Issuu on Google+

CMYK

SABTU 1 FEBRUARI 2014

 foto : wiwid arif/magelang ekspres

PENEMUAN JANIN. Petugas kepolisian dari Sektor Bandongan saat mengindentifikasi janin bayi yang diduga dibuang di bantaran Sungai Progo, Bandongan, kemarin.

Janin Bayi Dibuang di Progo Diduga Dikeluarkan Paksa dari Kandungan

MAGELANG – Warga Dusun Plikon, Desa Trasan, Kecamatan Bandongan digegerkan dengan penemuan janin bayi di bantaran Sungai Progo, Jumat (31/1)

pagi.    Bayi yang diperkirakan baru berusia 24 jam itu ditemukan pertama kali oleh warga saat memancing di daerah tersebut.  Saksi mata, Jumari warga Bandongan ini mengaku, pada saat itu ia hanya ingin mencari ikan kecil di aliran Sungai Progo. Namun, tanpa disengaja ia melihat

sesosok yang semula ia sangka adalah boneka kecil.   ”Dari rumah niatan awal ya mau cuma memancing, pas sampai di sungai saya lihat ada sesuatu. Saya kira itu boneka, tapi setelah dilihat dari dekat ternyata bayi,” terangnya kepada wartawan saat ditemui di tepi

Sungai Progo.  Pria paruh baya itu menuturkan, sekitar pukul 09.00 WIB, dirinya telah sampai di Sungai Progo, persis di bawah jembatan Kali Progo penghubung antara Kota dan Kabupaten Magelang itu. Saat hendak melempar umpan, pandangannya tiba-tiba

tertuju pada mayat bayi yang tergeletak, tanpa dibungkus apapun di atas bebatuan tepi sungai. Jumari pun lantas mendekati benda tersebut karena penasaran. Namun setelah didekati dan mengamatinya dengan ke hal 3

Pemkot Bagai Macan Ompong Tak Berdaya Tegakkan Perda Minimarket Oleh : Herwi 35th Pabelan, Mungkid, Magelang Kab. Magelang Anak saya, laki-laki, berumur 2,5 tahun belum bisa berkomunikasi dengan baik. Dia bisa mengomunikasikan keinginannya (misalnya : minta susu, minta gendong), namun saat di ajak bicara (ditanya sesuatu) seperti belum paham dan tidak menjawab. Dia jg sangat aktif dan cenderung tidak bisa fokus pada satu mainan dalam jangka waktu lama. Apakah itu termasuk gejala autisme? Dan apakah RSJ bisa menangani atau melakukan terapi (bicara) untuk gejala sperti anak saya tersebut? Terima kasih Jawaban Oleh : dr. Aliyah Himawati R, Sp.KJ. Saudara Herwi yang kami hormati... Anak usia 2.5 Tahun belum bisa berkomunikasi dengan baik secara verbal ada banyak kemungkinan. Apakah pernah di tes untuk fungsi pendengaran? kemungkinan bisa jadi anak mengalami gangguan pendengaran sehingga tidak dapat mendengar dan otomatis tidak bisa bicara secara verbal. Ibu bisa membawa anak ibu ke poliklinik kesehatan jiwa anak dan remaja (IKESWAR) RSJS Magelang, nanti akan kami observasi untuk bisa menentukan apa yang dialami oleh anak ibu. Pelayanan yang ada di tempat kami meliputi: 1. pemeriksaan psikiater dan psikolog 2. terapi wicara, terapi okupasi, terapi musik. 3. rehabilitasi medik untuk anak. Demikian jawaban dari kami semoga dapat membatu ibu. terima kasih.

Tika Ramlan Tak Risih Disebut Tika T2

NAMA grup T2 memang tak bisa dilepaskan dari Tika dan  Tiwi. Embelembel grup pemilik tembang OK ini pun selalu melekat di belakang nama personilnya, bahkan ketika grup yang dibentuk pada 2007 ini resmi bubar barubaru ini. Tika, yang saat ini tengah meniti karir solonya tak menampik jika ia masih sering disebut dengan panggilan  Tika ke hal 3

MAGELANG – Adanya Perda nomor 6 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Pasar Tradisional dan Penataan, Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yang salah satunya mengatur tentang jam operasional minimarket ternyata belum sepenuhnya dipatuhi oleh pihak minimarket. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya minimarket yang jam opera-

foto : solikhah ambar/magelang ekspres

LONGSOR. Sebuah rumah di Dusun Tobong Desa Margoyoso Kecamatan Salaman nyaris hanyut ke sungai di sebelahnya lantaran tanah yang ada di sebelahnya longsor saat hujan deras.

Longsor Nyaris Hanyutkan Rumah Warga SALAMAN - Rumah Ti Mar’ah, warga Dusun Tobong, Desa Margoyoso Kecamatan Salaman nyaris hanyut ke sungai kecil di samping rumah setelah longsor menimpa Kamis (30/1). Longsor itu sendiri disebabkan karena hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut beberapa hari sebelumnya sehingga membuat debit air sungai bertambah. Akibatnya, pondasi bangunan terus tergerus dan membuat tanah dan sebagian

dinding dapur longsor. “Bangunan dapur nyaris terbawa material longsor,” jelas Kasi Pemerintahan Umum Pemerintah Desa Margoyoso, Hartanto Dwi Putro. Pasca kejadian tersebut, anggota keluarga yang berjumlah 4 orang harus was-was dan meningkatkan kewaspadaan ketika hujan melanda. Mereka khawatir jika longsor susulan terjadi. “Pemerintah desa Margoyoso kini sudah mendata dan mel-

aporkan kejadian ini ke Pemerintah Kecamatan,” imbuh Hartanto. Sementara itu, adanya ancaman bencana tanah longsor tak hanya dirasakan warga Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman. Namun juga dirasakan Wachid, warga Dusun Kobar, Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman. Pria 35 tahun itu selalu dihantui rasa takut karena tanah yang ada di ke hal 3

sionalnya melebihi dari aturan yang ditentukan. Bahkan, tidak sedikit juga minimarket yang tetap beroperasi selama 24 jam. “Saya sendiri bahkan sering melihat ada 2 minimarket di ruas Jalan Pahlawan yang masih buka sampai pukul 01.00 dini hari. Padahal didalam perda kan sudah jelas jam operasional minimarket itu sampai jam 22.00 WIB. Tetapi mengapa masih tetap saja banyak yang beroperasi melebihi batas jam operasional yang telah diten ke hal 3

Toko Modern Langgar Permendag 16/2002 Jual Miras di Lingkungan Pemukiman

MAGELANG - Kalangan DPRD Kota Magelang mendesak Pemkot untuk segera mengajukan draft peraturan distribusi minuman keras (miras). Hal itu usai diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 70 Tahun 2013 tentang Pasar Modern, yang melarang minimarket berjualan minuman beralkohol golongan A dan B. Anggota Komisi C DPRD

