Page 1

ANGKA J R Website: http://sekarbumihk.multiply.com & http://sekarbumihk.blogspot.

Vol. I No.1, Maret 2008

Gelar an

Media Internal Sekar Bumi

Buletin Bulanan

S

Menuju Persatuan BMI ORE menjelang pukul 6, seorang teman menelpon saya mengingakan bahwa deadline telah tiba. Ada sedikit rasa tak nyaman, ternyata waktu berlalu begitu cepat. Tapi ada rasa senang dan bangga, akhirnya ‘Jangkar’ edisi pertama terbit, bertepatan dengan hari Perempuan Sedunia. Terbayang betapa sibuknya kami kan? orang Hongkong menyebutnya hou kan jhiong.

Bicara soal perempuan, pasti bicara juga tentang kiprah, nasib dan prestasi mereka. Kita, Sekar Bumi dan Jangkar adalah produk yang di hasilkan perempuan. Pencabutan SE no. 2258/IA/XII/2007 oleh KJRI beberapa waktu lalu juga hasil perjuangan para perempuan yang berlangsung hampir Sekar Bumi bergabung dalam Aliansi Tolak SE No. 2258 mengadakan aksi ke KJRI, Minggu (3/2) dua bulan. Saya sempat berpikir, andai Aliansi-aliansi yang di bentuk para BMI itu bersatu sejak awal maka, saya yakin tuntutan kita pasti lebih cepat di luluskan. Namun, bagaimanapun kemenangan ini jadi awal yang indah Etik Juwita mengingat perjuangan masih panjang.

BMI Tuntut Kenaikan Gaji dan Penghapusan Pajak

Pada edisi perdana Jangkar ini mungkin masih jauh dari kata sempurna nothing’s perfect bukan? Tapi inilah wujud dari tekad, perjuangan dan eksistensi kami sebagai perempuan, tanpa lupa untuk selalu belajar, memperbaiki serta mengembangkan diri. Karenanya kami sangat membutuhkan kritik dan saran dari pembaca sekalian. Akhirnya kami mengucapkan, selamat hari Perempuan Sedunia, mari bersatu dan selamat berjuang. Salam persahabatan.*** Team Redaksi : Penanggungjawab : Presidium Sekar Bumi Koordinator : Ruby Setia, Redaksi : Etik Juwita, Anggie (Camat), WD. Anan, Yuki Setia, Fotografer : WD Anan, Dokumentasi : Yuki Sekar, Alamat Redaksi : Wanchai, Hong Kong, Alamat E-mail : sekarbumi.hk@gmail.com Terbit setiap Bulan Diterbitkan oleh : SEKAR BUMI HONG KONG

BURUH migran pekerja rumah tangga di Hong Kong kembali menuntut kenaikan gaji kepada pemerintah Hong Kong. Aksi itu digelar oleh beberapa organisasi buruh migran pekerja rumah tangga, Minggu (9/3) lalu. Buruh migran memilih menuntut kenaikan gaji menyusul pemberitaan dari media massa lokal bahwa ekonomi Hong Kong telah mengalami kenaikan cukup penting. Perbaikan keadaan ekonomi itu bahkan lebih baik dari sebelum krisis ekonomi 1998 lalu. Beberapa kalangan melihat bahwa ini adalah momentum terbaik untuk mendesak pemerintah Hong Kong memberikan perhatian pada buruh migran. Terlebih buruh migran turut berperan besar dalam perbaikan ekonomi Hong Kong. Isu kenaikan gaji ini juga dikaitkan dengan pemotongan gaji buruh migran oleh pemerintah Hong Kong melalui penerapan levy (sistem pajak) yang dibebankan kepada para majikan pemakai jasa buruh migran pekerja rumah tangga yang diterapkan sejak April 2003 dengan memotong HK$ 400 per bulan dari jumlah gaji waktu itu HK$ 3670

Beberapa kalangan juga menilai, pemerintah Hong Kong sudah waktunya untuk menghentikan pemungutan levy. Mengingat dasar dari pemberlakuan pajak tersebut adalah kesulitan ekonomi Hong Kong pada saat terjadinya krisis ekonomi. Krisis tersebut juga melanda hampir seluruh negaranegara di Asia sepuluh tahun silam. Dengan dalih kesulitan ekonomi itulah maka pajak itu diberlakukan. Pemerintah berdalih bahwa uang yang terkumpul dari hasil pajak tersebut akan digunakan untuk memfasilitasi buruh lokal dengan meningkatkan mutu atau kualitas kerjanya, sehingga pemerintah Hong Kong bisa menghindari melimpahnya jumlah pengangguran seiring dengan banyaknya badan usaha yang bangkrut karena keadaan ekonomi yang tidak stabil itu. Namun kini, setelah ekonomi pulih, pemerintah diharapkan menghapuskan pajak tersebut. Juga mengembalikan dana pajak tersebut untuk kepentingan buruh migran. Karena ternyata hasil dari pemungutan pajak itu (sekitar HK$3,2 juta) masih belum terpakai hingga saat ini.

