Page 8

Harian Umum Menyajikan Berita Sepanas Kopi Anda di Pagi Hari

SELASA, 21 MEI 2013

FAKTA PURWAKARTA CERDAS LUGAS SELALU JADI REFERENSI

Korana Urang Purwakarta

PEMERINTAH GAGAL

Layanan Iklan

8

hubungi: Eden Kusnaedi 081287854444/ 085814666694 Hotline Pelanggan 0267 - 8490867

FAKTA KARAWANG

website: http://faktakarawang.com

MENJALANKAN TUGAS

PURWAKARTA - Sejumlah mahasiswa yang tergabug dalam Organisasi Mahasiswa Stempel Merah dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah pusat melakukan reformasi birokrasi. Dalam setiap orasinya, SM dan HMI Purwakarta menilai, pemerintah dinilai gagal serta tidak mampu menjalankan roda pemerintahan secara maksimal. Unjuk rasa tersebut digelar di perempatan Jalan Veteran Pur-

wakarta Senin, (20/5) Kemarin. Ketua SM Purwakarta, Ayi Muhammad Amin selaku koordinator aksi menjelaskan, kebijakan-kebijakan pemerintah dinilai karena adanya kepentingan semata yang berdampak pada meningkatnya beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami menuntut agar pemerintah melakukan reformasi birokrasi,” tandasnya saat ditanyai Fakta Karawang di tengah aksi unjuk rasa. Ayi juga menyebutkan, sebagai

presiden Susilo Bambang Yudhodyono tidak mampu menjadi pemimpin rakyat. Hal itu terbukti dengan adanya berbagai macam permasalahan yang tak kunjung bisa diselesaikan. “Selain itu, presiden tak mampu mensejahterakan rakyat. Tentu, dengan waktu yang cukup lama memimpin, seharusnya bisa membawa bangsa menjadi lebih baik. SBY mundur saja,” cetusnya. Kegiatan unjuk rasa yang dilakukan belasan mahasiswa tersebut, juga dalam rangka

memperingati hari kebangkitan nasional (Harkitnas). Yang menilai kondisi saat ini tengah mengalami kebangkrutan, sehingga pemerintah merencanakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), yang sampai saat ini masih terus diperbincangkan. “Ini juga sebagai peringatan hari kebangkitan nasional, pada saat ini sedang mengalami kebangkrutan nasional,” sambung pengurus HMI Purwakarta, Achmad Kafrawi. Achmad mengaku, pihaknya

GAGAL - HMI Menilai Gagal Roda Pemerintahan yang dijalankan Pemerintah.

tidak sepakat atas rencana kenaikan harga BBM yang telah digadang-gadang akan mengalami kenaikan. Karena dini-

lai akan berdampak pada kenaikan harga lainnya. “Akibatnya, masyarakat akan lebih menderita dan diya-

kini akan merasa kesusahan. Kenaikan BBM hanya akan membuat masyarakat lebih menderita,” pungkasnya.(dik)

Kepahlawanan Adalah Nilai Ikhlas

Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta

PURWAKARTA – Konsepsi kepahlawanan merupakan realisasi dari fungsi warga negara sebagai abdi negeri dan pemimpin yang melayani masyrakat. Kepahlawanan memang sering dikategorikan ke dalam jasa para pahlawan di era penjajahan kolonial. Namun, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi SH berinprovisasi berbeda. Ia katakan, kepahlawanan adalah nilai ikhlas para pejuang, atau siapapun dalam menjalankan tugas. Demikian dikatakan Dedi Mulyadi pada acara Peringatan Hari

Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2013 Kabupaten Purwakarta, Senin (20/5) di Aula Yudistira Setda Purwakarta. Menurut Dedi misalnya para pegawai, jangan sampai nilai ikhlas luntur karena diharuskan mengikuti ritualitas upacara-upacara dan apel yang panas. “Pegawai jangan sampai lupa menjalankan tugas pokok khususnya dalam memberikan palayanan pada masyarakat, “ kata Dedi Mulyadi kepada Fakta Karawang. Untuk itu, dia mengajak merubah paradigma berpikir

masyarakat agar tidak terjebak pada hal-hal yang bersifat rutinitas semata namun masuk pada esensinya. Yakni bagaimana dengan digelarnya Harkitnas ini masyarakat yang hadir lebih kreatif. “Termasuk di Harkitnas ini, harus lebih dimaknaibukan sekadar berpanas-panasan” jelas bupati. Terkait makna kepahlawanan, Dedi sampaikan banyak rakyat yang sakit disebabkan atas infrastuktur yang kurang baik ditambah diharuskannya membayar biaya rumah sakit. Dalam hal ini tegas

dia, negara wajib hadir menjadi pahlawan untuk menyelesaikan hal tersebut. “Kepahlawanan selalu disangkutpautkan masa peperangan masih terjadi, padahal kepahlawanan saat ini memiliki konteks yang berbeda,” tandasnya. Dedi ungkapkan, bahwa Purwakarta sendiri memiliki obsesi menjadi mini Indonesia dan menjadi contoh kabupaten bagi Indonesia. “Untuk mencapai itu semua, negara mewakili Tuhan dalam mewujudkan `Asmaul Husna, ” pungkasnya.(dik)

PASANG

IKLAN PROPERTI OTOMOTIF ANEKA KEBUTUHAN

Harian Umum

hanya di

FAKTA KARAWANG FOTO S U N O B I Cerdas I Lugas I Selalu Jadi Referensi I

min pasang 3 baris

Layouter : Yogie Ibrahim Rahmat ( begy )

Redaktur : Cecep S

Binder21mei  

Fakta Karawang

Binder21mei  

Fakta Karawang

Advertisement