Page 1

Cenderawasih Pos

Senin, 03 Mei 2010

BIAK Peringatan Hari Aneksasi Diwarnai Mimbar Demokrasi TANGGAL 1 Mei Tahun 2010 tak hanya diperingati sebagai hari buruh, namun bagi masyarakat Papua juga diperingati sebagai Hari Aneksasi. 1 Mei 1963 sebagai tanggal bergabungnya Papua ke NKRI, dinilai oleh masyarakat adat Biak, khususnya dan Papua umumnya tidak memberikan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat Papua. Mereka menilai selama ini masyarakat Papua hanya korban dalam berbagai bentuk tindak kejahatan, salah satunya adalah pelanggaran HAM. Dalam peringatan yang dilakukan dalam bentuk ibadah syukur dan mimbar bebas itu berlangsung di Halaman Kantor Dewan Adat Biak (DAB), Sabtu (1/5). Setelah ibadah yang dipimpin oleh Pdt. John Koibur dilanjutkan dengan mimbar demokrasi yang dilakukan secara bergantian oleh masyarakat adat Biak dan beberapa mahasiswa asal Pengunungan Tengah. Pada dasarnya perayaan Hari Aneksasi yang berlangsung di Kantor Dewan Adat Biak berlangsung aman dan tertib serta dihadiri ratusan orang. Koordintor Peringatan Hari Aneksasi, Adolof Baransano menyatakan bahwa ibadah syukur yang dilaksanakan pihaknya ini bertujuan untuk memohon pengampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa terhadap semua masyarakat Papua. “Selain mimbar bebas, ibadah syukur yang dilakukan ini juga untuk mengampuni semua orang yang melakukan tindak kejahatan di Papua serta pengampunan bagi masyarakat Papua,” tandasnya.(ito/ary)

LINTAS PAPUA

13

Warga Diminta Berikan Data yang Benar dan Akurat Dalam Sensus Penduduk Hari Pertama di Jayawijaya, Biak dan Merauke WAMENA-Secara nasional Sensus Penduduk (SP)2010 serentak digelar Sabtu (1/5), tetapi untuk di Kabupaten Jayawijaya khususnya daerah yang sulit

dijangkau, telah dilaksanakan sejak 15 April lalu dan dicanangkan di kediaman Bupati Kabupaten Jayawijaya Wempi Wetipo S.Sos,M.Par, sedangkan SP secara nasional, dicanangkan di kediaman Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya Jhon R Banua, Sabtu (1/5). Kedatangan petugas SP 2010 disambut baik oleh Wakil Bupati Jayawijaya Jhon R Banua ber-

sama istri Ny Agustina R Banua. ‘’ SP 2010 sangat penting dilakukan, karena selain merupakan program nasional, juga dapat dijadikan sebagai indikator untuk pelaksanaan pembangunan ke depan,’’ungkap Wakil Bupati Jhon R Banua. Wabup Jhon Banua menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya dapat

TIMIKA CPNS Tahun 2008 Siap Ditempatkan DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika masih memerlukan banyak tenaga bidan dan perawat kesehatan untuk ditempatkan di Puskesmas di wilayah-wilayah di seluruh Kabupaten Mimika. Untuk kebutuhan itu, tenaga CPNS Tahun 2008 sebanyak 74 orang yang sudah mendapat SK di bidang kesehatan akan mulai ditempatkan sesuai kebutuhan. Mereka berasal dari Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), Kebidanan, Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK), Kesehatan Lingkungan (Kesling), Apoteker, Farmasi, Akper dan Akademi Gizi (Aksi). “Untuk bidan dan perawat di pedalaman mungkin kami ambil dari SPK,” kata Erens Meokbun, SE, MM.Kes, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika ketika ditemui di ruang kerjanya, pecan kemarin. Dikatakan Erens, selain itu, beberapa tenaga kesehatan lainnya yang bekerja sebagai tenaga kontrak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas yang masih menunggu SK. Sementara sebanyak 244 yang lulus CPNS Tahun 2009 saat ini belum dapat ditempatkan karena masih menunggu SK. ‘’Untuk yang Tahun 2009 belum bisa kita tempatkan karena SK mereka belum keluar dan juga sesuai dengan arahan dari Bupati dan Wakil Bupati untuk segera mengisi tenaga-tenaga yang masih kosong, akan segera kami tanggapi dengan tenaga-tenaga yang sudah mempunyai SK,” jelas Erens. Sementara itu, terkait adanya pengurangan jumlah kuota penerimaan CPNS formasi 2010 bagi tenaga kesehatan, Erens mengatakan tetap akan meminta kepada pemeritah pusat untuk tetap menerima sejumlah tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Mimika sesuai kebutuhan setiap tahunnya.(ale/ary)