JANGKAR•1


KroniK

PanggunG Untuk mengasah kemampuan menulis, bidang Sastra & Jurnalistik mengadakan workshop secara rutin diikuti anggota Sekar Bumi

Tari ‘Garuda’ Tampil dalam Even Internasional

Sekar Bumi Dancers dipimpin Tarini Sorita sedang beraksi memenuhi undangan Terali Dancers di Seven Seas, North Point

Etik Juwita SEKAR BUMI turut ambil bagian dalam acara bertajuk Cultural Show (Pertunjukan Budaya) yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Integrasi Masyarakat Nepal di Hong Kong pada Minggu (3 Maret) lalu. Bertempat di Yau Ma Tei Community Hall, acara itu juga dimeriahkan oleh pertunjukan tari dari negara-negara lain, seperti Nepal, India, dan China. Tampil pada kesempatan itu Tari Garuda yang dibawakan oleh kawan-kawan dari Seksi Tari Tradisional yang dipimpin oleh Dwi B Emas yang sempat memukau penonton. Tari yang dibawakan oleh Deo, Camat, Puri, Tarini, Triya, dan Dwi B Emas, itu tampil semarak dengan kostum yang didominasi warna emas dan hitam. Selain Sekar Bumi, acara yang juga dihadiri para undangan dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Nepal, Pakistan dan beberapa orang dari Departemen Dalam Negeri Hong Kong. Selain itu, acara hiburan juga dimeriahkan grup dance asal Indonesia seperti Terali Dancer, CK Dancer dan DIF Dancers. Dihubungi terpisah, Triya, salah seorang penari dari Sekar Bumi mengatakan ia senang telah mendapat kesempatan untuk tampil di hadapan masyarakat dari negara lain.

2 •JANGKAR

“Ada kesempatan kita untuk menunjukkan budaya kita, juga kesempatan untuk membuat kita lebih percaya diri tampil di depan umum. Selain itu kita juga punya kesempatan untuk saling kenal dengan penari-penari dari grup tari lainnya” katanya. Senada dengan Triya, Dwi pun mengungkapkan kebanggaanya karena Sekar Bumi dipercaya oleh pihak penyelenggara untuk menampilkan salah satu kreasi budaya bangsa Indonesia di ranah internasional. “Ini jelas kesempatan yang membanggakan karena kita punya kesempatan untuk menujukkan bahwa Indonesia itu kaya. Budaya kita banyak, bermacam-macam. Bukan hanya Bali.” Dwi juga mengungkapkan keprihatinannya ketika ada orang yang menanyakan Indonesia itu sebelah mananya Bali. Sebagai Koordinator Seksi Tari Tradisional, Dwi juga mengungkapkan keinginannya agar anggota Sekar Bumi yang berminat di bidang tari tradisional bisa mempelajari satu tari setiap bulannya. “Ini pasti bisa. Kalau kawankawan mau. Syaratnya, tekun dan giat berlatih tidak hanya berlatih hanya karena alasan akan naik panggung saja.” tandasnya.

Dipimpin si-anak ajaib Deo Mandala, Sekar Bumi Dancers menunjukkan kemampuannya. Acara ini dalam rangka mengikuti lomba di Central Acara tapino (makan bersama) dari kita untuk semua menjadi agenda bersama Sekar Bumi. Sarana ini dijadikan acara ngerumpi berkaitan dengan kegiatan organisasi Setiap Minggu ke 5, Sekar Bumi mengadakan refresing (outdoor) guna mempererat kekeluargaan. Acara ini diisi apresiasi sastra, diskusi dan training Sekar Bumi mengisi acara dalam acara Indonesian Independence Day Celebration yang di selenggarakan oleh Kotkiho pada bulan Agustus lalu


