Issuu on Google+

Media ASPIRASI KORAN UMUM

EDISI 43 I 15 - 21 JANUARI I

SELANGKAH LEBIH DEKAT

@media_aspirasi

media aspirasi

(0352) 489219

!

MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO

dul

mediaaspirasi@ymail.com

MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO

ur dhewe

MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO MAS TONO


2

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

SARTONO DULUR DHEWE

Sartono Hutomo, Adik Sepupu Presiden SBY, dengan Semangatnya sebagai Dulur Dhewe

’’Cita-cita Tono hanya Ingin Jadi Orang Pintar’’

Ia lahir di sebuah rumah kontrakan, di Desa Arjosari, Kecamatan Arjosari, Pacitan, 49 tahun silam. Mencari kayu bakar di hutan, menyeterika dan mencuci piring, menjadi keseharian masa kecilnya demi membantu orang tua. Kini, Sartono memiliki sejumlah perusahaan besar nasional. Jabatan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat pun sempat disandangnya. Bagaimana kisahnya? Berikut penuturan sang ibunda, Siti Sumeni. Catatan Yuana dari Pacitan HUJAN masih rintik-rintik ketika wartawan ini bertandang ke rumah Ibu Siti Sumeni, di Jl. Ki Ageng Posong, Desa Sirnoboyo, Kecamatan/Kabupate Pacitan. Di rumah bercat putih dengan gaya bangunan era tahun 60-an itulah, Sartono kecil menghabiskan masa remajanya. Setelah memperkenalkan diri dan menyampaikan keinginan untuk wawancara, Endang, kakak Sartono lantas mengatar kami masuk ke dalam kamar Ibu Sumeni (panggilan akrab Siti Sumeni, Red). Pasalnya, is-

teri almarhum R. Sutarno ini masih dalam proses penyembuhan setelah berobat di rumah sakit di Singapura dan Jakarta. ‘’Wawancaranya di dalam kamar ibu saja,’’ jelas Endang ramah. Memang, usia Ibu Sumeni sudah 80 tahun. Pun demikian, ekspresi wajahnya masih memancarkan semangat hidup yang luar biasa. Komunikasinya pun cukup lancar. Begitu juga dengan kemampuannya mengingat kejadian puluhan tahun silam, masih bagus. Bahkan, ketika menceritakan masa kecil Sartono, sangat runut dan nyaris tidak ada yang terlewatkan. ‘’Tono (panggilan akrab Sartono, Red) itu, anak yang menyenangkan. Selalu rapi, ulet dan pekerja keras,’’ tutur Ibu Sumeni, seraya matanya menatap lekat langit-langit kamar. Seakan tengah mengingat kejadian puluhan tahun silam. Diceritakan, dalam silsilah keluarga, Sartono merupakan adik sepupu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, Siti Sumeni adalah adik dari R. Soekotjo, ayahanda Presiden SBY. Sartono dilahirkan di sebuah rumah kontrakan di Desa Arjosari, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Tepatnya, tanggal 16 Agustus 1963. ‘’Saya masih ingat, Ia (Sartono, Red) lahir pukul 11 siang, saat menjelang salat Jumat. Kendati hanya ditolong seorang dukun bayi bernama Mbah Rempi dan bidan desa

MAS TONO iku, ngene iki lo kisahe.... Nama TTL Agama

: SARTONO, SE, MM : Pacitan, 12 Agustus 1963 : Islam

PENDIDIKAN - Sekolah Dasar di Pacitan (1969-1975) - Sekolah Menengah Pertama di Pacitan (1975-1978) - Sekolah Menengah Atas di Pacitan (1979-1983) - Diploma of English (1983-1985) - Sarjana Ekonomi (S1) STIE Al-Munawir, Jatim (2000-2004) - Magister Manajemen (S2) Universitas W.R Supratman (2009-2011) PENGALAMAN KARIR - Asistent Manager Jakarta Hilton Executive Club (Januari 1984-April 1997) - Job training, Clark Hath International Hawai (Oktober 1986) - Manager Darmo Grand Sport Centre, Surabaya (Oktober 1987-April 1991) - Bali Hilton International Hotel, Sheraton Lagoon, Sheraton Kartika Plaza Hotel, NIKO Hotel, Sheraton Lombok Hotel, Bali Clift Hotel, Patra Hilton Surabaya Hotel (April 1992-Oktober 1997) - Sport and Fitness Director Clark Hath International Indonesia (April 1992-Oktober 2002) - Direktur Istana Regency Sport Club Bali Indonesia (Januari 2001-Desember 2003) - Direktur Marketing Startrack Fitnes California USA (Januari 2001-Desember 2003) - Direktur Marketing Flex Fitness Equipment (Januari 2003) - Komisaris Utama PT. Bintang Cipta Sarana, Jakarta (Juli 2005-Januari 2006) - Direktur Utama PT. Buana Nusantara Perkasa, Jakarta (Oktober 2005-Januari 2006) - Direktur Utama PT. Mitra Sejati Permai, Jakarta (Oktober 2005-Januari 2006) - Vice President PT. General Energy Bali, Jakarta (Desember 2005) - Direktur Utama PT. Trans Energasindo Jaya (Februari 2006-April 2008) - Vice Chairman PT. Sinar Gading Mas (Januari 2007-sekarang) - Chairman PT. Sinar Multi Energi (Oktober 2010-sekarang) - Komisaris Utama PT. Cosmos Energi (Desember 2011-sekarang) KURSUS, SEMINAR TRAINING - Management of Health and Fitness Program Clark Hatch International, Singapore (April 1985) - Streaght Fitness, Physiological Principles and Training Technique, Manila, Philipina (Oktober 1988) - The Dangers of using androgenic anabolicstreoids factor to consider for weight training routines japan Clark hath International Management seminar (April 1989) - The Clark hatch International Management seminar, Bangkok, Thailand (September 1990) - 11 th Annual Instructur Seminar Clark Hatch International Fitness Centre (28-30 Mei 1991) - Pelatihan Public Election Seminar, International Republican Institut, Surabaya (24-25 Januari 2004) - Partnership for Government Reform in Surabaya, Indonesia (15-16 Januari 2004) - Program Pembekalan dan pelatihan Kader, Calon Legislatif dan Juru Kampanye tingkat nasional Partai Demokrat, Indonesia (06-11 Februari 2004) - Seminar sinergi sistem perencanaan, pembelanjaan dan pengawasan keuangan negara dalam perspektif akuntabilitas kinerja lembaga pemerintah pada era otonomi daerah (30-31 Februari 2004) - Seminar ‘The Roles of Parlement Sponsor’, Sanur Paradise Plaza, Bali (15-16 Oktober 2004) - Pelatihan ESQ, Hilton Convention Centre, Jakarta (September 2005) PENGALAMAN ORGANISASI - Anggota Lions Club Mayangkara Surabaya (1988-1991) - Anggota Dewan Kajian Islam al-Mushafir Provinsi Bali (19952003) - Dewan penasehat Lingkungan Pari Mumbul, Jimbaran Provinsi Bali (2002-2005) - Bendahara DPD Partai Demokrat Provinsi Bali (2003-2006) - Anggota DPRD Fraksi Demokrat Provinsi Bali (2004-2009) - Koordinator kampanye SBY-JK dalam pilpres putaran pertama (2004) - Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Bali (2006-2010) - Ketua Dewan Pembina Gerakan Indonesia Unggul (2008-sekarang) - Ketua Dewan Pembina Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pemantau Penerapan Budaya Unggul (LP4BU) (2008-sekarang) - Wakil Bendahara Umum PD (2010-2011) - Bendahara Umum PD (2011-2013) - Ketua DPP Partai Demokrat bidang Logistik (2013-sekarang)

REPRO/TIM PONDASI SARTONO

KELUARGA Sartono di Pacitan, selalu menanamkan semangat kekeluargaan dan hidup yang sederhana, meski berlatarbelakang tokoh masyarakat. Sugiyarti, proses kelahiran itu pun lancer,’’ kenang Sumeni. Nama Sartono diberikan almarhum ayahnya, R. Sutarno. Mengenai nama itu, lanjut Sumeni, ada ceritanya. Dulu, ada pejabat yang pintar bernama Mr Sartono. Dan selama itu, almarhum ayahnya sangat mengagumi sosok Mr Sartono

tersebut. ‘’Bapak (Sutarno) akhirnya sempat berujar, jika memiliki anak laki-laki, akan diberi nama Sartono. Dengan harapan, kelak anaknya bisa seperti Mr Sartono itu. Dan lahirlah Tono itu,’’ terangnya. Masa kecil Sartono, masih menurut Sumeni, sama seperti kebanyakan anak kecil lainnya di saat itu. Hidup

MANTEB NDEREK MAS TONO

MAS TONO... Siapa sebenarnya Mas Tono? Apa maksud pria murah senyum yang selalu mejeng di sudut kiri bawah koran mingguan Media Aspirasi, sejak beberapa pekan terakhir ini? Sejak akhir 2011 lalu, pria kelahiran Pacitan pada 12 Agustus 1963 ini, ditunjuk menjadi Bendahara Umum DPP Partai Demokrat. Dia menggantikan M Nazaruddin, yang banyak publik mengetahui, tengah kesandung dugaan korupsi megaproyek wisma atlet di Hambalang. Tak lama menjabat sebagai orang nomor tiga di Demokrat, Sartono dipercaya memegang kendali DPP PD sebagai salah satu ketua di bidang logistik. Sejak saat itulah, pentolan sejumlah perusahaan ternama di Indonesia ini, memutuskan fokus di politik. Di samping, tak

meninggalkan dunia bisnis yang selama ini digelutinya. Salah satu tujuan utamanya, adalah berguna bagi masyarakat banyak. Khususnya masyarakat di Dapil VII Jawa Timur (meliputi Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan dan Ngawi), yang notabene merupakan daerah sekitar yang menjadi sejarah hidupnya kala kecil hingga remaja. Dulur Dhewe. Saudara sendiri. Merupakan semangat yang diusung Sartono. Mas Tono-begitu Sartono akrab disapasadar betul bahwa dia merupakan saudara bagi masyarakat banyak, khususnya di Dapil VII Jawa Timur. Untuk itulah, pada ajang pesta demokrasi 9 April 2014 mendatang, Sartono bertekad untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Dapil VII

dan besar di daerah yang minus, tandus dan gersang. Namun, sejak kecil Sartono sangat rajin dan suka kerapian. Ketika itu, ketiga kakaknya ikut saudaranya di Kelurahan Ploso, Pacitan. Yakni, keluarga Ibu Watini, yang juga budhe Presiden SBY, sekaligus rumah yang sekarang lebih dikenal dengan ‘Rumah Masa Kecil’ Pre­siden SBY.

Pun demikian, semua pekerjaan rumah selalu tuntas diselesaikan Tono kecil. Mulai dari mencuci piring hingga menyeterika semua baju-baju orang tua dan saudaranya. Meskipun putra pegawai negri sipil (PNS) yang cukup dihormati, namun Tono kecil tidak punya rasa gengsi. Bersama teman-teman kecilnya, hampir setiap hari dia mencari kayu bakar di hutan untuk kebutuhan memasak. Terlebih, ketika itu, untuk keperluan memasak masih menggunakan tungku. ‘’Dulu, belum ada kompor minyak. Apalagi kompor gas seperti sekarang ini,’’ kenang Ibu Sumeni sambil tersenyum. Ada perilaku Sartono yang selalu diingat keluarga, saat sedang marah. Yakni, selalu mengemasi baju-bajunya ke dalam tas kresek, seakan mau pergi. Namun, hal itu tidak pernah dilakukannya. ‘’Selain itu, ketika ditanya oleh ayahnya mengenai cita-cita, Tono tidak seperti kebanyakan anak lainnya. Yang ingin jadi tentara, dokter atau pun polisi. Tetapi, Tono selalu menjawab hanya ingin menjadi orang pintar,’’ tegas Ibu Sumeni. Yang jelas, kini, Sartono sukses menjadi pengusaha maupun seorang politisi. Ia tumbuh seperti ilalang. Membentuk jalinan kuat. Memunculkan harapan baru di setiap tempat. Dari tanah hingga sela bebatuan. Dari hutan hingga celah peradaban. Berpendar optimisme. (*/dik/adv) DOKUMEN TIM PONDASI SARTONO

Jatim, di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRRI), di Senayan, Jakarta. ‘’Niatan saya maju sebagai calon anggota DPR-RI dari Dapil VII, mengusung satu tekad besar. Saya ingin jadi dulurnya masyarakat Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan dan Ngawi, yang bisa memerjuangkan aspirasi dulur saya semua ini di Senayan atau DPRRI,’’ tegas Sartono. Sudah banyak kegiatan dilakukan Sartono. Dia membuktikan, bahwa menjadi wakil rakyat itu bukan persoalan mudah. Dia membuktikan, bahwa konsep perjuangan untuk menjadi wakil rakyat itu harus dilandasi dengan bukti, bukan sekadar janji dalam bentuk orasi alias ora ono isi. Dia melakukan tilik pasar, melakukan sejumlah seminar motivasi, mengunjungi perajin batu bata, turun ke sawah, mem-

berikan bantuan bagi masyarakat banyak, dan banyak bukti-bukti lainnya. ‘’Sebelum resmi duduk sebagai wakil rakyat, saya ingin membuktikan dan memperkenalkan diri. Kulo nuwun-lah istilahnya. Dan dari proses itulah, saya ingin bersilaturahmi sekaligus mohon restu kepada dulur-dulur semua di Dapil VII, atas perjuangan saya menjadi calon wakil rakyat mereka semua,’’ terang Sartono. Kini, Sartono resmi menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR-RI, untuk dulur-dulur Dapil VII Jatim. Dia menjadi caleg dari Partai Demokrat, nomor urut 2. Monggo, sesarengan nyengkuyung, manteb nderek Mas Tono. Manteb nderek dulure dhewe. (*/tim pondasi sartono/dik/adv)

DOKUMEN TIM PONDASI SARTONO

Mas Tono yang Tulus dan Grapyak DOKUMEN TIM PONDASI SARTONO

SARTONO saat turun ke sawah, dan membaur bersama masyarakat di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, Magetan, 2012 lalu.

MBAH Gimah, 70, warga Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, Magetan, mengaku tak pernah melupakan sosok Sartono. Bahkan, kedatangan adik sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama rombongan pada awal bulan November 2012 lalu, masih lekat dalam ingatan hingga kini. ‘’Piyantune grapyak sumanak lan peduli tumrap masyarakat alit (orangnya ramah dan peduli pada masyarakat kecil, Red),’’ ucap Mbah Ginah. Penilaian Mbah Ginah, bukan lantaran Sartono sudah mem-

bantu petani Desa Kinandang berupa alat perontok padi dan mesin cetak batu bata. Namun, ketika datang di desanya, Sartono mengenakan caping dan langsung turun ke sawah, panen padi bersama masyarakat. Bahkan, tangannya begitu ringan menyalami warga. ‘’Naliko salaman, kulo ngraosaken rasa ingkang tulus-ikhlas. Kedadosan ingkang angel dipun lalekaken (Ketika saya berjabat tangan, ada rasa yang tulus dan ikhlas. Kejadian yang sulit dilupakan, Red),’’ ungkapnya. Ya, segala aktivitas Sartono

untuk dekat dengan rakyat, sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, jauh ketika belum ditetapkan sebagai calon anggota DPR-RI dari Partai Demokrat, dengan nomor urut 2. Bukti nyata sebagai wakil rakyat, ditunjukkan Sartono kepada masyarakat, sebelum dia resmi menyandang predikat sebagai wakil rakyat. (*/tim pondasi sartono/dik/adv)


JLS Ploso Ngalamat Mandeg? baca juga versi e-paper di www.mediaaspirasi.co.id

RSUD dr Sayidiman Terancam Bangkrut

5

BACA HALAMAN

BACA HALAMAN

PGRI Prihatin Pelajar Mesum

9

BACA HALAMAN

Langganan Koran?

Hubungi: 0352 - 489219 Harga Eceran Rp. 2.500,-

12

Media ASPIRASI KORAN UMUM

@media_aspirasi

EDISI 52 I 19 - 25 MARET I TAHUN 2014 www.mediaaspirasi.co.id

SELANGKAH LEBIH DEKAT

MEDIA ASPIRASI/ARI

NGAWI

Ayo, Kita Bersama Kampanye Damai PEMILU MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

mediaaspirasi@ymail.com

!

PACITAN

PONOROGO, Media Aspirasi – Setelah melakukan kampanye tertutup, kini partai politik maupun para calon legislatif (caleg) mulai memasuki tahapan kampanye terbuka. Adu konsep visi misi ini dimulai Minggu (16/3)

(0352) 489219

MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

PONOROGO

media aspirasi

NGAWI

kemarin hingga Sabtu (5/4) mendatang. Syaifullah, komisoner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ponorogo menegaskan, kampanye terbuka berlangsung selama 21 hari. Jadwal kampanye terbuka

ini sudah ditentukan secara nasional. Pihaknya menjamin tidak akan ada benturan atau kampanye di tempat yang sama. Lantaran, semuanya sudah terjadwal. Sistemnya, satu hari bisa empat hingga lima partai per-dapil. ‘’Su-

dah ditentukan jadwalnya secara nasional. Dibagi per-dapil, tiap hari bisa empat hingga lima partai,’’ sebutnya. Masyarakat yang kepingin melihat jadwal kampanye terbuka, bisa melihat di website kpud-ponorogokab.go.id. ke halaman 11

SK K2=SECANGKIR KOPI Hearing Antara Komisi A dan BKD Terkesan Slintutan

’’Mungkin ada yang nekat pakai atribut (kampanye), monggo saja. Tapi risiko ditanggung sendiri. Kalau NIP (bagi CPNS) tidak jadi keluar, anda yang rugi.’’

PONOROGO, Media Aspirasi - Miris, mendengarkan hasil hearing antara komisi A yang membidangi hukum dan pemerintahan, DPRD Ponorogo dengan Dinas Pendidikan (Dindik) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) membahas kasus K2. Pasalnya dalam hearing tersebut BKD menjelaskan untuk mendapatkan SK honorer berusia 10 tahun seperti kasus OPP, diibaratkan bisa didapat dengan membuatkan secangkir kopi. Itulah kelonggaran aturan yang dikeluarkan oleh BKN. “Jadi diibaratkan membuat kopi bisa dapat surat tugas, kata kepala BKD tadi kalau satkernya membuatkan surat tugas, ya bisa dan sah secara administrasi,”jelas Nur Hamid, sekretaris komisi A menirukan penjelasan ketua BKD. ke halaman 11

TNI Minta Warga Kumpulkan Senjata PACITAN, Media Aspirasi – Pihak Komando Distrik Militer (Kodim) 0801 Pacitan, meminta warga pemegang senjata berburu, khususnya yang berkaliber besar untuk menyerahkan senjatanya. Upaya itu dilakukan guna mencegah munculnya kerawanan dan gangguan kamtibmas selama proses Pemilu 2014 berlangsung. ‘’Warga harus menyerahkan senjata yang mereka miliki selama proses Pemilu,’’ kata Komandan Kodim (Dandim) 0801 Letnan Kolonel (Kav) Susanto Dwi Asmara, Kamis (13/3). ke halaman 11

KESEHATAN Atasi Tingginya Angka Kematian Bayi Dinkes Kirim Bidan Desa

PONOROGO,Media Aspirasi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo, Maret ini bakal melakukan inventarisasi tenaga bidan. Tujuannya, untuk keperluan pemerataan tenaga bidan agar bisa mencapai daerah terpencil. Sehingga, bisa menekan angka kematian bayi akibat kesulitan mendapatkan pertolongan tenaga medis terutama didaerah pelosok. “Selama ini sangat riskan untuk kondisi ibu melahirkan didaerah terpencil seperti desa-desa diKecamatan Ngrayun, Pudak, Badegan, sehingga kita perlu melakukan pemerataan tenaga bidan tersebut,” terang drg Prijo Langgeng Tribinuko, Plt Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo. ke halaman 11

MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

Baru Sebulan, Jalur TeguhanJatigembol Jebol

PNS Ikut Kampanye Terancam Sanksi

KAMTIBMAS

HEARING komisi A DPRD Ponorogo dengan BKD.

MEDIA ASPIRASI/ARI

MARWAN Kepala BKD Pacitan

PACITAN, Media Aspirasi – Pemkab Pacitan memastikan cukup serius menyikapi kemungkinan adanya pegawai negeri sipil (PNS) bermain politik. Sanksi tegas akan dijatuhkan melalui atasan langsung. Bahkan, untuk pegawai yang belum resmi diangkat, khususnya CPNS, Nomor Induk Pegawai (NIP) mereka terancam tidak bakal diterbitkan. ke halaman 11

MEDIA ASPIRASI/ARI

SUPARNO tunjukkan bukti gugatan.

Bupati Amin Digugat Rp 5 Milliar PONOROGO, Media Aspirasi - Sidang mediasi tahap kedua gugatan Lailatun Nifsah kepada Bupati Ponorogo terkait PD BKP Kabupaten Ponorogo, berakhir dengan kesepakatan bahwa mediator penggugat adalah dari Pengadilan Negeri(PN) Ponorogo. ke halaman 11

NGAWI, Media Aspirasi - Proyek peningkatan jalan ruas Teguhan-Jatigembol yang baru sebulan lebih selesai digarap kini kondisi aspalnya jebol. Dibeberapa titik terlihat lubang menganga bahkan tidak jarang menimbulkan kecelakaan bagi pemakainya. Padahal sesuai data sebelumnya peningkatan ruas jalan di jalur Teguhan-Jatigembol yang dikerjakan CV. Selo Putro Mandiri menelan budget Rp1,3 miliar bersumber DAK APBD 2013. ke halaman 11 KONDISI jalan yang sudah terkelupas aspalnya.

