uang yang dilakukan Natanael memang rada aneh. Pasalnya, pecahan uang dolar Amerika Serikat yang dipalsukan nilainya tak lazim, dengan nilai nominal US$ 1 juta. Ada pula pecahan US$ 100.000. Padahal pecahan uang tertinggi dolar Amerika saat ini cuma US$ 100. Setelah dicek, uang yang dipalsukan ternyata beredar pada 1928. Saat ini Polda Jawa Tengah masih mencari spesimen pembandingnya. Natanael dan Agus ditangkap petugas Polda Jawa Tengah pada 12 Juli lalu pukul 21.00 WIB. Keduanya dibekuk setelah polisi menerima informasi bahwa akan ada transaksi uang palsu di Semarang yang dilakukan orang-orang dari Jakarta. Petugas sempat melakukan pengintaian selama satu jam sebelum menggerebek keduanya di sebuah penginapan di Karangayu, Semarang. Saat itu ada

Natanael dan Agus ditangkap petugas Polda Jawa Tengah pada 12 Juli lalu pukul 21.00 WIB. Keduanya dibekuk setelah polisi menerima informasi bahwa akan ada transaksi uang palsu di Semarang yang dilakukan orang-orang dari Jakarta.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


kriminal

Para tersangka dan barang bukti uang palsu yang disita polisi. DETIKFOTO/Angling Adhitya

delapan orang di penginapan tersebut, berikut sejumlah barang bukti yang disita, berupa uang palsu 998 lembar pecahan US$ 1 juta, 90 lembar US$ 10 ribu, dan 100 lembar rubel pecahan 100 ribu. Seusai pemeriksaan, hanya Natanael dan Agus yang punya keterkaitan dengan uang haram itu. “Sisanya (6 orang) sebagai saksi. Mereka hanya mengantar uang,� ujar Indra. Namun kedua tersangka mengaku hanya disuruh seseorang yang tidak jelas keberadaannya, yang kini diburu polisi. Kepada polisi, Natanael berkilah hanya ditugasi menukar uang-uang palsu tersebut kepada seseorang di Semarang. Menurut versi Natanael pula, hasil penukaran uang itu akan digunakan untuk biaya operasional Perkumpulan Sri Paduka Maharaja yang dipimpinnya. Natanael mengklaim organisasi tersebut bertugas membiayai kegiatan raja-raja se-Nusantara.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


kriminal

“Pengakuan mereka seperti itu. Mereka sengaja menjual uang palsu untuk membiayai kegiatan rajaraja Nusantara. Tapi kami belum mendapat keterangan terperinci karena pelaku belum bisa diperiksa,” Indra menuturkan. Nah, klaim Natanael itu didukung sejumlah barang bukti yang telah disita, salah satunya selembar surat dengan kop Perkumpulan Sri Paduka Maharaja, yang ditandatangani Ir Suratno. Dalam surat tertera, pada 25 Maret 2012 keluarga besar kerajaan berkumpul di rumah Suwandhi di Jalan Pegangsaan, Kelapa Gading, Jakarta. Dalam pertemuan itu Natanael Setiawan ditetapkan sebagai Sri Paduka Maharaja. Dalam surat keputusan musyawarah luar biasa perkumpulan itu juga disebutkan, Natanael diberi amanah kepemilikan kolateral (uang jaminan) di Bank Dunia. Polisi menduga Natanael memiliki uang palsu dalam pecahan dolar Amerika, rubel, serta dolar Singapura untuk membiayai kegiatan yang diklaimnya sebagai organisasi para raja. “Pelaku bilang organisasi para raja itu sedang ada proyek di Bali. Uang itu digunakan untuk membiayai proyek di Bali,” kata Indra. Organisasi macam apa Perkumpulan Sri Paduka Maharaja? Setelah ditelusuri, majalah detik tidak menemukan rumah yang disebut sebagai tempat berkumpul organisasi itu di Kelapa Gading. Jangankan “kerajaan”, alamat rumah Natanael alias Budi Al Mahdi, yang disebutkan di Jalan Swasembada Barat 3, RT 08 RW 09, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, saja tak ditemukan. Subarno, Ketua RT 08/ RW 09, Kebon Bawang, saat ditemui mengaku tak mengenal Natanael. Ia sempat

“Pelaku bilang organisasi para raja itu sedang ada proyek di Bali. Uang itu digunakan untuk membiayai proyek di Bali,” kata Indra.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


kriminal

DETIKFOTO/Angling Adhitya

membeberkan puluhan kartu keluarga warganya, tapi tak satu pun bernama Natanael atau Budi Al Mahdi. "Biar jelas, ini semua warga saya," ujar Subarno. Beberapa warga di wilayah itu juga mengaku tidak mengenal sosok Natanael. “Kami tidak pernah dengar nama itu,” kata seorang warga. Polisi belum bisa menjelaskan secara terperinci kaitan antara uang palsu dan organisasi yang diklaim oleh tersangka. Alasannya, otak pengedar uang palsu itu belum tertangkap. Untuk sementara, polisi menyatakan Natanael cuma dimanfaatkan oleh seseorang yang saat ini masih jadi buron. “Kedua pelaku (Natanael dan Agus) orang-orang bodoh. Mereka hanya dimanfaatkan oleh otak pengedar uang palsu,” begitu kata Direktur Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Mas Guntur Laupe secara terpisah. Kendati dugaan sementara hanya suruhan, Natanael dan Agus tetap dijerat Pasal 244 dan 245 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang peredaran uang palsu. Sri Paduka pun terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. ■

Majalah Majalah detik detik 29 12 juli- 18 - 4 agustus 2013


interview

Sidney Jones:

Sangat Mungkin Napi Direkrut Jadi Teroris Fadli Sadama terlibat dalam perampokan dan ahli merekrut napi di dalam penjara. Punya jaringan di seluruh Indonesia hingga Malaysia. Isfari Hikmat, Sudrajat, Habib Ilustrator: Edi Wahyono

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


interview

Biodata: l Nama: Sidney Jones l Tempat, tanggal lahir: New York-Amerika Serikat, 31 Mei 1952 Pendidikan: l Universitas Pennsylvania bidang Studi Oriental dan Hubungan Internasional l Universitas Pahlevi di Shiraz, Iran Karier: l Program Officer for the Ford Foundation, 19771984 l Peneliti Amnesti International untuk Indonesia-Filipina, 19851988 l Direktur Human Rights Watch Asia, 1989-2002 l Direktur International Crisis Group, 2002-2013 l Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict, 2013 – sekarang Karya tulis: l Al Qaeda in Southeast Asia: “Ngruki Network” in Indonesia l Jaringan Teroris Indonesia: Cara Kerja Jemaah Islamiyah

H

ingga kini keberadaan empat dari sembilan narapidana kasus terorisme yang menjadi buron akibat kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tanjung Gusta, Medan, 11 Juli lalu belum jelas. Mantan Direktur Crisis Group International Sidney Jones menyebut keempat teroris yang jadi buron itu memiliki reputasi cukup berbahaya dan punya hubungan luas dengan kelompok-kelompok radikal di Tanah Air. Selain merupakan residivis yang pernah terlibat dalam perampokan, ada yang mahir melakukan rekrutmen di lingkungan narapidana untuk dijadikan teroris. “Kita tidak tahu apakah dari para napi yang lari itu ada yang ikut,” ujar Sidney, yang sejak 2001 mendalami isu terorisme di Indonesia. Di ruang kerjanya, lantai 5 gedung Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, yang masih ditata, ia juga mengungkapkan pendapat tentang raibnya 250 batang dinamit dalam perjalanan dari Subang, Jawa Barat, menuju area pertambangan di Bogor, Jawa Barat, serta kemunculan salah satu tokoh teroris di Poso, Santoso, melalui YouTube. Berikut ini petikan perbincangan majalah detik dengan Sidney, yang kini menjabat Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict, 23 Juli lalu. Seberapa berbahayanya empat narapidana kasus terorisme yang masih jadi buron dari penjara Tanjung Gusta? Dari empat orang itu, ada Fadli Sadama, yang tiga kali jadi residivis. Juga ada Nirbras, Agus Sunyoto, dan Abdul Goni Siregar. Pada 2003, Fadli masuk jaringan teroris setelah punya kontak dengan kelompok-kelompok ekstrem. Dia punya jaringan di seluruh Indonesia, di Jawa Timur, Bima (Nusa Tenggara Barat), Medan, sampai Malaysia. Fadli pernah menjual narkoba untuk Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


interview

Korban bom Marriot Max Boon (kiri), Peneliti Internasional Crisis Group Sidney Jones (tengah) dan penulis buku "The Roots of Terorism in Indonesia". Grandyos Zafna/detikfoto

membeli senjata bagi kelompok Toni Togar. Fadli juga ahli merekrut napi biasa di dalam penjara. Nah, kita tidak tahu apakah dari para napi yang lari itu ada yang ikut dia. Anda punya dugaan di mana dia bersembunyi? Untuk sementara lebih aman di Medan, yang tidak terlalu jauh dari tempat asalnya, Riau. Kalau tidak salah, dia lahir di sana. Konon, polisi sudah melacaknya hingga Pulau Seribu‌. Saya tidak tahu. Tapi biasanya, kalau orang lari seperti itu, mereka mencari teman yang sudah lama kenal, jaringan teman lama atau keluarga. Seperti di Aceh yang sudah dibongkar, ada banyak yang lari ke Poso, ada juga yang sampai mencari keluarga di Kalimantan Timur. Pokoknya orang yang bisa dipercaya, itu paling penting. Teman dekat atau keluarga. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


interview

Pada Mei 2012, ada pelarian massal (43 orang) dari penjara kelas II di Meulaboh, Aceh Barat, yang tidak banyak diperhatikan pada waktu itu.

Bagaimana dengan Nibras dan Agus? Nibras dan Agus punya jaringan baik di Medan pimpinan Sabar alias Pak Bos, yang sampai sekarang masih masuk DPO (daftar pencarian orang). Juga punya hubungan dengan kelompok-kelompok radikal di Solo. Sedangkan Goni ikut perampokan CIMB Niaga. Tapi, dari latar belakangnya, dia lebih bersifat preman daripada teroris. Tadi Anda menyebut kemungkinan terjadi perekrutan di dalam penjara? Ya. Pada 2010, ada kelompok baru yang justru didirikan di dalam penjara Tanjung Gusta. Namanya KMI (Kumpulan Mujahidin Indonesia) yang dipimpin Toni Togar. Kita tidak tahu di mana para napi yang sudah bebas sekarang. Dengan kondisi penjara yang hampir semua overcapacity seperti sekarang, perekrutan sangat mungkin karena petugas yang amat terbatas tak mungkin mengawasi aktivitas mereka. Anda bisa memberi contoh selain di Tanjung Gusta? Pada Mei 2012, ada pelarian massal (43 orang) dari penjara kelas II di Meulaboh, Aceh Barat, yang tidak banyak diperhatikan pada waktu itu. Yang memimpin pelarian itu teman Fadli Sadama yang ikut merampok bank di Aceh pada Mei 2011. Namanya Syafrizal. lll

Pada 6 Juli lalu, muncul video berjudul “Risalah kepada Ummat Islam di Kota Poso� via YouTube. Video berdurasi 6 menit 3 detik itu merupakan persembahan Mujahidin Indonesia Timur. Di situ tampil Syekh Abu Wardah Santoso mengenakan sorban hitam dikawal dua orang yang menutup muka dan memegang senjata laras panjang jenis FNC. Dia antara lain mengatakan rasa bangganya terhadap perlawanan warga Poso terhadap Detasemen Khusus 88 Antiteror dan menyeru rekan-rekannya terus Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


interview

memberikan perlawanan. Gembong teroris Poso, Sulawesi Tengah, Santoso alias Abu Wardah alias Komandan. youtube.com

lll

Bagaimana Anda menganalisis tampilnya Santoso melalui video tersebut? Ketika saya menonton video itu, saya agak terkejut bagaimana sempit pandangan Santoso (alias Abu Wardah). Kalau ini dikatakan kesempatan kasih semacam pesan kepada dunia, di situ dia hanya bicara kepada orang Poso. Itu seolah-olah world view dia tidak sampai begitu jauh dari Poso atau Sulawesi Tengah, tidak sampai Jakarta. Jadi apakah orang ini dapat disebut komandan? Seberapa signifikan jaringan Poso saat ini? Setelah kamp Aceh dibongkar, Poso dipilih sebagai penggantinya. Sebagai tempat aman, latihan bisa dilaksanakan. Tapi saya kira mungkin keadaan sekarang berbeda dengan tahun lalu. April 2012, sudah ada training di Poso dengan lebih dari 30 orang. Saya kira sekarang, dengan begitu banyak orang yang dikejar polisi-TNI, sulit sekali untuk bikin training dengan Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


interview

Santoso memang ketua askar atau sayap militer di sana.

jumlah orang yang begitu besar. Sekarang saya kira tujuan utama mereka adalah survival. Kalau ada kejadian di Poso, seperti bom yang dilempar, ada pos polisi yang diserang, itu berarti masih ada orang yang cukup bersemangat untuk berjihad. Tapi mereka bukan lagi menjadi ancaman besar seperti 3-5 tahun lalu. Jadi dia tak cukup berpengaruh? Santoso memang ketua askar atau sayap militer di sana. Tapi masih ada seseorang dari Makassar yang jauh lebih banyak pengalaman karena pernah berlatih di Mindanao, yakni Autat Rawa. Dia juga punya jaringan sampai Sabah dan Tawi-tawi di Mindanao, juga hubungan dengan Abu Sayyaf. lll

Pertengahan Mei lalu, Markas Besar Polri menyebut nama Autat Rawa. Nama itu muncul setelah Densus 88 Antiteror meringkus teroris di Enrekang, Sulawesi Selatan, beberapa bulan sebelumnya. Namanya pun kembali muncul dalam penangkapan setelahnya di Sulawesi Selatan. Kepolisian menduga Autat Rawa pernah ikut pelatihan militer di Poso bersama Santoso dan memimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur. Mereka diduga masih saling kontak untuk membangun sel terorisme baru yang tersebar dari wilayah Sulawesi hingga Jawa Tengah dan Jawa Barat. lll

Tidakkah penggunaan YouTube menunjukkan kelompok-kelompok radikal cukup canggih? Mereka sekarang memang lebih bergantung pada Internet untuk berkomunikasi, untuk fund rising, kadang-kadang untuk latihan virtual merakit bom, juga untuk memperdalam ideologi. Kelompok Medan pernah bisa sampai mendapatkan Rp 8 miliar dengan cepat sekali melalui Internet. Tapi, menurut saya, penggunaan media sosial via Internet itu merupakan Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


interview

Fadli Sadama

dok. detikfoto

indikasi kelemahan karena mereka tak lagi aman dan nyaman bertemu tatap muka. Proses rekrutmen pun menjadi tidak seketat pada masa Jamaah Islamiyah. Hilangnya puluhan dinamit beberapa pekan lalu masih misterius. Apakah itu berkaitan dengan kelompok teroris? Saya tidak punya informasi soal itu, saya tidak tahu. Tapi selama ini kelompok teroris mendapatkan senjata bisa dari polisi yang diserang, ada juga beli dari oknum polisi atau tentara di Mindanao. Atau merampas dari gudang senjata seperti dilakukan para Mujahidin di Ambon pada Juni 2000. Waktu itu ada 800-1.000 pucuk senjata (yang dirampas) dan sampai sekarang masih beredar di Poso dan Ambon. n

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


berita komik

Dimas, habib | ilustrator: Kiagus a.