Seorang Tahanan Dianiaya 4 Napi Pelaku Diduga Mabuk MERAUKE- Empat narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke menganiaya seorang tahanan yang dititipkan di LP Merauke, yang juga seorang oknum anggota polisi yaitu Roynaldo Sukusepa. Penganiayaan terhadap korban tersebut terjadi Kamis (29/4) malam dan diduga pelaku dipengaruhi minuman keras. Akibatnya, korban dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Kalapas Merauke Abdul Karim, ditemui Sabtu, membenarkan penganiayaan yang dilakukan oleh Xaverius Biagaimu bersama kawan-kawannya itu. ‘’Para pelaku sudah kami masukkan ke dalam sel khusus,’’tandasnya. Soal minuman keras yang membuat para pelaku mabuk, Kalapas menyebutkan bila didapatkan dari luar, dimana sebelum kejadian itu ada petugas Lapas yang melihat 3 orang menggunakan satu unit sepeda motor melemparkan botol yang berisi Sopi ke dalam Lapas. Selain itu, pada hari itu HUT Pengayoman, pihaknya juga menyita 3 botol sopi yang dibawa

oleh pengunjung dan juga menyita Miras dalam botol lewat saluran air.‘’Berbagai cara mereka gunakan supaya Miras bisa masuk,’’ujarnya. Diungkapkan, penganiayaan yang dialami korban tersebut merupakan yang kedua kalinya. Pertama kalinya, bertepatan pada HUT Pengayoman. Kemudian pemukulan kedua terjadi pada 2 hari berikutnya. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Merauke apakah korban bisa dititipkan sementara di Rutan Mapolres. Menyangkut penganiayaan yang dilakukan keempat Napi tersebut, Kalapas mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada korban atau keluarga korban apakah akan mempolisikan keempat napi tersebut. ‘’Tergantung dari korban atau keluarganya, karena penganiayaan itu tindakan kriminal,’’ jelasnya. Sekadar diketahui, korban Ronaldo Sukusepa sendiri menjadi tahanan LP Merauke karena diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga di tempat tugasnya di Kabupaten Boven Digoel beberapa waktu lalu.(ulo/ary)

PRAKIRAAN CUACA

SULO/CENDERAWASIH POS

Wakil Bupati Merauke didampingi istri, saat menerima Kepala Badan Statistik Kabupaten Merauke Drs Pardjan, M.Si dan jajarannya bersama petugas Sensus Penduduk 2010.

Delapan Pengedar Upal Berhasil Diamankan SORONG-Delapan orang yang diduga sebagai pelaku pengedar uang palsu, berhasil ditangkap Satpam Lokalisasi Malanu, lalu digelandang ke Mapolsek Sorong Timur dan Sabtu siang (1/5), mereka dibawa ke Polresta Sorong untuk diamankan. Delapan orang tersangka tersebut dibawa bersama dengan barang bukti uang palsu sebanyak 14 lembar pecahan seratus ribu rupiah. Disamping itu juga kuat dugaan uang palsu tersebut dibuat dan diperbanyak di Sorong, tepatnya di rumah salah satu pelaku di daerah km 10 masuk Kampung Bugis. Mereka memperbanyak uang palsu pecahan seratus ribu rupiah dengan cara memakai printer warna. Saat ini, dari 8 orang yang diamankan tersebut, 2 orang diduga sebagai otak yang membuat uang

