Issuu on Google+

M E T R O

SENTANI

Cenderawasih Pos Senin, 03 Mei 2010

14

BERITA SENTANI, KEEROM DAN SEKITARNYA

Di Kali Warno, Mayat Bayi Ditemukan

KILAS

M.NUR/CEPOS

Corneles Yanuaring

Seriusi Aspirasi CPNS, Dewan Tempuh Jalur Hukum SENTANI-Belum ditanggapinya aspirasi 20 CPNS yang namanya dicoret atau dibatalkan dari daftar CPNS yang lulus CPNS formasi 2009 Kabupaten Jayapura, tampaknya membuat gerah anggota DPRD Kabupaten Jayapura. Untuk menseriusi permasalahan ini, maka sesuai kesefakatan rapat tim Pansus CPNS DPRD dan Komisi A yang membidangi kepegawaian, dewan akan menempuh jalur hukum. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Jayapura Corneles Yanuaring mengungkapkan upaya tersebut dilakukan dengan pembentukan tim asistensi hukum untuk menangani masalah ini. Sesuai rencana penandatangan kerjasama MoU antara dewan, CPNS dan tim asistensi hukum akan dilakukan Senin (3/5) hari ini. “Untuk memproses atau menggugat keluarnya surat pembatalan dari eksekutif itu CPNS akan memberi kuasa penuh kepada tim asistensi hukum untuk melakukan gugatan atau praperadilan ke PTUN Waena terkait keluarnya surat pembatalan itu,”ujarnya, pekan kemarin. Siapa saja tim asistensi hukum itu, menurut politisi asal PDIP ini, dua diantaranya, yakni Pieter Ell, SH dan M Gultom, SH. Dikatakan, materi gugatan yang akan diajukan ke PTUN ini, bukan soal keluarnya surat pembatalan, tapi dua alasan yang dijadikan dasar keluarnya surat itu, yakni pengunaan jasa joki dan menutup kesempatan bagi pelamar lainnya. Karena itu, tim ini akan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, menyangkut sangkaan bahwa 17 CPNS bukan 20 CPNS yang namanya keluar sebagai CPNS di Kabupaten Mamberamo Raya, karena ikut test dengan mengunakan jasa joki. “Jumlah CPNS yang kami perjuangkan ini bukan 20 orang tapi 17 orang. Karena 3 orang lainnya jelas-jelas mengunakan joki saat testing di Provinsi dan Kabupaten Jayapura. Sedangkan 17 orang yang namanya keluar di Mamberamo Raya, mereka sama sekali tidak pernah mendaftar apalagi ikut ujian karena memang tidak memiliki nomor peserta ujian,”tandasnya. (mud/tri)

Pemkab Kembali Lantik Pejabat Eselon II dan III SENTANI- Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam waktu tidak lama lagi, akan kembali melantik sejumlah pejabat eselon II dan III. Pelantikan ini merupakan kelanjutan dari pelantikan sebelumnya, atau pelantikan jilid II tahun 2010. Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae, S.Sos, MM mengungkapkan, pergantian pejabat eselon II dan III di organisasi pemerintahan ini masih tetap ada, namun pergantian ini jangan disikapi yang berlebihan.. “Saya pikir pejabat yang merasa kinerja atau prestasinya bagus tidak perlu bersikap yang tidak-tidak, karena jika dia ini bekerja secara baik untuk apa diganti. Jadi saya pikir pergantian pejabat itu hal biasa saja dalam rangka untuk kepentingan kemajuan organisasi itu sendiri,”katanya. Menurut Bupati, jika organisasi itu selalu dilakukan pergantian pejabat, hal ini juga menandakan pembinaan atau pengkaderan yang dilakukan pimpinan kurang baik. Apalagi, pergantian seorang pejabat itu sudah melalui proses atau tahapan-tahapan oleh Baperjakat (badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan). Harapannya, jika pejabat itu sudah lolos dari sejumlah persyaratan dan direkomendasikan oleh Baperjakat untuk mengisi suatu jabatan, orang yang telah dipercaya itu bisa bekerja secara baik dan mampu membawa organisasi yang dipimpinnya kearah yang lebih baik. Tapi, seandainya jika pejabat yang telah dipercaya mampu memimpin atau memanaj organisasinya secara baik, ternyata kinerjanya kurang maksimal berarti pembinaan atau proses pengaderan yang kurang baik. “Saya berharap menempatkan orang dalam suatu jabatan itu sesuai dengan kapasitas orang tersebut. Sehingga dengan demikian pergantian-pergantian pejabat itu tidak perlu dilakukan karena kinerjanya selalu menunjuk hasil yang baik,”harapnya. Disinggung siapa saja pejabat yang akan diganti, Habel enggan mengatakan. Namun demikian menurut pengakuannya, dari sekian pejabat yang dipertimbangkan untuk diganti adalah Kepala Distrik Sentani Barat yang sekarang dijabat Elisa Yarusabra, S.Sos. (mud/tri)