Kiprah Eko Mulyadi, Impiannya Ubah ‘Kampung Idiot’

Ajak Mandiri dengan Budidaya Ikan Lele Beri Kailnya, Jangan Hanya Beri Ikannya. Prinsip Ini Lah Yang Ditancapkan DalamDalam Oleh Eko Mulyadi Melihat Kondisi Warga Kampung Idiot Di Ponorogo. Pemuda Berusia 31 Tahun Ini Mampu Mampu Mengubah Kondisi Kampungnya Yang Dahulu Dikenal Sebagai “Kampong Idiot” Kini Menjadi Kampung Mandiri. Apa Kiprah Yang Dilakukannya ? Laporan Ari, dari Ponorogo SETELAH muncul temuan adanya Kampung Idiot di Desa Karang Patihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, perhatian berbagai elemen terus berdatangan silih berganti. Sejumlah bantuan pun digelontorkan, namun sifatnya hanya instan. Artinya putus jika sudah digunakan. Selain itu tidak upaya kongkrit yang dilakukan

pemerintah untuk mengatasi warga yang idiot ini agar bisa mandiri. Pemkab hanya menyalahkan takdir lantaran dengan alibi kampung idiot warisan masa lalu. Hal ini membuat Eko Mulyadi tergerak hatinnya untuk mengajak para pengidap down syndrome (keterbelakangan mental) menjadi mandiri. Melalui inisiatifnya, ia mampu memberdayakan sekitar 98 penderita tunagrahita yang ada di desanya dengan mengajarkan hidup mandiri agar tidak terlalu tergantung pada orang lain maupun lingkungannya. Salah satu cara yang dilakukannya yakni melalui medium budidaya ikan lele. Konsep Eko, sapaan akrabnya membuat kolam ukuran 1 x 2 meter yang dibangun di setiap rumah warga penyandang tunagrahita. Warga penyandang tunagrahita memiliki sekaligus bertugas mengelola kolam yang berisikan 1.000 ekor bibit lele itu, mulai dari memberi pakan, membersihkan kolam, hingga penggantian air kolam. Dari setiap kolam itu rata-rata dapat menghasilkan laba Rp 150.000 hingga Rp 250.000 setiap kali panen yang dilakukan tiga bulan sekali. Dari uang hasil usaha bu-

MEDIA ASPIRASI/ARI

EKO MULYADI bersama warga idiot di Karang Patihan. didaya ikan itu, kini para penyandang tuna grahita itu dapat membantu menghidupi diri sendiri. “Uang hasil panen lele mereka tukarkan dengan berbagai macam kebutuhan pokok untuk pemenuhan kebutuhan hariannya,” sebutnya. Awal perjuangannya dimulai sejak ma-

hasiswa. Dengan statusnya sebagai agent of change itu, ia mulai menggunakan jaringannya untuk memulai gerakan perubahan di desanya. Tak jarang ia mengajak serta para donatur potensial untuk ikut mengunjungi desanya. ke halaman 11


4

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

POLITIK

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

Sudah Tahu Rusak, Belum Juga Diganti NGAWI, Media Aspirasi – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ngawi sudah menemukan 3.221 surat suara rusak. Tercatat, dalam kerusakan ini meliputi surat suara untuk DPR RI sebanyak 2.694 lembar ditambah DPD 527 lembar. Total kerusakan surat suara tersebut diketahui setelah dilakukan proses penyortiran dan pelipatan sampai hari ke-6 terhitung sejak Selasa (11/3) lalu di gedung serba guna Eka Kapti Ngawi. ‘’Surat suara yang dinyatakan rusak akan kami laporkan ke KPU pusat setelah

proses penyortiran dan pelipatan ini selesai. Tetapi, sampai sekarang kami masih dalam pengumpulan data,’’ ujar Danik Kusumawati, komisioner KPUD Ngawi Bidang Logistik, Minggu (15/3). Jelas Danik, kebanyakan surat suara yang mengalami kerusakan diakibatkan sobek, ada tetesan tinta dan pemotongan miring. Ribuan surat suara yang bermasalah ini terdiri dari 732 boks, baik DPR-RI maupun DPD. Sedangkan surat suara yang kondisinya baik untuk DPR RI, sebanyak 729.998 lembar serta

729.418 lembar untuk DPD. Ia menambahkan, surat suara rusak tersebut akan dilaporkan ke KPU pusat untuk diganti. Pelipatan surat suara maupun proses penyortiran di KPUD Ngawi ditarget bisa selesai pada 25 Maret mendatang. Untuk mengejar target sesuai jadwal, pihaknya menambah kembali jumlah tenaga pelipat dan penyortiran menjadi 410 orang yang sebelumnya cuma 177 orang. Pengiriman surat suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan dimulai pada 5 April

Dana Kampanye PDI-P Tembus 2 Milyar MAGETAN, Media Aspirasi - Para partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif 2014 telah melaporkan dana kampanye ke KPUD Magetan. Dari hasil pelaporan tersebut, tercatat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai dengan dana kampanye terbesar. Ini setelah Komisi Pemilihan Umum Daerah kabupaten (KPUD) Magetan melakukan rekapitulasi tahap 2 atau tahap terakhir pada Minggu (2/3) lalu. Dari rekapitulasi yang dilakukan KPUD Magetan, Partai berlambang Banteng Moncong Putih tersebut mendaftarkan dana kampanyenya sebesar Rp 2.534.895.000. Disusul dengan Partai Golkar dengan dana kampanye sebesar Rp 1.286.146.000.Sedangkan dana kampanye terkecil adalah partai PKPI, dengan dana kampanye sebesar Rp 69.500.000. Komisioner KPUD Magetan Agus Suprihatin menjelaskan, Dana tersebut adalah bagian sosialisasi. Dana yang dilaporakan para peserta pe-

milu tersebut berasal dari dana partai serta caleg. ”Dari rekapitulasi terakhir per tanggal 2 maret lalu, hasilnya seperti itu. Dan ini adalah rekapitulasi terakhir,” jelasnya, Jumat (14/3) Sekadar diketahui, untuk Kabupaten Magetan peserta Pemilu akan diikuti oleh 427 Caleg dari 12 partai. Mereka akan memperebutkan 45 kursi dewan. Dari 12 partai tersebut sudah menyampaikan laporan dana kampanye ke kantor KPUD Magetan. Sementara itu, dana kampanye yang telah dilaporkan ke KPUD Magetan, akan di gunakan oleh parpol dalam melakukan kampanye jelang Pileg. Selanjutnya, peserta pemilu akan diminta lagi melaporkan penerimaan dan penggunaan dana kampanyenya tersebut. Pelaporan itu dilakukan 15 hari setelah hari pemungutan suara atau tanggal 24 April 2014 mendatang. Tak hanya itu, dana tersebut akan diaudit oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk KPUD Magetan. (rd)

mendatang. Distribusi surat suara akan dilakukan hingga 8 April atau satu hari sebelum Pemilu dilaksanakan. Saat ini, lanjut dia, seluruh surat suara telah diterima KPUD Ngawi. Baik DPR-RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Ngawi mencapai 723.098 Pemilih. Yang terdiri dari 352.718 Pemilih laki-laki dan 370.380 pemilih perempuan. Mereka akan memberikan hak suaranya di 1.979 TPS yang tersebar pada 19 kecamatan. (pr/dik)

KPUD Ngawi sengaja menambah tenaga penyortir, lantaran diketahui banyak surat suara yang kondisinya rusak.

HATI-HATI RESES

PACITAN, Media Aspirasi – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pacitan, tengah melakukan pengawasan ketat terkait pelaksanaan kampanye Pemilu. Sebab, fase kampanye terbuka berbarengan dengan masa reses anggota dewan. Khususnya pada potensi penyimpangan fasilitas negara. ‘’Jika kami temukan pelanggaran, akan kami laporkan ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu),’’ kata Ketua Panwaslu Pacitan Berty Stefanus Rindengan, Jumat (14/3). Seperti diketahui, 45 anggota DPRD Kabupaten Pacitan akan menjalankan reses pada tanggal hingga 20-21 Maret pekan ini. Diketahui, hal itu bersamaan dengan pelaksanaan kampanye. Sehingga rawan penyalahgunaan dana reses untuk kegiatan kampanye para wakil rakyat yang saat Pemilu legislatif (Pileg) tahun ini kembali macung. Menurut Berty, karena kegiatan reses

dibiayai pemerintah, ketika melakukan reses anggota dewan yang bersangkutan posisinya adalah sebagai wakil rakyat. Bukan sebagai calon legislatif. Sehingga jika masa reses kemudian digunakan untuk menggelar kampanye, Panwaslu akan mengambil tindakan karena merupakan sebuah pelanggaran. ‘’Nanti hukumannya berupa sanksi administratif,’’ ucapnya. Berty menjelaskan, memanfaatkan reses untuk kampanye caleg merupakan pelanggaran yang terdapat dalam surat edaran (SE) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Isinya terkait larangan penggunaan fasilitas negara maupun anggaran pemerintah untuk kegiatan kampanye. Untuk itu, pihaknya mulai lebih ketat mengawasi setiap gerak-gerik para caleg yang terindikasi melanggar aturan tersebut. ‘’Kami akan pantau dan awasi terus kegiatan resesnya,’’ katanya. Selain melakukan pengawasan ter-

hadap berbagai kegiatan kampanye terbuka para caleg, Panwaslu juga mencermati Laporan Dana Kampanye (LDK) yang sudah diterima untuk mengetahui kemungkinan adanya laporan dana kampanye yang fiktif. Untuk itu mereka akan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan. Sedangkan pengawasan menjelang kampanye terbuka dalam bentuk rapat umum, Panwaslu meminta jajaran pengawas di tingkat bawah lebih proaktif dalam pengawasan kampanye mengingat aktivitas politik semakin padat. ‘’Relawan kami sudah siap dan PPL (Pengawas Pemilu Lapangan) juga sudah kami instuksikan untuk meningkatkan pengawasan dari sebelumnya. Apabila ditumukan adanya indikasi yang mengarah pada suatu pelanggaran kampanye, dapat dilaporkan untuk segera ditindaklanjuti sesuai aturan,’’ terang Berty. (dv/dik)

Bintoro Eko Purdianto, S.Kom, Caleg Partai Hanura, Dapil 2 Magetan, Nomor Urut 4

Buka Akses Luas kepada Masyarakat via HP dan Website MELEPAS predikat jurnalis, tak lantas menjadikan Bintoro Eko Purdianto berdiam diri. Mantan karyawan Radar Madiun ini, mengaku ingin mengaplikasikan ilmunya selama ini, untuk membantu merealisasikan aspirasi masyarakat. Menjadi calon anggota legislatif (caleg), adalah sarana dia untuk mengabdi dan menjembatani sekaligus merealisasikan harapan dan aspirasi masyarakat banyak. Walhasil,

kini dia tercatat sebagai caleg Partai Hanura, nomor urut 4, dengan daerah pemilihan (Dapil) 2 Magetan, meliputi Kecamatan Karas, Karangrejo, Kartoharjo dan Kecamatan Barat. ‘’Sebagaimana kita tahu, fungsi anggota DPRD itu ada tiga. Yakni legislati, anggaran dan pengawasan,’’ terang Bintoro kepada Media Aspirasi, Selasa (18/3). Fungsi legislasi, menurutnya, bakal dilakukan dia dengan bersinergi bersama sejumlah

kawannya yang berlatarbelakang pakar hukum dan politik. Sinergi dengan pemerintahan, sudah pasti tak sulit dilakukannya. Sebab, Bintoro tercatat sebagai salah satu anggota tim pemenangan pasangan H Sumantri dan Samsi (SMS) pada Pilkada 2013 lalu. Dia masuk dalam jaringan Magetan Optimis yang berafiliasi dengan Mas Mantri Centre (MMC). Fungsi kedua adalah anggaran. Menurutnya, ini adalah landasan dirinya maju sebagai calon wakil rakyat. Sebab, ketika mampu duduk menjadi anggota DPRD, Bintoro mengaku bakal mengawal alokasi anggaran APBD Magetan yang nilainya cukup fantastis. ‘’Sehingga, serapan anggaran itu bisa maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Bukan untuk kepentingan segelintir pihak tertentu,’’ tandas pria asal Desa Patihan, Kecamatan Karangrejo, Magetan ini. Fungsi ketiga, yakni pengawasan, dimaknainya sebagai makanannya sehari-hari selama bergelut di dunia media. Menurut dia, pengalamannya sebagai jurnalis yang notabene pengontrol fungsi pemerintahan, bakal diaplikasikannya ketika dipercaya masyarakat untuk menjadi wakil rakyat. ‘’Saya akan mempertanggungjawabkan itu semua. Saya siap dihubungi kapan saja, melalui nomor 085 235 550 004. Saya juga siapkan website beralamat di www.bintoro.org,’’ urai pengusaha kelahiran 27 Februari 1980 ini. Website tersebut, menurut dia bakal diisi dengan laporan pertanggungjawabannya selama duduk dan beraktivitas sebagai anggota DPRD. Sarjana ilmu komputer Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta ini, memastikan bakal konsisten memegang amanah rakyat, jika kelak dipercaya untuk duduk di DPRD Magetan. (rud/dik)

MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

BINTORO EKO PURDIANTO, S.Kom

Media ASPIRASI

Pemimpin Redaksi: Welas Arso. Redaktur Pelaksana: M Andhika. Staf Redaksi: Endang Widayati, Ari. Koresponden Daerah: Elsi Budi Cah­yono, Dv Kuncara (Pacitan), Bambang (Trenggalek), Maksum Choiri, Roedy (Magetan), Didik Purwanto (Ngawi), Antok (Madiun). Tata Artistik/Grafis: Loekman, Khafidz. Sirkulasi: Endik. Even Organizer: Yuliana, Wiwik Rahayu Wulandari. Keuangan: John Elit Al-Qadry (Manajer), Mila Karaman. Se­kretaris Redaksi/SDM/Iklan: SELANGKAH LEBIH DEKAT ! Mila Karaman. Bagian Umum: Indah (Manajer). Penerbit: CV Media Aspirasi. Nomor SIUP: 503/0559/KP/405.27/PDK/VIII/2013 Direktur Utama: Eka Putra. General Manager: Imam Mahfudz. Tim Advokasi: Patra M Zein, SH, MH, dkk Percetakan: PT Temprina Media Grafika (Jawa Pos Group). Alamat Redaksi/Iklan/Pemasaran: Jalan Kalimantan 127 Ponorogo, Jawa Timur. Telepon Redaksi: 0352-489219, 085257445513. Telepon Iklan: Mila 0857316176744 (hunting). Telepon Pemasaran/Langganan: 0352-489219 (hunting) Mila 0857316176744. Perwakilan Pacitan: Jalan Gajah Mada 24 Pacitan. Telp. 0357-883387, 081359312004. Perwakilan Trenggalek: Perumahan Bukit Sambirejo Asri. Telp. 082142030014. Perwakilan Magetan: Jalan Timor 36, Magetan. Telp. 085790301088. Perwakilan Ngawi: Jalan Thamrin 14, Ngawi. Telp. 085334150978. Perwakilan Jakarta: Rukan Cempaka Mas, Blok M1/29, Jalan Letjend Soeprapto, Jakarta Pusat. Telp. 021-42881625

Wartawan Media Aspirasi selalu dibekali Kartu Pers dan dilarang menerima atau meminta uang/barang dari sumber berita selama bertugas. Gunakan Hak Jawab Anda. Media Aspirasi membuka ruang hak jawab sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Redaksi menerima sumbangan tulisan atau foto-foto menarik dan layak muat dari pembaca. Naskah atau foto bisa dikirim ke alamat redaksi atau melalui email: redaksimediaaspirasi@gmail.com. Semua artikel dengan kode (adv) atau advertorial adalah Pariwara/Iklan.


PACITAN

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

5

JLS PLOSO NGALAMAT MANDEG? PACITAN, Media Aspirasi – Proyek pembangunan lanjutan jalur lintas selatan (JLS) di ruas Desa Sirnoboyo hingga Kelurahan Ploso, hingga kini masih menggantung. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kepastian kapan selesainya. Walhasil, megaproyek nasional yang dirintis sejak periode pertama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, ngalamat alias tak menutup kemungkinan bakal mandeg di tengah jalan. Suyatni, pelaksana administrasi UPT Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V

Atas Sungai Grindulu, Bakal Dibangun Jembatan 750 Meter

di Pacitan menjelaskan, mandegnya pembangunan jalur penghubung kota dengan jalur utama JLS itu, disebabkan lantaran duit untuk membangun jalan sepanjang 4,8 kilometer tersebut hanya ada Rp 20 Miliar. Padahal, kebutuhannya jauh dari nominal tersebut. ‘’Itu belum cukup untuk membangun keseluruhan JLS ruas Ploso-Sirnoboyo. Itu belum lagi

untuk pengaspalan. Karena mungkin hanya cukup untuk pengurugan saja,’’ terang Suyatni. Menurutnya, saat ini tahap pembangunan JLS lanjutan tersebut, baru tahapan lelang. Sebab, butuh waktu yang tidak singkat, untuk menentukan pemenangnya. ‘’Rencananya mungkin bisa tergarap mulai semester kedua tahun 2014 ini,’’ ujar Suyatni.

Dia memprediksi, masa untuk merampungkan keseluruhan pembangunan JLS ruas Ploso-Sirnoboyo adalah sekitar dua hingga tiga tahun. Itu pun dengan sistem multiyears dan penggunaan dana yang tidak sedikit. Pertimbangannya, di JLS ruas ini tidak sekadar membuka lahan warga yang telah dibebaskan. Tetapi juga membangun jembatan di atas Sungai Grindulu dan satu jembatan lingkar di Sirnoboyo. ‘’Prosesnya masih dalam perencanaan menyusun desainnya,’’ lanjutnya. Selain itu, untuk jembatannya membu-

tuhkan biaya lebih besar daripada jalannya. Sehingga, kepastian besaran dana yang dibutuhkan bisa diketahui setelah desain jembatan rampung disusun tim konsultan dari Surabaya. Awalnya, panjang jembatan itu diusulkan 250 meter. Namun, seiring hitung-hitungan tim konsultan, jembatan yang akan dinamai Grindulu II itu menjadi 750 meter. Sedangkan dana yang sudah tersedia saat ini hanya total Rp 75 miliar. ‘’Dana itu belum termasuk pembangunan jembatan lingkar Ploso-Sirnoboyo,’’ tukasnya. (bc/dik)

MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

SALAH satu minimarket di Kecamatan Pacitan, yang dipastikan belum mengantongi izin. Meski sudah dilapori BPMPP, Satpol PP belum juga mengambil tindakan.

