Page 1

Cenderawasih Pos

Senin, 03 Mei 2010

TERHAMBAT.. Sambungan dari hal 1 meniup peluit pertanda kick off. Duel sengit terjadi di sektor tengah hingga laga berlangsung 15 menit. Peluang pertama Maung Bandung tercipta di menit 18. Namun tendangan keras Eka Ramdani masih membentur tiang gawang Persipura. Atep yang mencoba memanfaatkan bola muntah, gagal menyelesaikannya dengan baik. Tak lama berselang, giliran Persipura yang mengancam pertahanan Persib. Tusukan Erol FX Iba di sektor kiri pertahanan Persib tidak berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Yustinus Pae. Walau sama-sama menciptakan beberapa peluang di babak pertama, namun kedua tim tidak berhasil menjebol gawang lawannya, sehingga 45 menit pertama skor imbang tanpa gol. Di babak kedua, permainan kedua tim masih tidak jauh berbeda. Hanya saja, Persipura lebih menurunkan tempo permainan, dan memilih berkonsentrasi memperkuat barisan pertahanan. Pelatih Persipura Jacksen F Tiago menarik keluar Boaz Solossa dan Yustinus agar pemain ini tidak terlalu kelelahan, mengingat laga berikut tim Mutiara Hi-

BELANJA.. Sambungan dari hal 1 signifikan,’’ katanya. Sesuai hasil kesepakatan bersama DPR, belanja pusat dalam APBN-P 2010 cukup besar tersedot untuk belanja pegawai yakni mencapai Rp 162,4 triliun. Faktor yang mempengaruhi perubahan belanja pegawai ini antara lain, adanya tambahan anggaran terkait reformasi birokrasi, pembayaran tunjangan tenaga bidan dan dokter atau dokter gigi Pegawai Tidak Tetap (PTT), serta pembayaran tunjangan khusus prajurit TNI dan PNS Kementrian Pertahanan yang bertugas di wilayah pulau kecil terluar dan batas perbatasan. ‘’Ini bentuk perhatian dari pemerintah bahwa merekamereka yang bertugas mengurus negara juga mendapatkan perhatian. Selain itu ada tambahan yang cukup signifikan untuk tambahan gaji guru. Pasti ini ditunggu oleh para guru yang nanti akan

PEMERIKSAAN.. Sambungan dari hal 1 dan dirasa cukup oleh KPK, tidak masuk akal. Apalagi, berdasarkan keterangan juru bicara Wapres Yopie Hidayat, Boediono tidak menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Hal tersebut, lanjut Febri, menjadi hak bagi Boediono selaku pihak yang dimintai keterangan. Namun, keabsahan keterangan Boediono dipertanyakan. Di samping itu, dalam pemeriksaan pada Kamis (29/4) lalu, tidak ada keterangan terbaru dari Boediono. Keterangan yang diberikan mantan pejabat KSSK itu kepada tim penyelidik KPK, sudah banyak diberikan Boediono kepada Pansus Hak Angket Bank Century. Jika pernyataan tersebut benar adanya, lanjut Febri, maka sangat disayangkan. Pasalnya, KPK seharusnya bisa

NASIONAL

tam akan melawan tim papan atas lainnya, Sriwijaya FC. Ya, Boaz Solossa diganti Gerald Pangkali, Tinus Pae diganti Qu Cheng. Jacksen sendiri enggan berkomentar banyak tentang rotasi dua strikernya itu. “Anda melihat sendiri bagaimana Boaz bermain, saya pikir ini sebuah strategi yang hanya bisa dijawab oleh seorang pelatih itu sendiri,” jelas Jacksen. Usaha kedua tim terus dilakukan, namun kondisi lapangan yang cukup licin membuat banyak alur bola yang dibangun terus terlepas. Dari banyaknya kartu yang dikeluarkan wasit ini permainan Persipura sedikit lebih kalem untuk menghindari akumulasi. Peluang Persipura sejatinya sempat muncul melalui heading Qu Cheng yang berhasil lolos dari jebakan offside dan tinggal berpapasan dengan kiper Markus Horison, namun sayangnya posisi Markus lebih dekat dengan bola hingga akhir pertandingan kedua tim harus puas dengan skor kacamata. Dalam sesi jumpa persnya, Jacksen menyampaikan rasa kekecewaannya. Meski tak ditujukan langsung kepada wasit, namun dari apa yang disampaikan, Jacksen terlihat sangat kecewa. “Wasit malam ini terlalu tegas,

