Page 1

Volume 08 Edisi 10 - Oktober 2013 - Rp. 35.000

Jatim Fair 2013

Majalah Mice

@MajalahMICE

http://issu.com/eventguidemagz


Table of Contents

35

Surabaya Poros Industri MICE Indonesia Timur

18

22

26

Profil

Destinasi

Culinary

“Berusaha Untuk Selalu Menyenangkan Orang dan Ikhlas”

Belanja Asyik di Atas Sungai -Pasar Terapung

Serasa Berada di Kampung Jawa-Warung Mbok Solo

Devi Emerson Ambui

Tak lengkap rasanya, jika berwisata ke Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan bila tak menyambangi kawasan Pasar Terapung.

Untuk menikmati sajian khas Nusantara tak perlu jauh-jauh datang ke kota asalnya.

Director of Sales Atria Hotel & Conference and Atria Residence Paramount Serpong 2I

Menjelang pasar bebas 2015, industri MICE di Indonesia kian menggeliat. Menurut Effi Setia Budi, Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia sampai tahun 2014 Jakarta penuh dengan agenda event baik skala Bussiness to Bussiness maupun Business to Consumer. “Jawa Timur bisa menjadi pilihan”, ujar Effi.

I Oktober 2013


30

Editorial box

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Dra S. Hartati Murdaya Wakil Pemimpin Umum/ Wakil Pemimpin Redaksi Prajna Murdaya

46 50

Dewan Redaksi Karuna Murdaya (Ketua) Metta Murdaya, Upekkha Murdaya, KiranaWijaya, Slamet Supriyadi, Khairul Ishak Mahadi Ralph Scheunemann, Oki Setiawan Silvia Hartono, Andiyani Pertiwi Plt. Pemimpin Umum/ Pemimpin Redaksi (Penanggung Jawab) M. Al Khadziq Hasna A.Zain Redaktur Eksekutif Cahyo Adji Redaktur Artistik Rudy “tulang� Setiawan

Agenda Event

Hotel

52

Staf Redaksi Fatkhurrohim, Teguh S. Gembur Andhy Prayitno

06 Pomelotel

Art & Culture

30 46

Patrick yang Melukis Sejarah

Venue

50

Savoy Homann Bidakara

Infokus

66

52

Indonesia International Motor Show 2013

Etalase

57

Sony Smartwatch 2

Hang Out 66 Tidak Hanya Sekedar Berlari - Komunitas Indo Runners

News 60 Pick Up Point 70

Desainer Grafis David H Christian Manager Usaha Frans Hasiholan Siagian Marketing dan Promosi Elizabeth R.S, Yurita W.K Administrasi Umum Yuni Nuraini Manager HRD Yahya Wiyanto Keuangan Yudha Wartawan majalah Event Guide dalam menjalankan tugas dilengkapi kartu identitas. Narasumber, klien iklan dan relasi bisnis diharapkan tidak melayani siapapun yang mengaku wartawan Event Guide tanpa identitas resmi. Alamat Redaksi, Iklan Dan Distribusi Hall E Lt. 3, Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Indonesia 10620. Telepon: (021) 266 45 234, 266 45 232, 2664 56 73, 2664 5256, 26645493 FAX: (021)266 45 339 E-MAIL: eventguide.magz@gmail.com Oktober 2013 I

I3


Messages from Editor

Menimbang Jatim

J

atim Fair 2013 sebagai lokomotif industri pameran di Indonesia Timur kini makin menampakkan keberadaannya sebagai sebuah event besar kebanggaan arek Jawa Timur. Digelar mulai 3-13 Oktober 2013 di Grand City, Jatim Fair diikuti 450 peserta yang menampilkan potensi bisnis sektor pemerintah, BUMN dan BUMD, perusahaan swasta menengah besar. Jatim Fair yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Jatim ini juga diikuti oleh peserta dari luar negeri seperti Polandia, provinsi Tianjin, China dan Gyongnam, dan Korea Selatan. Dengan 550 stand, pihak penyelenggara menargetkan 200 ribu pengunjung dengan transaksi Rp 50 miliar. Potensi Jatim sebagai poros industri MICE Indonesia Timur bukan hanya dari jumlah venue yang besar, dukungan infrastruktur seperti bandara, pelabuhan atau jalan tol namun juga kekayaan seni, budaya dan destinasinya. Bahkan event-event andalan seperti Jember Fashion Carnival, Majapahit Fair telah dikenal baik oleh masyarakat internasional. Kini semarak MICE di Jatim diperkuat dengan kebangkitan Banyuwangi dengan ragam event yang segar dan bercitarasa internasional. Salah satunya adalah Tour de Kawah Ijen. 4I

I Oktober 2013

Namun banyak pertanyaan yang menari-nari di kepala kita, terutama menimbang kesenjangan antara potensi dan aktualisasi industri MICE di Jatim. Apa sebenarnya kekurangan Jatim untuk menjadi lokomotif industri MICE di Indonesia Timur? Mengapa Jawa Timur hanya menjadi tempat persingahan saja-perlintasan wisatawan dari Jogjakarta ke Bali? Mengapa mereka bukan langsung mengunjungi Jatim lalu mampir ke Denpasar atau Jogja? Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas mungkin patut dialamatkan kepada para praktisi MICE dan masyarakat Jatim. Membuka mata dan menyadari seluruh modal pariwisata yang mereka miliki. Wilayah luas Jatim, jumlah penduduk yang besar, ragam destinasi dan budaya, atau khasanah kuliner dan hasil kerajinan tangan. Betapa industri pariwisata dan MICE memberikan sumbangan signifikan terhadap PDRB Jatim. Tercatat pemasukan devisa per Maret 2012 sekitar 247 miliar. Tahun 2011 lalu total sum-

bangan bagi PDRB Jatim 56 triliun. Tahun 2010 sebesar 48 triliun. Sebuah sumbangan besar dari sektor pariwisata yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat.Namun kisah manis pencapaian sektor pariwisata Jatim itu tidak memiliki makna apapun jika tidak ada kemandirian masyarakat Jatim terutama dalam mengelola dan mengembangkan sektor pariwisata setempat. Percuma saja potensi besar itu jika para pengarapnya ‘orang luar’ juga. Cara paling bijak adalah menyiapkan SDM yang mumpuni dan mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat mengelola destinasi Jawa Timur yang berkelanjutan. Mefasilitasi pelatihan tenaga MICE, membuka peluang industri pariwisata sebesar-besarnya bagi praktisi setempat. Sebagai tempat persimpangan antara Jakarta dan Bali, Jatim tidak hanya memiliki potensi untuk merebut perhatian para wisatawan yang melintas namun juga memiliki tantangan untuk mengelola dan mengembangkan potensi destinasi dan industri MICE Jatim. Jika tidak, orang Jakarta atau Bali yang akan menggarapnya.


ARTIKEL

Oktober 2013 I

I5


Agenda Event

THE 28th TRADE EXPO INDONESIA 2013 Date: 16-20 October EO: BPEN INDONESIA (NAFED) Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

Inter Broadcast Expo, Indo A V Pro Expo Date: 3-6 October EO: PT KRISTAMEDIA PRATAMA Location: Jakarta International Expo, Kemayoran ILDEX Date: 3-5 October EO: VNU Exhibitions Location: Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta Kemayoran Wedding Festival 2013 Date: 4-6 October EO: PT Cantik Mega Sukses Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

6I

I Oktober 2013

Job Fair Date: 4-5 October EO: JIExpo Location: Jakarta International Expo, Kemayoran OSH & APOSHO Expo Date: 9-12 October EO: Convex 8 Location: Jakarta International Expo, Kemayoran Jakarta Music Expo Date: 9-12 October EO: JIExpo Location: Jakarta International Expo, Kemayoran Wisuda UNJ Date: 10 October EO: Universitas Negeri Jakarta Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

THE 28th TRADE EXPO INDONESIA 2013 Date: 16-20 October EO: BPEN INDONESIA (NAFED) Location: Jakarta International Expo, Kemayoran Concrete Show South East Asia 2013 Date: 24-26 October EO: UBM Asia Location: Jakarta International Expo, Kemayoran Interdye Asia Date: 24-26 October EO: China Dyestuff Industry Association Location: Jakarta International Expo, Kemayoran


Oktober 2013 I

I7


Agenda Event

ITHF 2013 Date: 25-27 October EO: Rajamice Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

foto: www.pamerindo.com

Guiness Arthur Day Date: 26 October EO: PT Dima Indonesia Location: Jakarta International Expo, Kemayoran Kejurnas Date: 27 October EO: Ikatan Motor Indonesia Location: Jakarta International Expo, Kemayoran ALLPACK Indonesia Series 2013, Interpharma-IPEX 2013, ALLPLAS Indonesia, All Industrial 2013 Date: 30 October-2 November EO: PT KRISTAMEDIA PRATAMA Location: Jakarta International Expo, Kemayoran ALLPRINT Indonesia Expo 2013, Indo Sign and Grephic, Indo LED Expo, Indo Label Expo, Indo Corrugated Date: 6-9 November EO: PT KRISTAMEDIA PRATAMA Location: Jakarta International Expo, Kemayoran Oil & Gas 2013 Date: 13-15 November EO: PT Pamerindo Indonesia Location: Jakarta International Expo, Kemayoran KKR Steven Tong Date: 9-10 November Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

8I

I Oktober 2013

Manufacturing Indonesia Series 2013: Plastics & Rubber Indonesia 2013, Propak Indonesia Series 2013, Printing Indonesia 2013 Date: 4-7 December EO: PT Pamerindo Indonesia Location: Jakarta International Expo, Kemayoran Formula Drift Date: 17 November EO: Drift Pac Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

Kejurnas Date: 1 December EO: Ikatan Motor Indonesia Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

Plastic & Rubber Indonesia 20013 Date: 20-23 November EO: PT Pamerindo Indonesia Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

Aspacpol 2013 Date: 11-13 December EO: PT Napindo Media Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

The Archy Date: 23 November Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

Indonesia-Japan Expo Date: 19-22 December EO: PT Kerabat Dyan Utama Location: Jakarta International Expo, Kemayoran

SCTV Award Date: 29 November EO: PT Surya Citra Televisi Location: Jakarta International Expo, Kemayoran


Festival Krakatau XXIII

“The Mask of United Colours” Tanggal 12 – 20 Oktober 2013

Sunda itu memang masuk dalam bagian wilayah Lampung Selatan, bukan Bandar Lampung. Festival Krakatau merupakan merupakan salah satu hallmark event yang diselenggarakan secara annual dan telah ditetapkan dalam kalender kepariwisataan nasional. Dari hasil pertemuan dengan event organizer, dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Lampung Selatan Provinsi, Pembukaan Festival akan dilaksanakan di depan kantor Bupati Lampung Selatan, hari Sabtu, tanggal 19 Oktober 2013 sore hari dilanjutkan dengan Parade Budaya. Adapun tema dalam Festival Krakatau ke XXIII ini adalah “The Mask of United Colours” dengan mengangkat topeng Lampung sebagai bagian budaya daerah Lampung. Malam harinya akan diadakan Krakatau night di Way Harong Resort. Keesokan harinya Minggu, 20 Oktober 2013 Tour Krakatau akan diberangkatkan dari Pelabuhan Bakauheni. Kapal Fery untuk peserta umum dan Kapal LPD untuk Tamu undangan khusus. Di tempat lain Pameran Dekranas akan diadakan di Wisma Way Belerang tanggal 20 Oktober 2013. Sementara di Menara Siger akan diadakan display potensi obyek dan daya tarik wisata tanggal 19 Oktober 2013.

S

etelah beberapa kali penyelenggaraan Festival Krakatau di Kota Bandar Lampung, pada tahun ini, Festival Krakatau akan diselenggarakan di Kabupaten Lampung Selatan.

Dengan digelarnya Festival Krakatau yang telah berusia ke 23 tahun, diharapkan akan berdampak positif untuk mendorong kemajuan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan. Terpilihnya Kabupaten Lampung Selatan sebagai tuan rumah Festival Krakatau sekaligus ingin menegaskan bahwasannya Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat

Seperti dilansir dari laman kompas.com Rycko Menoza SZP, Bupati Lampung Selatan mengatakan, bahwa pemerintah daerah setempat dapat belajar dari Republik Seychelles dalam mengemas dan memaksimalkan potensi sektor pariwisata sekaligus memperkenalkan keanekaragaman budaya yang ada kepada masyarakat internasional. Meskipun negara kepulauan kecil, kata Rycko, Republik Seychelles mampu mengemas potensi negerinya menjadi salah satu destinasi pariwisata internasional yang banyak dikunjungi turis dari berbagai negara. “Pengembangan sektor pariwisata tidak akan lepas dari kearifan lokal yang dimiliki masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan. Nilai-nilai budaya lokal menjadi salah satu modal guna menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Bumi Ragom Mufakat,” tutup Rycko.

Oktober 2013 I

I9


Agenda Event Lihat Indonesia Roadtrip Pelaksanaan Lokasi Info

: 1 Oktober - 30 November 2013 : Pulau Jawa, Bali dan Lombok : www.balibackpacker.net

Bali Backpacker bekerja sama dengan Taft Diesel Indonesia (TDI) untuk kedua kalinya akan menghelat Lihat Indonesia Roadtrip. Setelah pada 2012 berhasil melakukan perjalanan selama 35 hari menelusuri Pulau Sulawesi, tahun ini Lihat Indonesia Roadtrip akan menjelajahi tiga pulau, yaitu Jawa, Bali dan Lombok. Perjalanan akan dimulai pada awal Oktober hingga akhir November 2013.

foto: indonesia.travel

World Toilet Summit Pelaksanaan Lokasi Info

: 2 – 4 Oktober 2013 : The Sunan Hotel, Solo, Jawa Tengah :-

foto: worldtoiletsummit-indonesia.com

Addressing the importance of hygiene, health, sanitation, and toilet related issues, the World Toilet Summit 2013 will take place at the Sunan Hotel Solo, Surakarta (Solo), Central Java, from 2ndto 4th October 2013. Featuring the theme ”The Rural Meet the Urban Sanitation”, the World Toilet Summit 2013 aims to empower the community by improving better sanitation to alleviate poverty, health and hygiene in communities both in rural and urban society.

