Issuu on Google+

Ponorogo Teroris KURANG 60 RIBU ‘SUSU’ Singgahi Magetan

Langganan Koran? Hubungi: 0352 - 489219 Harga Eceran Rp. 2.500,-

BACA HALAMAN

baca juga versi e-paper di www.mediaaspirasi.co.id

4

BACA HALAMAN

9

Wali Murid Sesalkan Dana BSM BACA HALAMAN

7

Media ASPIRASI KORAN UMUM

EDISI 53 I 26 MARET- 1APRIL I TAHUN 2014

www.mediaaspirasi.co.id

SELANGKAH LEBIH DEKAT

Budaya Rukun dan Nyali Penyelenggara Pemilu Oleh: Sugiharto, Pengurus MPC Pemuda Pancasila Kab. Ngawi Pengurus Kadin Kab. Ngawi Ketua KKMB Kab, Ngawi, Alamat: kafihar@yahoo.com

PACITAN, Media Aspirasi - Ada satu jabatan prestisius yang dipegang seorang Suko Wiyono, sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan. Pekan lalu, pekan ini dan pekan depan, PNS nomor 1 di Pemkab Pacitan itu, merangkap tiga jabatan sekaligus. Ya sekda, ya bupati, ya wakil bupati. Andaikan Museum Rekor Indonesia (MURI) mengetahui, mungkin

M

enjaga nilai-nilai kerukunan dalam Pemilu 2014 tanpa menciderai undang undang dan nilainilai demokrasi, mudah diucap, tapi nyatanya gampang-gampang sulit dilakukan. Namun dikatakan mudah, kalau semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung, saling melestarikan budaya rukun. Budaya rukun yang telah dibangun masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun lalu. ke halaman 11

pria yang akrab disapa Sukowi ini, akan tercatat di dalamnya. Oye...!!! Ya, tiga jabatan puncak pada pemerintahan itu, dipegang Sukowi, lantaran Bupati Pacitan Indartato yang hingga kini tak memiliki wakil, memilih untuk cuti demi menjadi juru kampanye dari Partai Demokrat. Jabatan politik sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan, membuat

Indartato harus menanggalkan lencana bupatinya, untuk sementara waktu. Menurut Indartato, total cuti kampanye yang diambilnya adalah enam hari, dalam kurun waktu tiga minggu. Yakni, tanggal 19 Maret, 20, 24 dan 25 Maret. Serta pada tanggal 3 dan 4 April mendatang. ‘’Pengajuan cuti kampanye sudah dilakukan pekan lalu kepada Guber-

nur Jatim Soekarwo, sedangkan hari ini saya sudah resmi melakukan kampanye berdasarkan surat keputusan yang sudah ada,’’ jelasnya, Senin (24/3). Indartato lantas merujuk pada regulasi izin cuti kampanye pada pasal 11 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2013 tentang hari libur adalah hari bebas untuk melakukan kampanye. ke halaman 11

Terminal Mangkrak, Kepala Dishub Maklum PACITAN, Media Aspirasi – Sub Terminal Kecamatan Donorojo sudah menahun mangkrak tak berfungsi. Pasalnya, para sopir angkutan enggan masuk terminal lantaran penumpang memilih menunggu di tepi jalan raya. Saidi, 37, pengemudi angkutan umum mengaku tidak memasukkan mobilnya ke terminal karena para penumpang enggan naik mobil dari dalam terminal. Alasannya, lokasi terminal kurang tepat dan sepi. Selain itu, toko di lokasi terse-

LIMA Penggungat Polres Ponorogo sedang mengikuti sidang pertama mediasi di PN. Ponorogo

but sangat sepi. ‘’Kalau saat pasaran, hanya untuk parkir saja,’’ cerita Saidi, Minggu (23/3) kemarin. Saidi menambahkan, Terminal Donorojo ini memang sering tidak digunakan. Bahkan, angkutan umum hanya ngetem di pertigaan. Walhasil, para penumpang pun enggan masuk terminal, memilih menunggu di pertigaan. Alasannya, karena penumpangnya keburu diambil angkutan umum lain. ke halaman 11

Pembuang Sampah Medis Bisa Dipidanakan

Korban Investasi Bodong Gugat Polres

Tak Lakukan Penyitaan, Malah Kembalikan Barang Bukti

PONOROGO, Media Aspirasi - Limbah medis berupa tabung, jarum, dan selang infus ditemukan di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) 3R (re-

PONOROGO, Media Aspirasi - Lima orang korban investasi bodong CV. BC EXPRES yang berkantor di Surabaya menggugat Polres Ponorogo. Gugatan dilakukan dengan alasan salah satunya adalah telah melakukan perbuatan melawan hukum dan atau tidak menjalankan tugas serta kewajiban sebagaimana mestinya atau telah menyalahgunakan wewenang dalam penyidikan kasus penipuan CV. BC EXPRES sehingga merugikan para penggugat.

duce, reuse, dan recycle) di Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Senin (24/03). ke halaman 11

Derita Suherto, 40 Tahun Menderita Kanker Kulit

Trauma dengan Ajakan Berobat Gratis

ke halaman 11

PONOROGO, Media Aspirasi – Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo akhirnya memenangkan Kantor Bappemas Pemdes Ponorogo atas kasus gugatan Sunardi Cs dalam hal Perdes dinyatakan tidak sah bila tidak diundangkan dalam berita daerah, Kamis (20/03/2014). ke halaman 11

sih ning iday orogo W i Yun up Pon Wab

MEDIA ASPIRASI/ARSO

HARIYANTO saat memperlihatkan limbah medis yang dibuang ke TPST Tonatan.

MEDIA ASPIRASI/ENDANG WIDAYATI

Bappemas Pemdes Menang, Setelah 29 Kali Sidang

(0352) 489219

!

HUKUM

MEDIA ASPIRASI/ENDANG WIDAYATI

mediaaspirasi@ymail.com

YA BUPATI, YA WABUP, YA SEKDA JUGA...OYE

OPINI

PEMERINTAHAN

media aspirasi

Muh Bupati tarom dan Isw dan wa kil Bup anto ati Mad iun

Ind Bupa artato ti Pa citan

Budi S Bupa ulistyon o ti Ng awi

@media_aspirasi

Dengan mengenakan kaos sederhana Suherto duduk diteras rumahnya yang hanya terbuat dari papan. Dikursi sederhana Suherto duduk ketika Media Aspirasi datang siang itu. Nampak kulit yang penuh dengan benjolan, hingga memenuhi sekujur tubuhnya, dan juga seluruh wajahnya. Catatan Didik Purwanto, Ngawi

P

enyakit yang hinggap di tubuh Suherto (46) warga Gang Mayang, Jl Bernadip Lingkungan Klampisan, Kelura-

han Margomulyo, Kecamatan/ Kabupaten Ngawi mungkin tergolong langka. Empat puluh tahun Suherto menderita penyakit ini, yaitu sejak dirinya berusia 6 tahun. Namun baru diketahuinya kalau itu kanker kulit pada tahun 2013. Karena terlambat mendeteksi, kini sekujur tubuh Suherto dipenuhi benjolan. Bahkan wajahnya sekarang nyaris tertutup daging tumbuh, termasuk mata dan hidungnya hingga sekilas wajahnya terkesan mengerikan. Meski menderita penyakit yang ‘mengerikan’, namun Suherto mengaku trauma bila ada ajakan berobat gratis, apalagi harus ke Surabaya. Sebab, Suherto memiliki cerita duka soal itu. Ceritanya, tahun 2013, usai cek darah ditemani seorang petugas medis puskesmas di dekat rumahnya, ia dirujuk dok-

MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

untuk biaya operasi, sudah jereh (kapok) saya tak mau mengulang lagi, ini mungkin sudah nasib saya, kalau diobatkan dan ditangani langsung tak masalah,”terangnya. Diakuinya, penyakitnya itu muncul saat ia berusia 6 tahun. Saat itu, pria kelahiran 24 April 1968 ini mengaku kulitnya muncul benjolan namun ia tidak pernah memeriksakan keanehan itu. “Semua benjolan SUHERTO warga Klampisan harus meradang dengan penyakit benjolan ini makin banyak, disekujur tubuhnya. saat saya menginjak ter ke Surabaya untuk berobat. jung rumah sakit. “Yang memsekolah dasar samNamun selama 2 hari di Suraba- buat saya kecewa adalah, kat- pai SMP, karena tak ada rasa ya, dirinya justru hanya menjadi anya gratis tetapi di sana saya sakit, saya biarkan saja,” pungtontonan pegawai dan pengun- disuruh membayar Rp 25 juta kasnya. ***


2

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

SARTONO DULUR DHEWE

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

Sartono, SE, Caleg DPR-RI Partai Demokrat Nomor Urut 2 Dapil VII Jatim, di Mata Kawan-kawannya

Dari Kecil hingga Sukses, Sifat Sederhananya Tak Pernah Berubah

PENGALAMAN KARIR - Asistent Manager Jakarta Hilton Executive Club (Januari 1984-April 1997) - Job training, Clark Hath International Hawai (Oktober 1986) - Manager Darmo Grand Sport Centre, Surabaya (Oktober 1987-April 1991) - Bali Hilton International Hotel, Sheraton Lagoon, Sheraton Kartika Plaza Hotel, NIKO Hotel, Sheraton Lombok Hotel, Bali Clift Hotel, Patra Hilton Surabaya Hotel (April 1992-Oktober 1997) - Sport and Fitness Director Clark Hath International Indonesia (April 1992-Oktober 2002) - Direktur Istana Regency Sport Club Bali Indonesia (Januari 2001-Desember 2003) - Direktur Marketing Startrack Fitnes California USA (Januari 2001-Desember 2003) - Direktur Marketing Flex Fitness Equipment (Januari 2003) - Komisaris Utama PT. Bintang Cipta Sarana, Jakarta (Juli 2005-Januari 2006) - Direktur Utama PT. Buana Nusantara Perkasa, Jakarta (Oktober 2005-Januari 2006) - Direktur Utama PT. Mitra Sejati Permai, Jakarta (Oktober 2005-Januari 2006) - Vice President PT. General Energy Bali, Jakarta (Desember 2005) - Direktur Utama PT. Trans Energasindo Jaya (Februari 2006-April 2008) - Vice Chairman PT. Sinar Gading Mas (Januari 2007-sekarang) - Chairman PT. Sinar Multi Energi (Oktober 2010-sekarang) - Komisaris Utama PT. Cosmos Energi (Desember 2011-sekarang) KURSUS, SEMINAR TRAINING - Management of Health and Fitness Program Clark Hatch International, Singapore (April 1985) - Streaght Fitness, Physiological Principles and Training Technique, Manila, Philipina (Oktober 1988) - The Dangers of using androgenic anabolicstreoids factor to consider for weight training routines japan Clark hath International Management seminar (April 1989) - The Clark hatch International Management seminar, Bangkok, Thailand (September 1990) - 11 th Annual Instructur Seminar Clark Hatch International Fitness Centre (28-30 Mei 1991) - Pelatihan Public Election Seminar, International Republican Institut, Surabaya (24-25 Januari 2004) - Partnership for Government Reform in Surabaya, Indonesia (15-16 Januari 2004) - Program Pembekalan dan pelatihan Kader, Calon Legislatif dan Juru Kampanye tingkat nasional Partai Demokrat, Indonesia (06-11 Februari 2004) - Seminar sinergi sistem perencanaan, pembelanjaan dan pengawasan keuangan negara dalam perspektif akuntabilitas kinerja lembaga pemerintah pada era otonomi daerah (30-31 Februari 2004) - Seminar ‘The Roles of Parlement Sponsor’, Sanur Paradise Plaza, Bali (15-16 Oktober 2004) - Pelatihan ESQ, Hilton Convention Centre, Jakarta (September 2005) PENGALAMAN ORGANISASI - Anggota Lions Club Mayangkara Surabaya (1988-1991) - Anggota Dewan Kajian Islam al-Mushafir Provinsi Bali (19952003) - Dewan penasehat Lingkungan Pari Mumbul, Jimbaran Provinsi Bali (2002-2005) - Bendahara DPD Partai Demokrat Provinsi Bali (2003-2006) - Anggota DPRD Fraksi Demokrat Provinsi Bali (2004-2009) - Koordinator kampanye SBY-JK dalam pilpres putaran pertama (2004) - Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Bali (2006-2010) - Ketua Dewan Pembina Gerakan Indonesia Unggul (2008-sekarang) - Ketua Dewan Pembina Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pemantau Penerapan Budaya Unggul (LP4BU) (2008-sekarang) - Wakil Bendahara Umum PD (2010-2011) - Bendahara Umum PD (2011-2013) - Ketua DPP Partai Demokrat bidang Logistik (2013-sekarang)

tersebut, masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya, dengan harapan, mampu ditampung untuk diperjuangkan Sartono. Utamanya jika kelak pria low profile ini mendapat amanah duduk sebagai wakil rakyat di DPR-RI Jakarta. Ditambahkannya, meski baru sebagai wakil rakyat, Sartono sudah melakukan hal cukup bermanfaat

PENDIDIKAN - Sekolah Dasar di Pacitan (1969-1975) - Sekolah Menengah Pertama di Pacitan (1975-1978) - Sekolah Menengah Atas di Pacitan (1979-1983) - Diploma of English (1983-1985) - Sarjana Ekonomi (S1) STIE Al-Munawir, Jatim (2000-2004) - Magister Manajemen (S2) Universitas W.R Supratman (2009-2011)

Anggota DPR RI,’’ tandas Slamet. Mengapa? Sejak kecil sampai sekarang menjadi orang sukses, menurut Slamet, sikap sederhana dan santu dari pribadi Sartono tidak pernah berubah. Termasuk kepedulian untuk ikut menyelesaikan beragam permasalahan di masyarakat. ‘’Kami sangat membutuhkan wakil rakyat di pusat (DPR RI, Red) yang mau mengerti dan memahami permasalahan masyarakat di daerah,’’ jelas Slamet. (*/dik/adv)

Ngawi. ‘’Semua daerah ini sama. Jadi saya ingin benar-benar mengabdi untuk seluruh masyarakat di Dapil 7. Tidak hanya terspesifik pada satu atau dua daerah saja, tetapi merata semuanya,’’ tegasnya. Di setiap kota tersebut, lanjut Sartono, sudah lama berdiri sejumlah perwakilannya. Di tempat

: SARTONO, SE, MM : Pacitan, 12 Agustus 1963 : Islam

ini memiliki pribadi yang menyenangkan dan mudah bergaul. ‘’Dulu, saat berangkat sekolah, kami sering berboncengan naik sepeda onthel,’’ tutur Slamet, yang kini menjadi karyawan PDAM Pacitan. Karena itu, ketika Sartono maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil Jatim 7 (Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Magetan dan Trenggalek), Ia bersama ratusan teman-temannya langsung bergerak menyukseskannya. ‘’Pak Sartono sangat pantas dan layak menjadi

Menurutnya, dia ingin mewujudkan perjuangan sebagai wakil rakyat, dengan kerja nyata. Hal itu dibuktikannya, dengan sejumlah bantuan dan kegiatan-kegiatan nyata, yang selama ini dilakukan di seluruh daerah Dapil 7 Jawa Timur. Tak hanya Pacitan yang notabene tempat kelahirannya, tetapi juga Trenggalek, Ponorogo, Magetan dan

Nama TTL Agama

Ia melambaikan tangan sambil berteriak-teriak memanggil teman-temannya untuk ikut mandi di sungai. ‘’Mas Tono tidak marah. Kejadian itu selalu terkenang sampai sekarang. Kendati sudah menjadi orang sukses, namun masih sering menyempatkan diri menemui teman-temannya. Baik teman di kampung maupun teman sekolah,’’ kenangnya. Hal senada juga diamini Slamet, teman karib Sartono saat sekolah menengah di Pacitan. Selain peduli, Komisaris Utama PT Cosmos Energi

SARTONO, dalam sejumlah kesempatan, selalu melontarkan tujuantujuannya. Yakni bagaimana dia ikhlas ‘menanggalkan’ baju pimpinan perusahaan-perusahaannya di sejumlah daerah di Indonesia, dan memilih menjadi calon wakil rakyat. ‘’Saya memiliki ikatan kuat dengan Dapil 7 Jawa Timur ini,’’ terang pria kelahiran Pacitan, pada 12 Agustus 1963 ini.

MAS TONO iku, ngene iki lo kisahe....

setiap hujan turun deras, air sungai selalu meluap menggenangi jalan dan rumah-rumah penduduk. ‘’Saat bermain bersama, secara refleks, saya mendorong Mas Tono hingga kecebur parit. Saya menjadi sangat takut lantaran Mas Tono tidak muncul-muncul ke permukaan air parit,’’ cerita Bambang. Namun, ketakutan Bambang menjadi hilang setelah melihat Sartono sudah berada sekitar 10 meter dari lokasi awal. Bahkan, Sartono terlihat sangat menikmati berenang di sungai. Sesekali,

SUDAH banyak upaya nyata yang diberikan Sartono kepada masyarakat Dapil 7 Jawa Timur. Itu adalah salah satu bukti, bahwa Sartono akan lebih mantab menjadi dulur bagi seluruh masyarakat, ketika mendapat amanah duduk sebagai anggota DPR-RI.

Tono (sebutan akrab Sartono, Red), jago bermain kelereng. Ia juga suka voli dan sepakbola,’’ kenang Bambang Eka Dwiyanto, kawan karib Sartono yang kini menjadi guru di SMA Negeri 1 Pacitan. Ada secuil kisah yang terus membayang dalam diri Bambang tentang pria yang akrab disapa Dulur Dhewe ini. Ketika itu musim hujan. Dan setiap turun hujan, kawasan di desanya (Desa Sirnoboyo, Pacitan), selalu menjadi langganan banjir. Sebab, sungai Grindulu belum ada tanggulnya. Sehingga,

bagi masyarakat di seluruh daerah di Dapil 7 Jawa Timur. Seperti pemberian bantuan bidang pertanian, infrastruktur, hingga sejumlah upaya tanggap bencana. ‘’Kami tak ingin banyak orasi. Tapi memberi bukti, bukan sekedar janji. Ya sebagaimana slogan dari Partai Demokrat sendiri,’’ tandasnya. Dia memastikan, upaya-upaya gerakan prorakyat tersebut, akan lebih mantab ketika dia sudah mendapat amanah duduk sebagai legislator di Senayan Jakarta, alias sebagai anggota DPR-RI. Sebab, kata dia, sebagai anggota DPR-RI, banyak hal yang bisa dilakukannya untuk kesejahteraan masyarakat, utamanya di Dapil 7 Jawa Timur. ‘’Saya berharap mampu menjadi akses, menjadi penjembatan, bagi seluruh masyarakat di daerah dengan pemerintah pusat. Bagaimana kebijakan-kebijakan di pusat, bisa diperjuangkan untuk direalisasikan di daerah,’’ harapnya. Sudah saatnya, masyarakat Dapil 7 Jawa Timur memantabkan pilihan, pada Pemilu 9 April 2014 mendatang. Pilihan yang cermat, cerdas dan jelas arah perjuangan termasuk terbukti semangat prorakyatnya. Ya Sartono, SE, caleg yang sudah memberi bukti bahwa perjuangannya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Monggo dulur, 9 April 2014 nanti, buka surat suara Warna Kuning, mantabkan pilihan kepada Partai Demokrat, dan coblos caleg nomor urut 2, Sartono, SE. Dicoblos ingkang manteb, mak bless...!!! (*/ tim pondasi sartono/dik/adv)

SARTONO kecil, dikenal pendiam, sabar dan selalu mengalah. Wajar jika putra keempat dari enam bersaudara pasangan (alm) Sutarno dan Siti Sumeni ini, memiliki banyak teman. ‘’Dulu, Mas

SARTONO, saat bersama teman-temannya di Pacitan, dalam sebuah temu kangen, beberapa waktu lalu. Sifat sederhana Sartono, menjadi kenangan tersendiri bagi sejawatnya.

DOKUMEN TIM PONDASI SARTONO

Catatan Yuana, dari Pacitan

DOKUMEN TIM PONDASI SARTONO

SARTONO MEMBERI BUKTI

Peduli terhadap beragam persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, bukan perkara mudah. Apalagi, jika kepedulian itu ditindaklanjuti dengan solusi-solusi riil sesuai aspirasinya. Predikat sosok peduli dan mengupayakan solusi inilah, yang saat ini melekat pada pribadi Sartono. Berikut penuturan sebagian masyarakat dan teman-temannya tentang calon anggota DPR-RI kelahiran Pacitan ini.

Tanggap Sasmito, Pilihane Ya Sartono

MENYERAP aspirasi, Sartono selalu mengedepankan pola komunikasi. Baik formal maupun sekadar minum kopi di warung tradisional. DARI banyak calon anggota legislatif (caleg), Sartono, Caleg DPR RI nomor urut 2

dari Partai Demokrat, adalah yang cukup tanggap sasmito. Dia mendengar, merespons

dan melakukan tindakan nyata, ketika banyak masyarakat atau dulur-dulur di Dapil 7

Jawa Timur, membutuhkan bantuan. Yakni mulai dari tempat kelahirannya di Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan hingga Ngawi. Kepala Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Pacitan Sarifudin mengaku jika Sartono adalah figur yang benar-benar menjadi teladan. Sikap tanggap sasmito yang dilakukan Sartono, membuatnya memiliki kesan mendalam. Sarifudin mencontohkan, ketika ada bencana tanah longsor di daerahnya. Ketika masyarakat Dusun Ngagek, Desa Bandar tengah disibukkan dengan upaya mengungsi, Sartono juga langsung turun lapangan. Tim yang selama ini disusunnya, diturunkan ke lapangan untuk mencatat seluruh kebutuhan yang di-

perlukan masyarakat. Dan tak selang lama, bantuan langsung dari Sartono turun. ‘’Bantuan berupa sembako, selimut, perlengkapan mandi, kaos dan obat-obatan sangat membantu korban. Kami tidak bisa melupakan kepedulian Bapak Sartono,’’ terang Sarifudin. Tindakan Sartono yang tanggap akan kebutuhan masyarakat itu, juga terjadi di desa lain. Seperti yang dituturkan Kepala Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Pacitan Haris Kuswoyo, misalnya. ‘’Langkah cepat serta kepedulian yang tinggi, sangat membantu meringankan penderitaan para korban. Paling tidak, masyarakat termotivasi menghadapi musibah bencana,’’ tutur Haris Kuswoyo. (*/tim pondasi sartono/dik/adv)


SARTONO DULUR DHEWE

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

3

MADEP MANTEB MILIH DULUR DHEWE... DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Ketua Umum Partai Demokrat

Mengembangkan potensi daerah­ sehingga bernilai jual untuk­ menggerakkan ekonom­i ­rakyat. Menumbuhkan mikro ekonom­i dengan memfasilitasi­ akses serta­manajemen yang baik pada sektor usaha berbasis kerakyat­a­n. Menciptakan politik berbasis ekonomi.

SARTONO, SE CALEG DPR RI DAPIL VII JAWA TIMUR


MEDIA ASPIRASI/ARI

4

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

POLITIK

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

SIMULASI pemungutan suara digelar KPUD Ponorogo untuk menekan kemungkinan kesalahan saat pelaksanaan pemilu legislatif (Pileg) 9 April mendatang.

