Page 1

EXPLORING

Jawa Timur

PENGERTIAN JAWA TIMUR Jawa Timur adalah sebuah provinsi di bagian timur Pulau Jawa, Indonesia

KARAPAN SAPI ADAT MADURA Lomba ahli mengendalikan sapi ini terdapat di Madura, loh!

#CULTUREST #K1JOKOBODO


#K1JOKOBODO

OUR TEAM

NOTES Majalah ini membahas semua hal seputar Jawa Timur. Semoga dapat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca.


DIBALIK LAYAR TIM PEMBUAT MAJALAH

E. G. Zafran Susena Wangsadinata

Farrel Raviano Saneswara

Naufal Dion Danuadjie

Hara Malik Adiwinata

Willa Paeivi Walentaga

Beatrisha Adannaya Tedjakusuma

Audita Marsha

Gyllian Sajani Rasendria

Kami amat senang dapat membuat majalah ini terealisasikan kepada publik, terima kasih kepada ERSTWHILE yang telah membuat event #CULTUREST sehingga kami dapat berperan dalam melestarikan kebudayaan Indonesia walaupun sedikit.


PHOTO BY HARUN ASRORI

Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Jawa Timur adalah sebuah provinsi di bagian timur Pulau Jawa, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Surabaya. Luas wilayahnya 47.922 km², dan jumlah penduduknya 42.030.633 jiwa (sensus 2017).  Wilayah Jawa Timur meliputi Pulau Madura, Pulau Bawean, Pulau Kangean serta sejumlah pulau-pulau kecil di Laut Jawa (Kepulauan Masalembu), dan Samudera Hindia (Pulau Sempu, dan Nusa Barung).

| 03


PHOTOS BY SI LAS BAI SCH

Masyarakat desa di Jawa Timur memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan, dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan antara lain: tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran (upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan (upacara setelah bayi berusia tujuh bulan),  sunatan, pacangan. Penduduk Jawa Timur umumnya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melakukan acara nako'ake (menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan  (lamaran).

| 04


 | 05

UPACARA DAN KEGIATAN ADAT MASYARAKAT JAWA TIMUR Jawa Timur memiliki beragam Adat dan Budaya tergantung letak kawasan tersebut.

Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan, Kawasan pesisir utara Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Kebudayaan dan adat istiadat Suku Jawa di Jawa Timur bagian barat menerima banyak pengaruh dari Jawa Tengahan, sehingga kawasan ini dikenal sebagai Mataraman; Kawasan pesisir utara Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Kawasan ini mencakup wilayah Tuban, Lamongan, dan Gresik. Di kawasan eks-Karesidenan Surabaya (termasuk kabupaten Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Gresik dan Jombang dan kota Surabaya dan

Jawa Timur memiliki sejumlah kesenian khas. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, yakni seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan umumnya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradisional dapat

Mojokerto), dan eks-Karesidenan Malang (kabupaten Malang, Pasuruan

dijumpai di daerah Surabaya,

dan kota Malang, Pasuruan dan Batu), memiliki sedikit pengaruh budaya

Mojokerto, dan Jombang; meski

Mataraman, mengingat kawasan ini merupakan kawasan arek (sebutan

keberadaannya semakin dikalahkan

untuk keturunan Ken arok) terutama di daerah Malang yang membuat

dengan modernisasi..

daerah ini sulit terpengaruhi oleh budaya Mataraman.


FOTO DIAMBIL DARI GOOGLE

KARAPAN SAPI Pulau Madura yang secara administratif masuk dalam Provinsi Jawa Timur, memiliki sebuah acara dan tradisi unik bernama Karapan Sapi. Yaitu, sapi untuk beradu kecepatan yang dipasangkan untuk menarik kereta dari kayu sebagai tempat joki berdiri serta mengendalikan sapi. Acara ini biasa diselenggarakan pada bulan Agustus-Oktober, dengan bulan terakhir untuk acara final. Dahulu ini bukanlah sebuah acara perlombaan yang memperebutkan sebuah piala bergilir yang dulu bernama Piala Presiden dan berubah menjadi Piala Gubernur sejak tahun 2013. Melainkan, sebuah cara untuk mencari sapi yang kuat untuk membajak sawah.

 | 06


RITUAL TUMPENG SEWU KHAS BANYUWANGI Tumpeng Sewu merupakan tradisi adat Suku Osing, suku asli Banyuwangi yang digelar setiap tahunnya seminggu sebelum Hari Raya Idul Adha sebagai rasa syukur mereka kepada Yang Maha Kuasa. Uniknya, nggak jarang warga dari luar desa, luar kota bahkan luar negeri juga datang ke sini demi ingin mengikuti tradisi yang sejak dulu ada dan turun temurun ini. Sebelum makan tumpeng sewu, warga melakukan mepe kasur (menjemur kasur) secara masal di halaman rumah pada pagi hari, kemudian pembacaan doa dan ritual. Sekarang, nggak cuman mepe kasur, doa dan ritual, tapi ada pertunjukan seninya juga.