International Cave Festival Pelaksanaan Lokasi Info

: 4 – 6 Oktober 2013 : Pangkajene, Sulawesi Selatan :-

Event internasional berpetualang alam (gua) akan digelar di Indonesia bertajuk International Cave Festival akan dilangsungkan di kawasan Karst Maros Pangkep, Desa Belae, Pangkajene, Sulawesi Selatan. Event pertama kalinya ini mengangkat tema “Save the Karst for the World”.

foto: fatkhurrohim

10 I

I Oktober 2013


KTT APEC Pelaksanaan Lokasi

: 5 – 7 Oktober 2013 : Bali

Konvensi tingkat tinggi yang diselenggarakan di Indonesia ini mengangkat tema “Resilient Asia Pacific, Engine of Global Growth”. Tema tersebut guna menjawab tantangan situasi dunia yang tengah berada dalam pengaruh krisis keuangan dan ekonomi dunia. Selain itu, juga untuk mendukung kepentingan Indonesia guna membahas Attaining the Bogor Goals, Sustainable Growth with Equity, dan Promoting Connectivity.

foto: www.apec2013.or.id

Festival Budaya Asmat Pelaksanaan Lokasi Info

: 15 – 19 Oktober 2013 : Kabupaten Asmat, Papua : http://cepsmine.blogspot.com

Festival budaya ini akan diramaikan pameran ukiran kayu khas Asmat yang merupakan benda bernilai seni tinggi. Suku Asmat dikenal memiliki kemampuan membuat seni ukiran kayu yang mumpuni dimana mereka dapat langsung mengukir langsung tanpa menggambar sketsanya terlebih dahulu. Bagi suku Asmat, ukiran kayu yang mereka buat erat kaitannya dengan roh leluhur dan karenanya tidak semata diangap sebagai karya. foto: fatkhurrohim

Festival Raja Ampat Pelaksanaan Lokasi

: 18 – 21 Oktober 2013 : Pantai Wisata Waisai, Raja Ampat, Papua Barat

Raja Ampat Festival merupakan salah satu program yang didaulat oleh Pemerintah Daerah Raja Ampat, Papua Barat, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Tujuan perhelatan festival ini adalah untuk mempromosikan surga bawah laut, keindahan alam, budaya, dan semua keindahan alam dan budaya Raja Ampat. foto: javabackpacker.blogspot.com

Oktober 2013 I

I 11


Agenda Event Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) Pelaksanaan Lokasi Info

: 18 – 21 Oktober 2013 : Kota Padang, Sumatera Barat : www. Tourismindonesiamartexpo.com

Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) didukung berbagai komponen pariwisata se-Tanah Air. TIME akan menjajakan ”travel mart” internasional dengan konsep ”business to business”. Di sinilah penjual produk wisata dan jasa di Indonesia dipertemukan dalam sebuah pasar internasional.

foto: fatkhurrohim

Festival Olahraga Rekreasi Nasional Pelaksanaan Lokasi

: 25 - 27 Oktober 2013 : Solo, Jawa Tengah

Federasi Olahraga Rekreasi-Masyarakat Indonesia (FORMI) bekerjasama dengan Kementerian Olahraga dan Pemuda (Kemenpora) kembali akan menyelenggarakan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) yang akan dilangsungkan di Solo. FORNAS merupakan kegiatan menggabungkan olahraga dan hiburan atau sportainment (sport and entertainment) yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kegiatan yang selain menarik, menyenangkan, juga menyehatkan. foto: yusufliem.wordpress.com

Jakarta Marathon Pelaksanaan Lokasi Info

: 27 Oktober 2013 : Jakarta : www.thejakartamarathon.com

Event Jakarta Marathon diadakan dalam enam kategori lomba dan berskala internasional, diantaranya full marathon, half-marathon, 10K, 5K, kursi roda dan sprint untuk anak-anak. Jakarta Maraton akan melewati beberapa landmark wisata terkenal di Jakarta, seperti Monumen Nasional atau Monas, Masjid Istiqlal yang letaknya di seberang Gereja Katedral, Kota Tua dan area Bundaran Hotel Indonesia. foto: www.sportsone.jp

12 I

I Oktober 2013


Oktober 2013 I

I 13


Agenda Event Indonesia Halal Expo Pelaksanaan Lokasi Info

: 30 Oktober – 2 November 2013 : Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat : http://indohalalexpo.com

Indhex 2013 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 40.000 pengunjung. Pameran ini menampilkan banyak sekali pelaku industri, yaitu importir dan eksportir, distributor, pengecer, pemasok, pemilik hypermarket dan supermarket, pelaku bisnis perhotelan dan pemilik restoran, department store, bahan makanan dan toko-toko, investor, industri jasa keuangan, lembaga perbankan, lembaga pemerintah, bisnis dan asosiasi perdagangan, lembaga sertifikasi halal, agen, pelanggan, dan tenaga ahli profesional.

foto: fatkhurrohim

Jakarta Melayu Festival Pelaksanaan Lokasi

: 30 Oktober 2013 : Birawa Assembly Hall, Bidakara Hotel, Jakarta

Jakarta Melayu Festival 2013 akan menampilkan balutan musik orkestra mewah arahan Anwar Fauzi sebagai persembahan hadiah ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-68. Pentas musik melayu ini juga sebagai upaya mengangkat lagi citra musik melayu di Tanah Air terutama dikalangan anak muda. Anda akan menikmati suguhan musik dan lagu melayu yang tumbuh dan berkembang dimulai dari Aceh, Padang, Riau hingga ke Kalimantan, akan ada juga pentas tari khas melayu seperti Tari Zapin dan Tari Serampang Dua Belas. foto: fatkhurrohim

Pariwisata Syariah Indonesia Pelaksanaan Lokasi

: 30 Oktober 2013 : JIExpo

Pengembangan Pariwisata Syariah meliputi empat jenis komponen usaha pariwisata, yaitu: perhotelan, restoran, biro atau jasa perjalanan wisata, dan spa. Selain itu, sarana penunjang pariwisata lainnya juga akan diikutsertakan. Tujuan diadakannya program ini adalah untuk menggaet wisatawan dalam maupun luar negeri, sekaligus untuk mendorong pertumbuhan entitas bisnis syariah di lingkungan pariwisata. foto: fatkhurrohim

14 I

I Oktober 2013


Guinness Arthur’s Day 2013 Tanggal Tempat Info

: 12 – 26 Oktober 2013 : Jakarta, Medan, Surabaya dan Makassar : www.ibudibjo.com

Medan akan menjadi kota pembuka rangkaian tur perayaan Guinness Arthur’s Day 2013. Dilanjutkan dengan Bali, Surabaya dan Makassar pada 12 Oktober. Di keempat kota ini akan tampil FireHouse dan Skid Row. Konser penutup Guinnes Arthur’s Day akan diadakan di Jakarta Internasional Expo Center pada 26 Oktober dengan menampilkan One Republic, Mew dan Club 8. foto:www.wrestlingwithpopculture.com

Fall Out Boy – Save Rock & Roll Tour Tanggal Tempat Promotor Info

: 19 Oktober 2013 : Skenoo Exhibition Hall, Gandaria City – Jakarta : Bigdaddy : www.bigdaddy.co.id

Setelah vakum selama tiga tahun, Fall Out Boys kembali merilis album terbaru mereka Save Rock and Roll, dan mengumumkan akan menggelar tur ke seluruh dunia termasuk Asia—Jakarta. Fall Out Boy dibentuk tahun 2000 beranggotakan Patrick Stump (gitar dan vokal), Pete Wentz (bas), Andy Hurley (drum), and Joe Trohman (gitar). Total, mereka telah merilis lima album hingga tahun 2013.

foto: realmagictv.com

Kesha Tanggal Tempat Promotor Info

: 22 Oktober 2013 : Skenoo Exhibition Hall, Gandaria City – Jakarta : JAVA Musikindo : www.javamusikindo.com

Kesha dijadwalkan akan mengunjungi Jakarta, Indonesia. Penyanyi yang kerap membuat sensasi dengan tingkah laku aneh ini dipastikan hadir di Skenoo Exhibition, Gandaria City di tanggal 22 Oktober. Konser Kesha sendiri terkait dengan jadwal tur album WARRIOR. Sebelumnya, dia juga merilis album ANIMAL (2010). foto:fanpop.com

Oktober 2013 I

I 15


Agenda Event Java Soulnation Festival Tanggal Tempat Promotor Info

foto:f1rocks.com

: 4 Oktober 2013 : Istora Senayan, Jakarta : Java Festival Production : www.javasoulnation.com

Java Soulnation Festival 2013 tetap akan menghadirkan musisi kelas dunia, mulai Macy Gray, Mamas Gun, Far East Movement, dan Karmin, dan lain-lain. Sedangkan untuk musisi dalam negeri akan ada Adhitya Sofyan, Tulus, Neonomora, Agrikulture, Raisa, Bottlesmokers, dan Dira Sugandi. Pada penyelenggaraan event Java Soulnation Festival 2013 pihak penyelenggara memberikan jaminan akan tampil beda disbanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan lebih kaya dan menarik.

P.O.D. World Tour 2013 Tanggal Tempat Promotor Info

: 5 Oktober 2013 : Lapangan kolam renang senayan, Jakarta : Variant Triadi Noor : www.variant-entertainment.com

Akhirnya band Top Amerika P.O.D memastikan konser untuk pertama kalinya di Jakarta. Adalah Variant Entertainment dan Reign Entertainment promotor yang berhasil pastikan konser POD ini di jakarta. Berikut keterangan resmi informasi Konser POD di Indonesia ini melalui Promoter Variant Triadi Noor. foto: fanart.tv

Log2Rock Skid Row VS Jamrud Tanggal Tempat Promotor

: 1 Oktober 2013 : Lapangan D Senayan Jakarta : Log Zhelebour

Setelah lima tahun absen menyambangi panggung musik Tanah Air, band beraliran heavy metal asal Amerika Serikat, Skid Row, bakal menggelar tur enam kota, Oktober mendatang. Kali ini Skid Row tidak tampil sendirian, dalam konser berlabel Log2Rock ini band gaek kelahiran 1986 tersebut akan beradu panggung dengan grup band Jamrud. foto:erianugerah2010.wordpress.com

16 I

I Oktober 2013


ARTIKEL

Oktober 2013 I

I 17


profil

18 I

I Oktober 2013


Devi Emerson Ambui Director of Sales Atria Hotel & Conference and Atria Residence Paramount Serpong

“Berusaha Untuk Selalu Menyenangkan Orang dan Ikhlas� Selalu terlihat dandy, klimis, dan selalu mengumbar senyum ke setiap tetamu yang datang ke hotelnya adalah ciri khas pria asal Sangir Talaud, Sulawesi yang kini menjabat sebagai Director of Sales Atria Hotel & Conference serta Atria Residence Paramount Serpong. Baginya, dengan berpenampilan menarik salah satu cara untuk menghormati dan atau menghargai setiap kliennya.

K

ebiasaan seperti ini pun, selalu diterapkan oleh pemilik nama lengkap Devi Emerson Ambui. Pun, ketika mendendangkan sebuah lagu baik di kafe maupun di hadapan tamu khusus. Cara dia berbusana, bernyanyi, maupun menghadapi klien, sebanding dengan tutur sapanya yang santun. Namun, cita-cita dari pria kelahiran tahun 1976 ini, tak sebanding lurus dengan apa yang diharapkan semasa mudanya. Devi muda, saat itu menempuh pendidikan di Akademi Keperawatan, dengan harapan dapat bekerja tidak jauh dari bidangnya tersebut. Tapi apa hendak dikata, ketika hijrah ke Kota Megapolitan sekelas Jakarta, cita-cita tersebut ia tanggalkan di atas angan. Pertama kali merantau ke Jakarta pada tahun 1996, dengan bermodalkan Ijazah Keperawatan pun tak cukup. Akhirnya, Devi saat itu pun memutuskan untuk kuliah kembali. “Niat saya untuk pertama kali kuliah di Jakarta adalah mencari sekolah dengan biaya yang murah. Al hasil, saya pun memilih sekolah Perhotelan di Atmajaya,� ungkap Devi. Meski terbilang cukup murah, toh Devi waktu itu sempat kebingungan untuk membayar uang kuliahnya. Oleh karena memiliki hobi menyanyi, ia pun membiayai kuliahnya dari menyanyi. Setiap ada kontes menyanyi di mal-mal besar, tak luput dari incarannya.

Oktober 2013 I

I 19


profil

Sembari tersenyum, jebolan dari akademi Bahana Suara Pelajar (BSP)— semasa orde baru ini, mengaku lucu bila masa lalunya terkorek lagi. Meski demikian, perjuangannya untuk ikut lomba dari mal ke mal pun happy ending. Devi yang pernah satu angkatan bersama Judika Idol di BSP ini pun pernah memperoleh uang tunai sebesar Rp. 1 juta. Dan, uang tersebut dapat menutup biaya kuliahnya. Dari bernyanyi pula, Devi mengaku mulai berkenalan dengan yang namanya dunia marketing, yang menghantarkan dirinya ke profesinya sekarang. “Usai bernyanyi di kafe, saya bertemu dengan seseorang dari tour & travel. Kemudian, ditawari kerja sebagai marketing di kantornya. Padahal saat itu, saya sedang bekerja sebagai house keeping di salah satu hotel,” rinci Devi, yang telah beberapa kali rekaman untuk lagu-lagu rohani.

“Dulu, cara mal-mal besar melakukan promosi adalah menggelar event lomba nyanyi. Dan, itu pasti tidak luput dari incaran saya dan teman-teman yang lainnya,” tambah pria kelahiran Manumpitaeng, Talaud. Bekerja Dengan Sungguh - Sungguh Devi pun menegaskan, pernah suatu waktu, dirinya bersama rekan-rekannya harus berani malu untuk meminta struk belanjaan dari orang lain yang sedang belanja di food court. “Saat itu, syarat untuk mengikuti lomba nyanyi adalah mereka yang belanja minimal Rp. 25.000. Bagi kita, nominal tersebut sangat besar. Itu sebabnya kita siasati dengan hal tersebut,” imbuhnya.

20 I

I Oktober 2013

Berawal dari situlah, ia mengenal dunia marketing mulai dari tour & travel kemudian bertahan di industri perhotelan. Satu hal yang dapat ditarik kesimpulan dari garis hidup yang dijalani pria dandy ini adalah pengalaman hidup yang saling melengkapi hingga ke jenjang karirnya seperti sekarang.

Menjadi seorang marketing di dunia perhotelan yang sangat dinamis dan majemuk, mengantarkan dirinya mengetahui berbagai karakter kliennya. Devi pun termasuk pria yang komunikatif dengan selalu belajar akan karakteristik kliennya. “Ketika, klien sudah mulai tidak mood, atau sudah enggan mulai bicara, mereka saya

“Berusaha untuk menyenangkan orang lain dan ikhlas, adalah capaian terbaik saya. Sebab, jika keduanya dijalankan secara jujur akan menyenangkan. Terakhir, karir itu tidak perlu dikejar. Jalani saja setiap pekerjaan dengan baik dan sungguhsungguh, maka karir akan mengikuti dari belakang,” tutup Devi

ajak bernanyi. Dan, ternyata ini mujarab, untuk membuat mereka kembali tersenyum,” terang Devi. Sekarang Devi, mulai mengurangi rutinitasnya bernyanyi. Ia hanya mau bernyanyi jika untuk menghibur para klien, rekan kerja atau sejawatnya. “Berusaha untuk menyenangkan orang lain dan ikhlas, adalah capaian terbaik saya. Sebab, jika keduanya dijalankan secara jujur akan menyenangkan. Terakhir, karir itu tidak perlu dikejar. Jalani saja setiap pekerjaan dengan baik dan sungguh-sungguh, maka karir akan mengikuti dari belakang,” tutup Devi. [Fatkhurrohim]


ARTIKEL

Oktober 2013 I

I 21


Destinasi

Pasar Terapung

Belanja Asyik di Atas Sungai

foto-foto: Fatkhurrohim

22 I

I Oktober 2013


Tak lengkap rasanya, jika berwisata ke Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan bila tak menyambangi kawasan Pasar Terapung. Keberadaan pasar terapung di Banjarmasin telah ada sejak jaman penjajahan Jepang. Bahkan umurnya lebih tua dari pasar terapung Wat Sai yang berjarak 10 KM dari Kota Bangkok.

