Page 1

CMYK

CMYK

SABTU 25 JANUARI 2014

Panwaslu Polisikan Oknum PNS Diduga Ikut Kampanye Caleg DPR RI PURWOREJO - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Purworejo melimpahkan berkas kasus dugaan pidana pemilu oknum PNS ke Polres Purworejo, Jumat (24/1) siang. Pelimpahan kasus tersebut dilakukan Ketua Panwaslu Kabupaten Purworejo Gunarwan didampingi dua komisioner lainnya setelah melakukan proses klarifikasi, telaah hukum, serta barang bukti. Berkas hasil klarifikasi Panwaslu diterima penyidik Polres dan langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi, pelapor, serta pihak terlapor.

Gunarwan menjelaskan, kasus dugaan tindak pidana pemilu terjadi 14 Januari 2014 lalu. Kegiatan Posyandu rutin untuk balita dan lansia di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo ditumpangi dengan kegiatan kampanye yang menguntungkan salah satu caleg DPR RI dari Dapil VI Jawa Tengah. ”Kami juga sudah mengundang anggota Sentra Gakumdu untuk ekspose dan hasilnya untuk sementara memang memenuhi unsur pidana. Oleh karena itu kami limpahkan ke kepolisian sesuai dengan mekanisme penanganan tindak pidana pemilu yang diatur dalam undangundang,” katanya. Lebih lanjut Gunarwan mengatakan, kasus dugaan tindak ke hal 3

foto:chandra yoga k/magelang ekspres

JALUR LAMBAT. Seorang pengendara di jalur lambat Jl Pahlawan tertangkap basah melakukan pelanggaran sehingga diberi tindakan oleh petugas dalam operasi penertiban jalur lambat.

Jangan Coba-Coba Terobos Jalur Lambat Polres Mako Razia Siang - Malam

Emosi Saat Skripsi Pengasuh rubrik konsultasi yang terhormat, anak saya akhir – akhir ini emosinya tidak terkendali. Latar belakang masalahnya dia tengah menyelesaikan tugas skripsinya. Saya bingung menghadapinya, kira-kira apa yang harus say lakukan ? Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, Slamet Priyatin Jalan Manyar 2/32 Blora Jawab Bapak Slamet yang terhormat, kami mempunyai saran untuk mengatasi masalah putra bapak yang sedang menghadapi skripsi dan emosinya tidak terkendali. Memang masalah skripsi merupakan masalah umum yang sering menjadi kendala bagi banyak mahasiswa. Dan tidak jarang hal ini menjadi sesuatu untuk memicu terjadinya/timbulnya gangguan jiwa. Untuk itu sebagai orang tua / pendamping yang bijaksana yaitu ke hal 3

Ayu Ting Ting Jual Mobil saat Lahiran ? BAGAIMANA proses persalinan Ayu Ting Ting hingga masih misteri. Kabar terbarunya, untuk membayar biaya persalinan putri pertama hasil buah pernikahannya dengan Enji, Ayu menjual mobil Honda Freed miliknya. Akan tetapi kabar tersebut dibantah oleh pihak keluarga Ayu. ke hal 3

MAGELANG - Satuan Lalulintas Polres Kota Magelang menggelar penertiban jalur lambat, di sejumlah titik yang mempunyai insensitas pelanggaran tinggi. Salah satunya adalah di jalur

lambat Jalan Pahlawan Kota Magelang. Kepala Unit Turjawali Ipda Sukardiana, mengatakan operasi penertiban jalur lambat tersebut, merupakan perintah dari Kapolres Kota Magelang AKBP Tommy Aria Dwianto. Kapolres memerintahkan agar jalur lambat berfungsi sebagai mana mestinya.

“Pelanggaran terbanyak di jalur lambat adalah sering dipakai kendaraan umumnya sepeda motor untuk berbalik atau melawan arus di jalan satu arah. Oleh sebab itu akan dapat mengganggu bahkan mengancam kenyamanan dan keselamatan pengguna jalur lambat yang ke hal 3

Banjir Jepara,Warga Ngungsi di WC Umum JEPARA - Banjir yang menimpa sebagian daerah di Jawa Tengah membuat beberapa daerah terisolir. Seperti informasi yang diterima dari Korwil Jateng Partai NasDem, HM Prasetyo, kondisi tersebut diawali dari hujan cukup lebat berkepanjangan selama tiga hari yang memicu terjadinya genangan air di hampir semua ruas jalan dalam Kota Jepara, maupun jalan-jalan akses ke kota-kota lain di sekitarnya,

yakni Demak, Kudus, dan Pati. Akibatnya, saat ini Kota Jepara terisolasi. Hal tersebut diperparah dengan jebolnya tanggul sungai yang melintasi daerah Karang Randu, Sowan Kidul, Kalipucang Wetan, Ketileng, dan Welahan, sehingga membuat air semakin meluap yang beberapa rumah penduduk desa hampir tenggelam. Tidak luput, air dengan debit besar tersebut juga menggenangi ladang

dan areal persawahan, jalanan, dan jembatan, hingga tidak mungkin bisa dilalui kendaraan. Dipastikan dengan kondisi semacam itu, pasokan bahan makanan dan bahan bakar dari dan untuk daerah Jepara sulit untuk masuk. Melihat kondisi memperihatinkan tersebut, jajaran Pengurus DPD NasDem Jepara bersama dengan kru Metro TV dan ke hal 3

foto : wiwid arif/magelang ekspres

DISIDIK. Kasubag Humas Polres Magelang Kota, AKP Murdjito (kiri) saat memeriksa tersangka polisi gadungan, Muh Rendy Munandar (tengah), di ruang Humas Mapolres setempat, kemarin.

Ngaku Ajudan Kapolres, Berhasil Tilep Motor MAGELANG - Jajaran Polres Magelang Kota, Jawa Tengah, meringkus seorang polisi gadungan, Muh Rendy Munandar (35), yang telah melakukan penipuan dan menggelapkan sebuah sepeda motor. Kapolres Magelang Kota, AKBP Tommy Aria Dwianto melalui Kasubag Humas AKP Murdjito mengatakan, tersangka berhasil ditangkap di daerah Kampung Kiringan, Tidar Utara, Magelang Selatan, Kamis (23/1) lalu. Pihak kepolisian yang mengaku sudah mengincar pelaku ini, membekuk tersangka saat menggunakan

sepeda motor hasil kejahatannya di jalan raya. Sebelum melancarkan aksinya, tersangka yang mengaku sebagai Ajudan Kapolres Magelang Kota ini menawarkan pekerjaan kepada seorang perempuan ketika ditemui secara tidak sengaja di daerah Alun-alun Utara. Mendengar ajakan pekerjaan sebagai asisten ibu Kapolres, Desi Natalia, warga Cacaban ini kemudian menceritakan kepada adik kandungnya, Dwi Novitasari (22). Dari cerita itu, nampaknya Dwi cenderung tertarik dengan ke hal 3

Kelenteng Lio Hok Bio Mulai Lakukan Ritual Jelang Imlek

Cuci Rupang Sebagai Simbol Bersihnya Hati Umat NGAKU AJUDAN KAPOLRES DIBEKUK

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2565 puluhan umat Tionghoa melaksanakan pencuian rupang (peralatan) altar dan para Sin Ben/Kim Sin atau patung dewa-dewi yang terdapat dalam Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio, Jalan Alun-alun Selatan, Kota Magelang, kemarin. Proses yang dilakukan dalam pencucian patung dewa ini menggunakan air kembang yang bertujuan agar patungpatung itu terlihat bersih, segar dan wangi. Bagaimana prosesnya ? Berikut laporannya

Kudu ati-ati, ojo gampang percaya karo sing ngaku-ngaku

BANJIR JEPARA WARGA NGUNGSI DI WC UMUM

WIWID ARIF, Magelang WAKIL Ketua Yayasan Tri Bhakti, Tan Tjuei Djueng mengatakan, kegiatan pencucian ini biasa dilakukan mendekati

peringatan Imlek yang jatuh pada 31 Januari mendatang. Jumlah Kim Sin yang dicuci terdapat ke hal 3

foto : wiwid arif/magelang ekspres

RUPANG. Beberapa umat Tionghoa di Kota Magelang melaksanakan tradisi pembersihan rupang di lingkungan Klenteng Liong Hok Bio, Jalan Alunalun Selatan, kemarin.