Pemkab Merugi Puluhan Juta, Satpol PP Masih Diam Ratusan Hektare Padi Terdampak Banjir PACITAN, Media Aspirasi – Bencana alam banjir yang melanda wilayah Pacitan di awal tahun ini, tak hanya merusak ratusan hektare tanaman padi. Namun juga berdampak pada jumlah panenan. Meski demikian, hal tersebut diyakini tak akan berpengaruh terhadap stok pangan. ‘’Tentu (mempengaruhi jumlah panen). Kalau terkena bencana luas, panenan kita berkurang,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) setempat Pamudji, Rabu (12/3). Namun demikian, Pamudji tidak menyebut secara pasti taksiran berkurangnya jumlah panenan akibat bencana alam itu. Dia beralasan, pihaknya belum menghitung nilai kerugiannya. Tetapi dari data Distanak diketahui, selama banjir di awal tahun 2014 ini, sebanyak 106 hektare tanaman padi mengalami kerusakan. Sebagian besar lahan tanaman padi terdampak berada di wilayah Kecamatan Pacitan. Para petani dipastikan gagal panen setelah padi yang rata-rata masih baru berusia sekitar satu bulan mati terendam banjir dalam waktu yang cukup lama. Di wilayah Kecamatan Pacitan sendiri, ada sejumlah titik lahan pertanian rawan terendam banjir. Di antaranya Desa Sukoharjo, Sirnoboyo, Kelurahan Baleharjo, dan Kelurahan Sidoharjo, serta Ploso. Di Kelurahan Sidoharjo, misalnya. Ketika banjir datang, puluhan hektare sawah di kawasan Lingkungan Barehan tergenang. Penyebabnya karena kondisi talud penahan banjir dari Sungai Grindulu kondisinya kritis. Sehingga air mudah meluap. Demikian pula dengan lahan di wilayah Kecamatan Ngadirojo. Bahkan, karena seringnya terendam, petani harus melakukan penanaman ulang sampai empat kali. Meski ratusan hektare terdampak banjir, namun Pamudji berharap penurunan hasil panen tertutupi oleh lahan lain yang selamat dari bencana alam. Dengan demikian, jumlah panenan tidak akan berkurang signifikan yang dapat berdampak pada ketersediaan bahan pangan di Kota 1001 Goa ini. Untuk kerugian materiil sendiri diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hanya saja petani tidak akan mendapatkan kompensasi seperti yang diperoleh korban bencana alam tanah longsor. ‘’Tidak dialokasikan. Karena di APBD dana lebih terfokus pada bencana yang terdampak pada manusianya,’’ terang Pamudji. Karena tak dialokasikan di APBD, maka Distanak melaporkannya ke Dinas Pertanian Provinsi Jatim maupun Kementerian Pertanian (Kementan). Hanya saja sampai kini belum ada petunjuk lebih lanjut penanganannya. Selain itu, Distanak juga berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). ‘’Sebagian lahan yang terkena bencana banjir telah kami ikutkan dalam fasilitasi pelaksanaan program tahun 2014. Ada fasilitasi untuk pengelolaan lahan system of rice intensification (SRI),’’ jelas Pamudji. (dv/dik)

PACITAN, Media Aspirasi – Minimarket di Pacitan mulai menjamur di setiap titik keramaian. Namun, rupanya tidak semua mengantongi izin. Padahal, dampaknya cukup serius: sejumlah para pengusaha toko kelontong tradisional gulung tikar. Lutfi Aizah, kasubid Pemrosesan dan Penerbitan Badan Penanam Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Pacitan membenarkan masih ada beberapa minimarket yang tidak berizin. Utamanya minimarket waralaba. Dia mencontohkan seperti minimarket di kawasan Cuwik, atau Jalan Gatot Subroto. Izin yang belum dikantongi adalah izin mendirikan bangunan (IMB), serta izin gangguan (HO). ‘’Padahal minimarket itu sudah berdiri sejak tahun 2012 lalu,’’ jelas Lutfi. Dia menduga, pemilik toko modern itu sengaja mengoperasikan toko tanpa doku-

men resmi dengan harapan memperoleh izin yang bakal diurus kemudian. Artinya, ada upaya dari Pemkab Pacitan untuk menerbitkan izin. ‘’Itu salah besar. Kami tidak akan menerbitkan izin. Sampai pemilik minimarket itu melengkapinya. Dengan kata lain, pengusaha tersebut telah melanggar Perda Nomor 20 Tahun 2011 tentang Retribusi IMB,’’ tegasnya. Masih menurut Lutfi, akibat dari itu, Pemkab Pacitan merugi puluhan juta rupiah karena retribusi tak terbayarkan. ‘’Sanksinya administratif berupa bunga 2 persen setiap bulan dari retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih menggunakan surat retribusi daerah oleh DPPKAD,’’ tandasnya. Sanksi lainnya, lanjut Lutfi adalah penutupan atau penyegelan paksa oleh Satpol PP. Sebenarnya, Lutfi mengaku bahwa pi-

haknya sudah meminta Satpol PP untuk menyegel toko modern tersebut. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjutnya. ‘’Kami juga sudah memberikan peringatan kepada pemilik toko, tapi tidak digubris,’’ jelasnya. Lutfi menambahkan, dari 17 minimarket di hampir seluruh wilayah Pacitan, hanya dua toko yang bermasalah izinnya. Selain di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Pacitan, satu minimarket lainnya di depan Pasar Kecamatan Arjosari. Pemilik toko modern di Arjosari itu masih belum memperbarui IMB maupun HO yang mereka buat tahun 2009 lalu. ‘’Harus diperbarui izinnya. Karena saat itu hanya terekam manual. Jadi, perlu diperbarui untuk dimasukkan ke database. Jika sampai berlarut, akan bisa dikenakan sanksi lebih lanjut,’’ pungkasnya. (bc/dik)

Pastikan Bisa Cetak SPPT Mandiri MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

PETUGAS DPPKAD mengecek kondisi mesin pencetakan SPPT. Dengan keberadaan mesin tersebut, dipastikan serapan pajak ke daerah lebih maksimal.

PACITAN, MediaAspirasi – Mulai tahun 2014, pengelolaan pajak bumi dan bangunan sudah bisa dicetak Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pacitan. Heru Sukresna, kepala DPPKAD Pacitan mengatakan, saat ini pencetakan SPPT tidak lagi menunggu dari KPP Pratama Ponorogo. ‘’Semua sudah berjalan baik. Dan semoga dalam pendistribusian SPPT nanti juga lancar. Selama di lapangan, kami juga tidak menemui kendala. Untuk itu, harus ada kesepahaman yang baik dengan penanggungjawab lapangan. Yakni camat dan kepala desa serta jajaran aparat desanya,’’ katanya, Jumat (14/3) kemarin. Untuk itu, potensi pajak bumi dan bangunan harus maksimal. Maklum, potensi pajak di Pacitan, menurut Heru, masih terbatas. Sebelumnya, Pacitan hanya mendapatkan lebih banyak dari bagi hasil pajak yang disetorkan, karena sistem pembagiannya berdasarkan prosentase

nasional. Sementara, Marsandi, kabid Pendataan dan Penetapan Pajak DPPKAD Pacitan menjelaskan, dengan pelimpahan kewenangan penarikan pajak daerah ini, maka dalam waktu dekat Pemkab Pacitan akan melakukan pendataan ulang. Meliputi, objek pajak, objek baru, hingga penataan kelas tanah. Melalui upaya tersebut, pemungutan pajak bumi dan bangunan diharapkan lebih maksimal. ‘’Kami akan lakukan pendataan ulang bertahap mulai 2015,’’ jelasnya. Marsandi menambahkan, saat ini pencetakan SPPT dan kelengkapan lain hampir selesai. Dengan dua mesin cetak berkecepatan tinggi. Satu mesin dapat mencetak 2000 lembar setiap jam. Dari 12 kecamatan, tinggal tiga kecamatan yang masih proses cetak. Yakni Kecamatan Sudimoro, Ngadirojo dan Tulakan. ‘’Targetnya, akhir bulan ini selesai dan siap didistribusikan,’’ pungkasnya. (bc/dik) MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

Awas! Suara Caleg Perempuan Rawan Dicuri PACITAN, Media Aspirasi – Menjelang pelaksanaan pemilu legislatif 9 April mendatang, calon legislator perempuan diminta meningkatkan kewaspadaan. Sebab, suara mereka-lah yang paling rawan dicuri atau dipindahkan ke caleg lain. Nanik Hariyati, caleg DPR RI dari dapil VII Jawa Timur mengaku bahwa pada hari-H pencoblosan, caleg perempuan dianggap paling lemah dan pasrah kalau dirugikan. Selain itu, suara perempuan juga rawan dicuri. ‘’Mereka pun jarang memiliki saksi pribadi. Se-

mentara saksi dari partai, umumnya cenderung dari caleg pria,’’ jelasnya. Selain itu, berbagai modus pencurian suara antara lain memotong suara caleg dengan menghapus angka nol di akhir urutan angka. Maka dari itu, pihaknya mengimbau khususnya kepada caleg perempuan untuk lebih menguatkan saksi di setiap TPS. ‘’Karena kita berjuang mati-matian untuk memperoleh suara demi mewakili aspirasi masyarakat nantinya. Untuk itu, KPUD dan Panwaslu saya harapkan bisa maksimal dan jujur dalam menjalankan tugasnya,’’ harapnya. Mengenai upaya yang dilakukannya sendiri, Nantik mengaku bakal lebih menguatkan saksi-saksi di setiap TPS se-Dapil VII Jatim. Bagi dia, para saksi tersebut harus diberikan pembekalan sebelumnya. ‘’Saksi kalau bisa harus mencatat hasil penghitungan di TPS serta mengabadikan gambar (foto, Red). Serta mengawal sampai penghitungan akurat terakhir di KPUD,’’ tandasnya. (bc/dik/ser) MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

NANIK HARIYATI Caleg DPR RI dari dapil VII Jawa Timur

Frustasi, Pemuda Semanten Bunuh Diri JASAD Arif Makmum sebelum dilakukan evakuasi, tergeletak di dasar jurang sungai yang tak jauh dari rumahnya, Selasa (18/3) kemarin. PACITAN, Media Aspirasi – Arif Makmum, pemuda 24 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan seutas tali plastik di pohon jati, di hutan belakang rumahnya Dusun Glonggong, Desa Semanten. Korban nekat bunuh diri diduga lantaran penyakit malaria yang sudah menahun dideritanya tak kunjung sembuh. Menurut Supri, seorang saksi yang juga tetangga korban, korban memang sudah lama mengeluh tentang penyakit malarianya tak kunjung sembuh. Dan sudah sejak pukul 03.00 WIB dini hari, korban keluar dari rumah. Seluruh warga pun telah mencarinya ke berbagai penjuru sampai sore hari. ‘’Entah apa yang memaksa diri saya naik ke atas hutan. Sambil jalan, saya menghubungi nomor HP korban,’’ kata Supri, pada, Selasa (18/3) kemarin. Tak pelak, Supri mengaku mendengar suara dering HP yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Dia lantas meng-

hampiri suara dering itu. Tapi alangkah kagetnya dia ketika melihat jasad Arif Makmum sudah tergeletak di dasar jurang sungai dengan kondisi telungkup. ‘’Spontan saya berteriak minta tolong kepada warga. Saat itu juga warga berdatangan dan langsung melaporkan ke Polsek Kota. Saya menemukan jasad Arif Makmum pukul 15.10 WIB,’’ tandasnya. Kapolsekta Pacitan AKP Sardjono menjelaskan, berdasarkan informasi dari keluarga, korban keluar dari rumah sejak pukul 03.00 WIB pagi, Selasa (18/3) kemarin. Keluarga dan warga setempat sempat mencari ke para tetangga, namun tak ada hasil. Setelah ada salah satu warga mencari ke hutan belakang rumahnya, korban ditemukan sudah tidak bernyawa. ‘’Warga langsung melaporkan ke pihak kami. Berdasarkan hasil otopsi dan indentifikasi forensik Polres Pacitan, korban murni bunuh diri,’’ pungkas Sardjono. (bc/dik)


6

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

MADIUN

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

MADIUN “SURGA” BAGI PL ASAL LUAR DAERAH

MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

PUREL disebuah lokasi karaoke yang didinyalir dari luar kota. MADIUN, Media Aspirasi - Madiun sebagai kota purel, mungkin itulah kata yang saat ini sering didengar di kota pecel ini. Betapa tidak, ratusan pemandu lagu (PL) karaoke dari luar kota, saat ini menyerbu Kota Madiun. PL sendiri merupakan sebutan bagi seorang yang menemani atau melayani tamu konsumen pengguna jasa karaoke untuk bernyanyi. Bahkan di salah satu tempat hiburan malam di Kota Madiun, ter-

ungkap bahwa saat ini PL tidak hanya menemani atau melayani tamu untuk karaoke saja. Namun sekarang ini seorang PL sudah banyak berkembang berubah dari perkerjaan biasanya. Sebagian PL pun bisa diajak kencan oleh pelanggannya. Apalagi dengan modal pakaian yang ketat serba mini dan seksi menarik perhatian pelanggan. Pelanggan pun tidak hanya sekedar bernyanyi di room karaoke, terkadang berpelukan, ber-

ciuman, bahkan bisa terjadi ada adegan "mesum" di room karaoke. Menurut data Satpol PP, Kota Madiun terdapat lebih dari 20 cafe yang menyebar ditiga kecamatan yang ada di Kota Madiun dengan 254 lebih karyawan. Sedangkan jumlah PL yang terdata baru sekitar 180 an. Jumlah tersebut baru sebagian, di pastikan masih banyak PL yang belum terdata. Sementara itu Kasatpol PP, Kota Ma-

diun, Bambang Subanto saat ditemui Media Aspirasi mengatakan,”jumlah PL dari pendataan Satpol PP itu sejumlah 180 lebih. Cuma itu tidak menutup kemungkinan belum semuanya terdata, kebanyakan PL tinggal di rumah-rumah kos yang menyebar di Kota Madiun, sebagian mengaku lebih suka kontrak rumah untuk menghindari razia yang di lakukan Satpol PP ada yang tinggal di mess (tempat penampungan yang dise-

nya bekerja tidak pada satu cafe atau freelance. Sehingga pihaknya mengaku kesulitan dalam melakukan pendataan,” pungkas Bambang. Oleh karena itu dengan banyaknya “exsodus” PL dari luar daerah ini masyarakat Madiun perlu mengkhawatirkan adanya image buruk terhadap Kota Madiun dan akan terkenal dengan julukan sebagai Kota Purel.(tok/so)

Harga Gabah Di Madiun Di Atas HPP

LINTAS Disembelih, Ayam Tetap Hidup MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

AYAM ajaib, dengan kondisi leher hampir putus tetap hidup. MADIUN, Media Aspirasi - Seekor Ayam jago milik warga Desa Kranggan, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun menggegerkan warga masyarakat Kabupaten Madiun, dikarenakan meski telah disembelih lebih dari seminggu yang lalu, ayam jago berwarna putih itu masih terlihat segar bugar seperti ayam sehat walaupun saluran tenggorokan dan saluran nafasnya sudah putus total teriris pisau, anehnya nyawa ayam tersebut masih belum mau keluar dari raganya, bahkan uniknya lagi ayam jago tersebut masih bisa berlari kencang dan masih sulit untuk ditangkap padahal kepala ayam tersebut sudah kelihatan "terkulai" Ketika Media Aspirasi mencoba memberikan makanan berupa beras, ayam jago tersebut masih kelihatan bernafsu memakannya, tetapi lucunya beras tersebut tidak masuk ke temboloknya namun keluar lagi dan jatuh ke tanah lewat lubang di lehernya yang masih menganga dengan darah sedikit mengering. Seperti yang diceritakan oleh Baidowi si empunya ayam ajaib itu,"kurang lebih 8 hari yang lalu, saya bermaksud akan mengadakan selamatan dan menyembelih 7 ekor ayam tetapi ketika 6 ayam tersebut terlihat mati, saya dikejutkan oleh seekor ayam yang urat lehernya sudah putus total, melompat dan berlari kencang masuk kebun, bahkan membutuhkan waktu 1 jam untuk bisa menangkap ayam itu kembali, dan memasukkan ayam tersebut kekurungan dan masih hidup hingga sekarang ujarnya. Baidowi juga menambahkan jika pada akhirnya ayam tersebut harus mati, dirinya tidak akan memakan daging ayam tersebut tetapi akan dikuburkan, karena dia sangat percaya, menurut agama islam daging ayam tersebut haram, karena seharusnya ayam tersebut sudah mati seminggu lalu apalagi cara menyembelihnya sudah sesuai syariat agama pungkas Baidowi.(tok/so)

MADIUN, Media Aspirasi - Musim panen raya tanaman padi mulai berlangsung di sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun, seperti contoh awal Maret ini sejumlah petani di desa Gunung Sari Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun memanen hasil padinya dengan suka cita, dikarenakan petani pada musim panen kali ini bisa menikmati kenaikan harga gabah dibanding musim panen sebelumnya. Pada musim panen sekarang harga gabah kering panen di tingkat petani berkisar Rp 3500,- perkilogramnya, sedangkan untuk harga gabah kering giling berkisar Rp 4500,- perkilogramnya. Harga ini lebih tinggi dibanding Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang sudah ditetapkan, yaitu untuk harga gabah kering panen Rp 3300,- perkilogramnya dan harga gabah kering giling Rp 4200,- perkilogramnya, ini menjadikan para petani sedikit gembira. Seperti kata Sukino salah seorang petani di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun," pada musim panen kali ini selain ada peningkatan harga gabah diatas Harga Pembelian Pemerintah atau HPP, hasil panen tanaman padi kita juga mengalami peningkatan dibanding musim panen lalu, meskipun awalnya kita sedikit was-was dengan guyuran hujan abu yang kemarin, yang dikuatirkan mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi kita, tetapi ternyata tidak terbukti,”tukasnya. Namun lain halnya dengan Suparti salah seorang anggota kelompok tani di Kecamatan Madiun yang mengatakan, "meskipun hasil panen dan harga gabah relatif mengalami kenaikan namun kondisi ini secara umum belum bisa meningkatkan kesejahteraan para petani karena untuk mengimbangi tingkat inflasi diharapkan pemerintah seyogyanya meningkatkan HPP sekitar 30% dibanding HPP selama ini tutupnya. (tok/so)

MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

PANEN padi disalah satu desa didaerah Madiun.

Buntu, Asongan KAI Demo Lagi MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

PERCAYAKAN PROMOSI USAHA ANDA

Hanya di

Media

diakan pemilik tempat hiburan), banyak juga yang kos. Tapi karena sering razia, akhirnya banyak yang kontrak rumah,”Ujar Bambang. Bambang juga me­nam­bah­kan,­“ke­ banyakan PL yang masuk di Kota Ma­ di­un berasal dari Jawa Barat. Namun sudah ada sebagian yang berpindah dan memiliki KTP Kota Madiun. menurutnya, pihak Satpol PP kesulitan dalam melakukan pendataan dikarenakan banyak PL yang sifat-

ASPIRASI

Telp. (0352) 489219 PARA demonstran menuntut kejelasan PT. KAI.

Ancam Ajukan Uji Materi Ke Mahkamah Konstitusi MADIUN, Media Aspirasi – Ratusan pedagang asongan kembali menggelar demo, lantaran diberlakukanya larangan untuk berjualan kembali di stasiun Besar Madiun, Rabu(13/03). Dalam menggelar aksinya, mereka didampingi Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat Madiun, berusaha bertemu kepala Daop VII Madiun, Ahmad Najib Tawang Alun. Namun upaya mereka terhenti lantaran dihadang anggota Polsuska. Aksi saling­dorongpun tak bisa dihindari yang akhirnya terjadi bentrok antar kedua belah pihak, hingga mengakibatkan

seorang pedagang asongan bernama Wahyudi, terkena tendangan anggota Polsuska. Insiden yang terjadi ini mengakibatkan situasi memanas, untuk meredam bentrokan berlanjut akhirnya aparat keamanan memperbolehkan 5 perwakilan dari pendemo untuk masuk melakukan mediasi dengan Kepala Daop VII Madiun, namun hanya ditemui manager Koperasi PT KAI Daop VII Madiun, Suwarsi. "Karena kepala Daop tidak berada ditempat, kami tidak bi­sa memberi solusi apa apa, dan se­ suai dengan peraturan yang ber­ l­ aku PT KAI tetap melarang a­songan berjualan di dalam Sta­ siun,”ucap Suwarsi. Mendengar jawaban yang tidak memuaskan ini, perwakilan pendemo tersulut emosinya, mer-

eka langsung memberikan ancaman dengan akan melontarkan gugatan secara hukum. Diwakili tokoh LSM dari LBH Bhirawa, Ros­ sy Pamudji, para pedagang asongan ini akan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi. "Kalau tidak ada solusi, kami akan menggugat secara hukum, dengan uji materi di Mahkamah Konstitusi karena undang undang PT KAI no 23 tahun 2007 tentang tidak memberi kesempatan berjualan kepada asongan bertentangan dengan UUD 45 Pasal 27,”ucap Rossi lantang. Disebutkanya, warga negara berhak berdagang atau berju­ alan dimana saja termasuk di tem­ pat umum, jadi menurutnya Undang - Undang PT KAI ter­s­ebut melanggar hak sosial masyarakat termasuk hak para pedagang asongan. (tok/so)


NGAWI

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

PASIEN MELAHIRKAN ‘KELELERAN’

PARA ibu yang baru melahirkan harus berteduh di emperan ruang bersalin RSUD Soeroto Ngawi. NGAWI, Media Aspirasi - Memang cukup ironis terhadap nasib para ibu sehabis melakukan persalinan di RSUD Soeroto Ngawi. Bukanya mendapatkan tempat yang layak melainkan cukup berteduh di emperan ruang persalinan. Tidak khayal lagi dilokasi terbuka ini terlebih disaat musim penghujan membuat ancaman

penyakit bakal menye­rangnya namun apa boleh buat mereka hanya bisa pasrah. Anggun Priyani (25) seorang ibu asal Desa Kenongorejo, Kecamatan Padas, Ngawi, dirinya mengaku sedang menunggu bayinya yang dirawat diruang perinatologi sejak 16 Februari lalu. ‘Saat itu saya melahirkan secara premature dan bayinya

PEMERINTAH Bupati Ngawi Ajak Warga Memasyarakatkan Toga NGAWI, Media Aspirasi - Memang realitanya tidak semua penyakit mesti diobati dengan mengkonsumsi obat-obatan yang berbahan dasar kimia. Tanaman atau tumbuhan yang ada di sekitar rumahpun bisa menjadi obat alternatif untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Sebut saja ginseng, jahe, kencur, temulawak dan masih banyak lagi tanaman lainnya yang bermanfaat mengobati maupun mencegah bermacam penyakit. Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut andil dalam memasyarakatkan jenis-jenis tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga berbagai jenis obat yang mengandung unsur kimia bisa dikurangi. “Bagiamana kita membranding tananaman toga khususnya di Desa Ngrayudan ini cukup diminati masyarakat secara luas,” ujarnya, saat mempersiapkan penilaian pelaksana terbaik pemanfaatan hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga) Desa Ngrayudan Kecamatan Jogorogo menuju tingkat nasional, Senin (17/03). Tambahnya, penilaian tingkat nasional Toga di Desa Ngrayudan yang rencananya akan dilakukan pada 20 Maret mendatang selain menciptakan terwujudnya prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga juga diarahkan untuk lebih mengenalkan ke khalayak umum potensi wisata khususnya yang dimiliki Desa Ngrayudan. “Toga ini bagian dari paket wisata dimana memisatakan Toga merupakan hal yang langka, dan potensi wisata yang ada di Desa Ngrayudan kedepanya bisa dijadikan tempat study banding bagi daerah lain,” ungkap Budi Sulistyono Bupati Ngawi. Sementara Indah Kusuma Wardhani Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Ngawi menjelaskan tahun 2014 ini Desa Ngrayudan masuk penilaian Toga secara nasional yang menjadi bagian Lomba Kesatuan Gerak (Kesrak) dan 10 Program Pokok PKK. “Tahun ini Desa Ngrayudan menjadi salah satu desa yang bakal mengikuti lomba pemanfaatan Toga tingkat nasional demikian juga Desa Beran juga akan mewakili lomba Posyandu tingkat nasional,” terangnya. Bebernya lagi, dengan terpilihnya dua desa yang ada di Kabupaten Ngawi dalam Penilaian Lomba Kesrak PKK-KB Kes Tingkat Nasional sektor Pemanfaatan Hasil Toga dan Posyandu sekaligus menjadi bukti keseriusan dinas instansi terkait dalam melakukan pembinaan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ngawi. Jelas Danik demikian panggilan akrab Kepala BPPKB Kabupaten Ngawi berharap dua desa tersebut berhasil memenangkan perlombaan tingkat nasional di tahun ini. Dalam verifikasi nantinya akan dinilai langsung dari Departemen Kesehatan, BKKBN Pusat dan PKK Pusat dibawah naungan Departemen Dalam Negeri. (pr/so)

mempunyai berat 1 kilogram terpaksa dirawat diruang itu (ruang perinatologi-red) dan saya berteduh di emperan sini, kalau dibilang tidak nyaman ya iya tapi gimana lagi,’ katanya, Kamis (13/03). Anggun menjelaskan, sebenarnya ada beberapa ruangan yang berlokasi disisi utara

ruang perinatologi yang bisa dimanfaatkan untuk menunggu bayinya. Karena kondisi ruangan yang dimaksdukan ini cukup kotor terpaksa dirinya enggan singgah ditempat tersebut. Rasa kecewa terkait pelayanan RSUD Soeroto Ngawi kurang maksimal ini juga dirasakan Warsini (40) warga Desa