"Nek pancen tresno kui kudu dijogo, ora malah keno godo karo wong liyo."

UPACARA KASADA SUKU TENGGER Upacara Kasada / Sukasada adalah hari raya adat suku Tengger yang diadakan setiap hari ke-14 pada bulan Kasada dalam kalender Jawa. Upacara ini dimaksudkan sebagai persembahan untuk Sang Hyang Widhi dan leluhur. Dalam pelaksanaannya, suku Tengger melempar berbagai sesajen berupa buah-buahan, produk ternak, sayuran bahkan uang ke kawah Gunung Bromo.

 | 07


UNIKNYA TARIAN ADAT

JAWA TIMUR Selain memiliki ragam upacara dan kegiatan yang unik, Jawa Timur juga memiliki banyak daftar tarian tradisional yang masih dilestarikan hingga kini.

 | 08


REOG PONOROGO Menurut sejarah, tarian ini diambil dari perjalanan Prabu Kelana Sewandana yang sedang mencari pujaan hatinya, perjalanan beliau ditemani oleh prajurit dan patihnya yaitu Bujangganong. Hingga akhirnya bertemulah ia dengan Dewi Sanggalangit seorang putri Kediri. Namun, ia akan menerima cintanya bila Sang Prabu berhasil menciptakan sebuah kesenian. Disinilah mulai terciptanya Tari Reog demi membuktikan cinta Prabu Kelana pada Sang Putri. Ia meminta bala bantuan prajurit-prajuritnya untuk mengisikan tarian yang diciptakannya. Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya.

 | 09

REOG ADALAH SALAH SATU SENI BUDAYA YANG BERASAL DARI JAWA TIMUR BAGIAN BARAT-LAUT DAN PONOROGO DIANGGAP SEBAGAI KOTA ASAL REOG YANG SEBENARNYA. Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. Mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.

PHOTO BY SAGITA HARIYADIN

Tari Reog berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Biasanya dibawakan oleh 6-8 pria dan 6-8 wanita. Tarian ini melewati beberapa sesi, sehingga memiliki durasi yang terbilang panjang. Tapi kalau kamu suka dengan seni, tidak akan bosen deh melihatnya.


TARI GANDRUNG BANYUWANGI Tarian tradisional selanjutnya bernama Tari Gandrung Banyuwangi berasal dari Banyuwangi, kata gandrung melambangan panggilan Dewi Sri, dimana pada zaman itu Dewi Sri dianggap Dewi Padi yang dapat memberi kesuburan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Menurut sejarah, tarian ini muncul pada saat dibangunnya ibu kota Balambangan, hingga akhirnya salah satu seniman menulis suatu makalah tentang seorang lelaki yang keliling ke pedasaan dengan beberapa pemain musiknya. Cerita itu menjadi cerita rakyat yang dibawa secara turun-temurun. Hingga akhirnya terciptalah Tari Gandrung Banyuwangi

TARI WAYANG TOPENG JAWA TIMUR Topeng disini dilambangkan sebagai rasa apresiasi pada wajah nenek moyang. Dimana saat itu topeng memiliki arti menghargai roh leluhur. Tidak heran, bila tarian ini sedikit bernuasana mistik. Sejarah singkatnya tari wayang topeng digunakan saat agama Islam memasuki wilayah Jawa, dan tarian ini dijadikan salah satu trik untuk merebut hati orang Jawa yang saat itu agama Hindu masih kental. Ternyata beda dengan Tari Topeng asal Jawa Barat yang menggunakan background sejarah wayang golek. Tari topeng Jawa Timur ini mengisahkan cerita Ramayana dan Panji. Musik pengiring yang digunakan adalah bonang, gong, gamelan dan kendang. Â | 1O


MAKANAN KHAS JAWA TIMUR YANG ENAKNYA JUARA Tidak bisa dibantah, Jawa Timur memang menjadi surganya wisata kuliner menakjubkan yang sulit diabaikan begitu saja.

