Page 1

DOMBAKU WEEKLY PRINTED EDITION

MEDIA KOMUNIKASI KELUARGA KATOLIK INDONESIA www.via-veritas.com | admin@via-veritas.com | 103 Serangoon North Ave 1, Singapore 550103

Minggu, 17 April 2011

Hari Minggu Minggu Palma

Mengenangkan Sengsara Tuhan Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus (Flp 2:5) Antifon Pembuka Terpujilah Putra Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Terpujilah Yang Mahatinggi! (Mat 21:9) Pengantar Pada hari Minggu Palma ini kita memperingati masuknya Yesus ke kota Yerusalem. Di mana Ia disambut dengan meriah sebagai Raja Agung. Mesiasyang sudah sekian lama dinanti-nantikan oleh orang Yahudi. Pada saatitu Yesus naik seekor keledai: Sebagai tanda bahwa Ia seorang raja yanglemah lembut dan rendah hati. Tetapi akhirnya Ia menyerahkan diri untukditangkap dan dijatuhi hukuman mati, disalibkan demi keselamatan kitadan keselamatan seluruh bangsa manusia. Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus diarak dengan kebesaran sebagaiRaja. Dialah Raja Mesiah seperti yang dinubuatkan Nabi Zakaria dalamPerjanjian Lama, yang kini digenapi pada diri Yesus. Ia adalah seorangraja yang lemah lembut dan rendah hati. Ia datang dalam nama Tuhan,dari keturunan Daud. Namun orangorang Yerusalem bertanya, "Siapakahorang ini?" Apakah pertanyaan kita dan jawaban kita? Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:1-11) "Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan." Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesusdan murid-muird-Nya telah dekat kota dan tiba di Betfage, yang terletakdi bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya mendahului-Nyadengan pesan, "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Di situ kamuakan menemukan seekor keledai betina yang tertambat, dan anaknya ada didekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepadaKu.Jikalau ada orang menegur kamu, katakan saja, 'Tuhan memerlukannya. Iaakan segera mengembalikannya.'" Hal itu terjadi supaya terpenuhilahfirman yang disampaikan oleh nabi, 'Katakanlah kepada

putri Sion:Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan menunggangi seekorkeledai, seekor keledai beban yang muda.' Maka pergilah kedua muriditu, dan mereka buat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka.Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinyadengan pakaian mereka, dan Yesuspun naik keatasnya. Orang banyak yangsangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan; ada pula yangmemotong ranting-ranting dari pohon dan menyebarkannya di jalan. Dansemua orang yang berjalan di depan dan di belakang Yesus, berseru,"Hosana bagi Putra Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!Hosana di tempat yang mahatinggi!" Ketika Yesus masuk ke Yerusalem,gemparlah seluruh kota itu, dan orang berkata, "Siapakah orang ini!"Dan semua menjawab, "Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea!" Inilah Injil Tuhan kita! U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan! Perarakan Daun Palma

"Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu." Tuhan Allah memberikan kepadaku lidah seorangmurid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepadaorang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untukmendengar seperti seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membukatelingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Akumemberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipikukepada orang-orang yang mencabuti janggutku. Aku tidak menyembunyikanmukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolongaku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatikuseperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akanmendapat malu.Demikianlah sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah.

PERAYAAN EKARISTI Antifon Pembuka Enam hari sebelum hari raya Paskah, tatkala Tuhan memasuki Yerusalem,anakanak menyongsong-Nya. Mereka membawa daun palma dan bersorakgembira: Terpujilah Yang Mahatinggi! Diberkatilah yang datang dengankerahiman berlimpah. (Mzm 23:9-10) Doa Renungan Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah mengutus PuteraMumengenakan kemanusiaan kami dan memanggul salib hina. Perkenankanlahkami sebagai hambahamba mengikuti rajanya dalam dukacita penderitaan,agar dapat ikut serta dalam sukacita kebangkitan-Nya. Denganpengantaraan Yesus Kristus, PutraMu, Tuhan kami, yang bersama Dikau,dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Pembacaan dari Kitab Yesaya (50:4-7)

