Issuu on Google+

NOVEMBER|DESEMBER

2012

Politisi Nenek Pejuang

OBAMA Jenderal Purn Ryamizard;

Jangan

Bro!

Nikmat Berdebat,

Bang Yos;

&

Kramat Tunggak

Bus Kota Miring ke Kiri

Tionghoa

Jakarta

REFORMASI


2 lensaindonesia indonesia

September 2012


Pancasila sebagai ideologi yang hidup, ideologi yang bekerja, ideologi yang membumi. Untuk itulah, Bung Karno telah menunjukkan jalannya, melalui apa yang disebut sebagai Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik; berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. indonesia September 2012 lensaindonesia

3


WOMEN GATE

S

URABAYA, siang itu, tak seperti hari-hari biasa. Warna merah bertebaran di mana-mana. Bendera kebesaran partai bergambar kepala banteng bermoncong putih, berkibar menari-nari di titiktitik sepanjang jalan kawasan Bandara Juanda menuju tengah kota. Masyarakat Surabaya, memang, familiar pemandangan itu. Faktanya, tiga hari --12 sampai 14 Oktober lalu-- banjir bendera, spanduk, baliho pencitraan PDIP , aman-aman. Warga non simpatisan PDI Perjuangan pun bergeming, kasat mata lumrah. Mafhum. Sepuluh tahun belakangan, manajemen Kota Surabaya memang dikendalikan kader PDI Perjuangan. Setelah Bambang DH

Menabur ‘Jokowi’

AYO CAK, REBUT JAWA TIMUR! REPORT Ridwan|Iwan|Ian|FOTO. Riset|Aulia R.

menduduki kursi Wali Kota selama satu setengah periode --separuh periode menggantikan Wali Kota dari TNI mendiang Soenarto-- kini dilanjutkan Tri Rismaharini. Rupanya, warga Surabaya masih suka memilih ‘pemimpin’ diusung partai besutan Megawati, puteri Presiden RI I Soekarno. Kali ini, suasana warna merah agak beda. Bukan cuma lebih semarak dari momen-momen seremonial lokal PDI Perjuangan biasanya. Tapi, lebih menebarkan suasana kebatianan sarat senyum, juga ‘mesem’. Pantas, publik seolah mengaitkan dengan masih hangatnya citra pesona kemenangan figur fenomenal Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Bisa jadi, masyarakat awam tak peduli hari-hari itu, para elit DPP PDI Perjuangan di Jakarta datang ke Surabaya, menggelar hajatan besar tingkat nasional, Rakernas II. Warga, barangkali, juga bergeming dan tak mau tahu pada hari, tepatnya 12 sampai 14 Oktober, ada 1.500 peserta Rakenas II berasal 33 provinsi di tanah air tumplek di Kota Buaya. Kader-kader PDI Perjuangan nasional berkumpul, konsolidasi di Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur. Mereka para fungsional partai terdiri Ketua, Sekretaris, bendahara dari seluruh DPC di Indonesia. Sebaliknya, suara-suara warga non simpatisan PDIP bernada kritis, memahami hajatan Rakernas II PDIP di Surabaya, menabur pesona politik menjelang Pemilukada Gubernur Jawa Timur 2013. Artinya, Ketua Umum DPP PDIP Megawati sengaja memilih Surabaya, alih-alih sekalian menabur energi pesona kejiwaan sukses PDIP merebut kursi Gubernur DKI Jakarta, di Jawa Timur. Ujung-ujungnya, tentu, strategi target mengulang sukses ‘ala’ Jokowi untuk ‘menduduki’ kursi Gubernur Jatim, yang sejak era reformasi tak pernah

4 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012


Megawati Soekarno Putri & Puan Maharani saat Rekernas PDIP II Surabaya Oktober lalu

dimenangkan PDIP. Malahan, kini dikuasai Parta Demokrat. Pasalnya, Jawa Timur merupakan provinsi sangat strategis setelah Jakarta, baik secara geografis, ekonomi dan politis. Dengan begitu, praktis bisa memuluskan PDIP merebut kejayaan politik di pesta demokrasi Pemilu 2012; menjadi partai pemenang pemilu, sekaligus lolos perebutan kursi Presiden RI, yang selama dua periode masih dikuasai Partai Demokrat besutan SBY. Megawati, setelah terobosannya memilih Walikota Jokowi joss, rupanya masih saja tajam membaca suasana kebatinan politik di negeri ini. Ketua Bidang Politik DPP PDIP, Puan Maharani menyiratkan lebih menukik. Pertimbangan Rakernas II di Surabaya, karena Megawati berpandangan secara de facto, Kota Pahlawan ini memiliki nilai historis soal perjalanan panjang PDIP, termasuk dan cikal bakal partai berkejiwaan nasionalisme ini. “Surabaya tempat kelahiran Soekarno,” kata Puan, menyinggung sang kakek Presiden RI pertama. “Surabaya secara de facto jadi tempat sangat bersejarah. Di kota ini, Megawati menyatakan (pertama, red) sebagai Ketua Umum PDI,” ungkap puteri Mega, yang dipercaya sang ‘maestro’ PDIP menjadi Ketua Pelaksana Rakernas ini. Ketika itu, partai Mega masih bernama PDI. Baru tahun 1999, berganti nama jadi PDI Perjuangan. Apalagi, arah Rakernas II Surabaya, sekaligus aktualisasi agenda Rakernas di Bandung akhir 2011. “Tujuannya, menyamakan visi misi dalam pemenangan Pemilu 2014 mendatang, termasuk Pilpres maupun Pileg,” begitu target Mega dan DPP PDIP sebagaimana disampaikan Puan. .

NARKOBA ‘SEKSI’ Ada yang menarik selama Rakernas berlangsung. Persoalan Narkoba ternyata masuk agenda bahasan politik sangat ‘seksi’. Bahkan, guliran isu ini, malah lebih seksi ketimbang membahas Capres 2014. Bisa jadi, karena Rakernas II tidak mengagendakan secara spesifik menetapkan siapa Capres 2014 dari PDI Perjuangan. Perhatian politik terhadap peredaran Narkoba di negeri ini lantaran waspada barang ‘haram’ itu bisa menghancurkan generasi muda. Jutaan rakyat Indonesia memang terlanjur jadi korban komoditas sindikat internasional itu. Dan, itu fakta yang sangat mungkin dijadikan ‘senjata’ perang ideologis. Peredaran Narkoba seolah dipandang bukan sebatas berorientasi ekonomis. Tapi, terindikasi ada skenario besar bermuatan politis. Tidak tertutup kemungkinan membuka peluang terjadi ‘simbiosis mutualisme’ antara orientasi sindikat dengan kepentin-

gan-kepentingan politik tertentu. Tak ayal, di antara hasil Rakernas, mengritisi cukup keras dan ‘mendesak’ pemerintah , perang terhadap Narkoba yang mengancam kelangsungan generasi masa depan bangsa. Dan tidak ‘jual murah’ grasi terhadap jaringan Narkoba. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menilai, pemberian grasi adalah hak prerogatif presiden. Pemberian grasi masalah Narkoba juga ada kaitannya dengan HAM. “Seperti itulah alasannya bahwa hukuman mati sepertinya tidak bisa dilakukan lagi di Republik Indonesia. Tapi mari kita coba, kok tidak ada pendalaman secara lebih realitis,” kata Mega, kemudian mempertanyakan kenapa tidak diperbincangkan mereka (pengguna) yang menjadi korban konsumen Narkoba. Mantan Presiden RI kelima ini menceritakan pengalamannya saat menjadi presiden, memprediksi peredaran narkoba akan meluas. Saat ini, sudah ada sekitar 5 juta penduduk Indonesia yang mengonsumsi Narkoba dan psikotropika. “Pada waktu lalu, saya sebagai presiden membuat BNN itu. Karena saya melihat akan semakin meningkatnya masalah Narkoba,” ujarnya. Mega juga mengakui, pernah memberikan hukuman setara eksekusi ‘mati’ terhadap pelaku pengedar Narkoba. Diakuinya keputusan itu memang berat. Di satu sisi mengatasnamakan HAM, tapi di sisi lain, pengedar juga menimbulkan korban jiwa pengguna Narkoba. “Perlukah grasi itu diberikan atas nama HAM kepada mereka yang justru sebagai pengedar. Bayangkan seperti apa kepedihan dari keluarga yang kehilangan merekamereka (pengguna). Jangan lupa, Narkoba seperti penyakit yang laten. Bagaimana HIV AIDS menjadi berbaur juga,” tegas Mega, kali ini, ekspresinya seperti berenerji pesan ibunda kepada anak-anak tercintanya.

-

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

5


WOMEN GATE

“GODAAN”

REPORT Ari Purwanto|FOTO. Riset

HARRY TANOE

M

eski Rakernas II di Surabaya tidak menghembuskan siapa Capres dari PDI Perjuangan 2014. Tapi, belakangan ‘kipas-kipas’ politik dari luar partai dinasti puteri Soekarno ini, gencar ‘mendesak-desak’ Megawati supaya maju Capres lagi. Salah satunya, merebak kabar datang dari elit politik Partai Nasdem, Harry Tanoe. Bos grup media televisi MNC dan koran Sindo ini disebut-sebut melobi PDI Perjuangan. Bahkan, ada yang mengait-kaitkan terinspirasi kemenangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang etnis Tionghoa dalam Pilgub DKI Jakarta. Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu dikabarkan mengincar posisi Wakil Presiden di tahun 2014 mendatang. Asalkan bisa digandeng Mega. Kabarnya, ia bersedia menggelontor dana besar bagi Megawati dan PDI Perjuangan,

6 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

dan diberikan konsesi berupa kesempatan beriklan di jaringan media milik Harry. Ditanya ini. Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dikonfirmasi LENSA nampak malu-malu seraya tertawa renyah. “Wah, tidak pernah dengar itu,” elak Tjahjo. Kalau saja kabar itu benar, bisa jadi banyak kader PDIP yang ‘patah semangat’. Apalagi, yang diincar Megawati. Pasalnya, siapa figur Capres 2014 belakangan terjadi polemik internal cukup menguat. Di satu pihak, ada yang menginginkan Megawati maju lagi dengan pertimbangan elektabilitasnya semakin cemerlang. Di sisi lain, ada yang kontra karena menginginkan regenerasi kader PDIP harus sehat dan cepat. Pilihan terakhir ini, tentu nama Puan Maharani sebagai kandidat masih mendominasi. Ayahandanya, Taufik Kiemas dikabarkan juga sangat mendukung Puan jadi kandidat Capres 2014.

Harry Tanoesudibjo figur politisi nasional alternatif


WOMEN GATE

“PENUMPANG GELAP Pidato Politik Megawati

REPORT Ridwan|Iwan|Ian|FOTO. Riset

IKUT MENIKMATI.... MEGAWATI, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan masih nampak trengginas di podium saat membuka dan menutup acara Rakernas II di Surabaya, 12-14 Oktober lalu. Mega masih terlihat cukup piawai memainkan emosi. Tetap kharismatis di depan kader-kadernya yang berdatangan dari seluruh tanah air. Bagaimana pandangan mantan Presiden ke RI ke-5 ini terkait situasi dan kondisi politik serta ekonomi pemerintahan SBY, belakangan. Berikut petikan pidato politik Megawati .

Sebelumnya, marilah kita lebih dahulu bersama-sama memekikkan salam perjuangan kita, Merdeka!!!

S

audara-saudara, puji syukur karena dalam sepanjang sejarah perjalanan dari PDI hingga PDI Perjuangan, kita selalu mendapat rahmat dan bimbingan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Hari ini, kita berkumpul disini, untuk merapatkan barisan, menyatukan pikiran, dan membulatkan tekad untuk terus berjuang mewujudkan kesejahteraan rakyat, serta me -ngawal proses demokrasi di Indonesia. Rakernas II ini sangatlah penting, dan menjadi bagian dari perjalanan kepartaian kita yang telah melaksanakan tiga kali kongres Partai. Pada Kongres I kita telah mengubah nama dan simbol dari PDI menjadi PDI Perjuangan sebagai persyaratan keikutsertaan pada Pemilu 1999. Pada Kongres II, kita secara tegas memutuskan untuk menjadi partai modern tanpa kehilangan roh kerakyatan, dengan meletakkan Pancasila sebagai ideologi Partai.

Skala prioritas konsolidasi saat itu menitikberatkan pada konsolidasi struktur Partai. Kongres III Partai meletakkan fondasi yang makin kokoh sebagai partai ideologi dan menetapkan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai roh partai. Keputusan Kongres III ini sangatlah penting, meski berat dalam pelaksanaannya, karena menitikberatkan pada konsolidasi SDM partai. Konsolidasi yang berorientasi pada jati diri “manusia Partai” harus dibangun melalui tiga wajah Partai, yakni struktural, legislatif, dan eksekutif Partai. Saudara-saudara sekalian, Dalam pidato politik kali ini, ada dua hal yang ingin saya sampaikan: persoalan internal partai dan persoalan eksternal, baik nasional maupun internasional. Ditinjau dari aspek internal, maka Rakernas II di Surabaya ini merupakan forum politik untuk

mengevaluasi sejumlah rekomendasi Rakernas I; memeriksa tingkat kesiapan kita memasuki tahun 2013; menyelesaikan persoalan-persoalan politik yang masih tersisa dalam tubuh partai; dan mempertajam sejumlah agenda strategis Partai. Seluruh agenda internal, terkait erat dengan agenda lima tahunan kita, yakni Pemilu 2014. Sebagai partai peserta pemilu, penting bagi kita untuk memiliki gambaran utuh mengenai hal-hal yang bersifat teknis-politis terkait dengan pemilu 2014. Kita perlu memahami dengan sebaik-ba -iknya alat ukur dan aturan bermain mengenai seleksi calon anggota legislatif. Kita perlu melihat kembali keseluruhan strategi, metode, teknis kampanye, dan juga peraturan permainan dalam sistem pemilu yang baru. Hal ini penting mengingat watak dan spirit sistem yang ekstra liberal dan individualis saat ini memiliki implikasi yang berbeda

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

7


WOMEN GATE

dengan watak sistem pemilu sebelumnya, yang menekankan pada pentingnya partai politik dalam perspektif demokrasi Pancasila yang kita idealkan. Hanya saja, memahami hal-hal teknis-politis saja tidaklah cukup. Mengapa? Karena setiap perjuangan politik --- apakah melalui jalan pemilu atau jalan revolusi --- punya hukumnya sendiri-sendiri. Proklamator kita Bung Karno menekankan adanya hukum paling sederhana, yakni persatuan. Sebagai contoh, nenek moyang kita merumuskannya secara puitik dalam sebuah adagium “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Akan tetapi, hukum ini pulalah yang justru paling sulit ditaati, dan paling banyak dilanggar di sepanjang sejarah politik, termasuk partai kita sendiri. Inilah ironinya, kita sangat paham bahwa tanpa persatuan, kemenangan akan tetap tertahan sebagai mimpi. Sayangnya, kita selalu saja menemukan alasan untuk bertikai dan melukai satu dengan yang lainnya. Karenanya, saya ingin kembali ingatkan kepada setiap kader partai, bahwa begitu mulai tidak solid, setengah kekalahan sudah berada di tangan kita. Mengapa? Karena politik adalah soal “kolektivitas”, soal “bersama”, soal “kita”; bukan soal “individu”, bukan soal “orang-perorang”, atau soal aku, dan bukan pula soal banyak uang. Tidak ada satupun individu yang cukup besar, dan cukup digdaya untuk bisa melaksanakan politik seorang diri. Tidak juga seorang pemimpin. Karenanya, politik mesti dikerjakan secara gotong-royong. Politik mesti dicapai secara bermusyawarah. Politik mesti dialirkan melalui organisasi dan jaringan. Saudara-saudara setanah air yang saya cintai, Persiapan memasuki Pemilu 2014 juga mengharuskan kita untuk menuntaskan sejumlah persoalan politik yang sudah menahun dalam tubuh kita. Kita harus memeriksa kembali mengapa politik anggaran di tingkat pusat dan daerah masih jauh dari standar ideologi Pancasila. Anggaran yang mestinya didedikasikan untuk kelompok miskin, untuk sektor pertanian dan kelau-

8 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

tan, untuk sektor publik masih jauh tertinggal dibandingkan dengan anggaran belanja pegawai. Kita harus kembali memeriksa mengapa masih banyak produk legislasi yang masih tidak sesuai dengan jiwa Pancasila. Kita juga harus memeriksa kembali mengapa penyakit lama -- konflik antar eksekutif dan DPRD, terutama di antara sesama kader PDI Perjuangan-tetap awet di banyak daerah. Kita juga harus punya jawaban atas macetnya pola hubungan sinergis - kemitraan tiga pilar - eksekutif, legislatif dan struktural partai - yang telah kita canangkan beberapa saat lalu. Yang tidak kalah pentingnya, kita perlu mengore-

ksi bersama perilaku patologis sejumlah kader. Perilaku dan mentalitas politik “pokok-e”, mau menang sendiri, feodal dan mengerasnya kecenderungan pembatasan rekrutmen jabatan politik hanya pada orang-orang terdekatnya, terus terjadi di berbagai daerah. Berbagai realitas obyektif tersebut menuntut kita untuk melakukan koreksi bersama dan menyeluruh melalui forum Rakernas kali ini. Hal-hal di atas penting dipecahkan bersama sebelum kita memasuki Pemilu 2014, agar peristiwa Pemilu nanti tidak terjerumus menjadi sekadar alat konsolidasi semua penyakit politik yang justru ingin kita sembuhkan. Saudara-saudara sekalian, Berkaitan dengan evaluasi terhadap pelaksanaan pemilu kepala daerah, kita tentunya wajib bersyukur, bahwa dalam dua minggu terakhir PDI Perjuangan

telah memenangkan Pilkada di 8 daerah. Di antara kesemuanya, Pilkada DKI Jakarta adalah yang paling fenomenal. Saya bersyukur dan berbangga, Bapak Joko Widodo dan Bapak Basuki Tjahaja Purnama akhirnya memenangkan pertarungan. Kita semuanya patut bersyukur dan berbangga karena kader terbaik kita dipercaya memimpin ibukota Negara. Demikian halnya kemenangan untuk kedua kali Bapak Cornelis dan Bapak Christiandy di Kalimantan Barat. Saya dan kita semua wajib bersyukur karena Pilkada DKI Jakarta telah memberikan kesempatan emas bagi partai untuk menjalankan proyek sejarah dan ideologi. Kesempatan untuk menguji sejauh mana imajinasi ideologis tentang Bhinneka Tunggal Ika, tentang nasionalisme, tentang persamaan hak warga negara sungguh-sungguh hidup dalam masyarakat kita. Sayapun bangga karena melalui Pilkada Jakarta, kita bisa menyaksikan ada perdebatan publik yang keras dan luas mengenai isu-isu di atas, namun tetap berada dalam sebuah koridor demokrasi yang sehat dan santun. Saya lebih bangga lagi, karena Pilkada Jakarta membuktikan bahwa Pancasila masih menyala di dalam dada dari bagian terbesar rakyat negeri ini. Kini menjadi nyata bagi kita, bahwa kemenangan Jokowi dan Basuki, adalah kemenangan suara diam rakyat yang tak tahan lagi menyaksikan betapa kebhinnekaan telah berubah seperti menjadi bencana, dimana toleransi menjadi kemewahan, dimana kekerasan dan penindasan atas nama agama, suku, kelompok menjadi bahasa umum; dimana diskriminasi menjadi perilaku normal. Kini, kita mendengar secara simbolik suara diam rakyat Jakarta yang mewakili seluruh rakyat Indonesia yang berujar lantang: kita adalah satu, kita adalah sama Indonesia, apapun perbedaan yang kita miliki. Kitapun boleh bangga dan merayakannya sebagai sebuah pencapaian penting dalam evolusi peradaban politik Indonesia BOHONG & MITOS Saudara-saudara, Kita juga patut bersyukur karena Pilkada Jakarta juga telah menjadi medan ujian penting bagi sejumlah keyakinan dasar politik partai. Kita sekarang semakin paham dan yakin bahwa uang bukan fundamen paling penting dalam sebuah pertarungan politik. Mitos bahwa uang adalah segala-galanya, telah dipatahkan melalui


Pilkada Jakarta. Kita semakin paham dan yakin bahwa politik pencitraan ternyata ada batasnya. Pilkada Jakarta membuktikan, adagium bahwa kebohohongan yang terus diulang-ulang akan menjadi kebenaran, kini tidaklah terbukti. Kita kini semakin paham dan yakin bahwa gotong royong tetap menjadi hukum pokok dalam berpolitik di Negara tercinta ini. Pilkada Jakarta telah mengembalikan gotong-royong dari sekadar slogan menjadi spirit kerja konkret partai. Rakyat pun bergerak secara sukarela dalam semangat perubahan ini. Pilkada Jakarta menunjukkan dengan jelas, politik bagi rakyat bukan soal transaksi, bukan soal untung-rugi. Rakyat menceburkan diri langsung dalam politik karena soal kepentingan umum, soal kemaslahatan publik, soal solidaritas dan soal kebersamaan. Kita semakin paham dan yakin bahwa menangis dan tertawa bersama rakyat sebagaimana saya sampaikan dalam Kongres III lalu, tetap menjadi dasar dalam berpolitik kita. Inilah saudara-saudara pelajaran besar yang bisa kita petik dari kemenangan Pilkada di ibukota Jakarta. Pelajaran yang harus terus-menerus kita rawat sebagai modal memasuki Pemilu 2014. Hanya saja saudara-saudara, di tengahtengah rasa syukur dan bangga, kita masih juga menyaksikan bagaimana kemenangan Jokowi-Widodo telah membuka jalan bagi banyak pihak un-

tuk mengklaim sebagai yang paling berjasa. Pilkada Jakarta juga telah membuka jalan bagi para “penumpang gelap” untuk ikut menikmati sukses tanpa merasa terganggu sedikitpun secara moral. Terlebih lagi, Pilkada Jakarta telah membuka tabir betapa sempitnya pemahaman banyak pihak terhadap politik. Kita menyaksikan bagaimana elit dan cerdik pandai berlomba merayakan kemenangan sambil menyingkirkan pihak yang kalah. Politik seakan menjadi hanya persoalan “menang-kalah”. Mereka dengan lantang seakan mengatakan, “menang” adalah puncak dari semua keagungan politik. “Kalah” adalah gambaran dari kebodohan dan keterbelakangan dalam politik. Orang lupa bahwa politik bukan soal “menang-kalah” saja, betapa pun itu penting. Orang lupa bahwa politik adalah proyek sejarah dan ideologi : kerja menyusun satu-demi-satu sendi-sendi kehidupan dan batu-batu peradaban yang memungkinkan keseluruhan kemanusiaan kita termanifestasi dan berkembang. Peradaban yang memungkinkan seluruh imajinasi ideologi bisa diimplementasikan secara nyata. Saya ingin saudara-saudara paham akan hal ini. Jika politik hanya soal “menang dan kalah”, sudah pasti bukan seorang Jokowi atau Basuki yang saya rekomendasikan. Mengapa? Karena semua hasil survei menyatakan dengan sangat tegas: jangan pilih Jokowi maupun Basuki karena pasti akan kalah. Tetapi sebagai Ketua Umum saya justru memutuskan untuk mereko-

mendasikan keduanya dengan cara-cara ideologis-politik yang saya pikirkan dan kembangkan. Saudara-saudara, Prioritas jangka pendek kita memang memenangkan Pemilu 2014. Tetapi ini tidak berarti mengabaikan tugas ideologis kita sebagai partai. Berulang kali saya sampaikan, bahwa tantangan ideologis kita terbesar saat ini adalah bagaimana menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, ideologi yang bekerja, ideologi yang membumi. Untuk itulah, Bung Karno telah menunjukkan jalannya, melalui apa yang disebut sebagai Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik; berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Berbicara tentang berdaulat di bidang politik, saya tidak pernah bosan dan selalu bertanya, apakah kita sudah berdaulat secara politik? Dan dengan tegas saya mengatakan: belum. Mengapa? Salah satu alasannya adalah karena politik legislasi nasional kita masih jauh dari gambaran sebuah Negara yang berdaulat. Saya telah meminta kepada fraksi di DPR untuk secara serius menyelaraskan semua produk UU dengan dasar ideologi Pancasila 1 Juni 1945. Penuntasan perubahan KUHP, yang notabene merupakan warisan kolonial Belanda seharusnya perlu diprioritaskan untuk disinkronkan dengan hal-hal yang terdapat dalam UUD 1945. Apakah hal tersebut masih diperlukan ataukah seharusnya ditiadakan. Sebab bangsa yang berdaulat secara politik adalah bangsa yang ke dalam, mampu menegakkan aturan hukum nasionalnya. Demikian pula dengan serangkaian UU lainnya yang secara substantif bertentangan dengan semangat Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.... ........... ........... Megawati Soekarnoputri KETUA UMUM PDI PERJUANGAN

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

9


17

WOMEN GATE

Rekomendasi

PDIP

Perang Lawan

Narkoba Rakernas PDI Perjuangan ke II di Surabaya, ditutup Megawati, Sabtu malam (13/10). Melahirkan sejarah, 17 poin rekomendasi strategi, yang di antaranya juga tersirat ditujukan ke pemerintahan. Inilah poin-poin dokumen itu; selengkapnya: REPORT Ridwan|Iwan|Ian|FOTO. Riset

1. Menyatakan keprihatinan atas menu-

runnya kualitas penegakan hukum dan keadilan yang disertai dengan merosotnya kinerja pemberantasan korupsi akibat melemahnya kapasitas kepemimpinan nasional. Kepemimpinan nasional yang lemah dan selalu terlambat dalam bertindak semakin merusak koordinasi dan kerja sama antar institusi penegak hukum. Untuk itu, kepemimpinan nasional dan seluruh jajaran penegak hukum agar segera meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas koordinasi dalam rangka penegakan hukum dan keadilan serta perlawanan terhadap korupsi.

2. Menyatakan dengan tegas bahwa korupsi

adalah kejahatan luar biasa yang telah dan tengah merusak kedaulatan dan kepribadian bangsa, serta menghambat perjuangan untuk mensejahterakan rakyat. Untuk itu Rakernas menyerukan agar: (i) seluruh kader PDI Perjuangan yang berada di jabatan publik untuk tidak melibatkan diri dalam praktik korupsi, (ii) menolak kembali upaya revisi revisi UU KPK, (iii) mendesak KPK untuk mengoptimalkan pelaksanaan fungsi dan tugasnya, dengan memprioritaskan penanganan kasus-kasus besar seperti kasus Bank Century, Mafia Pajak, Wisma Atlet,

10 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Kasus Hambalang, dan Kasus Mafia Anggaran. (iv) Meminta agar pemerintah untuk tidak meneruskan politik tebang pilih dalam pemberantasan korupsi.

3. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk merumuskan kembali pengelolaan seluruh sumber daya nasional, agar Indonesia bisa hadir kembali di dalam memimpin suatu tatanan dunia baru yang lebih damai, lebih berkeadilan, dan menghormati kedaulatan politik dan ekonomi dari setiap negara merdeka.

4. Meminta agar pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi yang mendorong proses penciptaan nilai tambah di dalam negeri, meningkatkan kreativitas dan daya inovasi pelaku ekonomi nasional, dan menekan ekonomi biaya tinggi.

5. Mengingatkan pemerintah untuk secara serius melakukan antisipasi terhadap dampak krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika. Krisis perekonomian global tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk meningkatkan kemampuan nasional guna mewujudkan Indonesia yang mampu berdiri di kaki sendiri di bidang ekonomi.

6. Mendesak pemerintah untuk melaksanakan kebijakan tata ruang yang menjamin konsolidasi lahan produktif untuk pertanian, secara konsisten memberikan perlindungan terhadap lahan-lahan produktif sentra produksi pangan dengan menjamin kesejahteraan petani, dan sisi lain, membuka lahan-lahan baru dan aplikasi teknologi untuk meningkatkan produksi pangan nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap produk pangan impor. 7. Menyerukan agar segenap komponen bangsa ikut mendorong secara luas kampanye penggunaan produk-produk dalam negeri dan diversifikasi pangan guna meningkatkan produk pangan nasional dan kedaulatan pangan. 8. Menentang kebijakan politik yang

memiskinkan kaum buruh dan pekerja Indonesia. Mendesak dihapuskannya praktek kerja outsourcing yang bertentangan dengan Undang-undang Ketenagakerjaan dan menolak politik upah murah. Untuk itu DPP Partai menugaskan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI untuk memperjuangkan lahirnya UU Sistem pengupahan nasional.

9. Menugaskan kader partai di DPR maupun eksekutif untuk memperjuangkan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, pada tanggal 1 Januari 2014, sesuai amanat UU SJSN dan UU BPJS. 10. Menyesali masih banyaknya

kasus-kasus menyangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang tidak tertangani secara memuaskan. Untuk itu (i) meminta pemerintah dan lembaga terkait agar memastikan bahwa TKI mendapat perlindungan dalam proses migrasi secara menyeluruh sesuai dengan konvensi PBB 1900 tentang Perlindungan Pekerja Migran dan keluarganya (ii) Meminta DPP Partai untuk menugaskan Fraksi PDI Perjuangan agar dalam proses revisi UU Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri agar diselaraskan dengan konvensi PBB tahun 1990 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri.

e. Menegaskan bahwa kebijakan pangan nasional harus ditujukan bagi penguatan kekuatan proses produksi pangan nasional oleh rakyat, baik yang berkaitan dengan proteksi lahan produktif, perlindungan ter-hadap gangguan budi daya maupun kebijakan harga komoditas pertanian yang menguntungkan petani. Selain pangan, pemerintah harus memperhatikan pasokan energi untuk rakyat dengan memanfaatkan energi primer dalam negeri melalui kebijakan yang konsisten untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional, membangun infrastruktur ketahanan energy nasional. 11. Berkaitan dengan upaya mewu-

judkan sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan prinsip keadilan sosial dan keberdikarian di bidang ekonomi, maka Rakernas II PDI Perjuangan:

a. Menugaskan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI untuk mengambil sikap tegas dan jelas dalam menghasilkan UU Pangan yang menjamin kedaulatan pangan nasional dengan melindungi kepentingan petani dan nelayan Indonesia.


b. Menugaskan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI untuk mewujudkan undangundang dan peraturan larangan ekspor bahan baku sejalan dengan penerapan kebijakan pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi dan setengah jadi baik untuk pemenuhan kebutuhan dalam negei maupun untuk ekspor. c. Mengecam keras semakin lemahnya kedaulatan negara di bidang ekonomi, baik menyangkut kedulatan keuangan, kedaulatan energi, kedaulatan pangan, dan kedaulatan pengelolaan sumber daya alam sebagai akibat dari politik pemerintah yang membuka ruang lebar kepada kapitalisasi asing dan mekanisme pasar untuk mengelola dan menguasai sumber daya ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. d. Menyatakan bahwa PDI Perjuangan

tidak anti terhadap investasi asing tetapi menolak politik pemerintah yang menggadaikan kedaulatan negara di bidang ekonomi dan membiarkan mekanisme pasar mengusai sumber daya ekonomi bangsa yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Negara berkewajiban melindungi kepentingan bangsa dari kekuatan-kekuatan asing. Investasi asing harus diperlakukan sebagai pelengkap terhadap kemandirian ekonomi bangsa dan dilaksanakan dalam prinsip yang menghormati kedaulatan negara sesuai Pancasila dan UUD 1945 yang berdasarkan asas “demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan�.

f. Mendesak peme-rintah untuk me-

nyesuaikan isi kontrak pertambangan dengan amanat UU No 4/2009 demi menjamin kedaulatan energi nasional dan meningkatkan nilai tambah sektor pertambangan bagi kesejahteraan rakyat.

g. Menyerukan kepada seluruh kom-

ponen bangsa agar secara bersungguhsungguh memperhatikan masalah ketahanan air sebagai akibat dari perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Untuk itu menyerukan kepada seluruh komponen bangsa, terutama warga PDI Perjuangan seluruh Indonesia untuk mengambil inisiatif dan turut aktif dalam usaha-usaha nyata dalam pemulihan lingkungan hidup. Menyerukan kepada pemerintah untuk secara sungguhsungguh melaksanakan Undang-undang tentang Lingkungan Hidup.

12. Dalam rangka mewujudkan ke-

sejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Rakernas II PDI Perjuangan:

a. Memerintahkan seluruh kader PDI Perjuangan yang menduduki jabatan eksekutif maupun legislatif di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota untuk segera mendorong kebijakan demi memberdayakan kekuatan ekonomi rakyat dan membangun kemandirian ekonomi nasional. Sektor pertanian, perikanan, pariwisata, industri rumah

tangga, dan jasa yang berbasis masyarakat harus menjadi sokoguru pembangunan ekonomi nasional.

b. Partai menegaskan bahwa negara mempunyai kewajiban untuk menjamin dan memenuhi pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan sebagai hak-hak dasar hidup layak warga negara. Untuk itu partai memerintahkan seluruh kader partai yang menduduki jabatan eksekutif dan legislatif di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota untuk memperjuangkan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan secara merata di seluruh Indonesia. 13. Menyerukan kepada pemerintah untuk

menyatakan perang terhadap narkoba dan psikotropika yang mengancam kelangsungan generasi masa depan bangsa. Untuk itu Rakernas meminta (i) kepada DPP PDI Perjuangan untuk meneruskan kebijakan anti penyalahgunaan narkotika dan psikotropika melalui pelaksanaan tes urin secara rutin untuk internal partai. (ii) aparat penegak hukum dan Badan Narkotika Nasional harus meningkatkan kerja sama dalam memerangi mafia pengedar narkotika dan psikotropika, (iii) Meminta kepada pemerintah untuk tidak menggunakan hak Grasi bagi pengedar narkoba maupun pemerian grasi terhadap produsen dan pengedar narkoba (iv) Meminta kepada pemerintah untuk memperluas fasilitas dan akses bagi pemulihan para korban narkotika.

17. Memandang bahwa dalam rangka

pemantapan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, maka Rakernas menginstruksikan kepada struktur dan kader di seluruh Indonesia khususnya yang memiliki kepala daerah dan pimpinan legislatif daerah untuk mengalokasikan kegiatan dan penganggaran sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa di daerahnya masing-masing. Kegiatan tersebut wajib dikoordinasikan dan bekerja sama dengan lembaga Majelis Permusywaratan Rakyat Republik Indonesia khususnya menyangkut materi pedoman sosialisasi kehidupan 4 pilar kebangsaan.

14. Menyesalkan meluasnya budaya kekerasan dan intoleransi di kalangan masyarakat terutama di kalangan pelajar. Untuk itu menyerukan kepada para orang tua dan lingkungan agar ikut terlibat dalam pembentukan watak anti kekerasan toleransi di dalam keluarga dan lingkungan.

15. Mendesak pemerintah untuk tidak

ragu-ragu mengerahkan aparat pemerintah guna menjamin terciptanya keamanan dan perlindungan bagi seluruh warga negara dan sedini mungkin melakukan pencegahan terhadap kecenderungan meningkatnya konflik horisontal.

16. Mendesak pemerintah untuk memberikan

perhatian pada upaya membangun karakter bangsa yang saat ini semakin jauh dari nilainilai Pancasila, sebagaimana ditunjukkan oleh semakin intens dan meluasnya konflik dalam masyarakat, rendahnya kesadaran hukum, tergerusnya solidaritas dan toleransi sosial serta berbgai kecenderungan negatif lainnya. Untuk itu, PDI Perjuangan menyerukan dikembalikannya mata ajaran Pancasila dalam kurikulum pendidikan budi pekerti serta pendidikan kewarganegaraan.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

11


EDITORIAL Tepat, 10 Nopember 2012. Bendera merah putih dikibarkan. Tanda peringatan Hari Pahlawan, masih ada. Di kota Surabaya, nyanyian lagu nostalgia liriknya terdengar sepenggal; Surabaya, oh Surabaya, oh Surabaya/ Kota kenangan, Kota kenangan/ Tak kan kulupa.../ Entah, apa lagu ini masih menggetarkan? Masih menguapkan emosi? Apa warga bukan penduduk Surabaya juga ikut tergetar? Bagi generasi 2005-an --merujuk periodisasi regenerasi per 20 tahun sejak momen Kebangkitan Boedi Oetomo 1908 -barangkali, saat ini, lebih tergetar emosi heroik melihat anak-anak lapar di kampung-kampung kumuh. Atau, mungkin, lebih terbakar tayangan teve menyiarkan hiruk pikuk korupsi di ‘pasar-pasar’ dan Gedung Wakil Rakyat Senayan. Atau, jawabnya ada di sajak mendiang WS Rendra: ‘Sajak Orang Lapar’.

12lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Sajak Orang Lapar kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam o Allah ! burung gagak menakutkan dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan kelaparan adalah pemberontakan adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin kelaparan adalah batu-batu karang di bawah wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan adalah pengkhianatan kehormatan seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu melihat bagaimana tangannya sendiri meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan kelaparan adalah iblis kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran

o Allah ! kelaparan adalah tangan-tangan hitam yang memasukkan segenggam tawas ke dalam perut para miskin o Allah ! kami berlutut mata kami adalah mata Mu ini juga mulut Mu ini juga hati Mu dan ini juga perut Mu perut Mu lapar, ya Allah perut Mu menggenggam tawas dan pecahan-pecahan gelas kaca o Allah ! betapa indahnya sepiring nasi panas semangkuk sop dan segelas kopi hitam o Allah ! kelaparan adalah burung gagak jutaan burung gagak bagai awan yang hitam menghalang pandangku ke sorga Mu


INDEKS BIROKRAT

36

Basuki Tjahja Purnama

ENERGY

26

Nasib Timah Negeri Laskar Pelangi

Timah Belitung di Sarang Penyamun

HEADLINE

14

UU Pencucian Uang UU Pencucian Uang ‘Omdo’ : KORUPTOR NGAKAK

Politik Lips Service?

Tionghoa Jakarta Reformasi

COMPROF

54

Setengah Abad Sarinah

REFLEKSI |21 Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu : JANGAN KHIANATI BANGSA INI!

PROGRESS |30

Ancaman RPP Tembakau reda, WASPADA SIASAT ASING!

