Page 1

Harian B E R A N I

TA N PA

K O M P R O M I

KAMIS, 20 OKTOBER 2016 www.fajarsumatera.co.id

redaksifajarplus@gmail.com

fajarsumatera

@sumatera_fajar

12 HALAMAN/ Rp.4.000 (LUAR KOTA + ONGKOS KIRIM)

TOMMY SAPUTRA

BONGKAR MAKAM-Keluarga membongkar makam Bramantio, korban yang meninggal dunia saat menjalani cuci darah di Rumah Sakit Bumi Waras Bandarlampung di TPU Anugrah Telukbetung Utara,Kamis(19/10). Pembongkaran itu terkait dngan lanjutan pemeriksaan Polda Lampung dalam mengungkap kasus tersebut, selanjutnya jenazah akan di Otopsi di RS Bhayangkara Bandarlampung.

Idrus Effendi Segera Diperiksa BANDARLAMPUNG,FS - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung sudah menjadwalkan pemeriksaan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung, Idrus Effendi atas dugaan pungli dan penggandaan bukti pembayaran denda yang berakibat merugikan negara. KURS RUPIAH: RABU, 19 OKTOBER 2016

CURRENCY PAIR

USD/IDR

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung, Yadi Rahmat, juga meminta data pendukung lainnya untuk segera menyeret Idrus Effendi. “Kalau ada data pendukung lainnya serahkan ke kami dan nantinya akan disampaikan ke Tim,” ucapnya

NILAI RUPIAH

kepada wartawan Harian Fajar Sumatera, kemarin. Yadi menjelaskanb Berdasar­ kan PP nomor 71 diisyaratkan setiap laporan pengaduan harus disertai dengan bukti awal, seperti data pendukung terja­ dinya tindak pidana itu. Sementara, Kordinator FGPK

Lampung, Newton mendesak Kejati Lampung agar segera menindaklanjuti instruksi Presiden RI, Joko Widodo ber­ kaitan dengan pungli dan ko­ rupsi di fasilitas umum su­paya diberantas sampai akar­nya. BACA I IDRUS I HALAMAN 7

Herman HN Ngotot Reklamasi Tak Bermasalah

13.007,00

SUMBER: BLOOMBERG

BANDARLAMPUNG, FS-Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, ngotot jika penerbitan izin reklamasi di Ban­darlampung tidak bermasalah. Sebab versi dia sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Negara juga tidak dirugikan, malahan daerah dapat 20 persen. di dalam SK saya itu, 20 persen dari timbunan diserahkan ke pemerintah Bandarlampung,” ungkapnya. Selain itu, pembangunan reklamasi teluk Lampung itu juga harus melengkapi beberapa persyaratan yang tertuang dalam Sk perizinan itu pada point kedua. “Ada dalam SK saya, boleh dibaca,” ungkapnya.

OKTOBER adalah bulan bahasa dan sastra. Menilik dari Oktober ini, ada baiknya kita memberikan masukan kepada pemerintah tentang pentingnya bahasa daerah. Bahkan sudah kewajiban kita untuk melindungi bahasa daerah dari kepunahan. Di Indonesia ada ratusan ABDULLAH AL MASUD bahasa daerah, jumlahnya sekira 442 bahasa daerah. Kebayang dong kalau kita ngomong dengan orang lain menggunakan bahasa daerah masing-masing… Pasti ribet. Belum lagi bermunculan berbagai varian bahasa Indonesia lain seperti bahasa prokem, bahasa gaul hingga yang sekarang tren: vickisisasi. Jika bahasa daerah tak dijaga tentu akan punah. Di sini perlunya pelindungan bahasa-bahasa daerah dari ancaman kepunahan dengan payungi

Dipecat Gegara Kelonan DARTO (nama disamar­ kan), usia 40 tahun, akhirnya dipecat garagara kelonan dengan Darti (bukan nama sebenarnya), usia 34, bawahannya di kantor. Warga pun marah, di kala pisah ranjang dengan istri, kok malah bawa-bawa wanita ke rumah. Lelaki itu tak bisa dipisahkan dengan wanita, seperti surat dengan perangko atau mur dengan baut begitu. Ada mur, pasti baut berdatangan. Saking rakusnya itu baut, mur satu saja tidak cukup, koleksi mur sampai empat. Padahal satu saja mur takkan habis atau dimakan rayap. Alasan klasik baut, mur itu sudah banyak aus dratnya. Adalah Darto, pegawai sebuah bank swasta di Bandarlampung. Sudah beberapa waktu lamanya dia pisah tempat tinggal dengan istrinya. Apa persoalannya tidak jelas.

A gui...

Dituding Korupsi Pantun Tambunan Dibui gi­kan negara sekitar Rp5.6 mili­ar. “Hari ini yang ditahan dari pihak rekanan Mitra Perkasa Jaya berinisial PT (Pantun Tam­ bunan) selaku rekanan,” kata Koordinator Tim Penyidik Kasus Sebalang, A.Sontani, Rabu, (19/10).

Lindungi Bahasa Daerah

BACA I NGUPI PAI I HALAMAN 7

BACA I HERMAN HN I HALAMAN 7

BANDARLAMPUNG, FS – Ke­ jak­saan Tinggi (Kejati) Lampung menahan Pantun Tambunan setelah menetapkan statusnya sebagai tersangka korupsi pro­ yek Pelabuhan Rakyat Sebalang, Lamsel. Proyek tersebut meru­

Ngupi Pai

Kesalahannya, PT selaku rekanan yang melaksanakan pengerjaan Pelabuhan Rakyat Sebalang diduga telah mengu­ rangi ketentuan volume peker­ jaan dan mark up harga.

BACA I DITUDING I HALAMAN 7

BACA I DIPECAT I HALAMAN 7

Kuburan Korban Cuci Darah di RS Bumi Waras Digali NY. BRAMANTO terisak-isak menangis menyaksikan penggalian makam suaminya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Anugerah, di Jalan Dr. Warsito, Kupang Kota, Telukbetung Utara, Bandarlampung untuk keperluan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara.

Pembongkaran dilakukan oleh tim penyidik Polda Lam­ pung yang disakikan keluarga korban. Bramantio tewas saat cuci darah di Rumah Sakit Bumi Waras, dua hari lalu.

Tangisan kian menjadi saat jenazah dikeluarkan dari liang kubur untuk dimasukan di peti mati. Adik korban yakni Riko, raut muka kesedihan tak bisa menutupi wajahnya

meskipun mencoba terus tersenyum.

Keluarga almarhum berha­ rap hasil otopsi bisa meng­

ungkap penyebab kematian Bramanto. Riko, kakak almar­ hum, menjelaskan selaku perwakilan keluarga meng­ iklaskan kepergiannya. “Biar­ lah nanti terungkap setelah hasil otopsi ini keluar,” kata­ nya. Dia juga mengaku tak mau tidak mencari siapa yang benar atau salah, tapi berha­ rap pihak rumah sakit segera memperbaiki kinerjanya dan jadikan ini sebagai pelajaran untuk mereka kedepannya. BACA I KUBURAN I HALAMAN 7


2

NOMOR 718/ KAMIS 20 OKTOBER 2016

Sutono Resmi Jadi Sekprov BANDARLAMPUNG, FS - Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengambil sumpah jabatan sekaligus melantik Sutono sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung di Gedung Balai Keratun Lingkungan Pemprov Lampung, Rabu (19/10).

TOMMY SAPUTRA

SUMPAH JABATAN - Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengambil sumpah jabatan dalam Sertijab Sekprov Lampung Ir.Sutono di Balai Keratun Pemprov Lampung,Kamis(19/10).

BKOW Fokus Dua Program Prioritas BANDARLAMPUNG, FS BKOW (Badan Kerja Sama Organisasi Wanita) Provinsi Lampung memfokuskan dua program prioritas dalam penyusunan program kerja 2017. Ketua Umum BKOW King­ kin Sutoto mengatakan, ma­ salah kesehatan perempuan terhadap kanker serviks dan penanggulan narkoba terha­ dap anak menjadi fokus orga­ nisasinya dalam penyusunan program tahun mendatang. Menurut dia, sebagai wa­ dah organisasi wanita, dalam melaksanakan kegiatannya BKOW mengacu pada Angar­ an Dasar dan Anggaran Ru­mah Tangga (AD/ART) organisasi

dan sejalan dengan peraturan pemerintah serta bersinergi melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Pemberda­ yaan Anak Provinsi Lampung. ”Tujuan penyusunan program kerja ini agar pelak­ sanaan agenda program tahun 2017 dapat lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Lampung,” katanya di dalam Rapat Kerja Daerah BKOW Provinsi Lam­ pung di Ruang Sungkai Balai Keratun, Rabu (19/10) Ia lantas menjelaskan, sela­ma tahun 2016 ada bebe­ rapa program yang telah dilak­ sanakan. Di bidang kesehatan, ia menyebutkan, meningkatk­

an peran organi­sasi dalam memberantas kanker serviks dan menekan angka kematian bayi dan ibu. Program lain yang akan dilaksanakan, meningkatkan kesehatan melalui pelatihan senam. Di bidang pariwisata, pengenalan objek wisata yang ada di Provinsi Lampung. Di bidang pendidikan melakukan pelatihan pendidikan karakter untuk anak usia dini yang telah diselenggarakan bebe­ rapa waktu lalu. Sedang di bidang hukum, BKOW Lampung akan mem­ be­rikan mediasi perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak-anak. Kabag Humas Heriyansyah mengatakan, dalam acara tersebut turut hadir istri-istri anggota Forkopimda Provinsi Lampung, Organisasi Perem­ puan serta sejumlah SKPD Terkait di Lingkungan Peme­ rintah Provinsi Lampung. Sementara Penasehat BKOW Provinsi Lampung Aprilani Yustin Ficardo men­ jelaskan bahwa pada dasarnya rapat kerja dilakukan guna membahas program kerja yang sedang dan akan dilak­ sanakan, pelaksanaan pro­ gram hingga evaluasi program. Untuk itu pihaknya berha­ rap BKOW sebagai wadah organisasi perempuan diha­

rapkan dalam melaksanakan program kegiatannya dapat bersinergi dan bekerja sama dengan organisasi perempuan lainnya di tingkat pusat dan Kabupaten/Kota se-Provinsi serta Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjalankan program dan menyatukan visi dan misi kegiatan teruta­ ma yang menyangkut bidang Perempuan dan Anak di Provinsi Lampung. Selain itu, perempuan yang mendapatkan penghargaan sebagai salah satu perempuan inspiratif ini mengatakan, saat ini Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pember­dayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sedang gencar melaksa­ nakan Pro­gram Three Ends. Dimana strategi yang dilaksa­ nakan adalah mengakhiri kekerasan terhadap perem­ puan dan anak, mengakhiri perdagang­an perempuan dan anak serta mengakhiri kesen­ jangan ekonomi terhadap perem­puan. ”Kami berharap seluruh organisasi perempuan yang ada di Provinsi Lampung dapat bersinergi dan bekerja sama untuk mendukung pro­gram dari Kementerian Pemberda­ yaan Perempuan dan Perlin­ dungan Anak tersebut serta mendukung program yang dijalankan oleh Pemerintah

Provinsi Lampung melalui Badan Pemberdayaan Perem­ puan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung,” jelasnya. Aprilani Yustin Ridho Ficardo ini juga menitipkan 2 Program Prioritas untuk dilaksanakan dalam agenda kerja BKOW dan Organisasi Perempuan lainnya di Provinsi Lampung yakni terkait me­ ning­katkan kesehatan dan kesadaran perempuan terha­ dap kanker serviks melalui pemeriksa dini dengan IVA serta penanggulangan masa­ lah narkoba terhadap anak dan remaja di Provinsi Lam­ pung. Menurutnya hal ini dika­ renakan permasalahan kanker serviks sebagai perma­salahan yang mengkhawatir­kan bagi kaum perempuan. Sehingga diharapkan peran serta organisasi perempuan untuk membangun kesadaran di masyarakat untuk mela­kukan deteksi dini dengan IVA. ”Untuk penanggulangan masalah narkoba dibutuhkan peran serta perempuan dan masyarakat untuk aktif dalam kegiatan parenting. Sehingga diharapkan dapat menda­ patkan ilmu dalam rangka menyiapkan generasi yang berkarakter serta berakhlak mulia,”pungkasnya. (TM)

Pemprov Akan Tetapkan Harga Dasar Singkong

TOMMY SAPUTRA

PERPISAHAN - Mantan Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin diangkat saat perpisahan di Mapolda Lampung,Kamis(19/10).

Tim Pengaman Pembangunan Daerah Dibentuk BANDARLAMPUNG, FS -Pemerintah Provinsi Lampung membentuk Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) guna menghindari tindakan kriminalitas terhadap program pembangunan. “Pembentukan TP4D sangat diperlukan untuk koor­ dinasi dan sinergitas antara lembaga pemprov, kejaksaan, dan kepolisian untuk meng­ hindari tindakan kriminalitas terhadap pelaksanaan pro­ gram pembangunan oleh pe­merintah dan memaksimal­ kan penyerapan anggaran daerah,” kata Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, Selasa (19/10). Pada acara sosialisasi

pembentukan TP4D di Ban­ darlampung tersebut ia menegaskan, pembentukan TP4D merupakan komitmen bersama antara pengambil kebijakan dan aparat penegak hukum untuk berperan lang­ sung dalam mendukung ke­ ber­hasilan program- program strategis di segala bidang. Menurutnya, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah serta lembaga terkait lainnya yang terfokus dalam tindakan preventif. Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Syafrudin mengha­ rapkan dengan dibentuknya TP4D terjadi sinergitas antara penegak hukum dan peme­ rintah daerah. (*)

BANDARLAMPUNG, FS --Sekretaris Provinsi Lampung, Sutono, menyampaikan bah­ wa Pemda Lampung melalui Gubernur Lampung akan membuat harga dasar sing­ kong seperti yang sudah dite­ rapkan pemerintah terhadap harga pokok penjualan (HPP) pada beras. Adanya harga dasar berguna untuk melin­ dungi petani di tengah harga singkong yang bergejolak. “Harga dasar singkong akan diupayakan Rp1.250 per kg,” ujar Sutono saat memberi sambutan pada ekspose dan seminar agroinovasi 2016 di Hotel Emersia Bandar Lam­

pung, Rabu (19/10). Sutono menambahkan sektor pertanian ikut me­ nyumbang produk domestik regional bruto--PDRB Lam­ pung lebih dari 35%, sehingga perlu dilindungi. Ia menilai, sektor pertanian ikut menyum­ bang ekonomi Lampung, sementara masih ada kendala produksi. Menurut dia, lahan pro­ duksi singkong seluas 208 ribu hektare dengan rata-rata produksi mencapai 40 ton per hektare memberi perputa­ ran uang cukup besar di peta­ ni. Bila harga singkong normal Rp1.000 per kg ada perputaran

uang yang besar di masyarakat mencapai Rp8 miliar. Semen­ tara itu, bila harga turun Rp500 per kg, terjadi kehi­langan separuh pendapatan petani. Pada komoditas unggulan lainnya di Lampung, seperti kopi yang meiliki lahan 187.000 hektare dengan pro­ duksi 800--900 kg per hektare perlu ditingkatkan kembali. Ia menilai pohon kopi Lam­ pung sudah tua, sehingga perlu program sambung sam­ ping dengan varietas unggul untuk meningkatkan daya saing. “Komoditas lada juga menjadi tantangan,” ujar Suto­ no.(*)