palsu dan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut penyidik Reskrim Polresta Sorong, untuk mengetahui uang tersebut telah disebarkan kemanan saja dan maksudnya membuat uang palsu tersebut. Sedangkan 6 orang lainnya diduga turut terlibat mengedarkan uang palsu tersebut juga masih dalam pemeriksaan. Sementara itu salah satu saksi yang sempat berbicang- bincang dengan koran ini dan meminta namanya tidak dikorankan mengatakan, dirinya sempat melihat para pelaku membuat uang palsu. Hanya saja dirinya ingin melaporkan kepada pihak berwajib namun takut. ‘’Yah sempat melihat mereka buat uang palsu itu, tapi jumlahnya berapa banyak saya tidak tahu. Kira- kira 20 sampai dengan 30 lembar uang palsu pecahan

seratus ribu. Saya mau kasih tahu ke polisi, saya takut,” ungkap pria asal Jawa Timur. Sekadar diketahui, peredaran uang palsu itu terungkap saat salah satu pelaku diamankan oleh Satpam Lokalisasi Malanu. Dimana uang palsu pecahan seratus ribu sempat dipakai oleh pelaku saat sedang bersantai di Lokalisasi Malanu. Kapolresta Sorong AKBP Drs. Johannes Nugroho Wicaksono yang ditemui koran ini membenarkan mengenai ada penangkapan terhadap para pelaku yang diduga memperbanyak atau membuat uang palsu, sekaligus sebagai pengedar uang palsu. Hanya saja dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, karena kasusnya sendiri masih dalam tahap lidik pihak kepolisian.(boy/ary)

memberikan informasi yang benar. “Kami himbau kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kampung-kampung, tokoh gereja dan elemen lainnya dapat berpartisipasi dalam sukseskan SP 2010 ini, karena data tersebut berpengaruh pada rancangan program pembangunan ke depan,”tandasnya. Ditempat yang sama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya Ir Trisno Tamanampu mengungkapkan, sesuai dengan agenda nasional, SP 2010 dimulai 1 sampai 31 Mei, hanya saja untuk di Kabupaten Jayawijaya dan beberapa daerah pemekaran lainnya sudah digelar sejak 15 April lalu. Trisno mengungkapkan, SP 2010 ini berbeda dengan SP sebelumnya, dimana SP 2010 penduduk tidak hanya ditanya mengenai data pribadi, tetapi juga kebiasaan-kebiasan dan fasilitas yang digunakan. Untuk Sensus Penduduk di Merauke diawali dari rumah jabatan Wakil Bupati Merauke, Jalan Mayor Memet Nomor 1, Kelurahan Maro, Merauke, Sabtu (1/ 4). Petugas sensus dari Statistik Merauke mendatangi rumah kediaman Waryoto tersebut, pagi sekitar pukul 08.35 WIT. Sekitar 43 item pertanyaan diajukan petugas yang dijawab Wabup Waryoto didampingi sang istri. ‘’Sensus penduduk ini merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat, karena data yang diperoleh nantinya akan menjadi barometer bagi pemerintah dalam membuat berbagai program. Karena itu, saya harapkan masyarakat menerima petugas sensus apabila mendatangi rumah dan memberikan data yang sebenar-benarnya,’’harap Wakil Bupati. Sementara itu, Kepala Badan Statistik Kabupaten Merauke Drs Pardjan, M.Si, yang mendampingi 2 petugas sensus untuk wilayah sekitar kediaman Wakil Bupati dan Bupati Merauke tersebut mengungkapkan, pendataan semestinya diawali dari rumah Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze namun karena yang bersangkutan keluar daerah sehingga pendataan diawali dari rumah Wabup Waryoto. Pardjan menjelaskan, meski

