Page 1

llilllilllffifil ilriiiliif T*ATALAH BER TA M Nn*ir&$ Rp 27 000 427302

9 770126


Matahari dl Atas Man$Sala AKTIVIS PARTAI AMANAT NASIONAL MENJAJAKAN IZIN PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN DI KEMENTERIAN KEHUTANAN. SUMBER DANA TAKTIS MENTERI KEHUTANAN DAN PARTAI. I tangan Aii Taher Parasong, anggota staf khusus Menteri Kehutanan, ayat suci menjadi bagian darl transaksi. Dengan fasih, ia melafalkan Surat Al-Baqaroh ayat 83, yang memerintahkan umat berbuat baik kepada anak vatim dan orang miskin. 'Anda tahu, di dalam rezeki Anda itu ada hak orang lain," kata aktivis Muhammadiyah itu.

Ali tidak sedang memberi materi

pengajian. Duduk di kursi tamu ruang kerjanya, lantai 4 gedung Kementerian Kehutanan, Jakarta, seorang pengusaha batu bara. Sang pengusaha sedang mengurus perizinan hak pinjam pakai hutan seluas 500 hektare lebih di Kalimantan, satu syarat yang harus dipenuhi buat penambangan di area hutan lindung. Merasa prosesnya terlalu Iama, bulan lalu ia menghadap anggota staf khusus bidang sosial itu. Pertemuan satu jam itu diatur kepala tata usaha, Mintardjo. Awalnya, sang pengusaha hendak dipertemukan de-

ngan Menteri Zuikifli. Merasa belum waktunya, ia hendak menjajaki dulu melalui staf khusus Menteri. "Tapi saya tetap naik lantai empat melalui lilt Menteri," ujarnya sambil tertawa. Menurut sang pengusaha, awalnya Ali memberi ceramah tentang pentingnya pelestarian hutan. Kata dia, hutan harus diperlakukan dengan ramah. Se-

puluh menit memberi "pelajaran", Ali mengambil setumpuk map berisi aneka proposal-antara lain permohonan bantuan dari universitas, panitia masjid. iuga panti asuhan. "Saya diminta Pak flenteri untuk mengurusi hal-hal seperti ili." kata Ali, seperti ditirukan pengusaha -t -r.

Ali, masih :renurut pengusaha yang

sama, kemuciial :lenvatakan tidak ada

bujet buat memen''ihi pelbagai permintaan dana itu. Tapi. kata AIi, bosnya tak mungkin menolak permohonan. Alha-

26 l TEMPo l

lulr

2olt

sil, sumber dana hanya bisa diharapkan dari pengusaha. Lalu ia mengutip ayat suci tadi. "Jadi, Anda mau nttumbang berapa?" ia bertanya.

Tamunya menjawab tidak tahu, AIi

Taher melanjutkan, "Kalau untuk saya, antara Rp 500 juta dan Rp 1 miliar." Tak

lama kemudian, ia mengatakan ada "kotak sumbangan" lain yang juga harus diisi: kas Partai Amanat Nasional. "Untuk yang itu, saya tidak bisa ikut campur. Nanti. Anda harus ketemu AsmanAbnur." Asman Abnur adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari partai berlambang matahari terbit itu. Ia anggota Komisi Olahraga dan Pendidikan. Ali Taher segera menelepon koleganya itu dan mengatur jadwal pertemuan dengan sang pengusaha. Setelah telepon ditutup, kepada tamunya i.a berkata, "Kalau untuk kas partai biasanya Rp 2-2,5 mi-

Iiar. Jangan mau lebih dari jumlah itu." Sampai di sini sang pengusaha pamit. Ia berjanji menghubungi Ali secepatnya, buat memberikan kepastian besar sumbangan. Untuk memperoleh gambaran, ia kemudian menghubungi sejumlah koleganya, sesama pengusaha pertambangan. Hasilnya. ia memperoleh informasi seragam: perlu sogokan untuk melicinkan keluarnya izin. "Teman saya keluar satu juta dolar buat izin 6.000 hektare," tuturnya.