Moga-moga cepet asat ben iso balik umah

foto : ist

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

CMYK

Web: magelangekspres.com, E-mail: magelangekspres@yahoo.co.id, iklanmglekspres@gmail.com

CMYK


CMYK

CMYK

MAGELANG EKSPRES

SABTU 25 JANUARI 2014

4

Menerobos Jalan Tikus BAGI Sobat Xpresi yang mengendarai sepeda motor menuju sekolah, pusat kota, maupun rumah umumnya melewati alur jalan raya atau jalur utama. Jalan raya yang pastinya ramai lalu lalanga n g k u t a n umum dan kendaraan pribadi. Sepanjang sisi kanan dan kiri jalan berjajar tanda lalu lintas. Itulah wajah jalan raya yang menjadi jalan utama dalam sebuah kota. Ramainya jalan raya ini, membuat sebagian dari kita memilih alternatif jalan lain. Jalan lain yang diambil yaitu jalan melewati kampung atau sering disebut jalan tikus. Diberi nama jalan tikus nggak lain karena biasanya tikus melewati rute yang tidak biasa dan relatif lebih sempit. Kenapa memilih jalan tikus? Banyak alasan yang mendasarinya. Akibat jalan tikus yang frekuensi kendaraan yang lewat tidak sepadat jalan utama, pilihan ini diminati oleh Lendra. “Aku suka jalan tikus soalnya lebih cepat sampai tujuan dan lancar karena nggak rame. Aku pilih jalan tikus

pas mau kemana aja yang penting lancer,” tuturnya. Kelancaran berkendara memang hal yang diinginkan oleh tiap pengendara. Tetapi, kelancaran tersebut ada hambatannya juga jika dibandingkan dengan jalan utama kata Lendra. Cowok yang suka main game Pokemon ini menambahkan sebenarnya lebih enak jalan utama sih, kalau jalan tikus biasannya lintasan aspalnya jelek dan nggak mulus, jadi harus lebih berhati-hati. Lain lagi dengan Kiko, ia mengaku bahwa memilih jalan tikus karena u n t u k menghindari aparat, bukan mencari kelancaran berkendara. “Biasanya lewat jalan tikus itu buat menghindari polisi jika nggak bawa helm atau nggak bawa surat-surat penting berkendara,” papar cewek yang doyan baca e-book ini. Senada dengan Lendra, Kiko juga lebih memilih lewat jalan normal, “Enakan jalan normal kalau tikus kadang nggak tahu tikungannya bisa kesasar,” tambahnya. Faris, cowok berkacamata minus ini seiya sekata dengan Kiko, menerobos jalan tikus seperti main kucingkucingan dengan aparat. Bukan tanpa sebab, ia

berlaku demikian karena ia sering memboncengkan temannya yang nggak pakai helm. Berbeda dengan Lendra dan Kiko, Faris berpendapat bahwa jalan tikus lebih nyaman daripada jalan raya umum (utama) karena jauh dari macet di traffic light. Tentu jalan tikus punya hambatan, “Kalau banyak yang tahu jalan tikus jadi bikin jalan tikus lagi, karena jalan tikus A udah ketahuan maka pada bikin jalan tikus B. Di samping itu, sering banyak anak kecil larilari dan tiba-tiba nyelonong lewat kan bahaya,” tutur cowok penggemar kimia ini. Nah gimana nih Sobat Xpresi? Mana jalan yang akan Sobat pilih? Ingat selalu, yang penting keamanan dan kenyamanan berkendara ya. (Mia)

KATA MEREKA Model : Christina D.A

Aman dari Polisi itulah alasan mengapa Ana Martina Ulfa memilih lewat jalan tikus ketika bersepeda motor. “Masih lewat jalan tikus terus sih cos belum punya SIM, jadi ambil amannya aja deh,” tuturnya. (Rokhim) Ana Martina Ulfa

Menurut cowok yang satu ini jalan tikus menjadi pilihan karena bisa memperpendek jarak tempuh. “Kalau lewat jalan tembus kan bisa lebih dekat dan bisa lebih menghemat waktu,” terangnya. (Rokhim)

CMYK

tiyani yang akrab dipanggil Rina ini. “ Ya, kalau jalan tikus sih justru lebih sering buat jalan alternatif sama ngindarin macet, juga buat ngindarin polusi di jalan raya,” katanya. Tuh kan, kalau diliatliat banyak juga manfaatnya ya? Bisa buat jalan alternatif, ngindarin macet, dan bisa juga buat ngindarin polusi udara yang kebanyakan terjadi di jalan utama. Jadi nggak ada salahnya kalau banyak Sobat Xpresi atau orang umum buat lewat jalan tikus. Tapi ternyata nih ya, ini nih sebabnya jalan ini disebut jalan tikus. Sempit dan berlubang. Ya, seperti yang kita tahu, kebanyakan jalan tikus itu pada berlubang. “ Kalau jalan tikus itu nggak enaknya banyak lubang. Jadinya lama-lama bisa rusak motornya kalau sering-sering lewat jalan tikus,” tutur Rina. Aduh, sayang banget ya, padahal kalau dilihat-lihat jalan tikus itu ba nyak menolong banget. Tapi Sobat Xpresi banyak juga yang milih jalan tikus soalnya kalau lewat jalan utama itu jarak tempuhnya cukup jauh dan sering juga ada macet. Namun kalau bicara lebih milih jalan tikus atau jalan utama jawabannya “tergantung”. Soalnya, dili hat dari sisi positif dan negatifnya,

semua punya positif dan negatifnya. Jadi tergantung diri kita sendiri sih, mau memakai positif atau negatifnya. Tapi mendingan manfaatin buat yang baik-baik aja. Karena buat sebagian orang, jalan tikus adalah penolong. Dan buat Sobat Xpresi yang memakai jalan tikus buat ngindarin operasi polisi, jangan dilanjut-

kan. Soalnya, sekarang pak polisi jadi tahu deh. Mudah-mudahan aja, dengan adanya jalan tikus, bisa ngindarin yang namanya kecelakaan dan kemacetan. Soalnya kalau dilihat-lihat, mana bisa kita kebut-kebutan di jalan tikus. Bisa jadi, kita yang malah tersungkur sendiri,l gara-gara jalan berlubang. (Siti K)