Repotnya B

Mudik

egitu banyak pilihan transportasi bagi masyarakat yang ingin mudik Lebaran tahun ini. Tapi tiap jenis transportasi itu punya plus dan minus masing-masing. Jika hendak naik kereta, harus buru-buru pesan tiket. Kalau tidak, bisa dipastikan bakal kehabisan. Menumpang bus, harga tiketnya naik dua kali lipat. Belum lagi ancaman macet panjang di jalur Pantura. Sedangkan harga tiket pesawat dipastikan melambung mulai H-7. Menunggang sepeda motor? Murah meriah tapi bahaya! Oh, repotnya mudik....

Asyiiik… ayo mudik, ayo mudik...

Mudik naik apa,ya…?

Di stasiun kereta... "Tiket Habis Sampai Sesudah Lebaran”

wadduuhh...

Tiket Mudik Dikenai Tarif Atas: Naik 2 Kali Lipat

Di terminal bus...

beuuhh.. mahal..!

di jalan pantura... af “Ma lanan a d ja Per dik An gu” Mu gang Ter sedang dalam perbaikan

ahh naik motor sajaa..!!

Akhirnya berlebaran di rumah...

Mudik naik motor terlalu berbahaya!

nyam..!! NYAM..!! nyam..!!

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Sufi-sufi

Modis, Logis, & Wangi Mereka tidak menjauhi kehidupan dunia untuk mendekat kepada Tuhan. Makin logis serta tampil modis dan wangi saat mengkaji agama. Bahtiar Rifai, Esti Utami, Ami, Habib

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

M Baqir memaparkan beda makna mahabbah dan hayama. Dua istilah itu samasama berarti “cinta” tapi punya makna yang berbeda.

uhammad Baqir tampil santai. Mengenakan tunik warna abu-abu, rambut gondrongnya dibiarkan tergerai. Dari bibirnya terlontar kata mahabbah. Pagi itu, 27 orang merubung Baqir. Penampilan mereka modis dan wangi. Seorang perempuan di antara mereka menenteng tas bermerek Chanel. Baqir dan orang-orang yang merubungnya tidak sedang berpesta. Mereka sedang mengikuti kajian tasawuf di Yayasan Paramadina di Pondok Indah Plaza I, Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta, Rabu pagi pekan lalu. Tidak terlihat simbol-simbol pengajian pada umumnya. Perempuan yang mendominasi kajian ini, misalnya, nyaris tak ada yang berkerudung. Tapi pagi itu mereka tengah mengaji serius, mempelajari tasawuf alias sufisme, ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa dan menjernihkan akhlak untuk memperoleh kebahagiaan abadi. Baqir menjadi pemandu kajian yang telah memasuki sesi ke-134 itu. Pria asal Singapura ini telah bertahuntahun tinggal di Jakarta. Tapi ia belum bisa menghapus aksennya. Sesekali terlontar istilah dalam bahasa Inggris dari mulutnya, menyeling bahasan tentang mahabbah atau “cinta”, pada pertemuan itu. Baqir memaparkan beda makna mahabbah dan hayama. Dua istilah itu sama-sama berarti “cinta” tapi punya makna yang berbeda. Mahabbah adalah cinta sejati kepada Sang Pencipta, sedangkan hayama berarti cinta seorang manusia kepada manusia lain. Mahabbah adalah cinta yang tak bersyarat, cinta yang tak berbatas, cinta tertinggi kepada Sang Pencipta, yang mampu membuat seseorang berbuat di luar nalar. “Rasa cinta akan membuat seseorang ingin selalu bertemu dengan Sang Pencipta. Cinta akan membuat seseorang mengubah kebiasaannya,” ujar Baqir. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Miranty Abidin, Pembina Yayasan Asih. dok. detikfoto

Seusai pemaparan, sejumlah peserta masih merubung Baqir demi mendapat jawaban atas pertanyaan yang menggayuti benak mereka. “Mereka mencari kepuasan intelektual,” Baqir menjelaskan. Kajian tasawuf Yayasan Paramadina telah berlangsung hampir 26 tahun. Saat diluncurkan pada 1987, kajian ini sempat menjadi buah bibir karena dilaksanakan di sebuah hotel bintang. Resital piano kian membuat kajian ini makin berbeda. Awalnya, kajian ini merupakan paket dari kajian Nurcholish Madjid yang bertajuk “Perjalanan Menuju Keabadian”. Kajian disajikan secara populer. Meski berupa pengajian, yang dijadikan rujukan utama bukan hanya Alquran dan hadis. Nurcholish (almarhum) juga sering mengutip dari sumber filsafat dan merujuk pada tokoh nonmuslim. Ia, misalnya, merujuk Martin Heidegger dan Robin Hood. “Menjadi seorang muslim, seseorang harus mengambil tanggung jawab pribadi yang sangat besar,” Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis demikian biasanya Nurcholish menutup kajiannya. Pengajian tidak biasa itu lantas menjadi pilihan kalangan menengah Jakarta. Pengajian ini menjadi obat bagi mereka yang haus belajar tentang sufisme modern. Kini, setelah hampir 26 tahun digelar, kajian ini tidak banyak berubah. Para peserta tetap banyak. Hari itu jumlahnya 27 orang. Mereka tak hanya datang dari seputaran Pondok Indah, tapi ada juga yang datang khusus dari Bekasi. Mereka mau datang jauh-jauh, meski untuk setiap kali pertemuan dikenai biaya Rp 60 ribu. “Apa yang kami dapatkan jauh bernilai,� ujar Niken, yang mengaku sudah setahun ini ikut kajian tasawuf Paramadina. Perempuan yang tinggal tak jauh dari kantor Yayasan Paramadina ini menuturkan, sebelumnya pernah mengikuti kajian di tempat lain. Namun ia merasa belum menemukan apa yang dicari. Atas saran seorang rekannya, Niken lantas bergabung dengan pengajian ini. Ia kian rajin ikut kajian di Paramadina setelah menemukan apa yang ia cari selama ini. Pengajian ini, menurut Niken, lebih rasional. “Tidak pernah menyebutkan dilarang atau harus mengerjakan ini-itu. Tapi lebih mengetuk kesadaran kita, sehingga kita justru lebih terpanggil melaksanakan ibadah,� ujarnya. Menurut Baqir, kajian ini memang tidak melulu menjelaskan perintah dan larangan, tapi juga mengajak pesertanya mendekat kepada Tuhan dengan cara yang paling intim. “Tasawuf seperti di puncak gunung, tapi kan tersebar ke seluruh gunung itu. Rasa cinta ke-

Tidak pernah menyebutkan dilarang atau harus mengerjakan ini-itu. Tapi lebih mengetuk kesadaran kita, sehingga kita justru lebih terpanggil melaksanakan ibadah.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dok. detikfoto

pada Tuhan akan terbawa ke kehidupan keseharian kita,” ujarnya. Larisnya kajian tasawuf Yayasan Paramadina merupakan salah satu potret upaya kelas menengah Jakarta dalam “menemukan” kembali Tuhan. Mereka memang tak menempuh laku para sufi zaman dulu, yang menjauhi kehidupan duniawi. Para “sufi metropolis” ini tetap sibuk dengan aktivitasnya tapi mencoba mengisi kekosongan jiwa dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Fenomena larisnya kajian seperti ini jamak ditemukan di Jakarta dan kota besar lainnya. Selain Paramadina dan Tazkia, pengajian Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) serta Ustaz Arifin Ilham diminati kaum urban. Dalam tausiahnya, Aa Gym dan Arifin Ilham menyampaikan esensi tasawuf sebagai praktik dalam kehidupan sehari-hari. Tausiah mereka minim indoktrinasi, tapi lebih menggugah kesadaran untuk bertuhan. Kaum “sufi metropolis” ini menginginkan sesuatu yang praktis. Mereka tidak menginginkan mursyid atau guru otoriter, yang hanya mengajarkan perintah dan larangan, melainkan ustaz yang menggugah kesadaran dan memberi pencerahan. Aa Gym mengaku sama sekali tak berpretensi menjadi mursyid. Ia tak pernah mempelajari tasawuf. Tapi, kalaupun ada penilaian bahwa tausiahnya menyampaikan esensi tasawuf, itu di luar kemauannya. “Yang harus diprioritaskan adalah mengenalkan Allah lewat nama dan sifat-sifatnya. Jika sudah mengeMajalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Umat muslim melakukan zikir bersama dipimpin Ustaz Arifin Ilham. Agung Pambudhy/detikfoto

nal, jemaah akan selalu mencari Allah sendiri,” tutur Aa Gym kepada majalah detik. Modernisasi tampaknya tidak akan mematikan religiositas seseorang. Antropolog dari Universitas Indonesia, Ismail Fajrie Alatas, meyakini modernisasi hanya mengubah gaya pendekatan kepada ­Tuhan. Orang sekarang, terutama kalangan menengah yang mapan secara ekonomi dan berpendidikan tinggi, memilih menggunakan pendekatan logika dalam menemukan kembali Tuhannya. Mereka tidak menerima ajaran agama begitu saja, tapi secara kritis mengkajinya demi memberi makna bagi jiwa. “Saat ekonomi masyarakat makin baik, makin berkembang di situ kebutuhan untuk keberagamaan, keilmuan, dan lain-lain,” ujar pria yang biasa disapa Aji ini kepada majalah detik. ■

Tap/klik untuk berkomentar

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Sufi ala Mak Yati Muhajir Arifin, Salmah Muslimah

M

ak Yati sibuk memunguti bulir-bulir padi sisa panen. Tubuhnya basah bermandi keringat. Wajahnya lelah. Matahari menyengat, mengalahkan semuanya. Nenek itu memang terlihat pasrah, tapi tidak menyerah. “Di Jakarta saya mungut sampah, kalau di sini ya seperti ini,� ujarnya. Sang nenek tengah beristirahat di sawahnya di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Pasuruan, Jawa

Timur, ketika ditemui majalah detik. Mak Yati pernah menjadi sorotan ketika menyerahkan dua ekor kambing kurban ke Masjid Al-Ittihad, Tebet Barat, Jakarta, pada Idul Adha, Oktober 2012. Apa yang Mak Yati lakukan sangat mengharukan karena ia hanyalah pemulung. Ia menabung dengan cara menyisihkan uang hasil memulung untuk berkurban. “Sudah lama Mak ingin berkurban. Jadi Mak ngumpulin duit Rp 1.000, Rp 1.500, sampai tiga tahun, lalu Mak

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

beliin kambing dua ekor,” ujarnya saat itu. Enam bulan sudah Mak Yati meninggalkan Jakarta. Ia pulang kampung dengan difasilitasi Kementerian Sosial. Ia kini tinggal di kampung halaman yang puluhan tahun ia tinggalkan. Dua bulan pertama hidup di desa dirasakan Mak Yati sangat berat. Ia harus memulai penghidupan baru di lingkungan baru. Praktis, selama itu Mak Yati dan suaminya, Maman, hanya menganggur. Untuk makan sehari-hari, mereka bergantung pada pemberian keluarga atau tetangga. “Makan dikasih tetangga sama ibu angkat,” ujar perempuan yang mengenakan kaus oblong warna merah muda dan celana pendek ini. Perempuan ikhlas ini memang pernah menerima bantuan modal usaha sebesar Rp 5,8 juta dari Kementerian Sosial. Namun uang itu habis digunakan untuk membayar biaya pemasangan instalasi listrik dan air serta membangun kamar mandi dan dapur. Hidup dari belas kasih orang lain membuat perempuan yang kenyang penderitaan ini merasa tak nyaman. Ia pun mulai bekerja seadanya. “Kalau ada yang ajak, ya

kerja buruh tani. Kalau enggak ada, ya begini (memungut padi). Kalau Bapak (suaminya) nguli,” ujarnya. Kadang, dalam sehari, pasangan suami-istri ini hanya mendapatkan uang Rp 10 ribu. Pas-pasan memang, tapi mereka tetap bersyukur karena ada yang dimakan. Bahkan, dari hasil kerja serabutan, Mak Yati sedikit demi sedikit bisa menabung. “Ingin buka usaha kecil-kecilan atau pelihara ternak,” katanya. Mak Yati tidak risau. Bagi dia, harta hanyalah titipan, yang tidak akan dibawa mati. Rumah mungil dan lahan kecil yang dihadiahkan pemerintah kepadanya dirasakan Mak Yati sudah cukup. “Kita kan mati, masuk lubang. Nah, itu harta asli milik Yang Mahakuasa,” ujarnya. Semangat Mak Yati berbagi pun tidak mati. Ketulusannya menyisihkan hasil memulung untuk berkurban tetap terjaga. Dan keikhlasan itu membukakan pintu baginya untuk berkunjung ke Rumah Allah. Mimpi itu belum ­terealisasi memang. Mak Yati masih menunggu realisasi janji sejumlah lembaga yang akan memfasilitasinya untuk naik haji. “Kalau sudah ke Tanah Suci, baru bisa jenak (damai),” ujarnya. ■

