Page 1

CMYK

CMYK

SELASA 21 JANUARI 2014

Pedagang Boyongan Februari MAGELANG SELATAN – Seluruh pedagang Pasar Rejowinangun direncanakan boyongan pada pekan ketiga Februari 2014 mendatang. Hingga kini, pembangunan fisik pasar semi modern tersebut sudah tuntas, dan tinggal menunggu waktu paguyuban pedagang untuk segera menempati lokasi pasar tersebut. Walikota Magelang, Ir Sigit Widyonindito saat melakukan tinjauan ke Pasar Rejowinangun, Senin (20/1) mengatakan, saat ini pihaknya tinggal menunggu kesepakatan paguyuban pedagang untuk segera pindah lokasi. Sebab, upaya peme-

Pemkot Tak Berdaya Urusi Pasar Gotong Royong MAGELANG - Adanya keluhan sejumlah pedagang dan juga konsumen tentang kondisi sarana jalan di Pasar Gotong Royong ternyata belum dapat ditindaklanjuti. Pihak Pemkot

Magelang tidak bisa berbuat banyak untuk menangani permasalahan tersebut. “Sebenarnya bukan kita tidak mau menindak lanjuti permasalahan tersebut. Permasalahan yang pokoknya adalah belum adanya serah terima secara resmi oleh pihak PT Yoga Guna Sakti selaku pemborong proyek

Ratusan Orang Siap Bela Jokowi SOLO - Sekitar 400 orang, sebagian besar pendukung PDIP, berkumpul di Hotel Taman Sari, Karanganyar, Senin (20/1). Mereka mendeklarasikan Relawan Pro Jokowi Capres 2014. Mereka menegaskan jika PDIP tidak mencapreskannya dan Jokowi menjadi capres partai lain, mereka akan memilih setia mendukung Jokowi keluar dari PDIP. 400-an orang itu mengaku berasal dari berbagai ormas nasionalis di wilayah Surakarta dan berbagai kabupaten lain di Jawa Tengah. Dalam deklarasi itu mereka mendesak Megawati sebagai penentu tunggal capres dari PDIP untuk memilih Jokowi sebagai capres

Bakal Diam Jika Mega Nyapres

ke hal 3

DJ Una Takut Penyakit Menular AKTRIS Putri Una atau yang lebih dikenal DJ Una ini turut prihatin dengan banjir yang melanda Jakarta. Pasalnya, bintang film ‘My Last Love’ itu khawatir banyak penyakit yang timbul akibat banjir tersebut. “Sangat prihatin. Apalagi untuk masyarakat yang terkena dampak langsung dari banjir, kerugian ke hal 3 foto : ist

Bambang : Kampanye Sehat Hindari Depresi MAGELANG - Anggapan tentang orang sehat tidak bisa terkena penyakit jiwa, ternyata itu salah. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, dr Bambang Prabowo MKes. “Penyakit jiwa jangan dianggap remeh, karena bisa menyerang

ke hal 3

ke hal 3

Soal Dugaan Penukaran Hewan KBS JAKARTA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melaporkan sejumlah nama kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penukaran hewan langka dengan sejumlah barang mewah di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

“Ada tim di situ yang saya laporkan,” kata Risma usai bertemu dengan pihak KPK, Jakarta, Senin (20/1). Namun, Risma enggan membeberkan pihak yang dilaporkannya kepada KPK. Bahkan ketika disinggung apakah dia melaporkan Toni Sumampau yang merupakan bekas Direksi KBS, Risma tetap tidak mau mengomentarinya. “Pokoknya ada,” ucapnya. Risma mengatakan, KPK saat ini masih menelaah laporan

foto:fuad bayu i/magelang ekspres

RINGSEK. Sedan Honda Civic Honder bernopol AA 7187MH ringsek setelah ditabrak motor yang dikendarai oleh dua pelajar SMK.

Hindari Dikeroyok, Siswa Hantam Sedan Walau Luka Korban Sempat Dihajar

dr Bambang Prabowo MKes.

Walikota Surabaya Lapor KPK yang disampaikan olehnya. Ia mengaku akan memberikan bantuan kepada KPK dengan memberikan sejumlah data. “Mereka (KPK) masih mempelajari yah, tapi saya akan mensupport dengan data-data termasuk bukti-bukti penyerahan satwa itu,” kata Risma. Sebelumnya, Risma mengatakan, ada 420 hewan langka yang hilang di KBS diantaranya adalah Komodo dan Jalak Bali. ke hal 3

MAGELANG UTARA – Sebuah kecelakaan lalulintas menimpa seorang pelajar STM di Kota Magelang saat berusaha kabur dari kejaran pelajar sekolah lainnya yang akan mengeroyoknya. Kejadian ini terjadi pada Senin (20/1) sekitar pukul 13.45 WIB di Jalan A Yani. Korban bernama Septian (17) warga Kalikuto, Grabag. Pada sa-

at kejadian, dia berboncengan dengan rekannya Miftahul (16) warga Candi, Sidorejo, Bandongan. Keduanya yang juga siswa sebuah STM ini melaju dari arah utara (Semarang) menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter nopol AA 6649 YA . Septian memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi lantaran mencoba menghindari siswa dari sekolah lainnya yang berusaha mengeroyoknya. “Awal mulanya bagaimana saya ke hal 3

KPU Siap Pemilu Serempak JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap melaksanakan pemilihan umum (pemilu) serentak jika Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusannya nanti menerima Pengujian Undang-Undang (PUU) Nomor 42 Tahun 2008, tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang diajukan Pakar

Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra. “Sebagai penyelenggara, kami akan melakukan apapun hasilnya (putusan MK). Karena sebagai penyelenggara kewajiban kami adalah melaksanakan pemilu,” ujar anggota KPU Hadar Nafiz Gumay di Jakarta, Senin (20/1). ke hal 3

Gubernur Jawa Tengah Kunjungi Magelang Ekspres (2)

Hadapi Protes dengan Bijak dan Telepon Pendemo Sosok Ganjar Pranowo sebelum dan setelah menjabat Gubernur Jateng sejak Agustus lalu diakui memang tak banyak berubah dalam dirinya. Style yang terkesan santai namun tetap berpikir cerdas selalu melekat dalam diri pria yang menggandrungi musik rock tersebut. Sedikit mengutip percakapan antara General Manager Magelang Ekspres, Suyuti Abdul Ghofir dengan Ganjar Pranowo, ternyata sosok alumnus UGM itu memiliki selera humoris yang tinggi. Seperti apa? kecaman bahkan hinaan dari rakyatnya. Sedikit bercerita di ruangan General Manager Make hal 3

RSJ SIAP TAMPUNG CALEG STRES

Moga-moga ora ono sing mlebu rumah sakit jiwa

PEMKOT TAK BERDAYA URUS PASAR

WIWID ARIF, Magelang PRIA yang lahir di Karanganyar, 28 Oktober 1968 ini, selain humoris ternyata memiliki trik jitu saat menghadapi protes,

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

CMYK

siapa saja, termasuk orang yang sehat jiwa raga sekalipun. Walaupun ada penyakit jiwa berdasarkan faktor keturunan, namun depresi dan stres dapat menyerang orang sehat,” ucap Bambang, saat diwawancarai Magelang Ekspres di ruang kerjanya, Senin (20/1). Ucapan Bambang dibuktikan dengan adanya warga yang tadinya sehat jiwa, tetapi terguncang jiwanya kemudian dirawat di RSJ dr Soerojo, karena stres

foto : wiwid arif/magelang ekspres

TINJAUAN. Walikota Magelang, Ir Sigit Widyonindito beserta jajarannya meninjau langsung hasil proyek pembangunan Pasar Rejowinangun. Diperkirakan pekan ketiga Februari mendatang, pasar anyar tersebut sudah dioperasikan.

pembangunan Pasar Gotong Royong yang telah selesai cukup lama kepada pihak Pemkot Magelang,” kata Kabag Humas, Protokol dan Santel Pemerintah Kota Magelang, Sutomo Hariyanto, kemarin(20/1). Menurutnya, belum adanya serah terima semacam ini menjadi

RSJ Siap Tampung Caleg Stres PILPRES 2014

rintah melalui Dinas Pengelola Pasar (DPP) sejauh ini sudah melancarkan beberapa kegiatan dari mulai zoning (pembagian zona) hingga plotting (penempatan) para pedagang. ”Tinggal menunggu kesiapan paguyuban pedagang saja. Kemungkinan minggu ketiga Februari sudah bisa diresmikan,” katanya,ke dihal 3 dampingi Wakil Walikota Joko Prasetyo, Sekretaris Daerah Sugiharto dan sejumlah pejabat SKPD. Dia juga tidak menampik bahwa kondisi fisik Pasar Rejowinangun saat ini masih banyak yang belum sempurna. ke hal 3

foto : wiwid arif/magelang ekspres

Wah piye, kok ora ono cara sing ampuh, mesake pedagang pak.