PONOROGO KURANG 60 RIBU ‘SUSU’

PONOROGO, Media Aspirasi – Pemilu Legislatif tinggal menghitung hari. Namun, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ponorogo masih dipusingkan dengan logistik surat suara (susu) yang masih kurang. Hal ini imbas dari adanya ratusan surat suara yang rusak setelah dilakukan penyortiran. Kekurangan surat suara ini terjadi untuk semua tingkatan

baik DPR-RI, DPD maupun DPRD Provinsi dan Kabupaten. Tak tanggung-tanggung. Tercatat bahwa Ponorogo saat ini kekurangan sekitar 60 ribu surat suara. Ketua KPUD Ponorogo Fatchul Azis menyatakan, saat ini pihaknya sudah melaporkan perihal tersebut ke KPU Provinsi dan KPU Pusat. Bahkan, banyaknya kerusakan ini langsung

JELANG PILEG DPRD Ngawi Harapkan Sortir Ulang MEDIA ASPIRASIISTIMEWA

menjadi atensi KPU pusat dengan langsung melakukan peninjauan di Ponorogo. ‘’(pekan) Kemarin sudah dikunjungi KPU Pusat,’’ sebutnya. Menurutnya, khusus Ponorogo, jumlah surat suara rusak mencapai 60 ribu lebih. Itu untuk tingkatan DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD. ‘’Sudah deal. Yang 60 ribu

itu akan diganti,’’ terangnya. Aziz menjelaskan, kerusakan terbanyak terjadi pada surat suara DPR-RI yang mencapai hingga 35 ribu lebih. Sedangkan untuk tingkat kerusakan surat suara DPRD dan DPD, tergolong di bawahnya. Kerusakan ini diketahui saat penyortiran dengan mengecek sembilan kriteria kerusakan. Meski begitu, pi-

haknya yakin pileg di Ponorogo bakal berjalan lancar. ‘’Kekurangan surat suara akan sampai di Ponorogo pada 25 atau 26 Maret nanti. Itu masih cukup untuk sortir dan pelipatan. Sehingga tidak mengganggu rencana distribusi seluruh surat suara dan keseluruhan logistik pemilu,’’ pungkasnya. (ari/dik)

Antisipasi Kesalahan, Gelar Simulasi Coblosan SEMENTARA ITU, mengantisipasi terjadinya kesalahan pada pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April 2014 mendatang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ponorogo, Minggu (23/3) lalu menggelar simulasi pencoblosan. Simulasi itu diperuntukkan bagi Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) se-Ponorogo. ‘’Mulai tata letak TPS, alur pemilih dan surat suara hingga peragaan kasus tertentu. Seperti pemilih difabel atau ca-

cat, dilakukan agar jelas dan terang saat pelaksanaannya (pencoblosan) nanti. Agar tidak ada kesalahan,’’ ungkap Ketua KPUD Ponorogo Fatchul Aziz, saat dihubungi Media Aspirasi. Azis menyatakan, sebenarnya pada pileg kali ini pencoblosan bagi pemilih lebih mudah. Sebab, jumlah parpol lebih sedikit, caleg juga tidak terlalu banyak. Apalagi antara logo partai, nomor urut partai dan nomor urut caleg berada

dalam satu bingkai kotak dalam surat suara. ‘’Lebih mudah dibanding 2009 lalu. Surat suara lebih mudah diidentifikasi calegnya. Coblos ganda lebih mudah dihindarkan. Imbauannya supaya surat suara dibuka 100 persen, dibuka semuanya,’’ imbuh Azis. Ketua PPK Ngebel Suryadi menyatakan, saat ini pihaknya sudah siap untuk melaksanakan pileg 9 April mendatang. Dengan simulasi, semua hal soal pencoblosan su-

dah cukup terang. ‘’Tinggal menunggu logistiknya datang saja lah,’’ ucapnya. Dari simulasi di tingkat PPK, simulasi akan dilanjutkan hingga tingkat PPS oleh para PPK. Harapannya, pelaksanaan di tingkat paling bawah ini tidak menemui kendala. Sebab di tingkat TPS inilah pelaksanaan dan hasil pemungutan suara sangat ditentukan. Simulasi kemarin melibatkan 105 orang PPK dari 21 kecamatan di Ponorogo. (ari/dik)

Pilih Blusukan, Ogah Kampanye Terbuka Dwi Rianto Jatmiko NGAWI, Media Aspirasi - Minimnya pengawasan terhadap proses penyortiran dan pelipatan suara di KPUD Ngawi membuat rawan kecurangan. Terbukti tenaga pengawas yang kemungkinan besar melakukan pemantauan langsung penyortiran di Gedung Eka Kapti Ngawi kurang maksimal. Terlihat para petugas yang ditempatkan hanya duduk santai bahkan tidak jarang mereka hanya bercengkerama satu sama lain. Bahkan tidak satupun kamera pengintai semacam CCTV yang ditempatkan diberbagai sudut digedung lokasi penyortiran surat suara yang melibatkan 410 orang ini. “Meskipun KPU dibatasi dengan waktu maksimal tiga hari sebelum proses pemungutan suara dilakukan maka surat suara harus terdistribusikan ke setiap TPS, maka kami mengharapkan KPU harus cermat melakukan tahapan pemilu ini termasuk pelipatan surat suara serta logistik lainya,” terang Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Rabu (19/3). Menurutnya, pelipatan surat suara merupakan persoalan yang paling krusial jangan sampai ada kecerobohan dari pihak tertentu yang menginginkan jalanya Pemilu pada 9 April mendatang menjadi kacau. Selaku Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Antok demikian panggilan akrabnya menganggap perlu adanya proses penyortiran ulang ketika surat suara sampai di tingkat TPS. Mengingat cadangan surat suara disetiap TPS tidak lebih 10 persen dari jumlah totalnya. Dengan demikian langkah sortir ulang ini bisa meminimalisir kerusakan surat suara jangan sampai melebihi jumlah surat suara yang dicadangkan. Terkait peran Panwaslu dalam pengawasan proses penyortiran serta pelipatan surat suara, Antok menilai memang belum masuk dalam ranah lembaga pengawas pemilu tersebut. “Kewenangan proses penyortiran ini maupun pengiriman logistik lainya memang Panwaslu belum mempunyai kewenangan didalamnya sehingga KPU harus kerja ekstra hati-hati agar jalanya pemungutan suara sebelum dan sesudahnya bisa lancar seperti yang kita harapkan bersama,” jeas Antok. Sementara Surat Ashari Ketua KPUD Kabupaten Ngawi mengungkapkan untuk mencegah tindak kecerobohan ataupun tindakan yang merugikan lembaganya menyangkut proses penyortiran surat suara sejak awal sudah dikerahkan tenaga pengawas. Terang Surat Ashari pihaknya secara langsung melibatkan 19 orang pengawas yang diperankan sebagai ketua kelompok ditempatkan di Gedung Eka Kapti. “Masing-masing ketua kelompok ini bertanggung jawab atas pekerja pelipat yang jumlahnya 20 orang, ketika ada indikasi kecerobohan maka ketua kelompok tersebut akan memberikan peringatan,” kata Surat Ashari. Jelasnya lagi masing-masing ketua kelompok masih diawasi oleh koordinator sehingga langkah antisipasi ini bisa menekan terhadap kecurangan para tenaga pelipat yang hanya mengejar target. (pr)

NGAWI, Media Aspirasi - Kalau di ibu kota mungkin terlihat arus lalu-lintas macet akibat arak-arakan pendukung partai politik (parpol) untuk mengikuti kampanye terbuka. Namun sebaliknya dengan kondisi di daerah, seperti di Ngawi suhu politik di kota keripik ini terasa biasa-biasa saja alias adem ayem. Tidak terlihat adanya 12 parpol peserta pemilu 2014 melakukan rapat akbar meskipun jadwal kampanye sudah digelar sesuai daerah pemilihan (dapil). “Sampai paruh waktu kampanye terbuka resmi digelar belum ada satupun parpol yang memberikan informasi kepada kita untuk melaksanakan kampanye seperti pada pemilu sebelumnya,” terang Surat Ashari Ketua KPUD Kabupaten Ngawi, Minggu (23/03). Selaku orang nomor satu di KPUD, Surat Ashari menduga dengan pengerahan massa dianggap sama sekali tidak menguntungkan bagi calon legislatif (caleg) khususnya didaerah. Selain efektifitasnya sangat rendah belum lagi ditunjang biaya besar maka lebih baik kampanye ala Jokowi yakni blusukan dari kampung ke kampung. Hal senada juga diungkapkan Suyatno Ketua Panwaslu Kabupaten Ngawi tidak mau kecolongan adanya kampanye terbuka pihaknya terus memantau ke setiap kecamatan tetapi hasilnya sama saja memang tidak ada satupun parpol

yang memanfaatkan waktu untuk melaksanakan agenda kampanye terbuka. Usut punya usut dari pihak parpol sendiri punya cara lain untuk menggaet hati calon pemilihnya. Mohamad Isnaini Widodo Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ngawi menjelaskan lebih baik melakukan pendekatan ke masing-masing personal daripada mengerahkan massa dilapangan. Langkah ini dijamin akan lebih mengena ke hati pemilih apalagi ditunjang dengan berbagai kegiatan sesuai kebutuhan suatu wilayah yang dikunjungi. “Hingga saat ini belum ada rencana untuk mengadakan rapat terbuka meskipun di daerah lain sudah melaksanakan, kalau toh pihak pusat nantinya ada agenda kampanye terbuka kita yang ada didaerah ini tetap akan mensuport agar hasilnya maksimal,” jelasnya. Kupas Isnaini, yang terpenting bagi masing-masing caleg dibawah bendera Partai Demokrat wilayah Ngawi dirinya sangat mengharapkan untuk memperbanyak kegiatan tatap muka langsung dengan masyarakat. Langkah ini menurutnya sangat efektif untuk meyakinkan pemilih sesuai yang diharapkan. Kemudian terang salah satu caleg yang enggan disebut namanya menegaskan daripada hura-hura ditengah lapangan tanpa kejelasan hasil lebih baik anggaran yang dikeluarkan diberi-

MEDIA ASPIRASI/DIDIK PURWANTO

INTENSITAS kampanye terbuka di Ngawi, menurun. Sebab, banyak pihak yang memilih untuk blusukan daripada arak-arakan. kan langsung kepada calon pemilihnya. “Jelas tow apa sih manfaatnya rapat terbuka sekarang ini, wong yang mengikuti itu-itu saja bahkan terindikasi mereka cuma ganti kaos partai saja mending duit diberikan kepada mereka besar harapan agar memilih kita ini sebagai caleg,” kata nara sumber. Sementara Agus Fathoni pemerhati politik asal Ngawi mengatakan engganya parpol bukan berati malas untuk melakukan kampanye terbuka sudah terihat sejak

tahapan demi tahapan pemilu dilakukan. Ada indikator yang perlu diketahui jelasnya, pemahaman masyarakat tentang politik dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang signifikan. “Masyarakat sekarang ini tidak perlu mendengarkan konsep ataupun pemaparan program yang biasa dilontarkan para juru kampanye parpol tetapi mereka ini lebih mengharapkan sesuatu yang bersifat riil ditengah masyarakat,” pungkas Agus Fathoni. (pr)

Media ASPIRASI

Pemimpin Redaksi: Welas Arso. Redaktur Pelaksana: M Andhika. Staf Redaksi: Endang Widayati, Ari. Koresponden Daerah: Elsi Budi Cah­yono, Dv Kuncara (Pacitan), Bambang (Trenggalek), Maksum Choiri, Roedy (Magetan), Didik Purwanto (Ngawi), Antok (Madiun). Tata Artistik/Grafis: Loekman, Khafidz. Sirkulasi: Endik. Even Organizer: Yuliana, Wiwik Rahayu Wulandari. Keuangan: John Elit Al-Qadry (Manajer), Mila Karaman. Se­kretaris Redaksi/SDM/Iklan: SELANGKAH LEBIH DEKAT ! Mila Karaman. Bagian Umum: Indah (Manajer). Penerbit: CV Media Aspirasi. Nomor SIUP: 503/0559/KP/405.27/PDK/VIII/2013 Direktur Utama: Eka Putra. General Manager: Imam Mahfudz. Tim Advokasi: Patra M Zein, SH, MH, dkk Percetakan: PT Temprina Media Grafika (Jawa Pos Group). Alamat Redaksi/Iklan/Pemasaran: Jalan Kalimantan 127 Ponorogo, Jawa Timur. Telepon Redaksi: 0352-489219, 085257445513. Telepon Iklan: Mila 0857316176744 (hunting). Telepon Pemasaran/Langganan: 0352-489219 (hunting) Mila 0857316176744. Perwakilan Pacitan: Jalan Gajah Mada 24 Pacitan. Telp. 0357-883387, 081359312004. Perwakilan Trenggalek: Perumahan Bukit Sambirejo Asri. Telp. 082142030014. Perwakilan Magetan: Jalan Timor 36, Magetan. Telp. 085790301088. Perwakilan Ngawi: Jalan Thamrin 14, Ngawi. Telp. 085334150978. Perwakilan Jakarta: Rukan Cempaka Mas, Blok M1/29, Jalan Letjend Soeprapto, Jakarta Pusat. Telp. 021-42881625

Wartawan Media Aspirasi selalu dibekali Kartu Pers dan dilarang menerima atau meminta uang/barang dari sumber berita selama bertugas. Gunakan Hak Jawab Anda. Media Aspirasi membuka ruang hak jawab sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Redaksi menerima sumbangan tulisan atau foto-foto menarik dan layak muat dari pembaca. Naskah atau foto bisa dikirim ke alamat redaksi atau melalui email: redaksimediaaspirasi@gmail.com. Semua artikel dengan kode (adv) atau advertorial adalah Pariwara/Iklan.


PACITAN

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

Hitung-hitungan, Sejumlah Parpol Tak Kampanye

5

MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

KAMPANYE terbuka di Pacitan, pada pekan-pekan awal, hanya didominasi Partai Demokrat. Partai lain lebih memilih strategi lainnya, dengan meniadakan kampanye terbuka. PACITAN, Media Aspirasi – Hingga lebih dari sepekan pelaksanaan kampanye terbuka, baru satu partai politik peserta Pemilu di Pacitan yang melaksanakannya. Kabar kedatangan sejumlah tokoh nasional yang akan menggelar kampanye di Kota 1001 Goa ini tenyata belum terbukti. ‘’Kami tidak mempunyai kewenangan. Kami hanya memfasilitasi (pelaksanaan kampanye),’’ kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Pacitan Damhudi, Senin (24/3). Menurutnya, KPUD sebenarnya telah men-

jadwalkan pelaksanaan kampanye terbuka bagi setiap parpol. Meski demikian, sampai saat ini baru Partai Demokrat yang melakukannya. Sedangkan 11 partai lain sama sekali belum mengambil jatah kampanye tersebut. Padahal jadwal itu juga telah mendapatkan masukan maupun persetujuan dari partai peserta saat KPUD menyodorkan draft rencana gelaran kampanye beberapa waktu lalu. ‘’(Jadwal kampanye) Digunakan atau tidak, itu kewenangan dan ranah mereka (parpol, Red),’’ ucap Damhudi.

Demokrat Klaim Presiden SBY Prorakyat SEMENTARA ITU, di saat sejumlah partai politik tak melakukan kampanye terbuka, berbeda dengan Partai Demokrat. Di Kecamatan Pringkuku, partai berlambang bintang mercy ini dibanjiri ribuan simpatisan Partai Demokrat dari 12 Kecamatan, se-Pacitan, Jumat (21/3) lalu. Di hadapan ribuan massa kampanye, Suliyanto, wakil Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan yang merangkap Jurkam PD, mengumbar orasi tentang keberhasilan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ‘’Selama dua periode (pemerintahan SBY) ini, Partai Demokrat sudah menjalankan programprogram pro rakyat. Mari maju bersama PD, jangan mau kita mundur ke belakang. Banyak yang sudah dirasakan. Beri bukti, bukan janji,’’ orasi Suliyanto. Untuk itu, Suliyanto meminta seluruh kader, simpatisan dan masyarakat untuk tidak mempercayai opini yang dikembangkan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan semasa pemerintahan Presiden SBY hanya dinikmati orang-orang kaya. Saat ini, kata dia, masyarakat desa sudah menikmati program pemberdayaan ekonomi yang dicanangkan pemerintah. ‘’Program PNPM Mandiri misalnya. Berhasil menciptakan pembangunan infrastruktur di desa. Ada juga program PPIP. Dan yang terkini, ada UU Desa yang nantinya akan mempercepat pembangunan di pelosok desa,’’ ujarnya. Dikatakan Suliyanto, pelaksanaan program dan kinerja pemerintah yang prorakyat akan mematahkan fitnah dan serangan politik kepada SBY maupun Partai Demokrat. ‘’Rakyat akan melihat dan menyukuri bahwa berbagai haknya yang selama ini terabaikan bisa dipenuhi pemerintahan Pak SBY. Berbagai program kerakyatan telah dijalankan dan dirasakan manfaatnya,’’ lanjutnya. Masih menurutnya, meski banyak pihak yang semula protes dengan berbagai kebijakan pemerintah, tapi pada akhirnya mereka merasakan sendiri manfaatnya. Bahwa berbagai serangan politik terhadap SBY semakin kencang di tahun politik 2014 ini, tidak akan direspons oleh masyarakat. Karena masyarakat tentunya bisa melihat sendiri bahwa program yang dijalankan pemerintah telah benar dan dirasakan manfaatnya. (bc/dik)

kriminal MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

KEDUA pelaku saat digelandang di Mapolres Pacitan, setelah sebe­ lumnya dicokok aparat Polres Pacitan.

Meski demikian, Damhudi yakin parpol juga tetap melakukan kampanye dengan metode lain. Seperti melalui rapat terbatas. Misalnya, penyebaran gambar, pemasangan alat peraga, jalan sehat, tabligh akbar, melakukan istighosah, dan bazar. Sesuai STTP (surat tanda terima pemberitahuan) yang diterima KPU dari pihak kepolisian. Yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Demokrat. Salah satu warga, Bayu Aji mengatakan minimnya jumlah parpol yang tidak melaksanakan jadwal kampanye terbuka membuat

atmosfer Pemilu kali ini tak semeriah gelaran serupa lima tahun lalu. ‘’Pada kampanye lalu, setiap hari banyak ditemui warga beratribut parpol lalu-lalang menghadiri kampanye terbuka. Namun pada Pemilu tahun ini relatif sepi,’’ katanya. Bayu menduga kurang bergairahnya pelaksanaan kampanye lantaran warga mulai jengah dengan Pemilu. Meski sebenarnya mereka telah mulai menentukan pilihan, tetapi warga ogah-ogahan untuk ikut terlibat dalam proses kampanye.

Hal sedikit berbeda dilontarkan Oka Daryanto, warga lainnya. Ia berpendapat keengganan parpol selain Demokrat menggelar kampanye terbuka lebih pada pertimbangan untung rugi secara politis. Artinya, partai telah memetakan peluang dukungan suara yang akan diperoleh. Sebab, selama ini Pacitan dikenal menjadi salah satu pundi penyumbang suara untuk satu parpol. ‘’Mungkin saja mereka (parpol, Red) rugi jika menggelar kampanye akbar. Karena tidak akan mendongkrak perolehan suaranya secara signifikan,’’ terangnya. (dv/dik)

PERAJIN BATU KESULITAN PASAR PACITAN, Media Aspirasi – Sejumlah pemahat batu alam yang berjejer di sepanjang jalan Kecamatan Nawangan dan Bandar, tepatnya di Desa Pakisbaru akhirakhir ini kebingungan dalam pemasarannya. Surono, 42, perajin batu asal Desa Pakisbaru mengatakan, batu ukir tersebut kebanyakan peminatnya berasal dari luar kota. Sedangkan di dalam kota Pacitan, masih jarang. ‘’Meskipun tidak rutin pemesanannya, kami tetap berusaha memproduksi berbagai motif ukiran batu,’’ katanya, Sabtu (22/3) lalu. Biasanya, kata dia, para konsumen di kota Pacitan, kebanyakan memesan was-

tafel dari batu dan hiasan taman dalam rumah. Ada juga berupa patung. ‘’Paling satu atau dua orang saja dalam satu bulan,’’ lanjutnya. Surono menambahkan, untuk harga wastafel, per biji harganya bervariasi. Yakni dari Rp 150 ribu sampai dengan Rp 300 ribu. Sedangkan untuk hiasan taman, bisa mencapai Rp 1 juta hingga puluhan juta. Semua, tergantung motif dan banyaknya pahatan yang diinginkan pembeli. Sementara itu, Hartoyo, ketua Asosiasi Perajin Batu Pacitan menjelaskan, patungpatung itu sempat dibanjiri pesanan dari

luar daerah di dalam negeri. Seperti Bali, Pasuruan, Banyuwangi dan kota kembang Bandung. Bahkan, sampai ke Benua Eropa dan Amerika. Untuk pasar lokal, sejumlah pelaku industri pariwisata seperti para pengusaha hotel dan villa kerap jadi penyerap terbesar produk-produk patung batu yang kualitas pahatannya terbilang sangat halus itu. Ditambahkannya, waktu ramainya pesanan dari luar daerah dan luar negeri, adalah tahun 1998. Setelah itu, jumlah pesanan mengalami penurunan drastis sejak tragedi Bom Bali terjadi pada 2002

Resevoir Tank PDAM Dikaji Ulang UGM

MEDIA ASPIRASI/ELSI BUDI CAHYONO

PEMBANGUNAN reservoir tank di Dusun Kebonredi, Kecamatan Tanjungsari, akan dilakukan kajian dari UGM, setelah sebelumnya belum klir dengan hasil yang dilakukan Unibraw.

silam. ‘’Sejak saat itulah, jumlah pesanan belum pernah lagi tercatat dalam angka tinggi sampai saat ini,’’ tambahnya. Menurutnya, bidang usaha yang digelutinya ini memang rentan terhadap nilai tukar dolar. Karena rata-rata pemesanan dari luar negeri harus mengikuti nilai kurs Dolar terhadap Rupiah saat itu. Sedangkan untuk para perajin di dua kecamatan ini tak kurang dari 70 kelompok perajin yang rata-rata memiliki dua hingga lima orang pekerja untuk tiap kelompoknya. ‘’Kini praktis hanya sekedar menunggu pembeli datang,’’ kilasnya. (bc/dik)