hanya sayang ketegasannya itu hanya dilakukan pada kami Persipura, sedangkan Persib tidak,” ungkapnya kecewa. Dengan sikap yang ditunjukkan wasit, Jacksen mengaku sangat dirugikan mengingat pertandingan melawan Sriwijaya FC dipastikan lebih berat. “Ini sangat merugikan, tapi anda lihat, jika kuasa Tuhan sudah turun, maka tangan manusia apapun takkan bisa merubahnya,” ucapnya. Meski begitu, ia mengaku cukup puas dengan hasil itu, mengingat dengan 10 pemain mereka mampu menahan Persib di kandang sendiri. Sementara pelatih Persib, Robby Darwis menyampaikan rasa tidak puasnya terhadap hasil tadi malam. Imbang di kandang menurutnya suatu kesalahan, apalagi laga tersebut adalah laga perdana di Stadion Siliwangi. “Pemain sudah berusaha tapi memang ada kekurangan yang tak tertutupi, finishing maupun suplay bola dirasa kurang, disamping itu pemain Persipura cukup disiplin menjaga posisinya,” terangnya. “Saat pemain kami unggul dalam jumlah menyusul diusirnya pemain Persipura, harusnya kami bisa mencetak gol. Menurut hemat saya, kartu merah dari wasit pun sebetulnya tidak perlu keluar,” kata Robby kepada wartawan usai laga.(ade/wen/fud)

menerimanya,’’ kata Sri Mulyani. Selain untuk pegawai, belanja pemerintah pusat juga cukup besar dialokasikan bagi belanja barang dalam APBN-P 2010 sebesar Rp 110,6 triliun. Belanja modal disepakati sebesar Rp 88,08 triliun. Pembayaran bunga utang sebesar Rp 105,6 triliun. Bantuan sosial sebesar Rp 69,7 triliun, belanja hibah sebesar Rp 243,2 miliar dan belanja lain-lain sebesar Rp 32,8 triliun. Sementara alokasi terbesar lainnya adalah untuk belanja Kementrian Negara/Lembaga (KL) yang disepakati sebesar Rp 366,2 triliun. Diantaranya yang cukup menyerap anggaran KL yaitu untuk kegiatan baru Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II sebesar Rp 5,6 triliun, alokasi anggaran pendidikan yang disepakati sebesar Rp 225,2 triliun dan dana pengembangan pendidikan sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan belanja pemerintah pusat untuk subsidi hanya sekitar

Rp 57,2 triliun. Yang terdiri dari subsidi pangan sebesar Rp 13,9 triliun. Besaran subsidi pangan tersebut disertai dengan perubahan kebijakan, yaitu perubahan volume raskin dari 13Kg menjadi 15Kg yang mulai dilaksanakan bulan Juni 2010 dan perubahan Harga Pembelian Beras (HPB) dari Rp 5.775/Kg menjadi Rp 6.285/Kg. Untuk subsidi pupuk, dalam APBN-P 2010 disepakati sebesar Rp 18,4 triliun. Subsidi pupuk ini terdiri dari subsidi harga sebesar Rp 14,7 triliun, Bantuan Langsung Pupuk (BLP) dan Saprotan sebesar Rp 2,1 triliun dan kurang bayar tahun 2008 sebesar Rp 1,5 triliun. Subsidi benih disepakati sebesar Rp 2,2 triliun. Subsidi atau bantuan PSO disepakati sebesar Rp 1,3 triliun. Subsidi bunga kredit program disepakati sebesar Rp 2,8 triliun dan subsidi pajak disepakati sebesar Rp 18,4 triliun.(afz/jpnn)