 | 11


Rawon Rawon adalah makanan khas Jawa Timur yang kelezatannya sudah mendunia. Rawon merupakan sup daging dengan bumbu masakan rempah lengkap dan berkuah hitam. Kuah hitam pada rawon didapat dari bumbu dapur bernama kluwek. Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil, utamanya adalah bagian sandung lamur. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, kemiri, serai, kunir, cabai, kluwek, garam, serta minyak nabati. Semua bahan ini dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama-sama dengan daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek. Di luar negeri, rawon disebut sebagai black soup. Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, telur asin, daun bawang, kerupuk udang, daging sapi goreng (empal) dan sambal. Warung rawon yang cukup populer diantaranya adalah Rawon Nguling di Pasuruan, dan Rawon Setan di jalan Embong Malang, Surabaya.

| 12


PHOTOS BY SI LAS BAI SCH

RUJAK CINGUR Rujak cingur adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama daerah asalnya Surabaya. Dalam bahasa Jawa kata cingur berarti "mulut", hal ini merujuk pada bahan irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalam hidangan. Makanan ini disebut rujak cingur karena bumbu olahan yang digunakan adalah petis udang dan irisan cingur. Hal ini yang membedakan dengan makanan rujak pada umumnya yang biasanya tanpa menggunakan bahan cingur tersebut. Rujak cingur biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring. Banyak yang bilang bahwa rujak adalah saladnya orang Jawa. Ya, rujak cingur merupakan makanan yang terbuat dari sayur-sayuran rebus dan disiram dengan saus kacang yang diberi petis, gula merah dan asam jawa. Sesuai namanya, dalam sajian rujak cingur ada tambahan cingur sapi atau mulut sapi. Dalam sajian rujak juga ada irisan buah (nanas, mangga, bengkuang, kedondong), irisan tahu dan tempe goreng bahkan lontong. Kalau ke Surabaya, wajib mencoba kuliner ini ya. | 13


PECEL PHOTOS BY SI LAS BAI SCH

Pecel atau pecal (Hanacaraka: ) merupakan makanan yang dikombinasikan dengan bumbu sambal kacang sebagai bahan utamanya dan dicampur dengan aneka jenis sayuran. Makanan ini populer terutama di wilayah DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Asal nama dan asal daerah dari pecel belum diketahui secara pasti. Namun dapat dimaknai secara etimologi, dalam bahasa Jawa, bahwa pecel dapat diartikan sebagai 'tumbuk' atau 'dihancurkan dengan cara ditumbuk'. Ada angapan Pecel itu berasal dari Ponorogo, Jawa Timur,karena sambal kacang yang digunakan dalam campuran pecel juga digunakan dalam bumbu sate Ponorogo. Makanan ini juga mirip dengan gado-gado yang membedakannya adalah campuran bahan dan tekstur bumbunya. Nama Pecel Madiun merupakan pecel yang paling terkenal di Indonesia.

| 14


NASI KRAWU GRESIK Nasi ini berasal dari wilayah gresik dan memiliki tampilan sangat unik. Makanan ini biasanya disajikan dengan menggunakan daun pisang sehingga terkesan begitu tradisional. Bahan yang digunakan untuk membuat makanan ini adalah daging sapi yang disayat, ditambahkan semur daging, serundeng, jeroan sapi dan terasi. Disebut nasi krawu karena memang makanan ini dicampurcampur. Krawu dalam bahasa jawa adalah campur.

RUJAK SOTO BANYUWANGI Rujak soto merupakan kuliner yang berasal dari Banyuwangi. Rujak soto adalah kuliner dari kombinasi rujak dan soto kuning. Gurihnya soto dan segarnya rujak membuat kuliner ini memiliki rasa yang unik tapi tetap menggugah selera dan juara.

 | 15


INDAHNYA LANTUNAN ALAT MUSIK DARI

JAWA TIMUR Jawa Timur memiliki berbagai macam alat musik tradisional yang biasanya digunakan mendampingi seni pertunjukan dan seni tari daerah.

 | 16


ANGKLUNG REOG KHAS BANYUWANGI Alat musik yang terbuat dari bambu yang memiliki banyak hiasan. Alat musik Jawa Timur ini sering digunakan untuk mengiringi kesenian Reog Ponorogo, instrumen sengaja dibuat agak melengkung sedikit di bagian atasnya. Meski begitu, bambu tetap ditata dengan rapi dan indah. Dulu pada saat zaman Indonesia berupa kerajaan, angklung reog yang disusun adalah pagar bambu yang mengandung jimat dan digunakan untuk mengalahkan musuh, setelah menang para prajurit yang senang memukul-mukul bambu tersebut.