Lebih Menghemat Waktu Mukamad Khakim

Agus

Jadi Alternatif Sampai Penyelamat dari Polisi TIKUS, dengar nama itu mungkin yang muncul di benak Sobat Xpresi, itu adalah makhluk kecil, kotor dan sering buat keributan di area rumah. Tapi nih ya, tikus yang satu ini bukanlah tikus yang kalian tahu selama ini. Nah, tikus yang kali ini dibahas adalah jalan tikus. Temen-temen semua mungkin bingung ketika mendengar nama itu. Padahal nih ya, buat sebagian orang, jalan tikus itu adalah penyelamat. Misalnya aja, kalau ada operasi polisi atau ada macet, jalan yang satu ini pastinya jadi pilihan pertama dan terakhir. Jadi, kira-kira apa ya jalan tikus itu? Jalan tikus itu semacam jalan alternatif kecil yang biasa tersebar di kampungkampung ataupun di jalan raya. Nah, buat sebagian Sobat Xpresi, jalan ini biasanya di gunakan untuk ngindarin operasi polisi nih. Seperti yang dituturkan oleh Wahyu Solekhan, yang akrab dipanggil Wahyu. “Ya, paling dipake buat ngindarin operasi polisi, atau kalau nggak biar cepet”. Nah, tapi nih ya, ini itu nggak boleh ditiru sama Sobat Xpresi. Ada baik nya, kalau belum mempunyai SIM (Surat Ijin Mengemudi), nggak usah deh yang namanya naik motor kalau memang bukan karena terpaksa, Bahaya! Seperti pepatah bilang “jalan pintas itu nggak selamanya baik”. Nah, beda lagi nih sama Rina Wahyu-

Jalan tikus bukan menjadi pilihan bagi cowok tinggi ini, ia lebih suka melewati jalan utama. “Lebih asyik lewat jalur utama, selain jalannya biasanya lebih enak bisa sambil cuci mata juga, liat pengguna jalan yang lain,” ungkap Agus. (Rokhim)

JALAN tikus adalah istilah yang digunakan sebagai jalan tembus menuju ke suatu tempat yang melewati jalan lingkungan yang kecil untuk menghindari ruas jalan yang macet, ataupun menghindari persimpangan atau lampu lalu lintas yang macet. Kebanyakan orang melewati jalan tikus ini kadang harus mengkompensasi polisi tidur atau hambatan lain yang ditempatkan oleh masyarakat yang tinggal disekitar jalan tikus tersebut. Jalan tikus juga sering dimanfaatkan untuk menghindari dari polisi yang sedang melakukan pengawasan atau lebih tepatnya razia. Seperti Miftah Ruri yang sering melewati jalan tikus, Baginya jalan tikus sudah menjadi favorit untuk dilewati setiap kali bepergian, “Kalau buatku jalan tikus sudah menjadi pilihan utama, soalnya kalau lewat jalan utama macet jadi nggak bisa mengejar waktu,” kata cowok penggemar motor dua langkah ini.

Selain untuk menghindari macet menurut Miftah kalau pergi lewat jalan tikus itu lebih aman karena tidak perlu melewati persimpangan dan juga bisa terhindar dari razia seperti di jalan utama. “Asiknya sih nggak ada razia kalau di jalan tikus jadi buat orang yang belum mempunyai SIM seperti aku bisa merasa tenang tanpa dihantui rasa takut terkena razia,” ucapnya dengan senyum. Namun bagi orang yang melewati jalan tikus harus siap dengan resikonya seperti banyak polisi tidur, kondisi jalan yang kurang bagus bahkan ada juga jalan yang rusak berat. Miftah juga sering menjumpai jalan tikus yang mengalami rusak berat dan berbatu. “Nggak jarang juga aku melewati jalan yang rusak berat tapi ya itu sudah resiko jadi dinikmati aja,” tutup Ruri panggilan akrabnya. (Rokhim)

CMYK


CMYK

CMYK

SABTU

11

25 JANUARI 2014

5

MAGELANG EKSPRES

Aset Koperasi Kodim Capai Rp5,3 Miliar MAGELANG UTARA – Koperasi Primer Kartika B-02 Kodim 0705/Magelang terus mengembangkan diri menjadi koperasi yang besar dan sukses. Sejak berdiri 8 September 1967 lalu, koperasi ini sudah memiliki berbagai unit usaha yang semuanya bermanfaat bagi para anggota dan masyarakat umum.

Dari sekian unit usaha, salah satunya yang terus berkembang adalah usaha warung atau toko yang bergerak di bidang perdagangan. Hingga saat ini, sedikitnya sudah berdiri sebanyak 40 toko termasuk yang diresmikan oleh Dandim 0705/Magelang Letkol Kav Adang Sumpena.

Ada 5 unit toko di Jl Kapten Suparman yang secara resmi beroperasi untuk melayani para anggota dan masyarakat umum. Kelima toko ini berupa warung kelontong yang menjual aneka sembako dan kantin/warung makan. ”Penambahan unit usaha ini memang dalam rangka terus meningkatkan

kapasitas usaha kita di bidang koperasi. Seperti diketahui, koperasi merupakan salah satu penopang ekonomi rakyat yang sangat berguna bagi masyarakat,” ujar Adang di sela-sela peresmian, kemarin. Ketua Koperasi Primer Kartika B-02 Kodim 0705/Magelang, Kapten

Sigit Bantah

ke hal 11

Intensifkan Operasi KTL KOTAKITA

Jadwal Acak Agar Tak Diendus Pelanggar MAGELANG SELATAN - Masih banyaknya pelanggaran yang terjadi dikawasan tertib lalu lintas membuat pihak terkait tidak tinggal diam. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika bakal menggalakan operasi KTL untuk menekan angka pelanggaran. “Dengan terus menggalakan operasi KTL secara berkesinambungan juga sebagai bentuk upaya yang kami lakukan untuk mem berikan efek jera kepada para pengendara yang kerap melanggar rambu lalulintas. Dan juga untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib berlalulintas,” kata Kepala Dishubkominfo, Suko Tricahyo, kemarin. Pihaknya juga mengaku tidak hanya melakukan operasi KTL

Perhatikan Pedagang DPRD janji akan mengupayakan untuk membantu perbaikan kerusakan yang terjadi di kawasan Pasar Gotong Royong

Semoga saja janjinya itu direalisasikan, jika memang direalisasikan maka DPRD memang mendengarkan aspirasi rakyat kecil,

saja untuk memberikan efek jera bagi pelanggar. Tetapi juga terus melakukan pengawasan pada beberapa titik yang kerap terjadi pelanggaran. “Jika anggota sedang keliling ke mudian mendapati adanya pelanggaran maka anggota secara otomatis akan memberikan peringatan dan imbauan langsung kepada para pelanggar. Jadi tidak hanya dengan operasi KTL saja kita menekankan pentingnya kesadaran berlalulintas, tapi juga lewat imbauan dan teguran,” tambahnya. Dirinya juga menambahkan bahwa kedepannya operasi KTL ini tidak hanya digelar di kawasan percontohan saja. ke hal 11

SUSI, MAHASISWA, MAGELANG

Itu berarti rencana yang bagus, artinya para pejabat itu tidak menutup mata dengan se gala permasalahan yang sedang dialami dan dikeluh kan oleh masyarakat kecil, (mg3). SAEFUL, MAHASISWA, MAGELANG

LINGKAR TIDAR

foto : fuad bayu irawan/magelang ekspres

DIPERBAIKI.Dinas Pekerjaan Umum melakukan perbaikan pada saluran air yang mengalami kerusakan.