Kota Magelang, Sriyanto mengatakan, revisi Perda No 16 Tahun 2002 tentang Minuman Beralkohol atau Minuman Keras (miras) harus segera direalisasikan. Sebab, menurut dia, kedudukan yuridisial Permendag lebih tinggi dari pada perda yang saat ini dijalankan di Kota Jasa tersebut. ”Harus segera diusulkan draftnya dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag). Supaya, antara Permen dengan Perda itu sinkron, tidak berbeda arah seperti itu,” katanya, kemarin. ke hal 3

Anggoro Widjojo Akhirnya “Menginap” di Rutan Guntur

Buron 4 Tahun, Sempat Sebut SBY Mendukungnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menjebloskan tersangka korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan, Anggoro Widjojo ke tahanan. BOS PT Masaro Radiokom yang buron selama empat tahun di luar negeri itu ditempatkan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta. “Yang bersangkutan dititipkan di Rutan Guntur untuk 20 hari per-

foto : jpnn

DITAHAN. Komisi Pemberantasan Korupsi membawa tersangka korupsi Anggoro Widjojo ke Rutan Gutur setelah menjalani pemeriksaan.

tama,” ujar juru bicara KPK Johan Budi di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat dini hari (31/1). Menurutnya, penahanan Anggoro dilakukan setelah penyidik memastikan identitas dan pemeriksaan kesehatan Anggoro. Anggoro sendiri tidak mengucapkan sedikit kata pun saat ditanya soal keputusannya melarikan diri ke luar negeri. Dia hanya tersenyum saat menuruni tangga lobby gedung KPK. Tepat pukul 03.00 WIB dini hari Anggoro meninggalkan gedung KPK setelah diperiksa kurang lebih diperiksa penyidik selama 4,5 jam.

PEMKOT BAGAI MACAN OMPONG Untune kok ngilang, opo lali narone

PASAR MODERN LANGGAR PERMENDAG Walau menterine mundur aturan tetep berlaku

ke hal 3

foto:ist

Web: magelangekspres.com,

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

CMYK

E-mail: magelangekspres@yahoo.co.id, iklanmglekspres@gmail.com


CMYK

CMYK

MAGELANG EKSPRES

KATA MEREKA Menurut cewek tomboi ini malam Jumat Kliwon itu biasa aja. “Nggak serem-serem amat sih toh didunia ini emang ada yang gaib dan nggak gaib,” tuturnya. (arif)

EVA RAMADINA Hanya sekedar tahu itulah pandangan Afifah tentang mitos malam paling angker. “Nggak terlalu mempercayai aja, lagian kalau percaya sama malah jadi takut sendiri,” tuturnya. (arif) AFIFAH KHOIRUNISA

Lirik lagu lingsir wengi paling serem menurut Fila. “Kalau denger lagu itu pas malem-malem jadi keinget kalau lagu itu maknanya manggil setan,” ujarnya. (arif)

FILA SUFA

SABTU 1 FEBRUARI 2014

BANYAK mitos bermunculan ketika mendengar kata “Jumat Kliwon” mereka beranggapan jika pada hari itu banyak setan yang keluyuran seperti pocong, kuntilanak, genderuwo, dan setan-setan lainya. Mitos itu adalah informasi yang sebenarnya salah, tetapi dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi. Tetapi kenapa harus malam jumat kliwon gitu ya…? Mungkin masyarakat sudah tersugesti jika Jumat Kliwon itu hari yang menyeramkan. Seperti halnya Nur Faqih, cowok yang satu ini mengaku pernah memiliki pengalaman yang cukup membuat merinding. “Pas keluar malem hari, baru nyadar kalo hari itu ternyata malam jumat kliwon. Sebenarnya takut sih, kalo

terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya biar nggak takut kalo keluar malam, biasanya aku ngajak temen,” ucap cowok yang suka bola ini. Kepercayaanya tentang mitos-mitos tersebut semakin meyakinkan cowok itu jika mitos malam jumat kliwon beneran terjadi. Berbagai mitos yang kebanyakan dipercayai orang yaitu jika anak kecil keluar malam hari maka akan diculik oleh makhluk halus. Namanya juga orang zaman dulu, pastinya ada aja yang dilarang atau pamali gitu Sobat, jadinya terasa katrok. Perasaan takut yang menyelimuti malam Jumat kliwon semakin menambah nuansa horror di hari itu. Para orang tua biasanya melarang anak-anaknya untuk beraktivitas, tidak seperti hari-hari lain-

Cerita Magis di Zaman Modern MALAM Jumat Kliwon dianggap sebagai hari keramat dimana makhluk supranatural bermunculan dan kerap dikaitkan dengan cerita magis. Mitos yang belum tentu kebenarannya itu diyakini oleh sebagian masyarakat kita sebagai sebuah pertanda, bisa itu pertanda positif maupun pertanda negatif. Masyarakat yang meyakininya juga nggak sedikit khususnya masyarakat Jawa. Dalam sejarah Indonesia, banyak sekali

kebudayaan asli yang sudah mendapat pengaruh dari kebudayaan asing atau sering disebut akulturasi. Banyak contoh akulturasi di Indonesia dan mungkin tidak dapat disebutkan satu per satu. Padahal dalam ajaran islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan di malam Jumat karena malam ini memiliki keutamaan dibanding hari lain. Proses penyebaran agama pada zaman dulu dan kebiasaan masyarakat yang men-

nya. Kekhawatiran orang tua semacam itu sepertinya agak berlebihan ya? Hal mistis seperti ini tampaknya pernah dialami Nia Febriana, “Ini beneran terjadi bukan mitos lagi, soalnya pernah pas aku pulang malam hari, di sepanjang jalan yang aku lewati terdapat makhluk yang serem banget wajahnya dan dengan spontan aku menjerit,” ceritanya dengan muka yang nggak mau mengingatnya lagi. Menurut pengakuan cewek yang yang memiliki kelebihan dapat melihat makhluk halus ini. Untuk melawan rasa takut ketika itu aku cukup berdoa pada Tuhan. Wuihhh serem ya dengan apa yang dialami cewek penyuka otomotif ini. Percaya atau tidak dengan berbagai mitos di Jumat Kliwon itu tergantung diri

campurkan perintah agama dengan tradisi lokal, ternyata memengaruhi cara pandang masing-masing individu mengenai malam Jumat hingga zaman modern seperti ini. “Malam Jumat Kliwon itu identik dengan setan, tapi kalau dilogika, apa iya setan cuma keluar di malam Jumat Kliwon? Semisal iya, harusnya angka kejahatan tidak meningkat setiap hari dimana setan itu pada muncul. Karena kalau orang mau berbuat kejahatan dimalam itu udah takut duluan sama setan yang menghantuinya,” tutur Metia gadis berambut ikal ini. Senada dengan yang disampaikan Metia, Pak Slamet Widodo berpendapat jika cerita misteri yang sering dikaitkan de-