“Wong Iku Yo Sesekali Ndelok Ngisor Ojo Ndelok Ndukur Ae, Nek Kesandung Kapok Lho..�

BONANG SUKU TENGGER Bonang adalah salah satu alat musik tradisional Jawa Timur yang masih termasuk pengisi kesenian gamelan, alat musik ini yang dipukul / ditabuh pada bagian yang menonjol menggunakan alat pemukul khusus. Keunikan bonang adalah ia tersusun dari banyak gong-gong kecil yang terbuat dari logam, banyak orang yang menyebutnya ceret / pot. Gong kecil tersebut disusun pada sebuah bingkai kayu dibentuk sedemikian rupa

 | 17


KESENIAN

GAMELAN

Gamelan adalah ensembel musik tradisional yang sangat terkenal, baik di dalam ataupun di luar negeri. Asal-usul dari kesenian musik gamelan, diawali dengan adanya budaya hindu-budha yang juga merupakan seni daerah pada masa itu.

Di era modern seperti sekarang, gamelan sedikit sulit ditemukan. Namun, jika kita berjalan-jalan ke desadesa di pulau Jawa, biasanya gamelan masih digunakan saat acara tertentu seperti nikahan, syukuran, ataupun sekedar acara kecil, gamelan biasanya mudah ditemukan di Pulau Jawa.

Gamelan dikenal memiliki 4 macam nada yang dikenal dengan istilah penalaan oleh masyarakat Jawa, yakni: slendro, pelog, madenda (diatonis) dan juga degung. Diatonis seperti skala minor asli, banyak dipakai pada musik modern di benua Eropa. | 18


 | 19

KETIPUNG MIRIP KETAPANG TAPI BUKAN

Ketipung alat musik Jawa timur yang bentuknya menyerupai gendang, hanya saja ia memiliki ukuran yang lebih kecil. Ketipung terbuat dari kayu yang kemudian dilubangi sekitar 20 cm ~ 40 cm tergantung keinginan pembuatnya. Nama alat musik ini memang mirip dengan “ketapang� yang merupakan nama tanaman. Beberapa juga menganggap ketipung hanyalah nama lain dari gendang dangdut, anggapan ini sering terdengar karena memang sering digunakan untuk mengiringi lagu dangdut.

TEROMPET REOG BIASA UNTUK REOG

Terompet Reog merupakan salah satu alat musik tradisional Jawa timur yang digunakan untuk mengiringi kesenian Reog di daerah Ponorogo. Terompet ini terbuat dari kayu / bambu dan tempurung kelapa. Dimainkan dengan cara ditiup. Lubang yang terdapat pada terompet berfungsi sebagai pengatur nada, lalu 1 lubang yang ada di ujung terompet adalah tempat pemain meniup terompet. Bentuk dan hiasan yang ada pada terompet seperti kepala naga untuk menggambarkan seni dari terompet.


PEOPLE'S PERSPECTIVE ABOUT

JAWA TIMUR Kami mewawancarai dua narasumber menarik tentang perspektif mereka terhadap Jawa Timur, yuk baca!


PEOPLE'S PERSPECTIVE

Ajordan's Perspective Surabaya. Begitulah yang terlintas di kepala tuan berusia 27 tahun itu ketika mendengar kata “Jawa Timur”. Karena ketika kecil, Surabaya-lah yang pertama kali ia ketahui sebagai salah satu kota di Jawa Timur. Ia bahkan mengetahui legenda dibalik terbentuknya nama Surabaya. Yaitu tentang pertarungan antara Sura (jenis hiu putih) dan Baya (Buaya). Dua tokoh itu pula yang menjadi icon Kota Surabaya, sehingga ketika berkunjung ke kota tersebut akan menemui monumen Surabaya yang berbentuk hiu dan buaya.

Salah satunya Upacara Kasada/Sukasada yang merupakan hari raya adat suku Tengger yang dirayakan di bulan Kasada dalam kalender Jawa. Selain itu, ia juga tertarik dan mengetahui kesenian Reog Ponorogo. “Ini seru banget sebenernya,” ujarnya bersemangat. “Mungkin karena banyak sumber dan banyak versi sejarahnya, jadi orang kurang banyak tau. Tapi paling terkenal itu versi pemberontakan Ki Ageng Kutu. Intinya beliau seperti menyindir politik yang terjadi saat itu di Bhre Kertabhumi, kerajaan Majapahit terakhir,” tuturnya.

