Issuu on Google+

CMYK

CMYK

SENIN 9 DESEMBER 2013

Sukses Gelar Festival Keraton Jakarta - Meski diguyur hujan di penghujung pawai, Jokowi mengaku puas dengan pelaksanaan acara Pagelaran Agung Keraton yang diselenggarakan hari ini. Ia senang karena berhasil menghadirkan atmosfir ‘kerajaan dan budaya’ di Jakarta. ”Ada sebuah atmosfer yang lain hari ini di Jakarta karena pakaian dari sabang sampai merauke plus 11 negara dimunculkan,” ujar Jokowi usai pawai kirab budaya di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (8/12). Ia mengatakan jika rangkaian acara festival keraton ini memang bertujuan memberikan hiburan yang berbeda pada masyarakat. Berbagai golongan pun berhasil dikumpulkannya menikmati acara ini terutama saat pawai kirab tadi. ”Ini menandakan sebuah kebudayaan dalam sebuah kota. Setiap hari bukan urusan mall politik ekonomi. Tetapi urusan seperti bersifat kebudayaan yang mesti terus diangkat. Masyarakat sangat merindukan nuansa seperti ini,” lanjutnya. Ia menyadari jika pelaksanaan perdana ki-

PENARI. Festival Keraton yang digelar oleh Pemprov DKI ditutup dengan kirab budaya yang diikuti oleh sejumlah peserta.

ke hal 3

foto: jpnn

Sidang Gugatan Pilkada di MK Berlanjut

Rohmad – KPU Adu Saksi Kekalahan Kebaikan oleh Fitnah SAYA punya kebiasaan yang mungkin bisa membahayakan diri saya sendiri: selalu meneruskan (forward) SMS, BBM, atau e-mail kepada direksi BUMN yang terkait. SMS, BBM, atau e-mail itu datang dari berbagai kalangan, perorangan atau lembaga. Tentu banyak sekali SMS, BBM, atau e-mail yang saya te rima setiap hari. Ada yang menghujat, ada yang memuji, ada juga yang memberi saran. Misalnya, saya baru saja mengemukakan sebuah ide. Tidak lama kemudian, masuklah berbagai tanggapan, masukan, dan kritik. Ide membeli peternakan di Australia, misalnya, termasuk yang banyak mendapat tanggapan. Bahkan, banyak juga e-mail yang menawarkan kerja sama. E-mail seperti itu langsung saya forward ke direksi yang terkait. ke hal 3

Tya Ariestya Berharap Nikah di 2014 TAHUN 2014 yang sebentar lagi menjelang membuat harapan baru bagi Presenter Tya Ariestya. Ia mengaku siap menikah tahun depan setelah cita-citanya untuk menikah tahun ini belum kesampaian. ke hal 3

MUNGKID - Sidang ketiga perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Magelang 2013 sesuai jadwal akan dilangsungkan oleh Mahkamah Konstitusi, Senin (9/12) (hari ini). Berdasarkan jadwal yang dicantumkan, sidang akan dilaksanakan pukul 11.00 WIB dengan agenda pemeriksaan saksi dari termohon, mendengarkan jawaban keterangan pihak terkait dan pem-

Ketua Majelis Hakim Arief Hidayat serta hakim anggota Harjono, Ahmad Fadlil Sumadi dan Anwar Usman tersebut, pihak terkait (paslon Zaenal ArifinHM Zaenal Arifin) juga diketahui akan menghadirkan saksi sebanyak 20 orang. “Untuk saksi dari KPU, kami akan menghadirkan 10 orang yang merupakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS),” katanya. ke hal 3

LP Penuh, Napi Teroris Dimasukan Stok Elpiji 3 Kg Kosong foto: chandra yoga kusuma/magelang ekspres

LANGKA. Tabung gas elpiji 3 Kg kosong berjajar di pangkalan Kota Magelang, tabung mengalami kenaikan permintaan di akhir tahun.

foto: jpnn

SYUKURAN. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menggelar syukuran atas diraihnya 4 Piala Citra dalam Film Sang Kyai.

PKB Syukuran Film Sang Kyai JAKARTA - Film Sang Kyai yang mengangkat sosok pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari berhasil menyabet empat Piala Citra pada ajang Festival Film Indonesia

(FFI) 2013. Torehan yang dicapai film besutan Rako Prijanto itu pun membuat bangga keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). ke hal 3

Dipindah dari LP Akibat Tingginya Cipinang Jakarta Permintaan MAGELANG – Meski sudah dinyatakan over kapasitas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Magelang kembali kedatangan warga binaan baru, Sabtu (7/12). Lagi-lagi, masih menjadi favorit, Lapas yang berada di Kelurahan Cacaban, Magelang Tengah itu mendapat empat tamu narapidana pelaku terorisme di Aceh beberapa tahun lalu. ke hal 3

MAGELANG - Banyaknya permintaan tabung gas elpiji 3 kg di akhir tahun membuat keberadaannya kini langka di pasaran. Dari penelusuran Magelang Ekspres di sejumlah agen, terungkap bahwa tabung 3 kg sulit didapat. Seperti penuturan Winoto, pengelola agen gas elpiji Fatima di Jl Urip Sumoharjo kepada Magelang Ekspres, Minggu(8/12).

Menuriut dia, kelangkaan tersebut merupakan ritme tiap tahunnya, dimana saat itu dan menjelang Lebaran terjadi peningkatan permintaan gas elpiji 3 kg. “Saat ini terjadi peningkatan permintaan sebesar 10%, mungkin hal itu yang menjadi keberadaan tabung gas elpiji 3 Kg sementara langka di pasaran. Walaupun pihak Pertamina sudah melakukan penambahan 3000 tabung untuk mengatasi kelangkaan musiman ini,” ucap Winoto ke hal 3

Museum Vredeburg Dekatkan Diri ke Masyarakat

Gelar Pameran Benda Besejarah di Artos Mall Untuk kali pertama Museum Benteng Vredeburg Jogjakarta menyambangi wilayah Jawa Tengah untuk memamerkan beragam koleksinya. Hal itu dilakukan dalam sebuah pameran koleksinya di Artos Mall Magelang yang resmi dibuka, Sabtu (7/12) dan akan berlangsung sampai 10 Desember. Sejumlah koleksi museum bisa dilihat langsung oleh masyarakat.

