Issuu on Google+

CMYK

CMYK

KAMIS 19 DESEMBER 2013

E-KTP Berlaku Seumur Hidup Perekaman Paling Lambat Akhir 2014 MAGELANG - Masa berlaku eKTP yang semula lima tahun, diubah menjadi berlaku seumur

hidup. Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang, dalam kegiatan rapat koordinasi sinkronisasi program penerapan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil, Disdukca-

pil Kota Magelang dengan dinas dan pejabat terlait dengan kependudukan. Kegiatan yang dilaksanakan di Bakorwil II, Rabu (18/12), dihadiri oleh camat, lurah, kepolisike hal 3

foto: chandra yoga kusuma/magelang ekspres

SEUMUR HIDUP. Pemerintah memutuskan untuk mengubah masa berlaku e KTP dari lima tahun menjadi seumur hidup dengan masa perekaman maksimal akhir tahun 2014 mendatang.

Antisipasi Kerusuhan, Rutan Dirazia Dini Hari Petugas Temukan Pisau dan Obat TEMANGGUNG - Maraknya kejadian di beberapa rumah tahanan di beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini, membuat Jajaran Polres Temanggung melakukan razia dan penggeledahan di rumah tahanan (rutan) kelas II A Temanggung Kamis dini hari tadi. Kapolres Temanggung AKBP Dwi Indra Maulana mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan petugas rutan melakukan razia dan

penggeledahan di setiap ruang tahanan dan seluruh ruangan yang digunakan warga binaan saat melakukan aktivitas sehari-hari. ”Sengaja kami gelar razia ini tengah malam agar jalannya razia bisa berjalan dengan baik dan tidak menganggu aktivitas warga binaan, meskipun sempat menganggu istirahat mereka,” katanya usai memimpin razia. Ia mengatakan, razia ini dilakukan untuk mengantisipasi kerawanan yang ada di dalam rutan, mengingat beberapa peristiwa dan kejadian di rutan akhirke hal 3

PT KA Apresiasi Korban KRL Abadikan Nama di Balai Pelatihan

Tanya : Saya wanita D (27th), mengapa kulit wajah saya mudah sekali menjadi kusam ya dok? terutama setelah banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, meskipun saya telah rajin membersihkan wajah dan menggunakan krim/pelembab yang mengandung tabir surya tetapi tetap saja masih terlihat kusam. Apa saja penyebab kulit kusam itu sendiri dok? dan bagaimana cara mengatasinya? Terimakasih. Jawab : Kulit merupakan lapisan luar dari tubuh atau biasa disebut dengan indra peraba. Mempunyai kulit sehat, putih dan bersih adalah impian bagi seorang wanita. Untuk itu setiap wanita rela melakukan berbagai cara agar mendapatkan kulit seperti yang mereka impikan. Tetapi hal tersebut tentu tidak mudah untuk dilakukan, karena ada saja permasalah kulit yang sering muncul, seperti kulit kering dan kusam. Perlu dikatahui bahwa kulit yang kusam bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya polusi, kekurangan asupan vitamin, kurang olahraga, kurang istirahat dan masih banyak lagi. Segala kekurangan ke hal 3

Asmirandah

JAKARTA - Paripurna DPR RI, Rabu (18/12), yang dipimpin Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso resmi mengesahkan Rancangan Undang-undang Desa menjadi Undang-undang. UU Desa yang telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu ditetapkan setelah disetujui oleh 9 Fraksi yang ada di DPR. Dalam proses pengesahan di rapat paripurna, sempat mencuat beberapa pandangan yang diberikan dari fraksi-fraksi soal RUU tentang Desa ini. Salah satunya soal masa jabatan kepala desa yang dinilai lebih baik hingga 8 tahun. Pada pasal 39 ayat 1 kepala desa memegang jabatan selama 6 tahun terhitung sejak tanggal pelantikan. Dan ayat 2, kepala desa sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat menjabat paling banyak 3 kali masa jabatan secara berturut-turut atau tidak secara berturut-turut. “Kita setuju (disahkan), dengan harapan kesejahteraan segera tercapai. ke hal 3

SERANG - Keberadaan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah masih menjadi tanda tanya usai ditetapkan tersangka pada sengketa Pemilukada Lebak dan pengadaan Alkes oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun pihak atut Atut menjamin pemerintahan di Banten tetap akan berjalan segaimana mestinya. ke hal 3

GEMBIRA.Para kepala desa meluapkan kegembiraan saat DPR mengesahkan RUU Desa menjadi UU, Rabu(18/12). foto : ist

Dari Kisah Mistis hingga Untung Besar Benda tua dan bersejarah memiliki nilai tersendiri, apalagi jiika mempunyai bentuk fisik yang antik memwakili tren di era jaman tersebut. tak heran selain harganya yang melambung benda-benda ini juga menjadi incaran kolektor dan pedagang barang antik. CHANDRA YK, Magelang HALAMAN rumah Sony Haksono, seorang pedagang dan kolektor barang antik di Wates Magelang

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

CMYK

Atut “Ngilang” Pelantikan Walikota Tangerang Gagal

Asyiknya Berbisnis Barang Antik

ke hal 3

foto : ist

ke hal 3

foto: jpnn

Pindah Keyakinan ? KABAR tentang hubungan Asmirandah dan Jonas Rivanno tak ada habisnya. Pernikahan Asmirandah dan Jonas Rivanno sebetulnya sedang dalam proses pembatalan perkawinan, keputusan akan diberikan oleh majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Depok, Rabu, 18 Desember mendatang.