HUMORIS. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempunyai kiat tersendiri untuk menghadapi para pendemo seperti menelepon secara langsung untuk menanyakan maksud dan tujuan aksi serta aspirasi yang dibawa.

Web: magelangekspres.com, E-mail: magelangekspres@yahoo.co.id, iklanmglekspres@gmail.com

CMYK


CMYK

CMYK

MAGELANG EKSPRES

SELASA 21 JANUARI 2014

4

Grand Opening Atria Segera Dihelat foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

DIALOG. Pimpinan Cabang Bank Jateng Koordinator Magelang H Hepta Pinardi (kiri) tengah berdialog dengan GM Magelang Ekspres Suyuti A Ghofir (tengah).

Kerjasama Bank Jateng dengan ME Makin Kokoh Sediakan Pembiayaan Rumah untuk Karyawan MAGELANG – Bank Jateng Cabang Magelang sepakat membantu karyawan Magelang Ekspres (ME) yang ingin segera memiliki rumah. Setiap karyawan, baik dilevel bawah maupun level pimpinan akan dibantu dengan pembiayaan dengan jumlah dana tidak terbatas dan sesuai kemampuan. Pemimpin Cabang Bank Jateng Koordinator Magelang, H Hepta Pinardi me nyampaikan, kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari kerjasama sebelum-

nya, penyaluran kredit konsumsi, yang selama ini direspons baik oleh karyawan. “Ya, ini adalah kelanjutan dari kerjasama sebelumnya. Kerjasama pertama terjalin dengan lancar dan tanpa hambatan. Sekarang kita siapkan lagi untuk membantu para karyawan membeli rumah,” kata Hepta saat General Manajer Magelang Ekspres, Suyuti A Ghofir bersilaturahmi di kantornya, kemarin. Ia menyebutkan, jumlah pembiayaan KPR yang akan disalurkan untuk setiap pengajuan sedikitnya mulai Rp50 juta. Khususnya bagi karyawan ME, lanjut Hepta, pihaknya menjamin akan lang-

sung memproses dan tidak memandang berapapupun besar jumlah gaji/ penghasilan yang diterima tiap bulannya. Intinya, selagi mereka bisa mengangsur sebanyak 60 persen, pihaknya akan sesegera mungkin mencairkannya. “Juga kredit konsumtif bagi karyawan ME, bisa pinjam berapapun. Asal gajinya mencukupi,” tandas dia. Dia menambahkan, penyaluran pembiayaan ini diambil dari program kredit pemilikan rumah (KPR) Umum yang dimiliki Bank Jateng. KPR Umum diproyeksikan khusus untuk peminjaman berbagai kebutuhan para karyawan/pegawai setiap instansi atau perusahaan.

“Jangka waktunya mulai 2 hingga 10 tahun atau kembali disesuaikan dengan kemampuan,” ungkapnya. Sementara General Manager (GM) Magelang Ekspres, Suyuti A Ghofir menyambut baik atas kesedian Bank Jateng yang beritikad baik membantu para karyawannya. “Semoga kerjasama ini terus berlanjut. Apalagi rencana kami akan membangun Gedung Graha Pena Magelang Ekspres,” ujarnya seraya mengungkapkan, ini merupakan wujud kepedulian perusahaan untuk membantu para karyawan agar masing-masingnya mampu memiliki rumah. (imr)

H HEPTA PINARDI Kerja di Bank Ada Seninya SEJAK usianya muda dulu, H Hepta Pinardi sudah memiliki keinginan yang kuat untuk bekerja di sebuah bank. Bahkan saking kuatnya, ia pun bertekad melamar di salah satu bank setelah dinyatakan lulus kuliah oleh perguruan tinggi tempat dirinya digembleng dulu. Ia mengambil kuliah di jurusan yang sesuai dengan cita-citanya, yakni perbankan. Kemarin, (20/1), pria kelahiran Kota Semarang, 13 Maret 1960 ini bercerita. Keinginan bekerja di bank itu timbul saat dirinya kerap berjumpa dengan tetangganya di kampung yang bekerja di sebuah bank. Saat itu ia menganggap bekerja di bank itu enak, bersih, dan memiliki penampilan yang rapi. Bank pertama yang ia masuki adalah Bank Jateng yang ada di kota kelahirannya, Semarang. Ia mulai mengabdi sejak tahun 1984 silam menjadi karyawan biasa dan hingga kini menjadi seorang pemimpin cabang. “Ada satu hal lagi yang menarik. Kerja di bank ada seninya karena harus punya dua keahlian. Pertama menarik dana dari masyarakat dan kedua konsekwensi serta tanggungjawab untuk mengeluarkan dana kembali ke masyarakat,” tutur Pemimpin Cabang Bank Jateng Koordinator Magelang ini. (imr)

foto : nur imron rosadi/ magelang ekspres

CMYK

MAGELANG – Atria Hotel & Conference (AHC) dalam waktu dekat bakal melangsungkan grand opening (GO). Rencana, hari istimewa itu dilakukan pada 29-31 Januari 2014 mendatang dengan sekaligus mengundang relasi, mitra, dan klien serta segenap awak media. “Selama tiga hari berturutturut kita akan adakan acara. Prosesi GO sendiri dilangsungkan pada tanggal 29-nya ,” kata Public Relation Manager AHC Magelang, Candid Erdiata, kemarin. Ada hal menarik dari berbagai rangkaian yang akan di gelar. GO yang dilangsungkan bertepatan dengan tahun baru Imlek ini akan menghadirkan pementasan opera Cina ala Gue. Di dalamnya akan menghadirkan kisah yang sangat legendaris dari negeri Cina, Laksamana Cengho. “Nanti akan menceritakan bagaimana perjalanan Cengho saat datang ke Semarang menyebarkan agama Islam di sana. Tapi cerita ini tidak nyata, melainkan dipelesetkan dengan mengganti Kota Semarang menjadi Kota Atria,” jelas Candid. Lalu ia menceritakan, Laksamana Cengho akan datang ke suatu tempat menaiki sebuah perahu. Kemudian ia membuka sebuah kota ditempat itu bernama Atria dan selanjutnya menyebarkan agama Islam disana. Tak hanya itu, Cengho juga membangun bisnis dengan begitu pesat, sehingga mampu menyejahterakan serta memakmurkan masyarakatnya. “Ada yang bisa dipetik dari kisah itu. Ceritanya sedikit dimirip-miripin dengan saat

Caption: PRM A Conference Mage Erdiata, menunjuk fasilitas yang kini d berupa paket seped

dibukanya hotel Atria di Magelang. Kita berharap semua itu bisa terjadi,” terangnya. Lebih lanjut Candid berharap, dihadirkannya opera Cina, agar ada kesan atau setidaknya ada tema yang bisa diambil dalam acara GO yang sekaligus memperingati tahun baru orang Cina itu. Selain opera Laksamana Cengho, masih banyak lagi rangkaian acara yang disajikan seperti pengenalan seputar hotel, media trip dari hotel ke Candi Borobudur serta me ngunjungi kawasan wisata Bu kit Menoreh. “Acara hiburan juga kita sajikan di dua malam berturut-turut,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Candid menyampaikan, selama satu tahun berjalan sejak soft opening pada 12 Desember 2013 lalu, banyak perubahan dan perkembangan yang dialami hotel. Setiap bulan, grafik okupansi hotel cukup tumbuh dengan ratarata 10-20 persen per bulan. Tak hanya itu, fasilitas yang dimiliki semakin beragam. Belum lama ini telah menambahkan satu tipe kamar lagi berupa Deluxe Room yang sebelumnya tidak ada. Deluxe Room berjumlah sebanyak 12 kamar yang merupakan hasil perubahan yang diambil dari beberapa kamar Superior. “Saat ini total kamar ada 144. Superior sebanyak 130 kamar, Deluxe 12 kamar, dan Suite sebanyak 2 kamar,” ung kapnya. Paket dan penawaran yang tujuannya memanjakan tamu juga semakin bervariasi. Saat ini sudah terdapat paket sepeda onthel, rafting, wisata Gunung Tidar, outbond, shuttle, dan paket-paket menarik lainnya. (imr)

Caption: Caption 2:

FASILITAS.