Lima pengusaha yang ditemuiTempo memberi informasi serupa. Jalur pintas sogokan perlu ditempuh agar pengurusan izin tidak terlalu lama. Peluang negosiasi biasanya dibuka oleh petugas tata usaha. Petugas ini pula yang mengatur pertemuan pengusaha dengan staf khusus Menteri. Variasinya, selain bertemu dengan AIi Taher, pengusaha bisa menggunakan jasa Yandri Susanto, Sekretaris Jenderal Barisan Muda Penegak Amanat Nasional, yang memiliki

kantor di gedung Kementerian Kehu-


e g J<

o z

3

JULr zol1 TEMPO

I

27


* * b tanan. Jika melewati jalur ini, pengusaha akan terhubung dengan Viva Yoga Mauladi, juga anggota DPR dari Partai Amanat Nasional. Ditemui di ruang kerjanya Kamis dua

pekan lalu, Ali Taher membantah pernah meminta uang kepada pengusaha yang mengurus izin. Ia mengakui banyak pengusaha datang meminta tolong. "Tapi saya hanya mengarahkan

mereka ke pejabat yang berkaitan," katanya. "Saya tidak minta-minta uang. Gaji saya lebih {ari cukup." Asman menolak diwawancarai. "Saya sedang sibuk," katanya Selasa pekan

lalu. Pertanyaan tertulis yang disampaikan melalui staf di ruang kerjanya di gedung DPR tidak direspons. Di kepengurusan Partai Amanat Nasional, Yandri Susanto menempati jabatan wakil sekretaris jenderal. Ia tak memiliki jabatan resmi di Kementerian Kehutanan. Tapi ia memiliki kantor di lantai 6 blok 7 gedung Manggala, satu blok dengan para tenaga ahli Menteri Kehutanan.

Yandri adalah pintu lain untuk men-

Zulkifl| Sejumlah pengusaha menyebutkan pria 37 tahun ini membuka "jasa" pengurusan izin pengelolaan kawasan hutan. Kedekatannya dengan j

angkau

Menteri membuat Yandri bebas keluar-masuk ruangan pejabat eselon 1-2, menenteng berkas permohonan izin. Ia

juga disebutkan punya kuasa menentukan berkas yang perlu "didahulukan". Menurut seorang pengusaha batu bara, Yandri memiliki rantai yang berbeda dengan AIi Taher. Sementara Ali bertaut ke Asnan Abnur, Yandri menggayut ke Viva Yoga Mauladi. Viva Yoga adalah Ketua Badan Pemenangan Pemi-

Pintu lain Menuju

Manggala ENGURUSAN izin pinjam

pakai kawasan hutan harus melaluisejumlah pintu. Ada belasan syarat yang harus dipenuhi dan diverifikasi sebelum izin diterbitkan

Kementerian Kehutanan. Ilengan prosedur notmal, proses itu memerlukan 1-2 tdrun. Tapijalan pintas selalu tetUe-Oengan sejumlah ongftos, tentu saia.

Iu PAN dan Wakil Ketua Komisi Kehutanan DPR. "Tarif Yandri terkenal lebih mahal dibanding Ali," kata pengusaha itu, "Maka saya pakai jalur Ali." Viva Yoga membantah informasi itu. "Tidak ada. Hebat sekali saya bisa ikut

membantu mengatur

izin,"

katanya.

Yoga mengaku mengenal Yandri sebagai sesama kaderpartai. "Tapi kami ja-

rang berkomunikasi." Adapun Kepala Tata Usaha Kementerian Kehutanan Mintardjo mengatakan tidak pernah berurusandenganpemberianizin. "Tugas saya mengurusi surat masuk, yang langsung saya teruskan ke dalam," tu-

turnya.

aaa SEPANJANG pekan lalu, wartawan

Tempo mengikuti "jalur pintas" peng-

urusan izin masuk hutan ini. Datang ke kantor Yandri sebagai utusan satu perusahaan pertambang an, Temp o disambut hangat staf di situ. Kantor Yandri dibagi menjadi dua bagian, ruang tamu yang dilengkapi sofa dan ruang kerja. Ruang kerja berukuran 4 x 6 meter itu saban harl dijaga dua anggota staf. Merekalah yang kemudian menjelaskan secara terperinci prosedur pengurusan izin hak pinjam pakai hutan untuk kegiatan pertambangan. Menurut anggota staf yang mengaku bernama Sandri, Yandri jarang datang karena "sibuk dan banyak urusan partai". Sang bos pun disebutnya jarang menerima tamu untuk mengurusi halHutan di Kalimantan Timur yang sudah gundul akibat digunakan sebagai lahan pinjam. Ada praktek percaloan pada proses perizinannya.

fr'.


ha1 administratif. "Pasti diserahkan ke saya atau ke Pak Agus. Pak Yandri urusannya lebih ke kebijakan," ujar dia.