KUTOARJO - Tiga karyawan PT KAI yang menjadi korban tabrakan KRL Commuter Line 1131 jurusan Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki pengangkut BBM di perlintasan sebidang Jalan Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan diabadikan namanya pada balaibalai pelatihan milik PT KAI. Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono menga-

takan, untuk mengenang ketiga syuhadanya, manajemen PT KAI memberikan penghargaan tertinggi dengan mengabadikan nama ketiganya sebagai nama balaibalai pelatihan milik PT KAI. Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) Bekasi di Jalan Perjuangan No 25 Bekasi akan diberi nama BPTP Sofyan Hadi, Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) Yogyakarta di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo No 2 Yogyakarta akan diberi nama BPTT Darman Prasetyo,

foto: chandra yoga kusuma/magelang ekspres

PERABOTAN LAMA. Sony berdiri didepan perabot lama yang diperkirakan dibuat pada era tahun 1800-an dengan kayu asal Belanda yang masih baik kondisinya.

Utara, tampak asri. Selain penuh dengan pepohonan, rumah tersebut juga penuh dengan tumpukan perabotan tua. Terlihat beberapa jenis meja, kursi, lemari dan tempat tidur tua. Sebagaian diletakan di tempat teduh, dan sebagain lagi dibiarkan kepanasan dan kehujanan. “Saya mulai menjadi pemain barang antik sejak tahun 2006. Ketertarikan awal saya adalah seninya, karena barang tempo dulu memiliki kekhasan tersendiri,” ucap Sony yang mengkhususkan diri berburu barang antik mebel. Menurut Sony, jumlah pemain barang antik di Magelang dan daerah

ATUT NGILANG PELANTIKAN GAGAL

Waduh, mesake arep dadi walikota kok angel ya.

RUU DESA DISAHKAN DPR

Moga-moga iso nambah kinerja aparat desa dadi tambah giat.

ke hal 3

E-mail: magelangekspres@yahoo.co.id, iklanmglekspres@gmail.com

CMYK


CMYK

CMYK

KAMIS 19 DESEMBER 2013

Bina Marga Marah Pengembalian Bekas Galian Tak Kuat PURWOREJO- Bekas galian pipa PDAM sepanjang bahu jalan antara Berjan hingga Lugosobo Kabupaten Purworejo tidak hanya mendapat perhatian dari warga, yang memasang rambu peringatan, mengingat selama ini beberapa truk terperosok di bahu jalan itu. Kini Dinas Bina Marga Wilayah Magelang yang berkedudukan di Kutoarjo angkat bicara. Petugas Pelaksana Teknis (PPK) Jladri-Wawar-Congot Bina Marga Wilayah Magelang, Umar ST MSI, mengaku pihaknya sebagai pelaksana kegiatan peningkatan fisik dan memiliki tanggung jawab merasa tidak memberi izin terkait pembangunan galian pipa PDAM di sepanjang bahu jalan tersebut. ”Saya tidak pernah memberikan izin (pembangunan jaringan air bersih) itu. Itu izin yang kasih PUK (Pekerjaan Umum Kabupaten-red). Saya juga jengkel itu pengembalian kondisi (tanah bekas galian-red) tidak baik,” tulis Umar melalui pesan singkatnya ke koran ini, kemarin (18/12). Lebih lanjut Umar mengatakan, pemanfaatan bahu jalan untuk pemasangan galian pipa PDAM itu merupakan satu paket dengan badan jalan yang ada di lokasi tersebut. Posisi jalan itu saat ini dalam status perawatan yang dilakukan pihak Bina Marga setelah dilakukan peningkatan jalan yang belum lama ini diselesaikan. Status jalan tersebut, kata Umar, merupakan jalan strategi nasional rencana (SNR) dalam pengertian jalan itu masih menjadi kewajiban Kabupaten Purworejo. Hanya saja jalan tersebut telah diusulkan ke pemerintah pusat untuk menjadi salah satu jalan na-

sional yang penanganannya dari pusat. Menurut Umar, pihaknya telah melakukan konfirmasi terhadap Kepala DPU Purworejo Ir Fatori terkait masalah tersebut. Hanya saja, permintaannya itu tidak pernah mendapatkan tanggapan positif darinya. Ditambahkan sebagai jalan yang menjadi kewajiban Kabupaten, dulunya DPU meminta agar jalan itu diperbaiki. Namun kenyataan di lapangan, setelah jalan selesai diperbaiki dan ditingkatkan malah memunculkan masalah baru. ”Dulunya DPU minta jalan diperbaiki, setelah jadi malah bahu jalan kondisinnya seperti itu. Sampean lihat sendiri,” imbuh Umar. Ditambahkan Umar, dalam peningkatan jalan lingkar utara itu, seluruh beban biaya yang ada menjadi tanggungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). ”Peningkatan jalan itu oleh APBN dan saya diminta untuk membantu pekerjaan fisiknya. Makanya memang benar kalau PDAM mengajukan izin pengadaan jaringan saluran air bersihnya ke PUK. Dan hingga saat ini saya tidak pernah diajak rembugan mengenai masalah itu,” pungkas Umar. Sementara itu, Kepala DPU Kabupaten Purworejo Fatori saat ditanya terkait pembangunan saluran pipa itu prosedurnya harus ada izin dari Bina Marga, dirinya mengiyakan. ”Ya,” singkatnya lewat pesan singkat. Seperti diketahui warga Berjan sampai membuat rambu berukuran besar, derngan luasan sekitar 3 meter pesegi. Truk yang terperosok tidak hanya satu dua kali. Beberapa hari lalu, truk bermuatan 25 ton hendak membawa kedelai dari Semarang ke Kebumen. (cr2)