Mazmur Tanggapan, la = fis, 4/4, PS 819 Ref. Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku? Ayat. (Mzm 22:89.17-18a.19-20.23-24; R: 2a) 1. Semua yang melihat aku mengolok-olok, merekamencibirkan bibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang: "Ia pasrahkepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkannya, biarlah Allah yangmelepaskannya! Bukankah Allah berkenan kepadanya?" 2. Sekawanan anjing mengerumuni aku, gerombolanpenjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku, segalatulangku dapat kuhitung. 3. Mereka membagi-bagikan pakaianku di antaramereka dan membuang undi atas jubahku. Tetap Engkau, Tuhan, janganlahjauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku! 4. Maka aku akan memahsyurkan namaMu kepadasaudara-saudaraku dan memuji Engkau di tengah jemaat: Hai kamu yangtakut akan Tuhan, pujilah Dia! Hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlahDia! Gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel.

1


DOMBAKU

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (2:6-11) "Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia." Saudara-saudara, Yesus Kristus, walaupundalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagaimilik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNyasendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama denganmanusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkandiri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulahsebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya namadi atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yangada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dansegala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaanAllah, Bapa! Demikianlah Sabda Tuhan. U. Syukur kepada Allah. Bait Pengantar Injil do = a, 4/4, PS 965 Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal Ayat. (Flp 2:8-9) Kristus taat untuk kita sampai wafat-Nya di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Yesus, dan menganugerahkan nama yang paling luhur kepada-Nya. P Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius (Mat 26:14 27:66) N: Naracerita WN: WALI NEGERI Pe: PETRUS Y: YESUS Pi: Pilatus W: Wanita H: Hamba (Pelayan/Penjaga) S: Rakyat N: Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Yesus makan Paskah dengan murid-muridNya. N: Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: Pe: "Di mana Engkau kehendaki kami

2

mempersiapkan perjamuan Paskah bagiMu?" N: Jawab Yesus: Y: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." N: Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: Y: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." N: Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: Pe: "Bukan aku, ya Tuhan?" N: Ia menjawab: Y: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. N: Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: Y: "Engkau telah mengatakannya." N: Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: Y: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku." N: Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: Y: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersamasama dengan kamu dalam Kerajaan BapaKu." Petrus akan menyangkal Yesus N: Sesudah menyanyikan nyanyian pujian,

pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: Y: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. N: Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea." Petrus menjawab-Nya: Pe: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak." N: Yesus berkata kepadanya: Y: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." N: Kata Petrus kepada-Nya: Pe: "Sekalipun aku harus mati bersamasama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lainpun berkata demikian juga. Di taman Getsemani N: Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: Y: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." N: Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: Y: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjagajagalah dengan Aku." N: Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: Y: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." N: Setelah itu Ia kembali kepada muridmurid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: Y: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." N: Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: Y: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"


DOMBAKU

N: Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: Y: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat." Yesus ditangkap N: Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imamimam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia." Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: S: "Salam Rabi," N: lalu mencium Dia. Tetapi Yesus berkata kepadanya: Y: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?" N: Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. Maka kata Yesus kepadanya: Y: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?" N: Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: Y: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. N: Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabinabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

N: Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu. Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari." Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhantuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak." Jawab Yesus: Y: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." N: Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: S: "Ia harus dihukum mati!" N: Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: S: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?" Petrus menyangkal Yesus N: Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: H: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu." N: Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: Pe: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud." N: Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: H: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."

Yesus di hadapan Mahkamah Agama N: Dan ia menyangkalnya pula dengan

bersumpah: Pe: "Aku tidak kenal orang itu." N: Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: S: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu." N: Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: S: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." N: Tetapi jawab mereka: S: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" N: Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: S: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah." N: Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku." Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: Pi: "Engkaukah raja orang Yahudi?" N: Jawab Yesus: Y: "Engkau sendiri mengatakannya." N: Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: Pi: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" N: Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat

3


DOMBAKU

heran. Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: Pi: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"

lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: S: "Salam, hai Raja orang Yahudi!"

meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: Y: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" N: Artinya: Y: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? N: Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: S: "Ia memanggil Elia."

N: Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepalaNya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari padaNya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi." Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiriNya.

N: Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: S: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."

N: Katanya: Pi: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" N: Namun mereka makin keras berteriak: S: "Ia harus disalibkan!"

N: Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata: S: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!"