“Mohon pak sekda jaga keharmonisan antara kepala daerah dan sekda kabupaten, eksekutif, legilatif. Karena, Sekda adalah pemimpin selu­ ruh SKPD jadi harus bisa mengayomi dan membaur di seluruh SKPD. Jangan lupa jabatan adalah amanah, sehingga harus dijalankan sebaik mungkin”Kata Ridho, Rabu (19/10). Ridho meminta Sutono menjalankan amanah dengan semangat tinggi. Sebagai peja­ bat yang menduduki jabatan karir tertinggi bagi Aparatur Sipil Negara, Sekda harus menjadi contoh bagi pejabat dan pegawai di bawahnya. “Sekda juga harus mampu menggerakkan roda birokrasi untuk bergerak cepat mewu­ judkan berbagai program pembangunan di Lampung,” ucapnya. Ridho berharap Sekdaprov mampu meningkatkan pela­ yan­an kepada masyarakat. Sekda harus menyadari bahwa pejabat adalah pelayan masya­ rakat, bukan minta dilayani. Ia juga berpesan agar Sekda selaku Tim Anggaran Peme­ rintah Daerah (TAPD) menyu­ sun kegiatan dengan prioritas dan sinergi dengan pembang­

unan di tingkat kabupaten/ kota. “Saat ini tugas sekda lebih berat karena harus menyesuai­ kan dan mengelola pendapa­ tan yang sedang mengalami pemotongan dari pusat. Se­ hingga perlu ada sinergi antar pemkab-pemkot dengan pem­prov agar pembangunan berjalan maksimal meski ruang fiskalnya kecil,”ujarnya. Sutono sebelumnya men­ jabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Lampung. Ia kemudian ditun­ juk menjabat Plt Sekdaprov menggantikan Arinal Djunaidi yang pensiun awal Juni lalu. Sutono menjabat Plt Sekda selama kurang lebih lima bulan. Setelahnya, Sutono memenangkan proses lelang jabatan dan ditunjuk menjadi Sekdaprov definitif dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 101/TPA /2016 Tentang Pemberhen­tian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Hadir dalam pelantikan tersebut, perwakilan dari kepala daerah kabupaten/ kota, FOKORPIMDA dan ja­ jaran kepala SKPD. (TM)

Pemkot Anggarkan Rp200 Juta untuk Penerima CPNSD 2017 BANDARLAMPUNG, FS -Pemerintah Kota Bandar Lampung belum dapat me­ mastikan adanya penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2017. Namun, Pemkot tetap mengalokasikan dana penerimaan CPNS dalam rancangan APBD tahun depan. “Tetap akan kami anggar­ kan biaya kebutuhan pene­ rimaan CPNSD untuk 2017 nanti,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)

Bandar Lampung M Umar, Rabu (19/10). Menurut Umar, langkah tersebut wajib dilakukan seba­ gai antisipasi bila moratorium CPNSD dibuka. Pasalnya, pemerintah pusat tidak me­ nya­takan secara pasti sampai kapan larangan penerimaan CPNS Bandar Lampung dibuka. BKD telah memplot anggaran sebesar Rp200 juta untuk penerimaan CPNS. (*)


3

NOMOR 718/ KAMIS 20 OKTOBER 2016

Kirimkan informasi dinamika desa ke email: redaksifajarplus@gmail.com.

Honor Linmas Naik 300 %

BPMPT Luncurkan Pemutihan IMB MESUJI, FS - Badan Penana­ man Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Mesuji meluncurkan program pemu­ tihan untuk pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB). Kepala BPMPT Mesuji Ha­ nung mengatakan program tersebut dilakukan untuk men­dorong kesadaran masya­ rakat Mesuji terhadap penting­ nya memiliki dokumen legali­ tas bangunan, berupa IMB. Selain masyarakat, sasaran program tersebut juga dituju­ kan kepada para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintahan ka­ bupaten (pemkab) setempat. “Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya legalitas bangunan akan berdampak

GUNUNGSUGIH, FS - Bupati Lampung Tengah Mustafa menaikan honor 3.224 personil perlindungan masyarakat (linmas) 300 persen. Sebelumnya mereka menerima Rp300 ribu dengan begitu menjadi Rp900 ribu. “Mereka memiliki peran penting dalam membantu keamanan di kampung-kam­ pung. Untuk itu, honornya saya naikan tiga kali lipat, tahun depan” kata bupati, saat penyerahan dana bantuan Linmas pada sembilan keca­ matan di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Selasa (19/10). Linmas diminta senantiasa kompak dan berperan sebaikbaiknya untuk masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan. Bergerak langsung di tengah-tengah masyarakat dan bisa menjadi pengayom warga tanpa membedabedakan suku dan agama. Dengan luasnya Lampung Tengah, keberadaan Linmas sangat membantu aparat (TNI-Polri) dalam menjaga keamanan, terutama di kam­ pung-kampung. Perannya diharap terus ditingkatkan. Dukung Terkait wacana kenaikan honor Linmas, hal ini disambut baik para anggota Linmas Lampung Tengah. Sumadi (75), warga Purwodadi Bang­ unrejo ini mengaku senang Linmas mendapatkan perha­ tian lebih dari pemerintah. “Senang. Saya sangat mendu­ kung program bupati. Sebelumnya saya hanya dapat honor kalau ngepam. Sekarang bisa dapat honor,” aku kakek 13 cucu ini. Senada disampaikan Agus­ tina, warga Sinarseputih. Meski wanita, ia mengaku tidak malu menjadi anggota Linmas. “Yang penting kampung maju,

Desa Pugungraharjo Terkendala Adminduk SUKADANA, FS - Pihak Kantor Desa Pugungraharjo, Keca­ matan Sekampungudik, Lam­ pung Timur, menemukan kendala dalam melayani ad­ mi­nistarsi dokumen kepen­ dudukan (adminduk) warga setempat. Sekretaris Desa Pugungra­ harjo Sumiyanto mengatakan, kantornya membuka pelaya­ nan­an masyarakat pada hari Senin hingga Jumat. “Kendala kami biasanya pada dokumen warga yang pindah ke sini,” kata dia, Rabu (19/10). Dia menyebutkan, misal­ nya pada Kartu Indonesia Sehat (KIS) banyak ditemukan nama warga tidak sesuai dengan kartu keluarga. “Kadang di situ warga mau ke rumah sakit terhambat ka­rena namanya beda. Maka­ nya kami mensiasati dengan mengeluarkan surat keterang­ an yang menyatakan bahwa nama si fulan adalah nama satu orang dan warga asli sini,” ujar Sumiyanto. Selain itu, hambatan lain

Beta Usulkan Ikon Pembangunan

dan saya siap mendukung pak bupati asalkan kampung aman,” tandasnya. Umroh Selain menaikan honor Linmas, bupati juga berjanji akan memberikan reward kepada pos ronda dan Linmas terbaik. Mereka yang terpilih, akan diumrohkan gratis oleh pemerintah. Untuk itu Linmas diharap­ kan terpacu dan berlombalomba menjadi yang terbaik, sehingga keamanan di Lampung Tengah dapat terwujud. “Ini adalah wujud apresiasi kepada Linmas yang telah membantu pemerintah mewu­ judkan keamanan. Reward umroh gratis juga akan dibe­ rikan pada poskamling dan linmas terbaik,” imbuh bupati. Pada kesempatan itu, Mustafa meminta agar Linmas bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Tegas dan senan­ tiasa melaporkan pelaku tin­ dak kejahatan, tidak mem­ beda-bedakan suku dan agama saat menjalankan tugas. Untuk memudahkan koordinasi, kedepan Pemkab siap meng­ adakan handy talky. Linmas harus kompak. Jangan gara-gara satu orang terjadi perang. Tindak pelaku kejahatan, jangan membeda­ kan suku dan agama. Tahun depan akan dianggarkan Rp5 juta untuk pembangunan poskamling di setiap dusun. Dengan ini semoga Lampung Tengah semakin aman dan sejahtera,” pungkasnya.(*)

adalah warga yang baru me­ netap di sini malas membuat surat pindah. “Enak kalau masih wilayah Lampung Timur, nah kalau mereka di Pulau Jawa sana kadang repot. Jadi, kami tidak bisa melaya­ ninya karena khawatir iden­ titasnya ganda,” ungkapnya. Hari ini saja, kata Sumi­ yanto, pihaknya mengeluarkan Form A3 keterangan lahir untuk membuat akta kelahiran bagi balita. “Jadi, warga yang melahir­ kan tapi tidak di bidan bisa meminta surat keterangan di desa,” jelasnya. Terpisah, Maryam, warga Dusun III, Desa Pugungraharjo mengaku mau membuat akta kelahiran buat anak. Namun, dia tidak memiliki keterangan lahir dari bidan, sehingga harus ke kantor desa membuat surat keterangan kelahiran. “Kalau tidak ada surat keterangan dari desa ya tidak bisa membuat akta kelahiran. Sebab, itu salah satu syaratnya,” kata dia. (SB)

ISTIMEWA

SERAHKAN BANTUAN - Bupati Lampung Tengah Mustafa menyerahkan dana bantuan kepada Linmas Lampung Tengah di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Rabu (19/10).

Masyarakat Nikmati Kesehatan Gratis PANARAGAN, FS - Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad menargetkan tahun 2019 mendatang seluruh masyarakat setempat dapat menikmati pelayanan kesehatan prima secara cumacuma alias gratis. Hal tersebut disampaikan, saat meresmikan Puskesmas Sukajaya, Kecamatan Gunung­ agung, Rabu (19/10). Umar Ahmad mengatakan, peresmian puskesmas tersebut merupakan salah satu bukti komitmen Pemkab Tubaba memeratakan dan meningkat­ kan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat akan terus kita lakukan. Salah satunya dengan memeratakan pembangunan puskesmas. Kita targetkan, tahun 2019 mendatang, seluruh masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehat­ an gratis,“ kata Umar Ahmad. Pada kesempatan itu, Umar Ahmad juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpe­ ran aktif membantu kelan­ caran pembangunan puskes­ mas tersebut. “Tanpa dukungan dan

peran aktif, masyarakat, para tenaga kesehatan serta semua pihak, mustahil pembangunan puskesmas ini dapat berjalan lancar. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pembangunan Puskesmas Sukajaya ini,“ ungkapnya. Dia berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan di kabupaten setempat, khusus­ nya yang bertugas di Puskes­ mas Sukajaya untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. (HL)

13 Jembatan Lampura Diperbaiki KOTABUMI, FS - Pembang­ unan jalan dan jembatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung di Kabupaten Lampung Utara, terdapat di 13 titik. ”Pembangunan ada 3 titik ruas jalan dan 2 titik jalan non-link. Dan pemeliharaan ada 4 titik ruas jalan dan 4 titik jembatan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara Syahbudin, melalui sekretarisnya Susilo Dwiko, di rumah Dinas Bupati Lampung Utara, Rabu, 19 Oktober 2016. Menurut dia, pembangun­ an jalan dan jembatan itu,

saat ini, sedang dalam pelak­ sanaan. Begitu juga dengan pemeliharaannya. Ketiga ruas jalan yang mendapatkan alokasi pembangunan dari pemprov yaitu, di Jalan Kota­ bumi-Bandarsakti, Bandar­ abung-Simpangtujuk, dan jalan Kotabumi-Ketapang. “Sedangkan untuk pem­ bang­unan jalan non-link sebanyak dua titik ada di jalan strategis Kalicinta dan Jalan Kawasan Gendot,” ujar Susilo. Selain pembangunan jalan itu, lanjut Susilo Dwiko, Pemerintah Provinsi Lampung juga mengalokasikan peme­ liharaan terhadap 4 titik jem­

batan. “Pemeliharaan itu ada di Jjembatan Waysungai, Waysplot, Wayrawa padi, dan jembatan jalan NegararaSimpangtujuk,” jelas dia. Menurut dia, total ruas jalan dan jembatan yang mendapatkan alokasi dari Pemprov Lampung itu untuk pembangunan 5 titik ruas jalan, 4 ruas jalannya pemeli­ ha­raan, serta 4 titik pemeli­ haraan untuk jembatan. “Pembangunan jalan provinsi tiga ruas, dua ruas jalan non-link, pemeliharaan jalannya empat ruas dan empat titik pemeliharaan jem­batan,” kata Susilo. (SB)

Puskesmas Dapat Bantuan Alkes KOTAAGUNG, FS - Dinas Kesehatan Tanggamus, tahun ini, menerima bantuan DAK 2016, berupa pengadaan sarana alat kesehatan (alkes) untuk puskesmas rawat inap. Beberapa alkes itu sebagian sudah mulai dikirim ke bebe­ rapa puskesmas rawat inap yang berada di 10 keca­matan di kabupaten itu. Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus Sukisno, di dampingi Mujiono, Kabid Bina Program mengatakan bantuan DAK itu disalurkan

ke Puskesmas Pulau Panggung, Margoyoso, Waynipah, Pu­ gung, Sanggih, Buloksuka­ marak, dan Puskesmas Kelum­ bayan Barat. “Bantuan itu sangat mem­ bantu dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat Tanggamus. Peralatan itu merupakan standar pelayanan di puskesmas,” kata dia, Rabu (19/10). Apalagi, kata Sukisno, pus­ kesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dia juga menje­

laskan alkes diterima Dinkes Tanggamus sekitar awal Oktober 2016 dan akan disa­ lur­kan ke puskesmas paling lambat akhir bulan ini. “Dengan bantuan alkes ini, kami berharapan bisa membantu dalam pelayanan serta menunjang pelayanan kepada masyarakat. Dan, guna meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas sesuai Permenkes No. 71 Tahun 2015 tentang Akreditasi Pelayanan Puskesmas Rawat Inap,” kata dia. (SB)

Sampah Pasar Banjit Meresahkan BLAMBANGANUMPU, FS - Tumpukan sampah dan bau tidak sedap selalu mewarnai kehidupan di Pasar Banjit, Way Kanan. Hal itu karena menumpuknya sampah di pasar itu. Rabu (19/10), tumpukan sampah di pasar itu sudah sangat menggunung. Seorang

pedagang yang tidak mau namanya disebut mengatakan kondisi itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Apalagi, jarak tumpukan sampah dengan tempatnya berdagang kurang dari 15 meter. “Parahnya lagi kalau habis hujan, air sampah mengalir

pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor restribusi perizinan,” kata Hanung, Rabu (19/10). Menurut dia, program pe­ mutihan IMB tersebut ditetap­ kan berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 37 Tahun 2016. “Memang program ini baru berjalan, sehingga belum banyak diketahui masyarakat. Karena itu, kita terus melaku­ kan sosialisasi pada masyara­ kat terkait pelaksanaan pro­ gram ini,” terangnya. Selain itu, lanjut dia, BP­ MPT juga terus melakukan pendataan bangunan yang belum memiliki dokumen IMB. (HL)

ke depan tempat usaha saya dan bau busuknya sangat menyengat. Tumpukan sam­ pah itu belum tentu sebulan sekali diangkut,” kata dia. Dia juga mengatakan sampah-sampah itu bukan hanya dari pedagang di Pasar Banjit, tapi juga sampah rumah tangga warga sekitar.

“Warga kampung sekitar pasar juga ikut menyumbang sam­ pah di pasar ini,” kata dia. Padahal, kata pedagang itu, setiap hari dia dan peda­ gang lainnya dipungut retri­ busi sampah Rp1.000. Retri­ busi sampah mingguan Rp5.000 yang dipungut setiap Sabtu.