"Kebijakan" yang dimaksudkan San-

dri, salah satunya, soal hitung-hitungan waktu dan biaya yang perlu dikeluarkan untuk memperoleh jalan singkat pengurusan izin pinjam pakai. "Biayanya tergantung negosiasi sama Pak Yandri," kata anggota staf lain, yang mengaku bernama Agus. Dua anggota staf ini pula yang kemudian berjanji mengatur pertemuan dengan Yandri. Pada Kamis pekan lalu, ia menetapkan pertemuan di sebuah ho-

tel di Jakarta Selatan. Dengan sejumlah pertimbangan, Tempo menghentikan penelusuran di sini. Ketika kemudian diwawancarai wartawan Tempo lainnya, Kamis pekan la1u, Agus menolak menjelaskan tugas dan peran Yandri. "Saya tidak tahu," katanya. Ditemui pada Kamis malam pekan lalu, Yandri menyatakan kantor di gedung Kementerian Kehutanan itu untuk Barisan Muda PAN. Dia pun menvatakan jarang datang. Pria asal Bengkulu ini menyatakan tak pernah menjual iasa pengurusan izin. Toh, layanan jasa Yandri dalam-urus-

an izin di Kementerian Kehutanan tepengusaha.

lah populer di kalangan

Seorang pengusaha tambang bauksit di Kalimantan Timur pernah hendak menggunakan jasanya. Pada awal tahun ini, ia menemui Yandri di Hotel Muiia, Senayan, Jakarta Selatan. Sang pengusaha mengisahkan, begitu per, mintaan bantuan disampaikan, Yan-

dri

langsung menyanggupinya. "Saya sudah membantu banyak perusahaan," kata dia, seperti dikutip pengusaha itu.

Di situ disebutkan tarif jasanya Rp 2 hingga Rp

5

miliar.

Dalam pertemuan itu, menurut pengusaha yang sama, Yandri juga menl-ebutkan banyak konsultan di Kemente-

rian Kehutanan yang bisa membantu

pengurusan izin. Tapi, ia mengatakan, tidak semua bisa sukses, karena Menteri Zulkifli tidak bisa ditembus banyak orang. "Itu perlu jalur khusus," katanya menambahkan.

Seteiah panjang-lebar bercerita tentang persyaratan dokumen, Yandri, seperti yang dituturkan pengusaha tadi, menyebutkan biaya yang harus disiapkan: Rp 2 miliar untuk pengurusan teknis saja. "Ini ongkos untuk meja-meja yang dilewati. dokumen itu," katanya. Namun itu belum selesai. Yandri rupanya tidak buru-buru menutup pem-

bicaraan dengan pengusaha tadi. Dia kembali menyebutkan satu pos setoran yang mesti disediakan pengusaha tadi.

Untuk itu, perlu dibuatkan kesepakatan di muka. "Royaiti 2,5 persen dari jumlah produksi bauksit selama konsesi izin pinjam pakai (30 tahun)," kata pengusaha tadi menirukan Yandri.

Permintaan ini dirasakan sulit dipenuhi karena nilainya sangat besar. Akhirnya pengusaha tadi memilih mundur dan membiarkan dokumen permohonan izin perusahaannya terbenam di kantor Kementerian Kehutanan sampai sekarang. Tiga pengusaha yang pernah mengurus izinpinjampakai yang ditemul ?e

nu

-

po membenarkan peran sentral Yandri. Mereka juga seragam menl-ebutkan adanya fee yang harus disetor" de-

ngan besaran Rp 2 hingga 3 miliar untuk setiap izin. "Meski untuk izin tambang yang besar ada tambahan pelmi.ntaan saham 10 persen," katansa.