mengorek lebih jauh untuk pembuktian adanya tindak pidana korupsi dalam kebijakan kucuran dana bail out senilai Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Febri menambahkan, pemeriksaan terhadap Boediono, seharusnya menjadi salah satu upaya KPK, untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap lembaga antikorupsi tersebut. “Jangan kecewakan masyarakat, apalagi banyak politisi yang ingin KPK hancur. Karena itu, KPK harus kritis dalam menangani kasus Century ini,” tambahnya. Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Riyanto mengaku belum mengetahui secara pasti, terkait keputusan pemeriksaan Boediono yang hanya berlangsung satu kali. Dia hanya mengatakan, dirinya belum bertemu dengan tim penyelidik KPK. “Saya belum ketemu dengan tim penyelidiknya. Jadi

saya belum bisa berbicara soal tindak lanjutnya (pemeriksaan Boediono),” ujarnya ketika dihubungi kemarin. Sementara itu, kedua pimpinan KPK, M. Jasin dan Haryono Umar belum merespon hingga berita ini diturunkan. ’Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPK M. Jasin mengindikasikan, pemeriksaan terhadap Boediono sudah rampung. “Berdasarkan laporan tim (penyelidik) sudah selesai (terkait pemeriksaan Boediono)” ujar Jasin Jumat (30/ 4) malam lalu. Jasin menuturkan, KPK mengacu pada prinsip, pengambilan info dari pihak yang bersangkutan, secepat mungkin. Sehingga, pemeriksaan tidak perlu dilakukan berulangulang. “Justru cara seperti itu malah yang lebih profesional. Makanya kemarin tim penyelidik selesaikan (pemeriksaan terhadap Boediono) sampai malam. Karena kita memang berprinsip seperti itu, ”paparnya. (ken/jpnn)

DOMPET SOSIAL AS SALAAM (DSA)

Awasi Kandidat di Daerah Kaya Tambang! JAKARTA - Peneliti Pusat Studi Sumberdaya Regional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Erwiza Erman mengatakan telah terjadi persekongkolan antara kepala daerah dan para pengusaha tambang di daerah. Menurutnya, persekongkolan itu diawali dari komitmen saat para kepala daerah mencalonkan diri dan menjadi penyumbang saat kampanye. “Saling memperoleh keuntungan sehingga terjadi perselingkuhan. Ini dibangun dari komitmen-komitmen tertentu yang terlihat sebelumdan sesudah Pilkada. Ada beberapa daerah dari hasil penelitian kami terjadi konflik dengan satu perusahaan tambang dengan yang lain karena di back up birokrat dan

Praperadilan SKPP Bibit-Chandra JAKARTA-Perlawanan atas pembatalan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah mulai nyata. Kejaksaan Agung telah merampungkan penyusunan memori banding dan akan melimpahkannya ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Minggu ini dilimpahkan ke panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” kata Jaksa Agung

KALAPAS.. Sambungan dari hal 1 yang ditayangkan justru menonjolkan perbuatan dirinya pada masa lalu. “Waktu itu diwawancarai juga kepepet, ada acara. Tapi, itu jadi membuka luka lama. Saya tidak mau,” ujarnya. Tapi, setelah diberi tahu maksud kedatangan Jawa Pos, Widaya dan istrinya akhirnya bersedia. “Kalau mau tanya soal Bimo, kami mau,” kata Widaya. Dia menceritakan, Bimo seharusnya lahir pada Januari 2009. Namun, ketika usia kandungan baru masuk tujuh bulan, istrinya sudah mengeluh seperti akan melahirkan. Karena itu, Bimo pun lahir secara prematur. Ketika itu, Herlina dan Widaya sudah divonis tiga tahun dua bulan atas tindak pidananya. “Jadilah saya saat itu belum masuk penjara, tapi harus dirawat di RS,” ungkap Herlina. Selama tiga bulan dia bersama Bimo dirawat di RS. Setelah itu, barulah keduanya mulai menginjakkan kaki di Lapas Cebongan. Tidak terlintas sebelumnya di benak Herlina bahwa dirinya akan memelihara putra bung-