Respons Laporan Masyarakat MAGELANG SELATAN - Adanya beberapa saluran drainase yang mengalami keru sakan dan membahayakanmenarik perhatian pihak terkait. Oleh sebab itu Dinas Pekerjaan Umum segara melakukan perbaikan pada kerusakan saluran tersebut. Seperti kegiatan perbaikan yang dilakukan pada Jumat (24/1) di ruas Jalan Beringin IV. “Ada beberapa saluran yang amblas di jalan itu, sehingga demi memberikan kenyamanan kepada semua pihak maka kami langsung ambil tindakan perbaikan secepatnya,” kata Kepala Bidang Pengairan, Drainase, dan ESDM DPU, Santosa Endra Gunawan, kemarin. Perbaikan tidak hanya dilakukan pada saluran drainase diruas Jalan Beringin IV saja. Tetapi ada beberapa kerusakan lainnya di ruas Jalan Beringin VI yang juga turut diperbaiki. “Kalau di Jalan Beringin VI itu ada penutup saluran yang hilang, setelah kita dapat informasi bahwa ada kerusakan terse-

foto : fuad bayu irawan/magelang ekspres

RUSAK. Keterbatasan kewenangan membuat DPU belum maksimal memerbaiki Jalan Jenderal Sudirman

DPU Belum Bisa Maksimal

JALAN JENSUD TANGGUNG JA WAB PUSA JAW PUSATT MAGELANG SELATAN - Banyaknya kerusakan yang terjadi di ruas Jalan Jenderal Sudirman memang dirasa cukup meresahkan dan membahayakan para pengguna jalan. Tetapi pihak DPU belum mampu mengambil tindakan lantaran status jalan tersebut masih menjadi tanggung jawab pusat. “Soalnya status Jalan Jenderal Sudirman kan masih jalan nasional jadi kita tidak memiliki kewenangan penuh untuk melakukan perbaikan, apalagi sampai pengaspalan seperti yang di Jalan Ikhlas dan Jalan Tentara Pelajar,” kata Kepala Bidang Bina Mar ga DPU, Ch Yonas Nusantrawan Bolla, kemarin. Pihaknya sampai sekarang masih sebatas memberikan permohonan perbaikan atas kerusakan yang terjadi diruas jalan tersebut. “Jika ada kerusakan yang terjadi maka kami akan memberikan laporan kepada pusat. Agar pihak pusat segera melakukan perbaikan atas ketusakan yang terjadi,” tambahnya. Menurutnya, masyarakat harus bersabar untuk menanti penurunan status dari Jalan Jenderal Sudirman. Yang sampai saat ini masih menjadi tanggung jawab pusat agar bisa menjadi

tanggungan Kota Magelang. “Kita memang sudah mengusulkan agar status jalan tersebut diturunkan. Kemungkinan baru akan turun statusnya itu 2015 nanti. Dan jika sudah turun maka akan segera kita lakukan perbaikan pada kerusakan yang terjadi,” papar Yonas. Dirinya memang tidak memungkiri bahwa banyak pihak yang menyarankan agar jalan tersebut tidak hanya dilebarkan saja. Tetapi juga diaspal ulang karena sudah banyak bagian yang mengalami kerusakan.

foto :fuad bayu irawan/magelang ekspres

MELANGGAR. Walau kerap dilakukan masih saja ada masyarakat yang

ke hal 11

ke hal 11 memakirkan kendaraannya di atas trotoar.

CMYK

CMYK

In


anggung ekspres

CMYK

CMYK

SABTU 25 JANUARI 2014

Foto: rizal ifan

Masa Sanggah Lelang Pasar Seminggu

KOMISI C Dewan Soroti Dunia Pendidikan TEMANGGUNG – Anggota Komisi C DPRD Temanggung Slamet Eko Wantoro mengatakan, dunia pendidikan masih menjadi sorotan utama anggota dewan dalam pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014. “Pendidikan masih memiliki banyak masalah, jadi sebelum diparipurnakan harus benar-benar sudah disiapkan,” katanya saat ditemui di kantornya kemarin. Ia menyebutkan, masalah-masalah yang ada di dunia pendidikan saat ini antara lain, angka untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi masih sangat minim. Bahkan bisa di bilang jalan di tempat.

Terhitung Sejak Diumumkan Pemenang

ke hal 11

PARAKAN – Setelah pemenang lelang pembangunan Pasar Legi Parakan diumumkan melalui Unit Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada 21 Januari lalu, saat ini tahapan pembanggunan pasar tersebut

PEMILU Caleg Berpotensi Memobilisasi Pemilih TEMANGGUNG – Panitia Pemunggutan Suara (PPS) di tingkat desa diimbau agar lebih jeli dan teliti dalam mengeluarkan formulir A5 atau surat pengantar kepada warga untuk pindah tempat menggunakan hak suara. Karena sangat berpotensi dimanfaatkan para caleg untuk memobilisasi suara. Imbauan tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung Sujatmiko kemarin di kantornya. “Harus benar-benar jeli, jangan sampai terlena, setiap ada yang minta harus dimintai keterangan pasti,” pintanya. Ia juga meminta, formulir A5 jangan samke hal 11

PEMASUKAN

pada masa sanggah hasil lelang yang akan berakhir 28 Januari 2014. Ketua Unit Layanan Pengadaan Secara Elektronil (LPSE) Pemkab Temanggung Bagus Pinuntun mengatakan, pada masa sanggah ini kelompok kerja (Pokja) pembangunan pasar akan menunggu apakah ada sanggah dari penyedia yang ikut mendaftar dalam lelang tersebut atau tidak. ke hal 11

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

TELAT. PNS di Setda Temanggung terlambat mengikuti apel bagi. Sehingga menunggu di luar kantor.

Mangkir 46 Hari Kerja PNS Dipecat TEMANGGUNG - Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2010, tentang disiplin Pegawai Negri Sipil (PNS). Jika PNS tidak masuk kerja (mangkir) selama 46 hari maka akan diberhentikan. “Aturannya sudah sangat jelas dan mengikat, jika PNS sudah tidak masuk selama 46 hari maka akan diberikan sanksi dengan pemberhentian dengan hormat tidak atas kemauannya sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS,” kata Ke-

pala BKD Dja’far saat ditemui di kantornya, kemarin. Ia mengatakan, perhitungan jumlah hari kerja PNS dihitung secara akumulasi selama setahun, jika dalam setahun PNS dengan tidak ada keterangan pasti tidak masuk kerja selama 46 hari maka sudah dipastikan akan dipecat. “Perhitungannya dilakukan selama satu tahun, jadi dari awal tahun hingga akhir tahun kami akan menghitung berapa hari PNS tidak masuk, perhitunganitu berdasarkan dari laporan di-

nas atau lembaga pemerintahaan lainnya,” katanya. Ia menjelaskan, setelah ada perhitungan, maka pemberian sanksi juga akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan PNS. Di antaranya jika tidak masuk selama 5 hari tanpa keterangan maka akan dilakukan tegoran secara lesan. Kemudian jika tidak masuk tanpa keterangan selama 6-10 hari maka akan di tegur secara tertulis, 11-15 hari kerja pernyataan tidak puas secara tertulis, 16-20 ke hal 11

XX

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

MENUNGGU. Sejumlah pedagang duduk-duduk dil apaknya menunggu pembeli. Mereka berharap Pasar Legi segera dibangun.

Minggu Depan Satpol Tertibkan APK foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

DICEK. Petugas Dishubkominfo Kabupaten Temanggung mengecek truk saat uji KIR.

