Page 1

ANGKA J R Website : http://sekarbumihk.multiply.com & http://sekarbumihk.blogspot.com

Vol. I No.2, April 2008

Gelar aN

Media Alternatif Buruh Migran Indonesia

Buletin Bulanan

Memprioritaskan BMI

K

ORAN SUARA dalam headlinenya dua minggu lalu memberitakan tentang pelayanan KJRI Hong Kong yang buka pada hari Minggu, mulai April 2008.Informasi tersebut menyebar dengan cepat. Ada yang menyambutnya gembira, adapula yang pesimis. Bagi yang gembira mengungkapkan sebuah langkah maju bagi KJRI Hong Kong. Tetapi, bagi yang pesimis, kebijakan buka Hari Minggu ini dilihat hanya upaya sementara untuk meredam gejolak tuntutan buruh migran Indonesia (BMI) yang terus terjadi selama ini. Maraknya demonstrasi yang digelar sejumlah organisasi BMI di Hong Kong untuk menuntut perbaikan layanan KJRI, seperti kita lihat selama ini, tak pernah surut. Barangkali pesimisme ini beralasan jika melihat bahwa KJRI memang hanya memberikan pelayanan selama rentang waktu 3 jam pada hari Minggu, itupun hanya untuk pengambilan paspor dan pengaduan masalah. Sementara pembuatan atau perpanjangan paspor dilakukan pada hari-hari biasa. Kondisi ini membuat langkah KJRI buka pada hari Minggu masih dilihat sebagai upaya setengah hati KJRI dalam melakukan perlindungan bagi BMI. Padahal kita semua tahu bahwa mayoritas warga Indonesia yang ada di Hong Kong atau 90%-nya adalah BMI. Mestinya, KJRI sebagai perwakilan pemerintah RI di Hong Kong, memiliki skala prioritas dalam perlindungan warganya, dalam hal ini prioritas tersebut adalah BMI. Kita berharap ada perbaikan mendasar soal layanan hari Minggu ini. Baik soal penambahan jam pelayanan, juga penambahan bentuk layanan. (A-1) ***

Redaksi JANGKAR Penanggungjawab: Presidium Sekar Bumi, Koordinator: Rubi Setiadinanti, Redaksi: Etik Juwita, Yukee Sekar, Anggie Camat, WD. Anan, Dokumentasi: Yukee Muchtar, Fotografer: Anan Telepon : (852) 95858513, 9769 2569 Alamat Redaksi : Wanchai, Hong Kong, Alamat Email: editorjangkar@yahoo.com, sekarbumi.hk@gmail.com Terbit Setiap Bulan

Diterbitkan Oleh Sekar Bumi Hong Kong

Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong sepi di hari biasa

T

Layanan Hari Minggu Tak Maksimal Etik Juwita

ERHITUNG mulai 6 April 2008, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong buka pelayanan tiap Minggu, dari jam 12:00-15:00. Namun organisasi Buruh Migran Indonesia (BMI) menilai layanan ini tak maksimal. Sekretaris 1 Protokol dan Konsuler Sukmo Yuwono ketika dihubungi JangkaR melalui telepon, Jumat (18/4) lalu, mengatakan bahwa rentang waktu pelayanan selama tiga jam itu masih bersifat sementara. Layanan yang dibuka meliputi tiga hal yaitu pengaduan untuk kasus-kasus yang dialami BMI, keimigrasian, dan kekonsuleran. “Untuk bidang keimigrasian, sampai saat ini baru melayani pengambilan paspor saja sedang kekonsuleran meliputi hal-hal seperti pembuatan surat kuasa dan sebagainya,” ungapnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memberitahu kepada BMI dan organisasi di Hong Kong sehubungan dengan layanan baru KJRI tersebut meskipun dia tidak menyebutkan secara spesifik bagaimana bentuk penyampaian itu. Namun Sumiati dari Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (Kotkiho) mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari KJRI mengenai dimulainya layanan baru KJRI tersebut. “Tidak ada pemberitahuan itu. Tidak ada faksimil atau pemberitahuan melalui surat yang diterima Kotkiho mengenai hal ini. Kita hanya tahu lewat media,” ungkapnya. Mia juga menyampaikan kekecewaannya dan mengatakan pelayanan di hari Minggu yang dilakukan