TIDAK kurang dari 60 koleksi bertema kepahlawanan di display di mal pertama dan terbesar di eks-Karesidenan Kedu ini. Koleksi yang ditampilkan hanya ber kisar 10 persen dari total koleksi

yang dimiliki sebanyak 6.700-an koleksi. “Dengan pameran di mall ini, kita ingin lebih dekat dengan masyarakat. Kita ingin lebih dike hal 3

SUDAH BERSIH DICORET LAGI Sing nyoret iku karepe opo toh, kok senenge ngotori kota

NUR IMRON , Magelang

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

CMYK

buktian (III). “Ada 10 saksi yang akan kami hadirkan,” kata Divisi Hukum dan Pencalonan KPU Kabupaten Magelang, Reni Pujiastuti. KPU Kabupaten Magelang sendiri, dalam hal ini sebagai pihak termohon dengan diwakili kuasa hukum, yang terdiri M. Fajar Subhi A.K, Arif Seno Tri Baskoro, Kristanti Yuni Purnawanti dan Tommy Untung Setyawan. Reni mengatakan, dalam sidang yang akan dipimpin oleh

LP TERORIS DIKIRIM KE MAGELANG

foto: nur imron rosadi/magelang ekspres

PAMERAN. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Magelang Dian Setia Dharma menggunting pita, menandai pameran Musium Benteng Vredeburg di Artos Mall dibuka, Sabtu (7/12).

Moga-moga iso tobat ora dadi teroris meneh.

E-mail: magelangekspres@yahoo.co.id, iklanmglekspres@gmail.com

CMYK


CMYK

CMYK

MAGELANG EKSPRES

SENIN 9 DESEMBER 2013

4

foto: nur imron rosadi/magelang ekspres

PADAT. Ratusan peserta lomba mancing memperebutkan ikan lele terberat di Kali Manggis, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Minggu (8/12).

BICARA. General Manajer (GM) Magelang Ekspres Suyuti A Ghofir saat memberikan sambutan pada acara lomba mancing.

Lomba Mancing ME BERJALAN SUKSES

MAGELANG – Lomba mancing dalam rangka menggalang kebersamaan para pemancing di bantaran Kali Manggis, Kedungsari Magelang Utara, Kota Magelang, kemarin (8/12), berlangsung sukses. Kegiatan yang digelar Harian Magelang Ekspres ini diikuti sekitar delapan ratus orang peserta se wilayah Eks Karesidenan Kedu dan sekitar ini. Event akbar tersebut merupakan kegiatan mancing kedua kalinya setelah yang pertama diselenggarakan di TemangLEPAS. Kapolsek Magelang Utara Kompol Dyah gung beberapa waktu lalu. Wuryaning Hapsari didampingi GM ME Suyuti A Para pemancing yang mengikuti lomGhofir dan Camat Magelang Utara Indah Dwiantari ba ini bukan hanya terdiri dari persesaat melepas ikan lele.

IKUT SERTA. Lurah Kedungsari Samsul Hermansyah sumringah usai melepas ikan lele.

orangan saja, melainkan beberapa komunitas pancing ikut serta dalam kegiatan ini. Acara dibuka Kapolsek Magelang Utara Kompol Dyah Wuryaning Hapsari SH, didampingi Lurah Kedungsari Samsul Hermansyah, ditandai dengan cara menebarkan ikan secara simbolis ke sungai. Turut hadir dalam kesempatan Camat Magelang Utara, Indah Dwiantariyang juga menyaksikan. Meski acara berlangsung cukup lama dan melelahkan selama 4 jam, namun tak menyurutkan semangat peserta untuk tetap berlomba mendapatkan hasil pancingan.

TIMBANG. Panitia lomba mancing saat menimbang hasil ikan yang berhasil dipancing peserta lomba.

Agus Raharjo selaku panita event mengatakan, acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan solidaritas pemancing serta menjaga kelestarian lingkungan khusunya di lokasi sungai Kali Manggis. “Tujuan di selenggarakan kegiatan ini yaitu sesuai tema untuk menggalang kebersamaan para pemancing. Ini juga sekaligus untuk melestarikan sungai agar dapat tetap terjaga dengan baik,” katanya. Antusias yang sangat tinggi dari para pemancing membuat, pihaknya selaku panitia, berharap kedepan event seperti ini bisa di adakan lagi tapi di berbeda lokasi.

“Saya juga berharap kedepannya agar kegiatan seperti ini bisa di adakan lagi tapi lokasinya berbeda, agar membuat para angler bisa tersalurkan hobi sekaligus mengasah terus bakat dalam memancing,” terangnya. Tak lupa, pihak penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada para sponsor yang turut mensukseskan kegiatan. Karena menurutnya, acara ini tak akan sukses tanpa peran serta serta dan kerjasama yang baik dengan pihak sponsor. Ia berharap semoga kerja sama ini bisa terjalin lagi dalam kegiatan lomba mancing berikutnya. (imr)

JEMPOL. Pihak panitia bersama pihak kepolisian dan peserta berpose bersama setelah penyerahan hadiah utama di panggung kehormatan. Lomba mancing ini merupakan yang kedua kalinya setelah di Temanggung.

Jarot dan Joni Raih Hadiah Motor

SEPEDA. Peserta lomba mancing yang mendapatkan sepeda gunung berpose bersama panitia.

TIGA. Panitia menyerahkan tiga DVD kepada tiga orang peserta yang meraih DVD.

HADIAH UTAMA. Perwakilan dari Polsek Magelang menyerahkan kunci motor kepada pemenang.

TUNJUK. Peserta pemenang yang mendapatkan hand phone tengah menunjukan hadiahnya di panggung.

DOOR PRIZE. Salah seorang peserta lomba mancing PESERTA. Tiga televisi diserahkan kepada tiga peserta yang saat mendapatkan hadiah door prize berupa dispenser. berhak mendapatkan hadiah tersebut.

CMYK

MAGELANG - Jarot (33), merupakan salah satu peserta yang beruntung memenangkan hadiah utama sepeda motor Suzuki Lets dalam lomba mancing yang digelar Harian Magelang Ekspres, di bantaran sungai Kali Manggis Kedung Sari, kemarin (8/12). Warga Ngaglik Kecamatan Jurangombo Magelang itu berhasil mengangkat ikan lele terberat diantara ratusan peserta lainnya dengan bobot 4,90 kilogram. Ia juga sekaligus dikukuhkan sebagai pemenang pertama dan berhak membawa pulang motor. Saat dijumpai usai penyerahan hadiah simbolis, ia mengaku tidak menyangka atau mendapatkan firasat, bahkan sama sekali tidak berharap memenangkan hadiah. Partisipasinya dalam lomba hanya sekedar menyalurkan hobi memancingnya yang memang sudah menjadi kegatan rutin dilakukan setiap hari libur di akhir pekan. “Saya ikut lomba hanya sekedar meramaikan saja. Setiap hari Minggu memang saya mancing, dan kebetulan hari ini (kemarin, red) ada lomba. Jadi saya ikut saja,” katanya. Menurutnya, untuk dapat memenangkan lomba memancing, bukan hanya skill memancing saja yang perlu diasah, tetapi um pan juga harus bagus. Berdasarkan pengalamannya memancing, pria yang tengah berbahagia ini memiliki teknik dan cara membuat umpan jitu. Selain Jarot, ada satu orang peserta lagi yang juga memenang-