Retribusi KIR Meningkat 10 Persen TEMANGGUNG - Pemasukan dari retribusi uji KIR (uji kendaraan) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dihubkominfo) Kabupaten Temanggung pada tahun 2013 lampaui target hingga 113 persen. “Tahun 2013 kami ditarget Rp789 juta dari

Lampaui Target

ke hal 11

TEMANGGUNG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dibantu Satpol PP Kabupaten Temanggung akan segera menertibkan APK (Alat Peraga Kampanye), 27- 28 Januari 2014. “Kegiatan tersebut adalah wewenang dari pada pihak Satpol PP, kami hanya akan mengawasi dan mendampingi, penertiban yang akan kami lakukan sesuai dengan temuan pelanggaran yang telah direkomendasikan oleh KPU,” ujar Murti Anggono, Ketua Panwaslu Kabupaten Temanggung, Jumat (24/1) Ditambahkan, kampanye dengan menggunakan APK sudah diizinkan 11 Januari 2013, namun untuk kampanye terbuka termasuk penggunaan media memang belum mendapat izin, rencana pada bulan Maret baru akan dimulai. “Kalau kampanye dengan APK memang sudah lama dimulai, namun

bentuk kampanye terbuka sendiri baru akan dimulai Meret selama 21 hari,” tambahnya. Dari pengamatan koran ini masih banyak partai-partai yang melanggar zoonasi kampanye. Salah satunya adalah di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya pertigaan Telkom. Pada taman tersebut tampak terpasang beberapa APK berupa bendera partai politik tertentu. “Itu merupakan salah satu wujud pelanggaran zonasi kampanye, KPU sendiri telah memutuskan, hanya Tugu Jam yang boleh digunakan untuk pemasangan bendera partai politik,” tuturnya. Karena itu, pihaknya akan segera menindak lanjuti hal tersebut dengan menjatuhkan sanksi, baik sanksi administrasi ataupun pidana. Namun, dari pantauannya selama ini para caleg dan partai mayoritas ke hal 11

Tarian Asal Temanggung Bakal Pentas di TMII TEMANGGUNG - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Temanggung siap mengirimkan duta-duta seni ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, 11 Mei 2014. Agenda tersebut dilakukan dalam rangka mengisi kegiatan seni di Anjungan Jawa Tengah untuk mempromosikan budaya kota dan kabupaten lewat kesenian daerah. Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Temanggung Didik Nuryanta mengaku akan mengirimkan 40 orang perwakilan dari Temanggung untuk menampilkan kesenian asli daerah, yakni tari Kuda Lumping dan Tari Tegowanuh karangan sang maestro tari asli negeri tembakau yang telah mendunia, Didik Ninik Thowok. “Duta-duta seni ini berasal dari perpaduan pelajar dan pelaku seni budaya, harapan kami adalah supaya mereka mampu mengenalkan seni dan kebudayaan khas Temanggungan di tanah Ibukota,” akunya, Jumat (24/1). Selain itu, lanjutnya mempromosikan destinasi wisata Temanggung, di antaranya adalah Posong yang terdapat di Kecamatan Kledung

ke hal 11

foto : rizal ifan/temanggung ekspres

BERLATIH. Para penari tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti pengiriman ke TMII.

dan makanan khas asli daerah. “Pengenalan makanan khas Temanggung ke hal 11 Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271

xx


CMYK

CMYK

SABTU 25 JANUARI 2014

Muncul Pro dan Kontra Pembahasan Raperda OPD WONOSOBO - Pembahasan terhadap raperda OPD ( Organisasi Pemerintah Daerah) semakin panas. Dalam forum dengar pendapat yang dihelat pansus satu DPRD wonosobo kemarin ( 24/1) di ruang banggar, terlihat banyak pernyataan kontra terhadap rancangan peraturan daerah tersebut. Dari pantauan Wonosobo Ekspres di ruang pembahasan, dari 24 SKPD yang diundang, semua memaparkan sekilas tentang program kerja dan kinerja pegawai, serta mengungkapkan beban kerja yang luar biasa besar dan banyak, namun pada ujungnya mereka meminta peninjauan kembali raperda OPD. Dengan bungkus bahasa yang halus dan juga terang-terangan, sejumlah SKPD juga memaparkan ketidaksetujuan terhadap hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja. Kepala Dinas Disdukcapil, Samsul Maarif mengemukakan, dinas yang dipimpinnya memiliki beban kerja yang luar biasa besar, kalau kemudian diubah

BERSIH-BERSIH

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

TABUR BUNGA. Jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Wonosobo melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Wiropati, kemarin ( 24/1).

ke hal 15

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

MEMANAS. Pembahasan terhadap raperda OPD (organisasi pemerintah daerah) semakin panas. Dalam forum dengar pendapat yang dihelat Pansus I DPRD Wonosobo kemarin ( 24/1) di ruang banggar, terlihat banyak pernyataan yang kontra terhadap rancangan peraturan daerah tersebut.

Kader PDIP Ziarah ke TMP Wiropati foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

BERSIH-BERSIH. Dinsos beserta para tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), taruna siaga bencana (Tagana) dan beberapa karang taruna membersihkan lingkungan TMP Wiropati.

WONOSOBO - Dalam memperingati ultah PDI Perjuangan ke-41, seluruh pimpinan, kader dan organisasi sayap PDI Perjuangan Kabupaten Wonosobo, kemarin ( 24/1) menggelar ziarah ke makam pahlawan dan kader partai tersebut. Usai tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Wiro-

pati Wonosobo, Ketua DPC PDI Perjuangan Afif Nurhidayat mengatakan, ziarah ke makam pahlawan, dan juga makam-makam kader serta tokoh di Kabupaten Wonosobo dalam upaya memberikan spirit perjuangan bagi pengurus kader dan caleg yang akan bertarung pada Pileg 2014. “Zia-

rah ke makam pahlawan bagian dari rangkaian peringatan ultah partai kami yang ke 41 tahun, di samping itu untuk memberikan bekal spirit perjuangan bagi seluruh kader dan caleg di tahun politik ini,” katanya. Menurutnya, dengan mengenang jasa pahlawan dan foto: jamil/wonosobo ekspres

ke hal 15

MENGAJI. Siswa-siswi Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Raudhlotul Mujahidin Dusun Pojok, Kelurahan Keramatan sedang mengaji dan berdesak-desakan, kemarin.

Hidupkan Kembali Pembelajaran Alquran

TKSK Siap Bantu Rawat Makam Pahlawan WONOSOBO - Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK) mengaku siap membantu Dinas Sosial untuk merawat Taman Makam Pahlawan yang baru saja selesai dibangun. Hal itu disampikan oleh Koordinator TKSK Kabupaten Wonosobo, Tri Purwanto, kemarin ( 24/1) di TMP Wiropati. Dikatakan, Taman Makam Pahlawan merupakan tempat isitmewa sekaligus memiliki nilai sejarah, sehingga TKSK siap membantu dinas terkait membersihkan satu bulan sekali. “Kita siap mengerahkan anggota terlibat dalam kegiatan bersih-bersih TMP, ini sangat positif. Terlebih, wajah baru TMP Wiropati kini sudah sangat representatif, sehingga perlu dirawat secara lebih intensif,” ungkapnya. ke hal 15

WONOSOBO - Tak sekedar membaca Alquran saja, tetapi bisa mengerti secara mendalam makna serta tata cara bacaannya. Sebab, tak sedikit para peserta didik yang hanya sekedar mampu membaca Alquran tetapi tak memahami tata cara membacanya. Oleh karena itulah, Miftahul Huda warga Dusun Pojok, Kelurahan Kramatan, Kecamatan Wonosobo yang mendorong untuk menghidupkan kembali proses pembelajaran Alquran setelah satu tahun sudah tidak ada yang peduli untuk menularkan ilmunya kepada anak-anak. ke hal 15 foto: susy pym/wonosobo ekspres

PROTES. Sejumlah baliho iklan produk rokok yang dilengkapi gambar orang sedang merokok menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat di Wonosobo.