S

aat ini, Provinsi Kalimantan memiliki dua pusat Pasar Terapung, yakni Lok Baintan dan Kuin Selatan. Masing-masing pasar terapung ini memiliki karakter dan demografi yang berbeda. Pasar Terapung Kuin Selatan merupakan pasar terapung tradisional warisan leluhur yang berada di atas Sungai Barito. Sedangkan, pasar terapung Lok Baintan adalah pasar terapung yang belum lama dibentuk oleh pemerintah provinsi setempat dan bermuara di Sungai Martapura. Karakteristik lainnya dan paling mendasar adalah, perbedaan jenis perahu yang digunakan untuk membawa barang dagangan. Di pasar terapung Kuin Selatan, para pedagangnya banyak yang menggunakan perahu besar dan bermesin. Namun tak sedikit pula yang menggunakan perahu Jukung yang hanya di kayuh dengan menggunakan dayung. Sedangkan, pasar terapung di Lok Baintan yang bermuara di Sungai Martapura didominasi oleh perahu Jukung. Dari segi transaksi pun ada sedikit perbedaan. Pada pasar terapung Kuin Selatan, baik pedagang maupun pembeli ada yang masih menggunakan galah—berbentuk seperti pancingan untuk bertransaksi makanan maupun jajanan. Selain itu, semua pedagang dan pembeli bertransaksi langsung di atas perahu. Fenomena tersebut, masih dapat dijumpai hingga sekarang. Namun berbeda halnya dengan Pasar Terapung Lok Baintan. Para penjual menjajakan barang dagangannya dari atas perahu, sedangkan para pembelinya telah dipermudah dengan adanya semacam dermaga kecil untuk proses transaksi. Pasar Terapung di atas Sungai Martapura Oktober 2013 I

I 23


Destinasi

Cara Transaksi di Pasar Terapung Kuin masih tradisional dengan menggunakan kail

Terkikis Arus Jaman Tidak sedikit para wisatawan asing maupun local mengambil gambar dari kamera Smart Phone yang mereka pegang. Hanya dalam hitungan detik pun, foto-foto pasar terapung baik di Kuin Selatan maupun di Lok Baintan menghiasi media social mulai dari Instagram, Path, Twitter hingga Facebook. Fenomena yang tak asing di jaman serba gadget. Sebab, begitulah cara untuk memberi kabar kebeberapa rekannya ketika setiap individu modern berwisata. Bukan sekedar narsis, tapi begitulah cara wisatawan modern dalam menjaga eksistensi mereka dalam menikmati wisata ke suatu daerah yang belum pernah mereka jamah. Seiring dengan perkembangan gadget yang serba modern, ternyata tidak diimbangi dengan realitas sosial yang ada di atas Sungai Barito dan Martapura. Dalam beberapa tahun belakangan, jumlah para pedagang pasar terapung sudah mulai berkurang. Khususnya di pasar terapung di Kuin Selatan. Penyebabnya, bukan pasokan barang jualan yang kian berkurang. Akan tetapi regenerasi pedagang yang kian menyusut tiap tahunnya. Dulu, ketika matahari baru saja menampakan diri, telah berderet ratusan perahu pedagang dan pembeli menyesaki Sungai Barito. Namun sekarang, dengan jumlah 100 perahu baik pedagang maupun pembeli sudah menjadi gambar menarik untuk diupload di jejaring social. Para leluhur mereka, beranggapan jauh lebih bermartabat mendidik 24 I

I Oktober 2013

foto-foto: Fatkhurrohim

Pasar Terapung di Kuin Selatan, di atas Sungai Barito

anak keturunannya untuk bekerja di kantoran daripada berjualan di atas hulu sungai. Kenyataan sosial seperti inilah menjadi buah simalakama bagi pemerintah provinsi dalam mengembangkan daya tarik wisata yang mereka miliki. Pada satu sisi, dari segi promosi, kemajuan teknologi gadget sudah menjadi alat promosi yang paling mumpuni dan bebas biaya. Namun disisi lain, regenerasi berniaga di atas sungai mulai terkikis oleh jaman.

Tapi bukan mustahil, jika sesuatu yang telah menjadi kepercayaan dan adat pasti akan tetap lestari. Meski tidak sejaya pada masa keemasannya dulu. Apapun itu realitanya, yang perlu dicatat adalah Pasar Terapung di Provinsi Kalimantan Selatan telah menjadi ikon wisata nasional bahkan luar negeri melebihi yang ada dibeberapa Negara lainnya seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam. [Fatkhurrohim]


Oktober 2013 I

I 25


Culinary

Foto-foto: teguh S. Gembur

Serasa Berada di Kampung Jawa Warung Mbok Solo

Untuk menikmati sajian khas Nusantara tak perlu jauh-jauh datang ke kota asalnya. Di Jakarta banyak resto dan warung yang menjajakan aneka hidangan khas daerah. Salah satunya adalah warung Mbok Solo yang terletak di kawasan Karang Tengah Cinere, Jakarta Selatan. Warung ini menawarkan hidangan asli Solo.

26 I

I Oktober 2013

S

epintas bangunan rumah makan ini mirip rumah tinggal Joglo, begitu masuk ke dalamnya, Anda akan dihadapkan sebuah suasana Jawa tempo dulu. Rumah makan ini lebih mirip museum Jawa. Interiornya unik dengan berjejernya poster Jawa tempo dulu berpadu asri dengan patung Loro Blonyo. Patung Loro Blonyo adalah simbol harapan. Wanita dalam patung tersebut adalah Dewi Sri atau dewi kesuburan. Melalui proses inkulturasi dari dominasi ajaran Hindu pada jaman itu, Patung Dewi Sri “menemukan� pasangannya yaitu Dewa Wisnu. Sehingga jadilah 2 patung Loro Blonyo yang artinya sebagai simbol kemakmuran serta keturunan.


Selat Solo

Interior Warung mBok Solo lebih dominan klasik, hal ini bisa dipahami lantaran sang pemilik adalah seorang desainer interior dan kolektor bendabenda kuno. Namun sebenarnya, ide berdirinya Warung Mbok Solo berawal dari keinginan sang pemilik membuat tempat yang seolah pengunjung berada di kampung Jawa. Sesuai dengan arsitektural rumah berbentuk joglo, menu makanan serta minuman di sini pun khas Jawa yang pada umumnya rasanya cenderung manis. Masakan ala Warung Mbok Solo ini pun demikian. Yang menjadi andalan di rumah makan ini adalah selat Solo, Gudeg, Pecel, Garang Asem dan Nasi Liwet. Dari sekian banyak menu maÂŹkanan, yang paling laris adalah Nasi Liwet. Racikan nasi komplet gaya Solo ini memang bisa bikin kangen. Nasi Liwet merupakan makanan khas Solo yang paling terkenal. Berupa beras yang diolah dengan kaldu ayam yang membuat nasi terasa gurih dan beraroma lezat. Nasi tersebut dicampur dengan sayur labu siyam yang dimasak agak pedas, telur pindang rebus, daging ayam su-

Selain Nasi Liwet, Selat Solo juga salah satu menu favorit di warung ini. Selat Solo yang dikenal juga dengan nama bistik jawa merupakan gabungan antar bistik daging yang berkuah coklat dan salad sayuran plus telur rebus pindang dengan mayones. Perpaduan keduanya menghasilkan kombinasi yang gurih, manis dan sedikit asam.

Nasi Liwet

Patung Loro Blonyo merupakan representasi kehidupan rumah tangga pasutri, yang mendambakan keindahan sebuah hubungan serta selalu menjaga keselarasan dan keharmonisan. Dalam rumah joglo, patung Loro Blonyo diletakkan di sentong atau bagian rumah tengah. Bagian yang dianggap sebagai wilayah pribadi suami dan istri.

wir, kumut (terbuat dari kuah santan yang dikentalkan). Disajikan dengan daun pisang yang dibentuk pincuk sebagai piringnya. Untuk menikmatinya, anda cukup membayar Rp 22.500,-

Selat Solo seharga Rp 25.000,- ini merupakan salah satu bentuk percampuran masakan berkuah asal barat dengan selera lidah lokal. Racikan selat solo merupakan adaptasi dari salad yang terdiri dari irisan daging, ditambah dengan rebusan wortel, buncis, telur pindang, kentang dan dilengkapi mayonaise serta kuah kecap yang segar.

Cemilan Jawa

Patung Loro Blonyo bagi masyarakat Jawa dianggap lebih dari sekedar mitos, namun juga bisa menimbulkan sugesti positif.

Disini disajikan pula berbagai minuman tradisional yang beraroma bumbu rempah alami, seperti Beras Kencur, Temu Lawak, Kunir Asem Sirih, Jahe pandan gulo jowo yang bisa diseduh dengan air hangat ataupun es. Dengan bentuk bangunan kuno yang diwarnai dengan display barang antik, seperti Meja lurah, Dingklik, gerobok, Lesung, Almari-almari Jawa kuno, gebyok, lampu-lampu kuno serta toples-toples kuno yang ditata rapi, warung Mbok Solo membuat pengunjung serasa hidup di kampung Jawa tempo dulu. (Teguh S Gembur)

Oktober 2013 I

I 27


Culinary

100 % Kerupuk Indonesia Kerupuk menjadi bagian tak terpisahkan dari ‘ritual’makan keseharian masyarakat Indonesia. Hampir setiap jenis makanan di Indonesia, terasa lebih nikmat bila dikonsumsi bersama kerupuk.

I

foto: www.oasisjakarta.com

ndonesia sering disebut surganya kerupuk. Dengan kekayaan Gastronomi yang berlimpah, hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki kerupuk khas yang menjadi ikon kuliner daerah.

Sebut saja kerupuk kemplang yang berasal dari Sumatera Selatan. Kemplang sejenis kerupuk ikan yang banyak dibuat di Palembang. Kemplang terbuat dari tapioka, ikan berdaging putih, dan bumbu-bumbu lain. Cara pembuatan kemplang cukup sederhana. Daging putih dari ikan digiling,dicampur dengan sedikit air dan bumbu, kemudian diaduk sampai rata dan khalis. Hasil adonan dicetak, dikukus, dijemur dan dipanggang. Bahan yang digunakan adalah ikan berdaging putih seperti ikan tenggiri, gabus, belida dan beledang. Ikan lain yang tidak putih dagingnya dapat juga digunakan.

28 I

I Oktober 2013


Namun ikan yang tidak berdaging putih menghasilkan kerupuk berwarna cokelat atau abu-abu. Selain itu ada Karupuak Sanjai, sejenis kerupuk yang terbuat dari singkong, yang diiris tipis, lalu digoreng dan diberi garam sebagai penyedapnya. Kerupuk ini amat populer sebagai makanan oleh-oleh khas Bukittinggi, Sumatra Barat. Ada tiga jenis rasa kerupuk sanjai. Karupuak sanjai tawar, ini yang tidak menggunakan lado (cabai) atau gula merah, melainkan hanya diberi garam. Karupuak sanjai yang hanya diolesi gula merah saja. Ada pula Karupuak balado, kerupuk sanjai yang diolah dengan bumbu balado. Di wilayah pulau Jawa, kerupuk juga menjadi ikon kuliner salah satu daerah. Di kawasan Plered, Cirebon, ada sederet pedagang yang menjajakan kerupuk “Melarat�. Nama melarat sendiri awalnya hanya sebuah olok olokan dari masyarakat setempat, karena kerupuk ini tidak digoreng dengan minyak, melainkan pasir yang notabene cukup murah. Proses memasak kerupuk ini cukup rumit. Dalam penggorengan berisi pasir yang bersih dan diayak, kerupuk digoreng di atas tungku sebanyak 2 kali pemrosesan. Proses inilah yang menandai bahwa kerupuk Melarat bebas dari kolestrol dan lemak jahat. Krupuk Melarat diproduksi secara turun temurun oleh warga Desa Plered. Bahan bakunya sangat sederhana, tepung singkong yang dicampur air dan bumbu-bumbu dasar, seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, garam serta sedikit gula. Juga ditambahkan zat pewarna makanan. Nah, nama kerupuk yang satu ini malah menyerupai nama seorang perempuan, dan memiliki kepanjan-

foto: commons.wikimedia.org foto: commons.wikimedia.org

gan yang cukup erotis di telinga masyarakat Bandung, kerupuk “Gurilem� sebutannya. Beberapa masyarakat Bandung ada yang menyebut gurilem sebagai singkatan dari gurih dan peuleum (gurih dan lembut). Kerupuk ini memiliki dua rasa, pedas dan Gurih. Rasanya membuat banyak orang ketagihan, karena hanya dengan mendengar namanya saja, rasa pedas dan kelembutannya sudah terbayang. Kerupuk gurilem pun dapat dinikmati sebagai pelengkap hidangan bakso dan mie ayam. Walau sangat terkenal di wilayah Jawa Barat, kerupuk gurilem ini banyak ditemui di berbagai daerah di pulau Jawa. Keunikan dari kerupuk ini adalah bentuknya, panjang tidak beraturan, diselimuti bumbu-bumbu hingga terkesan kotor. Namun diantara berbagai ragam kerupuk yang ada di Indonesia, terdapat dua jenis kerupuk yang paling sering ditemui dan paling digemari masyarakat Indonesia, yakni kerupuk udang dan kerupuk keriting atau kerupuk terung. Jajanan sederhana yang renyah, nikmat dan gurih ini sangat banyak beredar di masyarakat. Berbeda dengan kerupuk yang lain, jajanan kerupuk udang biasanya diproduksi di wilayah pesisir pantai

utara. Biasanya diolah dengan udang khas daerah masing-masing dan ditambah bumbu rempah hingga memiliki citarasa yang beragam. Sementara kerupuk keriting atau yang lebih dikenal dengan kerupuk terung, dibuat dengan bahan dasar tapioka, terigu, gula pasir dan bawang putih. Cita rasanya yang gurih serta teksturnya yang renyah makin membangkitkan selera untuk makan. Kedua kerupuk ini menjadi suguhan favorit seluruh lapisan masyarakat dan dapat ditemui di manapun, mulai dari warung, pedagang kaki lima sampai restoran ternama sekalipun. Umumnya orang Indonesia makan kerupuk hanya sebagai pendamping makanan utama atau sekedar camilan. Padahal, kerupuk punya arti penting dari itu, setidaknya sebagai bagian dari budaya kuliner Nusantara. Sayangnya, tidak ditemukan literatur jelas sejarah kuliner Nusantara yang menyebutkan kerupuk sebagai makanan asli Indonesia. Bahkan kerupuk sendiri dianggap populer di Indonesia pada abad ke-20. Itu pun terkait dengan sejarah awal diperkenalkan tanaman singkong di Indonesia. [Teguh S Gembur]

Oktober 2013 I

I 29


Hotel Pomelotel

Menikmati Sensasi “Si Kulit Jeruk Bali� di Hutan Patra Kuningan Jakarta

30 I

I Oktober 2013


Pintu Pomelo Café juga terbuka 24 jam bagi tamu-tamu yang ingin merasakan aneka menu makanan dan minuman. Mulai dari makanan khas Indonesia, Oriental food, sampai khas Eropa.

S

Anda mungkin akan terkejut sekaligus terkagum-kagum, bahwa ada hotel nan asri di tengah hutan dihimpitan bangunan pencakar langit di Metropolitan Jakarta. Ya! Bila Anda berkendara dari arah Gatot Subroto sebelum Patung Pancoran, di sebelah kiri terpampang papan nama sekaligus petunjuk jalan ke Pomelotel. Tidak perlu lima menit, Anda sudah sampai ke lokasi hotel di kawasan Patra Jasa Residential ini. Hemmm, di depan hotel yang didominasi warna hijau muda ini, mata Anda akan disapu oleh hijaunya pepohonan. Dan, Anda pun akan merasakan sensasi, seakan-akan Anda bagaikan rusa yang tersesat di tengah hutan. Tamu yang pertama kali datang ke hotel bintang tiga ini,

tak akan menyangka bahwa ternyata masih ada hotel atau kawasan nan sepi dari kerlap-kerlip Jakarta. Begitu Anda menginjakkan kaki di lobi hotel, Anda akan disambut dengan senyum dan sapaan ramah dari para pegawai hotel. “Kami berusaha memberikan yang terbaik dan membuat suasana seperti di rumah sendiri,” ujar Adithia Sari Sagita atau akrab disapa Thia yang kini dipercaya sebagai Executive Secretary hotel tersebut. Suasana hommy itu memang terasa sangat kental mulai dari lobby hotel ini hingga ke kamar-kamar pun ruanganruangan lainnya. “Tamu-tamu yang datang, begitu tiba di hotel ini, harus merasakan kesegaran,” timpal Thia dalam bincang-bincang dengan Event Guide beberapa waktu lalu. Segala kebutuhan Anda tersedia di hotel ini. Tentu saja, Anda yang ingin menikmati kehangatan bersama keluarga, Pomelotel menyediakan kamar-kamar sesuai dengan kebutuhan keluarga. Baik untuk ukuran besar, sedang, pun yang kecil.