TAMPIL. MNC Sky Vision berbagi keceriaan dengan menyelenggarakan kegiatan untuk mengisi akhir pekan.

PRM Atria Hotel & Conference Magelang, Candid Erdiata, menunjukkan salah satu fasilitas yang kini dimiliki hotel, berupa paket sepeda Onthel.

MNC Sky Vision Roadshow 5 Kota Besar

foto : nur imron rosadi/ magelang ekspres

foto : ist

JAKARTA - Industri televisi berlangganan di Indonesia beberapa tahun terakhir memiliki pertumbuhan yang sangat pesat. Hal ini didukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia yang semakin baik, serta tingginya kesadaran akan pentingnya tayangan yang berkualitas. “Banyaknya pemain baru dalam dunia televisi berlangganan membuat MNC Sky Vision semakin tertantang untuk membuktikan MNC Sky Vision merupakan televisi berlangganan yang paling sesuai. Hal ini juga dibuktikan dengan semakin baiknya pelayanan yang diberikan MNC Sky Vision untuk pelanggan tercinta,” kata Direktur Sales, Marketing dan Programming Indovision, Dhini W Prayogo, kemarin. Dijelaskan, selain memberikan pelayanan yang semakin prima, MNC Sky Vision ingin berbagi keceriaan kepada keluarga Indonesia dengan menyelenggarakan kegiatan untuk mengisi akhir pekan, dengan tajuk yang diambil “MNC Sky Vision Roadshow”. Acara yang akan diselenggarakan di 5 kota besar di Indonesia yaitu, Jakarta di Mall Kota Kasablanka (18 – 19 Januari), Surabaya di Galaxy Mall (8 – 9 Februari), Bandung di Citilink Mall (15 – 16 Februari), Jogja di Plaza Ambarukmo (1 – 2 Maret) dan Pekanbaru di Ciputra Sraya Mall (23 – 24 Maret). Di sisi lain, dengan tema Educating, Entertaining & Empowering the Nations MNC Sky Vision telah menemani keluarga Indonesia selama hampir dua dasawarsa dengan lebih dari 100 saluran berkualitas yang mendidik me lalui saluran untuk anak mulai usia

Dalam perjalanan selama kurun waktu 20 tahun ini, kami menyadari nama besar MNC Sky Vision tidak lepas dari peran para pelanggan setia yang telah bersama kami selama ini. Untuk itu melalui “MNC Sky Vision Roadshow” kami ingin wujudkan rasa terimakasih melalui hiburan – hiburan yang kami selenggarakan,” DHINI W PRAYOGO

fo

batita hingga dewasa, menghibur bagi seluruh anggota keluarga dan terus berkomitmen bersama keluarga Indonesia untuk mencerdaskan serta membangun bangsa. “Dalam perjalanan selama kurun waktu 20 tahun ini, kami menyadari nama besar MNC Sky Vision tidak lepas dari peran para pelanggan setia yang telah bersama kami selama ini. Untuk itu melalui “MNC Sky Vision Roadshow” kami ingin wujudkan rasa terimakasih melalui hiburan – hiburan yang kami selenggarakan sekaligus ingin mengajak keluarga Indonesia untuk mengenal lebih dekat dan merasakan kualitas yang kami miliki,” tandasnya. (rls)

CMYK


CMYK

CMYK

2

11

SELASA 21 JANUARI 2014

KOTA KITA Waspada Bencana Musim hujan disertai dengan cuaca eks trim dapat menimbulkan bencana alam di Magelang, seperti tanah longsor dan angin puting beliung.

Hendaknya pahami tandatanda cuaca, yang berpotensi menimbulkan bencana puting beliung, agar bisa terhindar dari bencana itu.

Pelanggaran Didominasi Bendera Tembus hingga 200 Buah MAGELANG TENGAH - Jelang pilpres dan pileg yang akan segera dihelat, banyak parpol berlomba-lomba melakukan kampanye untuk mengenalkan partainya atau calegnya. Tetapi kampanye yang dilakukan oleh peserta pemilu sering kali menyalahi aturan yang telah ditetapkan. Dari sekian banyak pelanggaran yang dilakukan oleh seluruh peserta pemilu, didominasi oleh pelanggaran pemasangan bendera partai.

“Dari data yang kita dapatkan dalam melakukan kegiatan penertiban pelanggaran atribut dan alat peraga. Tercatat ada 200 buah bendera yang berhasil kita tertibkan, kemudian baliho bergambar caleg ada 3 buah, dan spanduk melintang caleg 3 buah,” kata Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto Amron, kemarin. Jumlah bendera partai yang berhasil ditertibkan mendominasi jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh parpol. Hampir seluruh bendera tersebut cara pemasangannya menyalahi aturan.

“Yang paling banyak adalah pemasangan bendera dengan cara menempel pada pohon peneduh, tetapi ada juga yang dipasang menempel pada tiang listrik sehingga kita tertibkan bendera tersebut,” tambahnya. Menurut dia, jumlah pelanggaran tersebut hanya dihitung dari hasil penertiban yang dilakukan oleh pihak Satpol PP, KPU, dan Panwaslu Kota Magelang. Sedangkan jika dilihat dari kondisi dilapangan ternyata jumlahnya jauh lebih banyak. “Memang jumlahnya jauh lebih banyak dari yang berhasil kita tertibkan, tetapi ada

parpol yang melepas sendiri bendera partainya jika pemasangannya menyalahi aturan. Sehingga tidak semua atribut atau alat peraga itu ditertibkan semua oleh kita. Kita juga memberikan rekomendasi kepada masing-masing parpol dan caleg untuk dapat melepas sendiri atributnya,” terang Basmar. Sementara itu, Kepala Satpol PP, Singgih Indri Pranggana mengungkapkan, jika atribut yang berhasil ditertibkan sudah ada yang diambil oleh parpol terkait. ke hal 11

DWI FITRIANI, PEGAWAI, MAGELANG

Jangan sampai merusak alam, menebang pohon di lahan yang dilarang, bisa akibatkan longsor dan banjir.” (mg1) MEGNI,SWASTA, MAGELANG.

CATURFEBRIANTI Tampil Ceria SEMUA insan manusia pasti memiliki masalah yang harus mereka hadapi. Meski begitu, tidak semua orang dapat melewati melewati masalah tersebut dengan tenang. Tetapi tidak sedikit pula orang yang mencoba menghadapi semua masalahnya dengan hati lapang. Seperti perempuan yang satu ini juga selalu berusaha tam pil tenang dan ceria di depan semua orang. “Saya memang memiliki prinsip untuk menutup rapat-rapat kesedihan atau kesulitan yang sedang saya hadapi. Dan selalu berusaha menebar senyum didepan banyak orang meskipun pikiran sedang kacau karena didera sebuah ke hal 11

foto : fuad bayu irawan/magelang ekspres

foto : wiwid arif/magelang ekspres

PEMBELAJARAN. Walikota Ir Sigit Widyonindito memilih meninjau proses pembelajaran para siswa di SD Negeri Gelangan 2, dalam agenda rutin tiap hari Senin, kemarin.