Yandri mengiyakan bebelapa kaii bertemu dengan pengusaha di Hotel Mulia. Tapi dia mengatakan, dalam pertemuan itu, tidak menar,varkan jasa broker pengurusan izin. "Saya diundang untuk dimrntai informasi. tentang prosedur pengurusan izin," katanya. Sumber Tempo mengatakan, bebera-

pa bulan sejak Zulkifli menjadi Menteri Kehutanan. penyldik Komisi Pemberantasan Korupsi mencium adanya praktek percaloan izin di kementeriannya. Percakapan Yandri dengan sejumlah pengusaha bisa disadap. Tapi ope-

NASKAH: SETRI YASRA I SUMBER : PERATURAN I\,1ENTER KEHUTANAN N0. 43lMENHUT t/2008 DAN WAWANCARA.

rasi gagal karena pengintaian itu bocor ke seorang petinggi partai. "Yandri segera ditarik dari gedung Manggala," kata seorang penyidik kepolisian di lembaga itu. Segera setelah operasi yang bocor ini, Yandrl menghilang-walau tak lama. 3

lulr

2011 TEMPO

I

29

I

i

t:


Beberapa bulan kemudian, ia kembali ke bisnis ini. Ia pun tak lagi menjadi anggota staf khusus Menteri Kehutanan. Sesekali. seperti dalam sebuah diskusi di Selang. Banten, April la1u, ia masih menr-andang label "Staf Ahli Menteri Kehutanan". Yandri membantah pernah diminta pergi ka|ena informasi miring permainan pemberian izin kehutanan. "Saya memang jarang ke kantor Kementerian Kehutanan karena sibuk mengurus

partai," kata anggota tim sukses pemenangan Hatta Rajasa dalam Kongres Partai Amanat Nasional di Batam ta-

Wakil Sekretaris Jenderal Della: Pengurus Pusat PAN Teguh Juwar:-: mengatakan tidak ada aliran dana da:

hunlalultu. Menteri. Zulkifli mengakui, di awalawal masa jabatannya, Yandri sering muncul di Kementerian. Tapi, ia meIanjutkan, itu hanya beriangsung tiga bulan. "Setelah itu tidak ada Yandri di sini," katanya. Zulkifli juga membantah adanya praktek percaloan di ke-

praktek percaloan izin pinjam pak: hutan ke partainya. Meski kaderpart:menurut dia, tidak ada kewajiban Me:teri Kehutanan dan stafnya menggi lang dana secara ilegal. Ia mengklair-

"Kami selalu mencari latar belakaru

penyumbang guna memastikan dar: yang masuk bersih."

menteriannya.

Setri Yasra, Anton Septian, Fanny Febiar

izin usaha dl sektor kehutanan. Sumber Tempo di Kementerian Kehutanan memastikan informasi yar.r diterima Kaban itu benar. Ting Tin: Hong menjadi warga negara Indones'-: sejak tahun lalu. Ia berganti nama merjadi Pau1us George Hung. Dengan bendera PT Masindo Putra Energi, perusahaan pertambangan, Paulus memperoleh konsesi pinjam pakai kawasan hutan di Pulau Wetar, Maluku. Tak hanya di sektor pertambanga:-

Paulus juga mengantongi

izin

menja-

lankan kegiatan usaha sektor kehutar:an. Ia mendapat konsesi hak pengusahaan hutan di Papua dengan bender: PT Bagus Jaya. Menurut sumber yan:

: p1

Dulu Hong Kini Hung Tersangka pembalakan liar memperoleh izin usaha kehutanan, Karena dekat dengan sang menteri. ING Ting Hong terdengar akrab di telinga Malem Sambat Kaban. Warga negara Malaysia ini masuk daftar 50 cukong pembalakan liar yang dirilis tim Operasi Hutan Lestari I pada pertengahan 2006, ketika Kaban menjabat Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu I. "Dia salah satu target operasi," katanya Kamis dua pekan la1u.