Dengan berzakat harta lebih berkah dan menentramkan..... Salurkan Zakat anda melalui DSA Jayapura pada Bank Syariah Mandiri dengan no. rekening :

Hari Gini Ga Bayar Zakat...... Apa Kata Dunia..... CALL ZAKAT

0967 (551779)

DPR seperti di Bengkulu,” kata Erwiza kepada JPNN disela-sela acara Konsultasi Publik dan Pertemuan Nasional “Lebih Dekat Dengan Daya Rusak Tambang” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (2/5). Ketika terjadi persekongkolan, kata Erwiza, hanya kepentingan individu yang terlindugi karena kepala daerah yang terpilih hanya memikirkan balas jasa sehingga keseriusan dalam melayani kepentingan publik dipertanyakan. “Apakah orang yang terpilih akan melakukan pelayanan publik dengan baik?” katanya. Saat terpilih kepala daerah tak lagi memperhatikan kepentingan masyarakatnya. Erwiza mengatakan kepala daerah memainkan politik pembiaran meskipun

minyak di Jambi yang berlarutlarut. Saat diumumkan pemenangnya ternyata perusahaan yang membawa banyak uang untuk menyogok perusahaan daerah. Demikian halnya yang terjadi pada tambang timah di Belitung pada zaman Kolonial. Kata dia, ada beberapa pejabat yang dimutasi karena tidak berkolaborasi dengan perusahaan tambang dan lebih membela kepentingan masyarakat. “Kalau pejabat daerah itu agak bertentangan dengan perusahaan, maka akan dimutasikan. Kasus sejarah tambah timah di Belitung ternyata ada beberapa birokrat kolonial yang di mutasikan ke daerah lain karena berlawanan dengan perusahaan,” ungkapnya. (awa/jpnn)

Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Effendy. Rencananya, hari ini memori banding untuk melawan dikabulkannya permohonan Anggodo Widjojo itu akan dilimpahkan. Mantan Kapusdiklat Kejaksaan itu menjelaskan, sudah mendapat laporan dari jaksa yang menangani gugatan praperadilan SKPP itu Jumat (30/4) lalu. Dia optimis upaya banding itu akan berhasil. “Karena (putusan PN) keliru dan kurang lengkap menerapkan hukum acara pidananya,” kata Marwan. Dalam SKPP tersebut, pihak Kejaksaan mempersoalkan posisi

Anggodo Widjojo sebagai pemohon gugatan praperadilan. Sebab, adik tersangka Anggoro Widjojo yang kini masih buron itu, dinilai tidak mempunyai legal standing (hak gugat). Selain itu, alasan penerbitan SKPP yang ditolak hakim juga menjadi bahasan. Seperti diketahui, PN Jaksel mengabulkan permohonan Anggodo dan membatalkan SKPP Bibit dan Chandra. Alasan majelis hakim tunggal Nugroho Setiadji, penerbitan SKPP tidak sesuai dengan pasal 140 ayat (2) KUHAP. Dalam SKPP yang diterbitkan 1 Desember 2009 lalu itu, pihak Kejaksaan menyebut-

kan dua alasan penghentian perkara dugaan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang itu. Yakni alasan yuridis dan sosiologis. Penerapan alasan sosiologis ini yang dianggap tidak sesuai dengan aturan KUHAP. Konsekuensi dari pembatalan itu, perkara Bibit dan Chandra harus dilanjutkan ke pengadilan. Namun menurut Marwan, penuntut umum memiliki hak untuk meneliti suatu perkara apakah layak diajukan ke pengadilan atau tidak. Dalam penghentian itu, pihaknya mengambil alasan ditutup demi kepentingan hukum. (fal/jpnn)