Siswa SDN Gelangan 2 Sering Bolos Belajar MAGELANG TENGAH – Kondisi ekonomi keluarga menjadi alasan utama para siswa SD Negeri Gelangan 2 Kota Magelang sering bolos sekolah. Bahkan, tidak jarang di sekolah itu didapati beberapa siswa yang sering tanpa keterangan tidak mengikuti belajar mengajar. ”Ada yang sehari masuk sehari tidak. Alasannya karena orang tua tidak bisa memberikan uang saku setiap harinya. Faktor kemampuan orang tua siswa kan berbeda-beda,” kata salah satu guru, Catoer, Senin (20/1). Pihaknya juga sudah berupaya mendatangi rumah siswa yang sering tidak masuk sekolah, untuk memberikan

pengertian kepada orangtua siswa tentang bagaimana pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka. ”Kami sering mengunjungi rumah mereka, terutama yang sering tidak ma suk sekolah kerana alasan kemampuan ekonomi. Disitu kita gali informasi kenapa putra-putri mereka kurang rajin masuk sekolah,” katanya. Pada waktu yang sama, Walikota Magelang Ir Sigit Widyonindito mengunjungi SD Negeri Gelangan 2 Kota Magelang. Memang sudah menjadi agenda setiap hari Senin, dia melakukan inspeksi mendandak (sidak) di sekolah negeri dan swasta yang ada di wilayahnya.

Dalam kunjungan yang fokus melihat proses pembelajaran dan bertatap muka dengan siswa SD tersebut, Sigit juga memasuki beberapa ruangan kelas. Tanpa segan, ia bahkan menanyakan satu demi satu siswa dengan pertanyaan sederhana. ”Cita-citanya mau jadi apa,” tanya Sigit kepada para siswa

tersebut. Kompleks, jawaban dari tiap siswa pun berbedabeda. Menjawab satu per satu lantangan keras dari para siswa itu pun Sigit memberikan nasihat agar para generasi muda ini dapat menggapai cita-cita mereka. ”Tapi juga harus semangat dan belajar yang rajin ya,” ujarnya. Saat menjadi pem-

bina upaca di sekolah itu, man tan Kepala DPU ini juga berpesan kepada seluruh siswa agar mengedepankan kedisiplinan dalam segala hal. Ia pun mengingatkan supaya jam belajar masyarakat dijalankan mulai pukul 18.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB. ke hal 11

SOSIALISASI. Peserta sosialisasi SNMPTN sedang mengajukan pertanyaan terhadap narasumber, terkait dengan teknis pengisian dan persyaratan SNMPTN online.

foto : wiwid arif setyoko/ magelang ekspres

PTN Favorit Tunggu Siswa Berprestasi

Siapkan Nilai Rapor Sebelum SNMPTN MAGELANG SELATAN- Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014, dilaksanakan di aula SMA Negeri 4 Kota Magelang, Senin (20/1). Kegiatan ini dikuti oleh siswa se-eks Karisidenan Kedu dan Kota Salatiga. Hadir dalam kesempatan tersebut, Mukh Arifin dari Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan Universitas Diponegoro, Semarang. Arifin mengatakan, konsep SNMPTN ini hampir sama dengan penelusuran minat dan kemampuan (PMDK), dan pelaksanaanya secara online dengan alamat www.snmptn.ac.id atau halo.snmptn.ac.id. “Sebenarnya SNMPTN jalur undangan itu hampir sama dengan jalur PMDK, jadi penilaian kelulusan adalah dari nilai rapor.

Teknisnya, sekolah isi data nilai siswa dari semester 1-5, kemudian siswa verifikasi apakah ada nilai sudah tepat semua apa belum, kemudian siswa isi biodata dan program jurusan yang dipilih secara online,” ucap Arifin. Adapun tujuan dari SNMPTN adalah memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi. Mendapatkan calon mahasiswa baru terbaik melalui seleksi siswa yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SMA/SMK/MA/MAK, termasuk Sekolah RI di luar negeri. “Setiap perguruan tinggi negeri membuka jalur SNMPTN dengan kuota yang berbedake hal 11

CMYK

Satp Keta Peng


CMYK

CMYK

SELASA 21 JANUARI 2014

Foto:setyo w

FASILITAS Atap Pasar Kliwon Bocor TEMANGGUNG - Bangunan sebelah selatan Pasar Kliwon Baru dikeluhkan pedagang dan pembeli. Karena saat hujan tiba, atapnya bocor. Kondisi ini membuat barang dagangan mereka menjadi basah, sertai lantainya menjadi becek. Pedagang pakaian di pasar itu, Murtiyah mengatakan, ketika hujan deras datang, maka para pedagang menyapu air hujan yang turun dari atap pasar. Air itu berasal dari peralon membujur yang tidak mampu menampung besarnya debit air. “Maklum kalau hujan pasti air meluap dari peralon, terlebih saat deras, maka air akan sangat melimpah, namun peralon tidak cukup untuk menampung dan mengalirkan air, kami sudah harus siap menyapu air yang membanjiri lantai,” katanya, Senin (20/1). Selain itu, air juga masuk melalui ronggake hal 11

PEMILU

PARAKAN- Pernyataan Bupati Temanggung, Bambang Sukarno soal akan bertemu dengan pedagang pasca diumumkan pemenang lelang pembangunan Pasar Legi Parakan dipegang erat-erat pedagang. Pernyataan itu disampaikan Bupati saat mengunjungi pasar tersebut, Jumat (17/1) lalu. “Semoga saja pertemuan yang telah dijanjikan oleh Pak Bupati bisa benar-benar dilakukan sehingga perwakilan pedagang bisa mengutarakan keluh kesahnya, agar pembangunan pasar Legi Parakan bisa segera direalisasikan,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Legi Parakan (P3LP) Khafid Khamim, kemarin. Dikatakan, mayoritas pedagang di Pasar Darurat Parakan sudah sangat mengharapkan segera terealisasinya pembangunan Pasar Legi Parakan. “Pak Bupati kemarin sudah datang ke Pasar Legi Parakan, Pak Bupati berjanji akan me-

ngumumkan pemenang lelang pada 20 Januari ini,” katanya. Sementara itu, Bagian Pembangunan LPSE Kabupaten Temanggung, Sigit mengatakan, hingga kemarin (20/1) pukul 13.00 WIB, belum ada berita acara yang masuk terkait dengan pengumuman pemenang lelang rencana pembangunan pasar Legi Parakan. “Sampai dengan siang ini kami belum menerima laporan, jadi pemenangnya belum ada,” katanya saat ditemui di kantornya. Sesuai dengan jadwal yang telah ada dan diumumkan di website LPSE Temanggung, pada tanggal 20 Januari ini baru akan dilakukan upload berita acara hasil pelelangan. “Kalau sesuai dengan jadwal yang ada, upload berita acara baru akan dilakukan pada Senin (kemarin, red) ini mulai dari pukul 10.00 – 23.30 WIB,” jelasnya. Sedangkan jika tidak ada

Pedagang Nunggu Janji Bupati

XX

ke h

Foto:se

ke hal 11

PASAR DARURAT. Kondisi Pasar Darurat hanya ramai saat pagi. Sedangkan dari siang hingga sore kondisinya semakin sepi. foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

RAKOR. KPU menggelar rapat koordinasi (rakor) penyerahaan berita acara penyempurnaan DPT di Aula KPU setempat, kemarin.