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Berputar, Terus Berputar,

Mengingat Tuhan

Di luar sana, dunia sangat keras. Eksekutif muda Jakarta membutuhkan landasan. Mereka memburu tarekat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Evi Tresnawati, Bahtiar Rifai, M. Rizal , Esti Utami, Habib

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

J

Lewat tarian ciptaan Jalaluddin Rumi, tokoh sufi asal Afganistan, inilah mereka bertemu dan menyatu dengan Sang Kekasih.

alanan masih dikepung kemacetan. Suara zikir sayup-sayup terdengar di tengah ingarbingar lalu lintas malam itu, yang berasal dari sebuah rumah-toko di Jalan Iskandarsyah Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ruko itu bertulisan “Rumi Café”. Inilah salah satu oasis bagi eksekutif muda Jakarta untuk melarikan diri sementara dari ingar-bingar keduniawian. Di lantai dua kafe itu, ada sebuah ruangan khusus untuk berzikir, mendekatkan diri kepada Tuhan. Di ruangan seluas 28 meter persegi yang remang oleh penerangan lampu 10 watt, Senin malam itu sekitar 30 laki-laki duduk memutar. Mereka hanyut dalam zikir yang dipimpin seorang mursyid atau guru. Di bilik yang lebih kecil, terpisahkan sehelai kain warna merah, lima perempuan berkerudung ikut khusyuk berzikir. Para eksekutif muda yang datang ke Rumi Café malam itu telah mengganti pakaian kerjanya dengan busana muslim. Lelaki mengenakan gamis atau baju koko, lengkap dengan songkoknya. Sedangkan para perempuan mengenakan gaun panjang berkerudung. Mereka lantas menjalani “laku”, berzikir sekitar satu jam. Setelah itu, sejumlah peserta melanjutkan menari whirling. Mengenakan kostum khusus, mereka mulai menari berputar. Terus berputar sambil mengingat Tuhan. Lewat tarian ciptaan Jalaluddin Rumi, tokoh sufi asal Afganistan, inilah mereka bertemu dan menyatu dengan Sang Kekasih. Julia misalnya. Perempuan yang bekerja sebagai petugas marketing di sebuah perusahaan periklanan ini rajin menyambangi Kafe Rumi sejak 2009. Malam itu, wanita karier ini telah mengganti baju kerjanya dengan baju panjang kembang-kembang. Kerudung

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Pertunjukan tari whirling. jogjanews.2com

warna merah muda menutup rambutnya. Makeup tipis masih tersisa di wajahnya. Setiap Senin dan Jumat malam, Julia meluangkan waktu demi melepas rindu kepada Sang Kekasih. Perempuan 29 tahun ini menolak semua janji pertemuan pada dua hari istimewa tersebut. Ia memilih berzikir dan menari whirling. “Saya menemukan cinta di sini. Seminggu tidak ke sini, rasanya ada yang hilang,” ujarnya. Laku bersama di Rumi Café itu membuat Julia, yang punya bakat indigo, merasa lebih terkontrol secara batin. Ia selalu merasa setiap langkahnya diawasi. “Jadi takut berbuat dosa,” ujar perempuan yang diberi target transaksi Rp 1 miliar ­sebulan ini. Laku itu membuat Julia lebih ringan mendapatkan target yang dibebankan kepadanya. Sementara Julia mantap dengan ritual lakunya, Aji, yang juga menyambangi Rumi Café, masih ragu untuk Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Dua lantai terbawah difungsikan untuk tempat berzikir ala tarekat Naqshbandi al-Haqqani.

bergabung. Malam itu Aji datang dengan masih mengenakan baju kerja. Lengan bajunya tertekuk setengah. Eksekutif muda yang bekerja di sebuah firma hukum di kawasan Sudirman ini masih mencari-cari jalan sufi yang pas untuk dirinya. Sebelumnya, ia mencoba menggali spiritualitas di sebuah padepokan Bogor, Jawa Barat. Namun ia belum merasa puas. “Di luar dunia sangat keras, saya mencari landasan,” Aji mengungkap alasannya menapaki jalan sufi itu. Rumi Cafe dibangun pada 2008 mengambil nama dari Jalaluddin Rumi, seorang penyair yang juga tokoh sufi abad ke-13 yang banyak menekankan aspek cinta dan tauhid dalam syair-syairnya. Ia percaya syair, musik, dan tari bisa menjadi jalan untuk menemukan Tuhan. Rumi mengenalkan sama’, yakni mendengarkan musik dan menari untuk memfokuskan diri pada Tuhan. Cara inilah yang diperkenalkan kafe yang berada di bawah naungan yayasan Asih Foundation tersebut. Awalnya Rumi Café menggabungkan konsep kafe dan tempat pengajian. Lantai satu sempat ditata layaknya kafe. Di tempat untuk kongko itu juga dipampang foto tokoh sufi, termasuk Rumi. Namun tatanan ini diubah. Pengelola sadar, tidak mungkin dua fungsi berbeda disatukan. “Aspek spiritual ternyata tak bisa digabung dengan aspek komersial,” ujar Muchsin Mulaela, pengelola yayasan Asih Foundation. Sejak 2010, Rumi Café sepenuhnya hanya menyediakan asupan rohani. Dua lantai terbawah difungsikan untuk tempat berzikir ala tarekat Naqshbandi al-Haqqani. Di sini juga sesekali digelar workshop whirling dervishes Rumi dan meditasi sufi. Hingga kini Rumi Café masih menjadi pilihan para pencari Tuhan untuk menjalani laku bersama, berdiskusi dan belajar tentang sufisme. lll

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Tap untuk melihat video

Setiap Sabtu pagi ada yang istimewa di Yayasan Wakaf Paramadina. Area parkir kantor ini selalu penuh meski akhir pekan. Puluhan orang bergabung dalam majelis zikir yang digelar di kantor yang berdiri di Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, ini. Mereka rela menggunakan hari libur kerja untuk berzikir bersama. Zikir dipimpin Ustaz Muhammad Ali Hanafiah, pembimbing Pondok Pesantren Tasawuf Rabbani, Solok, Sumatera Barat. Ia mulai mengembangkan tarekat Qadriyah Hanafiah sepulang dari Irak pada 1995. Tarekat ini mengedepankan zikir sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Zikir menghadirkan rasa, bukan sekadar kata. “Ini sangat cocok untuk orang kota yang sibuk. Mereka tak harus meluangkan banyak waktu untuk bertarekat. Sejenak, kalau dengan rasa, cinta itu akan datang,� Hanafi menjelaskan. Sementara itu, mereka yang tidak puas dengan jalan sufi yang ditawarkan di Ibu Kota tidak segan menyerbu daerah. Mereka, misalnya, bergabung dengan Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan, Jawa Tengah. Setiap Jumat Kliwon pagi, ribuan orang dari Jakarta, Semarang, Surabaya, bahkan Makassar, berbondongbondong mengikuti tarekat yang dipimpin ahli tasawuf yang menguasai tarekat Naqsabandiyah dan Alawiyah Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis ini. Setiap kali pengajian Habib Lutfi digelar, hampir dipastikan hotel di Pekalongan penuh. lll

Dalam tasawuf, tarekat atau laku bersama adalah sebuah kewajiban. Perkembangan teknologi memang memungkinkan para “sufi metropolis” mengakses tarekat lewat berbagai media. Mereka bisa mengakses ceramah seorang mursyid di YouTube. Atau juga melalui media sosial, seperti Twitter ataupun Facebook, para pencari Tuhan ini bisa berhubungan atau mengikuti arahan mursyid dari jarak jauh. Tapi hadir dalam sebuah pengajian tetap menjadi kebutuhan. Bahkan tidak sedikit para sufi metropolis ini membaiatkan diri dalam tarekat tertentu. Masih banyak orang yang tidak memiliki keberanian untuk melakukan tarekat sendiri. Mereka merasa lebih nyaman jika mempelajari dan mempraktikkan tasawuf di bawah bimbingan seorang mursyid. Hubungan personal antara mursyid dan muridnya tak bisa digantikan walaupun dimediasi lewat teknologi. “Mereka menginginkan tarekat yang lebih terikat,” ujar Ismail Fajrie Alatas, antropolog dari Universitas Indonesia yang banyak meneliti tentang tasawuf perkotaan. Adapun Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K.H. Said Aqil Siradj mengatakan tasawuf merupakan tingkat tertinggi dalam perjalanan spiritual seorang muslim. Ada kriteria yang harus dipenuhi seseorang untuk ikut tarekat agar tidak salah langkah. “Sudah berilmu, sudah beriman, baru tasawuf,” ujarnya sambil menambahkan bahwa tasawuf berasal dari hati nurani, bukan akal dan logika. ■

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K.H. Said Aqil Siradj mengatakan tasawuf merupakan tingkat tertinggi dalam perjalanan spiritual seorang muslim.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Pria Beranting Pun

Mendamba Surga

Dialog agama ternyata tidak membuat pengunjung kafe kapok datang. Para hangouter yang suka tampil nyentrik toh tetap mendamba surga. Arif Arianto, Isfari Hikmat, Sudrajat, Ami, Habib Grandyos Zafna/detikfoto

C

andra Malik, sufi yang juga seniman, masih menyimpan mimpi membawa majelis pengajian keluar dari masjid. Bagi dia, pengajian adalah universal, untuk semua orang dan bisa di mana saja. Setiap orang memiliki kerisauannya sendiri, dan mereka kadang tidak sempat atau ragu Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Sufi Goes to Café lahir dari keprihatinan terhadap dakwah yang cuma menyentuh kulit luar, bukan hati.

mendatangi masjid. "Mereka yang bertato atau lelaki beranting kan juga punya kerisauan tentang hidup dan kehidupan. Kamilah yang mendekat untuk bertemu dan berbagi,” katanya kepada majalah detik sebelum konser “Ngabuburit Bersama Iwan Fals” di Soreang, Bandung, akhir Juli lalu. Maka, tempat-tempat yang tidak lazim bagi seorang pendakwah pun didatangi Candra, termasuk kafe, yang sering diasosiasikan sebagai tempat maksiat. Bagi Candra, kafe bukan sekadar tempat untuk ­hangout. Tuhan juga ada dan bisa ditemukan di kafe. Maka pria gondrong yang telah 20 tahun melakoni hidup sebagai sufi ini tidak hanya berdakwah di pesantrennya, Pesantren Asy-Syahadah, di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah. Ia juga menabur ilmu kesufian di tempat kaum urban biasa nongkrong. Juga di bulan puasa kali ini. Setiap Jumat sore, Candra menularkan kesufiannya kepada para pengunjung Kafe Bradford di Jalan Taman Pramuka, Bandung. Lewat program bertajuk “Sufi Goes to Café”, ia menggandeng budayawan Sujiwo Tejo, penyanyi Trie Utami, Romo Jonatan, Manjasad (vokalis band metal underground), dan Budi Dalton (presiden brotherhood klub motor gede) untuk menebar tasawuf kepada para ­hangouter. Sufi Goes to Café lahir dari keprihatinan terhadap dakwah yang cuma menyentuh kulit luar, bukan hati. Aksi-aksi sweeping terhadap warung remang-remang yang sering diwarnai kekerasan justru menumbuhkan antipati. “Dakwah semacam itu cuma menyentuh kepala, tapi jauh dari hati. Untuk menyentuh, perlu dialog, dan Gus Candra menyanggupinya,” ujar Vicky Taufiq Shidqi dari Forum Alumni Pondok Pesantren, yang ikut menggagas acara ini. Sufi Goes to Café diramu dengan tiga tema pembiMajalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Candra Malik di tengah acara "Sufi Goes to Cafe". istimewa

caraan, yakni “Puasa dari Perspektif Medis dan Sosial”, “Kekuatan Doa bagi Yang Berdoa”, dan “Keberagaman dalam Keberagamaan”. Respons pengunjung ternyata menggembirakan. Dialog agama ternyata tidak membuat pengunjung kafe kapok datang. “Pertama acara ini digelar, saya perhatikan ada lima pengunjung yang sore itu merokok. Pada pertemuan kedua, mereka kembali datang tapi tidak lagi merokok. Pengunjung pun makin ramai,” ujarnya. Sukses dua sesi pertama membakar inspirasi Candra, hingga lahirlah album kedua, Kidung Sufi2-Doadoa, yang digarap bersama Minladunka Band. Ini melengkapi album pertamanya, Kidung Sufi, yang berisi 12 lagu sufistik. Kidung Sufi melibatkan 13 pekerja seni, seperti K.H. Mustofa Bisri, Emha Ainun Nadjib, Idris Sardi, Addie M.S. dan Twilite Orchestra, Sudjiwo Tejo, Tohpati, Trie Utami, Dewa Budjana, Hendri Lamiri, dan John Paul Ivan. Sambutan hangat juga membakar semangat Candra dan Sujiwo. Setelah Lebaran, Sufi Goes to Café bakal digelar bergilir di sejumlah kafe. Dua tahun terakhir, Candra memang getol menularkan sufisme kepada warga Ibu Kota. Padahal, selama lebih dari 18 tahun, pria kelahiran Solo, 25 Maret 1978, ini menutup rapat “identitas”-nya. Bahkan identitas kesufian itu dirahasiakan dari sang istri. Ia baru membuka identitas karena mengaku mendapatkan isyarat dan perintah untuk langsung terjun ke pusat-pusat peradaban. Hakikat jalan sufi bukan menjauh atau Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Di Gereja Keuskupan Katedral Surabaya, kami bikin medley bismillah dan haleluya oleh paduan suara gereja.