Horizon

Upaya Dini Lepas dari Pemerasan Agen Tugiyah

PERLU suatu keberanian dan tekad kuat untuk bisa menghindar dari pemerasan agen. Dini, sebut saja begitu, adalah buruh migran Indonesia (BMI) yang memiliki kedua syarat itu. Gadis asal Cilacap ini telah bekerja pada majikan yang sama selama empat tahun. Dulu, sebelum memutuskan untuk memperjang kontrak kerjanya yang kedua, sang majikan menawarkan pada Dini agar tak perlu memakai jasa agen. Alasannya, selama ini agen tidak banyak melakukan apa-apa, hanya mengurus kontrak saja. Uang yang dikeluarkan juga lebih banyak. Dini mengaku kaget dengan tawaran itu dan bingung untuk memutuskan. Bagi Dini, juga sebagian besar BMI, kontrak mandiri masih asing dan dianggap merepotkan. Berbagai macam pikiran berseliweran di kepalanya. Bagaimana kalau nanti majikan berubah pikiran?, Kemana harus

mengadu jika ada masalah?, dan sebagainya. Majikan tampaknya tahu kalau Dini bingung. Ia pun memberi saran agar Dini bertanya kepada kawankawannya, juga ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). “It’s not difficult,” ujar majikannya meyakinkan. Alasannya, sang majikan pernah mempekerjakan orang Filipina dan ia bisa mengurus kontrak mandiri. Diyakinkan oleh majikan, Dini pun akhirnya setuju dengan tawaran itu. Apalagi, sepengetahuannya, majikan selama ini selalu taat pada aturan hukum. Juga punya toleransi dan tidak pernah telat membayar gaji bulanannya. Berbekal sedikit pengetahuan tentang hukum ketenagakerjaan, Dini pun mencoba mengajukan proses kontrak mandiri. Dini mencari nomor kontak telepon lembaga atau organisasi yang bisa membantunya, melalui buku petunjuk pelayanan milik Home Affair Bureau yang

ia dapat waktu pertama kali menginjakkan kaki di Hong Kong. Hal pertama yang ia lakukan adalah pergi ke kantor KJRI, mencari tahu informasi soal syarat-syarat kontrak mandiri. Selanjutnya, ia pergi ke kantor Imigrasi Hong Kong untuk mengambil formulir kontrak kerja dan pembuatan visa kerja. Kemudian, ia mengirim surat ke PT (PJTKI-red) yang memberangkatkannya untuk memberitahu bahwa ia akan memperpanjang kontrak kerja tanpa agen. Dalam syarat-syarat tersebut disebutkan, ia harus menyerahkan hasil medical check-up dan tanda bukti pengiriman surat ke PT ke KJRI. Juga surat izin dari orang tua atau suami. Ia juga harus membuat surat permohonan kepada KJRI serta polis asuransi yang telah ditandatangani pengacara. Dini cukup beruntung karena bekerja di kawasan Causeway Bay yang notabene adalah tempat strategis dan merupakan pusat komunitas warga Indonesia. Di sela pekerjaannya, ia menyempatkan waktu untuk pergi ke KJRI guna menyerahkan dokumen-

Perspektif

Menuju Perempuan Tangguh Rubi Setiadinanti

SABTU, 8 Maret lalu, dunia memperingati perayaan hari perempuan. Mengingat kiprah para perempuan yang ikut andil dalam perjuangan untuk menentukan nasib bangsa, tidak berlebihan kiranya, bila para perempuan juga turut berjasa dalam menentukan nasib bangsa dan negara. Karena para perempuan adalah ibu dari para penerus generasi muda, banyak peran penting yang telah dilakukan kaum perempuan, antara lain mengandung, melahirkan,dan menyusui. Hal yang tak bisa dilakukan kaum lelaki. Namun demikian, para perempuan juga masih sanggup

dokumen tersebut. Kadang ia kesal dengan pegawai KJRI yang lamban dan malah merokok dalam memberikan pelayanan. Setelah semua persyaratan dan dokumen lengkap, Dini dan majikan pergi ke KJRI. Menandatangani kontrak kerja dan sedikit diberi penyuluhan. Dari tiga copy kontrak kerja yang telah ditandatangani, majikan pegang satu, KJRI satu, dan Dini juga pegang satu. Total biaya yang dikeluarkan Dini adalah HK$2150, dengan perincian: medical check-up HK$450, biaya notaris (pengacara) HK$1000, KJRI HK$450, serta fotocopy perlengkapan dokumen HK$250. Jauh lebih murah dibanding menggunakan jasa agen yang bisa mencapai HK$3000-HK$5000. Dini telah berani mengambil risiko dan tantangan dalam pengajuan kontrak mandiri dan ternyata ia bisa. Meski harus memeras otak dan habis pulsa untuk telpon sana-sini, juga mondarmansir ke KJRI, tapi Dini merasa puas. Setidaknya ia bisa menghindar menjadi “sapi perahan” agen. ***