“Kalau bulanan kami dipungut Rp10,000. Kalau yang harian kami tidak dikasih karcis retribusi. Kalau ming­ guan bayar Rp2.000 tidak dikasih karcis retribusi. Setiap minggu, kami harus bayar retribusi Rp2.500 kali dua karcis, jadi Rp5.000,” kata dia. (SB)

BLAMBANGANUMPU, FS - Wakil Ketua DPRD Waykanan Beta Juana mengusulkan kepada pemerintah kabupaten (pemkab) setempat untuk mendirikan sebuah bangunan yang bisa menjadi ikon daerah. Usul tersebut dikemukakan saat menyampaikan pandang­ an umum fraksi pada agenda rapat paripurna pembahasan APBP-P tahun 2016, Selasa (18/10). Rabu (19/10), Beta meng­ atakan Waykanan sudah sela­ yaknya memiliki sebuah bang­unan yang bisa menggam­ bar ciri khas atau ikon ke dae­rah. Menurut dia, ikon daerah itu penting sebagai salah satu sarana informasi kepada publik untuk menggambarkan keunggulan atau potensi suatu daerah. “Kalau kita punya ikon, secara langsung dan tidak langsung, siapa pun yang datang ke Waykanan bisa mengetahui keunggulan atau ciri khas kabupaten ini. Bahkan

bukan tidak mungkin lokasi tempat pendirian bangunan itu, bisa menjadi obyek wisata,“ terangnya. Terkait bentuk apa ikon tersebut, lanjut dia, bisa ditetapkan melalui sayembara. ”Penetapan bentuk ikon bisa kita lakukan melalui sayembara. Terpenting harus mencerminkan berbagai potensi, juga mewakili kehi­ dup­an sosial budaya yang mele­kat pada masyarakat Waykanan,“ jelasnya. Dia menambahkan, ikon tersebut juga harus ditempat­ kan pada lokasi yang strategis. ”Waykanan ini termasuk pintu gerbang Provinsi Lam­ pung yang menjadi perlintasan utama jalur transportasi dari wilayah utara Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa. Jadi jika nanti pembangunan ikon itu disetujui, hendaknya dibangun pada lokasi yang strategis. Misalnya di simpang empat menuju kompleks perkantoran pemkab,“ paparnya. (HL)

Kodim Buka Akses Sedampah-Lumbok LIWA, FS - Kodim 0422/Lam­ pung Barat membuka badan jalan penghubung antara Pekon Sedampah Indah, Kecamatan Balikbukit dengan Pekon Lumbok Timur, Keca­ matan Lumbokseminung. Kegiatan yang dikemas dengan karya bakti itu sudah hampir separuh membuka badan jalan yang diperlukan. “Panjang jalan yang dibuka lima kilometer dengan lebar lima meter. Dimulai dari titik nol di Pekon Lumbok Timur. Saat ini, sudah hampir tembus lebih kurang satu kilometer ke Pekon Sedampah Indah,” kata Dandim Lampung Barat Letkol Inf Iskandar, Rabu (19/10). Satu alat berat diterjunkan untuk membuka badan jalan penghubung tersebut. “Kami terkendala hujan dan tanah yang dikeruk sangat licin. Dan kayu-kayu besar juga berada di sisi kiri dan kanan jalan,” kata Iskandar. Menurut dia, saat pihaknya meninjau lokasi terpaksa

menggunakan kendaran roda dua dan harus pakai kendaraan gunung. “Dengan adanya pem­bukaan jalan ini, diharap­ kan bisa membantu warga, khususnya untuk mengeluar­ kan hasil kebun,” kata dia. Sementara itu, Camat Lumbokseminung M Sukri mengatakan badan jalan itu sudah ada sejak lama. Hanya saja masih jalan setapak dan baru tahun ini dibuka lebar. “Badan jalan ini ada sejak lama dan hanya bisa dilalui dengan cara jalan kaki. Dibu­ ka­nya jalan ini, sudah jelas sangat membantu warga,” kata dia. Selain untuk akses keluar masuknya warga menuju perkebunanya, jalan ini juga bisa untuk akses jalan evakuasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari Danau Ranau. “Kalau terjadi banjir dari Danau Ranau ataupun letusan Gunung Seminung jalan yang dibuka ini bisa menjadi satusatunya jalan untuk evakusi.” (SB)

Polda Bidik Donatur Kisruh BNIL MENGGALA, FS - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit­ reskrimum) Polda Lampung mendalami dua terduga penyandang dana kisruh PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL) yang terjadi Sabtu 1 Oktober lalu. “Kami masih kembangkan siapa dibelakang kisruh ini dan siapa yang membiayai alias penyandang dananya. Untuk penyandang dana, sedang didalami ada dua identitas yang keberadaannya sedang dicari,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Zarialdi, Rabu (19/10). Untuk mendalami dua terduga penyandang dana tersebut, Polda Lampung sementara sudah memeriksa beberapa saksi untuk memas­

tikan peranan kedua orang tersebut. “Makanya kedua orang ini masih terduga karena kami masih melengkapi berbagai bukti. Selain saksi yang sudah diperiksa,” kata Zarialdi. Masih kata dia, terduga penyandang dana timbul karena Polda Lampung me­ nemukan banyak indikasi kuat kisruh tersebut sudah direncanakan. Perwira dengan tiga melati dipundak ini menambahkan sampai sekarang pihaknya belum menaikkan status. “Kan mereka statusnya korban dalam kisruh ini. Mereka yang diserang sampai motornya dibakar. Dasar dijadikan atau dinaikkan statusnya sebagai tersangka apa,” tandasnya. (*)


4

NOMOR 718/ KAMIS 20 OKTOBER 2016

Apriliati Ketua KPPI Lampung BANDARLAMPUNG, FS- Wakil Bendahara DPD Partai Demokrasi Indonesia Per­ juang­an (PDIP) Lampung Apriliati terpilih sebagai Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Lampung periode 2016-2021. Hal ini setelah Ketua KPPI Pusat Ratu Dian Hatifah melantik anggota Komisi I DPRD Lampung tersebut beserta para pengurus KPPI Lampung lainnya di ruang Abung Pemprov Lampung (19/10). Ketua KPPI Lampung terpilih Apriliati

mengajak seluruh pengurus perempuan politik yang berasal dari berbagai partai politik untuk bisa besinergi dengan Pem­ prov Lampung dalam mendukung program pembangunan. “Kita imbau kepada selyruh pengurus untuk ikut andil dalam memdukung pembangunan Pak Gubernur Lampung Ridho Ficardo,” kata April. Sinergi lainnya, lanjut April, yakni dalam bentuk dukungan penyelesaian masalah perempuan dan anak-anak terkait

kekerasan seksual hingga meme­nuhi kepesertaan perempuan di partai politik. “Saat ini, KPPI melihat kepersertaan perempuan di parlemen belum memenuhi target 30 persen dari anggota parlemen yang ada. Dengan adanya kepengurusan baru KPPI Lampung, diharapkan pengurus yang ada bisa membawa perubahan,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Lam­ pung Bachtiar Basri mengapresiasi adanya kepengurusan kaukus perempuan politik

wilayah lampung. Menurut dia, dengan pengurus yang berlatar belakang berbeda dari berbagai partai politik, diharapkan dapat memajukan kaum wanita dalam dunia politik di indonesia khususnya di Lampung. “Kita dukung, ini sangat bagus. Sebab, ddngan adanya KPPI diharapkan keterli­ batan kaum hawa dalam berpolitik bisa semakin bertambah jumlahnya. Saat ini lan politik hanya identik dengan kaum pria,” jelasnya. (RF)

APRILIATI

Sekjen GP Ansor Sapa Warga

ISTIMEWA

BERIKAN MATERI - Sekretaris Jenderal GP Ansor Adung Abdul Rahman saat memberikan materi pada Pendidikan Kepemim­pin­an Lanjutan dan Kursus Banser Lanjutan di Pesantren Darul Hidayah Al Anshori Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Ba­wang Barat.

Demokrat Lampung Matangkan Strategi BANDARLAMPUNG, FS- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Lampung matangkan strategi pemenangan Pilkada di 5 kabupaten yang akan berlangsung pada Februari 2017 mendatang.

“Saat ini agenda pemenang­ an di 5 Pilkada 2017 masih akan dimatangkan dalam rapat pengurus harian DPD untuk selanjutnya disampaikan kepada Ketua DPD Lampung,” ungkap Sekretaris DPD Demo­ krat Lampung Fajrun Najah, Rabu (19/10). Menurutnya, keputusan tersebut akan ditetapkan lang­ sung oleh M.Ridho Ficardo. “Nanti keputusan program

apa saja yang akan dilakukan akan ditetapkan oleh Ketua DPD M.Ridho Ficardo,” kata Fajar panggilan akrab Fajrun Najah Ahmad. Karena, kata Fajar, saat ini pengurus DPD yang mayoritas merupakan Aleg di DPRD Lampung masih concern pembahasan APBDP tahun 2016 dan APBD tahun 2017. “Kami masih akan menung­ gu waktu yang tepat untuk

Fauzi Tak Nikmati Masa Pensiun PRINGSEWU, FS – Pasangan resmi Calon Bupati Pringsewu Sujadi sampai hari ini belum juga memperoleh surat peng­ un­duran sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Kabarnya baru bulan November 2016 nanti baru akan diterbitkan. Secara aturan juga, Fauzi tak bisa jalani masa pensiun, karena masa kerja di PNS belum genap 20 tahun. Sebagai mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Pringsewu, Fauzi digandeng petahana untuk maju sebagai wakil bupati pada Pilkada 2017 mendatang. Kekosongan jabatan tersebut tentu menjadi pertanyaan masyarakat dalam hal jalannya kegiatan di satuan kerja itu. “Yang jelas per 1 November nanti surat sudah turun kemu­ dian untuk mengisi kekosong­ an di Dispenda maka akan langsung ditunjuk Plt.Kadis sampai ditetapkan kadis definitif,”ujar Fauzi, yang ditemui saat hadir diacara donor darah dalam rangka HUT Golkar ke 52, di Pring­ sewu, Selasa (18/10). Tekad bulat Fauzi untuk maju di pertarungan pemilihan

kepala daerah tersebut tentu sebuah keyakinan yang men­ dasar dari sebuah pilihan hidupnya ketika bergandengan dengan Sujadi sebagai seorang kyai, ustad, dan pemimpin serta pengikutnya masih cukup kuat. “Semoga, pengorbanan yang selama ini dilakukan Pak Sujadi untuk kepentingan rakyat Pringsewu bisa diting­ kat­kan di periode kedua nanti.”imbuh Mantan Kadis­ penda Pringsewu tersebut. Ditempat terpisah Kepala BKD Pringsewu M.Dawam Raharjo mengatakan, pengun­ duran Kadispenda Pringsewu sudah ada suratnya hanya saja belum diberikan. “Dari umur dan kepang­ katan, Fauzi belum bisa masuk dalam pansiun dini. Bisa ma­ suk pensiun dini itu minimal 20 tahun masa kerja dan usia 50 tahun. Sehingga, Fauzi belum memiliki hak untuk pensiun karena kepangkatan­ nya juga baru IV B dan usianya baru 46 tahun dan pengun­ duran dirinya cukup meng­ etahui oleh Gubernur Lam­ pung,” ujar Dawam. (SA)

rapat pengurus harian, meng­ ingat mayoritas adalah ang­ gota Fraksi PD DPRD Lam­ pung, dimana saat ini te­man-teman sedang konsen membahas APBD-P dan dilan­ jut­kan dengan pembahasan APBD 2017. Tentu tugas tersebut cukup berat, sehingga kami akan prioritaskan tementemen untuk menyelesaikan tugasnya terlebih dulu,” jelas mantan wartawan ini. Lebih jauh, sekretaris PD dua periode ini mengatakan, saat ini pihaknya sedang kon­ solidasikan rencana program kerja DPD PD Lampung periode 2016-2021. “Yakni dengan cara setiap hari ada beberapa divisi & bidang yang menyampaikan rancangan kegiatannya dalam

diskusi dengan pengurus harian di kantor DPD PD,”kata dia. Setelah semua divisi & bidang menyampaikan ran­ cangan programnya, sambung dia, maka Partai besutan SBY ini akan mematangkan renca­ na selanjutnya untuk peme­ nangan Pilkada. “Jadi akan kami matangkan dalam rapat pengurus harian & selanjutnya disampaikan kepada Ketua DPD,” katanya. Rancangan program kerja yang telah disetujui Ketua DPD akan menjadi materi pem­bahasan dan pemantapan dalam rapat kerja daerah (rakerda) yg akan dilaksanakan pasca pelaksanaan pelantikan pengurus. “Mengenai kapan pelantik­

an, panitia pelaksana yang dike­tuai Bung Imer Darius masih mengkoordinasikannya dengan Ketua DPD & DPP dengan harapan Ketua Umum DPP Bapak SBY dapat hadir langsung dalam acara terse­ but. Jadi msih belum bisa dipastikan kapan akan dilaksa­ nakannya,” imbuhnya. Meski demikian, lanjut politisi Demokrat ini, peng­ urus DPD PD Lampung tetap menjalankan tugas sesuai tupoksinya. “Saya berharap, pengurus dapat aktif meng­ikuti agenda yang telah diran­cang oleh direktur eksekutif beserta jajarannya, sehingga seluruh agenda pergerakan partai terus berjalan sebagai­mana mestinya,” tukasnya. (RF)

Angota Dewan Dilarang Main Proyek GEDONGTATAAN, FS - Ang­ gota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) khususnya di Kabupaten Pesawaran, dituntut untuk membaca dan mema­ hami undang-undang (UU), akibat maraknya oknum DPRD yang bermain proyek. Hal itu di ungkapkan salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pesawa­ r­an, Mualim Taher, saat ditemui dikediamannya. Rabu (19/10). “Apa mereka tidak membaca UU?, Padahal berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2009 yang mengatur MPR, DPR, DPD dan DPRD, melarang dewan main proyek. Itukan jelas, mengapa masih banyak anggota dewan yang bermain proyek,” ungkap mantan anggota DPRD Lam­ pung Selatan tersebut. Dirinya mengatakan, dalam peraturan menyebutkan, apa­ bila anggota dewan diketahui bermain proyek, akan terkena sanksi pemberhentian sebagai anggota dewan. “Bisa diberhentikan kalau ketahuan bermain proyek, apalagi kalau sampai anggota dewan tersebut mendapatkan proyek kemudian dia menjual

Mualim Taher

ke orang lain,” tegasnya. Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan, tugas dan fungsi anggota DPRD adalah untuk mengawasi pembangunan yang ada di setiap daerahnya masing-masing, yang dibang­ un menggunakan anggaran baik oleh pemerintah daerah maupun pusat. “Kalau anggota dewannya saja sudah bermain proyek, siapa lagi yang mau meng­ awasi. Padahal pembangunanpembangunan tersebut diberi­ kan untuk kesejahteraan

mas­­yarakat, dan mereka ter­­pi­lih dari masyarakat juga,” jelasnya. Ditambahnya, anggota dewan seharusnya menjadi tempat kumpulnya aspirasi masyarakat, bukan jadi dewan pemeras rakyat. “Disaat saya menjadi anggota dewan, saya bekerja sesuai dengan tugas saya yaitu menyampaikan aspirasi-aspirasi rakyat, karena memang sudah tugas anggota dewan, kalau bermain proyek itu bukanlah tugasnya dewan,” tambahnya. (MH/PS)

