Page 8

Manca negara

Bisnis Jakarta, Kamis 27 Mei 2010

8

Israel Serang Jalur Gaza GAZA - Sebanyak 15 orang Palestina cedera dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pesawat jet Israel terhadap Jalur Gaza menjelang tengah malam Selasa, demikian keterangan beberapa sumber polisi dan medis Hamas, kemarin. Beberapa saksi mata mengatakan jet tempur Israel menyerang bandar udara yang tak diperasikan lagi di bagian selatan kota Rafah, Jalur Gaza, sehingga melukai empat orang. Tak lama setelah itu, jet tempur Israel menyerang tempat Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), di kota kecil Beit Hanoun di bagian utara Jalur Gaza, dan melukai 11 orang. Beberapa saksi mata mengatakan lokasi tersebut berada di dekat klub olah raga dan satu masjid di pusat kota itu. Sementara beberapa sumber medis Hamas mengatakan semua orang Palestina yang cedera adalah warga sipil. Jurubicara militer Israel mengkonfirmasi serangan udara tersebut, tanpa memberi penjelasan terperinci lain. Serangan udara Israel terhadap daerah itu adalah reaksi Israel atas serangan bom rakitan yang sebelumnya ditembakkan dari Jalur Gaza ke bagian selatan Israel. Tak satu pihak pun menyatakan bertanggung jawab atas serangan dari Jalur Gaza ke Israel tersebut. (ant/xin)

Capres Kolombia Dibom BOGOTA - Para penyerang melemparkan sebuah bahan peledak di markas besar calon presiden konservatif Juan Manuel Santos di kota Kolombia, Pasto, mencederai sembilan orang, kata pihak yang berwenang, kemarin. Tiga polisi di antara mereka yang luka, kata Walikota Pasto, Eduardo Alvarado. “Orang-orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor melemparkan alat peledak di markas besar Santos,” kata Alvarado menambahkan. Rakyat Kolombia akan pergi ke tempat-tempat pemungutan suara dalam putaran pertama pemilihan presiden 30 Mei. Santos dan calon dari partai Hijau Antanas Mockus memiliki kaitan dalam jajak pendapat umum. Para pengamat memperkirakan, pasangan itu akan menghadapi pemungutan suara putaran kedua, yang akan diselenggarakan pada 20 Juni. (ant/afp)

AS Kirim 1.200 Tentara

Bisnis Jakarta/ap

DEMO RUSUH – Warga Port-au-Prince berlarian menghindari gas air mata yang dilemparkan polisi dalam unjuk rasa anti Presiden Rene Preval dan menentang kehadiran Misi PBB di Haiti, kemarin.

Korut Ancam Tutup Perbatasan

Mantan PM Australia Hengkang dari Partainya

SEOUL - Korea Utara (Korut) kemarin mengancam akan menutup pintu penyeberangan Korea Selatan (Korsel) ke kawasan industri bersama jika Seoul terus maju dengan rencananya melanjutkan siaran-siaran propaganda lintas perbatasan. “Militer Korut berikrar dalam satu pesannya kepada Korea Selatan bahwa pihaknya akan menutup semua lalu lintas perorangan dan kendaraan dari seksi barat kawasan perbatasan, jika siaran-siaran itu dilanjutkan,” kata Kantor Berita Korut, KCNA, kemarin. Situasi di Semenanjung Korea semakin tegang setelah tim penyelidik multinasional Kamis lalu menyimpulkan, tenggelamnya kapal perang Korea Selatan Cheonan pada 26 Maret lalu adalah akibat torpedo kapal selam Korea Utara. Sebanyak 46 pelaut Korea Selatan tewas dalam peristiwa itu. Seoul menyatakan akan melakukan tindakan balasan dengan akan membawa masalah

pendapat pariwara itu ‘melemparkan kembali ke era rasis masa lalu, dan tidak hanya bagi Partai Liberal tapi juga bagi Australia.’ Laporan mengenai pengunduran dirinya terjadi menjelang pemilihan yang diperkirakan akan dilakukan akhir tahun ini, dan setelah pemimpin oposisi, Tony Abbott berhasil mendekati keunggulan pemerintah dalam jajak pendapat. Fraser meninggalkan Partai Liberal yang cenderung kanan itu pada Desember, tak lama setelah Abbott memecat Malcolm Turnbull menjadi pemimpin oposisi. Fraser dihargai atas kebijakan sosialnya yang progresif pada dirinya saat menjabat. (ant/afp)

