Issuu on Google+

KABAR GENERASI SULAWESI BARAT

www.generasi.web.id w w w.g sc sulbar.web.id email gsc.sulbar@ymail.com twitter @gsc_sulbar

Buletin Program Generasi Sehat dan Cerdas Provinsi Sulawesi Barat

RAKOR I TAHUN 2016

GSC SULBAR PERKUAT KOORDINASI LINTAS SEKTOR

PAUD GENERASI CERDAS DESA

Membangun Generasi Cerdas Desa Melalui PAUD Berkualitas

GELIAT GSC di PROVINSI MALA’BI

edisi I 2016


DARI REDAKSI Masih dalam suasana semarak Kemerdekaan RI yang ke 71 buletin Kabar Generasi Sulbar hadir sebagai representase kegiatan yang digelar oleh Satker Generasi Sehat dan Cerdas BPMPD Provinsi Sulawesi Barat dan pelaksanaan program Generasi Sehat dan Cerdas di Provinsi Mala’bi, Provinsi Sulawesi Barat. Edisi I Kabar Generasi Sulbar ini hadir sebagai wadah penyebarluasan informasi seputar pelaksanaan program Generasi Sehat dan Cerdas, capaian dan perkembangan program ke depan. Dalam edisi ini berbagai cerita - cerita lapangan dan pengembangan program Kami ketengahkan sebagai informasi kepada masyarakat, pemerintah, media dan seluruh pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam upaya membangun generasi sulbar yang malaqbi, generasi yang sehat dan cerdas.

03

FOKUS Bangun Generasi Malaqbi Sulawesi Barat melalui GSC

09. IMPLEMENTASI GSC TAHUN 2016

CERITA SUKSES DAN INSPIRATIF 14. TANGISAN SI KEMBAR KINI BERUBAH MENJADI SENYUM KECERIAAN

15. REDAKSI :

Harapan di Lembah Ratte

PELINDUNG Gubernur Sulawesi Barat Wakil Gubernur Sulawesi Barat Sekda Provinsi Sulawesi Barat

16.

PENASEHAT Kepala Badan Pemberdayaan dan Pemerinatah Desa

07. PELATIHAN PENYEGARAN FASKAB FASKEU DAN FK TAHUN 2016

13. PAUD GENERASI CERDAS DESA RAPAT KOORDINASI PILOT PAUD GENERASI CERDAS DESA KABUPATEN MAMUJU TAHUN 2016

17. BERBAGI PENGALAMAN

Almidaya, SEUTAS SENYUM DIWAJAH GENERASI

PENANGGUNG JAWAB PPK GSC Provinsi Sulawesi Barat PEMIMPIN REDAKSI PPTK GSC Sulawesi Barat KONTRIBUTOR Konsultan GSC Sulbar Fasilitator GSC Sulbar KPMD, Pendamping Lokal, PK GSC Sulbar LAYOUT GRAFIS Heriadi Ferdiansyah KANTOR BPMPD Provinsi Sulawesi Barat Kompleks Kantor Gubernur Mamuju Konsultan Manajemen Provinsi Jl. Umar Dar BTN Axuri Mamuju E-mail. gsc.sulbar@ymail.com

2

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

10

08

PAUD GENERASI CERDAS DESA

RAPAT KOORDINASI PROVINSI

Program Generasi Sehat dan Cerdas meluncurkan kegiatan pilot PAUD di lokasi GSC untuk membangun PAUD yang berkualitas

Gelar Rapat Koordinasi Provinsi I tahun 2016 Satker Provinsi Sulawesi Barat perkuat koordinasi lintas sektor.


GSC

SAMBUTAN KABAN

Dr. JUNDA MAULANA, M.Si

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Sulawesi Barat

D

engan memanjatkan Puji Syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas rahmat petunjuk dan hidayahnya sehingga tersusunnya Bulletin Edisi I (pertama) ini yang berisi informasi dan Data Keberhasilan Program Generasi Sehat dan Cerdas di Provinsi Sulawesi Barat. Deklarasi Milenium yang merupakan kesepakatan para Kepala Negara dan perwakilan dari 189 negara dalam sidang Persatuan Bangsa-Bangsa di New York pada bulan September 2000 menegaskan kepedulian utama masyarakat dunia untuk bersinergi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals-MDGs) pada tahun 2015. Tujuan MDGs menempatkan manusia sebagai Subjek utama pembangunan yang mencakup semua komponen kegiatan yang tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Antara lain upaya Pemerintah Indonesia untuk mensukseskan komitmen Global tersebut adalah dengan menguatkan kembali program-program penanggulangan kemiskinan yang telah ada sebagaimana yang masih eksis di Provinsi Sulawesi Barat sejak tahun 2012 sampai dengan saat ini (Tahun 2016) adalah Program Pemberdayaan Masyarakat Pelayanan Sosial Dasar Generasi Sehat dan Cerdas yang dahulu di kenal dengan nama PNPM Generasi. Di era Pemerintahan Jokowi-

JK dengan Nawa Citanya, beberapa aspek rancangan program dimodifikasi untuk mencerminkan prioritas Pemerintah Indonesia yang selalu berkembang. Pemerintah Indonesia menempatkan prioritas pembangunannya antara lain di Bidang Kesehatan; perbaikan nutrisi ibu dan anak untuk mengurangi angka kematian Ibu melahirkan, penurunan angka kematian bayi dan kelahiran bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) serta bayi lahir pendek (Stunting). Program Generasi Sehat dan Cerdas juga bertujuan meningkatkan pemenuhan permintaan masyarakat akan layanan-layanan kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan partisipasi para pengasuh/ perawat baik pria maupun wanita di kelas-kelas kehamilan dan nutrisi. Dan secara bersamaan Pemerintah Indonesia juga melakukan sejumlah intervensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi Masyarakat, berupa; penyelenggaraan pelatihan bagi para petugas kesehatan dan kader kesehatan unsur masyarakat; penyediaan mikronutrien dan peralatan pengukuran tinggi badan; kampanye komunikasi; dan program sanitasi yang tentunya dijalankan sendiri oleh masyarakat.

sekolah untuk menyelesaikan pendidikan dasar SD/SMP atau sederajat. Dan Pada Tahun ini (2016) GSC ikut serta mengintervensi pengembangan pendidikan anak usia dini yang terintegrasi, melalui kegiatan Paket Pelatihan Guru PAUD Generasi Cerdas Desa. Program GSC selama ini telah berupaya mempengaruhi cara pandang pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan di bidang pendidikan dan kesehatan yang dilakukan melalui mekanisme pemberdayaan masyarakat. Seiring dengan kondisi yang ada, GSC masih sangat membutuhkan dukungan yang maksimal dari dinas penyedia layanan terkait. Karena disadari bahwa keberhasilan pelaksanaan program tidak mungkin tercapai tanpa adanya dukungan dan kerjasama yang baik antara pelaksana program dengan dinas penyedia layanan (supply side). Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan sebagai publikasi dan informasi kepada masyarakat semoga bermanfaat. Kepada berbagai pihak yang telah membantu penyelesaian Buletin ini kami ucapkan terima kasih. Mamuju, 10 September 2016