mengabaikan kehidupan duniawi, tapi justru peduli pada lingkungan. Hanya, orientasinya tidak lagi keuntungan pribadi. “Seorang sufi harus berperan aktif mengintervensi urusan dunia, cuma biasanya lebih suka behind the scene,” ujarnya. Identitas sebagai sufi ternyata membuka pintu ketenaran bagi Candra. Tawaran terus mengalir. ­Ramadan tahun lalu, Candra dipercaya mengasuh acara di sebuah stasiun televisi. Selama Ramadan itu, dia juga membuat acara Tausiakustik di sejumlah kota. Ia menggandeng Leo Kristi, whirling dervish, paduan suara gereja, dan kelompok barongsai. "Di Gereja Keuskupan Katedral Surabaya, kami bikin medley bismillah dan haleluya oleh paduan suara gereja. Juga ada pertunjukan barongsai,” ujarnya. Tapi Candra tidak mendadak jadi sufi. Ia mulai mempelajari tasawuf pada usia 15 tahun, dengan berguru kepada Kiai Muhammad Muna'am, seorang mursyid di Sukosari, Sukowono, Jember, Jawa Timur. Ia kemudian menimba kearifan sufisme kepada Syekh Ahmad Sirullah Zainuddin (tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah), lalu nyantri kepada K.H. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom), pengasuh Pondok Pesantren Suryalaya, pada 2001. Total ia belajar kepada delapan guru. Ia kini mengasuh Pondok Pesantren Asy-Syahadah di Desa Segoro Gunung. Dan ia tetap ingin menyebarkan sufisme. “Setelah Lebaran nanti, saya akan bikin kelas sufi gratis di beberapa kota,” ujarnya. Apa yang ditempuh Candra pernah dipraktikkan K.H. Hamim Tohari Djazuli (Gus Miek) pada 1980-an. Kala itu Gus Miek tak cuma berdakwah di lingkungan pesantren dan menyambangi artis atau pejabat pemerintahan, tapi juga berkeliling diskotek, bar, tempat pelacuran, tempat perjudian, gelanggang sabung ayam, serta

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Jefri al-Buchori. rachman/detikfoto

aneka tempat maksiat lainnya. Mengakrabi dan bercengkerama dengan para pelaku maksiat, bagi Gus Miek, adalah jalan terbaik untuk mengajak mereka kembali ke jalan kebenaran. “Mereka juga menginginkan surga. Bukan hanya kita yang ingin surga,� ujarnya saat itu. Mendatangi dunia remang juga dilakukan Jefri al-Buchori (almarhum). Pria yang akrab dengan sapaan Uje ini memang tidak mengajarkan tasawuf. Tapi, dalam berdakwah, Uje tak pilih-pilih jemaah. Mantan pengguna narkoba ini tidak sungkan mendatangi tempat nongkrong pengendara motor besar dan tempat-tempat yang sering diasosiasikan dengan dunia gelap. Pembawaan Uje yang ringan menginspirasi banyak orang untuk menemukan jalan terang. Salah satunya Alan. Jalan hidup Uje dan dakwahnya yang menyentuh membuat warga Jakarta Selatan ini meninggalkan dunia gelap yang pernah dijalaninya. "Uje adalah figur yang membuat aku taubatan nasuha. Sejak 2005 sampai detik ini, aku tidak pernah lagi menyentuh khamr, apalagi narkoba," ujarnya kepada majalah detik. Alan percaya Tuhan melihat manusia bukan dari awal, melainkan pada akhir hidupnya. Dan orangorang semacam Uje atau Candra inilah yang mungkin membawa terang bagi mereka yang masih berada di dunia gelap, walaupun banyak orang yang melihat aksi mereka sebagai hiburan ketimbang dakwah. n

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Pernah Dianggap Udik & Dituding Sesat Bahtiar Rifai, Esti Utami

D

alam perkembangannya, tasawuf pernah mendapat penilaian negatif. Pada awal abad ke-20, tarekat-tarekat sufi mendapat kritik pedas dari kaum modernis. Mereka dituduh menoleransi, bahkan mendorong, sikapsikap atas kepercayaan lokal yang dianggap berbau syirik. Kaum sufi juga dinilai terlalu mengultuskan pemimpin (syekh) mereka, yang bertentangan dengan tauhid sebagai inti keimanan Islam. Sejumlah pengamat yang berpengaruh saat itu, semacam Clifford Geertz, bahkan menyebut tarekat sufi bakal memudar akibat modernisasi. Pandangan ini juga memengaruhi muslim kota. Hingga 1950-an, kalangan muslim kota menjauhi sufisme. Mereka tidak tertarik pada tasawuf karena tak sepakat dengan praktik zikir panjang yang melahirkan pengalaman rohani. Selain itu, sufisme ditolak kaum muslim karena sifatnya yang inklusif dan sangat hierarkis. Situasi berubah pada 1970-an. Sejumlah intelektual muslim muncul

Abdul Hadi W.M.

ke depan dan menjembatani kaum muslim urban dengan hal-hal yang berbau kesufian. Sebut nama penyair Abdul Hadi W.M., yang menggagas puisi bergenre sufisme pada 1970-an. Pada waktu yang hampir bersamaan juga muncul nama Hamka, ulama dan muslim modernis terkemuka yang dikenal kukuh pada prinsip tapi luwes dalam cara. Tema yang sering diangkat waktu itu adalah tasawuf modern. Ia mendorong perkembangan tasawuf, yang bagi dia merupakan refleksi filosofis. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


FOKUS Sufi Metropolis

Hamka menekankan, masyarakat dapat mempelajari tasawuf tanpa perlu bergabung dalam sebuah tarekat. Pendekatan Hamka mendorong kaum urban yang sibuk tetap bisa mengembangkan kepekaan etis tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan keluarganya. Dakwah lewat televisi mampu menjangkau audiens yang lebih luas, sehingga pengaruh Hamka tersebar luas. Peneliti dari The Griffith Asia Institute, Griffith University, Brisbane, Australia, Julia Day Howell, dalam studinya menyebutkan sufisme perkotaan berkembang luas pada dekade 1980. Mahasiswa berperan besar dalam menumbuhkan sufisme di perkotaan. Mereka banyak menggelar diskusi tentang tasawuf. Bukubuku tentang sufisme juga beredar luas di kalangan intelektual muda ini. Pada dekade 1990, sufisme kian subur. Tapi formatnya sedikit mengalami perubahan. Pertumbuhan ekonomi sejak pertengahan 1970-an melahirkan kelas menengah baru. Juga kalangan muslim religius. Pengalaman hidup yang makin kosmopolitan menghasilkan tuntutan

Buya Hamka

baru dalam pasar keberagamaan dan pembaruan elemen-elemen warisan sufi. Kaum muslim kosmopolit pun merekonstruksi ulang spiritualitas Islamnya. Praktik zikir dan meditasi, yang pernah dinilai sebagai t­akhayul bagi banyak kaum muslim kosmopolit Indonesia, dianggap menarik. Bahkan diakui secara “ilmiah� melengkapi gaya hidup modern. Sorotan media cetak dan elektronik terhadap aktivitas sufisme turut memupuk subur tasawuf. n

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


internasional

Di Inggris, Mereka Jatuh Cinta pada Islam Ada lebih dari 2 juta warga muslim di Inggris. Tapi menjadi seorang muslim, apalagi bagi mualaf, di negeri itu, menurut penelitian Universitas Cambridge, kadang bukan urusan gampang. Sapto Pradityo, Habib Rifa'i | The Sun |I Daily Mail | Universitas Cambridge UNIVERSITY OF CAMBRIDGE, THE SUN

P

erjalanan ke Kota Qom, Iran, tiga tahun lalu memutar balik hidup Lauren Booth. Suatu malam, mantan wartawan New Statesman dan Mail on Sunday di Inggris itu mengunjungi makam Fatimah al-Ma’sumah, putri Imam Syiah Ketujuh, Musa al-Kadhim, di Qom. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


internasional

Menurut laporan US Pew Forum, selama periode 2001 hingga 2011, jumlah penduduk muslim di Inggris berlipat dari 1,6 juta orang menjadi 2,9 juta orang.

“Aku duduk diam dan merasa seperti disuntik morfin, tiba-tiba merasakan kebahagiaan luar biasa,” kata Lauren beberapa waktu lalu. Beberapa pekan setelah pulang ke Inggris, saudara ipar mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair tersebut memutuskan memeluk agama Islam. Sejak saat itu, daging babi dan minuman beralkohol menjadi barang haram baginya. “Aku membaca Al-Quran setiap hari, dan aku juga sudah 45 hari tak minum minuman keras. Rentang waktu paling lama dalam 25 tahun,” kata Lauren, kini 46 tahun, kala itu. “Anehnya, sejak memeluk Islam, aku malah tak tertarik lagi menyentuh minuman keras, padahal biasanya aku mengakhiri hari-hariku dengan segelas atau dua gelas anggur.” Sudah lama Lauren menaruh simpati pada Palestina dan negara-negara di Timur Tengah. Berulang kali dia menyampaikan kritik terbuka terhadap kebijakan dan sikap saudara iparnya, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, terutama yang terkait dengan Islam dan keterlibatan Inggris dalam perang di Timur Tengah. Pada mulanya, ketika dia mulai mengenakan jilbab, tak ada soal dari orang-orang di sekitarnya. “Aku sempat bersembunyi selama beberapa minggu, sampai aku sadar orang-orang menyambutku dengan senyum,” kata Lauren beberapa pekan lalu. ”Tapi, selama beberapa minggu ini, di angkutan umum aku bertemu dengan laki-laki yang melihatku dan seolaholah hendak memukuli perempuan muslim. Aku tinggi dan perempuan kulit putih, tak gampang diancam, tapi kali itu aku merasa takut.” Jumlah orang seperti Lauren ini tak sedikit di Inggris. Menurut laporan US Pew Forum, selama periode 2001 hingga 2011, jumlah penduduk muslim di Inggris berlipat dari 1,6 juta orang menjadi 2,9 juta orang. Laporan lain yang dilansir Faith Matters menyatakan Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


internasional

Lauren Booth setelah menjadi mualaf UNIVERSITY OF CAMBRIDGE, THE SUN

ada 100 ribu orang yang beralih memeluk agama Islam sejak 2001 hingga 2010. Jayne Kemp memutuskan meninggalkan keyakinan yang dia anut selama ini dan beralih memeluk Islam tiga bulan lalu. Ibu tunggal dengan dua anak yang bekerja sebagai polisi komunitas di Eccles, Manchester, itu menaruh simpati terhadap Islam setelah menangani korban kekerasan. “Selama ini aku berpikir Islam identik dengan perempuan yang dipaksa menjadi ‘budak’ di dapur,” kata Jayne. “Tapi belakangan aku menemukan, Islam itu tentang bagaimana kita sabar dan menghormati orang lain.” Menurut Jayne, saat itu dia tak sedang “galau”. “Aku tak mencari agama, tapi terhadap setiap pertanyaan tentang Islam, aku selalu menemukan jawabannya... aku pikir aku telah jatuh cinta pada Islam,” ujar Jayne. Dia beruntung, teman-temannya di Kepolisian Greater Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


internasional

Ketika aku mulai mengenakan kerudung dan pakaian sederhana, ibuku merasa malu. Dia dan nenekku berpikir itu hanyalah pemberontakan seorang remaja.

Manchester tak mempersoalkan perubahan keyakinannya. Bahkan dia diminta membantu perubahan peraturan di Kepolisian Manchester soal hijab. Menjadi seorang mualaf di Inggris tak selalu tampak gampang dan mulus seperti penuturan Jayne, terutama setelah peristiwa serangan teroris 11 September 2001 dan pembunuhan seorang tentara Inggris oleh dua warga Inggris keturunan Nigeria yang belum lama memeluk Islam, pada akhir Mei lalu. Penelitian yang dilakukan beberapa bulan lalu oleh tim dari Prince Alwaleed bin Talal Centre of Islamic Studies, Universitas Cambridge, terhadap puluhan perempuan Inggris yang baru memeluk Islam mengungkap rupa-rupa kisah dan pengalaman menjadi mualaf di Negeri Ratu Elizabeth. Menurut Yasir Sulaeman, ketua tim peneliti, para perempuan Inggris itu menghadapi macam-macam pertanyaan tak sedap dari sekitarnya kala memutuskan beralih keyakinan, apalagi tatkala mereka mulai mengenakan jilbab. “Mengapa seorang perempuan Barat yang liberal memutuskan memeluk keyakinan yang akan mengekang mereka?” Yasir menulis dalam laporannya. Di Inggris, hijab menjadi kutub ekstrem dari kebebasan bagi para perempuan untuk mengenakan pakaian serba minim. Saat seorang perempuan Inggris berkulit putih memutuskan memeluk Islam dan mengenakan hijab, menurut Yasir, secara sosial mereka bakal kehilangan status sebagai seorang “British”, bahkan kadang jilbab itu bisa memupus karier dalam pekerjaan. Tanggapan keluarga pun tak seragam. “Ketika aku mulai mengenakan kerudung dan pakaian sederhana, ibuku merasa malu. Dia dan nenekku berpikir itu hanyalah pemberontakan seorang remaja,” Anisa Atkinson, 32 tahun, menuturkan pengalamannya. Seorang Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


internasional

Fadl Shaker afp

Mualaf asal Inggris UNIVERSITY OF CAMBRIDGE, THE SUN

mualaf yang berasal dari keluarga yang terbuka sama sekali tak menemui persoalan. Sedangkan perempuan mualaf dari latar belakang ateis dipandang oleh keluarganya telah kehilangan rasionalitasnya. Ada pula kisah agak ekstrem. Sang ayah mengusirnya dari rumah, sementara sang ibu bergabung dengan kelompok yang memandang Islam sebagai suatu “bahaya”. Kakaknya memilih bergabung dengan Partai Nasional Inggris untuk menghadang islamisasi di negaranya. “Keluarganya selalu mengatakan dia telah mati bila ada tetangga yang bertanya,” Yasir mengutip pengalaman seorang peserta penelitian. n Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


internasional

Kata Mereka Jayne Kemp, polisi di Great Manchester “Aku tak mencari agama, tapi terhadap setiap pertanyaan tentang Islam, aku selalu menemukan jawabannya... aku pikir aku telah jatuh cinta kepada Islam. Keluarga mendukungku. Saudara perempuanku mengatakan, ”Sekarang aku tampak paling bahagia selama dia pernah lihat.” Alana Blockley, 21 tahun, mahasiswa di Glasgow “Aku tiba di Fuerteventura dan beberapa hari kemudian seorang pekerja hotel mengajakku minum kopi. Dia Abdul, seorang muslim dari Maroko. Setelah beberapa kali bertemu, kami merasa ingin hidup bersama. Aku mempelajari Islam dan ingin berpindah agama. Beberapa bulan lalu aku mulai mengenakan jilbab. Ibuku mengira aku hamil. Kami sudah menikah secara Islam. Kadang aku kangen daging babi, tapi tidak alkohol. Sekarang aku merasakan Idul Fitri dan berkompromi makan malam Natal bersama orang tuaku dengan menu halal.” Claire Evans, 24 tahun, masih mencari pekerjaan “Ketika aku putus hubungan dengan pacar muslimku, aku tak mau tahu lagi tentang agama. Namun ibuku mencari informasi lebih dalam mengenai Islam dan mengatakan apa yang dilakukan pacarku tak sesuai dengan ajaran Islam. Aku membaca lebih banyak mengenai Islam dan menemukan bahwa agama ini mempromosikan perdamaian. Sebelumnya, aku bukan seorang religius, bahkan tak percaya terhadap Tuhan. Tapi sekarang aku memutuskan mengenakan hijab. Ayahku tak menyukainya dan aku tak memakai hijab saat bersamanya.” n Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