kan hadiah sepeda motor dalam lomba yang bertemakan “Menggalang Kebersamaan Para Pemancing” se-Eks Karesidenan kedu dan sekitar ini. Dialah Joni (30). Warga Desa Santan Kelurahan Mertoyudan Magelang ini pun tidak menyangka sebelumnya menjadi pemenang dan meraih motor. Pria periang ini berhasil memperoleh ikan lele tangkapannya seberat 3,45 kilogram. Dengan penangkapan seberat itu, ia berhasil keluar sebagai pemenang kedua. “Saya iseng saja diajak temanteman lain yang ikut lomba. Bukan hadiah besar yang saya harapkan, tapi kebersamaan di keramaian yang saya cari,” akunya. Ditempat sama, Ketua Panitia Lomba Mancing, Agus Raharjo, mengatakan,lomba mancing dilaksanakan sebagai bentuk perhatian terhadap lingkungan dan masyarakat untuk memberikan hiburan segar khususnya bagi para pemancing mania. Kegiatan ini tidak hanya berlangsung untuk sekali ini saja, akan tetapi akan terus dilanjutkan dimasa yang akan datang. “Kali ini kami menebar ikan sebanyak ribuan dan beratnya hampir mencapai 1 ton. Kedepan kami akan buat lebih banyak lagi dengan hadiah yang juga lebih menarik,” katanya. Ia menyebutkan, lomba yang digelar kedua setelah yang pertama di Temanggung beberapa waktu lalu ini, pihaknya menye-

TUNJUK. Jarot menunjukkan ikan lele hasil pancingannya.

diakan berbagai macam hadiah. Diantaranya 2 unit sepeda motor Suzuki Lets, 3 unit sepeda gunung, 3 unit televisi, 3 unit windowsphone, dan 3 kompor gas untuk peserta dengan kategori perolehan bobot ikan terberat. Lalu 3 unit DVD player untuk kategori pemenang yang mendapatkan ikan berpita, serta 3 dispenser untuk pemenag hiburan doorprize. “Peserta kali ini jumlahnya cukup banyak mencapai 800 rang dari berbagai wilayah di Kedu. Mereka antusias selain hadiah besar, ikan yang didapat juga bisa dibawa pulang,” terangnya. (imr)

CMYK


CMYK

CMYK

SENIN 9 DESEMBER 2013

WONOSOBO- Terjadi kebakaran hebat di kantin Srikandi, yang terletak di bagian tengah gedung RSUD Setjonegoro Wonosobo, disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik. Karyawati yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pemadaman dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Pada saat yang sama api sudah meluas ke bangunan lain, sebab bangunan tersebut berisi bahan-

bahan yang mudah meledak dan terbakar. Diperkirakan ada pasien yang terperangkap di lantai dua bangunan tersebut. Tim SAR segera dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan evakuasi. Dibantu 1 unit mobil pemadam kebakaran serta perlengkapan personel yang lengkap, SAR segera melakukan langkah pemadaman dan evakuasi. ke hal 15

Peserta WMB Membludak WONOSOBO- Antusiasme peserta Wonosobo Mencari Bakat (WMB) cukup ting gi, hingga audisi harus dilaksanakan dalam dua sesi mengingat banyaknya jumlah peserta. Gus Blero, Ketua penyelenggara event tersebut saat ditemui Wonosobo Ekspres di gedung Korpri Wonosobo (8/13) men jelaskan, dalam audisi yang digelar selama dua hari (8-9/12) tersebut, para peserta audisi menyuguhkan berbagai keahlian yang dimiliki seperti menyanyi, menari, puisi, sulap, pantomim dan lain sebagainya. Penampilan para peserta cukup menarik masyarakat yang menyaksikan. Mereka mengenakan berbagai macam kostum yang cukup menarik ehingga suasana audisi cukup meriah. ke hal 15

SIMULASI Damkar dan tim SAR dibantu karyawan dan karyawati RSUD melakukan evakuasi dalam simulasi penanganan kebakaran yang dihelat di halaman RSUD, Minggu(8/12). foto : susy/wonosobo ekspres

Foto: agus supriyadi/ wonosobo ekspres

ACTION. Peserta Wonosobo Mencari Bakat sedang menunjukkan keahliaanya di hadapan para dewan juri.

Target 75 % Cukup Berat

JALAN RUSAK

Pada Pemilu 2014

Foto: jamil/wonosobo ekspres

BERLUBANG. Jalan berlubang di tanjakan Mangli pada malam hari tak terlihat sehingga pengguna jalan.

WONOSOBO- Ketua KPU Wonosobo drs H Ngarifin Shiddiq MPd mengakui, target 75 % partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 mendatang cukup berat untuk dicapai. Berkaca pada pemilihan umum tahun 2009, angka partisipasi pemilih di Kabupaten Wonosobo hanya berada di kisaran 72 %, dan menurun pada pemilihan Gubernur Jateng belum lama ini, yang hanya ada pada angka 65 %. “Untuk mencapai target tersebut cukup berat, KPU Wonosobo mengaku perlu bekerja lebih keras. Salah satu upaya yang dilakukan, dengan menggandeng mitra yang dinilai strategis untuk mengampanyekan pentingnya menggunakan hak suara pada Pemilu 2014,” ungkapnya kemarin (7/12) di

Foto: agus supriyadi/magelang ekspres

KESEPAHAMAN. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) KPU Wonosobo dengan Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Wonosobo.

Lubang Jalan Ancam Pengendara

Hotel Surya Asia, KPU Wonosobo usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Wonosobo. Menurutnya, salah satu upaya KPU untuk meningkatkan jumlah pemilih adalah dengan menggandeng mitra untuk bersama-sama bergerak menyosialisasikan pentingnya peningkatan peran serta masyarakat dalam Pemilu 2014. Dalam butir-butir kesepahaman yang ditandatangani di depan Sekretaris Daerah (Sekda), dicantumkan langkah-langkah strategis yang harus dilakukan di masing-masing instansi. ke hal 15

Warga Binaan Dilatih Menjahit dan Membuat

WONOSOBO-Pengguna jalan yang hendak menuju Kota Wonosobo mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang di jembatan serta tanjakan mangli atau lebih tepatnya setelah tanjakan sebelum pemandian Mangli. Kondisi jalan yang berlubang tergenangi air dirasa menggangu kenyamanan pengemudi kendaraan roda dua dan roda empat. “Kalau lewat jalan ini pada siang hari masih lumayan, karena lubang-lubang dan gelombang di sepanjang jalan ini masih terlihat. Namun, kalau malam hari lubang yang lebar dan dalam tersebut tidak terlihat, sehingga pengemudi kendaraan terutama yang mengendarai sepeda motor sering terjeramke hal 15

GEMAR BACA foto : jamil/wonosobo ekspres

OLAH SAMPAH. Siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Wonosobo sedang mengolah sampah untuk dijadikan hiasan, Jumat (6/12).