Jumlah DPT Turun Jadi 579.617 TEMANGGUNG – Sejak ditetapkan pada 30 November 2013, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Legislatif 2014, jumlah DPT di Kabupaten Temanggung berkurang 1.255 pemilih. ke hal 11

Ansor-Banser Dituntut Miliki Karakter Kuat KLEDUNG – Kader Ansor Banser Temanggung harus berani bertindak tegas dan berani membela agama dan keutuhan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut ditegaskan Ketua GP Ansor Temanggung Yami Blumut saat pembukaan PKD GP Ansor Kledung kemarin. Selain itu kader Ansor harus memiliki

karakter yang seperti dicontohkan para pendiri NU, mempunyai karakter kuat, tidak mudah diombang-ambingkan situasi dan kondisi sebagaimana arus deras globalisasi. “Kader Ansor Banser harus bisa mencontoh para pendiri NU yang mempunyai komitmen kuat terhadap keberlangsungan paham ahlusunnah waljamaah,”pesannya. Ia mengatakan, sebagai calon pemimpin, kader Ansor harus memiliki dan berpegang teguh pada tiga prinsip yakni, pertama pemimpin yang mempunyai nilai-nilai yang tidak bisa ditawar-

Harga Cabai Setan Capai Rp40 Ribu NGADIREJO – Tingginya harga sayur-sayuran di tiga pasar tradisional di Kabupaten Temanggung, diperkirakan karena petani lokal setempat belum mulai panen raya. Sehingga harus mendatangkkan sayuran dari beberapa daerah di luar kabupaten penghasil tembakau ini. Watinah (43) salah satu pedagang sayur di Pasar Wage Adiwinangun Ngadirejo menuturkan, sejak bulan Desember 2013 lalu, harga sayur mayur di pasaran sudah mulai naik. Tingginya harga

ke hal 11

ke hal 11

MENATA. Sugiharto salah seorang pedagang sayur keliling sedang menata sayuran dagangannya kemarin. foto:setyo wuwuh/ temanggung ekspres

Melongok Tempat Berkumpulnya Pencinta Reptil di Temanggung

Rela Beternak Sendiri Lalu Dilepas ke Alam Bagi sebagian orang awam, mendengar kata reptil, bisa menjadikan rasa takut. Mungkin dalam benaknya reptil adalah hewan buas sekaligus menyeramkan. Bahkan ada yang sampai terserang phobia terhadap hewan yang sebenarnya bisa menjadi peliharaan bagi kelompok tertentu, seperti halnya “Terelo”. RIZAL IFAN, Temanggung Terelo sendiri sebenarnya adalah

singkatan dari “Temanggung Reptil Lover” atau diartikan sebagai suatu wadah perkumpulan pecinta reptil dari Temanggung. Berdiri setahun silam, tepatnya 6 Januari 2013. Komunitas ini kini telah memiliki 22 anggota yang biasa ngumpul pada hari Minggu pukul 9.00 WIB di salah satu sudut Taman Pengayoman. Semakin hari jumlah anggota mereka bertambah seiring banyaknya agenda kegiatan yang mereka jalani, salah satunya Gathering, yang biasa dilakukan pada bulan Agustus. Mereka selalu rutin berkumpul, selain untuk sosialisasi, juga mereka dapat saling bertukar informasi berkaitan dengan reptil. “Di wadah ini, kami mampu saling ke hal 11

foto : rizal ifan/temanggung ekspres

KUMPUL. Komunitas pecinta reptil ini biasa berkumpul Minggu pagi di Taman Pengayoman.

POLITIK Nasdem Usulkan Dana Aspirasi Dihapus TEMANGGUNG – Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Temanggung Muh Sayit mengatakan, saat ini banyak calon anggota DPR yang menggunakan dana aspirasi partai untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan partai tertentu, demi kemenangan pada pileg 9 April mendatang. “Memang tidak semua caleg tapi hampir sebagian besar caleg menggunakan dana aspirasi mereka, terutama incumbent, mereka dengan leluasa menggunakan dana aspirasi untuk menarik simpati masyarakat,” katanya usai ke hal 11 Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271

ke hal 11

ke hal 11


CMYK

CMYK

SELASA 21 JANUARI 2014

KRONOLOGIS KASUS PENGEROYOKAN KETUA FPI JATENG

RAZIA Polres Gelar Razia di Perbatasan

1. Minggu pukul 22.00 WIB, Ketua FPI Jateng Sihabudinmemberikan ceramah perayaan Maulid Nabi di Desa Bowongso, Kecamatan Kalikajar.

WONOSOBO - Sebagai langkah antisipasi terhadap buntut kasus penganiayaan yang dilakukan ratusan massa terhadap Ketua FPI Jateng K. Sihabudin, Polres Wonosobo menggelar razia di pintu masuk Wonosobo dari arah Temanggung. Sebelumnya, beredar kabar kalau massa FPI akan menggeruduk ke Wonosobo. Kapolres Wonosobo, AKBP Agus Pujianto, kemarin (20/1) mengatakan, sebagai langkah antisipasi, Kepolisan Resort Wonosobo telah mengirimkan pasukan Dalmas di sejumlah titik utama pintu masuk Kabupaten Wonosobo dari arah Temanggung. “Ini kita lakukan sebagai langkah antisipasi saja, kita berharap tidak ada masalah,” katanya. Penempatan pasukan tersebut di antaranya ada di Kledung, perbatasan WonosoboTemanggung, kemudian di Kecamatan Lertek dan juga pintu masuk yang ada di desa Sigedang sebelah utara Wonosobo.

2. Pengajian berjalan selama dua jam, hingga pukul 00.00 WIB, isi atau materi yang disampaikan normatif dan wajar 3. Namun sekitar sepuluh menit menjelang usai, Sihabudin mengatakan bahwa ada salah satu ormas pemuda dari organisasi keagamaan di Wonosobo yang sudah kafir (Di Wonosobo harus didirikan FPI, dirinya pernah melihat orang menggunakan logo atau seragam Banser di Bandungan, Banser menjaga gereja milik orang kafir jadi Banser kafir, dibayar berapa itu ?).

Antisipasi Massa FPI Masuk Wonosobo

4. Puluhan pemuda yang ikut dalam pengajian tersebut diduga ada yang tersinggung dengan ucapan Sihabudin, yang berapi-api dan dianggap memprovokasi massa. 5. Saat pulang dari lokasi ceramah, atau sekitar dua kilometer dari desa Bowongso, Sihabudin bersama sopir dan satu pengawalnya dengan menggunakan mobil Kijang bernopol B 403 XF dicegat oleh sektar 300 pemuda dan dianiaya.

ke hal 15

6.Polisi setempat dan beberapa anggota Banser berupaya melakukan pertolongan dan menghalangi massa yang berusaha melakukan penganiyaan terhadap Sihabudin.

BPJS foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

PENGAMANAN. Ratusan anggota Banser melakukan pengamanan di depan kantor MWCNU Kertek dan Kalikajar kemarin ( 20/1).

POLISI SELAMATKAN KETUA FPI JATENG

7.Petugas kepolisian akhirnya berhasil mengamankan Sihabudin kemudian dibawa ke Polres Wonosobo. *)Dikumpulkan dari Berbagai Sumber

Lolos dari Pengeroyokan Massa foto: jamil/wonosobo ekspres

BERDESAKAN. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Wonosobo dipadati pendaftar kartu BPJS yang rela antre dan berdesak-desakan, Senin (20/1).

WONOSOBO - Ketua Tanfidz Front Pembela Islam ( FPI) Jawa Tengah K Sihabudin diamankan oleh pihak Kepolisan Resort Wonosobo kemarin (20/1) dini hari. Tindakan tersebut dilakukan karena usai menggelar ceramah di Desa Bowongso ,Kecamatan Kalikajar, dirinya dicegat dan dianiaya oleh ratusan massa saat perjalanan pulang melalui Desa Kembaran pada Senin (20/1) sekitar pukul 00.30 WIB. Kapolres Wonosobo, AKBP

Agus Pujianto, saat dikonfirmasi Wonosobo Ekspres membenarkan, bahwa dini ha ri sekitar pukul 00.30 WIB pihaknya mengamankan Ketua FPI Jateng Sihabudin karena dicegat dan dianiaya oleh ratusan massa dari berbagai desa di Kecamatan Kalikajar. “Usai mengisi ceramah Mau lid Nabi di Desa Bowongso, dirinya dicegat oleh massa pemuda di Desa Kembaran, Kalikajar, saat perjalanan pulang,” katanya.