KOLOM

Sujiwo Tejo*

Oblada Obladi O Mudik

K

Ilustrator: Edi Wahyono

Tap/klik untuk berkomentar

ata anomali pertama saya dengar ketika dulu guru fisika menerangkan watak air. Makin turun suhunya, air makin punya destinasi ke kebekuan kecuali pas 4 derajat Celsius. Di situ air seperti kebingungan sendiri lalu ingin mudik ke arah cair. Mudik Lebaran diam-diam termasuk anomali pula. Tepatnya anomali dalam berlalu-lintas. Memang tetap sering terdengar wanti-wanti tentang aturan semestinya: Naik motor  mbok yao jangan boncengan lebih dari satu, jangan bawa bayi dan lainlain. Nyatanya? Kenyataannya para petugas bisa dibilang memaklumi semua itu. Sama halnya mereka larang kendaraan bak terbuka mengangkut manusia, tapi seperti mereka biarkan jika yang desak-desakan di atas bak terbuka itu adalah ibu-ibu pulang-pergi pengajian atau mantenan. Sampeyan marah ke kasus suap-menyuap dalam penjara? Kok bisa-bisanya ada narkoba bisnisnya disetir dari dalam penjara? Kok bisa-bisanya seorang narapidana indehoi dengan pacar-pacarnya di ruang-ruang petugas? Tapi mungkin  sampeyan  jadi  mesam-mesem  sendiri setelah ngeh bahwa di sesela kasus sogok-menyogok penjara yang disebut lapas itu ada pinjam-meminjam duit persahabatan. Mereka, narapidana yang disebut warga binaan dan para pegawai lapas malah sudah kayak saudara. Si petugas perlu duit untuk anaknya sekolah, warga binaan menalanginya dan dikembalikan nanti pas duit sudah ada. Salah satu pemain gamelan saya pegawai rendahan di lapas. Saya yang tadinya selalu uring-uringan pada kasus-kasus TST dalam bui akhirnya teranomali  juga mendengar riwayat hidupnya. Mudik itu sendiri bukan anomali, artinya bukan khas atau melulu berlangsung di Indonesia. Rasanya mudik di Cina malah lebih berduyun-duyun. Yang saya maksud anomali di sini adalah permakluman para penyelenggara negara terhadap  kenekanekoan berlalu-lintas sepanjang mudik. Penyelenggara angkutan kereta api masih tampak lebih saklek. Sekarang misalnya saya lebih jarang melihat penumpang pada jongkok, duduk atau tiduran di atap gerbong di kawasan Jabodetabek. Kalau untuk mudik Lebaran sampai kapan aturan mulai disaklekkan? Heuheuheuheu... Kayak  ada rasa bersalah, gitu lo. Government kayak  merasa ndak enak untuk dapat tegas pada pemudik. Mungkin mereka merasa pekewuh lantaran tak bisa mengatasi ketimpangan kaya dan miskin warganya. Bahkan sebagian bilang kesenjangan sosial ini sekarang makin lebar. Government  yang orang-orangnya secara ekonomi termasuk golongan atas, kayak sungkan mau melarang rakyat mudik pakai bajaj, pakai sepeda motor. Mereka kayak mengandung rasa bersalah, atau setidaknya takut dibilang sombong, takut dibilang tak peka memahami penderitaan rakyatnya, takut dibilang tak sanggup memahami betapa murah dan berbunga-bunganya bisa naik motor ke kampung halaman sekaligus pamer motornya. Kendaraan dinas tak boleh dipakai untuk keperluan pribadi? Iya. Asal, heuheuheuheu, asal tidak saat Lebaran. Beberapa kepala daerah, terutama yang masih ingin kelak mengikuti Pilkada (pemilihan kepala daerah) sebagai  incumbent, mengizinkan para bawahannya memakai mobil dinas untuk mudik dan mejeng di kampung halamannya. Ingin tut wuri guru fisika ketika menerangkan anomali air, saya pun selalu bercita-cita bisa tersenyum setiap melihat anomali apa pun di tanah air. Ingin juga meniru kesabaran Gunther W. Holtorf, orang Jerman yang dengan tekun membuat peta dan informasi Jakarta walau di situ terdapat banyak anomali atau tepatnya perkecualian: Tak boleh masuk jalan ini kecuali oblada ... Tak boleh putar arah kecuali obladi ... n *Sujiwo Tejo Presiden #Jancukers tinggal di www.sujiwotejo.com/www.sudjiwotedjo.com/twitter @sudjiwotedjo

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup

Ragam Gaya Berhijab Berhijab zaman sekarang banyak pilihan. Mau tampil muda, feminin, atau dewasa? Semuanya gaya! Ken Yunita, Habib Rifai | Foto: Grandy/detikfoto

K

uno. Enggak stylish. Agaknya dua anggapan itu tak bisa lagi disematkan pada perempuan berhijab. Dari tahun ke tahun, model hijab di Tanah Air terus berevolusi. Kini pilihan gaya berhijab semakin beragam. Makin banyak desainer yang meluncurkan koleksi hijab dalam berbagai gaya, dengan ciri khas masing-

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup

Dikhy/detikfoto

masing. Para pemakai hijab pun kian kreatif. Cobalah amati jalanan di Jakarta. Kini kian sulit menemukan hijaber yang berpenampilan “biasa”. Kebanyakan mereka tampil lebih gaya dan modis. “SekaSekarang banyak rang ini jilbab sudah macam-macam benperempuan yang tertarik memakai tuknya. Bagus-bagus,” kata Ida, seorang hijab karena pemakai hijab. modelnya macamDia memang masih mengenakan hijab macam. Jadi modis panjang biasa. Perempuan 20 tahun itu medan enggak rasa belum nyaman memakai hijab dengan terkesan begitusentuhan modern seperti yang sedang jadi begitu saja tren saat ini. Namun, bagi Ida, perkembangan hijab di Indonesia sangat menggembirakan. Menurut dia, hal itu akan membuat para perempuan yang belum berhijab menjadi tertarik mengenakannya. “Sekarang banyak perempuan yang tertarik memakai hijab karena modelnya macam-macam. Jadi modis dan enggak terkesan begitu-begitu saja,” ujarnya. Ida benar. Raras, seorang karyawan swasta, awalnya juga ragu untuk berhijab. Dia khawatir penampilannya jadi tak lagi modis setelah berhijab. Tapi, untuk mengenakan hijab modis, Raras juga khawatir terhadap penilaian banyak orang, yang menganggap hijab model ini tidak memenuhi syariat Islam.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup

dianp

elang

i.com

“Takutnya nanti dibilang, pakai jilbab kok tetap seksi, kan enggak enak,” ujarnya. Namun kini Raras merasa mantap untuk berjilbab. Hijab zaman sekarang, menurut dia, tak cuma modis, tapi juga tetap mempertahankan kesyariatannya. Pemenang Hijab Hunt 2012, Sheela Alaztha, sependapat dengan Ida dan Raras. Saat ini tidak sedikit wanita muda yang ingin berhijab tapi tetap tampil gaya. “Enggak mau pakai jilbab yang terlihat seperti orang tua,” ujar fashion stylist ini. Para perempuan berhijab kini bahkan memiliki komunitas. Mereka rajin mencari berbagai informasi seputar hijab. Salah satu yang populer adalah Hijabers Community bentukan desainer muda Dian Pelangi dan Ria Miranda. Komunitas yang resmi hadir pada 2010 itu tak cuma memberi ide soal cara-cara berhijab. Mereka juga mempelajari Islam secara bersama dan saling bertukar pengetahuan. Dan inspirasi berhijab tak cuma didapat di Tanah Air. Sejumlah nama, seperti Ascia AKF, Dina Toki-O, dan Hana Tajima, tak asing lagi bagi para hijaber. Inspirasi Salah satu nama yang lekat dengan para hijaber adalah Dian Pelangi. Selain rancangannya, gaya berbusana Dian Pelangi kerap menjadi inspirasi bagi para penyuka gaya hijab muda dan segar. Dalam pergelaran karya terakhirnya di Galeries Lafayette, Jakarta, beberapa waktu lalu, Dian bahkan tampil lebih dewasa. Dia menampilkan busana bermotif Maroko. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup

Baju rancangan Dian Pelangi grandy/detikfoto

Selain menampilkan motif tie dye, Dian kerap menyuguhkan warna-warna pastel yang lembut. Karya Dian juga memberi inspirasi para hijaber untuk lebih berani bermain dengan warna. Namun Dian tetap tak meninggalkan kesan muda dan segar melalui tampilan warna-warna cerah. Lihat saja maxi dress polos dengan paduan jaket panjang semata kaki yang terbuat dari batik atau songket. Desainer Hana Tajima juga populer di kalangan hijaber muda. Rancangannya dikenal sangat stylish tapi tak melanggar syariat. Karyanya yang berbeda membuat majalah mode sekelas Vogue berani menampilkan karyanya. Ciri rancangannya simpel dengan padanan warna yang rapi. Item pilihan Hana dianggap unik tapi tetap mengikuti tren. Chic, fresh, dan pastinya anak muda banget. Tekadnya cuma satu: hijaber diterima di seluruh dunia, tak cuma di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kini gadis blasteran Inggris-Jepang ini dianggap sebagai salah satu orang paling berpengaruh dalam arus perkembangan fashion hijab di dunia. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup

Baju rancangan Ida Royani di-ta.com

Hijaber yang senang tampil simpel, feminin, dan sedikit dewasa bisa memilih rancangan Ria Miranda. Desainer muda lulusan ESMOD Jakarta ini konsisten dengan ciri khas dominasi warna pastel. Potongan simpel tapi tidak meninggalkan kesan feminin dengan detail draperi, ruffle, dan rajut. Nama Ida Royani juga cukup berpengaruh di dunia fashion hijab Tanah Air. Artis 1970-an itu rajin merilis rancangan busana muslim. Satu yang menjadi ciri khas Ida adalah sentuhan etnis dengan menggunakan kain-kain tradisional Indonesia, seperti batik, tenun, dan songket. Meski rancangannya terlihat lebih dewasa, Ida tetap berusaha membidik kaum muda. Pilihannya jatuh pada celana harem yang dipadu dengan kerudung berwarna cerah. Jadi, gaya siapa yang Anda pilih? n

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup wisata

Lebaran

juga Liburan Sembari berhari raya tak ada salahnya sekalian bertamasya dong. Ke mana tujuan favoritmu? Reporter: Ida Ayu Rostini | Foto: thinkstock

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup wisata

S

udah bukan rahasia lagi, Lebaran menjadi saat yang ditunggu-tunggu banyak orang. Bukan cuma momen hari rayanya, tapi juga liburan panjangnya. Selain mudik dan bertemu sanak saudara, Lebaran juga seringkali dipakai untuk berwisata. Biasanya hari yang dipilih adalah hari kedua setelah Lebaran dan seterusnya.  Maka tak heran, di saat-saat itu, destinasi wisata yang menjadi favorit di berbagai daerah selalu penuh sesak oleh pengunjung. Bahkan untuk mencapainya diperlukan usaha keras. Macet dan sulit parkir. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup wisata

Jakarta Kalau Anda berlebaran di Jakarta, tempat yang selalu penuh adalah Kebun Binatang Ragunan dan Taman Impian Jaya Ancol. Dari tahun ke tahun, dua destinasi wisata ‘murah’ itu tak pernah sepi.  KB Ragunan terletak di Jakarta Selatan. Tempat ini mulai dipadati pengunjung di hari pertama Lebaran. Meski tidak lebih ramai dibanding hari kedua dan ketiga ya.  Di sini, Anda bisa bersantai bersama seluruh keluarga. Sangat cocok untuk Anda yang memiliki anak kecil karena banyak hewan-hewan yang bisa ditonton.  Saat libur Lebaran, biasanya pengelola KB Ragunan mengadakan acara atau pertunjukan hewan khusus. Ini tentu sangat menyenangkan untuk anak-anak.  Namun tetap awasi anak-anak karena terkadang anak-anak sering lepas kontrol saat bermain sehingga bisa membahayakan. Juga jangan sampai anak Anda terpisah karena saking banyaknya orang.  Kalau ingin bermain air, datanglah ke Ancol. Ingin murah, main-main dan berenang saja di pantainya. Tapi sayang, airnya kurang jernih. Kurang asyik untuk bermain.  Di area ini juga ada wahana air yang seru, Atlantis. Namun tiket masuknya cukup mahal, yaitu lebih dari Rp100 ribu per orang. Ada juga Dunia Fantasi (Dufan) dan Gelanggang Samudera. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup wisata

Bandung Nah buat Anda yang berlebaran di Bandung, tempat ini boleh dilirik. Ada tempat rekreasi indoor dengan berbagai wahana permainan menarik. Namanya Trans Studio Bandung. Sejak diresmikan pada 2011 lalu, tempat wisata di Jalan Gatot Subroto, Bandung ini selalu kebanjiran pengunjung saat libur Lebaran.  Tiket masuknya memang cukup mahal, lebih dari Rp200 ribu. Tapi pada waktu tertentu, pihak marketing sering memberikan harga promo. Bisa lebih murah dong.  Ada banyak wahana permainan menantang, misalnya Yamaha Racing Coaster, Vertigo, Giant Swing, Si Bolang, the Rides, Sky Pirates, dan lain-lain. Semuanya wajib dicoba ya.  Tempat ini cocok untuk remaja hingga orang dewasa. Anak yang terlalu kecil kurang bisa bermain di sini karena kebanyakan wahananya membutuhkan tinggi badan minimal. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup wisata