Adapun di Bidang Pendidikan program GSC telah berupaya meningkatkan angka partisipasi murni (APM) dengan cara mempermudah akses layanan pendidikan dasar termasuk bagi anak berkebutuhan khusus dengan menggerakkan anakanak putus sekolah atau belum

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

3


GSC

FOKUS

BANGUN GENERASI MALA’BI SULAWESI BARAT MELALUI

GENERASI SEHAT dan CERDAS (GSC)

P

emerintah Indonesia bertekad untuk mencapai tujuan pembangunan milenium atau lebih dikenal dengan Millenium Development Goals (MDGs) melalui penguatan atau perancangan kembali program-program penanggulangan kemiskinan yang telah ada. Rendahnya tingkat kesehatan dan pendidikan pada rumah tangga miskin merupakan tantangan utama yang harus dihadapi Indonesia dalam memenuhi MDGs tersebut. Melalui program pemberdayaan masyarakat, diharapkan akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan milenium, di antaranya: peningkatan pendidikan dasar, pengurangan angka kematian bayi dan balita, peningkatan kesehatan ibu atau pengurangan angkat kematian ibu melahirkan, kesetaraan gender dan pengurangan penduduk miskin dan kelaparan. Mulai 2007, Pemerintah Indonesia mencanangkan program nasional dalam rangka melanjutkan dan mengembangkan gerakan penanggulangan kemiskinan yang disebut dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri). Pengalaman dari PPK (Program Pengembangan Kecamatan) dan PNPM Mandiri menunjukkan bahwa isu kesehatan ibu-anak dan pendidikan dasar merupakan masalah yang selalu dihadapi masyarakat miskin. Olehnya dalam rangka mengatasi dan mengembangkan kegiatan masyarakat dilaksanakan program khusus bagi peningkatan kualitas kesehatan ibuanak dan pendidikan dasar melalui PNPM Generasi yang kemudian berganti nama menjadi Generasi Sehat dan Cerdas. Melalui program ini, diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan dan mendorong terciptanya generasi yang sehat dan cerdas di Indonesia. Generasi Sehat dan Cerdas memiliki 12 Indikator keberhasilan yang diukur melalui nilai capaian minimum keberhasilan untuk melihat seberapa jauh tingkat pencapaian masyarakat desa dalam memenuhi seluruh indikator keberhasilan program, baik bidang kesehatan 4

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

ibu dan anak maupun bidang pendidikan dasar dan menengah pertama, mulai tahun 2014 Generasi Sehat dan Cerdas mendapat tambahan dana hibah dari Millenium Challenge Corporate (MCC) untuk issu reduce stunting melalui pendekatan kegiatan peningkatan gizi. Tujuan Program   Tujuan umum Mendorong partisipasi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan atau kelompok perempuan, dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian pembangunan serta mendorong kemandirian masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan. Tujuan khusus a) Mempermudah akses layanan kesehatan ibu dan anak terutama untuk intervensi periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) khususnya kepada kelompok masyarakat miskin dan terpinggirkan; b) Mempermudah akses layanan pendidikan dasar termasuk bagi anak berkebutuhan khusus dan mendorong anak-anak putus sekolah atau belum sekolah untuk menyelesaikan pendidikan dasar SD/SMP atau sederajat serta pengembangan anak usia dini yang terintegrasi.


GSC

FOKUS

Provinsi Sulawesi Barat menjadi lokasi program Generasi Sehat dan Cerdas mulai tahun 2012 dengan jumlah lokasi sebagai berikut :

Alokasi pagu BLM Kegiatan, DOK Perencanaan dan DOK Pelmas Generasi Sehat dan Cerdas Provinsi Sulawesi Barat, tahun anggaran 2012 s.d. 2016, adalah sebagai berikut :

Pada tahun 2015 terdapat penambahan jumlah kabupaten sebagai imbas dari pemekaran wilayah Kabupaten Mamuju yang dimekarkan menjadi Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah.

ALOKASI DANA

Grafik Alokasi PAGU PNPM Generasi Provinsi Sulawesi Barat T.A. 2012 s.d. 2015

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

5


GSC

FOKUS

PENGGUNAAN DANA BLM Berdasarkan hasil penetapan kegiatan di tingkat desa, sejumlah kegiatan telah ditetapkan oleh masyarakat untuk dilaksanakan yang mencakup kegiatan kesehatan dan pendidikan. Kegiatan-kegiatan yang terpilih adalah kegiatan untuk mendukung pencapaian 12 indikator keberhasilan Generasi Sehat dan Cerdas. Beragamnya kegiatan menggambarkan bahwa

prinsip-prinsip program seperti partisipatif, keberpihakan kepada perempuan dan kepada masa depan anak-anak, keberpihakan kepada orang miskin dan desentralisasi dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat dan Kader Desa dapat menjalankan proses fasilitasi dan pendampingan kepada masyarakat. 12 INDIKATOR KEBERHASILAN GENERASI SEHAT DAN CERDAS Setiap ibu hamil diperiksa oleh bidan, minimal 4 kali pemeriksaan selama masa kehamilannya sesuai trimester kehamilannya Setiap ibu hamil mendapatkan minimal 90 butir pil Fe (penambah darah) selama masa kehamilannya Setiap proses kelahiran ditangani oleh tenaga bidan atau dokter Setiap ibu yang melahirkan (termasuk bayinya) mendapatkan perawatan nifas dari bidan atau dokter, minimal 3 kali perawatan dalam waktu 42 hari setelah proses persalinan Setiap bayi usia 12 bulan ke

bawah mendapatkan imunisasi standar secara lengkap

Setiap bayi usia 12 bulan

ke bawah, berat badannya ditimbang dan selalu naik pada setiap bulannya mengikuti grafik pertumbuhan (untuk bayi di bawah usia 6 bulan, berat badannya naik lebih dari 500 gram per bulan dan bayi usia 6-12 bulan naik lebih dari 300 gram)

Setiap anak usia 6 bulan sampai 59 bulan wajib mendapatkan Vitamin A, 2 kali dalam setahun

Setiap anak balita (dibawah lima tahun) ditimbang sebulan sekali secara rutin

Setiap ibu hamil dan/atau pasangannya

mengikuti kegiatan konseling perawatan kehamilan dan gizi minimun minimal satu bulan sekali

Setiap orang tua/pengasuh yang memiliki bayi

usia 0-2 tahun mengikuti kegiatan pengasuhan balita dan pemenuhan gizi minimal satu bulan

Setiap anak usia SD/MI dan

dan SMP/MTS yang belum sekolah dan putus sekolah kembali bersekolah, termasuk anak yang berkebutuhan

Setiap anak lulus SD/MI termasuk yang berkebutuhan khusus melanjutkan sekolah di tingkat SMP/MTS

6

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016


GSC

FOKUS

PARTISIPASI MASYARAKAT Pelaksanaan program ini tidak lepas dari pemantauan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Partisipasi masyarakat sangat penting karena merupakan salah satu tujuan utama program pemberdayaan masyarakat adalah tumbuhnya perenca-

naan secara partisipatif (baik laki-laki maupun perempuan, ataupun rumah tangga miskin dan tidak miskin) dari tingkat bawah ke atas (bottom up). Pada grafik di bawah, ditunjukkan kondisi partisipasi masyarakat dari kategori jender maupun tingkat kesejahteraan masyarakat.