Pembangunan Pasar Baledono

Ber-APBD Potensi Langgar Hukum PURWOREJO- Meski ada masalah wanprestasi terkait kewajiban membangun kembali oleh investor PT Karsa Bayu Bangun Perkasa, Pemkab Purworejo tetap memasukkan anggaran pembangunan Pasar Baledono Rp25 Miliar untuk tahap awal dalam anggaran RAPBD 2014. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD setempat sepakat pembangunan pasar dilakukan dengan sistem tahun jamak atau multiyears. Mantan Sekda Ir Akhmad Fauzi MA berpendapat, pembangunan Pasar Baledono akan menjadi persoalan hukum yang serius jika dananya berasal dari APBD II. ”Jelas dalam SK Mendagri ditegaskan ada kewajiban investor memelihara dan mengasuransikan. Itu artinya investor yang punya kewajiban membangun. Kalau sampai APBD II

menganggarkan akan jadi masalah hukum serius,” kata Fauzi, Rabu (18/ 12). Wakil Ketua DPRD M Abdullah yang dimintai konfirmasi membenarkan kesepakatan mengalokasikan anggaran pembangunan pasar tahap awal sebesar Rp 25 miliar pada APBD 2014. Namun, Pemkab akan terlebih dahulu melakukan konsultasi ke pihak-pihak terkait untuk memastikan boleh tidaknya APBD membangun pasar tersebut. ”Kalau kajiannya ternyata tidak boleh, tentu anggaran tidak direalisasikan. Eksekutif dan legislatif menyepakati akan konsultasi terlebih dahulu ke Kemendagri berkaitan dengan dugaan wanprestasi PT Karsa Bayu Bangun Perkasa,” imbuhnya Di samping itu, lanjut Abdullah, pihaknya juga akan meminta legal opinion atau pendapat hukum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo

terkait masalah tersebut. ”Legal opinion itu menyangkut boleh tidaknya APBD membangun pasar. Juga bagaimana menyikapi SK Mendagri yang salah satu diktumnya menyebutkan adanya kewajiban PT Karsa Bayu mengasuransikan tapi ternyata tidak dilaksanakan,” tandasnya. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Purworejo Drs H Said Romadon membenarkan hal itu. Meski ada masalah wanprestasi tentang kewajiban membangun kembali oleh investor PT Karsa Bayu Bangun Perkasa, tapi eksekutif dan legislatif menyepakati tetap menganggarkan pada RAPBD 2014. ”Sesuai perencanaan semula tetap dianggarkan di APBD 2014 sambil menunggu penyelesaian masalah,” ujarnya. Dari informasi yang berhasil dihim-

SEMINAR Globalisasi Ancam Kehidupan Remaja

Harga Sembako-Sayur Naik Jelang Natal dan Tahun Baru PURWOREJO-Menjelang Natal dan Tahun Baru harga sejumlah kebutuhan pokok dan sayuran di pasaran tradisional Kabupaten Purworejo mengalami kenaikan. Karena permintaan meningkat sementara pasokan berkurang. Di Pasar Suronegaran Purworejo, harga beras jenis IR 64 mengalami kenaikan dari Rp8.000 menjadi Rp 8.500 perkilogram. Kemudian minyak goreng dari Rp14.500 naik menjadi Rp15.000 perliter, telur dari Rp 14.000 menjadi Rp15.000 perkilogram. Sementara untuk harga gula pasir dan gula jawa tidak mengalami kenaikan, perkilogram harganya Rp 11.000. Harga tepung juga tidak mengalami kenaikan, harga dipasaran Rp 7.000 perkilogram. Pedagang sembako, Ibah (55) mengatakan, kenaikan harga ini disebabkan pergantian tahun. Seperti biasanya menjelang Natal dan Tahun Baru, sejumlah kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan. “Apalagi pergantian tahun ini bersamaan dengan libur sekolah. Di bulan ini juga bersamaan bulan Sapar. Dimana di bulanbulan itu banyak orang yang punya hajat,” kata Ibah pedagang sembako di Pasar Suronegaran ketika ditemui di pasar, Rabu (18/ 12). Kenaikan harga sembako ini juga diikuti kenaikan sejumlah bumbu dapur dan sayuran. Namun kenaikan sayuran dan bumbu dapur bukan disebabkan harga sembako naik. Tapi karena permintaan di pasar mengalami peningkatan