sunya tersebut di dalam penjara. “Waktu itu, saya sempat khawatir, nanti perawatan anak saya gimana” Saya juga khawatir soal lingkungan di lapas,” ujarnya. Belum lagi, Herlina saat itu juga khawatir jangan-jangan anaknya tak boleh dibawa ke lapas. Untungnya, kepala Lapas Cebongan saat itu, Sarbini, bisa mengerti kondisi Herlina. Dia memberikan keleluasaan kepada Herlina untuk mengasuh anaknya di dalam lapas. Sebab, tidak sepatutnya seorang bayi yang lahir prematur harus langsung dipisahkan dari ibunya hanya gara-gara dipenjara. “Boleh dibilang, saya beruntung ditempatkan di lapas ini,” kata Herlina. Apalagi, pihak lapas sangat perhatian kepada Bimo. Jika balita itu sakit, Kalapas tak tanggung-tanggung untuk memeriksakan Bimo ke dokter. “Anak ini bandel. Paling kalau sakit cuma pilek sama batuk dan biasanya cepet sembuh,” tutur Herlina. Dia menceritakan, selama di lapas, Bimo tak mengalami hambatan dalam hal pemenuhan nutrisi dan gizi. Selain mendapatkan ASI (air susu ibu) dari ibunya, lapas selalu memberikan tambahan nutrisi sebagai pengganti ASI. Tak heran jika tubuh Bimo tetap sehat dan gemuk. Kebijakan lapas soal Bimo pun tak berpengaruh, meski Kalapas berganti dari Sarbini ke B. Sukamto.

Herlina menyatakan, kondisi Lapas Cebongan memang harmonis. Suasana kekeluargaan terlihat kental, baik antarnapi maupun antara napi dan petugas. Bimo pun dengan bebas bisa bergaul dengan napi serta petugas siapa pun. Napi maupun petugas sering saling berebut untuk menggendong Bimo. “Memang, om sama tantenya jadi banyak di sini,” ungkap Herlina lantas tersenyum. Setiap hari Bimo memang diberi keleluasaan. Saat istirahat atau tidur malam, Herlina juga diberi kelonggaran untuk menemani Bimo. Salah satu cerita yang belum lama terjadi adalah saat Bimo mulai bisa berjalan. Ketika itu, umurnya sudah 13 bulan. Hampir semua napi dan petugas lapas antusias melihat “putra” mereka itu berjalan. “Ya, jadinya banyak yang senang ada Bimo,” kata Herlina. Suasana Lapas Cebongan memang berbeda dari lapas biasanya. Sebab, awalnya, konsep Cebongan adalah rumah tahanan (rutan). Arsitektur yang dibuat pun seperti blok-blok rumah untuk narapidana. Blok itu terlihat seperti perumahan tipe sangat sederhana. Untuk masuk ke blok-blok tahanan itu, ada penjaga. Setiap penjaga ditempatkan di sebuah bangunan mirip joglo sebagai pintu masuk. Ruang tahanan berada di samping kanan, kiri, dan paling belakang di pintu masuk. Di tengah-tengah ruang tahanan itu terdapat taman sederhana yang dirawat para napi. Ruang tahanan yang paling belakang tersebut digunakan untuk para tahanan wanita. Karena aslinya berkonsep rutan, daya tampungnya pun sudah tidak sesuai. Total penghuni Lapas Kelas IIB Cebongan saat ini mencapai 333 orang. Terdiri atas, 200 napi dan 133 taha-