N: Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuanperempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus. Menjelang malam

N: Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: Pi: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"

N: Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:

N: Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu. Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata:

N: Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: W: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam." N: Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: WN: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" N: Kata mereka: S: "Barabas." N: Kata Pilatus kepada mereka: Pi: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" N: Mereka semua berseru: S: "Ia harus disalibkan!"

N: Dan seluruh rakyat itu menjawab: S: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!" N: Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. Yesus diolok-olok N: Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan,

4

S: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diriNya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah." N: Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga. N: Mulai dari jam dua belas kegelapan

N: Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orangorang lain berkata: S: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."


DOMBAKU

S: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama."

manusia. Ia tidak melawan bila dimusuhi. Ia membawakan kehadiran yang tidak menggetarkan. Inilah yang masih dikenali orang-orang yang menyambutnya di Yerusalem ketika mereka mendengar kedatangannya. Tetapi segera pendengaran dan penglihatan batin mereka digelapkan oleh sikap penolakan. Namun ia sendiri tetap pada jalannya: membawakan kehadiran ilahi di dalam keadaan apapun. KEARIFAN - KUASA YANG LEMBUT

N: Kata Pilatus kepada mereka: Pi: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya." N: Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya. Demikianlah kisah sengsara Tuhan kita U. Terpujilah Kristus Renungan Digambarkan dalam Mat 21:1-11 (yang dibacakan dalam upacara perarakan palma) bagaimana Yesus disambut meriah di Yerusalem. Pada hari Minggu Palma diperdengarkan pula Kisah Sengsara menurut Matius mulai dengan kisah pengkhianatan Yudas pada hari Rabu (Mat 26:14-16) diteruskan dengan kejadiankejadian pada Kamis petang (26:17-75 perjamuan malam, penangkapan dan persidangan di Sanhedrin, penyangkalan Petrus), dan peristiwa-peristiwa pada hari Jumat (27:1-61 penetapan hukuman bagi Yesus, penyaliban, dan wafatnya, penguburan) dan Sabtu (27:62-66 penjagaan kubur). Mengapa dia yang disambut meriah di kota kediaman Yang Maha Kuasa nanti membiarkan diri ditolak oleh para pemimpin di situ? Mengapa ia tidak membela diri atau balas menyerang dengan kekuatan masa yang menyambutnya di sana? Dari bacaan pertama dari Yes 50:4-7 dapat diketahui sikap batin orang ini. Ia hamba yang taat seutuhnya pada Yang Mahakuasa, bukan karena ia memang mau menunjukkan ketaatan dengan menjalani segala akibat pilihan ini, melainkan karena kehidupannya memang sudah terarah untuk itu. Sang hamba mengakui bahwa ia diutus untuk menyampaikan Sabda Ilahi kepada siapa saja yang letih lesu, yang tidak lagi mampu mencari tahu kehendakNya. Terlalu capai dengan macam-macam urusan. Sang hamba juga mengakui tiap hari Yang Maha Kuasa sendiri menajamkan pendengarannya sehingga baginya jelas apa kehendakNya. Oleh karena itu ia dapat membawakan kehadiran ilahi ke tengah-tengah umat

Menurut Mat 21:5, kedatangan Yesus di Yerusalem itu peristiwa yang telah dinubuatkan nabi Zakharia 9:9, "Katakanlah kepada putri Sion (= Yerusalem beserta penghuninya): Lihat Rajamu datang kepadamu. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai betina dan seekor keledai beban yang muda." Kemudian dalam ay. 7 disebutkan, setelah orang-orang mengalasi punggung keledai betina dan anaknya, Yesus pun "menaiki kedua-duanya". Memang menaiki dua keledai itu sama anehnya bagi orang sekarang dan orang dulu. Tapi ini cara Matius mengatakan bahwa nubuat tadi kini sedang dipenuhi. Yang tak bisa dibayangkan secara biasa itu kini terjadi. Dalam pemahaman Matius dan orang-orang yang penuh harapan pada zaman itu, Mesias yang mendatangi mereka ialah dia yang memiliki wibawa seorang raja (dalam teks Ibrani Zakharia ada penjelasan "ia adil dan jaya" - yang tidak ikut ditampilkan Matius karena sudah jelas) dan sekaligus tokoh yang "lemah lembut", maksudnya, yang dapat memahami kerapuhan manusia. Memang seolah-olah ada dua tokoh: satu sisi kebesaran, sisi lain kelemahlembutan. Kedua-duanya mendatangi Yerusalem bersama. Inilah gagasan yang hendak diutarakan oleh Matius secara surrealistik dengan mengatakan Yesus menaiki keledai betina dan anaknya. Matius mempertajam Markus yang menceritakan Yesus mendatangi Yerusalem menunggang seekor keledai yang belum pernah dinaiki orang (Mrk 11:1-10). Matius mengajak mereka yang mendengar Injilnya melihat dengan mata batin kedua sisi Yesus itu: sebagai raja yang penuh wibawa tapi juga sebagai utusan Tuhan yang lemah lembut. Dengan demikian nanti dalam mengikuti kisah penghinaan, penderitaan, penyalibannya orang akan tetap dapat melihat sisi Yesus yang anggun dan berwibawa itu. Lebih sukar mengendarai keledai daripada tunggangan lain karena keledai biasanya bukan hewan penurut dan tidak berjalan cepat. Oleh karenanya, sering keledai hanya dipakai untuk mengangkut beban;