KJRI tidak maksimal. Ia mengaku menerima banyak pengaduan dari BMI tentang layanan yang hanya berlangsung tiga jam itu. “Kawan-kawan yang liburnya siang dan rumahnya jauh masih mendapatkan kesulitan.” Mia juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa apa yang dilakukan KJRI ini hanya bersifat anget-anget tahi ayam “Dulu pernah kok KJRI buka tiap Minggu, juga hanya berlangsung beberapa jam lalu hilang sama sekali. Pemerintah harusnya sadar, semakin banyak warga Indonesia di Hong Kong, semakin besar tuntutan pelayanan yang harus diberikan,” ungkapnya Hal senada diungkapkan Ketua Sekar Bumi, Anan. Dia mengatakan tak ada pemberitahuan resmi dari KJRI kepada tentang dimulainya layanan baru KJRI tersebut. Anan juga mengatakan jam buka KJRI yang hanya tiga jam itu tidak cukup. Kecuali bila KJRI mampu menggunakan layanan itu secara maksimal. “Harus dipikirkan bagaimana caranya,” ujarnya. Karena, masih menurut Anan, ada keluhan dari rekan sesama BMI yang tinggal di Yuen Long dan ikut dalam antrean panjang di KJRI, disuruh pulang dan kembali lagi hari Minggu berikutnya dengan alasan jam buka KJRI sudah tutup. “Bagi teman-teman yang sering mendapat libur tidak masalah. Tapi bagi yang jarang libur terus bagaimana?,” ungkapnya. Minggu (14/4) lalu, Persatuan BMI Tolak Overcharging (Pilar), menggelar aksi di depan KJRI untuk menuntut perbaikan layanan, termasuk soal layanan hari Minggu yang hanya berlangsung setengah hari. Rencananya, aksi ini akan berlangsung setiap Minggu hingga tanggal 25 Mei, untuk mendesakkan perbaikan layanan KJRI. (B-1) ***

JANGKAR• 1


KroniK

PanggunG Hari Kartini yang jatuh pada 21 April banyak diperingati. Sekar Bumi Hong Kong punya cara tersendiri dalam memperingatinya, dengan audisi baca cerpen, puisi, cerita lucu (cercu) dari hasil-hasil karya pembelajaran mereka selama ini.

Sekar Bumi Gelar Lomba Baca Puisi dan Cerpen

M

Rubi Setiadinanti

EMPERINGATI Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Sekar Bumi menggelar lomba baca puisi, cerpen, dan cerita lucu pada Jumat (4/4) lalu bertempat di tepi pantai Causeway Bay dan dilanjutkan Minggu (6/4) di Wanchai. Lomba yang diselenggarakan oleh bidang sastra Sekar Bumi itu mengambil tema, “Baca dan Karya”. Lomba itu selain untuk memperingati Hari Kartini juga sebagai ajang untuk mengasah kemampuan serta kreativitas dalam bidang tulis menulis. Baik pemenang dalam bentuk karya maupun dalam bentuk baca, rencananya akan tampil pada acara launching Sekar Bumi di bulan Mei mendatang. Meskipun acara internal, lomba berlangsung cukup meriah. Antusiasme para peserta dapat dilihat dari banyaknya para peserta yang mendaftar. Para peserta bukan hanya berasal dari bidang sastra saja, tapi juga bidang seni lain yang ada di Sekar Bumi, yakni bidang tari (tradisional, modern dan hiphop), bidang teater, dan juga bidang musik. Di sela-sela lomba, diselingi berbagai macam tari-tarian serta musik dan juga vokal,

2 •JANGKAR

Selain adu karya dan bakat, Sekar Bumi juga menggelar acara having fun. Acara tersebut meliputi lomba adu ketangkasan membawa kelereng yang ditaruh di atas sendok.