Sang cukong masuk daftar hitam ke-

tika tim gabungan dari Kementerian

Kehutanan, kepolisian, dan kejaksaan menangkap kapal MV Glory King, yang mengangkut 21 ribu kubik kayu ilegal di perairan Fakfak, Papua Barat. Kayu haram itu sempat loios dengan memanfaatkan surat keterangan beberapa perusahaan di Papua. Ting Ting Hong juga diduga melakukan kegiatan pembalak30 | TEMPo I

L

JULr 2o1l

an

liar di Provinsi Riau, Sumatera Sela-

tan, dan Kaiimantan Timur. Di daftar panjang pembalak liar versi Kaban, juga terdapat Adelin Lis (Sumatera Utara), Abi Besok dan Ali Jambi (Riau), Johanes Tan (Aceh), serta Aseng

dan Aweng (Jambi). Menurut Kaban, Ting Hong juga teiah ditetapkan menjadi tersangka oLeh Markas Besar Kepolisian RI. Itu sebabnya, Kaban kaget ketika menerima informasi mengenal Ting Hong pada akhir Mei lalu. "Ting Ting Hong, orang yang Bapak buru dulu karena melakukan kejahatan illegal logging,

sekarang mendapat izin baru," demikian pesan yang masuk ke telepon selulernya. Kaban menganggap aneh, cukong yang pernah menjadi tersangka bisa masuk Indonesia dan memperoleh

sama, perjalanan mulus Paulus kembali. berbisnis usaha kehutanan di Indonesia ditopang lobinya dengan Mente:. Kehutanan Zulklfli Hasan. "Paulus beberapa kali bertemu dengan Pak Mer:teri," ujarnva.

Zulkifli membantah memberi

ke-

longgaran kepada Ting Ting Hong alia. Paulus. Dia mengatakan tidak kenal dengan sang pengusaha. "Siapa itu?" ka-

tanya. Politikus Partai Amanat Nasional ini memastikan mereka yang masu.. daftar hitam tidak boleh lagi berbisni, di sektor kehutanan.

Aneh bin ajaib, Sekretaris JenderaKementerian Kehutanan Hadi Dalyanto justru membenarkan kembalinya Ting Ting Hong. "Itu karena putusan pengadilan menyatakan dia bebas.' kata bekas Direktur Jenderal Bina Produksi. Kehutanan ini. Henry Yosodiningrat, kuasa hukur:: Paulus, mengatakan kliennya menjadi warga negara Indonesia dan bergant.

identitaskarena "namanya sudahtercemar karena dimasukkan Kaban ke daftar pembalak liar". Menurut dia, perkara kiiennya di kepolisian juga tidak jelas dan hilang begitu saja.

Menurut Henry, izin pertambanga:dan kehutanan diperoleh Paulus sesuadengan aturan dan prosedur. "Beliau tidak terbukti bersalah. Semua tuduhar. itu fitnah." Setri Yasra, Anton Septiar


.a

?

lr:

Dua langan Pak Mentefi Zulkifli Hasan, Yandri Susanto, dan Ali Taher lama memiliki hubungan dekat. Bersama-sama di partai, kantor, dan organisasi olahraga. ENUDINGKANtelunjukke Nokia layar sentuh di meja,

Yandri Susanto berkata, "HP ini disadap KPK." Ia

mengatakan memperoleh informasi tentang itu dari "orang dalam" Komisi Pemberantasan Korup-

si. "Disadap sejak saya ikut Bang Zul di

DPR," katanya, menyebutkan Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai ini terang-terangan

Arnanat Nasional

mengakui kedekatannya dengan Zulki-

fli,

"vang

jr-rga

aktivis partai itu. "Di ru-

mah Bang Zi-r1. saya mengambil makan-

an iangsung dari dapur," lelaki 37 tahun itu menggamltat'kan kedekatannya denganPak Menteri ketika ditemui Kamis malam pekan Ialu. Yandri mengenal Zuikifli sejak 2003, hingga kemudian menjadi anggota staf

Zulkrfli di Dewan Perwakilan Rakyat Zulkifli ditunjuk Presiden Susllo Bambang Yudhopada 2004-2009. Ketika

yono sebagai Menteri Kehutanan pada 2009, Yandri ikut pindah dari Senayan

ke Manggala Wanabakti, kantor Kementerian Kehutanan.