pemilik berjalan di muka mengarahkannya, tidak menaikinya. Hanya orang yang "pintar" sajalah yang bisa mengendarainya tanpa ada yang menggiringnya di muka. Apalagi keledai yang belum pernah ditunggangi orang! Ingat kisah mengenai Balaam, seorang ahli ilmu gaib yang diminta raja Balak menenung kocar kacir umat Tuhan, tapi akhirnya Balaam yang menunggang keledai betina itu memahami apa dan siapa yang sedang dihadapinya dan tidak jadi menuruti permintaan raja angkara murka itu (Bil 22-24. khususnya 22:2135). Kini Yesus memasuki Yerusalem di atas keledai, sebagai orang yang tahu mengarahkan tunggangan yang sukar ini. Maka jelas yang hendak dikatakan: ia orang yang penuh kearifan. Ia dapat menyatukan kejayaan dan kelemahlembutan, dua kenampakan yang sulit dibayangkan ada bersama pada diri orang yang sama. Orang-orang menghamparkan pakaian di jalan ketika Yesus lewat. Apa maksud tindakan ini? Pertama-tama, dia yang lewat itu pasti tidak akan menjejak tanah yang kerap dipakai untuk menggambarkan kerapuhan serta kelemahan manusiawi. Yang mendatangi Yerusalem ini raja yang mengatasi kelemahan dengan kebijaksanaan yang lembut tapi berwibawa. Sekaligus tindakan menghamparkan pakaian itu juga menggambarkan kesediaan orang-orang untuk tunduk kepada dia yang sedang mendatangi dengan kebijaksanaannya itu. Pakaian membuat orang yang memakainya menjadi jelas. Bila dihamparkan berarti yang memakainya sedia menghamparkan diri di muka dia yang sedang lewat. Memang saat-saat ini kekuatan yang mengancam Yesus belum bertindak. Sebentar lagi kekuatan-kekuatan yang mau menyingkirkan kebijaksanaan ini akan tampil. Orang-orang yang menyambut kedatangan Yesus dan menyatakan diri tunduk kepadanya itu nanti juga akan ikut meneriakkan kematian baginya. Terlihat nanti betapa besar dan mengerikannya kekuatan yang melawan kebijaksaan itu. Sedemikian kuat hingga dapat menembus sampai ke lingkungan yang paling dekat dengan Yesus sendiri: Yudas. BACAAN KEDUA: MADAH TENTANG KRISTUS Flp 2:6-11 Di sepanjang Flp 1:27- 2:13 Paulus menyampaikan pelbagai ajakan agar umat di Filipi saling menumbuhkan kebesaran hati di dalam hidup bersama. Dalam rangka ajakan inilah Paulus merujuk pada sebuah madah yang sudah dikenal umat,

