Page 1

informasi kesehatan MENGENAL KENCING MANIS (DIABETES) Oleh: Muh. Ahsan (Dokter Umum RSPB)

Apakah kencing manis artinya kencingnya memang manis semanis teh ?

M

eski memang dalam urine penderita kencing manis pasti ditandai adanya gula (glukosa), namun terlalu berlebihan bila disamakan urinenya semanis teh. Karena penyakit kencing manis pada seseorang tidaklah dideteksi dari manis tidaknya air kencingnya ataupun bila air kencing dirubungi semut, tapi dari pemeriksaan laboratorium baik berupa darah maupun dari urine yang ditunjang dengan gejala-gejala fisik. Kencing manis, disebut juga Diabetes Mellitus yang berasal dari kata Yunani diabaĂ­nein, "tembus" atau "pancuran air", dan kata Latin mellitus, "rasa manis") .

PENYEBABNYA Pembentukan diabetes yang utama adalah karena kurangnya produksi insulin (diabetes mellitus jenis 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (diabetes mellitus jenis 2, bentuk yang lebih umum).

Kencing manis (diabetes) tidaklah dideteksi manis atau tidak air kencing tapi dari pemeriksaan laboratorium Penyebab diabetes mellitus kurangnya produksi insulin Gejalanya adalah banyak kencing,minum,makan dan disertai kelelahan yang tidak jelas dan bisa komplikasi tinggi Solusinya adalah mari sering berolahraga.

Selain itu, terdapat jenis diabetes melitus yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil (disebut juga diabetes gestasional). Jenis 1 membutuhkan penyuntikan insulin, sedangkan jenis 2 diatasi dengan pengobatan oral dan hanya membutuhkan insulin apabila obatnya tidak efektif. Diabetes melitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

pembuluh darah, gagal ginjal (penyebab utama cuci darah), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan borok luka yang tidak sembuh-sembuh dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius bahkan bisa menyebabkan penurunan kesadaran dan kematian bila kontrol kadar gula darah buruk dan kebiasaan yang tidak sehat

AYO OLAHRAGA Pemahaman dan partisipasi pasien sangat penting karena tingkat glukosa darah berubah terus, karena kesuksesan menjaga gula darah dalam batasan normal dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Faktor lainnya yang dapat mengurangi komplikasi adalah: berhenti merokok, mengoptimalkan kadar kolesterol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi, dan melakukan olah raga teratur.

Olahraga yang teratur dapat mengendalikan risiko diabetes. Manfaat olahraga bagi penderita diabetes antara lain: Membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh sehingga meningkatkan kemampuan metabolisme sel dalam menyerap dan

GEJALANYA. Tiga serangkai yang klasik tentang gejala kencing manis adalah banyak kencing, banyak minum dan banyak makan. Gejala ini bisa disertai kelelahan yang tidak jelas dan penurunan berat badan.Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Diagnosa diabetes sudah bisa ditegakkan bila ditemukan gejala fisik disertai kadar gula darah sewaktu yang diperiksa ≼ 200 mg/dl atau gula darah puasa (tidak makan/minum dalam 8 jam atau lebih) ≼126 mg/dl. Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan bisa menjadi komplikasi pada tingkat lanjut. Komplikasi jangka lama termasuk munculnya gangguan jantung dan

medicoNEWS

Gambar Organ Tubuh Manusia menyimpan glukosa. Meningkatkan sirkulasi darah, terutama pada kaki dan tangan, di mana biasanya penderita diabetes memiliki masalah. Mengurangi stress yang sering menjadi pemicu kenaikan glukosa darah Penderita diabetes rajin berolah raga dapat melepaskan diri dari ketergantungan obat.

Silahkan konsultasikan diri anda dengan dokter sebelum menjalani program olah raga. Dokter akan merekomendasikan jenis olah raga apa yang boleh Anda lakukan

2009 Oktober 21

Rubahlah kehidupan dengan mengatur pola makan yang benar, rajin berkonsultasi dengan dokter, gorengan salah satu faktor resiko tinggi pemicu diabetes mellitus maka harus dikurangi, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh turun drastis maka resiko diabetes meningkat dan pecandu merokokpun juga bisa mengakibatkan diabetes sesuai dengan kondisi Anda. Mulailah dengan olah raga ringan seperti senam aerobik, berjalan, berenang, dan bersepeda. Olah raga aerobik tersebut bermanfaat memperdalam pernafasan dan meningkatkan kerja jantung. Bagi Anda yang tidak pernah berolahraga, awali dengan 10 - 20 menit setiap kali latihan, beberapa kali seminggu. Jangan lupa pemanasan dan pendingin demi kesehatan jantung. Nikmati olahraga dengan gembira.

HINDARI KENCING MANIS, YOK !

C

aranya kita evaluasi kebiasaan kita. Mungkin kita tidak sadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita telah melakukan beberapa hal yang justru menjadi pemicu penyakit kencing manis. Sekalipun mungkin hal-hal yang sepele, namun dalam hidup ini berlaku hukum “tabungan�, yaitu apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko kencing manis atau diabetes ? 1. TEH MANIS. Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kemanisan). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori.

22 Oktober 2009

Ujungnya: obesitas dan diabetes. Solusinya: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok the sehari. 2. GORENGAN. Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, t e r m a s u k g o r e n g a n . Pengganti:Kacang Jepang, atau pie buah. 3. SUKA NGEMIL. Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti : Buah potong segar. 4. KURANG TIDUR. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

medicoNEWS

5. MALAS beraktivitas fisik. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. Ini dikarenakan masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda atau jalan kaki. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. SERING STRES. Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. KECANDUAN rokok. Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. MENGGUNAKAN pil kontrasepsi. Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

Breaking News MEDICO : Bagi Para pembaca setia Medico yang budiman berkeinginan memberikan pertanyaan sekilas tentang kesehatan silahkan hubungi kami melaui via email,sms atau surat

Media Informasi Kideco (MEDICO)  

Berita-berita tentang aktifitas tambang di perusahaan batubara Kideco Jaya Agung Desa Batu Kajang Kecamatan Batu Sopang Kabupaten Paser Kali...