PACITAN, Media Aspirasi Polemik yang terus membayangi pembangunan reservoir tank di Dusun Kebonredi, Desa Tanjungsari, akan memasuki tahap baru. Saat itu, Pemkab Pacitan merangkul Universitas Brawijaya Malang selaku tim teknis yang akan mengevaluasi kajian bangunan tersebut. Namun Pemkab Pacitan tidak menyetujuinya. Hal itu, dikarenakan tingginya nilai pengajuan pekerjaan terlalu tinggi. Akhirnya melakukan kerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta. Bahkan harga yang ditawarkan UGM terpaut lebih murah dibandingkan yang diminta Unibraw Malang. Menurut Sekretaris Daerah Pacitan Suko Wiyono, bulan Februari lalu, Unibraw telah mengirimkan surat ke Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan (DCKTRK) Pacitan. Bahwa mereka meminta bayaran pekerjaan untuk melakukan evaluasi pembangunan reservoir tank tersebut sebesar Rp 126 juta. Namun, dana itu tak disanggupi pihak PDAM. Lebih lanjut, usai pembatalan kerjasama dengan Unibraw, pihak Pemkab bekerjasama dengan UGM untuk melaksanakan tugas pemeriksaan

spek pembangunan reservoir tank itu. Harga yang dipatok UGM sebesar Rp 50 juta. Bahkan lebih murah, karena separo dari anggaran total yang bisa disediakan PDAM sebesar Rp 100 juta. ‘’UGM menyatakan bersedia bekerjasama dengan kami. Biaya yang mereka minta juga relatif murah,’’ jelas Suko. Kemudian, pihaknya juga tidak khawatir apabila hasil pemeriksaan spek bangunan yang dilakukan oleh UGM itu tak lebih baik dengan Unibraw. Yang paling penting, permasalahan pembangunan reservoir tank di Tanjungsari itu cepat selesai dan tidak menunda terlalu lama. ‘’Saya kira pekerjaan tim teknis dari itu UGM baik, tidak ada yang perlu diragukan,’’ tandasnya. Masih menurut Sukowi, pihaknya sudah menyiapkan langkah alternatif, apabila warga tetap menolak hasil evaluasi teknis yang dilakukan UGM. Pihaknya akan melakukan pendekatan dengan warga, terutama yang terkena dampak atau merasa dirugikan. ‘’Pembangunan reservoir tank ini untuk kepentingan masyarakat. Tapi, nanti kami akan lakukan sosialisasi soal manfaatnya lebih lanjut,’’ ungkapnya. (bc/dik)

Gank Penggandaan Uang Dicokok PACITAN, Media Aspirasi - Berdalih bisa menggandakan uang, kini Sri Mulyani, 38, warga RT 1/RW 3, Dusun Bulak Wetan, Desa Gunan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri berakhir di balik jeruji besi. Dalam aksinya, perempuan yang sudah memiliki satu anak itu telah menipu salah seorang korbannya bernama Retno Lastiowati. Korban diketahui merugi hingga Rp 22 juta, karena dijanjikan tersangka (Sri Mulayani, Red), uang yang disetorkan bisa berlipat ganda. Menurut penjelasan Kasubbag Humas Polres Pacitan AKP Rudito ‘’ saat melakukan aksinya, Sri Mulyani dibantu oleh Supriyono Salim (60) asal Desa Belah, Kecamatan Donorojo. Dalam praktek penggandaan uang yang di otaki oleh Sri Mulyani itu, Supriyono menyamar sebagai orang pintar alias dukun yang bisa menggandakan uang para korbannya. Saat ini Polres Pacitan, mengamankan keduanya yang membantu aksi penipuan Sri mulyani. Para tersangka lain ,Yakni, Supriyono Salim dan Bambang Subono (58) pensiunan pegawai bank swasta asal Sidoarjo dan Sumardi, 44, seorang petani asal Desa/Kecamatan Eromoko, Wonogiri. ‘’Mereka kami amankan ditempat berbeda,’’jelasnya,pada,Kamis

(20/3) kemarin. Rudito menambahkan, kejadian ini di perkirakan pertengahan bulan Desember 2013 lalu. Saat itu, korban (Retno Listyowati-red) dengan suaminya Iwan Tejo yang butuh duit untuk modal berinvestasi bertemu dengan salah seorang kerabatnya, Teguh Harmanto, warga Kecamatan Bulakrejo, Surakarta, Jawa Tengah. Pertemuan mereka dilakukan di sebuah rumah makan yang berada di tengah pusat kota tersebut. ‘’Mendengar curhatan temannya itu, Teguh lantas menawarkan kepada korban jika memiliki kenalan orang yang bisa menggandakan uang dengan cepat,’’ terangnya. Karena dimungkinkan sudah kepepet, korban pun akhirnya mengiyakan permintaan Teguh. Lantas, minta diantarkan untuk dipertemukan dengan tersangka yang tinggal di Pacitan dengan Supriyono, dukun pengganda uang abal-abal. Disana, korban menyetorkan uang muka sebanyak Rp 5 juta kepada Sri Mulyani dan Supriyono. Harapannya bila nanti benar menjadikan kenyataan, jumlah uang akan ditambah. ‘’Modusnya, melakukan ritual. Dengan cara uang disimpan di dalam sebuah lemari yang kemudian dibacakan jampi-jampi oleh Supriyono,’’ tandasnya.

Lantaran sangat yakin uangnya bakal berlipat ganda, kemudian korban menambah lagi harta benda yang ingin digandakan kepada tersangka. Antara lain, cincin emas seberat enam gram dan uang sebanyak Rp 8,5 juta. Namun, setelah satu sampai dua bulan korban menunggu, tersangka belum memberikan kabar terkait hasil kepastiannya. ‘’Bahkan, saat ditagih janjinya oleh korban, tersangka selalu berkelit,’’ katanya. Hingga puncaknya saat korban kehabisan kesabaran karena terlalu lama menunggu, lantas korban melaporkannya ke Polres Pacitan dengan tuduhan penipuan. melihat modus yang digunakan oleh tersangka, dimungkinkan korban lebih dari satu. ‘’Saat ini kami masih terus melakukan perkembangan. Siapapun yang merasa mengenal tersangka dan dirugikan oleh mereka, bisa melaporkan kepada kami,’’ paparnya. Akibat perbuatannya tersebut, kini tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi. Mereka dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancamam hukuman empat tahun penjara. Selain mengamankan keempat tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu unit Izusu Panther bernopol AD 8604 ZG yang biasa

digunakan untuk mencari korban. Kemudian, sebuah kartu ATM dan buku tabungan BNI serta surat gadai emas, yang diduga milik salah satu perhiasan korban yang telah mereka gadaikan. ‘’Saat ini tersangka Sri Mulyani kami titipkan di Rutan Klas II B, karena di Mapolres tidak ada ruang tahanan khusus wanita. Sedangkan, Supriyono dukun pengganda uang palsu saat ini sedang dirawat di RSUD Pacitan karena sakit. Lalu, dua tersangka lainnya ada di tahanan Mapolres Pacitan,’’ Pungkasnya. (bc)

PERCAYAKAN PROMOSI USAHA ANDA

Hanya

Media

ASPIRASI 0352-489219


6

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

LINTAS MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

MADIUN

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

ASONGAN DIRIKAN TENDA DI DEPAN KANTOR DAOP 7 PITU

TUR

MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

PETUGAS menurunkan papan reklame yang bermasalah.

Ancam Keselamatan, Papan Reklame Dibongkar MADIUN, Media Aspirasi – Dianggap membahayakan, papan reklame berukuran raksasa yang terletak didepan pasar Pagotan tepatnya di perempatan lampu merah Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun diturunkan paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama anggota Polsek Geger, Kamis (20/03). Sikap tegas diambil petugas dikarenakan papan reklame milik PT Nusa motor itu nyaris ambruk dan membahayakan bagi keselamatan para pengguna jalan yang lewat dibawahnya serta pengunjung pasar Pagotan, apalagi pemilik papan reklame PT Nusa Motor seolah tutup mata tidak menghiraukan keluhan dari masyarakat. Keberadaan papan reklame raksasa yang sebagian besar kontruksinya sudah lepas ini bahkan sudah melorot satu meter dari tempat semula, beruntung masih tertahan di jaringan kabel telepon dibawahnya. Melihat kondisi tersebut Satpol PP bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Madiun segera melakukan tindakan dengan membongkar paksa papan reklame tersebut, apalagi sebelumnya sudah diberikan surat peringatan tetapi tidak ada tanggapan dari pemilik atau pengelola papan reklame. Terkait dengan itu, Kasatpol PP Kabupaten Madiun, Agus Budi Wahyono kepada Media Aspirasi mengatakan,”pembongkaran dilakukan karena pengelola mengabaikan surat peringatan, apalagi sudah 5 tahun pemilik tidak mengurus perijinan, meskipun rutin membayar pajak tahunan ungkap,” Agus. Senada dengan itu, Kapolsek Geger AKP Budi Nugroho menambahkan,”pihak kepolisian sangat mendukung pembongkaran paksa ini, dikarenakan pengelola tidak menanggapi peringatan dari pihak kepolisian tentang kerusakan papan reklame ini, bahkan di sekitar lokasi telah kita pasang garis polisi,”tukas AKP Budi. Setelah dibongkar papan reklame disita petugas dan pemilik harus meperbaharui ijin jika akan memasang kembali. Perlu diketahui karena ukuran papan yang sangat besar, pembongkaran ini butuh waktu 3 jam lebih meskipun sudah menggunakan alat berat. (tok/so)

LINTAS Antisipasi penembakan, Polresta Madiun cek Senpi Akan dikaji penggunaan Senpi MADIUN, Media Aspirasi – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Madiun menggelar pengecekan sekitar 200 senjata api (Senpi) anggotanya. Menyusul adanya kasus penembakan Kepala Denma Polda Metro Jaya AKBP Pamudji, yang terjadi Selasa (18/3/2014) malam. Pengecekan dilakukan di halaman Mapolresta Madiun,Rabu (19/3/2014). Kapolres Madiun, AKBP Anom Wibowo menjelaskan, pengecekan tersebut merupakan kegiatan rutin setiap 6 bulan sekali, untuk mengetahui psikologis anggotanya. Selain itu, sebagai langkah antisipasi dini, agar kasus penembakan anggota kepolisian tidak terjadi di wilayah Madiun. Dari pengecekan tersebut ditemukan delapan 8 Senpi yang masa pinjam pakainya sudah habis. “La ini akan kita cek kembali,” Ujar AKBP Anom Wibowo, Rabu (19/3/2014). AKBP Anom Wibowo menambahkan, belum menemukan pelanggaran yang dilakukan anggota, terkait batas pinjam pakai Senpi melebihi masanya. Termasuk penyimpangan dalam bentuk penggunaan secara arogan juga belum ditemukan. Namun seluruh anggota dihimbau tertib administrasi. “Tertib administrasi ini dilakukan setiap sebulan sekali, untuk mengawasi Senpi yang sudah berakhir masa pakainya dan kita bisa memperpanjang kembali, kalau memang masih dibutuhkan,” tegasnya. Untuk pengamanan Pemilu legislatif (Pileg), 9 April 2014, Polresta Madiun akan menarik 2/3 dari tota Senpi yang ada, alasannya agar anggota kepolisian lebih mengedepankan pengamanan persuasif dan simpati. “Untuk reserse dan intel sebenarnya masih memerlukan senpi, tapi ya nanti akan kita lakukan pengkajian dulu,”tandas AKBP Anom Wibowo.(lensaindonesia. com/so)

POCONG yang di buat oleh pedagang asongan. MADIUN, Media Aspirasi - Puluhan pedagang asongan bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat di Madiun “geruduk” Kantor PT KAI Daop 7 Madiun, Rabu (19/03). Kedatangan mereka bermaksud bertemu dengan Kepala Daop 7 Madiun Ahmad Najib Tawang Alun, untuk berdialog tentang keinginan mereka agar tetap bisa berjualan didalam stasiun. Akan tetapi lagi-lagi Ahmad

Najib enggan menemui mereka. Pendemo hanya ditemui oleh Humas Daop 7 Madiun, Gatut Sutyatmoko,” Kadaop sedang keluar daerah, namun keputusanya tetap tidak bisa memberikan toleransi bagi para pedagang asongan untuk bebas berjualan di dalam stasiun besar Madiun, sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam undang-undang perkereta apian yang sudah diberlakukan,”tegas

Gatot. Mendapati penjelasan dari humas PT KAI Daop 7 Madiun tersebut, pendemo sontak tersulut amarahnya, dan berteriak sembari memaki-maki nama Kadaop dan Kahumas, bahkan ada yang berusaha memprovokasi anggota Polsuska yang sedang berjaga-jaga. Tak berhasil menemui KaDaop, pendemo langsung mendirikan tenda didepan pintu masuk

Kantor Daop 7 Madiun, selain sebagai posko keperdulian juga untuk menggelar dagangannya sebagai wujud protes kepada PT KAI. Koordinator pedagang asongan stasiun Madiun, Hadi Suloso menegaskan,”kami akan bertahan disini sampai ada solusi yang kita inginkan, dan minimal Kadaop mau menemui kita untuk berdialog,” tegasnya. Ditambahkanya,”kami

akan menempati tenda selama 24 jam dan akan melawan jika dibongkar paksa oleh pihak Polsuska, kami dirikan tenda dilahan milik Pemkot, jadi PT KAI tidak berhak mengusir kami,” ucap Hadi Suloso. Dalam unjuk rasa kali ini hadir pula tokoh tokoh LSM dari Madiun, Ponorogo, Magetan bahkan dari Kediri juga beberapa Caleg, sebagai wujud solidaritas. (tok/so)

SEMENTARA itu, setelah aksi pendirian tenda di depan Kantor Daop 7 Madiun, pada hari Sabtu (22/3) lalu, kembali pedagang asongan mengadakan aksi unjuk rasa, namun aksi kali ini, tidak diwarnai bentrokan seperti beberapa waktu yang lalu. Pendemo melakukan aksi damai

dengan membuat replika pocongan dan menaruhnya didepan kantor PT KAI Daop 7 Madiun. Tak hanya itu para pedagang asongan ini juga menggelar berdoa bersama dan melakukan sholat jenasah yang dilanjtkan dengan menabur bunga didepan replika pocongan yang

bertuliskan hujatan terhadap PT KAI dan khususnya kepada Kepala Daop 7 Madiun, Ahmad Najib Tawang Alun . Terkait dengan itu, Hadi Suloso, koordinator pedagang asongan stasiun Besar Madiun menjelaskan,”replika pocongan ini sebagai simbol, kematian

hati nurani Kadaop 7 Madiun yang tidak menghargai masyarakat kecil seperti kita ini, dan dengan aroganya tidak mau berdialog dengan kami untuk mencari solusi yang adil,”tegas Hadi. Ditambahkanya, dengan unjuk rasa yang sudah kesekian kalinya ini, pihaknya tetap

akan menduduki depan Kantor daop 7 dan mengancam akan melawan jika ada yang mengusir mereka,”sebelum ada solusi yang kita inginkan, kami tetap akan ada disini dan akan terus meminta agar kita diperbolehkan berdagang kembali di dalam stasiun Besar Madiun”,tambahnya. (tok/so)

Tak Direspon, Asongan Bawa Pocongan

Tilep ADD dan BKD, Kades Dijebloskan Penjara MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

Dua Kades Lagi Masih Buron

MEDIA ASPIRASI/ANTOK PURBA

SUMARNO alias Nonot (44), tersangka kasus korupsi dana ADD dan BKD.

SITUASI pengecekan senjata api di Mapolresta Madiun.

hanan selama 20 hari itu akan dimanfaatkan untuk menyusun surat dakwaan agar kasusnya dapat segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) di Surabaya. “Tersangka bakal dijerat dengan pasal 2,3 dan 8 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),”tandas Kajari.***

MADIUN, Media Aspirasi - Kepala Desa (Kades) Kebonagung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Sumarno alias Nonot (44) akhirnnya dijebloskan tahanan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mejayan. Kajari berdalih, penahanan ini untuk memudahkan pemeriksaan atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2011/2012 dan Bantuan Keuangan Desa (BKD) Tahun 2012/2013 senilai Rp 138 juta. “Kami sudah berencana akan

memanggil paksa tersangka, karena beberapa kali dipanggil, tersangka mangkir. Akhirnnya untuk mempermudah pemeriksaan, tersangka langsung kita tahan,” terang Kepala Kejari Mejayan, Benny Guritno. Lebih jauh, Benny mengungkapkan penahanan bukan disebabkan karena ada upaya Kades yang ditetapkan menjadi tersangka sejak 26 Pebruari 2014 ini hendak melarikan diri. Hal ini dibuktikan dengan tak memenuhi pemanggilan pekan kemarin tanpa alasan. Saat itu, saat di-

cari ternyata mengaku berada di Irian Jaya mengantarkan anaknya melamar kerja. “Bukan hanya semata-mata itu (berusaha melarikan diri), akan tetapi supaya dalam penanganan perkara ini lebih lancar. Selain itu, saat ini Kades masih aktif menjabat agar tidak mengulangi perbuatannya. Makanya hak subjektif kami pergunakan dengan menahan tersangka. Kan sudah didampingi penasehat hukumnya,” imbuhnya. Selain itu, Benny mengungkapkan jika dalam masa pena-

Paska Kepala Desa (Kades) Kebonagung Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun resmi dijebloskan penjara, di Kabupaten Madiun, masih terdapat dua Kades yang terjerat kasus dugaan korupsi (Tipikor). Keduanya adalah Kades Winongm, Kecamatan Gemarang dan mantan Kades Sukorejo Kecamatan Saradan, Suharto. Seperti diketahui Kades Suharto, yang juga calon anggota legislative dari partai PKPI Daerah pemilihan III ini, ditetapkan sebagai Daftar Pancarian Orang (DPO) oleh Polres Madiun. Tersangka, diduga kuat telah menjual aset desa yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. dan diduga sebagian uang tersebut telah dipergunakan untuk kepentingan pribadi. “Suharto telah kita tetapkan sebagai tersangka. Dan karena sampai saat ini tersangka melarikan diri, kita terbitkan surat DPO,”ujar Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Edi Susanto. Sedangkan Kades Winong, Kecamatan Gemarang,Kabupaten

Madiun, Sukimin, kini ditetapkan sebagai buron oleh Kejaksanaan Negeri (Kejari) Ponorogo. Tersangka (Sukimin) ditetapkan menjadi DPO setelah Mangkir dari pemanggilan kasus dugaan korupsi program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas). Dalam kasus Jasmas ini, Kejari Ponorogo telah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka adalah Kades Winong, Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun Sukimin, Suwito, warga Desa Winong, dan Antoni Hari, warga Pasuruan namun sempat tinggal di Jalan Dieng, Kelurahan Suranatan, Kota Madiun. Ketiganya bertindak sebagai broker alias calo Jasmas yang bersumber dana hibah APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2013. Modus korupsi yang dilakukan ketiga tersangka. Pertama, memotong langsung dana dari 33 pokmas yang mengajukan dana dan kedua membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) palsu atas kinerja Pokmas tersebut. Ketiga tersangka berhasil mencairkan dana Jasmas dari APBD Provinsi Jatim senilai Rp5, 075 miliar. Sementara itu, Camat Gemarang, Mashudi saat dikonfirmasi menyatakan, Untuk Pemecatan harus sesuai dengan undang-undang No.6 tahun 2014 tengtang Undang-Undang Desa pasal 41. “Dimana kepala Desa diberhentikan sementara oleh Bupati/Walikota setelah dinyatakan sebagai terdakwa yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun berdasarkan register perkara di pengadilan,”Ujarnya. (wah/so)


NGAWI

Media ASPIRASI

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

SELANGKAH LEBIH DEKAT !

MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

PEDESAAN Desa Ngrayudan Dinilai Tim Pusat

MUHAMAD Siswanto murid kelas 4 MI Sulursewu bersama orang tuanya.

NGAWI, Media Aspirasi - Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi menjadi duta Propinsi Jawa Timur dalam lomba pemanfaatan hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga) tingkat nasional. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus dalam rangka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK-KB Kes ke-42 tahun 2014. Dihari yang sama sekaligus dilakukan dua kategori lomba salah satunya Keluarga Berencana (KB) khususnya Posyando di Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota. Sementara terkait lomba pemanfaatan Toga Desa Ngrayudan masuk nominator nasional setelah menyingkirkan beberapa kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Karena sebagai nominator lomba seluruh Tim Penilai Pusat (TPP) langsung melakukan verifikasi lapangan ke Desa Ngrayudan, Kamis (20/03). TPP yang dipimpin Ida Farida diterima Budi Sulistyono Bupati Ngawi didampingi wakilnya Ony Anwar serta Antik Budi Sulistyono Ketua TP-PKK Kabupaten Ngawi. Dalam laporanya Budi Sulistyono Bupati Ngawi mengatakan saat ini Desa Ngrayudan memiliki 5 Tim Pokjanal antara lain kelompok pembibitan Ngudi Waluyo, kelompok budidaya Ngudi Rahayu, kelompok pemanfaatan Ngudi Tentrem, sekolah Ngudi Ngelmu dan klinik Ngudi Waras. Tambahnya, guna mendorong peran aktif warga masyarakat sejak awal Desa Ngrayudan mempunyai konsep pemanfaatan Toga yang tercover Desa Wiyata Toga. “Jadi kedepanya Desa Ngrayudan menjadi satu wilayah yang menjadi sentral di Kabupaten Ngawi dalam pemanfaatan jenis-jenis tanaman herbal selain itu bagaiamana desa ini dikemas sebagai wilayah yang dijadikan study banding dari daerah lain terutama Toga,” ulas Bupati Ngawi. Sementara Ida Farida Ketua TPP mengatakan, kegiatan verifikasi ini merupakan kunjungan dari 6 kabupaten yang masuk nominator tingkat nasional dalam bidang pemanfaatan Toga setelah kunjungan perdanya di Kabupaten Gianyar, Propinsi Bali. Selain dua kabupaten yakni Ngawi dan Gianyar, Ida Farida menjelaskan ada 4 kabupaten lainya yang bakal dilakukan verifikasi pemanfaatan Toga antara lain Kabupaten Bantul, DIY, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kabupaten Lamandu, Kalimantan Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. “Kita terus keliling ke daerah-daerah yang masuk nominator tingkat nasional di tahun ini salah satunya Kabupaten Ngawi,” katanya. Kupas Ida Farida yang juga Ketua Pokja IV Tim Penggerak PKK Pusat menambahkan, verifikasi lapangan secara langsung bertujuan mencocokkan data yang dikirim melalui laporan dengan fakta yang ada di lapangan. (pr/so)

SOSIAL Duh, Kakek Kakinya Patah ‘Keleleran’ di Tepi Jalan NGAWI, Media Aspirasi - Diduga pasien sakit jiwa seorang pria paruh baya yang tidak diketahui identitasnya dibuang di jalan raya Ngawi-Magetan tepatnya masuk Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Salah satu warga setempat Warsito saat ditanyai wartawan mengatakan, awalnya pria yang tidak diketahui identitasnya tersebut berteduh dibawah pohon. Karena merasa kasihan akhirnya warga setempat membuatkan tenda dengan bambu dan terpal. “Tidak tahu, tiba-tiba saat hujan berteduh dibawah pohon dan itu sudah sekitar dua minggu lalu, karena kasihan akhirnya warga sini membuatkan tenda untuknya,” terangnya. Senin (24/03). Dia menuturkan, sejak dua minggu yang lalu pria tersebut tidak pernah pindah dari tenda yang dibuat oleh warga setempat. “Kaki sebelah kanan itu patah makanya dia tidak bisa kemana-mana, kalau makan kadang ya dikasih warga sini secara bergantian. Mungkin dia pasien jiwa atau dimemang dibuang keluarganya,” katanya. Ditambahkan, pihaknya sudah melaporkan kepada kepala desa setempat agar dilanjutkan kepada dinas sosial. “Sudah kami laporkan, tapi ndak tahu sudah dilanjutkan pada dinas sosial atau belum, kasihan kalau dibiarkan digubuk ini terus, semoga pemerintah setempat tahu dan lekas membawanya,” imbuhnya. Hal yang sama juga dikatakan Lia Agustina yang juga merupakan warga setempat, bahwa dia sering melihat kalau tidak diberi makan dan minum warga setempat pria paruh baya ini menadai air hujan dibotol-botol kotor untuk dia minum. “Itu air hujan yang dibotol air hujan yang dia minum saat lapar, tidak bisa ditanyai. Kalau ditanya jawabnya hanya “Iya” dan “Terima Kasih” itu saja,” terangnya. Menyangkut terdamparnya pria paruh baya tersebut Gembong Pranowo seorang praktisi hukum asal Ngawi mengatakan nasib yang dialami salah satu tuna wisma tanpa identitas tersebut sebagai potret kebobrokan sistem sosial masyarakat. Dia menegaskan kalau dirunut sesuai aturanya gelandangan maupun tuna wisma menjadi tanggung jawab Negara sesuai amanat UUD 1945. “Dalam hal ini pihak Dinas Sosial seharusnya segera turun tangan untuk memberikan pertolongan dari sisi kemanusianya, karena yang perlu diketahui orang itu benar-benar membutuhkan pertolongan dimana salah satunya kakinya patah dan saya sudah lihat langsung ke lokasi,” ungkapnya. Urainya, apapun alasanya kalau toh pemerintah khususnya pihak daerah kalau tidak secepatnya mengambil sikap akan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sesuai penjabaranya rehabilitasi maupun pemberian hak hidup sebagaimana mestinya menjadi instrument didalam aturan yang dimaksud. (pr/so)  MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

Pria paruh baya dengan kondisi memprihatinkan diumbar di pinggir jalan.