mengerjakan apa yang dikerjakan laki laki, yaitu bekerja dan mencari nafkah. Walau dilihat dari segi fisik dan fungsional, laki laki dan perempuan mempunyai banyak perbedaan, namun pada dasarnya laki laki dan perempuan mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk memberi makna dan mengisi kehidupan yang sejajar. Tapi masalahnya, selama ini ada anggapan bahwa para perempuan hanyalah “konco wingking” bagi lelaki, teman hidup yang tempatnya di belakang. Anggapan seperti ini membuat kaum perempuan seringkali menerima perlakuan tidak adil dan seringkali mengalami penindasan. Kekerasan dalam rumah

tangga (KDRT) adalah satu contoh dimana kaum perempuan kerap menjadi korban. Dari waktu ke waktu, jumlah kasus KDRT meningkat. Para perempuan seringkali menjadi objek penindasan. Namun sayangnya, tak sedikit perempuan yang hanya bisa pasrah terhadap nasib dan dan menjadi objek penindasan. Andai saja para perempuan sadar akan haknya dan mau berjuang untuk tata kehidupan yang lebih adil, maka kekerasan dalam rumah tangga serta berbagai tindak diskriminasi kaum perempuan tak akan terjadi. Tapi tentu saja kesadaran seperti ini tak hanya bisa ditumpukan pada kaum perempuan saja. Kaum lelaki juga

harus memiliki kesadaran sama. Bahwa perempuan sama sekali bukanlah warga kelas dua di dalam masyarakat, tapi memiliki kedudukan yang sejajar dan setara dengan kaum lelaki. Hanya saja pertanyaannya sekarang, sudahkah para perempuan berusaha memberikan yang terbaik dan menempatkan dirinya sejajar dengan kaum laki laki untuk memberikan yang terbaik buat generasi penerusnya? Setidak-tidaknya berusaha untuk memberikan yang terbaik lebih dulu buat para perempuan itu sendiri. Jawabannya ada pada setiap individu perempuan itu masing masing. Oleh karena, itu mari kita bersama-sama untuk meningkatkan kualitas serta kemampuan untuk menjadi perempuan yang tangguh. ***