7

Mangunharjo, Kecamatan Ngawi Kota. Ungkapnya, secara kebetulan dirinya merasakan langsung tinggal di emperan ruang bersalin di RSUD Soeroto Ngawi semenjak putrinya melahirkan lewat operasi caesar. “Kalau malam disini nyamuknya banyak dan sewaktu hujan kondisinya lebih parah kasihan banget terhadap mereka yang baru melahirkan dan tinggal di emperan seperti ini,” terang Warsini. Sementara nara sumber yang namanya enggan disebutkan mengaku geram dengan pelayanan RSUD Soeroto Ngawi. “Bagaiamana perasaan pihak rumah sakit sendiri kalau melihat beberapa ibu yang baru melahirkan harus tinggal di emperan seperti itu meskipun sebenarnya ada ruang bagi mereka, kalau ruang yang dimaksud itu bersih besar kemungkinan mereka tidak tinggal ditempat itu,” jelas nara sumber. Tambahnya, dengan perubahan manajemen BLUD sejak tahun 2011 lalu seharusnya pihak RSUD Soeroto Ngawi sudah mampu melakukan pelayanan maksimal kepada pasien. Tegasnya, percuma dengan program BPJS kalau toh pasien diumbar di emperan. “Seharusnya pihak rumah sakit harus menyediakan ruang khusus yang bersih dan steril bagi ibu pasca bersalin yang bayinya dirawat di ruangan perinatologi,” tukasnya lagi. Kemudian Pujiono Direktur RSUD Soeroto dengan singkat menjelaskan memang kondisi ruang persalinan tengah overload pasien. Akan tetapi untuk ruang keluarga yang dimanfaatkan para ibu untuk menunggu bayinya yang sedang dirawat di ruang perinatologi sebenarnya sudah disediakan sebanyak 5 ruang penampungan. “Kalau mereka tinggal diruang perawatan jelas tidak mungkin bagaimana kalau ada pasien yang akan melahirkan dalam kondisi darurat, sebetulnya sudah disediakan ruangan bagi ibu yang menunggu bayinya ini,” kata Pujiono. Meski demikian Pujiono membenarkan ruang yang peruntukanya untuk para ibu tersebut saat sekarang kondisinya dalam taraf perbaikan. (pr/so)

Wow, Kepengen Kursi Dewan ‘Kungkum’ di Kali Ketonggo MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

SALAH satu caleg yang melakukan ritual kungkum di Sungai Tempuk Alas Ketonggo. NGAWI, Media Aspirasi - Menjelang pesta demokrasi pada Pemilu 9 April 2014 mendatang rupanya seribu satu cara yang dilakukan calon legislatif (caleg) untuk meraih kursi dewan baik DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten. Selain kampanye maupun temu

kader dan simpatisan ternyata mereka para caleg tidak lupa akan mitos ngalap berkah di Alas Ketonggo atau biasa dikenal dengan Srigati, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Ngawi. Diketahui sudah puluhan caleg melakukan ritual ‘kungkum’ atau mandi di Sungai Tempuk

yang lokasinya ditengah hutan diwilayah Alas Ketonggo ini. “Kalau tidak salah sudah ada 50 an caleg dari berbagai partai peserta pemilu mendatang yang melakukan ritual kungkum disini dengan cara sembunyi-sembunyi dan ada juga yang terang-terangan, bahkan selama dua

minggu terakhir makin meningkat jumlahnya,” terang Marji seorang juru kunci Alas Ketonggo, Rabu (12/05). Beber Marji, secara jelas tujuan para caleg tersebut tidak lain untuk meraih suara terbanyak dari masing-masing daerah pemilihan (dapil). Cara yang dilakukan untuk mencari berkah di Sungai Tempuk cukup variatif mulai hanya ritual semedi di pinggir sungai sampai kungkum hinggga beberapa menit bahkan ada yang lebih dari satu jam. “Sudah dari dulu tempat-tempat disini dijadikan tempat ritual tujuanya juga bermacam-macam mulai cari pangkat, pekerjaan dan lainya tetapi perlu diketahui mereka ini bukan menyembah sesuatu yang bisa dikatakan musrik atau lainya tetapi mereka ini berdoa kepada Tuhan agar tujuanya terkabulkan,” kata Marji. Sementara Mifthakul Janah seorang caleg perempuan dari Partai Demokrat Dapil V (Jogorogo, Ngrambe dan Sine) Kabupaten Ngawi mengaku dirinya datang ke Alas Ketonggo dengan ditemani suaminya untuk mencari berkah dengan ritual kungkum di Sungai Tempuk. Sesuai keteranganya, dirinya nekat melakukan ritual kungkum tidak ingin tujuanya gagal dalam pemilu yang kurang satu bulan ini. “Kami datang kesini karena sudah mendekati pemilihan (coblosan), kami datang dengan tujuan mendapatkan ridho dan berdoa agar bisa lolos dalam pileg untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Ngawi,” katanya. Selama melakukan ritual kungkum dirinya tidak memperdulikan kondisi air sungai yang terlihat keruh. Hal tersebut biasa terjadi apabila dalam musim penghujan kali ini terlebih sebelumnya hujan tengah turun diwilayah sekitar dirinya melakukan ritual kungkum. “Tidak masalah air sungai keruh karena memang masih sering hujan, yang terpenting tetap mendapatkan berkah lewat doa kita,” pungkasnya. (pr/so)

Era Reformasi Makin Sulit Manusia Jujur Oleh: Didik Purwanto

Entah kata apa yang harus dilontarkan dari mulut-mulut rakyat ? hujatan ataupun kritikan tajam tidak bedanya dengan pujian saat didengar pejabat di negeri ini. Dalam arti kata rakyat makin dikibuli dengan satu kata “Reformasi”, dimana sebelumnya satu sisi rakyat mengharap perubahan disemua bidang akan tetapi seakan reformasi hanya membawa sebuah petaka bagi rakyat yang mau berpikir jujur. Dalam konteknya, reformasi tidak ubahnya sebuah era pendustaan yang makin terlihat jelas sesuai umur dari reformasi sendiri. Kalau kita mendengar kata hati boleh dibilang betapa susahnya mencari orang jujur di jaman reformasi, dimana tanpa kita sadari manusia saling kasak kusuk dengan saling intip mengintip, saling curiga mencurigai satu sama lain. Ketidak kemampuan berpikir obyektif serta susahnya menemukan jati

diri dalam mengemban amanah rakyat, karena didahului perasaan was-was terhadap orang disekelilingnya. Nah, persoalan antara dua pihak yakni rakyat dan pejabat yang sangat multi komplek akan sangat rentan ke titik terendah “Mosi Tidak Percaya”. Tudingan rakyat yang makin mengerucut bahkan sangat konstruktif akan sampai pada muara kalimat betapa susahnya menemukan manusia jujur di era reformasi. Kedudukan menuju ranah kekuasaan di negeri ini kerap kali melalui kanal politik. Satu persoalan antara politik yang lekat dengan politisi dan politikus, mereka cukup elegan mengumbar janji manis atau janji busuk demi mengarah kedudukan yang prestisius tanpa mengindahkan persoalan rakyat yang sebagaimana mestinya. Sebenarnya rakyat hanya butuh kejujuran, muak gombalan-gom-

balan dari sang pemimpin bukan dari sang pemimpi untuk negeri. Terus bagaimana rakyat mengimplementasikan makna demokrasi sesuai sistemnya. Bagimana rakyat menyikapi pengatur gerak roda yang makin bobrok dilindas kepentingan tertentu. Yang perlu kita ingat dicatat atau tidak, menjelang pergeseran pemimpin apa yang selalu didengar, dilihat

dan dirasa oleh rakyat. Suatu ketika calon-calon pengemban amanah rakyat memainkan lidahnya di areal public seperti media massa dan elektronik tidak ada satupun kata yang terlontar sesuatu yang lemah melainkan kedigdayaan dirinya menahkodai negeri. Aksi penghipnotisan dari sang pemimpin yang memimpikan rakyat menuju alam adil makmur hanya sepersekian detik saja. Bukti, sudah berapa kali para pemimpin berjanji akan memberantas korupsi yang menelantarkan nasib rakyat. Sesuai kenyataan malah berbalik, makin suburnya aksi pencurian uang rakyat sesuai motifnya dan seakan mereka kebal terhadap hukum karena beranggapan pasal demi pasal bisa dibelinya. Masalah korupsi di negeri ini sudah seperti benang kusut yang susah diuraikan dan dipilah. Sejak memasuki zaman reformasi hingga saat ini, Indonesia tak pernah sepi dari berita korupsi yang tersaji di halaman utama berbagai media. Mung-

kinkah oleh para koruptor dimaknai sajian hangat bagi pembacanya lepas dari layak atau tidak. Tahun demi tahun berganti, demikian juga tampuk kepemimpinan pun terus berganti, namun masalah korupsi tidak pernah terkikiskan. Irama laju kebusukan pejabatpun mulai melebar dari masalah korupsi pusat yang bak tidak ada ujung pangkalnya, kini justru ada sajian baru dengan mencuatnya kabar mark up dana APBD di berbagai pemerintah daerah. Sudah kroniskah moral pejabat kita? Memang kejujuran bisa disebut “benda termahal” untuk saat ini, bila menyikapi kebusukan pejabat yang lekat dengan korupsi namun bukan arti kata pukul rata terhadap predikat untuk para pemimpin. Yang paling menarik, Saling lempar pernyataan tentang korupsi berujung dengan pro kontra dari pernyataan tersebut. Yang pihak satu menyalahkan yang ke pihak lain, dan yang disini menyalahkan yang disitu. Terlebih lagi

sekarang media bagaikan ajang pertarungan jadi hematnya begitu masuk media maka ancang-ancang saja diadu dengan yang pihak lain. Menurut dari pemikiran saya semuanya sudah melampaui batas etika. Bebas dialam reformasi memang bebas tetapi bebas bukan kebablasan dengan seenaknya kehendak tanpa memperdulikan batasan yang ada. Sebelumnya saya punya perasaan tidak jujur terhadap kemauan saya sendiri, ingin menulis artikel yang baik itu bagaimana ? dan bagaimana pula nanti artikel yang saya tulis tidak berimbang dengan dituding mengadu domba. Padahal sesuai kemauan yang saya cermati dari hari ke hari negeri yang makmur ini tidak hanya domba saja yang bisa bersuara. Maka dari pencermatan artiklulasi yang sebenarnya dari sajian saya, rakyatlah yang sebenarnya menjadi tuan dari pemegang kedaulatan tertinggi dan bukan….!!! Sebagai pelayan pemimpin busuk.


8

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

N A T I UR

Kembang Wengi Kembang Bangah Sliramu kuwi pancen ayu enom tur endah Senengmu ngreridhu ngobral esem kanthi ulat sumringah Eman, ayumu kuwi kena tinuku murah Ing atising wengi sliramu ora wegah jumangkah Sineksen abyoring kartika kedhep nrithil sajak bungah Mbok gurit lelakon ireng ing sadhengah dhadhah Soroh angga liniron redana sliramu pasrah Mustika aji wis lawas oncat saka ragamu sing wantah Ing buntasing wengi anggamu katon sayah…lungkrah… He kembang bangah, pumpung durung kasep lerena Tumindakmu sing nistha kuwi uwisana Galo isih akeh pakaryan sing utama, golekana Apa kowe ora krungu para sujana sarjana sadonya Gumedher umyung gumregut arep padha bareng mbrastha Pakaryamu kuwi sing dadi ngrembakaning kruma Virus AID candhala sing durung ketemu tambane kanggo usada Uga sumandhing ngaglah ing iringmu si raja singa Yen wis tumanduk ing awakmu kowe ra bisa bangga Oh esemmu sayah… eseme si kembang bangah

Wayah Magrib Wancine wis repet-repet peteng Sang surya sayah sedina muput madhangi jagad raya Angin sore kang biyasane midid sumilir sumene sawetara Aweh kurmat nyang sang bagaskara kang lagi ngaso Swarane bocah rame dolanan tan keprungu maneh Mbarengi swara bedhug masjid tengara mahgriban Ujug-ujug ana pawongan kang lakune setengah kesusu Ngener nyang omahe bu bidhan Jarene semahe arep babaran Temenan ora watara suwe keprungu cengere jabang bayi Amin… negarane tambah jiwa siji Tegese kebutuhane pawongan mau tambah Jarene iku titipane Gusti kang kudu dicukupi Wiwit saka susu, kasarasan, panggulawenthah nganti diwasa Wigatine maneh ing piyandele Ing tembene dadiya wong kang sholeh Bedhug Mahgrib wis ora ana suwarane Umat lanang wadon tuwa enom Padha sujud sangandhape pepadane Gusti Bubar Mahgrib kendhuren-manten Dening Pak Sastro wis diangen-angen Dianam ing batin sataun kepungkur Jejere bapa kang wajib miwaha dhaupe putra Kang kakudang-kudang ing tembene Dadiya tiyang ingkang mawadah lan solekhah Saged mikul dhuwur mendhem jero tiyang sepuh Dumadakan keprungu swara tangise jejeritan Mbah Soma kang wus yuswa sewidak Katimbalan ing Gusti ingkang akarya jagad Inna Lillahi Wainna Ilaihi Roji’un Katampia ngastane Gusti ingapura sedaya dosa lan kalepatane Lelakone jantraning Bawana Manungsa nora kuwagang ngendheg lakune takdir Ing wayah Mahgrib Ana kang lagi lahir kanggo ngiseni jagad raya Ana kang lagi palakrama Ana uga kang katimbalan ing ngarasane Gusti Amin

Wis, Jeng… Aku sumeleh nyelehake pangarep-arepku marang katresnan lan kawigatenmu sing semu yen nyatane amung semene cunthele lelakonku… Pepenginku tansah sumandhing

LA A P EM

C

Dewi Banowati sebenarnya jatuh cinta kepada raden Pamade, demikian pula raden Pamade melayaninya.

TUR

Wis, Jeng aku pamit becik njembarake pikir nggayuh kabegjan mring ati lan katresnan satuhu tan ora binagi ing liyan sempurna ing guritan siji…

CRITA SAKA MANCA ing papan sarwa salju, aku ngangen-angen lawang gubug binuka ana bedhiyang lan lincak nanging wis kebacut dadi salju guritan apadene kekarepan nglinthing bareng tumiyupe angin nunjem-nunjem dom periih sadawane wengi kangmangka ing ngisor salju pinendhem candhi sing durung kober kababar unine prasasti

BABAD WEDHI PESISIR Sorene sore jingga wengine wengi biru kembang pandhan mesem marang mbulan tangane ngawe-awe sajak kemayu apa hiya iki dayane layang atimu sing jare bakal ditulis kalane ijen lan sendhang mung amping-ampingann jendhela sing wengi iki isih panggah binuka? biyen aku nate apal gojegmu kepiye nalika bingung ndhedher sagegem guritan ing lemah suwung pinggire taman ora ketang mbalang liring sambi mungkur nyamudana wingkis sakehing kekarepan nutup kudhuping kekembangan iki babad wedhi pasir pinaes ganda aruming mawar rarasing riris dhadha kumesar

LINTANG-LINTANG lintang-lintang abyor ing tawang cumlorot sliweran nalika alihan kumleyang mencok ing socamu asihku cahyane gumebyar sunare gilar-gilar ing telenge atimu sliramu tansah dakantu lintang-lintang alihan cumlorot telu ana pundhakku kawitan lintang abang lintang perang kapindho lintang mirunggan lintang kamanungsan pungkasan lintang kumukus lintang kadurakan

WAYAH ESUK PEDUT ANGENDANU rong puluh tahun kepungkur aku lan sliramu nate mlaku ana dalan kene saklawase ora nate ketemu saliramu lan saliraku wus beda ora kaya biyen nalika isih tak kanthi gandaning wengi mau isih sumrebak ngebaki pedut wayah esuk wus aja mbok tangisi lakon kang wus kapungkur wus pirang wayah ketiga tak lakoni nganti rambut warna ireng lan putih ing dalan iki rong puluh tahun kepungkur ana cerita rinajut endah dik, kala kala sliramu isih dadi impenku pirsanana ana nduwur kae ana teja manther ing sela-selaning gegodongan lan lintang panjer wengi sing isih kari sakmenir gedhene saiki aku lan sliramu linambaran rasa kangen simpenen kangenmu ana impen

Filsafat Pacul, Wejangan Sunan Kalijaga pada Ki Ageng Sela DALAM ngelmu, seseorang dituntut untuk menggunakan pikirannya untuk membaca dan memahami apa-apa yang ada di sekelilingnya. Ketika seseorang meguru atau berguru pada orang yang sudah mumpuni dalam hal ilmu rasa, maka dia harus ‘menggerakkan’ otaknya untuk memahami apa yang ada di alam semesta ini. Artinya, alam semesta ini ‘dibaca’ dan diartikan sendiri apa yang menjadi makna sejatinya. Ki Ageng Sela yang kondang namanya lantaran mampu menangkap petir pun pernah berguru pada Kanjeng Sunan Kalijaga. Salah satu wejangan dari Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng Sela adalah tentang Pacul. Ketika itu Kanjeng Sunan Kalijaga menyuruh Ki Ageng Sela untuk ‘membaca’ Pacul. Pacul atau cangkul adalah salah satu alat yang merupakan senjata para petani. Senjata ini digunakan para petani untuk mengolah lahan pertanian. Tampaknya memang sederhana, Pacul. Tapi makna yang terkandung di dalamnya sangatlah tinggi. Dari wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng Sela, Pacul atau cangkul itu terdiri dari 3 bagian. Ketiga bagian tersebut adalah: Pacul (bagian yang tajam untuk mengolah lahan pertanian), Bawak (lingkaran tempat batang doran), dan Doran (batang kayu untuk pegangan cangkul). Menurut wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga, sebuah pacul yang lengkap, tidak akan dapat berdiri sendiri-sendiri. Ketiga bagian tersebut harus bersatu untuk dapat digunakan oleh petani. Apa sebenarnya arti dari Pacul, Bawak dan Doran itu? * Pacul. Memiliki arti “ngipatake barang kang muncul” Artinya, menyingkirkan bagian yang mendugul atau bagian yang tidak rata. Dari alat Pacul tersebut setidaknya bisa diartikan bahwa kita manusia ini harus selalu berbuat baik dengan menyingkirkan sifat-sifat yang tidak rata, seperti ego yang berlebih, cepat marah, mau menang sendiri dan sifat-sifat jelek kita lainnya yang dikatakan ‘tidak rata’. * Bawak. Memiliki arti “obahing awak”. Arti obahing awak adalah gerak tubuh. Maksudnya, kita manusia hidup ini diwajibkan untuk berikhtiar mencari rezeki dari GUSTI ALLAH guna memenuhi kebutuhan hidup. Disamping itu, arti ikhtiar tersebut juga bukan hanya berarti mencari rezeki semata, tetapi juga ikhtiar untuk senantiasa “manembah GUSTI ALLAH tan kendhat Rino Kelawan Wengi” (menyembah GUSTI ALLAH siang maupun malam). * Doran. Memiliki arti “Dongo marang Pengeran” Ada juga yang mengartikan “Ojo Adoh Marang Pengeran”. Arti “Dongo Marang Pengeran” adalah doa yang dipanjatkan pada GUSTI ALLAH. Pengeran berasal dari kata GUSTI ALLAH kang dingengeri (GUSTI ALLAH yang diikuti). Sedangkan “Ojo Adoh Marang Pengeran” memiliki arti janganlah kita manusia ini menjauhi GUSTI ALLAH. Manusia harus senantiasa wajib ingat dan menyembah GUSTI ALLAH, bukan menyembah yang lain. Ketiga bagian Pacul tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. Kalau digabung, maka ketiganya memiliki arti, manusia hendaknya mampu menyingkirkan sifat-sifat buruknya, berikhtiar untuk mencari rezeki GUSTI ALLAH dan tidak melupakan untuk selalu berdoa dan menyembah GUSTI ALLAH. Bukankah kini kita mengetahui bahwa benda Pacul itu memiliki nilai filsafat yang tinggi? (*)