sementara pasokan dari petani berkurang. “Selama musim hujan ini pasokan sayuran tersendat. Sebab di tingkat produksi atau petani juga berkurang karena banyak sayuran yang busuk. Kalau pun ada harga juga sudah naik dari hari biasanya,” ujar pedagang sayuran di Pasar Suronegaran, Moah (48). Moah menyebutkan, sejumlah bumbu dapur yang mengalami kenaikan adalah bawang putih dari Rp11.000 menjadi Rp 13.000 perkilogram. Kemudian bawang merah dari Rp 25.000 menjadi Rp 30.000 perkilogram, cabe merah dan cabe rawit dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 perkilogram dan tomat Rp 6.000 perkilogram. Untuk harga sayuran yang mengalami kenaikan adalah kentang dari Rp 8.000 menjadi Rp 9.000 perkilogram dan kubis atau col Rp 2.000 menjadi Rp 2.500 perkilogram. Sebaliknya harga wortel malah mengalami penurunan dari Rp 7.000 menjadi Rp 4.000 perkilogram. Sementara untuk harga buncis bertahan di Rp 5.000 perkilogram. “Harga sayuran ini masih bisa naik lagi sebab pada bulan depan bulan Maulud. Biasanya banyak orang yang punya hajat dan memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW,” katanya. Sementara untuk harga daging sapi dan ayam masih tetap stabil. Harga daging sapi super (baikred) dijual Rp 90.000 perkilogram. Sedangkan harga daging sapi yang biasa dijual Rp 80.000 perkilogram. Untuk harga daging ayam Rp 24.000 perkilogram. Diperkirakan harga daging ayam akan mengalami kenaikan bersamaan dengan datangnya libur sekolah. (him)

foto : aris himawan/harian purworejo

PILIH. Seorang pembeli tengah memilih wortel. Menjelang Natal dan Tahun Baru sejumlah kebutuhan pokok dan sayuran di pasar tradisional di Kabupaten Purworejo mengalami kenaikan.

pun Harian Purworejo, PT Karsa Bayu Bangun Perkasa secara eksplisit belum menyatakan sikap terkait dengan adanya kewajiban mengasuransikan pasar selama masa penjanjian 30 taTermasuk soal wacana kewajiban investor tersebut untuk membangun kembali pasar yang terbakar pada Juli 2013 lalu. PT Karsa Bayu Bangun Perkasa tidak menghadiri rapat yang sekaligus menjadi deadline menyatakan sikap pada 12 Desember lalu. Investor tersebut hanya mengirimkan surat tertulis kepada Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg yang pada pokoknya menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan Hak Guna Bangunan (HGB) ke Pemkab Purworejo, termasuk membantu menyiapkan dokumen-dokumen peralihan hak. (cr2)

foto: lukman hakim/harian purworejo

SUMPAH. Sepuluh Kades yang memenangkan Pilkades pada 20-21 November diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati Purworejo Mahsun Zain di Pendapa Rumah Dinas Bupati, kemarin (18/12)

10 Kades Dilantik, 4 Kades Diberhentikan PURWOREJO- Sepuluh Kepala Desa (Kades) yang terpilih pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), 20 dan 21 November lalu dilantik serta diambil sumpah jabatan oleh Bupati Purworejo, Rabu (18/12) di Pendapa Rumah Dinas Bupati. Kabag Pemerintahan Desa, Agung Pranoto mengatakan, kesepuluh kades terpilih berasal dari tujuh kecamamatan yakni, Kecamatan Butuh, Bener, Grabag, Kaligesing, Purwodadi, Loano, dan Ngombol. Dalam kesempatan itu juga dilakukan acara pemberhentian secara homat kepada empat orang kades karena telah berakhir masa jabatannya. Keempat Kades tersebut yakni Ponirin Suprapto, Kades Pekacangan, Bener; Sumarno Kades Sumberejo, Purwodadi; Asrudin, Kades Tridadi, Loano; dan Nursalim, Kades Joso, Ngombol. “Secara keseluruhan pelaksanaan Pilkades kemarin berjalan aman dan kondusif, ” ucapnya. Ditambahkan pelaksanaan Pilkades Purworejo tahun 2013 ini menyisakan satu desa yakni di Desa Wingko Sidro, Kecamatan Ngombol.

Sementara itu, sesuai himbauan dari Pemerintah Pusat, pelaksanaan Pilkades tahun 2014 akan di tiadakan. Hal itu dikarenakan tahun 2014 mendatang akan dilaksanakan Pileg dan Pilpres 2014. “Pilkades Desa Wingko Sidro diagendakan berlangung pada Kamis (19/12) besok. Kita berharap pelaksanaan Pilkades di desa itu juga bisa berjalan lancar tanpa ada hambatan dan penghalang yang berarti,” tambahnya. Sementara itu, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg dalam sambutannya berharap agar para Kades yang dilantik kali ini bisa mengemban amanah dan penuh tanggung jawab selama masa tugasnya. “Kades sebagai ujung tombak Pemerintahan, kepala desa menempati posisi strategis dalam struktur pemerintahan. Maka harus mampu mengayomi seluruh warganya,” tandas Bupati. Apresiasi tinggi juga diberikan Bupati kepada Badan Permusyawaratan desa, serta segenap panitia Pilkades, sehingga proses pemilihan tersebut dapat berjalan tertib, aman, dan kondusif. “Kita sadari bersama bahwa da-