Tap pada gambar untuk melihat foto lainnya

 Magelang Magelang memang kota kecil di antara Yogyakarta dan Semarang. Kalau Anda mudik ke dua kota itu, Magelang bisa menjadi pilihan untuk berekreasi.  Di sana ada satu destinasi yang terkenal hingga penjuru dunia karena sempat masuk dalam salah satu keajaiban dunia. Ya benar, Candi Borobudur.  Pengunjung candi Buddha terbesar di dunia ini selalu membeludak saat libur Lebaran. Biasanya pengelola membuat program pendukung, seperti pagelaran kesenian tradisional.  Selain melihat candi, pengunjung juga bisa meMajalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup wisata

ngunjungi Museum Karmawibangga. Pertunjukan seperti Tari Cokekan, pertunjukan orkes keroncong, sulap, dan wayang kulit sering digelar di sini.  Kalau tak ingin naik ke puncak Borobudur, Anda bisa berkeliling pelataran candi dengan kereta. Ajaklah anak-anak naik. Mereka akan menyukainya. Menyenangkan.  Dalam perjalanan pulang, Anda bisa mampir ke pusat kota Mage- lang untuk membeli oleh-oleh. Yang paling khas adalah getuk tiga warna dan tape ketan hijau. Enak.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup wisata

Lombok Dulu Lombok sering sepi saat Lebaran. Hotel-hotel nyaris tak ada tamu. Tapi kini, jangan salah, penginapan di Provinsi Nusa Tenggara Barat itu sering penuh saat libur Lebaran.  Semua orang sudah tahu, Lombok menyuguhkan wisata bahari nan memesona. Salah satunya tentu saja kawasan Gili Trawangan. Salah satu pulau dari tiga Gili yang keeksotisannya tidak diragukan lagi.  Sebenarnya ada banyak Gili lain di Lombok. Namun memang tiga Gili inilah yang paling tersohor. Tiga Gili ini dikenal dengan 3NP (no pollution, no police, no policy).  Di sini juga tidak ada kendaraan bermotor demi menjaga kebersihan udaranya. Kalau malas berjalan ada sepeda dan cidomo (kereta kuda) yang bisa mengantar Anda ke mana-mana.  Lokasi lainnya adalah Danau Segara Anak. Danau yang terbentuk di Kaldera Gunung Rinjani ini sungguh menakjubkan. Namun memang agak susah untuk mencapainya karena harus mendaki Rinjani. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


gaya hidup wisata

1. Rencanakan Perencanaan adalah hal penting untuk berlibur. Apalagi jika Anda bepergian bersama keluarga atau banyak orang. Dengan rencana yang matang, perjalanan Anda akan lebih terjadwal dengan baik.

2. Tiket Sudah bukan rahasia lagi, tiket saat Lebaran selalu habis meski harganya selangit. Karena itu kalau memang sudah ada rencana liburan, pesanlah tiket jauh-jauh hari. Biasanya ada promo dari berbagai maskapai.

Tips Liburan Lebaran Biar libur Lebaran menyenangkan dan aman, ada baiknya Anda mengikuti tips berikut ini:

3. Hotel Tempat menginap adalah satu hal yang paling penting. Jangan sampai begitu tiba di lokasi Anda kebingungan hendak tidur di mana. Pesanlah kamar jauhjauh hari juga. Selain antisipasi kehabisan, biasanya ada diskon yang lumayan.

4. Kendaraan Jangan lupa juga siapkan kendaraan untuk transportasi selama di tempat liburan. Kalau hanya pergi berdua mungkin tak akan masalah. Tapi kalau pergi beramai-ramai, sewa mobil adalah pilihan yang paling efektif dan efisien.

5. Keuangan Persiapkan keuangan dengan bijak. Jangan terlalu menghamburhamburkan uang untuk berlibur. Jangan sampai sesudah Lebaran, Anda malah kehabisan uang padahal waktu gajian masih lama. Nah, selamat berlibur! n

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


Tap untuk baca artikel

Rio

Febrian Lari tak cuma bikin fit, tapi juga bisa bikin badan kurus. Itu yang dirasakan Rio Febrian.

Memes Meski masih menyanyi, Memes kini punya aktivitas baru. Istri Addie MS itu kini menjadi Ibu Direktur dengan aktivitas segudang.

Denny

Indrayana Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana punya pengalaman mengesankan di dalam kereta api kelas ekonomi.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


people

L

Ken Yunita, Esti Utami | Foto: Rengga

ari tak cuma bikin fit, tapi juga bisa bikin badan kurus. Itu yang dirasakan Rio Febrian. Sejak rutin berlari, pelantun tembang ‘Jenuh’ itu sudah turun 15 kilogram.

Majalah Majalah detikdetik 12 - 18 13agustus - 19 mei 2013

MEMBACA ARTIKEL

Tap untuk kembali ke Indeks People

GESER

Wow! “Terasa banget sebelum suka berlari sama sesudah rutin berlari. Sekarang pakai baju juga terasa lebih pas,” ujar pria 32 tahun ini sambil tersenyum. Saking gilanya berlari, pria kelahiran Jakarta, 25 Februari 1981 ini selalu membawa perlengkapan lari ke mana pun dia pergi. Bahkan saat dia sedang bertandang ke luar kota sekalipun. “Kalau nggak lari rasanya nyesel. Ke mana-mana sekarang selalu bawa sepatu dan baju lari,” ujar pria yang kerap tampil dengan kepala plontos ini. Tempat favorit Rio untuk berlari adalah Gelora Bung Karno, Senayan. Namun di kala sibuk, Rio memilih berlari di sekitar rumahnya saja. Barubaru ini Rio mengikuti lomba lari Fit Night Run di Monas. Selain berat badan turun, suami Sabria Sagita Kono ini juga merasakan manfaat lain dari berlari. Menurutnya, napasnya jadi lebih panjang dan badan jadi berasa lebih fit. Maka urusan di panggung kian lancar.


people

Memes Jadi Bu Direktur Ken Yunita |

Foto: Rachman

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


people

M

masih menyanyi, Memes kini punya aktivitas baru. Istri Addie MS itu kini menjadi Ibu Direktur dengan aktivitas segudang. Punya perusahaan? Ternyata pemilik nama lengkap Meidyana Maimunah itu tak punya usaha khusus. Ia hanya ‘dijerumuskan’ anaknya, Kevin Aprilio untuk menjadi direktur di Aprilio Kingdom. “Iya, lagi sibuk bantu Aprilio Kingdom, sebagai direktur-lah ceritanya,” ujar Memes. Aprilio Kingdom adalah perusahaan rekaman yang didirikan eski

Tap untuk kembali ke Indeks People

anak pertamanya.  Awalnya Memes mengaku agak kerepotan dengan ‘tugas’ barunya itu. Tapi lama-lama, ibu dua anak itu menikmatinya juga. "Tapi aku ada tim juga tentunya," ujarnya. Lalu kapan Memes menyanyi? Perempuan kelahiran Jakarta, 6 Mei 1965 itu mengaku sesekali menyanyi bersama orkestra binaan suaminya. Lalu kapan nih Memes merilis album lagi? "Album terakhir Acoustic Love Memes tahun 2011. Insya Allah kalau ada kesempatan dan energi, tahun depan mau buat lagi," ujar mantan model ini.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


people

W

GESER MEMBACA ARTIKEL

akil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana punya pengalaman me­ngesankan di dalam kereta api kelas ekonomi. Cerita ini bermula ketika ia pulang ke rumah mertuanya, H. Mahmud Masjkur, di Pekalongan, Jawa Tengah. Denny, istri, beserta dua anaknya sengaja menggunakan moda trans­ portasi kereta api kelas ekonomi. Beberapa penumpang merasa tidak asing dengan wajah Denny. Berulang kali mereka memastikan bahwa lelaki dengan dua anak itu benar-benar sang wakil menteri. Namun Denny justru menjawab, “Bukan, mirip!” Jawaban Denny pun manjur. Penumpang lain merasa wajah sang wakil menteri memang pasaran. Mereka pun tak mengganggunya lagi.   Namun sesampainya di Stasiun Pekalongan, identitas Denny terbong­ kar. Pangkalnya adalah stiker berlabel rekan seperjalanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertuliskan nama lengkap dan jabatannya yang tertempel pada koper. “Nah, tuh. Benar Pak Denny wakil menteri, kan,” teriak beberapa penumpang.   Mereka pun rela membantu me­nu­run­ kan koper dan barang bawaan Denny dari gerbong. Bahkan sesampainya di stasiun, mereka berpesan kepada kepala stasiun untuk memperlakukan Denny dengan baik. Dari pengalaman ini, Denny betah naik kereta api. Mudik kali ini, ia hendak menggunakan kereta api. Namun tentu bukan kereta api ekonomi. Maklum pelayanan kelas ekonomi saat Lebaran benar-benar brutal.   “Kebetulan Lebaran kali ini jatahnya mudik ke mertua. Tahun depan, baru ke rumah saya di Pekanbaru,” ujarnya.

Denny Indrayana

Tepergok Penumpang Kelas Ekonomi  

Irwan Nugroho, Aryo Bhawono, Rahmayoga |

Tap untuk kembali ke Indeks People

Foto: HASAN

Majalah detik 12 - 18 AGUSTUS 2013


SAINS

Mencari Pengganti The Beast Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat telah membuka tender pengadaan mobil dinas Presiden Amerika untuk menggantikan The Beast. Baru akan beroperasi pada 2015. SAPTO PRADITYO I MOTORTREND I NBC I LA TIMES

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


SAINS

K

etika Presiden Amerika Serikat Barack Obama melawat ke Meksiko, tiga bulan lalu, seperti biasa, rombongan yang dia bawa sungguh masif. Bukan hanya puluhan pengawal yang tak diketahui persis jumlahnya, tetapi pengawal Presiden Amerika, Secret Service, juga mengangkut The Beast ke kota Meksiko. The Beast alias Limo One ini merupakan kendaraan resmi di jalan raya untuk Presiden Barack Obama ke mana pun dia pergi, baik di dalam negeri maupun saat melawat ke ujung dunia sekalipun, termasuk ketika berkunjung ke Indonesia. Sejak dari bandara kota Meksiko hingga ke National Palace, Limosin sepanjang 5,5 meter itu telah mencuri perhatian warga Negeri Sombrero. Alih-alih misi diplomasi yang dibicarakan antara Presiden Obama dan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto jadi fokus perhatian, wartawan dan warga Meksiko malah terpikat oleh The Beast. “Kami datang untuk melihat mobilnya, La Bestia,” ujar Daniel Castillo, pekerja pelabuhan dari negara bagian Tamaulipas. Media-media lokal Meksiko menyebut mobil dinas Presiden Obama, La Bestia. “Kami tidak peduli dengan... senor itu.” Sejak duduk di kursi nomor satu Gedung Putih, The Beast inilah yang selalu menemani perjalanan Barack Obama. Presiden Amerika sebelumnya, George W. Bush, menggunakan limosin Cadillac lain yakni Cadillac DTS Presidential dan Cadillac DeVille. Tak seperti limosin-limosin Cadillac sebelumnya yang menjadi kendaraan resmi Gedung Putih, The Beast bukan limosin Cadillac murni.

Tak jelas benar apa penyebab limosin itu ngadat. Kabarnya, sopir mobil itu salah mengisi bahan bakar. “Petugas Konsulat Amerika tak mengatakan apa yang terjadi.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


SAINS

Limosin Obama. FOTO: MOTORTREND

Rangka, mesin dan sistem transmisinya, dicomot dari truk Chevrolet Kodiak. Lampu depan dan pegangan pintunya diimitasi dari Cadillac Escalade. Sementara ekornya, meniru sedan Cadillac STS. Walaupun dicomot dari sana-sini, satu hal tak bisa ditawar: faktor keamanan. The Beast ini mampu menahan ledakan ranjau darat maupun tembakan mortir. Kabinnya kedap dari serangan senjata kimia maupun senjata biologi. Tangki bahan bakarnya diselubungi busa sehingga tak akan meledak sekalipun terkena ­tembakan. Namun The Beast pernah mengalami kejadian memalukan saat dipakai Presiden Obama melawat ke Israel pada Maret lalu. Mobil yang harganya lebih dari Rp 3 miliar itu mogok saat hendak dikendarai dari Bandara Ben Gurion menuju Tel Aviv. The Beast yang “ngambek� harus diangkut dengan truk derek. Tak jelas benar apa penyebab limosin itu ngadat. Kabarnya, sopir mobil itu salah mengisi bahan bakar.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


SAINS

“Petugas Konsulat Amerika tak mengatakan apa yang terjadi. Dia hanya mengatakan mobil itu macet. Saat aku tiba, yang tinggal di tempat itu hanya petugas mekanik,� ujar Moti Matmon, sang pemilik mobil derek yang diminta menjemput The Beast dan membawanya ke sebuah garasi khusus di Tel Aviv. *** Pada awal Juli lalu, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika – badan ini yang membawahi Secret Service – telah membuka tender penawaran untuk pengadaan mobil dinas Presiden Amerika untuk menggantikan The Beast alias Limo One. Pemenang tender limosin untuk Presiden Amerika ini bakal diumumkan pada akhir September nanti. The Beast baru ini kemungkinan baru akan mulai bertugas pada 2015. Demi keamanan, seluruh detail proyek ini ditutup rapat-rapat oleh Secret Service, termasuk berapa jumlah mobil yang dipesan dan berapa harga per unitnya. Walaupun masa pengajuan penawaran telah ditutup, belum jelas siapa saja perusahaan yang ikut dalam tender tersebut. Ford dan Chrysler mengatakan tak mengajukan proposal. Sementara Cadillac, anak perusahaan General Motors, juga masih bungkam. Sejak Presiden William McKinley menggunakan mobil pada November 1899, sebagian besar mobil resmi Presiden Amerika dibuat oleh Cadillac atau Lincoln Motor, anak perusahaan Ford Motor. Sejak kasus penembakan Presiden John F. Kennedy pada November 1963, Secret Service merombak total spesifikasi kendaraan dinas penguasa Gedung Putih. Tak ada lagi mobil dengan atap terbuka seperti yang dipakai JFK