5


DOMBAKU yakni yang dibacakan kali ini, 2:6-11. Kini cukup jelas aslinya madah itu terkarang dalam bahasa Aram yang dipakai di lingkungan para murid di tanah suci. Tetapi kemudian madah itu dialihbahasakan ke dalam bahasa Yunani sehingga juga dapat dipakai di kalangan yang lebih luas. Dan bentuk Yunani inilah yang kiranya diambil alih Paulus dalam suratnya kepada umat di Filipi. Mengingat besarnya peranan madah tadi dalam pertumbuhan paham mengenai siapa Yesus yang Kristus itu, marilah kita lihat susunannya. Ada tiga bagian pokok: a. Ditegaskan dalam ay. 6-7 keberadaan sebagai Yang Ilahi yang bersedia mengosongkan diri dari keilahiannya agar menjadi sama dengan manusia. b. Kemudian dalam ayat digambarkan dalam ay. 8 keberadaan di bumi, menjalani hidup seperti manusia biasa, juga ketika menghadapi kematian sampai kematian di salib. c. Akhirnya dalam ay. 911diungkapkan kebesaran Kristus sebagai dia yang ditinggikan Allah di hadapan seluruh jagat sehingga seluruh jagat mengakuinya sebagai Kurios, artiya Tuhan sesembahan. Bagian ketiga ini menutup kemungkinan akan penafsiran adanya Allah "kedua", gagasan yang tidak sejalan dengan iman akan keesaan Yang Mahakuasa. Setelah mengosongkan diri dari keilahian tadi, tokoh yang dimadahkan ini ialah manusia seutuhnya. Ia menjadi sesembahan karena dijadikan demikian oleh Yang Mahakuasa sendiri. Pokok pertama erat hubungannya dengan iman akan "inkarnasi", yakni keilahian mampu mendekat ke ciptaan sampai lahir sebagai manusia. Sedemikian besar kesediaan ini sehingga digambarkan sebagai keilahian yang mengosongkan diri. Malah keilahian tidak lagi dianggap sebagai yang patut dicari dan direnggut agar tidak lepas. Gagasan ini kemudian kerap dibicarakan di kalangan teolog sebagai "kenosis", pengosongan diri, walaupun dalam madah ini kata benda itu tidak muncul. Yang ada ialah kata kerjanya, yakni mengosongkan diri. Lebih ditampikan pelaku yang menjalani pengosongan diri itu dan bukan proses maupun hasilnya. Sekaligus ditekankan pula siapa kiranya sebelum itu, yakni keilahian sendiri. Dengan meresapi isi madah itu, orang akan tertuntun mendekat pada Yesus yang Kristus yang demikian. Dan bukan terbuai gagasan pengosongan diri lalu mencobacoba mencontohnya - bukan ini yang dimaksud madah itu, bukan ini pula maksud Paulus ketika mengutip madah itu bagi umat di Filipi. KISAH SENGSARA Kisah sengsara menurut Matius terdiri dari dua bagian. Bagian pertama ialah Mat 26:14 -27:10; bagian ini berawal dan

6

berakhir dengan episode Yudas, yakni Mat 26:14-16 (Yudas menjual Yesus kepada imam-imam kepala) dan 27:3-10 (Yudas mengembalikan 30 perak yang diterimanya dari mereka, lalu menggantung diri). Bagian kedua Kisah Sengsara berawal dengan peran Pilatus (menahan Yesus dan melepaskan Barabas atas desakan imamimam kepala, Mat 27:11-26) dan berakhir dengan tindakan Pilatus juga (atas permintaan imam-imam kepala ia mengirim penjaga ke kubur agar jenazahnya tidak diambil murid-muridnya pada hari ketiga, Mat 27:65-66). Kehidupan Yesus pada harihari terakhir itu memang dijungkirbalikkan oleh Yudas dan Pilatus. Tetapi pembaca yang jeli akan melihat bahwa kedua tokoh ini sebenarnya juga cuma sekadar menjadi tangan kotor "para imam kepala, orang Farisi, tetua-tetua Yahudi", yakni pihak yang membadankan kekuatan-kekuatan