Wali Murid Sesalkan Dana BSM NGAWI, Media Aspirasi - Sejumlah wali murid MI Sulursewu, Desa Teguhan, Kecamatan Paron mengaku kecewa dengan program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang diterima anaknya. Meski dapat Rp 360 ribu setiap anak penerima BSM tidak urung hanya membuat ‘kecut’ karena sistem pencairan dana tersebut tidak sesuai yang diharapkan. Sukarmi (38) salah satu wali murid mengaku tidak bisa

berbuat banyak dengan dana tersebut yang sebelumnya digadang-gadang diberikan kepada anaknya Muhamad Siswanto murid kelas 4 MI Sulursewu secara total sesuai jumlahnya. Pada intinya dia mengaku kecewa dengan dana BSM itu lantaran menganggap terlalu rumit bahkan terkesan dipermainkan. “Jare duite arep diganti tapi cuma diwenehi Rp 50 ribu soko sekolah (Katanya uangnya mau diganti

tapi cuma diberikan Rp 50 ribu dari sekolah-red),” Senin, (24/03). Sesuai penuturanya, saat BSM bergulir dirinya membelikan sepatu putranya Muhamad Siswanto senilai Rp 175 ribu dengan besar harapan akan dapat ongkos ganti dari pihak sekolah dengan adanya BSM tersebut. Namun tanpa kejelasan dirinya hanya diberikan uang lewat putranya tidak sesuai harganya. Padahal sesuai kabar

yang diterima sebelumnya, Sukarmi mengaku kalau mau belanja seragam sekolah di pasar maka uangnya bakal diganti dari sekolah sesuai nilai belanja. Namun lain apa yang dikatakan Sutikno Kepala MI Sulursewu bebernya dengan singkat, selaku pihak sekolah tidak akan mempermainkan terlebih memanfaatkan dana BSM untuk kepentingan lainya. Bahkan kalau wali murid keberatan

7

dengan dana BSM yang dikelola sekolah maka akan diberikan langsung. “Sejak awal adanya BSM sudah saya rapatkan dengan wali murid kalau mereka mau belanja seragam sekolah nanti akan diganti oleh sekolahan, tetapi yang perlu diketahui BSM ini untuk murid bukan untuk kepentingan rumah,” terangnya. Hal senada juga dilontarkan Sukron Fadli salah satu guru pengajar MI Sulursewu urainya, jumlah penerima BSM di sekolahanya ada 151 murid dan tidak ada niat sama sekali untuk meraup keuntungan dibalik dana BSM yang dimaksudkan. Hanya saja dirinya merasa khawatir kalau dana BSM diberikan tunai kepada murid senilai Rp 360 ribu nantinya disalahgunakan diluar urusan pendidikan murid maupun wali murid. Sehingga untuk menyiasati agar tidak disalahgunakan selaku pihak sekolah melakukan pola manajemen dengan BSM ini yakni dikelola sekolah. Sementara Bayu Wijayanto dari LSP3-KIN Ngawi mengatakan apapun alasanya BSM harus diberikan kepada murid lewat rekening sesuai sistem penyaluranya. “Seharusnya pihak sekolah itu kalau tidak kepengen dicurigai memanfaatkan dana BSM yaa disalurkan saja langsung kepada murid sesuai juknisnya, karena perlu diketahui masing-masing wali murid itu pemahamanya beda terlebih mereka awam tentang program pendidikan saat ini,” kupasnya. Tambah Bayu, pihak sekolah tidak diperkenankan untuk melakukan intervensi terhadap BSM untuk murid. Karena, BSM tersebut sifatnya sama dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Hanya saja BSM diperuntukan untuk membantu biaya pendidikan murid yang kurang mampu. Selain itu dia berharap dana BSM tersebut jangan sampai disamakan dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan untuk membantu kebutuhan pihak sekolah. Kemudian Mumahad Wahib Kasi Pendidikan Madrasah (Penmas) Kemenag Ngawi membenarkan kalau BSM yang diterima untuk murid MI maupun MIN sebesar Rp 360 ribu per tahun yang diberikan langsung kepada murid bersangkutan. Dengan tegas selaku Kasi Penmas pihaknya akan memberikan sangsi apabila dilapangan menemukan kesalahan sistem penyaluran dana BSM. (pr/so)

BIAYA PRONA INISIATIF WARGA

NGAWI, Media Aspirasi - Setelah sejumlah pihak sebelumnya menduga adanya pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat tanah lewat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) di Desa/Kecamatan Jogorogo. Kini rupanya fakta dilapangan mengatakan lain, seperti yang dijelaskan Bambang Sutrisno salah satu pemohon Prona yang merupakan warga setempat bahwa munculnya biaya sebesar Rp 400 ribu setiap pemohon merupakan atas inisiatif semua warga peserta Prona di Desa Jogorogo. “Kami mempercayakan sepenuhnya kepada panitia Prona didesa ini bersama warga semua peserta Prona bahwa biaya yang muncul atas kemauan warga bukan atas perintah panitia,” jelasnya, Kamis kemarin (20/03). Bahkan urai Bambang, dengan adanya Prona sekarang ini masyarakat didesanya merasa terbantu selain prosesnya cepat juga biayanya sangat murah tidak sebanding dengan proses sertifikat

MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

Bambang Sutrisno. tanah seperti biasanya yang mengeluarkan banyak biaya. “Memang biaya Prona dari para pemohon itu digunakan untuk penyediaan materai, patok dan administrasi lainya, meski demikian setelah proses Prona selesai kami minta kepada panitia untuk melaporkan keuangan kembali didepan warga selaku pemohon seumpama ada sisa biaya maka kami mengharapkan untuk dikembalikan dan itupun sudah disepakati bersama,”

terang Bambang Sutrisno. Tambahnya, menyangkut biaya Prona sejak awal memang tidak ada keberatan dari warga selaku pemohon. Kalaupun ada pihak lain mempersoalkan biaya yang dimaksud diluar kewenanganya dan pada intinya semua warga sudah legowo atau menerima maka sekarang ini tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi. Penjelasan salah satu peserta Prona ini memang masuk akal kalau dikaitkan dengan Keputusan Meneg Agraria/Kepala Badan pertanahan Nasional No. 4 Tahun 1995 tentang perubahan besarnya pungutan biaya dalam rangka pemberian sertipikat hak tanah yang berasal dari pemberian hak atas tanah negara, penegasan hak tanah adat dan konversi bekas hak tanah adat, yang menjadi obyek Prona. Dalam penjabaranya sesuai ketentuan tersebut, pensertipikatan tanah dalam rangka Prona dibebaskan dari kewajiban membayar uang pemasukan kepada Negara, tapi

penerima sertipikat tanah Prona tetap harus membayar biaya administrasi. Sementara Agus Hadi Gufron selaku ketua panitia Prona Desa Jogorogo membantah tidak benar kalau biaya yang muncul pada Prona sebagai pungli oknum tertentu terlebih perangkat desa. Bahkan munculnya biaya Prona memang secara nyata atas komitmen bersama peserta Prona sendiri bukan atas inisiatif maupun perintah dari pihak lain yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai dari peserta Prona. “Jadi tidak benar kalau ada kabar bahwa biaya Prona itu atas kemauan pihak lain jelasnya atas inisiatif mereka sendiri dalam arti pesertanya dan perlu diketahui kalau ada sisa biaya nanti pasti kita kembalikan kepada mereka,” ungkapnya. Dijelaskan Prona di Desa Jogorogo untuk tahun 2014 ini ada 300 pemohon dan akan sekarang ini sudah melalui tahapan pengukuran bidang tanah sesuai hak milik dari pesertanya. (pr/so)

Kisah Prabowo, Balita 4 Tahun Disunat Jin anak pasangan suami istri, warga Dusun Dungus, Desa Ketanggi

Mengaku Kesakitan Dibagian Kelamin

Khitan, merupakan hal yang wajar bagi masyarakat sekitar kita, terutama jika seorang pria telah menginjak dewasa. bahkan terkadang saat masih kanak-kanakpun mereka juga telah dikhitankan. Akan tetapi berbeda dengan kasus yang dialami oleh seorang anak dari pasangan suami Sulton Mawardi dan Lilik Purwanti warga Dusun Dungus, Desa Ketanggi, Kecamatan Ngawi. Prabowo, demikian nama anak tersebut. Alat kelamin anak tersebut secara ajaib seperti terpotong mirip disunat, sebagian masyarakat sekitar mengira Prabowo telah disunat Jin.

MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

Laporan: Didik Purwanto, Ngawi

NGAWI, Media Aspirasi - Prabowo bocah balita 4 tahun anak kedua pasangan suami istri, Sulton Mawardi (35) dan Lilik Purwanti (30) warga Dusun Dungus, Desa Ketanggi, Kecamatan Ngawi mendadak mengaku kesakitan dibagian kelamin saat dimandikan ibu kandungnya. Ketika dilihat ada kejanggalan pada kelaminya yakni semacam luka sehabis orang disunat

PRABOWO, balita disunat Jin besama ibunya Lilik Purwati. dengan laser. Kontan saja ibunya mengaku kebingungan apa yang dialami putranya tersebut. Dalam kondisi demikian ini ada berbagai versi muncul dari beberapa tetangga dekatnya. “Bisa saja terjadi kejadian yang dialami Prabowo itu kemungkinan besar disunat oleh mak-

luk halus semacam jin,” terang Siswanto yang mengaku warga setempat, Kamis (20/03). Sementara keterangan ibunya sebelum kejadian Prabowo pulang dari bermain di sekitar kebun tidak jauh dari rumahnya yang kebetulan dekat

dengan pemakaman umum. Usai bermain Prabowo dimandikan ibunya akan tetapi saat kelaminya kena air bocah ini merasa kesakitan. Tak ingin terjadi halhal yang diinginkan, orang tua Prabowo kemudian memeriksakan anaknya ke mantri (calak sunat) di desanya. Dari hasil pemeriksaan mantri calak, anaknya tersebut sudah disunat karena ada luka yang terdapat pada kelamin anaknya mirip luka bekas disunat. Kemudian oleh mantri diberi obat untuk penghilang rasa nyeri. “Saya sama sekali tak memiliki firasat apa pun sebelumnya terhadap anak ini,” terang Lilik Purwanti. Selain itu, Lilik mengungkapkan sehari sebelumnya, anak pertamanya (kakak Prabowo) ketika menonton televisi tiba tiba meminta dirinya untuk membuat acara panggung hiburan jika adiknya sudah dikhitan. Namun permintaan itu tidak dihiraukan karena anak keduanya masih kecil. Sementara salah seorang kerabatnya Prabowo menegaskan jika di sebuah kebun yang sebelumnya dibuat main Prabowo dan teman-temannya itu memang diyakini warga merupakan tempat yang cukup angker. Kini, peristiwa itu cukup membuat keluarga pasangan Sulton Mawardi dan Lilik Purwanti was-was akan kesehatan anaknya. Namun hingga kini kondisi kesehatan anaknya masih stabil. Balita tersebut tidak lagi merasakan sakit pada kemaluannya usai mendapatkan obat antinyeri dari mantri kesehatan di desanya itu. (pr/so)


8

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

N A T I UR

GEG

RON GARING

Wengi sansaya atis nalika aku sesingidan ing sajroning swara gamelan kang digawa dening angin prasasat tan kendhat anggonku kulak warta adol prungu ananging isih mamring aku wis pingin cecaketan obormu kang makantar-kantar madhangi jangkah lan jagatku

Ing grumbulan pring Guritku netes Dadi prenjak kang silih semaur Mawerna rupa Lucifer manjing ing regol Cacing lan tilas sejarah

ana ngendi papanmu lelana tapa brata tanpa pawarta tanpa swara aku kadya ron garing kumleyang kabur kanginan ing jagat peteng lelimengan

Guritku ..... Nalika april nyedhak sumur Nimba ayang-ayang lan ilmu Gunung mungkur, genah lungkah panyawangmu Aja ninggal pitakonmu ing lawang Awit Jibril wis budhal Awit gunemmu mung nglairake siyung-siyung vampir

krasa luwih abot anggonku ngadhepi dina-dina ing ngarep mlakuku ora mantep

Janji Sepi

kagubet ribet lan ruwet adoh saka cahyamu pedhut ing sakindering pandulu panjenengan guruku, sihku, oborku kancanana sukmaku sinau bab katresnan sajroning ati. Pengarang: Budhi setyawan

Rerenteng Aluring Pepundhen

Sunare srengenge esuk ngusap praupane bumi rengka Tlatah kapang kang gumawang ing pangangen sepi Nyawuk bumi-bumi esuk tengahing lembayung labuh Kumriciking banyu kali Grindulu kang ngranuhi Dadi tlatah srumbung isih tinunggon pangarep-arep Wijiling paseksen kang ngantu-antu kaendahan Ing netra bening esem ngandhut panyuwun Sedya nuntumake kasetyan kang pinarsudi Mung eman sasuwenbe sesandhingan tan linair Kang sinartan lungiting pangarep-arep

Engga alam ngrayuk sunar srengenge esuk Pecak jumangkah ngitapak.e rasa rudatin Kang gimantha amung mekaring panggarjita Ing kana bakal cinathet ubeng ingering lalakon Manuk emprit ilang swiwine hamung menclok dhuwur wuwung kang suwung walang kayu jempalitan ngerik ora karuwan sajak ngece, sajak ngundhamana “ sokur kowe, ora iso miber adoh, nyepi panjangka, ilang dirgantara “ manuk emprit hamung meneng klep ! klakep ........ ati nangis wutah miris eluh kececeran nangis sesenggukan nek emprit kelangan swiwi ora isa miber, kelangan jagat dirgantarane isane hamung menclok dhuwur wuwung ndhepipis,ngenteni izrail, sing bisa wae awujud tikus, apa kucing ....... walang kayu jempalitan, ngerik ora karuwan, sajak ngece, sajak ngundhamana “ sokur kowe, ora isa miberadoh, nyepi panjangka, ilang dirgantara “

Ing Teluk Pang-Pang Nawala ing dak tampa Patang dina kepungkur

CEM

K

dening: Sunardi K S kama kang nglambrang nalika isih jenaka saiki ndedel gedhe dadi bethara kala uluk uluk jroning dadha winga winga tanpa suwara kang katon wicaksana kae jalaran kokruket pinangka kanca kang pinilih pinercaya ngembani panguwasa wisa rasa gula kama kang nglambrang saparan paran dadi memala nuwuhake pageblug ndedel mendhuwur comondhok dhada keklambrangan sirah mlebu metu mripat, irung saha kuping ngawe awe nglancipake kuku kama kang nglambrang saparan paran ndedel dadi bethara kala ang dadi memangsane ora ateges diklethak saraga balunge

Mamring

dening: Budhi S sepi mamring sempah sumpeg peteng kesel, ah embuh ora weruh ngerti bisu nangis sajroning ngguyu ngguyu sajroning nangis mlaku sajroning mandheg mandheg sajroning mlaku

WAYANG CLOMETAN

Tidak mengherankan kalau titah manusia dan para wayang di jagad pakeliran juga gandrung dengan deregulasi ( aturan yang dipermudah ). Sebab dengan cara itu bisa ngirit waktu dan uang. Maklum, selama ini di birokrasi pewayangan juga ada istilah ; jika bisa dipersulit, kenapa mesti dipermudah ? Semua pernatan dibuat ribet, agar bisa mendatangkan fulus untuk oknum-oknum wayang yang tidak bertanggungjawab.

ocap kacarito, Prabu Jayengwisuno dari negara Tunjung bentoro saat ini jadi rasanan dan kembang lambene titah ngarcopodo. Sebab dengan dibekingi Begawan Kolosasmoyo, dia berani ngobral wahyu yang selalu diimpi-impikan di jagad pewayangan. Kalau wahyu made in kahyangan, itu lumrahnya hanya satu. Itu saja keluarnya lima tahun sekali. Kalau lewat deregulasinya Jayengwisuno dan Begawan Kolosasmoyo, wahyu bisa keluar kapan saja, untuk siapa saja, dan jumlahnya sak emoh-emohe. “Wayang yang pro rakyat, wahyu harus bisa dikuwasai siapa saja, tidakperlu melihat tataran dan golongannya” kata Prabu Jayengwisuno di pasowanan. “Kecuali Wahyu Sihombing ( sutradara ) dan Wahyu Sardono ( pelawak )yang sudah almarhum, itu ya gusti ?” tanya Begawan Kolosasmoyo dengan nyembah. Prabu Jayengwisuno manggut-manggut. Dia itu termasuk tokoh multidimensi. Sebelum jadi raja di Tunjungbentoro, sang katong pernah juga ngesuhi acara kuliner di TV swasta, terus jadi pengamat politik peng-pengan kaya Burhanudin Muhtadi. Sangking sudah pernah ngesuhi kulinaer, ketika ditanya nyamuknyamuk pers sampek pating pecotot. “Nasi rawon-gudeg Yogjo harus konfederasi untuk menghadapi Pemilu 2014”

dawane rel sepur liwat tengah alas sawah apadene kutha prasasat isih dawa janjimu kang nggawa daya sumringah ing sajroning laku nlusup ing balung sungsum angin melu nggoleki playune rasa kang sliramu gawa netramu yen lagi nyawang jagad agawe donya njomplang kadya katrajang gara-gara ora kuwat nyangga bumi ora kuwat ngreksa budi angin isih nggoleki aburing kupu mangsa rendheng udane nggrejih nanging kali durung akeh banyune rasa aneh kaya kang wis nate daksasakke ngebaki guwa pertapan asri kekidungan dhewe tan kena dipenggak kadya lali purwa duksina angin njajah desa milang kori marsudi janjimu wingi

Bethara Kala

Obahing jantra ginawa angin ngulandara Pangesthine ana pawitan ngupakara dalan lawas

A PAL

Isih wutuh tansah dak waca Hanggawa rasa kingkin, Ing mangsa rendheng katelu Ngepasi kartika ngancik patbelas dina Silramu tak anti-anti ana ing pinggiran Gisik pang-pang kene Rasaku wis memet Nggremet-nggremet Teka ing pikir kang amet Tansah nunggu Sliramu bali, masiya hamung sak kedhepe netra Dhiajeng Mbok menawa sliramu pancen nduweni rasa kang padha Karo rasa ing pangrasaku, Mula, jeng .....Tak titipake kangen iki Marang gegulunge ombak Sing tansah setya tuhu marang mangsa Sing sok geseh, gusuh sing wola-wali iki Hamung siji panyuwunku Muga sliramu tansah rahayu memuji gusti Lan pinayung sih kanugrahaning pangeran Sesuk tak tunggu sliramu inggisik pang-pangiki

Cyberpunk

Suwung

CAKRAWALA

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

PITU Sunan Kalijaga TUR Mencari Guru Sejati Di antara para wali yang lain, Kanjeng Sunan Kalijaga bisa dikatakan satu-satunya wali yang menggunakan pendekatan yang pas yaitu budaya Jawa. Dia sadar, tidak mungkin menggunakan budaya lain untuk menyampaikan ajaran sangkan paraning dumadi secara tepat. Budaya arab tidak cocok diterapkan di Jawa karena manusia Jawa sudah hidup sekian ratus tahun dengan budayanya yang sudah mendarah daging. Bahkan, setelah “dilantik” menjadi wali, dia mengganti jubahnya dengan pakaian Jawa memakai blangkon atau udeng.