WONOSOBO- Sebanyak 70 warga binaan rumah tahanan ( Rutan) kelas II B Wonosobo akan dilatih menjahit dan membuat kerajinan. Pelatihan tersebut diharapkan bisa bermanfaat setelah mereka bebas nanti. Usai membuka acara pelatihan kemarin ( 8/12) di rutan wonosobo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo Agus Purnomo mengatakan pelatihan yang akan digelar selama 20 hari tersebut terselenggara atas kerjasama pihaknya dengan panitia hari Ibu tahun 2013 “Pelatihan tersebut menjadi kelanjutan dari program pelatihan mengemudi bagi 30 warga binaan dan eks warga binaan, yang telah terselenggara beberapa waktu lalu,” katanya. Diharapkan, dengan berlatih men-

jahit dan membuat kerajinan, para warga binaan akan mampu menggali potensi diri, serta menumbuhkan kembali rasa percaya diri agar kelak menjalankan fungsi-fungsi sosial mereka ketika kembali ke masyarakat. Agus berharap pihak DPRD, turut membantu upaya peningkatan pagu anggaran bagi pelatihan warga binaan di masa mendatang, agar semakin banyak warga binaan yang beroleh keterampilan dan bekal menjalani kehidupan pascahukuman. Lebih jauh, Agus menambahkan menjadi penghuni rumah tahanan dan menyandang status sebagai warga binaan tentulah bukan hal yang mudah untuk dijalani. Terlebih ketika membayangkan apa yang hendak dike hal 15

Juara II Sekolah Terbersih Tingkat Jateng foto : agus supriyadi/wonosobo ekspres

ROAD SHOW. Anggota Komisi VI DPR RI, Abdul Kadir Karding saat menjadi pembicara dalam dialog Gemar Membaca Sabtu, (7/12).

Ubah Budaya Nonton Jadi Budaya Baca WONOSOBO- Masyarakat lebih suka nonton acara infotainment, drama Korea, film dan musik di televisi dibandingkan membaca buku. Hal tersebut menjadikan IPM Indonesia rendah dengan menduduki peringkat 127 dunia. ke hal 15

WONOSOBO – Jangan pernah menganggap remeh sampah, karena sampah itu bisa diambil hikmah untuk menjadi media kepedulian atau proses pembelajaran siswa. Seperti halnya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Wonosobo yang ber hasil mengajarkan kepada siswa-siswinya untuk memilahmilah, mengumpulkan dan mengolah sampah untuk dijadikan hiasan serta berbagai permainan. Berkat metode tersebut akhirnya mengantarkan SDN I

Jadikan Sampah Sebagai Inspirasi Siswa

ke hal 15 Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632

CMYK

CMYK


CMYK

CMYK

SENIN 9 DESEMBER 2013

Perbatasan Purworejo-Kulonprogo Bergejolak PURWOREJO - Menindak lanjuti polemik perbatasan antara wilalayah Kabupaten Kulonprogo Jogyakarta dengan Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, jajaran pemerintah kabupaten (pemkab) dari dua daerah mengadakan pertemuan di Peringgitan Pendapa Kabupaten Purworejo, Sabtu (7/12). Bupati Kulonprogo, dr Hasto Wardoyo SPOG (K) dalam paparannya mengatakan gejolak yang muncul di wilayah perbatasan itu dikarenakan adanya keberatan warga di Desa Jogoboyo, Kecamatan Purwodadi,

Purworejo. Karena jalan di kawasan itu dilalui kendaraan proyek di tambak udang di Dusun Pasir Mendit dan Dusun Pasir Kadilanggu Desa Jangkaran, Kecamatan Temon Kulonprogo. Sebagai tetangga dekat yang telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU kerjasama dalam berbagai hal, Bupati Hasto meminta agar permasalahan ini bisa diselesaikan bersama sehingga tidak merugikan kedua belah pihak. Ditambahkan Hasto, pemerintahannya mendukung penyelesaian

PENILAIAN

perbatasan itu hingga tuntas. Ia menganalisis jika inti persoalan itu bisa diselesaikan dengan cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa-desa perbatasan. Masyarakat dua desa itu memiliki sejarah yang sama, bahkan jika ditelusuri banyak yang berstatus saudara. “Warga Jogoboyo dan Jangkaran bisa bersinergi, misalnya bersamasama membudidayakan lahan pasir untuk tambak. Pemerintah siap memfasilitasi, seperti mencari pihak ketiga untuk memberikan bantuan,” tuturnya.

Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg sepakat dengan Bupati Hasto dan meminta masyarakat Jogoboyo untuk menciptakan iklim bermasyarakat yang sejuk dan meningkatkan kerjasama antardesa. ”Sebetulnya hubungan antarmasyarakat terjalin baik, jadi jangan karena masalah kecil, suasana jadi terganggu. Purworejo dan Kulonprogo punya banyak kesamaan, itu menjadi modal dasar untuk guyub rukun,” ujar Mahsun Zain. Menilik kebelakang kasus tersebut, polemik itu muncul karena

warga Desa Jogoboyo, Purwodadi dinilai secara sepihak menutup akses jalan desa menuju Dusun Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu Jangkaran Temon Kulonprogo. Akses jalan itu selama ini digunakan warga kedua pedukuhan itu untuk memasuki areal tambak yang lebih dekat ke wilayah Purworejo. Kades Jogoboyo, R Suyoto, yang juga hadir dalam silaturahmi itu menyatakan tidak ada upaya dari pihak desa untuk menutup akses jalan tujuan untuk menjaga ruas yang baru selesai diaspal untuk menghindari kerusakan

selama masa perawatan. Pihak desa juga telah sudah menyediakan akses lain sebagai alternatif bagi pengguna truk bermuatan barang. Menilik dari hasil pertemuan itu, R Suyoto mengaku optimis masalah perbatasan bisa diselesaikan dengan baik dan tidak sampai menimbulkan konflik horizontal. “Kami akan lihat dan selalu meminta warga menahan diri. Tapi juga berharap masyarakat Jangkaran bisa memahami bahwa yang kami lakukan itu ditujukan untuk kepentingan bersama,” ujar Suyoto. (cr2)

Satpol PP Siapkan Penghormatan Khusus Untuk Pejabat atau Pensiunan Pejabat yang Meninggal

foto : aris himawan/harian purworejo

RUMAH SAKIT . Tim dari Kemenkes RI melalukan penilaian ke RSUD Saras Husada.