lam proses Pilkades tentunya banyak muncul perbedaan pendapat dan aspirasi, yang merupakan perujudan dimanimka dan demokrasi. Untuk itu, hendaknya perbedaan yang mewarnai Pilkades dapat dilebur dandisatukan, sehingga akan menjadi satu kekuatan untuh sebagai modal membangun desa,” ucap Bupati. Kepada Kades baru, Bupati berpesan agar mereka dapat terus belajar dan tidak sungkan untuk menimba ilmu dari para Kades pendahulu dan sesepuh desa. Bupati juga meminta agar Kades terpilih selalu menjalin kemitraan dengan BPD. Karena BPD dibentuk bukan untuk menjadi rival dan saling menjatuhkan, melainkan menjadi mitra kerja untuk lebih mengoptimalkan pembangunan desa. “Jadilah pemimpin yang mencintai dan dicintai oleh rakyatknya, bukan pemimpin yang dikhianati dan mengkhianati rakyat. Jadilah kepala desa yang taat dan mengerti aturan hukum, namun jangan sampai menjadi masalah hukum,” pungkas Bupati. (cr2)

PURWOREJO- Penanaman kesadaran wawasan kebangsaan serta ketahanan bangsa terhadap generasi penerus bangsa terus dilakukan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Seminar bertema Orientasi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Bangsa (Orwasbang) bagi pelajar se Kabupaten Purworejo Tahun 2013, Rabu(18/12) di Hotel Ganesha. Bupati Purworejo, Drs H Mahsun Zain MAg dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bupati, Drs Kasinu mengatakan, pesatnya perkembangan era globalisasi tidak hanya berpengaruh terhadap budaya bangsa, namun juga mempengaruhi wawasan kebangsaan masyarakatnya. “Sebagai contohnya, maraknya kasus remaja yang terlibat pergaulan bebas, penggunaan obat-obat terlarang, kasus-kasus korupsi, kekerasan, anarkisme serta berbagai kasus hukum lainnya menjadi cerminan runtuhnya nilai-nilai wawasan kebangsaan di Negara Indonesia,” tandasnya. Bupati menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari ini. Karena kegiatan ini merupakan upaya nyata yang harus dirutinkan guna memperkokoh nilainilai wawasan kebangsaan utamanya bagi para generasi muda. Dalam kesempatan itu hadir sebagai narasumber di antaranya Dandim 07/08, Soekoso DM serta H Muslikhin Madiani. Materi yang disampaikan narasumber tentang Nasionalisme, Demokrasi dan Ketahanan Nasional serta Wawasan Kebangsaan. Kegiatan tersebut diikuti 70 orang perwakilan dari 14 sekolah SMA/SMK/ MA sederajat. Masing-masing sekolah mengirimkan 4 siswa dan satu guru pendamping. “Melalui kegiatan ini diharapkan pemahaman nilai Wawasan Kebangsaan serta Ketahanan Kebangsaan generasi muda kita bisa bertambah. Sehingga pemahaman itu menjadi landasan laku generasi muda kita sehari agar tidak mudah terjerumus terhadap hal-hal yang negatif yang merusak mereka serta masa depan bangsa,” kata Kepala Kantor Kesbangpol Purworejo, Bambang Gatot Seno Aji. (cr2)

foto: lukman hakim/harian purworejo

PAPARAN. Peserta seminar tengah memperhatikan pemaparan dari pemateri.

Di PHK, Sudarto dan Tri Ngadu ke Dinsosnakertran PURWOREJO—Gara-gara dipecat secara sepihak atau di-PHK, dua orang yang selama ini menjadi Karyawan PKU Muhammadiyah Purworejo mengadu ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Purworejo. Mereka adalah Sudarto sebagai Kepala Perawat dan Kepala Bagian Humas dan Tri Aji Koordinator Linen dan Laundry selama bekerja di PKU Muhammadiyah Purworejo. Sudarto mengatakan, pihaknya sebenarnya bisa menerima keputusan itu, namun dirinya berharap dari pihak perusahaan memberikan kompensasi dari pemecatan itu. Ditandaskan, selain dirinya dan Tri Aji, ada 9 orang yang terpaksa mengundurkan diri karena mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari pihak PKU Muhammadiyah. Dijelaskannya, masa kerja karyawan yang di-PHK cukup lama yakni 13 tahun. Dan

dalam kurun waktu itu, tentunya banyak prestasi dan pekerjaan yang telah dilakukannya. “Untuk itu sudah selayaknya, PKU memberikan pesangon kepada karyawan,” tandasnya. Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja pada Dinsosnakertran Kabupaten Purworejo, Sujana mengatakan, kewenangan untuk memberikan surat PHK berada di jajaran pimpinan perusahaan. ”Yayasan itu sebagai penyelenggaran dan kewenangan keadministrasian dari itu berada di jajaran direktur yang telah ditunjuk oleh pihak yayasan. Selain itu juga, pemutusan hubungan kerja juga harus diikuti dengan adanya pesangon kepada yang bersangkutan,” jelasnya. Plt Direktur PKU Muhammadiyah Purworejo dr Timi Soraya mengatakan pihaknya belum bisa memberikan keputusan untuk menyanggupi atau menolak permintaannya.(him)

CMYK


CMYK

CMYK

ECERAN RP 2.000

KAMIS 19 DESEMBER 2013

Bentuk Unit Anti Anarkis Untuk Pengamanan Pileg dan Pilpres WONOSOBO - Polres Wonosobo membentuk unit anti anarkis dalam mempercepat penanganan masalah di lapangan apabila terjadi pengerusakan oleh sekelompok orang atau massa yang menjadi ancaman kamtibmas. ke hal 15