JANGKAR•3


Buritan Balada Sundari

Namaku Sundari

Etik Juwita perjalananku selama ini, selama NAMAKU Sundari, umurku 25 itu pula aku akan teringat situasi tahun, cukup usia untuk kawin. awal yang membuat aku jadi Kapan hari, ibu yang kutelepon begini. Selama ini sudah pula bilang, di kampung tidak ada lagi gadis sebayaku yang masih belum ingin kuhapuskan saja kenangankenangan itu. Aku berharap menikah. Kukira jadi perempuan dengan membuang kenanganmemang susah. kenangan itu, dan menindihnya Aku babu Hong Kong. Bukan dengan kenangan yang baru karena aku suka bekerja jadi kemudian aku bisa merasa telah pembantu, tetapi ini adalah tidak diperlakukan sebagai pilihan paling bagus yang ada tahanan. Tapi bisakah kenangan padaku daripada harus menjadi yang seperti telah lebur itu lenyap pembantu di Tanah Airku sendiri. begitu saja, sementara masih Kau tentu tahu, jadi babu di saja ada kenyataan-kenyataan Indonesia itu berarti jadi budak. yang melemparkan aku dan Apa boleh buat, sampai kini, membuatku tersadar dan merasa, sampai aku setua ini keadaan itu “Aku pernah merasakan hal itu tidak sangat berubah. dahulu.” Aku memutuskan menuliskan Kemarin, setelah lima tahun kisahku bukan tidak ada aku berkerja di Hong Kong sebabnya, Saudara. Setelah ini, kudengar berita tentang sejarahku yang suram sebagai tetanggaku di kampung yang manusia, aku berharap akan ada ingin bekerja sebagai TKW di yang memberikan padaku satu Hong Kong berusaha kabur dari keadilan. Biarpun sedikit, biarpun penampungan dengan meloncat hanya kedilan yang cacat… benteng penampungan, sekarang Aku sampai di Hong Kong ia di rumah sakit, perutnya robek ketika penyakit mematikan terkena pagar kawat besi yang SARS sedang merebak dengan melingkari penampungan. gila. Ada berita-berita yang Ketika kutuliskan kisah ini, kadang disiarkan di televisi pada negara Hong Kong sedang jam istirahat di penampungan gencar-gencarnya memberitakan mengatakan Hong Kong sedang tentang kelebihan uang yang kena penyakit menular yang bisa selama ini dikumpulkan. Salah bikin mati orang. Aku takut, tapi satunya hasil dari pajak yang aku lebih takut harus tinggal di dipotong dari gaji pembantu penampungan lebih lama. rumah tangga asing. Uang Mediami penampungan itu masih utuh, jumlahnya untuk kurun waktu sepuluh mungkin bisa untuk membangun bulan tanpa diberi kesempatan sekolah dan rumah sakit kalau untuk mengetahui dunia di di Indonesia. Tapi ini uang luar penampungan, kalau pemerintah Hong Kong, kita kau ingin tahu, sengsaranya mana mungkin mengirimkannya lebih dari menjadi tahanan, ke Indonesia. Sarmila Gadis Kota, narapidana, pembunuh orang misalnya. Benar, untuk memasuki temanku yang suka memermak rambutnya di salon, kemarin penampungan ini aku tidak harus sempat berseloroh, katanya, meminta persetujuan siapa“Haimeh? Uang sebanyak siapa. Pun tidak bergantung itu mungkin cukup ya buat pada keputusan siapa-siapa. rebounding rambutku satu helai Tapi menjalani kehidupan di satu hari sampai aku tua?” penampungan terasa sangat “Sampai rambutmu abis, menyakitkan bagiku. Aku telah menjalani hukuman untuk sebuah maksudnya?” potong Komsatun kejahatan yang mana? Karena aku Gadis Desa. Kedua kawanku itu memang tidak pernah akur, kami miskinkah? yang mendengar celetuknya Ah, maaf, sebentar tadi aku ketawa koor. telah terbawa emosi. Begitulah, Bersambung... setiap kali aku memutar

4 •JANGKAR

Majulah Perempuan

Puisi

Oleh: Tugi Kau terlahir sebagai perempuan Kau makhluk lemah tapi menguatkan Penuh kasih dan juga kelembutan Takkan sukses kaum adam tanpa kau di belakang Namun, kadang kau disia-siakan Dianggap hanya pemuas nafsu setan Dihina, dimaki tanpa belas kasihan Wahai kawanku… majulah lawan ketidakadilan Buktikan kau tak bisa diremehkan Dari rahimmu terlahir putra-putri terbaik bangsa Dengan didikan dan kasihmu damai dunia

Pesan Arwah Seorang Babu WD. Anan Waktu kupejamkan mataku Jauh dinegeri asing Tiba - tiba kulihat bayangan semu Berdiri, mengepalkan tangannya Matanya mengalirkan darah Mulutnya mengucapkan kata Kawan...BALASKAN KEMATIANKU..!!! Mereka menghajar, Menginjak - nginjak tubuhku Bahkan memperkosaku dengan hati binatangnya Padahal, Aku hanyalah seorang babu Yang menjual tenagaku demi REAL Demi sesuap nasi untuk anakku Demi menghentikan tangis anakku Yang menginginkan sebuah boneka Teriakku, tidaklah ada artinya Teriakkku bisu, tak seorangpun mendengarnya Teriakku padamu... BANGUNKAN kawan - kawanku dari tidur panjangnya Katakanlah... Perjuangkan hidupmu.. Meskipun kau hanya seorang perempuan Gunakan hakmu bagai sebuah mata pedang Yang sanggup menumbangkan kokohnya peraturan Kawan..... Hidupku, hidupmu bukanlah sansak ditengah - tengah kalangan Yang siap untuk ditinju dan ditendang Oleh insan - insan yang bernyawa srigala Bangkit dan bersatulah wahai kaumku Jangan takut dan jangan menyerah Kepalkan tanganmu kuat - kuat Kibarkan panji - panji peperangan Dan teriakan dengan lantang “Aku Harus Menang”

JangkaR edisi 1  

Buletin terbitan organisasi buruh migran Indonesia di Hong Kong, Sekar Bumi, terbit tiap bulan.

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you