RSUD Saras Husada Bakal Jadi RS Pendidikan PURWOREJO- Tim Visitasi Pendidikan dari Kemenkes RI melakukan penilaian ke RSUD Saras Husada Purworejo untuk dijadikan tempat rumah sakit pendidikan. Tim visitasi itu dipimpin dr Yudha Putra Tristanto MKes. Penilaian dilakukan di aula rumah sakit setempat, akhir pekan kemarin. Direktur RSUD Saras Husada drg Gustanul Arifikin MKes mengatakan, untuk menjadikan rumah sakit pendidikan, rumah sakit harus menjalin kerjasa dengan perguruan tinggi, utama yang ada fakultas kedokteran. “Dalam satu dasawarsa terakhir rumah sakit ini telah menjalin kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) serta beberapa perguruan tinggi pendidikan di wilayah Jateng dan DIJ,” kata Gustanul. Gustanul menjelaskan, dalam kerjasama tersebut RSUD digunakan sebagai tempat magang bagi para mahasiswanya, baik itu dokter muda, bidan, maupun perawat. Hal itu membuat sebagian besar tenaga dokter juga bertindak sebagai dosen yang dikoordinasi melalui Badan Koordinasi Pendidikan. (him)

KESEHATAN Kasus Malaria Tiga Kecamatan Tinggi PURWOREJO—Kasus penyakit malaria kembali merebak di Purworejo. Sedikitnya 11 desa yang tersebar di 3 kecamatan kasusnya cukup tinggi. Penyebaran penyakit malaria akan semakin meluas siring dengan musim penghujan tahun ini yang turut membantu pertumbuhan nyamuk sebagai salah satu media penularan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dr Kuswantoro MKes melalui Kasi Penanggulangan Penyakit Triyo Darmaji mengatakan, kesebelas desa yang kasus penyebaran penyakit malaria cukup tinggi berada di Desa Hargorojo (59 kasus), Somorejo (35), Semagung (20), Semono (23), Sokoagung (17) dan Tlogokotes (11) di Kecamatan Bagelen. Di Kecamatan Kaligesing, di antaranya di Desa Jelok (60), Kedunggubah (26), Kaliharjo (30) dan Jatirejo (66). Sementara di Kecamatan Banyuasin hanya satu desa yakni di Desa Tepansari yang jumlah kasusnya mencapai 26 kasus. “Dari sebelas desa itu semuanya sudah ditangani. Namun demikian kita meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya. (him)

DISDUKCAPIL Perekaman E-KTP di Sekolah Tuntas PURWOREJO - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purworejo berhasil menyelesaikan rekam e-KTP di seluruh SMA/SMK Negeri se- kabupaten setempat. Kepala Disdukcapil Purworejo, Sukmo Widi Harwanto mengatakan tercatat ada 3.641 siswa-siswi dari 19 SMA/SMK Negeri yang ada di Purworejo berhasil dilakukan rekam data e-KTP oleh Disdukcapil. Sukmo menambahkan, perekaman data ini merupakan tindak lanjut dari Kemendagri untuk melakukan perekaman pada Oktober hingga November. Sebanyak 11 SMA dan 8 SMK negeri didatangi petugas Disdukcapil. Setiap sekolah yang mendapatkan kesempatan selama satu hari menjalani perekaman data e-KTP untuk siswa kelas X dan XI. "Setiap hari, mulai pukul 09.00-16.00 WIB petugas kami merekam data siswa di sekolah. Rata-rata perhari kami bisa merekam 200300 siswa," kata Sukmo, kemarin. (cr2)

PURWOREJO—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purworejo yang telah dinaikkan eselonnya terus berbenah. Guna meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, akhir pekan lalu Satpol menggelar latihan dasar kesamaptaan di Pantai Glagah, Kabupaten Kulonprogo, DIJ. Kasatpol PP Tri Joko Pranoto melalui Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur Tomy Yonata mengatakan dalam kegiatan kesemapataan itu, personelnya diberikan pembinaan fisik dan jasmani. “Lima puluh personel kami libatkan dalam latihan tersebut. Mengapa dipilih di Panta Glagah, sekaligus untuk menimba ilmu dari Satpol PP Kulonprogo,” kata Tomy Yonata, kemarin. Dikatakan Tomy, satu hal yang menarik dalam latihan dasar itu adalah latihan upacara penghormatan saat ada pejabat atau pensiunan pejabat meninggal dunia. “Latihan itu meliputi pelatihan pedang pora persemayaman, pemberangkatan dan pemakaman jenazah,” imbuh Tomy. Menurut Tomy, munculnya ide untuk menghormati para pejabat atau pensiunan pejabat itu muncul dari Kasatpol PP saat Kepala Disdukcapil Purworejo Didit Samodra meninggal dunia. “Sudah seharusnya, pejabat atau pensiunan pejabat itu diberikan kehormatan khusus,” ujar Tomy. Nantinya dalam setiap upacara penghormatan, akan dibacakan

foto : aris himawan/harian purworejo

SENAM. Peserta latihan pendidikan dasar Satpol PP Kabupaten Purworejo melakukan senam di lokasi latihan di Pantai Glagah, Kulonprogo.

sedikit riwayat singkat sang pejabat. “Melalui kegiatan itu diharapkan akan meningkatkan mo-

tivasi kerja aparatur PNS di Kabupaten Purworejo,” imbuhnya. Rencananya, upacara penghor-

Kontes Hijet Meriahkan HUT Brimob KUTOARJO- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Brimob ke-68, Satuan Brimob Polda Jawa Tengah Datasemen C Pelopor Subden 4 Kutoarjo bekerjasama dengan Purworejo Hijet Community (PHC) menggelar Kontes Otomotif Daihatsu Hijet 1000 Nasional tahun 2013, Minggu (8/12) di Mako Satuan Brimob Polda Jawa Tengah Detasemen C Pelopor Subden 4 Kutoarjo. Kepala Satuan Brimob Polda Jawa Tengah Datasemen C Pelopor Subden 4 kutoarjo, AKP M Taufik Irawan mengatakan, kontes Hijet digelar dalam rangkaian kegiatan HUT Brimob

diKutoarjo, dengan dilakukannya ajang kontes Hijet 1000 tersebut, bisa menjadi sarana sosialisasi pelopor tertib lalu lintas. “Dengan adanya kontes Hijet ini, yang kita melihat semakin bagus dan banyak penggemarnya, bisa menjadi salah satu perekat persaudaraan Hijeters Indonesia, dimana ajang kontes ini juga sebagai pemersatu kebangsaan yang tidak membedakan agama, politik dan lainya, intinya kita menjalin persaudaraan,” jelasnya. Brimob Kutoarjo sendiri dalam memeriahkan HUT Brimob yang ke 68, juga telah me-

lakukan serangkaian kegiatan, di antaranya lomba- lomba diinternal brimob, pagelaran kesenian budaya daerah, yaitu wayang kulit semalam suntuk serta penampilan kesenian daerah asli Purworejo, yaitu Ndolalak dan Kuda lumping. Ketua Panitia Kegiatan Jack (48) mengatakan, event otomotif Daihatsu Hijet 1000 digelar di berbagai komunitas yang ada di wilayah Jawa, “Kontes Hijet 1000 diikuti dari berbagai kota seperti Kudus, Karang Anyar, Blitar, Magelang, Cirebon, Bandung dan Salatiga,” Ucap Jack saat ditemui disela kontes.