Suryaputra Palakrama

jar raden Suryaputra langsung ke praja Petapralaya, diterima oleh Prabu radeya, diskasikan oleh putra-putri raja Dewi suryanawati. Sang Dewi tidak menyangka akan raden pamade yang disangkanya raden Suryaputra. Dengan alasan sudah epada Raden Pamade Dewi rindu kepada saudaranya segera Banowati menceritakan, dipeluknaya, demikian pula raden bahwa di tempat peraduan Pamade menimbanginya. Kekakaknya ialah Dewi Surtikanti pada raja Radeya, raden Pamade terlihat ada seorang ksatriya, melaporkan bahwasanya sang yang sengaja ulah asmara denraden telah memboyongi putri gan sang dewi, tindakan tersebut Mandraka, bernama Dewi Surtitak ubahnya sebagai pencuri kanthi sekarang dalam perjalaasmara saja. Raden Pamade yang nan ke praja Petapralaya. Raden menerima laporan berusaha unPamade mengutarakan maksudtuk mebuktikannya, dan seteklah nya, untuk menemani sang dewi, sampai di kamarnya Dewi Surtidewi Suryanawati dimintakan izin kanti, tak ayal lagi memang benar kepada prabu radeya. Raj radeya bahwasanya ditempat peraduan memperkenankan dan dibawalah sang dewi terlihat ada bayangan sang dewi bersama-sama memanusia berusaha melarikan ninggalkan praja Petapralaya. diri, yang tak lain raden Suryaputra. Raden Pamade segera Seusai raden Pamade bermengejarnya diikuti oleh raden mohon diri, datanglah raden Bratasena, dan Prabu Baladewa. Suryaputra, tentu saja sang raja Peperangan terjadi antara raden terheran-heran, mengapa sang Bratasena dan pengikut raden raden cepat kembali. Lebih Suryaputra ialah patih Druwaterheran-heran lagi raden Suryjaya, dan raden Suryanirada aputra dalam hatinya sudah bertemu dengan prabu Balademenyangka bahwasanya tak lain wa, akhirnya mereka mengtentu ulah raden Pamade. Kehindarkan diri untuk berkumpul pada ayahandanya diceritakan dengan raden Suryaputra. segala permasalahannya yang menimpa dirinya, dan bermohon Konon raden Pamade mengediri untuk mengejar raden Pama-

K

PITU

lan nresnani sliramu kudu dakprunggel sing luwih wigati, Jeng donga lan pengestumu wae tansah mili kanggo aku

GEG

SEDYAKU

CAKRAWALA

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

de. Bertemulah raden Suryaputra dengan raden Pamade yang membawa Dewi Suryanawati, peperangan terjadi. Raden Suryaputra dapat dilukai pelipisnya oleh raden Pamade, selagi mereka berperang rame-ramenya Hyang Narada turun ke bumi untuk melerainya. Kepada mereka dijelaskan, bahwa raden Suryaputra sebenarnya masih saudaranya sendiri, malahan dia yang tertua dari keluarga Pandawa, terlahir satu ibu dari Ibu Kunti. Pada waktu bayi dihanyutkan di samodra, ditemukan oleh Prabu radeya, selanjutnya diangkat sebagai putra pribadi. Kepada raden Pamade diminta bantuannya untuk menyelesaikan perkawinan saudara tuanya, ialah raden Suryaputa yang akan mempersunting putri Mandraka benama Dewi Surtikanthi, dan

rtaden Pamade menyanggupkan diri, keduanya berangkat, resi Narada kembali ke kahyangan. Dewi Surtikanthi yang sendirian ditempat peraduannya dengan didampingi oleh emban malihan ialah raksasa bernama Kidanganti, yang segera mny-

BAGIAN 2 TAMAT ergapnya membawa lari snag dewi. Seisi kraton geger, mencari hilangnya sang Dewi Surtikanthi, salah satu inang pengasuhnya segera melapor pada praja perihal hilangnya sang dewi. Selagi inang melapor, raja sedang menerima kedatangan raden Pamade beserta Surayputra, segera raja memerintahkan kepada Pamade untuk menagkap pencuri dan membawanya kembali Dewi Surtikanthi, raden Pamade menyanggupkan diri dengan permohonan, nantinya jika telah kembali sang dewi dimohonkannya untuk diperjodohkan dengan raden Suryaputra, raja Salya memberikan kesanggupannya, raden Pamade berangkat mencari penyandera sang dewi, diikuti oleh saudara tuanya raden Suryaputra dan raden Burisrawaa. Datanglah Ditya wanita Kidanganti, Dewi Surtikanthi sgerera diserahkan kepada raja Awangga prabu Kalakarna, sang raja sangat bersukacita menerima Dewi Surtikanthi, segera diperintahkan untuk segera diistirahatkan di iostana kraton Awangga. Akan halnya raden Pamade, raden Suryaputra dan raden Bratasena lebih dahulu berada di Kraton Awangga.


MAGETAN

Media ASPIRASI

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

INFRASTRUKTUR Geram Dengan Galian C, Warga Cangkuli Jalan Desa MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

9

RSUD DR SAYYIDIMAN TERANCAM BANGKRUT MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

GERAM Puluhan warga saat melakukan aksi demo mencangkuli jalan desa . MAGETAN, Media Aspirasi – Puluhan warga Desa Subantoro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan geram. Pasalnya, jalan desa mereka rusak parah akibat dilewati truk-dump muatan tanah urug. Puluhan unit trukdump ini berasal dari lokasi galian C ilegal milik Nyoto, 45, warga desa Sumursongo, Kecamatan Karas yang berada didesa setempat. Warga pun nekat mencangkuli jalan desanya sendiri pada Minggu (16/3) kemarin. Sebelumnya warga telah melakukan protes kepada pemilik galian. Namun oleh sang pemilik tidak pernah digubris. Protes juga sempat dilayangkan ke pihak Kecamatan Karas namun juga tidak ditanggapi. ‘’Kalau sudah begini siapa yang akan tanggung jawab,’’ ucap Pariono, koordinator aksi. Hilir mudik truk dump muatan tanah urug telah terjadi sejak lima bulan lalu. Jalan desa sepanjang 2 Km yang awalnya baik kini hancur karena tidak kuat menahan tonase truk yang muatan berat. ‘’Kira-kira sudah lima bulan ini hancurnya. Pokoknya kami meminta PemKab segera menutup Galian C itu,’’ tambah Pariono. Sementara itu, Kasi trantib Satpol-PP Kabupaten Magetan, Winoto mengatakan, pihaknya tidak mengetahui aktifitas galian C didesa Sobontoro tersebut. Pihaknya berjanji akan segera menertibkan galian C yang mengakibatkan jalan desa hancur tersebut. ‘’Saya kok belum dengar ya, jika warga setempat bergolak kita akan segera ambil tindakan galian itu,’’ ujar Winoto. Pantauan Koran ini, lokasi galian C yang terletak didesa Sobontoro memiliki luas sekitar 5 hektar. Menurut keterangan warga sedikitnya ada 100 lebih truk dump yang hilir mudik mengangkut tanah urug tersebut. Mandor Galian C, Juwari, 45, menolak dikaitkan dengan kerusakan jalan didesa Sobontoro. Ia berdalih, hanya bekerja sebagai pencatat truk yang mengangkut tanah. ‘’Kenapa warga protes ke saya, protes saja ke pak Nyoto. Lawong saya hanya kerja kok,’’ tutunya. (rd)

SELANGKAH LEBIH DEKAT !

BIMO Saparto Humas RSUD Dr. Sayyidiman Magetan.

MAGETAN, Media Aspirasi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Sayyidiman Magetan terancam bangkrut. Hal itu lantaran klaim belum dibayarnya klaim Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebesar Rp 6,4 miliar. Dari data RSUD dr.Sayyidiman Magetan, klaim PT. Askes selama tiga bulan dari bulan November sampai Desember tahun 2013 mencapai Rp 3,3 miliar. Sedangkan klain BPJS Kesehatan dibulan Januari tahun 2014 mencapai Rp 2 miliar. Hal itu masih ditambah klaim Jamkesda sebanyak Rp

1,1 miliar, alhasil total keseluruhan mencapai Rp 6,4 miliar. Menurut Humas RSUD dr.Sayyidiman, Bimo Saparto, bila selama tiga bulan klaim tersebut tidak segera dilunasi, hal itu akan menggangu pelayanan di rumah sakit tersebut. ‘’Kalau hal ini terus berlanjut selama tiga bulan, hal itu akan mempengaruhi kinerja pelayanan di rumah sakit,’’ jelasnya kepada wartawan, Selasa (18/3). Bimo berharap, pembayara tersebut agar segera terealisasiakan. Pasalnya, rumah sakit membutuhkan dana tiap bulan berkisar Rp 2miliar tiap bulannya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya menggu-

nakan dana cadangan rumah sakit yang masih tersisa Rp 5 miliar. ‘’Untungnya kami masih punya dana cadangan sebesar Rp 5 miliar. Dengan rincian Rp 3,4 miliar Berupa barang dan Rp 1,6 miliar kas rumah sakit. Semoga hal ini tidak berlarutlarut,’’ harapnya. Sementara itu, untuk pengadaan obat, pihaknya rumah sakit terpaksa utang pihak penyedia obat yang sudah menjadi mitra RSUD dan menunda pengadaan sejumlah alat kesehatan lainnya. ‘’Kami sudah melakukan koordinasi, namun belum ada kejelasan lantaran masih dalam tahap vertifikasi,’’ tambah Bimo. (rd)

MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

KUPS Terkait KUPS, Kejari Usut Nilai Jaminan MAGETAN, Media Aspirasi – Kasus Kredit usaha Pembibitan Sapi (KUPS) yang total nilainya mencapai Rp 11 miliar terus berlanjut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan terus melakukan cara untuk mengungkap indikasi penyimpangan dari kasus tersebut. Kasi Pidsus Kejari Magetan Iwan Winarso mengatakan, pihaknya mencurigai ada sejumlah agunan yang dijaminkan tidak sesuai nilainya dengan dana yang diterima penerima itu. ‘’Ada beberapa agunan, yang nilai riil-nya lebih kecil dari dana yang diterima peserta KUPS. Makanya ini kita masih terus melakukan penyelidikan,’’ ujar Iwan, Selasa (18/3). Iwan menambahakan, selain nilai agunan yang dijaminkan di Bank Jatim tidak sesuai, spesifikasi pengadaan bibit sapi yang diltemukan Kejari juga menyalahi petunjuk pelaksanaan program KUPS itu. "Kalau masalah spek bibit sapi itu sudah masih materi, nanti akan kita jelaskan. Sekarang kita lagi memburu data lain,"ujar Kasi Pidsus Iwan Winarso. Menanggapi pengakuan penerima program KUPS, kredit yang diterima dari Bank Jatim sebagai hutang piutang dan bukan perkara yang ada kaitannya dengan harta negara. Karena selain penerima program KUPS harus punya agunan, setiap bulan sampai kasus ini mencuat mereka tetap membayar angsuran kepada Bank Jatim sebagai penyalur program KUPS ini. ‘’Makanya, kasus ini masih dalam penyelidikan. Kalau nantinya memang tidak ada unsur pidana dan murni merupakan kasus perdata, kami akan umumkan dan hentikan penyelidikannya’’ jelas mantan Kasi Inteijen Kajari Malang ini. Namun saat ini masih prematur untuk mengatakan kasus ini perdata atau pidana. Karena sampai hari ini Kejari Magetan masih terus berusaha mengungkap kasus program KUPS yang dilaporkan masyarakat, terutama masyarakat peternak di Kabupaten Magetan ini. ‘’Tapi Kejari belum menyerah, dan masih terus melakukan penyelidikan dan memintai keterangan kepada semua pihak yang terkait dengan program ini,’’ tambah Iwan. (rd)

MENGENASKAN, Para korban saat dievakuasi oleh tim SAR dan TAGANA Kabupaten Magetan.

Tiga Bocah Tewas Tertimbun Galian Proyek

MAGETAN, Media Aspirasi - Proyek lahan parkir milik Pondok Pesantren temboro memakan korban. Tiga bocah tewas tertimbun galian proyek setinggi 12 meter di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Ketiga korban nahas tersebut yakni Alwi, 12, Iskak 10, dan Husen, 10, ketiganya adalah warga Desa setempat. Informasi yang dihimpun koran ini, kejadian bermula saat Minggu, (16/3) siang ada lima bocah bermain di lokasi kejadiaan tersebut. Menjelang sore hari,

dua bocah yakni Tohan (12) dan Nur Hidayat (9) mengajak pulang ketiga temannya itu. Namun, ketiga korban malah menolak untuk pulang dan terus bermain di lokasi kejadian. Beberapa saat kemudian, tebing galian proyek tempat mereka bermain longsor dan menimbun ketiganya. Saat longsor terjadi, tidak ada warga yang mengetahui kejadian itu. ‘’Korban tadinya bermain di pohon mangga di bawah tebing galian proyek. Mungkin karena digoyang goyang, maka tanah yang diatasnya ini

langsung longsor,” ungkap Kapolres Magetan AKBP Riky Haznul kepada wartawan. Lantaran tak kunjung pulang hingga menjelang Magrib, orang tua korban pun panik. Ahirnya, saat itu juga para orang tua korban bersama warga mencari korban disekitar lokasi proyek diantar Tohan dan Nur Hidayat. Karena minimnya peralatan, pukul 24.00 WIB pencarian korban dihentikan. Proses Pencarian korban

Nekat Beroperasi, Swalayan Disegel Petugas MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

PETUGAS gabungan saat melakukan penyegelan swalayan.

Iwan Winarso, Kasi Pidsus Kejari Magetan.

dilanjutkan oleh polisi dan tim SAR dengan menggunakan alat eskavator pada Senin (17/3) pagi hari. Selama 3 jam lebih, petugas menemukan korban dalam kondisi saling tindih. ‘’Ketiga korban ditemukan disatu titik dalam posisi bertumpuk,’’ ujar Kapolres. Usai evakuasi, ketiga jasad korban langsung dibawa ke Pondok Temboro. Karena murni kecelakaan, ketiga jasad tersebut langsung dibawa kerumah duka untuk disemayamkan. (rd)

MAGETAN, Media Aspirasi – Upaya Pemerintah Kabupaten Magetan untuk menertibkan swalayan dan minimarket bodong tak hanya sekedar ger-

takan. Hal itu terbukti setelah Senin, (17/3) kemarin, petugas gabungan yang dikomandoi Satpo PP menyegel minimarket di Desa Patihan, Kecamatan

Karangrejo, Kabupaten Magetan. Penyegelan minimarket tersebut lantaran tidak memiliki ijin dan sudah beroprasi selama sepekan lebih.

Menurut Mulyono, Kasi pelayanan KPPT Magetan mengatakan, pihaknya sudah berulang kali memeperingatkan pemilik swalayan untuk melengkapi perijinan. Namun, sang pemilik tidak menggubris peringatan dari pihak KPPT Magetan. Tak hanya itu, swalayan yang terletak di tepi jalan raya dengan ukuran 10x15 meter tersebut malah langsung sudah beroprasi. ‘’Yang pasti belum ada surat perijinan di kantor (KPPT, Red). Maka dari itu, kami mengintruksikan untuk dilakukan penyegelan,’’ terang Mulyono. Muljono menambahakan, pendirian swalayan juga melanggar peraturan daerah (Perda). Sebab jarak dengan minimarket serupa kurang dari 100 meter. Sejumlah warga juga menentang keberadaan minimarket yang diklaim milik pebisnis luar daerah tersebut. ‘’Sekitar swalayan juga banyak sekali pertokoan. Bila swalayan tetap berdiri kami khawatir pertokoan yang berada di sekitarnya gulung tikar,’’ tambahnya.

Sementara itu, Winoto, kasi trantib Satpol PP menambahkan swalayan sudah menjadi target razia. Hampir sebulan terakhir banyak sekali keluhan warga dengan pengoperasian minimarket. Rata-rata swalayan beroperasi 24 jam. ‘’Sudah kami berikan teguran sampai tiga kali. Kalau selama tiga kali tidak dihiraukan, kami akan menutup paksa. Itu sudah kewenangan kami untuk menindak pelanggaran yang ada,’’ tandasnya. Pihaknya mencatat, ada lima swalayan yang selama ini masih membandel. Mayoritas berada di kawasan perkotaan. ‘’Mungki minggu depan kami akan melakukan penyegelan lagi. Lokasinya menyusul. Sebab kami masih melakukan pemantaun,’’ terang Winoto. Sekadar diketahui, tercatat sebanyak 23 swalayan yang keberadaannya tersebar di seluruh pelosok. Hanya saja jam pengoperasiannya dibatasi. Swalayan mulai beroperasi pukul 09.00 WIB hingga 22.30 WIB. Tak ada minimarket yang diperbolehkan operasi 24 jam non stop. (rd)


KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO/ISTIMEWA

10

Media ASPIRASI

OLAHRAGA

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

SELANGKAH LEBIH DEKAT !

PELATIH Timnas U-19 Indra Sjafri memastikan bahwa dirinya tak ingin terlibat dalam urusan politik

WANTI-WANTI SJAFRI JAKARTA, Media Aspirasi – Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, bakal menolak tawaran partai politik untuk menjadi juru kampanye. Indra menyatakan, dirinya hanya fokus terhadap persiapan skuad Garuda Jaya yang akan berlaga di Piala Asia U-19 di Myanmar pada Oktober 2014.

Masa kampanye telah berlangsung sejak 16 Maret hingga 5 April 2014. Tidak bisa dimungkiri, partai politik memanfaatkan public figure untuk mendompleng popularitas partainya. Saat ini, karier Indra Sjafri sedang melesat setelah berhasil membawa anak asuhnya menjuarai Piala AFF

U-19 dan mengantarkan Garuda Jaya lolos ke Piala Asia U-19. Meski begitu, Indra mengaku tak ingin popularitasnya dimanfaatkan oleh partai politik. ‘’Bukan pekerjaan saya itu. Jauh dari saya itu. Nanti, tim nasional tidak dipikirin. Saya orang sepak bola,’’ kata Indra saat dihubungi kompas.com, Selasa (18/3).

Badan Tim Nasional (BTN) juga berusaha memproteksi timnas U-19 agar tidak dijadikan alat politik. ‘’Selama masa pemusatan latihan, mereka menjadi properti BTN. Kami jamin, pemain-pemain timnas U-19 tidak akan ada yang menjadi alat politik,’’ tutur Sekretaris BTN, Sefdin Syaifuddin. (kompas.com/dik)

Timnas Gelar Tur Eropa, Pelatnas Diusung ke Spanyol SEMENTARA ITU, demi menembus target juara Piala AFF 2014 mendatang, Tim Nasional (Timnas) Indonesia berencana melakukan sejumlah laga uji coba dengan beberapa tim besar asal Eropa. Hal ini masuk menjadi salah satu program pelatih kepala Timnas Indonesia lantaran padatnya jadwal kampanye legislatif dan Presiden di Indonesia yang bertepatan dengan program pelatihan Timnas. Tur Eropa sendiri rencananya

akan dimulai 22 Maret hingga 4 April mendatang. Selain menjajal kekuatan Elche, Timnas Senior juga akan beruji coba dengan Timnas Kuba dan Andora. Hingga saat ini, para punggawa Timnas Indonesia terus melakukan persiapan di lapangan Karawaci hingga keberangkatan mereka nanti di tanggal 19 Maret 2014. Dari lapangan hijau, sebanyak 23 pemain dipanggil pelatih Alfred Riedl untuk mengikuti pemusatan latihan

tim nasional Indonesia yang akan digelar di Valencia, Spanyol, pada 22 Maret hingga 3 April 2014. Dari 23 pemain yang dipanggil, tujuh pemain di antaranya adalah pemain Persib Bandung. Mereka adalah I Made Wirawan, Supardi, Ahmad Jufriyanto, Tantan, Ferdinand Sinaga, Firma Utina, dan M. Ridwan. ‘’Pemanggilan pemain tersebut terlampir dalam surat dengan Nomor 299/ AGB/31/III-2014 dan ditandatangani

oleh Sekjen PSSI Joko Driyono tertanggal 13 Maret 2014,’’ jelas Persib di situs resminya. Pemusatan latihan ini memanfaatkan jeda Indonesia Super League (ISL) mulai 20 Maret-11 April 2014. Selain itu, pelatnas ini merupakan bagian dari persiapan skuad Garuda jelang tampil di Piala AFF 2014 di Singapura dan Vietnam pada 22 November-20 Desember 2014. (lensaindonesia. com/kompas.com/dik)

Siapa Caleg Pilihanmu?? Kirimkan jawaban Anda, cukup melalui SMS ke nomor:

082 131 775 774

Caranya, ketik: Poling MA <spasi> Nama Anda <spasi> Alamat Desa/Kelurahan, Kecamatan, dan Kabupaten <spasi> Nama Partai <spasi> Nomor Urut Caleg Pilihan <spasi> Nama Caleg Pilihan. Contoh: Poling MA Anjasmara Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Magetan Partai Demokrat 2 Sartono

3

2

1 NO

NAMA LENGKAP

1

drg. Hj. YAYUK S.R

2

H. MURYANTO, SH., MM.

3

ERNAWATI, SH., MH.

4

DENNY PURWANDARI, SP

5

MOHAMAD SIGID GUNARTO

6

HERMAWATI

7

Dr. SUJANTO, SE., M.Kes.

8

HARTOJO BUDI PURWANTO

6

NO

NAMA LENGKAP

NO

NAMA LENGKAP

NO

NO

NAMA LENGKAP

NO

1

IBNU MULTAZAM

1

H. ROFI' MUNAWAR, LC.

2

MOCH. MUNIB HUDA

2

NUR SYA'DIYAH AMANATI

3

DITA INDAH SARI

4

M. SYAMSUL HUDA

3

H. RIYADH ROSYADI

5

GOZALI MUNIR, S.Th.I

4

LANJAR, SPd.