Grafik Partisipasi Masyarakat Perempuan dan RTM di Setiap Kabupaten GSC Provinsi Sulawesi Barat T.A. 2012

Grafik Partisipasi Masyarakat Perempuan dan RTM di Setiap Kabupaten GSC Provinsi Sulawesi Barat T.A. 2014

Grafik Partisipasi Masyarakat Perempuan dan RTM di Setiap Kabupaten GSC Provinsi Sulawesi Barat T.A. 2013

Grafik Partisipasi Masyarakat Perempuan dan RTM di Setiap Kabupaten GSC Provinsi Sulawesi Barat T.A. 2015

Penerima manfaat BLM diutamakan bagi mereka yang termasuk dalam kelompok rumah tangga miskin yang selama ini tidak mendapatkan pelayanan kesehatan ibu-anak dan pendidikan dasar

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

7


GSC

LAPORAN UTAMA

Kepala Badan BPMPD Provinsi Sulawesi Barat Bapak DR. Junda Maulana membuka secara resmi Rakor Provinsi I Tahun 2016 Program Generasi Sehat dan Cerdas Provinsi Sulawesi Barat

GELAR RAPAT KOORDINASI

GSC SULAWESI BARAT PERKUAT KOORDINASI LINTAS

B

adan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Sulawesi Barat selaku Satker Generasi Sehat dan Cerdas menggelar Rapat Koordinasi Tahap I tahun 2016 di hotel d’Maleo Mamuju, Rakor yang berlangsung dari tanggal 17 s/d 20 April 2016 ini dibuka oleh Kaban BPMPD Provinsi Sulawesi Barat DR. Junda Maulana. Peserta rakor GSC yang rencananya berlangsung 3 tahap di tahun ini terdiri dari unsur BPMPD, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten lokasi GSC. Dalam sambutan pembukaan Kaban BPMPD Sulawesi Barat memaparkan bahwa koordinasi lintas sektor masih menjadi masalah krusial, sehingga harapan kita semua Rapat Koordinasi ini dapat menjadi wadah untuk menyatukan persepsi sehingga semua stake holder yang terlibat dapat mengelaborasi ide-ide yang berkembang demi kesuksesan program ini. Pada kesempatan ini pula Kaban BPMPD menekankan bahwa dalam implementasi kebijakan sangat dipengaruhi oleh pemerintah sebagai implementor dan masyarakat itu sendiri, oleh karena itu dibutuhkan komitmen dan konsistensi pemerintah terutama dalam hal menggugah masyarakat terhadap perubahan perilaku terkait pentingnya layanan kesehatan dan pendidikan serta bagaimana kita membangkitkan jiwa partisipatif dari masyarakat itu sendiri. Rapat Koordinas yang pertama ditahun 2016 ini menghadirkan narasumber dari Satker Pusat Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Bapak Fredringko, narasumber dari Bappeda Sulawesi Barat serta 8

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

SEKTOR

narasumber dari DPRD Provinsi Sulawesi Barat Syamsul Samad ketua Komisi I. Dalam kesempatan Rakor ini Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Barat memberikan apresiasi yang sangat besar atas pelaksanaan Generasi Sehat dan Cerdas di Provinsi Sulawesi Barat, dalam diskusi dengan peserta Rakor Syamsul Samad mengungkapkan bahwa hal ini sejalan dengan komitmen DPRD Sulawesi Barat untuk senantiasa mengawal program - program yang langsung bersentuhan dengan peningkatan pelayanan sosial dasar sehingga kita bertekad agar pemerintah dapat memenuhi porsi anggaran 20% untuk pendidikan dan 10% untuk kesehatan demi peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan. “Kedepan kegiatan-kegiatan Generasi Sehat Cerdas yang dananya selama ini hanya bersifat stimulan harus dilanjutkan oleh pemerintah baik melalui dana desa maupun program rutin SKPD terkait� Ungkapnya. (hrd)


GSC

LAPORAN UTAMA

PPK GSC Provinsi Sulawesi Barat ibu Dra. Hafni Djabbar memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan dan Penyegaran Fasilitator Kabupaten, Fasilitator Keuangan dan Fasilitator Kecamatan di Mamuju

Pelatihan dan Penyegaran Fasilitator GSC TA 2016

S

atker Generasi Sehat dan Cerdas Provinsi Sulawesi Barat melaksakan Pelatihan Penyegaran Fasilitator Kabupaten, Fasilitator Keuangan Kabupaten dan Fasislitator Kecamatan pada tanggal 21 - 22 April 2016 di lokasi wisata Gentungan Mamuju. Kegiatan ini diikuti oleh 3 Fasilitator Kabupaten, 3 Fasilitator Keuangan Kabupaten dan 22 Fasilitator Kecamatan. Pelatihan Penyegaran yang dikemas dalam konsep outbound ini merupakan salah satu kegiatan Satker GSC Provinsi Sulawesi Barat yang dibiayai oleh APBD Provinsi tahun 2016. Dalam sambutan pembukaan Sekretaris BPMPD Provinsi Sulawesi Barat Dra. Hafni Djabbar juga selaku PJO Provinsi mengungkapkan pelatihan penyegaran pelatihan ini sengaja mengambil tempat di lokasi wisata Gentungan karna pelatihan ini diramu dalam bentuk outbound dan d i h a ra p k a n d e n g a n konsep p e l a t i h a n seperti ini, peserta dalam hal ini Fasilitator dapat lebih mengembang kan kerjasama tim

dan motivasi kerja serta sejenak dapat melepas penat dan lelah dalam mengawal kegiatan program dan mendampingi masyarakat. Melalui kegiatan ini juga PJO Provinsi berharap agar dalam pelatihan ini semua peserta dapat berperan aktif dalam setiap diskusi dan peserta dapat menyerap setiap materi yang disampaikan oleh narasumber. Secara umum peserta menyatakan bahwa pelatihan penyegaran seperti ini sangat bermanfaat, para peserta juga terlihat sangat antusias dalam mengikuti materi yang teramu dalam permainan - permainan yang sarat dengan makna dan sangat menunjang tugas dan fungsi fasilitator yang selama ini mereka emban. (hrd)