Disain café ini memang dibuat sedemikan rupa, elegan, sederhana, warna terang, dan hangat. Dari café inilah Anda dapat mengarahkan bola mata anda ke panorama kehijauan pepohonan di depan pomelo yang berarti “kulit jeruk Bali” ini. Bagi yang ingin mengadakan rapat atau meeting di hotel ini, jangan kuatir. Tersedia ruangan meeting mulai dari kapasitas 10 orang hingga 150 orang di Function Room dan Small Meeting Rooms. “Kami akan menyesuaikan disain ruangan sesuai dengan jumlah orang dan kapasitas ruangan,” ujar Thia. Dan, satu lagi, venue hotel ini yang sebaiknya jangan Anda lewatkan. Tak lain adalah Rooftop Terrace. Bila mentari sudah mulai condong ke ufuk barat, dari teras ini anda akan menyaksikan keindahan sekeleliling hotel ini. Sungguh sebuah tempat untuk special moment baik untuk keluarga pun pasangan yang ingin merasakan sensasi lain di teras Pomelotel ini. [Frans Sihol]

Anda tinggal pilih antara Superior Room atau Pomelo Suite. Semuanya dengan fasilitas yang akan memanjakan istirahat dan kebersamaan Anda bersama keluarga Anda. Oktober 2013 I

I 31


Agenda hotel

REDTOP Hotel & Convention Center Event : Sajian Dim Sum Akhir Pekan Periode : 1 – 31 Oktober 2013 Lokasi : Oriental Cafe Reservasi : Telp. 021- 3500077 Fax. 021- 3500055 atau reservation@redtophotel.com Alamat : Jl. Pecenongan 72, Jakarta Pusat Web : www.redtophotel.com Khusus hari Minggu dan Hari Raya, Oriental Cafe mempunyai menu spesial dim sum untuk brunch buffet. Hanya dengan harga Rp 88.000,-++/orang. Tersedia 35 jenis dim sum di hari Minggu dan Hari Besar yang disajikan prasmanan mulai dari pukul 08.00 WIB – 14.30 WIB. Bisa juga dipesan a la carte untuk setiap harinya mulai dari pukul 11.00 WIB – 00.00 WIB.

Atria Hotel & Conference Paramount Serpong Event : Paket Spa Periode : 1 – 31 Oktober 2013 Lokasi : Artha Spa Reservasi : Telp. 021 – 2921 – 5999 Fax. 021 – 2921 – 6999 Alamat : Atria Hotel & Conference Paramount SerpongCBD Gading Serpong, Lot #5 Jl. Boulevard Gading Serpong, Tangerang Web : www.atriahotelserpong.com e-mail : info@atriahotelserpong.com Atria Hotel & Conference Paramount Serpong (AHCPS) dan Atria Residences Paramount Serpong (ARPS) bekerja sama dengan Artha Spa menyediakan paket spa mulai paket full body treatment selama 2 jam, aromatheraphy massage selama 1 jam, traditional massage, pemijatan selama 1 jam. Aneka paket tersebut berkisar mulai Rp 80.000 hingga Rp 300.000.

de JAVA Hotel – Bandung Event : All You Can Eat Japanese Periode : 1 – 31 Oktober 2013 Lokasi : de BALE Restaurant Reservasi : Telp. 022. 203 – 9888 Fax. 022. 204 – 4188 reservation@dejavahotel.com Alamat : Jalan Sukajadi no. 148 Bandung Web : www.dejavahotel.com De JAVA Hotel – Bandung, melalui de BALE Restaurant menyajikan promo All You Can Eat Japanese Teppanyaki—masakan khas Jepang mulai dari Sushi, Shashimi, Tempura, Onionring, aneka noddles, aneka bubur, teppanyaki, desert, dll. promo ini dapat dinikmati hanya dengan Rp. 88.000 net/orang.

32 I

I Oktober 2013


BEST WESTERN Resort Kuta Event : Diskon Bagi Pemegang Kartu Bukopin, UOB, Mandiri, Permata, Anz Periode : 1 – 31 Oktober 2013 Lokasi : Jogjakarta Plaza Hotel Reservasi : Telp. 0361 767 000 Fax. 0361 767 575 email : reservation@bwresortkuta.com Alamat : Jl Kubu Anyar No 118, Kuta, Bali, 80361 Web : www.bwresortkuta.com

Jogjakarta Event Periode Lokasi Reservasi Alamat Web

Saat berlibur ke Bali, saatnya pula menikmati fasilitas bagi pemegang kartu debit dan kartu kredit Bukopin, UOB, Mandiri, Permata, Anz. Pasalnya, Best Western Resort Kuta menawarkan promo berupa potongan harga hingga 20 persen untuk menginap, di Ginger Spa, 10 % di Ambrosia Restorant, 20 % untuk laundry dan juga akan diberikan late check out hingga pukul 15.00.

Plaza Hotel : Wedding & Wedding Anniversary Package : 1 – 31 Oktober 2013 : Jogjakarta Plaza Hotel : Telp. 0274 584 222 Fax. 0274 584 200 HP. 0817 9575292 : Jln. Affandi - Gejayan, Complex Colombo, Jogjakarta 55281 : www.primeplazahotels.com

Bagi anda yang ingin mewujudkan pernikahan yang berbeda dan tak terlupakan, Jogjakarta Plaza Hotel menjawab keinginan anda dengan menghadirkan Wedding & Wedding Anniversary Package. Sebuah keistimewaan dan bertabur kasih dihadirkan dengan full entertainment yang menjadikan Anda Raja dan Ratu dihari itu. Semuanya ini akan Anda dapatkan dengan harga Rp 65.000.000,- dan cash back sebesar Rp 5.000.000,-

Melia Purosani Hotel Yogyakarta Event : Grilled Oxtail Periode : 1 – 31 Oktober 2013 Lokasi : El Patio Restaurant Reservasi : 0274 – 589 – 521/23 Fax. 0274 – 588 – 070/71 Web : www.meliajogja.com Alamat : Jl. Suryotomo no 31 Yogyakarta 55122 El Patio Restaurant, Melia Purosani Yogyakarta dibawah jaringan Melia Hotels International memberikan penawaran sajian lezat untuk setiap tetamunya yaitu, Grilled Oxtail. Sajian istimewa berupa sup buntut panggang ini hanya seharga Rp. 83.000,-net/orang, tetamu hotel pun akan mendapatkan gratis potongan buah segar.

Oktober 2013 I

I 33


34 I

I Oktober 2013


Cover Story

Surabaya Poros Industri MICE Indonesia Timur Menjelang pasar bebas 2015, industri MICE di Indonesia kian menggeliat. Menurut Effi Setia Budi, Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia sampai tahun 2014 Jakarta penuh dengan agenda event baik skala Bussiness to Bussiness maupun Business to Consumer. “Jawa Timur bisa menjadi pilihan”, ujar Effi.

P

otensi Jawa Timur sebagai poros pameran di Indonesia Timur bukan hanya faktor aksesbilitas yang mudah saja namun terutama letak Surabaya yang berada di persimpangan Jakarta dan Bali.

Selama ini Jakarta dikenal sebagai pusat perhelatan pameran tingkat nasional maupun internasional sedangkan Bali menjadi pusat penyelenggaraan event konvensi dunia. “Kegiatan terkait MICE di Tanah Air setiap tahun mencapai 300 hingga 400 aktivitas, sedangkan di dunia belasan ribu”, tegas Ida Bagus Lolec Surakusuma Ketua INCCA Bali. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menangkap dengan baik potensi besar industri MICE ini. Hampir semua kegiatan berbau MICE didukung sepenuhnya oleh Pemprov Jawa Timur seperti pemberian perizinan yang mudah. Beberapa event besar telah dikenal masyarakat luar seperti Jawa Timur Fair, Majapahit Fair, Jember Fashion Carnival maupun Tour de Kawah Ijen. Dari segi venue pameran, Jawa Timur tercatat memiliki tempat pameran terbanyak di Indonesia. “Di antara 33 kota di Indonesia, Surabaya paling banyak mempunyai Gedung Pameran”, jelas Effi. Hal ini menjadikan Jawa Timur, khususnya Surabaya bakal menjadi poros industri MICE di Indonesia Timur. Oktober 2013 I

I 35


Namun bahan baku potensi destinasi dan budaya, jumlah venue yang banyak serta dukungan pemerintah saja tidak cukup. Bagaimana pun juga industri MICE yang tangguh terlahir dari sinergi tiga pihak yakni pemerintah, masyarakat dan praktisi MICE sendiri. Untuk mengibarkan bendera MICE di Jawa Timur, ada pekerjaan rumah yang harus digarap bersama yakni bagaimana mendatangkan event-event besar baik tingkat nasional maupun internasional ke Jawa Timur. Ini akan menjadi pekerjaan berat mengingat praktisi MICE, terutama bidang exhibition, terbilang sedikit. “Dari sisi EO, anggota Asperapi yang tergabung di DPD Asperapi Jawa Timur sangat sedikit”, kata Ketua Pusat Asperapi, Effi Setia Budi. Minimnya pemain pameran lokal membuka peluang bagi para pemain pameran dari luar. Beberapa perusahaan pameran besar dari Jakarta telah menggelar pameran skala BtoB maupun BtoC seperti Dyandra, Debindo, Pamerindo, Napindo Ashatama, Krista Media, dan sebagainya. “Ya ini sah-sah saja”, ujar Effi yang juga Direktur Debindo Multiadhisuasti. Sementara dari aspek industri wisata insentif, Ida Bagus Lolec memiliki kekhawatiran tersendiri. Baginya Jawa Timur memiliki segalanya untuk menjadi destinasi insentif tingkat internasional. Akses dan infrastruktur sangat memadai seperti bandara udara, pelabuhan, jalan tol, hotel maupun tempat pertemuan; memiliki obyek wisata, seni dan budaya, pertunjukkan hingga kerajinan khas Jawa Timur. “Sayang sekali bila bisnis MICE di Jatim diambil oleh pebisnis wisata dari Jakarta dan Bali yang secara SDM memang mumpuni”, pungkasnya. [Cahyo Adji] foto: dinsos.jatimprov.go.id

36 I

I Oktober 2013


Cover Story

Jatim Fair 2013

Jatim Fair 2013

Tujuan Wisata MICE di Surabaya MICE di Surabaya tumbuh pesat seiring dengan fasilitas dan infrastrukturnya yang sangat memadai. Bahkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kota ini masuk dalam daftar 10 destinasi MICE di Indonesia.

S

ejak itu, Surabaya makin memiliki positioning dengan mengemas beragam kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) baik berskala nasional maupun internasional. Dengan branding “Sparkling Surabaya�, industri MICE sebagai ikon pariwisata Surabaya makin menggeliat. Kegiatan MICE di Surabaya mulai bergeliat sejak 2007, indikatornya terlihat dari perkembangan hotel dan venue di Surabaya yang muncul secara bersamaan.Misalnya, Gramedia Expo, SIBEC (Surabaya International Business Exhibition Centre), Hotel Aryaduta, Surabaya Town Square, Hotel Java Paragon dan Grand City Surabaya yang berada di Jl. Kusuma Bangsa. Oktober 2013 I

I 37


Jatim Fair digelar guna memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang ke 68. Melalui Exhibitor Organisation PT Debindo Mitra Tama, pameran terbesar di kawasan Indonesia Timur tersebut sudah ke-4 kalinya digelar di Grand City Surabaya. Kegiatan ini menampilkan 550 stand yang menyajikan berbagai potensi dan aneka produk unggulan daerah. Event ini didukung oleh sejumlah perusahaan besar di Jawa Timur, yang memamerkan beragam komoditas seperti komoditas pertanian dan perkebunan.

foto: satukataexhibition.blogspot.com

Event MICE berskala nasional dan internasional jelas memberikan pendapatan lebih kepada daerah penyelenggara, terutama dalam hal pajak hotel, restoran dan tempat hiburan. MICE berkolaborasi dengan wisata belanja memberikan dampak multiplier effect yang besar. “Dan beruntung Jawa Timur memiliki Jatim Fair yang kegiatannya terpusat di Surabaya”, kata Jarianto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Ada pula produk makanan, minuman, perhiasan, hasil olahan kulit, garmen, furnitur, elektronik, kerajinan, telekomunikasi, otomotif, dan aneka hiburan permainan. Di samping itu, rinci dia, keseluruhan peserta pameran ini terdiri dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Jumlah peserta dari daerah meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 22 kabupaten dan kota. Bahkan, pameran kebanggaan masyarakat Jatim tersebut ada sejumlah perwakilan negara sahabat yang turut mendukung, antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Belanda, Jerman, Prancis, Polandia, Cekoslovakia, Thailand, dan Denmark.

Event MICE berskala nasional dan internasional jelas memberikan pendapatan lebih kepada daerah penyelenggara, terutama dalam hal pajak hotel, restoran dan tempat hiburan.

Provinsi di luar Jatim juga ada yang berpartisipasi seperti NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Maluku. Sewaktu pembukaan “Direct Promotion East Java and Beyond” di Batam beberapa bulan lalu, Jarianto memaparkan bahwa event Jatim Fair memang dirancang untuk menarik para pembeli, pengusaha, dan investor di Jawa Timur. Apalagi ada sekitar 90 usaha kecil dan menengah (UKM) juga memamerkan produknya di kegiatan tersebut. “Ajang ini sekaligus menjadi sarana pameran, promosi, hiburan, belanja, dan rekreasi keluarga bagi seluruh lapisan masyarakat Jatim” katanya. [Teguh S Gembur]

foto: www.bismania.com

38 I

I Oktober 2013


Cover Story

One Stop MICE Grand City

Masa depan industri pameran di Surabaya kian menjanjikan dengan hadirnya venue Grand City Surabaya yang memadukan pusat perbelanjaan dengan tempat exhibition dan convention. Melalui konsep mixed use center ini Grand City menyediakan fasilitas dan ruang pamer terbesar di luar Jakarta.

W

arna silver yang berkesan mewah mendominasi sisi interiornya dengan paduan tata lighting yang mewah dan memenuhi standar fungsi ruang pameran yang sebenarnya.

Perpaduan antara pusat perbelanjaan, exhibition dan convention center dalam satu kawasan saling bersinergi mengoptimalkan fungsi masing masing dalam satu kesatuan. Dari jalinan fungsi yang padu tersebut Grand City makin terasa nyaman dengan pola sirkulasi kendaraan dan manusia yang tertata dengan tepat. Terdapat juga fasilitas parkir yang luas serta mampu menampung 2500 mobil dan 500 motor. Didirikan pada Maret 2009, Grand City Convention and Exhibition Hall memiliki luas 21 ribu m2. Convention hall ini letaknya bersebelahan dengan Grand City Mall. Ada jalan penghubung (connection) sepanjang 30 meter un-

tuk pengunjung mal yang ingin ke area pameran melalui tiap lantai mal. Grand City Surabaya terletak di kawasan Gubeng, tepatnya antara Jalan Walikota Mustajab dan Jalan Kusuma Bangsa berdekatan dengan Stasiun Surabaya Gubeng. Venue ini berada di bawah naungan PT Hardayawidya Graha, keberadaan venue ini terinspirasi oleh venue Suntec Singapura. Grand City Surabaya didesain menjadi venue paling representatif untuk kegiatan-kegiatan MICE berskala internasional. Setelah pengelola melakukan riset pasar selama tiga tahun, tercetuslah gagasan menghadirkan gaya hidup lebih dari one stop shopping, tetapi juga one stop MICE. Selain convention hall, di atas lahan seluas 4,5 hektar ini akan berdiri mal, area perkantoran, hotel bintang lima dan apartemen yang saling terintergrasi.