Baliho Orang Merokok Menuai Protes

BAHASA

WONOSOBO - Masyarakat mengeluhkan banyaknya baliho iklan salah satu produk rokok yang terpampang besar di beberapa sudut kota Wonosobo, seperti baliho berukuran besar yang terpajang di Jalan A Yani, S Parman dan di beberapa jalur yang lainnya. Keberadaan baliho-baliho tersebut cukup meresahkan para orangtua yang memiliki anak-anak dan remaja sekolah. Menurut mereka, pemasang-

an baliho iklan sebuah produk rokok yang menampilkan gambar orang merokok yang menunjukan rasa nikmat, seharusnya tak bebas terpajang di jalanjalan protokol, bukan hanya mengganggu pemandangan akan tetapi iklan rokok tersebut terasa tak pantas dipajang. Sejumlah orangtua terutama ibuibu khawatir baliho dengan gambar rokok membuat anakanak mereka ingin coba-coba merokok di luar tanpa sepenge-

tahuan orang tua dan keluarga. “Itu membuat asumsi berbeda dari anak-anak yang sering menanyakan apakah rokok itu enak,” kata Wartini, salah seorang ibu sekaligus karyawan swasta di sebuah perusahaan barang dan jasa kepada Wonosobo Eskpres saat ditemui di sekitar jalan A Yani. Menurutnya, tulisan rokok yang bisa membunuhmu tak sesuai dengan gambar yang ada di

Lawan Amerika WONOSOBO - Kebangkrutan yang dialami oleh pemerintah Indonesia dewasa ini bukan karena rakyatnya yang malas, tapi karena dominasi sistem neoliberal pimpinan Amerika Serikat yang mencengkam kuat. Hal itu disampaikan oleh Yudi Syamhudi Suyuti, caleg DPR RI Dapil 6 Jateng dari Partai Gerindra, kemarin ( 24/1) di Hotel Surya Asia. Dipaparkan, kemiskinan yang menimpa rakyat serta merajalelanya korupsi di negeri ini tidak lepas dari kepentingan Amerika Serikat, mereka memengaruhi berbagai kebijakan penting seperti ekonomi politik dan budaya dalam mengeruk kekayaan dan Yudi Syamhudi S melemahkan negeri ini. “Semua kebijakan penting negara sudah dikuasai oleh Amerika, jadi kalau rakyat tidak melawan, maka penindasan akan terus berlangsung, dan kesejahteraan susah dicapai,” ujarnya. ke hal 15

ke hal 15

Kelenteng Hok Hoo Bio Sambut Perayaan Imlek foto: jamil/wonosobo ekspres

ARAHAN. Pembina STUC General Kabupaten Wonosobo, Ubaidillah Faqih sedang memberikan pengarahan tentang menjelajahi bahasa dengan puisi, Jumat (24/1).

Belajar Bahasa dengan Puisi GARUNG - Terobosan baru untuk mengenalkan bahasa melalui puisi. Karena biasanya, orang belajar bahasa selalu merasakan kejenuhan, entah dengan grammer ataupun tata bahasanya. Untuk itu, agar paradigma belajar bahasa sulit, maka perlu dilakukan melalui puisi. Hal itu diungkapkan Pembina STUC General Kabupaten Wonosobo, Ubaidillah Faqih saat mengisi kegiatan pelatihan pemahaman bahasa di Larangan, Jumat (24/1). Menurutnya, belajar bahasa itu sangatlah mudah jika mampu memahami kosa kata dalam sebuah puisi. ke hal 15

Tiga Umat Beragama Membaur dalam Perayaan Imlek Setiap umat beragama di dunia mengharapkan kehidupan yang tenang, damai, dan tidak ada pertikaian baik dengan sesama umat beragama maupun yang berlainan agama. Perbedaan agama dan kepercayaan tak menjadi halangan untuk bersatu dan saling bertoleransi untuk mewujudkan suasana yang penuh ketenangan dan kenikmatan beragama. Masuknya revolusi yang berkembang, membuat kelenteng bukan hanya menjadi tempat pemujaan kepada dewa dewi tetapi berbaur

menjadi tempat persembahyangan tiga agama sehingga menunjukan kerukunan di antara ketiga umat tersebut. SUSY PYM, Wonosobo

foto: susy pym/wonosobo ekspres

BERSIH-BERSIH. Sejumlah umat dari tiga agama sedang membersihkan rupangrupang di Kelenteng Hok Hoo Bio dalam menyambut perayaan Imlek 2014.

MENYAMBUT perayaan Imlek pada 31 Januari mendatang, pihak kelenteng Hok Hoo Bio yang berada di Jalan A yani Wonosobo mulai mengadakan persiapan matang, mulai dari sembahyang untuk menghormati dewa dewi yang berada di atas langit, umat dari tiga agama yakni Thao, Budha, dan Khonghucu bersama-sama membersihkan berbagai ke hal 15

Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632

CMYK

CMYK


sabtu 25 januari 2014

KESEHATAN 3.840 Orang Alami Gangguan Jiwa

JAMINAN Pembayaran Premi JKN Memberatkan PURWOREJO - Warga miskin yang tidak terakomodir Jamkesmas dan Jamkesda tetap keberatan untuk membayar premi kesehatan dalam penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosil (BPJS). Sebab, nilai premi yang ditanggung setiap bulan cukup tinggi. Apalagi premi itu dibayarkan sampai peserta JKN itu meninggal. Salah satu warga yang menolaknya adalah Wardoyo (35) warga Desa Kaliharjo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Ia mengaku keberatan untuk membayar premi kesehatan. “Saya tidak punya kartu Jamkesmas. Tapi saya tidak mau membayar premi dulu kalau untuk pelayanan kesehatan gratis. Itu sama artinya saya menabung untuk biaya perawatan nanti kalau sakit,” kata Wardoyo, kemarin. Wardoyo yang bekerja sebagai buruh kasar ini justru menanyakan manfaatkan program JKN tersebut. Program JKN ini sama dengan Jamsostek bukan. Setiap peserta Jamsostek yang keluar dari perusahan atau meninggal bisa dapat pengembalian premi Jamsostek yang telah dibayarkan. “Kalau program JKN ini sama dengan Jamsostek atau tidak. Kalau sama, Insyalah saya bersedia bayar. Tapi kalau tidak, saya tidak mau. Trus kemana uang yang kita bayar selama ini. Iya kalau kita sakit, tapi kalau tidak. Trus buat apa uang tersebut,” tegasnya. Ketua Komisi D DPRD Purworejo, Zusron ketika dimintai tanggapanya juga menyatakan sependapat yang disampaikan warga tersebut. Dalam pantauannya, masih banyak masyarakat yang tidak bisa mengikuti program itu karena keterbatasan finansial. “Kewajiban membayar premi sesuai kelas layanan itu cukup memberatkan bagi mereka yang di tempat kerjanya belum dijamin kesehatannya,” ujar Zusron. Dicontohkannya, sebuah keluarga dengan empat orang lebih memilih premi paling rendah senilai Rp 25.500, dengan total per bulan sekitar Rp 153.000. Dia tidak berani mengambil premi kelas satu yang bernilai Rp 59.500 karena nilainya akan membengkak cukup besar. Masalah lain yang muncul, lanjut Zusron, adalah belum semua masyarakat tidak mampu termasuk dalam penerima bantuan iuran (PBI) seperti yang dijanjikan oleh pemerintah pusat. “Pendataan mengenai masyarakat yang masuk dalam PBI ini perlu dievaluasi, jangan hanya berdasarkan data keluarga miskin dari BPS,” tambahnya. (him)