SIMULASI. Dalam melakukan pengamanan pemilu legislatif dan pilpres tahun 2014, Polres Wonosobo menggelar simulasi sistem pengamanan kota kemarin di komplek alun-alun Wonosobo kemarin.

foto-foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

Aksindo Ancam Adukan ke BPKP

PENGHIJAUAN

Kadisdikpora Akui Kualitas Bangunan Swakelola Lebih Bagus WONOSOBO –Keterlambatan pekerjaan rehab ruang kelas dan perpustakaan SD yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) mengundang beberapa asosiasi jasa konstruksi di Kabupaten Wonosobo angkat bicara. Mereka berencana untuk mengadukan masalah keterlambatan DAK luncuran 2012 kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Petunjuk teknis sesuai Perpres 70 tahun 2012 tentang tata cara swakelola memang boleh melebihi

tahun anggaran. Tetapi jelas tertulis hanya untuk pekerjaan tertentu, karena rehab SD masuk dalam pekerjaan sederhana, kalau melebihi tahun anggaran jelas merupakan pelanggaran yang tentu saja ada sank sinya. Dan hal ini yang akan kami sampaikan ke BPKP,” terang M Aris Ketua Aksindo saat berkunjung ke kantor Wonosobo Ekspres, Selasa (17/12). Menurutnya, aduan tersebut akan disampaikan supaya proses pekerjaan bisa ditinjau ulang

sehingga pekerjaan proyek DAK pada tahun yang akan datang tidak kacau. “Kita yang sudah jelas-jelas mempunyai sertifikasi, IUJK, tenaga terampil dan mempunyai alat hanya menjadi penonton. Sedang kepala sekolah yang punya sertifikasi guru malah jadi pemborong,” katanya. Hal senada disampaikan Ketua Apeknas Miftakhurrohim, yang menyebutkan, merujuk pelaksanaan proyek Disdikpora tahun ke hal 15

foto: jamil/wonosobo ekspres

BELUM RAMPUNG. Salah satu sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) yang atap sekolahnya belum rampung dikerjakan.

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Inf Agus Mukhlas Latif menanam pohon sengon di areal hutan KPH Kedu Selatan, wilayah Desa Karangsari Kecamatan Sapuran.

Kembali Raih Anugerah Parahita Eka Praya Utama

Kodim Tanam 19 Ribu Bibit Sengon SAPURAN - Sebagai bagian program penghijauan lahan, TNI bersama masyarakat menanam sengon jenis baru, Solomon di lahan hutan KPH Kedu Selatan, Desa Karangsari, Kecamatan Sapuran, kemarin . Sebanyak 19.410 batang sengon jenis solomon akan ditanam di tempat ini secara bertahap. Untuk kali ini baru ditanam 1.110 batang, selanjutnya secara bertahap akan diselingi dengan jenis mahoni, durian dan salam sebanyak 5.742 batang. Total areal yang akan ditanami di blok 32.E ini adalah 17,4 hektar. Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Inf Agus Mukhlas Latif menyampaikan, kegiatan yang diikuti oleh 1 peleton pasukan TNI dari Kodim 0707 dan Koramil se- Wonosobo serta 60 siswa SMP dan SMA di sekitar kecamatan Sapuran, termAsuk puluhan anggota Korpri di wilayah Pemerintah Kecamatan Sapuran ini. ke hal 15

PERIKANAN

foto: jamil/wonosobo ekspres

MERANA. Balai Benih Ikan (BBI) Kertek dianggap tak mampu mengubah nasib petani ikan.

BBI Belum Mengubah Nasib Petani Ikan KERTEK - Sejumlah petani dan pembibit ikan di Desa Surengede dan Kenjer, Kecamatan Kertek menilai keberadaan Balai Benih Ikan (BBI) Kertek, Kabupaten Wonosobo belum bisa mengubah nasib petani ikan. Padahal, keberadaan BBI untuk mengubah nasib peternak ikan. Sahal (40), seorang peternak ikan di Desa Surengede, Kecamatan Kertek mengatakan, pihaknya belum bisa merasakan keberadaan BBI. "Saya kira dengan adanya BBI di Kertek nasib kami akan lebih baik. BBI juga bisa memfasilitasi kami baik dari segi pemasaran maupun pengetahuan mengenai pembudidayaan ikan. Ternyata tidak," tuturnya saat ditemui Wonosobo Ekspres, Rabu (18/12). ke hal 15

foto: susy pym/wonosobo ekspres

HUJAN DERAS. Peserta jambore cabang Kwartir Wonosobo tetap bersemangat mengikuti upaya pembukaan di tengah guyuran hujan.