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

9


GSC

LAPORAN UTAMA

Implementasi GSC Tahun 2016 Instrumen Fasilitasi, Koordinasi dan Intervensi Pelayanan Sosial Dasar melalui GSC Fredringko Tanggu Dendo - Kepala Seksi Pelayanan Pendidikan Desa Direktorat PSD Ditjen PPMD Kemendes, PDT dan Transmigrasi (disampaikan pada Rakor Provinsi Sulbar)

P

elaksanaan program Generasi Sehat dan Cerdas Tahun 2016 dilandasi atas kebijakan : 1. Dalam Amendement Grant Agreement TF-014769 terkait pelaksanaan Program Generasi Sehat dan Cerdas memuat bahwa : a). Perubahan nama untuk PNPM Generasi Tahun Anggaran 2016 menjadi Generasi Sehat dan Cerdas (GSC); (b). Penambahan dana hibah sebesar USD2,4 juta untuk pengembangan PAUD; (c). Restrukturisasi anggaran per kategori sesuai kebutuhan program terutama untuk memastikan keberlanjutan pendampingan dan pengendalian GSC melalui pengalokasian anggaran Hibah Luar Negeri (HLN) untuk technical assistance pada kategori 2 dan 3; 2. Bahwa lokus kegiatan GSC menempatkan Desa sebagai pusat kegiatan dan Musyawarah Desa sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di Desa, dengan tetap melibatkan partisipasi masyarakat dan meningkatkan peran aparat desa, BPD, dan kelembagaan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan GSC; 3. Bahwa Lokasi sasaran GSC Tahun Anggaran 2016 mencakup 5.753 Desa dan/atau seluruh Desa/Kelurahan pada kecamatan sasaran (kondisi saat ini terdapat pemekaran Desa, namun belum teregistrasi atau belum memiliki Kode Desa) pada 499 kecamatan di 66 kabupaten 11 provinsi; Kebutuhan Pengembangan program Generasi Sehat dan Cerdas tahun 2016 didasari atas hal-hal sebagai berikut : a. Mendukung pencapaian RPJMN 2015-2019 dimana salah satu strategi yang akan dikembangkan adalah terkait peningkatan dan perluasan PSD bagi masyarakat berpendapatan terendah. 10

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

b. Peningkatan Kesehatan IbuAnak Dengan Fokus Kepada Layanan 1000 Hari Pertama Kehidupan melalui peningkatan kolaborasi dengan Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) c. Menjawab Kebutuhan masyarakat akan kegiatan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) d. Pengintegrasian Perencanaan GSC ke dalam sistem perencanaan pembangunan desa (integrasi) dalam mendukung implementasi UU Desa berbasis Pelayanan Sosial Dasar Kedepan peran pendampingan GSC juga akan mengalami peningkatan seiring dengan kebutuhan perkembangan program : Menggerakkan masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), Memotivasi ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil dan memeriksakan kehamilannya ke Posyandu / Puskesmas, Mengusulkan kegiatan perbaikan gizi bumil kepada petugas kesehatan yang bisa dibiayai oleh GSC, Mengusulkan kegiatan perbaikan gizi anak baduta kepada petugas kesehatan yang bisa dibiayai oleh GSC,Memberikan masukan kepada kader, kepala desa, dan petugas kesehatan apabila kunjungan Posyandu rendah P e m b e r d a y aan masyarakat dalam mengelola makanan bergizi (tersedia, mengelola, menyajikan).

RENCANA AKSI PERCEPATAN PENCAPAIAN TARGET KEMANDIRIAN DESA DAN PENGARUSUTAMAAN PELAYANAN SOSIAL DASAR TARGET 1: INTEGRASI PELAYANAN DASAR BERBASIS MASYARAKAT Perluasan lokasi GSC di lebih dari 499 Kec/5.753 Desa, terutama pada 15.000 Desa Prioritas Pembangunan yang didalamnya mencakup Desa Wilayah Perbatasan (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar); Pembangunan desa berorientasi pada pelayanan sosial dasar; Penguatan kelembagaan dan pengelolaan Posyandu; Pemenuhan hak pelayanan pendidikan dan kesehatan berbasis Desa. TARGET 2: PENINGKATAN PERAN PEMDA AKAN PENGARUSUTAMAAN PELAYANAN SOSIAL DASAR DALAM SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN Kolaborasi Pemda dengan masyarakat dan pelaku lainnya terhadap pengarusutamaan isu-isu pelayanan sosial dasar dalam sistem pembangunan daerah; Mediasi peningkatan fungsi SKPD teknis pada pelayanan dasar; Kebijakan dan anggaran yang propoor; Keberlanjutan pelayanan sosial dasar di masyarakat yang berkualitas. TARGET 3: PENGEMBANGAN BALAI RAKYAT DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN SOSIAL DASAR DAN MEWUJUDKAN DESA MANDIRI Pembangunan Balai Rakyat sebagai representasi civil society; Pengembangan kapasitas dan jejaring (jaringan kemitraan) ; Dukungan kemandirian kelembagaan Posyandu PAUD HI sebagai komunitas belajar warga dan dukungan kemandirian Desa; Peningkatan produktivitas warga miskin berbasis sumberdaya lokal.

Bantu Kami Lebih Baik!


GSC

PAUD GENERASI CERDAS DESA

MEMBANGUN GENERASI CERDAS DESA MELALUI PAUD BERKUALITAS

Direktur Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendes PDT Bapak dr Hanibal Hamidi, M.Kes memberikan sambutan pada acara launching program PAUD Generasi Cerdas Desa