yang membuat acara semakin semarak. “Wah aku senang bisa ikut lomba. Meskipun ndredeg, tapi bangga juga. Setidaktidaknya hasil karyaku bisa diketahui teman-teman yang lain. Aku nggak begitu berharap bisa menang tapi yang penting aku sudah ikut berpartipasi dan meramaikan acara. Namun jika menang ya … alhamdulillah,” ungkap Rida, salah satu peserta lomba baca puisi, kepada JANGKAR. Senada dengan Rida, Rierie yang dihubungi terpisah mengatakan, “Untuk pertama masih grogi. Tapi seneng sudah ikut berpartisipasi.” Ketika ditanya bagaimana perasaannya apabila bisa menjadi pemenang, Rierie menjawab, “Aku ikut nggak berharap menjadi pemenang. Tapi seandainya aku benarbenar jadi pemenang rasanya kok aneh saja. Apa benar aku dan karyaku sudah layak menang?” Menurut rencana, pemenang lomba dari ketiga kategori; puisi, cerpen dan cerita lucu (cercu) akan diumumkan Minggu (20/4) ini di markas Sekar Bumi di Wanchai untuk memilih empat karya dan empat orang kategori pembacaan terbaik. ***

Siapa bilang mengenakan jilbab mengurangi kebebasan aktivitas. Lihatlah peserta lomba ini, dapat berlari kencang penuh semangat. Begitulah acara lomba bertajuk ‘rok dan berlari’

Anda terbiasa merias diri atau orang lain? Buktikan pada lomba yang satu ini. Merias dengan ‘instinct’ Boleh dibilang begitu. Karena lomba ini merias dengan ditutup matanya. Beginilah hasilnya, peserta pasangan perias dan hasil riasannya.

Bidang musik dan suara rutin menggelar latihan. Karya-karya puisi yang telah di-aransensemen menjadi lagu memiliki kekuatan dalam alunan musikalisasi puisi. Tema lainnya tentangbudaya pembebasan menjadi inspirasi perjuangan seni kami

Bidang teater terus melakukan latihan guna mengejar target pementasan yang sudah di ambang batas. Latihan teknik, olah vokal, blocking juga telah diberikan dalam orientasi pengenalan seni panggung & teater


HorizoN

Perempuan dan Poligami Yukee Muchtar *)

T

R U D Y dan Mira bertengkar hebat semalaman. Trudy memina izin berpoligami dari istrinya. Ia ingin menikahi Retno, rekan bisnisnya. Mira merasa terhina dan terhianati dengan perlakuan Trudy, sementara materi dan keluarga harmonis dengan dua orang putra tidak mampu membuat Trudy setia. Untuk menceraikan Mira rasanya sangat berat mengingat anak-anak masih membutuhannya, sementara untuk melupakan Retno adalah hal yang sangat menyakitkan. Poligami adalah solusi yang hadir dalam benak Trudy dan halal agar dia tak kehilangan orang-orang yang dicintainya, bukankah Islam memperbolehkannya. Poligami dalam Islam Dalam Islam, masalah poligami telah gamblang dijelaskan dan diatur sesuai dengan tatacara pergaulan antara suami dan istri.

QS. 4:3 tertulis” Dan jika kamu takut tidak akan berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila kamu mengawininya), maka kawinilah wanitawanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil) maka (kawinilah) seorang saja, atau budakbudak yang kau miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”. Dari ayat tersebut di atas telah tertera dengan jelas aturan berpoligami, tidak boleh sembarangan melakukannya. Kasus yang terjadi pada saat ini adalah legimitasi perzinahan dan perselingkuhan. “… Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil maka kawinilah seorang saja,… “ Berlaku adil di sini adalah perlakuan yang adil dalam menafkahi istri seperti pakaian, tempat tinggal, giliran dan hal-hal lain yang bersifat lahiriyah, punya satu saja susah untuk adil. Islam tidak serta merta memperbolehkan poligami dengan adanya ayat tersebut, dan yang berpoligami itu lebih berisiko dalam status keberimanannya serta Allah lebih menyarankan seorang saja . Sunnahkah Poligami?

Apakah poligami itu dapat digolongkan sunnah Rasul? Ya, jika kita lihat bahwa segala perilaku dan perkataan Nabi adalah sunnah. Tapi lebih lanjut kita mesti mengetahui bahwa ada pengkhususan dari Allah untuk Nabi perihal poligami tersebut. QS 33:50 dimulai dengan seruan : Wahai Nabi, selengkapnya : “Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anakanak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anakanak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Ayat ini sangat jelas menjelaskan poligami adalah benar Nabi melakukannya, tapi tidak untuk ditiru umatnya. Poligami yang dilakukan Muhammad