Oktober 2013 I

I 39


Sebagai tempat pameran, Grand City menyediakan area pameran seluas 5000 meter persegi dengan tinggi plafon sekitar 12,8 meter dan beban lantai 2000 kg per meter persegi. Spesifikasi seperti itu sangat cocok untuk menggelar pameran alat-alat dan mesin berat. Sedangkan untuk keperluan meeting dan konvensi, tersedia ruangan berukuran 4000 meter persegi termasuk prefunction, ballroom ukuran 1900 meter persegi serta sepuluh ruangan dengan ukuran 1600 meter persegi, ruang VIP lounge seluas 500 meter persegi dan 400 meter persegi untuk busines center. Grand City Surabaya memberi warna baru bagi industri MICE di Jawa Timur. Hadir tepat di jantung kota Surabaya, Grand City mudah diakses dari mana pun. Hanya butuh waktu lima menit dari pusat bisnis, keuangan, pusat pemerintahan, kedutaan serta kawasan perumahan elit di Kota Surabaya. [Teguh S Gembur]

40 I

I Oktober 2013


Cover Story

foto: banyuwangikab.go.id

B-Fest

Etalase MICE Banyuwangi Inilah gebrakan dari Banyuwangi-The Sunrise of Java. Dalam rentang waktu September hingga Desember 2013 akan digelar rangkaian event yang diberi tajuk Banyuwangi Festival atau B-Fest. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyebut B-Fest yang telah digelar kedua kalinya ini sebagai etalase besar potensi wisata Banyuwangi dimana masyarakatnya terkenal egaliter dan berjiwa seni.

K

onsep dasar B-Fest adalah memadukan antara kultur lokal dan global yang diracik menjadi sebuah event unik dan tak terlupakan seperti Banyuwangi Ethno Carnival dan Banyuwangi Beach Jazz. Sementara event yang berbasis potensi alam bakal dikemas sebagai wisata minat khusus seperti ajang Banyuwangi Tour de Ijen. B-Fest dibuka dengan gelaran Banyuwangi Ethno Carnival pada 7 September 2013. BEC yang telah digelar untuk ketiga kalinya ini mengambil tema The Legend of Kebo-keboan Blambangan. Terinspirasi dari tradisi asli masyarakat Banyuwangi memohon kepada Tuhan agar sawah mereka subur. Dalam ritus ini beberapa petani berdandan ala kebo-kebo-an. �Kebo-keboan sejak lama telah menjadi bagian dari hidup dan kehidupan masyarakat lokal Banyuwangi, terinternalisasi menjadi bagian dari tradisi dan kearifan lokal dalam menjaga kualitas lingkungan. Oktober 2013 I

I 41


foto: www.srbc11.com

Tema Kebo-keboan sengaja diusung untuk menunjukkan bahwa tradisi bisa bersanding secara harmonis dengan kehidupan modern,” tutur Anas. Dua puluh hari kemudian, menyusul event Banyuwangi Batik Festival pada 28 September 2013. Inilah ajang ujuk kebolehan membatik warga ‘Blambangan’. Mereka akan menampilkan batik khas Banyuwangi motif Gajah Oling. Menurut Anas batik adalah local genius yang mampu bercerota tentang banyak hal mulai dari fashion, tradisi hingga gaya hidup. “Kami menyiapkan ajang bagi para perajin batik untuk memamerkan karyanya sekaligus memperkuat dan memperluas pemasaran produknya”. Semarak rangkaian event B-Fest makin terasa dengan adanya Paju Gandrung Sewu, sebuah tarian kolosal seribu penari gandrung dan seribu paju-penonton pria yang digaet ikut menari bersama. Gandrung Sewu ini akan berlangsung pada 23 November di Pantai Boom. “Paju Gandrung akan menjadi pertunjukan yang spektakuler dan fenomenal. Bisa dibayangkan betapa memikatnya jika pesisir pantai dipenuhi seribu penari Gandrung dan seribu penari pendamping,” ujar Anas. Selain event budaya, Banyuwangi masih punya event andalan lain yakni Banyuwangi Tour de Ijen. Event sport tourism internasional ini akan digelar pada 2-5 November 2013. Pihak penyelenggara telah menyiapkan empat rute sepanjang 600 kilometer yang meliputi panorama alam berupa kebun kopi, karet hingga lereng Kawah Ijen yang terkenal dengan api birunya. 42 I

I Oktober 2013

foto: www.flickr.com .irawan yani putro

Banyuwangi Tour de Ijen 2013 ini menargetkan 25 tim antara lain tiga tim pro kontinental, 10 kontinental, 6 klub luar negeri, 2 timnas luar negeri dan 5 klub terbaik dalam negeri. BTDI tahun lalu diiktui 23 tim balam sepeda dari dalam dan luar negeri. Jazz Pinggir Pantai Apa jadinya jika jazz dipadu dengan suasana senja pesisir pantai Banyuwangi? Anda bisa lihat sendiri nanti pada perhelatan Banyuwangi Beach Jazz Festival yang bakal digelar pada 16 November 2013. Dengan latar pemandangan Selat Bali, siapa saja bakal menikmati sajian jazz dari para musisi jazz kawakan seperti Trio Lestari: Glenn Fredly, Sandhy Sondoro dan Tompi atau suara berat nan serak Syaharani.

Rangkaian panjang B-Fest akan ditutup dengan Festival Kuwung pada 14 Desember 2013. Dalam festival ini akan ditampilkan ragam budaya asli Banyuwangi dalam kemasan tari, teatrikal dan parade kostum. Untuk menyukseskan B-Fest pemerintah daerah telah meningkatkan aksesibilitas berupa perbaikan infrastruktur transportasi baik darat, udara maupun laut. Ada penerbangan langsung dari Jakarta via Surabaya pada tiap harinya. Melalui B-Fest Bupati Abdullah Azwar Anas hendak memberikan Banyuwangi Experience bagi para wisatawan. Sebuah pengalaman unik, memikat dan tak terlupakan. Sebuah pengalaman yang hanya didapatkan di Banyuwangi. Bukan di daerah lain.[Cahyo Adji]


Cover Story

foto: Fatkhurrohim

Jember Fashion Carnaval

Pesona Jember bagi Dunia Kabupaten Jember yang memiliki luas 3.293,34 KM, dalam sepuluh tahun terakhir menjadi pusat perhatian wisatawan asing. Jauh sebelum bergulirnya sebuah event yang bertajuk Jember Fashion Carnaval (JFC), Jember adalah daerah yang mayoritas penduduknya disibukan dengan berladang dan bertani.

K

ini, secara perlahan Kabupaten Jember sudah mulai didatangi wisatawan asing, maupun dari dalam negeri sendiri. Harus diakui, magnet event JFC yang diselenggarakan setahun menjadikan Kabupaten Jember begitu mudah diingat setiap orang. Popularitas JFC, tak hanya ditingkat lokal, bahkan hingga ke mancanegara. Penyelenggaraan annual event JFC yang mulanya berangkat dari ide Carnaval Rio de Janeiro, Brazil telah memasuki usia yang ke 12. Dan, telah masuk dalam salah satu agenda event fashion dunia. JFC pun, telah masuk dalam empat agenda event unik dan terbesar di dunia setelah Mardi Grass di New Orleans, US, Rio de Janeiro Carnaval, Brazil, dan Fastnatch Koln di Jerman.

Oktober 2013 I

I 43


foto: Fatkhurrohim

Sebanyak 400 an peserta berkarnaval, berfashion run way dan dance, di jalan utama kota Jember disaksikan oleh ratusan ribu penonton di kanan dan kiri jalan. Mereka terbagi dalam 8 defile yang masing-masing defile mencerminkan tren busana pada tahun yang bersangkutan. Defile pertama adalah defile Archipelago yang mengangkat tema busana nasional dari daerah tertentu secara berkala seperti Jawa, Bali, Sumatera, dan seterusnya. Defile lainnya mengangkat tema fashion yang sedang trend apakah dari suatu negara, kelompok tertentu, film, kejadian atau peristiwa global lainnya. Semua busana dibuat dalam bentuk kostum yang kesemuanya dikompetisikan untuk meraih penghargaanpenghargaan. Arena yang digunakan untuk menggelar JFC adalah jalan utama Kota Jember sepanjang 3,6 kilometer. Dan, Catwalk tersebut termasuk yang terpanjang di dunia dimana menjadi etalase hidup dari ratusan maha karya berupa desain adibusana spektakuler yang berakar pada budaya Indonesia.

44 I

I Oktober 2013

JFC pun telah menjadi halmark event kebanggaan Pemerintah Kabupaten serta warga Jember, sebab mampu melibatkan seluruh lapisan masyarakat daerah tersebut. Tak hanya itu, perhelatan JFC pun mampu menciptakan desainer-desainer muda daerahnya ke tingkat internasional melalui fashion yang ditampilkan pada event tersebut tiap tahunnya. Dynand Fariz sang kreator JFC dalam suatu kesempatan pernah menyatakan, JFC dengan tema trend fashion dunia tidak dimiliki oleh daerah lain, bahkan di dunia pun belum ada yang mengangkat potensi ini. Melalui penyelenggaraan event yang memiliki konsep yang jelas, SDM yang berkualitas, dan berkesinambungan, maka akan menjadi potensi unggulan yang nantinya dapat memberikan multiplier efek terhadap potensi lainnya. Dalam kesempatan seminar yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa bulan lalu di Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Dynand menegaskan,

mengaku bangga dengan generasi muda yang ada di kabupatennya. Sebab, mereka mampu membuat desain fashion yang unik serta kreatif. Dan, yang terpenting adalah, karya yang mereka buat menggunakan biaya sendiri. Jember Fashion Carnaval pun mampu menginpirasi beberapa generasi muda. Salah satunya adalah Rohim. Pemuda tamatan sekolah menengah kejuruan ini kerap membantu ibunya menggarap ladang. Setiap tiga bulan sekali, Rohim membantu menanam jagung di sepetak lahan. Setiap hasil panen jagung ia tabung, guna mempersiapkan model fashion yang akan dibuatnya untuk JFC setiap tahunnya. Dynand pun mengaku memiliki misi bahwa sudah saatnya Jember Sebagai World Fashion Carnival. Dan, misi ini telah Ia rintis. Pada tahap awal, event JFC masih bersifat sosial murni yang pengelolaan serta pendanaannya dilakukan oleh masyarakat dan penyelenggaraannya dibantu oleh pemerintah daerah. [Fatkhurrohim/*]


Oktober 2013 I

I 45


Art & Culture

Patrick yang Melukis Sejarah KILASAN SEJARAH masa lalu kerap terekam dalam berbagai catatan-catatan tertulis. Bisa berupa buku, dokumen-dokumen, atau mungkin naskah-naskah kuna. Tapi bagaimana jika gambaran sejarah itu kelak tergambar dalam wujud lukisan?

46 I

I Oktober 2013


P

atrick Cornellis Wowor, seorang pelukis muda Jakarta menafsirkan sejarah dalam lukisan-lukisannya yang digelar dalam sebuah Pameran Tunggal bertajuk “Underexposed”. Sebanyak 18 karyanya yang dipajang di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Cikini Raya, Jakarta Pusat, diserbu pengunjung pada Kamis malam, 19 September 2013. Patrick, meskipun usianya masih tergolong muda, 30 tahun, telah berulangkali mengikuti pameran bersama di berbagai kota. Namun untuk menggelar pameran tunggal, ini adalah kali ketiga. Pameran tunggal sebelumnya adalah “Metal Detector” di Tembi Rumah Budaya Jakarta dan “Blackbirds” di Z gallery, Seatlle, Amerika Serikat. Menurut lulusan Institut Kesenian Jakarta ini, tajuk “Underexposed” diambil karena lukisan-lukisan yang hendak ia sajikan adalah segala sesuatu yang samar, masih butuh disingkap. “Istilah ‘underexposed’ kan diambil dari fotografi, artinya sesuatu yang kurang cahaya, pun karya yang dihasilkan cenderung gelap,” ujarnya. Lukisan-lukisannya yang ia tampilkan kali ini, berciri tokoh dan peristiwa sejarah, menurutnya sangat terwakili dengan tema yang diambil. “Mereka atau peristiwa-peristiwa yang saya lukis adalah sesuatu yang tidak terekspose, bisa cinta, bisa rindu yang tak terungkap,” katanya dalam sambutan pembukaan pameran. “Jadi yang ingin saya sampaikan bukan cuma figurnya, orangnya saja. Tapi juga apa kisah mereka.” Apa yang dikatakan Patrick rasanya tak berlebihan. Tergambar dalam obyek yang ia lukis berupa tokoh dan peristiwa memang cenderung kelam dan seringkali sendu. Simaklah bagaimana lukisan seorang pemuda kurus, berkumis dan berjenggot, berkacamata. Jarinya menjepit sebatang cerutu.

foto-foto:Micha Rainer Pali

Tanpa ada yang memberi tahu, barangkali tak ada yang kenal bahwa sosok yang tergambar itu adalah Wikana. Ia adalah seorang pemuda yang turut serta membidani kemerdekaan Republik Indonesia. Pemuda asal Sumedang itu ikut dalam rombongan pemuda yang menculik SukarnoHatta dalam Peristiwa Rengasdengklok. Namun dia nyaris tak tercatat dalam sejarah setelah raib begitu saja pasca peristiwa 1965. Oktober 2013 I

I 47


Art & Culture Lihat pula sesosok lukisan wajah kurus seorang pemuda berbadan kurus dengan rambut acak-acakan. Bentuk wajahnya tirus dengan gigi-gigi yang tak teratur. Sebelah matanya diperban. Dia tak lain adalah Wiji Widodo atau yang dikenal dengan Wiji Tukul. Penyair yang amat terkenal di penghujung Orde Baru inipun nasibnya kurang lebih serupa dengan Wikana. Aktivis asal Surakarta itu kini juga tak tentu rimbanya pasca gonjangganjing reformasi tahun 1998. Patrick memberi judul lukisan ini dengan sebuah kalimat terkenal yang diambil dari salah satu puisi Wiji Thukul: “Aku masih utuh dan kata-kata belum binasa”. Satu lukisan yang mencomot perhatian pengunjung adalah sosok Sukarno muda yang berjudul ‘Berdikari’. “Saya ingin gambarkan seorang Sukarno yang masih menanggung beban masalah yang tak selesai. Tapi gambarannya adalah seorang pemuda yang semangatnya berapi-api” tutur Patrick.