PROFIL |44

Eva Kusuma Sundari : ‘Menyelamatkan’ dan ‘Diselamatkan’ Senayan

Ibu Ritel Indonesia, tetap ‘SEKSI”

GENERAL

18

Letjend (Purn) Sutiyoso Awas, Politisi Kutu Loncat

EKSOTIKA |49

Nadran Cirebon : Satukan Alam & Nelayan

SPORT |78

UPT SMANOR JATIM : Gudangnya Atlet Berprestasi Pemimpin Redaksi: Joko Irianto Hamid, Wakil Pemimpin Redaksi: Muhammad Rudi Hernawan, Dewan Pakar Redaksi: Sholihin Hidayat, Toto Sonata, Dewan Redaksi: Arief Rahman, Achmad M, A Sukma S, Esa Tjatur S, Adrean Syahalam Redaktur Pelaksana: Ronald, Redaktur: Rosdiansyah, Adrean Syahalam, Rizal Hasan, M Ridwan, Catur Prasetya, Achmad Ali, Andiono Design: Muhamad Rusdi (Visual), Ika Elise (Web), Web Development: M. Ardiansah, Andika, Delta Widya Anugrah Staff RedaksI Jakarta: Rama, Ari P, Lysistra Fitria H, Agus Irawan, Khairul, Aligarut, Hidayat, Rudy Purwoko, Ichsan, Winarko, Taufik PA, Noviar Dzulkarnaen, Endang, Hermawan Surabaya: Ian Kurima, Dhimas P, Noer Panji P, Viane Cara RP, Jefry Yulianto, Iwan Chirstiono Jawa Timur: Hidayat (Bojonegoro), Fendi Kris W, Andika Kartika (Kediri), Suharno Ika AF (Lamongan), Arif Purbadi (Pamekasan), Sujani (Sidoarjo) Jawa Barat: A. Husein Wijaya (Bandung), Mohamad Mansyur (Cirebon) Jawa Tengah Raya: M. Kholis (Yogyakarta), Hidayat (Semarang), Yuwana Irianto, Nursolihin, Boy Gunawan Sumatera: Heru S (Medan) Makasar: Patrick Sekretaris Redaksi: Antonius Yohanes (Jakarta), Dina K (Surabaya), Penerbit: PT. LENSA INDONESIA CIPTA MEDIA Boards of Director: Joko Irianto Hamid, Nina Martini, Arif Rahman, A Sukma Sonata, Achmad Muhajir General Manager: Esa Tjatur Setiawan Marketing Manager: Lukman Hakim Account Excecutive: Novi, Hendrik, Puteri, Hilman, Desy, Vina Lawyer: Roy H SH MHum, Hendro Aribowo SH Jakarta: Graha Pena Lt 8, Jl Kebayoran Lama 12 (12210) Telp. 021-53660177 Fax. 02153660177 Surabaya: Jl Sidosermo PDK VA No 19 (60239) Telp. 031- 849 0569, Fax 849 0569, Graha Pena Lt 7, Jl A Yani 88 Surabaya Telp 031-61600296 Fax 0318180098 Email redaksi: redaksi@lensaindonesiamagazine.com Rek. Bank Mandiri: 140-00-1121946-7 a/n PT. Lensa Indonesia Cipta Media indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

13


HEADLINE REPORT Agus Irawan FOTO. Aulia R.|Riset

UU Pencucian Uang ‘Omdo’, Cing!

KORUPTOR ‘NGAKAK’ ‘Janji’ Undang Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (UUTPPU) untuk ‘gebuk’ skandal korupsi, ‘memiskinkan’ koruptor bak ‘Omdo’ alias ‘Omong Doang’. Masih mandul.

M

alahan UU itu tidak lagi bisa diharapkan jadi ‘hantu vampir’ bagi calon koruptor. Padahal, kalau saja, UUTPPU No. 8 tahun 2010 diterapkan optimal, bisa jadi siapa pun akan berpikir panjang, menghadapi ‘godaan’ mengembat uang negara. Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang, Wa Ode, Bupati Buol tertuduhterima suap dari konglomerat Hartati Murdaya, dan bisa jadi Angelina Sondakh, juga masih banyak deretan nama koruptor lain di negeri ini. Mereka, bisa jadi, masih bisa asyik senyum atau ‘ngakak’, dan ‘main gaple’ di dalam penjara. Pasalnya, mereka sangat mungkin bisa menyulap sel ‘hotel prodeo’ rasa hotel berbintang. Selain itu, mafhum, berkembang joke bahwa para koruptor di dalam penjara masih bisa menggunakan uang simpanan hasil korupsi untuk investasi mengembangkan usaha bisnis. Ironis lagi, bisa menggunakan sel penjara sebagai kantor pusat. “Sambil tiduran di dalam sel, koruptor bisa me-remote bisnisnya,” kata mantan terpidana kasus korupsi kepada licom. Keniscayaan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga super body pemberantasan korupsi di tanah air, juga belum bisa diandalkan jadi pionir penerapan Undang Undang No 8 tahun 2010. Padahal, UU ini identik ‘pedang keadilan’

14 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

bagi para koruptor pengkihanat’ negara. Keniscayaan, pemberantasan korupsi, belakangan, memang bak tebar gempita pesona ala ‘audisi dangdut’ di media massa. Jauh dari espektasi bisa jadi ‘hantu penghisap darah’ bagi para koruptor. Ironis lagi, para koruptor seperti semakin tertantang untuk terus kreatif memformulasikan tindak korupsi menjadi tidak berbekas ‘fakta hukum’. Mafhum, dalih ‘fakta hukum’ seolah jadi retorika paling seksi bagi para ‘koruptor’ saat kelakuannya terbongkar, tapi kemudian lolos dari jeratan pidana korupsi. Lebih ‘melecehkan’ lagi, para koruptor --sudah jadi rahasia umum-- seakan menjadikan tren strategi mengalkulasi akuntabilitas korupsi. Misal, berhitung prosentase dari nilai rupiah yang dikorup kalau tindakan korupsinya terbongkar.

Perinciannya, misal, X% untuk biaya pengacara, X% ‘suap’ mekanisme penyelidikan sampai proses penyidikan, X% persen tahanan kota, X% untuk jaksa penuntut umum (JPU) dari mulai biaya perpanjangan masa tahanan sampai pengaturan pasal dan proses penuntutan, dan X% jatah hakim hingga order putusan. Saldonya, masih dibagikan lagi X% buat ongkos ‘upeti’ selama di penjara, bahkan X% untuk mendapatkan remisi. Rumor akutanbilitas koruptor identik bandar Narkoba, tidak lagi ‘isapan jempol’. Malahan, koruptor begitu masuk penjara, bak seorang ‘pahlawan’ yang berkorban masuk bui, lantaran melin-


rapkan soal pencucian uang ini setelah UU-nya diubah tahun 2010.

KPK ‘BANCI’

dungi rekan-rekannya yang terlibat tindak KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Keniscayaan, koruptor dalam penjara bersikap ala ‘preman’ yang senantiasa menanti ‘jatah’ dari rekan se-KKN yang selamat dan masih menjabat, bukan lagi kenaifan. Sebaliknya, rekan se-KKN yang berlenggang bebas lantaran tidak ikut terjerat pidana, pasti ‘paranoid’ full. Kini, Undang Undang Pencucian Uang tepat 10 tahun --sejak lahirnya UU No. 15 tahun 2002-- sebagaimana diubah dengan UU No. 25 tahun 2003, dan diubah lagi jadi UU No. 8 tahun 2010. Kejaksaan memang sudah berkali-kali menerapkan UU pencucian uang ini. KPK pun sedianya baru bisa mene-

Ironisnya, hingga saat ini belum ada kasus pencucian uang yang ditangani KPK. Karena itu, terus tengiang tanda tanya kenapa tidak diterapkan menjerat kasus korupsi yang disangkakan kepada Angelina Sondakh, misalnya. Bahkan, berbagai kalangan mendesak KPK harus membuktikan ‘good will’ menyapu skandal korupsi. Bukan sebaliknya, cuma teruji sebagai lembaga peradilan super body yang ‘political will’. Desakan ini tidak saja muncul dari masyarakat sipil, tapi juga muncul dari lembaga negara seperti PPATK. Bahkan, mengutip pernyataan Ketua PPATK yang lama, Senin (7/5/12), menegaskan bahwa dengan menggunakan UU TPPU justru akan mempermudah pekerjaan penegak hukum seperti KPK dalam mengungkap tindak pidana korupsi. Dalam kasus Angelina Sondakh, contohnya, KPK menemukan sejumlah aliran dana kepada Angie, sebutan mantan isteri mendiang Aji Massaid ini. Semua itu terungkap dalam pembahasan anggaran di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Pemuda dan Olahraga. Karena itu, KPK memastikan bahwa Angie tersangkut proyek di tujuh universitas di sejumlah daerah. Bagaimana sebenarnya efektifitas penerapan UU Tindak Pidana Pencucian Uang dalam menjerat pelaku korupsi? Bagaimana pula penerapannya terhadap Angelina Sondakh, misalnya, atau kasus-kasus korupsi lain?. Transparency International Indonesia sempat membahas secara terbuka, untuk mendapat pencerahan. Malahan, ahli hukum tindak pidana pencucian uang dari Universita Trisakti Jakarta, Dr Yenti Garnasih, SH, MH, mempertegas adanya UU pencucian uang (UUTPPU), maka diharapkan bisa mengetahui ke mana uang itu bergilir. Tidak cuma itu, siapa pelakunya juga bisa ‘gam-

blang’. “Pencucian uang bukan sematamata cuma strategi baru. Tetapi modus, kita akan meyakinkan KPK agar KPK mau menerapkan. Karena itu sudah pantas dilakukan,” ujar Yenti di Jalan Senayan Bawah No. 17, Blok S Rawa Barat, Jakarta Selatan. Ketika seseorang ada transaksi mencurigakan, praktis bisa didekati dengan UU ini. Selain itu, Yenti menilai pemberantasan korupsi dengan bersenjata UU Pencucian Uang pasal 5, mudah menjerat koruptor. Cuma, kenapa KPK seperti masih gamang menggunakan UUTPPU dalam kasus Angie, wajar kalau kemudian banyak yang bertanya-tanya. Apa kendalanya, KPK sampai saat ini belum bisa memastikan apakah akan menggunakan UU TPPU juga atau hanya UU TPK (Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, UU 31 tahun 1999 jo UU 20 Tahun 2001),” paparnya. Yenti melihat bahwa kejahatan pencucian uang yang ditangani KPK adalah kejahatan yang melibatkan hasil. KPK seharusnya lebih fokus pada pelacakan bentuk tranksaksi, atau bisnis terkait transaksi mencurigakan yang dilakukan tersangka. “Jadi, Kita berharap agar KPK mau menerapkan UU TPPU ini sebagai strategi atau alat dalam menjerat para koruptor,” tegasnya. Pengamat dan pengaji analisa korupsi, Chaerul Imam beda lagi mencemati kenapa KPK ragu. Chaerul mengeritik pedas, kenapa KPK dalam bertindak tidak menanyakan pada ahlinya. “Seharusnya KPK menerima informasi dari PPATK. Kemudian, melakukan penyelidikan agar aliran dana bisa terungkap,” ungkapnya,Chaerul menilai UUTPPU sangat urgen di era sekarang. Sebab, modus operandi para koruptor terus up to date, dan aliran dananya lewat berbagai macam cara. Misal, pemberian club member golf, pemberian Mobil,dan lainnya. Mestinya undang undang ini sang

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

15


HEADLINE kini, Jakarta. Ketujuh nama itu, belakangan terungkap ternyata semuanya anggota DPR RI. Bisa jadi, penegak hukum ‘ogah-ogahan’ menggunakan undang undang itu, sebab kegiatan tindak pidana pencucian uang (TPPU), yang bisa dijebloskan pidana bukan hanya pihak yang melakukan transfer. Tapi, juga dapat menyeret pribadi atau korporasi yang identitasnya jadi rekening parkir dana hasil

Jadi, Kita berharap agar KPK mau menerapkan UU TPPU ini sebagai strategi atau alat dalam menjerat para koruptor,

-at ampuh menjerat para pelaku korupsi. Cuma, kendalanya masih berkutat bahwa penegak hukum masih langka yang punya ‘nyali’ memanfaatkan undang undang ini. Soal satu itu, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf mengeluh. Ia mencermati aparat penegak hukum terkesan enggan menerapkan kedua UU ini. “Hampir semua laporan yang kami dapatkan adalah laporan mencurigakan. Tetapi, aparat penegak hukum terkesan enggan untuk menindak dengan menggunakan UU Pencucian Uang ini,” ungkap Yusuf. Yusuf menyontohkan, ada orang yang melapor ke LHKP KPK, namun tidak sesuai dengan laporannya. “Yang begitu harus dicurigai dari mana aliran dananya,” kata Yusuf, bertanya. Yusuf menaruh perhatian serius, bahwa tidak mungkin Pegawai Negeri sipil (PNS) yang hanya bergaji Rp 10 Juta per bulan, tapi bisa punya tabungan atau dana sebesar ratusan miliar rupiah. Artinya, jelas-jelas terindikasi korupsi. Sebagai Ketua PPATK, Yusuf membeberkan pengalaman yang bisa membuat ‘patah semangat’. Misal, pihaknya sudah menyerahkan data laporan hasil analisis (LHA) ke KPK terkait tersangka Angelina Sondakh. Malahan, dari hasil analisis itu, ada tujuh nama yang terkait dengan sejumlah transaksi Angie sang politikus Partai Demokrat itu. “Saya sudah kirim itu ke KPK. Ada tujuh orang,” tegas Muhammad Yusuf, tak menyebut identitas mereka, usai dikusi di Ci-

kejahatan korupsi. Semua itu diatur dalam pasal 5 Undang

Undang (UU) Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. “Angie maupun pihak yang menerima penempatan uang, bisa kena karena menerima hasil kejahatan,” tandas Yusuf. Contoh lain, kasus suap Rp 352 juta terkait persidangan perkara industrial PT Onamba Indonesia. KPK meringkus Hakim MA (Mahkamah Agung), Imas Dianasari lantaran menerima ‘sogokan’ Rp 200 juta, terkait pengurusan perkara kasasi PT Onamba Indonesia dengan Serikat Pekerja. Hakim Imas ‘tertangkap basah’ bak pencuri ayam itu, akhirnya dinyatakan terbukti menerima suap yang diserahkan anak buah Toshio di PT Onamba, bernama Odi Juanda selaku Manager Administrasi Managemen. Traksaksinya, Hakim Imas memenangkan PT Onamba terkait kasasi dalam perkara gugatan Serikat Pekerja. Sebelumnya, di tingkat Pengdilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, dimenangkan Serikat Pekerja.Alhasil, Imas setelah dalam persidangan dinyatakan terbukti bersalah, ia dihukum enam tahun penjara. Selayaknya penegak hukum memahami filosofis mengapa terciptanya anti pencucian uang. Diantaranya; 1. Anti penyucian uang bukan saja sebagai bentuk terciptanya suatu kriminalisasi baru, atau membentuk kejahatan baru. Tapi juga sebagai suatu strategis baru dengan melalui pembentuk undang undang untuk mengungkap kejahatan bukan dari hulu, tapi hilir. 2. Dengan undang udang ini pelaku bisa terlebih dulu ditelusuri transaksinya ketika ditemukan adanya transaksi yang mencurigakan. 3. Dari hasil penelusuran, akan berakhir pada asal usul uang tersebut.

16lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012


HEADLINE

M

engingat, kejahatan penyucian uang adalah ‘double crimes’, maka dakwaan dalam susunan kumulatif dengan urutan dakwaan pertama ‘predicate offence’ dan dakwaan kedua Tindak Pidana Pencucian Uang. sehingga, terlepas dari yang disidikan penyucian uangnya. Dengan menggunakan TPPPU, upaya pemblokiran rekening lebih cepat dan bisa digunakan pembuktian terbalik sesuai pasal 77 dan 78 UU TPPU No. 8 tahun 2010.

Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), bahwa dengan diterapkan UU TPPU ini diharapkan KPK, kejaksaan, dan polisi, bisa menelusuri uang hasil korupsi yang dipergunakan sektor usaha maupun ditransaksi di tempat lain. Atau, dana dari perusahaan yang dipergunakan untuk suap. “Agar dengan upaya itu, memungkinkan bagi Negara untuk menyita kekayaan para pelaku koruptor, yang asal usulnya tidak jelas. Atau, dari hasil pencucian uang supaya lebih jera,” tandas Gunawan.

Gunawan Ketua Eksekutif Indonesia Human Rights Committee for Social Justice (IHCS)

Benarkah ada indikasi muatan politik dalam UU TPPU, atau undang undang ini ujung-ujungnya hanya diorientasikan un-

POLITIK REPORT Agus Irawan FOTO. Riset

“LIPS SERVICE”?

Sebagaimana diketahui bahwa penggunaan UU Tindak Pidana Pencucian Uang adalah sangat efisien untuk menjerat para koruptor. Sebagai langkah hukum untuk memiskinkan koruptor. Sebab, selama ini, para koruptor sering menikmati dua kemewahan, sekaligus. Yaitu; keringanan hukuman dan kekayaan dari hasil korupsi. Menurut Ketua Eksekutif Indonesia

Menanggapi kenapa seperti ada keenganan para penegak hukum menggunakan UU TPPU, Gunawan menilai kemungkinan karena awalnya penegak hukum lebih fokus pada apa yang dikorupsi pelaku. Sehingga, tuntutannya berkutat pada seberapa besar Negara dirugikan. Karenanya, menyinggung rasa keadilan masyarakat, maka seharusnya KPK berada di garda terdepan menerapkan undang undang ini.

tuk politik ‘lips service’? Sehingga KPK pun enggan menggunakan UU TPPU. Atau, sebaliknya jika UU TPPU ini diterapkan, akan muncul kepentingan-kepentingan politik dari pihak lain? “Setiap produk hukum adalah produk politik, termasuk KPK. Walaupun dicita-citakan sebagai lembaga Negara independen. tetapi pemilihan komisionernya dipilih DPR. Tentu, mengudang dugaan sarat dengan muatan politik,” tuturnya. Bisa jadi itu, praktis nasib UU TPPU seperti masih berada di persimpangan jalan. Koruptor pun ‘Ngakak’ lantaran ancaman ‘pemiskinan’ bak lagu dangdut Ayu Ting Ting ‘Alamat Palsu’. Sampai kapan?

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

17


GENERAL

M

letnan jenderal (purn) sutiyoso

KRAMAT TUNGGAK dan BUS KOTA

‘MIRING KE KIRI’ REPORT Adrean Syahalam|Ari purwanto|FOTO. istimewa

18 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

alam semakin larut. Koor takbir mengagungkan kemahabesaran illahi terdengar jelas dari dalam Masjid Agung Jakarta Islamic di Kramat Tunggak, Jakarta Utara. Menggetarkan kalbu. Pendar lampu halaman masjid pun menembus temaram sekitarnya. Waktu terus bergulir, gema takbir kian terdengar syahdu. Mencenungkan. Kalau saja tidak ada SK Gubernur DKI Jakarta No 6485 Tahun 1998, mungkin suasana Hari Raya Idul Qurban 1433 H lalu, akan beda. Barangkali, pemandangannya lebih pilu. Bisa jadi, lebih bertambah mesum dibanding situasi lokalisasi pelacuran ‘Kramat Tunggak’ tahun 90-an. Sejarah mencatat. Letjen (Purn) Dr (HC) H. Sutiyoso, dialah Gubernur DKI Jakarta yang menorehkan tinta SK merevolusi imej Jakarta --dalam kepustakaan pelacuran dunia-- identik lokalisasi prostitusi Kramat Tunggak. Setidaknya, Sutiyoso menginspirasi dan memotivasi Surabaya (Jawa Timur) sebagai kota terbesar nomer dua setelah Jakarta di tanah air, yang tak kunjung gerah memelihara lokalisasi Dolly, Moroseneng, Kremil, dan Bangunsari. Begitulah, selembar dari setumpuk rekaman karier pensiunan perwira tinggi berbintang tiga ini. Sepuluh tahun memimpin Jakarta cukup representatif. Karenanya, mafum, kalau Sutiyoso bergeming menyaksikan euforia Jokowi-Ahok me-ngawali memimpin Jakarta. Dan, ia pasti mengernyitkan dahi mencermati dinamika politik Jakarta. Cuma, kali ini, Sutiyoso tidak terdengar bersuara. Ia seperti sengaja ‘diam’ sejak Fauzi Bowo dikalahkan Jokowi di putaran pertama. “Kita lihat aja perkembangannya,” kata Sutiyoso, saat itu.. Kini, Jakarta yang pernah ia pimpin, masuk bulan pertama resmi dipegang mantan Walikota Solo, Jokowi. Gebrakannya kontroversi. Memang, selama dua periode menjabat Gubernur DKI Jakarta --6 Oktober 1997 sampai 7 Oktober 2007--, sang purnawirawan jenderal bintang tiga ini juga sarat produk kebijakan kontroversi. Sepintas, tak mau kalah dengan prestasi gubernur pendahulunya, Ali Sadikin. Proyek angkutan umumbusway, contohnya, ia teguh meski ditentang banyak pihak. Pasalnya, busway butuh jalur khusus dan menyita sebagian jalan. Malah melajunya bisa lebih cepat


dari mobil pribadi menteri atau pejabat tinggi negara lainnya. Toh, tekadnya mewujudkan kebijakan itu tidak sia-sia. Meski pun melewati proses berliku dan melawan arus. Alhasil, kini ratusan ribu penggerak ekonomi Jakarta yang bekerja di gedung-gedung bertingkat, maupun kantor-kantor sepanjang jantung kota Jakarta, bisa tersipu-sipu. Karyawatikaryawati berparas cantik tidak lagi senantiasa berkeringat dan berebut naik bus Metromini atau Kopaja. Pun berdesakkan dan berhimpitan dengan penumpang pria. Dan, wajar, nama Bang Yos --sebutan populer Sutiyoso-- akhirnya cukup lekat di hati warga Jakarta, yang terbiasa naik busway. Tak pelak, Bang Yos bak ‘memerdekakan’ jutaan kaum perempuan cantik sebagai ‘tulang punggung’ ekonomi Jakarta dari tirani alat transportasi mencari nafkah. Sebelumnya, sepanjang hari, mereka berjubel di bus

Jokowi bisa berprestasi lebih. Sang jenderal ini kian menapaki ‘senja’. Tapi, ia masih terus buktikan jiwa prajurit ‘tak lengkang oleh waktu’. Sejak 7 Oktober 2007, melepas kursi gubernur DKI, suami Setyorini ini bak enjoy dengan tamsil, “Aku ingin hidup seribu tahun lagi”. Faktanya, ia pun maju Calon Presiden Indonesia independen pada Pilpres 2009. Sebagai alumni Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang 1968, kendati tekadnya maju sebagai Capres itu tidak mulus, lagi-lagi naluri terjun di dunia politik di negeri ini tidak ‘patah arah’. Ia lantas gabung Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP Indonesia). Alhasil, Kongres III PKP Indonesia, 10-14 April 2010, di Jakarta, memilihnya secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN). Praktis, Sutiyoso menggantikan Meutia Hatta, yang menjabat Ketua Umum DPN PKP Indonesia periode 2008-2010. Beruntung, partainya masuk 16 parpol yang lolos verivikasi administrasi KPU tahap dua. Sejak memilih jalur politisi, putera Semarang ini tergolong politisi senior yang tidak mudah

Merealisasi proyek angkutan umum busway, Sutiyoso kekeuh meski ditentang banyak pihak. Pasalnya, busway butuh jalur khusus dan menyita sebagian jalan. Toh, tekadnya mewujudkan kebijakan itu tidak sia-sia. Meski pun melewati proses berliku dan alot.

tik kan dijaga Undang Undang. Alasan penyederhanaan jangan dikarang-karang, sehingga menrugikan partai kecil non parlemen. Kita diverifikasi, kenapa yang di parlemen tidak diverifikasi,” demikian Bang Yos pada LENSA. Wajar, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional PKP Indonesia ini, galau. LENSA mencermati, memang ada yang coba-coba ‘bermain’ di proses verifikasi administrasi partai politik peserta Pemilu 2014. Faktanya, 18 dari 34 parpol tumbang tak lolos. Buntutnya heboh, KPU ‘diserbu’ parpol yang tak lolos itu. Bagaimana Bawaslu?

kota yang identik ‘melecehkan’ harkat keperempuanan mereka. Mengingatkan lirik lagu mendiang Franky Sahelatua; /Bus kota miring ke kiri.../ Tidak cuma itu. Menjelang jabatannya berakhir, purnawirawan bintang tiga ini masih sempat bikin gebrakan kontroversi lagi. Tepatnya, 17 Januari 2007, ia mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2007 tentang peniadaan semua ternak unggas di permukiman. Kini, perkembangan Jakarta yang berlomba dengan problem banjir, kemacetan, sungai alih fungsi jadi bak sampah, carut marut pemukiman padat, tak bisa lagi disentuh ketegasan dan keberanian ayah dua anak; Yessy Riana Dilliyanti dan Renny Yosnita Ariyanti ini. Warga Jakarta pun berharap

tergoda iming-iming ‘kursi empuk’ di partai-partai besar. Kendati pun partai besutan Jenderal (Purn.) Edi Sudradjat ini bukan partai pemenang pemilu, Sutiyoso tetap setia. Kekeuh. Sutiyoso galau mencermati adanya upaya menghabisi partai-partai kecil, tidak elegan. Sutiyoso tidak merinci yang dimaksud tidak elegan apa identik dengan produk perubahan Undang Undang Pemilu terkait ketetapan ambang batas parlemen atau parlementary thresold yang didasarkan Pasal 202 UU Nomor 10 tahun 2008. Dalam perubahannya yang diketok di DPR RI April 2012, dari 2,5 persen ditetapkan menjadi 3,5 persen untuk nasional. Menggunakan metode konversi suara kuota murni, dan alokasi kursi per daerah pemilihan untuk DPR 3-10 kursi, sedang untuk DPRD 3-12 kursi. Bang Yos tak masalah jika parpol disedikitkan, asal dengan cara yang bijak. “Jangan membunuh parpol kecil. Hak berpoli-

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

19


GENERAL REPORT Ari Purwanto|Ichsan|Joko ih|FOTO. Istimewa

S

iang itu, purnawirawan jenderal bintang tiga ini melangkah masih terlihat gesit. Saat berbicara pun, ia masih terkesan tegas. Kalimat-kalimatnya ringkas, padat, gamblang. Sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKP-I), ide-ide Bang Yos juga masih terkesan aktual, berani, konsisten, dan visioner. Memang, sepintas tak menyangka purnawirawan jenderal bintang tiga senior ini, 6 Desember nanti berultah 68 tahun. Sebutan Bang Yos yang masih terus melekat, seakan menjadi spirit menampik disebut ‘tua’. Praktis, ia genap lima tahun lebih senior dari usia Presiden SBY, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Dan, persis lima tahun selisih karier militernya dibanding SBY, yang lulusan angkatan 1973. Bang Yos lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang 1968. Begitu pula dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto. Selain karier milier Sutiyoso lebih senior 6 tahun, usia malah selisih 7 tahun. Prabowo lulusan AMN tahun 1974 itu, 17 Oktober nanti tepat 61 tahun. Walau umur paling senior dibanding para purnawirawan jenderal pengendali partaipartai besar di tanah air, rupanya tidak menyurutkan semangat Bang Yos mengawal perjalanan politik demokrasi di Indonesia. Faktanya, ia bergeming ketika para politisi

20lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Awas, Politisi Kutu Loncat! di negeri ini saling kalkulasi kursi wakil rakyat di Senayan bak bursa industri. Fenomena kutu loncat politik sempat mencuat hangat dan ‘seksi’. Pemantiknya, sikap Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mengisyaratkan ada 37 anggota DPR RI Senayan, yang vokal dari lintas fraksi siap pindah ‘gerbong’ ke partai besutan Surya Paloh, yang di-support bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. Apakah itu sekadar strategi marketing politik Nasdem, untuk melesatkan nilai tawar, jawabannya bisa ya, bisa tidak. Bang Yos sepertinya prihatin kondisi itu. Pasalnya, kalau ada kader partai politik ‘lompat pagar’ dari partai besar ke partai ke kecil, artinya kader tersebut punya idealisme perjuangan. “Seperti contohnya, ada beberapa yang loncat ke partai saya. Mereka punya idealisme perjuangan,” kata Bang Yos pada LENSA. Namun demikian, Bang Yos ogah membeberkan siapa saja kader yang ia tahu ‘lompat pagar’. Ia cuma membenarkan bahwa kader-kader itu berasal dari partai-partai besar yang saat ini menghuni Gedung ‘Parlemen’ Senayan. Tidak cukup itu. Malahan, sudah jadi gunjingan bahwa lobi-lobi yang berkembang, ternyata kader-kader dari partai kecil pun ada yang ikutikutan. Praktis, yang begini lebih pas disebut politisi ‘kutu loncat’. Orientasinya, tentu semata-mata ambisi untuk bisa masuk ke lingkaran kekuasaan. Apa kata Bang Yos soal satu ini? “Itu berarti kader opportunis,” tegas mantan Pangdam Jaya ini. Bagaimana PKPI mengukur idealisme seseorang? “Harus dilihat motivasinya. Masuk partai kan tujuannya bukan kekuasan. Namun yang terjadi

“Jangan membunuh parpol kecil. Hak berpolitik kan dijaga Undang-undang,” sekarang kan berubah. Orang masuk partai demi kepentingan golongannya,” tandas Bang Yos. Apa salah? “Mindset seperti itu yang harus kita ubah. Orientasinya harus memperjuangkan kepentingan lebih besar. Jangan opportunis. Mau berjuang, tapi tidak mau kehilangan apa-apa,” sambung Bang Yos. Fenomena kutu loncat politik jarang ditemui di negara demokrasi maju. Bang Yos mencermati karena sistem politiknya akuntabel, smart, ada sanksi terhadap kader yang ingin pindah partai. Bahkan, seseorang kader yang akan pindah partai harus menjalani sidang di depan kader dan simpatisan partai. Hal lain yang tak kalah berpengaruh, di negara demokrasi maju, partai politiknya sedikit. Sehingga, kader suatu partai akan malu jika harus pindah ke partai pesaingnya. Bang Yos sendiri menyoroti hal terakhir. Baginya tak masalah jika parpol disedikitkan, asal dengan cara elegan. “Jangan membunuh parpol kecil. Hak berpolitik kan dijaga Undang-undang,” kata Bang Yos, lagi.


REFLEKSI

REPORT Ari Purwanto|FOTO: Riset

Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat

Jangan

Khianati

Bangsa

Ini!

Nov-Des 2012

indonesia lensaindonesia

21


REFLEKSI

Beberapa hari yang lalu teman-teman saya menghadiahi saya beberapa buku filsafat. Salah satu dari buku-buku itu adalah tulisan saudara Setyo Wibowo yang mengulas pikiran filsuf Yunani yang bernama Platon tentang keberanian. Di salah satu halaman dari buku itu saya menemukan istilah “eristik” yang artinya menunjuk pada sebuah diskusi atau perdebatan yang dilakukan melulu untuk kenikmatan berdebat itu sendiri. Apa yang ditulis oleh saudara Setyo Wibowo kiranya pas sekali untuk memotret keadaan kita sekarang ini.

Demokrasi Nikmat Berdebat

D

i dalam negara demokrasi setengah matang seperti Indonesia sekarang ini, hampir setiap hari kita menyaksikan debat publik mengenai banyak hal di televisi dan koran-koran yang sebagian besar hanya dilakukan untuk perdebatan itu sendiri. Perdebatan seringkali hanya menjadi sebuah arena untuk saling membantah tanpa henti dan menghasilkan “bunyi-bunyian” yang sama sekali terlepas dari kebiasaan bertindak mereka yang terlibat dalam debat.

22lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Mutu perdebatan juga seringkali tidak mendidik masyarakat. Perdebatan seringkali ha-nya menjadi forum untuk saling memukul dan jauh dari kearifan untuk mencari solusi dan kebenaran. Mudah-mudahan diskusi hari ini, yang dihadiri oleh adik-adik pewaris masa depan bangsa, dapat terhindar dari sindrom “erestik” tadi. Marilah kita upayakan agar kita dapat keluar dari kemelut yang ditimbulkan oleh demokrasi setengah matang sekarang ini; dan menuju ke arah demokrasi yang matang, demokrasi yang didukung oleh “arete” atau keutamaan para pengembannya.

NEGARA PANCASILA Term of Reference diskusi yang saya terima bersama-sama dengan undangan untuk menjadi salah satu narasumber dalam diskusi hari ini, dengan cukup jelas mengatakan bahwa NKRI adalah negara yang dibentuk dengan sengaja oleh bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia lahir lebih dulu, baru kemudian NKRI. Bangsa Indonesia dengan sengaja membentuk NKRI untuk (1) melindungi segenap bangsa dan


tumpah darah Indonesia, (2) memajukan kesejahteraan umum, (3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan (4) ikut serta melaksanakan ketertiban dunia. Negara terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila untuk mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semuanya dengan gamblang dapat kita baca dalam Pembukaan UUD 1945. Yang perlu ditegaskan di sini adalah, NKRI yang dibentuk oleh bangsa Indonesia itu adalah bukan negara yang dibentuk tanpa tujuan. NKRI tidak dibentuk begitu saja yang tujuannya diserahkan kepada penyelenggara kekuasaan negara yang terpilih; atau dengan kata lain, penyelenggara kekuasaan negara tidak dipilih dengan “mandat kosong” untuk dengan semaunya menentukan arah kemudi negara. Dalam konstruksi pikiran Pembukaan UUD 1945, Pancasila adalah dasar negara yang menjadi pokok kaidah fundamental negara dan menjadi norma tertinggi dalam hirarkhi sistem norma hukum negara Republik Indonesia. Pancasila merupakan norma dasar yang menciptakan semua norma-norma yang lebih rendah dalam sistem norma hukum. Pancasila seharusnya juga menentukan berlaku atau tidaknya norma-norma hukum yang ada di bawahnya itu. Dalam konstruksi pikiran Pembukaan UUD 1945 itu Pancasila diwujudkan melalui pembuatan dan pelaksanaan kebijakan negara (konstitusi, undangundang negara, peraturan pemerintah, dan seterusnya) serta terungkap dalam praktek dan kebiasaan bertindak para penyelenggara kekuasaan negara, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Dari pokok-pokok pikiran ini, ada

dua hal yang perlu digarisbawahi di sini tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila terwujud dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia, yaitu Negara Pancasila akan terwujud apabila kebijakan negara (konstitusi, undang-undang negara, peraturan-peraturan pemerintah, dan seterusnya) yang diterbitkan sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; dan Praktik-praktik dan kebiasaan bertindak penyelenggara kekuasaan negara menjalankan dengan benar semua kebijakan negara yang sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila tersebut Memang benar kalau perwujudan Pancasila itu akan menjadi lebih sempurna kalau didukung oleh moral individu-individu warga negara yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Tetapi yang harus selalu diingat adalah bahwa yang primer Pancasila itu adalah dasar negara, Pancasila adalah “moral negara” yang seharusnya mengatur perilaku negara. Kalau Pancasila juga dikehendaki menjadi “kaidah moral individual” tiap-tiap warga negara itu sifatnya sekunder. Pertamatama perhatian kita haruslah ditujukan kepada yang primer, baru kemudian kepada yang sekunder. Kritik kita pun pertama-tama haruslah ditujukan kepada yang primer, bukan kepada yang sekunder. Ilustrasi berikut dengan sederhana dapat memberikan gambaran mengapa perhatian kita pertama-tama harus kita tujukan kepada yang primer, bukan kepada yang sekunder: Kalau anak saya tidak mengerti patriotisme, sebagai seorang prajurit hati saya memang sangat sedih; tetapi bangsa ini tidak akan runtuh hanya karena ketidakmengertian anak saya. Tetapi kalau yang tidak mengerti patriotisme adalah negara maka dampaknya kepada nasib bangsa akan memilukan. Bangsa ini akan menjadi budak dan bulan-bulanan bangsa-bangsa

Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu sangat aktif ikut bediskusi kenegaraan dengan masyarakat

lain di tengah-tengah arus globalisasi yang mendera. Pertanyaan berikutnya yang kemudian muncul adalah: Lalu di mana posisi dan kewajiban warga negara dalam mewujudkan Pancasila? Kewajiban pokoknya adalah menjalankan kebijakan negara yang berupa peraturan-peraturan negara. Apabila seorang warga negara dengan benar sudah menjalankan peraturan-negara yang benar, yaitu peraturan-peraturan negara yang memang sudah sesuai dengan Pancasila, maka dengan melaksanakan peraturan-peraturan itu warga negara tersebut dengan sendirinya sudah melaksanakan Pancasila. Persoalan baru timbul ketika warga negara tersebut harus melaksanakan pe-raturan-peraturan negara yang tidak benar, yaitu peraturan-peraturan negara yang tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Kalau ia tetap melaksanakan peraturan-peraturan negara yang bertentangan dengan Pancasila tersebut sama artinya dengan ikut mengubur Pancasila. Tetapi, kalau ia tidak melaksanakan atau bahkan melawan peraturan-peraturan yang bertentangan dengan Pancasila tersebut sama artinya dengan menjadi warga negara yang tidak baik. Dihadapkan pada persoalan seperti ini, seorang warga negara yang kritis akan menghadapi dilema. Manakah yang harus diturut? Menjadi warga negara yang baik tapi ikut mengkhianati Pancasila ataukah menjadi pemeluk teguh Pancasila tapi menjadi warga negara yang tidak baik. Jawaban atas “teka-teki” ini saya serahkan kepada saudara-saudara di sini. KARAKTER NEGARA PANCASILA Kalau seseorang harus mengambil keputusan dalam situasi sulit atau meng-hadapi dilema seperti warga negara yang harus memilih “tetap menjadi Pancasilais tapi

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

23


REFLEKSI kan adalah bagaimana meringankan beban rakyat meskipun ada risiko yang besar yang harus dihadapi pemerintah. Pemerintah jangan melulu mencari jalan mudah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan negara dan membebankan bagian yang terberat kepada rakyatnya.

Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu ketika masih aktif di TNI

melawan peraturan negara ataukah tetap menjalankan peraturan negara yang bertentangan dengan Pancasila,� maka pilihannya itu sangat ditentukan pertamatama oleh karakter yang dimiliki oleh orang tersebut, bukan oleh pengetahuan atau keahlian teknisnya. Demikian juga negara. Kalau suatu negara harus mengambil keputusan dalam situasi sulit atau situasi dilematis maka pilihan keputusannya juga sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki oleh negara tersebut. Negara dapat memilih jalan yang gampang bagi pemerintah tapi menyulitkan masyarakat atau sebagian masyarakat; dan negara juga dapat memilih jalan yang sulit dan terjal yang harus dilalui pemerintah tapi dirasakan adil dan menenangkan masyarakat. Apakah negara akan memangkas subsidi BBM untuk merespons melambungnya harga minyak dunia dan meminta rakyatnya untuk “sedikit menderita� atau negara akan mencari jalan lain yang sulit dan mungkin juga membahayakan dirinya untuk mempertahankan kesejahteraan rakyatnya. Keputusan akhirnya sangat ditentukan oleh karakter negara saat ini, bukan semata-mata atas hitungan angkaangka di atas kertas. Seorang kapten kapal, ketika melihat kapalnya dalam keadaan bahaya dan mulai tenggelam, yang harus dipikirkan lebih dulu adalah keselamatan penum-pang, baru kenudian keselamatan crew, dan yang terakhir keselamatan dirinya. Ketika kapal berada dalam keadaan sulit, seorang kapten kapal tidak pernah menghitung-hitung untung-rugi untuk keselamatan penumpang-penumpangnya. Sebagai orang terakhir yang keluar dari kapal, mungkin ia akan menghadapi bahaya yang lebih besar dari lainnya. Etos kerja seorang kapten kapal inilah yang seharusnya menjadi etos kerja negara. Ketika negara harus mengambil keputusan dalam situasi sulit atau situasi dilematis, yang pertama kali harus dipikir-

24lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Di depan, sudah saya katakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara haruslah mengatur “moral negara,� mengatur perilaku negara; dan oleh karenanya haruslah tercermin dalam karakter negara. Dalam praktek seharihari, karakter negara akan terungkap pada semangat dan kebiasaan bertindak penyelenggara kekuasaan negara dalam membuat dan melaksanakan peraturan perundangundangan negara. Kalau semangat dan kebiasaan bertindak sehari-hari penyelenggara kekuasaan negara

adalah semangat dan kebiasaan bertindak untuk memanfaatkan negara sebagai alat untuk memperkaya diri dan memupuk kekuasaan kelompoknya sendiri, seperti yang hampir tiap hari diungkap televisi dan mediamassa lainnya, jelas itu tidak mencerminkan karakter negara Pancasila, Rakyat menyangsikan kejujuran negara. Kalau penyelenggara kekuasaan negara juga selalu mencari jalan mudah bagi dirinya sendiri dan membebankan yang berat kepada rakyat, itu pun tidak mencerminkan karakter negara Pancasila. Rakyat menyangsikan ketabahan dan keuletan negara dalam menghadapi kesulitan-kesulitan. Rakyat juga menyangsikan keberanian negara untuk selalu setia


kepada Pancasila dan konstitusi negara dalam menghadapi tekanan-tekanan politik domestik maupun global. Karena rakyat hanya melihat dan merasakan kehadiran negara dari apa yang dikerjakan oleh pemerintah dan penyelenggara kekuasaan negara lainnya, maka rakyat pun bisa sampai pada ke-simpulan: negara tidak lagi memiliki karakter. Di bawah tekanan globalisasi sekarang ini, lebih-lebih dengan keterpurukan perekonomian Indonesia dalam krisis moneter 1997-98, sangat sulit bagi negara untuk menegakkan kedaulatannya. Para penyelenggara kekuasaan negara nampaknya sudah tidak sanggup lagi untuk mengoperasikan Pancasila dalam pembuatan maupun pelaksanaan peraturan perun-

dang-undangan. Pembuatan kebijakan negara sekarang ini lebih merujuk pada keinginan dan tekanan Dana Moneter Internasional (IMF) serta negara-negara adidaya; dan pelaksanaan-nya mengikuti keinginan dan kepentingan kelompok-kelompok dominan dalam kekuasaan negara. Dan sekarang, meskipun reformasi sudah berlangsung lebih dari tiga belas tahun, Indonesia masih belum dapat mewujudkan kedaulatannya. Hanya negara yang mempunyai karakter yang dapat menyelesaikan persoalan-persoalan seperti ini. Untuk membangun karakter negara Pancasila, paling tidak ada dua jalan yang dapat ditempuh. Pertama, dengan mengajukan “permohonan� kepada para penyelenggara kekuasaan negara untuk dengan sukarela mengubah dan mem-

bangun inner qualities atau standar-standar moral yang tinggi dalam menjalankan tugas-tugasnya serta menghindari kebiasaan bertindak yang memperalat atau memanipulasi negara untuk kepentingannya sendiri. Kedua, dapat dilakukan dengan mengerahkan kekuatan masyarakat untuk melakukan kontrol terhadap pembuatan dan pelaksanaan peraturan perundangundangan yang baru serta meninjau kembali peraturan perundang-undangan yang sudah diberlakukan tetapi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Apabila negara bekerja di bawah pengawasan ketat rakyatnya, ini akan mendorong negara untuk memperbaiki dan mengembangkan inner qualities-nya, mengikuti dinamika yang ada dalam masyarakat. Karakter negara akan terbangun ketika kontrol masyarakat berhasil “memaksa� penyelenggara kekuasaan negara mengubah dan mengembangkan inner qualities-nya. Penutup Sebagai penutup saya ingin menegaskan bahwa membangun karakter negara adalah bagian dari membangun diri kita sendiri; dan oleh karenanya membangun karakter negara adalah menjadi tugas kita semuanya. Founding Fathers negara kita telah dengan susah payah membidani lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan sekarang menjadi tugas kita untuk merawatnya. Suatu bangsa akan menjadi besar dan kuat bukan oleh bangsa lain, demikian juga lemah dan hancurnya juga bukan oleh bangsa lain, melainkan oleh bangsa itu sendiri. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk ikut-ikut urun rembug.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

25


ENERGY

Dua Tahun, Rp 21,69 T ‘Diembat’ si Jiran

Oh, Nasib Timah ‘Laskar Pelangi’ S

iang itu, terik matahari di Desa Mentawak, mulai menyengat. Mendadak, warga desa di Kecamatan Kepala Kamping, Belitung Timur ini, digemparkan kabar Lima orang penambang, tewas memilukan. Kelima korban itu buruh tambang bijih timah. Mereka terkubur hidup-hidup, akibat tertimpa reruntuhan tanah. Tepatnya, Minggu (14/10) Pukul 11.00 WIB. Saat itu, para korban menambang timah dalam lubang galian tambang sedalam sekitar 17 meter. Tragedi pilu buruh tambang di Kepulauan Bangka Belitung ini, kini masih terus terngiang di ingatan masyarakat di Desa Mentawak, yang sejak era reformasi, ramairamai beralih profesi dari petani lahan pertanian jadi buruh tambang. Para buruh naas itu, Ahmad (50), Saswi (36) Taruna (36), Ambo (28), dan Solah (23). “Aku selalu ingat anak aku di situ,” ungkap Supiana (55), seperti sulit melupakan peristiwa mengenaskan yang menimpa anak kandungnya, almarhum Saswi.

26lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Ironis. Kepulauan Bangka Belitung yang dikenal ‘ladang dollar’ pertambangan timah sejak zaman kolonial Belanda, kini belum bisa dinikmati rakyatnya. Almarhum Saswi dan puluhan ribu petani lain di kepulauan ini, hidup masih pas-pasan dengan mengandalkan nafkah sebagai buruh tambang perusahaan-perusahaan swasta. Bangka Belitung lagi-lagi mencengangkan. Awal Oktober lalu, mencuat kabar dugaan ‘penjarahan’ bijih timah besar-besaran oleh negara tetangga, Malaysia. Sinyalemen itu berdasarkan data ITRI (International Technologi Research Institute). Hasil survei ITRI menyebut, tahun 20082010, Malaysia menghasilkan logam timah sebanyak 128.000 ton. Dalam kurun waktu itu, produksi timah Malaysia hanya tercatat 7.490 ton. “Kami menduga kuat negara jiran itu menjarah asset Indonesia melalui aktivitas penambangan ilegal bijih timah di Bangka Belitung,” tegas Ketua Ikatan karyawan PT Timah (Persero) Tbk (IKT), Wirtsa Firdaus saat ditemui LENSA, Senin (1/10) di Jakarta. Artinya, dari data ITRI diindikasikan ada

logam timah 120.532 ton yang bahan bakunya (bijih timah/tin ore) dari Indonesia. Diasumsikan harga rata-rata US$20.000 per metric ton dengan kurs Rp 9.000 per dolar AS, praktis jumlahnya setara Rp 21,696 triliun. Alasan itu, saat peringatan Hari Kesaktian pancasila 1 Oktber lalu, puluhan karyawan PT Timah melakukan aksi damai di Taman Proklamasi, Jakarta. Ini wujud keprihatinan atas berbagai bentuk aksi penjarahan timah. “Aksi ini sekaligus perlawanan terhadap berbagai bentuk praktik illegal mining di Bangka Belitung, yang diduga dibekingi pemodal dari Malaysia,” kata Firdaus. Jika kurun waktu 2008-2010, aset NKRI yang dijarah senilai Rp 21,696 triliun, wajar, muncul pertanyaan bagaimana nilai ‘penjarahan’ tahun 2011 sampai sekarang.


BUKAN BARU, BRO! Keniscayaan ‘penjarahan’ asset NKRI ini, sebenarnya bukan baru (Bro!). Malah, ekspor timah ilegal alias ‘curicuri’ di Bangka Belitung (Babel), diduga jumlahnya jauh lebih besar dari yang ‘diembat’ Malaysia. Masalah ini juga sudah jadi rahasia umum di kalangan anggota dewan di DPR RI Senayan. Penelusuri LENSA di Bangka Belitung, terkesan penambangan ilegal itu seperti ada pembiaran. Disebut-sebut penambangan bijih timah ilegal di Babel per tahun mencapai 60 ribu ton. Jumlah ini tidak banyak selisih dengan jumlah produksi penambangan ilegal sebesar 71.610 ribu ton per tahun. Hasilnya, dipastikan tak masuk ke kas negara, baik dalam bentuk royalti maupun pajak.Timah diproduksi aktivitas penambangan ilegal itu dipasarkan ke sejumlah negara. Selain Malaysia, juga ke Thailand, Singapura, dan Cina. Marwan Batubara, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI

periode 2004-2009 dari DKI, jauh-jauh hari mengungkap, ada sejumlah masalah yang mestinya segera ada solusi. Adanya kejadian itu, fakta bahwa kebijakan nasional belum optimal, peraturan yang bermasalah, penegakan hukum tidak konsisten, KKN berbagai oknum, pencurian, penyeludupan. “Terjadi perusakan lingkungan, dominasi asing dan pemilik modal, serta kemiskinan dan ketertinggalan masyarakat,” demikian catatan Marwan. Kerugian negara, memang semakin meluas. Produksi timah nasional diduga sejak awal tahun 2000-an setiap tahun diselundupkan 40 persen. Royalty --2% harga jual timah-- mestinya masuk kas negara per tahun sekitar US$ 9,5 juta, raib. Belum lagi pajak yang tidak dibayar jumlahnya jauh lebih besar. Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Sukrisno saat dikonfirmasi LENSA soal ‘penjarahan itu, terkesan ‘abu-abu’. “Kalau bilang penjarahan memang tidak bisa dibuktikan. Tapi kalau lihat ekspor dari pihak-pihak tertentu, itu bisa,” katanya. REPORT Lysistrata Fitria H|FOTO. Riset


ENERGY

Timah Bangka Belitung

‘PERAWAN DI SARANG PENYAMUN’ P

ersis tamsil, ‘Perawan di Sarang Penyamun”. Begitu sekilas suasana pertambangam timah di kepulauan Bangka Belitung. ‘Penjarahan’ diduga terjadi bertahun-tahun sejak larangan ekspor biji timah dikeluarkan 31 Januari 2002. Malah, bukan cuma negeri jiran yang jadi penadah. Naif lagi, smelter Singapura –negara yang tidak punya tambang timah– malah mampu memroduksi timah batangan per tahun sedikitnya 25.000 ton.Memilukan, sepertinya. Asset NKRI bak tumpeng ‘pesta penyamun’. Thailand pun disebut-sebut ikut jadi ‘penadah’. Menurut data yang diterima LICOM di Bangka Belitung, potensi tambang timah Thailand nyaris sama dengan Malaysia. Tapi, smelter Thailand bisa memproduksi batangan timah sedikitnya 35.000 ton/tahun. Berdasarkan data Commodity Research Unit (CRU), sejak tahun 2000-2008 timah Indonesia yang masuk pasar internasional tanpa dilaporkan secara resmi, legal/

28lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

diseludupkan, mencapai 266.000 ton. Jika diasumsikan harga rata-rata timah tahun itu US$ 14,000/ton (kurs US$/Rp 12.000), maka kehilangan negara dari royalty yang besarnya hanya 2% dari harga jual, sudah mencapai Rp 1 triliun. Itu masih ditambah kerugian negara dari pajak (minimal 25% harga jual). Praktis, uang negara yang ‘raib’ lebih Rp 13 triliun! Kerugian yang tak kalah besar, sebagaimana diungkap Marwan Batubara , mantan anggota DPD DPR RI, hilangnya kesempatan seluruh lingkup kegiatan bisnis industri timah di dunia akibat penyeludupan itu. Masalah pun kompleks dan saling terkait. Buntutnya, hasil tambang timah menjadi tidak mendongkrak pendapatan negara dan untuk hajat hidup rakyat. Kalangan pemerhati tambang, mencemaskan total cadangan tambang timah di Babel tinggal sekitar 900.000 ton. Diperkirakan timah Indonesia ini hanya akan bertahan paling lama sampai 15 tahun lagi. Rupanya, semua itu akibat tambang timah di kepulauan yang populer dengan film ‘Laskar Pelangi’

ini, seperti dipaksa memburu pertumbuhan dan peningkatan pendapatan, tanpa penghematan. Alhasil, memberikan peluang bisnis terhadap para investor asing dan domestik. Penelusuran LENSA di lapangan, sejumlah nama-nama cukong dari Jakarta ikut menguasai tambang timah ilegal melalui konsorsium yang beranggotakan banyak perusahaan. Anggota DPR RI, Airlangga Hartanto dari fraksi Golkar, pernah menyebut ada 6.507 usaha pengelolaan timah di Bangka dan Belitung. Dari jumlah itu, 199 pertambangan dilengkapi izin, sisanya 6.308 usaha ilegal. Akibat usaha pertambangan ilegal bak cendawan di musim hujan, banyak lahan rusak. Bahkan, 30 persen luas hutan di provinsi Bangka Belitung, juga ikut memprihatinkan. Dampak lebih parah, terjadi pencemaran air, lahan tandus, abrasi pantai, dan kerusakan cagar alam.


KONSPIRASI ‘LINGKARAN SETAN’

& OKNUM PEJABAT

Dirut PT Timah, Sukrisno (dua dari kiri) saat resmikan Kapal Bor Geotin 3

Kesemrawutan, rupanya, muncul sejak berlaku otonomi daerah mulai awal reformasi. Karena Bupati punya otoritas memberi izin usaha pertambangan (IUP), praktis penambangan dan pemasaran timah ilegal bermunculan. Buntutnya, lokasi pertambangan PT Timah yang dianggap tidak ekonomis, oleh pemerintah setempat dialihkan ke kontraktor lokal, PT Tambang Karya. SAHAM PT TIMAH Kontraktor pertambangan lokal di Bangka Belitung, seakan berlomba ‘mendulang’ peluang. PT Timah milik kementerian BUMN, semakin terdesak. Kini, sahamnya tinggal 65 persen, dan 35 persen harus dilepas ke swasta. Saham pemerintah ini bisa akan terus menyusut bila kontrol kementerian BUMN melemah. Geliat PT Timah mengelola asset negara tak lagi seleluasa Orde Baru, yang semua izin ditentukan pusat. Apalagi, pengusaha swasta mengantongi izin usaha-usaha pertambangan. Ditambah lagi punya izin smelter, yang dapat melakukan peleburan (bijih timah) dan pemurnian (timah batangan).Itu pun masih dilengkapi izin ekspor. Sehingga, keuntungan swasta, bisa seratus persen dikantongi swasta. Dengan begitu, status kepemilikan PT Timah (Persero) Tbk, antara swasta dan BUMN nyaris tidak ada beda. Ini identik tidak ada lagi perlindungan terhadap aset negara. Ketua Ikatan Karyawan Timah (IKT), Wirtsa Firdaus, galau melihat maraknya kasus penambangan ilegal yang semakin ‘ngawur’. Misal, tidak segan-segan merambah wilayah Ijin Usaha Pertambangan (IUP)milik PT Timah. “Kami menduga dibekingi pemodal dari Malaysia dan Singapura,” kata Firdaus. Praktik illegal mining itu seperti pantauan LENSA, berlangsung terangterangan. Karenanya, sudah jadi rahasia umum, praktik-praktik ini dibekingi orang-orang penting di provinsi tempat Wakil Gubernur Ahok pernah maju Cagub, namun tak berhasil. REPORT Lysistrata Fitria H|FOTO Lysistrata

P

ertambangan timah di Bangka Belitung (Babel), ternyata bak ‘labirin’, masih diliputi ‘lingkaran setan’. Berdampak sosial jangka panjang. Belum lagi, masalah kemiskinan dan kecemburuan sosial di sekitar wilayah pertambangan seperti terpelihara. Faktanya, masyarakat Babel di sana-sini masih mengeluhkan kebutuhan dasar lantaran perekonomiannya masih pas-pasan. Penelusuran LENSA di Balbel, pendapatan aktivitas para penambang yang dilin-ungi regulasi TI (Tambang Inkonvensional berlimpah. Namun, sudah jadi rahasia umum, prosesi penambangan belum terkontrol secara optimal. Buntutnya, penyelundupan timah melalui aktivitas penambangan rakyat TI itu, seperti tidak terkontrol. Diakui banyak pihak, seakan sengaja ada pembiaran. Apalagi, Obral pemberian ijin tambang inkonvesional (TI) di Babel, seolah-olahmemberi kelonggaran ‘penadah’ asing ‘memboyong’ timah secara ilegal lebih besar lagi. Ujung-ujungnya, dipastikan pendapatan negara dan daerah berkurang. Penambang TI di Babel terkesan euforia setelah UU Otonomi Daerah disahkan, dan Keputusan Menperindag No. 146/MPP/ Kep/4/1999 tertanggal 22 April 1999. Isinya, menyatakan timah dikategorikan sebagai barang bebas. Pemberian regulasi TI, seperti pantauan LENSA, sepintas memang seakan-akan mendukung usaha pertambangan BUMN, PT Timah dan PT Kobatin. Sehingga, kedua perusahaan ini tidak perlu membuka area penambangan baru. Realita di lapangan, aktivitas tambang inkonvensional (TI) merebak di berbagai tempat. Broker-broker ‘Penadah’ ilegal yang didanai negeri tetangga, senantiasa merangsang penambang TI untuk saling berlomba mengenjot hasil dari aktivitas penambangan. Kemudian, ‘setor’ kepada mereka. Tentu, kondisi ini semakin mengundang kekhawatiran akan semakin memperburuk ketersediaan logam timah di Balbel.Awalnya, sebagaimana informasi yang dihimpun LENSA, penambang TI sebagai mitra PT Timah masih menjual seluruh hasil tambang timahnya ke PT Timah. Gara-gara selalu datang godaan dari pembeli ‘siluman’ dari negara tetangga, bahwa harga lebih tinggi, akibatnya penjualan timah penambang TI ke PT Timah, terus menurun.

Ironis lagi, juga seperti ada ‘pembiaraan’ terkait penambangan dilakukan di semua tempat. Akibatnya, lingkungan wilayah Babel, termasuk daerah hutan banyak yang rusak.Praktik ilegal mining di Bangka Belitung ini, tidak hanya dilakukan para penambang. Dduga kuat juga melibatkan pejabat tinggi di Provinsi Itu. Anehnya, hingga kini tetap tidak terendus aparat penegak hukum. “Situasi tersebut, benar-benar membuat kami prihatin, pasalnya negara dan masyarakat Indonesia harus menanggung kerugian material sekaligus non material, terutama jika praktik ilegal mining tetap dibiarkan maka lingkungan di Bangka Belitung bakal semakin parah,” kata Wirtsa Firdaus, Ketua Ikatan karyawan PT Timah (Persero) Tbk kepada LENSA, pertengahan Oktober lalu. Mestinya, pemerintah pusat dan daerah serta BUMN bidang pertambangan timah segera berperan lebih besar. Jika ini dilakukan, dipastikan hasil penambangan masuk kas negara jelas meningkat. Alhasil, jumlah produksi timah Indonesia bisa menyamai, bahkan melampaui Cina. Indonesia merupakan negara produsen timah terbesar ke-2 di dunia, setelah Cina. Namun, Indonesia negara eksportir timah nomor satu di dunia, lebih dari 90% produksinya diekpor ke manca negara. Ini karena Cina mengonsumsi hampir seluruh produksinya untuk kebutuhan domestik. Cadangan timah di seluruh dunia diperkirakan 11 juta ton (US Geological Survey, 2009). Jika dikomparasikan dengan empat negara-negara penghasil timah terbesar di dunia, cadangan timah Indonesia paling sedikit. Negara dengan cadangan terbesar adalah Cina 3 juta ton, Brasil 2,5 juta ton, Peru 1 juta ton, dan Indonesia 0,9 juta ton. Sayangnya, pemerintah belum menyeimbangkan aspek-aspek pendapatan negara dan reservasi atau pengamanan cadangan. Penambangan produksi timah dilakukan hanya berdasarkan upaya untuk mengejar pertumbuhan dan peningkatan pendapatan. Kasus terkurasnya timah Balbel ke Malaysia sebagaimana data ITRI (International Technologi Research Institute), agaknya sulit dipungkiri. Jika timah masih terus diselundupkan ke luar negeri, niscaya negara tidak dapat royalti dan pajak. Kerugian lain pemerintah, yakni dana reklamasi dan pungutan lain yang diatur Perda, jelas tidak dibayar oleh penambang yang ‘setor’ hasil tambangnya tetangga secara ilegal. Keniscayaan sisi buruk Balbel.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

29


PROGRESS

WASPADA SIASAT ASING! Ancaman RPP Tembakau Reda

Kemelut pengesahan RPP Tembakau, mereda. Petani masih diliputi galau. Waspada siasat asing, DPR RI sebaiknya mendesak pemerintah merancang UU perlindungan dan budi daya tanaman tembakau. Mungkinkah?

30lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

H

ari-hari melewati paruh tahun ini, terik matahari tak lagi bersahabat dengan siklus musim. Ratusan petani di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sudah memanen, merajang dan menjemur daun tembakau hasil panenan. Mereka galau. Enam unit gudang milik pabrikan rokok masih tutup. Para petani terpaksa menjual tembakau rajang kering kepada para tengkulak. Abusiri (45), petani tembakau di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, yang memanen sendiri tembakau miliknya, ikut menjual daun tembakaunya secara borongan atau dikenal dengan istilah jual tebasan. Bedanya, Abusiri tidak melepas tembakaunya layaknya petani lain. Yakni, menjual borongan ke para tengkulak. Artinya, tengkulak memanen, sekaligus merajang dan

REPORT Khairul|Panji|Arief|FOTO. Riset

menjemur di atas lahan tembakau milik petani. “Menantu saya menjual borongan karena terdesak keperluan uang. Syukurlah, hasil penjualan masih di atas modal yang dikeluarkan,� jelas Abusiri saat ditemui LENSA di rumahnya. Abusiri tak melakukan seperti menantunya. Ia memanen sendiri, menggulung daun tembakau, lalu merajang dan kemudian menjemurnya usai subuh. Hasil penjemuran tembakau rajang yang sudah kering dijual di gudanggudang milik tengkulak yang tersebar di Desa Blumbungan, Desa Trasak, Desa Budagan, dan Desa Pademawu di Pamekasan. “Sepertinya para tengkulak tem-


Tidak cuma itu. Resiko paling memilukan, bila sampai terjadi gagal panen. Akibat faktor cuaca, atau serangan hama. Yang begini, gigit jari lagi. Realitas yang dialami petani tembakau Pamekasan ini, rupanya juga terjadi pada petani-petani tembakau di daerah lain di Jawa Timur, maupun Jawa Tengah, dan provinsi lain di tanah air. ANCAMAN RPP TEMBAKAU

merokok di tempat umum membahayakan perokok pasif

bakau mematok harga yang hampir seragam. Alhamdulillah, tembakau milik saya dihargai Rp 30 ribu per kilo,” ungkap Abusiri. Keniscayaan. Kerumitan petani tembakau, mendulum hajat hidup, memang tidak cuma menghadapi cengkeraman sindikasi bisnis tembakau. Alhasil, bagi petani yang punya lahan dan modal pas-pas, senantiasa diliputi galau. Petani tembakau seakan tidak bisa lepas dari kebiasaan hidup sarat spekulatif. Bila tak ada aral melintang, kebutuhan hajat hidup keluarga lancar-lancar, bisa bernasib seperti Abusiri. Sebaliknya, mereka akan mengambil jalan pintas melepas tembakaunya terhadap tengkulak jika mendadak ada persoalan keluarga yang butuh dana talangan, akibat terkena musibah sakit, atau musibah lain. Malah, tidak jarang di tengah menanti masa panen, mereka cari pinjaman dana --akibat musibah-- dengan jaminan tanaman tembakaunya. Saat panen pun terpaksa harus gigit jari.

Memilukan. Di tengah hidup bertani tembakau ‘turun temurun’ yang sarat galau, nyatanya tahun-tahun belakangan, bertambah lagi kegalauan yang tak kunjung pupus. Apalagi, kalau bukan soal pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintan (RPP) tentang Pengamanan Bahan mengandung zat adiktif berupa tembakau. Kendati polemik pengesahan RPP akhirakhir ini mereda, namun petani masih diliputi galau. Pasalnya, tidak tertutup kemungkinan, agenda pengesahan itu bergerilya ‘melenyapkan’ keberadaan petani tembakau. “RPP itu akan mematikan rokok kretek yang merupakan produk dalam negeri. Sebaliknya, menguntungkan asing karena memperbesar impor rokok putih produk luar,” demikian Sulis Sarif, legislator Partai Bulan Bintang di Pamekasan, mengritisi kepada LENSA. Lantaran di balik RPP dicurigai ada ‘tekanan’ kepentingan asing, tak ayal kalangan petani tembakau mencurigai agenda itu digulirkan ‘pelan tapi pasti’ menghabisi mereka. Kendati pun, Kaukus Parlemen Madura sudah tegas-tegas menolah RPP tembakau tersebut. “Kaukus Parlemen Madura sudah berkirim surat kepada gubernur dan pimpinan dewan provinsi untuk tetap menolak RPP yang bakal menyengsarakan ratusan ribu petani

penggunaan Smoking Area

dan pekerja rokok kretek,” tegas Suli, membela petani tembakau di Madura. Kaukus Parlemen Madura merupakan wadah anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD di 4 kabupaten se Madura. RPP Tembakau dinilai tidak memihak petani tembakau dan rakyat kecil yang bekerja di sektor industri tembakau dan cengkih dari hulu ke hilir. Data yang diperoleh LICOM, ada 6 juta petani dan buruh tani tembakau, 600 ribu buruh linting rokok. Total, ada 30,5 juta tenaga kerja di Indonesia terkait hidup tergantung keberlangsungan industri kretek lokal. Kesejahteraan jutaan jiwa dikhawatirkan bakal teramputasi akibat RPP tembakau. Sebab, tembakau lokal tidak akan mampu memenuhi ambang batas terbawah kadar nikotin yang ditetapkan RPP itu. Di Kabupaten Pamekasan, tercatat 32 ribu hektar lahan tembakau. Sebanyak 600 ribu jiwa penduduk Pamekasan bergantung pada budidaya tembakau khas bahan baku rokok kretek itu. Lahan tembakau se Madura tercatat 94 ribu hektar. Terluas di Kabupaten Sumenep mencapai 43 ribu hektar. Total produksi tembakau Madura hingga 56 ribu ton. “Setiap musim panen tembakau terdapat peredaran uang kartal di kalangan petani, dan pabrikan rokok hingga mencapai triliunan rupiah,” papar Suli.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

31


PROGRESS

ELEMEN MENOLAK Wajar, sejumlah elemen di Provinsi Jawa Timur, paling vokal menolak keras RPP Tembakau. Bahkan, pernyataan sikap penolakan bersama sempat dilakuan pihak legislatif, eksekutif, pengusaha rokok, petani, dan Tim Revitalisasi Pertembakauan Jatim. Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Dedy Suhajadi, mengatakan pembuatan RPP tembakau, banyak hal yang cukup tendensius dan sarat politik pecah belah yang bermuara pada penghancuran sendi ekonomi bangsa Indonesia. Karena selain rokok, utamanya kretek merupakan budaya dan warisan bangsa Indonesia, industri rokok adalah satu-satunya industri yang mulai hulu hingga hilir berasal dari Indonesia. Sebenarnya, yang mengandung zat adiktif itu sangat banyak. Tidak hanya tembakau, teh, kopi bahkan gula juga mengandung zat itu. “Anehnya, RPP difokuskan pada tembakau. Kenapa harus tembakau? Kami menengarai ada kekuatan global yang sangat besar yang ingin menghancurkan industri tembakau kita,” tegas Dedy saat dikonfirmasi LICOM, beberapa waktu lalu. 60 PERSEN JATIM Jatim menyumbang sekitar 60 persen dari nilai tembakau rata-rata nasional. Besarnya jumlah industri rokok dan tembakau yang ada di provinsi ini, bakal akan mematikan 12 juta jiwa yang bergantung dari industri jika RPP disahkan.

32lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

“Apalagi, kekuatan asing mulai menguasai beberapa industri rokok besar di tanah air,” tandas Dedy, mengimbau supaya tetap mewaspadai siasat asing. Industri asing itu melakukan impor tembakau untuk bahan baku yang digunakan. Sedikit demi sedikit mengurangi muatan dalam negeri yang ada, dan mengarah pada pemusnahan rokok kretek yang digantikan rokok putih. “Mestinya RPP tidak ditandatangani Presiden SBY. Karena sangat kental pengaruhpengaruh pihak luar,” tegas Deddy. DPR RI, menurut Deddy, sebaiknya mulai mendesak pemerintah untuk merancang UU perlindungan dan budi daya tanaman tembakau. “Mereka selalu membuat aturan dan peraturan tentang tembakau maupun yang terkait dengan IHT, ini selalu tidak pro bisnis,” tandasnya. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Nurtantio Wisnu Brata sempat minta, agar pihak-pihak pelaku gerakan antirokok melihat aspek ekonomi para petani tembakau, yang mengantungkan nasibnya pada industri rokok. “Kami jelas menolak RPP, karena nasib kami (petani tembakau) tergantung dari industri tembakau,” ucap Wisnu, beberapa waktu lalu. Dia juga menyayangkan kampanye anti rokok yang digembar-gemborkan sejumlah LSM. Ia pun menduga kampanye antirokok tersebut didanai pihak asing. Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Budi Setiawan menyatakan, sejauh ini ada proses distorsi pelemahan terhadap industri rokok kretek. Mulai dari adanya aturan pembatasan lua-

san area pabrik hingga pengesahan RPP Tembakau. Imbasnya, industri rokok dan tembakau di Jatim menyusut. Jika tahun 2007, jumlahnya mencapai 2.344 industri besar dan kecil, di tahun 2010 menyusut menjadi 1.100 industri dan di tahun ini, jumlahnya hanya mencapai 876 industri. Ketika industri tembakau di Jatim terusik, maka ekonomi Jatim pasti terganggu. Kondisi ini berdampak besar terhadap target pertumbuhan ekonomi secara nasional. Karena sumbangsih Jatim terhadap ekonomi nasional cukup besar, mulai dari pemenuhan target ekonomi, pengurangan kemiskinan hingga upaya menekan angka pengangguran. Jatim sebenarnya sudah membuat naskah akademik sebagai masukan kepada pemerintah, mulai dari sisi ekonomi, kultur budaya hingga sosial masyarakat terkait penolakan yang tengah dilakukan. Akankah kajian itu ampuh?


L

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi

TIDAK LARANG

PETANI P

enolakan keras Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau, sempat ditanggapi serius Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi. Menko Kesra membantah anggapan RPP Tembakau merugikan petani dan produsen tembakau pada umumnya. “Substansi RPP tidak melarang petani menanam tembakau,” kata Agung di Kemenko Kesra Jakarta, tempo hari, di Jakarta. Agung menegaskan, RPP juga tidak melarang produksi rokok, tidak melarang penjualan rokok. “Bahkan, tidak melarang orang berdagang rokok,” tambah Agung. RPP menurut Agung hanya mengatur soal peringatan kesehatan terhadap bahaya rokok, yakni berupa gambar 40 persen dari bungkus rokok, pengaturan iklan rokok, dan pengaturan kawasan tanpa rokok. RPP Tembakau baru mulai efektif

berjalan setahun setelah ditetapkan. “12 bulan setelah ditetapkan, baru akan diberlakukan,” tandas Agung. Senada dengan Agung, Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi, mengemukakan, terkait RPP Tembakau, pihaknya mengajak petani tembakau berdialog. “Petani sudah kami ajak berbicara. Ternyata, mereka salah paham,” kata Nafisah saat di gedung DPR, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu. Menurut Menkes, RPP Tembakau sudah melalui rapat koordinasi dengan Menko Kesra. “Setelah diformulasikan, disampaikan pada Sekretariat Negara untuk minta tanggapan presiden,” sambungnya. Menkes bersikeras, merupakan kewajiban pemerintah melindungi masyarakat terhadap zat-zat berbahaya dalam rokok. “Melindungi dari nikotin, dan orang hamil,” kata Menkes ini.

agi-lagi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai tak fokus menangani berbagai persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Selama ini, banyak aturan yang tak sinkron dengan kenyataan di lapangan. Pengamat politik dan kebijakan publik, Adrinof Chaniago, menilai banyak kebijakan peraturan Menteri Keuangan (PMK), sering tanpa dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Sebut saja PMK Nomor 191.04/2010 tentang tarif cukai hasil tembakau, PMK 241.11/2010 tentang bebas bea masuk impor beras, PMK 147.04/2011 tentang kawasan berikat, PMK 167.11/2011 tentang kenaikan tarif cukai, dan banyak kebijakan lainnya. Hal itu disebabkan ko-

intah daerah dan pemangku kepentingan. “Soal kondisi lapangan, komunikasi dan persoalan urgensi dari kebijakan tersebut”, jelas dosen UI ini. Adrinof mencontohkan soal PMK 241.11/2010 yang banyak ditentang kalangan DPR dan pemangku kepentingan lainnya. Ini artinya ada ketidaksinkronan di lapangan dan kurangnya sosialisasi. Sehingga muncul resistensi. “Demikian juga PMK 191.04/2010, sejak dua tahun lalu dikeluarkan, tetapi juklaknya terbit Juni 2012 oleh Dirjen Bea Cukai. Ini bisa jadi akibat kejar target untuk realisasi anggaran dan perhitungan lainnya”, jelasnya. Seharusnya para

Andrinof Chaniago

KEBIJAKAN

KONTRADIKSI munikasi yang kurang intensif di antara pihak terkait. “Kemenku seharusnya sosialisasi dengan pemerintah daerah untuk sosialisasi sebelum diberlakukan peraturan tersebut”, kata Adrinof di Jakarta, beberapa waktu lalu. Masalahnya, menurut Andrianof, sering kebijakan menteri itu tidak dipertimbangkan layak atau tidak. Sehingga, muncul kontradiksi dari pemer-

pihak terkait diajak komunikasi, sehingga dapat diketahui kelebihan dan keunggulan dari PMK tersebut dikeluarkan. “Untuk PMK 191.04/2010, misalnya, sebaiknya para pelaku industri di bidang tembakau bisa diajak bicara, karena menyangkut industri dan lapangan kerja”, kata Andrinof.

Menkokesra Agung Laksono

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

33


JAGAT MONTHLY Barbara Kay Roberts

Politisi Nenek-nenek Amerika Serikat

Pejuang Hak Perempuan, Pembela Obama P

emilihan Presiden Amerika Serikat mencapai puncaknya di pekan pertama November ini. Perdebatan sengit berbulan-bulan menyita energi dan waktu rakyat amerika. Hiruk pikuk kampanye yang bagai panggung teater itu pun berakhir. Tapi, ada yang unik di balik Pilpres Amerika ini. Politisi nenek-nenek negara bagian Oregon, Barbara Kay Roberts membeberkan kenapa ia begitu getol mendukung Obama. “Aku ingin berbicara tentang kaum wanita,” kata Barbara, mengundang tanda tanya. Ada apa? “Dan ini berarti Obama,” tegas perempuan berusia 76 tahun, yang masa mudanya akrab dipanggil Barbara Kay Hughey ini. Sepanjang kampanye menjelang Pilpres, Barbara sangat getol mengkritik pendapat Romney soal isu-isu kesehatan wanita. Barbara juga mengecam kebijakan Republik yang mendorong revisi undang-undang untuk mendefinisikan kembali arti pemerkosaan. Politisi perempuan pertama yang menjadi Gubernur Oregon ini, terlahir di Corvallis, Oregon, 21 Desember 1936. Masa kecilnya diwarnai serba sulit. Ayahnya seorang buruh pabrik. Saat itu, Amerika dan dunia berada dalam krisis ekonomi yang kelewat parah. Bahkan, belum pulih dari dampak perang dunia pertama. Siapa sangka, 55 tahun kemudian gadis Barbara yang diburu banyak pria ini, akhirnya menjadi Gubernur perempuan pertama di Negara bagian Oregon, Amerika Serikat. Istimewanya lagi, hingga kini, ia masih satu-satunya perempuan yang pernah memegang jabatan puncak di negara bagian itu. Lantas, apa komentar Barbara? “Bertahun-tahun saya menyaksikan bagaimana perempuan Amerika memperjuangkan hak-hak mereka. Dan, itu dimulai dari bagaimana orang-orang seperti Romney percaya bahwa perempuan seharusnya berada di rumah,” ungkap sang nenek Barbara.

34lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Oregon termasuk negara bagian pertama di Amerika Serikat yang menyetujui kaum perempuan memiliki hak pilih. Dan, seabad kemudian, Barbara Roberts terpilih menjadi gubernur. Perempuan bersejartah di Oregon ini menjabat hanya satu periode. Barbara tak memanfaatkan peluangnya untuk maju kali kedua. Ia pun memilih kembali ke

tengah masyarakat. Rupanya, ia ingin berbicara lebih bebas dalam banyak isu penting terkait perempuan. Baik itu dalam politik dan penyelamatan lingkungan. Barbara sempat mengalami pengalaman hidup pahit di tahun1962. Ketika itu, anak tertuanya divonis mengidap autis. Ternyata kondisi ini membawa


hikmah tersendiri bagi Barbara. Sejak itu, dia aktif melakukan pendampingan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Bahkan, kecemerlangan lobi politiknya juga mulai tampak ketika ia sukses memperjuangkan jaminan pendidikan yang layak bagi anak-anak autis. Ketika karier politiknya mulai menapaki masa puncak, mendadak badai cobaan kembali menerpa. Suami terkasinya, Frank L Roberts, yang menjadi mentor politiknya selama puluhan tahun, wafat. Saat itu, Barbara menjadi orang pertama alias gubernur di Oregon. Rupanya, sepeninggal suami tercinta, menjadikan Barbara semakin bersemangat menjadi perempuan tangguh dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Karya-karya besar pun ditorehkan tidak hanya saat menjabat gubernur. Ketika kembali menjadi aktifis, Barbara kembali menggagas undangundang yang mengatur kesetaraan upah antara perempuan dan lelaki. Di sini, Nenek Barbara mulai dekat dengan Obama. Buktinya, rancangan perundang-undan-

REPORT Fahmi|FOTO. Riset

Barbara Kay Roberts

gan kesetaraan upah tadi, yang menandatangani adalah Obama di saat mengawali memimpin Amerika Serikat. Berkat perjuangan Barbara, sekarang dalam setiap satu dolar yang diperoleh kaum pria AS, perempuan mencetak 77 sen. “Amerika tak boleh kembali ke belakang. Jika kalian berpikir pemilihan presiden ini tidak akan berdampak pada Anda dan kehidupan Anda, cobalah berpikir lagi,” kata Nenek Barbara di setiap kesempatan kampanye mendukung Obama. Barbara menuding Romney tak pernah memahami bahwa perempuan ketika mendapatkan upah yang minim, maka tak hanya berdampak pada keluarga. Namun, sanag berpengaruh terhadap ekonomi Amerika secara keseluruhan. Mungkin itu, Barbara mengkritik keras janji Romney menarik dana federal dari Planned Parenthood. Ini sebuah organisasi keluarga berencana yang bersifat nonprofit. “Sebagai mantan gubernur, sebagai seorang ibu dan nenek, bagi saya pilihan itu sudah jelas. Kita butuh orang yang sanggup mengadvokasi perempuan dalam banyak hal,” katanya bernada provokasi. “Saya percaya masalah wanita adalah masalah amerika. Begitu pun Obama,” pungkas Barbara. Hari Selasa pertama di bulan November telah lewat. Presiden telah terpilih. Ada yang menang ada yang kalah. Rakyat Amerika Serikat kembali dengan kesibukannya masing-masing. Drama politik Pilpres AS ini persis seperti buku yang ditulis Barbara, berjudul; “Death Without Denial Grief Without Apology: A Guide for Facing Death and Loss”. Debat Kandidat Capres Barack Obama dan Mitt Romney Oktober lalu.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

35


BIROKRAT

TIONGHOA JAKARTA

REPORT Agus Irawan|FOTO. Riset

REFORMASI Berikut petikan khusus Ahok dengan LENSA. Apa pesan Prabowo sejak resmi menjabat Wakil Gubernur-nya Jokowi? Pak prabowo hanya berpesan agar kami bekerja menyeruakan aspirasi rakyat. Apa ada pesan khusus dari masyarakat atau tokoh-tokoh di Bangka Belitung setelah putera daerah-nya ikut memimpin Ibukota NKRI?

W

akil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ini, memang lebih familiar dipanggil, Ahok. Ia seperti tidak kalah fenomenal dengan Gubernur Jokowi. Sebagai politisi berdarah Tionghoa, Ahok bukan cuma mampu membawa perubahan bagi citra warga etnis Tionghoa di Jakarta. Selama 32 tahun era Orde Baru, hingga memasuki era reformasi, baru Ahok, warga etnis Tionghoa yang berani mencalonkan diri jadi Wakil Gubernur DKI. Nyatanya, jadi beneran. Keniscayaan. Ahok, bukan orang pertama menjadi pemimpin Jakarta. Di era Orde Lama, seorang berdarah Tinghoa, Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau populer dengan nama Henk Ngantung, malah dipercaya Presiden Soekarno jadi Gubernur Jakarta periode 1964-1965. Cuma, fenomenal Ahok, ia bersama Jokowi dipilih langsung rakyat Jakarta lewat Pemilukada yang sangat demokratis. Praktis, sebuah kasunyatan perubahan besar ‘mindset’ warga Jakarta, khususnya masyarakat Tionghoa dalam dinamika politik pemerintahan di ibukota NKRI. Tentu, gebrakan Ahok ini, bisa berdampak lebih luas lagi terhadap peran warga etnis Tionghoa, ‘merestorasi’ episode lanjut ‘reformasi’ wajah ibukota Jakarta. Akahkan Ahok menyiapkan agenda khusus untuk lebih menyatukan komunitas Tionghoa Jakarta? “Kami tidak ada program apa pun untuk menyatukan komunitas Tionghoa. Karena, komunitas Tionghoa sejak reformasi sudah bersama,” kata Ahok.

36lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Ya, untuk masyarakat dan tokoh di Belitung sudah mengucapkan selamat dan mensu-pport ke saya, baik via telepon dan ucapan lainnya. Sejak menjabat Wagub DKI, apa mengagendakan pertemuan rutin dengan masyarakat komunitas Tionghoa Jakarta? Ya, kalau untuk silahturahmi nggak mesti. Dengan komunitas Tionghoa di Jakarta, juga semuanya, harus. Jadi tidak ada perbedaan. Apa ada konsep memberdayakan komunitas Tionghoa Jakarta semakin menyatu dengan warga Jakarta yang lain? Kami tidak ada program apa pun untuk menyatukan komunitas Tionghoa. Karena, komunitas Tionghoa sejak reformasi sudah bersama. Jadi, jelas sudah tidak ada perbedaan. Khususnya konsep supaya masyarakat Tionghoa tidak trauma kejadian 1998 seperti yang disebarkan di ‘you tube’? Ya, kalau itu tak perlu dijelaskan.

Apa yang dirasakan ketika pertama kali menjalankan tugas menjadi Wakil Gubernur Jakarta? Yang pasti kita bersyukur kepada Tuhan, diberi kepercayaan. Sebelum jadi wakil-nya Gubernur Jokowi, apa sudah kenal dekat Jokowi? Belum. Saya kenal Pak Jokowi bulan Februari 2012 (menjelang berpasangan ikut Pemilukada DKI Jakarta). Bagaimana kesan pertama menjalankan tugas dengan Gubernur Jokowi? Pak Jokowi seorang pemimpin yang sangat sederhana. Dia berpengalaman dalam hal pembangunan. Misalnya, seperti bagaimana karya-karyanya memimpin Solo, hingga dicintai masyarakat kota solo. Bagaimana Anda bisa diusung Prabowo, hingga akhirnya jadi kenyataan ikut memimpin DKI. Apa sudah saling kenal lama? Saya kenal Pak Prabowo baru sejak dicalonkan oleh Gerindra, berpasangan dengan Pak Jokowi. Sekarang sudah kenyataan jadi Wakil Gubernur DKI. Waktu ditawari Prabowo jadi Cawagub, kenapa kok mau? Ya, karena ini amanah dan harus dijalankan. Apalagi, kondisi Jakarta yang saat ini butuh pemimpin yang adanya perubahan.


Sebelum menepati rumah dinas, tinggal di daerah Pluit. Mulai kapan? Sejak saya terjun menjadi anggota DPR RI, dan semua keluarga ada di sini. Orang tua Anda sekarang tinggal dimana? Mereka tinggal di belitung. Apa ada pesan (khusus) dari orang tua setelah dipercaya masyarakat Jakarta menjadi pemimpin? Ya, (mereka) bersyukur. Dan, meminta saya untuk bertugas dengan baik. Bagaimana reaksi warga (tetanggatetangga) di Pluit setelah Anda terpilih jada Wakil Gubernur ini? Mereka semua sangat senang.

Nama: Ir Basuki Tjahaja Purnama, MM Panggilan populer: Ahok Tempat lahir: Manggar, Belitung Timur Tanggal lahir: 29 Juni 1966 Agama: Kristen Protestan

Nama istri: Veronica, ST Anak: 1. Nicholas 2. Nathania 3. Daud Albeenner Nama bapak: Indra Tjahaja Purnama (Alm) Nama ibu: Buniarti Ningsih

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

37


BIROKRAT REPORT Agus Irawan|FOTO. Riset |IST. Deden

AHOK

Sang LASKAR PELANGI 38lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012


KIPRAH POLITIK

Mimpi adalah kunci Untuk kita menaklukkan dunia Berlarilah tanpa lelah Sampai engkau meraihnya Laskar pelangi takkan terikat waktu Bebaskan mimpimu di angkasa Warna bintang di jiwa

K

eniscayaan Ahok. Siapa sangka bocah sipit berkulit kuning langsat, suka mengusap ingus, pemalu di desa gelap gulita bernama ‘Laskar Pelangi’, Belitung Timur itu, kini Pemimpin ibukota NKRI. Benar. Lirik lagu soundtrack Nidji di film box office Indonesia (2009) berjudul ‘Laskar Pelangi’; Mimpi adalah kunci/ Untuk kita menaklukkan dunia/ Berlarilah tanpa lelah/ Sampai engkau meraihnya.... Begitulah. cerita film ‘Laskar Pelangi’, diambilkan dari nama desa kelahiran Basuki T Purnama --akrab dipanggil Ahok-- ini, bukan sekadar potret romantisme semata. Ada kedasyatan energi dari sebuah karya intuisi sang penulis novel ‘Laskar Pelangi’, Andrea Hirata. Faktanya, Basuki T Purnama (BTP), yang 46 tahun silam lahir di Gantung, Desa Laskar Pelangi, Belitung Timur, kini meraih cita-cita ‘menaklukkan dunia’. Hijrah bak kalimat bait, ‘berlari tanpa lelah’. Selepas Sekolah Menengah Atas, Ahok dari Bangka Belitung, masuk perguruan tinggi di Jakarta. Ia memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi, Universitas Trisakti. Berkat ‘berlari tanpa lelah’, Ahok menamatkan kuliah dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (Insiyur geologi) pada 1989. Ahok pulang kampung, menetap di Belitung. Di sini, ia mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah. Menggeluti bisnis kontraktor selama dua tahun. Ahok sadar, mewujudkan visinya membangun lingkungan dan jadi pengelolah mineral, bukan cuma butuh modal finance. Tapi, juga dibutuhkan manajemen yang profesional. Untuk itu, Ahok memutuskan ku-

liah S-2 bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta. Lagi-lagi berkat sprit ‘berlari tanpa lelah’. Alhasil, Ahok meraih gelar Master in Bussiness Administrasi (MBA) atau Magister Manajemen (MM). Ia pun diterima kerja di PT Simaxindo Primadaya di Jakarta, yang bergerak di bidang kontraktor pembangunan pembangkit listrik. Di tengah karier yang diawali jadi staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek terus melesat, ia pun merasa pupus. Tahun 1995, ia memutuskan pulang kampung untuk fokus mengembangkan usahanya sendiri di Belitung. Apalagi, 1992, ia sempat mendirikan PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995. Bagi Ahok, pabrik yang didirikan di Dusun Burung Mandi, Desa mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, diharapkan menjadi proyek percontohan bagaimana menyejahterakan stakeholder (pemegang saham, karyawan, dan rakyat). Sekaligus, memberikan konstribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Belitung Timur lewat pemberdayakan sumber daya mineral, bijih timah. Di sisi lain, diyakini PT Nurindra Ekapersada memikili visi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh. Berangkat dari visi itu, tahun 1994, ia didukung seorang tokoh pejuang kemerdekaan di Belitung, mendiang Wasidewo, bisa memulai pembangunan pabrik pengolahan pasir --bijih timah-- kwarsa pertama di Pulau Belitung dengan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Pembangunan pabrik ini diharapkan juga memberikan harapan besar menjadi cikal bakal tumbuhnya suatu kawasan industri dan pelabuhan samudra dengan nama KIAK (Kawasan Industri Air Kelik).

Sebagai pengusaha di kota kelahirannya, tahun 1995, ia mengalami pahitnya berhadapan dengan dinamika politik daerah, dan birokrasi yang korup. Pabriknya ditutup karena ia melawan kesewenangwenangan pejabat. Tragis, Ahok sempat berpikir hijrah dari Indonesia ke luar negeri. Tetapi keinginan itu ditolak sang ayah. Apa kata ayah Ahok? “Suatu hari rakyat akan memilih Ahok untuk memperjuangkan nasib mereka,” demikian nasihat ayah Ahok. Di kampungnya di Belitung Timur, orang tua Ahok dikenal sebagai keluarga yang dermawan. Sang ayah yang di kalangan warga Tionghoa, dikenal bernama Kim Nam, pernah memberikan nasihat pada Ahok dengan ilustrasi begini; ...Jika seseorang ingin membagikan uang Rp 1 milyar kepada rakyat, masing-masing Rp 500 ribu, ini hanya akan cukup dibagi untuk 2000 orang. Tetapi jika uang itu digunakan untuk berpolitik, bayangkan jumlah uang di APBD yang bisa dikuasai untuk kepentingan rakyat.... Tahun 2003, Ahok mulai membuktikan pesan ayahnya. Ia terjun ke politik. Ia seperti termotivasi adagium bahwa orang miskin jangan lawan orang kaya, dan orang kaya jangan lawan pejabat (falsafah Kong Hu Cu). Apalagi, ia sejak remaja terobsesi ingin membantu rakyat kecil di kampungnya. Ditambah lagi, ‘dendam’ nyaris frustasi menghadapi kesemena-menaan pejabat. Awalnya, Ahok bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) saat itu dipimpin almarhum Dr. Sjahrir. Sekarang, PPIB melebur dengan PKBNnya Yenny Wahid menjadi PKBIB (Partai Kebangkitan Bangsa Indonesia Baru). Pemilu 2004, Ahok lewat PPIB, mencalonkan sebagai anggota legislatif DPRD Belitung Timur. Modal biaya politiknya terbatas. Model kampanyenya ‘unik’, ia mengusung jargon kampanye; menolak memberikan uang kepada rakyat. Hasilnya, ia terpilih jadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009. Selama di DPRD, ia berhasil menunjukan integritas dengan menolak ikut dalam praktik KKN, menolak mengambil uang SPPD fiktif. Kali ini, mirip bait; Bebaskan mimpimu di angkasa/ Warna bintang di jiwa Sekejap.... Keteguhan Ahok menolak segala bentuk praktik ‘penyimpangan’, ia jadi dikenal masyarakat. Ia satu-satunya anggota DPRD yang berani secara langsung dan sering bertemu masyarakat untuk mendengar keluhan mereka, sementara anggota DPRD lain lebih sering “mangkir”.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

39


BIROKRAT REPORT Agus Irawan|FOTO. Riset

BUPATI, Senayan, No Pimpin Jakarta, Yes!

S

etelah 7 bulan menjadi DPRD di Kabupaten Belitung Timur, muncul banyak dukungan dari rakyat yang mendorong Ahok jadi bupati. Masih di tahun 2005, Ahok maju sebagai calon Bupati Belitung Timur. Ahok mempertahankan cara kampanye, seperti mengajar dan melayani langsung rakyat dengan memberikan nomor telepon genggamnya yang juga adalah nomor yang dipakai untuk berkomunikasi dengan keluarga. Dengan cara ini, ia mampu mengerti dan merasakan langsung situasi dan kebutuhan rakyat. Dengan cara kampanye yang tidak “tradisional” ini, yaitu tanpa politik uang, ia secara mengejutkan berhasil mengantongi suara 37,13 persen. Kontan, terpilih jadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Padahal, Belitung Timur dikenal sebagai daerah basis Masyumi, yang juga adalah

40lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

kampung dari Yusril Ihza Mahendra. Bermodalkan pengalaman sebagai pengusaha dan juga anggota DPRD, ia mengerti betul sistem keuangan dan budaya birokrasi yang ada. Dalam waktu relatif singkat, Bupati Ahok mampu melaksanakan pelayanan kesehatan gratis, sekolah gratis sampai tingkat SMA, dan pengaspalan jalan sampai ke pelosok-pelosok daerah, perbaikan pelayanan publik lainya. Prinsip Ahok sederhana: jika kepala lurus, bawahan tidak berani tidak lurus. Selama jadi bupati, ia dikenal sosok yang anti sogokan, baik di kalangan lawan politik, pengusaha, maupun rakyat kecil. Ia memotong semua biaya pembangunan yang melibatkan kontraktor sampai 20 persen. Dengan demikian, ia memiliki banyak kelebihan anggaran untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

GAGAL JADI GUBERNUR Kesuksesan menjadi Bupati, melesatkan popularitasnya di seluruh Provinsi Bangka Belitung. Mulailah muncul suara-suara mendorong Ahok maju sebagai Gubernur Bangka Belitung di tahun 2007. Ahok seperti kembali ingin membuktikan bait lirik lagu ‘Laskar Pelangi’; Laskar pelangi takkan terikat waktu... Niscaya. Ahok menjadi Cagub Bangka Belitung, perolehan suaranya cemerlang. Di kabupatennya, ia unggul mengantongi suara 63 persen pemilih. Sayangnya, lantaran diduga banyak manipulasi proses pemungutan dan penghitungan suara, Ahok harus lapang gagal.. Kalau tidak, bisa jadi tidak akan pernah duduk di kursi Wakil Gubernur ibukota NKRI seperti sekarang. Perjalanan politik Ahok ibarat; Bupati, Senayan, No! Pimpin Jakarta, Yes!


T

ahun 2009, cahaya politik Ahok masih bertahan benderang. Saat Pemilu legislatif tahun itu, ia maju sebagai caleg dari Golkar. Awalnya, ia ditempatkan di nomor urut keempat dalam daftar Caleg. Padahal, di Bangka Belitung hanya tersedia 3 kursi. Nyatanya, Ahok mampu dapat suara terbanyak dan memperoleh kursi di DPR RI. Beruntung, berkat perubahan sistem pembagian kursi dari nomor urut menjadi suara terbanyak. Selama di DPR RI, ia duduk di komisi II. Ia dikenal kawan dan lawan, sebagai figur apa adanya, vokal, dan mudah diakses masyarakat banyak. Lewat kiprahnya di DPR, Ahok menciptakan standar baru bagi anggota-anggota DPR lain dalam anti-korupsi, transparansi dan profesionalisme. Ahok, termasuk pioner dalam pelaporan aktivitas kerja DPR, baik dalam proses pembahasan undang-undang maupun dalam berbagai kunjungan kerja. Semua laporan bisa diakses melalui website-nya. Staf ahlinya bukan hanya sekadar kerja menyediakan materi undang-undang. Tapi, secara aktif juga mengumpulkan informasi dan mengadvokasi kebutuhan masyarakat. Salah satu hal fundamental yang ia perjuangkan, bagaimana memperbaiki sistem rekrutmen kandidat kepala daerah untuk mencegah koruptor masuk persaingan pemilukada. Sekaligus, membuka peluang bagi individuindividu idealis untuk masuk merebut kepemimpinan di daerah. Ahok yakin bahwa perubahan di Indonesia bergantung apakah individuindividu idealis berani masuk ke politik, dan berani mempertahankan integritasnya. Ahok meyakini, di iklim demokrasi, yang baik dan yang jahat berpeluang sama merebu kepemimpinan politik. Jika individu-individu idealis tidak berani masuk, tidak aneh bila sampai hari ini politik dan birokrasi Indonesia masih sangat korup. Karena itu, Ahok

REPORT Agus Irawan|FOTO. Riset

INDONESIA BERUBAH,

berharap model berpolitik yang ia pernah jalankan bisa jadi contoh rekan-rekan idealis lain masuk dan berjuang dalam politik. Sampai hari ini, Ahok masih suka keliling --bak ‘pinang di belah’ dengan Jokowi-- bertemu masyarakat, menyampaikan pesan ini. Juga pent-

ASAL...

ing, memiliki pemimpin yang bersih, transparan, dan profesional. Di tahun 2006, Ahok dinobatkan Majalah TEMPO sebagai salah satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Di tahun 2007, ia dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari penyelenggara negara oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Masyarakat Transparansi Indonesia. “Melihat kiprahnya, kita bisa mengatakan bahwa berpolitik ala Ahok adalah berpolitik atas dasar nilai pelayanan, ketulusan, kejujuran, dan pengorbanan; bukan politik instan yang sarat pencitraan.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

41


BIROKRAT

TERKUTUKLAH SAYA...

REPORT Agus Irawan|FOTO. Riset

“Terkutuklah saya dan bagi keluarga saya, bila saya tidak menjalankan tugas dengan sebagaimana mestinya, bila tidak menyejahterakan rakyat, bila saya lebih mengutamakan keluarga dari pada rakyat, bila saya masih menerima dari pihak lain”.

K

enapa harus takut mati melawan korupsi, lha hidup ini kan cuma sekali”. Kalimat inilah yang selalu diucapkan Ahok di saat berhadapan dengan teror-teror yang mengancamnya ketika masih menjabat Bupati di Belitung Timur. Sejak menjabat Wakil Gubernur DKI ini, Ahok tentu diuji, apa masih punya integritas seperti saat menjabat bupati; tak mengenal takut demi kemajuan warga Jakarta, berani melawan arus, bergeming dibenci elit yang kepentingannya terusik. Di Jakarta ini, pasti, Ahok tidak gampang menjalankan pemerintah yang bersih seperti ketika masih menjabat Bupati Belitung Timur. Bisa jadi, ia harus

42lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

melawan arus jauh lebih besar terhadap berbagai hal yang ‘melenceng’ dan ‘membudaya’. Bila Ahok berani kekeh mendampingi Gubernur Jokowi dengan idelisme-nya memperbaiki bangsa ini, bisa jadi ia akan mengulang resiko seperti semasa jadi Bupati. Yakni, akan banyak menerima SMS menuding sok jadi pahlawan. “Kita jadi bingung, mana yang baik mana yang tidak. Dari semua mantan kepala daerah yang saya tahu dan kenal, tidak satu pun yang jadi miskin. Tapi kalau mantan nelayan atau buruh tetap saja sengsara, bahkan untuk naik ambulans ke rumah sakit saja tidak bisa,” begitu cerita Ahok saat itu. Ahok bila kehadirannya sebagai orang

nomer dua di Jakarta, menabur harum citra warga etnis Tionghoa, ia harus berani kekeh membawa perubahan budaya buruk, korupsi. “Kalau kepala lurus, maka yang bawahnya tidak berani tidak lurus,” ungkapan Ahok sebagaimana dikutip Harian Pagi Pos Belitung, 2 Februari 2007 ini, tentu kini harus bisa ia buktikan bukan sekadar retorika seorang pemimpin. Atau, kebiasaan ‘Omdo’ alias ‘Omong Doang’ di kalangan pejabat.Kini, Ahok juga seperti dituntut harus bisa memberi contoh para pejabat bawahannya, agar menjauhi pratik korupsi. Utamanya, memegang teguh amanat sumpah jabatan. Tak hanya itu, Ahok juga harus bisa membuktikan konsisten membela kebenaran dan memihak kepentingan rakyat. Dengan begitu, kepemimpinan Ahok mendampingi Gubernur Jokowi akan menjadi rujukan, bahkan ketauladanan kesejatian rasa nasionalisme. Sebagai Wakil Gubernur di ibukota yang rawan godaan dari kekuatan dalam maupun luar negeri, rupanya Ahok senantiasa akan ‘diujui’ apakah tetap


tangguh untuk ‘kekeh’ tidak menerima berbagai bentuk pemberian. Ahok dan Gubernur Jokowi saat dilantik Mendagri Gamawan Fauzi, mengucapkan sumpah janji dengan disaksikan seorang pendeta dalam agama yang diyakini. Ia pun menyebut nama Tuhan, bersedia tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun dari pihak lain. Soal sumpah jabatan itu, Ahok ketika menjadi Bupati, bahkan sering mengingatkan kepada bawahannya begini; “Bahwa kalau sudah disumpah dengan menyebut nama Tuhan dan tetap menerima pemberian dari orang lain apa pun bentuknya, maka terkutuklah. Karena sudah melanggar sumpah maupun janji yang diucapkan dengan menyebut nama Tuhan. Tuhan itu tidak pernah pikun.” Ahok akan diuji apakah mampu tetap komitmen dengan ucapannya, kalangan para pejabat Kabupaten Belitung Timur, masih terngiang kalimat filosofis Ahok yang sangat menohok, begini; “seharusnya dalam pengambilan sumpah jabatan harus ditambahkan kalimat; “Terkutuklah saya dan bagi keluarga saya, bila saya tidak menjalankan

tugas dengan sebagaimana mestinya, bila tidak menyejahterakan rakyat, bila saya lebih mengutamakan keluarga dari pada rakyat, bila saya masih menerima dari pihak lain”. Maksud penambahan kata dalam lafadz sumpah ini, menurutnya agar pejabat yang dilantik tidak menganggap remeh tugasnya. Kesejahteraan rakyat merupakan kesejahteraan kita juga, karena keluarga kita merupakan bagian dari rakyat. Menurut Ahok, orang pintar belum tentu bijak, namun orang bijak merupakan orang yang pintar dan orang yang bijaksana takut pada Tuhan. Keniscayaan. Di Indonesia, saat ini, masalah agama pun sudah diatur. Hal ini menandakan bahwa bangsa Indonesia ini dalam pandangan Ahok, adalah bangsa yang beragama, ber-Tuhan serta memiliki integritas di hadapan Tuhan. Untuk itu ia mengajak, “Mari tunjukan bahwa kita sebagai mahluk yang beragama dan ber-Tuhan.” Sikap anti korupsi Ahok sejak menjadi wakil rakyat Belitung Timur kemudian menjabat bu-

pati saat itu, agaknya bukan saja hanya sebuah untaian kata-kata manis atau ‘lips service’. Tapi, ia buktikan dengan perbuatan. Menghindari apa pun ‘upeti’ dari pengusaha, kontraktor atau pemborong. Karenanya, Ahok menjadi disegani ketika meminta para pemborong/kontraktor yang jadi rekanan pemerintah daerah, dalam pengadaan barang dan jasa, agar bisa mengerjakan proyek sesuai spesifikasi, berkualitas dan tepat waktu. “Kalau pun pihak kontraktor atau pemborong dapat untung atas pengerjaan proyek, jangan sisipkan keuntungan untuk bupati biar satu sen pun”. Petikan ucapan Ahok kala itu, kini sebagai Wagub-nya Jokowi, seperti kembali menjadi pengharapan warga Belitung Timur, yang pernah dipimpinannya. Keberanian Ahok ‘melawan arus’, bukan sekadar dinikmati demi pencitraan. Alhasil, senantiasa mendulang empati. Ia senantiasa mengingatkan pejabat bawahannya tidak mudah tergiur uang pemberian para rekanan. Sebaliknya, ia memberi solusi, senantiasa menoleransi rezeki jika pengerjaan proyek selesai, dan hasil tim pemeriksa sesuai spesifikasi dan berkualitas. “Saya akan tutup mata, anggap itu rejeki. Tapi kalau pemberian uang dilakukan sebelum pengerjaan proyek, itu namanya suap dan korupsi,” begitu pesan Ahok. Ahok, memang, memahami saat itu negara belum mampu membayar gaji PNS yang layak. Ia prihatin, ada PNS mengabdi 20 tahun, dan anak– anaknya kuliah, namun hanya berpenghasilan di bawah Rp 2 juta. “Bagaimana cukup untuk biaya kuliah anak? Jika PNS mau jadi kaya raya, jangan jadi pejabat, tapi pengusaha saja,” demikian nasihat Ahok. *Adaptasi catatan Yasnovita, Sekretaris Pribadi Bupati Belitung Timur saat dijabat Ir. Basuki T Purnama, MM (Ahok).

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

43


PROFIL REPORT Esa Tjatur S| Ichsan|FOTO. Ichsan

Keniscayaan. Tidak mudah, berharap senantiasa bisa lahir politisi-politisi perempuan andal yang dinamikanya mulus hingga dapat duduk jadi wakil rakyat di Senayan. Faktanya, UU kuota 30 % anggota DPR RI kaum perempuan masih terseok-seok. Terperosoknya politisi seperti Angelina Sondakh --kader perempuan andalan Partai Demokrat, dan Wa Ode Nurhayati kader unggulan Partai Amanat Nasional—tentu, akutanbilitas negara ikut merugi. Tamsil ‘hilang satu tumbuh seribu’, tak bisa jadi dalih pembenar. Lantas, bagaimana mekanisme PDI-Perjuangan ‘menyelamatkan’ kader-kader andal perempuannya dalam bertugas sebagai wakil rakyat di gedung terhormat, DPR RI Senayan?

Srikandi Unair

‘Menyelamatkan’ dan ‘Diselamatkan’ Senayan

“CAPEK, DEH...!” S

iang itu, suasana ruang Komisi III DPR RI Senayan sibuk menyiapkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Acara belum dimulai, Eva Kusumandari terlihat memasuki ruangan. Ia menuju posisi kursinya sebagai anggota Komisi III. Rupanya, Eva tergolong anggota dewan yang mampu menepis sorotan kritis budaya ‘jam karet’. Faktanya, ia berada di ruang sidang tiga puluh menit sebelum rapat dimulai. Eva terlihat duduk tenang di kursinya. Sementara kursi di kiri kanan, dan belakangnya masih kosong. Saat LENSA mengampirinya, ia pun menyeletuk, “Hiyaaa nelattt…!’’. Eva memang janji bertemu lagi dengan LENSA sebelum RDP dengan KPK, siang itu. Mengenakan busana atasan batik khas Jawa dipadu rok span warna hitam, Eva terlihat feminine, keibuan. Begitulah penampilan keseharian politisi ini di Senayan. Sepintas lebih

berkesan sosok dosen ketimbang politisi. Mafhum, sebelum terjun total jadi legislator di Senayan, Eva memang dosen bergelar Master Ekonomi, mengajar Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya. “Dosen itu panggilan (hati, red),” katanya singkat. Menjadi dosen memang cita-citanya sejak kecil. Obsesinya jadi dosen mulus setelah menyelesaikan kuliah S1 Fakultas Ekonomi. Kalau pun sekarang duduk di Komisi membidangi masalah hukum (Komisi III) DPR yang dikenal ‘panas’, menurutnya, itu soal lain. Ucapannya senantiasa mengalir konstruktif. Eva semula sangat berharap bisa masuk di Komisi XI DPR, ketimbang komisi hukum. Sebagai sosok yang menggeluti disiplin ilmu ekonomi, Eva memang cukup paham masalah perekonomian kerakyatan. Apalagi, background program masternya mendalami keilmuan itu. Kalau pun saat ini harus bertugas di antaranya termasuk mencermati akuntabilitas lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Eva mengaku bisa memahami. Begitulah sebuah realitasita berpolitik praktis yang harus dilakoni. Barangkali, partainya memandang ia lebih pas mengawal bidang hukum dan keadilan di Komisi III, ketimbang mengaplikasikan kemampuan ilmu ekonomi kerakyatan di komisi XI.


“Walau pun karepku jare ngono, loh (keinginanku katanya begitu, red) itu kan pilihan. Bagaimana pun ya ini konsekuensi jadi anak buah. Yo aku maksimalkan di komisi III,’’ paparnya dengan logat Jawatimuran kental. Eva memahami semua itu lantaran kehendak partainya menjauhkan moralitas individu dengan moralitas masyarakat. Bila tidak, konsekuensinya akan berkelanjutan. “Seperti saat ini, misalnya. Saya selalu menjadi tabrukan dan sources bagi semua penulisan RUU,” cerita Eva. Pasalnya, masyarakat luas melihat RUU itu. Pembahasannya terfokus indikator tentang simulasi situasi Indonesia. “Capek aku. Sampai sekarang agak malas kalau diajak bicara tentang itu. Karena melelahkan, menjadikan aku terus menerus. Bete, gitu,” keluh Eva, sepintas. Toh, Eva puas. Karena direkrut terus. Sebagai kader PDI-P, Eva memahami mekanisme di partainya. Dalam menjalankan tugas legislator di Senayan, misalnya, ia hanya perpanjangan dari apa pun yang disiapkan poksi Komisi 3 DPR RI dari fraksi PDIP. Lantas, fraksi selalu melaporkan pada DPP PDIP. Soal setuju atau tidak terkait bahasan di komisi, ini menjadi haknya. Di sini, selain ada mekanisme disiplin partai, juga dikombinasikan dengan kebebasan sebagai kader partai. Dalam memutuskan persoalan di komisi, Eva senantiasa mencari masukan dari masyarakat. Tapi, kalau DPP PDIP memberi catatan jangan ini dan itu, sebagai kader terpaksa harus mengikuti. Di sini, agaknya sebagai politisi di Senayan, senantiasa diuji integritas Eva. Bila tidak hati-hati, sangat mungkin bisa ‘terperosok’ seperti yang dialami kader-kader perempuan di partai lain. Ini seperti yang menimpa politisi Angelina Sondakh dari Partai Demokrat, contohnya. Begitu pun persoalan yang melilit politisi PAN, Wa Ode Nurhayati. Mekanisme kerja sebagai legislator mewakili partai, Eva mengakui disiplin senantiasa ditegakkan partainya. Setidaknya, partainya senantiasa terjaga untuk ‘menyelematkan’ asset kader-kader perempuan potensi. Wajar, PDIP saat ini masih memenuhi 18 % legislator perempuan di DPR RI. Padahal, Pemilu 2014 nanti, semua partai diharuskan KPU menyiapkan 30 % kader perempuan. Setiap masalah yang dibahas di komisinya, selalu diawali dibahas dalam rapat poksi, kemudian diajukan ke fraksi.

Lantas, fraksi meneruskan ke DPP PDI-P. “Nah, DPP kemudian balik ke sini. Oh, yang ini gak setuju, yang ini setuju. Jadi ada proses buttom up. Tapi, satu titik dirapatkan,” cerita Eva. Rupanya, mekanisme itu tergolong konvensional bagi semua fraksi di DPR RI. Mata rantainya jelas. Karenanya, sudah bukan rahasia umum, apabila seorang kader partai terjerat masalah korupsi, jawabannya mudah terbaca. Yaitu, akibat ‘tergoda’ secara individu dalam mengambil keputusan sebagai anggota fraksi maupun anggota komisi. Atau, ikut ‘terseret’ arus pilihan buruk di tingkat poksi atau komisi, bahkan lebih buruk lagi bila menghadapi ‘buah simalakama’ kebijakan salah dari fraksi, apalagi bisa terjadi ‘penyelewengan’ partai. Memang, tidak menjadi politisi di DPR RI tidak seindah ‘selayang pandang’ publik. Tidak cuma dituntut cakap, trengginas, dan tangguh memperjuangkan visi misi partai di setiap pembahasan rapat-rapat komisi. Tapi, yang paling rumit, apalagi kalau bukan menghadapi ‘godaan’ dalam menjalankan fungsi pengganggaran. Bisa jadi itu, mafhum, tidak gampang untuk bisa ‘kekeh hati’ atau ‘menyelamatkan diri’ menghadapi angka-angka bernilai miliaran rupiah, bahkan ratusan trilyunan rupiah sebagaimana tertera di pos-pos Rancangan Anggapan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun APBN-Perubahan, yang diajukan kalangan eksekutif pemerintahan. Di sini, agaknya, seorang politisi perempuan seperti Eva harus menghadapi ujian paling berat sebagai wakil rakyat di Senayan. Barangkali, jauh lebih berat dibanding kerja siang malam untuk memelototi pasal demi pasal terkait agenda membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diajukan pemerintah. Atau, juga tidak kalah berat lagi dibanding saat harus turun dan keliling mendatangi rakyat di daerah pilihannya saat-saat memasuki masa reses di Senayan. Sebagai politisi PDI-P yang sudah dua periode pemilu bertugas di Gedung DPR RI Senayan, bisa jadi ketegaran Eva layaknya para legislator perempuan yang lain di PDI-P maupun partai lain, hingga saat ini masih cukup teruji. Tapi, terkait fisiknya sebagai perempuan, yang secara kodrati harus berbagi menjadi wakil rakyat, sebagai isteri, dan ibunda bagi anak-anaknya, Eva hanya berkomentar dengan melempar senyuman. “Ya, aku merasa oke-oke aja. Aku menikmatin, walau pun capek luar biasa (Cak!). Tapi, aku aku senang,” celetuknya, masih dengan loghat Jawatimuran kental, seraya menyibakkan rambutnya yang sebahu.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

45


PROFIL

PDI-P Tidak Lagi Elek, Goblog

Seperti Kata Pengamat… REPORT Esa Tjatur S| Ichsan|FOTO. Riset

K

ini, Eva Kusumandari terlibat dua periode – sejak periode tahun 2005-2009- jadi anggota DPR RI di Senayan. Eva semakin paham mengemban tugas partai di gedung ‘mercusuar’ wakil rakyat. Satu hal yang membuat alumni Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya ini bangga: PDI-P berubah lebih pesat dibanding partai lain. Kaderkader potensi dari kalangan intelektual muda, mesin partai konsisten hulu hilir jalan, kekeuh komitmen spirit ideologi ‘cinta tanah air’, hasil-hasil survei masih unggul dicintai rakyat. Apa yang akan dilakukan politisi perempuan Jawa Timur ini, setelah sepuluh tahun berkantor di Senayan?