secara nasional Sensus Penduduk dimulai 1 Mei tersebut, namun pusat memberikan toleransi dilakukan pendataan lebih awal 2 minggu di daerah-daerah tersulit di Papua yang sulit di jangkau termasuk Merauke. Pendataan lebih awal tersebut telah dilakukan di Kimaam, Okaba, Muting dan Ulilin. ‘’Ada keyakinan jika digelar bersamaan maka daerah-daerah tersulit tersebut tidak selesai, sementara tidak ada perpanjangan waktu karena hanya berlangsung selama 1 bulan mulai 1-30 Mei. Karena itu, pusat memberikan izin bagi daerah tersulit untuk memulai 2 minggu dari sekarang,’’ terangnya. Dalam sensus yang digelar di 160 kampung dan 8 kelurahan di Kabupaten Merauke, tambah Pardjan, pihaknya telah menurunkan 416 petugas sensus dengan 104 Tim. Untuk pelaksanaan sensus penduduk di Kabupaten Biak Numfor dimulai dari kediaman Wakil Bupati Drs Alimuddin Sabe. Pelaksanaan sensus pertama rencananya dilakukan dikediaman Bupati Yusuf M Maryen, S.Sos, MM, namun karena dinas luar sehingga dialihkan ke kediaman Wakil Bupati. Dari Wakil Bupati dilanjutkan ke kediaman Sekda Biak Numfor Drs Johanis Tan, MM dan selanjutnya ke rumah para Muspida Plus lainnya. Wakil Bupati Drs Alimuddin Sabe mengatakan, bahwa sensus penduduk yang dilaksanakan sekali dalam 10 tahun harus menjadi perhatian serius oleh semua pihak, khususnya lagi bagi para petugas yang melakukan pendataan. Demikian halnya juga masyarakat diminta supaya memberikan dukungan dengan menginformasikan data-datanya secara benar kepada petugas. Sementara itu Kasubag Badan Statistik Biak Achmad A. Gani mengatakan bahwa sensus penduduk yang akan dilakukan selama satu bulan penuh akan dibagi dalam beberapa tim. Dimana setiap petugas yang tergabung dalam tim telah diinstruksikan supaya menjalankan tugasnya sebaik mungkin dan meminta supaya jangan ada satupun warga yang tidak terdata.(lmn/ulo/ito/ary)

Hari ini, Pelayanan Perizinan Satu Atap Mulai Diberlakukan BIAK-Pelayanan satu atap mengurus semua perizinan di wilayah Kabupaten Biak Numfor secara resmi mulai dilaksanakan, Senin (3/5) hari ini. Kalau sebelumnya pengurusan perizinan dilakukan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), maka dengan pelayanan satu atap ini, tempatnya akan terpusat di Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). ‘’Mulai Senin (hari ini), semua pelayanan perizinan sudah masuk dalam satu atap, yakni dipusatkan di Kantor Dinspenda,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Biak

Numfor Drs Johanis Tan, MM saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos disela-sela sensus penduduk di kediamannya, Sabtu (1/5). Dengan sistem pelayanan satu atap ini, diharapkan pelayanan publik tentang berbagai perizinan yang diurus masyarakat lebih mudah, cepat dan murah. Pasalnya, masyarakat yang akan mengurus berbagai persyaratan itu tidak lagi bolak-balik ke satu instansi lalu ke instansi lainnya, tapi bisa langsung datang di tempat pelayanan satu, maka semuanya langsung beres. ‘’Pemerintah sengaja mensen-

tralisir pelayanan pengurusan berbagai perizinan dalam bentuk pelayanan satu atap, agar masyarakat lebih cepat mendapat pelayanan, biaya yang mudah dan lebih mudah. Intinya semua dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan prima ke masyarakat,” tandas Sekda. Adapun sejumlah pelayanan satu atap itu antara lain, pengurusan Surat Izin Tempat Usaha (SITU), pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), pengurusan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan sejumlah suratsurat izin lainnya.(ito/ary)

NB : Setiap Service Bonus Coca - Cola

Jl. Raya Abepantai, Ruko No. 12, Tanah Hitam-Abepura

Jl. Kabupaten 1 Ruko No. 1 APO Telp. (0967) 535355 Depan Gor

Buka Setiap Hari 08-00 - 22.00

02

13  

Peringatan Hari Aneksasi Diwarnai Mimbar Demokrasi Cenderawasih Pos Senin, 03 Mei 2010 Buka Setiap Hari 08-00 - 22.00 sama istri Ny Agustina...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you