Alasan pencegatan Sihabudin oleh ratusan massa tersebut, karena dalam ceramah pada sekitar 10 menit terakhir, dirinya mengeluarkan pernyataan yang intinya menghina dan mengkafirkan salah satu ormas pemuda di Kabupaten Wonosobo. “Jadi tidak ada masalah dalam ceramah Maulid Nabi yang disampikan, tapi di 10 menit terakhir itulah yang kemudian dianggap memicu massa pemuda bertindak,” katanya. ke hal 15

Pendaftar BPJS di Wonosobo Membludak WONOSOBO - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sejak 1 Januari 2014 dikeluhkan masyarakat. Selain kurangnya sosialisasi, lembaga baru tersebut dinilai tidak siap mengantisipasi membeludaknya masyarakat yang akan mendaftar menjadi peserta BPJS. Pantauan Wonosobo Ekspres di kantor BPJS Wonosobo dipadati oleh warga yang akan mendaftar menjadi peserta BPJS. Sebagai pendaftar yang tidak mendapatkan kursi terpaksa harus berdiri. Bahkan, ada sebagian yang lain mondarmandir merasa kebingungan. Lebih-lebih ada pen daftar yang merasa kesulitan dengan mekanisme pendaftarannya.

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

APEL KENDARAAN. Kepala Bagian Umum Setda Wonosobo Agus Wibowo kemarin ( 20/1) melakukan apel kendaraan dinas di halaman Sasana Adipura Kencana.

Tidak Dirawat, Kendaraan Dinas Bisa Ditarik

ke hal 15

KESELAMATAN KERJA

foto: jamil/wonosobo ekspres

ANTRE. Pembuat KTP dan akta kelahiran sedang berdesak-desakan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonosobo, Senin (20/1).

Disdukcapil Memungkinkan Berubah Menjadi Kantor WONOSOBO – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wono sobo memungkinkan berubah status menjadi kantor. Padahal, yang mendasari instansi tersebut menjadi dinas tertera jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 41 tahun 2007 tentang organisasi dan perangkat daerah (OPD). Hal itu diungkapkan Ke-

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

UPACARA. Asisten III Sekda drs Eko Yuwono, memimpin upacara hari K3 nasional di halaman Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo, Senin (20/1).

Angka Kecelakaan Kerja Masih Tinggi WONOSOBO - Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan ketenagakerjaan, serta hak dasar tenaga kerja yang ruang lingkupnya berkembang pada keselamatan dan kesehatan masyarakat secara nasional. Hal itu disampikan oleh Asisten III Sekda, drs Eko Yuwono, pada upacara hari K3 nasional di halaman Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo, Senin (20/1). Menurutnya, dalam pelaksanaan K3 hendaknya beriringan untuk memenuhi persyaratan suatu produk atau jasa yang memiliki mutu baik, aman dipergunakan, ramah lingkungan, serta memenuhi standar internasional tertentu seperti Iso 9001 Series dan Ohsas 18000 series. ke hal 15

pala Disdukcapil, Samsul Ma’arif, saat ditanya Wonosobo Ekspres terkait agenda eksekutif untuk membahas raperda OPD di kantornya, Senin (20/1). Menurutnya, jika statusnya akan diubah menjadi kantor pemerintah daerah sangatlah dirugikan. Sebab, pemerintah pusat baru menerbitkan dan mengesahkan undang-undang

Nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan. “Undang-undang tersebut baru saja disahkan dan nantinya proses pembuatan eKTP akan diserahkan kepada Disdukcapil.

WONOSOBO - Kendaraan dinas yang tidak layak karena tidak pernah dirawat oleh pemakainya, akan ditarik, termasuk jika ditemukan ada pemegang kendaraan yang surat-suratnya tidak lengkap atau sudah tidak berlaku lagi. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Bagian Umum Setda Wonosobo, Agus Wibowo, kemarin ( 20/1) usai melakukan apel kendaraan dinas di halaman Sasana Adipura Kencana. Menurutnya, kegiatan tersebut untuk lebih memastikan kendaraan dinas layak dan aman digunakan, sehingga bisa menjamin keselamatan pemakai dan ti dak mengganggu kelancar-

an kerja. “Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap tahun sekali, dengan maksud untuk mengecek kon disi kendaraan dinas yang dipakai oleh PNS di lingkungan Bagian Umum Setda Wonosobo, apakah masih layak atau tidak,” ujarnya. Lebih jauh dikatakan, apel kendaraan kali ini sengaja dilakukan oleh pihaknya dan masih terbatas di Bagian Umum Setda Wonosobo, sesuai kewenangannya, dengan harapan bisa menjadi contoh SKPD lainnya dan yang terpenting faktor kelayakan dan perawatan kendaraan dinas bisa terpenuhi, mengingat jumlah kendarake hal 15

ke hal 15

Mengikuti Guide Training di Kawasan Wisata Dieng

Mengasah Kemampuan Berbahasa Inggris Melihat wilayah Kabupaten Wonosobo yang sarat dengan tempat-tempat menarik hingga membuat banyak wisatawan domestik dan mancanegara tak bosan mengunjungi objek wisata tersebut. Hal itu menggugah mahasiswa lintas semester dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Unsiq untuk mengikuti guide training di salah satu obyek wisata yang kaya hasil pertanian sayuran tersebut. foto: susy pym/wonosobo ekspres

SUSY PYM, Dieng

MEJENG-Peserta guide training sedang mejeng di objek wisata Dieng usai mengikuti berbagai kegiatan yang cukup padat di kawasan tersebut.

GUIDE training yang diikuti sedikitnya 100 mahasiswa FBS diselenggarakan oleh UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan ESC (English Speaking Club) Unsiq. Mahasiswa dari fakultas lainnya seperti Fastikom (Fakultas Ilmu Komputer) juga turut andil dalam kegiatan, bagi mereka kegiatan ini bisa menambah pengetahuan dan mengasah keahlian berbahasa.Menurut Febrianti, salah seorang panitia penyelenggara kegiatan, guide training bukan hanya sekedar untuk mempertajam kemampuan para mahasiswa di bidang bahasa Inggris saja, “Dengan keahlian bahasa Inggris kami juga ingin melestarikan budaya-budaya yang ada di Wonosobo untuk lebih dikenalkan kepada turis asing sehingga Wonosobo makin dikenal ditingkat internasional, ”tuturnya kepada Wonosobo Ekspres (20/1). ke hal 15

Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632

CMYK

CMYK


SELASA 21 JANUARI 2014

Polisi Temukan Dua Proyektil Di Lokasi Perampokan BRI PURWOREJO - Jajaran Satreskrim Polres Purworejo terus menyelidiki kasus perampokan di BRI Unit Sruwohrejo, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Tim penyidik kembali menemukan longsongan peluru dan proyektil di lokasi perampokan. Barang-barang tersebut telah dikirim ke Puslabfor Polda Jawa Tengah dan dilakukan uji balistik untuk mengetahui jenis dan berapa senjata yang digunakan para pelaku, Senin (20/1). Kapolres Purworejo, AKBP Roma Hutajulu membenarkan kalau petugas kembali menemukan longsongan peluru dan proyektil. Total longsongan peluru dan proyektil yang diamankan menjadi 13 longsongan dan 2 proyektil. “Ada perkembangan baru dimana kami menemukan dua longsong peluru dan satu proyektil di luar Kantor BRI. Tadi pagi