Kami di Cadillac merasa sebuah kehormatan dan tanggung jawab untuk membuat mobil kepresidenan.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


SAINS

Cadillac DTS FOTO: MOTORTREND

saat ditembak. “Kami di Cadillac merasa sebuah kehormatan dan tanggung jawab untuk membuat mobil kepresidenan,” ujar juru bicara Cadillac, David Caldwell, awal Juli lalu. “Tapi tak ada apa pun yang bisa kami sampaikan mengenai masa depan keterlibatan kami di proyek itu.” Sam Locricchio, juru bicara Lincoln, juga mengatakan belum tahu apakah perusahaannya bakal ikut dalam tender tersebut. Namun paling tidak, Cadillac sudah memiliki model limosin jika dia akan mengikuti tender. Cadillac bisa menyorongkan limosin Cadillac XTS. Lincoln pun bisa menggabungkan model sedan Lincoln MKS dengan crossover Lincoln MKT. Apakah Lincoln atau Cadillac yang bakal menjadi mobil kendaraan resmi Presiden Amerika setelah Barack Obama? ■

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


SAINS

MOBIL-MOBIL GEDUNG PUTIH Tap Untuk melihat gambar

Presiden Franklin D. Roosevelt Lincoln Sunshine Special Presiden Ronald Reagen Cadillac Fleetwood Presiden George H.W. Bush Lincoln Town Car Limo Presiden Bill Clinton Cadillac Fleetwood Brougham Presiden George W. Bush Cadillac Dts

THE BEAST Berat:

Panjang:

Bodi: Terbuat dari baja, titanium dan keramik

Tinggi:

Tebal pelat baja pintu 20 cm

6.804 kg 5,5 meter

Sopir: Dilatih khusus oleh CIA

Kecepatan Maksimum: 95 km/jam Kapasitas:

1,8 meter

Partisi pengemudi dan penumpang hanya bisa dibuka dari kursi presiden

Mesin Diesel Duramax: 6.500 cc

7orang

Tangki bahan bakar dari baja tahan peluru dan dilapisi busa

Rem: berhenti dalam 15 detik dari kecepatan maksimum

Ban serat kevlar buatan Goodyear: Bisa dipakai ngebut sekalipun sudah kempis

Kamera malam hari dan gas air mata

Tap Untuk melihat keterangan

Majalah Majalahdetik detik12 5 - 11 18 agustus 2013


ekonomi

Bingung karena

Kuota Dibatasi Kebijakan Pemerintah Arab Saudi memangkas kuota haji dan umrah membuat biro haji kalang kabut. Pengurangan hingga puluhan ribu jemaah mengakibatkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah. Hans Henricus, Esti Utami FOTO/www hbkik hu

M

erna Taufiq sempat ketar-ketir. Niatnya untuk memulai ibadah puasa di Tanah Suci nyaris tak terlaksana. Padahal sejak tahun lalu Merna dan sang suami Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


ekonomi

Jemaah haji siap diberangkatkan ke Mekah detik FOTO/dikhy

telah mengurus segala kelengkapan yang dibutuhkan melalui travel PT Kafilah Cahaya Utama. Biaya umrah sebesar Rp27 juta juga sudah dibayar lunas. Namun hingga dua minggu menjelang keberangkatan, nasib visa belum jelas. Izin masuk itu baru keluar seminggu sebelum keberangkatan. Ini karena biro yang digunakan Merna mengurus langsung ke Kedutaan Arab Saudi. Niat Merna dan suaminya untuk melaksanakan ibadah umrah di awal bulan suci akhirnya terlaksana. Merna juga beruntung, tak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkannya. Saudara sekampungnya di Jeneponto, Sulawesi Selatan, sempat tertahan tiga hari di Jakarta sehingga harus membayar biaya tambahan untuk menyewa hotel. Pasalnya, hingga hari keberangkatan visa yang diajukan belum mendapat cap dari Kedutaan Arab Saudi di Jakarta. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


ekonomi

Pemangkasan ini membuat sejumlah biro haji kalang kabut.

Sejumlah biro travel penyelenggara umrah dan haji memang sempat dibuat kelabakan dengan keputusan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang mendadak memangkas kuota haji dan umrah. Keputusan ini disampaikan bulan Rajab atau akhir Mei lalu, karena perbaikan di sekitar Masjidilharam. Perbaikan mengakibatkan fasilitas untuk tawaf berkurang. Visa untuk umrah (mofa) yang sebelumnya dijatah 3.000 per hari dipangkas hingga separuhnya menjadi 1.500 saja. Ini dilakukan setelah terjadi hambatan dalam pelaksanaan tawaf, akibat perbaikan di Masjidilharam. Pembatasan ini mengakibatkan proses pengurusan visa tersendat. Biasanya selesai seminggu men­jadi dua mingguan. Masalah kian rumit, karena pemberitahuan yang mendadak. Pembatasan diberlaku­kan selama tiga bulan, yakni Rajab, Syakban dan Ramadan, yang sebenar­nya merupakan puncak ibadah umrah. Tiga bulan itu biasanya peminat umrah membeludak. “Jadi pembatasan dilakukan setelah terjadi stag (stagnan) saat tawaf. Ini berlaku untuk umrah di bulan Rajab, Syakban dan Ramadan,” ujar Eko Eri Putranto marketing program Akram Ta’awun Syariah. Pemangkasan ini membuat sejum­lah biro haji kalang kabut, karena mereka telah berkomitmen untuk memberangkatkan kliennya di bulan yang suci ini. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Mawardi dari At Tiin Nabila Tour mengatakan pembatasan ini memaksa pihaknya mengerem pengiriman jema­ah umrah di bulan Syakban. “Seminimum mungkin untuk meng­hindari kerugian,” ujarnya kepada majalah detik. Khusus Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


ekonomi

Jemaah haji naik pesawat untuk diberangkatkan ke Mekah. detik FOTO/dikhy

untuk bulan Ramadan ini, At Tiin hanya mengirim di awal Ramadan. Jumlah jemaah yang diberangkatkan juga dipangkas, dari sebelumnya 200 orang kini hanya satu rombongan yakni 45 orang. Selain itu biro umrah kini juga tak segera memblok pemesanan kursi ke maskapai penerbangan. Kursi ba­ru dipesan setelah visa keluar. Pengurangan pendapatan ini akan ditutup dengan memaksimalkan pengiriman pada bulan Januari, Februari, Maret, April dan pertengahan Mei. “Pada saat itu pengurusan visa lebih mudah, ongkosnya juga lebih murah,� ujar Mawardi sembari menambahkan biaya umrah untuk bulan itu bisa selisih lebih dari Rp10 juta. Menurutnya di bulan biasa biaya umrah sebesar Rp16 juta, sedangkan di bulan Ramadan biaya umrah bisa mencapai Rp27 juta. Bahkan bisa di atas Rp30 juta.  

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


ekonomi

Haji Alasan yang sama juga membuat Pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota haji hingga 20%. Pengurangan ini berlaku bagi semua negara tanpa kecuali, termasuk Indonesia. Pemerintah Arab Saudi menyebut perbaikan ini mengakibatkan daya tampung tempat tawaf berkurang hingga separuhnya. Dari semula mampu menampung 48.000 jemaah sejam menjadi hanya 22.000 jemaah saja.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


ekonomi

Tap/klik untuk berkomentar

Perbaikan selama tiga tahun ini guna meningkatkan kapasitas untuk tawaf menjadi 105.000 jemaah per jam. Akibatnya, kuota jemaah haji Indonesia 2013 terpangkas hingga 43.000 orang, dari semula 211.000 orang menjadi 168.000 orang. Angka ini terdiri dari 155.200 orang haji reguler dan 13.600 orang haji khusus. Pemangkasan ini mengakibatkan waktu tunggu menjadi lebih panjang, karena hingga 2013 mereka yang masuk daftar tunggu mencapai 1,1 juta orang.   Menteri Agama Suryadharma Ali telah secara khusus meminta dispensasi ke Arab Saudi, tapi tak berhasil. Kerugian akibat pemangkasan ini, diperkirakan mencapai Rp400 miliar. Ini akibat ongkos penerbangan serta biaya penginapan dan akomodasi yang sudah telanjur dipesan dan tidak bisa dikembalikan. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


bisnis

Saat Maskapai “Mengijon” Pilot Indonesia butuh dua ribu pilot dalam dua tahun ini. Sebagian maskapai sudah “mengijon” taruna sekolah pilot dengan sistem ikatan dinas. Budi Alimuddin, Nur Khoiri foto: ANTARA/Dewi Fajriani

S

EJAK setengah tahun ini Ibu Kota Kalimantan Tengah, Palang­karaya, disuguhi peman­dangan baru. Pesawat kecil baling-baling Cessna 172 sering mondar-mandir di langit ibu kota provinsi yang letaknya di tengah-tengah Indonesia itu. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


bisnis

Cessna 172 itu milik Wings Flying School, sekolah pilot milik Lion Air. Maskapai terbesar Indonesia itu membuka kampus kedua sekolah penerbangan mereka di Palangkaraya. Langit di kampus pertama sekolah pilot mereka, di Cirebon, dipandang sudah ramai sehingga kurang ideal. Di Palangkaraya, langit relatif sepi sehingga para kadet penerbangan lebih enak belajar menerbangkan Cessna 172. Lion Air terpaksa membuat sekolah penerbangan sendiri karena mereka kekurangan pilot. “Yang kurang itu pilot lokal saja, kalau asing kita mudah merekrutnya,” kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait. Dengan perkembangan industri penerbangan yang cepat, Indonesia memang membutuhkan pilot dalam jumlah banyak. Tak hanya Lion Air yang butuh para penerbang ini, tetapi juga maskapai-maskapai lain. Ketua Umum Asosiasi Pilot Garuda, Kapten Bintang Hardiono, mengatakan Indonesia kedatangan sekitar 100 pesawat baru tiap tahun. Jumlah pilot memang harus banyak. Satu pesawat idealnya memiliki lima kapten dan setiap kapten dibantu lima awak lain. Mereka terus bergantian menjalankan satu pesawat. Akibatnya, katanya, “Satu atau dua tahun ini Indonesia kekurangan 2.000 pilot pesawat terbang.” Sedang perkiraan Ketua Umum Federasi Pilot Indonesia, Kapten Hasfrinsyah, sedikit lebih moderat. Ia memperkirakan setiap tahun Indonesia butuh 400 pilot baru. Kekurangan ini membuat maskapai Indonesia banyak mempekerjakan pekerja negara lain. “Akhirnya pilot asing pun menyerbu Indonesia,” ucap Bintang.

Jumlah pilot memang harus banyak. Satu pesawat idealnya memiliki lima kapten dan setiap kapten dibantu lima awak lain.

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


bisnis

Sekolah pilot terus bertambah, tidak hanya di kota besar. Salah satunya Dirgantara Pilot School di Tasikmalaya, Jawa Barat yang berdiri baru-baru ini. foto: ANTARA/Adeng Bustomi

Garuda, misalnya, mempekerjakan pilot asing untuk tipe pesawat baru, seperti CRJ-1000 buatan Bombardier, Kanada. “Jadi masih pakai pilot asal negara produsen pesawat itu,” ungkap Humas Garuda, Ikhsan Rosan. Sedang Lion Air, yang memiliki 124 pesawat, saat ini mempekerjakan 250 pilot asing. Pilot asing digunakan karena sedikitnya lulusan dari sekitar 15 sekolah pilot yang ada di Indonesia, termasuk milik Lion Air yakni Wings Flying School atau satu-satunya sekolah pilot milik pemerintah, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia di Curug, Banten. Hasfrinsyah mengatakan jika saja satu sekolah pilot meluluskan 50 pilot setiap tahun, maka bakal ada 750 pilot baru dan kebutuhan tertutupi. Sayangnya, ­lulusan sekolah pilot masih sangat sedikit. “Satu sekolah paling tinggi hanya mampu meluluskan dua puluh, atau dua puluh lima, bahkan ada yang cuma lima belas orang setahun,” lanjutnya. Kebutuhan pilot Lion Air, misalnya, bisa menunjuk­ kan kebu­tuhan ini. Mereka mengopera­sikan 124 pe­sa­ Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


bisnis

Taruna Bali International Flight Academy (BIFA) sedang memeriksa pesawat latih. Sebagian kadet sekolah itu sudah dipesan Garuda Indonesia meski belum lulus. baliflightacademy

wat dan dua tahun ke depan ada tambahan 200 pesawat lagi. Pilot dan kopilot mereka hanya 1.700 orang, itu pun termasuk 200 yang masih di Wings Flying School. “Sekolah pilot Lion di Cirebon dan Palangkaraya tahun ini ditargetkan mam­pu menelurkan lulu­san pilot sebanyak 100 orang,” kata Edward. Untuk mengganti mereka dengan pilot lokal, butuh lima tahun. Yang menjadi masalah, mendidik pilot itu mahal. Kapten Hasfrinsyah mengatakan biaya pendidikan setiap siswa adalah Rp 600-800 juta. Namun maskapai penerbangan tidak kurang akal. Lion, yang membutuhkan banyak pilot, menggunakan sistem “ijon”. Pilot yang masih sekolah sudah ditawari ikatan dinas. “Jika lulus (ujian masuk), namun tidak ada uang, kita bisa bicarakan dalam bentuk perjanjian tertulis antara Lion,” katanya. Dengan bantuan bank, siswa akan mendapat utang biaya sekolah dan dibayar dari potongan gaji setelah bekerja. Maskapai pemerintah, PT Garuda Indonesia Tbk juga menggunakan sistem ikatan dinas ini. Ikhsan mengatakan mereka memiliki sekitar 1.000 pilot. “Termasuk yang masih calon pilot di BIFA,” ucapnya. BIFA yang dimaksud adalah Bali International Flight Academy, sekolah penerbangan swasta di Bali. Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


seni hiburan musik

Tunes from Sherina Reporter: Silvia Galikano | Foto:Gesa Febrian/behance

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


seni hiburan musik

Selama hampir satu dekade, penggemar sempat sulit melepaskan image Sherina sebagai penyanyi cilik. Kini, di usia 23 tahun, dia membuat lirik cinta yang ringan tapi padat.