N

ama mudanya Raden Syahid, putra adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta dan Dewi Nawangrum. Kadpiaten Tuban sebagaimana Kadipaten yang lain harus tunduk di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Nama lain Tumenggung Wilatikta adalah Ario Tejo IV, keturunan Ario Tejo III, II dan I. Arti Tejo I adalah putra Ario Adikoro atau Ronggolawe, salah seorang pendiri Kerajaan Majapahit. Jadi bila ditarik dari silsilah ini, Raden Syahid sebenarnya adalah anak turun pendiri kerajaan Majapahit. Raden Syahid lahir di Tuban saat Majapahit mengalami kemunduran karena kebijakan yang salah kaprah, pajak dan upeti dari masing-masing kadipaten yang harus disetor ke Kerajaan Majapahit sangat besar sehingga membuat miskin rakyat jelata. Suatu ketika, Tuban dilanda kemarau panjang, rakyat hidup semakin sengsara hingga suatu hari Raden Syahid bertanya ke ayahnya: “Bapa, kenapa rakyat kadipaten Tuban semakin sengsara ini dibuat lebih menderita oleh Majapahit?”. Sang ayah tentu saja diam sambil membenarkan pertanyaan anaknya yang kritis ini. Raden Syahid yang melihat nasib rakyatnya merana, terpanggil untuk berjuang dengan caranya sendiri. Cara yang khas anak muda yang penuh semangat juang namun belum diakui eksistensinya; menjadi “Maling Cluring”, yaitu pencuri yang baik karena hasil curiannya dibagi-bagikan kepada orang-orang miskin yang menderita. Tidak hanya mencuri, melainkan juga merampok orang-orang kaya dan kaum bangsawan yang hidupnya berkecukupan. Suatu ketika, perbuatan mulia namun

tidak lazim itu diketahui oleh sang ayah dan sang ayah tanpa ampun mengusir Raden Syahid karena dianggap mencoreng moreng kehormatan keluarga adipati. Pengusiran tidak hanya dilakukan sekali namun beberapa kali. Saat diusir Raden Syahid kembali melakukan perampokan namun sialnya dia tertangkap pengawal kadipaten hingga sang ayah kehabisan akal sehat. “Syahid anakku, kini sudah waktunya kamu memilih, kau yang suka merampok itu pergi dari wilayah Tuban atau kau harus tewas di tangan anak buahku”. Syahid tahu dia saat itu harus benar-benar pergi dari wilayah Tuban dan akhirnya, dia pun dengan hati gundah pergi tanpa arah tujuan yang jelas. Suatu hari dalam perjalanannya di hutan Jati Wangi, dia bertemu lelaki tua yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Sunan Bonang. Sunan Bonang adalah putra dan murid Sunan Ampel yang berkedudukan di Bonang, dekat Tuban. Syahid yang ingin merampok Sunan Bonang akhirnya harus bertekuk lutut dan Syahid akhirnya berguru pada Sunan Bonang. Oleh Bonang yang saat itu sudah jadi guru spiritual ini, Syahid diminta duduk diam bersila di pinggir sungai. Posisi duduk diam meneng ini di kalangan para yogi dikenal dengan posisi meditasi. Syahid saat itu telah bertekad untuk mengubah orientasi hidupnya secara total seratus delapan puluh derajat. Yang awalnya dia berjuang dalam bentuk fisik, menjadi perjuangan dalam bentuk batin (metafisik). Dia telah meninggalkan syariat masuk ke ruang hakekat untuk mereguk nikmatnya makrifat. Namun syarat yang diajarkan Sunan Bonang cuma satu: duduk, diam, meneng, mengalahkan diri/ ego dan patuh pada sang guru sejati (kesadaran ruh). Untuk menghidupkan kesadaran guru sejati (ruh) yang sekian lama terkubur dan tertimbun nafsu dan ego ini, Bonang menguji tekad Raden Syahid dengan menyuruhnya untuk diam di pinggir kali. Ya, perintahnya hanya diminta untuk diam tok, tidak diminta untuk dzikir atau ritual apapun. Cukup diam atau meneng di tempat. Dia tidak diminta memikirkan tentang Tuhan, atau Dzat Yang Adikodrati yang menguasai alam semesta. Tidak, Sunan Bonang hanya meminta agar sang murid untuk patuh, yaitu DIAM, MENENG, HENING, PASRAH, SUMARAH, SUMELEH. Awalnya, orang diam pikirannya kemana-mana. Namun sekian waktu diam di tempat, akal dan keinginannya akhirnya melemas dan akhirnya benarbenar tidak memiliki daya lagi untuk berpikir, energi keinginan duniawinya lepas landas dan lenyap. BERSAMBUNG

Wahyu Memalasasra Gantya kang winursito, semenjak wahyu Memolososro produk Tunjungbentoro itu sumebar merata di bebrayan, hampir semua wayang akar rumput sama punya wahyu. Jadi seperti HP itu, setiap toko ada yang jual. Secara materi wahyu tersebut memang tidak ndayani. Hanya yang memegang wahyu tadi jadi merasa tentrem hidupnya, tidak ngongso-ongso, melik dan kemeren dengan harta dan istrinya orang lain. Hanya saja, seperti keris umpamanya, kalau tidak bisa ngopeni, wahyu Memolososro malah bisa mbilaeni. Sudah berapa saja rumah yang terbakar karena kridanya sang wahyu. Minggu kemarin pawonya Petruk hanya tinggal separo karena wahyu Memolososro kurdo, terus kesusul rumahnya mbakyu Cangik jadi karang abang. Sorowito yang ngawulo ratu sabrangan, juga sudah mendahului jadi korban. Ya untungnya dia punya polis asuransi, maka habis kebakaran rumahnya malah jadi megah. Bangunannya keliling serba kaca, sehingga kalau Sorowito lagi duduk didalam nyenil seperti makanan dalam rodong. “Romo, saya akan klaim, demo kekahyangan. Sebab ngejar kwantitas, kenapa kwalitas wahyu tidak dijaga” tekadnya Petruk ketika rembukan dengan Kyai Lurah Semar. “Tapi harus hati-hati lho, Betoro Guru saat ini lagi sensitip. Kemarin dia pegang Belanda, akhirnya kalah sampek jutaan” kata Kyai Lurah Semar mengingatkan. Sinigeg kang murweng kawi, Sanghyang Betoro Guru bersama Sanghyang Kaneko Putro di Jonggring Saloko lagi pusing memikirkan macetnya launching wahyu-wahyu baru untuk titah ngarcopodo. Biasanya wahyu apa saja yang dibabar, segera laku dan dipakai rebutan oleh para satria. Wahyuwahyu bangsanya ; Tohjali,Godo Inten,

Makuto Romo, Cakraningrat, baru sehari diiklankan di koran-koran sudah habis. Lha sekarang, wahyu Wreso Jati, sudah enam bulan dipasarkan terpaksa tidak ada yang melirik. Menurut laporannya Betoro Panyarikan, wahyuwahyu

produk kahyangan tidak laku karena kesaing oleh wahyu made in Tunjungbentoro. Jonggring Saloko bingung sekali, kenapa di ngarcopodo ada ratu yang menguwasai tehnik bikin wahyu ? Yang menguwatirkan, wahyu yang namanya Memolososro itu diobral, diproduksi tanpa batas sampek seperti sepeda motor di Indonesia. Bayangkan, sekarang punya uang Rp 250.000,- sudah bisa bawa pulang wahyu. Laku bertapa dan mahas ing asepi seperti satria-satria itu, sekarang tidak perlu. Cara kuno itu ! “Saya ya sudah mengingatkan Prabu Jayengwisuno yang kesangkut kasus “Simprodwahgal” ( sistem produksi wahyu ilegal ). Tapi malah disrekal, katanya status Guru dan Narodo tidak sah, sebab tanpa SK Pengangkatan” kata Betoro Penyarikan. “Elek, elekkkkkkk, elekkkk ! Ada titah ngarcopodo kok mrengkele kayak Antok purba. Bagaimana itu adi guru ........... ?” “Jayengwisuno dan Kolosasmoyo harus cepat ditangkap, terus dimasukan kawah Condrodimuko ..... !” perintah Betoro Guru serius. Dewa-dewa terus nglurug ke Kerajaan Tunjungbentoro. Tapi karena masih pada karipan karena habis nonton final Piala Dunia, tidak ada yang bisa mengalahkan. Pusing sungguh Betoro Guru. Lagi judeg mikir seperti itu, tiba-tiba Petruk datang protes kalau wahyu-wahyu produk kahyangan sekarang malah merusak. Betoro Guru sudah menjelaskan asal mulanya, tetapi Petruk tetep belum bisa menerima. Dasarnya Petruk, ketika diberi amplop tebal dengan diberi mandat supaya mencari jago untuk mengalahkan ratu Tunjungbentoro, kontan diammmmmmm tidak vokal lagi. “Tapi ini kalau gol, komisinya nanti ditambah 10 persen lho” kata Petruk. “Iya, iya Petruk. Masak Ulun pernah nipu titah ngarcopodo” Seperti biasanya, order seperti ini yang bisa mengatasi hanya Harjuno, bosnya Petruk. Tapi sekali ini satriyo Madukoro ini tidak bisamrantasi gawe, dia dengan mu-

dah dikalahkan Prabu Jayengwisuno. Yang maju ganti Gatutkoco satriyo dari Pringgodani, jebul idem. Kesaktiannya yang dulu bisa membuat Patih Kolopracono menjadi miris, sekarang tidak berbunyi melawan petinggi Tunjungbentoro. Terpaksa Petruk sambat sama kaki Lurah Semar, romonya. “Mo, ini ada obyekan besar. Kapan lagi romo ndandani nasib ?” “Ee ......mbegegeg ugeg-ugeg, ada apa tole ?” tanya Semar. Melihat SPK ( Surat Perintah Kerja ) dari Jonggringsaloko ketambahan ceritanya Petruk, Ki Lurah Semar terus teringat kalau mungsuhnya sekarang ya masih langganan lawas. Sampek lupa kalau wedang kopinya masih separo, dia bablas ke Tunjungbentoro. Tapi kayak yang sudah-sudah, Prabu Jayengwisuno dan Begawan Kolosasmoyo juga tetep mbrengkelo, tidak mau nyetop produksi wahyu Memolososro. Katanya, jaman ekonomi global seperti sekarang, produksi apa saja bebas dijual kemana saja. Semar marah-marah sekali, Jayengwisuno dan Kolosasmoyo dihadapi sendirian saja. Karena halaman koranya sempit, maka lurah Karangkebolotan itu segera mengeluarkan bom atom Kyai Entut Mustiko, duuuuuuuuuuuuuutttttt ....... ! Aneh bin ajaib, Prabu Jayengwisuno seketika badar jadi Betari Durgo, Begawan Kolosasmoyo jebul malihannya Betoro Kolo. Lebih elok lagi, ketika pedut dibelakangnya Betoro Kolo sumilak, jebul nampak tumpukan tabung gas elpiji 3 kg yang pada bocor semua. Ketika diperiksa satu persatu oleh Lurah Semar, jebul semua tidak pakai cap SII ( Standar Industri Indonesia ) “Pantas pada ngobong rumah, wong wahyu buatanmu itu palsu semua. Tapi kamu sebagai produsen, harus tanggungjawab. Wahyu semua harus ditarik kembali, ngerti ..... ?!” “Ngerti Ki Lurah, saya pasrah” ature Betoro Kolo sambil nyembah. Akan tetapi, ketika melihat kebelakang, jebul Betari Durgo sudah tidak ada. Dia kabur, persis bandar judi Piala Dunia kalah tohtohan. (Cutel)


MAGETAN KRIMINAL Curi Besi, Pemulung Dimassa

MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

TERSANGKA, saat di Polsek Kawedanan.

LINTAS Terbukti Mencuri, Listrik Rumah Mantan Ketua Dewan Dicabut MAGETAN, Media Aspirasi - Rumah mantan ketua dewan Prayugo Prayitno di Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo kini gelap gulita. Pasalnya, pihak PLN mencabut paksa listrik milik ketua DPRD Magetan periode 2004-2006 ini. Sikap tegas PLN distribusi Jawa Timur area Madiun Rayon Maospati ini setelah Prayugo terbukti melakukan pelanggaran dengan mencuri listrik dari tiang listrik yang berada di depan rumahnya sejak tahun 2013 lalu. Akibat ulah Prayugo yang juga tersangka kasus korupsi dana APBD tahun 2002 dan 2003 senilai Rp 10,4 miliar ini, PLN mengalami kerugian hingga Rp 10 juta lebih. Salah satu tetangga Prayugo, Sri Lestari, 50, mengatakan, sejak sebulan terahir rumah mantan dewan yang bertingkat dua tersebut gelap jika malam hari. Guna menerangi rumahnya, kini prayugo harus menggunakan diesel. ‘’ Kalau malam dulu sering gelap, tapi sekarang sudah pakai diesel untuk menghidupkan lampu dirumahnya,’’ ujarnya, Senin (24/3). Sementara itu, salah seorang staff Kantor PLN Rayon Maospati, Abdi , 40, membenarkan pihaknya telah mencabut ijin pemasangan meteran listrik milik pelanggan nomor 515050089001 (Prayugo, Red) yang berdaya 2.200 Va itu. ‘’Tanggal 26 Pebruari lalu kami mencabut listrik pelanggan milik Prayugo. Karena yang bersangkutan melakukan pelanggaran dengan mencuri listrik sejak setahun lalu,” ujar Abdi. Abdi juga mengungkapkan sesuai dengan Surat Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) nomor 001688 tentang penertiban instalasi sambungan listrik satu fase milik Paryugo tertanggal 26 Pebrurai 2014 lalu, maka mantan pentolan legislative era bupati Saleh itu tidak di perbolehkan menjadi pelanggan PLN hingga 5 tahun kedepan. ‘’Sesuai surat P2TL tertanggal 26 kemarin, yang bersangkutan sudah bukan menjadi pelanggan kami. Dan tidak boleh menjadi pelanggan kami hingga 5 tahun kedepan,” ungkap Abdi. (rd) MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

RUMAH Mantan ketua dewan yang listriknya dicabut oleh pihak PLN.

SELANGKAH LEBIH DEKAT !

TERORIS SINGGAHI MAGETAN MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

MAGETAN, Media Aspirasi - Aksi nekat Warni, 37, warga Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Magetan, nyaris membuatnya tewas dimasa warga. Hal itu lantaran Warni kepergok mencuri besi di pasar Pande di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan, Magetan, Selasa (25/3) kemarin. Kejadian bermula saat Yahmun, 60, warga Desa Mangunrejo, Kecamatan Kawedanan Magetan curiga dengan keberadaan sepeda motor jenis alfa bernopol AE 3989 PQ milik Warni terparkir dibelakang perkebunan belakang pasar. Lantas, Yahmun mengecek bengkel pandenya. Yahmun terkejut melihat bengkel pandenya sudah diubekubek pelaku, sontak dirinya langsung mencari bantuan. ‘’Saya curiga ada motor dibelakang pasar. Pas saya cek bengkel pande saya sudah di acak acak. Langsung saja saya teriaki maling, dan warga sekitar langsung mengejar pelaku,” ujar Yahmun. Suwito, 50, korban lain mengungkapkan, pelaku dikejar warga di perbatasan Desa setempat hingga pukul 23.00 WIB. Ahirnya pelaku tertangkap dan langsung dihakimi masa. Bahkan sepeda motor yang dipakai langsung dirusak oleh warga yang sudah emosi. ‘Kami mengejar pelaku cukup lama hingga perbatasan desa. Setelah tertangkap, warga yang geram langsung memukuli beramai ramai serta merusak motor pelaku. Karena daerah sini sering sekali kemalingan besi pande,” ujar Suwito. Akibat mendapat bogem mentah para warga, Warni mengalami luka lebam di mata kiri dan sobek di pelipis sebelah kanan. Bapak 2 anak ini pun langsung di larikan ke Puskesmas Kawedanan dan langsung di glandang ke Polsek Kawedanan esok harinya. Kapolsek Kawedanan AKP Wukir Dwi Siswanto membenarkan penangkapan pelaku pencurian yang sebelumnya di masa oleh warga ini. ‘’Memang benar semalam ada penangkapan pelaku pencurian yang dimassa oleh warga. Sekarang masih dalam pemeriksaan petugas kami,” ujarnya. Wukir juga mengungkapkan, modus yang di gunakan pelaku yakni berpura pura sebagai pemulung. Pelaku mengincar target saat siang hari, setelah malam pelaku baru mendatangi target lokasi pencurian. ‘’Modus yang dipakai berpura pura sebagai pencari rosok. Diduga pelaku ini sudah sering melakukan aksi serupa, melihat rapinya aksi pencurian ini,” ujar Wukir. Sementara itu, tersangka berdalih mencuri untuk kebutuhan hidup. Hasil besi curianya ini rencananya akan ia jual seharga Rp.3.500 per kilo di pengepul. ‘’Besinya saya jual Rp 3.500 perkilonya. Uangnya untuk makan sehari-hari,” ujar Warni. Dari kejadian ini, petugas berhasil mengamankan satu unit sepedah motor milik korban yang dirusak masa. satu rombong rosok yang digunakan pelaku untuk mengumpulkan hasil besi curian. Serta 40 besi yang terdiri 4 velg ruji sepedah bekas, 36 besi ring skok mobil. Akibat kejadian ini kerugian matrial yang di derita korban hingga Rp 5 juta. Sementara itu, akibat kelakukanya, Warni terancam dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (rd)

Media ASPIRASI

Paman Ipar Galih Satria Djasmadi dan Adik Ipar Galih Satia, Sriyatun. MAGETAN, Media Aspirasi - Galih Satria, 29, warga Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Bandara Internasi-

onal Sokarno-Hatta Kamis (13/3) lalu,setelah diidentifikasi sebagai pengirim paket berisi dua buah bom pipa dan bom melalui jasa pengiriman swasta dari wilayah Panggul dengan tujuan Singkang

Waju,Sulawesi Selatan ternyata pernah tinggal di Kabupaten Magetan. Galih Satria tinggal di Rt 17, Rw 03,Desa Pelem,Kecamatan Karangrejo selama setahun. Yak-

ni tahun 2010 sampai tahun 2011 setelah menikahi Triyatun, 33, anak dari pasangan Alm Kamsidi dan Alm Surati. Selama tinggal di Desa Pelem, Galih dikenal sebagai pribadi pendiam dan misterius oleh tetangga dan saudara dekatnya. Paman ipar Galih, Djasmadi, 57, mengatakan, keponakanya itu jarang bergaul dengan tetangga dan warga lingkunganya. Galih lebih banyak diam dan mengurung diri di kamar. Pergaulan Galih hanya dengan orang tertentu yakni dengan rekan- rekanya yang merupakan orang luar desa Pelem. ‘’Teman-temanya itu datangnya malam, pakai mobil plat AD. Setelah menjemput Galih terus pergi,’’ kata Djasmadi, Minggu (23/3). Ulah Galih yang dianggap aneh oleh tetangganya. Hal itu lantaran Galih mengajari silat kepada anakanak kecil yang belajar mengaji dirumahnya. Bahkan, Galih juga mengajarkan cara menembak kepada anak-anak kecil menggunakan senapan angin dengan sasaran pohon pisang yang berlokasi dibelakang rumah. ‘’Anak-anak yang ngaji itu diajari pencak silat. Terus belajar nembak dibelakang rumah,’’ Tambah Djasmadi.

9

Pasca ditangkap unit Satlantas Polres Magetan karena kepemilikan bahan peledak Januari 2010 lalu, sejumlah orangtua melarang anak mereka mengaji dirumah Galih. Sementara pasca bebas dari Rutan kelas IIb Magetan tanggal 3 Mei 2011, Galih memboyong anak dan istrinya ke Kabupaten Trenggalek. Keluarga besan Galih yang berada di Desa Pelem kembali dibuat kaget dengan penangkapan anggota keluarganya itu di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Mereka tidak mengira suami dari Triyatun masih menjadi bagian dari Teroris. ‘’Kami kaget setelah melihat TV kemarin. Kok Galih ditangkap lagi,’’ kata Sriatun, adik kandung Triyatun. Ditempat terpisah, Kepala Desa Pelem Eko Didik Prihandono menegaskan jika Galih Satria sudah bukan warga Desa Pelem lagi. Sejak dibebaskan dari penjara karena tersandung kepemilikan bahan peledak, Galih telah pindah identitas menjadi warga Kabupaten Trenggalek. ‘’Saudara Galih sudah tidak menjadi warga desa Pelem lagi sejak bebas tahun 2011 lalu. Dia sudah pindah Identitas menjadi warga Kabupaten Trenggalek,’’ tegas Kades yang baru menjabat ini. (rd)


MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

10

Media ASPIRASI

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

SELANGKAH LEBIH DEKAT !

Pordasi Jatim Siap Unjuk Gigi di PON Jabar MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

PORDASI Jatim bakal terus gencarkan agenda pertandingan jelang PON XIX Jabar nanti. SURABAYA, Media Aspirasi – Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jatim Agus Soekotjo, secara tidak langsung menegaskan ke KONI Jatim, bahwa pihaknya sangat siap dengan nomor equestrian

jelang PON XIX Jabar nanti. Jika dilihat dari Kejurda yang digelar di kompleks Warung Desa, Jati Jejer, Trawas, Mojokerto, beberapa hari lalu, Pordasi Jatim memiliki atlet dan kuda yang menjanjikan. ‘’Segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Kami akan maksimalkan waktu dua tahun untuk memaksimalkan kekuatan kami di nomor apapun,’’ ujar pria yang juga memiliki usaha kuliner ini. Selain itu, Kejurda kali ini juga sebagai ajang unjuk diri atlet berkuda Jatim. Apa lagi, akhir-akhir ini aktivitas berkuda di Jatim sangat minim. ‘’Yang jelas Pordasi Jatim ingin menunjukkan pada KONI Jatim, bahwa kami siap dengan semua nomor,’’ imbuhnya. Soekotjo menambahkan, Pordasi Jatim akan terus membuat agenda-agenda berkuda untuk atlet Jatim. ‘’Kami akan menjaring dan menampung atlet berkuda Jatim, guna merebut beberapa medali emas di PON mendatang,’’ pungkasnya. (lensaindonesia.com/dik)

Divisi Utama Dibatasi 2 Pemain Asing MOJOKERTO, Media Aspirasi – Klub-klub yang bermain di Kompetisi Divisi Utama (DU) hanya boleh memakai dua pemain asing. Kedua pemain asing tersebut, bisa diambil dari federasi tanpa melalui agen. Itu berdasarkan kebijakan yang diambil PT Liga Indonesia (LI). Sekretaris PS Mojokerto Kota (PSMP) Endro Ismiarso mengatakan, pihaknya pekan lalu ke Jakarta untuk menghadiri undangan dari PT LI yang membahas regulasi Transfer Matching System (TMS). ‘’Rabu pekan lalu, saya diminta mewakili pengurus PSMP hadir untuk menghadiri TMS,’’ ungkapnya, Senin (24/3).

Masih kata Endro, dalam regulasi TMS tersebut membahas tentang rekrutmen pemain asing. Jika pada musim sebelumnya jumlah legiun asing sebanyak tiga orang, saat ini PT LI hanya membatasi sebanyak dua orang. Untuk kuota ini, klub bisa merekrut pemain asing dari negara mana saja. ‘’Masa pendaftaran pemain akan ditutup pada 15 Mei 2014. Kami bisa mengambil pemain asing dari negara manapun langsung melalui federasi tanpa melalui agen, selama ini biasanya ada yang langsung ke federasi dan agen. Untuk PSMP, sampai saat ini kontrak pemain belum ada,’’ jelasnya. (beritajatim.com/dik)

OLAH RAGA

PREPARE GO INTERNASIONAL

MUHAMMAD Hargianto dkk dipastikan bakal bersiap menjalani uji coba latihan di Timur Tengah.