4

kita masing-masing. Ada salah satu Sobat Xpresi yang tidak percaya akan mitos ialah Dedi Setiawan. “Huh mitos kok dipercaya, emang setan hanya keluar pada Jumat kliwon doang. Ngapain juga takut asal kita beriman dan pasrah kepada Tuhan, why not?” tuturnya dengan pede. Sebenarnya mitos itu sudah terpatri pada diri kita, sehingga kita tidak dapat berpikir positif . Nah dari pikiran yang tidak jernih itu maka akan timbul rasa takut pada sesuatu hal. Kita sebagai insan yang memiliki akal sehat tidak usah berpikir jika hari Jumat kliwon itu banyak hal buruk terjadi, Karena Tuhan menciptakan semua makhluk di bumi ini. Jadi hari-hari apapun itu tergantung diri kita menyikapinya. (khot)

ngan malam Jumat Kliwon merupakan pembodohan publik. “Banyak sekali acara di radio atau televisi yang menceritakan kisah mistis setiap malam Jumat. Hal ini sebenarnya merupakan ajang komersial untuk meningkatkan rating sebuah program di radio atau televisi. Cerita misteri yang ditampilkan pun alurnya monoton dan membentuk pola pikir yang tidak rasional,” ucap guru Bahasa Indonesia ini. Sobat Xpresi semua yang kontra tidak selalu hal buruk, ada juga yang pro. “Mitos ini ada sisi positifnya pula, yaitu untuk mengingatkan kita jika dunia ini tidak hanya dihuni oleh manusia dan binatang, ada makhluk metafisika yang hidup di bumi ini,” tutur Linda. (Dinda)

SHARE Dapat Pengalaman Mengerikan BEGITU melekatnya mitos ini sampai-sampai hampir semua orang tahu apa maksudnya. Malam Jumat Kliwon emang identik keramat dan mempunyai tingkat horor yang lebih tinggi dari malam-malam lainya. Bahkan bagi mereka yang percaya dengan mitos ini dimanfaatkan untuk mendapatkan hal-hal yang bernuansa supranatural. Seperti barang-barang yang mempunyai kekuatan magis sampai dengan pesugihan. Emang mitos ini makin kuat dan melekat bagi masyarakat jawa. Secara kasat mata kalau dilihat malam Jumat Kliwon itu emang nggak ada bedanya dengan malam-malam lainnya dan cenderung biasa-biasa saja menurut Dina. “Mungkin menurut orang dulu yang masih menganut kejawen malam Jum’at Kliwon identik dengan pulangnya arwah-arwah orang yang meninggal dunia,” tuturnya. Walaupun itu pendapat orang jawa kuno tapi cewek berkulit gelap ini mempercayai akan hal tersebut karena pernah mengalaminya sendiri keangkerannya. “Jadi ceritanya malam itu aku di rumah sendiri lagi nonton TV dan itu pas malam Jumat juga. Pas asyik nonton TV tiba-tiba denger suara keran air di belakang rumah nyala, ku tengokin eh nggak ada apaapa dan itu terjadi sampai tiga kali,” ceritanya dengan menegangkan. Begitu sadar ada keanehan yang terjadi di belakang rumahnya, Dina langsung balik kanan dan ngacir lari kerumah tetangga. “Begitu sampai rumah tetangga eh cuma dibilang nggak papa, paling mau jenguk jenguk aku aja,” bilangnya. (arif)

CMYK

CMYK


CMYK

CMYK

SABTU

11

1 FEBRUARI 2014

5

MAGELANG EKSPRES

Toilet Kuliner Badaan Bau dan Kotor Kran Rusak dan Air Belum Mengalir MAGELANG UTARA - Pembangunan shelter di taman Badaan sudah dirampungkan. Bahkan, penempatan para PKL dipusat kuliner ini juga belum lama ini di lakukan. Tetapi, sudah ada beberapa fasilitas di pusat kuliner itu yang mengalami kerusakan. Seperti pada fasilitas toilet yang pada beberapa bagian sudah mengalami kerusakan. Kondisi ini sangat disayangkan, baik oleh pengunjung maupun oleh para pedagang. “Ini kan belum lama dibuka tapi mengapa justru sudah banyak kerusakan yang terjadi, seperti kran air juga sudah mulai pada rusak. Jadinya, para pengunjung kan

kesulitan saat akan menggunakan toilet,” kata Feri salah seorang pengunjung, kemarin. Tidak hanya kerusakan pada beberapa bagian toilet saja yang sangat disayangkan oleh dirinya. Kondisi dari toliet yang kotor dan bau juga sangat diresahkan oleh dirinya. “Ada banyak sekali pasir di kamar mandi, belum lagi ada orang yang buang air kecil tapi tidak disiram. Padahal, kondisi toiletnya sudah cukup bagus tapi jika tidak dirawat dijaga dengan benar maka akan sangat mengurangi kenyamanan,” tambahnya.

Sigit Bantah

RUSAK. Sebuah kran air di pusat kuliner Taman Badaan tampak rusak padahal belum resmi digunakan.

foto : fuad bayu irawan/ magelang ekspres

ke hal 11

KOTAKITA Waspada Demam Berdarah Hujan yang semakin sering mengguyur namun diikuti dengan terang berpotensi nyamuk lebih mudah berkembang biak, sehingga perlu pengawasan lingkungan terkait dengan berkembangnya wabah demam berdarah.

Pemerintah juga harus tanggap terkait dengan wilayah yang mempu nyai potensi dan beresiko wabah demam berdarah. ATIN, SWASTA, MAGELANG.

Dimulai dari lingkungan rumah tangga untuk menjaga kebersihan, jangan sampai tumpukan sampah bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk karena tergenang air. (mg1)

foto : chandra yoga kusuma/magelang ekspres

WORKSHOP. Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPS Terpadu SMP Kota Magelang adakan Workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Sosialisasi Kurikulum 2013, Kamis (30/1) di SMP Negeri 3 Kota Magelang dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalisme para pengajar sejalan dengan diberlakukannya Kurikulum 2013.

TINGK ATK AN KEMAMPUAN GURU IPS TINGKA TKAN

DIDIK, SWASTA, MAGELANG.

Anggita Rahmawati Anggun dengan Gaun MODEL pakaian untuk para kaum Hawa lebih bervariatif dari pada untuk pria. Mulai dari model gaun, casual, hingga jenis pakaian resmi. Setiap tahunnya, banyal sekali model baru yang ditawarkan oleh pasaran kepada para perempuan. ke hal 11

MAGELANG UTARA- Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPS Terpadu SMP Kota Magelang menggelar kegiatan Workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Sosialisasi Kurikulum 2013, Kamis (30/1) di SMP Negeri 3 Kota Magelang. Ketua MGMP IPS SMP Kota Magelang, Farid Setyawan, mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk memfasilitasi guru agar memahami dan melakukan kegiatan pengembangan diri yang sesuai dengan harapan kurikulum 2013. Juga memfasilitasi guru untuk melakukan kegiatan pengembangan diri melalui penelitian tindakan kelas. “Dengan kegiatan ini, guru diharapkan lebih memahami teknis kurikulum 2013, karena di ta hun 2014 ini kurikulum tersebut mulai berlaku untuk semua sekolah.