PANARAGAN, FS - Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Lampung menggelar PKL dan Susbalan dalam upaya peningkatan kapasitas kader organisasi pemuda NU di salah satu provinsi di Suma­ tera. Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ansor Adung Abdul Rahman saat menjadi pemateri pada Pendidikan Kepemim­ pin­an Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Sus­ balan) di Pesantren Darul Hidayah Al Anshori Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Ba­ wang Barat yang digelar pada 17-20 Oktober 2016. Ia mendorong para kader pemuda NU di provinsi ini un­tuk membaca tantangan dan peluang dalam berkhid­ mah kepada NU dan para kiai. Materi kegiatan antara lain, Kepemimpinan Efektif, Manajemen Organisasi, KeGP Ansoran II, Aswaja II, KeNUan II. “Pemuda Ansor memiliki tantangan dan peluang dalam

menghidupkan NU,” ujarnya. Menurut ketua panitia PKL dan Susbalan Sutekno, S.Sos, kegiatan tersebut diikuti 15 utusan dari kabupaten/kota se-provinsi Lampung. “Acara ini diikuti oleh utusan dari kabupaten/kota di provinsi Lampung, utusan tersebut yang telah memiliki sertifikat PKD serta Diklatsar” ujarnya. Pantauan wartawan koran ini peserta berasal dari kabu­ paten Way Kanan, Pringsewu, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Teng­ ah, Lampung Utara, Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Mesuji, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, Kota Madya Bandar Lampung, dan Kota Madya Metro. Hadir pada acara tersebut antara lain Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim, Sekretaris Budi H Yunanto, Kasatkorwil Banser Tatang Sumantri beserta jajaran, ketua PC NU Tulangbawang Barat H. Sugito AS, ketua PC Ansor Nur Ahyadi.(GS)

Pejabat Belum Ajukan Cuti Kampanye BANDARLAMPUNG, FS Pasangan calon Kepala Dae­ rah dan partai politik peng­ usung tentu sudah mem­ben­tuk tim pemenangan atau tim kampa­nye masingmasing. Di antara tim sukses pasangan calon (paslon) ini, muncul beberapa nama pejabat negara. Jelang ditetapkannya tiga pasang calon yang akan berta­rung di Pilkada Tulang­ bawang 2017 mendatang, Komisi Pe­mi­lihan Umum Daerah (KPUD) Tuba secara resmi belum menerima surat permo­honan cuti baik dari anggota DPRD maupun BUMD terkait kegiatan sosia­ lisasi saat masa kampanye mendatang. Hal ini diungkapkan Ketua KPUD Tuba Reka Pu­nata, bahwa pihaknya sam­pai saat ini belum menerima sutrat permoho­nan cuti tersebut. “Belum, kita belum terima

surat cuti dari anggota mau­ pun pim­pinan DPRD dan BUMD yang terlibat dalam bentuk tim kampanye menda­ tang,” jelas Reka, via telepon. Menurut dia, dalam Pil­ kada 2017 mendatang ini, terdapat beberapa anggota DPRD yang akan turun men­ jadi peme­nang­an tiga pasang calon saat masa kampanye mendatang. “Dari informasi, terdapat beberapa anggota DPRD yang diperkirakan akan turun pada masa kampanye men­ datang. Namun, sampai saat ini kami belum terima surat cutinya,” ucapnya. Untuk itu, lanjut dia, pihak­ ­nya melaytangkan surat kepa­ da pihak Pemda Tuba terkait cuti tersebut. “Surat sudah kita layangkan. Kita juga imbau paling lama penyerahan surat permohon­an cuti tersebut nanti pada tanggal 28 Oktober,” ungkap­nya. (RF)

Pilkada Paslon Tunggal Rawan Golput PANARAGAN, FS - Potensi tingginya angka Golongan Putih (Golput) dalam Pemi­ lihan Kepala Daerah dengan paslon tunggal perlu disikapi secara positif oleh penyeleng­ gara pilkada. Maka perlunya KPUD bersama jajarannya dari PPK, PPS hingga TPS harus bekerja keras dalam sosialisasi kepada calon pemilih. Animo masyarakat untuk hadir ke TPS pada pilkada dengan paslon tunggal dipre­ diksi sangat rendah, karena mereka merasa jagonya sudah mutlak menang. Untuk meng­ antisipasi tingginya angka golput, Pengurus Cabang Ikatan Alumni Keluarga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC – IKA PMII) Tulang Bawang Barat, menye­ rukan gerakan jangan golput. Demikian disampaikan ketua PC- IKA PMII Tulang Bawang Barat HM.Azmi Ishaq di sela-sela acara PKL dan Susbalan Banser di Ponpes Darul Hidayah Al-Anshori Panaragan Jaya, Rabu(19/10). Selaku ketua Pengurus Cabang Iktan Alumni Keluarga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-IKA PMII),

Azmi mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilih­ nya pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang. “ Kami mengajak seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk hadir di TPS dan meng­ gunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani demi kemajuan daerah. Intinya gunakan hak pilih dan jangan golput” ujarnya. Menurut pria ramah ini, sikap golput adalah sikap yang tidak memilik rasa kepedulian, tidak mempunyai beban tanggung jawab, penuh dengan rasa dendam dan pesimis terhadap kemajuan bangsa dan negara. Jika hal tersebut terjadi, maka menjadi indika­ tor kemunduran suatu bangsa. “Dengan pilkada paslon tunggal tersebut justru men­ jadi beban berat bagi penye­ lenggara pilkada, karena jika perolehan paslon tidak men­ capai 50 persen lebih maka akan digelar pilkada ulang dan waktuya satu tahun kemu­ dian. Maka kami dari unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sukses­ nya pilkada di Tubaba selalu ingatkan KPUD agar jangan lengah” pungkasnya.(GS)


5

NOMOR 718/ KAMIS, 20 OKTOBER 2016

DEKA VIVI

Aprilani Yustin Ficardo selaku penasihat Badan Kordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung, memberikan sambutan dalam pelaksanan kegiatan dan pembuatan program kerja dalam mendukung pemerintah.

Yustin Usulkan RS Klinik Khusus Kanker YUSTIN Ficardo selaku penasihat Badan Kordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung, berharap semua organisasi wanita saling bersinegri dalam pelaksanan kegiatan dan pembuatan program kerja dalam mendu­ kung pemerintah. Hal tersebut disampaikan Yustin Ficardo pada Rapat Kerja BKOW yang mengusung tema “Tingkatkan Kinerja

Pengurus BKOW Dalam Melaksanakan Program Kerja Nyata” yang berlangsung di ruang sungkai, Balai Keratun,

Perlunya Prodi Bahasa Lampung RENCANA Institut Agama Islam (IAIN) Raden Intan, Bandarlampung membuka Prodi bahasa Lampung mendapat dukungan. Pasalnya guru­guru Bahasa Lampung berharap ada Prodi S­1 Bahasa Lampung. Wakil ketua forum komunikasi guru Bahasa lampung Saipul Hilal mengatakan pihaknya sangat mendukung jika Unversitas di lampung memilki prodi S­1 Bahasa Lampung. "kita sudah menunggu prodi tersebut, sampai sekarang belum ada, jadi kalau ada yang mau membuka kita sangat mendukung," kata dia. Selain itu, jika IAIn membuka Prodi bahasa Lampung S­1 harus memiliki komprenya. pasalnya masih banyak guru yang sudah mengambil pendidikan D­3. "kalau bisa sih ada penyesuaian untuk kami yang sudah mengambil D­3 agar kami bisa melanjutkan," ujarnya. Lanjutnya, rencana IAIN dalam membuka prodi tersebut harus berkoordinasi dengan bebrapa pihak. "kan sudah ada yang mau buka tapi sampai sekarang belum juga di buka, jadi IAIN harus berkoordinasi dengan semua pihak agar rencananya dapat berjalan," ungkap dia. Sebelumnya, Rektor IAIN Prof. Dr. H. Moh. Mukri M.Ag mengatakan setelah diresmikannya IAIN menjadi (Universitas Islam Negeri (UIN) akan membuka fakultas dan prodi baru, salah satunya prodi Bahasa Lampung. Menurutnya, dalam membuka prodi baru tersebut sesuai kebutuhan masyarakat Lampung, sehingga dapat sesuai dengan keinginan. (RM)

Bandarlampung, Rabu (19/ 10). “BKOW sebagai wadah dari semua organisasi wanita memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus menjadi prioritas dan diselesaikan secara bertahap. Salah satunya merupakan program dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang dikenal dengan program three ends,” ujar istri Gubernur

Lampung tersebut. Yustin menjelaskan, Three End sendiri yakni, End yang pertama: Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan Anak. End yang kedua: Akhiri perdagangan manusia. End yang ketiga: Akhiri kesen­ jangan ekonomi terhadap perempuan. Dilanjutkan Yustin, selain program kerja dari Kementrian diatas, ada dua hal yang men­

jadi prioritas program kerja BKOW Provinsi Lampung. Yang pertama, berkaitan den­ gan penanggulangan kanker serviks. Yang kedua, berkaitan dengan pentingnya parenting dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba bagi anak dan remaja. Khusus untuk penangg­ ulangan Kanker serviks dan kanker lainnya yang cukup menjadi momok bagi wanita,

Yustin akan mengusulkan klinik khusus kanker di Lam­ pung lewat Dinas Kesehatan kepada Gubernur Lam­ pung. “Seperti yang diketahui selama ini, biaya rujukan ke luar Lampung cukup mahal, dengan adanya klinik ini nan­ tinya kita jadi lebih cepat tanggap dan akan menekan biaya yang tinggi.” tambah­ nya.

Di akhir sambutan, Yustin terisak saat berpidato sambil menitipkan pesan. “Peremp­ uan­perempuan yang hebat bisa menghasilkan karya yang berkualitas. Perempuan­ perempuan yang berkualitas dapat menghasilkan ribuan bahkan jutaan anak­anak yang hebat untuk bangsa dan negara kita tercinta, Indo­ nesia,” pesan Yustin. (*)

Diplomat Australia Kagumi Wisata Lampung Pamerkan Kreasi Budaya di PPBNEF DUTA Besar Australia untuk Indonesia ternyata sangat mengagumi potensi wisata yang ada di Lampung. Hal tersebut dikatakan Diplomat Duber Australia, Thobias da­ lam acara diskusi bersama puluhan mahasiswa Univer­ sitas Lampung (Unila) di Gedung Rektorat setempat, Rabu (19/10). Menurut Tho­ bias, banyak potensi Lampung yang tidak ada di daerah lain. Seperti halnya Way Kambas yang merupakan pusat kon­ servasi gajah. Namun disayan­ gkan, potensi ini belum begitu banyak dikenal di luar negeri, seperti halnya Australia. “Kalau kita bertanya kepa­ da penduduk Australia, kem­ ana harus melihat gajah, mereka tahunya hanya di Afrika, padahal di Lampung ini juga sangat banyak. Kalau ke Afika mereka harus meng­ habiskan waktu dan dana yang lebih besar, sementara ada yang lebih dekat di Lam­

pung,” ujarnya. Untuk itu, ia menilai pote­ nsi semacam ini harus lebih dipromosikan sehingga kede­ pan bisa lebih dikenal. Dengan demikian Lampung semakin dikenal masyarakat luar tidak sebatas di Australia saja. “Ka­ lau Bali, itu sudah terlalu di kenal orang. Banyak wisata­ wan yang sudah tak lagi ber­ kunjung ke sana. Wisatawan sekarang mencari destinasi yang lain, Lampung harus bisa mengambil kesempatan itu karena potensi Lampung memang luar biasa,” terang Thobias. Untuk bidang kerjasama bilateral, Thobias yang didam­ pingi rekannya, Laura menga­ takan, Indonesia merupakan pasar terbesar mereka, khus­ usnya dalam impor gandum dan sapi. Meski begitu ia juga menyebut, Australia juga perlu belajar dari Indonesia, karena Australia hanya unggul dalam hal pembibitan saja.

Kalau soal penggemukan, menurutnya Indonesia, khu­ susnya Lampung justru lebih baik. “Nah, ini kan bisa dijalin kerjasama untuk kemajuan ekonomi di kedua negara,” ungkapnya. Tak hanya itu, dalam bi­ dang pendidikan, Indonesia juga merupakan negara yang begitu banyak mengirimkan mahasiswanya belajar di neg­ ara Kangguru tersebut. Me­ nurutnya, ada sekitar 20.000 mahasiswa asal Indonesia yang belajar disana. Sementara, Wakil Rektor IV Unila, Mahatma Kufepaksi menyambut mereka untuk terus meningkatkan kerjasama khususnya di bidang perta­ nian. Warek menyebut Unila sedang fokus pada penam­ bahan dua kampus lainnya, yakni di Sulusuban Lampung Tengah dan di Kotabaru, La­ mpung Selatan. (RM)

PEMERINTAH Daerah Prov­ insi Lampung mengikuti Pekan Produk Budaya Nusantara Expo dan Forum (PBBNEF) 2016 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manu­ sia dan Kebudayaan. Dalam kesempatan tersebut Lampung memamerkan berbagai produk unggulan seperti kain tapis, sulam usus, batik, dan berbagai produk olahan pangan, antara lain kopi dan keripik. Lampung turut serta mera­ maikan ajang tampilan buda­ ya yang dikemas dengan istilah Panggung Merah Putih yakni Pesona Budaya Bumi Sekala Brak dari Pemkab La­ mpung Barat yang digelar Rabu (19/10) mulai pukul 10.35­10.50 Wib. Tarian ini akan melibatkan 15 penari. Sedangkan pada Kamis (20/10) mulai pukul 17.35­ 17.50 Wib, Kabupaten Prings­ ewu akan unjuk pesona Tari

Muli. Di tempat dan hari yang sama, Kabupaten Lampung Selatan akan menggelar Tari Kreasi pada pukul 18.05­18.20 Wib dengan melibatkan 15 penari. Pemkab Lampung Tengah pada Sabtu (22/10) mulai pukul 13.20­13.35 Wib dan akan menyajikan Tari Kreasi Ittar Mulei. Sedangkan pada pukul 16.05­16.20 Wib, Kabupaten Lampung Timur menurunkan 15 penari yang bertajuk Aneka Seni Budaya Lampung Timur. Nusantara Expo dan For­ um 2016 diikuti pemda sel­ uruh Indonesia, kementerian, BUMN/BUMD/BPMD,dan swasta. Nusantara Expo akan berlangsung pada 19­3 Okto­ ber 2016 di Taman Mini Indo­ nesia Indah. Kadis Kominfo Provinsi Lampung, Sumarju mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo yang membuka acara tersebut pada 19 Oktober 2016, yang dilanjutkan dengan minum jamu bersama. (*)

W ACANA

Lemahnya Peran Orangtua dalam Mendidik Anak di Rumah Yanuarius Yanu Dharmawan Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Bandar Lampung

P

ENDIDIKAN dira­ sakan sangat pen­ ting oleh banyak orang sejak dulu hingga sekarang dan mungkin juga di masa yang akan da­ tang. Peran orang tua dalam mendidik anaknya di rumah dirasakan belum cukup kare­ na anak­anak juga butuh suatu kegiatan sosial yang dibungkus dalam suatu metode pendi­ dikan. Dalam melaksanakan pendidikan yang mempunyai peranan penting. Paling tidak, harus ada yang diajar (siswa) dan yang mengajar (guru). Peranan lain tidaklah begitu penting meskipun keberada­ annya tidak bisa dipungkiri kegunaannya. Tempat pun sebenarnya tidak masalah karena bisa di mana saja. Namun pengalaman di jaman dulu yang di bawa oleh bangsa luar ke Indonesia, pendidikan identik dengan sekolah; suatu tempat berupa ruangan yang digunakan untuk satu guru yang berhadapan dengan banyak siswa.