Namun demikian Patrick masih juga menyisakan ruang kanvasnya untuk melukiskan sesuatu yang lebih intim ketimbang gempita dunia politik dan manusia-manusianya. Di antara deretan karyanya tampak sebuah lukisan yang menggambarkan seorang lelaki tengah berpose dengan kuda besinya. “Jalan Hidup”, begitu lukisan itu diberi judul. Barangkali karena Patrick sendiri hobi mengendarai motor. Atau perhatikanlah sewajah perempuan dengan bola mata hitam dan sorot mata tajam. Rambutnya tergerai, senyumnya tertahan. Patrick mengatakan itu gambar istrinya. Dengan tak kurang membuat penikmat karyanya memikir makna, Patrick memberi judul lukisannya itu “Darah Juang”. Menafsir sejarah Bonnie Triyana, sejarawan yang turut diundang membuka “Underexposed” mengatakan, sejarah memang bisa ditulis oleh semua orang. Termasuk oleh para pelukis. Tentu dengan caranya sendiri, menggores kuasnya di hamparan kanvas. Misalnya saja ketika Raden Saleh Syarif Bustaman dan Nicolaas Pieneman mengabadikan peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro. Kelak, lukisan tersebut menjadi sebuah sumber yang amat penting bagi anak bangsa untuk menilik ulang bagaimana seorang pribumi pemberontak tengah ditaklukkan De Kock. Ia tak kalah berarti disbanding catatan-catatan sejarah yang berkisah dalam tulisan.

foto: Micha Rainer Pali

48 I

I Oktober 2013

“Patrick Wowor bolehlah kita sebuat pelukis muda berbakat, mencoba menerjemahkan sekaligus menafsirkan peran tokoh dan peristiwa sejarah ke dalam tarikan kuas pada kanvasnya,” kata pemimpin redaksi majalah Historia ini. “Patrick memang bukan saksi sejarah... (tapi) dia pelukis

muda yang sedang bikin aksi ‘vivere pericoloso’, menyerempet-nyerempet bahaya dengan melakukan eksplorasi gagasan tema lukisannya”. Pramono Anung Wibowo, Ketua DPR RI yang membuka acara “Underexposed” mengakui tema-tema yang diambil oleh Patrick memang beda. Meskipun menyebut Patrick masih melukis dengan gaya bebas, Pramono mengaku pemuda yang pernah mengikuti “World Artist Festival in Seoul” ini berani mengemukakan karya yang berbeda. “Lihat saja lukisan Wikana, Tukul, kesannya ada sesuatu kemarahan,” ujar Pramono. “Tapi kemudian lihat lukisan isterinya yang tampil kalem meskipun judulnya darah juang.” Kritik sosial Wajah-wajah dalam lukisan Patrick, kata Pramono, sebenarnya ikut mewakili kritik sosial. Meskipun cenderung samar, gambaran itulah yang sebenarnya banyak terdapat di masyarakat secara riil. “Wajah-wajah itu menggambarkan kontradiksi dengan wajah-wajah yang terpampang di baliho-baliho di pinggir jalan, berkampanye dengan wajah yang dibuat-buat,” ujarnya. Pramono juga mengkritik dunia seni lukis yang kadang tersentuh pula akan hal-hal yang curang. “Saya juga pesan, tidak usah ikut-ikutan rekayasa para ‘penggoreng’ lukisan,” ujar kolektor ratusan karya seni lukis ini. “Apalagi masih muda, suatu hari akan menjadi warna tersendiri bagi dunia seni lukis Indonesia.” “Underexposed” digelar hingga 30 September 2013. Patrick sendiri memastikan pamerannya kali ini bukanlah yang terakhir. Soal melukis, pemuda yang mulai berpameran sejak 2002 ini mengaku masih banyak yang ingin ia capai dan buktikan. “Karena di situlah saya dapat menemukan dan membentuk diri saya.”[Fajar Riadi/Cahyo Adji]


Oktober 2013 I

I 49


foto-foto: Dokumentasi Savoy Homann Bidakara

Venue

R Savoy Homann Bidakara

Pengalaman Meeting Sesungguhnya Kota Bandung selain menawarkan beragam tempat rehat yang cozy, dan nyaman di setiap sudut kotanya pun menawarkan tempat untuk menjamu kolega bisnis di meja pertemuan yang sangat menyenangkan dan tak terlupakan. 50 I

I Oktober 2013

ekam jejak Parijs Van Java sebagai kota yang pernah beberapa kali menggelar konvensi bersejarah tingkat internasional seolah menjadi jaminan sebagai destinasi menarik untuk meeting bagi pelaku bisnis. Bandung pun menawarkan beragam ruang pertemuan yang sangat nyaman, dan bersejarah. Salah satunya adalah di Hotel Savoy Homann Bidakara Bandung. Pengalaman untuk melayani di meja meeting sudah tak diragukan lagi. Itu sebabnya, beberapa perusahaan maupun Profeaional Convention Organizer (PCO) lebih memilih untuk turut andil bagian menggelar meeting di hotel yang bersejarah ini. Savoy Homann Bidakara yang berlokasi di Jl. Asia Afrika 112, Bandung ini, menawarkan 17 meeting room dengan lay out ruangan dan sentuhan interior bernuansa Art Deco. Sesuai dengan konsep daripada hotel yang sudah berdiri sejak tahun 1871 lalu.


Malinda Dinangrit Public Relation Savoy Homann Bidakara Hotel menjelaskan, secara keseluruhan, Savoy Homann Bidakara memili 17 meeting room, yang terdiri atas, Grand Ballroom dan Savoy Room yang berada di lantai dasar dekat lobby, ruangan jasmine, bougenville, dan orchid yang berada dekat dengan restaurant, serta ruangan meeting lain yang berlokasi di lantai satu. Malinda menambahkan, guna mempermudah kebutuhan peserta meeting, ada beberapa bagian ruang meeting yang menggunakan system break out atau partisi. “Memang ttidak semua ruangan menggunakan partisi, hanya Savoy Room 1,2,3,4 saja. Sehingga Grand Ballroom yang bersebelahan dengan Savoy Room apabila disatukan dapat menampung hingga 1500 orang,” tambahnya. Dari segi fasilitas, hotel yang berlokasi di 0 KM Bandung ini menjamin beberapa fasilitas standar di dalam ruang meetingnya seperti, setup ruangan meeting sesuai permintaan klien, kemudian di setiap meja meeting telah disediakan Notepad and pencil, Mineral water & Candies, satu unit microphone, Standard sound sys-

tem, Mini Garden, Reception Table, satu unit screen dan filp chart with marker, dan lain sebagainya. Untuk merasakan atmosphere melaksanakan meeting di hotel bersejarah ini pun cukup kompetitif. Beberapa paket harga kebutuhan meeting pun bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan. Paket meeting Half Day misalnya, hanya dihargai Rp 210.000,- net/ person/day, Full Day Rp 270.000,net/person/day, Residential Meeting Package (Halfboard/Fullboard) Rp 675.000,-net/person/day. Oleh karena lokasinya yang sangat strategis, Savoy Homann Bidakara pun dapat ditempuh maupun diakses dengan seluruh moda, mulai dari udara dan darat. Dari Bandar Udara Husein Sastranegara hanya membutuhkan waktu 20 menit. Kemudian hanya berjarak sekitar 10 menit dari stasiun kereta api. Dan, hanya berjarak 2.5 jam menggunakan mobil dari Jakarta. Setiap tetamu hotel yang usai menggelar meeting pun akan diajak tour hotel ke beberapa kamar VIP tamu kenegaraan masa lalu.

“Kami memiliki beragam history yang dapat kami share ke customer dalam hotel tour, seperti melihat dan merasakan suasana kamar petinggi Negara yang pernah menginap disini mulai dari Bung Karno, Jawaharlal Nehru, Choi En Lai, hingga Charlie Caplin,” terang Malinda. Perlu diketahui pula, bahwasannya Savoy Homann Bidakara, memiliki pengalaman dalam menggelar conference dan meeting bertaraf internasional mulai dari World Tea Congress (1924), ILO Conference (1950), International Rice Conference (1952), World Health Organization Conference (1952), hingga Asia Africa Conference (1955). Hal inilah yang menjadi kekuatan sekaligus jaminan bagi Savoy Homann Bidakara yang mendeklarasikan hotelnya sangat professional di bidang MICE—utamnya Meeting dan Convention di Bandung. “Nilai tambah lainnya adalah kami selalu mengedepankan cita rasa makanan untuk jamuan meeting, mulai dari menu internasional, lndonseia food, hingga menu khas tanah sunda,” tutup, Malinda. [Fatkhurrohim]

foto-foto: Dokumentasi Savoy Homann Bidakara

Oktober 2013 I

I 51


In focus Indonesia International Motor Show 2013

Ajang Unjuk Kebolehan Industri Otomotif

P

ameran otomotif terbesar di tanah air, Indonesia International Motor Show (IIMS) kembali digelar. Pameran yang menjadi agenda wajib bagi para pelaku, pengamat, konsumen dan pecinta dunia otomotif ini resmi dibuka oleh Wakil Presiden Boediono, dan diikuti oleh 36 APM (Agen Pemegang Merk) dan 276 industri pendukung yang menempati total area 75.101 meter persegi.

52 I

I Oktober 2013


Oktober 2013 I

I 53


In focus

Pameran IIMS tahun ini mengusung tema “Smart Vehicle Mobility” yang menekankan pentingnya efisiensi bahan bakar dengan memperkenalkan system transportasi dengan standar efisiensi yang mengurangi pemborosan bahan bakar serta mengurangi emisi gas buang berlebih. Pabrikan Daihatsu di IIMS 2013 ini memboyong 8 mobil konsep terbaru seperti Daihatsu Ultra Function Compact (UFC-2), Cross Over Utility Vehicle (CUV), mobil keluarga serba guna DR-Estate. Honda mempersembahakan Honda Mobilio Prototype. Mobil ini menjadi bintang di booth Honda karena mobil ini adalah mobil LMPV (Low Multi Purpose Vehicle) pertama yang dirancang khusus oleh Honda untuk Indonesia. Audi tak mau ketinggalan dengan meluncurkan empat mobil teranyarnya yakni Audi R8 Facelift, RS4 Avant, RS5 Coupe, dan Audi A7 Sportback. Mercedes Benz menghadirkan kendaraan hatchback AMG A 45, yang merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh AMG. Volkswagen akhirnya juga merilis salah satu mobil fenomenalnya, VW Golf MK-7 yang mengantongi predikat sebagai “World Car of the Year 2013” . [Andy Prayitno]

54 I

I Oktober 2013


Oktober 2013 I

I 55


56 I

I Oktober 2013


Etalase

Powerbank Bertenaga Surya

K

ebanyakan pengguna gadget kini sudah banyak yang melengkapi dirinya dengan powerbank. Perangkat ini cukup manjur untuk memberi daya secara instan bila gadget sewaktu-waktu low batt. Namun apa jadinya bila powerbank yang kita bawa turut habis dayanya, sementara lokasi sekitar tak terdapat listrik untuk mengisi ulang. Sebuah powerbank bermerk Wakawaka mampu mengisi ulang kapasitas baterainya tanpa perlu mencari daya, melainkan cukup memanfaatkan tenaga surya. Sayangnya, waktu yang diperlukan untuk mengisi ulang daya powerbank ini terbilang lama. Pengguna harus meletakkannya di bawah matahari sepanjang hari.

Tapi tenang saja, karena bila pengguna tidak ingin mengisinya hingga penuh, powerbank Wakawaka hanya perlu diletakkan di bawah sinar matahari seperlunya saja.

Foto:istimewa

Dengan harga sekitar USD 49 per unit, Wakawaka rencananya diproduksi di Haiti, yang nantinya turut membantu 370 ribu penduduk Haiti yang belum merasakan cahaya lampu. Powerbank Wakawaka memiliki varian warna kuning dan hitam, selain dapat digunakan untuk mengisi daya gadget ternyata juga dapat digunakan sebagai lampu baca. Bahkan dalam kondisi penuh powerbank Wakawaka dapat bertahan hingga 8 jam. [Teguh S Gembur]

Sony Smartwatch 2

U

ntuk keduakalinya Sony memperkenalkan jam tangan pintarnya, Sony SmartWatch 2. Sebelumnya jam tangan pintar ini hendak dirilis 15 Juli 2013. Tapi, kemudian Sony menyampaikan kembali tanggal peluncuran untuk SmartWatch 2 yaitu pada 9 September

2013. Sony SmartWatch 2 memiliki 200 aplikasi. Para pengembang juga bisa mengakses API (Application Programming Interface) untuk menambahkan aplikasi. Perangkat ini kompatibel dengan semua jenis sistem operasi Android 4.0 ke atas. Jam tangan ini juga dilengkapi teknologi NFC (Near Field Communication).

Foto:istimewa

Dengan jam tangan pintar SmartWatch, pengguna bisa menjawab atau mengabaikan panggilan telepon. SmartWatch 2 menampilkan pemberitahuan panggilan telepon yang masuk dan panggilan tak terjawab. Gadget ini juga dilengkapi kalender, aplikasi cuaca dan aplikasi lainnya yang bisa diunduh di Google Play Store. Sony Smartwatch 2 akan dibanderol seharga US$181 atau sekitar Rp 1,8 juta. [Teguh S Gembur]

Oktober 2013 I

I 57


Etalase

Androidly Smart Watch

B

aru-baru ini Android telah berhasil membuat Smart Watch atau jam tangan pintar pertamanya. Jam tangan pintar Android ini tidak hanya dapat menerima panggilan saja, namun dilengkapi dengan fitur-fitur menarik lainnya. Menurut sumber tersebut, Androidly Smart Watch memliki layar 2inci dengan teknologi touchscreen. Selain itu jam tangan pintar ini juga dapat menulis pesan (SMS), email, memutar musik, game, dan lainlain. Sementara itu, perangkat ini juga dibekali kamera dengan sensor 2MP sehingga Anda dapat mengambil gambar melalui jam tangan ini. Selain itu, ada juga GPS, Wi-Fi, serta konektivitas Bluetooth, dan USB yang terletak dibagian ujung tali pengikatnya. Diketahui, Android mengklaim bahwa perangkat ini adalah jam tangan pertama yang memiliki akses penuh ke Google Play Store. Jika Anda berminat memiliki arloji pintar ini, Android membanderol dengan harga mulai Rp 2,2 juta hingga Rp 2,6 juta. [Teguh S Gembur]

Foto:istimewa

Mirroles Rasa DSLR

S

ony A3000 adalah kamera Sony NEX namun dengan tampilan bodi ala DSLR. Ini terlihat dari penggunaan mount lensa E-Mount yang lazim digunakan NEX-Series, sekaligus tampilan menu yang lebih mirip ke menu Sony NEX-Series.

Sony A3000 telah dibekali dengan sensor APS-C HD CMOS 20.1 megapixel, prosesor BIONZ, layar berukuran 3 inci dan lubang intip elektronik. Untuk menghasilkan foto yang tajam, Sony A3000 hadir dengan teknologi Contrast Detect Autofocus 25 titik. Kamera ini juga memiliki teknologi Optical Steady Shot stabilization untuk mengoptimalkan pengambilan foto agar tetap tajam dan minim blur.

Foto:istimewa

58 I

I Oktober 2013

Dilengkapi pula dengan beragam fitur, seperti tips memotret, mode pengambilan foto Intelligent Auto, Sweep Panorama dan 15 opsi efek foto yang berbeda. Intinya, semua fitur kamera DSLR entry-level telah dimilikinya. Sony A3000 akan tersedia di bulan September 2013 dengan banderol harga US$400, sudah termasuk lensa kit 18-55mm. [Teguh S Gembur]


ARTIKEL

Oktober 2013 I

I 59


News

ITCEF 2013 Bantu Dongkrak Kunjungan Wisman ITCEF selalu hadir dengan empat kegiatan pameran yaitu B to C, Table Top, Ina Culinary, dan Seminar. Berbagai rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi bukti komitmen BPPI untuk merangkul seluruh komponen bangsa dalam membangun perekonomian yang berbasis pada kepentingan masyarakat secara langsung.

Indonesia Tourism & Creative Economy Fair (ITCEF) 2013 merupakan annual event yang diselenggarakan oleh Bapan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) yang memeadukan semua potensi pariwisata nasional dengan seluruh industri pendukungnya, yang diselenggarakan pada 30 Agustus – 1 September 2013 di Jakarta Convention Center. Pada penyelenggaran event tahun diikuti oleh 78 stand ekonomi kreatif, 10 stand airline dan travel, 16 stand perhotelan, 9 stand BPPD, serta 100 Stan INA Culinary di area outdor. Seperti tahun lalu, ITCEF kali ini pun melibatkan perwakilan bisnis dari luar negeri. Untuk tahun ini, beberapa Negara asing tersebut adalah Malaysia, China, Korea, India, dan Australia.

Esthy Reko Astuti, Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, berdasarkan data UN World Tourism Organization (UNWTO) mencatat pada 2012 jumlah wisman yang melakukan perjalanan telah mencapai titik sejarah dengan 1,035 miliar dengan pertumbuhan 4 persen. Dan, potensi ini harus ditangkap untuk menjaring lebih banyak turis dunia ke Indonesia. Sementara itu, S. B Wiryanti Sukamdani Ketua BPPI mengatakan, dengan diselenggarakannya ITCEF diharapkan mampu mengedukasi mengenai pentingnya meningkatkan ekonomi kreatif yang merupakan dasar perekonomian, serta bertekad membantu pemerintah untuk mendongkrak kunjungan wisatawan melalui tiga strategi pokok yakni low season activity, creative tourism, dan green tourism. [Fatkhurrohim]

Santika Depok Diresmikan Inilah yang melatarbelakangi Santika Indonesia Hotels & Resorts meramaikan bisnis di kota ini dengan membuka Hotel Santika Depok. Hotel Hotel Santika Depok memiliki 122 kamar dengan fasilitas restaurant, lobby lounge, meeting rooms, fitness center, swimming pool, free Wi-Fi di setiap kamar serta fasilitas pendukung lainnya. Peresmian Santika Depok dilakukan hari Sabtu 31 Agustus 2013 sebagai hotel ke-59 dalam jajaran grup Santika Indonesia Hotels & Resorts dan ke-19 kelompok Hotel Santika.