memiliki misi yang istimewa. John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the holly cross, mengatakan bahwa hampir keseluruhan perkawinan Muhammad mempunyai misi sosial dan politik. Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya meninggal dalam perang membela Islam. Sehingga jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan Muhammad. Poligami yang dilakukan Muhammad adalah media untuk menyelesaikan persoalan sosial saat itu, ketika lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk memberikan solusi. Anehnya, bagi kalangan yang propoligami, sejumlah ayat dipelintir menjadi “hak penuh” laki-laki untuk berpoligami. Dalih mereka, perbuatan itu untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Di masa sekarang ini poligami sudah tak relevan lagi. Semakin seseorang itu beriman harusnya semakin dia setia dan bertanggung jawab serta mampu mengendalikan nafsu, dan semakin mengerti makna dari kandungan Al-Quran sebagai dasar hukum kan? ***

*) Penulis adalah buruh migran Indonesia, saat ini aktif di Sekar Bumi sebagai wakil koordi bidang Sastra dan Jurnalistik

PerspektiF

Bukan Sekadar Tuntutan Tahunan *) Rie Rie

P

ERNAHKAH Anda berada di bundaran HI atau di depan gedung DPR atau di depan Istana Negara ataupun daerah-daerah kantong lainnya yang menjadi simbol negara pada tanggal 1 Mei? Kalau jawabnya belum, cobalah lihat melalui layar TV Anda. Menakjubkan bukan? Hanya di satu tanggal yaitu tanggal 1 Mei sepertinya buruh mendadak menjadi sosok terkenal, bahkan boleh dibilang melebihi terkenalnya artis nasional kita. Kemenderitaannya mendadak menjadi sorotan dan kajian terlaris sehari. Sepertinya apa yang dikatakan oleh John Lennon dalam lagunya yang berjudul Power of People menjadi kenyataan. Oh, when your man is working for nothing You better give ‘em what they really own We got to put you down When we come into town

Banjir manusia meneriakkan tuntutan-tuntutan. Menuntut kesejahteraan, menghentikan penghisapan, menuntaskan penindasan. Walau pemimpin negeri tak pernah hadir, ribuan buruh tetap berada di jalan dikawal ketat oleh bapak-bapak berseragam coklat dan juga pagar kawat berduri. Ya memang, menuntut itu tidak mudah, tapi kalau tidak menuntut kapan ada perubahan? Sayangnya, perubahan itu hanya terjadi disaat tuntutan masih panas-panasnya. Begitu tuntutan sudah berkurang kadar kepanasannya menjadi hangat atau suam-suam kuku saja, maka kembali lagi pada awal muasalnya. Dan kita harus memulai lagi, menuntut lagi. Demikian seterusnya. Bukankah yang demikian itu sama halnya dengan me-refresh sebuah halaman yang kita kunjungi di website? Sama, tidak ada bedanya. Kalau begitu kesan yang didapat dari 1 Mei atau yang juga dikenal sebagai Mayday, adalah kegiatan tuntut menuntut itu seperti seremonial saja, seperti kegiatan perulangan tahunan yang dilakukan oleh rakyat biasa yang dalam hal ini adalah buruh

kepada pemerintahan yang hampir beku untuk menerima tuntutan. Rupanya pemerintahan yang katanya bersifat demokratis itu ternyata belum demokratis sepenuhnya. Kesadaran pemerintah untuk melindungi buruh belum sepenuhnya dijalankan, seperti halnya masih menyumpal sehingga perlu desakan yang kuat untuk mendorong keluar sumpalan tersebut. Penyampaian tuntutan, dalam bentuk demonstrasi jalanan, merupakan salah satu sarana untuk mengeluarkan sumpal tersebut. Tapi tentunya tuntutan yang disampaikan mesti didasarkan pada kepentingan bersama dan bukan demi kepentingan golongan ataupun pribadi semata. Tuntutan yang bukan hanya bersifat sebatas untuk memenuhi kebutuhan perut semata seperti tuntutan kenaikan gaji/ kesejahteraan saja tetapi juga lebih kedalaman pada pembenahan kepemerintahan. Itulah sebabnya pengorganisasian di dalam buruh itu sekarang sedemikian pentingnya. Sehingga buruh tidak sekadar bersuara sendiri, menuntut sendiri, tapi bersama-sama bersuara,