Pada pemilihan anggota legislatif

2009, keduanya menjadi calon legislator PAN dari daerah pemilihan Lampung I. Zulkifli, yang asli Lampung, menempati calon nomor 1. Yandri, yang berasal

dari Bengkulu, di urutan berikutnya.

Karena partai mereka hanya memperoleh satu kursi, cuma Zulkifli yang iolos ke Senayan. Yandri baru akan menjadi anggota Dewan pada Juni 2012, melalui pergantian antarwaktu. "Suara saya kan nomor tiga terbanyak," ujar Sekretaris Jenderal Barisan Muda Penegak Amanat Nasional, sayap organi-

ini. Dekat secara pribadi, Zulkifli Yandri lengket di politik. Pada Ko

sasi PAN,

res PAN di Batam tahun lalu, kedua

menjadi motor penggerak

tim

pe

nangan Hatta Rajasa. Keduanya j

tercatat sebagai pengurus Kelua: Olahraga Tarung Derajat (Kodrat): Z kifli ketua umum dan Yandri ketua dang pengembangan usaha. Dengan kedekatannya, Yandri liki akses besar ke Menteri Kehuta Itu sebabnya ia bisa membuka " mempercepat pengurusan izin hak

jam pakai hutan. Izin ini diperlu pengusaha pertambangan untuk kukan kegiatan eksploitasi di wilar hutan lindung. Sejumlah pengusaha yang dite Tempo mengatakan pernah me nakan jasa Yandri. Seorang peng mengeiuh Iantaran Yandri mengaju permintaan tak masuk akal. Selain minta duit untuk "kegiatan mente: kata sang pengusaha, Yandri minta tah hasil konsesi penambangan.

Di kalangan internal partai ma hari, sejumlah kader juga kasak-, suk membicarakan Yandri. "Dia


..-:',::",is. -{nggota Dervan ini berceri-

.. !:.::ci:': nelejit setelah ikut Zulkifli ie::elt erian Kehutanan. !a:-i:'i membela diri. Ia mengatakan

...

:::=:::--iki harta melimpah- antara lain r-:nah megah di Serang, Banten, dan ::obi1 met'ah sebelum ZuIkiflt menja:ii menteri. Ia mengatakan membangun ::lmah pada 2008 dan membeii Toyo:a Alphard pada 2009 sebelum ZuIktfli i.iiantik. Ia juga menyatakan memiliki sejumlah usaha, dari perusahaan jasa ;onsultan yang berkantor di bilangan Tebet. Jakarta, hingga pencucian mobil * di Serang. Ia menganggap tudingan ke arahnya :rerupakan serangan balik pengusaha 5'ang diuntungkan prosedur amburadul. Dia mengklaim, prosedur pengurusan izin pengelolaan hutan lebih ketat pada zarna:n Menteri Zulkifli. "Kalau dokumennya enggak lengkap atau enggak benar, jangan harap izinnya diteken," ujarnya. Serangan ini, kata dia, bukan yang

pertama ia terima. Tiga bulan pertama Zulki.fli menjabat menteri, ia mengaku keluar-masuk hutan Kalimantan untuk melihat penggunaan lahan oleh para pengusaha. Temuannya soal kenakaian pengusaha hutan lantas dilaporkan ke Zulkifli. "Banyak pengusaha yang terusik," ujarnya. Setelah itu, katanya lagi, desas-desus bahwa ia bermain dl perizinan mulai terdengar. Me-

nurut dia, Zulkifli lantas mengingatkan, "Hati-hati, kamu diincar." Diperingatkan Zulkifli, kader-kader

Dalam sehari, tamu di ruanElan anElgtota

staf

khusus bidang sosial Mented Kehutanan ini bisa mencapai 30 oran$. Dua pefti$anya menenten$ proposal permintaan bantuan, Sisanya penElusaha yan$ ingin menglurus sesuatu. PAN "menghilang" dari lantai 4 Blok I Manggala lantai ruangan Menteri dan staf khususnya. Di lantai itu, menurut Yandri, kader partai cuma tiga bulan menghuni ruangan yang kini ditempati San Afri Awang, anggota staf khusus Zulkifli. Ia mengatakan kegiatannya keluar-masuk hutan dilakukan karena ingin membantu Menteri KehutananZuIkifli. menyatakan Yandri tak pernah berkantor di Manggala. "Dia juga bukan staf saya," katanya kepada Tempo. Tapi, hingga April lalu, dalam sejumlah diskusi yang dihadirinya, Yan-