Terutama untuk sekolah yang kemarin tidak termasuk dalam percontohan kurikulum 2013. Serta kegiatan ini memfasilitasi guru untuk meningkatkan kemampuan publikasi ilmiah dalam PTK serta memfasilitasi guru untuk menghasilkan karya inovatif pendidikan, dengan sasaran guru IPS SMP se-Kota Magelang,” ucap Farid. Adapun hasil yang diharapkan adalah memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan terutama tentang kurikulum 2013, dan memberi kesempatan kepada

guru untuk beragi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik. “Kegiatan ini juga berfungsi sebagai media, berbagi pengalaman serta saran dan masukan terkait dengan kurikulum 2013 dan PTK. Kesemuanya itu akan meningkatkan pe-

ngetahuan, keterampilan, dan sikap dalam pengembangan diri guru,” jelas Farid. Materi dalam kegiatan workshop tersebut adalah model pembelajaran, menyusun proposal tindakan kelas, pelaksanaan penelitian tindakan kelas, teknik analisis hasil penelitian, menyusun laporan penelitian tindakan kelas, dan mengubah laporan menjadi artikel. ke hal 11

foto : fuad bayu irawan/ magelang ekspres

CMYK

CMYK

In


CMYK

CMYK

SABTU 1 FEBUARI 2014

Bupati Respons Tuntutan Wapesa Terkait Masuk Plaza Gratis TEMANGGUNG - Tuntutan Perwakilan Pedagang Plasa (Wapesa) agar dalam menempati Plaza Permai Temanggung digratiskan mendapat tanggapan dari Bupati Temanggung Bambang Sukarno. Tetapi, orang nomor satu ini tidak langsung memberi keputusan. Karena, harus dirapatkan dulu dengan SKPD termasuk dengan DPRD kabupaten setempat dengan proses yang panjang. “Tidak bisa diambil keputusan secara sepihak, harus ada perte-

muan dulu dengan eksekutif dan legislative untuk membahas ini,” katanya kemarin. Pihaknya sejauh ini telah merumuskan daftar harga kios dan los yang disediakan di Pasar Temanggung Permai. Harga maksimal dan minimal telah ditentukan berdasarkan zonasi dan luasan bangunan. “Sudah kami rumuskan dan kami sosialisasikan kepada para pedagang,” katanya. Penerapan harga terdapat perbedaan antara pedagang lama dan pedagang baru. Pedagang

lama akan dikenakan tarif pembayaran sebanyak 80 persen dari harga dasar dan pedagang baru membayar penuh harga kios atau los yang akan ditempati. “Harus ada perbedaan dalam penerapan harga antara yang baru dan yang lama,” katanya. Anggota Komisi C Fraksi Golkar DPRD Temanggung, Slamet SE mengatakan, setelah selesai di bangun, Plaza Temanggung Permai sepenuhnya menjadi tanggungjawab dan wewenang dari pemkab. “Mau digratiskan atau tidak, itu

SIAP HUNI. Plaza Permai Temanggung siap untuk dihuni pedagang. Saat ini pedagang menuntut kios dan los plaza gratis.

foto:setyo wuwuh/ temanggung ekspres

ke hal 11

XX

Habis Diperbaiki di Bengkel

PARIWISATA

Foto:set

Mobil Seken Baru Dibeli Hangus Terbakar

Disbudparpora Gencar Promosikan Posong KLEDUNG – Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Temanggung gencar menggalakkan promosi salah satu destinasi wisata unggulan, yakni Posong. Berbagai media promosi mereka tempuh guna memperluas proses pengenalan. Salah satunya menggunakan jasa taksi. Proses kerja sama sendiri yakni dengan menempel poster bergambar destinasi wisata yang berlokasi di Tlahab, Kledung tersebut. “Kami memiliki lima armada yang telah dipasangi gambar objek wisata Posong oleh ke hal 11 Dinas Pariwisata, ini

JADI TONTONAN. Sebuah mobil espas hangus terbakar di Desa Putat Kecamatan Bulu Jumat kemarin.

KRIMINAL

BULU - Sebuah mobil Daihatsu Espas bernopol B 1311 TVF hagus terbakar, di Desa Putat, Kecamatan Bulu Jumat (31/1) petang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut hanya saja kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta. Kejadian tersebut bermula saat mobil itu hendak dibawa pulang setelah diperbaiki. Namun, belum jauh dari lokasi diperbaikinya mobil tersebut langsung terbakar. “Mobil ini tadi diperbaiki oleh montir dari bengkel mobil di Kampir Temanggung, setelah selesai diperbaiki mobil ini langsung terbakar,” ungkap Hadi Slamet (59) saksi mata keja-

dian. Menurutnya, mobil tersebut mengalami kerusakan pada bagian mesinnya, kemudian oleh montir diperbaiki, dan beberapa spearpart mobil seperti koil dan sparepart lainnya diganti. “Setelah mobil itu hidup kembali, oleh sang montir hendak dibawa pulang ke rumah yang punya mobil, namun setelah memutar timbul api dari bagian belakang mobil, tidak lama berselang mobil itu langsung terbakar seluruhnya, kalau kata montirnya ada yang konslret kabelnya,”ceritanya. Mengetahui kejadian tersebut, katanya warga langsung berusa-

ke hal 11

ke hal 11

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

Melongok Tradisi Tahunan Golong Sewu Jelang Tanam Tembakau

Memohon Agar Sukses Bercocok Tanam Menjalani tradisi ritual Golong Sewu sudah menjadi kewajiban petani tembakau di lereng Gunung Sumbing, saat akan menggarap lahan pertanian menjelang musim tanam tembakau 2014. foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

BARANG BUKTI.Tersangka menunjukkan barang bukti berupa sepeda motor.

Kakek 2 Cucu Dipolisikan Gelapkan Satria FU TEMANGGUNG – Dahri (52) warga Dusun Petiran, Desa Pager Gunung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung harus berurusan dengan pihak berwajib, setelah dilaporkan Tatang Setiawan (32) warga Gemoh Kelurahan Butuh, Temanggung dengan tuduhan menggelapkan sepeda motor. Dahri yang merupakan seorang kakek dengan dua cucu ini mengaku, tidak ada niatan untuk menggelapkan sepeda motor milik Tatang. Namun, oleh Tatang tuduhan itu diberikan untuk menggeretnya ke penjara. “Sumpah mas tidak ada niatan untuk menggelapkan, saya hanya berusaha menjualkan sepeda motor itu,” akunya kepada wartawan kemarin. Dahri bercerita, awalanya, Tatang yang tak lain adalah sahabat dekatnya, memberikan mandat untuk menjualkan sepeda motornya. Lalu oleh Dahri sepeda motor tersebut di tawarkan kepada

SETYO WUWUH, Tlogomulyo Matahari masih berselimut awan tebal, udara pun masih dingin menembus tulang. Namun kondisi ini tidak menyurutkan niat ribuan warga Dusun Lamuk Legok, dan Lamuk Gunung, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, untuk melakukan ritual golong sewu. ke hal 11

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

KHIDMAD. Kepala Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Subakir di dampingi tokoh sesepuh desa dengan khidmad berdoa di tengah ladang desa setempat kemarin.