Depok

adalah sebuah kota penyokong Metropolitan Jakarta yang berkembang pesat. Laju ekonomi yang kian meningkat telah menjadikan Depok sebagai kota jasa dan perdagangan. Hal itu terlihat secara nyata dengan semakin banyaknya layanan sektor jasa dan perdagangan yang bermunculan seperti restoran, tempat usaha dan layanan jasa lainnya.

60 I

I Oktober 2013

Letak Santika Depok sangat strategis dengan pusat perbelanjaan seperti DMall, Apartment Margonda Residence III dan Universitas Indonesia. Kehadiran hotel ini, menurut Corporate Marketing Communication Manager Vivi Herlambang, jelas akan membuat suasana baru di kota yang terletak disebelah Selatan kota Jakarta tersebut. [FS]


STP Sahid Gelar Seleksi Nasional ASEAN Skills Competition X yang lolos seleksi daerah, meliputi 17 peserta kompetisi Service Restaurant dan 16 peserta untuk Cooking. Peserta ASC X merupakan hasil seleksi daerah dari seluruh Indonesia, yang berasal dari Daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, kalimantan Tengah, Bali, NTB, Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Papua, Sulawesi Tengah, Jambi, Riau dan Bali.

Sejak menjadi tuan rumah dan juara umum event ASEAN Skills Competition IX pada 2012, kini Indonesia tengah mempersiapkan peserta kompetisi ACS ke X di Vietnam. Salah satu faktor penting yang diperlukan adalah mempersiapkan calon kompetitor. Untuk menghadapi ASC ke-10, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid mengadakan Seleksi Nasional ASEAN Skills Competition X. Event ini berlangsung mulai 9 - 12 September 2013. Setidaknya ada 33 peserta

Seleksi nasional peserta ASC X untuk pertama kalinya digelar di STP Sahid Pondok Cabe, Tanegrang Selatan. Menurut Ir Kusmayadi, MM, Ketua STP Sahid, terpilihnya STP Sahid karena menawarkan konsep baru sebuah kompetisi, yakni kompetisi yang sama persis seperti Asean Skills Competition. “Ini penting agar peserta terlatih secara mental, kecakapan dan lebih percaya diri” tambah Kusmayadi. Bagi peserta yang lolos seleksi dan masih duduk di sekolah menengah, pihak STP Sahid akan memberi kompensasi beasiswa pendidikan, “ STP Sahid akan memberikan beasiswa untuk strata pendidikan D4. Ini komitmen kami untuk melahirkan generasi-generasi handal dibidang pariwisata,” jelas Kusmayadi, [Teguh S Gembur]

Tiga Destinasi Baru Dibalik Lensa Sadar Wisata Harapan panitia penyelenggara lomba foto sadar wisata 2013 untuk mendapat gambaran destinasi yang benarbenar baru dan belum terpublis ke ruang public terjawab sudah. Tiga nama pemenang, mampu menampilkan hasil jepretan kamera dari beberapa destinasi dalam sudut pandang yang berbeda.

Kamera

foto sebagai “Jendela Wisata” bagi wisatawan tergambar dalam Pameran dan Lomba Foto Sadar Wisata 2013, yang berlangsung selama 20 – 22 September di West Mall, Grand Indonesia. Event yang berlangsung selama tiga hari ini menampilkan nominator dan pemenang lomba yang menyimpulkan akan keindahan dan pesona alam, budaya, Indonesia, sebagai mana dalam tema lomba, Kenangan Indah: Manusia, budaya dan alam Indonesia.

Sebut saja, hasil Jepretan juara I karya Rozie Soehendy, asal Bandung, dengan judul “Terumbu Karang” foto yang diambil dari Kepulau Karimun Jawa, kemudian Juara II, Muhammad Efendi asal Lumajang dengan judul foto “Padang Lavender” dari gunung Semeru, dan terakhir Juara III karya Yustinus, asal Jakarta dengan judul foto “Duck Breeders”. Menurut Sigit Pramono, Ketua Tim Penyelenggara dan Juri Lomba Sadar Wisata 2013, beberapa karya foto pemenang dianggap mampu mewakili dari sisi tema lomba dan mempromosikan beberapa destinasi tersebut, dan bukan karya foto dari destinasi yang benar-benar telah populer seperti Bali, dan atau Raja Ampat. [Fatkhurrohim]

Oktober 2013 I

I 61


News

Rencana Besar Ekspansi Best Western International rah Indonesia. Pendapatan nasional dan keinginan untuk berwisata terus meningkat di negara ini. Pertumbuhan ini akan kembali meningkat dengan dimulainya Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015, yang menempatkan Indonesia pada pusarannya. “BWI berada di Indonesia tidak hanya untuk waktu yang singkat, kami berencana menjalin hubungan yang awet dengan para tamu dan relasi bisnis kita” ungkap Glenn de Saouza.

Saat

menggelar jumpa pers di Best Western International’s Expansion in Indonesia pada tanggal 16 September 2013, di Best Western Premier Sunset Road Kuta Bali, pihak management Best Western International (BWI) menegaskan rencananya akan berekspansi lebih luas dan cepat di seluruh Indonesia. Rencana ini akan melebihi enam kali lipat portfolio BWI di Indonesia. Glen de Souza, Vice President of International Operations for Asia & the Middle East BWI, mengatakan, saat ini BWI sedang berada di periode yang sangat penting dalam seja-

Sementara itu, Iwanto Hartojo, President Director Best Western Indonesia, mengatakan, Bali merupakan destinasi favorit bagi wisatawan asing dan lokal. Untuk itu, BWI sangat tertarik untuk mengbangkan pasar disini. “Saat ini, BWI telah mempunyai empat hotel di Bali, dan dalam beberapa tahun kedepan, BWI akan menambah dua propertinya di Uluwatu dan Ubud. Kedua hotel tersebut akan beroperasi dalam great bintang lima,” tambah Iwanto Hartojo. Untuk di ketahui, saat ini BWI trlah mengoperasionalkan lima hotel di Indonesia yang tersebar di satu unit di Jakarta, Satu unit Semarang, dan tiga unit di Bali. Hingga tahun 2015, BWI akan memiliki 31 hotel dengan jumlah kamar lebih dari 6000 kamar. [fatkhurrohim]

IHGM Wadah para GM ke Pentas Global Pada Inauguration Night, tanggal 6 September 2013, di Ballroom hotel The Acacia Jakarta, para founder dan member yang telah bergabung bersama IHGM membawa semangat yang sama yaitu mampu “bicara” dikancah global. Sekaligus membangun networking antar sesama anggota IHGM untuk menciptakan ruang bisnis yang sehat. Angkoso Soekardi, Chairman IHGM pada malam inauguration mengatakan, IHGM ini sebagai wadah bagi General Manager yang ada di Indonesia untuk membangun networking dan meningkatkan kualitas serta profesionalitas dari General Manager sehingga dapat bersaing dalam industri perhotelan global.

Indonesia Hotel General Manager (IHGM) adalah salah satu wadah yang memiliki cita-cita luhur dalam membangun martabat para General Manager (GM) yang bekerja pada industri perhotelan di tanah air. Suatu cita-cita membangun kompetensi para GM local agar diterima secara professional di industri yang sama di dunia internasional. 62 I

I Oktober 2013

Menurut Angkoso, selain membangun kompetensi para GM, IHGM ini pun untuk menjawab bahwa sebenarnya para GM dari Indonesia pun tak kalah baiknya dengan GM yang ada di luar negeri seperti Eropa, Timur Tengah, dan ASEAN. “Kalau profesi seperti F&B, Room Division Manager itu ada. Tapi, untuk GM di luar negeri sulit ditemukan,” ungkap Angkoso. [Fatkhurrohim]


Indonesia Jass Festival

“Taman” Bagi Komunitas Jazz Indonesia Al hasil, para Jazzer di IJF pun langsung terlihat segmentasinya. Namun musisi dengan nama besar sekelas Balawan, Andien, Tompi, Gugun & The Blues Shelter, Maliq n D’essential, Barry Likumahuwa, Beben Jazz & Friend, Syaharani& Queen Fireworks, Inna Kamarie, The Groove paling mendapat tempat di hati para Jazzer.

Atmosphere Indonesian Jass Festival memang belum sekelas Java Jazz. Meski demikian, lima panggung yang tersebar diseluruh sudut outdoor arena Istora serta satu panggung utama indoor sudah terlihat begitu hangat, dan akrab bagi para Jazzer. Mereka (Jazzer) pun mampu terbawa suasana oleh musisi maupun grup band Jazz yang tampil selama dua hari tersebut. Beberapa genre dari jenis music Jazz seperti klasik, modern dan etnik pun mampu dihadirkan oleh sang promoter.

Penampilan Balawan misalnya, meski menyuguhkan music jazz etnik, toh tidak kehilangan para penggemarnya. Boleh dibilang, penampilan Balawan pada Sabtu malam itu, mampu menyajikan suatu karya dan musikalitas asli Indonesia. Applaus dari Jazzer pun makin riuh, ketika Balawan memainkan kedua lead gitarnya yang menghasilkan instrument alat music lain seperti terompet dan alat music etnik lainnya. “Yang selalu saya tunggu dari setiap pagelaran Jazz adalah Balawan. Dia memiliki teknik bermain gitar yang unik dan jarang dimiliki oleh musisi lainnya di Indonesia,” ujar Nuri, Jazzer asal Kemang. [Fatkhurrohim]

Metalex Exhibition

Membangun Kemitraan di Ranah Otomotif mengatakan, pada jumpa pers 10 September 2013 lalu di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jakarta, mengatakan, pameran Metalex mendatang, akan melibatkan lebih dari 300 anggota dimana 70 persennya adalah produsen komponen otomotif kelas premium, dengan target pengunjung 68.000 orang, total transaksi menyentuh angka 100 miliar dolar AS.

Reed

Tradex Company kembali akan menggelar pameran Metalex pada tanggal 20 – 23 November 2013 di Bitec, Bangkok, Thailand. Metalex merupakan pameran mesin dan teknologi otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara. Sedikitnya ada 2.700 merek asal lebih dari 50 negara, diantaranya adalah China, Jerman, Jepan, Korea Selatan, Taiwan, dan Inggris. Duangdej Yuaikwamdee, Deputy Managing Director Reed Tradex Company, sekaligus panitia penyelenggara pameran

Duangdej kembali menuturkan, pada pameran Metalex tahun ini, pihaknya ingin membangun kerjasama kemitraan dengan pelaku industri otomotif asal tanah air yang dalam hal ini diwakili oleh Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) dan Thai Subcontracting Promotion Association (Asosiasi Promosi Subkontrak Thailand). Hadi Surjadipradja, Ketua Umum GIAMM mengatakan, menguatnya Dolar atas Rupiah seperti sekarang ini, menjadikan pameran ini memiliki arti yang penting. Sebab, salah satu langkah industri otomotif untuk bisa bertahan pada situasi ekonomi yang tak menentu adalah efisiensi. Caranya, dengan mempelajari teknologi baru yang ada industri permesinan sehingga dapat menekan biaya produksi. [Fatkhurrohim] Oktober 2013 I

I 63


News Festival Budaya Pasar Terapung dan Festival Borneo

Melestarikan Budaya dan Mempersatukan Pulau Kalimantan Pemerintah

Provinsi Kalimantan Selatan di dukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar annual event bertajuk Festival Budaya Pasar Terapun dan Festival Borneo pada tanggal 12 - 19 September 2013 di halaman kantor Gubernur. Pada penyelenggaraan festival yang telah berusia enam tahun ini menggunakan biaya Anggaran Pendapatan Daerah sebesar Rp. 700 juta. Annual event pada tahun ini mengangkat tema tentang kebudayaan pasar terapung, yang telah kesohor hingga ke luar negeri. Rudy Arifin, Gubernur Kalimantan Selatan mengatakan, suatu festival budaya sejatinya digelar tidak hanya untuk menarik wisatawan. Akan tetapi lebih dari itu, betapa pentingnya mengenal budaya daerahnya sendiri yang terkadang terlupakan oleh generasi muda. “Generasi muda Kalimantan mestinya bangga karena daerahnya mempunyai ragam kesenian dan kebudayaan,� terang Rudy. Sementara itu, menurut Muhandas Herno Hendrawan, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata, Festival yang melibatkan 42 sanggar kesenian se-Kalimantan, melibatkan hampir 1000 orang, serta 30 stan untuk pameran produk kerajinan dan kuliner daerah ini bertujuan untuk melestarikan keberadaan pasar terapung yang telah ada sejak jaman nenek moyang. Bagi masyarakat Banjarmasin yang berada di kawasan sungai Barito dan Martapura, pasar terapung merupakan ikon dari provinsi Kalimantan Selatan guna menarik minat para wisatawan asing dan lokal. “Perlu diketahui, saat ini pasar terapung di Banjarmasin ada dua, yakni yang berlokasi di Kuin, dan Lokbaintan. Dan, pasar terapung ini telah menjadi destinasi nasional,� ungkap, Muhandas. Festival Budaya Terapung dan Festival Borneo bagi pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dijadikan ujung tombak perkembangan pariwisata daerah, dalam memdatangkan wisatawan nusantara dan asing. Sekaligus ajang apresiasi perkembangan seni daerah se-kalimantan. Selain itu, event ini pun menumbuhkembangkan daya kreativitas seniman daerah pada pembentukan jati diri daerah. [Fatkhurrohim]

64 I

I Oktober 2013


Oktober 2013 I

I 65


Hang out

Foto:Kostum-Unik-ala-IndoRunners-di-Jakarta-10K

Komunitas Indo Runners

Tidak Hanya Sekedar Berlari Olahraga lari sudah lama dikenal sebagai olahraga yang sangat murah. Semua juga sudah tahu bahwa olahraga lari manfaatnya besar. Sayangnya, lantaran alasan kesibukan, menjadikan olahraga yang satu ini ditinggalkan.

I

ndo Runners yang muncul sejak 2009 silam, hadir sebagai “komunitas lari� yang berusaha menggiatkan kembali kebiasaan olahraga lari menjadi bagian gaya hidup masyarakat urban masa kini.

Reza Puspo adalah pendiri komunitas Indo Runners yang menyadari bahwa kebiasaan lari ini tidak mudah untuk dimulai. Dengan adanya komunitas Indo Runners ini bisa saling memotivasi untuk melakukannya. Sosial media menjadi salah satu alat berkembangnya komunitas ini. Komunitas Indo Runners pun berhasil menarik perhatian publik. Kini komunitas Indo Runners totalnya memiliki 10ribu an follower dengan rata – rata peserta lari mencapai 30-50 orang dalam setiap kegiatan rutinnya. Saat ini, komunitas Indo Runners tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Bali.

66 I

I Oktober 2013


Foto:kostum-lego-di-jakarta-10K-ala-IndoRunners

Foto:www.twicsy.com

Misi utama komunitas ini adalah menanamkan bibit kebiasaan dan menyebarkan virus “mari lari�. Kesuksesan Indo Runners dalam menarik simpati publik adalah pengemasan kegiatan lari dalam suasana yang fun, segar, dan santai. Selain itu, komunitas Indo Runners mengadakan acara rutin Thursday Night Run dan Sunday Morning Run. Indo Runners pun suka mengadakan beberapa kegiatan lari dengan tema – tema unik, salah satunya dengan kostum unik. Ada juga kegiatan Kawin Lari, Christmas Run, New Year’s Run, Batik Run. Telah menjadi tradisi bagi komunitas ini untuk berlari memakai kostum unik dalam memeriahkan lomba lari Jakarta 10K setiap tahunnya. Diantara ribuan peserta lari, komunitas ini memang menjadi pusat perhatian karena baju dan gayanya yang berbeda. Foto: kostum-unik-jakarta-10K-ala-IndoRunners-5

Gelaran Thursday Night Run diadakan setiap Kamis malam, mulai berkumpul pukul 19.30 WIB di FX, Senayan dan mulai lari sekitar pukul 20.00 WIB. Sunday Morning Run dimulai pukul 06.00 WIB. Rute lari yang biasanya ditempuh adalah menyusuri jalan Sudirman, kawasan Gelora Bung Karno, jalan Asia Afrika, kembali lagi ke jalan Sudirman, titik awal berkumpul.