Guru di sini memberikan pengetahuan tentang pelaja­ ran­pelajaran ilmu alam dan ilmu sosial. Selain berfungsi sebagai pemberi pengetahuan guru juga memberikan pendi­ dikan budi pekerti kepada para siswa agar mereka mem­ punyai tata krama dalam menjalani kehidupan mereka sehari­hari di masyarakat. Keadaan pendidikan di jaman sekarang pun tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di beberapa puluh tahun yang lalu. Yang berbeda mungkin hanyalah pengguna­ an teknologi sebagai perantara dalam mentransfer ilmu pen­ getahuan. Perubahan ini tidak semena­mena mengubah inti dari yang harus hadir dalam pendidikan ini yaitu guru (yang mengajar) dan siswa (yang diajar). Diera pendidikan modern ada istilah homeschooling (sekolah di rumah). Kegiatan ini dinamakan sekolah di rumah karena guru dihadirkan di rumah oleh siswa (biasanya hanya satu orang) untuk memberikan ilmu pengetahu­ an dan pelajaran secara pri­ badi. Ketidakhadiran salah satu dari kedua elemen ini

membuat suatu kegiatan pe­ mbelajaran tidak terjadi. Sehingga dari sini dapat dilihat bahwa guru dan siswa, sehingga tidak diperlukan faktor yang lain untuk bertemu dan mengadakan proses pembelajaran sudah dianggap sebagai sebuah sekolah, atau lazim disebut metode pen­ didikan homeschooling. Pentingnya keberadaan guru sebagai sumber pembela­ jar dirasakan kurang begitu dihargai di sekolah. Yang lebih penting untuk dihargai di sekolah yang dirasakan oleh banyak pihak yaitu para orang tua siswa, masyarakat umum, atau bahkan para guru itu sendiri adalah kepala seko­ lah. Kepala sekolah dianggap mempunyai peranan penting dalam memajukan sekolah, sebagai penghubung dengan pihak­pihak lain di luar sek­ olah yang kemungkinan bisa menguntungkan sekolah yang kata kebanyakan orang secara finansial, maupun faktor lai­ nnya. Di sinilah dimulainya sua­ tu keadaan baru dalam penge­ rtian sekolah yang ada. Seko­ lah tidak lagi mementingkan

atau mengutamakan guru sebagai pengajar siswa tetapi mementingkan keberadaan kepala sekolah yang dianggap lebih punya peranan dalam segala hal sehingga lebih di­ hargai dalam segala hal. Guru hanya sebagai pengikut atau pengekor saja. Dalam hal lebih dihargai disini bisa dilihat dari fasilitas yang didapatkan oleh seorang kepala sekolah yang jauh melebihi fasilitas yang dipero­ leh oleh seorang guru. Kepala sekolah yang pada umumnya sudah tidak mengajar lagi, mempunyai ruangan khusus tersendiri yang tergolong eksklusif karena terpisah dari ruangan para guru. Ruangan guru di sini ada­ lah ruangan yang berukuran besar yang terdiri dari meja dan kursi (itu saja sudah cuk­ up) yang berdampingan satu dengan yang lain. Setiap meja guru terisi dengan buku­buku yang bertumpuk­tumpuk, alat tulis, dan kertas­kertas lainnya. Guru juga sering kali ma­ kan dan minum di meja yang penuh dan sumpek itu. Semua kegiatan guru selain mengajar di kelas apabila mereka berada

di ruang guru ada pada satu meja yang sempit itu. Hal ini terjadi, kalau tidak bisa dibi­ lang semua ada pada sebagian besar sekolah­sekolah di Indonesia atau mungkin tem­ pat lain di dunia. Berbanding terbalik deng­ an ruangan guru tadi, ruangan kepala sekolah memiliki fasi­ litas yang jauh lebih lengkap dari ruangan guru. Biasanya terdiri dari meja kerja dan kursi, meja dan kursi tamu, kipas angin atau AC, televisi LCD, dsb tergantung dari kemampuan sekolah itu. Na­ mun pada dasarnya jauh berbeda dengan apa dipunyai oleh guru. Apa yang membuat demikian? Padahal peran guru sangat besar karena ma­ ju dan mundurnya suatu sekolah itu karena gurunya. Di luar itu ada pula suatu kegiatan pertemuan guru­ guru mata pelajaran yang dinamakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (disingkat MGMP) untuk setiap wilayah, kota maupun kabupaten. Kegiatan pertemuan guru­ guru mata pelajaran ini harus dianggap sebagai sesuatu yang juga berharga karena di sini terjadi pertukaran

pengalaman, pembagian ilmu antar guru dan sebagainya yang tujuannya untuk mening­ katkan kualitas guru­guru itu sendiri dalam menghadapi siswa­siswanya di kelas. Peningkatan kualitas ini dilakukan sesuai dengan tun­ tutan jaman yang ada. Di tingkat kepala sekolah juga ada suatu perkumpulan mus­ yawarah yang namanya Mus­ yawarah Kerja Kepala Sekolah (disingkat MKKS). Pertemuan yang dilakukan oleh para Kepala Sekolah di tingkat Kota atau Kabupaten. MKKS ini dirasa lebih berkelas di­ banding MGMP oleh mereka yang merasakannya. Entah sejak kapan hal ini mulai terjadi, tetapi suatu batas yang dibuat demi suatu keistimewaan tertentu merup­ akan suatu awal terjadinya jarak antara guru dan kepala sekolah. Secara langsung maupun tidak langsung, kepa­ la sekolah berkata bahwa ia lebih tinggi posisinya dari pada guru dan guru pun berkata demikian dengan berkata bahwa ia bos saya atau saya adalah bawahan dia. Hal ini akan terus berlang­

sung apabila tidak ada kesa­ daran bahwa semua sama ­sama bekerja. Kalau mau dilihat lebih jelas siapa yang benar­benar bekerja di sini, tentu saja guru karena yang berkomunikasi langsung de­ ngan para siswa adalah guru dan kepala sekolah hanyalah menjalankan suatu sistem di sekolah itu agar tidak keluar dari jalurnya. Sekali lagi seharusnya semua bekerja bersama­sama tanpa ada pembedaan dimulai dari jenis ruang, fasilitas yang didapat, transparansi, dan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan sekolah. Kepala sekolah harus berbaur bersama guru­guru dalam satu ruangan apabila sekolah itu tidak mampu memberikan ruangan khusus yang paling tidak sama dengan apa yang dimiliki oleh kepala sekolah. Istilah 'I do all the work and you get the credit' (Aku mela­ kukan semua pekerjaan dan Anda mendapatkan kredit) diganti menjadi 'We do all the work and we all get the credit' (Kami melakukan se­ mua pekerjaan dan Kita se­ mua mendapatkan kredit). l


8

NOMOR 718/ KAMIS, 20 OKTOBER 2016

BLHKP Perantingan Taman Kota

Liwa, FS - Bagian Pertamanan, Dinas Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Lampung Barat (Lambar) melakukan perantingan di Taman Kota Hamtebiu, Liwa, Selasa-Rabu (18-19/10). “Pohon tua yang sudah rapuh dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan ditebang. Tetapi, kami tetap melakukan penghijauan dan menggantinya dengan menanami pohon ketapang kencana. Pohon yang kami tebang antara lain waru, sengon dan rambutan,” kata Kabid Pertamanan BLHKP Lambar Erwin Saputra Dari potensinya, taman hamtebiu seyogyanya merupakan identitas pertamanan di jalanan kota Liwa, Hal ini karena taman ini memiliki danau serta pepohonan asri disekelilingnya. Sepatutnya, taman ini bersama-sama dapat kita jaga, bahkan ditambah fungsionalnya. Mengaca dari anggaran yang ada, tentunya ini bukanlah omong kosong. Rencananya, selain membangun tujuh tenda di dalam taman untuk menampung pengunjung, mereka juga akan menambah fungsi taman dengan Jogging Track. Supaya masyarakat yang ingin mencari keringat dapat berolahraga di sekitaran taman. Selain itu, maraknya oknum-oknum tak bertanggung jawab yang masuk dan merusak keadaan taman. Untuk meminimalisirnya dengan menambah tiga tiang lampu 2.000 Watt di area depan serta mendirikan gerbang taman.(Fb)

Bagian Pertamanan, Dinas Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Lampung Barat (Lambar) melakukan perantingan di Taman Kota Hamtebiu, Liwa, Selasa-Rabu (18-19/10).

Pol PP tertibkan Pedagang Pantai Krui, FS - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pesisir Barat menertibkan sejumlah pedagang yang biasa berjualan di pinggir pantai Labuhan Jukung, Pesisir Tengah, Rabu (19/10). Penertiban dilakukan guna memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang datang ke pantai wisata Labuhan Jukung. Kasat Pol-PP Pesbar M. Nursin Chandra, yang memimpin penertiban pedagang itu, mengatakan penertiban itu bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang datang kepantai itu. “Penertiban ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang datang, apabila tidak ada pedagang yang berjualan tepat di pantai ini pengunjung bisa leluasa untuk bermain dan bercengkerama di pantai ini,” katanya.

Dijelaskannya, peralatan pedagang tertibkan adalah kursi dan meja, kita berikan kepada para pedagang untuk diletakkan ditempat yang memang sudah disiapkan. “Dalam penertiban ini kami juga memberikan imbauan kepada para pedagang untuk tidak meletakkan kursi ataupun meja di tepian pantai labuhan jukung itu, melainkan diletakkan di pondokan yang disiapkan di bagian belakang,” katanya. Penertiban dilakukan oleh dua peleton petugas SatpolPP, semua pedagang bersedia untuk menggelar dagangan mereka di pondokan yang memang sudah disiakan. “Para dagang tidak ada yang melawan dan semuanya bersedia untuk berjualan di pondokan mereka masingmasing, yang memang lokasinya jauh dari bibir pantai,” katanya. (HL)

Pengalihan Gaji Tunggu Pemprov

Jurnalis Desak Usut Penganiayaan Liwa, FS - Persatuan Jurnalis Lampung Barat (PJLB) minta aparat Kepolisian Resor (Polres) Lampung Barat mengusut tuntas kasus dugaan penganiyayaan terhadap dua wartawan yang dilakukan oleh aparat Pekon Watos, Kecamatan Balikbukit beberapa waktu lalu. Genap satu bulan dari laporan dua wartawan yang menjadi korban penganiyayaan oleh kepala Pekon itu, hingga kini belum ada kejelasan proses hukumnya. Kedua wartawan yang menjadi korban, bersama PJLB mendatangi kantor kepolisian guna mempertanyakan kejelasan laporannya dengan didampingi PJLB, Rabu (19/10). Koordinator PJLB, Herpin mengatakan, bahwa kedatangannya ke Mapolres Lampung Barat guna menanyakan sejauh mana proses hukum atas kasus tersebut. Sebab, laporan

kasus pengeroyokan terhadap wartawan telah satu bulan ditangani oleh Polres Lambar. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan pasti atas laporan penganiyayaan tersebut. “Kami mempertanyakan sejauh mana proses yang dilakukan pada kasus ini. Korban merupakan salah satu anggota di wadah kelompok kerja Persatu Jurnalis Lampung Barat. Jadi sudah menjadi kewajiban kami mengawal kasus ini agar kedepannya tidak terulang kembali terhadap semua insan pers,” kata Herpin. Herpin meminta, pihak kepolisian agar segera memproses dan menangani kasus tersebut. Serta cepat dalam menanganinya. Tindak kekerasan terhadap para insan Pers masih terus terjadi, ironi memang ditengah kemerde-

kaan Pers masih ada saja ditemukan tindak pidana melawan hukum. “Pelaku kekerasana adalah aparat penyelenggara Pemerintah Desa, Pekon Watos, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat,” Kata Herpin.

Kotabumi, FS - Dinas Pendidikan Lampung Utara masih menunggu keputusan Pemprov Lampung soal pengalihan gaji tenaga honorer bidang pendidikan. “Kalau untuk gaji mereka (guru), baik PNS maupun tenaga honorer masih melalui kabupaten. Tapi, untuk ke depan kami juga masih menunggu ketetapan dari provinsi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara Suwandi, Rabu (19/10). Menurut Suwandi, pihaknya telah menyampaikan data jumlah tenaga pendidikan ke Bagian Organisasi Pemkab Lampung Utara dan telah disampaikan ke Pemprov Lampung. “Data sudah kami serahkan dan kami masih menunggu kebijakan provinsi,” kata dia. Sebelumnya, berdasarkan data dari Bagian Organisasi Pemkab Lampung Utara sebanyak 751 tenaga pendidik berikut tenaga Tata Usaha (TU). “Totalnya ada 927 orang,” kata dia. (Sb)

Penganiayaan Sekelompok orang yang diduga melakukan tindak kekerasan di Pekon Watos, kepada wartawan saat hendak melakukan peliputan pekerjaan yang menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), Rabu (21/9) lalu. Dua wartawan harian lokal, Dedi, wartawan Surat Kabar Mingguan (SKM) Medinas Lampung, dan Riki, wartawan Surat Kabar Umum (SKU) Haluan Lampung sempat dilarikan di Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar (RSUD AU), karena cidera dan menderita luka luka.(HL)

Badak TNWK Maskot Lamtim SuKadana, FS - Badak bercula dua asal Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi maskot Kabupaten Lampung Timur. Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari mengatakan, badak sumatera adalah hewan dilindungi negara dan merupakan satwa langka. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian badak, pemerintah setempat menjadikannya sebagai maskot atau ikon daerah. “Kalau gajah kan sudah jadi ikon Lampung. Nah untuk Lampung Timur ya badak,” kata dia, Rabu (19/10). Dia mengaku, pihaknya komitmen dalam meningkatkan pariwisata di Lampung Timur sebagai program unggulan bersama bupati. Dengan diresmikannya TNWK sebagai taman warisan negara ASEAN, dia berharap ada peningkatan dalam kepariwisataannya. “Ini kebanggaan semua pihak. Sehingga, dari kami sebagai pemerintah tentu menunjang kepariwisataan itu dengan menyediakan DAMRI untuk memudahkan wisatawan lokal dan luar daerah,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Timur itu. Zaiful Bokhari menambahkan, pihaknya pun sudah mengajukan agar jalan-jalan menuju TNWK diperbaiki oleh pemerintah provinsi dan pusat. “Karena ini adalah wajah daerah, makanya insfrastruktur pun harus mengimbanginya,” ungkapnya. (Sb)

Pasien Soroti Kinerja RSUD Ryacudu Kotabumi, FS - Lagi-lagi kinerja petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen Ryacudu, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara menjadi sorotan publik. Belum selesai, masalah rendahnya disiplin kinerja dokter spesialis, kini hasil uji dan diagnosa petugas laboratorium di RSUD tersebut, juga diragukan masyarakat. Frans Andaly, keluarga salah seorang pasien merag-

ukan hasil diagnosa dan uji laboratorium yang dilakukan petugas RSUD Mayjen Ryacudu terhadap Yusri Hamami(65) yang mendirita gangguan ginjal. “Hari Senin (17/10), saya membawa ibu saya (Yusri Hamami) untuk cuci darah di RSUD Mayjen Ryacudu. Sebelum cuci darah, dilakukan pemeriksaan darah di Lab. Hasilnya bikin saya kaget dan tidak percaya,” tutur Frans, Rabu (19/10).

Hasil uji lab itu, lanjut dia, Yusri Hamami didiagnosa menderita penyakit Hepatitis B. “Bagai mana saya tidak kaget. Selama ini berobat ke rumah sakit dan dokter, tidak ada yang menyatakan ibu saya mengidap Hepatitis B,“ terangnya. Penasaran dengan hasil diagnosa RSUD Mayjen Ryacudu itu, Frans membawa ibunya ke Rumah Sakit Urip Sumoharja Bandalampung.