dri masih menggunakan label "Staf Ahli Menteri Kehutanan". Di antaranya

dalam satu diskusi di Serang, Banten. Yandri memiliki kantor di gedung Manggala. Tepatnya di Blok VII, satu

gedung dengan kantor PT Perhutani. Bangunan ini terpisah dari gedung Menteri Kehutanan di Blok L Ruangan

Yandri ada di lantai 6, satu blok dengan para tenaga ahli Menteri Kehutanan. Berbeda dengan ruang tenaga ahli. ruanga nnya tak dipasangi papan nama. Menurut Yandri., ruangan itu dipakai. sebagai tempat "transit" kader par'tai yang ingin bertemu dengan Zulkifli. Menteri Kehutanan memberikan ruangan itu setelah Yandri dan para aktivis PAN "diusir" dari lantai 4 Blok I, tempat Menteri bekerja. "Jarang sekaii saya ke sana," ujarnya. Jika Yandri satu tangan, tangan lain

Zulkifli adalah Ali Taher

Parasong,

anggota staf khusus bidang sosial. Sebe-

lum bergabung dengan PAN pada 1999, lelaki asal Nusa Tenggara Timur ini aktif di Partai Persatuan Pembangunan. Ia tercatat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat pada 1997-1999. Maju sebagai calon legislator PAN pada 2004 dan 2009 dari Banten, perolehan suaranya tak cukup. "Ketika Pak Menteri ke sini, saya diminta jadi staf khususnya," kata Ali, kini salah satu ketua

partai itu.

Zulkifli menyebut Aii sebagai ustad yang ramah. "Tak ada orang di lantai

empat ini yang tak senang dengan Ali," ujarnya. Adapun Yandri mengenal Ali sebagai orang yang hafai banyak ayat Al-Quran. Disambangi di ruangannya Kamis dua pekan lalu, Ali menunjukkan tumpukan proposal di meja kerjanya. Me-

nurut AIi, proposal-proposal itu ber-

permohonan bantuan ke Kementerian Kehutanan. "Sedang sava teliti vang

isi.

paling layak mendapat bantuan," ujarnya.

Dalam sehari, kata dia, tamu di ruangannya bisa mencapai 30 orang. Dua

pertiganya menenteng proposal permintaan bantuan. Sisanya pengusaha yang ingin mengurus sesuatu. "Sa1'a arahkan," katanya. "Kalau ini ke clirjen anu, kalau itu ke dirjen anu." Ali menyatakan kegiatannya tak menl'alahi posisinya sebagai anggota slai khusus bidang sosial. "Pak Mentet'i memerintahkan saya membuka komunikasi seluas-luasnya." ujarnva.

Kendati begitu. AL menyatakan tak pernah memungut ciuit atau menjadi. makelar perizinan. "Jangankan saya minta, orang maii ngasih uang saja saya

tolak," katanr-a. Sebagai dosen dibeberapa perguluan tinggi, Ali mengatakan penghasilannl-a lebih dari cukup. "Bisa mendapat Rp 15 juta sebulan."

Empat puiuh menit bercakap-cakap dengan ALi. Tempo kemudian pamit. Di luar'. empat tamu telah menunggu. Dua lelaki perlente dan dua perempuan ayu masuk. Tak ingin percakapannya didengar orang, Ali menutup pintu. KEHUTANAN NO- 43lfu]ENHUT

",E\TERI

I/2008

DAN WAWANCARA

Anton Septian, Fanny Febiana, Pramono

l JULt 20t r rervrpo I

jl

I I

)