JAKARTA, Media Aspirasi - Timnas Indonesia U-19 yang baru saja menyelesaikan pertandingan Tur Nusantara langsung prepare alias bersiap menatap ujicoba internasional menuju kawasan Timur Tengah sesuai dengan program Badan Tim Nasional (BTN). Evan Dimas dan kawan-kawan rencananya akan menjalani pertandingan ujicoba internasional dan kemungkinan salah satu lawannya adalah Oman, 10 April. Sebelum bertanding, juara Piala AFF 2013 U-19 ini akan menjalani ibadah umroh. Rencananya tim bertolak ke Timur Tengah, 1 April. ‘’Selama Tur Nusantara, perkembangan tim cukup positif. Namun kami tetap akan melakukan evaluasi sebelum ke Timur Tengah. Secara umum tim sudah siap untuk bertanding di sana,’’ kata pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri di Jakarta, Minggu (23/3). Pria kelahiran Pesisir Selatan, Sumatera Barat itu menegaskan, evaluasi yang dilakukan meliputi semua aspek. Untuk itu pihaknya akan

meminta laporan dari semua jajaran pelatih serta tim pendukung yang selama ini ikut mengontrol perkembangan tim yang dipersiapkan untuk Piala AFC 2014 di Myanmar itu. Dari hasil evaluasi itu, kata dia, selanjutnya akan diaplikasikan pada pemusatan latihan sebelum bertolak ke Timur Tengah. Kelemahan selama Tur Nusantara akan diperbaiki selama menjalani pemusatan latihan yang rencananya kembali dilakukan di Yogyakarta mulai 25 Maret. ‘’Dari 13 pertandingan yang telah dijalani sudah tentu ada peningkatan. Namun kami belum bisa menjelaskan secara detail saat ini. Setelah semua data terkumpul maka akan diumumkan,’’ kata Indra Sjafri menambahkan. Selama menjalani Tur Nusantara, Muhammad Hargianto dan kawan-kawan memang tidak pernah mengalami kekalahanan. Hanya saja, ada beberapa pertandingan yang dinilai kurang maksimal yaitu saat mengalahkan tim Pra PON Jogjakarta. Meski

menang 3-2, pola permainan timnas kurang sesuai dengan harapan. Tur Nusantara selain untuk menguji kemampuan Tim Garuda Jaya, juga sebagai ajang pencarian bakat pemain potensial. Terbukti ada beberapa pemain yang langsung diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya bersama timnas. Selain itu timnas juga mampu menyedot perhatian masyarakat dengan mendukung langsung saat pertandingan digelar. Meski sudah ada kepastian keberangkatan ke Timur Tengah, pelatih Indra Sjafri belum mengumumkan siapa saja pemain yang akan dibawa. Pria kelahiran 2 Februari 1963 menegaskan jika pemain yang dibawa akan diumumkan setelah evaluasi yang dilakukan tuntas. ‘’Saya belum bertemu BTN untuk evaluasi. Masalah berapa pemain yang akan dibawa baru akan diketahui paling lambat 29 Maret. Biar BTN yang mengumumkan,’’ katanya menjelaskan. (antarajatim.com/dik)

DI SISI LAIN, nama Indra Sjafri melambung lantaran sukses menukangi Tim Nasional U-19 Indonesia. Bersama Evan Dimas cs, Indra pun mengharumkan dunia sepak bola Tanah Air. Rasa cinta Indra terhadap dunia sepak bola Indonesia, terutama dalam melatih Timnas U-19 tidak perlu diragukan lagi. Pelatih kelahiran Pesisir Selatan Sumatra Barat ini menegaskan pengabdiannya untuk

Merah Putih tanpa pamrih. ‘’Sebelum saya menjadi pelatih, ada perjanjian mengenai kontrak kerja. Namun saya tak mempedulikannya. Bagi saya membela negara jangan ada rasa pamrih dan saya rela tak dibayar demi harga diri bangsa (Indonesia),’’ kata Indra dalam acara peluncuran buku Timnas U-19 di Jakarta, Minggu (23/3). Menurut Indra, jika kita lebih memikirkan

berapa materi yang akan kita terima untuk bermain di tim nasional itu akan membawa dampak buruk di masa depan. Karena itu, Indra bersama timnya tak pernah memperdulikannya mereka bermain tanpa rasa pamrih. ‘’Loyalitas dan kecintaan terhadap Tanah Air ini kami akan buktikan melalui sepak bola demi harga diri bangsa di mata dunia,’’ pungkasnya. (beritajatim.com/dik)

Indra: Demi Indonesia, Saya Rela Tak Dibayar

Siapa Caleg Pilihanmu?? Kirimkan jawaban Anda, cukup melalui SMS ke nomor:

082 131 775 774

Caranya, ketik: Poling MA <spasi> Nama Anda <spasi> Alamat Desa/Kelurahan, Kecamatan, dan Kabupaten <spasi> Nama Partai <spasi> Nomor Urut Caleg Pilihan <spasi> Nama Caleg Pilihan. Contoh: Poling MA Anjasmara Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Magetan Partai Demokrat 2 Sartono

3

2

1 NO

NAMA LENGKAP

1

drg. Hj. YAYUK S.R

2

H. MURYANTO, SH., MM.

3

ERNAWATI, SH., MH.

4

DENNY PURWANDARI, SP

5

MOHAMAD SIGID GUNARTO

6

HERMAWATI

7

Dr. SUJANTO, SE., M.Kes.

8

HARTOJO BUDI PURWANTO

6

NO

NAMA LENGKAP

NO

NAMA LENGKAP

NO

NO

NAMA LENGKAP

NO

1

IBNU MULTAZAM

1

H. ROFI' MUNAWAR, LC.

2

MOCH. MUNIB HUDA

2

NUR SYA'DIYAH AMANATI

3

DITA INDAH SARI

4

M. SYAMSUL HUDA

3

H. RIYADH ROSYADI

5

GOZALI MUNIR, S.Th.I

4

LANJAR, SPd.

6

RINTA HANASTUTI. M

5

ARIF YENI VARIANTO

7

Dr.H.SAPUTRO SATRIYO

6

DYAH PELITAWATI

8

ENDANG DARMAWATI

7

8 NAMA LENGKAP

NO

NAMA LENGKAP

Drs. SUPRIYANTO

1

EDHIE BASKORO YUDHOYONO

1

Dra. MARDIANA INDRASWATI

2

R. INDRA PRIANGKASA, MH.

2

SARTONO

2

FERI INDRA SUWARTO

3

NO

NAMA LENGKAP

DIAN NAWANGWULAN, S.Pd

3

DIAN ANIK PURWANDARI, SE

3

4

Ir. H. GATUT PRASETIYO, MBA

4

Drs. AZIZ AHMADI, M.Sc

4

SITI KASIYATI, S.Ag, M.Ag

5

NOVA ERIN KISMIATI, A.MD

5

Drs. SAGUNG PANGESTU

5

AIDIL FITRI, ST

6

H. A. SEDYO UTOMO, ST

6

NANIK HARIYATI, S.Sos

6

AGUNG TJAHJONO UTOMO

7

SUGENG NUGROHO, SH

7

SIGISMOND BHARATA. W.N

7

ADI WICAKSONO, SE, AK

8

Dra. DWI SEPTAHANY. I

8

Hj. MARIANA HARAHAP

8

Drs. MUHAMAD TAUFIQ, ST

NO

NAMA LENGKAP

1

BINNY BINTARTI. B, SS

MOCH. GENG WAHYUDI

2

H. GATOT SUDJITO, M.Si

HIASHINTA PRASTUTY, SH

3

dr. LINDA L.A.N WASESO

4

HERI ACHMADI

4

DIDIE WIJOYONO. S

5

Ir. DAHONO IRIANTO, MM

5

GUNAWAN HIDAYAT, M.Sc

6

DIYEN ANDRITA, SH.

6

Hj. LARASATI SRI. A, S.H. P

7

ARIK ARINDONDO

7

AGUS SUGIANTO, SE

8

MELIA WINDIYANA

8

ARYA RIZQI DARSONO

1

Drs. SIRMADJI, M.Pd

2 3

10

9

1

RUSMINIATI, SH, MKn

5

4

NO

NAMA LENGKAP

1

Ir. SUJONO HADI SUDARNO, MM

2

ROMI WIBISONO, S.Ikom

3

Dra. Hj. SITI. CHOTIKA, M.Si

4

ANTON PRATIKNO, SE

5

DRS. MARSAHID, M. HUM

6

Dra. FENI DWI JAYANINGRUM

7

PRADITYA ANGGI YJ

8

H. MAHFUD ROHANI

NAMA LENGKAP

1

Hj. SOEMIENTARSI MUNTORO

2

THOMAS WIHONGKO

3

OSCAR M. ARITONANG

4

SYARIFAH DWI MEUTIA. S, SH

5

MASHUDI, ST

6

DIAH EKANINGTIAS, Ak, MM

7

IFAN TRI SASONGKO

8

NGATIYAH, S.Ag

4 Besar Hasil Poling Sementara

11 NO

12 NAMA LENGKAP

NO

Sartono (Partai Demokrat) 37,50%

Edie Baskoro. Y (Partai Demokrat) 31,25%

Drs. SIRMADJI, M.Pd (PDI Perjuangan) 18,75%

Ibnu Multazam (PKB) 12,50%

NAMA LENGKAP

1

SUYONO, SE

1

INDRA GURU ROOSMONO

2

IR. H.SUDIRO DJOJOATMOJO

2

FIFTH ERNAWATY, S.IP

3

VEGA NASWIFINA, SH

4

DR. MISBAHUL HUDA

3

H. SUWIKNYO, S.Pd

5

SUYADI

4

Dra. JUNIAR WIJAYANTI

6

SITI RUKAYAH, S.Pd.I, MA

5

FEBY BONAPARTE

7

M. SALEH S.Pd. M.Si

6

SUKIRNO

8

PRANITA SWI HANGGIA, Amd, Keb

7

Hj. ANNISSA AMAZIA CASSANDRA

Pemenang Undian Poling SMS Caleg Pilihan Minggu Ini: 1. Elok (085 235 424 XXX) 2. Agus Tri (085 233 270 XXX)

Dapatkan hadiah pulsa Rp 20 Ribu, masing-masing untuk dua orang pemenang, yang akan diundi setiap minggunya. Pemenang mingguan, akan diumumkan setiap penerbitan Media Aspirasi. Dan seluruh pengirim SMS, akan diikutkan pada undian utama di minggu pertama April 2014, untuk mendapatkan hadiah T-shirt dan sejumlah Merchandise menarik. Ayo… Buruan SMS sebanyak-banyaknya.. Tetapkan pilihan, dan rebut kesempatan menangnya. Info selengkapnya, hubungi kantor redaksi Media Aspirasi di Jalan Kalimantan 127 Ponorogo, atau telepon di 0352-489219.

*) Poling ini digelar sepenuhnya oleh Redaksi Media Aspirasi, medio awal Maret hingga April 2014.


TRENGGALEK LINTAS Kasus Mantan Bupati Berpotensi Konflik Hukum TRENGGALEK, Media Aspirasi - Kuasa hukum Soeharto mantan Bupati Trenggalek, Jawa Timur, periode 2005-2010 mengisyaratkan adanya potensi konflik hukum atas tuduhan korupsi atau penyalahgunaan wewenang oleh kliennya dalam proyek pipanisasi senilai Rp 7 miliar diKecamatan Bendungan pada 2007. “Kami melihat ada ketidaksinkronan antara hasil audit BPKP yang kini dipegang jaksa penyidik (seksi pidana khusus) dengan kasus perdatanya (obyek sama) yang kasusnya sampai kini masih tahap banding,” kata Athoillah, kuasa hukum Mantan Bupati Trenggalek Soeharto, Sabtu (22/3). Dalam persangkaan jaksa penyidik, Soeharto dinilai bertanggung jawab atas penyalahgunaan anggaran penyertaan modal PDAM Trenggalek senilai Rp750 juta dari total Rp4,5 miliar yang dialokasikan dalam APBD 2007. Anggaran itu digunakan untuk keperluan pembangunan jalan lintas di sepanjang jalur proyek pipanisasi senilai Rp8 miliar menggunakan dana APBN di Kecamatan Bendungan. Sebab, sebelum dilakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri Trenggalek, pengadilan terlebih dulu memproses gugatan perdata yang diajukan kontraktor pelaksana pembangunan jalan lintas tersebut yang meminta penambahan pembayaran senilai Rp1,2 miliar. Gugatan perdata ini, jika putusannya dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Jatim, mala nilainya lebih besar Rp450 juta dibanding angka yang disebut jaksa tindak pidana korupsi Kejaksaan Negeri Trenggalek, yakni Rp750 juta. “Putusan perdata sebelumnya memenangkan penggugat (kontraktor) dan sekarang masih proses banding. Kalau mereka menang lagi dan PDAM diharuskan membayar kekurangan yang Rp450 juta, berarti ada perbedaan materiil antara putusan pengadilan dengan dakwaan/tuntutan jaksa di pengadilan tipikor nanti,” jelasnya. Padahal, jika mengacu hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan Negara (BPKP) yang digunakan Kejaksaan Negeri Trenggalek dalam kasus dugaan korupsi, dana penyertaan modal yang terserap untuk pembangunan jalan lintas adalah Rp750 juta. Dari nominal itu, kerugian negara akibat kebijakan pembangunan jalan lintas disebutkan mencapai Rp 450 juta. “Ini yang nantinya bisa membuat kebingungan bagi para pihak yang berperkara dalam kasus ini, terutama PDAM dan para tersangkanya. Di satu sisi, jika putusan banding kembali kalah, PDAM diharuskan membayar kekurangan dana proyek, sementara di sisi lain para tersangka juga diwajibkan mengembalikan uang yang hilang akibat tindak pidana korupsi,” jlentrehnya. Menilik dua proses yang sedang berjalan tersebut, Athoillah menilai kasus yang ditangani Kejaksaan Trenggalek berpotensi cacat hukum. Apalagi, dasar persangkaan terhadap Mantan Bupati Soeharto dinilai lemah. Kebijakan pembangunan jalan lintas di sepanjang jalur pembangunan pipanisasi PDAM memang atas rekomendasi bupati saat itu, tetapi penggunaan anggaran yang bersumber dari penyertaan modal pemkab menjadi otoritas dan tanggung jawab internal manajemen PDAM. “Anggaran penyertaan modal itu baru ditransfer ke rekening PDAM setelah ada perdanya. Pos-pos penggunaan anggaran penyertaan modal kemana saja dan untuk apa saja, itu kewenangan mereka (PDAM),” jelasnya. Mengenai penunjukkan kontraktor yang disebut tidak melalui prosedur lelang, Athoilah menyatakan kliennya mengaku tidak tahu-menahu. Proses pertemuan antara kontraktor dilakukan langsung oleh perwakilan manajemen PDAM dengan rekanan bersangkutan, tanpa intervensi ataupun campur tangan bupati. “Kalau berdasar pengakuannya (Soeharto), ia tidak tahumenahu soal proses lelang. Tapi ia memang sempat tahu soal itu,” tambahnya. Adianto menambahkan perbuatan melawan hukum terjadi ketika proyek fisik yang berjalan tidak melalui prosedur tender, karena tersangka Suharto memilih menunjuk rekanan yang merupakan koleganya. Kasi Intel Kejari Trenggalek Indi Premadasa mengatakan, dalam kontrak kerjasama antara pemkab dan rekanan tersebut juga tidak menyebut nilai pekerjaan. Alokasi anggaran baru ditetapkan setelah proyek selesai dikerjakan. Selain itu, nilai proyek yang terealisasi diduga telah digelembungkan. “Penetapan tersangka baru ini merupakan hasil dari pengembangan penyidikan, “jelasnya. Secara teknis, penyidik kejaksaan membagi penanganan kasus ke dalam empat berkas perkara. Kecuali berkas tersangka Suharto, tiga berkas tersangka sebelumnya telah siap dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya.(ant/so)

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

11

POLISI GELEDAH RUMAH GALIH

MEDIA ASPIRASI/ISTIMEWA

BARANG bukti saat diamankan pihak berwajib. TRENGGALEK, media Aspirasi - Polisi menggeledah rumah terduga teroris Galih Satria (29) di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (22/3). Penyisiran dilakukan setelah Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap Galih Satria di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (13/3/2014) lalu.Kapolres Trenggalek AKBP Denny Setya Nugraha Nasution memimpin langsung penggeledahan dengan didampingi sejumlah perwira, sabhara, intelkam serta jajaran kepolisian sektor panggul. Diawali mediasi dengan pihak keluarga, kapolres kemudian memerintahkan sejumlah anak buahnya untuk melakukan penggeledahan (sterilisasi) di seluruh ruangan maupun ruang terbuka dilantai dua orang tua Galih alias Hari Rahayu alias Goni tersebut. Proses mediasi dan penggeledahan berlangsung kurang lebih 40 menit, mulai pukul 10.05 WIB hingga 10.45 WIB, namun tak satupun benda mencurigakan berhasil ditemukan polisi. “Kami hanya melakukan sterilisasi karena menurut informasi sementara dari mabes (Polri), dua paket barang yang diidentifikasi sebagai bom pipa dan bom tupperware dikirim tersangka (Galih) dirakit di Trenggalek,” terang kapolres. Di kamar Galih, polisi hanya menemukan sejumlah surat pribadi terduga teroris untuk dua anaknya yang masih kecil. Namun ia tidak menjelaskan detil

isi surat dan hanya menyatakan bahwa temuan itu tidak terkait dengan terorisme ataupun memberi petunjuk keterlibatan Galih dalam kegiatan teror di wilayah Poso. “Itu surat pribadi (Galih) untuk anaknya, tidak terkait dengan aktivitasnya sekarang,” kata Denny. Operasi penggeledahan yang tergolong mendadak itu sempat menarik perhatian sejumlah warga. Beberapa tetangga dan pengendara yang yang melintas di rumah orang tua Galih di salah satu gang jalan raya Desa Wonocoyo sempat berhenti sejenak begitu mengetahui ada sejumlah polisi bersenjata laras panjang berjaga di depan garasi, dan sebagian lain melakukan penyisiran di lantai uda rumah berukuran. 4 x 6 meter tersebut. Di dalam rumah, orang tua Galih, Sunardi dan Lilik terlihat sempat beberapa lama melayani pertanyaan kapolres dan kasat intelkam yang datang bertamu. Namun seusai penggeledahan, keduanya menolak diwawancarai wartawan dengan alasan segala keterangan telah diserahkan ke pihak polisi. “Silakan meminta keterangan langsung ke bapak kapolres, maaf,” kata Sunardi. Menurut keterangan sejumlah warga sekitar, Galih kesehariannya sangat tertutup meski penampilannya dianggap tidak lagi “nyleneh”. Selama tinggal di rumah orang tuanya Panggul, Galih lebih sering menutup diri di dalam rumah serta melakukan kegiatan rutin shalat di masjid desa. Galih ditangkap pada

13 Maret 2013 di Bandara Internasional Sokarno-Hatta, setelah diidentifikasi sebagai pengirim paket berisi dua buah bom pipa dan bom melalui jasa pengiriman swasta dari wilayah Panggul dengan tujuan Singkang Waju, Sulawesi Selatan. Hasil introgasi dan pengembangan terhadap Galih Satria inilah kemudian diketahui keberadaan Ambo Intang (DPO kasus teroris Poso) di Bengkulu, sehingga pada 20 Maret 2014 dilakukan penangkapan. Sementara itu, Athan agen JNE Panggul Trenggalek mengatakan seseorang yang mengaku bernama Hari Rahayu mengirimkan paket dalam kardus yang katanya isinya spare part kendaraan dengan bobot 3 kg. Paket tersebut ditujukan kepada Bambang Ariwibowo dengan alamat Sengkang Wajo, Makasar, Sulawesi Selatan “Namun kami tidak tau kalau itu isinya bom, bahkan saya letakkan dirumah sudah 2 hari sambil menunggu diambil dari kantor cabang trenggalek,” tutur Athan yang juga pemilik warnet Athan net ini. (metro/bt/ so)

Densus 88 Sidik Paket Bahan Peledak

Untuk menyidik paket bahan peledak (handak) yang diidentifikasi terkirim dari biro jasa ekspedisi JNE wilayah Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada 18 Februari 2014 lalu, satu tim Detasemen Khusus (Densus) 88

Antiteror dijadwalkan tiba di wilayah tersebut. Kapolres Trenggalek, AKBP Denny Setya Nugraha Nasution, Minggu (23/3) mengatakan Informasi yang kami terima, hari ini Densus akan melakukan pendalaman sekaligus pengembangan kasus tersebut. Ia mengisyaratkan bahwa salah satu fokus penyidikan adalah rumah orang tua terduga teroris Galih Satria alias Hari Rahayu (29) di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Selain mendalami kemungkinan keberadaan jaringan teroris lain di wilayah Trenggalek dan sekitar, polisi saat ini menyidik lokasi perakitan bom pipa dan bom dalam kemasan plastik yang tertuang dalam pengakuan Galih. Asal-usul bahan peledak berupa urea nitrate yang didapat Galih juga tidak luput dari perhatian kepolisian. Namun, Polres Trenggalek pada Jumat (22/3) lalu belum menemukan material ataupun sisa bahan baku yang dimaksud Galih. “Mereka akan mengembangkan ke wilayah lain di luar Trenggalek,” ujar Denny. Kapolri Jenderal Polisi Sutarman sebelumnya mengumumkan, Galih Satria ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada 13 Maret 2014 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pemuda asal Panggul, Trenggalek, itu diidentifikasi sebagai pelaku pengiriman paket berisi dua unit bahan peledak jenis bom

pipa dan bom dalam kotak plastik dari kampung halaman orang tuanya tersebut dengan tujuan Singkang Wajo, Sulawesi Selatan. Galih merupakan mantan narapidana kasus terorisme pada awal Januari 2011, karena kedapatan membawa bahan peledak saat dilakukan operasi cipta kondisi di depan Mapolres Magetan, Jawa Timur. Ia kemudian dijatuhi hukuman dua tahun tiga bulan (27 bulan) oleh Pengadilan Negeri Magetan mulai 3 Mei 2011 dan bebas bersyarat pada 11 Juli 2012. Keberadaan dan aktivitas Galih yang tercatat pernah bekerja sebagai buruh kebun di wilayah Sulawesi Selatan ini, pasca lepas dari penjara, sebenarnya terus dipantau oleh intelijen kepolisian maupun TNI Di lingkungan rumah orang tuanya di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Galih dikenal sebagai pribadi yang tertutup, bahkan terhadap keluarga dan kedua orang tuanya. Menurut pengakuan Kepala Dusun Wonocoyo Utara, Misdi, aktivitas Galih lebih banyak dilakukan di dalam rumah serta beribadah di masjid, meski secara penampilan dan cara berpakaian dikatakan tidak lagi menyolok dengan mengenakan baju gamis panjang ataupun memelihara jenggot, seperti sebelum tertangkap polisi di Magetan.(bt/so)

ADVETORIAL KKN Mahasiswa Universitas Merdeka Ponorogo

Gelar Penghijauan, Tanam Seribu Sukun

REKTOR UNMER Ponorogo menanam pohon didampingi dosen dan mahasiswa. PONOROGO, Media Aspirasi – Keberadaan Universitas Merdeka Ponorogo benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Sebagai kampus publik, Unmer Ponorogo tidak henti-hentinya melakukan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini terbukti dengan digelarnya penghi-

jauan dan penanaman seribu pohon Sukun oleh mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun akademik 2013/2014. Ratusan mahasiswa KKN Unmer Ponorogo, Minggu (23/3) lalu menggelar penghijauan dan penanaman seribu Pohon Sukun di lingkungan Paju, kelurahan Brotonegaran, kecamatan Ponorogo. Selain diikuti oleh mahasiswa, acara ini didampingi oleh jajaran dosen dan pimpinan rektorat. Dalam kesempatan itu secara simbolis Rektor Unmer Ponorogo menyerahkan pohon Sukun kepada Lurah Brotonegaran. Sejurus kemudian, H. Moh. Amin, SH, MH selaku Rektor Unmer Ponorogo diampingi dosen menanam satu pohon Sukun. Hal sama juga dilakukan oleh kepala kelurahan Brotonegaran yang juga turut ambil bagian. Setelah itu secara serempat, ratusan mahasiswa dan dosen ikut menanaman pohon Sukun yang telah disediakan. “Ini adalah wujud kepedulian Universitas Merdeka Ponorogo terhadap kelestarian alam,” terang H. Moh. Amin, SH, MH. Rektor berharap, langkah mahasiswa tidak berhenti dengan penghijauan saja. Sebaliknya, ia meminta untuk rutin merawat pohon Sukun bersama warga dan pemerintah kelurahan Brotonegaran. Bahkan, Rektor berharap nantinya buah Pohon Sukun ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Ponorogo. “Setelah penen bisa saja nanti dibuat krik atau berbagai jenis makanan lain, jadi bisa membuka la-

H. MOH. AMIN, SH, MH menyerahkan pohon Sukun kepada Lurah Brotonegaran secara simbolis. pangan kerja untuk peningkatan ekonomi,” tegasnya. Penghijauan ini disambut bangga Lurah Brotonegaran yang juga tercatat seb-

agai alumni Unmer Ponorogo ini. Dia terharu bisa berkumpul dengan almamaternya kembali saat dirinya sudah sukses. “Pokoknya Unmer Ponorogo jos gandos. Unmer Ponoro-

go memang dirasakan betul keberadaannya bagi masyarakat. Kami membuka pintu selebar-lebarnya jika digelar penghijauan kembali,” pungkasnya. (adv/ari)


PONOROGO

EDISI 53 26 MARET-1 APRIL I TAHUN 2014

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

12 MEDIA ASPIRASI/ARI

KONDISI salah satu ruas jalan di Kecamatan Sampung yang rusak parah.