(kemarin-red), barangnya sudah kita kirim ke Labfor Semarang untuk uji balitik,” kata Kapolres Purworejo, AKBP Roma Hutajulu, usai mengikuti paripurna DPRD Kabupaten Purworejo di Gedung Dewan, Senin (20/1). Menurut Roma, para pelaku sempat melepaskan beberapa tembakan saat keluar dari kompleks BRI Sruworejo dengan tujuan untuk menakut-nakuti masyarakat yang ada. “Dia itu nembak-nembak pas mau kabur itu,” imbuh Roma. Roma menambahkan dari beberapa bukti dan informasi yang ada, pihaknya mengaku masih minim barang bukti. Secara kasat mata, para pelaku menggunakan tiga jenis kendaraan bermotor tanpa pelat nomor dimana dua sepeda motor Yamaha Jupiter dan sebuah sepeda motor Honda Supra X. “Polisi hanya berpegang pada ciri-ciri fisik pelaku dimana ada enam orang pelaku. Kejadiannya sangat cepat. Selain itu juga CCTV, hardisknya juga diambil,” tambah

DEWAN Polosoro Desak DPRD Lebih Aspiratif PURWOREJO- Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kabupaten Purworejo (Polosoro), Budi Sunaryo meminta DPRD Kabupaten Purworejo untuk lebih aspiratif dan akomodatif terhadap kepentingan masyarakat, yaitu dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembangunan. Salah satunya dengan menggelar public hearing atau konsultasi publik sebelum memulai pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). “Tradisi public hearing ini yang selama ini belum dilaksanakan oleh DPRD. Kami berharap pola konsultasi publik melalui mekanisme public hearing mulai dilakukan untuk memastikan b ahwa rancangan peraturan yang dibahas benar-benar memiliki keberpihakan terhadap rakyat,” ujar Budi, kema rin. Lebih lanjut Kepala Desa Majir ini mengatakan, public hearing diperlukan sebagai forum bagi DPRD untuk mendapatkan masukan dari masyarakat berkaitan dengan Raperda yang akan dibahas. Public hearing digelar dengan mengundang unsur-unsur terkait untuk mencer mati dan mengkritisi Raperda sebelum nantinya disahkan menjadi Perda. Menurut Budi, harus jujur diakui tidak semua legislator memiliki kemampuan untuk membahas rancangan peraturan. “Di situlah relevansi public hearing. Di samping juga untuk memastikan pembahasan Raperda dilakukan secara transparan tidak ada deal politik, tapi murni mengutamakan kepentingan rakyat,” katanya. Ditambahkan Budi Sunaryo, public hearing sudah dilakukan dan bahkan menjadi tradisi yang dilakukan beberapa daerah. Antara lain dilakukan di wilayah Provinsi DIJ. Teknisnya sebelum Raperda dibahas terlebih dahulu diumumkan ke publik sekaligus sebagai undangan kepada pihak-pihak terkait untuk menghadiri public hearing. “Kalau mekanisme ini dibuka saya pikir banyak pihak yang ingin terlibat. Banyak elemen civil society yang tentunya siap memberikan masukan,” katanya. (cr2)

PEMILU 34 Pemilih di Lapas Tak Ber-NIK PURWOREJO-Sebanyak 34 pemilih di Kabupaten Purworejo ternyata tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ke-34 pemilih yang tidak ber-NIK itu berada di Lapas Anak Kutoarjo sejumlah 30 orang dan di Rutan Purworejo sebanyak 4 orang. Ketua KPU Purworejo, Drs Dulrokhim mengatakan, ke-34 pemilih yang tidak ber-NIK itu permasalahannya bukan warga Purworejo. Sehingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo tidak berani memberikan NIK. “Kami disarankan agar berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jateng untuk melengkapi NIK yang masih kosong tersebut,” kata Dulrokhim, kemarin. Menurutnya, ditemukan pemilih tidak memiliki NIK itu setelah dilakukan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) jilid keempat. Dalam penyempurnaan DPT tersebut, ditetapkan jumlah DPT terkini menjadi 626.179 atau berkurang 2.333 dari DPT akhir yang sudah ditetapkan pada 30 November 2013 sejumlah 628.512. Penyempurnaan DPT tersebut atas intruksi dari KPU dengan SE Nomor 838/KPU/XII/2013 tentang Penyempurnaan DPT dan SE KPU Nomor 858/KPU/XII/2013 tentang Revisi Jadwal KPU. “Berkurangnya pemilih dalam DPT karena berbagai hal. Diantaranya karena ada pemilih meninggal dunia, alih status menjadi TNI/Polri, dan pindah domisili,” katanya. (him)

Roma. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan berkomunikasi dengan jajaran Polres Kebumen dan Polres Kulonprogo untuk mengembangkan informasi yang berkembang dimana pelaku diduga kabur ke arah Grabag, Mirit (Kebumen) dan Kulonprogo. “Informasi dari Kapolres Kebumen dan Kapolres Kulonprogo tidak ada data mereka, dari data yang sudah kita ekspose sebelumnya,” kata Roma lagi. Untuk mengungkap kasus tersebut, Roma menyatakan selain berkoordinasi dengan Polres terdekat, pihaknya juga berkomunikasi dengan Ditreskrimsus Polda Jateng. Hal itu dilakukan untuk melakukan penggambaran dari beberapa TKP yang identik seperti kasus di Wonogiri dan Kendal. Seperti di kedua kabupaten tersebut, pelaku perampokan di Sruwohrejo juga menghamburhamburkan senjata api saat beraksi dan saat keluar dari lokasi kejadian.

Petugas dari Reskrim, lanjut Roma, saat ini juga terus melakukan penyisiran di lapangan dimana mereka akan mempelajari kembali untuk mengetahui arah kaburnya para pelaku. “Dari awal lagi kita lakukan penyisiran, karena informasi yang kami terima juga simpang-siur. Konsentrasi kita adalah mengetahui alur mereka keluar dari lokasi kejadiannya,” imbuhnya. Selain itu, pihaknya juga mengumpulkan informasi dari sekitar Kantor BRI Unit Sruwohrejo kemungkinan adanya orang-orang yang dicurigai beberapa waktu sebelum terjadinya kasus perampokan tersebut. “Di dekat kantor BRI itu ada warung-warung yang bisa digunakan untuk duduk-duduk. Nah dalam beberapa hari sebelum kejadian itu, ada tidak orang-orang yang sekiranya mencurigakan di sekitar lokasi tersebut,” tambahnya. Roma juga menyoroti lemahnya upaya

pencegahan dari pihak bank terhadap kemungkinan terjadinya tindak kejahatan. Menurutnya, keberadaan bank yang masih menyewa rumah penduduk sebagai kantor menjadikan langkah pengamanannya amat kurang. Untuk ukuran bank, setidaknya dari segi bangunannya sudah ada upaya pengamanan dengan menerapkan satu pintu. “Selain itu, tenaga keamanan yakni Satpam di sana saya rasa kurang maksimal dan masih perlu ditingkatan skillnya. Tombol panic yang terhubung dengan Polsek terdekat juga tidak ada,” ujarnya. Guna mengungkap kasus tersebut, Roma meminta bantuan dari masyarakat yang sekiranya mengetahui sepeda motor dengan ciri-ciri pelaku yang ada dan sempat terlihat di jalanan seusai kejadian untuk melaporkannya ke kepolisian. “Kalau ada yang sempat melihat kaburnya para pelaku dengan ciri-ciri yang ada itu, laporkan kepada kami,” imbuh Roma lagi. (him)

Ternyata RS PKU Muhammadiyah Tak Berbadan Hukum PURWOREJO- Kasus pemecatan karyawan Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Purworejo termasuk pengelolaan lembaga pelayanan kesehatan masyarakat mendapat perhatian dari banyak pihak termasuk anggota dewan. Bahkan RS PKU Muhammadiyah yang ditengarai tidak memiliki badan hukum yang tercatat di Kementrian Hukum dan HAM ini membuat para wakil rakyat ini tercengang. Wakil Ketua DPRD,M Abdullah mengaku kaget begitu mendengar informasi bahwa yayasan RS PKU Muhammadiyah Purworejo ternyata tidak tercatat sebagai badan hukum yayasan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Ini kan sangat membahayakan. Bagaimana bisa sebuah yayasan mengelola sebuah lembaga pelayanan yang ternyata yayasan tersebut ilegal. Saya pikir Pemkab tidak boleh tinggal diam,” kata Abdullah, Senin (20/1). Politisi Demokrat ini meminta Pemkab Purworejo, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk turun tangan. Bukan untuk intervensi terkait sengketa keperdataan yang terjadi antar pihak di RS PKU Muhammadiyah, namun untuk mengaudit proses pelayanan di rumah sakit tersebut. “Pemkab tidak boleh lepas tangan. Apalagi kisruh di RS PKU Muhammadiyah secara langsung atau tidak langsung tentu

foto: lukman hakim/harian purworejo

MENUNGGU. Keluarga pasien saat menunggu keluarganya yang sakit di RS PKU Muhammadiyah Purworejo, kemarin.

berdampak pada pelayanan masyarakat, bahkan terhadap keselamatan pasien,” katanya. Dia mengkhawatirkan rumah sakit tersebut hanya digunakan sebagai kedok dalam kegiatan kartelisasi dunia kesehatan. Selain itu, selama ini RS PKU Muhammadiyah juga melayani pasien Jamkesmas maupun Jamkesda.