SENTANI- Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan, ditemukan sudah tidak bernyawa di Kali Warno, tepatnya di samping Pegadaian Sentani Kota, Sabtu (1/5) sekitar pukul 16/30 WIT. Mayat bayi yang pertama kali ditemukan oleh penggali pasir ini, kontan saja membuat kaget warga yang tinggal di

sekitar lokasi. Saat ditemukan penggali pasir, bayi malang tersebut terbungkus dalam kantong plastik warna hitam. Saat ditemukan, juga masih lengkap dengan ari-arinya. Diduga bayi tersebut dibuang, sesaat setelah dilahirkan. Dari temuan tersebut, pengali pasir ditemani beberapa warga

setempat, langsung mendatangi Mapolsek Sentani Kota untuk melaporkan penemuan bayi tersebut. Kapolres Jayapura AKBP Matius D Fakhiri, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Ridwan saat dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut. Untuk proses identifikasi dan visum, jasad bayi tersebut langsung dievakuasi ke

RSUD Yowari, Doyo Baru. Mengenai penemuan bayi ini kata Kasat Reskrim, berawal saat seorang warga yang sehari-harinya bekerja sebagai penggali pasir sempat mencium bayi tidak sedap. Saat dicari, dia hanya menemukan kantong plastik warna hitam yang jaraknya hanya sekitar 6 meter.

Dua pelajar saat mengikuti lomba gebuk bantal di atas air danau usai upacara peringatan 1 Mei Kembalinya Papua ke Pangkuan NKRI di Kawasan Wisata Kalkote, Sentani Timur, Sabtu (1/5).

M NUR/CENDERAWASIH POS

Papua Bagian Integral NKRI Sudah Final SENTANI-Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae, S.Sos, MM menegaskan,eksistensi atau keberadaan Irian Barat (sekarang Papua.red) menjadi bagian integral Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final. “Jika ada pihak-pihak atau saudara-saudara lain yang memiliki persepsi yang salah tentang hal itu, maka ini menjadi tugas kita bersama untuk meluruskan atau menjelaskan sejarah yang benar tersebut.” tegas Bupati Habel saat menjadi insepektur upacara (Irup) pada puncak peringatan 1 Mei Hari kembalinya Papua ke pangkuan NKRI di Kawasan Wisata Kalkote, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Sabtu (1/5). Bupati mengatakan, kebenaran sejarah itu bukan saat lagi untuk diperdebatkan, tapi yang lebih penting lagi adalah mengisi pembangunan daerah ini dengan berkarya dan bekerja keras untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik lagi. “Saya berharap kepada pemerintah pusat agar moment bersejarah 1 Mei ini bisa menjadi kalender nasional sehingga tidak saja diperingati di daerah ini tapi juga di daerah-daerah lainnya, ”harapnya. Di usia 47 tahun Papua menjadi bagian NKRI ini, lanjut Habel, telah banyak perubahanperubahan yang dihasilkan dari segala ketertinggalan dan keterbatasan, hingga melangkah maju ke era pembangunan Otonomi Khusus. Di era Otsus ini, tidak dipungkiri, kehidupan rakyatnya ada perubahan taraf hidupnya, kesempatan memperoleh pendidikan seluas-luasnya serta terhubungnya infrastruktur daerah satu dengan