YALA - Dua serangan bom di Thailand selatan yang diguncang pemberontakan, kemarin. Akibatnya, dua orang tewas dan 27 lainnya menderita luka-luka. Ledakan pertama terjadi di Yala, kota besar di provinsi dengan nama yang sama, pada pukul 10.15 waktu setempat di depan ruang pameran mobil, mencederai delapan orang. Ledakan kedua terjadi di dekatnya sekitar sepuluh menit kemudian, melukai beberapa pekerja bantuan dan polisi, yang datang untuk menyelidiki serangan pertama, kata polisi. Kepolisian setempat mempersalahkan pemberontak garis keras untuk kedua pemboman itu.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama kemarin berjanji untuk mengerahkan 1.200 tentara Garda Nasional ke perbatasan AS-Meksiko dan meminta tambahan dana 500 juta dolar AS untuk meningkatkan perlindungan perbatasan. Tentara-tentara itu akan memberikan data intelijen, bantuan pengamatan dan pengintaian, analisis intelijen, bantuan segera pada pelaksanaan upaya anti-narkotika dan kapasitas pelatihan, hingga badan Pabean dan Patroli Perbatasan dapat merekrut lebih banyak pejabat dan agen untuk bertugas di perbatasan tersebut. Dana itu akan digunakan untuk meningkatkan teknologi di perbatasan dan membagi informasi dan bantuan antara badan penegak hukum ketika mereka menyerang perdagangan gelap orang, obat bius, senjata dan uang. Masalah imigrasi telah menjadi pusat perhatian di Washington, dengan Obama meminta perbaikan komprehensif dan berkata dengan tegas menentang undang-undang baru yang keras di negara bagian Arizona di perbatasan itu. Masalah itu juga merupakan topik pembicaraan dari kunjungan kenegaraan Presiden Meksiko Felipe Calderon ke Washington pekan lalu. (ant/rtr)

SYDNEY - Mantan Perdana Menteri Australia, Malcolm Fraser, memilih keluar dari Partai Liberal yang pernah dia pimpin karena menurutnya partai tersebut menjadi makin konservatif. Surat kabar Australian Financial Review mengutip teman-teman dan sejawatnya kemarin mengatakan, Fraser marah mengenai cara partai bersaing, dan tentang sikapnya terhadap imigran gelap. Fraser, yang berkuasa dari 1975 sampai 1983, mengatakan akan marah terutama berkaitan dengan pariwara baru televisi yang menunjukkan Australia sebagai tujuan para imigran ilegal, dengan memberikan rangkaian panah merah. Sumber-sumber mengatakan, Fraser, 80 tahun, ber-

itu kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB), namun Pyongyang menyangkal pihaknya terlibat dalam kasus tenggelamnya korvet berbobot 1.200 ton itu. Korut bahkan mengumumkan untuk memutus semua hubungan dengan Korsel, jika negaranya dijatuhi sanksi lagi oleh PBB. Dalam perkembangan yang sama, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) dan Jepang berjanji akan melakukan dukungan bersama untuk Korsel dalam menghadapi eskalasi pertikaian dengan Korut. Menteri Pertahanan (Menhan) AS Robert Gates dan Menhan Jepang Toshimi Kitazawa berjanji akan bersama mendukung Republik Korea dalam pembicaraan di Washington, dan berencana untuk bertemu dengan Menhan Korut dalam konferensi di Singapura pada Juni, kata sekretaris bidang pers Geoff Morrell. “Menhan Gates berterima

Teror Bom Guncang Thailand Selatan Pada Ahad lalu, tersangka gerilyawan menembak tewas lima orang, termasuk seorang wanita Melayu yang sedang hamil, dalam kekerasan terkini di propinsi bergolak Thailand selatan itu, kata polisi setempat pada Minggu. Seorang tentara perawat berumur 47 tahun tewas pada Sabtu pagi oleh penembak berkendaraan saat ia dalam perjalanan bekerja di pangkalan tentara di propinsi Pattani. Dia dibawa ke rumah sakit, kemudian meninggal. Dua wanita Melayu, satu berusia 52 tahun dan yang lain berumur 25 tahun sedang hamil enam bulan, ditembak kepalanya saat berkendaraan pulang

PBB Segera Tarik Pasukan dan Chad

Bisnis Jakarta/ap

PESAWAT JATUH – Asap terlihat mengepul dari sebuah gedung di Markam, Ontario, Kanada yang tertimpa sebuah pesawat ringan yang jatuh, kemarin.

kasih kepada Menhan Kitazawa karena reaksi kuat pemerintah Jepang terhadap aksi provokatif Korut,” kata Morrell dalam pernyataan setelah pembicaraan. Sementara China yang selama ini memiliki hubungan dekat dengan Korut mengatakan, pihaknya masih menilai hasil temuan tim penyidik multinasional yang menyalahkan Pyongyang atas tenggelamnya kapal perang Korea Selatan (Korsel), dan saat ini Perdana Menteri China Wen Jiabao menyiapkan kunjungan ke Seoul. “Ini merupakan isu yang sangat rumit. Kami belum memiliki informasi dari tangan pertama,” kata Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Zhang Zhijun kepada wartawan. “Kami sekarang secara serius dan berhati-hati memperhatikan dan menilai informasi yang datang dari berbagai pihak. Demi kemajuan kasus ini, kami akan melihat dan menangani kasus ini secara objektif.” (ant/afp)