WONOSOBO - Tahun ini, Kabupaten Wonosobo kembali meraih penghargaan Anugerah Parahita Eka Praya Utama. Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (18/12) di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Menurut Kabag Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Setda Wono-

sobo, Siti Nuryanah, tahun ini, Wonosobo kembali meraih penghargaan yang diberikan Pemerintah RI kepada Kementerian maupun Kepala Daerah yang berkomitmen dan manpu mengimplementasikan strategi pengarusutamaan gender serta pemenuhan hak anak di berbagai sektor pembangunan. Penghargaan serupa pernah diraih Wonosobo pada

sobo dibuka oleh Bupati Wonosobo Abdul Kholiq Arif sekaligus sebagai pembina upacara. Pembukaan jambore cabang di tengah guyuran hujan yang cukup deras tersebut juga dihadiri oleh Ketua PKK Kabupaten Wonosobo, perwakilan dari Kwarda Provinsi Jawa Tengah, pimpinan organisasi perangkat daerah, Kamabiran se- Kabupaten Wonosobo, 1414 peserta dan 214 pembina pra muka dari masing-masing gudep. Dalam sambutannya, Bupati Kholiq Arif mengungkapkan rasa bangga terhadap para peserta yang tak kenal menyerah dan tetap bersemangat, meskipun diguyur hujan deras.

ke hal 15

Hama Tungro Ancam Petani

Hujan Tak Menyurutkan Tekad Peserta Jambore WONOSOBO - Meskipun diguyur hujan yang cukup deras selama hampir 1 jam lebih, peserta Jambore cabang Kwartir Wonosobo tetap mengikuti upacara pembukaan yang diselenggarakan di bumi perkemahan stadion olahraga Kalianget, Kecamatan Wonosobo kemarin. Dengan menggunakan mantol plastik dan banyak di antara para peserta upacara yang basah kuyup, para peserta jambore cabang yang terdiri dari anggota pramuka dari gudep masing-masing sekolah tingkat SMP/MTs tetap berdiri tegak dan bersemangat mengikuti prosesi upacara. Jambore cabang Kwartir Wono-

tahun 2007 dan 2010, tahun lalu Wonosobo hanya berhasil meraih Anugerah Parahita Eka Praya kategori Pratama. Wonosobo dianggap telah berhasil mewujudkan salah satu kriteria yang ditetapkan dalam MDGs, yakni pembangunan di berbagai urusan pemerintahan termasuk pemberdayaan perempuan.

foto: jamil/wonosobo ekspres

TUNJUKAN HAMA. Wahyu, PPL Dinas Pertanian Kelurahan Limbangan sedang menunjukkan tanaman padi yang diserang hama tungro.

MOJOTENGAH - Hama tungro mulai menyerang tanaman padi di areal persawahan petani di wilayah tanah miring Kecamatan Mojotengah. Hama yang disebabkan oleh dua jenis virus, yakni virus bentuk batang Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) dan virus bentuk bulat Rice Tungro Spherical Virus (RTSV) ini akan menghambat pertum-buhan tanaman padi. Indikasi hama tungro tersebut diungkapkan oleh Radiman, Ketua Kelompok Tani Maju Makmur Limbangan kepada Wonosobo Ekspres di areal persawahan desa Limbangan kini terserang penyakit yang disebut tungro. Dikatakan, kedua jenis virus tersebut tidak memiliki kekerabatan serologi dan dapat menginfeksi tanaman secara bersama-sama. Namun virus tungro hanya ditularkan oleh ke hal 15

ke hal 15

Kejaksaan Harus Berani Memeriksa Eksekutif Idham Akan Bongkar Semuanya WONOSOBO - Mantan Ketua DPRD Wonosobo Idham Chollied bertekat akan membongkar pihakpihak yang terlibat dalam proses penganggaran dana tali asih dan asuransi yang telah menyeretnya menjadi penghuni hotel prodeo. Hal itu dikemukakan oleh Muhammad Syafii, penasehat hukum Idham kepada Wonosobo Ekspres kemarin (18/12). Menurutnya, Idham Cholied keberatan apabila dirinya menjadi satu-satunya pelaku dalam kasus korupsi dana asuransi dan tali asih yang merugikan uang negara sebesar Rp4 miliar. Sebab proses penganggaran telah melalui mekanisme rapat paripurna yang

melibatkan pimpinan, anggota dan juga eksekutif sebagai pengguna anggaran.“Saat ini Pak Idham sedang mengingat-ingat prosesnya dan sedang meruntutkan, nanti kita lihat siapa saja yang terlibat,” katanya. Yang jelas lanjut Syafii, pimpinan kala itu bukan hanya kliennya, sebab pengambilan keputusan bersifat kolektif kolegial dan penganggaran dibahas bersama dengan pihak eksekutif. “Saya pikir semua tahu, pimpinannya siapa saja, dan sekarang dari informasi yang saya terima dari Pak Idham, mereka ada yang masih jadi anggota dewan,” imbuhnya. ke hal 15 Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632

CMYK

CMYK


CMYK

CMYK K A M I S

19 KOTA KITA Operasi Pasar Pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan akhir tahun meningkat, memang tidak semencolok saat Lebaran, akan tetapi perlu dilakukan operasi pasar agar harga kebutuhan pokok tetap stabil.

PKL Pecinan Enggan Dipindah JEBOL. Diduga akibat over tonase talud di Jalan Beringin V jebol sehingga kurang nyaman dipandang mata.