AIRCOND SERVICE SPECIALIS PENDINGIN & ELEKTRONIK Melayani perbaikan, Service & Bongkar Pasang AC Dalam & Luar Kota Area Jayapura, Arso, Koya, Keerom & Sentani - AC Aplit/Multi Split - AC Central - AC Floor standing - River container - Mesin cuci - Televisi / tape

- Lemari ES - Kulkas - Freeser - Cold storage - Dispenser hot & cold - Chiller / Cold room - Amplifier

Hubungi Personil Kami 0852 4454 3681

daerah lain dari keterisolasian. Namun demikian, perlu diakui juga di era pembangunan Otsus ini, hasil yang diraih belum maksimal kendati dana yang diturunkan ke Papua untuk mendukung pelaksanaan Otsus itu, jumlahnya cukup besar. Hal ini ditandainya, masih terdapatnya kesenjangan ekonomi, masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Kesempatan pendidikan belum merata hingga ke pelosok pedalaman dan terbatasnya kesempatan bagi lulusan pendidikan. “Untuk mengatasi kondisikondisi ini, pemerintah telah membuat sejumlah terobosanterobosan atau kebijakan-kebijakan strategis seperti pemberdayaan distrik dan kampung serta program Respek dan PNPM Mandiri yang diharapkan bisa memacu pembangunan untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain,”tandasnya. Sementara itu, puncak peringatan 1 Mei ini, tampaknya mampu menghibur dan menyedot perhatian ribuan warga. Mereka tumpah ruah di Kawasan Wisata Kalkote selain menyaksikan pelaksaan upacara, juga ingin melihat langsung sejumlah kegiatan/atraksi. Atraksi yang ditampilkan antara lain, terjung payung dan refling (meluncur) dari helikopter yang diperagakan prajurit Paskhas TNI-AU Lanud Jayapura, perahu hias, simulasi pertempuran kapal Macan Tutul dinahkodai Komodor Yos Sudarso, gebuk bantal diatas danau dan peragaan seni dan budaya Paguyuban Nusantara se-Kabupaten Jayapura. (mud/tri)

Telah Dibuka

Hotel Cenderawasih Jl. Tua Tuberi Asrama Haji Kotaraja * Fasilitas Lengkap * Lapangan Parkir Memadai aman untuk roda dua & empat Tarif Kamar Rp. 250.000 / 200.000 Kontak Person 08124801126

Saat warga mendekati kantong plastik dan membukanya, betapa kagetnya ternyata di dalam kantong plastik itu berisi bayi dalam kondisi sudah meninggal masih lengkap dengan ari-arinya. “Kami belum tahu siapa orang tua pemilik bayi itu karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan petugas.Tapi berdasarkan pemeriksaan atau pengamatan petugas RSUD Yowari, ada kemungkinan bayi yang ditemukan itu baru lahir, ”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, pekan kemarin. Menurut Kasat Reskrim, berdasarkan keterangan petugas setelah melihat kondisi fisik bayi, diduga bayi tersebut lahir prematur atau masih berusia 7 bulan dalam kandungan. Hanya saja, orang tua siapa yang tega membuang bayi itu, Ridwan masih belum bisa memberikan penjelasan karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Disinggung ciri-ciri fisik bayi tersebut, Ridwan menjelaskan, sesuai hasil identifikasi, diduga kuat bayi tersebut berasal dari orang tua asli Papua. Ia menambahkan, setelah menjalani identifikasi dan visum di RS, jasad bayi tersebut sudah diambil sejumlah warga untuk selanjutnya di makamkan di Pekuburan Kristen Sentani. (mud/tri)


14