Pihak RS Urip Sumoharjo, kemudian memberikan rujukan untuk melakukan pemeriksaan darah di RSUD Abdul Moeloek. “Hasil pemeriksaan daerah di RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung, ibu saya dinyatakan tidak mengidap Hepatitis B. Ini kan aneh, sangat berbeda dengan hasil diagnosa RSUD Mayjen Ryacudu,“ ungkapnya. Kejadian tersebut mendapat tanggapan serius DPRD

FEABY

Lampura. Ketua Komisi IV DPRD Lampung Utara, Agustori mengatakan segera melakukan pemanggilan pihak RSUD Mayjen Ryacudu. “Kalau memang benar terjadi, ini sangat membahayakan. Kalau hasil diagnosa atau pemeriksaan salah, tentu bisa membuat metode pengobatannya juga salah. Secepatnya kita panggil pihak RSUD untuk memberikan keterangan terkait masalah ini,” kata Agustori.(HL)

Kejari Kebut Dugaan Gratifikasi bLambanganumPu, FS - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tulangbawang, memenuhi panggilan Kejari Menggala, Rabu (19/10). Pihak BPN diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan gratifikasi rekomendasi izin tambang pasir PT GTS oleh Pemkab Tulangbawang, yang telah dikeluarkan BPMP Lampung. Kasi Intel Kejari Menggala, Miryando Eka Saputra mengatakan, pihaknya telah memanggil BPN Tulang Bawang, pemanggilan itu guna pengumpulan bahan data (Puldata), dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket), terkait izin tambang pasir PT.GTS di Kampung Gunung Tapa, kecamatan Gedung Meneng. “Untuk pihak BPN, Puldata dan Pulbaket sudah semuanya. Dari keterangan Jaufan Isnanto, dari pihak BPN, bahwa titik koordinat yang dikeluarkan hanya menyatakan

lahan tersebut ada didalam HGU atau tidak.” Kata Miryanto. Selanjutnya, kata Miryanto, pecan depan, Kejari menjadwalkan pemeriksaan Kepala Kampung, Camat, dan salah satu Kepala Dinas di Tulang Bawang. “Kita lanjutkan pecan depan, kita panggil satu Kadis, Camat, dan kepala kampong,” kata Miryando. Kasubsi Pengukuran dan Pemetaan, Kantor Pertanahan Tulang Bawang. Jaufan Isnanto, kini telah pindah tugas dari kantor BPN. Dia membenarkan jika pihaknya dipanggil oleh Kejari Menggala terkait rekomedasi izin tambang pasir PT GTS. “Ya, cuma sebagai saksi saja. Kami tidak pernah mengeluarkan izin. Koordinat itu hanya kita plotin saja, titik koordinat itu dari perusahaan, dan pernyataan dari BPN hanya itu saja, diluar HGU. Saya juga menerangkan, dari

kita plotin, koordinat itu dari perusahaan, setelah itu perusahaan melaporkan ke Peta nggak ada masuk ke HGU,” kata Jaufan. Assisten III Pemkab Tulang Bawang, Raden Mansus, pejabat Kepala Dinas Pertambangan, dan Energi tahun 2015, diduga lempar tanggung jawab terkait dugaan gratifikasi tentang izin rekomendasi tambang pasir yang dikeluarkan oleh Pemkab Tulang Bawang, atas izin PT GTS itu. Raden Mansus, enggan memberikan keterangan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) Intern yang dilaksanakan di ruang rapat Pemda Baru Tiuh Tohou Menggala beberapa waktu lalu itu. Raden Mansus menyarankan untuk bertanya kepada Bappdeda. Padahal dia yang memimpin rapat. “Ke Bappeda aja, ada Nota Dinas nya disana. Dan memang betul saya kepala Di-

stamben waktu itu, tetapi nanti saja kita komunikasi lagi, saya lagi nyetir, ini lagi macet,” kata Raden Mansus. Sebelumnya, Asisten IV Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kabupaten Tulangbawang, Tamami Akip membantah disebut menerima gratifikasi terkait rekomendasi izin tambang pasir PT Gunung Tapa Sejahtera (GTS). Tudingan itu dilontarkan LSM Fortuba dan Forkorindo Tulangbawang yang menyebut Tamami Akib, saat menjabat Asisten III di pemkab setempat, diindikasikan menerima gratifikasi terkait rekomendasi izin tambang pasir PT GTS Tamami mengaku kecewa kepada dua LSM itu yang telah menuduhnya tanpa dasar. Dia menceritakan, dalam rapat yang dipmipin Asisten III Pemkab Tulangbawang Raden Mansus beberapa

hari lalu, dia selaku Asisten IV hanya diundang sebagai peserta rapat karena sebelumnya dia menjabat Asisten III. Pada rapat tersebut, Assisten III (Raden Mansus) menceritakan kronologisnya. Intinya, yang mengeluarkan rekomendasi izin ke Provinsi adalah BKPRD. Namun dalam rapat ini juga muncul isu yang berkembang yang menyatakan bahwa pada waktu Assisten III dijabat Tamami, serta Kepala Dinas Pertambangan Tulangbawang, merupakan pihak yang mengurus izin pertambanga PT GTS ke Provinsi Padahal 3 Juli, Asissten III dan Kepala Distamben atas perintah Bupati diminta berkonsultasi dengan Pieter Dono, selaku Kadis Pertambangan Provinsi Lampung. “Itu terkait pelaksanaan PP No.23 tahun 2014 Tentang Pemberian Izin, belum turun,”

katanya. Sebenarnya saya kecewa, kata Tamami, disebut dan diberitakan menerima gratifikasi, karena pada waktu itu dirinya yang menjabat Assisten III. “Munculnya seperti itu oke-okelah, silakan saja kalian menduga, nanti akan terjawab semuanya pada pertemuan, dan kapan saya dikasih. Termasuk kalau BPN yang mengatakan tidak mengeluarkannya mengeluarkan titik koordinat PT.GTS, nanti juga akan terjawab,” jelas Tamami Akip Namun saat dipertanyakan sejumlah Satker diduga menerima gratifikasi dari PT GTS, Tamami Akip menyatakan belum mengambil langkah untuk melaporkan LSM itu kepada pihak berwajib. “Itu yang sedang kami kaji, hak kami, kami akan minta petunjuk. Pertama baca berita kami langsung rapat, dan saya katakan siap. Karena saya

sudah tahu siapa yang memberi, sebab itu sudah saya catat, bahkan saya rekam,” ujarnya Tamami Akip. Ketua LSM Fortuba Andika menegaskan pihaknya telah melaporkan permasalahan dengan jelas. “Intinya begini pak Tamami. Laporan kami sudah jelas ke pemerintah, bahkan ke penegak hukum. Kami katakan ada dugaan gratifikasi atas dasar lahan seluas 96.33 Ha, dan lahan itu berada di mana. Selanjutnya BPN juga mengakui tidak pernah mengeluarkan titik koordinat untuk PT GTS, sedangkan BLHD mengeluarkan rekomendasi izin tambang pasir mengacu kepada titik koordinat, termasuk Camat Gedungmeneng pun mengatakan bahwa PT GTS berdampak kepada lingkungan. “Jadi itulah salah satu dasar kami, maka dikatakan adanya dugaan gratifikasi,” katanya. (HL)


9

Nomor 718/ KamiS, 20 oKToBEr 2016

Menko PMK Terima Cendera Pesisir Barat JAKARTA, FS - Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menerima Cendera Mata khas Pesisir Barat berupa miniatur "Bebay Nyuncun Pahar" dan Kain Batik Krui dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Audi Marpi, S.Pd., MM saat berkunjung Ke Stand Kabupaten Pesisir Barat dalam Pembukaan Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI), Rabu (19/10), di TMII Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Kadis Pariwisata dan Ekraf sempat menyampaikan kesiapan Pesisir Barat menjadi Tuan Rumah Cabang Olahraga Surfing di Asian Games 2018 kepada Menko PMK yang juga sebagai Wakil Ketua Steering Comite Asian Games. Kunjungan keliling stand peserta pameran tersebut, stand Pesisir Barat menjadi stand yang pertama kali dikunjungi. Mendampingi Menteri PMK tampak hadir Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo

dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Transmigrasi Eko Putro Sandjoyo. PPBI yang dibuka hari ini 19 Oktober akan berlangsung sampai 23 Oktober Mendatang. Dalam rangkaian kegiatan tersebut Bupati Pesisir Barat Dr. Drs. Agus Istiqlal, SH, MH dijadwalkan akan menjadi Nara sumber dalam Dialog Nasional Kebudayaan 2016 yang akan berlangsung Sabtu (22/10) mendatang. (DBS)

iST

menteri Kordinator pembangunan manusia dan Kebudayaan puan maharani menerima cendera mata khas pesisir Barat berupa miniatur "Bebay Nyuncun pahar" dan Kain Batik Krui dari pemerintah Kabupaten pesisir Barat,

Penyidik Dilarang Jual Perkara

Dahlan Iskan Masih Diperiksa JAKARTA, FS-Dahlan Iskan untuk ketiga kalinya menjalani pemeriksaannya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Namun pemeriksaan belum selesai. Dahlan masih akan menjalani pemeriksaan lagi. Bila sebelumnya selalu menutup mulut dan hanya menebar senyum, kali ini Dahlan mau bicara kepada media. Dia memberikan komentar setelah selesai menjalani pemeriksaannya hari ini. "Intinya pemeriksaan belum selesai karena pert-

IKLAN

anyaannya masih banyak," ujar Dahlan kepada wartawan, Rabu (19/10/2016). Karena itu Dahlan memaklumi jika pemeriksaan terhadap dirinya berlangsung lama. Hingga pemeriksaan terakhir, pertanyaan yang diajukan padanya sudah sebanyak 86 pertanyaan. "Belum lagi pertanyaan yang ada anaknya, bisa ada 3-4 anak pertanyaan," kata Dahlan. Dahlan mengatakan bahwa pemeriksaan dirinya belum berakhir sampai di sini.

Pemeriksaan terhadap dirinya akan dilakukan lagi pada Senin mendatang. "Dan mungkin pada hari-hari berikutnya," lanjut Dahlan. Dahlan mengaku kondisinya baik dan stabil selama pemeriksaan. Para penyidik juga profesional. Dahlan juga mengaku menu makannya juga terjamin. "Dalam menjawab pertanyaan, saya harus mengingatnya pelan-pelan karena peristiwanya sudah lama," tutur Dahlan. (DBS)

JAKARTA, FS-Selain menyasar pelayanan publik di bidang lalu lintas, Polda Metro Jaya juga melakukan operasi tangkap tangan pada pelayanan penyidikan pada fungsi reserse. Hal ini dibuktikan dengan melakukan OTT terhadap 4 oknum polisi yang memeras tersangka narkotika. Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono menyampaikan bahwa penyidik tidak boleh jual-beli perkara. "Oh iya itu (jual-beli perkara) tidak boleh.

Itu penyalahgunaan wewenang, tidak boleh jual beli perkara begitu," tegas Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/10). "Ya ini kan kita buktikan. Bahwasannya bapak Kapolda melalui Kabid Propam, komitmen untuk melakukan pemberantasan pungli, OTT itu. Bahwa kita lakukan pemberantasan kita lakukan, kita tangkap," tambah Awi. Dalam penyidikan perkara, penyidik berpegang pada Perkap No 14 Tahun 2012 tentang

MIN

KOLO I M

Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. Dalam kasus 4 oknun itu sendiri, belum ada kejelasan apakah setelah tersangka ditangkap itu dilaporkan ke pimpinannya atau tidak. "Ada perkapnya terkait manajemen penyidikan. Di situ ada wasidik (pengawas penyidik) sehingga jalannya proses penyidikan ini dia yang harus mengontrol. Tapi kenyataannya bahwasannya, di luar kemampuan mereka ini para penyidik ini bermain sendiri tanpa sepenhetahuan mereka

(wasidik)," paparnya. Selain di fungsi lalu lintas dan reserse, Polda Metro Jaya juga akan menyasar pelayanan publik pada satuan lain. "Yang akan disasar semua pelayanan publik di Polri dan itu bapak Kapolri sudah warning semuanya. Bukan cuma lalu lintas saja, seperti di Intelkam ada (pelayanan) SKCK, kemudian reserse ada pelayanan terkait laporan masyarakat, kemudian penyidikanpenyidikan itu akan dilakukan pengawasan," jelasnya. (DBS)

082280395855 (ICHA) 082177942881 (MAY) keHilanGan MOBilSTnk

pengecer fajar Sumatera

aSSeSORieS Toko Silver. menyediakan grosir & Eceran cincin Titanium, assesories, Kotak cincin, dll. jl. Bengkulu No.51 pasar Tengah. minat hubungi denan, pin : 56c8EEc7

BOUTiQUe

jl. palapa No.10 j;. raTu BuNdEraN rajaBaSa/haji mENa lampu mErah uNila KampuS uNila

dendra Boutique menyediakan aneka pakaian muslim, hijab, pakaian Kemeja, dan lain-lain. jl. jend. Sudirman No.102 pahoman Bandarlampung

jalur 2 waY halim jl. pulau damar jl. KarimuN jawa, SuKaBumi

iCe CReaM

jl. p. aNTaSari, dEpaN Vila ciTra

The royal Es Krim potong yang Tersebar di plaza lotus, rumah Kayu, mall Kartini lantai 2. menerima pesana Es Krim potong untuk Event perusahaan , pernikahan, dll. pin 2B2c9091

jl. p. aNTaSari, SampiNg KaNTor poS pErSimpaNgaN paSar Tugu jl. haYam wuruK, dEpaN chaNdra piNTu maSuK chaNdra KaraNg jl. a. YaNi di dEpaN KaNTor pwi lampuNg

panGlOnG menjual/menerima pesanan Kusen, daun pintu, daun jendela dll. hub : pK Nurjaya jl. ratu dibalau No.31 waykandis, Bandarlampung. Telp 081369673807

SampiNg rS Bumi waraS lampu mErah Kali awi dEKaT paSar TamiN jl. SiSiNgamaNgaraja lampu mErah KEmiliNg

TaS momo Bag Konveksi. menyediakan aneka Tas Sekolah dan Tas Bebas. Serta menerima pesanan Tas. jl. malabar wayhalim. hub : irEN (pin : 275a8d1B)

TOkO SpORT

dEpaN SpBu jalur 2 KEmiliNg jl. haSaNudiN paSar KaNgKuNg jl. iKaN hiu jl. iKaN Bawal

rumah Bola menyediakan Sepatu, jersey, jaket, Bola, assesories atau pernak-pernik Bola, dll. jl.jend. Sudirman No.68B atau hubungi : 085230373565

jl. 5 ujuNg ilir, mENggala KoTa, KEcamaTaN KoTa KaBupaTEN TuBa, MeSUJi

STNK BE 6723 Tm NK mhijBE113BK- 223539 NS jBE1E- 1222796aN madaSim STNK BE 8034 TZ NK mhiKc3112cK- 192792 NS Kc31E- 1192400aN BpmpKK pEmKaB TuBa

jl. maNuNggal 1, No. 34, rT/rw 010/005, KEcamaTaN mETro Timur, MeTRO

STNK BE 4323 QlNK mhijFm227FK- 203080 NS jFm2E- 2190772aN SiTi madiNah

jNE SuKadaNa, laMpUnG TiMUR

STNK BE 8162 Qd NK mh355S001BK- 029850 NS 55S- 029846aN mulYoNo

KomplEK ragom muFaKaT 1 BloK h 02 KElurahaN waY uraNg, kalianDa, laMpUnG SelaTan

STNK BE 9254 Qd NK mhcNKr71hFj- 068733 NS B068733aN paNgaT roSadi

NuriZal, 085378777470, peSaWaRan pwi lampura, laMpUnG UTaRa

(10). STNK BE 7909 QlNK mhijFS11XFK-209582 NS jFSiE- 1208137aNaSmar SoFYaN N

pwi lamBar, laMpUnG BaRaT

STNK BE 3706 TE NK mhijFu116FK- 139798 NS jFu1E- 1139840aN Ni KomaNg YaNTi puTri

pwi priNgSEwu, pRinGSeWU

dEpaN paSar paNjaNg

huBuNgi 085383156789, WaYkanan

dEpaN hoTEl pElaNgi, ENggal

STNK BE4101 Yu YamahamX TahuN 2012aN NurlEla, jl.adi SucipTo No.6 TjK. Timur

jl. iSmail paTih, No. 482, BElaKaNg dEalEr Yamaha guNuNg SaKTi MenGGala, TUlanGBaWanG

pErTigaaN Krui, peSiSiR BaRaT

TaNjuNg gadiNg

IKLAN LOWONGAN

jl. jENd SudirmaN, gg. NuSa iNdah, lK1 rT3, KEl. daYamurNi, Tumijajar, TUlanGBaWanG BaRaT

dEpaN Bca SuKaraja garuNTaNg

STNK roda 2 aN: aNSori Nopol : BE 3738 EF, Yamaha VEga warNa hiTam, NoKa : mh.35p90021j841752 NoSiN: Sg9-841880 alamaT : dESa SuKaTaNi KEcamaTaN KaliaNda

STNK BE 8277 QF NK mhijBh115BK- 120852 NS jBh1E- 1117670aN KaSENo

huBuNgi 082185756662, BUMinaBUnG

huBuNgi 082371082266, BanDaRlaMpUnG

dijual

STNK BE 8138 Sd NK mh33c10018K- 045491 NS 8c1- 046479aN EdY ruSTam YuSuF STNK BE 6632 So NK mhijF5116aK- 621234 NS jF51E- 1618930 aN dZEKY

BUTUH KARYAWAN SECEPATNYA????????