Dulu Banyak Orang Paftai di Sini ITUDUH mengutip dana dari pengusaha buat kepentingan partai, Menteri Kehutanan ZUIkifli Hasan mengelak. Ia juga membantah memiliki staf khusus yang bertugas menjaring fulus dari pemohon izin pinjam pakai hutan. Sang Menteri menyebutkan, pengurusan izin di kementeriannya kini "berbeda dengan

yangdulu". *

Zulkifli mengatakan hanya memiIiki satu anggota staf khusus dari par-

tainya-Partai Amanat Nasional-yakni Ali Taher Parasong. Yandri Susanto, wakil sekretaris jenderal partai itu, yang memiliki kantor di gedung Kementerian Kehutanan, menurut dia, bukan anggota staf khusus. "Kalau ada yang mengaku-aku, sikat saja," katanya kepada Anton Septian, Fanny Febiana, dan Tri Suharman dari Tempo, Rabu dua pekan lalu, di kantornva. Bagaimana prosedur pemberian izin pinjam pakai?

Ada yang menganggap Kementerian Kehutanan mempersulit. Bisa benar

bisa tidak karena proses pinjam pakai ini berbeda dengan yang dulu. Sekarang prosesny a b otto m- up. Prosesnya dua tahun, itu pun kalau lancar. Kenapa lama?

Pertama, pemohon harus punya izin

dari bupati. Kedua, rekomendasi dari , gubernur. Saya tidak tahu berapa lama di sana selesainya. Setelah itu, dia harus punya analisis mengenai dampak Iingkungan dan izin tambang. Izin dari kami hanya buat masuk hutan. Kalau syarat awalnya terpenuhi, baru mereka datang ke tempat kami. Setelah semua lengkap, izinnya pun belum tentu

dikeluarkan. Kenapa?

Permohonannya diperiksa dulu oleh

Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan, apakah ada tumpang-tindih dengan pemilik hutan tanaman industri dan hak pengusahaan hutan. Kalau iya, selesaikan business to busines s. Berapa lama kelarnya, itu urusan mereka. Setelah kelar, barulah kami keluar-

kan izin. Ada anggota stafAnda, mengatasnamakan Anda dan PAN, mengutip dana dari pemohon izin? Begi.ni, dulu banyak orang PAN di sini. Bisa saja ada yang mengaku-aku. Seperti dulu ada orangminta sumbangan ke pengusaha dengan mengaku sebagai kaderpartai.

i4

I TEMPo j JULI

2ot I

Yandri Susanto, Wakil Sekretaris Jenderal PAN, disebut-sebut melakukannya....

sih. Yandri memang selalu jadi isu. Pa-

Yandri tak pernah di sini. Anggota staf saya dari partai cuma satu, AIi Taher Parasong. Memang tiga bulan pertama banyak kader PAN di sini. Saya minta waktu kepada para pejabat di Kementerian agar mereka diizinkan di sini. Kalau hari itu juga dilarang, mere-

sini, dan tidak sendirian.

ka akan marah sama saya. Setelah tiga bulan, tak ada lagi orang PAN. Berbeda dengan dulu, saya dengar di sini jadi kantor p arlai. (Pendahulu Zulki,fli, Malem Sambat Kaban, adalahKetua Umum Partai Bulan Bintang.) Setiap hari Yandri berkantor di sini? Tak pernah. Begini, isu itu selalu ada. Beberapa waktu Ialu ada yang melapor ke saya, ituYandri anu-anu. Saya sudah wanti-wanti. Jangankan Yandri, adik saya atau siapa pun tidak boleh. Untuk mengurus APBN atau perizinan, kb.mi takmemakai siapa pun. Dia hanya di sini pada tiga bulan Anda jadi mented? Tiga bulan pertama, tapi bukan hanya Yandri. Banvak kader PAN di sini. Saya kurangi bertahap, setelah itu ber-

dahal hanya tiga bulan dia pernah di Maksud Anda?

Anggota staf khusus saya tiga orang. Hanya satu yang dari partai. Saya cuma punya Ali Taher. Lainnya San Afri Awang. Satulagi Sunaryo, orang sini (mantan pej abat Kementerian). Saya punya hak tiga, tapi dari partai saya cuma mengambil AIi Taher. Ali Taher juga sering "mengurus" soal izin ini?

Saya panggil dia dua pekan sekali. Saya bilang, "Kamu jangan berurusan dengan duit." Dia ustad, di sini meng-

urusi bantuan sosial. Viva Yoga Mauladi, anggota DPR dari

bacaan  

tempo majalah

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you