nan (belum divonis). Jumlah itu masih ditambah 55 aparat keamanan dan 39 petugas administrasi. Padahal, untuk konsep rutan, tahanan maksimal hanya 100 orang. Saat ditemui di tempat terpisah, Kalapas Sukamto mengungkapkan, Bimo memang menjadi cerita tersendiri di lapas yang dia pimpin itu. Komunikasi antara petugas dan napi tampak lebih cair dengan adanya Bimo. “Pokoknya, ada saja yang ngobrol soal Bimo,” jelasnya. Bagi dia, Bimo seperti putra sendiri. Terkadang, jika tidak bertemu, ada keinginan untuk mencari. Lantas, berjalan-jalanlah Sukamto di sekitar lapas untuk mencari Bimo. “Ya beda saja rasanya. Saya senang Bimo di sini,” ungkapnya. Namun, tentu tidak selamanya Bimo harus bertempat di lapas. Sukamto menyatakan, saat nanti berumur dua tahun, Bimo sementara harus dilepas dari orang tuanya. Dia harus mendapatkan pembelajaran di luar lapas. “Sebab, kalau nanti berumur dua tahun, Bimo sudah bisa berpikir. Tidak baik kalau di lapas terus,” tegasnya. Widaya pun sudah mengetahui posisi itu. Demi masa depannya, dia tidak mempermasalahkan jika sementara Bimo diasuh orang lain. Widaya pun sudah menyiapkan pengasuh sementara putranya tersebut. “Saya akan minta tolong tantenya Bimo buat mengasuh. Kebetulan, dia punya anak yang umurnya sama dengan Bimo,” jelasnya. Ketika ditanya tentang empat anak Widaya yang lain, dia enggan menceritakan secara detail. Dia hanya menyatakan bahwa empat anaknya itu saat ini diasuh saudaranya di sebuah tempat di Bali. Sayang, dia berkeberatan menjelaskan lebih detail seputar empat anaknya tersebut. (c5/kum)

PIJAT TRADISIONAL

WASIR /AMBIEN Mengobati Wasir / Ambien tanpa operasi wasir/ambien special untuk sembuhkan wasir/ ambien, luar, lama, baru basah / kering yang menyebabkan dubur panas, salut serta keluar darah waktu BAB / Fitsula, Dubur Insya Allah Sembuh dalam Satu Minggu Hub : TREND

perusahaan tambang melakukan pelanggaran. “Ada politik pembiaran karena balas budi,” katanya. Karena itu, Erwiza menyarankan agar masyarakat di daerah yang mempunyai potensi tambang melakukan kontrak politik dengan para calon kepala daerah sehingga bisa menjadi pegangan masyarakat untuk ditagih ketika terpilih. “Masing-masing pihak harus mengutarakan visi dan misinya dan duduk bersama, dengan melakukan kontrak politik. Komunikasi yang seimbang dan harus ada kontrak politik sehingga bisa ditagih oleh masyarakat,” ujarnya. Fenomena seperti ini kata Erwiza sudah terjadi sejak dulu dan menjadi pengulangan sejarah. Dicontohkan saat tender tambang

Rampung, Memori Banding Dilimpahkan ke PN Jaksel

Menerima Dan Menyalurkan Zakat Anda

- Zakat : a.n. Dompet Sosial As Salam (1000039710) - Infaq : a.n. Dompet Sosial As Salam (1000039723) - Wakaf : a.n. Dompet Sosial As Salam (1000039741) - Peduli Anak Negeri : a.n. Dompet Sosial As Salam (1000039754) - Sosial dan Dakwah : a.n. Dompet Sosial As Salam (1000039799) - Qurban : a.n. Dompet Sosial As Salam (1000039737)

7

COSMETIC

Jl. Raya Abepura, Kotaraja Bucend IV Blok K-152 Jalan Masuk LPMP HP: 0852 5405 6367 Untuk luar kota Jayapura pesanan kami kirim lewat paket

MENERIMA : PANGGILAN HUBUNGI

MBA ALICHA 081344317044

7  

MENERIMA : PANGGILAN Cenderawasih Pos Senin, 03 Mei 2010 Hub : TREND COSMETIC Salurkan Zakat anda melalui DSA Jayapura pada Bank Syariah Man...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you