“Di sinilah pentingnya dilakukan audit pelayanan. Kalau memang ada penyimpangan perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap izin operasionalnya,” katanya. Terpisah, Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah, H Dandung Danadi yang dimintai konfirmasi membenarkan pihaknya sudah mendapatkan

surat penjelasan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jakarta. Dalam suratnya yang ditujukan kepada Ketua PD Muhammadiyah tertanggal 23 Oktober 2013, Pelaksana Harian Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Direktur Perdata ,Freddy Harris menjelaskan berdasarkan data pada Sub-

dit Badan Hukum Direktorat Perdata Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,Yayasan Rumah Sakit Pelayanan Kesehatan Ummat Muhamamdiyah Purworejo yang diketuai oleh dr Muhammad Sururi tidak tercatat sebagai badan hukum dalam daftar yayasan. (cr2)

Mahasiswa Dituntut Peka Masalah Sosial PURWOREJO-Maraknya aksi pelanggaran hukum akhir-akhir ini menjadi salah satu parameter ketidak beresan tatanan sosial ditengahtengah masyarakat. Mahasiswa sebagai kaum terdidik diharapkan mampu mengurai permasalahan itu. Hal itu disampaikan Kiai Adi Alhamro kepada puluhan peserta saat penutupan sekolah kader yang digelar Aliansi Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (AKPMII) Purworejo yang digelar di Pacekelan Kecamatan Purworejo, Senin (20/1). “Fenomena permasalahan degradasi moral khususnya anak-anak muda kian hari kian memprihatinkan. Tentu

hal ini harus disikapi bersama agar permasalan ini bisa segera terurai,” tuturnya. Dia mencontohkan berbagai permasalahan tersebut di antaranya, fenomena kimcil, oplosan, balap liar, perkelahian, tawuran pelajar, pencabulan menjadi kasus yang sangat mudah dijumpai hari ini. “Rata-rata pelakunya adalah para generasi muda. Kader pergerakan seperti adik-adik ini dituntut memiliki kepekaan yang tinggi untuk ikut mengurai dan memberikan solusi atas permasalan itu,” tandasnya. Lebih lanjut Adi mengatakan, ke depan ancaman itu akan semakin kompleks seiring dengan percepatan arus informasi yang banyak disalahgunakan

untuk hal-hal negatif. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rusaknya moral masyarakat lima atau sepuluh tahun yang akan datang. Maka melalui forum seperti ini kita juga perlu merumuskan formula permasalahan itu,” katanya. Sementara itu, Muhammad Arifin selaku ketua panitia mengatakan, dalam sekolah kader yang digelar selama dua hari ini diharapkan dapat menambah wawasan dan keilmuan 53 kader PMII dari tiga komisariat dibawah koordinasi PC PMII Kabupaten Purworejo. “Selain sebagai forum pendalaman materi untuk meningkatkan kuaalitas kader, kegiatan ini juga dimaksud-

foto: lukman hakim/harian purworejo

MENDENGARKAN. Mahasiswa yang mengikuti sekolah kader tengah mendengarkan pemaparan materi.

kan sebagai media silaturahmi antar kader serta wadah untuk mendiskusikan permasalahan

sosial yang terjadi ditengah masyarakat kita,” pungkasnya. (cr2)

Derita Naila (8) yang Didiagnosa Gejala Ginjal

Tubuhnya Membengkak, Bobotnya dari 18 Kg Jadi 30 Kg Tak seperti teman-teman seusianya, Naila Farihatul Azizah (8), putri pertama pasangan Rofik (36) dan Mahriatul Khoiriyah (29) warga Dusun Sekeduk RT 4 RW 2 Desa Cacaban Kidul, Kecamatan Bener ini harus menjalani, hari-harinya di rumah sakit. Lantaran sekujur tubuhnya membengkak dipenuhi cairan karena menderita gejala ginjal. LUKMAN HAKIM, Purworejo KEADAAN ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat penanganan penyakit yang diderita Naila tak maksimal. Selama ini keluarga hanya mengandalkan kartu Jamkes-

mas untuk meringankan biaya pengobatan. Diagnosa gejala ginjal membuat gadis malang ini hanya bisa tergolek lemah di bangsal Melati Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Purworejo untuk mendapatkan perawatan. Penyakit tidak wajar yang mendera Naila ini terjadi sejak dua bulan yang lalu. Gejala awal berupa demam tinggi membuat tubuh Naila lemas dan tidak bertenaga. Tidak lama berselang sekujur tubuh Naila perlahan-lahan mulai membengkak penuh cairan. Saat kondisi demam meninggi cairan itu mengeras hingga membuat tubuhnya kaku. “Selama ini Naila mengenyam pendidikan di sebuah Pondok Pesantren di Muntilan, Magelang. Di sana dia tinggal di rumah Bibinya. Waktu itu saya dikasih tau kalau Naila demam tinggi, seketika itu saya mengambil keputusan untuk

menjemputnya dan merawat Naila di rumah,” ucap Rofik saat ditemui Harian Purworejo, Senin (20/1). Rofik melanjutkan, berbekal kartu Jamkesmas yang keluarga milik, ia lantas melarikan Naila ke RSUD Saras Husada Purworejo. Setelah dirawat beberapa hari kondisi putrinya mulai membaik dan diperbolehkan menjalani perawatan jalan. Namun, selang beberapa waktu penyakit itu kambuh lagi hingga membuat Naila kembali menjalani perawatan selama tiga belas hari. “Berat badan normal Naila 18 kilogram, namun karena penyakit itu tubuhnya membengkak dan berat badanya mencapai 25 kilogram. Saat itu sebenarnya Naila belum diperbolehkan pulang, namun karena pertimbangan ekonomi kita memaksa untuk pulang, terlebih lagi selama dirawat dia tidak menunjukkan perkembangan yang lebih baik,” ucapnya.

Selama di rumah, lanjut Rofik, putrinya hanya mendapat perawatan dari Mantri Puskemas desa setempat. Namun, hal itu tidak membuat penyakit Naila kian sembuh bahkan sebaliknya. Penyakit Naila bahkan membuat iba para tetangga sekitar yang kemudian secara swadaya berupaya membantu biaya pengobatan Naila. “Di rumah saya hanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Selama merawat Naila di rumah saya sama sekali belum pernah mendapat bantuan dari pihak desa maupun pihak lainnya. Bantuan hanya datang dari warga dan tetangga sekitar yang merasa iba dengan penyakit yang diderita anak saya,” ucapnya. Rofik menambahkan, bantuan lain yang didapat hanya datang dari salah satu tokoh politik yang beberapa waktu lalu melakukan reses di wilayah desa setempat. Kepadanya

foto: lukman hakim/harian purworejo

LEMAS. Naila hanya bisa terbaring lemas di rumah sakit saat ini.

tokoh tersebut meminta agar Naila di bawa ke Rumah Sakit PKU Mu-

hammadiyah Purworejo untuk mendapatkan perawatan. (*)

Magelang ekspres edisi selasa 21 januari 2014  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you