Ia beranggapan bahwa Gunung Bromo adalah tempat yang cukup iconic di Jawa Timur. Selain memang menyajikan panorama yang menawan, adat istiadat yang masih cukup kental di kalangan masyarakatnya, yaitu Suku Tengger juga menjadi daya tarik tambahan.

Jordan juga cukup banyak tahu tentang Bahasa Jawa. “Gini gini belajar bahasanya lumayan hehehe,” ungakapnya. “Sinau = belajar. Mangan = makan. Tindak = pergi. Kondur = pulang. Ngguyu = tertawa. Sare = tidur. Nembe = lagi/baru. Nggawe = membuat. Ngombe = minum. Nyuwun = minta. Krungu = dengar. Mirsani = melihat. Matur = bilang” jelasnya.

Ketika ditanya makanan daerah yang ingin ia cicipi, dengan mantap Dan menjawab Soto Lamongan yang asli dari Lamongan. “Dulu pernah makan rawonnya, enak banget. Jadi pengen lagi kalo inget-inget pas makan,” imbuhnya. Menurutnya Jawa Timur juga memiliki kota yang “ngangenin” diantaranya yaitu Batu, Malang, Kediri, Madiun dan Probolinggo. Ia ingin sekali mengunjungi destinasi wisata di Kota Batu yaitu Jatim Park dan Museum Angkut. Sebagai penikmat karya, ia sangat betah berlamalama setiap mengunjungi museum untuk menikmati karya yang ada. Ia juga berharap semoga Jawa Timur akan terus berkembang, akan semakin jadi destinasi untuk wisatawan dan dijaga bersamasama. (bey.)


PEOPLE'S PERSPECTIVE

Fidelya's Perspective Kalau denger kata Jawa Timur yang terlintas di aku itu kota-kotanya kayak Surabaya, Malang, dll. Kalo kebudayaanya, yang terlintas di pikiran aku itu ada reog sama kuda lumping. yang sepertinya sampai sekarang masih sering di pentasin di jawa timur. Kalo tempat menarik di jawa timur yang pingin banget aku datengin itu banyak banget. salah satunya Gunung Bromo di Jawa Timur tepatnya di Probolinggo yang udah terkenal banget bahkan sampai mancanegara. Salah satu keindahan yang di miliki Indonesia yang aku kagumi banget” Ujarnya. “kalo makanannya sendiri yang aku tahu ada rawon, rujak cingur, bakso malang, nasi tumpang. itu aja yang pernah aku denger. Aku pernah coba rawon, rujak cingur, sama bakso malang di Jakarta, tapi penasaran banget sama rasa yang ada di kota Jawa Timur asli.

Tapi kalo yang pingin aku coba banget, aku pingin coba Nasi tumpang. Aku belum pernah makan itu, tapi menarik banget apalagi katanya Nasi Tumpang asal Kediri Jawa Timur ini menu khas nya dari kuah sambal tumpang sendiri dimana kuahnya terbuat dari tempe basi atau biasa disebut tempe bosok. nah dari informasi yang suka aku baca dan aku tanya ke temen-temenku tempe bosok itu nantinya akan dimasak dengan ayam, krupuk kulit hingga rambak. makanya aku penasaran dan pengen banget nyobain nasi tumpang!” jelasnya Ia kemudian melanjutkan “kalo ditanya bahasa jawa... aku gak paham bahasa jawa :( aku pernahnya denger orang ngomong "ono opo toh?" yang artinya ada apa? atau wes mangan? yang artinya udah makan? dan yang paling sering aku denger itu ora yang artinya engga ya? aku buta bahasa jawa tapi suka tertarik banget kalo denger mereka ( orang jawa ) ngobrol.

kalau kebudayaan khas jawa timur yang aku tau itu, salah satunya kebudayaan dari keseniannya yaitu tarinya, namanya Tari Reog Ponorogo, aku gak terlalu tahu lebih dalam tapi dari yang aku dengar dan baca konon katanya sejarah dari tarian ini cukup menarik ada banyak versi tapi yang paling terkenal adalah cerita pemberontakan Ki Ageng Kutu. " “Harapan aku ke Jawa Timur, semoga jawa timur bisa terus berinovasi dan berkembang di setiap bidangnya namun juga tetap menyelestarikan budaya yang dimiliki.” tuturnya


Profile for Naufal Dion

Exploring Jawa Timur  

Ada apa aja sih di Jawa Timur? yuk kulik secara mendalam dengan membaca majalah ini!

Exploring Jawa Timur  

Ada apa aja sih di Jawa Timur? yuk kulik secara mendalam dengan membaca majalah ini!

Advertisement