Talud Berusia Muda di RSUD Ambrol TEMANGGUNG – Direktur RSUD Djojonegoro Temanggung, Artiono kecewa dengan ambrolnya talud penahan banjir di gedung baru setempat, mengingat pembangunan tersebut baru selesai. “Tetap kecewa, meskipun sekarang juga sedang diperbaiki pihak penyedia jasa pembangunan,” katanya saat di temui kemarin. Menurutnya, ambrolnya talud tersebut karena tidak kuat menahan terjangan banjir. Sebelumnya, pihaknya sudah memberikan saran kepada penyedia jasa pembangunan agar memerhati-

kan arus banjir sebelum membangun talud. “Sebelum dibangun, saya sudah menyarankan agar penyedia jasa memerhatikan arus banjir, menyingkirkan batu yang ada di sebelah talud itu, agar arus banjir tidak langsung menerjang talud, karena terlebih menahan datangnya arus banjir,” terangnya. Karena tidak mengindahkan saran, katanya, pembangunan talud terus dilakukan, sehingga ketika banjir datang sekitar dua minggu lalu, talud tersebut ambrol. “Pastinya saya kurang begitu memahami, tetapi kemungkinan ke hal 11

ke hal 11

SEJARAH Penampungan Benda Purbakala Misnim NGADIREJO – Bidang Kebudayaan, Disbudparpora Kabupaten Temanggung segera bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyiapkan tempat inventarisasi berbagai temuan benda purbakala di situs Liyangan Candi Mahesa, Purbosari, Ngadirejo. “Sebelumnya telah ada tim peduli Candi Liyangan yang sangat membantu kinerja kami dalam menyelamatkan situs bernuansa Hindu ini, mereka bersama-sama warga secara sukarela mengakomodir berbagai temuan dan kejadian yang ada di sana,” ujar Didik Nurdiyanto, Kabid Kebudayaan Disbudparpora, kemarin. Diakuinya, saat ini penampungan temuan masih dirasa ala kadarnya dan belum memiliki tempat tersendiri. Bahkan, rumah ke hal 11 Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271

foto: rizal ifan/ temanggung ekspres


CMYK

CMYK

SABTU 1 FEBRUARI 2014

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

IMLEK

RETAK-RETAK. Gelanggang olahraga in door Wonolelo Kecamatan Wonosobo akan dipantau DPU, sebab belum serah terima namun kondisi bangunan banyak yang retak-retak.

PEMBANGUNAN GOR BERMASALAH

Retak Sebelum Digunakan WONOSOBO - Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonosobo akan melakukan pemantauan terhadap kondisi Gelanggang Olah Raga (GOR) in door di Wonolelo Kecamatan Wonosobo. Sebab, belum serah terima kondisi bangunan banyak yang retak-retak.

Saat menghadiri rapat paripurna DPRD kemarin (30/1) di aula utama gedung DPRD Wono sobo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Wonosobo, Supriyanto mengemukakan, memang dirinya belum mengetahui kondisi gedung tersebut secara langsung, namun dengan adanya la-

poran terhadap kondisi GOR, pihaknya akan segera melakukan pengecekan. “Saya baru tahu ini, kalau kondisi gedung banyak retakan, akan kita pantau nanti ke sana, apakah retakan sampai ke dalam atau tidak,” ucapnya. Sedangkan terkait penyangga

Kunjungi Nasabah Ajak Rayakan Imlek

ke hal 15

SIDAK

foto: jamil/wonosobo ekspres

ASAL PASANG. Salah satu alat peraga kampanye yang dipasang di pohon-pohon di pinggir jalan Desa Mojosari, Kecamatan Mojotengah, Kamis (30/1).

Ratusan APK Dipasang Sembarangan MOJOTENGAH - Panitian Pengawas Kecamatan (Panwascam) Mojotengah menemukan ratusan alat peraga kampanye yang dipasang sembarangan di pohon-pohon pinggir jalan. Temuan tersebut rencananya akan dilaporkan kepada pemerintahan desa dan PPS untuk segera menertibkan alat peraga yang sudah terpasang sembarangan, supaya nantinya pohon-pohon

dipingir jalan akan aman. “Hasil dari penertiban yang sudah kita lakukan ditemukan sebanyak 200 alat peraga kampanye yang sudah menyalahi aturan. Dan semua atribut itu sudah data dan akan dilaporkan ke PPK untuk segera menertibkan agar lingkungan sekitar nyaman,” terang Muqodam, Ketua Panwascam Mojotengah kepada Wonosobo Ekspres di kantornya, Kamis (30/1).

ke hal 15

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

Jamu dan Kosmetik Ilegal Beredar di Pasaran

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

Dijanjikan Dapat Dana Aspirasi

ULANG TAHUN. Bupati Wonosobo, Kholiq Airf saat menghadiri selamatan dalam memperingati hari ulang tahun yang ke-38, PDAM Tirta Aji Wonosobo (29/1) di aula PDAM Tirta Aji.

jawa. Hal itu disampaikan oleh Bupati Wonosobo, Kholiq Airf saat menghadiri selamatan dalam memperingati hari ulang tahun yang ke 38, PDAM Tirta Aji Wonosobo (29/1) di aula PDAM Tirta Aji. Dikatakan, Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Aji Wonosobo, diminta terus aktif menjaga kelestarian mata air di wilayah Kabupaten Wonosobo.