Pemilu 2014 nanti, ingin berlanjut ke mana? Kenapa tidak ngotot membangun pencitraan supaya nanti masuk kabinet, atau pejabat tinggi negara (Kedubes RI)? Gak, aku gak ada gambaran ke sana. Walaupun siap untuk mobilitas ke atas, tapi filosofiku gini; aku melakukan yang terbaik buat hari ini. Maka di besoknya, aku sudah nyicil. Aku gak tahu besoknya jadi apa, gak tahu. Gitu aja fokusnya. Apa karena berkarier politik harus kuat segala hal? Karena apa, rezeki aku memenuhi semua syarat. Tapi ne’ aku dudu anake’ Pak (ini.. itu..). Kan beda kalau aku anake (keluarga) Bung karno. Untuk kuat kan tidak harus jadi keluarga besar Bung Karno? Kan beda, dan itu aku serahkan. Sudahlah pokoknya, aku menunjukkan kerja yang bagus, integritas yang bagus. Mau di-reward apa oleh pimpinanku, Bu Mega. Atau, mau di-reward apa oleh masyarakat dan Tuhan, itu terserah. Baik, sekarang konsentrasi apa di Komisi Tiga (DPR RI)? Aku mengikuti agenda yang ada di komisi. Gak ada yang khusus .

46 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Soal agenda pro rakyat? Ya, tetap akan memastikan kalau ada pemilihan pejabat publik, jangan Islam kabeh. Toh, gitu jadi platform kita. Itu ada perempuan, itu kan jadi portofolioku. Jadi, mengingatkan terus prinsip pluralisme dalam berpolitik. Dan, representasi itu harus adil. Itu menjaga itu aja. Jadi politisi PDI di Senayan, tujuh tahun. Selama interaksi dengan Megawati, apa pesan ke Anda sebagai politisi perempuan? Begini. Inspirasiku untuk periode ini sebetulnya dari Bu Mega. Maksudnya? Ketika Kongres 2010, dia menyatakan PDI Perjuangan sebagai partai ideologis. Ini klop, frekuensinya pas. Karena aku juga melihat perlulah politik di Indonesia itu etis. Itu dibentuk tidak hanya pragmatisme. PDI-P masuk ke dalam itu. Dan, aku cocok. Aku ditugaskan di departemen seksi–seksi. Di MPR, aku ditugaskan sosialisasi. Opo senada sama, ya? Plus dapatkan yang memang harus mengembangkan prinsip akuntabilitas, prinsip transparansi. Jadi, aku nyaman untuk bekerja itu.

Partai lain seperti Demokrat, banyak politisinya di Senayan ingin mendekat ke Ketua Dewan Pembina, SBY. Sebaliknya, orang juga berani berseberangan. Partai lain juga gitu. Di PDI-P kok ‘adem ayem’? Itu kan pilihan. Tapi, saya memilih bekerja sungguh–sungguh. Apa bukan karena takut kekuasaan penuh Mega di DPP PDI-P? Betul. Saya memilih jalan untuk professional. Saya menghormati pimpinan saya. Tapi, penghormatan itu tidak dalam upaya penjilatan. Gak gelem aku. Aku wis melakukan sebaiknya, usaha keras, tidak mempermalukan partai, dan menjadi faktor yang positif bagi partai. Artinya, tetap ada pamrih ke Mega? Itu aja . Nah, untuk reward aku, terserah. Aku gak mau melakukan sesuatu demi reward. Tapi reward itu sebagai dampak itulah.


Itu artinya Puan akan bertarung di 2014? Semuanya bertarung lah, punya kesempatan.

Di PDIP, ada yang keluar, ada yang masuk. Ketika mampu tetap bertahan, ada nilai–nilai positif di mata Mega. Apa ada yang tetap bertahan, meski bertentangan? Oh .. ada, pastilah. Pasti itu. Bisa disebutkan? Misalkan yang paling sederhana saya kan sangat mimpi untuk masuk di Komisi 11. Karena background saya itu master ekonomi, dan aku cukup paham. Realitas politik, aku gak bisa kerjasama dengan teman-teman di Komisi 11. Sehingga, partai melihat aku lebih cocok di Komisi 3. Walau pun kemauanku, itu kan pilihan. Bagaimana pun ya, ini resiko jadi anak buah. Ya, aku maksimalkan di Komisi 3. Kok resiko? Dah, terima ngomong gue , jodoh Lu ya ini. Kamu respon gampang korbankorban HAM. Itu kan deket gitu, loh. Setiap Komisi 3 kan butuh kualifikasi seperti kamu. Meski pun akademik, aku pengen ke sana ya tapi wong saya tuh, cocoknya di Komisi 3. Bagaimana peran Taufik Kiemas (Ketua Dewan Pembina PDIP) sekarang terhadap Megawati ( Saat awal Mega menjagokan Jokowi Cagub DKI, TK sempat menentang Mega gandeng Prabowo dan Gerindra)? Itu wilayah yang kita given. Jadi, aku lebih fokus pada perintahnya partai. Aku gak mau menginterprestasikan relasi personal. Gak mau, sudah garisnya gimana. Gitu aja, aku cari aman. Sebetulnya daripada aku ikut berselancar kan yo kacau juga. Jadi aku ikuti garisnya partai. Elekstabilitas PDIP sekarang ini tinggi. Ini justru memunculkan dua pandangan. Satu sisi, muncul percaya diri Mega. Di sisi lain, ada yang meyakini karena citra PDIP masih

bagus? Aku lihatnya kombinasi. Ya, dengan faktor eksternal. Memang kinerja pemerintah lagi turun. Itu kan menyebabkan posisi. Tapi yang kedua, kerja keras semua kader untuk konsolidasi, dan ketegasan Bu Mega untuk tidak berliyat-luyut itu kan juga menjadi identitas PDIP. Maksudnya? Bahwa PDIP itu yang konsisten. PDIP yang pro prularisme itu kan jadi identitas. Kemudian, menjadi magnet bagi masyarakat. Belum lagi, ketiga, individu–individu. Ya, ternyata kan kesimpulan orang loh, politisi–politisi muda PDIP itu bisa diandalkan. Argumennya bagus. Bisa nulis kayak gitu-gitu. Itu kombinasi banyak faktor. Tapi, yang paling penting, ya kepemimpinan Bu Mega. Apa Anda melihat kepemimpinan Mega siap dengan perubahan kaderisasi ? Aku pikir sekarang ini sudah menunjukkan adanya suatu perubahan. Sebelumnya, Imam Prasodjo (pengamat politik UI, red) memisalkan, apa harus menyerahkan asumsi lamaku bahwa PDIP itu buruk, elek , goblok, itu saya lepas. Itu kayak Imam Prasodjo. Itu gitu ngomongnya. Kader-kader muda dari kalangan intelektual bermunculan ketimbang dulu sarat euforia. Apa Anda lihat Megawati benar-benar mempersiapkan Puan Maharani? Oh iyalah. Kan Mba Puan pada posisi dua kaki. Yang memang disiapkan untuk menduduki posisi puncak. Dan, itu sah saja kan. Karena tuntutan segmen pemilih PDIP yang emosional yang Soekarno. Kan tetap memberikan peluang lebih daripada anaknya Pak Ayub (nama ayah Eva, red), atau Pak siapa lah. Loh, partai modern itu kan kenyataannya tidak selalu gitu? Di mana pun itu kombinasi. Karena toh, kaderisasi di keluarga itu kan yang paling penting. Berlaku di mana–mana. Tapi, yang paling penting ketika menduduki jabatan, itu ya amanah gitu loh. Meskipun dia jalurnya jelas, tapi begitu menduduki itu, ya tanggungjawabnya gerbong. Sudah bukan untuk keluarga. Jadi, harus mempersiapkan diri.

Hubungan dengan Gerindra semakin mesra dengan PDIP. Ketika 2009, pasangan Mega-Prabowo gagal, sempat ada tarik menarik? Ya, kita bagus kan pas ketemu kepentingan. Nanti kalau sudah kepentingan subyektif, ya berlawanan. Sebetulnya wajar saja. Misalnya, di DPR untuk mengangkat kasus mafia pajak, PDIP dengan Golkar. Tidak dengan Gerindra. Mafia pajak terus, kemudian kita rukun semua. Yang gak mesra kan dengan PAN, misalnya. Aku pikir dinamis, ya hubungan politik itu segitu, tergantung kepada kepentingan subyektif. Soal Jokowi. Gerindra pencoblosan 2014 nanti, apa Prabowo naik, dan Jokowi wakilnya? Belum ada di diskusi internal itu. Ngomong jangan dibicarakan sekarang, karena potensi pecahnya kita. Ya, nanti mungkin satu tahun sebelum pemilihan. Karena Rakornas, Rakernas, karena menjelang Pilpres itu, menjelang Pileg. Publik memahami PDIP sebagai oposisi yang ‘anget-anget tai ayam’, sorry? Dibandingkan oposisi yang lain kan bisa dilihat mana yang serius . Kenapa satu sisi, Mega keras dan konsisten. Tapi, Taufik Kiemas malah kooperatif dengan Ketua Dewan Pembina Demokrat, SBY. Sebagai kader PDIP, bagaimana Anda melihat ini? Aku lihat Pak TK tidak hanya suami Bu Mega, tapi dia itu juga Ketua MPR yang harus menjaga hubungan semua lembaga tinggi negara. Harus pinter-pinter lah, harus fleksibel, dan tidak bisa dibaca satu sisi begitu. Karena dia mengemban tugas juga. Karena dia jadi Ketua MPR kan juga penugasan PDIP. Kalau ini team work dan dibangun kesadaran politik. Cuma, Mega secara psikologis suka keberatan statement TK ke publik? Ya, ini kan yang tampak di muka. Ini kan juga belum tahu apa yang sebenarnya. Sebagai strategi komunikasi juga begitu. Faktanya, Pak TK sebagi penugasan PDIP untuk empat pilar harus ditegakan. Itu kan tugastugas sebetulnya. Jadi tetaplah, Mas. Perkara kemudian dalam komunikasi untuk isu-isu tertentu terbaca seolah berbeda, itu sebagian dari strategi komunikasi aja.Mbak Puan sudah siap tidak kalau maju di 2014? Siap aja. Ada juga calon lain.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

47


PROFIL

S

ebagai anggota Komisi 3 DPR RI, Eva Kusumandari tergolong politisi vokal mengritisi sepak terjang lembaga adhoc Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Politisi yang doktor ekonomi kelahiran kota kecil di Jawa Timur ini, sangat keras mengritisi akutanbilitas lembaga superbody itu. Eva paling berang ketika lembaganya dicitrakan buruk saat masih menolak anggaran pengadaan gedung KPK. Kenapa?

REPORT Esa Tjatur S| Ichsan|FOTO. Riset| Aulia R.

KPK AJA YANG BRENGSEK… Soal anggaran KPK, Komisi 3 sempat ngotot tidak mau kompromi? Apa dendam? Gini loh, sebetulnya tidak hanya perlakuan khusus pada KPK aja. LPS (Lembaga Penjamin Simpanan Perbankan di Indonesia) minta gedung, Komnas Ham minta gedung. Kemudian, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) juga minta gedung. Tapi diperlakukan sama semua bahwa upayakan untuk mencari aset-aset gedung Negara yang sekarang tidak terpakai.

Apa ada kaitan dengan digagalkannya anggaran pembangunan gedung DPR RI waktu itu? Ya, orang bisa berspekulasi ke sana. Artinya, gini… ini Komisi 3 dianggap bermain karena yang dihadapi KPK. Stigmanya muncul begitu. Tapi itu wajar. Wong DPR aja butuh pertarungan untuk bikin gedung, kok sekarang seolah – olah kalau KPK harus dilayani.

Maksudnya? Komnas HAM berhasil dapat. Bukan kita menentang untuk perluasan kebutuhan gedung KPK, tapi kenapa harus membangun yang baru. Apalagi, KPK sudah punya. Yang kita prioritaskan untuk fiskal ini adalah BNPT. Karena BNPT belum punya gedung. Ada gedungnya itu di pinggir jalan, tidak memenuhi syarat -syarat security.

Tapi, KPK itu kan produk Komisi 3, kenapa tidak diprioritaskan? Ya, prosentatif orientasi. Misal, saya bisa bantah kenapa KPK selalu pengin membangun imperium untuk menyaingi Mabes Polri, sementara kita sudah tahu bahwa tugas KPK dalam undangundang, KPK itu koordinasi supervisi pencegahan. Kenapa ini tidak mendapat alokasi energi yang cukup.

Bukankah KPK perannya sekarang ini menjadi prioritas? Jadi, karena KPK lalu kemudian kita membedakan. Tidak. Kita perlakukan sama. Kepada LPS, kita dorong cari gedung yang sudah ada. Jangan membangun, apalagi perintahnya Presiden SBY untuk efisiensi. Komnas Ham saja dipotong 20 persen. Jadi tidak ada suatu hiden agenda yang seolah –olah mau melegitimasi KPK.

Bagaimana sih, fungsi pengawasan atau controlling Komisi 3 terhadap KPK? Itu, makanya, bagian pengawasan itu pengendalian duit. Untuk bangunan ini, Lu jangan lihat mimpi, ini loh Komisi 3 fungsi menurut undangundang, KPK ko gak kamu penuhi kan gitu. Ini alat control ini.

48 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Tapi, sekarang di mata publik jadi blunder, antara hubungan KPK dan Komisi 3? Ya, KPK aja yang brengsek. Masak terus ditolak, lalu menantang mau funrising. Itu kan menjadikan stigmatisasi untuk Komisi 3. Untuk diserang dan di keroyok.

Bukankah itu underestimate? Bambang Wijayanto yang statement itu. Artinya? Pikiran LSM-nya itu, loh. Munculnya penggalangan dana untuk KPK itu populis di masyarakat, sehingga direspon positip masyarakat. Mestinya Komisi 3 jeli? Aku kasih tahu, dilarang lembaga Negara menggalang dana, kecuali didukung Kepres. Kalau toh, ada dana yang digalang melalui Kepres harus masuk RAPBN. Berarti KPK pelanggaran? Pelanggaran! Bagaimana sikap Komisi 3 soal itu? Mangkanya, diguyu wae. Silakan melakukan itu kalau Anda tidak pengin disebut sebagai pelanggar hukum. Gimana sih, mbok ya jangan liar ini lembaga Negara, bukan LSM, bukan berita gitu, loh. Pelanggaran hukum itu, loh .


EKSOTIKA

Nadran Cirebon

&NELAYAN SATUKAN ALAM

N

adran atau pesta laut. Sebuah tradisi turun temurun para nelayan Kabupaten Cirebon, Jawa

Barat. Sebagai simbol menyatu dengan alam. Momen ritual, berharap diberkahi keselamatan. Juga ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta yang memberikan rezeki berupa hasil laut yang melimpah selama setahun. Ritual ini digelar di hampir sepanjang Pantai Utara (tempat berlabuhnya nelayan). Waktu kegiatan bervariasi. Begitu juga di Pantura daerah Gebang, Kabupaten Cirebon. Sudah jadi spirit turun temurun. Perahu dihias dan berkonvoi menuju ke laut untuk melaksanakan ritual Nadran. Biasanya digelar rutin setiap tahunnya tepat tanggal 10 Rajab, penanggalan Jawa. Tradisi budaya Nadran, tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya senantiasa dimanfaatkan Bupati selaku kepala daerah tidak cuma sekadar menyatu dengan rakyatnya di kalangan komunitas nelayan.

REPORT Mohammad Mansyur|FOTO. Dok

Tapi, sekaligus memberdayakan potensi komiditas wisata sebagai kreasi ekonomi kreatif. Nadran tahun ini, Bupati Cirebon, H Dedi Supardi menyempatkan bersama istri, Hj Sri Heviyana naik perahu hias menuju laut. Keduanya ikut bersama warga nelayan, melarung sesajen. “Tradisi Nadran yang biasa dilakukan para nelayan harus tetap dilestarikan. Karena, sebagai kekayaan budaya dan pariwisata kita,” kata Bupati Dedi. Tradisi Nadran ini, tergolong tradisi budaya cukup bernilai bagi masyarakat Kabupaten Cirebon, yang sebagian besar berprofesi nelayan. Budaya ini merupakan peninggalan nenek moyang yang tak lekang oleh waktu di bibir Pantai

Utara (Pantura). Tradisi ini berkembang sebagai proses pembentukan integrasi maupun perekat sosial masyarakat nelayan setempat. “Sebetulnya tradisi Nadran multiplayer effect. Di samping di dalamnya ada pengembangan ekonomi juga bisa dijadikan upaya peningkatan apresiasi seni budaya masyarakat nelayan. Supaya jangan sampai lupa akar budaya,” ungkap Kepala Bidang Kebudayaan Made Casta didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, Drs H Ade Setiadi MM. Selain melarung sesaji, tradisi Nadran biasanya juga dilakukan dengan arak-arakan yang menampilkan replika berbagai jenis ikan maupun satwa laut. Momen ini dimanfaatkan Bupati Cirebon Dedi, mendekati warganya dengan membagi-bagikan sembako. Seperti biasa, acara ini ditutup pagelaran wayang kulit. Tahun ini, mengambil lakon “Budug Basu”, atau asal-usul ikan laut maupun makhluk laut lain.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

49


PESONA

Ragam Pesona Pariwisata

JAWA BARAT REPORT Husen|FOTO. Istimewa

S

EKTOR Pariwisata, khususnya di Indonesia memiliki andil yang sangat signifikan dalam pembangunan perekonomian, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun nasional. Bahkan pada tahun 2008, sektor pariwisata berada pada peringkat ketiga penyumbang devisa terbesar. M enghasilkan 7,37 dollar AS yang diperoleh dari kedatangan 6,4 juta wisatawan mancanegara. Cukup besarnya sumbangan devisa yang dihasilkan, maka dewasa ini berbagai daerah, yakni pemerintah daerah berusaha menggali dan mengembangkan berbagai potensi yang dapat memacu bidang kepariwisataan. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, arah pembangunan kepariwisataan nasional dikembangkan agar mampu mendorong kegiatan ekonomi dan meningkatkan citra Indonesia, meningkatkan kesejahteraan lokal serta memberikan perluasan kesempatan kerja. Pengembangan kepariwisataan dengan cara memanfaatkan keragaman pesona keindahan alam dan potensi nasional sebagai wilayah wisata bahari terluas di dunia secara arif dan berkelanjutan serta mendorong kegiatan ekonomi yang terkait dengan pengembangan budaya bangsa. Untuk lebih meningkatkan potensi pariwisata yang selama ini hanya terbatas pada objek-objek tertentu, perlu dilakukan penggalian berbagai potensi yang ada, baik yang terkait dengan potensi alam, budaya, maupun masyarakat dengan berbagai ke-khas-an yang ada. Sehingga, multi

50lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Guber�ur Jawa Barat Ahmad Her�awan dan Wakil Guber�ur Dede Yusuf.

efek dari kepariwisataan yang selama ini hanya terpaku pada satu aspek dapat dikembangkan secara lebih terpadu. “Dengan pengelolaan yang optimal, kawasan Jawa Barat dapat dipandang sebagai salah satu daerah yang kaya akan potensi pariwisata. Di kawasan ini terhampar berbagai daya tarik dan karakteristik alam yang menarik,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Drs Nunung Sobari MM. Kawasan Puncak dengan wilayah pegunungan dikenal sebagai tempat yang dingin dan segar alami merupakan andalan utama wisata Jawa Barat. Sehingga, sangat cocok menjadi salah satu tempat wisata dan berlibur. Terlihat pada akhir pekan banyak warga Jakarta yang berdatangan. Bahkan, tak sedikit warga Jakarta memiliki villa di kawasan ini. Selain kawasan yang nyaman, kawasan Puncak juga memiliki objek yang menarik

untuk dikunjungi. Seperti Perkebunan Teh Gunung Mas, Taman Safari Cisarua, Telag Warna dan Kebon Raya Cibodas merupakan sebagian dari sekian banyak objek wisata yang ada dikawasan puncak. Selain pegunungan, Jawa Barat juga memiliki aneka pantai yang menarik. Kawasan Pantai Pangandaran di Kabupaten Ciamis yang sudah terkenal secara luas. Objek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Penanjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak+_ 92 KM ke arah selatan Kota Ciamis. Pangandaran memiliki berbagai keistimewaan seperti pantai dengan hamparan pasir putih serta dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama. Selain itu, terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.


liki beberapa objek wisata yang menarik untuk dilihat, khususnya peninggalan bersejarah yang berkaitan dengan syiar Islam yang dilakukan oleh Wali Songo ,Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan Sunan Gu-

S e lain itu, wisatawan dapat melakukan kegiatan beraneka ragam, mulai dari berenang, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda, para sailing, jet ski dan lainnya. Tidak jauh dari Pantai Pangandaran wisatawan dapat mengunjungi Green Canyon. Disini wisatawan dapat berpetualang dengan perahu sambil menikmati gua alam yang unik dengan stalagtit dan stalagmite yang meneteskan air terjun abadi. Wisatawan juga dapat berenang dalam gua dengan menggunakan pelampung serta dapat merasakan air yang terasa dingin dan menyegarkan. Pemandangan semakin cantik ketika menyaksikan air terjun Pelatar yang terdapat dalam Gua Green Canyon. Sehingga, para wisatawan dapat pengalaman yang tak terlupakan. Sedangkan, bagi wisatawan yang tertarik dengan wisata budaya dan religi, Jawa Barat juga memiliki beragam tempat dan objek wisata yang perlu dikunjungi, seperti di Cirebon. Kota ini memi-

nung Jati. Peninggalan tersebut berupa keratin, yaitu Keraton Kesepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon yang memiliki arsitektur gabungan dari berbagai elemen kebudayaan, termasuk Islam dan unsur-unsur arsitektur Belanda. Ada pula situs peninggalan sejarah kejayaan Islam masa lampau, yakni Tamansari Gua Sunyaragi atau Gua Sunyaragi, yang merupakan sebuah komplek bangunan yang menempati areal seluas 1,5 Ha, yang dulunya merupakan tempat peristirahatan, tempat menyepi, bertapa, dandan, rekreasi bagi Sultan Kesepuhan dan karabatnya. Selain itu, Cirebon sejak dulu terkenal sebagai pusat penghasil batik, terutama Batik Trusmi, kesenian Tari topeng dan music tarling yang menggabungkan suara gitar, suling dan suara manusia dalam perpaduan yang harmonis. Jawa Barat memiliki bentuk tinggalan arkologi yang dari berasal dari lintas masa. Gua Pawon merupakan salah satu situs purbakala yang memiliki arti penting bagi orang Sunda. Karena, di gua ini ditemukan kerangka manusia purba yang konon merupakan nenek moyang orang Sunda. Dalam Gua Pawon ditemukan 20.250 tulang belulang dan 4.050 serpihan batu yang diperkirakan berusia sekitar 10 ribu tahun. Gua Pawon yeng terletak di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,

telahdiusulkan ke UNESCO untuk menjadi cagar alam warisan dunia. Situs Gunung Padang adalah peninggalan megalitik terbesar di Asia Tenggara dengan luas bangunan purbakalanya sekitar 900 M2 dan areal situsnya sekitar 3 HA. Situs megalitik diperkirakan terjadi pada periode 2500-4000 SM. Bahkan, lebih tua dari Machu Picchu di Peru. Diperkirakan sezaman dengan bangunan pertama Piramida di Mesir. Peninggalan sejara lainnya adalah Situs Batujaya merupakan komplek candi yang menempati areal seluas 40Ha. Kompleks ini meliputi dua desa, yaitu Desa Segaran dan Telagajaya di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Kompleks ini disebut percandian karena terdiri dari sekumpulan candi yang ter sebar di beberapa titik. Walaupun belum didapatkan data mengenai kapan dan siapa candi-candi di batujaya di bangun, namun para pakar arkeologi menduga bahwa candi-candi tersebut merupakan yang tertua di Jawa, yang dibangun pada massa Kerajaan Tarumanegara (abad ke 5 sampai 6 M). Berdasarkan bentuk stupa yang ditemukan di Desa Segaran dan Telagajaya diduga kompleks percandian Batujaya berlatar belakang agama Budha. Kota Bandung yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Barat, yang dikenal juga dengan Kota Wisata Belanja atau Paris Van Java. Semakin banyak dikunjungi wisatawan, apalagi sejak dibukanya JalanTol Cipularang, Kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam menikmati liburan akhir pekan terutama warga Jakarta dan sekitarnya. Kota Bandung terkenal juga dengan sejumlah besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda, seperti Gedung Sate yang menjadi ikon Jawa Barat dan Gedung Merdeka (Musium Asia-Afrika), Jl Layang Pasupati. Kota Bandung dikenal juga sebagai kota kreatif kuliner, beragam kuliner terdapat di kota ini, seperti tutug oncom, surabi, pepes dan colenak, Peuyeum (tapai dari singkong), juga Cereng yang sudah menjadi sajian makanan khas Bandung. Dari berbagai potensi pariwisata yang dimiliki, maka Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam visinya yaitu sebagai “Motor Penggerak Terwujudnya Jabar Sebagai Daerah Budaya dan Tujuan Wisata Andalan� berupaya mengerahkan peningkatan sektor ekonomi melalui peningkatan sektor pariwisata yang didukung sektor kebudayaan menjadi salah satu sektor andalan yang mampu menggalakan roda perekonomian. Juga mampu membuka lapangan kerja dan berusaha secara mandiri yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat,serta pendapatan negara melalui penerimaan devisa.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

51


CSR

Thank’s Giving Bojonegoro, Tuban, Blora

ExxonMobil Bagikan CSR Rp 28,575 M P

erusahaan minyak raksasa Amerika Serikat, ExxonMobil Oil Indonesia Inc (EMOI) di blok Cepu, Jawa Timur ini, kini ‘ngotot’ kejar target memproduksi minyak 165 ribu barel per hari bisa terealisasi tahun 2014. Saat ini, produksi minyak yang sudah dikerjakan anak perusahaannya, misalnya Mobil Cepu Limited (MCL) masih 21 Ribu barel per hari (Bph). “Jumlah ini diproduksi 4 sumur. Lambat laun akan kita tingkatkan sesui kemampuan infrastruktur yang ada,” papar Rexy Mawardidjaya, Field public and Government Affairs Manager, kepada LENSA. Upaya mencapai target terus dilakukan. Ini demi komitmen EMOI bisa menambah produksi minyak nasional yang saat ini masih kurang. Untuk itu, PT Mobil Cepu Limited berencana mengebor 36 sumur lagi di Blok Cepu. Lokasinya, di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Berbagai persiapan dilakukan. Misal,mengerjaan Proyek EPC 1 hingga EPC 5. Di antaranya, pengerjaaan fasilitas produksi darat (EPC 1), melibatkan PT. Tripatra Enggeneering dan Samsung Enggeneering. Pengerjaan desain dan instalasi REPORT Hidayat|FOTO. Riset

52lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

pipa desanilasi (ECP 2) dipercayakan PT Inti Karya Persada Teknik dan PT Kelsri. Pengerjaan EPC 3 dilakukan PT Rekayasa Industri dan Likpin LLC, dan penanganan ECP 4 oleh PT Scorpa Pranedya dan Sembawang Shipyard. Untuk penanganan EPC 5 dipercayakan PT Hutama Karya dan Rekasaya Industri. Untuk mengimbangi aktifitas profit mega proyek EMOI, tahun ini, pengelola lapangan Migas Blok Cepu ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) menetapkan kucuran dana corporate social responsibility (CSR) sebesar USD 3 juta atau setara Rp 28,575 miliar. Rupanya, sudah selayaknya dana CSR disalurkan kepada masyarakat di daerah proyek ini. Setidaknya, demi perimbangan dalam mengelola sumber daya alam yang merupakan asset negara, juga bisa dinikmati rakyat setempat.Dana CSR itu dibagikan untuk tiga kabupaten yang menjadi wilayah tanggung jawab CSRnya. Masing-masing, Bojonegoro, Tuban (Jawa Timur) dan Blora (Jawa Tengah). CSR disesuaikan kapasitas dan peruntukannya. Antara lain, dana akan disalurkan membiayai program kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Rexy mengatakan, CSR tersebut merupakan bentuk tanggagungjawab sosial perusahaan EMOI, terutama untuk memberdayakan masyarakat di wilayah Lapangan Migas Banyuurip-Jambaran, Blok Cepu. “Kita harapkan dengan program ini, masyarakat sekitar tambang Blok Cepu semakin berdaya dan mampu menangkap peluang dengan adanya industri di daerahnya,” kata Rexy kepada LENSA, Minggu.


CSR BP MIGAS SIAP SERTAKAN KONTRAKTOR

B

adan Pelaksana dan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS), bikin terobosan CSR (Corporate Social Responsibility). BP MIGAS mengusulkan CSR masuk bagian biaya operasi (Cost Recovery) kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) minyak dan gas bumi. Usulan ini dilontarkan Kepala BP MIGAS, mengacu ISO 2600, yang hendaknya tahun 2012, semua organisasi mengacu pada ISO 2600. Praktis, usulan itu bukan semata-mata BP Migas lari dari beban tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Senior Manager Public & Institutional Relations, Rinto Pudyantoro, menyatakan, bahwa Social Responsibility tanpa Corpo-

rate pun bisa memberikan tanggung jawab terhadap masyarakat. Mengacu pada ISO 2600, CSR tidak hanya mengacu pada corporate. Standar ini, mencakup semua Social Responsibility adalah kewajiban sosial yg bisa dilakukan siapa saja, semua pihak termasuk departemen pemerintah/universitas/ organisasi sekali pun. “ISO internasional standar yang akan kita gunakan sebagai basis standar,” kata Rinto Pudyantoro kepada LENSA. ISO ini bicara mengenai Social Responsibility, karena dalam ISO mengatur atau menyarankan kepada semua bentuk organisasi untuk melakukan Social Responsibility. CSR dilakukan kontraktor perusahaan minyak maupun BP MIGAS. Dalam hal ini yang dilakukan kontraktor disebut CSR. Sedang yang dilakukan BP MIGAS disebut Social Responsibility. Proses Cost Recovery yang diajukan BP MIGAS adalah dengan meminta kontraktor untuk membayar Social Responsibility, dimana nantinya BP MIGAS akan mengganti apa yg sudah dikeluarkan perusahaan minyak untuk keperluan SR tersebut. “Saya bayarnya nanti pakai produksi minyak. Proses itu namanya cost recovery. Itu uang BP Migas juga. Itu kewajiban BP migas untuk SR. Ide itu supaya bisa mempercepat SR ke masyarakat,” katanya. Dengan begitu, tidak akan mengurangi kewajiban CSR kontraktor. Ide itu diusulkan agar BP MIGAS dan Kontraktor samasama melakukan Social Responsibility. Sehingga, impaknya ke masyarakat bisa menjadi lebih besar, Bisa sedikit mengurangi gejolak di masyarakat. REPORT Lysistrata|FOTO. Riset

November 2012 lensaindonesia

53


COMPROF

Setengah Abad

‘Ibu’

Ritel Indonesia

Tetap ‘Seksi’ “Sarinah tidak beradu lari, karena Sarinah adalah sebuah perjalanan itu sendiri.”

54lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

J

umat senja itu, sepanjang Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, mulai Bundaran HI menuju Monas, suasananya terasa cukup heroik. Gebyar-gebyar bendera sang Saka Merah Putih mewarnai gedung-gedung sepanjang jalan ini. Dari arah HI lewat Jalan. MH Thamrin ini, nampak gedung Plasa Sarinah. Sebuah bangunan peninggalan Presiden RI pertama Soekarno. View bangunan ini relatif dominan berhias paduan warna merah putih. Rupanya, pemandangan ini sudah jadi tradisi mata warga Jakarta tiap hari besar nasional. Seperti pada Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan, 10 November ini. Begitu pun pada HUT Proklamasi 17 Agustus lalu. Paginya, suasana di kawasan ini persis HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun-tahun sebelumnya. Tak jauh dari Jalan MH Thamrin, tepatnya di halaman Gedung Istana, Jalan Merdeka Barat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, memimpin Upacara Kenegaraan Peringatan HUT Proklamasi ke 67. Prosesi upacara pengibaran duplikat bendera Merah Putih di situ kebetulan disiarkan langsung teveteve di tanah air. Terkesan lebih eksotis dari hari-hari biasa. Display bendera seolah menambah kekuatan emosi desain eksterior gedung yang mengingatkan gaya arsitektur stereotype Indonesia. Terkesan multi tafsir. Sepintas

mempertajam makna dinding gedung yang menyerupai ornamen karya seni agung khas Indonesia, batik. Motif kotak-kotak. ‘Sarinah’ nama eksotis khas Indonesia. Bermakna monumental dan cukup filosofis. Penggagasnya memang mendiang Presiden RI pertama, Ir Soekarno. Nama yang eksotis itu diambilkan dari nama seorang pengasuh presiden ini di masa kecil. Mafhum, Sarinah simbol wanita dari golongan masyarakat lapis bawah. Presiden Soekarno ingin memuliakan Sarinah. Jadinya, wajar, kalau plasa ini seperti berkarakter beda dibanding plasaplasa megapolitan di sepanjang Jalan MH Thamrin maupun Jalan Raya Soedirman, Jakarta Pusat. Misal, Ratu Plaza, Plasa Sogo, maupun Plasa Senayan City, contohnya. Tidak cuma itu. Plasa ‘Sarinah’ seolah bergeming menghadapi geliat plasaplasa kosmopolitan yang lahir di era Orde Baru antara tahun 1980 sampai 2000-an. Bisa jadi, lantaran pengunjung di plasa ini tidak sekadar berorientasi rekreatif semata. Tapi, lebih memprioritaskan belanja. Konten produk yang ditawarkan di plasa ini pun terkesan dominan bernuansa khas keindonesiaan. Bisa jadi ini, tidak jarang terlihat pengunjung asing keluar masuk plasa ini.


Apa kata Mira Amarhorseya, Direktur Utama PT Sarinah (Persero), yang sudah 21 tahun mengabdi di perusahaan ini? “Pengunjung tamu mancanegara yang bertandang ke Sarinah memang selalu ingin kembali,” kata Mira Amarhorseya, tersenyum, pada LENSA di kantornya, Jakarta, Minggu siang itu. Perkembangan ‘Sarinah’, siapa menyana bisa se-eksis sekarang ini. Maklum, tahun 1984, gedung ‘Sarinah’ sempat terbakar. Belum lagi, perjalanannya sempat terlibas resesi ekonomi akhir 90-an. Rupanya, kegigihan dan semangat orang-orang yang mengelola menejemen plasa ini, teruji sejarah. Bertepatan peringatan HUT Proklamasi 17 Agustus lalu, ‘Sarinah’ pun genap memasuki usia 50 tahun. Keniscayaannya membuktikan mampu super eksis di dunia bisnis ritel Indonesia. Ia juga tetap ‘seksi’ di tengah maraknya bisnis ritel Jakarta. PERINTIS RITEL Sarinah Dept. Store, sebutan resminya. Bagi masyarakat Indonesia, nama ini tidak asing. Mafhum, nama ini ada di buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Umum siswa SD maupun SMP. ‘Sarinah’ memang Dept. Store pertama di Indonesia. Didirikan tepat 17 Agustus 1962, saat bangsa ini merayakan HUT Proklamasi ke 17.

Ihwal Ir Soekarno menggagas Sarinah, lantaran situasi makro ekonomi Indonesia ketika itu amat buruk. Sarinah diharapkan jadi stimulator, mediator, dan alat distribusi barang ke masyarakat luas. Dan, menjadi pelopor ritel modern di Indonesia, atau pengembangan usaha perdagangan eceran. Sekaligus, menjalankan fungsi sebagai stabilisator ekonomi. Tujuannya memperlihatkan kepada dunia luar bahwa wanita-wanita Indonesia mampu melaksanakan ekonomi menuju masyarakat adil dan makmur. Gedung Sarinah ini dibangun dengan dana pampasan perang pemerintah Jepang. Kemudian, Department Store-nya dibuka 15 Agustus 1966. Seperti peran sebagaimana diinginkan Presiden Soekarno, Sarinah jadi pengembangan usaha perdagangan eceran. Dalam perjalanan waktu, Sarinah jadi aset nasional . Dan mampu membuktikan jadi mitra usaha kecil, terutama pengerajin. Sarinah masih terus terpacu berperan lebih besar memperkenalkan produk nasional ke mancanegara. Ekspornya terus mengeliat dari waktu ke waktu. Masih banyak hal yang dilakukan dan akan dikerjakan Sarinah, tentunya. Daya ikat dan pikatnya lebih dari makna sejarah. Setidaknya mampu tetap eksis bak ‘Ibu Ritel Indonesia’ yang tetap ‘seksi’. Apa kata orang nomer satu Sarinah? “Sarinah tidak beradu lari, karena Sarinah adalah sebuah perjalanan itu sendiri,” kata Mira Amarhorseya, tersenyum.

REPORT Esa Tjatur| Ichsan|Lysistrata |FOTO. Aulia R.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

55


COMPROF

REPORT Esa Tjatur| Ichsan |Lysistrata|FOTO. Aulia R.