S

herina Munaf meluncurkan album terbarunya, Tuna, pada awal Juli 2013, berselang empat tahun dari album terakhirnya. Tuna, tak lain singkatan dari Tunes from Sherina, menyuguhkan warna musik beda dari lima albumnya terdahulu: Andai Aku Besar Nanti (1999), Petualangan Sherina (2000), My Life (2004), Primadona (2007), dan Gemini (2009). Lagu-lagunya ringan, segar, dan wacky. Tidak berkesan muluklah. Tone-nya akustik yang teduh dan menenangkan. Tak akan ditemui suara electric guitar, electric bass, keyboard, midi, loop, dan rombongannya itu. Drums pun diganti keluarga percussion, seperti cajon dan djembe.  Kesan ringan langsung terasa di track pertama, Sebelum Selamanya yang juga jadi lagu jagoan. Bait pertama yang hanya diiringi gitar membuat suara bening Sherina jelas terdengar. Petikan gitar akustik ditingkahi ketukan glockenspiel yang dimainkan Sherina memberi nuansa Paris dengan seniman lukis jalanan

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


seni hiburan musik

serta pemain akordeon di trotoar lebar, walau tak ada hubungan dengan liriknya.  Begini penggalan liriknya: jaga hati yang kuserahkan untukmu// jangan lupa rasa jatuh cinta pertama kita// dan tali asmara yang ‘kan diuji waktu// berjanjilah sayangku// sebelum selamanya.  Sebelum album Tuna dirilis, single Sebelum Selamanya sudah sebulan terakhir diputar di radio-radio Jakarta. Umumnya tak ada yang menyangka bahwa ini suara Sherina karena lagunya sedikit jazzy dan dia menyanyi dengan nada rendah.  Dia menulis lagu ini awalnya untuk mengiringi pasangan yang akan menikah. Namun seiring pengerjaan, terjadi banyak perkembangan aransemen, perpindahan chords, maupun penyampaian kalimat. Akhirnya dia serahkan proses ini sepenuhnya pada idealisme. Maka tak heran dari delapan lagu yang ada di album ini, Sebelum Selamanya, menurutnya, adalah lagu idealis yang paling susah ditulis. Sherina membuat lagu-lagu yang selaras dengan selera pasar tanpa mengabaikan selera pribadi, ringan namun mendalam, dan sederhana tapi bermakna.  Bisa dibuktikan lewat Akan Ku Tunggu, lagu tentang kasih yang tak pernah disampaikan: ku perhatikan kau dari jauh// kau jalani hidup tanpa jenuh// mencari bahagia tanpa keluh// saat itu juga kau curi perhatianku. Keren bukan? Lagu ini terinspirasi salah satu shounen manga favoritnya, Naruto. Dalam cerita itu ada karakter bernama Hinata yang menyembunyikan perasaan cintanya pada sang tokoh utama, Naruto.  Dari tokoh utama shounen manga juga Sherina ciptakan Demi Kamu dan Aku. Yakni dari gerakan lincah dan konyol gomu-gomu oleh tokoh utamanya, Luffy, Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


seni hiburan musik

di One Piece karya Eiichiro Oda. Selain itu, soundtrack anime Loveless dari komposer Sasaji Masanori ikut menginspirasinya. Demi Kamu dan Aku adalah lagu upbeat unik yang dinyanyikan duet dengan lah i n i a n u T lis Melalui u Afgan. Ceritanya tentang pasangan pan e m a h a s u er caran yang sedang berantem. Liriknya Sherina b cinta. Cinta dikerjakan berdua Sherina dan Afgan. tentang ntuk u s a u l u l a Hasilnya lagu seksi, intens, serta rima yang terl an tak hendak sik yang apik, jauh dari lagu-lagu yang dideskrip erucutkan. biasa keduanya nyanyikan.  dia k Selain dengan Afgan, Sherina berduet juga dengan Vidi Aldiano dalam Apakah Ku Jatuh Cinta. Liriknya unik, mereka tulis bersama. Kadang dia gak peka// gayanya suka norak// tapi ku tak kuasa// apakah ku jatuh cinta. Sherina menjadikannya lagu yang manis dan riang.  Lewat Impian “Kecil�, Ada yang hanya diiringi piano, dan Sing Your Mind Sherina memunculkan kekhasan suaranya yang bervibra tipis. Dan di lagu riang Tak Usah Cemburu, bisa kita rasakan sentuhan musik country dari suara banjo, harmonika, dan sesekali bersahut siulan. Melalui Tuna inilah Sherina berusaha menulis tentang cinta. Cinta yang terlalu luas untuk dideskripsikan tak hendak dia kerucutkan. Sederhana saja keinginannya, yakni ingin lagu-lagu ini jadi anthem perjalanan cinta penggemarnya. n

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


seni hiburan

FILM

s a t A i r a d a i n u d n e M n Surfing Papa

Ombak tinggi selalu memanggil dua bersaudara ini. Mereka pun menjalani passion di dunia surfing. Silvia Galikano , Ami

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


seni hiburan

FILM

GESER

Judul: Drift Genre: Drama, olahraga   Sutradara: Ben Nott, Morgan O’Neill Skenario: Morgan O’Neill, dari cerita asli Morgan O’neill danWrekin Hill Pemain: Sam Worthington, Xavier Samuel, Lesley-Ann Brandt Durasi: 1 jam 53 menit

T

anpa suara, Kat (Robyn Malcolm) pelanpelan merogoh saku suaminya yang sedang tidur untuk mengambil kunci mobil. Jangan sampai laki-laki kasar dan pemarah itu terbangun. Dua anak laki-lakinya sudah menunggu di dalam mobil.   Akhirnya kunci bisa diraih. Segera dia berlari ke mobil dan memacu mobilnya menuju selatan, meninggalkan Sydney. Setelah berhari-hari menyetir, di Margaret River, kota kecil tepi laut di Australia Barat mereka berhenti. Di tempat ini, ketiganya menetapkan awal sebuah hidup baru walau belum tahu apa yang akan dikerjakan. Adegan melompat maju ke tahun 1970-an. Dua bocah itu, Andy Kelly (Myles Pollard) dan Jimmy Kelly (Xavier Samuel), sekarang sudah besar. Di umur 20an tahun, keduanya punya passion yang sama, yakni mengendarai ombak di atas papan surfing. Dua belas tahun sudah Andy dan Jimmy mengasah kemampuan surfing di laut tak jauh dari rumah mereka.  Jimmy, si adik yang berjiwa bebas, jauh lebih lihai memainkan surfboard (papan surfing) dibanding Andy. Jimmy juga punya ide-ide baru yang brilian. Melihat kemampuan adiknya serta kemampuannya sendiri membuat surfboard, Andy memutuskan berhenti dari pekerjaannya di bidang perkayuan untuk sepenuhnya menggeluti dunia surfing.   Kakak beradik ini lantas membuka toko alat-alat surfing. Mereka membuat surfboard dengan desain baru. Wetsuit pun didesain ulang, dijahit sendiri oleh ibu mereka. Dan benar saja, para surfer lokal menyukai produk keluaran dua bersaudara itu.   Kawan-kawan mereka pun turun tangan membantu mengembangkan usaha yang baru dirintis ini. JB (Sam Worthington) fotografer surfing yang hidup bohemian di atas van warna-warni menawarkan vanMajalah detik 12 - 18 agustus 2013


seni hiburan

FILM

nya untuk dijadikan alat angkut dan display. Secara berkala, dengan van penuh barang dagangan, mereka mendatangi komunitas-komunitas surfing di berbagai kota. Surfer asal Hawaii, Lani (Lesley-Ann Brandt), ikut jadi tenaga sales dengan ide-ide pemasaran yang cemerlang. Dagangan laris manis tak bersisa, tapi tetap belum bisa menutup utang sang ibu selama ini.   Diinspirasi kisah nyata pengusaha perlengkapan surfing legendaris Australia, Drift menyuguhkan kronik munculnya sebuah merek dan mendunianya gaya hidup santai para surfer. Bagaimana bisnis dan budaya surfing dimulai pada 1970-an di Australia, bank yang gagal melihat masa depan dunia surfing, dan kehidupan hippy yang bebas. Sebagai subplot, disisipkan cerita tentang pertemanan, kesetiaan, ketergantungan pada

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


seni hiburan

FILM

Drift adalah film Australia. Tapi menontonnya seperti menonton film serial televisi Amerika era 1980-an. Skenarionya familiar, kalau tidak bisa dibilang klise.

narkoba, dan retaknya sebuah hubungan.   Drift adalah film Australia. Tapi menontonnya seperti menonton film serial televisi Amerika era 1980an. Skenarionya familiar, kalau tidak bisa dibilang klise. Ide-ide yang sebenarnya kompleks dibuat jadi sederhana di skenario. Yang berhasil membuat Drift tidak tenggelam dalam kekliseannya adalah masuknya subplot Miller (dimainkan sangat baik oleh Steve Bastoni), kepala geng motor yang juga menjalankan bisnis narkoba. Tanpa Andy ketahui, toko mereka dijadikan alamat kirim paket heroin yang disembunyikan dalam surfboard pesanan Gus (Aaron Glenane), teman Jimmy.  Aktor-aktor di sini bermain prima, meski karakter yang dimainkan agak stereotipe. Selain Steve Bastoni, Sam Worthington juga memberi kualitas drama yang baik. Lesley-Ann Brandt sebagai Lanisi cewek Hawaii juga sama kerennya. Pengembangan karakter Myles Pollard dan Xavier Samuel justru yang paling minim,

Tap Galeri Image

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


seni hiburan

FILM

padahal mereka mendapat jatah banyak di layar.   Kredit patut diberikan pada sinematografer Geoffrey Hall yang memberikan gambar-gambar menakjubkan. Dia menggunakan rigs kamera ultraringan untuk menangkap aksi-aksi surfing yang cantik.   Sutradara Morgan O’Neill dan Ben Nott berhasil menggambarkan lanskap dan orang-orang dari masa 40 tahun lalu, ketika kota kecil dan sepi di pantai barat benua itu tiba-tiba jadi pusat perubahan dunia surfing. Film ini sebenarnya mudah terpeleset ke drama keluarga atau opera sabun, tapi dua sutradaranya, berhasil menjaga Drift tetap di jalurnya, walau gagal menonjolkan ambisi manusia-manusianya. ■

Majalah detikdetik 12 - 18 Majalah Majalah detik 24 22agustus -- 30 28 juni juLI 2013


senihiburan & hiburanFilmfilm seni pekan ini

Tap pada gambar untuk melihat lebih jelas

THE SMURFS 2 JENIS FILM PRODUSER Produksi SUTRADARA Durasi

: Komedy : Jordan Kerner : Columbia Pictures : Raja Gosnell : 104 menit

Kali ini para Smurfs kembali ke dunia manusia untuk menyelamatkan salah satu anggota keluarga mereka. Smurfette diculik oleh penyihir jahat Gargamel, karena dia adalah satu-satunya yang mengetahui bagaimana mengubah makhluk ciptaan Gargamel yang jahat menjadi makhluk biru seperti Smurf. Dengan bantuan teman-teman mereka, Patrick dan Grace Windslow, para Smurf ke Paris untuk menyelamatkan teman mereka.

Majalah detik 30 juli - 5 agustus 2012 Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


senihiburan & hiburanFilmfilm seni pekan ini

Tap pada gambar untuk melihat lebih jelas

LA TAHZAN JENIS FILM PRODUSER Produksi SUTRADARA Durasi

: Drama : Hb Naveen, Frederica : FALCON PICTURES : Danial Rifki : 100 menit

Viona (Atiqah Hasiholan) dan teman-temannya mendarat di bandara Kansai, Osaka, untuk program belajar sambil bekerja di Jepang. Viona bertemu Yamada (Joe Taslim), seorang fotografer freelance, yang ternyata mengerti bahasa Indonesia. Hal ini membuat Viona yang merasa asing di Jepang, seperti mendapat sahabat baru. Mereka pun menjadi akrab. Hingga Yamada, yang begitu langsung tanpa basa basi, berterus terang ingin melamarnya. Bahkan Yamada siap pindah agama.

Majalah detik 30 juli - 5 agustus 2012 Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


senihiburan & hiburanFilmfilm seni pekan ini

Tap pada gambar untuk melihat lebih jelas

GET M4RRIED JENIS FILM PRODUSER Produksi SUTRADARA

: Komedi : Chand Parwez Servia, Fiaz Servia : STARVISION : Monty Tiwa

Di saat merayakan ulang tahun anak-anak, Mae (Nirina Zubir) dan Rendy (Nino Fernandez) mendapat kabar mengagetkan. Sophie (Tatjana Saphira) mengumumkan kalau ia dan Kim Bum-park (Math Wang-kie), cowok Korea yang baru ia kenal 3 minggu saat liburan ke Korea, akan menikah. Mama Rendy (Ira Wibowo) yang dulu menikah pertama kali saat berusia 18 tahun dengan pangeran dari Malaysia menyambut gembira berita ini. Apalagi Kim ini anak dari pemilik perusahaan elektronik ngetop di Korea. Sementara Babe (Jaja Mihardja) dan Bu Mardi (Meriam Bellina) langsung menuduh Sophie pasti sudah hamil duluan. Majalah detik 30 juli - 5 agustus 2012 Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


seni hiburan

agustus 09

agenda

Ubud Village Jazz Festival 9-10 Agustus 2013 Arma Ubud, Bali

agustus 17

Electric Pet Shop Boys Live 17 Agustus 2013 JCC, Plenary Hall

Benjamin & Evamaria Fischer:

agustus 18

Musik klasik dan romantik untuk Oboe dan English Horn 18 Agustus 2013 pukul 19.00 WIB Goethehaus, Jl. Sam Ratulangi, Jakarta Gratis

Majalah detik 12 - 18 agustus 2013


Detik 089