STNK BE 8065 Qg NK mhijB91128K- 176195 NS jB91E- 1175446 aN SuparmaN

PASANG IKLAN PERUSAHAAN ANDA

STNK BE 3415 Su NK mh31Kp001cK- 066804 NS 1Kp- 067124 aN SugENg praYogo

DI HARIAN FAJAR SUMATERA

SpeSifikaSi MaTeRi iklan : n Nama perusahaan n alamat perusahaan n posisi karyawan yang dibutuhkan

Han iklan Ya UnTUk lOW pekeRJ OnGan aan

Materi dikirim ke email : iklanfs@gmail.com

paJeRO DakaR 4x2 THn 2012/2013, ORiSinil, plaT BDl, paJak BUlan feB, aSURanSi all RiSk. HaRGa neGO. MinaT HUB 08127925667.

STNK BE 8317 Tr NK mhihB41126K- 545605 NS hB41E- 1559036 aN FiraNdi wN STNK BE 4054 TF NK mhijFS110FK- 050197 NS jFSiE- 1048298 aN aguS priaNTo STNK BE 8185 lu NK mhijFS11XFK- 098659 NS NS jFSiE- 1096756 aN mEgawaTi STNK BE 6872 lu NK mhijBNr115EK025033 NS jBN1E- 1025025 aN SiSwoYo STNK BE 5670 lu NK mhijFp116FK- 137115 NS jFpiE- 1126170 aN SarmoKo adi STNK BE 4050 TE NK mhijFr113FK- 109249 NS jFriE- 1106387 aN ErliS STNK BE 4674 Qi NK mh35d9205cj- 722851 NS 5d9- 1722740 aN SuraTmaN STNK BE 3137 Tg NK mhijFp112FK- 780531 NS jFp1E- 1770349 aN BarSih


10

NOMOR 718/ KAMIS, 20 OKTOBER 2016

Telkomsel Curangi Konsumen BANDARLAMPUNG, FS—Buruknya sinyal dan pelayanan Telkomsel khususnya bagi warga Bandarlampung sangat disayangkan. Pasalnya Telkomsel merupakan perusahaan terbesar dan tertua dibidang jaringan seluler. Dengan usia yang cukup matang, seharusnya kualitas jaringan sudah baik dan minim kesalahan yang berdampak pada kerugian para penggunanya. Salah satu pengguna atau konsumen produk tersebut ialah Rasyid, warga yang tinggal di daerah Kecamatan Rajabasa ini mengaku sering dirugikan oleh Telkomsel lantaran pulsa di nomor ponselnya masih ada, namun saat ingin melakukan panggilan, pulsa tersebut tidak bisa digunakan. Kepada Fajar Sumatera Selasa (18/10) dia menceritakan, saat akan menelpon terdengar suara seorang wanita/biasa disebut dengan veronica yang berasal dari mesin penjawab otomatis dari operator tersebut yang mengatakan bahwa pulsanya tidak mencukupi. “Saya mau nelpon kok aneh tau-tau pulsanya tidak mencukupi padahal baru saja ngisi pulsa. Pas Saya cek masih ada Rp11 ribu,” kata Rasyid seraya kesal dengan ulah Telkomsel. Dia menambahkan, kesalahan operator ini sudah sering terjadi, terkadang ada keinginan untuk mengganti atau beralih ke operator lain yang menurut teman-teman jauh

lebih baik. Rudi, salah satu warga Jagabaya II yang juga merupakan pelanggan setia operator tersebut mengatakan, bahwa pernah dirugikan oleh jaringan Telokmsel. Ia pernah mendaftar paket nelpon murah seharga Rp2500 ke sesama operator mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB. Namun sebelum batas waktu habis yakni jam 5 sore, pulsa utama ponselnya sudah terkuras. “Pulsa Saya baru ngisi Rp10 ribu, terus saya ikut paket nelpon murah seharga Rp2500 yang berlaku untuk sesama Telkomsel sampai jam lima sore, tapi belum saja jam 5, pulsa utama saya sudah terpotong sampai habis,” ujarnya dengan nada sebal. Sebelumnya, Fajar Sumatera sempat mengkonfirmasi dengan pihak Telkomsel, juga telah menayangkan berita terkait keluhan warga yang merasa terganggu dengan SMS promo, namun beberapa kali dihubungi tidak ada tanggapan dari operator jaringan tersebut.(IH)

7.000 Desa Bakal Naik Kelas JAKARTA, FS—Pemerintah menargetkan sebanyak 7.000 desa di Indonesia naik kelas dari level tertinggal menjadi berkembang. Selanjutnya pada 2019, bisa dikategorikan sebagai desa mandiri. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani mengatakan, salah satu cara untuk bisa merealisasikan target tersebut adalah melalui dana desa. Pemerintah, kata dia, terus melakukan evaluasi dan mengawasi terkait target besar pemerintah meningkatkan level desa tertinggal di Indonesia. "Targetnya 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang dan 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri. Ini target di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019," kata Puan usai Rakor Pelaksanaan Undang-undang (UU) Desa di kantornya, Jakarta, Rabu (19/10). Pemerintah juga harus memastikan pemenuhan standar minimum desa, seperti ketersediaan pelayanan dasar contohnya sanitasi dan air bersih. Pada 2017, ada road map berkaitan dengan desa yang harus dikembangkan supaya lebih maju sehingga dapat menunjang perekonomian nasional. “Harapannya seluruh desa di Indonesia menjadi desa mandiri yang punya kegiatan ekonomi baik dan membantu pengentasan kemiskinan," ucap Puan. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah berupaya menurunkan jumlah desa tertinggal di Indonesia. Jumlah desa tertinggal di Tanah Air mencapai 26 persen dari total desa. Sebesar 60 persen berada di kawasan Timur Indonesia. "Desa tertinggal ini punya kemiskinan yang serius, di mana mayoritas penduduknya miskin, belum ada kemandirian ekonomi yang artinya sumber daya alam dan lingkungan hidup tidak terkelola dengan naik, dan jeleknya atau kurangnya akses pelayanan dasar," jelas dia. (*)

Rp46,98 Miliar Bakal Guyur Desa JAKARTA, FS—Pemerintah akan kembali mengucurkan dana desa tahap kedua pada Oktober 2016. Total alokasi anggarannya mencapai Rp 46,98 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 dengan rincian tiap desa akan menerima rata-rata Rp 1,15 miliar. Menko PMK Puan Maharani mengatakan, pemerintah tengah mengeksekusi penyaluran dana desa tahap kedua untuk 74.954 desa di seluruh Indonesia. Dana desa tahap pertama sudah disalurkan pada Maret 2016 sebesar 60 persen dari total anggaran Rp 46,98 triliun. Sementara sisanya di tahap kedua. "Oktober ini, dana desa akan disalurkan lagi karena sekarang dalam proses. Semua penyaluran sudah sesuai dengan yang ditargetkan," kata Puan saat Konferensi Pers di kantornya, Rabu (19/10). Pemerintah, lanjutnya, akan menetapkan fokus penyaluran dana desa di tahun depan, apakah tetap fokus pada pembangunan atau untuk pemberdayaan desa. Puan mengharapkan, penggunaan dana desa dapat menanggulangi kemiskinan, penciptaan kesempatan kerja di desa. (*)

IST

Bupati Lampung Tengah Mustafa memimpin dialog bersama para petani singkong. Disaksikan puluhan petani singkong, Mustafa menandatangi surat bernomor 500/1557/05/2016 untuk dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo. Surat tersebut berisi permohonan kepada Presiden agar pemerintah menghentikan impor singkong dan segera menaikkan harga singkong lokal maupun nasional.

Mustafa dan Petani Singkong Siap Temui Presiden L AMPUNGTENGAH, FS— Menyikapi harga singkong yang tak kunjung stabil dari level terendah Rp560 per kg, Bupati Lampung Tengah Mustafa tak tinggal diam. Kemarin, Rabu (19/10), Mustafa ikut melayangkan surat kepada Presiden Jokowi meminta harga singkong bisa dinaikkan. Disaksikan puluhan petani singkong di Lampung Tengah, surat bernomor 500/1557/05/2016 ini ditandatangani langsung oleh bupati. Surat tersebut berisi permohonan kepada Presiden agar pemerintah menghentikan impor singkong dan segera menaikkan harga singkong lokal maupun nasional. Dalam surat tersebut, Mustafa juga memaparkan bahwa Lampung Tengah adalah wilayah dengan komoditas penghasil singkong terbesar di Indonesia dengan luas

79.805 hektare dengan total produksi yang mencapai 2,4 juta ton. Mustafa mengaku siap memperjuangkan nasib petani singkong langsung ke Presiden bila surat permohonan kenaikan harga singkong tersebut tidak ditanggapi. Pihaknya akan mengajak perwakilan petani singkong bertemu langsung dengan Presiden. “Jika harga singkong tak kunjung naik, malam Jumat nanti saya siap memfasilitasi para petani singkong di Lampung Tengah untuk bertemu langsung dengan presiden. Demi aspirasi rakyat, saya siap memperjuangkan sampai titik penghabisan,” pungkas Mustafa. Mustafa mengatakan, dengan turunnya harga singkong dari semula Rp1.200/kg menjadi Rp560/ kg ditingkat pabrik atau Rp450/kg pada tingkat petani, tentunya sangat merugikan petani. Sedikitnya petani

telah kehilangan pendapatan Rp1,2 triliun per tahun dari anjloknya harga singkong. “Jika diasumsikan dengan jumlah petani 100.000 kepala keluarga, maka masing-masing kepala keluarga telah kehilangan penghasilan Rp12 juta per musim tanam. Wajar jika petani kami resah. Untuk itu hari ini (kemarin) saya melayangkan surat untuk Presiden Jokowi meminta agar impor dihentikan dan singkong dinaikkan,” tegas Mustafa. Menurut dia, pemerintah pusat perlu mengkaji ulang kebijakan impor yang telah dilakukan, khususnya jika menyangkut kesejahteraan petani. “Kebijakan impor seharusnya mengarah pada keberpihakan petani. Bukan sebaliknya merugikan petani. Saya minta pemerintah menghapus kebijakan impor yang

merugikan petani. Saya juga meminta kepada Presiden agar dapat mengabulkan permohonan dari surat yang saya sampaikan. Kami ingin harga singkong dinaikkan,” ujarnya. Untuk diketahui, harga singkong dalam beberapa bulan terakhir terus merosot tajam. Kondisi ini membuat petani setempat menjerit. Aswin, salah satu petani Lamteng mengatakan, harga singkong saat ini berada pada level terendah Rp550 per kg. Harga ini masih dipangkas lagi 17 persen untuk ongkos cabut dan muat singkong. "Jadinya bersih uang yang kita terima kira-kira Rp300 x 20 ton = Rp6 juta per hectare. Biaya yang sudah dikeluar kan Rp7 juta buat perawatannya. Tentunya ini merugikan petani. Untuk itu saya harap pemerintah bisa turun tangan," tuturnya.(*)

Program CSR TDM Peduli Pendidikan BANDARLAMPUNG, FS—PT. Tunas Dwipa Matra bekerjasama dengan dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yakni SMK Negeri 3 Kotabumi mengadakan seminar pengembangan kurikulum di sekolah tersebut. Acara dihadiri oleh Suwandi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, Kepala Bidang Dikmen Dinas Dikpora Tri Wahyu Handoyo, Perwakilan dari PT. Astra Honda Motor dan perwakilan dari PT. Tunas Dwipa Matra yang secara langsung ikut menandatangani piagam MoU antara SMK & Honda sekaligus meresmikan workshop teknik sepeda motor di SMKN 3 Kotabumi dan di SMK PGRI Pasir Sakti Lampung Timur yang diikuti oleh Kepala Sekolah SMK Se-Lampung. Sebelumnya, main dealer resmi sepeda motor tersebut juga telah bekerjasama dengan 13 SMK Binaan Honda di Lampung, kegiatan itu merupakan program nasional PT. Astra Honda Motor yang bekerjasama dengan PT. Tunas Dwipa Matra. Sebagai salah satu tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan. Manager TSD (Technical Service Departemen) TDM Adi Chanserrio mengatakan, kegiatan ini di latar belakangi oleh tanggung jawab sosial perusahaan dan juga melihat prospek tingkat kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kemampuan yang baik di bidang otomotif, khususnya

IHAN APRIYADI

Teknik Sepeda Motor. Sehingga kedepannya dapat mendukung SMK melahirkan siswasiswa terampil agar siap bersaing mengisi kebutuhan tenaga kerja industri kendaraan roda dua. AHM secara aktif telah memulai program KTSM Honda ini sejak 2009. Program ini dilaksanakan dengan menyusun silabus khusus yang bisa diimplementasikan di tingkat SMK, yang dilanjutkan dengan penyiapan sarana fisik, berupa alat praktik dan laboratorium di sekolah-sekolah yang terpilih. “Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Lampung,

setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini akan ada program lanjutan seperti meningkatkan kompetensi guru dan siswa serta update teknologi karena kurikulum yang berjalan sejak tahun 2009 dan akan terus berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi khususnya Honda.” Kepala Sekolah SMK PGRI Pasir Sakti Lampung Timur Bapak Agus Sugiharto,S.Pd.M. Si mengatakan melalui program ini pihaknya memiliki tanggung jawab yang kuat sehingga siswa binaan Honda memiliki kemampuan yang baik. Sementara itu Ibu Dra.