matan ini akan dibuatkan landasan hukum pelaksanaan dengan Peraturan Bupati (Perbub). Di

Kontes otomotif Daihatsu Hijte 1000 dilakukan dengan atas kategori penilaian, diantaranya Daihatsu Hijet Iriginal, Hijet 1000 termodifikasi, Hijet Pick up, kontingen (anggota) terbanyak dari Komunitas yang datang, dan Hijet 1000 tertua. “Ajang kontes ini hanya memperebutkan hadiah Tropi serta uang pembinaan dari Brimob dan PHC Purworejo,” jelasnya. Kontes Otomotif Daihatsu Hijet 1000 dilakukan juga dalam rangka memperkenalkan hasil modifikasi Hijeter Indonesia, meskipun dengan jenis kendaraan tua, namun masih tidak ketinggalan dengan kendaraan lainya.

tahun anggaran 2014, besar kemungkinan Perbub itu telah muncul dan dilaksanakan. (him)

“Intinya bisa mendongkrak harga mobil itu sendiri, jika sebelum adanya komunitas hijet harga berada dibawah 10 juta, setelah dimodifkasi dan masuk dalam komunitas, harga bisa diatas 10 juta,” ujarnya. Diakhir kegiatan Kontes otomotif Daihatsu Hijet 1000 tahun 2013 diperoleh pemenang diantaranya Juara modif yaitu HLC asal Karanganyar, Hijet 1000 Original dimenangkan HLC dari Karang anyar, Hijet tertua dimenangkan PHS asal Salatiga, Hijet super Pick Up dimenangkan oleh HIC dari Kuningan, dan peserta terbanyak dimenangkan dari Komunitas Hijet 1000 Bolo Sewu dari Magelang.(cr2)

Ketika Onthelis Perebutkan Uang Tiga Juta Rupiah

Adukan Kecepatan Berkelok-kelok Sepanjang 250 Meter Berupaya untuk lebih menarik minat masyarakat terhadap penggunaan sepeda onthel tua jenis unta, Event Organizer (EO) “Ibu” bekerjasama dengan Sumber Adventur Centre (SAC) Kutoarjo Purworejo mengadakan kegiatan perlombaan balap sepeda unta. Seperti apa? LUKMAN HAKIM, Purworejo MINGGU (8/12) di halaman parkir SAC Kutoarjo. Event ini merupakan kali kedua yang digelar olehnya, setelah beberapa saat yang lalu diselenggarakan event yang sama. Animo masyarakat untuk mengikuti lomba balap sepeda onthel ini cukup tinggi. Sedikitnya ada 60 peserta yang mendaftarkan diri untuk ikut memperebutkan total hadiah Rp3 juta rupiah tersebut. Mereka tidak hanya dari Purworejo saja, namun ada juga yang datang dari Kebumen. “Hingga saat pelaksanaan perlombaan hanya tinggal 36 orang yang ikut. Nggak tahu karena apa, banyak

foto : lukman hakim/harian purworejo

START. Para peserta bersiap-siap sebelum bendera start dikibarkan panitia, kemarin.

yang tiba-tiba mengundurkan diri,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Nur Hasyim. Pada lomba ini, para peserta dituntut untuk adu kecepatan pada track yang

berkelok-kelok sepanjang 250an meter sebanyak dua track sebanyak dua kali. “Layaknya perlombaan roadrace sepeda motor pada umumnya, lomba balap sepeda onthel ini juga dilengkapi dengan

umbrella girl, disepanjang track juga dikasih pengaman berupa ban mobil,” terang pria yang akrab disapa Inung ini. Diharapkan, melalui event ini masyarakat bisa lebih mencintai sepeda onthel sebagai alternatif transportasi sehari-hari. Kondisi jalanan yang penuh sesak dengan berbagai jenis kendaraan bermotor membuat suasana lingkungan makin hari makin panas. “Selain sebagai hiburan kepada masyarakat, kegiatan perlombaan road race sepeda onthel ini juga bagian dari kampanye kami agar masyarakat kembali menggunakan sepeda onthel untuk kegiatan sehari-hari. Selain menyehatkan dan hemat anggaran, juga dalam rangka menjaga lingkungan agar tidak terlalu cemar oleh polusi,” tandasnya. Salah seorang peserta Nugi Susilo (18) warga kelurahan Pangen Jurutengah Kecamatan Purworejo, mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. “Kebetulan saya memang mencintai sepeda onthel. Saya juga tergabung dalam salah satu paguyuban pecinta onthel di Purworejo. Jadi motivasi mengikuti kegiatan ini bukan hadiah, namun karena saya sangat mencintai sepeda onthel ini,” pungkas salah satu anggota Paguyuban Sepeda Onthel (Pasthel) ini. (*)

CMYK


CMYK

CMYK S E N I N

11

9

Tenda PKL Ganggu Keindahan Dipasang Tak Seragam dan Asal MAGELANG TENGAH - Banyaknya PKL kawasan shoping yang menggunakan tenda dari terpal memang menjadi fenomena tersendiri. Kondisi ini dinilai cukup mengurangi keindahan dan kerapihan kawasan tersebut. “Jadi terkesan berantakan saja kawasan tersebut karena pemasangan tenda itu terkesan asal-asalan. Sebab tidak semua PKL menggunakan tenda terpal, mungkin jika semua PKL dikawasan tersebut memakai terpal jus-

KOTA KITA

foto : fuad bayu irawan/magelang ekspres

Gebyar Lomba mancing Magelang Ekspres

Pemerintah harus turun tangan, karena masyarakat blum mempunyai bahan bakar alternatif lain, untuk rumah tangga maupun produksi. Antok, Swasta, Magelang

foto : fuad bayu irawan/magelang ekspres

Jangan sampai ada oknum nakal memanfaatkan isu kenaikan harga elpiji membuat barang tersebut semakin langka. (mg1)

BERUNTUNG. Ratusan peserta lomba memancing Magelang Ekspres berkumpul untuk memerebutkan sepeda motor dan hadiah menarik lainnya.

Katon Rahayu, Swasta, Magelang

ke hal 11

WARNA-WARNI. Pemasangan tenda PKL yang tak seragam baik ukuran maupun warnanya serta terkesan asal-asalan membuat pemandangan di kawasan shopping menjadi kurang indah.