Ratusan Kilometer Rusak, Diciprati Rp 9 Milyar PONOROGO, Media Aspirasi – Masyarakat jangan berharap banyak kepada Pemkab Ponorogo terkait dengan banyaknya jalan rusak. Aksi protes kepada Bupati, tanam pohon pisang di tengah jalan atau demo pun tidak akan membuat Pemkab segera memperbaiki. Lantaran, entah karena pemerintah tidak bisa mengatur APBD yang pasti anggaran untuk perbaikan

jalan tidak sebanding dengan ratusan jalan di Ponorogo yang rusak parah. Kasus kerusakan jalan dipastikan bakal berlanjut. Persoalannya pun sangat klasik, yakni jalan rusak sangat pajang sementara anggaran untuk memperbaiki sangat minim. Bayangkan, ratusan kilometer yang rusak, Pemkab Ponorogo hanya sanggup memperbaiki 20 kilometer saja.

JELANG PILEG Fenomena Caleg Tandem PONOROGO, Media Aspirasi – Jelang pemilu legislatif 9 April mendatang ini muncul fenomena adanya Caleg Tandem. Istilah ini digunakan untuk menandai munculnya kampanye paketan yaitu kampanye bersama-sama antara Caleg dari level Dewan yang berbeda-beda. Secara umum mereka berangkat dari partai yang sama. Tentu diharapkan akan menghasilkan kinerja yang lebih baik dengan pendanaan yang lebih efisien. Mereka bisa membuat alat peraga berupa baliho, banner, stiker secara bersama-sama. Fenomena Caleg Tandem ini pun marak dijumpai di Bumi Reyog. Kerjasama apik antara dua hingga tiga caleg nampak dari alat peraga maupun kampanye yang dilakukan secara bersama-sama. seperti misalnya Sartono Caleg DPR RI Dapil 7 Jatim dari Partai Demokrat memiliki Tandem dengan Sugijanto Caleg DPRD Dapil 6 Ponorogo. Selain membuat APK dengan foto berdampingan, ketika menyapa masyarakat pun dilakukan kompak berdua. Hal sama juga ditunjukkan Suli Daim Caleg DPRD Dapil 7 Jatim Partai PAN bergandengan tangan dengan Sunarto Caleg DPRD Dapil 6 Ponorogo. Adanya fenomena ini dibaca oleh pengamat politik Ponorogo, Yusuf Harsono. Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini menilai cara ini mungkin bisa efektif bila Caleg Tandem tersebut mempunyai komitmen yang sama. Namun, bukan tidak mungkin diantara Caleg Tandem tersebut terdapat Caleg Grandong. “Yaitu caleg yang tidur nyenyak atau caleg yang tidak sungguh bergerak ketika sudah memperoleh kucuran dana dari caleg yang levelnya lebih tinggi,” ungkapnya. Namun, kata Yusuf, fenomena yang paling menarik adalah adanya Caleg Tandem Campuran. Hal ini untuk menggambarkan adanya kerjasama kampanye antara beberapa caleg dengan partai yang berbeda. “Fenomena ini sudah mulai muncul pada Pileg tahun 2009 lalu,” sebutnya. Menurutnya, fenomena tersebut adalah hasil pemikiran yang cerdas merespon berkembangnya paradigma baru dalam masyarakat. Yaitu bahwa pemilu adalah memilih orang bukan memilih partai. “Hal ini juga merupakan perkembangan dari opini baru bahwa sekarang tidak ada partai baik tetapi yang ada adalah Caleg baik,” katanya. Caleg Tandem Campuran, kata Yusuf, juga pernah terjadi dan cukup efektif mengantarkan Calegnya ke kursi dewan. “Untuk yang terakhir memang membutuhkan kerja keras dari Tim Sukses di lapangan mengingat di masyarakat masih banyak yang fanatik partai terutama dari kalangan tua,” tandasnya. Sementara itu Rektor Unmer Ponorogo Moch Amin mengatakan, Caleg Tandem hanya efektif dari sisi penghematan biaya yang bisa ditekan sedemikian rupa. “Jadi ibarat pepatah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” sebutnya. Namun, Caleg Tandem dari sisi keterpilihan, Amin berpendapat tidak begitu efektif. “Tapi ini berlaku pada pemilih yang cerdas lo,” katanya. (ari)

PERCAYAKAN

PROMOSI

USAHA ANDA HANYA DI

Media ASPIRASI Telp. (0352) 489219

Hal ini seperti disampiakan Jamus Kunto, kepala Bidang Perbaikan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Ponorogo. “Jumlah total anggaran perbaikan jalan sekitar Rp 8 sampai Rp 9 milyar tahun 2014 untuk jalan dan jembatan. Anggaran itu hanya mampu untuk sekitar 20 kilometer lebih yang bisa ditangani, padahal ada ratusan kilometer untuk diperbaiki,” ungkap

Jamus Kunto. Dengan terbatasnya anggaran itu, pihaknya pun memastikan ratusan jalan di Ponorogo tidak bisa serta merta cepat diperbaiki. Bahkan, pihaknya terpaksa berputar otak dengan melakukan skala prioritas. Apalagi dana itu harus dibagi dua kegiatan fisik yakni jalan dan jembatan. “Kami pilih skala prioritas yang paling mendesak yang

mana. Seperti jalan Sampung-Pohijo, Semanding-Ngebel, NgambakanSampung, Mlarak-Pulung. Lainnya tidak hapal pokoknya ada sekitar 1213 ruas secara total kesemuanya yang bisa ditangani,” sebutnya. Meski begitu, dana ini, kata Jamus, diluar yang ditangami UPTD. Lantaran di UPTD rutin ditiap saat bisa melakukan perbaikan secara sesaat dengan

tambal sulam. “Itu diluar UPT-nya Pak Gio lo, kalau di UPT rutin setiap saat bisa dengan swakelola tambal sulam,itu banyak membantu,” tandasnya. Jamus juga menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya juga bakal memperbaiki sejumlah jembatan yang rusak parah. Yakni, Jembatan Bulu Kipik, jembatan Jabung 2, jembatan Kemiri dan Rono Sentanan. (ari/so)

SERTIFIKASI NUNGGAK RP 40 JUTA PERGURU

PONOROGO, Media Aspirasi – Ribuan guru agama di Jatim sedang mengeluhkan belum cairnya tunjangan sertifikasi. Suwanto Islamudin anggota MGMP Guru Agama Islam Ponorogo kepada Media Aspirasi bahkan menyebut tunggakan sertifikasi perguru yang belum sempat dicairkan mencapai Rp 40 Juta perguru. Suwanto yang juga guru agama di SMAN 2 Ponorogo menegaskan pihaknya sebenarnya sudah menanyakan hal ini Kepada Kepala Kementerian Agama Ponorogo namun tidak mendapatkan jawaban yang pasti. “Kemenag mengatakan bahwa tidak cairnya sertifikasi itu karena anggaran dipangkas oleh DPR. Saya juga menanyakan, kena-

pa DPR memangkas dana sertifikasi kan mereka sudah punya anggaran sendiri, kepala Kemenag menjawab tidak tahu,” ungkapnya. Dijelaskannya, macetnya dana tunjangan pendidik itu dirasakan oleh seluruh guru agama di Jatim. Bahkan hal itu sudah berangsung sejak tahun 2007 sampai sekarang. “Ada yang mulai 2007, ada yang mulai 2011. Pokoknya perorang itu harusnya mendapatkan tunjangan antara Rp 30 Juta sampai Rp 40 juta,” sebut Suwanto. Adanya persoalan ini pun sebenarnya sudah ia sampaikan langsung kepada presiden SBY waktu berkunjung ke Ponorogo pekan lalu. Ia berharap, dengan keluhan yang langsung disam-

paikan kepada presiden ini, dana sertifikasi segera dapat dicairkan. Lantaran, selama ini guru sudah memenuhi berbagai macam prasyarat dan beban mengajar yang telah ditetapkan. Namun, belum menerima hak yang seharusnya diterimakan. “Saya berharap segera cair, kami sudah cukup lama menunggu,” tegasnya. Disela-sela SBY melihat secara langsung proses pembuatan gamelan, Selasa (18) lalu muncul seorang yang tiba-tiba berkeluh kesah tentang tidak cairnya sertifikasi bagi guru agama selama empat tahun. “Nyuwun sewu Pak SBY, uang sertifikasi guru agama islam se Jatim belum cair. Ada yang mulai tahun 2007 sampai sekarang,” ucap laki-

laki yang belakangan diketahui bernama Suwanto Islamudin itu. Mendengar keluh kesah itu, SBY yang tidak menyangka langsung merespon. SBY lantas merekomendasikan keluhan itu untuk diselesaikan oleh Gubernur Jatim, Pakde Karwo yang kebetulan juga ikut dalam rombongan. “Pakde Karwo tolong diurusi,” sahut SBY sambil menunjukkan tangannya pada Pakde Karwo. Suwanto Islamudin kemudian mendatangi Pakde Karwo dan mendapatkan jawaban langsung. “Begini mas, saya sudah kirim surat kepada menteri agama, mudah-mudahan cepat diputuskan,” tegas Pakde Karwo kepada Suwanto.(ari/so)

Keep Smile hadapi Unas MEDIA ASPIRASI/ARI

DOA dan Dzikir bersama digelar pelajar Ponorogo dalam menghadapi ujian nasional di Masjid Agung Ponorogo. Minggu (23/3). Acara yang diikuti tersebut sangat khusyuk hingga sedikitnya tiga ratus siswa itu juga banyak siswa yang menangis. Usai dihadiri oleh Bupati H. Amin di Mas- berdoa, mereka saling bersalaman jid Agung Ponorogo. dengan siswa dan guru. “Ini untuk PONOROGO, Media Aspirasi Ratusan siswa tampak khusyu’ menguatkan para siswa secara ro- Ratusan siswa SMA di Ponorogo mengikuti dzikir dan doa bersama hani agar mereka lebih siap,” ujar menggelar dzikir dan doa bersama di dalam Masjid Agung didam- kepala MAN 2 Ponorogo, Suhanto. jelang pelaksanaan Ujian Nasional pingi puluhanpuluhan guru. MerLaili Sagita sekretaris panitia ke(UN) 2014. Doa bersama dilakukan eka melakukan doa bersama dip- pada Media Aspirasi mengatakan, pelajar setingkat SLTA se Ponorogo, impin seorang guru agama. Doa dzikir dan doa bersama ini digelar

Ratusan Pelajar Doa & Dzikir Akbar

dalam rangka menghadapi ujian nasional. Acara ini sebagai bentuk kepedulian Forum Rohis Kabupaten (Forkab) dan Forum Komunikasi Pelajar Musliam Ponorogo (FKPMP). Ia, mengatakan, doa bersama hanya untuk penguatan dirinya dan teman-temannya agar tidak gugup menjelang UN. “Kami saling menguatkan dan kami sudah siap,” ujarnya. Selain doa doa dan dzikir, mental siswa juga diasah oleh motivator, yakni Khoirul Fata. Mahasiswa pasca sarjana ISID Gontor itu memberikan pencerahan kepada ratusan pelajar . Dia memberikan berbagai tips agar semangatbelajar siswa meningkat sehingga ujian nasional mampu dihadapi dengan keep smile. Diantara paparannya, Khoirul, meminta siswa untuk menghargai waktu dan tidak menyianyiakannya. “Hidup itu yahari ini, tidak ada waktu lagi untuk menunggu atau menunda apalagi diam bermalas-malasan,”

tegasnya. Pelajar juga diwanti-wanti untuk memanfaatkan waktu luang untuk belajar sehingga pada saat unas bisa siap segalanya. Khoirul juga membeber bahaya pencuri umur ‘waktu luang’. “Membiarkan waktu luang berlalu begitu saja bisa melahirkan keburukan dan menciptakan benih-benih kehancuran. Bila bergerak, bekerja dan belajar adalah tanda-tanda dan ciri-ciri kehidupan seseorang, maka bisa dibilang bahwa orang yang menganggur adalah orang mati,” bebernya. Disamping itu, ia juga meminta siswa untuk selalu berbuat baik kepada orang tua. Apalagi jelang unas, siswa harus menjadikan orang tua sebagai spirit dalam menghadapi berbagai macam ujian, termasuk Unas. “Ayah danibu adalah matahari, sinar kasih sayangnya tidak semu. Ridho dan kebahagiaan mereka aadalah kunci membuka salah satu pintu surga,” pungkasnya. (ari/so)

Ponorogo Terancam Gagal Panen PONOROGO, Media Aspirasi - Sejumlah petani di Kabupaten Ponorogo mengaku resah dengan adanya hama potong leher yang menyerang tanaman padi mereka. Padahal tanaman mereka sudah mulai memasuki masa panen. Tanaman padi petani di daerah ini ludes diserang hama ‘potong leher’. Akibat hama wereng yang memakan batang padi ini, petani terancam gagal panen. Salah seorang petani, Hanafi, Warga Dukuh Krajan, Desa Semanding, Keca-

MEDIA ASPIRASI/ARI

PETANI kauman menunjukkan padi yang terkena hama potong leher. matan Kauman, Ponorogo penyakit potong leher sepemengaku, tanaman padi mi- kan lalu, kalau mau panen liknya baru sekitar sepekan kena potong leher repot yang lalu diserang hama po- mas,” keluhnya, Sabtu (22/3). tong leher. “Mulai diserang Petani yakin, hama yang

merusak padinya adalah serangga wereng ini sebagai hama ‘potong leher’. Sebab langsung menyerang tanaman padi dengan memakan batang hingga nyaris putus. Tak butuh waktu lama, tanaman padi langsung mengering dan mati. “Sebenarnya tinggal panen, tapi sudah ludes kena potong leher,” sebutnya. Supriyanto (36) seorang petani lainnya mengatakan, hama potong leher saat ini mewabah hampir merata di beberapa wilayah pertanian di daerahnya. Menurutnya,

hama wereng berwarna kecoklatan ini penyebarannya sangat cepat. Akibatnya banya petani yang terpaksa merugi. Supri dan sejumlah petani berharap, Dinas Pertanian ‘turun gunung’ mengatasi hama yang tergolong aneh tersebut. Sebab petani di Kecamatan Kauman telah lama merugi ratusan juta rupiah. Ia mengaku sudah menyemprot tanaman padinya dengan menggunakan pestisida, namun upaya tersebut ternyata tidak mempan. Sehingga ia berharap

kepada dinas terkait agar turun kelapangan langsung untuk meninjau hama potong leher yang menyerang tanaman petani. “Dinas Pertanian harus turun lapangan langsung,” harapnya. Selain di kecamatan Kauman, hama potong leher juga menyerang tanaman padi di wilayah Sukorejo. Salah satunya padi milik Tawiyanto yang terletak di dukuh Gadel, Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo. Padi miliknya yang siap panen ludes diserang hama yang mempunyai nama sadis ini. (ari/so)


SAMBUNGAN

EDISI 53 26 MARET-1 APRIL I TAHUN 2014

Ya Bupati... Bupati pilihan mayoritas rakyat Pacitan ini juga membela diri dengan ketentuan pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD DPRD. ‘‘Selama cuti, saya menjadi juru kampanye (jurkam) daerah. Hal itu saya lakukan untuk membantu Partai Demokrat dalam mendongkrak suara lebih banyak lagi. Saya harus bisa menjadi contoh yang baik. Dan saya akan taat pada peraturan yang sudah ditentukan oleh perundangan yang berlaku,’’ kilahnya. Dalam pelaksanaanya, Indartato telah mengikuti kampanye terbuka di Kecamatan Ngadirojo. Sedangkan kampanye berikutnya di Kecamatan Tulakan, dimungkinkan tidak bisa dihadirinya. Sebab, berbenturan dengan masa cuti yang sudah diambilnya. ‘‘Selain Kecamatan Tulakan, mungkin Kecamatan Kebonagung dan Kecamatan Arjosari yang juga tidak saya hadiri,’’ tuturnya. Diakuinya, selama masa cuti kampanye itu, pimpinan daerah akan dimandatkan kepada Sekda Pacitan Suko Wiyono. Nantinya, Sukowi akan berstatus sebagai pelaksana harian (PLH) bupati Pacitan.Selain itu, Bupati Indartato juga menyampaikan, terkait kursi wakil bupati yang selama ini masih kosong, pihaknya berdalih masih menunggu keputusan DPP Partai Demokrat di Jakarta. Sikap Indartato tersebut, dinilai banyak kalangan, sebagai sebuah hal yang bijaksana. Meski begitu, tak sedikit yang menyayangkan, lantaran kursi wakil bupati belum terisi, Indartato terkesan nekat terjun langsung sebagai jurkam. Sebab, Pacitan diketahui sebagai

SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

lumbung nasional perolehan suara Partai Demokrat, dan tentu tak pernah kurang memiliki jurkam-jurkam senior. Meski begitu, Indartato tetap berdalih, bahwa sikapnya tersebut tidak menjadi masalah. ‘‘Selama cuti kampanye, saya berjanji tidak akan menggunakan fasilitas negara. Karena sudah menjadi aturan yang berlaku, sebagai abdi negara yang baik saya tidak ingin melanggar aturan yang sudah ditetapkan,’’ kelitnya. Wabup Ponorogo Kampanye, ‘Bupati’ Amin Jaga Pendapa CUTI kampanye, juga dilakukan Wakil Bupati Ponorogo Hj Yuni Widyaningsih. Orang nomor dua di Pemkab Ponorogo itu mengajukan cuti untuk kampanye terbuka sebagai peserta pemilu, lantaran kapasitasnya yang merangkap jabatan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Ponorogo. Izin cuti kampanye Wabup ini dirujuk melalui surat tembusan Gubernur Jawa Timur yang diterima Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ponorogo, Rabu (18/3) lalu. Izin cuti kampanye Wabup Ida itu tertuang dalam SK Gubernur Jatim No.131.423/182/011/2014 tentang pemberian cuti kepada Wabup Ponorogo dalam kampanye pemilu DPR, DPD, DPRD tahun 2014. ‘‘Untuk Wakil Bupati Ponorogo sudah turun,’’ terang Syaifullah, komisoner KPUD Ponorogo kepada Media Aspirasi, Senin (24/3) kemarin. Dalam surat yang ditandatangani Gubernur Jatim H Soekarwo itu, Wabup hanya cuti lima hari dari 21 hari masa

kampanye terbuka. Di bulan Maret ini, Wabup memilih tanggal 18 Maret, 24 dan 27 untuk cuti kampanye. Sedangkan bulan April mengambil dua hari cuti, yakni tanggal 1 dan 2 April. ‘‘Izin cuti ini tempatnya untuk semua daerah pemilihan di Kabupaten Ponorogo,’’ sebutnya. Berbeda dengan Wabup yang mengambil cuti kampanye, Bupati Amin sepertinya memilih untuk konsisten dalam jabatannya di pemerintahan. Sebab, KPUD Ponorogo, hingga awal pekan ini, belum menerima surat tembusan dari Gubernur Jatim terkait izin Bupati Amin. Meski, saat ini Amin tercatat sebagai ketua dewan penasehat Partai Golkar Ponorogo. ‘‘Kalau Bupati tidak ada. Mengajukan atau tidak, kami tidak tahu,’’ katanya. Bupati Kanang Juga Pilih Tetap Ngantor KONSISTENSI sebagai kepala daerah, juga ditunjukkan Bupati Ngawi Budi Sulistyono. Pria yang juga memegang komando Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi ini, juga tak mengagendakan kampanye terbuka. Hal tersebut mendasar rencana atau jadwal kampanye terbuka dari DPP PDI Perjuangan yang belum ada rekomendasi. Meski begitu, Kanang-sapaan karib Budi Sulistyono-mengarahkan seluruh kader Partai Banteng Moncong Putih di Ngawi, untuk ‘blusukan’ demi menyerap aspirasi masyarakat. ‘‘Langkah ini kami rasa cukup efektif. Selain bisa menyerap kemauan masyarakat, sekaligus bisa mengukur kemampuan partai di tengah masyarakat itu

Pembuang Sampah... “Sebelumnya, ada banyak jarum suntik dan ampul atau botol serum yang kami temukan,”kata pengelola TPST setempat Mochamad Hariyanto. Hingga kini pembuang sampah medis itu belum diketahui. Karena itu, pihak TPST melaporkan temuan tersebut kepada pihak terkait, antara lain Dinas Kesehatan dan Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo serta kepolisian setempat. Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengelola TPST Tonatan menyatakan, pihaknya pada 18 Maret kemarin sudah melaporkan pembuangan limbah medis ke Polsek Kota. Namun, laporan tersebut ternyata tak membuat sadar dan jera pihak

pembuang. Pasalnya Senin (24/03) pada pagi hari masih ditemukan pembuangan limbah medis lagi berupa bekas botol infus beserta jarumnya. “Ini kok seperti malah ngece petugas saja,”kata Hariyanto. Sejak kegiatan TPST Tonatan dibuka pada 23 Oktober 2013, dan mulai dioperasikan 9 Juli tahun 2013 setiap minggu terjadi pembuangan limbah medis berupa ampuls, jarum suntik, selang dan botol infus. Namun baru dilaporkan kepihak kepolisian pada 18 Maret lalu. Saat ini, kejadian tersebut juga menjadi perhatian serius Kantor Lingkungan Hidup. Terkait dengan temuan limbah medis di TPST Tonatan tersebut, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Adam

dan ketidakrukunan Ketiga, antar Parpol dan Caleg atau sesama Caleg dari partai tertentu tidak melakukan tindakan ‘penguasaan’ atas kawasan hingga kawasan RT Daerah Pemilihan (Dapil) tertentu. Melarang, menghalang-halangi Parpol atau Caleg sesama Parpol adalah tindakan yang memancing munculnya konflik. Sikap sok ‘menguasai’ kawasan akan mengusik kerukunan di masyarakat. Keempat, kader-kader parpol dan tim suksesnya harus dibekali wawasan pemahaman aturan ke-Pemilu -an. Selain dibekali gerakan politik yang santun dan ‘cengli’. Dengan mengedepankan nilai-nilai kerukunan dalam mengawali gerakan politik di masyarakat. Kelima, penyelenggara Pemilu (KPU dan Panwas hingga jajarannya ke bawah) seharusnya memegang teguh cara kerja profesional, mandiri,

Parikesid, siap membantu pihak kepolisian dalam penyelidikan pembuang limbah medis di TPST Tonatan. Pasalnya, pembuangan seenaknya ini telah melanggar UU no 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup. Selain menyalahi aturan, menyebabkan pencemaran, pembuangan ini juga berpengaruh pada perhargaan Adipura dikota Ponorogo. “Kita sudah punya aturan wajib merujuk ke RSUD, limbah medis yang sifatnya infeksian harus dihancurkan lewat incenerator. Dan sejauh ini yang punya hanya RSUD Ponorogo,”jelas Adam Parikesid. Jika itu tidak dilakukan maka bisa dinyatakan melanggar UU no 32 tahun 2009

tetapi dikembalikan lagi kepada penipunya,”Jelas Ahmad Muhdi, dengan nada kecewa. Pria 50 tahun yang mengalami kerugian puluhan juta ini, bersama rekan-rekannya sudah mencium gelagat penipuan Direktur CV.BC.EXPRES, yaitu Budi Cahyono yang berdomisili di Surabaya, pada Maret 2013 lalu. Setelah bunga bagi hasil 15 % yang dijanjikannya setiap bulan hanya diberikan 3 bulan saja, selanjutnya macet. Laporan polisi pun tidak ada tanggapan dan respon yang jelas. “Akhirnya kita melakukan dengan cara kita sendiri, waktu Budi Cahyono melakukan presentasi dihadapan 300 orang disebuah rumah diNgajuk, kita tangkap dia. Waktu itu para

tentang lingkungan, UU no 11 tahun 2008 tentang sampah spesifik dan UndangUndang pokok kesehatan melaui peraturan pemerintah. “Saya siap membantu kepolisian terkait informasi ahli dan teknis. Itu bisa masuk ranah kriminal,”tegasnya. Bahkan karena aturan yang cukup ketat ini TPST pun dilarang untuk melakukan pemusnahan sampah medis tersebut. Pasalnya, untuk memusnakan sampah infeksian tersebut dibutuhkan mesin incenerator dengan daya panas yang mencapai 1300 derajat Celcius. Bahkan seluruh Puskesmas yang mempunyai mesin incenerator juga tidak mampu membakar karena daya panasnya hanya 500 derajat Celsius. (/so)

SELANGKAH LEBIH DEKAT !