Hj. Sri Mulyani, MM selaku Kepala Sekolah SMKN 3 Kotabumi berharap melalui kegiatan ini nantinya setelah para siswa tamat dari sekolah dapat langsung bekerja di industri sepeda motor. Sejak tahun 2012 hingga 2016, TDM telah bekerjasama dengan 19 SMK Binaan di Lampung antara lain SMKN 2 Bandar Lampung, SMK Kasgoro, SMKN 1 Padang Cermin, SMK Widya Yahya Gading Rejo, SMK Nusantara Kota Bumi, SMK Muhammadiyah Tumijajar, SMKN 5 Bandar Lampung, SMKN 1 Tanjung Raya, SMKN 1 Pagar Dewa, SMK Muhammadiyah Gunung Agung, SMK MAARIF

NU 1 Purbolinggo, SMK Negeri 2 Kalianda, Lampung Selatan, SMK Negeri 1 Seputih Agung, Lampung Tengah, SMKN 3 Kotabumi, SMK Muhammadiyah Abung Semuli, SMK Negeri 1 Krui dan SMK Negeri 1 Merbau Mataram, SMK PGRI Pasir Sakti dan SMK Darusy Syafa'ah Kota Gajah. Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari sekolah dan dinas pendidikan kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulang Bawang, Lampung Barat dan Lampung Utara, karena sangat membantu siswa untuk terampil dan siap bekerja. Selain penandatanganan MoU, TDM juga menghadirkan layanan service ekonomis senilai 25 ribu untuk pengendara sepeda motor Honda yang hadir dalam kegiatan ini. service ekonomis ini mulai beroperasi pada pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore. Kegiatan ini digelar oleh AHASS Bintang Mulia Jaya di SMK PGRI Pasir Sakti Lampung Timur pada hari Rabu, 19 Oktober 2016. Servis ekonomis ini tetap menjamin kualitas service dan pelayanan yang memanjakan konsumen karena ditangani oleh mekanik handal yang sudah tersertifikasi. Melalui kegiatan ini di harapkan pula dapat memberikan pelayanan spesial kepada konsumen Sepeda Motor Honda di daerah Lampung khususnya kecamatan Kalianda dan sekitarnya yang turut hadir dalam kegiatan ini.(IH)

Gubernur Doa Bersama Minta Kejayaan Pertanian LAMPUNGTIMUR, FS— Selain menyurati Presiden Joko Widodo terkait penurunan drastis harga singkong, Gubernur Lampung Ridho Ficardo juga mengajak 4000 masyarakat untuk berdoa bersama demi kelancaran pembangunan dan kejayaan pertanian di Provinsi Lam-

pung. Acara digelar di Pesantren Darul Ma'arif, Lampung Timur, Selasa malam (19/ 10). Ridho menuturkan, terkait anjloknya harga singkong, beberapa pekan lalu pihaknya telah melayangkan surat kepada Presiden yang meminta agar kebijakan impor

singkong dihentikan dan harga singkong petani lokal bisa kembali stabil. "Alhamdulillah saat ini pertumbuhan kita terbaik di Sumatera dan pertanian kita sangat meningkat. Namun ada beberapa sektor hasil kebun dan tani yang harganya turun seperti singkong. Saya

sudah menyurati Pemerintah Pusat, salah satunya untuk menahan impor singkong, agar harga tidak jatuh. Disamping itu mari kita berdoa untuk pertanian Lampung, agar hasil tani yang meningkat dibarengi dengan penghasilan yang juga meningkat," kata Ridho.

Selain doa bersama untuk Provinsi Lampung, acara juga sekaligus memperingati hari jadi pesantren tersebut. Dihadiri 4000an masyarakat baik santri maupun masyarakat sekitar. Selain itu, hadir pula Kiyai Ahmad Muzakhi dari Jawa Timur yang memimpin doa.(RA)


11

NOMOR 718/ KAMIS, 20 OKTOBER 2016

Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Mayor Jendral TNI Purwadi Mukson, S.IP (tengah), Bupati Lampung Selatan, Dr.H.Zainudin Hasan, M.Hum (kanan) dan Danrem saat pemotongan pita dalam peresmian jembatan yang menghubungkan Desa Fajar Baru dan Desa Karang Anyar.

Program TMMD ke-97 Tahun Berlangsung Sukses KALIANDA—Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-97 tahun 2016 akhirnya rampung dan berjalan dengan sukses. Program yang dikerjakan oleh jajaran Kodim 0421/LS yang melibatkan semua element itu, ditutup dengan upacara yang digelar di Lapangan Desa Karang Anyar Kec. Jati Agung, Rabu (19 /10). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Mayor Jendral TNI Purwadi Mukson, S.IP yang merupakan mantan Panglima Komando Daerah Militer (PANGDAM) II/Sriwijaya. Penutupan TMMD di wilayah Kodim 0421 Lampung Selatan ini diakhiri dengan Penandatangan Hasil Laporan Satgas TMMD oleh Bupati Lamsel dan Dandim 0421 Lamsel disaksikan oleh Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat Mayor Jendral TNI Purwadi Mukson, S.IP. Penutupan program juga ditandai dengan peresmian jembatan yang menghubungkan Desa Fajar Baru dan Desa Karang Anyar dengan pemotongan pita. “Kegiatan TMMD yang dilakukan Kodim 0421 Lamsel ini sangatlah luar biasa, meskipun nilainya kecil tapi bagi masyarakat sekitar itu merupakan suatu dambaan karena selama ini dua desa tersebut terputus,” kata Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat Mayor Jendral TNI Purwadi Mukson, S.IP. Meski begitu, kata dia, buah hasil kegiatan TMMD ini tidak boleh berhenti ditempat dan harus dilakukan follow up dari Pemerintah Lampung Selatan untuk melanjutkan pembangunan. Bupati Lampung Selatan Dr.H.Zainudin Hasan, M.Hum, pun mengapresi kegiatan tersebut karena menurut orang nomor satu di Lampung Selatan ini dengan dana yang kecil bisa menghasilkan se-

suatu yang besar. “Masyarat di dua desa ini sangat senang karena sejak tahun 80 hingga tahun 2016 baru ada jembatan penghubung, dengan dana yang kecil bisa menghasilkan yang besar. Untuk itu Pemerintah Daerah Lampung Selatan akan meningkatkan 5 kali dari anggaran sebelumnya. Selanjutnya Pemerintah Daerah Lamsel bekerjasama dengan TNI, akan ada kegiatan karya bakti yang bisa setiap saat bisa dilakukan karena TMMD hanya bisa dilakukan 2 tahun sekali,” ungkap Zainudin. Sementara itu, Dandim 0421/LS Letkol Arm Untoro Hariyanto, mengaku bangga bisa menyukseskan pembangunan yang memang merupakan harapan masyarakat Desa Karang Anyar dan Desa Fajar Baru Kecamatan Jatiagung Lampung Selatan. “Saya sangat bangga dan bersyukur bisa mewujudkan harapan masyarakat dua desa tersebut. Apalagi, ini memang menjadi dambaan masyarakat sekitar selama puluhan tahun,” ujarnya. Sebagai informasi, program TMMD sudah berjalan lebih kurang satu bulan lamanya sejak 20 September 2016. Para prajurit, pemkab dan segenap komponen masyarakat telah bekerja sama dengan penuh kebersamaan dengan dilandasi semangat kegotongroyongan dan kemanunggalan menyelesaikan program TMMD ke-97 ini. Kebersamaan ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa, termasuk membantu pemkab dalam menyiapkan dan memperbaiki infrastruktur serta mengakselerasi program pemda yang sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama. Dalam amanatnya, Kepala Staf Angkata Darat, Jendral TNI Mulyono selaku Penang-

gung Jawab Operasional TMMD yang dibacakan Danpusterad menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak dan elemen masyarakat yang telah membantu secara moril dan materiil daam pembangunan. “Karena berkat kerja keras dan kesungguhan dari semua unsur, kegiatan TMMD ke-97 ini dapat terselenggara dengan aman dan lancar sesuai yang telah direncanakan sebelumnya,” tuturnya. Pada TMMD ke-97 tahun 2016 ini telah menyelesaikan sebanyak 165 sasaran fisik berupa pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah kodam di seluruh Indonesia. Diantaranya ialah pembangunan sarana transportasi berupa pembangunan jalan baru, pembuatan jalan macadam, rabat jalan, peningkatan jalan, betonisasi jalan, semenisasi serta penimbunan, pelebaran dan pengerasan jalan. Selain itu, TMMD tahun ini juga melaksanakan pembangunan infrastruktur lainnya yaitu pembuatan dan rehab jembatan, pembuatan tanggul dan gorong-gorong, pembangunan halte, pembuatan pos kamling, pembuatan sarana olah raga, serta renovasi dan pembangunan rumah ibadah serta sekolah. Termasuk juga pembangunan sarana sanitasi dan pusat-pusat kegiatan masyarakat. Disamping sasaran fisik tersebut di atas, TMMD juga telah menyelesaikan sasaran non-fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang bela negara dan ketahanan nasional. Pembangunan nonfisik ini sangat dibutuhkan dalam rangka memelihara dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat dalam menangkal berbagai ancaman disintegrasi bangsa yang dilancarkan melalui proxy war, berupa maraknya pereda-

ran dan penyalahgunaan narkoba, masih eksisnya bahaya terorisme, meningkatnya aksi kriminalitas secara kualitas dan kuantitas, serta isu bangkitnya kembali komunisme. “Oleh karenanya TMMD ini adalah salah satu upaya TNI AD dalam memperkuat dan memberdayakan ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah,” tukasnya. Diakhir amanatnya, Kasad menyampaikan permohonan maafnya apabila dalam pelaksanaan TMMD ke-97 ini, terdapat tutur kata dan tingkah laku para prajurit, yang tidak berkenan di hati masyarakat, baik disengaja maupun tidak, Kasad memohon maaf yang sedalamdalamnya. Usai membacakan amanat Kasad, Danpusterad melepas tanda pendukung TMMD yang dawakili dari 1 orang dari TNI, 1 orang dari POLRI dan 1 orang dari masyarakat dan tak lupa pula Danpusterad mengucapkan terimakasihnya kepada Bupati Lampung Selatan DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum, beserta stafnya yang telah membantu TMMD yang ke-97 ini baik materi maupun moril, sehingga dalam pelaksanaan TMMD ini dapat berjalan dengan sukses. Danpusterad beserta Bupati Lampung Selatan langsung meninjau pos kesehatan dan meresmikan penggunaan jembatan penghubung dua desa yang dibangun pada kegiatan TMMD Ke-97. Hadir pada acara penutupan TMMD yang ke-97 Th. 2016 Bupati lamsel DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum, Gubernur Lampung diwakili Staf Keskangpol Prov Lampung, Danlanal Lampung,Kapolres Lamsel, Para Dandim Jajaran Korem 043/Gatam, Dan/Ka/Pa Satdisjan Jajaran Korem 043/ Gatam, Para Kasi8 Korem 043/Gatam, dan Unsur Forkopimda Kab Lamsel. (ADV)

Penyerahan foto album kegiatan pembangunan TMMD pembangunan Jembatan desa Karang Anyar dan Fajarbaru.


12

NOMOR 718/ KAMIS, 20 OKTOBER 2016

Aurelie Moeremans Cerita Besambung Belum Puas SEBAGAI pemain film, begitu banyak peran yang sudah dimainkan oleh aurelie moeremans. apalagi, dia juga baru saja menyelesaikan film terbarunya berjudul gELaS gELaS KaCa. Di film tersebut dia berperan sebagai seorang wanita penderita disabilitas. merasa masih belum puas, ternyata masih banyak peran yang ingin dimainkan oleh kekasih penyanyi marcello tahitoe itu. gadis 23 tahun itu mengaku ingin sekali memerankan seorang yang jiwanya terganggu. “aku pengen banget punya peran psyscho, yang aneh banget. aku pengen banget. menantang banget sih. Dari dulu aku memang suka yang aneh-aneh, gambar juga gitu. tapi aku normal kok hahaha. Emang suka yang sadis-sadis filmnya,” kata aurelie di XXi Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (18/10). aurelie moeremans tak membantah kalau seleranya memang sedikit berbeda. berbeda dari kebanyakan cewek, ia justru kurang suka dengan film bergenre romantis. Dia mengaku main di film romantis membuat dirinya mengantuk. “Selera aku memang rada aneh. Kalo romantis doang, aku ngantuk. Kalo yang sadis kan kayak gitu, jijik tapi seru,” tambahnya. Lalu apakah aurelie moeremans bisa dibilang merupakan seorang cewek yang pemberani gara-gara seleranya itu? “Lumayan pemberani. tapi kalo setan, nggak main-main yah,” tutupnya. (KPL)

Negarabatin Udo Z Karzi

50

“Yung, sekam lagi barak jagung. ija duma ngakuk jagung,” Pakbalak Rusdi ngurau uyung. Pak mesurok, uyung nimbal, “Yu, Lak.” Kidang uyung malah siap-siap aga midor main jama kantek-kantekni. makni, Zanaha langsung cawa, “api surokmu, Yung. mit niku nutuk Pakbalakmu, sejaran neram dapok nyecas jagung. niku gering muneh kik tisani perkedel.”

mak dapok mak, uyung nutuk Pakbalak Rusdi. Kidang, temon muneh api sai diucakko makni. masa kik rejeki malah titulak. mak kasi. Kak aga buka atawa kak aga nayuh, reno muneh. Sai ngedok sabah atau bidok, risok ngurau minak muari melawai atau belangok. “Yung, jemoh neram belangok di sabah Halian Rubok. Ratong niku ya barong bakmu,” ani tamong Sahru. Kik barong bakni, uyung aga. Kidang kik mawat, uyung mesurok

muneh. api bang ia ingkah jadi kelalanganni sai bareh riya. uyung mak menalom ninjuk iwa kak melawai sa. Sai bareh mansa iwa mas, iwa kalang atawa iwa habuan, iwa di sabah sai waini tilangokko kidang mak nihan dapok ditinjukni. Kesol uyung. “ai… kidah,” ani uyung. “ngapi, Yung?” mamak mursal ngeluleh. “iwani periyal-riyal. Susah ninjukni,” ani uyung luwot. mamak mursal lalang. “ija Yung, kulajar ninjuk iwa,” ani mamak mursal. uyung meredik jama mamak mursal. “Cuba liak carani… Cuba liyak. Kakap pai litak-litak inji, sepok kintu iwa segok di lomni… na, udi merebos-merebos tandani wat iwa habuan. Pikko culukmu dija, sai lagi dija… redikko… hupp… na, dacok habuanni,“ mamak mursal cawa pepelegohan sambil culuk beguai sampai

dapok ninjuk iwani. “Reno ya mamak?” uyung ngeliak injuk mudah nangkok iwa. “naiya. tanno, cuba pai niku,” cawa mamak mursal. “Yu, mamak…,” uyung yakin dapok. turun diguaikoni, santor lucuk iwa jak culukni kik pak iwani adu kecancan jama ia. Risok wat pak iwa sai nerak uyung, kidang pagun uyung mak dapok ninjukni. Senemon nyuba ninjuk iwa, riya muneh mak ketinjuk juga iwani. Huupp, akherni dapok juga uyung ninjuk iwa habuan. iwa di sabah sangon melamon do. Di hantara iwa sai dapok ditinjuk uyung, wat sai dapok ditinjukni layin ulehni nalomni uyung melawai, kintu iwani sai ratong sampai diilikko uyung mak sengaja. adu wat di cukutni, uyung tinggal ngakuk pakai culukni. Wat Sambunganni...

FAJAR SUMATERA l KAMIS 20 OKTOBER 2016  

BERANI TANPA KOMPROMI

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you