P

rogram PNPM Generasi Sehat Cerdas (GSC) yang akan berakhir pada tahun 2017 bekerja untuk memastikan pencapaian 12 indikator bidang kesehatan dan pendidikan dimana PAUD tidak termasuk di dalamnya. Kemudian karena permintaan masyarakat akan layanan PAUD di wilayah cakupan Generasi cukup tinggi, maka pada tahun 2012-2014 (3 tahun), diadakan pilot program Generasi untuk pendidikan anak usia dini holistik integratif (PAUD-HI) di tiga kabupaten yaitu Boalemo, Cianjur dan Sumbawa. Dalam pilot ini, dua indikator khusus PAUD (salah satunya partisipasi anak usia 0-6 di PAUD) diperkenalkan sebagai tambahan dalam program PNPM Generasi. Hasil dari pilot menunjukkan adanya minat masyarakat desa yang cukup besar untuk mengadakan layanan PAUD, namun belum tumbuh pemahaman mengenai bagaimana bentuk layanan PAUD yang berkualitas. Program PAUD Generasi Cerdas Desa merupakan upaya untuk memperkuat kolaborasi di antara dua program dengan jangkauan yang lebih luas yaitu di 25 kabupaten. PAUD Generasi Cerdas Desa menggunakan pendekatan Frontline, karena program ini memperkuat PAUD sebagai layanan sosial dasar, berbasis masyakat, memiliki penguatan kapasitas masyarakat desa dan pemerintah daerah serta menjadikan standar nasional (Permendikbud No.137 Tahun 2014 Standar PAUD) sebagai rujukan pencapaian. Dari sisi penyediaan, ada kebijakan dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mendukung layanan PAUD yang berkualitas. Sedangkan dari sisi kebutuhan, masyarakat didukung untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya PAUD dan mengakses sumber dana yang Sampaikan informasi, saran, ataupun pengaduan Anda terkait pelaksanaan Generasi Sehat dan Cerdas SMS kirim ke nomor 0852 15 5000 51 dengan format PPM(spasi)Isi pengaduan Anda Email ke: ppm@generasi.web.id atau pengaduan.gsc@gmail.com

dapat mendukung penyelenggaraan layanan PAUD yang berkualitas. Program Generasi dipilih sebagai kendaraan karena memiliki sejarah yang kuat dalam memberdayakan masyarakat desa. Dengan keberadaan UU Desa dimana nantinya setiap desa akan diberi wewenang dalam mengelola dana pembangunan, mekanisme peran Generasi semakin menjadi penting untuk membantu desa membuat prioritas sesuai kebutuhan desa. Sementara itu, pendidikan anak usia dini (PAUD) telah ditetapkan sebagai salah satu layanan sosial dasar yang perlu mendapat prioritas pengalokasian Dana Desa. Disinilah letak strategis dari kolaborasi ini, dimana masyarakat akan diperkuat melalui penyadaran akan pentingnya PAUD, serta kesadaran kolektif desa untuk menjadikan layanan PAUD sebagai bagian dari kebijakan pembangunan di desa. Program PAUD Generasi Cerdas Desa memiliki visi untuk memperkuat layanan PAUD yang berkualitas di desa, baik dari sisi akses maupun kualitas seperti yang dicitacitakan negara. Jika pembangunan PAUD hanya berpusat pada perluasan akses saja tanpa perhatian pada kualitas layanan, maka akan terjadi ketimpangan terutama tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini. Peningkatan kualitas dan kompetensi Guru PAUD merupakan bagian dari program PAUD Generasi Cerdas Desa. Program ini berupaya memperkuat usaha-usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkat kan kualitas dan kompetensi guru. Yang menjadi perhatian penting dari program ini adalah bagaimana upaya-upaya peningkatan kualitas dan kompetensi guru PAUD di pedesaan memiliki KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

11


GSC

PAUD GENERASI CERDAS DESA

potensi dibiayai secara berkelanjutan oleh Dana Desa maupun APBD. Dengan cara ini diharapkan dapat membantu upaya pemerintah untuk menye diakan tenaga guru yang handal dan memadai guna memenuhi kebutuhan guru PAUD yang cukup besar sesuai target Satu Desa Satu PAUD pada tahun 2019. MENGAPA FOKUS PADA PENINGKATAN KAPASITAS GURU PAUD Telah banyak literasi akademik mengenai pentingnya seorang guru bagi murid dan sekolah, walaupun ada komponen sekolah lainnya yang turut berkontribusi seperti alat permainan edukatif (APE). Kualitas guru merupakan faktor penentu kualitas layanan PAUD. Karakter, kepribadian dan keahlian guru memberi sumbangan besar bagi kualitas pembelajaran di PAUD. Guru PAUD harus mendapatkan pelatihan, sehingga berkesempatan untuk mengembangkan kapasitasnya yang akan mendukung mereka mendapatkan ilmu baru, meningkatkan teknik mengajar, dan menerapkan praktik-praktik baik di dalam kelas. Bagi PAUD di desa, mendapatkan guru yangberkompeten adalah sebuah tantangan, mengingat minimnya akses pelatihan yang berkualitas serta keterbatasan biaya. Banyak kader desa terpanggil untuk menjadi guru PAUD karena pengabdian, namun sebagian besar dari mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup. Oleh karena itu, jalan terbaik untuk mendapatkan tenaga guru yang berkualitas adalah dengan memberikan pelatihan berkualitas yang berkelanjutan. Dari berbagai studi tentang guru PAUD, pelatihan yang diadakan sekali tanpa sesi penguatan susulan (follow-up training) tidak menjadikan guru terampil. “Pelatihan sekali jadi� atau oneshot training berusaha menyederhanakan semua ide pembelajaran guru yang kompleks sehingga akhirnya mereka kehilangan esensinya (Donovan, Bransford,and Pellegrino 1999). Guru PAUD memerlukan sebuah program pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Pada tahun 2015, tim dari Bank Dunia yang beranggotakan peneliti dan akademisi, mengadakan sebuah kajian singkat tentang kapasitas kabupaten dalam pengembangan kapasitas guru di 7 (tujuh) kabupaten, dan mengambil kesimpulan bahwa telah ada potensi mekanisme pembinaan guru di tingkat daerah, seperti pelatihan dasar, kegiatan gugus, supervisi penilik dan kegiatan magang atau observasi di kabupaten; hanya saja satu sama lain belum terpadu, baik secara materi maupun pelaksanaannya. Sementara itu, terbatasnya akses untuk mengikuti pelatihan serta sumber sumber utama pendukung guru termasuk dana, materi pembelajaran dan pelatih, menjadi kendala tersendiri. Berangkat dari kondisi inilah, programPAUD Generasi Cerdas Desa bermaksud untuk mampu merekatkan kegiatan-kegiatan pelatihan 12

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

dan pembinaan guru PAUD dalam sebuah sistem terpadu sekaligus mendekatkan akses sistem tersebut hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Program PAUD Generasi Cerdas Desa merupakan sebuah program uji coba bagi masyarakat selama dua tahun (2016-2017) menjelang berakhirnya PNPM Generasi Sehat dan Cerdas pada Desember 2017. Dalam hal ini, pihak program Generasi akan menerapkan langkah-langkah untuk menjamin keberlanjutan program melalui institutionalisasi kelembagaan dan integrasi program sesuai proses yang diamanatkan dalam UU Desa. Apa yang akan dikerjakan dan dibangun oleh program, selanjutnya akan diserahterimakan kepada desa untuk selanjutnya dikelola secara mandiri, partisipatif dan transparan.