Elpiji Langka Elpiji saat ini merupakan bahan bakar rumah tangga utama di masyarakat, namun ketidakstabilan ketersediaan tabung gas elpiji, membuat kendala bagi masyarakat.

tru akan terlihat rapi,” kata Ikmal salah seorang warga sekitar, kemarin. Tidak hanya itu saja, pemasangan terpal yang kebanyakan menempel pada pohon peneduh juga menjadi faktor lainnya. Hal ini mengakibatkan pohon peneduh yang sebelumnya telah tertata dan terawat dengan rapi menjadi kotor dan kurang rapi. Sementara itu, Ita seorang warga lainnya menyatakan jika masih ada solusi lain untuk mengatasi permasalahan tersebut. Yakni dengan membuatkan shelter permanen sebagai peneduh bagi PKL.

MAGELANG UTARA - Sebagai bentuk kepedulian Magelang Ekspres terhadap komunitas mancing di wilayah Kedu dan sekitarnya, koran lokal Magelang ini mencoba menyatukan dalam sebuah gelaran even mancing. Lomba yang diadakan di Sungai Manggis pada Minggu (8/22) ini memperoleh antusias cukup besar. Hal ini dibuktikan dengan mem-

bludaknya jumlah peserta yang mencapai ratusan pemancing. “Kita memang mengambil tema untuk menggalang kebersamaan para pemancing diwilayah Kedu dan sekitarnya. Sehingga kami mencoba membuat sebuah gelaran acara yang dapat menampung hobi mereka,” kata Ketua Panitia Lomba Mancing Magelang Ekspres Agus Istiawan,

kemarin(8/12). Menurut dia, besarnya animo masyarakat di wilayah Kedu dan sekitarnya terhadap hobi mancing memang perlu diwadahi. Salah satunya yakni dalam bentuk mengadakan even mancing seperti ini. “Karena dengan adanya gelaran lomba ini dapat juga mempererat komunikasi dan silaturahmi bagi para pemancing. Misalnya antara satu pemancing dengan pemancing lainnya itu pada awalnya tidak saling mengenal, tetapi setelah diadakan lomba ini mereka bisa mengenal satu sama lainnya,” tambah Agus. Tidak hanya itu saja, acara ini juga sebagai sebuah bentuk hiburan bagi masyarakat disekitar lokasi. Karena masyarakat dapat

xx

ke hal 11 xx

xx

Gathering Komunitas Mobil di Clas Cummunity MAGELANG UTARA Untuk kesekian kalinya activity PT. Nojorono Tobbaco International (Clas Mild Magelang) dengan Tagline barunya Act Now mewadahi komunitas-komunitas yang ada di wilayah Magelang dan sekitarnya. Pada kesempatan ini Clas Mild menggandeng komunitas mobil Magelang, dan bekerjasama dengan Korlantas Polres Magelang Kota. Kesempatan ini juga digunakan sebagai bentuk pendekatan diri kepada para komunitas, khususnya komunitas mobil. Clas Mild mencoba menyuguhkan acara Gathering komunitas mobil Magelang yang bertajuk “CLAS COMMUNITY” yang digelar di jalur Sidotopo Kota Magelang. Event yang dimeriahkan oleh FDJ DYY LOVIE, serta

band performance, dan seksi dancer, juga tidak lepas dari sosialisasi safety driving. Ini merupakan sebuah bentuk jalinan yang baik antara komunitas mobil Magelang dan jajaran Satlantas Polres Magelang Kota, yang di apresiasikan oleh Clas Mild Magelang. Acara Clas Community yang di selenggarakan pada Sabtu (7/12) dibuka secara langsung oleh Kasatlantas Polres Magelang Kota AKP Yayuk Sulaemi. Selain sebagai ajang silaturahmi dan saling bertukar pengalaman para komunitas mobil Magelang. Acara tersebut juga diisi dengan sosialisasi tentang tertib berlalu lintas oleh jajaran anggota Satlantas Polres Magelang Kota. Diantaranya sosialisasi tentang tata cara berkendara yang baik, safety di jalan raya dan sebagainya. Antusias dari

para komunitas mobil dan masyarakat pada umumnya sangatlah nampak dalam gelaran event tersebut. “Acara Clas Community tersebut dihadiri oleh puluhan mobil dari 28 komunitas mobil se-Jawa Tengah dan DIY. Diantaranya selain dari Magelang sendiri juga ada dari Yogyakarta, Salatiga, Solo, Pekalongan dan sebagainya,”

kata Kepala Depo Pemasaran Clas Mild wilayah Kedu, Sujono. Sujono juga menambahkan bahwa dalam event ini, Clas Mild Magelang mengajak kebersamaan antara komunitas mobil Magelang untuk bisa lebih dekat dengan Clas Mild yang mana sangatlah sesuai dengan tagline Clas Mild saat ini yaitu Act Now. (Adv)

CMYK


CMYK

CMYK

4 SENIN 9 DESEMBER 2013

Wabup Tantang Fraksi PPP Terkait Program Kerja TEMANGGUNG - Penilaian kalangan anggota DPRD Kabupaten Temanggung terhadap kinerja Bupati-Wakil Bupati setempat, Bambang Sukarno-Irawan Prasetyadi soal janji program 100 hari kerja saat kampanye dibantah oleh wakil bupati (wabup). Dikatakan wabup selama masa kampanye menjelang Pemilihan Bupati- Wakil Bupati 26 Mei 2013 lalu, dirinya tidak

pernah melontarkan adanya program 100 hari pertama diawal kepemimpinannya setelah terpilih menjadi wakil bupati Temanggung. “Dalam berkampanye, saya tidak pernah mengatakan akan membentuk program 100 hari pada pertama masa pemerintahan saya dan pak Bambang Sukarno,” katanya, baru-baru ini, dalam sidang paripurna Ia mengatakan, meskipun dirinya tidak pernah memprogram-

kan seratus hari pertama masa kepemimpinannya, namun wabup berjanji akan melaksanakan semua program-program yang diucapkan untuk menaruh simpati warga pada masa kampanye. “Menata program bukan perkara yang mudah, butuh data yang valid, untuk itu kami sedang merancang semua program-program pembangunan Temanggung dalam waktu lima yahun mendatang,” terangnya. Dikatakan, saat ini Pemkab

Temanggung tengah menyusun induk perkembangan wisata daerah, sesuai dengan rancangan tersebut sebagian besar potensi wisata di Temanggung berbasis pada wisata alam. Untuk ekowisata katanya, sudah mengajukkan dana ke PNPM pariwisata untuk pengembangan wisata di tiga objek wisata, yakni Wisata Alam Posong yang berada di Desa Tlahab kecamatan Kledung, Situs Liyangan di Desa Purbosari Kecamatan

Ngadirejo dan wisata religi di Makam Makukuhan Di Desa/ Kecamatan Kedu. “Terutama untuk Liyangan, karena Liyangan ini mempunyai sejarah yang ada sangkut pautnya dengan candi Borobudur, harapannya jika Liyangan bisa dimaksimalkan wisatawan yang berkunjung ke Borobudur bisa datang ke Liyangan,” lanjutnya. Sementara itu terkait dengan program kesehatan dan pendidike hal 11