6

RINTA HANASTUTI. M

5

ARIF YENI VARIANTO

7

Dr.H.SAPUTRO SATRIYO

6

DYAH PELITAWATI

8

ENDANG DARMAWATI

7

8 NAMA LENGKAP

NO

NAMA LENGKAP

Drs. SUPRIYANTO

1

EDHIE BASKORO YUDHOYONO

1

Dra. MARDIANA INDRASWATI

2

R. INDRA PRIANGKASA, MH.

2

SARTONO

2

FERI INDRA SUWARTO

3

NO

NAMA LENGKAP

DIAN NAWANGWULAN, S.Pd

3

DIAN ANIK PURWANDARI, SE

3

4

Ir. H. GATUT PRASETIYO, MBA

4

Drs. AZIZ AHMADI, M.Sc

4

SITI KASIYATI, S.Ag, M.Ag

5

NOVA ERIN KISMIATI, A.MD

5

Drs. SAGUNG PANGESTU

5

AIDIL FITRI, ST

6

H. A. SEDYO UTOMO, ST

6

NANIK HARIYATI, S.Sos

6

AGUNG TJAHJONO UTOMO

7

SUGENG NUGROHO, SH

7

SIGISMOND BHARATA. W.N

7

ADI WICAKSONO, SE, AK

8

Dra. DWI SEPTAHANY. I

8

Hj. MARIANA HARAHAP

8

Drs. MUHAMAD TAUFIQ, ST

NO

NAMA LENGKAP

1

BINNY BINTARTI. B, SS

MOCH. GENG WAHYUDI

2

H. GATOT SUDJITO, M.Si

HIASHINTA PRASTUTY, SH

3

dr. LINDA L.A.N WASESO

4

HERI ACHMADI

4

DIDIE WIJOYONO. S

5

Ir. DAHONO IRIANTO, MM

5

GUNAWAN HIDAYAT, M.Sc

6

DIYEN ANDRITA, SH.

6

Hj. LARASATI SRI. A, S.H. P

7

ARIK ARINDONDO

7

AGUS SUGIANTO, SE

8

MELIA WINDIYANA

8

ARYA RIZQI DARSONO

1

Drs. SIRMADJI, M.Pd

2 3

10

9

1

RUSMINIATI, SH, MKn

5

4

NO

NAMA LENGKAP

1

Ir. SUJONO HADI SUDARNO, MM

2

ROMI WIBISONO, S.Ikom

3

Dra. Hj. SITI. CHOTIKA, M.Si

4

ANTON PRATIKNO, SE

5

DRS. MARSAHID, M. HUM

6

Dra. FENI DWI JAYANINGRUM

7

PRADITYA ANGGI YJ

8

H. MAHFUD ROHANI

NAMA LENGKAP

1

Hj. SOEMIENTARSI MUNTORO

2

THOMAS WIHONGKO

3

OSCAR M. ARITONANG

4

SYARIFAH DWI MEUTIA. S, SH

5

MASHUDI, ST

6

DIAH EKANINGTIAS, Ak, MM

7

IFAN TRI SASONGKO

8

NGATIYAH, S.Ag

4 Besar Hasil Poling Sementara

11 NO

12 NAMA LENGKAP

NO

Sartono (Partai Demokrat) 35,71%

Edie Baskoro. Y (Partai Demokrat) 31,43%

Moch. Geng Wahyudi (PDI Perjuangan) 18,57%

Ibnu Multazam (PKB) 14,29%

NAMA LENGKAP

1

SUYONO, SE

1

INDRA GURU ROOSMONO

2

IR. H.SUDIRO DJOJOATMOJO

2

FIFTH ERNAWATY, S.IP

3

VEGA NASWIFINA, SH

4

DR. MISBAHUL HUDA

3

H. SUWIKNYO, S.Pd

5

SUYADI

4

Dra. JUNIAR WIJAYANTI

6

SITI RUKAYAH, S.Pd.I, MA

5

FEBY BONAPARTE

7

M. SALEH S.Pd. M.Si

6

SUKIRNO

8

PRANITA SWI HANGGIA, Amd, Keb

7

Hj. ANNISSA AMAZIA CASSANDRA

Pemenang Undian Poling SMS Caleg Pilihan Minggu Ini: 1. Dwi (088 835 20X XX) 2. Hasim (085 231 322 XXX)

Dapatkan hadiah pulsa Rp 20 Ribu, masing-masing untuk dua orang pemenang, yang akan diundi setiap minggunya. Pemenang mingguan, akan diumumkan setiap penerbitan Media Aspirasi. Dan seluruh pengirim SMS, akan diikutkan pada undian utama di minggu pertama April 2014, untuk mendapatkan hadiah T-shirt dan sejumlah Merchandise menarik. Ayo… Buruan SMS sebanyak-banyaknya.. Tetapkan pilihan, dan rebut kesempatan menangnya. Info selengkapnya, hubungi kantor redaksi Media Aspirasi di Jalan Kalimantan 127 Ponorogo, atau telepon di 0352-489219.

*) Poling ini digelar sepenuhnya oleh Redaksi Media Aspirasi, medio awal Maret hingga April 2014.


TRENGGALEK ASUSILA Heboh Video Mesum Pelajar SLTA

MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

11

POLISI TEMBAK ANGGOTA GENG

MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

Ilustrasi. TRENGGALEK, Media Aspirasi - Video mesum kembali gegerkan Trenggalek, Jawa Timur. Kali ini pelaku diduga pelajar salah satu SMA di Kecamatan Munjungan. Video yang menghebohkan warga Trenggalek, khususnya warga Munjungan ini, diduga diperankan L (17) dengan pacarnya E (18) yang masih satu sekolahan. Video mesum dengan durasi 20 menit tersebut, terdiri dari tiga bagian diduga direkam oleh pelaku cewek dan dilakukan didalam sebuah kamar. "Pelaku cewek dalam video itu diduga anak Tawing dan cowoknya anak Bendoroto. Kelihatanya dilakukan di rumah si cowok, keduanya juga masih sekolah di SMA," ujar warga Munjungan yang tidak mau disebutkan namanya. Video mesum siswa tersebut kini sudah beredar luas di wilayah Kecamatan Munjungan, namun pelaku yang mengunggah pertama kali video tersebut belum diketahui. "Dari informasi mulut ke mulut, video itu direkam ketika dua remaja ini merayakan valentine day 14 Februari yang lalu. Pembuatan video ini kemungkinan besar sebagai kenang-kenangan dan sebagai dokumentasi pribadi namun entah mengapa akhirnya bisa menyebar," tambahnya. Video mesum yang menghebohkan ini merupakan kejadian yang kedua kalinya di Kecamatan Munjungan setelah sebelumnya digemparkan kasus video mesum seorang cewek Munjungan dengan pegawai sebuah Bank yang dikenal dengan "Suparmi Bergoyang". Beredarnya video ini selain membuat heboh di Kecamatan Munjungan juga membuat beberapa pihak merasa prihatin,karena ternyata seks bebas sudah mulai merambah ke usia anak-anak sekolah.(bam/bt/so)

BENCANA ALAM Tanah Ambles Ancam Sekolahan Dan Empat Rumah Warga TRENGGALLEK, Media Aspirasi - Akibat tanah ambles sebuah sekolah dasar diKabupaten Trenggalek terancam ambruk. Selain sekolahan, tanah ambles juga mengancam empat rumah warga yang berada dibawahnya karena keretakan tanah semakin melebar akibat diguyur hujan terus menerus, merekapun terpaksa mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman. Halaman Sekolah Dasar Negeri 2 Bendungan, Trenggalek yang lokasinya berada ditebing ini ambles sedalam dua meter dengan panjang 30 meter akibat pergerakan tanah, hinggga beberapa tembok dan juga lantai sekolahan mengalami keretakan. Keretakan tanah terjadi dibeberapa titik yang menyebabkan plengsengan penahan tebing ambrol, bahkan kini semakin melebar dan memanjang setelah diguyur hujan terus menerus. Keretakan tanah terjadi sejak satu bulan terakhir, namun demikian aktifitas belajar para siswapun terus berlangsung. Selain mengancam sekolahan, tanah ambles juga mengancam 4 rumah warga Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan yang berada tepat dibawahnya. Keempat rumah tersebut adalah rumah milik Paimin, Sadeni, Supriyanto dan Widiyanto. Untuk menghindari hal-hal yang tidak inginkan merekapun terpaksa memilih meninggalkan rumah mereka dan mencari ketempat yang lebih aman, baik kekelurahan, saudara maupun ketempat lainya. “Terpaksa mengungsi mas, karena tembok rumah sudah pada retak, kami khawatir rumah kami roboh dan menimpa keluarga kami,”ucap Supriyanto. Warga merasa khawatir saat terjadi hujan dengan intesitas tinggi tanah akan longsor dan menimpa rumah mereka, apalagi pada saat malam hari bisa membahayakan keselamatan. Warga berharap pemerintah setempat melalui dinas terkait segera turun tangan membantu. Sementara dengan intensitas hujan yang terus terjadi diwilayah ini mengakibatkan keretakan tanah semakin melebar, warga dihimbau untuk lebih waspada pada saat terjadi hujan termasuk para siswa yang menjalani proses belajar mengajar.(ag/so) MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

TANAH amblas, yang dikhawatirkan sampai rumah warga.

TERSANGKA, saat diamankan pihak Polres Trenggalek. TRENGGALEK, Media Aspirasi - Agung Pandu Dewantoro alias Anyon (29) seorang buronan kasus tindak penganiayaan, perusakan, kepemilikan senjata tajam serta psikotropika ditembak kakinya oleh unit buru sergap (Buser) Polres Trenggalek, karena berusaha kabur saat digerebek petugas. Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh, mengatakan, tersangka kami tangkap di sekitar rumahnya di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Ia terpaksa kami lumpuhkan karena

mencoba kabur dan melawan petugas. "Dalam catatan polisi, Anyon yang tubuhnya dipenuhi tato itu, merupakan preman yang tergabung geng berandalan "Ligas" (Lingkungan Ganas)," kata Siti, Rabu (12/3). Pemuda kelahiran Singkawang, Kalimantan Barat ini diidentifikasi sebagai pelaku penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Reno (17), anggota Perguruan Silat Kera Sakti di Jalan raya Lintas Selatan (JLS) Prigi pada 2012. Anyon yang kemudian masuk daftar pencarian orang polisi, terlibat

dalam beberapa kasus perusakan dan teror kekerasan di wilayah Tulungagung-Trenggalek, hingga terakhir dia membacok pemuda sekampungnya hingga nyaris tewas. Unit buru sergap Polres Trenggalek serta jajaran reserse dan kriminal Polsek Watulimo telah berkali-kali melakukan upaya penangkapan, tetapi Anyon selalu berhasil kabur. Petualangan preman yang tubuhnya dipenuhi tato ini berakhir usai ia kembali dari pelariannya ke Kalimantan Barat dan muncul di kampung istrinya di Desa

Tasikmadu, Trenggalek. Polisi yang mengidentifikasi keberadaan Anyon lalu melakukan penggerebekan pada Selasa (10/3) sore, sekitar pukul 16.30 WIB di sekitar rumah Anyon di Desa Tasikmadu. Namun upaya penangkapan tidak berlangsung mulus karena Anyon sempat berusaha kabur meski polisi telah mengeluarkan tembakan peringatan. "Senjata itu bukan milik saya, demikian juga ratusan butir dobel L yang ditemukan polisi dalam tas saya di rumah. Itu titipan teman saya, pimpinan (geng) Ligas

sebelum ditangkap dan kemudian mati dikeroyok warga di Tulungagung," bantah Anyon membela diri. Anyon ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan, pasal 351 KUHP tentang perusakan, serta UU darurat atas kepemilikan senjata tajam. Polisi masih mendalami kepemilikan 461 butir psikotropika jenis dobel L yang ditemukan dalam tas Anyon, apakah narkoba itu benar titipan atau milik tersangka yang akan diedarkan. (ant/so)

Trenggalek Kekurangan Surat Suara TRENGGALEK, Media Aspirasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek kekurangan sebanyak 12.193 surat suara untuk pemilu legeislatif pada 9 april 2014 menadatang. kekurangan tersebut diantaranya karena surat suara rusak dan juga kuranganya jumlah pengiriman. Setelah dilakukan tahap akhir penyortiran KPU Kabupaten Trenggalek kekurangan surat suara 12 .193 surat suara. 2.935 lembar surat suara ditemukan rusak dan lainya kekurangan dari jumlah pengiriman. Dari kategori kerusakan surat suara diantanya adalah suarat sura sobek, tinta ngeblok, pencetakan nama maupun gambar yang tidak jelas. Sesuai daftar pemilih tetap yang diajukan, KPU kabupaten Trenggalek seharusanya menerima 2.282.516 lembar surat suara, namun setelah dilakukan penyortiran dan pelipatan surat suara untuk DPD,DPP-RI, DPR Provinsi dan DPRD Kabupaten surat suara yang siap digunakan adalah 2.273.258 lembar. Dari hasil penyortiran, kartu suara yang baik, rusak dan kekurangan dari pengirimanya KPU Trenggalek akan segera melaporkanya ke KPU pusat dengan tembusan KPU Jawa Timur untuk me-

MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

PENYORTIR surat suara Pemilu. minta tambahan surat suara. Surat suara Pileg yang tersortir diamankan digedung serbaguna kelurahan kelutan, Ke-

camatan Trenggalek. Sementara dalam pemulihan umum mendatang, jumlah warga Trenggalek

yang masuk daftar pemilih tetap sebanyak 559.440 ijwa yang tersebar di 14 kecamatan.(.../so)

KKN UNIVERSITAS MERDEKA PONOROGO

Rektor Unmer Bedah Buku SBY ‘Selalu Ada Pilihan’ PONOROGO, Media Aspirasi – Mahasiswa Universitas Merdeka (Unmer) Ponorogo, Sabtu (15/3) mengikuti bedah buku karya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ‘Selalu Ada Pilihan’. Hebatnya, bedah buku itu dilakukan langsung oleh Rektor Unmer Ponorogo, H. Moh. Amin, SH, MH. H. Moh. Amin, SH, MH menjelaskan, dipilihnya buku karya pak SBY ‘Selalu Ada Pilihan’ tidak berkaitan dengan kepentingan politis. Lantaran, SBY sudah bukan Capres lagi, sementara banyak tokoh yang meluncurkan buku tapi saat ini mau mencalonkan diri sebagai Presiden RI. Selain itu para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Unmer Ponorogo untuk selalu meneladani para pemimpin bangsa. “Salah satu pemimpin bangsa yang jejaknya layak dijadikan teladan bagi kita semua adalah Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono,” katanya. Dia menambahkan bahwa SBY terlahir bukan dari keluarga yang berkecupan alias kaya raya. “Tapi Pak SBY selalu semangat dalam menjalani hidup,” imbuhnya. Presiden SBY pun terlahir di sebuah kota kecil, di selatan Jawa Timur, Pacitan. Kepribadian SBY, menurut Moh Amin layak dijadikan in-

spirasi bagi para mahasiwa Unmer Ponorogo. Oleh karenanya, Moh Amin berharap kepada para mahasiswa Unmer Ponorogo untuk selalu menyimak halaman demi halaman isi buku ‘Selalu Ada Pilihan’, agar benarbenar meneladani kehidupan SBY. SBY mengingatkan tidak ada istilah belajar atau ujicoba atau penyesuaian saat terpilih dan menjalankan tugas sebagai presiden pada hari pertama bekerja. “Lebih jauh lagi jika kelak memang Anda terpilih menjadi Presiden, Anda juga harus siap untuk langsung bekerja. Tidak ada lagi waktu untuk baru mulai belajar. Sejak hari pertama Anda sudah langsung terjun ke medan tugas dan langsung memimpin negeri ini, utamanya menjalankan roda pemerintahan,” beber Moh Amin mengutip buku SBY tersebut. SBY juga berpesan sebagai pemimpin dan calon pemimpin harus kebal dan tahan fitnah serta prasangka buruk. “Fitnah maupun prasangka juga kerap kali menerpa seorang presiden saat menjalankan tugasnya,” keluh SBY dalam buku tesebut seperti ditirukan Moh Amin. Di akhir acara bedah buku SBY ‘Selalu Ada Pilihan’ tersebut para mahasiswa diberikan kenangan-kenangan dari pihak Unmer Ponorogo. (adv/ari)


12

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

MEDIA ASPIRASI/ARI

H. SUMANI ketua PGRI Ponorogo (tengah)

Terbitkan Jurnal Edukasi Penuhi Amanat Menpan dan RB

PONOROGO

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

PGRI PRIHATIN PELAJAR MESUM PONOROGO, Media Aspirasi – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ponorogo ikut prihatin atas terjadinya penggerebekan pelajar mesum minggu lalu. Sumani ketua PGRI Ponorogo menyesalkan terjadinya aksi asusila yang dilakukan oknum pelajar di Bumi Reyog ini. “Kami memang prihatin atas terjadinya tindakan itu,” terang Sumani kepada Media Aspirasi.

PONOROGO, Media Aspirasi – PGRI kabupaten Ponorogo melaunching Jurnal Edukasi, Minggu (9/3) lalu di Graha Nirwana. Peluncuran Jurnal Edukasi yang terbit setahun 2 kali yaitu bulan Februari dan Agustus ini dihadiri jajaran pengurus dan anggota PGRI se kabupaten Ponorogo. Menurut H. Sumani, dilaunchingnya Jurnal Edukasi ini untuk memenuhi amanat Permenpan dan RB nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan guru dan angka kredit. Dimana setiap guru PNS yang mau naik pangkat mulai kelas III c ke atas wajib melakukan publikasi ilmiah. Khusus ke IV b ke atas bentuk publikasi ilmiah salah satunya wajib berupa artikel yang dimuat di Jurnal yang ber-ISSN. PGRI Ponorogo mengklaim bahwa Jurnal Edukasi yang diterbitkannya pertama kalinya di Indonesia. Dan bakal diikuti oleh seluruh PGRI di nusantara. Tak tanggung-tanggung, Jurnal Edukasi ini menggandeng Mitra Bestari sebanyak lima pakar berkompeten di bidangnya. Yakni Prof. Dr. Suharsimi Arikunto Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Prof. Dr. Imam Suyitno UN Malang, Prof. Dr. Mudji Rahardjo UIN Malang (Sekarang menjadi rektor) yang istrinya asli Ponorogo tepatnya Manuk Siman, Prof. Dr. Sumarlan, SU Universitas Sebelas Maret Surakarta, dan Dr. Wahono Widodo Unesa yang asli Ponorogo desa Ketro, Kecamatan Sawoo. “Jurnal Edukasi ini dipasarkan dengan sistem berlangganan. Dengan teknik membayar di depan sebanyak 2 edisi langsung. Hingga kini pelanggan periode pertama sebanyak 653 orang,” sebutnya. Dalam rangka melaunching Jurnal Edukasi edisi perdana ini, PGRI Ponorogo menggelar seminar nasional bertema ‘Publikasi Ilmiah Bagi Pengembagan Profesi Guru ; Urgensi, Implementasi, dan Relevansinya dengan Kurikulum 2013’. Narsumbernya pun juga mitra bestarinya Jurnal Edukasi. Yaitu Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Prof. Dr. Imam Suyitno dan Dr. Wahono Widodo. H. Sumani mengatakan, selain Jurnal Edukasi, PGRI Ponorogo juga memiliki Majalah Dinamika GURU yang sudah berumur 7 tahun. “Eksistensi majalah dua bulanan itu kini pun makin kuat. Terbukti oplah terakhir sebanyak 3900 eksemplar,” tandasnya. Bahkan, dari tulisan para guru yang pernah dimuat dalam majalah dinamika guru selama sekitar 5 tahun pertama, sekarang dikompilasi untuk dicetak menjadi buku yang berjudul Pemikiran Guru Ponorogo Untuk Indonesia. Buku ini dijual dengan harga Rp 50 Ribu. “Mohon doa restunya kedepan PGRI Ponorogo semoga memiliki radio edukasi atau televisi PGRI,” pungkasnya. (ari/so/ser)

“Adanya pelajar mesum ini lantaran banyak faktor. Mulai dari lingkungan, teknologi informasi maupun psikologi anak.” Sumani, ketua PGRI Ponorogo

Menurutnya, terus berulang adanya pelajar mesum ini lantaran banyak faktor. Mulai dari lingkungan, teknologi informasi maupun psikologi anak. Meski begitu, hal ini tidak hanya menjadi tugas dan perhatian sekolah maupun pemerintah tapi juga masyarakat dan orang tua. “Butuh kerjasama antara lembaga, masyarakat dan pemerintah. Selama ini memang belum, tapi kami sudah melakukannya,” tegasnya. Ia pun meminta BK untuk lebih meningkatkan kembali bimbingan dan konseling bagi siswa yang sudah dalam pantauannya. Sehingga kejadian mesum tidak akan lagi terulang dengan konselor yang inten diberikan. “Kalau BK saya kira sudah konsen melakukan kegiatan terprogram, mereka juga melakukan pemetaan. Jika ada kasus, guru harus segera membimbing, sejauh mana solusinya harus ada,” sebutnya.