Yang penting harga kebutuhan pokok tetap aman, dan barangnya pun tetap tersedia, jangan sampai seperti gas LPG 3 Kg malah menghilang di akhir tahun. Teni, Swasta, Magelang

Agar harga kebutuhan pokok di pasar tetap terkendali, pemerintah hendaknya melakukan operasi pasar, supaya masyarakat tidak dirugikan. (mg1)

Ngaku Nyaman di Tempat Lama MAGELANG TENGAH - PKL di sepanjang Jalan Pemuda rencananya akan ditata di area Pasar Rejowinangun lantai 2 sebelah barat. Tetapi ternyata rencana ini tidak selamanya berjalan lancer lantaran beberapa PKL yang enggan untuk direlokasi ke lokasi yang baru. “Saya sendiri juga sudah mendengar kabar bahwa kami para pedagang tidak boleh berdagang di sini lagi. Tetapi saya sendiri keberatan dengan rencana tersebut,” kata Buyung salah seorang pedagang, kemarin. Lamanya waktu berjualan di sini menjadi alasan utama bagi dirinya enggan untuk dipindahkan. Selain itu dirinya sudah merasa nyaman berjualan di kawa-

san Pecinan. “Saya sudah bertahun-tahun jualan di sini bahkan waktu Pak Harto masih hidup juga saya sudah dagang di sini. Jadi mengapa harus dipindah jika saya sudah cukup lama mencari nafkah disini,” tambah dia. Tidak hanya itu saja, besarnya volume pembeli di kawasan tersebut juga menjadi alasan para PKL enggan untuk dipindahkan. Karena Pecinan merupakan salah satu area pusat keramaian di Kota Magelang ini. “Belum tentu nanti di tempat yang baru itu banyak pembeli. Jika disini pasti semua orang tahu kalau akan berbelanja pernak-pernik itu larinya ke Pecinan,” terang Yani seorang pedagang lainnya. Kondisi semacam ini belum tentu akan dijumpai oleh para pedagang ditempat relokasi yang baru. ke hal 11

Diah Kartika, Swasta, Magelang

Martina Fiani Bantu Program Pariwisata TIDAK mencapai target juara dalam pemilihan Duta Wisata Indonesia 2013 di Banda Aceh, akhir November lalu, tetap saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi Martina Fiani. Pasalnya, gadis penyandang gelar Duta Wisata Jawa Tengah 2012 itu mampu menjadi runer up 2 bersama rekannya Aditnantra Priyanto dari Banyumas. Pipin sapaan akrabnya, mengaku persaingan dalam pemilihan memang dirasa berat. Terutama kualitas para kontestan lainnya yang bagus-bagus dan menarik. “Secara pribadi saya kecewa, karena tidak bisa juara seperti yang diraih sebelumnya. Tapi tetap bersyukur, karena mampu runer up 2 dan setidaknya masih bisa membanggakan Jawa Tengah,” aku gadis kelahiran Magelang,

foto : fuad bayu/magelang ekspres

PINDAH. Rencana pemkot untuk memindah sejumlah pedagang di kawasan Pecinan ke Pasar Rejowinangun mendapat tanggapan beragam dari sejumlah PKL yang ada.

Lagi, Talud Jalan Beringin 5 Ambrol Diduga karena Over Tonase MAGELANG TENGAH - Setelah dilakukan perbaikan pada bagian talud di ruas Jalan Beringin V beberapa waktu lalu, kerusakan talud pada bagian lainnya kembali terlihat. “Ambrolnya talud ini karena dilewati oleh truk. Mungkin karena truknya terlalu berat sehingga talud tersebut ambrol,” kata Sodri, salah seorang warga sekitar, kemarin(18/12). Menurut dia, kerusakan yang sama tidak hanya terjadi di satu tempat saja. Tetapi ada beberapa titik di ruas jalan itu yang bagian

taludnya juga mengalami kerusakan. “Di sekitar pintu masuk PT juga ada talud yang rusak, meskipun belum parah tapi kondisinya sudah retak-retak dan nyaris ambrol,” tambahnya. Banyaknya kendaraan berat yang melintas di ruas jalan Beringin V sungguh sangat disayangkan. Sebab, kendaraan berat tersebut merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan. “Mungkin kerusakan talud ini merupakan salah satu dampak, kecil yang diakibatkan oleh banyaknya kendaraan berat yang melintas. Tetapi, lama kelamaan bisa ke hal 11

ke hal 11 foto : fuad bayu/magelang ekspres

Satpol PP Copot Baliho Parpol MAGELANG TENGAH - Satpol PP kembali menertiban belasan baliho dan banner alat peraga partai politik (parpol) yang terpampang di wilayah larangan kampanye, Senin (16/12) lalu. Tidak hanya mencopot atribut parpol, intansi penegak perda itu pun membredeli iklan spanduk dari perusahaan rokok di Jalan Setot Ali Basah, lantaran dipasang melintang jalan. Kasi Operasional dan Penertiban Satpol PP Kota Magelang, Sigit Budiantoro mengatakan, penertiban dilakukan lantaran alat peraga parpol tersebut tidak berizin.

Ada sebagian yang dipasang berada di kawasan zona putih kampanye. ”Kebanyakan memang tidak berizin atau yang dipasang di tiang telepon, tiang liistrik, pohon perindang, dan jalan protokol lainnya,” katanya. Pencopotan atribut parpol tersebut, kata dia, disesuaikan dengan Perwal No 10 tahun 2013 tentang Pedoman Pemilu. Ia juga menyebut, sebelum melakukan eksekusi pihaknya terlebih dahulu memberikan tindakan preemtif dan preventif kepada yang bersangkutan. ke hal 11

foto :nur imron r/magelang ekspres

CMYK


Magelang ekspres edisi kamis, 19 desember 2013