WONOSOBO - Panwaslu Kabupaten Wonosobo sedang mengendus beberapa kades yang terlibat aktif membantu para caleg dalam menyakinkan para warganya untuk memilih mereka dengan janji akan mendapatkan dana aspirasi masyarakat. Sebagai bentuk pencegahan, Divisi Pengawasan dan Hubla Panwaslu setempat Mahfudz Junaedi kemarin (30/1) mengemukakan, akan melakukan koordinasi dengan Setda Kabupaten Wonosobo dan Kajari Wonosobo yang menyangkut masalah dana aspirasi masyarakat diduga kuat digunakan untuk kampanye. “Kita akan koordinasi dengan pihak terkait, sebab melalui dana aspirasi terse-

ke hal 15

ke hal 15

ke hal 15

Pelanggan Bisa Hemat Rp800 Ribu WONOSOBO - Ancaman glo bal warming akan berimbas serius pada ketersediaan air bersih. Sebab, Pasalnya musim ke marau akan terjadi kekeringan dan musim penghujan air tidak terserap, sehingga mengakibatkan banjir seperti yang melanda sejumlah kawasan pantai utara

ke hal 15

ke hal 15

WONOSOBO - Depot jamu Buyung Upik mendapatkan peringatan keras dari BPOM Semarang. Pasalnya, depot jamu tersebut memajang kemasan jamu kosong yang mengandung bahan kimia ( BKO) tidak memilki surat izin edar serta bernomor TR fiktif. Ketua Tim Pengawas Barang Beredar dan Jasa Dinas Perindag Kabupaten Wonosobo, Oman Yanto kemarin (30/1) mengemukakan, sesuai Surat Nomor IN.01.04.954.01.14 tanggal 17 Januari 2014 Balai Besar POM Semarang memberikan peringatan keras kepada depot jamu Buyung Upik di Jalan Ahmad Yani Wonosobo. Sebab, yang bersangkutan memajang kemasan jamu kosong dimana merek jamu tersebut mengandung bahan kimia obat (BKO), tanpa izin edar (TIE) dan Nomor TR Fiktif.

Program Ledeng Hemat, hanya Rp600 Ribu

WONOSOBO - Ketua DPRD Wonosobo 1999-2004, Idham Cholied menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Semarang. Mantan Sekretaris PKNU ini sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi dana asuransi kesehatan, tali asih purna bhakti DPRD Wonosobo 2004. Duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa, oleh Jaksa Penuntut Umum, Anto Widi Kejari Wonosobo dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-undang (UU) Juncto pasal 18 Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah ditambahkan dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi. Kedua pasal tersebut merujuk atau di-juncto-kan pada pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP sebagai tindakan pidana yang dilakukan bersama-sama dan berlanjut. Ancaman pidananya adalah maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Anto widi menjelaskan, terdakwa Idham telah menganggarkan, menyetujui, dan merealisasikan asuransi jiwa. Bahwa tindakan tersebut menurut jaksa bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Wonosobo Nomor 12 tahun 2001 tanggal 29 September 2001 tentang pokokpokok pengelolaan keuangan daerah.

Disebutkan, lokasi yang digunakan untuk memasang alat peraga kampanye hampir di semua desa yang ada di Mojotengah merata. Penertiban itu dilakukan karena dalam pemasangan atribut atau baliho kampanye sudah melanggar peraturan pemasangan sebagai pelaksanaan amanat PKPU No 15.

Kades Dicurigai Ikut Bantu Kampanye Caleg

SIDAK. Tim Gabungan Dinkes-Disperindag Sidak di Toko Jamu di Jalan Ahmad Yani Wonosobo.

Depot Jamu Dapat Peringatan Keras

Dijelaskan, konstruksi gedung gelanggang olah raga in door memang berada di atas tanah yang labil, sebab dulu sebagian berada di atas tanah urugan, sehingga ketika ada guncangan besar memungkinkan terjadi pergesaran.

Mantan Ketua DPRD Dijerat Pasal Berlapis

IMLEK BERSAMA. Para karyawan Bank Inti Dana mengajak para nasabah dan karyawan merayakan Imlek bersama kemarin (31/1).

BERBAGAI cara dilakukan oleh kalangan pebisnis di dunia usaha untuk menarik minat masyarakat sekaligus memberikan kepuasan kepada para nasabah dan konsumen yang ada. Bukan hanya memberikan pelayanan yang ramah dan baik, sebagai wujud partisipasi dan rasa kebersamaan, salah satu badan usaha yang bergerak di bidang simpan pinjam keuangan yang diperuntukan kepada masyarakat kalangan menengah ke atas, usaha mikro kecil hingga mikro menengah pun turut serta merayakan Imlek dengan mengunjungi para nasabah dan berkarnaval mengelilingi Jalan A Yani, dengan diringi musik tradisional tek-tek. Para karyawan berkostum merah cerah juga turun ke jalan membagikan bungkusan kecil berisi jeruk buah khas masyarakat cina.

kuda-kuda yang ambrol dan lepas, menurutnya akibat guncangan gempa kebumen beberapa waktu lalu. “Kalau penyangga kuda-kuda yang ada di atas tersebut lepas karena guncangan gempa, kalau itu saya sudah dapat laporan,” katanya.

foto: jamil/wonosobo ekspres

PASOKAN KURANG. Pedagang ikan asin di pasar Induk Wonosobo sedang melayani pembeli, Jumat (31/1).

Pasokan Berkurang, Harga Ikan Asin Naik WONOSOBO - Harga ikan asin di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Wonosobo mulai naik. Kondisi tersebut disinyalir akibat pasokan menipis menyusul banyak nelayan yang berhenti melaut akibat cuaca tak menentu. Berdasarkan informasi yang dihimpun Wonosobo Ekspres, disejumlah pasar tradisional Kabupaten Wonosobo, diantaranya di Pasar Induk Wonosobo, Kretek serta Balikkambang, harga beberapa jenis ikan asin tercatat mengalami kenaikan. Mudzalifah, salah seorang pedagang ikan asin di pasar Induk Wonosobo, yang juga warga kelurahan Kalianget, Kecamatan Wonosobo, mengaku saat ini ikan asin di pasaran tengah mengalami kenaikan. Hal itu diperkirakan karena banyaknya nelayan berhenti melaut yang disebabkan karena lamanya cuaca tak menentu. “Kelangkaan ikan asin berlangsung semenjak dua pekan terakhir. Bahkan, ikan asin jenis jengli mendadak raib sejak tiga hari lalu,” terangnya kepada Wonosobo Ekspres, Jumat (31/1). ke hal 15

Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632

CMYK

CMYK


(1,1) -1- PURWOREJO.indd 31/01/2014 22:14:06

SABTU 1 FEBRUARI 2014

JADWAL KERETA API BERANGKAT DARI STASIUN KUTOARJO KE BANDUNG

JURUSAN/ KERETA API

LODAYA PAGI KUTOJAYA SELATAN PASUNDAN KAHURIPAN LODAYA MALAM MALABAR

DATANG BERANGKAT 08.56 14.32 20.05 20.56 21.12

08.58 09.15 14.37 20.07 21.00 21.16

TUJUAN BANDUNG KIARACONDONG KIARACONDONG KIARACONDONG BANDUNG BANDUNG

PENERTIBAN Satpol PP Gerudug Pelajar Main PS PURWOREJO - Belasan siswa berkeliaran pada jam sekolah terjaring razia Satpol PP Purworejo, Kamis (30/1). Petugas juga mengamankan sejumlah gelandangan yang sedang mangkal di pinggir jalan. Razia tersebut dilakukan di dua tikik yakni di wilayah Purworejo dan Kecamatan Kutoarjo. Siswa yang kedapatan main di warung internet (warnet) dan play station (PS) pada jam sekolah dan masih menggunakan seragam langsung ditegur dan didata serta dilakukan pembinaan di tempat. Sementara para gelandangan yang kedapatan mangkal di sejumlah titik langsung dibawa ke Kantor Satpol PP untuk dibina. “Razia ini merupakan program upaya pembinaan untuk mereka. Razia ini bertujuan mewujudkan Purworejo yang damai dan nyaman,” kata Kasatpol PP Purworejo, Tri Joko Pranoto melalui Kabid Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, Mujono. Mujono menjelaskan, razia pelajar di warnet dan play station. Lokasi tersebut kerap dijadikan tempat nongkrong para siswa yang bolos sekolah. Siswa yang kedapatan nongkrong langsung ditindak di tempat dengan diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi tindakan tersebut. Petugas juga mendata siswa yang bolos yang nantinya akan diserahkan ke sekolah masing-masing anak untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut. “Upaya pembinaan anak itu harus dilakukan semua pihak, mulai dari pemerintah, guru di sekolah dan orang tua. Hal itu agar generasi muda bisa berkualitas,” katanya. (him)

KUNJUNGAN Bawaslu Provinsi Apresiasi Pengungkapan Kasus Pidana Pemilu PURWOREJO- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Purworejo yang berhasil mengungkap kasus dugaan pidana pemilu yang terjadi di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Provinsi Jateng Abhan Misbah SH saat melakukan supervisi langsung ke Panwaskab Purworejo, kemarin (30/1). Menurutnya, kasus tersebut merupakan kasus pertama di Provinsi Jawa Tengah pada Pemliu 2014 yang bisa tembus sampai proses penyidikan. “Saya memberi apresiasi terhadap Panwaskab Purworejo, mudah-mudahan ini bisa menjadi efek jera terhadap para peserta pemilu yang mencoba melakukan pelanggaran pidana. Di Jateng baru Purworejo, sebetulnya ada beberapa wilayah yang menghadapi kasus serupa, namun sementara ini baru Purworejo,” katanya. Abhan menegaskan, kasus tersebut menjadi pembelajaran politik dalam proses demokrasi di Jawa Tengah khususnya, dan di Indonesia pada umumnya. “Politik uang atau sejenisnya merupakan politik transaksional yang sangat membahayakan demokrasi,” tegasnya. Kasat Reskrim AKP Juli Monasoni mengungkapkan, hasil penyidik yang dilakukan secara maraton, pihaknya akhirnya menetapkan satu tersangka yakni Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Mus, 45. Berdasarkan keterangan para saksi, apa yang dilakukan tersangka telah memenuhi unsur pidana pemilu sebagaimana digariskan dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif. “Tersangka dijerat pasal 301 ayat (1) jo pasal 86 ayat (3) jo pasal 278 dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun dengan denda maksimal Rp 24 juta. Dan penyidik kini masih melengkapi berkas-berkas sebelum dilimpahkan ke kejaksaan,” ungkapnya. Kasus dugaan tindak pidana pemilu itu bermula saat diselenggarakan kegiatan Posyandu balita dan lansia di rumah tersangka tanggal 14 Januari 2014. (cr2)

Pasca Bencana Disiapkan Rp59 M

PURWOREJO – Bencana yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Purworejo beberapa waktu lalu menjadi pelajaran cukup berharga bagi Pemkab Purworejo. Guna mengantisipasi bencana susulan yang masih mengancam, Pemkab menggelar apel gabungan kesiapsiagaan bencana 2014 yang diikuti Pemkab, Polri, TNI, dan BPBD, PMI dan Ormas, Kamis (30/1) di Alun-alun Purworejo Dalam amanatnya Bupati Purworejo, Mahsun Zain mengatakan, sejak akhir 2013 lalu bencana silih berganti

melanda. Bencana banjir dan tanah longsor melanda 13 kecamatan. Kerugian akibat musibah tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp. 77 miliar. “Pemerintah Purworejo sudah bertindak sigap dengan menerapkan tanggap darurat dan mengevakuasi korban bencana alam. Namun hingga kini hujan deras dan angin kencang masih terjadi, kesiapsiagaam dan kewapsadaan sangat diperlukan untuk mencegah timbulnya korban jiwa,” ucap Bupati. Bupati melanjutkan, hingga saat ini di Jawa Tengah,

baru Kabupaten Purworejo yang melaksanakan apel gabungan kesiapsiagan bencana. Tindakan itu dilakukan atas dasar kesadaran semua pihak akan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi ancaman bencana yang bisa datang sewaktu-waku. “Bencana memang tidak diharapkan namun tidak bisa ditolak jika itu kehendak Tuhan. Untuk itu kita berusaha melakukan langkah strategis untuk menghadapinya,” lanjutnya. Hal yang tidak kalah penting, lanjut Bupati, adalah penangananan pasca bencana. Pemkab telah menyiapkan

Traktor Petani Diservis Gratis PURWOREJO - Puluhan traktor milik petani di Kecamatan Grabag dan Kecamatan Butuh mendapat servis gratis dari produsen traktor CV Karya Hidup Sentosa Jogjakarta. Servis gratis tersebut sebagai bentuk kepedulian produsen untuk membantu korban bencana banjir yang terjadi akhir tahun 2013 lalu. Kegiatan tersebut terlaksana setelah difasilitasi oleh anggota DPRD Kelik Susilo Ardani SE yang menjembatani petani dengan produsen. Menurut Kelik, ada sekitar 50 traktor milik petani di Desa Trimulyo, Rowodadi, Bendungan, Kecamatan Grabag dan Kedungmulyo, Kecamatan Butuh yang terdata mengalami kerusakan akibat banjir. “Hasil pendataan tersebut diajukan ke pihak produsen dan disanggupi untuk memberikan pelayanan servis secara gratis dengan jemput bola ke rumah,” kata Kelik, kemarin. Lebih lanjut diungkapkan Kelik, pihak produsen menerjunkan langsung tim mekanik, termasuk dari Kubota untuk mendatangi langsung petani mengecek kondisi mesin. Jika ditemukan kerusakan, maka akan diperbaiki secara gratis. “Kalau ada penggantian spare part, harganya juga jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran umum,” katanya.(him)

elemen,” tandasnya. Dalam pelaksanaan apel tersebut Bupati berserta rombongan menyempatkan diri melakukan pengecekan perlengkapan kesiapsiagaan bencana yang dimiliki Polres dan BPBD Kabupaten Purworejo. Bupati juga diperlihatkan stuktur tanggap darurat yang dimiliki Kodim 0708 Purworejo. Keseluruhkan jumlah peserta dalam apel tersebut mencapai 1300 orang. (cr2)

DIPERIKSA. Bupati bersama Komandan Kodim 07/08 serta Kapolres Purworejo sedang mengecek kelenggapan tanggap bencana yang dimiliki BPBD Purworejo.

foto: lukman hakim/harian purworejo

Pemkab Bakal Salurkan 130 Ekor Sapi

Diharap Jadi Efek Jera

PERTANIAN

dana tidak terduga APBD 2014 sebesar Rp59 miliar untuk membantu para korban bencana alam. Selain itu dalam menghadapi bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu, Pemkab telah memperbajang masa tanggap darurat. “Kerusakan infrastrukut dan pertanian sedang berupaya kita pikirkan penangananya. Apel pasukan ini diharapkan bisa menyatukan langkah dalam menanggulangi bencana, sehingga akan menjadi kekuatan dan kesiapan seluruh

foto: lukman hakim/harian purworejo

MENCARI. Tim SAR tengah mencari Kasporiah yang diduga tenggelam di Sungai Bogowonto.