Pihaknya pun saat ini sudah berkordinasi dengan pihak sekolah untuk meengevaluasi untuk menemukan penyebab serta solusinya. “Kalau menegur kepala sekolah kayaknya tidak. Kami lebih memilih koordinasi apa penyebabnya terus bagaimana solusia supaya tidak terjadi,” sebutnya. Permasalahan ini, kata Sumani, tidak serta merta dilimpahkanya kesalahan kepada kepala sekolah. “Jangan hanya kepala sekolah, kalau ada semacam ini evaluasi ajalah,” imbuhnya. Sedangkan untuk oknum siswi mesum, pihaknya mengaku berdasarkan koordinasi dengan pihak sekolah memang sulit dikendalikan. Pelajar tersebut menurutnya sudah terkena poin-poin yang dilanggar dalam tata tertib sekolah sebelumnya. “Meski begitu akan dicarikan atau mutasi ke sekolah lain,” pungkasnya. (ari/so)

MEDIA ASPIRASI/ARI

MEDIA ASPIRASI/ARI

KPU Siapkan DPK dan DPK-TB PONOROGO, Media Aspirasi – KPU Kabupaten Ponorogo menargetkan partisipasi pemilih pada Pileg 9 April mendatang bisa menekan angka golput. Sehingga 40% angka golput pada Pilgub kemarin tidak terulang pada Pileg dan Pilpres mendatang. Untuk itu, paska penutupan DPT, KPU membuka ruang bagi pemilih “kacrit” untuk bisa mencoblos melalui Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Khusus Terbarukan (DPKTB). “Syaratnya dengan menunjukkan kartu identitas seperti KTP,”jelas Fatchul Azis, Ketua KPU Kabupaten Ponorogo, Sabtu(15/03). Hal itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para pemilih yang tidak masuk data di Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah ditutup pada 18 Januari 2014 lalu. Sehingga, nantinya tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan hak suaranya karena sesuatu hal. Diketahui, hasil rekapitulasi daftar pemilih tetap A6 di Kabupaten Ponorogo, untuk pemilih laki-laki berjumlah 376.477 jiwa, pemilih perempuan berjumlah 390.022 jiwa sehingga total pemilih mencapai 766.499 jiwa yang tersebar di 21 kecamatan, 307 desa dan di 2.064 TPS. “DPK ini kita buka mulai 14 Januari kemarin dan berakhir pada H-2 minggu sebelum pencoblosan. Sedang DPKTB bisa dilakukan pada hari pencoblosan,”imbuhnya. Dikonfirmasi tentang jaminan netralitas KPU terhadap jalannya Pileg dan Pilpres, Fatchul Azis menjelaskan, pihaknya sudah berupaya dengan rekrutmen yang transparan, melakukan Bimtek dan juga kawalan dari para relawan demokrasi. (wid/so)

POLISI Patroli Ponorogo amankan seapan angin laras penjang beserta pemilknya saat razia di terminal Selo Aji

Bawa Laras Panjang, Penumpang Kena Razia PONOROGO, Media Aspirasi Warseno (34) warga, Desa Semeng, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan diamankan Tim Sabhara Polres Ponorogo. Pria lugu ini kedapatan membawa senapan laras panjang tanpa disertai dokumen yang lengkap. Saat itu petugas sedang melakukan razia bus Restu yang ditumpangi diterminal Selo Aji. Razia dilakukan dalam rangka pengamanan jelang kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono ke Ponorogo, Selasa (18/03). “Karena kaliber tidak jelas, asalnya dari mana juga tidak jelas, juga identitas yang membawa KTP juga mati maka untuk sementara kita amankan

dahulu.Untuk mendalami dari mana asalnya, “tegas Ipda Yudi Kristiawan, Kanit Patroli, Sabhara Polres Ponorogo. Ipda Yudi Kristiawan juga menjelaskan, harusnya masyarakat itu ketika memiliki senjata seperti senjata angin mulai kaliber 4,5 mm ataupun kaliber 5 mm dilengkapi dengan surat kepemilikan. Serta mampu menunjukkan lokasi pembeliannya dengan disertai surat pembelian yang menunjukkan kaliber senapan angin tersebut. “Untuk penanganan lebih lanjut hal ini nanti kita konsultasikan dengan Kasat Intel,“terangnya lagi. Warseno, pemilik senapan angin laras panjang ketika dikonfirmasi me-

dia mengaku membeli senapan tersebut dari Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Tujuannya, akan digunakan untuk menembak musang yang saat ini banyak menyerang tanaman kelapa didesanya. Ada ratusan batang pohon kelapa didesanya yang gagal panen akibat serangan hewan hewan malam tersebut. Sehingga, pada Minggu (16/03) kemarin sore membeli senapan angin disentra industri pembuatan senapan angin milik Ipir dengan nama toko Sharp Fire Gun yang berlokasi di jalan Slamet no 33 Kediri yang merupakan sentra industri dengan harga Rp 1,2 juta. “Sebenarnya saya sudah ngotot

minta kuitansi tanda pembelian namun oleh penjualnya hanya dikasih kartu nama. Karena saya juga takut saya kan dari luar kota,”jelas Warseno. Diketahui, Kanit Sabhara bersama 20 anggotanya dan 2 propam beberapa hari ini bakal melakukan razia diantaranya terminla Selo Aji dan juga titik-titik perbatasan untuk kepentingan pengamanan jelang kedatangan Presiden RI pada Selasa(18/03) ke Ponorogo. Presiden SBY direncanakan akan mampir ke pasar Songgo Langit dan industri Gong di Paju sebelum ke Kabupaten Trenggalek. “Tiap malam kami juga rutin melakukan razia di beberapa hotel,“tegasnya lagi. (wid)

Geliat Guntur Sasono, Seniman Batik Lukis Asal Carat Kauman

Keluhkan Minimnya Perhatian Pemkab Terhadap Seniman Teknik membatik telah mengalami perkembangan tanpa meninggalkan teknik lama yang telah diwariskan secara turun-temurun. Mulai batik tulis, batik sablon, batik printing dan sebagainya. Beda dengan seni batik lainnya, batik lukis tidak setenar pembuatan seni batik yang kita kenal di Nusantara. Di Ponorogo ada salah satu seniman yang konsen menekuni batik lukis, yakni Guntur Sasono warga Dukuh Desa Carat, Kecamatan Kauman.

MEDIA ASPIRASI/ARI

Laporan ARI, dari Ponorogo

P

ria kelahiran Nganjuk, 2 Maret 1966 itu mengaku menekuni batik lukis itu sejak kecil namun terus terasah setelah kuliah di STKIP Negeri Surabaya jurusan Seni Rupa. Dia memilih batik lukis yaitu batik yang dibuat dengan teknik melukiskan langsung di atas kain. Sama halnya sebagaimana karya seni lukis menggunakan kuas, namun alat yang digunakan dan motif yang dibuat pun lebih bebas. “Saya menekuni batik lukis sejak tahun 2007 sampai sekarang. Awalnya otodidak setelah itu disentuh dengan pendidikan akademik sedikit lah,” terang Guntur Suseno kepada Media Aspirasi. Darah seni lukisnya itu sudah diturunkan dari ayahnya sejak kecil. Guntur kecil sudah senang mencorat-coret tembok untuk digambar pemandan-

GUNTUR sasono menunjukkan batik lukis hasil kreatifitasnya d ruang seninya gan maupun gambar orang. Lambat laun, hobinya itu membuatnya semakin menarik dan memutuskan untuk menekuninya. “Saya awalnya belum menguasai betul, saya belajar sendiri. Belajar, tahu dan menikmati akhirnya

keterusan,” sebutnya. Hobinya ini pun akhirnya mengantarkannya bergabung dengan paguyuban seniman Sorzambu. Ia pun bisa mengikuti berbagai pameran lokal maupun nasional. Seperti

pameran Grebeg Suro di Sasana Praja, pameran di Surabaya dan di Solo. Namun beberapa tahun terakhir pemeran di moment grebeg suro dialihkan lokasinya jauh dari perkotaan. Tidak banyak yang menekuni batik lukis ini di Ponorogo. Lantaran, batik lukis ini sifatanya hanya pajangan atau hiasan dinding. Beda dengan batik tulis yang bisa dipakai atau fashion. “Batik lukis ini masuknya seni rupa bukan terapan. Batik lukis itu seni murni yang hanya mengutamakan keindahan saja, tidak bisa dipakai dan tidak bisa diterapkan.Kalau batik tulis bisa di-fashion kan,”terangnya. Teknik batik lukis pun berbeda dengan teknis batik lainnya. Batik lukis pakai kanvas kalau batik tulis menggunakan canting. “Dengan begitu batik lukis itu lebih bisa mengekpresikan diri, tidak terbatas canting tapi kuas. Baik pewarnaan maupun gradasi cukup jelas,” sebutnya.

Dengan karaktersitik ini lah, tidak banyak seniman yang menekuni batik lukis di Bumi Reyog. “Batik lukis masih banyak peluang karena belum banyak yang mengekplor,rata-rata masih ke fashion,” terangnya. dengan minimnya seniman batik lukis inilah yang membuatnya kebingungan mencari teman sharing. “Belum banyak teman, sharing kesiapa sulit,” akunya. Sudah tidak terhitung lagi karya yang dhasilkannya selama ini. Ada yang masih terpajang di ruang seninya, hingga dibeli orang. “Biasanya pembelinya dari luar Ponorogo. Harganya berkisar antara Rp 500 Ribu hingga Jutaan rupiah,” sebutnya. Ia berharap, ada perhatian pemerintah agar batik lukis ini bisa dikembangkan. “Harapan kami ada dari pemerintah itu agar batik lukis bisa muncul gitu lo, dibantu istilahnya muncul kepermukaan,” terangnya. (***)


SAMBUNGAN

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

Ayo Kita... Ia mewanti-wanti, seluruh parpol untuk melengkapi segala administrasi yang dibutuhkan. Terutama surat izin yang harus sudah diserahkan kepada Polres Ponorogo, minimal tiga hari sebelum kampanye terbuka dengan tembusan kepada KPUD dan Panwaskab. ‘’Semuanya harus berizin,’’ tegasnya. Di samping itu, Ia meminta peserta kampanye terbuka untuk tidak melakukan arak-arakan yang mengganggu pengguna jalan lainnya. ‘’Dalam aturan kampanye terbuka, arak-arakkan tidak boleh,’’ warningnya. Ia berharap, kampanye terbuka ini dimanfaatkan seluruh caleg maupun parpol dengan mengutamakan kondisi yang aman dan tertib, hingga berakhir saat menjelang hari tenang tanggal 6 sampai 9 April waktu pencoblosan. ‘’Semuanya harus menjaga ketertiban agar kampanye damai di Ponorogo bisa berjalan lancar,’’ tandasnya. Di sisi lain, mengawali masa kampanye, KPUD Ponorogo menggelar Deklarasi Kampanye Damai dan Kirab Kampanye Berintegritas, Sabtu (15/3) lalu. Deklarasi dan kirab ini merupakan arahan KPU-RI untuk dilaksanakan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia secara serentak. Deklarasi dan Kirab Kampanye Berintegritas merupakan prasasti ikrar seluruh partai politik peserta Pemilu 2014 untuk berkampanye tertib, aman dan damai. Sebelum kirab diberangkatkan,

SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

para ketua parpol tingkat kabupaten membaca Deklarasi Kampanye Damai. Ketua Parpol juga membubuhkan tanda tangan penanda persetujuan kesepakatan kampanye damai. Yang berisi pernyataan kesiapan partai politik untuk menciptakan Pemilu yang aman, tertib, damai, berkualitas dan berintegritas demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penandatanganan kesepakatan disaksikan Ketua KPUD Ponorogo, Bupati Ponorogo, Ketua Panwaslu, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan, serta Komandan Kodim 0802. ‘’Deklarasi itu juga berisi pernyataan kesiapan partai politik untuk mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil demi menjunjung nilai-nilai demokratisasi Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,’’ terang Syaifullah. Pembacaan deklarasi dilakukan di halaman kantor KPUD Ponorogo. Selanjutnya, dilakukan kirab melewati 12 kecamatan. Di Ponorogo, ikrar kampanye damai, sebelumnya juga sudah dilakukan. Namun, penyelenggaranya adalah Polres Ponorogo. Hal itu dilakukan pada Kamis (13/3) lalu di aula Mapolres setempat. ‘’Kami berharap, pemilu 2014 ini lancar, damai dan tidak ada pelanggaran serta penyimpangan,’’ tegas Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan. Sehari sebelumnya, atau Rabu (12/3), jajaran Polres Ponorogo juga melakukan

pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat. Seperti MUI, tokoh agama, kapolsek se-Ponorogo termasuk sejumlah perwira staf. ‘’Kami menyerukan seluruh Parpol dan caleg untuk menjunjung tinggi moralitas dan akhlak mulia dalam berkampanye. Dan tidak melakukan praktikpraktik yang menghalalkan segala cara seperti penyuapan dan politik uang,’’ jelas Ketua MUI Ponorogo Drs KH Ansor M. Rusydi. Di Ngawi, Konvoi Kampanye Dilepas Bupati SEHARI sebelum kampanye terbuka 16 Maret, di Ngawi 12 parpol peserta pemilu melakukan pawai bersama keliling enam daerah pemilihan (Dapil). Start bermula dari Alun-Alun Merdeka Ngawi, Sabtu (15/3). Ketua KPUD Ngawi Surat Ashari mengatakan, sebelum pawai bersama, dilakukan deklarasi kampanye damai bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda). Tujuan utamanya, kata Surat Ashari adalah untuk mewujudkan Pemilu 2014 yang damai dan berintegritas serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat selaku konstituen. ‘’Kami mengajak semua komponen, baik peserta Pemilu maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas sosial. Semua pihak mempunyai rasa tanggung jawab untuk menghadirkan pelaksanaan kampanye yang damai dan beradab,’’ terangnya.

SK K2... Dicecar pertanyaan wartawan terkait hasil hearing tersebut, anggota dewan dari PAN tersebut sempat kebingungan. Pasalnya teman - temannya dikomisi A termasuk sang ketua seperti terkesan melarikan diri dari wartawan. Hasil hearing pun seperti masuk angin tanpa arah yang jelas. Padahal kasus tersebut merupakan kasus yang serius karena sudah menjadi perbincangan publik. “BKD juga menjelaskan, selama ini kerja OPP sebagai pembantu administrasi, di UPTD Sukorejo,”kata Nur Hamid. Dirinya mengaku secara pribadi belum puas dengan jawaban tersebut. Data diungkapkan dari Dinas Pendidikan SK honorer OPP dikeluarkan pada tahun 2004 oleh Drs. Suwandi yang tak lain orang tuannya sendiri. Pada tahun 2005, OPP ini baru lulus 30 Juni 2005 dari SLTA terfavorite diPonorogo. “Logika tentang kapan “ pengabdian sebagai honorer” padahal pada tahun tersebut masih sekolah. Masih menjadi pertanyaan saya,”tegasnya lagi. Sementara Syaifur Rachman, kepala BKD ketika dikon-

SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

firmasi menjelaskan tidak ada yang salah dengan proses administrasi OPP. Namun temuan dilapangan memang dirasa ada yang janggal, untuk itu pada pemberkasan nanti pihaknya akan melampiri penjelasan tentang OPP ini. “Kita tidak bisa melakukan pembatalan, yang berhak itu pusat,”jelas Syaifur Rachman, berkelit. Menyoal tentang modus penipuan berupa penyetoran uang guna meloloskan para honorer K2 oleh sejumlah oknum pejabat , Syaifur juga berkelit tidak mengetahui hal tersebut. Padahal sumber digedung lantai 8 menginformasikan pada minggu kemarin, honorer yang sudah dimintai uang telah dikumpulkan, dijelaskan bahwa uang mereka bakal dikembalikan usai Pileg. “Ah kata siapa itu, tidak, saya tidak mengumpulkan para honorer itu. Saya juga tidak tahu siapa yang minta uang,”jelasnya lagi. Diketahui, hearing kasus K2 antara komisi A dengan BKD dan Dinas Pendidikan ini dilakukan secara tertutup. Menjadi mencurigakan, ketika kasus yang menyangkut hajat hidup orang banyak disele-

saikan dengan cara slintutan. Bahkan sejumlah wartawan harus naik keatas meja untuk bisa mengambil gambar.*** Nasib Mantan K2 Menggantung Sementara itu ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah kata yang tepat untuk para tenaga honorer K2 yang tidak lolos menjadi tes menjadi CPNS. Nasib sebanyak 339 honorer daerah (honda) K2 itu kini menggantung. Peluang untuk diangkat menjadi PNS pun sangat kecil. Lantaran belum ada kejelasan akan masa depan setelah dinyatakan tidak lolos. Nur Hamid anggota komisi A DPRD Ponorogo mengaku tidak bisa menjamin mantan K2 itu otomatis menjadi PNS. Namun berdasarkan hasil kunjunganya di BKN, ia mendapat informasi bahwa pemerintah tidak akat memecat namun bakal diangkat menjadi Pegawai Pemerintah Kota (P3K). Mereka bakal mendapatkan gaji sesuai UMK yang berlaku. Meski begitu, informasi itu tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, lantaran hanya informasi hanya bersifat lesan belum ada surat resmi.

Bupati Amin... Majelis hakim juga menerima jaksa Irawan Jatimustiko,SH dan jaksa fungsional Subakhir, SH sebagai penerima kuasa khusus Bupati Amin. Pada sidang mediasi sebelumnya dua jaksa tersebut ditolak majlis hakim karena kurang memenuhi salah satu persyaratan. “Kita kemarin belum memenuhi surat pendaftaran sebagai penerima kuasa khusus dan tadi (Kamis,13/03) sudah kita lengkapi. Majelis hakim menerima dan penggunggat tak keberatan,”jelas Irawan Jatimustiko SH, usai sidang. Dikonfirmasi wartawan terkait posisi gandanya sebagai kuasa hukum bupati dan juga sebagai jaksa penuntut bila

sidang dilaksanakan, Irawan menjelaskan sesuai UU no 16 tahun 2006 pasal 30, yang pada garis besarnya jaksa bisa menerima kuasa dari pemerintah pusat maupun daerah dan juga BUMD untuk memenuhi kepentingan pemerintah dalam perkara perdata maupun tata usaha negara. “Makanya sekarang kami tidak memakai baju dinas coklat, tapi pakaian bebas,”terang Irawan Jatimustiko. Usai sidang mediasi, Lailatun Nisfah melalui pendampingnya Suparno,SH kepada media menjelaskan gugatannya ditujukan kepada Bupati Ponorogo, Amin karena beliaulah sebagai orang yang harus bertanggungjawab atas operasional PD BKP yang be-

waktu tiga bulan kemudian, kolam itu menghasilkan untung Rp 3.000.000. Keuntungan itu, ditambah dengan beberapa bantuan lain yang masuk, diinvestasikan lagi untuk membangun dua kolam besar seluas 5,5 x 24 meter persegi dengan kapasitas masingmasing 48.000 bibit lele. Kolam ini sekaligus sebagai kolam “pembelajaran” bagi beberapa penyandang tunagrahita. “Tentu mereka mempunyai pendamping yang bertugas mengawasi dan membina saudara kami yang berkebutuhan khusus. Saat ini ada empat pendamping,” imbuh Eko. Setelah dua tahun berlalu, usaha budidaya lele mereka

“Teman-teman yang belum lulus K2 berdasarkan konsultasi kami ke BKN tidak ada diangkat PNS atau penambahan untuk itu. Tetapi ada informasi secara lesan belum bisa diketahui kebenarannya, yang jelas dimasukkan P3K, itu pegawai pemerintah kota. Sistemnya, dikontrak tetapi saya komisi A itu belum valid. Itu belum bisa dijadikan dasar hukum walau yang menyampaikan BKN,” terang Nur Hamid, Senin (17/3) lalu. Hal sama juga diungkapkan Saifur Rachman kepala BKD Ponorogo yang menegaskan K2 yang tidak lolos tetap menjadi tenaga kontrak P3K gajinya sesuai UMK. Pihaknya pun tidak bisa menjamin lantaran aturan tertulisnya belum turun. “Nantikan pastikan entah melalui tenaga kontrak, itu masalahnya belum resmi dari pemerintah, tapi informasi seperti itu, itu aja,”pungkasnya. Seperti diketahui, dari jumlah honorer daerah K2 yang berjumlah 546 orang hanya 207 yang dinyatakan lolos. Sedangkan sisanya sebanyak 339 hingga kini belum jelas nasibnya. (wid/ari/so) SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

lum memiliki ijin prinsip dari Bank BI. Akibat dari kejahatan koorporasi ini, berdasarkan audit BKP perwakilan provinsi Jawa Timur no.SR-1746/PW 13/5/2012 tanggal 3 januari 2012 negara dirugikan sebesar Rp.4.377.122.000,00. Dalam gugatan tersebut ada tiga tuntutan, pertama, tuntutan pidana sebagai pejabat yang memerintahkan operasionalnya, kedua, tuntutan aliran dana secara illegal, ketiga, menuntut agar dana milik para deposan agar segera dikembalikan. “Selama ini untuk mengusahakan kembalinya uang saya sebagai deposan sebesar Rp. 1,2 milliar butuh waktu 2 tahun. Itupun sampai sekarang belum lunas masih tersisa Rp

Ajak Mandiri... Tujuannya agar para donatur mengetahui pasti kondisinya. Perjuangan Eko ketika itu mulai menampakkan hasil pada tahun 2010. Berkat kegigihannya mencari sumbangan maupun donatur. Dimana, beberapa donatur mulai memberikan bantuannya, di antaranya dari Bank Indonesia Kediri yang memberikan bantuan awal sebesar Rp 3 juta dan ditambah lagi Rp 25 juta. Bantuan itu ia gunakan sebagai modal pengembangan budidaya lele. Dengan modal bantuan yang ada, ia bersama Kelompok Masyarakat (Pokmas) desanya membangun kolam besar seluas 4 x 16 meter yang mampu menampung 24.000 ekor bibit lele. Dalam jangka