Foto: www.areamagz.com

Para anggota komunitas Indo Runners tidak pernah mempermasalahkan berlari di kota besar seperti Jakarta, yang terkenal memiliki tingakat polusi yang sangat tinggi. Bagi mereka, kesehatan adalah nomer satu, dan jangan sampai polusi menjadi alasan orang untuk malas berolahraga. Sulit untuk tidak menyebut komunitas Indo Runners sebagai komunitas lari yang paling populer di Indonesia saat ini. Tertarik untuk mencari informasi dan perkembangannya, bisa via Twitter dengan akun @IndoRunners dan Facebook Indo Runners. [Andy Prayitno] Oktober 2013 I

I 67


Hang out

Sebastian Coffee Shop

Di Dalam Kontainer Kita Ngopi

68 I

I Oktober 2013


foto: nongkrong-di-container-yuk-bikinan-sebastian-coffee-shop-c98a7e0

Seperti apa rasanya hangout sambil ngopi di dalam kontainer? Ingin mencoba? Datanglah ke Sebastian Coffee Shop yang berada di sekitaran Bintaro. Di sini kita bisa menikmati kopi sambil bersantai di sebuah coffee shop yang unik.

D

i Sebastian Coffee Shop hanya menggunakan biji kopi kualitas terbaik. Karena kualitas biji kopi sangat menentukan kualitas minuman berwarna hitam ini.

Melihat dari luar, Sebastian Coffee Shop ini tampak seperti rumah biasa. Hanya terpampang plang bertuliskan ‘Sebastian Coffee Shop’ berwarna hitam dengan gambar cangkir kuning. Mungkin tempat ini akan mudah terlewati saat melintas di depannya. Masuk kedalamnya, warna hijau begitu mendominasi dekorasi di Sebastian Coffee Shop yang tepatnya berlokasi di Jalan Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan ini. Ruangan-ruangan tidak diberi sekat. Sofa, kursi, dan meja ditata secara sederhana seperti layaknya di teras rumah. Hal yang sangat membuat Sebastian Coffee Shop begitu menarik adalah dinding-dinding yang terbuat dari kontainer yang dicat dengan warna hijau. Disalah satu sudut

ruangan terdapat set meja-kursi yang bisa diduduki hingga 6 orang. Terpajang juga beberapa wall art berupa foto hitam putih yang memberikan kesan retro modern. Area outdoor cocok digunakan untuk hangout dengan banyak teman, sementara jika ingin suasana yang lebih intim bisa menggunakan area indoor. Di sanalah satu dinding terdapat papan tulis hitam dimana para pengunjung bisa menuliskan kesannya, dan ini menambah keunikan dari Sebastian Coffee Shop. Bicara soal menu, Sebastian Coffee Shop lebih banyak menghadirkan makanan ringan. Mungkin karena tempat ini dikhususkan untuk bersantai. Ada Sebastian’s Mushroom yang menjadi favorit, ada Focassia pizza, Chicken Macaroni, dll. Untuk menu minuman ada Espresso, Rum Latte, Hazelnut latte, Caramel Macchiato, dan masih banyak lagi. Untuk anda yang datang kesini dengan perut lapar, jangan khawatir, Sebastian Coffee Shop juga menyajikan hidangan utama walaupun jumlahnya tidak banyak. Menarik banget kan! Ditambah kalo sedang ada pertandingan sepak bola, Sebastian Coffee Shop juga menyediakan fasilitas “nonton bareng” dengan giant screen yang tentunya menambah keasikan hangout di dalam kontainer. [Andy Prayitno]

Oktober 2013 I

I 69


Pickup Point Jakarta

CIREBON

AEROWISATA Hotel & Resort

Jl. Jend Sudirman Kav. 75 Jakarta 12910 Tel (62-21) 527 6854 Fax. (62-21) 527Â 6855

Amos Cozy Hotel

Jl. Melawai Raya 83-85, Jakarta 12160

Aston Marina Ancol

Jl. Lodan Raya No. 2A, Jakarta 14430

Aryaduta Hotel

Jl. Prapatan 44-48, Jakarta

Alila Jakarta

Jl. Pecenongan Kav. 7-17

Best Western International Indonesia

Senayan Trade Center, 3rd Floor No. 173 A, Jl. Asia Afrika, Jakarta Pusat

Crowne Plaza Jakarta

Jl. Gatot Subroto Kav. 2-3, Jakarta 12930

Golden Boutique Hotel

Jl. Gunung Sahari No. 46, Jakarta

Grand Hyatt

Jl. MH. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta Pusat

Hotel Borobudur

Jl. Banteng Selatan No. 1, Jakarta 10710

Hotel Ciputra Jakarta

Jl. Let. Jend. S. Parman, Jakarta 11470

Hotel Kristal

Jl. Tarogong Raya, Cilandak Barat, Jakarta 12430

Hotel Millenium

Jl. KH. Fakhrudin, Jakarta

Hotel Mulia

Jl. Asia Afrika, Senayan - Jakarta 10270

Hotel Santika Premiere Jakarta

Jl. AIPDA KS. Tubun No. 7, Slipi - Jakarta

Hotel Sunlake

Jl. Danau Permai Raya C1 Sunter, Jakarta

Ibis Kemayoran Hotel

Jl. Bungur Besar Raya 79 - 81, Jakarta

Hotel Santika Cirebon

Jl. Dr. Wahidin No. 32, Cirebon 45122

Patra Cirebon Hotel

Jl. Tuparev No. 11, Cirebon 45153

JOGJAKARTA Hotel Santika Premiere Jogja

Jl. Jend. Sudirman No. 19, Yogyakarta 55233

SEMARANG Hotel Santika Premiere Semarang

Jl. Pandanaran No. 116 - 120, Semarang 50241

Patra Semarang Convention Hotel

Jl. Sisingamangaraja, Candi Baru Semarang 50252

Dafam Hotels & Resorts

Jalan Imam Bonjol 188 Semarang Jawa Tengah

Quest Hotel Semarang

Jl.Plampitan No.37 - 39 Semarang, Jawa Tengah

SURABAYA Hotel Majapahit

Jl. Tunjungan No. 65, Surabaya

Hotel Santika Surabaya

Jl. Pandegiling No. 45, Raya Darmo -­ Surabaya 60264

Ibis Slipi

Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 59, Jakarta 11066

Le Grandeur Hotel

Jl. Mangga Dua Raya, Jakarta 10730

MALANG

Le Meredien

Jl. Jend. Sudirman Kav. 18 - 20, Jakarta 10220

Hotel Santika Premiere Malang

Lumire Hotel

Jl. Senen Raya No. 135, Jakarta Pusat

Mercure Convention Center

Jl. Pantai Indah, Ancol - Jakarta Utara

Menara Peninsula Hotel

Jl. Let. Jend. S. Parman, Jakarta 11470

Novotel Mangga Dua

Jl. Gunung Sahari Raya No. 1, Jakarta

Patra Jakarta Hotel

Jl. Jend. A.Yani No. 2, By Pass - Jakarta 10510

Sari Pan Pacific Hotel

Jl. M. H.Thamrin, Jakarta 10340

LAMPUNG

Sahid Jaya Hotel

Jl. Jend. Sudirman No. 86, Jakarta

Jl. POM IX Palembang Square, Palembang

The Media Hotel & Towers

Jl. Gunung Sahari Raya No. 3, Jakarta 10720, Indonesia

Aston Palembang Hotel & Convention Center Sheraton Lampung Hotel

Spark Hotel

Jl. Mangga Besar Raya No. 42, Jakarta Barat

Jl. Wolter Monginsidi, Bandar Lampung Lampung 35401

The Acacia Hotel

Jl. Kramat Raya 81, Jakarta 10450

The Batavia Hotel

Jl. Kali Besar Barat No. 44 - 46, Jakarta 11230

PONTIANAK

The Akmani Hotel

KH. Wahid Hasyim 91, Jakarta 13050

Hotel Santika Pontianak

Jl. Diponegoro No. 46, Pontianak 78123

The Park Lane Jakarta

Jl. Casablanca Kav. 18, Jakarta 12870

HARRIS hotel & conventions Kelapa Gading

Jl. Bulevar Kelapa Gading Blok M Jakarta 14240, Indonesia

Hotel Mercure Pontianak

Jl. Jend. Ahmad Pontianak 78124

Jl. Letjen Sutoyo No. 79, Malang 65141

SUMATERA UTARA Patra Parapat Lake Resort

Jl. Pertamina Siuhan, Danau Toba Parapat 21174

Yani

No.

91

MANADO ANYER Patra Anyer Beach Resort

Desa Bandulu - Anyer 42166

Tongkaina - Bunaken, Manado 95000

MAKASSAR

BANDUNG

70 I

Hotel Santika Premiere Seaside Resort - Manado

Hotel Santika Makassar

Jl. Sultan Hasanuddin No. 40, Makassar

Aston Bandung Hotel & Residence

Jl. Braga No. 99 - 101, Bandung

Aston Tropicana Hotel & Plaza

Jl. Cihampelas No. 125 - 129

Hotel Santika Bandung

Jl. Sumatera No.52 - 54, Bandung 40115

BALI

Patra Bandung Hotel

Jl. Ir. H. Juanda No. 132, Bandung 40132

Jl. Kartika Plaza, Tuban - Bali

Grand Hotel Preanger

Jl. Asia Afrika No. 8, Bandung

Hotel Santika Premiere Beach Resort - Bali

Hotel Vio Cimanuk

Jl Cimanuk No 15 Bandung

Hotel Saranam

Bali

Aston Grand Kuta Hotel & Resident

Jl. Dewi Sri No. 8 - Legian, Kuta, Bali

I Oktober 2013


AIRPORT

Primavera Eurocafe

Citywalk Sudirman - 1st Floor Unit 25, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 121, Jakarta Pusat 10220

Balinusa Sinar Dewata Group Bandara Soekarno Hatta Jakarta

Batavia Lounge - Mutiara Lounge - Sanur Lounge - Dewa Lounge

Sumpit ( Rice & Noodle )

Citywalk Sudirman - 1st Floor, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 121, Jakarta Pusat 10220

Bandara Ahmad Yani Semarang

Srikandi Lounge

The Luv’s

Bandara Juanda - Surabaya

Blue Sky Executive Lounge Lt. 2

Citywalk Sudirman - 1st Floor 1F#10, Jl. KH.Mas Mansyur Kav. 121, Jakarta Pusat 10220

Bandara Sam Ratu Langi Manado

Bunaken Lounge

Warung Kita

Citywalk Sudirman - 1st Floor, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 121, Jakarta Pusat10220

Bandara Sepenggan Balikpapan

Mahalam Lounge

Bandara Hang Nadim - Batam

Bintan Lounge

Bandara Polonia - Medan

Prima Lounge - Toba Lounge - Toraja Lounge

Bandara Adisucipto DI Yogyakarta

Borobudur Lounge

Bandara Adisumarno

Sriwedari Lounge

Bandara Moses Kilangi - Timika

Moses Kilangi Lounge

Bandara Jalaludin - Gorontalo

Matuduolo Lounge

Restaurant Ganesha Ek Sanskriti

Kemayoran Golf

Jl. Ruas D3-4, Kota Baru bandar Kemayoran , Jakarta 14410

Senayan Golf

Jl. Asia Afrika Pintu IX, Senayan-Jakarta 10270

Pondok Indah Golf

Jl. Metro Pondok Indah 1, Pondok IndahJakarta 10310

Jhonny Andrean Salon

Citywalk Sudirman - 1st Floor, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 121, Jakarta Pusat 10220

CNB spa

Citywalk Sudirman - 2nd Floor Unit 20, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 121, Jakarta Pusat 10220

And

Jln. Boulevard Makassar Mall Panakkukang Lt.3 Mezaine (diatas Gramedia) Makassar

PT Raptim Indonesia

Jl. Cut Meutia No. 8 Jakarta Pusat 10340 Telp. : 021 - 314 6210 Fax : 3193 7701

Anta Tour (JAKARTA)

Grand Indonesia, East Mall #EM-3-38,3rd Floor Jln. MH. Thamrin No. 1 Jakarta 10310 Jl. Melawai Raya No. 116 B, Jakarta 12160

Lounge BCA Prioritas Anta Tour (JAKARTA)

SIRKUIT Sentul International Circuit

Jln. Kelapa Gading Boulevard LB 1/9 Jakarta 14240

TOUR & TRAVEL

PERBANKAN Bank Central Asia, TBK

Kemang Square Lt. 2 Jl. Kemang Raya No. 5

SALON & SPA

The Secret Spa Training Centre

GOLF

Center Park BRI II Lt 9 Jl Jendral Sudirman Kav 44-46Jakara 10210

Wisma Pondok Indah Lt.4 suite #405, Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. 5 TA, Jakarta 12310 Jl. Boulevard Raya Blok LA 6 No. 19, Kelapa Gading 14240

Jl. Sentul Raya, Ciiteureup - Bogor Anta Tour ( SERPONG )

Ruko WTC Matahari No. 5855, Jl. Raya Serpong - Tangerang

Anta Tour ( CIKARANG )

Ruko Plaza Menteng Blok B/25, Jl. MH. Thamrin, Lippo Cikarang - Bekasi 17550

Anta Tour ( BANDUNG )

Jl. Pasir Kaliki No. 150 C, Bandung 40171

Anta Tour ( SURABAYA )

Jl. Bengawan No. 51, Surabaya 60241

CAFÉ / RESTO American Grill - Ciputra

Ground Floor - North Entry, Jl. Let. Jend. S. Parman, Jakarta Barat

American Grill Mall Artha Gading

Great Eagle Building MAG Lt. LG, Jl. Boulevard Artha Gading

American Grill Kelapa Gading

Gading Food City, Jl. Kelapa Gading Boulevar, Jakarta Utara

Anta Tour ( DENPASAR )

Komplek Perkantoran Duta Permai Blok I/H, Jl. Dewi Sartika, Denpasar - Bali 80114

American Grill Plaza Semanggi

Kawasan Bisnis Granada - GF Unit 15, Jl. Jend. Sudirman Kav. 50, Jak - Sel

Anta Tour ( MAKASSAR )

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 34 A, Makassar 90174

American Grill Pondok Indah Mall

1st Main Entry, Jl. Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan

American Grill - Sabang

Jl. K.H. Agus Salim No. 39, Jakarta Pusat

Kantor Cabang Pembantu Jln. Poros Makassar Maros Km 21 Maros Ruko Griya Batas Kota Blok C No. 5 Maros - Sultan Hasanuddin Airport

American Grill Mall Taman Anggrek

3rd Floor, Jl. Let. Jend. S.Parman Jakarta Barat

Smailing Tour & Travel (JAKARTA )

Bengawan Solo Café

Citywalk Sudirman, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 121, Jakarta Pusar 10220

Venue

Dapur Solo

Jl. Danau Sunter Utara R 35 - 37, Jakarta Utara

Taman Ismail Mazuki

Orange Concept Lounge

Citywalk Sudirman - 1st Floor unit 1 -2, Jl. KH. Mas Mansyur Kav.121, Jakarta Pusat 10220

Gedung Smailing Tour, Jl. Majapahit 28, Jakarta 10160

Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya, No. 73, Jakarta 10330

Oktober 2013 I

I 71


ASTON KUTA HOTEL & RESIDENCE

J A K A R TA

72 I

I Oktober 2013


ARTIKEL

Oktober 2013 I

I 73


ARTIKEL

74 I

I Oktober 2013

Eg magz edisi oktober 2013  

Eventguide Indonesia Magazine Edisi Oktober 2013

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you