Seorang Nenek Diduga Tenggelam Dicari Belum Juga Ketemu PURWODADI – Kasus orang hilang kembali terjadi di Purworejo. Kali ini korban adalah seorang nenek bernama Kasporiah (70), warga Dusun Wojo, Desa Karangsari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Lansia tersebut diduga kuat terpeleset masuk ke aliran Sungai Bogowonto di belakang rumahnya. Untuk mencari korban, dua perahu karet dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo dikerahkan menyusuri sungai Bogowonto. Sihabudin selaku Sekretaris Desa Karangsari mengatakan, Kasropiah menghilang sejak Selasa (28/1). Info yang ia terima dari keluarga, korban masih dilihat keluarganya pada Selasa siang. “Siang itu cucunya yang baru datang melihat korban duduk termangu depan pintu. Cucu korban kemudian masuk ke rumah dan ganti baju. Ketika keluar, korban sudah tidak ada. Keluarga dan warga sudah men-

cari ke berbagai penjuru desa namun korban tidak ditemukan,” terang Sihabudin, kemarin. Ia mengungkapkan, keluarga korban sempat melihat jejak bekas terpeleset di tepi sungai Bogowonto di belakang rumah korban. Karena itu diduga kuat korban tenggelam. “Kemungkinan tenggelam pun ada karena jejak itu. Kami pun melapor ke polisi dan ditindaklanjuti dengan meminta bantuan tim SAR,” tambahnya. Salah satu kerabat korban, Habib Maskur (62) menambahkan, keluarga sempat bingung dengan menghilangnya korban. Sebabnya korban diketahui tidak memiliki masalah apapun dengan keluarganya. Hanya saja korban memang terkadang pikun. “Karena itu kalau disebut tenggelam ya masih belum tentu. Ya fifty-fifty lah. Hanya saja mengingat beberapa pengalaman sebelumnya, beberapa warga yang hilang ditemukan di sungai. Karena itu memang tidak ada salahnya melakukan pencarian di sungai,” katanya. Setelah mendapatkan laporan, sedikit-

nya 15 personel tim SAR dan BPBD Purworejo menyusuri kawasan aliran sungai Bogowonto di desa tempat tinggal korban. Tim menggunakan dua perahu karet dan melakukan pencarian hingga muara sungai. Ketua Tim SAR Purworejo, Bambang Supriyadi mengatakan, dua perahu karet dikerahkan untuk menyisir aliran sungai Bogowonto mulai dari lokasi dimana korban diperkirakan tenggelam. Selanjutnya tim bergerak menuju ke muara sungai. “Pencarian dilakukan secara intensif tim kami dibantu juga oleh warga setempat. Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir tempat dimana korban berpeluang tersangkut misalnya semak atau tumpukan sampah,” katanya. Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR Purworejo. Tim SAR juga belum bisa menentukan masa akhir pencarian korban. “Sementara ini pencarian kami hentikan terlebih dahulu. Besok pagi akan kita lanjutkan kembali,” terangnya. (cr2)

PURWOREJO-Populasi sapi di Kabupaten Purworejo dari tahun ke tahun terus menyusut. Padahal produksi pakan ternak sangat melimpah. Bahkan sering diambil peternak sapi dari daerah lain. Berdasarkan sensus pertanian yang dilakukan Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan Purworejo bersama Badan Statistik Nasional, menunjukkan populasi sapi di tahun 2013 sebanyak 14.968. Sementara populasi sapi di kabupaten lain di Kedu berada di atas 80.000 ekor. “Angka itu menunjukkan ada penurunan di bandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 20.000 ekor,” kata Kabid Peternakan Ir Wardaya, kemarin. Faktor kewilayahan menjadi salah satu penghambat populasi sapi. Selain itu juga masyarakat masih menyukai kambing PE sebagai tabungan yang bisa dijual setiap saat. “Sentra sapi di Purworejo tersebar di wilayah kecamatan Grabag, Ngombol, Purwodadi, Butuh dan sebagian Pituruh. Untuk wilayah lain teramat sedikit bahkan ada yang tidak ada,” imbuh Wardaya. Purworejo, lanjut Wardaya, sebenarnya amat cocok untuk pengembangan sapi karena keberadakan pakannya cukup melimpah. Terbukti selama ini pakan dari Purworejo malah lari ke wilayah Gunung-

kidul, Kulonprogo dan Bantul dibandingkan dimanfaatkan di wilayah sendiri. “Gengsi masyarakat Purworejo masih tinggi, di luar wilayah seorang pegawai pun memelihara sapi. Saat pulang kantor, mereka tidak malu untuk ganti baju dan merumput,” kata Muhammad Fatoni, Kasi Produksi yang mendampingi Wardaya saat wawancara. Meski masih minim, namun Wardaya maupun Fatoni mengapresiasi masyarakat yang masih memiliki minat tinggi untuk membudidayakan sapi. Setidaknya untuk tahun 2014 ini, pihaknya akan memberikan bantuan sapi kepada 26 kelompok tani ternak. Masing-masing kelompok ini akan mendapatkan lima ekor sehingga total ada 130 ekor sapi. “Bantuan sapi itu hibah bersyarat dengan pengertian bantuan sapi itu adalah hibah namun di lapangan kami ingin menerapkan sistem bergulir sehingga nantinya semua anggota kelompok tani akan mendapatkan bantuan itu,” imbuh Fatoni. Sedikit membandingkan, Fatoni menyatakan selama ini bantuan sapi di Purworejo masih bersumberkan dari APBD murni. Dirinya berharap petinggi Pemkab bisa lebih agresif untuk meminta bantuan ke Pusat atau Provinsi. “Kalau kabupaten lain bisa kenapa kita tidak bisa,” tambahnya. (him)

foto: aris himawan/harian purworejo

BETERNAK. Seorang peternak tengah memberi makan rumput pada sapi-sapi peliharaannya. Populasi sapi di Kabupaten Purworejo dari tahun ke tahun terus mengalami penyusutan. Iklan dan Pemasaran: Jl. Kolonel Sugiyono No.43 Purworejo


Magelang ekspres edisi sabtu 1 februari 2014