Mira Amahorseya

Mengembalikan Kejayaan

‘Bu Sarinah’ S

arinah Departamen Store. Di usianya setengah tahun ini, bak adagium ‘tuatua keladi’. Mengeliat, dan tertantang harus tangguh ‘melawan’ persaingan keras plasa-plasa modern di Jakarta. Gedung retail ini, memang paling eksotik di antara plasa di sepanjang Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta Pusat. Sarinah tidak cuma mencatat sejarah bisnis retail yang cukup monumental di tanah air. Keberadaannya, dari mulai Presiden RI pertama Ir. Soekarno sampai Presiden RI keenam, tetap eksis. Malah, era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini seperti mendapat empati untuk lebih mengembang. Unik lagi, perjalanan setengah abad, baru

56 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

tahun 2012 ini, top manajemen Sarinah dikendalikan para perempuan ‘tangguh’ yang berprestasi di perusahaan ini. Direktur Utama dijabat Mira Amahorseya, yang sudah 21 tahun bak terbiasa makan lauk ‘asam garam’ mengabdi di PT sarinah. Direktur Operasional dikendalikan Rini Wulandari, Direktur Keuangan Sumini, dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan dipercayakan Handriani Tjatur S. Ketiganya juga mengalami dinamika berkarier seirama dengan Mira. Kwartet Srikandi yang dikomando Mira ini, begitu mulai mengendalikan holding company PT Sarinah tengah tahun lalu, langsung tancap gas. Direksi baru ini membangun hotel berbintang em-

pat di Bandung, Jawa Barat. Namanya, ‘Botique Hotel’, lokasinya di Jalan Braga. Mafhum. Mira memang cukup berpengalaman mengelola bisnis hotel. Sepanjang berakarier di PT Sarinah, ia bersama-sama para senior yang sudah purna, turut membesarkan hotel bintang lima ‘Sari Pan Pasific’ di Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta. Walau begitu, Mira Amahorseya saat ditemui LENSA, terkesan merendah. Lantas apa komentarnya soal mengembangan bisnis perhotelan di Bandung? “Pembangunan hotel ini, merupakan alternatif tertundanya pembangunan Sarinah Square yang semula direncanakan dimulai akhir tahun ini,” kata Mira,


yang tinggal di Jalan Tulodong Bawah 8 No 43-44 Kebayoran, Jakarta. Ditemui LICOM, ibu puteri semata wayang, Rinjanianty ini, mengenakan padupadan busana mengesankan perempuan enerjik, trengginas, smart. Nada tutur katanya feminin, tertata layaknya perempuan pebisnis piawai. Menanggapi tertundanya proyek pembangunan Sarinah Square, membuat Mira enggan bergeming. Perempuan berpengalaman jadi koordinator Komisi Wanita di Persatuan Catur Indonesia (Percasi) ini seakan semakin tertantang. “Rencananya, pembangunan Sarinah Square dibangun di atas lahan seluas 1,7 hektar. Investasi mencapai Rp 1 trilyun. Diharapkan akan membawa kembali sarinah ke era kejayaannya,” kata Mira sembari membetulkan posisi duduknya. Proyek itu belum bisa dilaksanakan, diakui Mira, karena banyak hal yang harus dipersiapkan secara matang. Perjalanan panjang PT Sarinah, kini seperti menumpuhkan pada tangan dingin Mira. Alumni Universitas Kristen Jakarta, yang mengawali karier menjadi junior lawyer di Gani Djemat & Pertners Law Firm (1987) ini, bisa jadi tidak sulit mengendalikan PT Sarinah. Apalagi, orang nomer satu di Sarinah ini, juga punya sederet track record cemerlang di organisasi profesi di luar PT Sarinah. Misal, ia mengantongi pengalaman sebagai dewan pengurus Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Tidak cuma itu. Mira sejak 2011 hingga sekarang, menjabat Ketua Divisi Komunikasi, Promosi, dan Sosial. Ditambah lagi, berpengalaman sebagai anggota Steering Committee pada Asia Pacific Retail Convention dan Exhi-

Jejak Rekam

Sarinah Tangguh Mira Amahorseya, S.H

bition yang diadakan APRINDO. Setidaknya pengalamannya berkarier 21 tahun di perusahaan milik negara ini, tentu cukup jadi bekalnya bagaimana membawa PT Sarinah mengulang masa kejayaannya sebagai perusahaan pelopor ritail di tanah air. Mira mengakui, setelah perusahaan yang dikendalikan menempuh perjalanan panjang, kini saatnya memantapkan posisi dan menjadikan sebagai BUMN yang mampu bersaing dengan dikelola secara profesional. Ia membenarkan Sarinah ibarat perempuan matang yang tidak gegabah melangkah. Sebaliknya, mampu gemulai dalam bertindak. “Inilah langkah Sarinah. Sarinah tidak beradu lari, karena Sarinah adalah sebuah perjalanan itu sendiri,” kata isteri Tjahja Kelana Harefanya, lagilagi senyum.

JABATAN Dirut PT Sarinah (Persero) sejak 26 Juli 2012. Kantor : PT.SARINAH (Persero) Jl. M.H. Thamrin No.11 Jakarta Pusat 10350 Tempat Tgl/ Lahir : Jakarta, 6 Juni 1963 Hobby : Traveling, Sport Suami : Tjahja Kelana Harefa Anak : Rinjanianty Riwayat Pekerjaan: Direktur Utama PT. Sarinah (Persero) (Juli 2012-sekarang) Direktur Perencanaan&Pengembangan Usaha PT Sarinah (Persero) (2009) Presiden Direktur PT.Sariarthamas Hotel Internasional (Sari Pan Pacific Hotel) (2006-2009) Direktur PT Sarinitokyu Hotel Internasional (Hotel Sari Pan Pacific) (2001-2006) Direktur Operasi PT. Sarinah (persero) (2001) Kepala Sekretariat Perusahaan PT Sarinah (1997-2001) Kepala Divisi Pemasaran PT. Sarinah (1997) Kepala Divisi Promosi PT. Sarinah (1996-1997) Deputy Divisi Promosi PT. Sarinah (1993-1996) Kepala Bagian di Sekretariat Perusahaan PT.Sarinah (1991-1993) Masuk PT. Sarinah (persero) (1991) Personel & Administrasi PT. Suar Intermuda Corp (1990-1991) Bekerja di Gani Djemat&Pertners Law Firm Jabatan: Junior Lawyer (1987) PENDIDIKAN : Lulus SMAN 70 ex XI Bulungan, jakarta Selatan (1982) Lulusan Universitas Kristen Indonesia, Jakarta Fakultas Hukum (1982-1987) Ikut Pelatihan Dalam Negeri Profesional Director Program Indonesia Institute For Corforate Directorship (IICD) (2004) Management Course yang diadakan Institute Pendidikan & Pengembangan Manajemen (IPPM) Menteng, Jakarta (2002) Corporate Secretary Intensive Course oleh Yayasan Pendidikan Pasar Modal Indonesia &Lembaga Manajemen FE-UI (1999) PELATIHAN LUAR NEGERI : Intensive English language Institution oleh University Of New York,Buffalo USA (1987-1988) Computer Course oleh State University Of New York,Buffalo USA (1988) Partisipasi Seminar Nasional & Internasional Asia Pacific Retail Conference & Exhibition Singapura (2011) Ikut workshop Scenario Planning and Priority Scaling oleh PT LAPI- ITB di Bandung ,Desember (2010) Asia Pacific Retail Conference & Exhibition di Seoul Korsel (2009 ), Hongkong (2002) , Taipei & Taiwan (1999) kualalumpur Malasyia (1996) Ikut international Trade & Exhibition Bologna Italy (1997) Aktif berbagai Seminar Juga lokakarya Nasional di bidang Ritel, manajemen, Hukum serta Pariwisata di Indonesia (1987 - 2008) PENGALAMAN ORGANISASI : Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Ketua Divisi komunikasi, Promosi dan Sosial (2011-skarang). Anggota Steering Committee Asia Pacific Retail Convention dan Exhibition yang diadakan oleh Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia, September 2001 di Jakarta. Juri ‘Pemilihan Putri Indonesia’ diadakan Yayasan Putri Indonesia (2004 dan 2005). Ikut berbagai Tim Proyek-proyek di PT.Sarinah. Terakhir sebagai Ketua Tim Privatisasi Pembina Koperasi Karyawan”Sari Mandiri PT. Sariarthamas, Hotel Int (2001 & 2009) serta Sebagai Pembina Koperasi Karyawan PT. Sarinah (2001 & 2002) Koordinator Komisi Wanita di Persatuan Catur Indonesia (Percasi).

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

57


ASPIRASI

Awas!

Advokat Jangan Terjebak Ma�ia Peradilan

M

araknya praktik mafia peradilan, apalagi ada hakim di Bekasi, Jawa Barat, yang ditangkap karena terbukti pengguna Narkoba, membuat Ketua Bidang Organisasi DPN Peradi (Dewan Pimpinan Nasional-Perhimpunan Advokat Indonesia) Sutrisno SH Mhum, makin gerah. Hakim sebagai mitra advokat, merupakan pintu terakhir peradilan, praktis kejadian itu berdampak ‘trust’ ‘dunia peradilan’ di tanah air bak adagium ‘nila setitik, rusak susu sebelanga’. Meski yang terungkap di permukaan, praktisi peradilan prosentasenya relatif kecil, namun kondisi ini indikator semakin memperburuk citra hukum Indonesia di mata Internasional. Sebagai Ketua Peradin, Sutrisno sangat terusik menyaksikan citra hukum dan praktik mafia peradilan, yang bak gunung es ini. Sutrisno harus menaruh perhatian ekstra dalam mengawasi peluang terjadinya pelanggaran kode etik advokat. Ia akan terus kritis agar para advokat tidak terjebak praktik-praktik kotor mafia peradilan.

58lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

“Peradi ini dibentuk sesuai dengan Undang Undang Advokat. Untuk meningkatkan kualitas profesi advokat. Didalamnya, ada pendidikan advokat dan pelatihan. Supaya advokat tidak gampang terjerat dalam mafia peradilan,” katanya dalam percakapan dengan LENSA. Sutrisno menyontohkan ketika advokat melakukan pembelaan dalam kasus perdata di pengadilan, misalnya. Dia senantiasa menegakkan etik seorang advokat penggugat yang ingin menemui hakim harus bersamasama dengan pihak tergugat. Begitu pun saat menangani kasus pidana, seorang advokat yang akan menemui hakim harus tetap melibatkan JPU (Jaksa Penuntut Umum). Dengan begitu, praktik ‘pat gulipat’ KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) bisa lebih terkontrol. Godaan ‘perselingkuhan’ terhadap etik baik yang datang dari niat pribadi, atau ‘iming-iming’ pihak luat, setiaknya bisa

Sutrisno, Ketua Peradin

dicegah selama proses hukum sedang berjalan. “Dan itu prinsip yang harus dipegang teguh oleh advokat. Advokat harus benar-benar bicara kualitas pembelaan. Bukan sebaliknya, malah KKN dengan aparat hukum lainnya,” tegas Sutrisno. Sutrisno mengibaratkan profesi advokat tak ubahnya seorang dokter, yang dalam bekerja senantiasa dilandasi kode etik. “Advokat tidak boleh mencari-cari perkara. Artinya, jangan sampai tidak ada perkara, lantas klien dipaksa-paksa supaya berperkara. Itu tidak boleh. Itu melanggar kode etik, tegas Sutrisno. Sutrisno juga mengimbau kepada masyarakat, bila menemukan prilaku advokat ‘mbeling’ segera mengadukan ke Peradi. “Misalnya, diberi surat kuasa, tapi tidak dijalankan, apa pun alasannya,” demikian pesan Sutrisno. REPORT Moh. Rudi|FOTO. Istimewa


MOMENT

Nah, Jatah Infrastruktur Rp 2,1 Triliun

PERTAMINA All Out Konversi BBM

P

emerintah tahun ini serius menggencarkan program konversi BBM ke gas alam untuk transportasi jalan. Mafhum. Jatah anggaran yang diambilkan dari APBN untuk membangun infrastrukturnya tidak tanggung-tanggung, kisaran Rp 2,1 triliun. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir janji Pertamina siap ikut menyukseskan program itu. Tentu, ini sesuai Perpres No.64/2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Bahan Bakar Gas Untuk Transportasi Jalan. Mundakir menhatakan, pemerintah menugaskan Pertamina melakukan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Gas berupa CNG (compressed natural gas). “Sejalan dengan Perpres, Pertamina mempersiapkannya sebaik mungkin dengan penyediaan infrastruktur yang diperlukan untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik,” kata Ali kepada LENSA di Jakarta.

Mulai tahun ini, dibangun 5 mother station, 9 daughter station, 14 SPBG online dengan pipa gas berikut revitalisasi 6 SPBG yang sudah ada. Selain itu, juga membangun 5 mobile refueling station (MRS), dan infrastruktur lainnya. Pemerintah terkait itu, menang diakui Ali, menyiapkan dana sekitar Rp 2,1 triliun dari APBN untuk pembangunan infrastruktur tersebut. Sampai akhir tahun, Pertamina menyelesaikan pembangunan 4 SPBG online baik dari dana sendiri maupun APBN, berlokasi di DKI Jakarta. “Selain itu, PT Pertamina Gas (Pertagas, anak pe-

Surabaya Aman

Duta Besar Korea Temui Wali Kota

D

uta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Young Sun menemui Wali Kota Surabaya. Kim beserta enam orang dari Kedubes Korea diterima walikota Tri Rismaharini di Balai Kota, belum lama ini.. Pertemuan sekitar 45 menit, lebih menitikberatkan masalah kerjasama bisnis. Kim menyatakan, mendirikan trading office (kantor perdagangan) di Surabaya. Ditargetkan Oktober mendatang sudah bisa diresmikan. Ini merupakan salah satu bentuk kerjasama di bidang perdagangan untuk meningkatkan iklim investasi. Kim memuji situasi Surabaya yang aman dan kondusif. Menurutnya, Kota Pahlawan ini relatif tidak ada demo yang anarkis. Itu sangat bagus untuk mengembangkan investasi. Di samping itu, Surabaya juga bersih dan lalu lintasnya lancar. Sehingga, nyaman ditinggali. Duta Besar ini tanya apa rahasia Surabaya tetap aman? Walikota Risma menjawab, Pemkot selalu menggandeng semua pihak. Bila terjadi permasalahan, pihaknya selalu jadi mediator agar konflik seperti masalah buruh, misalnya, tidak meluas. Peringatan Hari yang selalu identik dengan demo besar-besaran, di Surabaya malah sebaliknya. Buruh dan pemerintah ber-

rusahaan Pertamina) juga akan menuntaskan satu pilot project infrastruktur (mother daughter system) di Bitung, Bekasi,” ungkap Ali. Komitmen pasokan gas program ini diperoleh dari lapangan-lapangan Pertamina Hulu Energi, Pertamina EP dan pemasok lainnya. Tahap awal, program ini diterapkan untuk angkutan umum, di mana pemerintah juga menganggarkan untuk pengadaan converter kit bagi kendaraan sasaran program konversi tersebut. Untuk lebih mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur gas, diperlukan sinkronisasi antara penetapan tata waktu pembangunan infrastruktur gas, serta program pengadaan dan pendistribusian converter kit. Selain itu, Pertamina juga akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk kemudahan perizinan dan penyediaan lahan. REPORT Lysistrata|001|FOTO. Riset

satu dalam acara musik. “Kemarin, waktu hari buruh, Surabaya aman tidak ada demo, malah buruh joget bersama di Taman Surya. Itu juga menandakan buruh di Surabaya semakin dewasa dan terjadi sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan buruh,” ujarnya. Risma berterima kasih dan menyambut baik Pemerintah Korea menanamkan investasi di Surabaya. “Pemkot mendukung melalui terciptanya kebersihan kota, kelancaran lalu lintas, dan suasana yang tetap kondusif,” janjinya. REPORT Iwan|001|FOTO. Riset

Walikota Surabaya Tri Rismaharini ketika menjamu Duta Besar Korea Selatan Kim Young Sun di kantornya

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

61


62lensaindonesia indonesia

November 2012


MOMENT

Kerjasama Tahun 2012

Uni Eropa Siagakan 500 Juta Euro Bagi Pembangunan di Indonesia

U

ni Eropa beranggota 27 negaranegara di Eropa, mendukung Indonesia dalam upaya pembangunannya. Sebanyak 500 juta Euro disiagakan Uni Eropa dan para negara anggotanya bagi Indonesia. Demikian laporan kerjasama pembangunan Uni Eropa – Indonesia tahun 2012 sebagaimana dibacakan Duta Besar Julian Wilson, Kepala Delegasi UE untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN di Hotel Le Meridien, Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut Julian Wilson, laporan ini menggambarkan bagaimana bantuan Eropa mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia. Edisi yang ke-enam ini menitikberatkan pada tiga nilai utama yang sama-sama dimiliki UE dan Indonesia: Pembangunan, Keragaman dan Demokrasi. Fakta-fakta penting, jumlah dana dukungan dan kisah keberhasilan dari berbagai macam proyek diulas pula dalam edisi ini. UE sangat mendukung pembangunan yang berkelanjutan di seluruh dunia serta menyediakan lebih dari separuh dana bantuan luar negeri untuk pembangunan (ODA) yang ada di dunia. Pada tahun-tahun terakhir ini, 9 juta anak-anak telah menikmati pendidikan dasar dengan bantuan UE, sementara itu 31 juta keluarga mendapatkan akses air bersih serta 36.000 km

Pembacaan Laporan kerjasama Uni Eropa dan Indonesia di hotel La Meridien, Jakarta (2/8)

jalan telah dibangun dan diperbaiki. Laporan ini mencatat bahwa di Indonesia, UE dan negara-negara anggotanya telal berkontribusi untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan di sektor-sektor lingkungan hidup dan perubahan iklim senilai 291,3 juta Euro, pendidikan (92,6 juta Euro), pembangungan ekonomi dan perdagangan (44,2 juta Euro), tata pemerintahan (29,4 juta Euro), kesehatan dan nutrisi (27 juta Euro), air dan sanitasi (24,5 juta Euro) dan rekonstruksi pasca bencana (13,7 juta Euro). “Kami perlu membangun kemitraan yang modern dan berwawasan luas dengan negara-negara yang sedang berkembang dengan menitikberatkan pada pertumbuhan yang inklusif dan hak asasi manusia serta berupaya untuk menciptakan sinergi antara kerjasama pembangunan dan kebijakan-kebijakan yang lain,” ujar Duta Besar Julian Wilson. Ditambahkan, hubungan UE dan Indonesia telah

dibangun sejak lama dan bagi UE, Indonesia merupakan mitra yang kuat. “Bantuan dari UE ini telah menyentuh kehidupan banyak warga, dari murid-murid SMP di Wamena, Papua sampai para petani tradisional di Bali,” ungkapnya. Sementara itu, Nyoman Suwena, seorang petani dari Bali yang telah menerima bantuan dari program BIRU, yang didanai oleh pemerintah Belanda mengaku gembira atas bantuan, sehingga dirinya bisa memanfaatkan biomas sebagai sumber energi alternatif. “Sekarang ini apapun yang organik harganya mahal, tetapi melalui program ini masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan uang untuk membayar BBM atau pupuk lagi,” katanya. Senada dengan janji Presiden Yudhoyono untuk pengurangan emisi hingga 41% dengan dukungan internasional, UE telah meningkatkan bantuannya untuk Indonesia di sektor ingkungan hidup dan perubahan iklim selama periode 2010-2011. Wakil-wakil pemerintah dan masyarakat sipil yang hadir dalam acara ini juga menjelaskan lebih mendalam mengenai tantangan-tantangan yang dihadapai Indonesia dan dunia dalam menangkal perubahan iklim serta cara-cara untuk memperkuat kerjasama pembangungan di sektor ini. REPORT Rudi Purwoko|001|FOTO. Dok

Tahun Fiskal 2012

Seagate Technology Catat Peningkatan Dividen 0,32 Dolar AS Per Saham

S

eagate Technology mengumumkan hasil finansial untuk kuartal dan tahun fiskal yang berakhir 29 Juni 2012. Sepanjang kuartal keempat, dalam basis GAAP perusahaan tersebut mencatat pemasukan sebesar kurang lebih 4,5 milyar dolar AS, margin kotor sebesar 33,1%, penghasilan bersih sebesar 1,0 milyar dolar AS dan laba cair per saham 2,37 dolar AS. Dalam basis non-GAAP, yang tidak mencakup dampak bersih dari beberapa barang tertentu. Seagate mengumumkan margin kotor sebesar 33,6% dan laba cair per saham sebesar 2,41 dolar AS. Dalam laporan keuangan diterima LICOM, Rabu (1/8/2012), bahwa selama kuartal Juni, Seagate menghasilkan sekitar 1,4 milyar dolar AS tunai dari operasional, dividen tunai berbayar sebesar 106 juta dolar AS dan menggunakan sekitar 1,2 milyar dolar AS untuk menebus hampir 45 juta saham biasa. Melewati paruh pertama

dari tahun kalender 2012, Seagate telah menebus kira-kira 88 juta saham biasa, yang mewakili 19% dari semua kapitalisasi pasar perusahaan. Kas, barang-barang setara kas, kas terbatas, serta investasi jangka pendek semuanya mencapai total 2,2 milyar dolar AS di akhir kuartal keempat, yang merupakan kenaikan runut sebanyak 67 juta dolar AS. Untuk tahun fiskal yang berakhir 29 Juni 2012, dalam basis GAAP, Seagate mengumumkan penghasilan sebesar 14,9 juta dolar AS, margin kotor sebanyak 31,4%, pemasukan bersih sebesar 21,9 milyar dolar AS dan laba cair per saham sebesar $6.49. Untuk dana di luar GAAP, perusahaan ini mencatat margin kotor sebesar 31,7% dan laba cair per saham sebanyak 6.75. dolar AS Dalam tahun fiskal 2012, Seagate mengembalikan lebih dari 85% dari arus kas untuk para pemegang saham dalam bentuk dividen dan penebusan saham. “Seperti yang kami umumkan sebelumnya, kami kecewa karena tidak mampu untuk mencapai angka penghasilan serta margin seperti yang telah kami rencanakan dalam kuartal keempat

ini, yang menerima dampak dari terlalu cepatnya kebangkitan kembali industri setelah sebelumnya menemui gangguan rantai suplai dan permasalahan yang menyangkut kualitas penyuplai di daerah terpencil yang kami alami,” ujar Steve Luczo, ketua dan chief executive officer Seagate. “Meskipun begitu, kami tetap merasa puas telah merampungkan pencatatan atas pemasukan dan pengiriman unit untuk kuartal Juni ini, sehingga Seagate dapat melanjutkan pengembalian nilai untuk para pemegang saham melalui dividen dan pembelian kembali saham.” Dalam laporan keuangan tersebut, jajaran Direksi juga menyetujui dividen tunai sebesar 0,32 dolar AS per saham, yang pada 29 Agustus 2012 dapat dibayarkan untuk para pemegang saham tercatat seiring dengan penutupan bisnis pada 14 Agustus 2012. Pembayaran untuk dividen catur wulanan manapun di masa datang menjadi rahasia Direksi dan akan tergantung pada posisi finansial Seagate, hasil operasional, kas yang tersedia, arus kas, persyaratan modal serta faktor-faktor lainnya yang dianggap relevan oleh Direksi. REPORT Rudi Purwoko|001|

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

63


BUMD REPORT Panji|FOTO. Dok|Panji

Berpacu dengan Pariwisata & Ekonomi Kreatif

PWU Jatim

Dirikan Hotel Berbintang

B

elakangan ini, bisnis di sektor properti sangat menggiurkan. Kebutuhan masyarakat akan berbagai macam fasilitas maupun layanan tempat tinggal beragam. Peningkatan sektor properti bukan hanya terlihat dari banyaknya lahan tidur yang dibangun perumahan segala macam level khususnya di kota besar seperti Surabaya. Bangunan yang tegak berdiri di tengah lalu lalang warga kota metropolitan kedua ini makin ramai dengan berdirinya hotel bintang tiga. Dengan memberikan fasilitas dan layanan yang tak kalah jauh layaknya fasilitas bintang lima. Hotel Bekizar Surabaya kini menyatakan diri siap memberikan andil bersama hotel lainnya. Setelah 10 bulan bekerja, Hotel Bekizar Surabaya yang berada di arel seluas 500 M2 ini siap beroperasi. Hotel yang berada tepat di kawasan strategis kota pahlawan ini rupanya merupakan bagian dari pengembangan bisnis PT Wira Jatim yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Jatim. Bangunan yang berada tepat di titik nol kilometer kota pahlawan Surabaya ini memiliki tinggi delapan meter dengan 99 kamar. “Kita harapkan nantinya, ada koneksi antara JX International dengan Hotel Bekizaar. Misalnya ada orang dari luar kota yang menggelar pameran di JX, nanti nginapnya di Hotel Bekizar,� ujar Direktur PT WIRA Jatim, Arif Afandi dalam grand opening Hotel Bekizar Surabaya, Jumat (12/10/2012) lalu.

64lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Gubernur Jawa Timur Soekarwo meresmikan Bekizar Hotel dan berbincang bersama Dirut PWU Arif Affandi

Arif Afandi juga menyampaikan, selama soft opening okupansi hotel milik pemerintah daerah ini sudah mencapai 70 persen. Pembangungan Hotel di atas asset BUMD Pemprov Jatim ini, selain untuk mengoptimalisasi lahan-lahan strategis, juga untuk terlibat langsung dalam pertumbuhan Industri MICE (Meeting Incentive Coferenece and Exebhition) yang sangat menggembirakan. Dana pembangunan Hotel Bekizaar Surabaya ini mencapai Rp 35 Miliar dengan rincian melalui Bank Danamon Rp 12 Miliar, sisanya Kas dari Wira Jatim Group. Baginya, keberadaan Hotel tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekono-

mi daerah. Ada tiga pilar utama dalam memajukan bisinis MICE, yaitu pemerintah, masyarakat dan industry pariwisata. Pembangunan infrastuktur pelabuhan, bandara bertaraf Internasional sudah dilakukan. Selain itu, mall, objek wisata dan budaya pertunjukan maupun kerajian khas di Jawa Timur juga semakin tumbuh berkembang. “Kita juga sedang mengembangkan Hotel Bekizaar II di Jl. Tunjungan Surabaya. Hotel Culture tersebut, tetap akan mempertahankan arsitektur lama dengan hanya meredesain di dalam ru-


sedang berkembang. Tingginya orang atau wisatawan yang datang ke Jawa Timur, sangat tepat bisal ditangkap peluang ini dengan membangun hotel. “Saya bangga, karena Pak Arif sudah kembali ke jalan yang benar. Tahu jadi pengusaha ternyata enak, mungkin akan menyesal saat mencalonkan jadi Walikota Surabaya. Kalau begini, saya kok menjadi gamang itu ke depannya,” pungkas Pak De Karwo yang langsung disambut tawa para pengusaha yang hadir. Maraknya perkembangan hotel bintang tiga yang tak kalah dengan bintang lima ini juga cukup mendapatkan respon dari Pemerhati properti dan perhotelan Jatim, Soni Wibisono. Menurutnya, hotel minimalis sekelas bintang tiga dengan fasilitas yang tak kalah dibandingkan hotel bintang lima tersebut mampu mendulang okupansi di atas 50 persen. Peralihan minat konsumen terhadap layanan ‘murah meriah’ tersebut menjadi renungan para pengusaha hotel kelas menengan keatas. Ia yakin, hotel di Surabaya yang lama berdiri dengan derajat bintang

dan fasilitas mewahnya, akan kewalahan menghadapi tawaran berstandar namun nyaman dari hotel minimalis. “Fenomena ini akan menajamkan persaingan yang berujung ancaman bagi hotel berkelas bintang. Kalau mereka tetap menawarkan itu-itu saja tanpa ada inovasi dan kreasi, saya yakin, cepat atau lambat akan tergerus dengan hotel minimalis yang punya layanan standar ala hotel bintang,” kata Soni Wibisono saat dikonfirmasi. Menurutnya, contoh hotel tersebut ibarat ceruk yang masih terbuka untuk didulang hasilnya. Bahkan, rata-rata harga yang ditawarkan sudah include dengan fasilitas lebih berstandar layak yang diberikan kepada konsumennya. “Sekarang ini kan banyak hotel dengan penawaran antara Rp 300 ribu-Rp 400 ribu menginap sudah mendapat fasilitas wi-fi seperti hotel bintang,” tukas mantan Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jatim dan owner PT Bumi Kencana Sejahtera ini,“ tukas mantan Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jatim dan owner PT Bumi Kencana Sejahtera ini. Reporter: Panji

angannya saja,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Jatim, Soekarwo, menyampaikan, saat ini iklim investasi terus mengalami peningkatan setiap tahun. Dia juga meminta kalangan birokrat harus segera menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Jangan sampai pengusaha yang jauh-jauh datang ingin berinvestasi balik pulang, gara-gara berbelit mengurus perijinan adan tidak ada kepastian waktu. “Kita harus robah total sikap mental dalam melayani para pengusaha, karena investasi mereka bisa mendongkrak perekonomian yang bermuara kepada kesejateraan rakyat”, ujar Pak De Karwo sebelum meresmikan Grand Opening Hotel Bekizaar, Surabaya. Gubernur memberikan apresiasi yang cukup tinggi, atas dibangunnya Hotel Bekizaar. Sebagai BUMD milik pemerintah Provinsi Jawa Timur, harus bisa mendukung suasana industri yang

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

65


BUMD

Wamen Perindustrian dan Perdagangan Alex SW Retraubun menandatangani nota kerjasama dengan Pemvrov Jateng REPORT Nur Solikhin|FOTO. Istimewa

Dinperindag Jawa Tengah

Balai Pengembangan SDM dan Produk IKM Sukses Tingkatkan Industri Tekstil Lokal

K

eberadaan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Produk IKM (Industri Kecil Menengah) Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2008, membawa dampak positif bagi daerah. Jumlah industri dan kapasitas produksi pakaian jadi di Jawa Tengah, terus meningkat. Indikatornya, ekspor tekstil dan produk tekstil Jawa Tengah terus meningkat tajam dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Tercatat tahun 2008, ekspor tekstil 320 juta dolar AS kemudian di tahun 2011 melonjak tajam menjadi 960 juta dolar AS. Selanjutnya, pada triwulan kedua tahun 2012 relokasi pabrik industri pakaian jadi dari Jawa Barat dan perluasan kapasitas produksi industri yang sudah ada telah mampu mendorong terjadinya pertumbuhan investasi sebesar 8,5 %, bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2011. Keberhasilan itu diungkapkan Ihwan Sudrajat, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Dinperindag) Propinsi Jawa Tengah di sela-sela acara pembukaan Pelatihan SDM Industri Pakaian Jadi/Garmen, pelepasan pelatihan Wira Usaha Baru (WUB), penyerahan bantuan mesin jahit high speed dari Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Provinsi Jateng pada Jumat (30/8) yang lalu. “Balai Pengembangan SDM dan Produk IKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah telah mampu melaksanakan pelatihan tenaga kerja trampil siap kerja di Industri Pakaian jadi,” ungkapnya. Di Jawa Tengah, tercatat 22.460 orang yang mengikuti pelatihan hingga Juli 2012. Dan 19.315 orang telah disalurkan lang-

66lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

sung untuk bekerja pada industri pakaian jadi. Sementara, sekitar 2.055 orang telah bekerja secara mandiri dan 1.090 orang menjadi Wira Usaha Baru (WUB)industri pakaian jadi. Keberhasilan ini mengantarkkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai institusi pemerintah yang terbesar dalam penyediaan lapangan kerja untuk masyarakat. Juga keberhasilan Pemprov jateng dalam rangka penanggulangan pengangguran dan pengentasan kemiskinan, sesuai program Gubernur Jawa Tengah “Bali Ndeso, Mbangun Deso”, menuju masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera. Selain itu, program ini juga membawa konsekuensi meningkatnya jumlah permintaan tenaga trampil industri siap kerja dengan strata ketrampilan yang lebih dinamis. Tercatat, tahun 2013 permintaan tenaga kerja mencapai angka 24.000 orang dari 40 perusahaan industri pakaian jadi. Sementara, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dihadapan ribuan peserta pelatihan yang hadir mengungkapkan, dalam rangka penyediaan tenaga kerja trampil yang siap kerja sekaligus menanggulangi pengangguran, Pemprov Jateng telah menyediakan program fasilitasi pelatihan ketrampilan yang dilakukan dinas terkait, seperti Dinperindag, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan dan lainnya. Cara-cara fasilitasi seperti yang digelar Balai Pengembangan SDM dan Produk IKM Dinperindag Jateng, menurut Bibit, sangat diperlukan, khususnya bagi masyarakat yang menganggur akibat pu-

tus sekolah atau tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Jadi langkah yang dilakukan Dinperindag Provinsi Jawa Tengah didikung Kementerian Perindustrian RI seperti ini sangat efektif dan berdayaguna dalam penyediaan tenaga kerja trampil yang siap bekerja, sekaligus untuk mengurangi pengangguran” tambah Bibit. Bibit mengungkapkan, angka pengangguran Jawa Tengah semakin menurun. Tercatat tahun 2008 sebesar 7,35 %, pada tahun 2011 turun menjadi 5, 93%, sedangkan Januaari sampai Februari 2012 turun mencapai 5,88%. “Untuk penduduk miskin, pada tahun 2008 sebanyak 19,23%, tahun 2011 turun menjadi 16,21% dan capaian Januari sampai Meret sebanyak 15,23%,” paparnya. Dalam acara itu, Gubernur Jateng, Bibit Waluyo juga menyerahkan 344 mesin jahit high speed kepada peserta pelatihan Wira Usaha Baru (WUB) di Aula Balai Pengembangan SDM dan Produk IKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Provinsi Jateng, Jl. Tambak Aji No 1, Semarang. “Saya berharap peserta pelatihan mau belajar dengan sungguh-sungguh. Sehingga, nanti bisa mengimplementasikan keterampilan yang diperolehnya. Diharapkan pula dengan bantuan mesin jahit mampu mengentaskan angka pengangguran serta mampu berwirausaha mandiri,” tambahnya. Sedikitnya, 650 orang ikut dalam kegiatan pelatihan industri pakaian jadi siap kerja. Mereka berasal dari berbagai kota/kabupaten se Jawa Tengah. Dalam rangka mengembangkan kualitas penyediaan tenaga trampil siap kerja melalui melalui Balai Pengembangan SDM dan Produk IKM Dinperindag Prov Jawa Tengah, dilakukan penandatangan MoU dengan beberapa perusahaan nasional. Diantaranya PAN Brothers Tbk. Bahkan, tercatat ada sekitar 40 pengusaha industri pakaian jadi dan assosiadi pertekstilan di Indonesia yang selama ini menjadi mitra dalam penyiapan dan penyaluran tenaga terampil siap kerja ke perusahaan industri pakaian. Kegiatan tersebut merupakan bagian awal dari program pelatihan industri pakaian jadi siap kerja untuk 5000 orang sampai dengan Desember 2012, yang dibiayai Ditjen Basis Industri Manufactur. Dan 280 orang peserta Wira Usaha Baru (WUB) yang dibiayai Ditjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian serta 64 orang lainnya dibiayai oleh APBD Propinsi Jawa Tengah. Wakil Menteri Perindustrian RI, Alex SW Retraubun mengungkapkan, pihaknya mempunyai program dalam upaya pengentasan angka kemiskinan dan pengganguran melalui pelatihan dan bantuan yang dibiayai Dirjen Industri Kecil Menengah (DIKM) Kementerian Perindustrian. “Saya melihat keberhasilan pelatihan yang dijalankan di Jawa Tengah mengalami kemajuan yang sangat membanggakan,” paparnya.


TRAVEL

Dua Mata Koin

Eksotika Bromo & Suku Tengger Eksotika Bromo dalam Balutan Suku Tengger Bagai dua mata koin tak terpisahkan. Bromo hadir dalam keeksotikan alamnya. Pun masyarakat Tengger punya kekuatan dengan kearifan lokalnya.

K

****

eindahan alam Gunung Bromo serasa membawa kita menerobos sekat-sekat masa silam yang nyaris terlupakan. Tetapi, orang-orang Tengger punya cara Sendiri untuk melestarikan warisan leluhur. Meski zaman berubah, dan ribuan hingga jutaan pendatang berdatangan, namun sikap keaslian warganya tetap utuh; ramah, jujur, dan sederhana. Begitu kuatnya kehidupan spriritual suku ini, sehingga tidak gampang terjadi pergeseran nilai-nilai instrumental. Nilai-nilai budaya itulah yang menjadikan kawasan Bromo sebagai agenda tujuan wisata masyarakat dunia. Bromo dan Suku Tengger, ibarat dua mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Maklum saja, sejak terjadinya asimilasi budaya (Hindu ke Islam), banyak penganut Hindu Majapahit memilih bermukim ke Bali dan Banyuwangi (Suku Osing).