bersama-sama menuntut. Karena kalau seorang buruh bersuara sendiri suaranya akan sangat kecil, hampir tak terdengar atau tidak didengarkan. We (seperti dalam lagu Power of People-nya John Lennon), yaitu kita/buruh. Dan hanya oleh kita, golongan buruh/pekerja yang bersatu(buruh bersatu) sebagai satu kelas/serikat yang sadar. Dan sebaiknya juga kalau serikat buruh ini dipimpin oleh dan dari kelasnya sendiri, karena hanya pemimpin oleh dan dari kelasnya sendirilah yang lebih mengetahui dan mengerti keinginan sebenarnya dari para buruh. Sebaiknya, kalau menuntut ini bukan hanya dilakukan setiap tanggal 1 Mei saja, dan bukan sekadar tuntutan tahunan akan tetapi lebih dimaknai menuntut setiap adanya kejanggalan atau ketidakberesan yang terjadi. Dengan demikian akan terjalin pola saling mengoreksi antara pemerintah sebagai penyelenggara negara dengan masyarakatnya. Sehingga kita dapat membina sebuah masyarakat sekaligus pemerintahan demokrasi yang benar-benar bebas, adil dan seksama dengan SEGERA! Selamat Hari buruh sedunia! *** *) Penulis adalah anggota Sekar Bumi bidang Sastra dan Jurnalistik. Saat ini bekerja sebagi buruh migran Indonesia, Hong Kong

JANGKAR• 3


BuritaN

Balada Sundari

Puisi

Batal Ngurus Paspor

Duwit

Rubi Setiadinanti

Anggie Camat

A

KU berjalan tergesa menuju gedung Konsulat Jendral Republik Indonesia, ketika jarum jam sebentar lagi menunjuk ke arah angka dua. Menurut koran yang aku baca kemarin, KJRI mulai bulan April buka pada hari Minggu, mulai pukul 12:00 siang sampai pukul 03:00 sore. Udara sedikit panas, kuseka keringat yang membasahi keningku. Di dalam tas terdapat paspor, foto, formulir, serta kwitansi pembayaran untuk perpanjang paspor. “Semuanya telah lengkap, formulir juga telah aku isi, tinggal menyerahkan saja dan beres,”pikirku. Jarum jam tepat menunjuk ke arah angka dua ketika aku sampai di depan pintu gerbang KJRI. Namun alamak… tutup? Pekikku dalam hati. Hatiku benar-benar dongkol. “Sudah berpanas-panas datang, eh… malah tutup lagi,”gerutuku. Dan dengan perasaan mangkel aku segera melangkah pergi meninggalkan gedung KJRI. Di perempatan dekat Warung Malang, aku bertemu dengan dua sahabatku, Sarmila dan Komsatun. Dengan wajah penasaran, mereka menegurku. “Ada apa Sundari, wajah kamu kok kusut seperti kecoak ngesot?,” ledek Sarmila. Dengan serta merta Komsatun segera mencubit lengan Sarmila dengan keras. “Auw…,” jerit Sarmila. Aku tersentak kaget. Meski masih dijalari perasaan dongkol, aku mencoba tersenyum melihat ulah dua sahabatku yang tak pernah akur itu. Lalu dengan diliputi rasa mangkel aku menceritakan kejadianku barusan. “Kalian bisa membayangkan nggak, bagaimana perasaanku? Sudah berpanaspanas datang, eh… malah tutup lagi. Sementara pasporku tinggal satu bulan lagi habis. Sedangkan kalian tahu sendiri kan? Aku ngak bisa keluar selain hari Minggu. Nenek yang aku jaga lumpuh, sedangkan mau minta tolong agen pasti dikenai biaya 200 dollar, sementara kalau minta tolong