yang hendak membatasi gerak utusan ilahi yang datang ke Yerusalem itu. Kisah tragis Yudas sering kurang didalami maknanya, atau paling-paling ia menjadi sasaran cercaan. Namun lebih membuat kita memahami misteri tindakan ilahi bila dilihat bagaimana Yesus menanggapinya. Ketika mengumumkan dalam perjamuan malam bahwa di antara yang hadir ada yang bakal menyerahkannya, Yesus tidak menuduh siapapun. Bahkan ketika Yudas ikut bertanya apakah dia itu orangnya, jawab Yesus hanyalah "Engkau telah mengatakannya." (Mat 26:25). Kata-kata ini maksudnya sama dengan "Coba pikirkan apa sebenarnya yang sedang kaulakukan ini!" (Bandingan dengan ungkapan sama yang dikatakan dalam interogasi di depan imam agung Mat 26:64 dan di hadapan Pilatus 27:11.) Yudas sebenarnya orang yang terlalu naif. Ia ingin mendapatkan relasi dengan kaum berkuasa, bukan untuk mencelakakan Yesus. Dalam hati kecil kiranya ia berangan-angan, toh Yesus akan dapat menghindari penangkapan dan konsekuensi lebih jauh. Ia kan orang yang luar biasa. Yudas mempunyai persepsi sendiri mengenai siapa Yesus itu. Inilah yang membuat Yudas celaka. Dia salah satu orang yang terdekat dengan Yesus tetapi tak mau melihat siapa dia dan makin menutup hati dan pikiran sendiri. Yesus telah tiga kali mewartakan bahwa ia akan mengalami sengsara dan mati dan bangkit.

Itu jalannya. Murid-murid tidak memahami. Juga Yudas. Tetapi Yudas bukan hanya tak memahami melainkan bertindak gegabah menolak untuk memahami dia. Ia mau mendapatkan keuntungan dengan perhitungan sendiri. Dengan demikian ia menyepelekan kebijaksanaan ilahi. Menurut Mat 26:24 Yesus berkata bahwa yang terjadi pada Anak Manusia, yakni dirinya, sesuai dengan yang dituliskan tentang dia, tapi celakalah orang yang olehnya dia diserahkan. Maksudnya Yudas. Lebih baik baginya sekiranya ia tidak dilahirkan. Artinya, tindakan orang itu sebetulnya tak bakal mengubah jalan yang sedang ditempuh Yesus. Yudas mengklaim bagi dirinya sendiri perkara yang sedang ditindakkan Yang Mahakuasa! Tragisnya, Yudas tidak menyadari hal ini. Ia baru terbangun ketika sudah terlambat. Dan sekali lagi ia masih mengira dapat mengurungkan yang terjadi dengan mengembalikan 30 perak yang diperolehnya. Ia makin terkurung dalam dirinya sendiri. Orang bisa memungkiri Yesus seperti yang dilakukan Petrus atau meninggalkannya seperti murid-murid lain, tetapi mereka tidak mendahului tindakan ilahi. Mereka itu bisa ditolong dan kembali. Tetapi dia yang mendahului tindakan ilahi atau mau mengurungkannya tidak bakal tertolong. Disebutkan dalam bagian kedua Kisah Sengsara, istri Pilatus semalaman gelisah bermimpi dan keesokan harinya mengirim pesan kepada suaminya agar jangan mencampuri perkara "orang yang benar" itu (27:19). Ini isyarat dari Matius bagi pembaca Injilnya agar menengok kembali ke belakang, ke nasib tragis Yudas. Dengan menyerahkan Yesus sebetulnya Yudas "mencampuri perkara orang yang benar" dan mendapat celaka. Sekaligus pembaca diajak memeriksa dari dekat apakah Pilatus betul-betul mencampuri perkara ini dan sejauh mana. Sekalipun ia ikut campur, semua yang terjadi pada Yesus sebetulnya terjadi bukan karena Pilatus. Malah dalam seluruh bagian kedua kisah sengsara itu Matius memperlihatkan betapa konyolnya sang penguasa itu. Ia membiarkan diri dimanipulasi oleh pemuka-pemuka Yahudi. Yesus tetap setia pada jalannya. Baginya tetap berlaku gambaran yang bertumpang-tindih antara raja yang jaya dan kelembutan yang membuatnya rapuh di hadapan kekuatan-kekuatan yang sedang berusaha menjungkirbalikkan kebijaksanaan dengan mempergunakan baik Yudas maupun Pilatus. Tapi Yesus tetap berada di dalam garis kebijaksanaan hingga akhir. Inilah kebesaran utusan ilahi yang dirayakan selama Minggu Paskah ini. Salam hangat, A. Gianto

Hari Minggu Palma - Minggu, 17 April 2011  

Warta Minggu in pdf files; ready to print, alternatif untuk rekan yang memerlukan lembar misa di gereja :)

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you