Sisanya, tentu saja ke Tengger. Di sini, mereka membentuk sebuah koloni baru. Dan, Bromo pun masuk dalam hitungan mereka. Bromo milik mereka. Dengan masuknya budaya lama, keindahan alam gunung yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur itu tetap terjaga kelestariannya. Beberapa orang malah beranggapan, Bromo memiliki daya tarik magis cukup kuat. Unsur itu ada karena adat istiadat dan nilai-nilai budaya warisan leluhur yang masih dipegang erat oleh masyarakat Tengger. Sebagai buffer zone (penyangga kawasan), Suku Tengger menjaga dan melestarikan alam dengan sebuah kearifan lokal, jauh sebelum ditetapkannya tempat tersebut sebagai Daerah Taman Nasional Bromo-Tengger- Semeru (NTBS) pada tahun 1982. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo berujar, begitu eratnya hubungan antara masyarakat Tengger dengan penunggu Gunung Bromo, membuat segala pengaruh dari luar bisa diterima begitu saja. Semua harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada ketua adat suku Tengger, atau biasa disebut Dukun. “Budaya dan kearifan lokal seperti benteng. Kita tidak gampang melakukan sesuatu di wilayah Tengger. Harus seizin penunggu Bromo melalui konsultasi (komunikasi) melalui dukun. Bila mendapat izin, kita boleh mengadakan atau mem-

buat sesuatu di sana. Tapi kalau ditolak, kita tidak boleh memaksa. Namanya sebuah kepercayaan, apa pun kita harus hormati,” katanya. Pasca erupsi 2011 lalu, lanjut Tutug, Pemerintah Kabupaten Probolingo berniat melakukan pembenahan fasilitas di kawasan wisata Bromo yang mengalami keruskan. Namun karena terkendala izin, revitalisasi itu batal direaliasikan. “Segala sesuatu harus melalui izin, sekalipun itu menggelar resepsi pernikahan atau membangun rumah,” ungkapnya. Berangkat dari menyatinnya alam dan budaya itulah, pemerintah mengambil peran untuk menyelamatkan dan memelihara kearifan lokal tersebut dengan menetapkan Tengger sebagai kawasan Taman Nasional. Penetapan Bromo, Tengger, Semeru menjadi taman nasional bermakna bahwa budaya masyarakat Tengger perlu dilestarikan dan dikembangkan menjadi lebih sempurna, terutama adat istiadat dan nilainilai budayanya yang relevan dengan kemajuan zaman. Dengan masuknya wisatawan ke Tengger, tidak mustahil akan terjadi pergeseran nilai-nilai instrumental. Namun, apabila terus diadakan pembinaan sikap mental dengan tetap berpegang kepada nilai tradisional yang relevan, maka pergeseran nilai-nilai instrumental itu akan dapat dicegah. “Sekaligus, dapat mempertahankan sifat keasliannya,” tutur Tutug. Banyak pihak menyimpulkan, bahwa selama ini yang mampu menjaga keasrian kawasan nasional Bromo-Semeru bukanlah perundang-undangan yang dibuat pemerintah. Namun sejatinya, yang mampu memberi perlindungan justru kearifan lokal masyarakat Tengger itu sendiri. REPORT Muhammad Ridwan|FOTO. Istimewa

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

67


KASUISTIKA

Jadi Bupati Tanpa Izasah SMU

REPORT Welas Arso|FOTO. Riset

U

ntuk mencalonkan menjadi kepala daerah di era multi partai saat ini, tidak semudah era Orde Baru, yang hanya diwakili tiga partai. Tak pelak, seleksi publik lebih super ketat. Bupati Madiun, Jawa Timur, Muhtarom mengalami ini. Di tengah Muhtarom bersemangat ingin maju bakal calon bupati mempertahankan ‘kursi’-nya sekarang, mendadak gerakan ‘intelejen’ swasta, mangganjal. Mutahrom dicari kelemahannya. Ia pun dituding selama menjabat bupati, menggunakan izasah Aspal (Asli tapi palsu). Karuan masyarakat Madiun, tercengang. Polemik memanas. Muhtarom sangat terusik. Lebih terusik lagi, DPC PDI-P Kabupaten Madiun. Pasalnya, Mutahrom ‘digadanggadang’ jadi bakal calon unggulan partai bergambar banteng bermulut moncong putih ini. Lawan-lawan politik bupati ini sempat ancang-ancang membawa ke ranah hukum. Sadar posisinya gencar diserang, Muhtarom bereaksi. Ia pun mengerahkan pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun untuk klarifikasi. Pasalnya, selama jadi bupati, Muhtarom hanya berbekal surat tanda lulus sekolah MAAN (Madrasah Aliyah Agama Islam) K e m b a n g Sawit, Madiun. “Sesuai Keputusan Kement e rian

Agama No 29 tahun 1985, menyatakan jika surat tanda lulus bisa digunakan sebagai pengganti ijazah. Berarti yang digunakan selama ini surat tanda lulus itu. Lulusan MTsN dan MAN yang lain juga banyak yang seperti itu yang juga jadi anggota DPR atau pejabat lain,” terang Kepala Kemenag Kabupaten Madiun, Hafidz Bakri, awal pekan Agustus lalu. Sampai saat ini, menurut Hafidz, dokumen atas nama Muhtarom masih tersimpan rapi di dua sekolah tempat Muhtarom pernah sekolah. Yaitu, di MTsN Kembang Sawit dan MAAN Kembang Sawit. “Jadi, Pak Muhtarom memang bersekolah di sana. Lulus MTsAIN tahun 1972 dan lulus MAAIN tahun 1975,” ujarnya. Hafidz menambahkan, ijazah Muhtarom untuk tingkat MAN baru terbit 2011. Ini karena Muhtarom baru mengurus untuk penerbitannya. Selama ini, Muhtarom menggunakan surat tanda lulus sekolah untuk berbagai kepentingannya. Mulai dari mendaftar kuliah sampai menjadi anggota dewan maupun bupati sekarang ini. Kepala Sekolah MAN Kembang, Sawit Ahmad Yani Musthofa membenarkan keaslian surat tanda lulus Bupati Muhtarom. “Berkas yang bersangkutan masih ada di tempat saya,”

ujar Yani. Yani mengakui, proses penerbitan ijazah MAN untuk Muhtarom memang cukup panjang. Dimulai saat sejumlah pihak mempertanyakan keabsahan ijazahnya. Kemudian datang surat Kakankemenag Kabupaten Madiun Nomor 13.9/01.HM01/012/IV6/2011 tertanggal 4 Februari 2011 tentang tanggapan berita media soal ijazah Muhtarom. “Setelah itu, tanggal 8 Februari 2011, kami mengeluarkan surat undangan konfirmasi kepada Pak Muhtarom. Lalu kami sarankan segera mengurus diterbitkannya ijazah,” ucapnya. Dengan begitu, sejak Juli 2008 hingga Februari 2011, Muhtarom menjadi bupati tanpa ijazah MAN. hanya memakai surat tanda lulus terbitan MAAIN Kembang Sawit. Tepatnya, 16 Februari 2011, Muhtarom mengajukan penerbitan ijazah kepada MAN Kembang Sawit. Pada 21 Februari, Muhtarom membuat pernyataan belum pernah menerima ijazah dari MAAIN Kembang Sawit. “Setelah itu baru terbit ijazah MAAIN Kembang Sawit atas nama Muhtarom dengan Nomor KW.1/MN63/75/2011 Nomor seri 63 tanggal 23 Februari 2011 ditandatangai Kepala Bidang Mapenda Kemenag Provinsi Jatim,” terangnya. Selanjutnya, keabsahan ijazah MAAIN Muhtarom diyakinkan Hafidz, tidak perlu diragukan. Proses penerbitan sudah didahului verifikasi berbagai berkas dan dokumen di sekolah asal. “Kanwil kan tidak kenal siapa Muhtarom. Karena dokumennya di sini valid, maka ijazah bisa terbit. Jadi, ijazahnya sah,” tegas Hafidz.

Satpol PP ‘Garang’

KORUPSI Rp 144,7 juta

S

atpol PP Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang dikenal ‘garang’ di lapangan, akhirnya kena batunya. Kepala Satpol PP itu, Drs Ali Supandi MM, terpaksa meringkuk di sel tahan penyidik Tipikor Polres Nganjuk. Ini setelah sejumlah bukti dan saksi, serta hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, menguatkan ia jadi tersangka kasus korupsi dana APBD 2011. Kapolres Nganjuk AKBP Anggoro Sukartono melalui Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Bambang Sutikno mengakui, penahanan Kepala Satpol ini dilakukan penyidik Tipikor Polres setelah hasil audit menyebutkan ada nilai kerugian negara Rp 144,785 juta. Dugaan korupsi itu terkait membuat satu kegiatan nyata disusul membuat kegiatan fiktif untuk menyerap dan memanfaatkan dana APBD untuk pribadi.

Tersangka juga mengeluarkan kebijakan bagi hasil dari praktek ‘korupsi’ sebesar 60 persen untuk dirinya, dan 40 persen untuk staf dan anggota Satpol PP. “Itu modus yang dijalankan tersangka,” ungkap Bambang. Kini, Bambang dijerat pasal berlapis. Yakni, Pasal 3 UU RI no 31 tahun 1999 subsider pasal 9 UU RI no 20 tahun 2001 junto UU RI no 31 tahun 1999 junto pasal 5 ayat 1 tentang tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman minimal 1 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Bambang menambahkan, kasus masih terus dikembangkan. Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka laian. “Penyidikan terus dilakukan. Masih ada 7 item dugaan kegiatan yang disangkakan dari 9 item,” terang Bambang. REPORT Abe|FOTO. Riset


MALPRAKTEK? Lakpesdam NU Vs RSUD Jombang

L

akpesdam NU Jombang, Jatim geregetan menghadapi sikap RSUD Swadana di kota itu. Ini gara-gara Direktur RSUD, drg Subandriyah, bersikukuh mengelak tudingan malpraktek yang yang dilakukan dokter di rumah sakit itu. Korbannya, warga Nahdliyin, Abdul Manan. Masalah tak kunjung tuntas. Belakangan, malah ‘menarik-narik’ DPRD

dokter senior di situ menyimpulkan, Manan menderita stroke akut, akibat salah obat. Manan dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. “Lha, kok kaki suami saya diamputasi,” ungkap Ny. Nyoman, isteri korban, berkaca-kaca. Setelah itu, kontan Ny. Nyoman klarifikasi ke RSUD Swadana, dan minta pertanggungjawaban bahwa suaminya korban malpraktek. Protes itu lama tidak ditanggapi pihak RSUD Swadana. Akhirnya, Ny. Nyoman mengadu ke

RSUD Jombang yang diduga melakukan Malpraktek terhadap warga Nahdliyin

Komisi D di daerah itu turun tangan. Ini setelah pengurus Lakspendam NU tadi, melayangkan surat sampai dua kali ke DPRD. Tujuannya, minta kesempatan hearing dugaan malpraktek. Rabu (3/7) lalu, DPRD komisi D terpaksa memanggil kedua pihak. Hasilnya, bukan berdamai. Sebaliknya, masingmasing pihak di ruang komisi D malah bersitegang dan saling menyalahkan. Ihwal kejadiannya, Abdul Manan memeriksakan kesehatan di RSUD Swadana itu. Hasil diagnosa dokter, menyebut Manan mengindap penyakit jantung. Lantas, ia diberi obat. Setelah rajin minum obat, Manan mengeluhkan kaki kirinya nyeri. Ia pun kembali periksa ke RSUD itu. Kali ini, dokter memberinya obat anti nyeri. Selang beberapa lama, rasa nyeri kaki kirinya tambah parah. Salah seorang

Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Nahdaltul Ulama Jombang. Prihatin ‘keadilan’ warga Nadliyin ini terampas, Lakspendam menugaskan aktifisnya, Aan Anshori mendampingi untuk menyelesaikan dengan RSUD Swadana. “Mereka tidak mengakui salah obat. Kami sudah minta hasil rekam medik diaudit. Kami juga minta hasil rekam mediknya, tapi semua tidak mereka berikan,” kata Aan. Aan menganggap sikap RSUD sengaja tertutup, dan ini melangnggar Undang-undang keterbukaan publik. Di dalam hearing, semua pengakuan itu dibantah keras Direktur RSUD Swadana, drg Subandriyah. Malah, ia ‘curhat’ sangat kecewa dengan pihak pasien. Sebab, setelah keluar rumah sakit, keluarga pasien tidak lagi datang merehabilitasi Manan. “Saya sudah minta agar pasien kembali ke

Abdul Manan pasien yang diduga terkena Malpraktek

rumah sakit untuk rehabilitasi. Tapi, tidak dilakukan,” kata Subandriyah. Subandriyah berdalih tidak benar terjadi salah pemberian obat pada pasien Manan. Proses medik yang diberikan RSUD Swadana sudah sesuai protap. Ini seperti yang diungkapkan dr Pudji Umbaran, Wakil Direktur RSUD itu. Menurutnya, hasil investigasi tim audit medik, sejak pasien Abdul Manan masuk RSUD Swadana hingga dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya, sesuai prosedur. Anggota tim audit, dr Leopold Suisan, menambahkan, saat masuk RSUD Swadana, pasien sudah mengalami gangguan jantung. Setelah diagnosa akhir, mengidap stroke akut, sehingga dirujuk ke RSUD dr. Soetomo. “Tidak bekerjanya jantung secara normal bisa mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah pada saluran arteri hingga mengakibatkan kaki kirinya membiru,” jelasnya. Menanggapi tuntutan ganti rugi dari pihak Abdul Manan, dr. Andini selaku Komite Etik dan Hukum RSUD Swadana, mengatakan tidak akan mengabulkan. Dalihnya, dokter menangani sudah sesuai prosedur. Pihak Lakpesdan ragu terhadap hasil kinerja hasil audit medis dilakukan Komisi Etik dan Hukum RSUD Swadana itu. “Semua anggota tim merupakan dokter di RSUD Swadana Jombang. Independensi mereka sangat rapuh,” ujar Aan, aktifis Lakpesdam kepada LENSA. Sesuai Undang-undang (UU) No 44/2009 pasal 46 tentang rumah sakit disebutkan bahwa rumah sakit bertanggungjawab secara hukum terhadap semua kerugian yang ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan. “Itu menjadi dasar kenapa kita mendampingi tuntutan keluarga korban. Pasien juga dilindungi UU Perlindungan Konsumen,” katanya seraya, mempertanyakan kenapa pihak RSUD tidak berani investigasi ucapan salah obat yang pernah disampaikan dokter senior yang ikut menangani Abdul Manan. Karena pertemuan di DPRD sia-sia, keluarga korban dengan didampingin Lakspendam NU membawa masalah ini ke IDI dan upaya jalur hukum. REPORT Moh. Ridwan|FOTO. Riset

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

69


KRONIKA Usai Sabu Party

Pasangan TTM Diborgol

S

udah jatuh tertimpa tangga. Begitulah realita Tatok (34) --samaran-dan Yulyeni (32) --samaran-warga Pamekasan, Jawa Timur ini. Skandal perselingkuhan mereka terbongkar, menyusul ditangkap polisi lantaran diduga usai melakukan ‘pesta’ sabu. Polisi menyita 1,3 gram sisa pesta sabu dari balik jaket tersangka Tatok.

Nahas lagi, Tatok sebenarnya baru 8 bulan dipecat dari pekerjaannya di KPUD Pamekasan. Saat ditangkap, Tatok bersama Yulyeni. Polisi ‘mencium’ keduanya selingkuh. Maklum, Tatok punya isteri sah. Yulyeni berstatus menjalani proses cerai di Pengadilan Agama Pamekasan. Awalnya, polisi tak menduga saat Tatok membonceng --motor-- Yulyeni merupakan pasangan selingkuh. Bahkan, polisi tidak mencium keduanya baru selesai pesta sabu. Saat itu, polisi menggelar operasi ‘Lalin’ di kawasan Jalan Batuampar. Saat dicegat, Tatok mendadak tancap gas berusaha kabur. Polisi

Fesbuker ABG Ternoda

R

upanya, bulan suci ramadan tidak membuat Even (23), pemuda di Nganjuk, Jawa Timur ini bergeming meningkatkan keimanan. Sebaliknya, saat di kampungnya, jamaah masjid, pulang salat terawih, ia malah mengatur strategi melampiaskan nafsu ‘iblis’ ke teman fesbuk, sebut Lusi (14), yang masih siswi SMP swasta di kotanya. Rupanya, Even terobsesi situssitus X menampilkan gambar syuur di warnet. Kejadiannya berawal, Even datang ke rumah Lusi sekitar Pukul 20.00 WIB. Setelah mengeluarkan jurus rayuan bak hipnoterapy, Even dengan mudah mengajak Lusi keluar rumah. Tujuannya, Even seolah mengesankan pengorbanan. Ia berniat menggadaikan HP-nya, dan uangnya untuk ‘menyenangkan’ Lusi. Dasar Lusi ABG polos, ia tidak menampik. Lusi pun bersiasat pamit ke orang tua, berdalih tidur di rumah saudara, yang lokasinya masih tetangga kecamatan. Even yang menunggu di suatu tempat, lantas memboncengkan Lusi dengan kendaraannya menuju rumah gadai. Selesai menggadaikan Hp, Even membawa Lusi ke sebuah taman kawasan waduk di kota Nganjuk itu. Setibanya di situ, Even pamit menjemput temannya, Jujuk (20).

70 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

REPORT Arief|FOTO. Riset

langsung curiga, dan segera memburunya. Sialnya, motor Tatok menabrak bahu jalan. Ia dan Yulyeni pun terjungkal di jalan aspal. Karena gelagat Tatok mencurigakan, polisi melakukan penggeledahan. “Benar. Anggota menemukan sisa serbuk sabu di dalam saku jaket pria itu,” demikian Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Suyono pada

Hobi Judi, KDRT, Bunuh Diri

G Even dan Jujuk kembali sambil membawa sebotol miras. “Korban dirayu diajak minum bareng. Akhirnya, ketiganya mabuk,” ungkap AKP Bambang Sutikno, Kahumas Polres Nganjuk. Dalam kondisi mabuk, Even setelah pisah dengan Jujuk, lantas membawa Lusi pulang ke rumahnya. Kebetulan rumahnya sepi. Di rumah ini, Lusi yang kondisinya masih terpengaruh alkohol, jadi obyek praktik kebiasaan Even nonton situs-situs X. “Pelaku menyetubuhi korban sampai pagi sekitar Pukul 05.30 WIB,” kata Bambang. Kemudian pagi itu juga, Even mengantar pulang korban. Cuma, Even tidak berani menurunkan sampai ke rumah Lusi. ABG ini dipaksa turun dari sepeda motornya di tengah jalan. Korban pun menangis, hingga ahirnya ditolong warga. Lantas, Lusi diserahkan ke orang tuanya. “Saat ditanya kedua orang tuanya, korban cerita semuanya. Saat itu juga orang tuanya melapor ke Polsek Berbek,” jelas Bambang. Alhasil, polisi menangkap Even di rumahnya. “Ya, saya sangat menyesal, Pak. Saya berbuat itu, karena pengaruh minuman,” kata Even di sel tahanan. REPORT Abe|FOTO. Riset

LENSA, belum lama ini. Keduanya ‘diborgol’ dan digelandang ke Mapolres Pamekasan. Setelah diperiksa, baru terbongkar keduanya teman selingkuh alias ‘TTM’ (Teman Tapi Mesra). Begitu dicecar, keduanya mengakui usai sabu party alias pesta sabu berduaan di sebuah tempat di kota itu. Pilu. Keduanya terancam Pasal 112 ayat 1, sub Pasal 114 ayat 132, Undangundang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.

ara-gara ‘hobi’ berjudi, mahligai rumah tangga Maksum (42) dan Kepala Sekolah TK Asidiqi di Surabaya, Lailatul Padriya (38) berujung petaka KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Maksum tega berbuat sadis membacok kepala isteri tercintanya, Laitul Padriyah di depan kedua anaknya yang masih SD. Tidak cuma itu, punggung isterinya ini juga dibabat dengan senjata tajam. Padriyah tersungkur dengan bersimbah darah. Ibu dua anak ini tak menyangka suaminya bisa sekalap itu. Persoalannya sebenarnya sepele. Awalnya, keduanya bertengkar biasa. Padriyah kesal melihat suaminya didatangi orang menagih utang ‘pasang’ judi togel. Kejadian ini berkali-kali. Bahkan, kali itu, Maksum kalah judi, dan tagihannya mencapai ratusan ribu. Sebagai kepala sekolah keagamaan, Padriyah merasa malu dengan tetangga. Apalagi, situasi memasuki awal bulan suci ramadan. Saat ia marah, suaminya membalas emosi. Ia tak mengira, suaminya menyahut senjata tajam dan langsung membabatkan ke arahnya dengan membabi buta. Saat Lailatul tersungkur, tetangganya juga menyangka bertengkar biasa. Sehingga tidak ada yang mendekat. Kebetulan petaka warga Jl Bulak Cumpat gg 2 No 16, Surabaya ini kejadiannya pagi sekitar Pukul 07.00 WIB. Rupanya, Maksum panik begitu tahu Lailatul terkapar bersimbah darah. Lantas, suami ini bergegas masuk ke dalam rumah dan mengambil seutas tali. Di depan kedua anaknya, pria ini gantung diri hingga tewas. Kedua anaknya pun menjerit-jerit. Sadar suami gantung diri, Lailatul dalam kondisi sempoyongan keluar rumah, minta pertolongan warga. “Beruntung, Lailatul dibacok seperti itu tidak langsung meninggal,” kata Wagino, Ketua RW yang masih kakak ipar Lailatul. REPORT Dhimas|FOTO. Riset


OMBUDSMAN REPORT Agus Irawan|FOTO. Istimewa

Ada Aparat ‘Meleng’,

Lapor Ombudsman Lewat Online

O

mbudsman Republik Indonesia, agaknya belum familiar di telinga masyarakat secara luas. Mafhum, produk aktivitas lembaga adhoc yang independen ini memang tidak se-sensasi seperti lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), misalnya. Atau, Mahkamah Konsitusi. Bukan berarti Ombudsman jalan di tempat. Faktanya, lembaga yang tergolong relatif muda di era reformasi ini, tetap intens menangani masalahmasalah yang diadukan masyarakat terkait kelakuan aparat yang ‘meleng’ dalam memberikan layanan publik di instansi maupun perusahaan pemerintahan. Bahkan, Ombudsman sudah melakukan terobosan membuka pengaduan lewat online. Keluhan masyarakat terhadap pelayanan aparat pemerintahan, termasuk BUMN, BUMD, BHMN, maupun badan swasta dan perorangan, bisa langsung klik di situs pengaduan. Dan, hanya mengisi form pengaduan secara mudah. “Dengan pengaduan lewat online ini, maka masyarakat di seluruh pelosok tanah air bisa langsung mengadukan persoalan,” kata Humas Ombudsman RI Ita Fatmawati kepada LENSA.

Faktanya, pengaduan online ini mamang sangat efektif. Bila sebelumnya, pengaduan masyarakat banyak yang lewat LSM, kini masyarakat secara perorangan bisa langsung menyampaikan keluhannya langsung lewat pengaduan online. Cuma, sayangnya, belum semua masyarakat tahu dan memahami peran Ombudsman. Sehingga, meski pun diberi kemudian dalam hal pelaporan ini, kenyataannya yang mengadukan masalah belum sesuai target lembaga yang berkantor pusat di Jalan HR. Rasuna Said Kav. C-19 Kuningan (Gedung Pengadilan TIPIKOR) Jakarta Selatan. “Tapi, kami optimistis karena ada indikasi masyarakat mulai tahu dan berani mengadukan lewat layanan online,” kata Budi, anggota Ombudsman RI. Pengaduan lewat online itu, terbanyak keluhan terkait layanan publik yang dilakukan aparat di pemda-pemda. Berikutnya, layanan publik aparat Polri, kemudian aparat BPN, dan terakhir aparat di lembaga peradilan. “Dalam menangani masalah-masalah ini, kami tetap mengedepankan kerjasama dengan instansi terkait untuk memberikan solusi,” jelas Budi.

Selama memberi pelayanan masyarakat, anggota Ombudsman memprioritaskan terus-menerus sosialisasi pengetahuan terkait kebutuhan masyarakat. Anggota Ombudsman pun wajib mengadakan hubungan baik, saling menghormati, dan memberikan penyelesaian yang tidak memihak. Termasuk, menjaga rahasia pribadi pelapor dan melakukan penangan cepat dan tepat. Kasus-kasus yang diadukan lewat online, dilakukan langkah menindaklanjuti. Selain melayani pengaduan masyarakat lewat online, diakui Budi, Ombudsman Pusat dan perwakilan di daerah juga sudah sosialisasi dan kerjasama dengan Instansi Pemerintah, Perguruan Tinggi, para ahli, praktisi, organisasi profesi, dll. Ini selain LSM. Meski begitu, pengaduan secara langsung masih didominasi LSM tadi. “LSM masih yang paling aktif. Kami berharap lewat pengaduan online, masyarakat yang mengakses kami terkait pengaduan layanan publik bisa terus meningkat,” jelasnya. semakinuntuk melaporkan akan semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses kami,” tambah Ita. PEMBERANTASAN KKN Melalui peran serta masyarakat, membantu menciptakan dan/atau mengembangkan kondisi yang kondusif dalam melaksakan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Meningkatkan perlindungan hak-hak masyarakat agar memperoleh pelayanan umum, keadilan dan kesejahteraan yang lebih baik. Selama memberi pelayanan masyarakat, anggota Ombudsman diwajibkan mengadakan hubungan baik dengan semua pihak, saling menghormati dan memberikan penyelesaian yang tidak memihak. Termasuk, menjaga rahasia pribadi serta cepat dan tepat. Ombudsman melakukan langkah menindaklanjuti keluhan atau informasi mengenai terjadinya penyimpangan oleh penyelenggara negara dalam melaksanakan tugasnya maupun dalam pelayanan umum. Dalam menjalankan tugas, Ombudsman juga melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Instansi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, Para Ahli, Praktisi, Organisasi Profesi, dll. Diakui Ita, standar prestasi kerja anggota Ombudsman yang tinggi melalui menejemen terbuka, dengan memberikan training terus menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan profesional tim asistensi dalam menangani/menindaklanjuti keluhan-keluhan. “Ini semua dilakukan dengan integritas dan tanggung jawab yang tinggi,” kata Ita.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

71


RESIDENCE

Spesial Promo Hotel Pandanaran

&

Kuliner “Mie Ceker”

“Herbal Coffe”

B

agi pecinta kuliner, tentu akan memburu tempat-tempat kuliner yang bisa memuaskan lidah. Tak salah pilih jika mencoba menikmati kuliner yang disediakan Hotel Pandanaran, Semarang di Jalan Pandaran No. 58 Semarang, Jawa Tengah. Sejak September 2012, Hotel Pandanaran, salah satu Hotel Bintang 5 di Semarang ini, menyuguhkan berbagai Inovasi kuliner. Layanan kepuasan dan kenyamanan bagi tamu-tamu yang menginap. “Javaganza The Heritage Flavor of Java, merupakan promo kuliner bagi pecinta masakan tradisional yang siap diluncurkan selama bulan September-Oktober 2012 hanya di Kedung Roso Restaurant Hotel Pandanaran Semarang,” ungkap Mytha Adelina, Public Relations Officer Hotel Pandanaran Semarang. Beberapa tamu disuguhkan beragam hidangan. Mulai dari menu “Mie Ceker” dengan harga Rp 25.000 net dan menu “Tengkleng Prucut” dengan harga Rp 50.000 net. Dua menu makanan dengan rasa gurih yang hanya bisa diciptakan oleh Chef Hotel Pandanaran Semarang. Dan, akan lebih nikmat dengan rasa pedas yang menggoda selera yang dapat dinikmati saat makan siang dan malam. Hotel Pandanaran ini juga menyiapkan promo mocktail. Suguhan minuman elegan

72lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

berbahan dasar teh dan kopi dengan rasa tradisional. “Nacha Tea” merupakan mocktail dengan campuran teh, susu, dan kayu manis dan satu lagi mocktail “Herbal Coffee” merupakan campuran kopi hitam dengan herbal. Kedua mocktail yang menghangatkan ini dapat dinikmati mulai dari Rp. 20.000,net sejak September 2012. Masih ada pula menu cake of the month yang diberi nama ‘Dark Sweet in Cider’, cake dengan rasa manis yang semakin menambah cerianya bulan September, dapat dinikmati dengan harga Rp. 190.000,-net/whole & Rp. 20.000,-net/slice. Selain itu, Hotel Pandanaran ini juga menghadirkan suasana segar dan nyaman di type kamar kamar terbarunya, yakni “Grand Deluxe Room”. Dengan fasilitas akses ke Flamboyan Swimming Pool dan Body Shape Fitness Center, antar jemput dari dan ke stasiun dan bandara, juga akses internet 24 jam di dalam kamar. “Kami ingin memperkenalkan teknologi terbaru android TV. Dimana anda dapat

dengan nyaman browsing internet di televise. Jangan lewatkan promo kuliner “Javaganza” maupun type kamar dengan fasilitas terbaru “Grand Deluxe Room” hanya di Hotel Pandanaran Semarang, Simply the Smart Choice. Untuk informasi mohon hubungi 024 – 8452952,” kata Mitha, mengulum senyum. REPORT Yuwana|FOTO. Riset


RESIDENCE

APARTEMEN

THE BALE HINGGIL Pesona View Lepas Pantai Surabaya

P

T Bukopin Tbk bekerjasama dengan PT Jamsostek, melakukan terobosan pengembangan bisnis property. Duet BUMN ini membangun proyek apartemen. Namanya, ‘The Bale Hinggil’.Proyek hunian apartemen ini mulai dibangun Desember ini. Lokasinya di kawasan Kedung Baruk, Surabaya. Tepatnya, menempati area di sebelah jembatan Middle East Ring Road’ (MERR). Dibangun di atas lahan seluas 1 hektar. Lokasi apartemen ini cukup strategis, karena tak jauh dari pintu tol menuju Bandara Juanda, di kawasan industri Rungkut, Surabaya. Investasi yang dikucurkan Bukopin mencapai Rp Rp 100 miliar.“Tak hanya

membiayai konstruksi saja. Kami juga menawarkan KPA bagi penghuninya. Total nilai KPA yang kami siapkan mencapai Rp 500 miliar,” kata Bisnis Mikro, Kantor Cabang Pembantu Gubeng PT Bank Bukopin Tbk Cabang Surabaya, Taufik Agus Ryanto kepada LENSA, Sabtu (6/10). Hunian ini menyasar masyarakat ‘middle’. Kisaran harga per unit antara Rp 190 juta hingga Rp 600 juta. View apartemen ini akan terlihat dominan di kawasan deretan Timur Surabaya. Menjulang 12 lantai dengan dua tower. Satu tower memiliki 1.000 kamar. Praktis, penghuni apartemen ini bakal bisa menikmati view lepas pantai kawasan Timur Surabaya dan jembatan ‘Middle East Ring Road’ (MERR).

Selain di Surabaya, Bank Bukopin juga berencana membangun apartemen di Bandung dan Tangerang. Rachmursito, Pemimpin Cabang Surabaya PT Bank Bukopin Tbk, optimistis dengan terobosoan ini. Apalagi, per September 2012 ini, jumlah akun di Bank Bukopin Cabang Surabaya, meningkat tajam dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Jika tahun 2011, di periode yang sama sekitar 17.000 akun, tahun ini mencapai 30.000 akun. Sampai Desember 2012, Bukopin Cabang Surabaya, menargetkan pertumbuhan jumlah akun mencapai 34.000. “Untuk meningkatkan jumlah akun, tak hanya menggelar program berhadiah, kami juga rajin berkunjung ke komunitaskomunitas,” kata Rachmursito. REPORT Panji|FOTO. Riset

Nov-Des 2012

indonesia lensaindonesia

73


EVENT

Wow! Blue Bird Raih Top Brand Award 2012

L

agi, Blue Bird Group meraih penghargaan Top Brand Award 2012 dari Majalah Marketing bekerjasama dengan Frontier Consulting Group untuk kategori Taksi. Penghargaan ini dianugerahkan melalui hasil survei yang dilakukan Frontier Consulting Group kepada lebih dari 3.000 responden di kota-kota besar di Indonesia. Antara lain, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. Survei itu menggunakan parameter dalam tiga aspek. Yaitu, Brand Awareness, Market Share, dan Commitment Share. Pengukuran yang dilakukan berdasarkan Top of Mind Brand, brand terakhir yang digunakan, dan brand yang akan digunakan responden di masa mendatang. Penghargaan itu diterima langsung Handang Agusni selaku Direktur Blue Bird Group dan diserahkan Handi Irawan D -Chairman Frontier Consulting Group beserta P.J Rahmat Susanta selaku Editor in Chief Majalah Marketing. Noni Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird Group, mengatakan sangat bangga bahwa Blue Bird dapat

meraih penghargaan Top Brand. Ini merupakan komitmen Blue Bird untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dengan diakuinya Blue Bird sebagai Top Brand diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pelanggan setia, maupun pelanggan potensial untuk senantiasa terhadap Blue Bird sebagai sarana transportasi darat yang terpercaya, sekaligus memberikan rasa aman berpergian bagi pelanggannya. “Blue Bird tidak bisa maju seperti sekarang ini tanpa ada dukungan, baik dari sumber daya manusia yang telah berjasa membuat perusahaan anak bangsa ini sebagai pilhan untuk berpergian ke tempat tujuan,� kata Noni, Jumat (3/8). Saat ini, Blue Bird Group mempunyai armada

REPORT Rudi Purwoko|FOTO. Riset

F

ord Motor Indonesia (FMI), meluncurkan mobil truk pickup, All-New Ford Ranger ke pasar Indonesia. Mobil ini menggabungkan ketangguhan dan kemampuan truk pickup dengan teknologi pintar, keamanan yang luar biasa, penghematan bahan bakar yang superior serta standar kualitas dan kenyamanan yang tinggi, All-New Ford Ranger dirancang untuk mendefinisikan ulang segmen truk pickup di Indonesia. Bagus Susanto, Managing Director Ford Motor Indonesia mengatakan, All-new Ranger merupakan mobil truk pickup pertama yang dibangun ber-

74lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

transportasi darat berbagai macam jenis seperti Blue Bird Pusaka, taksi eksekutif Silver Bird, Golden Bird, dan Big bird yang siap melayani kebutuhan masyarakat. Berawal hanya dari 25 unit taksi, Blue Bird Group bertumbuh dalam pasang surut dan pengembangan bisnis yang kini menaungi lebih dari 22.000 unit armada dari berbagai jenis dengan lebih dari 33.000 pekerja. Di usia ke 40 tahun, Blue Bird Group melayani lebih 8,5 juta penumpang dalam sebulan di seantero Indonesia. Alhasil, berbagai penghargaan dari beberapa lembaga diraih Blue Bird Group sebagai bukti pencapaian atas prestasi, baik kepada korporasi, kepemimpinan, dan para pengemudi serta karyawannya. Hingga saat ini Blue Bird Group telah menerima lebih dari 60 buah penghargaan. Mempertahankan standar kualitas pelayanan prima secara berkelanjutan adalah kunci dari reputasi dan keberhasilan Blue Bird Group. Dengan motto layanan ANDAL, yang artinya Aman, Nyaman, Mudah dan Personalise, menjadikan Blue Bird Group partner terpercaya dalam transportasi. Layanan dari kelompok usaha Blue Bird Group kini dapat ditemui dan dinikmati di banyak kota besar antara lain Banten, JABODETABEK, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Manado, Medan dan Palembang. REPORT Rudi Purwoko|FOTO. Riset

All New Ford Ranger Hemat Bahan Bakar

dasarkan strategi One Ford dan secara luas memanfaatkan keahlian teknis penuh dari tim Ford di seluruh dunia. Mobil ini menyediakan kualitas, penghematan bahan bakar, keselamatan dan kecerdasan teknologi dalam satu paket lengkap untuk pelanggan di seluruh dunia. All-New Ranger tersedia dalam lima varian yakni 2.2L Hi-Power MT 4x4 XLT & XLS double cabin, 2.2L MidPower MT 4x4 XL RAS cabin, dan 2.2L Mid-Power MT 4x4 BASE single dan double cabin,� ungkap Bagus Susanto kepada LICOM di Segara Cafe, Ancol, Jakarta, Kamis (2/8). All-New Ranger ditawarkan dalam single, RAS dan double cabin. Bersama dengan serangkaian panjang fitur

praktis yang tersedia dalam berbagai pilihan seri. Jenis kabin tersebut juga merupakan yang terlega di segmennya. Dirancang dan dikembangkan tim global yang berpusat di Australia, platform Ranger baru memanfaatkan aset global Ford, terutama mesin kuat yang terbukti dalam penggunaannya pada kendaraan komersial yang tangguh dan transmisi enam kecepatan yang hemat bahan bakar. Tim desain dan pengembangan produk juga memiliki akses penuh ke kemampuan, fasilitas pengujian dan pemahaman global mengenai truk pickup di seluruh organisasi Ford. Kolaborasi ini merupakan faktor yang sangat penting dalam pengembangan All-New Ranger. Baik mesin, gearbox, rangka, suspensi, sistem kemudi, rem, sasis, plat logam eksterior, dan interior kendaraan, semuanya baru. Daftar ini berlanjut dengan fitur terbaru untuk keselamatan dan kenyamanan penumpang. Interior

All-new Ranger menawarkan tampilan dan rasa kontemporer dengan fitur dan kenyamanan yang biasanya ditemukan pada mobil penumpang. Permukaan interior baru yang berani mendapatkan sentuhan akhir berupa bahan yang akan tahan terhadap tuntutan kerja berat sekaligus memberikan tampilan berkualitas tahan lama. Pilar B pada Ranger Double Cab juga telah dimajukan, menghasilkan ruang kaki dan lutut di kursi belakang yang terlapang di kelasnya. Tiga penumpang dewasa dapat masuk dengan mudah ke baris kedua Double Cab, sementara dua orang dengan tinggi enam kaki dapat duduk dengan nyaman dalam satu deret depan belakang.


Coca Cola Amatil Beri Service Award

C

oca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Jawa Tengah memberikan Service Award kepada empat belas karyawan yang sudah mengabdi dengan rata-rata tiga puluh tahun masa kerja. “Perjuangan dan dedikasi mereka memang perlu di berikan penghargaan, tiga puluh tahu mengabdi itu luar biasa,” kata Santoso, Manufacturing Manager CCAI Jawa Tengah, awal Agustus lalu. CCAI sendiri adalah perusahaan sebagai perwakilan dari The Coca-cola Company (TCCC) USA. CCAI merupakan salah satu dari lima perusahaan produsen coca- cola terbesar di dunia. Di Indonesia CCAI memiliki delapan fasilitas produksi yang tersebar di Cibitung-Bekasi, Medan, Padang, Lampung, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Denpasar dengan lebih dari 10.000 karyawan dan ribuan kendaraan untuk mendistribusikan ratusan juta boks produknya. REPORT Rudi Purwoko|FOTO. Riset

D

ulu ucapan lebaran, misalnya, dilakukan melalui kartu pos, bahkan melalui sms. Kini di era digital, ucapan lebaran bisa dilakukan melalui you tube. Inilah yang dilakukan PT. Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) dengan meluncurkan inovasi terbaru penyampaian ucapan selaman (season greetings) untuk Hari Raya Keagamaan, Hari Raya Nasional dalam bentuk digital video. Ucapan selamat ditampilkan dalam bentuk Kartu Berlagu. Arwin Rasyid, Presiden Direktur CIMB Niaga mengatakan, saat ini komunikasi lewat jejaring sosial banyak digemari terlebih Indonesia merupakan negara pengguna facebook terbesar kedua di dunia. Jejaring sosial ini merupakan salah satu jenis komunikasi yang efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Untuk itu, Arwin menyatakan, pihaknya meluncurkan video ucapan selamat dari CIMB Niaga ini dalam bentuk “Kartu Berlagu” yang menghadirkan kelompok paduan suara yang dinyanyikan lagu-lagu bertema “Hari Raya Keagamaan” dan Hari Besar Nasional. “Khusus bulan Agustus ini ditampilkan lagu-lagu bertema Kemerdekaan dan Idul Fitri. Lagu-lagu ini dinyanyikan kelompok paduan suara beranggotakan 19 orang dari internal CIMB Niaga dan dari pihak luar,” ucap Arwin. Untuk bisa mengakses video you tube ini, lanjut Arwin, pengguna terlebih dahulu harus masuk ke facebook fanpage CIMB Indonesia dan meng kli fitur Kartu Berlagu.