Bappemas Pemdes... Dalam sidang yang dengan rentang waktu yang cukup panjang, dan bahkan sidang sampai digelar hingga 29 kali tersebut, majelis hakim yang dipimpin Putu Gde Novyartha memutuskan menolak semua gugatan Sunardi cs. “Keputusan ini sangat melegakan kami karena kasus ini menjadi yuris prodensi nasional. Jika kalah maka efeknya adalah seluruh indonesia,”jelas Najib Susilo, Kepala kantor Bappemas Pemdes Ponorogo dengan nada lega. Najib Susilo menuturkan pihaknya sungguh-sungguh dalam menghadapi gugatan ini. Untuk memenangkan ka-

SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

sus tersebut setiap paska sidang selalu mangadakan diskusi dan pendalaman kasus. Tidak lupa juga menghadirkan Prof. Dr. Yudhan Arif Fatkhuloh, Kabiro Hukum Kemendagri sebagai saksi ahli. Kesaksian Prof.Dr.Yudhan Arif Fatkhuloh menjelaskan Perdes bukan menjadi tata urutan perundang-undangan. Sehingga UU no.6 tahun 2014 tentang UU desa ini dinyatakan bahwa peraturan desa berlaku sejak diundangkan dan yang memberlakukan adalah sekretaris desa. Berdasar pada keterangan tersebut tidak ada masyarakat yang dirugikan oleh Perdes

Terminal Mangkrak... Selain itu, karena kondisi lalu lintas di tempat tersebut sangat sepi dan jarang ada penumpang. ‘’Mungkin tidak hanya terminal di Donorojo saja yang sepi, terminal di kecamatan lain pun juga seperti ini,’’ tambahnya. Sementara, Widy Sumardji, kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pacitan, membenarkan kondisi terminal mangkrak di Kecamatan

13

Donorojo yang hanya untuk mangkal angkutan tersebut. Hal itu disebabkan sepinya penumpang tiap harinya, dan ramai hanya saat pasaran saja. Sebenarnya, pihak Dinas Perhubungan sudah berusaha memberikan arahan maupun peringatan dan menertibkan para sopir angkutan. Namun mereka tetap memilih ngetem di pertigaan yang tak jauh dari terminal. Di sisi lain, terminal terse-

tersebut. Dan sekarang keputusan ini sangat ditunggu oleh 307 kepala desa di Ponorogo. Dalam perkara ini Pemdes tidak menyewa pengacara. Kendati cukup melelahkan karena memakan waktu hingga 8 bulan, keputusan majelis hakim cukup melegakan mereka. Diketahui, pada sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo hanya dihadiri pihak pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam hal ini kepala kantor Pemdes dan jajarannya. Sedang pihak penggugat yaitu Sunardi Cs yang merupakan ketua salah satu LSM di Ponorogo tidak hadir tanpa keterangan yang jelas.(wid/so) SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

but juga jarang untuk mangkal angkutan. Hanya pada saat pasaran saja, terminal menjadi alternatif parkir kendaraan angkutan dan diantre penumpang. ‘’Hal itu kami maklumi. Zaman sekarang, banyak masyarakat mengunakan sepeda motor sendiri. Bahkan di terminal hanya untuk parkir angkutan para pedagang di saat pasaran saja,’’ pungkasnya. (bc/dik)

Belasan Ribu KPPS Belum Terima Gaji MAGETAN, Media Aspirasi – Belasan ribu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014 Kabupaten Magetan resah. Hal itu lantaran gaji yang dijanjikan KPUD Magetan yang bakal cair pada 30 Maret lalu ternyata hinggi kini belum jelas. Tercatat sebanyak 13.545 KPPS dari 1.935 TPS di Magetan, hingga kini belum menerima gaji sebesar Rp 400.000 hingga Rp 450.000 per orang tersebut. Contohnya di Desa Pendem, Kecamatan Ngariboyo, sedikitnya 35 KPPS yang tersebar di 5 TPS di wilayah tersebut belum menerima gaji sepeserpun. Ketua KPPS TPS 4 di Desa

Pendem, Kecamatan Ngariboyo, Suprapto, 50, mengatakan, sejak di bentuk awal Pebruari lalu, hingga kini ia belum menerima gaji sepeser pun sebagai KPPS. ‘’ Dari awal dibentuknya bulan Pebruari lalu, sampai sekarang kami belum menerima gaji sebagai KPPS,” ujarnya. Suprapto menambahkan, ia terpaksa harus mencari pinjaman untuk memenuhi kebutuhanya sehari hari. ”Janjinya tanggal 20 Maret kemarin, tapi sampai sekrang belum cair juga. Ya terpaksa saya cari utangan. Resah juga kalau begini,” ujar bapak 3 anak ini, Rabu (26/3). Sementara itu, sekertaris KPUD Magetan Lu-

hung Sumadi membenarkan adany­ a keterlambatan pembayaran gaji KPPS pada awal Maret lalu. Rencanya, pihak KPUD akan mencairkan gaji tersebut pada awal April mendatang. Luhung berdalih terlambatnya pencairan gaji belasan ribu KPPS tersebut, akibat adanya perubahan aplikasi dalam system pencairan gaji KPPS. Sehingga pencairan gaji KPPS menjadi terlambat. ‘’Kami sudah memberitahu ke KPPS awal Maret lalu kalau gajinya terlambat di cairakan. Nanti pencairannya di transfer melalui ke rekening masing masing bendahara PPK di tingkat kecamatan,’’ jelas Luhung. (rd)

Lengah Mengisi Bensin, Tiga Bangunan Ludes Terbakar

MEDIA ASPIRASI/RUDIANTO

SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

netral, jujur-adil (tidak diskriminatif) terhadap peserta Pemilu dan para caleg. Penyelenggara pemilu tidak menggampangkan persoalan sekecil apapun terkait dengan perlengkapan pencoblosan, distribusi perlengkapan, pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Keenam, sebagai penyelenggara (KPU dan Panwas hingga jajaran ke bawah) harus menguasai aturan ke-Pemilu -an, menguasai persoalan, bahkan tidak berpendapat, bersikap, atau bertindak di luar undang-undang ke-Pemilu -an. Penyelenggara pemilu harus berani mengatakan yang salah adalah salah, yang benar katakan benar. Termasuk berani menunjuk “itu melanggar”, dan “itu tidak melanggar”. Dengan bahasa lain “”Penyelenggara Pemilu harus bernyali!”. Jangan membiarkan pelanggaran ada dimanamana.

Korban Investasi... Lima pengguggat yang mewakili puluhan korban tersebut adalah Budiono, Mujiono, Langkir, Turut Suparlan dan Ahmad Muhdi. Para korban penipuan kecewa dengan kinerja kepolisian Ponorogo. Akibat kesalahan prosedural yang dilakukan saat memproses kasus tersebut mengakibatkan para korban ini mengalami kerugian yaitu tidak mendapatkan pengembalian material yang selama ini disetorkan kepada sang penipu yaitu CV. BC EXPRESS. “Kita itu berusaha menangkap sendiri direktur penipu itu di Warujayeng, Kabupaten Nganjuk dan menyerahkanya kepada kepolisian Ponorogo beserta barang buktinya. Eh malah barang buktinya bukanya disita,

Bupati-Wabup Madiun Kompak Tak Cuti Lain lagi dengan pucuk eksekutif di Pemkab Madiun. Bupati Muhtarom dan Wakil Bupati Iswanto memastikan bahwa keduanya tidak mengajukan izin cuti sebagai jurkam partainya masingmasing. Sikap kenegarawanan ini diambil keduanya, meski Muhtarom maupun Iswanto, saat ini juga merangkap jabatan politik. Muhtarom sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Madiun dan Iswanto sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Madiun. ‘‘Kami tidak mengajukan cuti. Karena kami tidak akan ikut kampanye. Saya pribadi percaya kepada para Caleg dari PKB dan para pengurus PKB Kabupaten Madiun untuk melakukan kampanye. Saya dan pak Iswanto memilih fokus melayani masyarakat, dan menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Madiun seperti biasa,’’ tegas Muhtarom, Jumat (21/3). Sikap senada dilontarkan Iswanto. Sebagai ketua Partai Demokrat, Iswanto memercayakan ‘pengamanan’ suara partai bintang mercy itu kepada pengurus, caleg dan segenap kadernya. Pihaknya memastikan tetap konsisten memegang amanah sebagai pelayan masyarakat di birokrasi. ‘‘Penegasan bupati sudah jelas. Kami tidak akan ikut kampanye dalam pemilu legislatif tahun ini. Biarlah pengurus partai dan para Caleg saja yang kampanye. Kami tetap menjalankan tugas seperti biasa,’’ tandas Iswanto. (bc/ari/pr/tok/so/dik) SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

Budaya Rukun... Karena itu ada beberapa hal yang perlu dicermati agar budaya rukun tetap menghiasi selama Pemilu berlangsung. Pertama, selain bersikap jujur dan santun, partai politik (parpol) dan calon legislatif (caleg) harus mampu mengendalikan kader, tim sukses dan masyarakat pemilihnya. Parpol dan Caleg harus mampu mamanej kader-kadernya agar tidak membuat konflik di masyarakat. Kalau toh muncul konflik, maka harus disikapi dengan arif, bukan justru memperkeruh suasana hingga memancing konflik makin membara. Kedua, antar elit Parpol dan Caleg perlu berkomunikasi sesering mungkin. Itu untuk menghindari miskomunikasi, mempersempit jarak komunikasi agar tidak menimbulkan dugaan atau kecurigaan selama melakukan gerakan politik. Biasanya, kecurigaan itu awal dari munculnya konflik

sendiri,’’ tandas Kanang.

Media ASPIRASI

Ketujuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat pemerintah hingga tingkat RT-RW harus menjaga kerukunan, dengan tidak berpihak secara terang-terangan ke partai politik tertentu. Menghindari isu-isu atau gosip yang mengarah pada perpecahan agama maupun masyarakat. Tokoh agama dan masyarakat berperan memberikan pemahaman tentang hakekat dan manfaat kerukunan umat, apalagi dalam suasana Pemilu. Kalah menang dalam Pemilu bukanlah tujuan akhir, tapi tujuan akhir Pemilu adalah kerukunan, kebersamaan, kedamaian dan keutuhan bangsa. Nah, apabila budaya rukun di masyarakat dimulai dan dijaga di tingkat lokal dengan segala kearifan lokalnya, sudah pasti bangsa ini akan terhindar dari ‘balaq’ (balak/marabahaya) disintegrasi bangsa. (*) SAMBUNGAN DARI HALAMAN 1

peserta presentasi bingung, kita jelaskan bahwa kita ini korban penipuannya,”tegasnya. Harusnya, dengan dengan penyitaan aset pelaku pada saat proses penyidikan maka uang masyarakat yang menjadi korban penipuan bisa dikembalikan. Tapi kepolisian bertindak sebaliknya malah mengembalikan barang bukti ke pelaku. Keterangan sejumlah korban menyebutkan, kerugian akibat aksi penipuan Cahyo Budianto secara keseluruhan mencapai Rp58 miliar. Di Ponorogo, sebenarnya ada sekitar 60 lebih korban, namun yang melaporkan hanya beberapa orang saja. Karena mereka pesimistis dengan kinerja penegak hukum. Harapannya, bila kasus ini menang maka mereka berharap uang

bisa kembali. Tim kuasa hukum dari tergugat Polres Ponorogo, yaitu AKP. Mulyono SH, AKP. Misrun, AIPTU M. Wahid, SH ketika dikonfirmasi atas gugatan tersebut mengatakan, bahwa pihaknya sebagai tergugat saat ini besikap pasif saja. “Kita pasif-pasif saja. Mengikuti proses pengadilan,”jelas M. Wahid. Diketahui, sidang mediasi pertama gugatan ke Polres Ponorogo dengan majlis hakim Rudi Setyawan, Lila Sari, AA. Putu Putra Aryana, memutuskan bahwa sidang akan dilakukan 40 hari kedepan. Selama 40 hari tersebut akan dilakukan mediasi dimana untuk 5 penggugat ditunjuk mediator dari PN yaitu Putu Gde Novyartha. (wid/so)

KONDISI rumah warga pasca kebakaran. MAGETAN, Media Aspirasi – Akibat teledor­saat mengisi bensin, tiga bangunan di Dukuh Gambiran, Desa Madigondo, Kecamatan Takeran, Magetan ludes terbakar, Rabu (26/3) kemarin. Hal itu bermula saat Anik, pemilik warung yang tengah mengisi bensin dari dirigen ke botol ukuran satu literan. Namun, tanpa sepengetahuan Anik, bensin tumpah dan mengenai obat nyamuk bakar hingga menyebabkan kebakaran tersebut. Menurut Suradi, salah seorang saksi mengatakan, sebelum api membesar, dari dalam warung sempat terdengar teriakan minta tolong dari pemilik warung. ‘’Korban berteriak minta tolong, tapi api makin membesar hingga merembet ke bengkel las disebelahnya dan rumah bagian belakangnya,’’ kata Suradi.

Pantauan Koran ini, Mengetahui kebakaran itu, warga dengan peralatan ala kadar berusaha memadamkan api. Namun, usaha warga Nampak sia-sia karena api terus menjalar bagian lain. Beberapa warga lain melaporkan kejadian itu ke Polsek Takeran. Dan selang 45 menit, satu unit pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemkab Magetan tiba dilokasi kejadian. Setelah sekitar 30 menit berusaha memadamkan api, kebakararan tersebut berhasil dipadamkan. Akibat kebakaran yang menghanguskan toko, warung dan bengke las tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta. Petugas Polsek Takeran yang berada dilokasi langsung mengumpukan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan saksi. (rd)

Hisap Ganja di Hotel, Dicokok Polisi PONOROGO, Media Aspirasi - Satreskoba, Kepolisian Resort (Polres) Ponorogo berhasil meringkus RF(40) warga salah satu komplek perumahan Jl.Arif Rahman Hakim Kelurahan Kertosari, lantaran kedapatan menyimpan dan mengonsumsi narkotika jenis ganja, Rabu (26/03). Barang haram berupa ganja seberat 0,10 gram berhasil diamankan dari tangan tersangka saat berada di salah satu kamar nomor 12 A, hotel yang beralamatkan di Jl. MT.Haryono Ponorogo. Tertangkapnya tersangka bermula dari informasi masyarakat bahwa di hotel tersebut sering terjadi transaksi barang haram. Mendapati informasi terse-

but, polisi langsung melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti. “Sebelumnya kita mendapatkan informasi dari masyarakat, dan akhirnya berhasil mengamankan pelaku bersama beserta barang buktinya,”terang AKP Imam Hamdhani, Kasubag Humas Polres Ponorogo, Rabu (26/03). Selain mengamankan barang bukti, petugas juga mengamankan AF (23) warga Dusun Jati, Desa Bukur, Kecamatan Sumber Gempol, Tulungagung, yang ditengarai sebagai teman wanita tersangka. “Dari hasil pemeriksaan yang perempuan bersih, pekerja pe-

mandu lagu di karaoke Galaxi Balong ini hanya menemani, tapi tidak ikut mengisap ganja. Saat digrebek tersangka lari ke kamar mandi dan berusaha membuang barang bukti ke kloset. Yang tersisa hanya 0,10 gram, itupun tercecer di lantai kamar dan diakui milik tersangka,” ucap Imam Hamdani. Atas perbuatanya tersebut pelaku dijerat dengan pasal 111 dan atau pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman lebih dari 4 tahun. “Kini tersangka mendekam di sel tahanan Polres Ponorogo, untuk proses pengembangan kasus,”pungkas Imam Hamdhani.(wid/so)


14

Media ASPIRASI

PARIWARA

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

SELANGKAH LEBIH DEKAT !

MAS IBAS TERUS BERJUANG BERSAMA RAKYAT

1 EDHIE BASKORO YUDHOYONO SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, kian meneguhkan komitmennya untuk terus dekat dengan rakyat. Bersama Partai Demokrat, partainya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ibas-sapaan karib Edhie Baskoro Yudhoyono-menegaskan jika rakyat Indonesia harus makin maju dan sejahtera. Tak terkecuali, masyarakat di Dapil 7 Jawa Timur. Mulai Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan dan Ngawi. Dapil 7 Jawa Timur, merupakan daerah yang menjadi perhatian khusus bagi Mas Ibas. Sebab, dari daerah inilah, putra bungsu Presiden

SBY ini, berangkat menuju kursi parlemen di Senayan, Jakarta. Ya, Mas Ibas saat ini adalah Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR-RI nomor urut 1 Partai Demokrat dari Dapil 7 Jawa Timur. Rakyat tak perlu ragu. Selama ini, Mas Ibas terus memberi bukti, bukan hanya janji. Mas Ibas datang langsung menyapa masyarakat. Menyalami dan mendengar keluhan masyarakat dan menyerap seluruh aspirasi. Dari aspirasi itu, sejumlah bantuan sudah digelontorkan Mas Ibas. Kini, Mas Ibas kembali berjuang khususnya bagi kesejahteraan ma-

syarakat Dapil 7 Jawa Timur. Mas Ibas memastikan bahwa dirinya akan berjuang sebagai wakil rakyat, dan teguh memegang komitmennya untuk mengabdi demi kesejahteraan rakyat. Bersama Partai Demokrat, Partainya SBY, Mas Ibas hadir sebagai asa bagi seluruh masyarakat. Ayo, 9 April 2014 nanti, kita semua ke TPS, pastikan surat suara warna kuning dibuka, dan mantabkan pilihan kepada Partai Demokrat. Mas Ibas pilihan kita semua. Mas Ibas terus berjuang bersama rakyat. Bersama, kita utus Mas Ibas untuk duduk menjadi wakil kita di DPR RI. (mk/dik/adv)


SARTONO DULUR DHEWE

EDISI 53 26 MARET - 1 APRIL I TAHUN 2014

RESTU KIAI, JADI MODAL PENTING SARTONO MASUK kampanye terbuka, sejumlah kegiatan-kegiatan kian diintensifkan untuk proses suksesi Sartono, SE, calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Demokrat Nomor urut 2. Setelah pekan kemarin Sartono turun langsung ke sejumlah daerah, pekan ini kegiatan diintensifkan pada sektor religius. ‘’Selain datang ke masyarakat di lapangan, kami juga tak lupa untuk sowan pada kiai-kiai sepuh. Karena dari beliau-beliau juga, kami mendapat banyak masukan dan nasihat. Tentu itu menjadi bekal bagi kami untuk mengemban amanah,’’ terang Sartono. Restu dari tokoh-tokoh agama dan masyarakat, bagi Sartono adalah modal penting dalam proses pencalonannya sebagai anggota DPR RI. Dia berharap, doa sekaligus harapan dan nasihat tersebut, menjadi upaya bagi dirinya, untuk konsisten dalam memperjuangkan masyarakat di Dapil 7 Jawa Timur, yang merupakan konstituennya.

Sementara itu, Koordinator Pemenangan Sartono Dulur Dhewe Imam Mahfudz mengaku bahwa agenda silaturahmi ke sejumlah kiai-kiai tersebut, salah satunya difokuskan di Kabupaten Magetan. Di samping, juga pada daerah-daerah lainnya. ‘’Kami juga lakukan pemetaan sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) kader di TPSTPS, pasca pembekalan pekan kemarin,’’ terang Mahfudz. Monev tersebut, lanjut dia, akan dimulai dari Kabupaten Ngawi, kemudian berlanjut ke sejumlah daerah-daerah di kabupaten lainnya. Dia berharap, upaya tersebut akan muncul sejumlah kesimpulan, terkait kesiapan saksi yang akan ditempatkan di sejumlah TPS di Dapil 7 Jawa Timur. ‘’Kami berupaya untuk menekan angka kecurangan di lapangan. Sehingga semangat untuk mengusung pemilu jujur dan adil, bisa turut kami sukseskan,’’ tegas Mahfudz. (*/ tim pondasi sartono/dik)

AYO... SESARENGAN NGUTUS DULURE DHEWE, DADI DEWAN PUSAT... YA MAS SARTONO PILIHANE....

Media ASPIRASI SELANGKAH LEBIH DEKAT !

15


Daerah Pemilihan Jawa Timur 7

OJO LALI DULUUURRR...!!! TANGGAL 9 APRIL 2014

DPR RI

WERNO KUNING SURAT SUARANE NOMOR 7 PARTAINE, NOMOR 2 CALEGE, NYOBLOS MAK...BLESSS...!!

16 Media ASPIRASI

DISI 53 26 - 31 MARET I TAHUN 2014


Media Aspirasi