Program pilot ini akan diterapkan di 25 kabupaten dan menjadikan desa sebagai sasaran program karena beberapa pertimbangan: 1. Mendukung kebijakan pemerintah yang mengalokasikan sumber daya yang lebih besar kepada desa, dalam rangka penerapan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, untuk meningkatkan layanan sosial dasar. 2. Memperkuat kebijakan Satu Desa Satu PAUD yang digalakkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, terutama di daerah 3T. 3. Adanya mekanisme Program Generasi yang selama ini dipandang efektif dalam pengelolaan kolektif kepentingan masyarakat desa


GSC

PAUD GENERASI CERDAS DESA

TUJUAN PROGRAM PAUD GENERASI CERDAS DESA Tujuan utama Program PAUD Generasi Cerdas Desa adalah mendukung pemerintah dalam perumusan kebijakan dan pengelolaan dana bagi penyediaan layanan PAUD berkualitas dan berkesinambunga bagi masyarakat miskin pedesaan. Dukungan bagi pemerintah berbentuk: 1. Mengajak masyarakat desa berinvestasi bagi pengembangan layanan PAUD berkualitas dengan berbagai sumber dana yang ada di Desa 2. Menyiapkan sistem pelatihan bagi guru PAUD masyarakat (sebagai faktor utama kualitas layanan) Program ini diharapkan akan menghasilkan sebuah sistem terpadu yang berkelanjutan bagi pengembangan profesional guru PAUD berbasis masyarakat untuk mendukung penyediaan kualitas layanan PAUD. Sistem ini akan diperkuat untuk meningkatkan daya tanggap terhadap kebutuhan desa akan layanan PAUD yang semakin meningkat dewasa ini, khususnya kebutuhan akan guru PAUD yang kompeten. Program ini tidak menciptakan sesuatu yang baru namun memperkuat yang sudah ada. Program mendukung pelaksanaan kebijakan Undang-Undang Desa, dan mengintegrasikan berbagai bentuk program pengayaan profesi dan kompetensi bagi guru PAUD yang telah dijalankan oleh pemerintah. Dalam membangun kapasitas guru, pelatih dan personil lainnya dalam sistem, serta dana masyarakat, akan dimanfaatkan dengan lebih responsif dan efisien terhadap tuntutan masyarakat.

Dengan demikian maka diharapkan partisipasi anak usia dini meningkat karena perluasan akses layanan diiringi dengan ketersediaan tenaga guru PAUD yang kompeten. Pendanaan program ini sifatnya stimulan (sebagai pendorong). Selama kurun waktu tahun 2016-2017, akan dilakukan upaya untuk melatih desa dan kecamatan agar secara kolektif memiliki kesadaranakan pentingnya PAUD dan menjadikan PAUD sebagai prioritas pembangunan di wilayah mereka. Program ini akan berupaya untuk membiasakan masyarakat memahami dinamika PAUD selama kurun waktu program tersebut, sehingga diharapkan saat program usai di akhir tahun 2017, masyarakat dan perangkat desa telah mampu merencanakan, membangun dan mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas melalui berbagai macam sumber pembiayaan yang dapat di akses oleh desa. Provinsi Sulawesi Barat sebagai salah satu lokasi Generasi Sehat dan Cerdas mendapat kesempatan menjadi lokasi pilot PAUD Generasi Cerdas Desa di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar. Kabupaten Mamuju mendapat alokasi Dana Operasional Kegiatan (DOK) PAUD sebesar Rp. 279.600.000 dan Kabupaten Polewali Mandar mendapat alokasi DOK PAUD sebesar Rp. 609.000.000 yang akan digunakan untuk melaksanakan pelatihan tenaga pengajar PAUD di 14 kecamatan.

Program PAUD Generasi Cerdas Desa merupakan jalan masuk yang penting, baik bagi perluasan akses maupun peningkatan k u a l i t a s layanan PAUD di Desa. Fokus utama program adalah merangsang minat masyarakat desa untuk mengirim guru PAUD mengikuti pelatihan yang lebih terpadu untuk meningkatkan k u a l i t a s keterampilan mereka mengajar di lembaga PAUD. Selain itu, program ini juga mendapatkan dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk memperluas akses layanan.

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

13


GSC

PAUD GENERASI CERDAS DESA

RAPAT KOORDINASI PILOT PAUD GENERASI CERDAS DESA KABUPATEN MAMUJU TAHUN 2016

S

atker Generasi Sehat dan Cerdas Kabupaten Mamuju dengan dukungan dari World Bank dan DFAT menggelar Rapat Koordinasi Pilot PAUD yang diselenggarakan di Aula Hotel Diana Mamuju. Rakor yang terlaksana pada tanggal 15 - 16 Agustus 2016 ini mengambil tema “Membangun Komitmen dan Konsolidasi Antar Pelaku Dalam Pelaksanaan PAUD Yang Berkualitas “. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh PJOKab GSC Mamuju Muhammad Marwan, SE, Bunda PAUD Kabupaten Mamuju Hj. St. Nurlaela Habsi mengatakan bahwa pendidikan PAUD harus menjadi perhatian sejak dini, PAUD diharapkan menjadi khasanah untuk membentuk karakter yang baik dan ahlak yang mulia yang ditanam sejak dini di sekolah PAUD. Ia berharap pelaksanaan kegiatan Pilot GSC ini dapat berjalan dengan baik, karena kabupaten

14

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

Mamuju beberapa tahun yang lalu berhasil menginisiasi berjalannya program PAUD Siola yang mendapat apresiasi secara nasional, sehingga dengan kegiatan PILOT PAUD ini dapat lebih meningkatkan apa yang selama ini telah dicapai baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Peserta Rakorkab ini adalah PJOK Kecamatan lokasi GSC, FK GSC, Ketua UPK GSC, UPTD Pendidikan Kecamatan lokasi GSC, Penilik dan Ketua Gugus PAUD Kecamatan Kalumpang.