foto : lukman hakim/harian purworejo

PURWOREJO-Ribuan warga di Kabupaten Purworejo terindentifikasi mengalami gangguan kejiwaan. Sebagian besar yang terkena merupakan usia produktif dari umur 17 tahun hingga 45 tahun. Sedangkan faktor penyebab yang paling dominan adalah sosial ekonomi dan kemiskinan. Dari data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Purworejo, jumlah warga yang mengalami gangguan jiwa sebanyak 3.840 orang, terdiri dari 2.452 orang program keluarga harapan (PKH) non jamkesmas, 615 warga panti, dan 773 orang terlantar. “Masih ada lagi orang yang mengalami gangguan jiwa namun tidak dikenal identitasnya atau lebih dikenal dengan Mr X yang jumlahnya mencapai 152 orang,” kata Kabid Sosial pada Dinsosnakertrans Kabupaten Purworejo, Sri Lestariningsih SH MM saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/1). Sri mengatakan, banyaknya warga Purworejo yang mengalami gangguan jiwa ini yang sudah terdata di Dinsosnakertrans. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena masih ada warga yang malu jika melaporkan anggota keluarganya mengidap penyakit jiwa. “Kasus penyakit jiwa adalah sebuah fenomena es. Jumlah riil kasusnya di lapangan jauh lebih besar dari jumlah kasus yang sudah melaporkan,” katanya. Sri menjelaskan, faktor utama penyebab gangguan jiwa adalah masalah ekonomi. Kemiskinan membuat orang rentan stres, kecemasan, dan psikososial. Penyebab lain adalah keturunan atau pembawaan genetik sejak lahir. “Masalah kesehatan jiwa ini tidak mungkin ditangani dari aspek kesehatan saja. Namun, diperbaiki aspek-aspek dasar kebutuhan manusia. Sehingga, mau tak mau ini merupakan tanggung jawab kita semua. Masyarakat dan lingkungan juga berperan untuk penyembuhan pasien tersebut,” jelasnya. (him)

DITUTUP Bangunan Pasar Baledono yang terbakar setengah tahun lalu dipagari menggunakan seng.

Patungan Renovasi Pasar Ditolak PURWOREJO - Kabar bahwa pedagang akan ditarik iuran oleh Paguyuban Pedagang Pasar (Pappas) Baledono untuk merenovasi pembangunan Pasar Baledono yang santer beredar akhir-akhir ini membuat para pedagang menjadi resah. Salah satunya Andi. Pria 37 tahun ini mengaku kaget dengan kabar yang berhembus itu. Meski masih simpang siur, namun kabar itu terus beredar di kalangan para pedagang. “Saya tidak tahu persis siapa yang pertama kali menghembuskan kabar tersebut. Namun, yang jelas kabar itu membuat para pedagang kaget,” kata Andi kepada koran ini, Jumat (24/1). Kabar yang diterimanya, biaya iuran tersebut berbeda-

beda. Untuk los akan ditarik Rp6 juta, sedangkan kios iurannya Rp 12 juta. “Terang saja pedagang ratarata nggak mau kalau harus bayar lagi. Lalu, bagaimana tanggung jawab pemerintah atau pengelola terhadap bencana kebakaran ini. Kasihan pedagang kalau harus iuran padahal barang dagangannya juga sudah banyak yang ludes terbakar kok masih harus membayar iuran,” imbuhya. Hal senada juga disampaikan Sukoco (52). Menurutnya renovasi pasar seyogyanya tidak dibebankan kepada para pedagang. “Saya tidak habis pikir kenapa kok tiba-tiba berhembus kabar seperti ini. Kami yang sedang fokus untuk menata dan menempati kios baru merasa

terbebani dengan adanya kabar yang berhembus ini. Semoga saja tidak benar,” ucapnya. Menanggapi pernyataan Pappas yang menyatakan pedagang siap melakukan patungan untuk proses renovasi pasar agar para pedagang merasa tenang dan nyaman, ia mengaku belum pernah ditanya atau diajak berembug. “Saya malah tidak tahu kalau ada kesepakatan bahwa para pedagang mau patungan. Tapi kira-kira kalau benar-benar akan ditarik iuran para pedagang pasti banyak yang menolak,” pungkasnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berangkat dari pembangunan Pasar Baledono yang belum ada kepastian sikap dari Pemkab Purworejo

pasca kebakaran akhir Juni 2013 memunculkan kembali wacana pedagang yang berencana akan melakukan swadaya sendiri merenovasi Pasar Baledono. Ketua Paguyuban Pasar (Papas) Baledono, H Sumedi yang dimintai konfirmasi membenarkan hal itu. “Kami berencana secara swadaya merenovasi sendiri Pasar Baledono. Tujuannya supaya cepat dan pedagang nyaman dalam berdagang,” kata Sumedi. Di sisi lain, DPRD Purworejo dan pihak pemkab, Rabu (22/1), menggelar pertemuan membahas soal Pasar Baledono di Gedung DPRD. Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi A Imam Abu Yusuf meminta agar Pemkab

secepatnya meminta pernyataan dari investor PT Karsa Bayu Bangun Perkasa berkaitan dengan kewajiban membangun kembali pasar tersebut. Pasalnya, jelas dalam SK dari Kementerian Dalam Negeri disebutkan bahwa investor memiliki kewajiban untuk mengasuransikan dan memelihara pasar selama masa perjanjian yang baru berakhir tahun 2026. Menurut Imam, dengan adanya klausul tersebut maka akan menjadi kesalahan jika pasar dibangun dengan anggaran negara. Dia meminta agar Pemkab secepatnya meminta pertanggung jawaban PT Karsa Bayu Bangun Perkasa sehingga pembangunan kembali Pasar Baledono tidak berlarut-larut. (cr2)

Lima Warga Suspect Demam Berdarah

foto: lukman hakim/harian purworejo

MATERI. Peserta kegiatan peningkatan kapasitas saat mendengarkan pemaparan pemateri.