“Jangkauan dari pesan yang disampaikan dari facebook ini lebih luas, karena penerima pesan juga dapat diajak untuk lebih berinteraksi dengan pengguna facebook lainnya,” kata Arwin Rasyid kepada wartawan, termasuk LICOM, di Financial Club, Graha Niaga lt.28, Jakarta, belum lama ini.

Selanjutnya, cukup tuliskan pesan yang akan dikirim, pilih lagu yang diinginkan serta mencantumkan teman yang akan menerima ucapan. Kartu Berlagu ini sudah bisa diakses di facebook fanpage CIMB Indonesia terhitung 1 Agustus 2012. Satu kali pengiriman pesan dapat disampaikan ke 20 teman facebook dan pengiriman pesan dapat dilakukan berulang kali. Selanjutnya penerima Kartu Berlagu juga bisa mengirimkan ke teman-teman lainnya yang masuk ke dalam jaringannya. Arwin menambahkan, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk melakukan aksi sosial melalui penyampaian Kartu Berlagu ini. “Caranya untuk setiap kartu yang dikirimkan, kami akan mendonasikan sebesar Rp 1000 ke panti asuhan yang telah kami tunjuk,” kata Arwin sumringah.

Kartu Ucapan Berlagu ala CIMB Niaga

REPORT Rudi Purwoko|FOTO. Riset

The Featuristic City Car Honda Brio Optimistis Laku 1.304 Unit

H

onda Surabaya Center (HSC), distributor mobil Honda wilayah Jawa Timur (Jatim), Bali dan Nusa Tenggara (Nusra). Dalam Lima bulan tahun ini, menargetkan penjualan produk barunya, Honda Brio sebanyak 1.304 unit. General Manager HSC, Wendy Miharja mengatakan, sejak pertama kali diluncurkan di Jakarta, jumlah pemesan di HSC mencapai angka 400 unit. Ini menunjukkan daya respon masyarakat cukup tinggi. Sehingga, Optimistis akhir tahun target penjualan dapat tercapai. “Kami berharap, keberadaan Honda Brio ini mampu memperbesar pangsa pasar mobil Honda khususnya city car. Brio bisa berkontribusi sekitar 15 persen terhadap total penjualan Honda,” ungkapnya di sela-se

launcing Honda Brio di Ciputra World Surabaya, beberapa waktu lalu. Hingga Agustus 2012, kapasitas pengiriman Honda Brio ke HSC mencapai 135 unit. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah. Pasokan pada Agustus dan September mendatang. “Dengan kemampuan mesin dan fitur yang dimililki, Brio akan mampu bersaing di pasaran. Sehingga, bagi yang ingin memiliki Brio, terpaksa harus menunggu selama dua bulan atau awal Oktober depan,” imbuhnya.Managing Director HSC, Ang Hoey Tiong, menyampaikan, City Car Honda Brio merupakan pangsa terbesar yang selama ini tidak ada produk Honda didalamnya. Sebab, mobil ini masuk dalam segmen harga dibawah Rp200 juta. “Kebijakan DP (Down Payment/uang muka sekitar 30%) tidak akan mempengaruhi penjualan Honda,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, sebelumnya Honda Brio pertama kali dipasarkan pada ajang Bangkok Inter-

REPORT Panji|FOTO. Riset

national Motor Show 2011 di Bangkok, Thailand. Setelah itu, diperkenalkan di India. Honda Brio menggunakan mesin Honda iVTEC SOHC 1.3 liter 4 silinder dan mampu menghasilkan tenaga 100 PS pada 6.000 rpm dan torsi 13 kg.m/4.800 rpm. City Car ini dipasarkan mulai dari harga Rp152,75 juta untuk tipe S transmisi manual, Rp162,75 juta untuk tipe S transmisi otomatis, Rp163,75 juta untuk tipe E transmisi manual dan Rp173,75 juta untuk tipe E transmisi otomatis. Selain itu, dealer Honda juga menyediakan stiker stripes yang dibanderol Rp1,5 juta.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

75


EVENT

Pertama di Indonesia

Asuransi Dalam Kandungan Sampai Usia 99 Tahun

P

T Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan PRUmy child. Ini produk asuransi pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan komprehensif pada masa sebelum dan sesudah melahirkan. “PRUmy child memberikan perlindungan yang mengkombinasikan asuransi jiwa dan investasi bagi anak, sejak dalam kandungan sampai dengan usia 99 tahun,” ujar William Kuan, Presiden Direktur Prudential Indonesia, kepada LENSA di Rumah Marocco, Menteng, Jakarta, belum lama ini. Berdasarkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), Indonesia mencatat angka kelahiran 4,5 juta pada tahun 2011. PBB mencatat Indonesia salah satu negara dengan tingkat kematian ibu tertinggi di Asia Tenggara; 228 kematian untuk setiap 100.000 kelahiran. Mayoritas kasus komplikasi kehamilan di Indonesia adalah pendarahan 28%, Eklamsia 24%, dan infeksi 11%. Survei itu, menyatakan, dua pertiga kematian bayi terjadi di masa awal kelahiran (28 hari pertama), di mana terdapat 19 kematian untuk setiap 1.000 kelahiran. Survei itu juga mencatat 34 kematian bayi di bawah usia 12 bulan untuk setiap 1.000 kelahiran. Ini relatif lebih tinggi dibanding negara Asia lainnya. Contoh, Singapura dengan tingkat kematian bayi 2,1 per 1.000 kelahiran, Hong Kong 1,8 dan Jepang 2,6. Dari fakta-fakta ini, sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, Prudential mendukung penuh tujuan pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan bayi, dengan mengambil tindakan nyata untuk memberikan perlindungan finansial jangka panjang. Bahkan, sejak sebelum anak dilahirkan, sampai dengan usia dewasa. “PRUmy child diperuntukkan bagi keluar-

76lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

ga dengan ibu yang sedang mengandung berusia antara 18-40 tahun, dengan usia kehamilan 20-32 minggu, dan dengan perlindungan yang berlaku sejak sebelum anak dilahirkan,” ungkap William, sumringah. Nini Sumohandoyo, Direktur Corporate Marketing and Communications, Prudential Indonesia mengungkapkan, produk baru ini memungkinkan orangtua mengurangi sebagian beban finansial ketika terjadi hal yang tidak diinginkan di masa sebelum dan sesudah melahirkan. Produk ini memiliki 5 manfaat utama. Yakni, manfaat pertanggungan jiwa atas janin dan ibu selama masa kehamilan, manfaat komplikasi yang terjadi pada ibu dalam masa kehamilan atau sesudah melahirkan, manfaat perawatan di incubator atau intensive Care Unit (ICU) untuk bayi, manfaat kelainan bawaan pada anak, dan manfaat pertanggungan jiwa atas anak jika meninggal dunia atau menderita cacat total dan tetap Selain memberikan anak perlindungan sebelum kelahiran, PRUmy child juga memungkinkan orang tua untuk mengembangkan rencana perlindungan jangka panjang bagi anaknya dengan menambahkan beberapa asuransi tambahan (rider). “Orangtua bahkan dapat membeli empat rider, dari total 15 yang tersedia, sebelum anak tersebut lahir. Keempat rider tersebut adalah PRUpersonal accident death, PRUpersonal accident death and disablement, PRUparent payor33 dan rider terbaru bernama PRUjuvenile crisis cover,” ungkap Nini. Prudential Indonesia juga meluncurkan PRUjuvenile crisis cover merupakan rider pertama di Indonesia yang menyediakan perlindungan penyakit kritis yang diderita pada usia anak-anak. PRUjuvenile crisis cover ini diharapkan dapat memberikan bantuan finansial untuk orangtua ketika anaknya didiagnosa menderita 32 jenis penyakit kritis, dengan perlindungan sampai anak tersebut berusia 18 tahun. “PRUmy child dan PRUjuvenile crisis cover diluncurkan sebagai bagian dari komitmen Prudential Indonesia sebagai korporasi yang bertanggung jawab, dengan tujuan untuk menyediakan akses dukungan finansial dalam hal perawatan medis, yang pada gilirannya dapat mendukung pada upaya meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia, “ tambah William. REPORT Rudi Purwoko|FOTO. Riset

‘Byarr..,’ Bank Panin ‘Gerojok’ Kredit PLTU Swasta Rp 1.020 Triliun

P

T Bank Panin Tbk (Panin Bank) “menggerojok” fasilitas kredit untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Embalut Ekspansi 1x60 Mega Watt. Proyek ini milik perusahaan listrik swasta nasional, PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK). Kesepakatan ini direalisasikan dengan penandatangan perjanjian kredit sebesar Rp 392,5 Miliar dan 25 juta US Dollar, di Jakarta, belum lama ini. Perjanjian kredit ditandatangani langsung Direktur Korporasi Bank Panin, Iswanto Tjitradi dengan Direktur Utama PT Cahaya Fajar Kaltim, Zainal Muttaqin. Disaksikan Direktur Utama PT PLN ( Persero), Nur Pamudji dan Direktur Perencanaan dan Managemen Resiko PT PLN, Murtaqi Syamsuddin. “Sebelumnya di tahun 2011, Panin Bank juga memberikan fasilitas kredit investasi sebesar Rp 410 Miliar untuk proyeksi PLTU Embalut berkapasitas 2x25 MW yang sedang beroperasi dengan penjualan listrik sebesar rata-rata 327 Gwh per tahun ke sektor Mahakam, Kaltim,” jelas Iswanto usai penandatanganan. Dengan begitu, jumlah pinjaman yang diberikan kepada CFK oleh Bank Panin sebagai Bank Swasta nasional total Rp 1.020 triliun. Ini untuk mendukung usaha IPP dalam rangka pembangunan listrik nasional. Irwanto menambahkan, proyek PLTU ini ditargetkan untuk mencapai Commercial Operation Date pada kwartal pertama tahun 2014, dan mensuplai listrik sebesar 381 Gwh per tahun. Sehingga semester ke dua tahun 2014, jumlah kapasitas CFK mampu untuk memasok ke sistem interkoneksi Mahakam adalah 100 MW. Yaitu, 708 Gwh Per ahin. “PLTU juga akan kuatkan posisi sebagai base load yang sangat diandalkan untuk mengurangi power shortage di wilayah Kalimantan Timur,” jelasnya. Pada awal tahun 2012, CFK menandatangani power agreement dengan PT PLN (Persero) dengan masa kontrak 25 tahun. Dengan dibangunnya proyek ekspansi ini diharapkan kebutuhan listrik pada kawasan Kalimantan Timur dan sekitarnya yang selama 5 tahun terakhir tumbuh rata-rata 8 % dapat terpenuhi. REPORT Lysistrata|FOTO. Riset


Varian New Aveo

Rp (juta)

HB 1.4 MT LS

168,8

HB 1.4 MT LT

178,8

HB 1.4 AT LT

193,8

*HB = Hatchback *MT = 5-percepatan Transmisi Manual

All New Cevrolet Aveo Generasi Aktif dan Dinamis

R

abu (8/8), PT General Motors (GM) Indonesia, mengumumkan line up sub-compact All New Chevrolet Aveo yang siap menemani dalam segala kegiatan, fun dan social networking untuk pasar Indonesia. Andie Wibianto, Account Manager PT General Motor, menjelaskan, mobil ini tersedia dalam dua jenis model–entry-level LS dan luxury LT. Mobil ini sukses dipasarkan di beberapa negara di dunia. Menurut Andie, mobil ini mengusung dapur pacu generasi terbaru, 1.4L DOHC (Dual Overhead Camshafts) dengan mesin Double CVC (Continuously Variable Cam-timing). “Tersedia dalam transmisi manual lima-percepatan (LS dan LT) dan transmisi otomatis enam-percepatan (LT) pertama dalam sub-compact vehicle,” papar Andie lewat surat elektroniknya kepada LICOM, belum lama ini. All New Chevrolet Aveo, ditambahkan Andie, didukung platform terbaru yang dirancang bagi mereka yang menyukai berkendara dengan kelincahan dan pengendalian yang luar biasa. Ruang interior sangat lapang, dan kesenyapan kabin yang luar biasa bagi sebuah kendaraan sub-compact. All New Chevrolet Aveo Hadir Sporty Bagi Kaum Muda Yang Enerjik. -Mobil global hatchback Chevrolet dengan desain baru yang modern -Pilihan tepat bagi aktifitas kaum muda -Mobil dengan transmisi enam-percepatan otomatis pertama di kelasnya -Harga mulai dari Rp 168,8 juta – Rp 193,8 juta.

AKTIF DAN DINAMIS Presiden Direktur PT GM Indonesia, Marcos Purty yakin bahwa All New Chevrolet Aveo --yang baru diperkenalkan di Indonesia-- tidak sekedar mengisi segmen pasar mobil hatchback dengan keunggulan yang ditawarkan. “Tetapi juga memberikan keunggulan sebagai kendaraan andalan untuk beragam kegiatan bagi individu-individu luar biasa. All New Chevrolet Aveo adalah kendaraan yang sempurna untuk generasi muda Indonesia yang aktif dan dinamis,” jelas Marcos kepada LICOM. Generasi muda memiliki karakter untuk memperbaharui gaya dan menghadirkan tren yang berbeda. “All New Chevrolet Aveo adalah kendaraan yang selaras untuk mewujudkan keinginan mereka,” tandas Marcos. Sebagai tambahan dari gril dualport yang menjadi ciri khas produk Chevrolet, All New Chevrolet Aveo tampil berbeda dengan desain yang kreatif dan agresif. Lampu depan yang berdesain ‘exposed headlamp’ memiliki kesan 3 Dimensi/3D, dilengkapi bagian lengkungan ban yang sporty, siap memenuhi segala kegiatan sosial kaum muda yang fun. Di dalam kabin, dijelaskan Marcos, klaster instrumen kombinasi analog dan digital yang terinspirasi dari motorsport, memberi kesan sporty. All New Chevrolet Aveo dibekali mesin bensin GM generasi terbaru 1.4L DOHC Double CVC yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 100 ps pada putaran mesin 6.000 rpm dan torsi 130 Nm pada putaran mesin 4.000 rpm. Tenaga mesin disalurkan ke roda depan melalui transmisi manual limapercepatan atau transmisi enampercepatan otomatis. “All New Chevrolet Aveo adalah mobil pertama yang menawarkan transmisi enam-percepatan, otomatis tiptronic di segmen ini. Pengendalian ditangani sepenuhnya oleh kombinasi suspensi MacPherson struts di bagian depan dan suspensi compound-crank di bagian belakang mobil untuk memberikan

*AT = 6-percepatan Transmisi Otomatis

kenyamanan terbaik saat berkendara,” kata Marcos. All New Chevrolet Aveo diakui memiliki pengendalian chasis terbaik di pasaran. Sedangkan rem cakram berventilasi yang ditempatkan di depan memastikan kinerja pengereman yang optimal. All New Chevrolet Aveo juga menampilkan fitur Quiet Ride Technology yang meredam gangguan suara jalan dan angin untuk menciptakan akustik kabin mobil yang nyaman dan menyenangkan. Sebagai tambahan fitur standar, dua model LS dan LT (M/T) akan dilengkapi dengan velg alumunium 15 inci dengan ban 195/65 sementara varian LT (A/T) akan memiliki ukuran yang lebih besar, velg alu-

munium 16 inci dengan ban 205/55. Seluruh varian dibekali dengan sebuah soket listrik atau untuk men-charge beragam peralatan elektronik dan sound-system 2 DIN CD/MP3, masing-masing dengan empat speaker baik untuk varian LS dan LT. All New Chevrolet Aveo juga mengedepankan sisi keamanan lewat fitur SRS airbag pada bagian pengemudi (untuk LT). Pemesanan All New Chevrolet Aveo mulai Agustus 2012 di seluruh diler resmi Chevrolet se-Indonesia. Tersedia dalam lima warna berbeda: black sapphire, royal gray, oceanic blue, switchblade silver, dan summit white. Dalam rangka mempromosikan All New Chevrolet Aveo, PT GM Indonesia akan menjalankan serangkaian program promosi yang gencar, termasuk di dalamnya adalah beragam kegiatan kreatif berbasis online sebagai pelengkap dari kegiatan-kegiatan di lapangan yang mengusung tagline Come Out and Play. REPORT Rudi Purwoko|FOTO. Riset

Hebat, Bosch Catat Penjualan di Indonesia 93 Juta US Dollar

B

osch, penyedia teknologi dan jasa global terkemuka, mengumumkan kinerja keuangannya di Indonesia pada tahun fiskal 2011 dengan hasil penjualan sebesar 93 juta dolar AS. Jumlah itu menunjukkan peningkatan 42 persen ketimbang periode yang sama di tahun sebelumnya. Jumlah tenaga kerja juga bertambah 46 persen. Rudy Karimun, Managing Director Bosch Indonesia, mengatakan, Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi terbesar keempat di dunia dengan 240 juta penduduk, disertai perekonomian yang berkembang dan populasi yang kian makmur. Ini merupakan pasar yang memiliki peluang pertumbuhan tinggi, meskipun kondisi ekonomi eksternal saat ini kurang menguntungkan. “Saat ini, Indonesia adalah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang paling pesat. Kami melihat potensi usaha yang sangat besar dan ekspansi yang telah kami lakukan membuktikan hal ini,” kata Rudy Karimun kepada LICOM pada Laporan Keuangan 2011 Bosch di Indonesia, di Hotel Mandarin, Jakarta, belum lama. Menurut Rudy, dengan membandingkan paruh pertama 2011 dan 2012, pada divisi automotive aftermarket mencapai pertumbuhan penjualan 30 persen. Ini sebagian besar didukung ekspansi rangkaian produknya yang kini telah mencapai 4.200 jenis di pasaran. Divisi ini, kata Rudy, melihat peluang untuk mengembangkan kendaraan roda dua dan empat, dengan fokus pada konsumsi dan ekspansi local di seluruh Indonesia. Di bidang divisi security systems, lanjut Rudy, mencatatkan pertumbuhan hampir 50 persen di tahun 2011. Divisi ini akan terus berinvestasi pada penambahan tenaga kerja dan sumber daya untuk melayani jumlah konsumen yang terus bertambah. Peningkatan investasi lokal maupun asing pada sector infrastruktur, baik untuk industry

dan gedung-gedung tinggi komersial akan mendorong peluang pertumbuhan bagi divisi ini dalam menyediakan solusi keamanan dan keselamatan yang handal dan terintegrasi. “Untuk keselamatan dan keamanan bersama, Apartemen Dharmawangsa menggunakan CCTV dari Bosch. CCTV itu dipasang disetiap sudut,” tutur Rudy. Sedangkan di divisi thermotechnology juga telah menunjukan pertumbuhan penjualan sebesar 30 persen di tahun 2011. Selain itu, sejak 1 Juli 2012 Bosch telah mendapatkan hak untuk mengintegrasi penuh merek LOOS pada boiler atau ketel uap untuk industri yang diakuisisi pada tahun 2009. Kedepannya divisi ini akan berfokus pada pabrik-pabrik berskala besar. Mengenai penjualan meningkat 15 persen di tahun 2011 untuk divisi drive dan control yang telah meningkatkan aktifitasnya di sector industry seperti pertambangan dan pabrik gula. “Tahun lalu, divisi ini sukses mengintalasi untuk system penggerak dan top roll di sebuah pabrik gula di Jawa Timur,” kata Rudy. Rudy juga mengungkapkan pihaknya, selain di Jakarta, juga telah membuka dua kantor cabang di Surabaya dan Medan. “Di Indonesia sebenarnya sudah hadir sejak akhir tahun 2008, namun baru tahun 2011 ini kita buka kantor cabang di Jakarta, Medan dan Surabaya. Kedepannya, kami berencana memperluas pasarnya secara strategis di berbagai pulau besar lainnya di Indonesia,” ungkap Rudy. REPORT Rudi Purwoko|FOTO. Riset

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

77


SPORT

UPT SMANOR Jatim

Gudangnya Atlet Berprestasi

Gubernur Jatim Soekarwo saat melakukan kunjungan ke SMANOR Jatim

D

idirikan pada tahun 2000, bertepatan dengan PON XV Jawa Timur. Berdasarkan nota kesepahaman (MoU) Mendikbud, KONI Pusat dan Gubernur Jawa Timur, UPT SMANOR (Sekolah Menengah Atas Negeri Olah Raga) Sidoarjo, menjelma jadi salah satu sekolah yang berhasil menelorkan atlet-atlet berprestasi. Prestasinya tak hanya diakui di dalam negeri, bahkan sudah ada yang berlevel Internasional. Misi UPT SMANOR, untuk menyiapkan siwa/atlet yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menjunjung tinggi sportivitas untuk kejuaraan dan pertandingan dibidang olahraga tingkat Regional, Nasional maupun Internasional. Dan, mempunyai visi untuk unggul prestasi olahraga berdasarkan Intelektual dan Imtaq. Berdiri di atas lahan sekitar 5 Hektar di Jalan Pondok Jati Utara, Desa Pagerwojo, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. UPT SMANOR diperuntukan bagi siswa berprestasi tentunya di bidang olahraga. Sekolah ini sengaja memberikan porsi lebih untuk kurikulum bidang olahraga, dan memiliki keistimewaan yang tidak dipunyai sekolah-sekolah lain. Misal, kurikulum bidang akademiknya lebih banyak daripada olahraganya. Tak gampang untuk bisa menjadi siswa didik UPT SMANOR. Bagi mereka yang dinyatakan diterima atau yang dinyatakan lulus, banyak fasilitas yang bisa diterima.

78 lensaindonesia indonesia

Nov-Des 2012

Salah satunya, mendapat uang saku setiap bulan, seragam sekolah lengkap, seragam olahraga lengkap, asrama siswa maupun makan/konsumsi standar TC. Fasilitas di dalam UPT SMANOR berupa ruang kelas untuk Lab IPA, Lab Bahasa, Perpustakaan. Ruang olahraga berupa Lap Tenis, Lap Sepak Takraw, Lap Bulutangkis, Basket, Ruang Latihan (Judo, Gulat, Silat). Dan juga terdapat Joging Track, arena sepatu roda, lap bola voly pantai serta fitness center dan peralatan laboratorium olahraga. Prestasi UPT SMANOR Dalam perjalannya sebagai salah satu sekolah olahraga terbesar di Jawa Timur, sudah banyak sekali prestasi yang berhasil ditorehkan anak didik maupun alumnus UPT SMANOR. Di bawah pengawasan Dinas Pendidikan Jawa Timur, sekolah ini menjadi andalan untuk bisa membina maupun mencetak siswa beprestasi tentunya di bidang olahraga yang bisa membawa nama harum Jawa Timur pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dalam kurun waktu 12 tahun, sejak berdirinya UPT SMANOR, berhasil menelorkan atlet berbakat dan bertalenta internasional. Bukti kongkritnya dalam beberapa bulan yang lalu, tepatnya saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur, lima anak didiknya berhasil mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo atas prestasinya.

Salah satunya, adalah ‘Seroja Mutiara Abadi’ atas prestasi berhasil menggondol medali perunggu dalam kejuaraan selam nomor 400 M ‘Surface Monofin Internasional’ pada ajang CMAS World Fin Swimming Golden di yantai Tiongkok pada tahun 2011. Menurut Kepala. UPT SMANOR Drs. Zaenal Arifin, M.Pd, selama Januari sampai 30 April 2012, para atlet SMANOR berhasil meraih 101 medali yang terdiri dari 41 medali emas, 21 medali perak, dan 39 medali perunggu. “Ke depan, kalau bisa sekolah ini diawali dari tingkat pertama (SMP) terlebih dahulu. Maklum, untuk bisa mencetak siswa atau atlet yang berprestasi sebaiknya dimulai dari usia dini dan pembinana yang berkelanjutan,” jelas Zaenal. Mengingat, lanjutnya, mendirikan sekolah olahraga tersebut dananya tidak sedikit, “Mulai dari sarana dan prasarananya sampai pada SDM-nya yang benar-benar menekuni profesinya,” tambah Zaenal. Saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012 sebanyak 57 atlet dari Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur (Jatim), menjadi andalan kontingen Jatim dalam mendulang medali emas. “Sampai saat ini, ke-57 atlet tersebut terus melakukan intensifikasi latihan dan akan berlaga di tujuh cabor yang berbeda. Kami sangat berharap agar mereka semua bisa tampil optimal untuk mempersembahkan medali emas seperti yang kita harapkan,” kata Harun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim didampingi Zaenal. Harun mengaku bangga dengan apa yang ditorehkan para anak didiknya. UPT SMANOR diharapkan prestasinya tak berhenti. Banyak alumnus sekolah ini yang bisa menjadi atlet Nasional, seperti di Cabor voli pantai dan sepatu roda. Di Cabor atletik, ada nama Serafi yang berhasil menembus SEA Games. Bahkan, sprinter Jatim ini merupakan tulang punggung tim nasional. Di PON XVIII 2012 Riau, segala upaya dilakukan, termasuk membekali atletnya. Termasuk, tak henti-hentinya memberikan dukungan serta motivasi. REPORT Catur Prasetyo|FOTO. Riset


Trik Peraih ‘Emas’ PON dan Sea Games

Ansori

Reformasi Renang B

erawal dari kecintaannya terhadap olahraga air, khususnya renang. Berbekal ilmu kepelatihan yang didapat dari SGO (SekolahGuru Olahraga) IKIP Ketintang Surabaya, akhirnya berhasil mengubah Nurul Ansori menjadi ‘From Zero to Hero’. Sayang, karier Ansori yang dilahirkan di Pasuruan 4 Februari 1970 ini, mandek alias tak berhasil menjadi perenang andal profesional. Namun, atlet ini tak patah arang, apalagi, putus akal. Di akhir tahun 1997, ia mencoba reformasi karier masuk Cabor (Cabang Olahraga) baru, yang masih tak jauh dari air. Selam, inilah yang jadi pilihannya untuk menghapus nomor renang yang dicintai sejak usia anakanak. Kali ini, suami dari Suroiyah ini, hadir bukan sebagai atlet. Melainkan, sebagai seorang pelatih Selam Jatim. Apalagi di PON XV di Jatim, selam akan dipertandingkan sebagai Cabor eksibisi. Ansori semakin tertantang untuk

membuktikan bahwa masih bisa mencapai prestasi, meski tak berhasil di Cabor renang. “Saya mencoba mengarahkan para atlet renang Jatim yang gagal bersinar untuk mencoba selam. Maklum, saat itu persaingan di Cabor renang dikuasai para atlet DKI Jakarta semisal Richard Sambera, dan perenang bersaudara Elvira Nasution yang begitu dominasi di nomor-nomor andalannya, juga nomor yang bukan menjadi spesialisnya,” kata Ansori ditemui LENSA di kolam renang kampus UPN “Veteran” Jatim, Surabaya. Kata “Never Say Died” terus didengungkannya untuk memompa dan memotivasi atlet selam Jatim ketika menghadapi PON XV Jatim. Alhasil, dari 8 medali yang diperebutkan Jatim, timnya berhasil mengemas 5 medali emas. Keberhasilan di PON XV inilah yang akhirnya menjadikan cikal bakal selam Jatim, dan gayung bersambut KONI Jatim sangat respek sekali terhadap pertumbuhan selam.

Di tahun 2004 PON XVI Palembang, Jatim kandas. Dari 18 medali yang diperebutkan Ansori dkk, hanya kebagian 3 emas. Kegagalan ini dipicu konflik internal di tubuh POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Jatim. Kegagalan di Pelembang berhasil ditebus di PON XVII Kalimantan Selatan 2008. Dari 24 medali yang diperebutkan, Jatim berhasil meraup 50%. Kariernya di dunia selam, terus berkembang. Banyak atlet profesional lahir dari kegigihan tangan dinginnya. Keberhasilannya di PON Kalimantan menjadikannya sebagai pelatih kepala untuk menukangi atlet selam SEA Games XXV 2009 di Laos. Alhasil, berhasil memenuhi target dua medali emas yang dibebankan POSSI Indonesia. “Selam yang sebelumnya tak diperhitungkan kini menjelma menjadi kekuatan tersendiri bagi Indonesia,” ungkap ayah dua anak ini. Tak berhenti di situ saja. POSSI Indonesia juga mencatatkan diri sebagai Cabor yang diperhitungkan baik di Asia Tenggara juga di dunia. Di kejuaran seri dunia yang dihelat di China, POSSI Indonesia berhasil menjadi yang tercepat dengan menyabet 2 emas, 4 perak dan 3 perunggu ditahun 2010. Bahkan, SEA Games XXVI 2011 di Jakarta, pria yang juga PNS (Pegawai Negeri Sipil) di jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur ini, berhasil membawa selam Indonesia merajai SEA Games dengan menyabet 7 emas dari 12 medali yang berhasil. Perjuangannya selama 22 tahun di olahraga air, akhirnya tahun 2011, Gubernur Jatim Soekarwo memberikan reward sebagai pelatih selam terbaik yang dimiliki Jatim. SIWO (Seksi Wartawan Olahraga) Jatim juga memilihnya sebagai pelatih terbaik tahun 2011. Nah, di PON XVIII Riau 2012, pria asal Pasuruan yang baru menyelesaikan program S2 Master Kesehatan didapuk membawa selam Jatim berkibar kembali. Gubernur Jatim Soekarwo memberikan selamat kepada Nurul Anshori sebagai pelatih Cabor Selam Jatim

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

79


HOBBY

A

khir pekan, kota Gresik, Jawa Timur dihiasi awan-awan tipis. Gemuru mesin motor besar terdengar di salah satu sudut perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Tampak Rahmat Ridlo sibuk menyalakan salah satu motor gedenya (Moge). Ia sesekali memperhatikan dengan cermat mesin Harley Davidson keluaran 2003. Mengenakan style Dundee, Rahmat Ridlo nampak menikmati kesehariannya ini. Sejak awal 2004, Ridlo --panggilan akrabnya-- memang mulai keranjingan Moge. Terutama, pabrikan asal Amerika; Harley Davidson. Awalnya, Ridlo memiliki motor BMW keluaran tahun 1986 sekitar 1996. Hanya saja, ia belum berani menunggangi. Orang tuanya melarang dengan alasan keamanan. Hingga akhirnya, ia memberanikan diri mengendarai motor gede ini tahun 2000-an. Kini, dua belas tahun Ridlo jatuh cinta

Di Jalan, Imbangi Isteri bak Widyawati

‘Biker’ Wakapolri


pada moge. Kecintaannya terhadap besi-’seksi’ ini seperti sudah tak mau kalah dengan tongkrongan sang Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) periode 2011-2016, Wakapolri Nanan Soekarna. Kalau sudah saatnya menunggang motor besarnya, Ridlo juga biasa termotivasi berdandan bak ‘biker’ tak ubahnya dandanan sang jenderal bintang tiga itu. Berkaos lengan panjang dilapisi rompi, lengkap dengan emblem merek moge-nya. Dipadu celana jins, hal biasa. Ia juga tak jarang tampil seperti Nanan pada September lalu di acara pertemuan penggemar motor besar, Senayan, Jakarta. Wakalpori itu mengenakan sepatu kulit runcing dan berkaca mata hitam. Masih ditambah aksesori dompet rantai, sabuk kulit berkepala besar. Begitulah performance penghobi moge, nyaris kompak. Ridlo yang mengawali gabung dengan klub motor lokal Gresik, lantas seiring bergulirnya waktu, ia benar-benar gandrung dengan apa yang dinamakan touring. Bahkan, pria kelahiran 16 Maret 1968 ini, kini mengoleksi beberapa jenis moge untuk kebutuhannya itu. Antara lain, motor BMW dan KTM berjenis trail. Saat melangsungkan hobinya, Ridlo sering mengajak istri tercintanya, Ir Sri Poedisaswati untuk touring jarak dekat maupun jauh. Touring di Indonesia yang pernah ia lakukan, seperti rute Sulawesi-Jawa-Bali-NTT. Rupanya, soal memanjakan isteri lewat hobi moge ini, Ridlo seperti tak mau kalah dengan cerita keromantisan penghobi Harley Davidson, politisi yang juga artis Sophan Sophiaan saat masih hidup, bagaimana memanjakan isteri tercintanya Widyawati. Ridlo juga tidak asing melampiaskan hobinya, touring ke luar negeri. Meski tidak tinggal di Jakarta, faktanya ia mampu mengimbangi para penghobi moge Jakarta. Ridlo tidak asing touring mulai dari New Zaeland, Singapura, Malaysia, Dubai dan Abu Dabi. Ridlo mengaku, touring bersama dengan mengajak istri lebih nyaman dan lebih aman. Selain en-

joy, romantis, juga selalu ada yang mengingatkan di jalan raya. “Awalnya, saya memiliki Harley Davidson jenis Road Kings. Karena saya sering mengajak istri tercinta, maka saya beli Harley Davidson jenis Ultra Classic,” kata Ridlo, sembari mengelus-elus mogenya. Kini, ia menempati posisi Humas di Harley Davidson Owners Group (HOG) East Java Chapter. Alasan demi isteri beli jenis Ultra Classic? “Supaya saya dan istri merasa nyaman. Ya, namanya juga perjalanan jauh. Pasti, kenyamanan dan keselamatan diutamakan,” tutur Ridlo. REPORT Angga|Rudi|FOTO. Licom

PROPERTY dan HARLEY

Enjoy Aja!

H

obi moge ini senantiasa cukup mengaktualkan jedah Ridlo di tengah menggeluti rutinitas kerja dan sebagai kepala rumah tangga. Kebetulan ia meneruskan bisnis orang tua, Bisri Ilyas yang owner perusahaan property, PT Bhakti Pertiwi. Termotivasi mengembangkan sukses ayahnya, Ridlo membentuk usaha bergerak di real estate. Namanya, PT Bumi Lingga Pertiwi. Perusahaan yang ia didirikan sejak 1982 itu, kini sudah banyak proyek yang diselesaikan. Antara lain, Gresik Kota Baru (GKB), Pondok Permata Suci, dan Permata Sidayu Residance. Selain itu, dia juga menjalankan beberapa bidang usaha dibantu adiknya. Mulai distribusi Semen Gresik, angkutan Semen Gresik, SPBU, pengurukan dan alat berat. “PT Bumi Lingga Pertiwi memang menitikberatkan lajunya ke dunia properti dan real estate. Untuk sekarang, pengembangan yang kami lakukan masih di Jawa Timur, khususnya Kota Gresik yang sedang tumbuh menjadi metropolitan,” cerita sang ‘biker’ ini. Seperti, Gresik Kota Baru, contohnya. Gresik Kota

Baru ini mempunyai fasilitas terlengkap jika dibandingkan komplek perumahan lain yang ada di Gresik. “GKB ini ada sekolahan mulai TK hingga Universitas. Ada Giant Supermarket, Alfa Midi, Alfa Mart, klinik, rumah bersalin, bank, apotik, rumah makan, dan fasilitas olah raga seperti lapangan tenis dan lapangan futsal,” ucap bapak empat anak, yang Direktur PT Bumi Lingga Pertiwi ini. Ketika bercerita tentang pekerjaan yang digeluti, nyaris tak beda ketika bercerita seputar hobi moge-nya. Mengalir lancar, sarat prespektif dan imaji futuristik layaknya berpetualangan dengan menunggang moge-nya. Rupanya, samasama enjoy. Mungkin, se-enjoy Mark William Calaway. Penggulat Houston, Texas, yang usianya tiga tahun lebih tua darinya, dan di luar kegiatan gulat, tak bisa lepas dengan Harley Davidson. Di proyeknya, Pondok Permata Suci (PPS), meski tidak selengkap GKB, tetapi lebih tertata. Di sini, ia sesekali menghangatkan mesin moge-nya. PPS ini termasuk proyek baru di PT Bumi Lingga Pertiwi miliknya. Hanya saja, PPS masih di bawah kelas GKB. “Untuk level dari ketiga perumahan proyek PT Bumi Lingga Pertiwi, GKB masih di atas. Termasuk, terhadap Permata Sidayu Residance. GKB selain fasilitasnya lebih lengkap, juga lebih luas. Luas tanahnya, 160 hektar,” ceritanya, kali ini mencoba menghidupkan lagi mesin mogenya. mkTak berhenti di situ. Ridlo bersama istrinya mengembangkan usaha lain. Yakni, mendirikan sebuah klinik yang diberi nama Rachmi Dewi. “Untuk mengembangkan usaha keluarga, saya juga bersama Rahmat Ridlo, lengkapnya. istri mendirikan Isteri tercinta pendukung Moge; sebuah klinik kesSri Poedisiswati Puteri-puterinya ikut senang Moge: ehatan yang diSri Nurur Rachmi Dewi ambil dari nama (18, kuliah ITB) Sri Rachmi Karimah Dewi salah satu anak (SMAN 5 Surabaya) saya, Klinik Rachmi Sri Nurkhalisah Rachmi Dewi (SMP Al Hikmah Surabaya) Dewi nama yang Sri Rachmi Nadhifah Dewi kami tujukan un(SD Muhammadiyah GKB, Gresik) tuk klinik tersebut,” Tongkrongan Moge di rumahnya; papar Ridlo, putra Jl Sumatera 105, Perumahan GKB, Gresik pertama dari enam bersaudara.

indonesia Nov-Des 2012 lensaindonesia

81


indonesia September 2012 lensaindonesia

83


LENSA INDONESIA MAGAZINE

EDISI 03 | NOVEMBER-DESEMBER 2012

Rp. 32.000-, Luar P.Jawa Rp. 35.000-,


lensaindonesia magazine