GSC

CERITA SUKSES DAN INSPIRATIF

TANGISAN SI KEMBAR KINI BERUBAH MENJADI SENYUM KECERIAAN Tangisan pertama lahirnya bayi kembar di sebuah dusun yang jaraknya tak begitu jauh kurang lebih 2 km dari kecamatan Pamboang tepatnya dusun Lamuru Desa Simbang kabupaten Majene, menyiratkan secercah kebahagiaan bagi kedua orangtuanya. Sang bayi kembar yang kemudian diberi nama Hasan dan Husain, buah hati dari Maryama seorang buruh cuci dan ayahnya bernama Saparuddin seorang bujang sekolah yang masih honorer, bayi kembar ini anak pertama meraka, namun demikian mereka menanggung beban yang sangat berat, karena penghasilan tak seberapa untuk menafkahi kedua buah hatinya. Mereka tak pernah berputus asa, kadang ayah sang bayi kembar ini menjadi buruh bangunan demi memenuhi kebutuhan si kembar. Kerap terdengar dari jauh tangisan si kembar yang malang itu, teryata ASI sang ibu tak mencukupi untuk keduanya apa lagi masih anak pertama, ASI ibunya sangat kurang di tambah lagi asupan gizi sang ibu tak mencukupi, mereka makan apa adanya, kadang mereka hanya mengharap belas kasihan keluarganya. Keluarga dan tetangganya tak sanggup mendengar tangisan sang bayi, mereka membantu seadanya untuk membelikan susu tapi hal yang seperti ini tidak berlangsung lama, akhirnya sang bayi di bantu dengan air tajin (air nasi) untuk makanan pendamping sang bayi, apabila belum merasa kenyang atas ASI yang di berikan oleh ibunya ‘sangat malang bayi kembar ini’. Puncaknya saat si kembar mengalami diare, sang bayi di larikan ke PUSKESMAS Pamboang dan ternyata sang bayi tersebut mengalami Gizi buruk, karena memang di saat mereka dilahirkan berat badan si kembar tidak mencukupi batas yang sewajarnya, berat badannya saat lahir hanya 3.800 gram berdua, akhirnya bayi malang ini di rawat di puskesamas pamboang karena waktu itu di rujuk ke rumah sakit Majene untuk memastikan penyakit yang di derita oleh sang bayi tersebut

oleh dokter anak dan dokter pun mengatakan bahwa anak k e m b a r mengalami Gizi yang sangat kurang, dan orang tuanya sangat sedih ketika mendengar penjelasan oleh dokter anak tersebut, dan sang bayi di kembalikan ke puskesmas pamboang untuk di rawat di puskesmas Pamboang dengan menggunakan Ambulance dan sang bayipun dirawat di puskesmas selama 3 minggu. Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) desa Simbang yang sedang melakukan pendataan sasaran pun memasukkan si kembar ini sebagai sasaran dan telah disepakati dalam Musyawarah Desa bahwa si kembar ini akan diintervensi oleh kegiatan GSC melalui kegiatan Pemberian Makanan Tambahan bayi gizi buruk, Kedua orang tua si kembar tak kuasa menahan haru dan tangis merasa bersyukur atas pertolongan Allah melalui GSC dan pemerintah setempat.

Si kembar Hasan dan Husain terlahir dengan proses normal di puskesmas Pamboang dengan berat badan 1.8 kg dan 2 kg dengan umur kehamilan 37 minggu, berkat perhatian dan kerjasama semua pihak serta bantuan Program Generasi Sehat dan Cerdas kini pertumbuhan dan kondisi kesehatan sikembar sudah normal dan tidak gizi buruk lagi.

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

15


GSC

CERITA SUKSES DAN INSPIRATIF

Bantuan yang diberikan PNPM GSC adalah kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Ibu Menyusui berupa kacang ijo 3 liter, telur 1 rak dan Susu formula untuk ibu menyusui 2 kotak setiap bulannya selama 4 bulan berturut-turut dengan total anggaran Rp. 642.000, untuk 2 orang anaknya yang kembar diberikan juga bantuan kegiatan PMT Pemulihan bayi gizi buruk berupa kacang ijo, gula pasir, tepung beras, minyak sayur selama 3 bulan berturut-turut dengan total anggaran Rp. 354.000 untuk 2 orang sesuai dengan rekomendasi dari ahli gizi puskesmas pamboang yang bertujuan memperlancar dan meningkatkan ASI sang ibu karena salah satu faktor penyebab anaknya gizi buruk adalah kekurangan ASI eksklusif. Sedangkan biaya perawatan anaknya ditanggung oleh puskesmas Pamboang. Alhamdulillah setelah mendapatkan bantuan dari PNPM GSC gizi bayi kembar tersebut semakin meningkat, bayi ini selama dalam layanan PNPM GSC kondisi kesehatannya semakin meningkat sehingga tidak lagi mengalami Gizi yang buruk, timbangan bayi kembar pun sudah normal sesuai dengan usianya dan pertumbuhanya pun sangat baik seperti anak normal yang lain, kedua orang tua si kembar tak putus-putus mengucapkan Syukur Alhamdulillah yang sebanyak-banyaknya dan merekapun tak henti-hentinya mengucap terima kasih kepada PNPM GSC yang berbelas kasih kepada mereka dan masyarakat yang kurang mampu lainnya.

Penulis : Jaswati Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa Simbang Kec Pamboang Kab Majene

memberikan pil Fe, memberikan penyuluhan tentang resiko kematian ibu menyadarkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan termasuk penanganan kelahiran. Dalam perjanjian kontraknya mereka akan tinggal menetap selama setahun dengan catatan masyarakat bersedia menyiapkan tempat tinggal. Dengan honor sebesar itu tidaklah sebanding dengan pekerjaan yang akan dia laksanakan apalagi mereka adalah cewek, namun menurutnya itu bukanlah semata-mata demi uang akan tetapi mereka merasa terpanggil hati nuraninya melihat kondisi yang terjadi terkait dengan profesinya. Awalnya pesimis membayanginya namun ternyata lambat-laun rasa pesimis itu sirna oleh harapan untuk membangun masyarakat. Meskipun telah disepakati bahwa kontrak bidan tidak dilanjutkan lagi karena

16

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

Bidan Santi dan Perawat Rianti

Harapan di Lembah Ratte

K

ondisi jalanan mendaki, berbatu tanpa aspal ditambah lagi di kanan kiri jurang yang terjal, itulah gambaran akses ke dusun Ratte, sebuah dusun yang terletak dilembah perkampungan desa Banua Adolang yang dikelilingi gunung - gunung yang tinggi. Kondisi akses seperti ini sudah biasa bagi warga dalam menjalankan aktifitas ekonomi maupun urusan lain, namun apabila di musim hujan warga seakan tidak bisa berbuat apa-apa karena terisolasi. Sangat ironis, ibukota pemerintahan desa yang tidak memiliki fasilitas kesehatan, masyarakatnya bisa dikatakan jarang mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya, mereka hanya mendapatkan pelayanan kesehatan sekali dalam sebulan melalui Puskel dari puskesmas kecamatan itu pun kalau jalan, belum lagi kalau cuaca tidak bersahabat. Memang ada sarana kesehatan yang ada diluar dusun yaitu poskesdes dusun Adolang yang jaraknya Âą2 Km belum lagi jalan yg terus menanjak karena dusun itu berada diatas gunung. Kehadiran Bidan Santi menjadi secercah harapan akan perubahan pelayanan kesehatan di lembah Ratte, mengajak rekan seorang perawat Rianti dengan honor bidan abdi dari Program GSC, Setiap harinya dia melayani ibu-ibu dan anak-anak yang sakit untuk diberikan pertolongan semaksimal mungkin dengan keterbatasan yang ada, setiap bulannya dia membuat laporan ke puskesmas kecamatan dan menjemput obat-obatan yang diperlukan. Memeriksa kehamilan,

keterbatasan dana, hal ini tidak mengurangi semangatnya untuk mengabdi di daerah ini, dia merasa jiwanya sudah menyatu dengan masyarakat yang dia layani selama ini. (Pajri - FK Pamboang)