Pantauan Media Aspirasi, Alun-Alun Merdeka Ngawi sejak pagi sudah berderet sedikitnya 120 mobil penumpang dari 12 parpol, menunggu start pawai bersama. Sesuai ketentuan KPUD Ngawi, dalam pawai bersama ini, jumlah maksimal mobil yang boleh digunakan setiap parpol hanya 10 unit, dengan pengawalan ketat aparat Polres Ngawi. Selain itu, tidak terlihat satu pun kendaraan roda dua yang digunakan untuk pawai bersama. Setiap mobil dihiasi bendera masing-masing parpol. Sekitar pukul 08.00 WIB, rombongan pawai bersama parpol dilepas Bupati Ngawi Budi Sulistyono. Masih menurut Surat Ashari, pada pawai bersama ini sekaligus langkah sosialisasi parpol peserta Pileg di Ngawi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, rute yang dilalui rombongan pawai melalui enam dapil yang ada di Bumi Orek-orek. Pada Pemilu kali ini, DPRD Ngawi ‘menyediakan’ 45 kursi yang diperebutkan sekitar 444 caleg dari 12 parpol. Sebelumnya, sempat tercatat 446 caleg. Namun dua di antaranya meninggal dunia. Mereka diketahui berangkat dari Dapil 5 dan 6. Surat Ashari menjelaskan, caleg yang meninggal tersebut tetap dicatat sesuai nomor urutnya di surat suara. Selain itu, dari 444 caleg tersebut, terdapat 37 caleg yang merupakan wajah lama, alias anggota DPRD Ngawi periode 2009-2014. (ari/ wid/pr/so/dik)

600 juta,”jelas Lailatun Nisfah, usai sidang Kamis (13/03). Diketahui, pada sidang ke 2 mediasi ini, Majelis hakim yang dipimpin I putu Gde Novyartha,SH juga memutuskan memberi waktu satu minggu untuk menyetorkan nama mediator bersertifikat dari Depkumham. Dan penggugat menyetujui Lilasari, SH dari Pengadilan Negeri Ponorogo sebagai mediatornya. Selanjutnya sidang bakal diagendakan 40 hari mendatang. Pada kesempatan terpisah, Bupati Amin, ketika dikonfirmasi gugatan terhadap dirinya ini menyatakan tidak masalah. “Digugat, tidak apa-apa. Masih akan kan,” terangnya santai. (wid/so) SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

semakin sukses. Para penyandang tunagrahita yang “magang” itu kemudian dibuatkan kolam kecil yang dibangun di rumah masing-masing. Seiring berjalannya waktu, saat ini sudah ada sebanyak 57 kolam yang tersebar di setiap rumah yang terdapat pengidap cacat mental itu. Selain itu, ada 48 kolam yang disediakan untuk masyarakat umum yang tertarik dalam bidang ini. “Karena sejak awal tujuan kita adalah pemberdayaan masyarakat, cakupan kami perluas kepada masyarakat umum,” imbuhnya. Eko menceritakan, waktu awal-awal merintis perjuangannya itu bukanlah saat yang mu-

dah. Cemoohan warga sering ia rasakan. Sikap skeptis itu muncul karena ide pemberdayaan yang diusung Eko belum sepenuhnya diterima masyarakat. Membuat mandiri para penyandang keterbelakangan intelektual dianggap sesuatu yang irasional sehingga tidak mungkin terelasiasi. Tidak sedikit pula yang mencurigainya dengan menganggapnya hanya mengambil manfaat. Pandangan negatif itu akhirnya pudar dengan sendirinya. Eko mampu menjawabnya dengan berbagai macam capaian yang bagus. Masyarakat yang awalnya pesimistis itu akhirnya mendekat untuk bekerja bersama. (***)

SELANGKAH LEBIH DEKAT !

Baru Sebulan... “Apa boleh buat sebagai warga sekitar sini hanya terperangah dengan kondisi jalan tersebut padahal baru sebulan lebih selesai digarap, karena kita ini awam tentang hal proyek makanya hanya melongo melihat kondisi jalan yang rusak ini,” terang nara sumber yang enggan disebut namanya, Selasa (18/03). Terangnya, meskipun awam tentang proyek dirinya meyakini sewaktu proses pengaspalan berlangsung hanya dikerjakan asal-asalan. Terbukti, lapisan aspalnya sangat tipis apalagi ruas jalan Teguhan-Jatigembol sering dilewati kendaraan dengan beban diatas 5 ton.

SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

“Mungkin pihak pengelolanya kepengen meraup untung terhadap ruas jalan ini, sudah sepatutnya pihak pengawas proyek turun tangan jangan hanya diam kalau tidak mau dikatakan kongkalikong dengan pengelola saat itu,” kupas nara sumber. Sebagai warga terang nara sumber, sangat menyayangkan terhadap kondisi insfrastruktur terutama jalan yang terindikasi disalahgunakan oleh segelintir oknum. “Palingpaling mereka beralasan seandainya ditanya tidak lebih dari dampak tanahnya bergerak dan labil,” urainya lagi. Sementara Kabid Pembangunan DPU BMCK dan Keber-

PNS Ikut... Marwan, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pacitan menegaskan jika ada CPNS terbukti ikut aktif berkampanye Pemilu Legislatif (Pileg) pada 9 April 2014 ini, pihaknya memastikan tak ragu untuk menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. ‘’Karena masih berstatus CPNS, biasanya rawan sekali. Ini pemberkasan belum selesai. Kalau mereka sudah terindikasi berpolitik, otomatis jadi sorotan. Hal itu sudah kami sampaikan saat pembekalan tenaga Honorer Ketagori 2 (K2) sebanyak 270 orang, Selasa (11/3) kemarin,’’ tegasnya. Padahal, jumlah PNS di lingkup Pemkab Pacitan mencapai ribuan. Sehingga, banyak pihak yang ingin memanfaatkan untuk mendulang perolehan suara. Namun, sesuai ketentuan kepegawaian, larangan PNS berpolitik bersifat mutlak. Karena itu, tiap bentuk pelanggaran mengandung risiko. Ter-

masuk pembatalan penerbitan NIP CPNS. ‘’Mungkin ada yang nekat pakai atribut (kampanye), monggo saja. Tapi risiko ditanggung sendiri. Kalau NIP (bagi CPNS) tidak jadi keluar, anda yang rugi,’’ ancamnya. Lebih lanjut Marwan menandaskan, jika ada PNS memiliki keluarga yang menjadi caleg, BKD mengimbau supaya yang bersangkutan memilih posisi aman. Artinya, jika caleg tersebut hendak berkampanye atau membutuhkan bantuan terkait aktivitas politik, sebaiknya PNS bersangkutan harus diam. ‘’Sebagai ganti, bisa diwakilkan kepada anggota keluarga lain yang bukan PNS,’’ lanjutnya. Atas imbauan tersebut, pihak BKD sudah melayangkan surat ke seluruh kecamatan serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pacitan. Instruksi yang ditandatangani Bupati Indartato itu berisi imbauan kepada PNS agar bersi-

kap netral dalam pemilu. Dalam hal pengawasan, pemkab tidak hanya memanfaatkan hierarki birokrasi, namun juga melibatkan pengawasan langsung masyarakat. ‘’Kalau nanti ada laporan masyarakat dan dapat dibuktikan, tentu akan segera ditindaklanjuti,’’ tandasnya. Sementara itu, terkait imbauan tersebut, Sekda Pacitan Suko Wiyono mengaku sudah membuat surat edaran larangan PNS terjun dalam politik praktis. Baik dari lingkup pemkab sampai jajaran paling bawah. Adanya itu supaya PNS bisa menjaga netralitas dan lebih berkonsentrasi pada pekerjaan serta meningkatkan profesional kerja. Sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal. ‘’Prinsipnya, PNS tidak boleh berpolitik agar bersungguhsungguh menunjukkan profesionalismenya dalam melaksanakan tugas,’’ tambahnya. (bc/dik) SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

annya untuk berburu, diperbolehkan. Hanya saja mereka tetap harus diwajibkan melapor terlebih dahulu. Selanjutnya, ketika proses berburu selesai, senjata dikembalikan lagi ke Koramil. Langkah tersebut dilakukan TNI bersama kepolisian karena didasari pertimbangan banyaknya beredar senjatasenjata berburu yang mematikan. Selain menggudangkannya, TNI juga mengimbau pada pemilik senjata untuk bergabung dalam klub menembak. Dengan demikian akan mempermudah pengendalian dan pengawasan. Bagi warga yang tetap tidak bersedia menaati imbauan itu, maka proses selanjutnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian. ‘’Sehingga ketika ada kejadian

Atasi Tingginya... Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, mereka saat ini mempunyai 400 tenaga bidan, baik PNS maupun honorer. Dari jumlah tersebut sebagian besar berada diwilayah perkotaan. Untuk itu Dinas Kesehatan bakal mengambil langkah guna melakukan penyebaran dan pemerataan tugas para bidan tersebut. Dari 305 desa, sekitar 20 desa yang belum memiliki

sihan Ngawi Winulyo hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi oleh awak media. Hanya saja sesuai kronologi sebelumnya memang pengerjaan ruas jalan Teguhan-Jatigembol bermasalah. Pada awal tahun ini proyek tersebut sempat macet dikerjakan tanpa adanya kejelasan pasti. Namun sesuai informasinya dari berbagai sumber saat itu CV.Selo Putro Mandiri selaku rekanan tengah kesulitan aspal dari penyedia. Akibatnya proyek ruas jalan Teguhan-Jatigembol yang seharusnya rampung pada 23 Desember 2013 molor melangkah ke tahun berikutnya. (pr/so) SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

TNI Minta... Senjata yang dimaksud Dandim adalah senjata rakitan yang banyak beredar di masyarakat untuk keperluan berburu. Utamanya yang dianggap membahayakan nyawa manusia. Seperti senapan angin jenis gejlok dengan kaliber di atas lima milimeter. Teknis penggudangan senjata dilakukan di kantor-kantor Komando Rayon Militer (Koramil). Pertimbangannya lebih pada efektivitas dan kemudahan akses masyarakat. Sebab, jika pengumpulan dilakukan terpusat di Kodim 0801, akan membuat masyarakat enggan dengan alasan jauh. Sehingga hasilnya kurang maksimal. Meski demikian pihak TNI masih memberikan kelonggaran. Bagi pemilik senjata yang bermaksud ingin menggunak-

13

Media ASPIRASI

kriminalitas yang melibatkan penggunaan senjata, kami akan lebih mudah mengendalikan. Kalau melanggar, sanksinya kami serahkan ke kepolisian,’’ ucap Dandim. Dandim menegaskan, larangan membawa senjata mematikan tak hanya berlaku bagi warga sipil. Tetapi juga anggota TNI. Termasuk membawa pisau sangkur. Instruksi tegas itu disampaikan berkaitan dengan tugas pembantuan kepada Polri dalam upaya memelihara keamanan dan ketertiban selama proses Pemilu berlangsung. Bahkan Ia secara jelas melarang anggotanya untuk bersinggungan langsung dengan masyarakat. ‘’Jika ada masalah di wilayah-wilayah, kita tidak akan tinggal diam. Tetapi nanti yang menangani adalah SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

tenaga bidan, mulai April mendatang diharapkan tiap desa sudah memiliki bidan desa. “Kita pakai sistem senioritas, dimana bidan senior ditempatkan dikota dan yang junior kita tugaskan ke daerah. Jika mereka tidak mau harus membuat surat pernyataan atau mengundurkan diri,”tegas Prijo Langgeng. Langkah tegas tersebut dibuat dinas kesehatan dalam

rangka untuk menekan angka kematian bayi. Dimana data terbesar itu akibat proses melahirkan yang tidak cepat mendapatkan bantuan medis. Data nasional menunjukkan angka kematian bayi saat dilahirkan sebesar 100.000 per 300.000 kelahiran. “Jika tetap kekurangan tenaga bidan maka satu bidan bisa ditugaskan untuk membantu didua desa,”terangnya. (wid/so)

Calon Ibukota, Rawan Banjir MADIUN, Media Aspirasi - Pembangunan Kota Mejayan yang nantinya akan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Madiun yang baru memang sudah mulai dikerjakan termasuk fasilitas fasilitas untuk memenuhi unsur sebuah ibukota kabupaten, tetapi pembangunan pusat pemerintahan yang baru ini berdampak pada amburadulnya tata ruang kota yang kurang memperhatikan sistem drainase dan mengakibatkan beberapa kali kota Mejayan ini mengalami kebanjiran, padahal sebelumnya kota Mejayan ini yang dulunya hanya sebagai sebuah kota Kecamatan yang tidak begitu besar tidak pernah mengalami kebanjiran seperti saat ini, hal ini karena maraknya pembangunan pusat ekonomi dan kantor-kantor pemerintahan yang kurang memperhatikan faktor keseimbangan lingkungan yang parah seperti dimana lokasi yang harusnya menjadi lahan resapan air kini berubah fungsi menjadi bangunan pusat pertokoan. Seperti yang dituturkan oleh Tarmidi warga Desa Mojorejo, Kota Mejayan,”dulu daerah Mojorejo ini merupakan daerah

yang jarang ada air menggenang meskipun di musim penghujan, dikarenakan di daerah ini ada lahan resapan air yang luas tetapi karena di lokasi itu dilaksanakan proyek pembangunan pusat pertokoan yang kurang memperhatikan faktor lingkungan hidup, kawasan ini menjadi daerah rawan banjir yang tak seharusnya terjadi,” jelas Tarmidi. Begitu halnya dengan yang dikatakan Kadiran, salah seorang pegawai swasta warga desa Buduran, Kota Mejayan,” karena banyak pembangunan yang tidak memperhatikan tata ruang kota yang tepat, akhirnya sungai kecil yang melintasi Kota Mejayan ini meluap, karena alur sungai berubah mendangkal, dikarenakan sungai tersedimentasi karena sampah dan buruknya sistem drainase di kota Mejayan mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir tukas,” Kadiran. Diharapkan pemerintah setempat segera membenahi sistem tata ruang kota ini sehingga calon pusat pemerintahan baru Kabupaten Madiun ini nantinya tidak akan menjadi langganan rutin banjir. (tok/so)


KEDATANGAN SBY, ibu Ani dan Ibas disambut tampilan reyog Ponorogo.

EDHIE BASKORO YUDHOYONO

Bersama SBY, Kunjungi Sentra Gamelan Paju

PONOROGO, Media Aspirasi - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) atau biasa dipanggil Ibas mengunjungi sentra produksi gamelan di Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo, Selasa pagi (18/3) kemarin. Kunjungannya ini bersamaan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Kedatangan SBY dan istri serta Ibas ini, langsung disambut dengan permainan seni reyog Ponorogo. Dalam kesempatan itu, ketiganya sempat melihat langsung proses pembuatan gamelan serta berdialog dengan Kusnan selaku pemilik kerajinan. Presiden, Ibu Ani dan EBY pun sempat mendengarkan cerita pengrajin Mbah Kusnan, yang hasil karyanya sudah merambah ke seluruh

Indonesia sejak 1991 dan banyak mendapat penghargaan internasional. Setelah melihat proses pembuatan gamelan, SBY dan Ani Yudhoyono serta Ibas sempat memukul gong secara bergantian. Kontan saja, sejumlah warga, simpatisan, dan kader Partai Demokrat yang berada di lokasi di tepi jalan raya PonorogoPacitan itu pun bertepuk tangan. Pada kesempatan ini, Ibas mengaku kagum dengan kreatifitas Mbah Kusnan yang telah mampu mempertahkan industri lokal dan bisa membuka lapangan pekerjaan. Ia berharap, eksisnya kerajinan gamelan ini berimbas pada lestarinya kesenian di Ponorogo, khususnya Reyog. “Apa pun usaha kita, baik pertanian, UKM kreatif dan usaha lainnya, semoga diberikan kemudahan

PRESIDEN SBY dan Ibu Ani Yudhoyono serta Ibas peduli perajin gamelan, dengan meng­ un­jungi sentra UKM Gamelan di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Kecamatan Ponorogo. di kemudian hari dan memberikan manfaat. Kerajinan gemalan ini harus tetap eksis agar kesenian dan pelaku seninya bisa terus bertahan,” harap Ibas. Ia berharap agar kesenian tersebut dilestarikan karena merupakan warisan budaya bangsa. “Reyog harus kita lestarikan,” ujarnya di hadapan warga. Sementara itu, kunjungan Presiden SBY di kerajinan gamelan khas Ponorogo tersebut disambut bangga Mbah Kusnan. Ia menilai kunjungan ini merupakan wujud kepedulian SBY dan Ibas terhadap masyarakat yang terus berusaha mempertahankan tradisi dan budaya bangsa. “Mugi-mugi kanthi kunjungan Pak Presiden dan Mas Ibas teng Industri gamelan niki saget maringi tulodho dateng kawulo mudo. Harapan ipun kawulo mudo saget remen dateng kesenian

asli Ponorogo,” ungkap Kusnan Kepada Media Aspirasi. Kusnan sendiri mengaku bagaikan mimpi bisa bertemu dan malah dikunjungi orang nomor satu di Indonesia dan keluarganya . “Kulo remen sanget, kados ngipi dipun rawuhi bapak presiden lan keluarganipun,” katanya. Dirinya pun awalnya tidak menyangka akan kedatangan tamu agung sekelas presiden di industri yang ditekuninya. “Tigang dinten niko wonten pak polisi mriki ngabari bilih pak presiden badhe mriki kulo mboten percados. Ndilalah ketekan Pak Presiden lan Mas Ibas rawuh temenan,” sebutnya. Usai mengunjungi industri gamelan, SBY dan Ibas melakukan kampanye perdana di Stadion Rejo Agung, Tulungagung. (adv/ari)

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

Media ASPIRASI


SARTONO DULUR DHEWE

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

15

Mantabkan Pilihan, Coblos SARTONO Dulur Dhewe MESKI Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru merilis jadwal resmi kampanye pada akhir pekan kemarin, sebagai calon anggota DPR-RI dari Partai Demokrat, Mas Sartono tak pernah berubah. Dia tetap rajin dan getol turun ke masyarakat bawah, menyapa, bersilaturahmi, menyerap aspirasi dan membantu mengatur solusi. Kegiatan seperti blusukan, terus dilakukannya. Meski sudah memasuki tahap kampanye resmi, Sartono tetap dengan gaya khasnya yang santun, dan tak banyak mengobral janji. Bedanya, ketika sudah

memasuki kampanye resmi, Sartono lebih mantab untuk melakukan pembekalan kepada masyarakat, untuk mencoblos yang benar, pada pemilihan umum 9 April mendatang. Yakni untuk surat suara warna kuning (DPRRI), pilihan tepat harus dimantabkan pada Partai Nomor 7 (Demokrat) dan dicoblos Caleg Nomor urut 2, Sartono, SE. Seperti pekan ini, misalnya. Sartono mengawali aktivitas silaturahminya di Ngawi. Pria yang selalu berpenampilan necis ini, berada di bumi Ketonggo selama dua hari, yakni

Jumat (14/3) dan Sabtu (15/3) kemarin. Hari pertama, dia mengunjungi rumah Pak Ngadimun di Desa Kasreman, Kecamatan Geneng. Di tempat ini, Sartono melakukan pembekalan saksi. Usai dari Geneng, kegiatan serupa dilakukan di Gedung serba guna Kecamatan Jogorogo. Selanjutnya, pada sore hari, Sartono melakukan temu kader saksi di rumah Pak Joko Suparno di Desa Ploso, Kecamatan Kendal. Pada hari kedua, Sabtu (15/3), Sartono masih semangat untuk

melakukan pembekalan kader. Yakni di Rumah Pak Suryo di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, selanjutnya di Desa/Kecamatan Karanganyar, berlanjut di rumah Pak Zainuri Desa Tempursari, Kecamatan Mantingan, serta di rumah Bu Menik, di Desa/ Kecamatan Mantingan. Pada Minggu (16/3) kemarin, kunjungan pria yang akrab dengan slogan Dulur Dhewe ini masih melakukan sejumlah pembekalan saksi. Yakni di rumah Bu Marilah, Desa Trisono, Kecamatan Babadan,

dilanjut di rumah Pak Kemis Desa Subggahan, Kecamatan Pulung, rumah Pak Supri di Desa/Kecamatan Sawoo serta di rumah Bu Hartini Desa Selur, Kecamatan Ngrayun. Hari berikutnya, pada Senin (17/3), Sartono Dulur Dhewe melakukan kunjungan di tanah kelahirannya, Kabupaten Pacitan. Di Kota 1001 Goa ini, Sartono melakukan pembekalan kader di rumah Pak Joko Kecamatan Bandar serta di gedung serba guna Kecamatan Nawangan. ‘’Dari sejumlah kegiatan ini, saya berupaya menyerap as-

AYO... SESARENGAN NGUTUS DULURE DHEWE, DADI DEWAN PUSAT... YA MAS SARTONO PILIHANE....

pirasi masyarakat. Sekaligus meminta doa restu dan dukungan, pada Pemilu 9 April mendatang,’’ tandas Sartono.

Ayo.. Kita Sukseskan Pemilu Legislatif 9 April 2014. Datang ke TPS, buka surat suara warna kuning. Mantabkan pilihan pada Partai Demokrat, dan coblos caleg nomor 7, Sartono, SE. Sesarengan nyengkuyung dulure dhewe, supaya lungguh dadi dewan pusat, dadi wakile sedulur kabeh. Ya Mas Sartono Pilihane...!!! (*/tim pondasi sartono/ dik/adv)


Daerah Pemilihan Jawa Timur 7

DPR RI

OJO LALI DULUUURRR...!!! TANGGAL 9 APRIL 2014

WERNO KUNING SURAT SUARANE WERNO KUNING SURAT SUARANE NOMOR 7 PARTAINE, NOMOR 22 CALEGE, CALEGE, NYOBLOS MAK...BLESSS...!!

16 Media ASPIRASI

Nyoblos Mak...Blesss...!!!

EDISI 52 19 - 25 MARET I TAHUN 2014


MEDIA ASPIRASI