Pedagang P asar Kranggan MENGEL UH Pasar MENGELUH

PENTAS

Pembeli Beralih ke STA KRANGGAN – Ramainya aktivitas sub terminal argopolitan (STA) di sebelah utara Pasar Tradisional Kecamatan Kranggan Temanggung justru di keluhkan pedagang pasar tersebut. Karena pembeli banyak yang beralih ke sub terminal. “Sepi mas, sejak terminal bongkar muat itu ditempati

oleh para pedagang,” ungkap Kabul (55) salah satu pedagang di pasar tradisional, kemarin. Ia mengatakan, sebelumnya pembangunan sub terminal agropolitan itu hanya akan digunakan sebagai tempat bongkar muat. Namun, seiring dengan berjalannya waktu banyak pedagang yang menggelar barang dagangan di sub terminal. “Kalau dulu rencananya hanya digunakan untuk tempat bongkar muat saja, tapi pada ken-

yataanya sekarang banyak pedagang yang menjajakan barang dagangannya di tempat itu. Sehingga pasar menjadi sepi pem-

beli,” keluhnya. Ditandaskan, akibatnya para pedagang kehilangan omzet harian antara 30-50 persen.

ke hal 11

foto: rizal ifan/temanggung ekspres

SEMANGAT. Kaum difabel tampak bersemangat membawakan kesenian pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2013.

Kaum Difabel di Indonesia 6 Juta Orang TEMANGGUNG – Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2013 berlangsung meriah di Alun-alun Temanggung, Minggu (8/12) pagi. Berbagai pementasan seni budaya dilakukan oleh para penyandang difabilitas. Mereka mementaskan beberapa kesenian, seperti kuda lumping, topeng ireng, reog ponorogo, kubro, dan tarian badut yang kesemuanya diperankan secara luwes. Mereka berasal dari SDKB Temanggung, SMPLB Temanggung, Baresos Penganthi, Paguyuban Tuna Daksa Kharisma Harapan Maju, dan Lembaga Tuna Rungu dari Wonosobo. “Sungguh dedikasi yang luar biasa dari mereka terhadap kebudayaan, mereka luar biasa, “ sanjung Wahono, yang saat itu sedang menonton. Ditengah acara pentas di depan tamu undangan, mereka memberikan hasil karya seni mereka kepada Bupati. “Benar-benar mengharukan bagi saya dan keluarga,” sambungnya.

PENGUNJUNG Kawasan sub terminal agropolitan Kecamatan Kranggan, Temanggung ramai pedagang. foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

Penjudi ‘Pemain Lama’ Dibekuk

ke hal 11

RUTINITAS foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

TERSANGKA. Ke empat tersangka kasus perjudian sedang memperagakan judi di Mapolres Temanggung.

NGADIREJO – Sepertinya, judi menjadi penyakit sosial yang sangat sulit dihilangkan dari masyarakat. Kegemaran masyarakat Temanggung terhadap judi masih sangat tinggi. Terbukti, dalam kurun waktu dua bulan terakhir 5 kasus perjudian berhasil diungkap Polres Temanggung. Hal tersebut disampaikan Kapolres Temanggung AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kasubbag Humas Akp Marino saat gelar perkara di Mapolres Temanggung Sabtu (7/12). Menurutnya, judi menjadi penyakit masyara-

kat yang harus benar-benar dihilangkan. “Kami akan terus berusaha mengungkap semua kasus judi yang ada di Temanggung. Untuk itu kami butuh peran serta masyarakat dalam membrantas salah satu penyakit masyarakat ini,” pintanya. Terakhir kata Marino, pihaknya berhasil meringkus empat kawanan penjudi yang sedang asik bermain kartu ceki di di Dusun Patemon, Desa Dlimoyo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. ke hal 11

foto: riza temang

Masyarakat Antusias Ikuti Perlombaan Burung Berkicau

Diikuti 900 Perserta dari Berbagai Daerah foto: rizal ifan/temanggung ekspres

RAMAI. Car free day yang kini beralih jadi Pasar Minggu dan mampu menyedot perhatian warga di Alun-alun, kemarin (8/12).

CFD Beralih Jadi Pasar Minggu TEMANGGUNG – Kegiatan rutin setiap Minggu pagi di seputar Alun-alun Temanggung, CFD ( car free day ), perlahan kini beralih menjadi gelaran Pasar Minggu. Hal ini terbukti dengan tidak adanya aktivitas olah raga seperti awal pengadaan acara tersebut. Sebelumnya, CFD selalu diisi dengan agenda olah raga bagi para warga Temanggung, terutama kalangan remaja, khususnya kota. Antara lain, senam jantung sehat, skater, sepeda, ataupun jogging. ke hal 11

Perlombaan burung berkicau di depan Kantor Kecamatan Kandangan mampu menyedot banyak peserta dari luar kabupaten Temanggung, kemarin (8/12). Seperti apa? RIZAL IFAN, Kandangan ACARA yang baru pertama dihelat dan diprakarsai Muspika Kandangan itu berjalan sukses. Lomba yang berlangsung pukul 10.00- 14.00 WIB tersebut dibagi menjadi 3 kelas kicau, yakni kelas Muspika, kelas Praja, dan kelas Perangkat. Pemenang pertama, kedua dan ketiga diklasifikasikan menurut jenis burung. Mulai anis merah, cucak hijau, murai batu, plentet, kacer, cucak jenggot, dan kenari. Penilaian ditentukan oleh suara dan gaya si burung. “Panitia dan tim juri akan lebih teliti

dalam penilaian suara dan gaya, sehingga juara sejati akan muncul,” ucap Tomi Adinda, salah satu panitia yang hobi koleksi burung. Rata-rata satu peserta menerjunkan banyak burung. “Saya pun mengikutkan 80 burung saya,” ujar pemilik bengkel di Kandangan tersebut. Jumlah peserta sekitar 900 tersebut berasal dari berbagai penjuru kota, seperti Magelang, Semarang, Weleri, Purworejo, Muntilan, dan Temanggung sendiri. Acara tersebut digelar untuk mempertemukan para pecinta burung saling tukar informasi, juga melestarikan alam sekaligus budaya. “Tujuan kami adalah melestarikan keindahan lingkungan alam,” imbuhnya. Pemenang lomba burung tersebut merasa bangga karena kemenangan akan meningkatkan pamor dan harga si burung tadi. ke hal 11

Xxx. Xxx...

sam

ke hal 11 foto: rizal ifan/temanggung ekspres

GENGSI. Peserta antusias melihat penilaian juri terhadap burungnya demi mampu meningkatkan gengsi si empunya di halaman Kantor Kecamatan Kandangan, kemarin.

Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271

CMYK


Magelang ekspres edisi senin 9 desember 2013