BKBPM Akan Bentuk TRC

PURWOREJO - 460 orang yang terdiri P2KSM, PNPM, KBPM, dan petugas penyuluh KB mengikuti kegiatan program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur (capacity building) keluarga besar Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) di Pendapa Rumah Dinas Bupati,

baru-baru ini. Kepala Badan KBPM Sumharjono mengatakan, selain sebagai garda depan dalam menyukseskan program Keluarga Berencana di Kabupaten Purworejo, juga terus melakukan terobosan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Purworejo. Salah

satunya dengan membentuk tim reaksi cepat (TRC), untuk mengatasi permasalahan yang harus cepat ditangani. “Kegiatan di KBPM dikemas untuk mengarah pada pengurangan dan pengentasan kemiskinan. Sehingga program yang dilaksanakan bisa sinergis,” terang Sumharjono. (cr2)

PURWOREJO - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Purworejo mengimbau masyarakat untuk mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD) menyusul kondisi cuaca yang panas dan hujan yang silih berganti diawal tahun ini. “Musim seperti ini sangat rentan terhadap penyakit, terlebih demam berdarah. Untuk itu, kewaspadaan serta kebersihan lingkungan masyarakat harus ditingkatkan,” terang Kepala DKK Purworejo Dr Kuswantoro MKes melalui Kasi Pengendalian Penyakit (P2) pada Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Triyo Darmaji, Jumat (24/1). Lebih lanjut Triyo Darmaji mengatakan, pada awal 2014 ini mulai muncul kasus suspect DBD. Meski kemudian dinyatakan negatif, namun

hal itu tetap harus diwaspadai. “Cuaca sekarang yang panas diselingi hujan membuat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty cepat berkembang. Selain itu, cuaca juga membuat kondisi tubuh cenderung lebih rentan terkena penyakit,” katanya. Triyo menambahkan, sampai berita ini diturunkan, sudah ada lima kasus suspect DBD di Purworejo. Sebagian besar kasus terjadi di wilayah perkotaan, contohnya kelurahan Pangenrejo. Dalam penanggulangan DBD, lanjut Priyo, pihaknya tidak bisa bekerja sendirian. Peran aktif masyarakat juga penting untuk menekan kasus DBD yang masih tinggi di Purworejo. Selama 2013 tercatat ada 280 kasus DBD di Purworejo. (cr2)

Teater Dom SMA Negeri 3 Purworejo Angkat Kritik Moral

Cita-cita Tak Direstui, Kedua Orang Tua Dibunuh Sadis Karena kecewa, seorang anak tega membunuh kedua orangtuanya. Mereka dianggap memaksakan kehendak hingga cita-cita dan mimpi sang anak pupus. Lakon yang cukup kontekstual inilah yang akan dipentaskan Teater Dom SMAN 3 Purworejo sebagai kritik terhadap para orang tua yang sewenang-wenang merenggut paksa mimpi sang anak. Seperti apa? LUKMAN HAKIM, Purworejo Belasan anak berkumpul di sebuah gazebo sekolah. Teks naskah tampak lusuh dan kusut dipegang mereka satu-satu. Naskah itu mereka baca, disesuaikan dengan intonasi dan mimik wajahnya. Sesekali derai tawa terdengar disela anggota Teater Dom mempersiapkan pementasannya. Niat mengangkat lakon ini pantas mendapat apresiasi. Terlebih mereka berani mengambil tema yang faktual. Tidak mau latah dengan memilih lakon romansa percintaan khas remaja, lakon Mimpi-Mimpi karya TB Kamaludin ini berbeda, dan tidak terlalu sering dimainkan para seniman dan senias di media pementasan atau pertunjukan. Kritik moral yang tajam terlihat jelas di

kandung lakon ini. Kisah yang ringan, namun juga memprihatinkan dan jamak terjadi di tengah kehidupan. Orang tua memaksa anaknya untuk bermimpi menjadi ini dan itu. Otoriternya, sehingga mimpi sang anak harus persis sama seperti apa kehendak mereka. “Lakon ini akan dimainkan oleh 20 anak, tiga menjadi tim artistik, dan 17 sisanya akan tampil memerankan tokoh Rik, Dreamy, Ibu Guru, Murid, Ayah, dan Bunda. Pentas kali ini terbilang spesial, lantaran baru pertama dimainkan oleh anak-anak Teater Dom,” ungkap Heri Sugiharto, Pembimbing Teater Dom SMA N 3 Purworejo, kemarin. Heri menjelaskan, Lakon “Mimpi-Mimpi” menjadi lain, khususnya untuk geliat komunitas teater pelajar. Bukan apa-apa, lakon ini sangat kontekstual, dan banyak dijumpai di hampir setiap keluarga, bahkan pemaksaan mimpi ini sering menjadi penyakit psikis. “Mimpi Rik 1 yang ingin menjadi bintang ternyata dijawab tegas oleh ayah dan bundanya, Rik 1 harus bermimpi menjadi Astronot. Dalam lakon Mimpi-Mimpi ini, ternyata akan bermunculan Rik-Rik lain yang mengalami nasib serupa. Sangat kuat pesan moral dan psikologis, diharapkan bisa menjadi sebuah hiburan sekaligus pembelajaran,” jelasnya. Penyesuaian judul, tema serta peran yang akan dimainkan, setting pementasan hanya ada tiga, yakni lokasi sekolah, rumah, dan tempat tidur. Pementasan akan dimainkan

di Gazebo Kompleks SMA N 3 Purworejo, Latihan sudah dimulai sejak bulan Oktober 2013, dan saat ini persiapan sudah hampir 75 persen. “Yang pasti lakon ini pas sekali dengan kehidupan pelajar, mereka akan mengukur dan membandingkan apakah sama nasibnya dengan Rik, atau sebaliknya merasa beruntung karena memiliki orang tua yang membebaskan mimpi-mimpi anaknya,” katanya. Ketua Teater Dom SMA N 3 Purworejo, Arum Sulistiyowati, 16, siswa kelas XI IPS 3 mengungkapkan, ia sudah tidak sabar untuk mementaskan lakon Mimpi-Mimpi, ia sangat optimis mampu tampil maksimal, lantaran apa yang diperankan sangat umum dan jamak dialami anak-anak seusianya. “Orang tua memaksa mimpinya itu hal yang jamak, kendati melanggar hak anak. Namun, ketika orang tua terlalu memaksakan mimpinya agar si anak menjadi astronot, dokter, guru, tentara, polisi atau apa saja, justru akan sia-sia. Namun itulah yang terjadi, mimpi orang tua kita mungkin dulu juga direnggut oleh kakek, sementara mimpi kita dipaksakan oleh kedua orang tua kita, pemaksaan mimpi secara tidak sadar selalu terjadi dan berulang,” ungkapnya. Persiapan pementasan lakon Mimpi-Mimpi kali akan menjadi pengalaman berharga, karena setiap pemeran diwajibkan untuk menghayati secara total tokoh yang dimainkan.

foto: lukman hakim/harian purworejo

LATIHAN. Anak-Anak Teater Dom SMA N 3 Purworejo saat berlatih dan mempersiapkan diri untuk pementasan Lakon Mimpi-Mimpi karya TB Kamaludin.

“Kebetulan saya menjadi Rik 2, yang lainnya seperti Destrina Yusila menjadi Rik 4, Zintia Maya menjadi Ibu Guru, Devi menjadi Dreamy, sementara tokoh lain seperti Rik 1, Rik 3, Murid-Murid, Ayah dan Bunda akan dimainkan teman-teman yang sudah ditunjuk oleh pembimbing,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA N 3 Purworejo, Dra Sri Sujarotun MPd mengaku senang dengan semangat Teater Dom. “Sementara ini mereka ditempa dan baru fokus untuk internal, kebanyakan anggotanya kelas X dan XI, karena untuk kelas XII sudah harus fokus ujian,” ucapnya. (*)

Iklan dan Pemasaran: Jl. Kolonel Sugiyono No.43 Purworejo

Magelang ekspres edisi sabtu 25 januari 2014  
Advertisement