4 •JANGKAR

toko sebelah dimintai ongkos 160 dollar, itu belum termasuk ongkos foto. Uang segitu kok dikasihkan orang. Buat makan atau beli kartu telefon, enak. Bisa kenyang dan bisa nggedebus di telfon,” ungkapku berapi-api. Dengan mimik wajah serius Komsatun menimpali, “Hoalah begitu to... lha iyo, kalau belum siap mbokyao jangan digembargemborkan di koran.” Sementara Sarmila dengan wajah tanpa dosa menjawab, “Kasihan temen-temen yang lain, sudah berpanaspanas datang, eh…ternyata malah tutup, ngenes tenan.” Aku hanya bisa senyam senyum sendiri melihat ulah dua sahabatku yang tiba tiba akur. Namun tiba tiba Komsatun nyeletuk, “Bagaimana kalau kita menggalang massa untuk demo di depan KJRI?” “Iya, atau kita buat tulisan di koran tentang kejadian ini?,” Sarmila tak mau ketinggalan. Sementara aku hanya membisu sebelum akhirnya aku melihat sosok yang sepertinya bisa menolongku. “Eh mbak, tolong muatin berita di koran ya.., teman saya ini tadi datang ke KJRI mau ngurus paspor. Tapi ternyata KJRI-nya sudah tutup,”cerocos Sarmila sambil menunjuk ke arahku setelah kukasih tahu kalau perempuan itu adalah wartawan JangkaR. Mbak itu lalu memandangku. “Benar kamu tadi ke KJRI, tapi KJRI tutup?”tanyanya. “Benar mbak..,” sela Komsatun. Dan aku masih diam membisu. “Lha, kamu sudah lihat pintu samping belum? Setahuku yang dibuka cuma pintu samping,” ungkapnya. Sambil menunduk, aku menjawab, “Belum.” Jawabanku langsung membuat wajah Sarmila dan Komsatun melongo bengong dengan muka merah, hijau, kuning layaknya lampu stopan. “Tapi sepertinya hari Minggu cuma bisa ambil paspor,” ujar mbak itu lagi sambil berlalu. “Lahhhh…,” ujar Komsatun dan Sarmila bebarengan. Aku sendiri langsung lemas, mengulang warna lampu stopan, tapi kali ini hanya warna kuning. Duh… KJRI. ***

Duwit… Kowe kok tansah mobat mabit. Tak lempit, tak gepit, tak cepit, tak slempitne nyepit… Kok ya sik nggatelne silit. Wong atase gur duwit…. Isa gawe sirahku golong komit. Sambatku keceret arit…. Waduh…waduh…waduhhh… Amit….., amit…! Duwit… Rupamu ora sepiro’o… Tapi jenengmu mbilaheni Ngidap-idapi Bethek e ndonya isa mbok kuasai Manungsa isa lali marang sejatine diri Padahal kowe ora mareki. We…Ladalah….duwit… duwit. Kowe kok tansah mbalelo… Tak uber nganti tekan negarane tangga… Tak rewangi kelara-lara, rekasa, sara, keluntalunta… Mung bethek e gur nguber sing jenenge sira. Wooo…titenana… We bakalan tak japit, tak cupit, tak indit, tak kempit, tak kendit jentat jentit. Nganti boyokku rasa kecetit… Eeee...kok yo sik iso mlecittt! Awas…. lek sampi kecekel deneng tanganku kowe nduk Bakal tak caruk, tak saruk, tak ceduk, tak keduk tak klumpukne nyepuk mak puk. Banjur tak templekne bathuk. Waduh…waduh…waduh…nduk…nduk. Kabeh uwong nyawang aku bakal manthukmanthuk tunduk. Arepe dapuk raja ya entuk… Dapuk menteri ya entuk…. Setan radoyan demit ra ndulit.. Ora enek sing ra doyan jenenge duwit. Lha………. Sing ora godhak golek duwit. Nyedat nyedit kepentut sambat amit-amit Gaweane gur lungguh cangkruk ngetekruk.. Sinambi ngising sak tekruk, Karo mbengok...jiancooooooooooooooookkkk!!! ***

Sekar Bumi Tarini Sorrita Senimu bukan sekadar seni permainan Elok dilihat membuat mata terpana bahkan memuja Kiprahmu lembut namun penuh perlawanan Ambisimu luhur tuk menegakkan keadilan Ragamu kokoh bak batu karang di lautan yang tak tergoyahkan Biar gejolak iri, dengki menerpa menyerangmu Ujian kau anggap tantangan bagi tubuhmu Melawan lewat seni itu semboyanmu Ilmu padi dan iman itu tuntunan hidupmu Hongkong, 15 Maret 2008

JangkaR edisi 2  

Buletin terbitan organisasi buruh migran Indonesia di Hong Kong, Sekar Bumi, terbit tiap bulan.