NEW YORK - Dewan Keamanan PBB Selasa memutuskan dengan suara bulat untuk menarik seluruh kesatuan PBB dari Chad dan Republik Afrika Tengah (CAR) pada akhir tahun ini atas permintaan N’djamena. Badan yang memiliki 15 anggota itu mengesahkan resolusi yang pada awalnya akan mengurangi komponen militer Misi PBB di CAR dan Chad (MINURCAT) dari 3.300 menjadi 2.200 personil militer (1.900 di Chad dan 300 di CAR) dan 25 pejabat penghubung militer. Resolusi itu memerintahkan Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk melakukan pengurangan pertama pada 15 Juli dan untuk memulai penarikan terakhir tentara yang tersisa pada 15 Oktober tahun ini. Resolusi itu minta kepada Ban “untuk menyelesaikan penarikan semua komponen MINURCAT yang berseragam dan sipil, selain mereka yang dibutuhkan bagi pem-

bubaran misi itu pada 31 Desember 2010”. Dan resolusi itu memperpanjang mandat MINURCAT, yang habis masa berlakunya Rabu, hingga 31 Desember. Dewan juga memberikan catatan komitmen pemerintah Chad “untuk memikul tanggung jawab penuh atas keamanan dan perlindungan penduduk sipil di Chad timur”. Termasuk di antara mereka adalah “pengungsi, orangorang yang terlantar di dalam negeri sendiri, orang-orang yang pulang dan masyarakat tuan rumah, dengan perhatian khusus pada wanita dan anakanak, personil PBB dan aset mereka”. Pasukan PBB itu, yang sekarang ini juga mencakup 1.075 warga sipil, dikerahkan mulai Maret 2009 sebagai pengganti pasukan Eropa untuk melindungi ratusan ribu pengungsi dari Darfur di Sudan dan orang-orang Chad yang terlantar. (ant/afp)

dari pasar di propinsi Yala. “Keduanya tewas di tempat kejadian,” kata polisi. “Dua laki-laki, berusia 25 dan 27 tahun, tewas pada Sabtu oleh pejuang di jalan di propinsi Narathiwat.” Lebih dari 4.100 orang tewas akibat perlawanan enam tahun di propinsi Thailand selatan tersebut, yang sebagian besar berpenduduk suku Melayu dan berbatasan dengan Malaysia, tempat kelompok bayangan tidak pernah mengumumkan tujuan mereka. Wilayah itu adalah kesultanan otonomi Melayu sampai dicaplok pada 1902 oleh Thailand, yang sebagian besar berpenduduk suku Siam. (ant/afp)

Hujan Lebat di Kolombia, 18 Tewas BOGOTA - Hujan lebat di Kolombia telah menewaskan sedikitnya 18 orang dan membuat sebanyak 84.200 orang lagi jadi korban di 134 kotapraja, demikian pernyataan Sistem Darurat Nasional Kolombia, kemarin. Hujan lebat di negeri tersebut telah membuat ratusan tempat kebanjiran, tanah longsor dan topan. Jaringan nasional keadaan darurat juga melaporkan bahwa 87 orang

cedera dan lima orang hilang, serta lebih dari 15.000 rumah rusak. Wilayah yang menjadi korban paling parah ialah Caqueta di bagian selatan negeri itu, tempat 12.000 orang jadi korban banjir pada akhir pekan. Daerah lain adalah Tolima, Antioquia, Valle dan Choco. Selama bulan ini, hujan lebat lain yang disertai badai petir diramalkan akan mengguyur bagian tengah dan selatan negeri tersebut. (ant/xin)

Petinggi China Kunjungi Taiwan TAIPEI - Seorang perunding tertinggi China berencana akan berkunjung ke Taiwan selatan, meninjau kubu pertahanan kekuatan pro-kemerdekaan pulau itu, menurut satu laporan, kemarin. Chen Yunlin, kepala Perhimpunan Hubungan Lintas Selat Taiwan, bermaksud akan mengunjungi kota Kaohsiung pada Juli atau Agustus, kata surat kabar United Daily News mengutip anggota parlemen Chiu Yi dari Partai Kuomintang yang berkuasa. Lokasi itu dipandang sensitif, terutama setelah wakil Chen, Zhang Mingqing, dikepung dan didorong-dorong sampai jatuh ke tanah oleh para aktivis pro-kemerdekaan pada saat dia berkunjung ke Taiwan

selatan pada 2008. Kaohsiung tahun lalu juga menjadi tuan rumah Dalai Lama dan memutar film mengenai pemimpin Uighur di pengasingan, Rebiya Kadeer, yang dilaporkan memicu Beijing memerintahkan turis-turisnya memboikot sementara ke kota tersebut. Pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama dicap sebagai ‘pemecah-belah’ oleh Beijing, sedangkan Rebiya dituduh menghasut kerusuhan etnis di wilayah barat-jauh China, Xinjiang. China masih mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang sedang menunggu penyatuan kembali, dengan kekuatan bisa perlu, meskipun kedua pihak telah berpemerintahan secara terpisah sejak berakhirnya perang sipil 1949. (ant/afp)

Bisnis Jakarta - Kamis, 27 Mei 2010  

Bisnis Jakarta - Kamis, 27 Mei 2010

Advertisement