GSC

CERITA SUKSES DAN INSPIRATIF

Almidaya,

SEUTAS SENYUM DIWAJAH GENERASI

Fajar di ufuk timur terbit bak secercah harapan menerangi setiap sudut kota manakarra yang terhias indah ditengah bentang samudera biru. Hiruk - pikuk suara mesin kendaraan pun mulai terdengar, tidaklah merdu namun ibarat lonceng berbunyi pertanda aktivitas telah akan dimulai. Semua tak luput dari suara itu, semakin bergemur dan semakin mamacu semangatku menuju bakti pada alam. Tapi ini bukan tentang aku, Tapi adalah kisah nyata seorang gadis kecil yang mulai akan beranjak remaja namun jauh dari angannya untuk kembali melanjutkan pendidikan di sekolah dasar. Adalah Almidaya , gadis kecil yang lahir tanggal 31 desember 2003 ini tinggal dirumah sangat sederhana di lingkungan kalubibing kelurahan Mamunyu kecamatan Mamuju. Anak keempat dari enam bersaudara yang lahir dari pasangan Bapak Abd. Wahab dan Ibu Nurhaidah yang bekerja sebagai buruh tani pernah tercatat menjadi siswi SD Inp.Baobatu dan hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 5 SD yang terpaksa harus berhenti karena alasan ketidak mampuan ekonomi. Bahkan pihak sekolah pun tidak menawarkan solusi. Namun, akan terlalu panjang jika harus merilis satu demi satu pihak yang harusnya bertanggung jawab dalam hal ini. Tidak hanya itu, karena alasan ekonomi juga akhirnya Almidaya dibawa ke panti asuhan meski tidak berlangsung lama karena alasan rindu kepada orangtua dan saudaranya Almidaya pun kembali ke rumahnya. Namun jauh dalam lubuk hati Almidaya masih tersimpan harapan yang besar untuk kembali bersekolah. Hingga pada satu hari Senin, 09 Februari 2015 di lingkungan kalubibing. Ditengah berlangsungnya pelaksanaan Musyawarah Dusun Sosialisasi t.a 2015, tiba–tiba hadir seorang anak berwajah sendu dengan suara lirih meminta untuk disekolahkan. Seketika akupun terkejut dan kembali menanyakan kesungguhan Almidaya untuk kembali bersekolah. Tidak semudah itu, sebab sebelumnya beberapa anak yang kembali disekolahkan pada kenyataan akhirnya kembali putus sekolah. Setelah penantian panjang, dengan koordinasi yang sebelumnya dilakukan oleh Ibu Nurdiana Pelaksana Kegiatan (PK) Kel Mamunyu dengan Kepala SD Inp.Baobatu melalui intervensi kegiatan biaya transportasi untuk anak putus sekolah, Almidaya pun kembali bersekolah. Wajah sendu dan tangis tak nampak lagi karena keinginan Almidaya telah terwujud, kini yang ada hanya senyum bahagia, senyum dari sosok generasi yang mempunyai impian yang tinggi untuk meraih cita – cita kesuksesan.

Menggeser Tradisi ke Posyandu Siammesei

Mendatangi layanan kesehatan bagi Ibu Erni merupakan hal yang baru dilakukannya. Ia akhirnya berkunjung untuk pertama kalinya ke Posyandu Siammasei yang terletak di Dusun 1 Desa Bussu tepatnya pada 04 Januari 2016 pada saat usia anaknya sudah beranjak balita. Setelah sekian lama Ia lebih memilih bersentuhan dengan Dukun Desa dengan balutan tradisi yang cukup kuat dan mengabaikan sejumlah ajakan dari berbagai pihak. Selama masa kehamilanya, Ibu Erni hanya memeriksakan kehamilannya kepada Dukun Desa. Kesadarannya terlanjur dibungkus oleh pengetahuan tradisi dan kepercayaan masyarakat yang masih sarat dengan larangan dan pantangan-pantangan. KPMD merekam fenomena ini sebagai tantangan tersendiri dalam memastikan pencapaian keberhasilan program bidang kesehatan. Perubahan sikap yang ditunjukkan Ibu Erni pada awal tahun 2016 disambut gembira bukan saja oleh Kader Posyandu tapi juga oleh Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (red. KPMD) dan Pelaksana Kegiatan (red. PK) Generasi Sehat dan Cerdas Desa Bussu. Bagimana tidak, sekian lama KPMD dan PK melakukan kunjungan rumah dan mengajaknya ke layanan tapi Bu Erni tetap saja tak berkenan. Kini, di tahun 2016 para penggiat GSC Desa Bussu berucap syukur. Bu Erni akhirnya tetap memeluk tradisinya dan memeluk ‘Arham’ buah hatinya berjalan bersama warga lainnya menuju ke posyandu, mengikuti kegiatan posyandu dan merawat tradisi lisan dalam canda tawa di posyandu Siammesei. (Syamsuddin Saleng - FK Tapango) Almidaya, harapan besar terpatri dipundakmu. Tidak hanya Orang tuamu bahkan kamipun menanti cerita suksesmu kelak dengan seutas senyum generasi Manakarra sehat secara akal dan cerdas dalam bertindak. Almidaya hanya sebagian kecil dari mereka diluar sana yang merindukan duduk dibangku sekolah, Semoga dapat menginspirasi anak putus sekolah lainnya bahwa tiada bekal menuju sukses kecuali tekad, semangat, ilmu dan agama sebagai penuntunmu. (Qudsiah - FK Mamuju) KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

17


GSC

BERBAGI PENGALAMAN

Hudaibiyah dari UPTD Puskesmas Banggae 2 memberikan konseling gizi pada kelas penyuluhan gizi posyandu kelurahan Baruga Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene.

Pelatihan UPK dan Pokja Tahun 2016 Kabupaten Majene

Rapat Koordinasi I Program Generasi Sehat dan Cerdas Tahun 2016

Foto dalam lingkaran : Yohanis Piterson - Kepala Bidang LitBang Bappeda Prov Sulawesi Barat memberikan materi pada Rakor I GSC 2016 Sulawesi Barat

18

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016


GSC

BERBAGI PENGALAMAN

Pelatihan TPMD I Tahun 2016 Kecamatan Tammerodo Kabupaten Majene

Kegiatan Kelas Ibu Hamil Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene

Pelatihan Penyegaran Faskab, Faskeu, FK dan Asisten FK Tahun 2016 Gentungan Mamuju Kegiatan PMT Posyandu Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016

19


20

KABAR GENERASI SULBAR - EDISI I 2016


Kabar Generasi Sulawesi Barat Edisi I 2016