Page 8

Metro Bekasi

Bisnis Jakarta, Jumat 11 Februari 2011

Pengangguran di Kota Bekasi Meningkat

BADAN NARKOTIKA KOTA BEKASI

BPD Boleh Kritis asal Konstruktif CIKARANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang sedang menggalakkan percepatan pembangunan hendaknya didukung dan dibantu dalam hal pengawasan. Sebagai lembaga kontrol, badan permusyawaratan desa (BPD) juga berperan penting dalam mengawasi pembangunan. Namun demikian, pengawasan itu dilakukan dalam kerangka kostruktif. “BPD adalah mitra pemerintahan desa yang ikut menentukan nasib masyarakat di desanya. Namun saya berharap jika BPD melakukan kritikan hendaknya dilakukan dengan cara yang elegan dan konstruktif. Saya rasa jika kritikan dilakukan dengan keras malah akan kontra produktif dengan pembangunan yang tengah digalakkan, “ ujarnya Penasehat Forum BPD seKabupaten Bekasi, Sudarisman di Cikarang, Kamis (10/2). Untuk menghindari gesekan dan menjaga suasana kondusif, katanya, para ketua BPD diharapkan jangan sampai terjebak dalam politik praktis. Apalagi, Kabupaten Bekasi sebentar lagi akan menggelar hajatan besar yaitu, Pemilukada 2012. Menurut Sudarisman, gesekan kepentingan hanya akan menurunkan produktifitas, apalagi menyangkut pembangunan untuk desa. “Urusan partai politik dan golongan harus dikesampingkan. Semua harus bersama-sama dengan penuh keikhlasan membangun wilayahnya masing-masing baik itu BPD sendiri dan kepala desanya,” papar Sudarisman. Sementara, Ketua Forum BPD Kabupaten Bekasi Sardi mengatakan, sebagai lembaga pengontrol dan pengawas di tingkat desa, kinerja BPD harus terus ditingkatkan. Untuk itu, sebagai bekal para ketua BPD, sejumlah kegiatan telah dipersiapkan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). “Materi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa, penyusunan tertib administrasi keuangan desa dan penyelenggaraan pemerintahan desa secara umum akan terus diberikan,” katanya. Dijelaskannya, jumlahnya anggota BPD se Kabupaten Bekasi saat ini sekitar 1600 0rang. Dengan banyaknya jumlah anggota BPD, tentunya sangat sulit untuk menyatukan persepsi. Namun demikian, proses musyawarah dianggap hal yang penting agar BPD tidak ditunggangi oleh kepentingan politik. (iwn)

Risno Koord BKM Jatiwaringin

BJ Bekasi/doc

BPD - Forum BPD se-Kabupaten Bekasi saat menyamakan persepsi dalam rangka Pemilukada Kabupaten Bekasi 2012 mendatang.

Dewan Kritik Kinerja Bupati CIKARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi mengkritik keras kinerja Bupati Saduddin beserta jajarannya. Kritikan itu terkait kinerja bupati yang dinilai baru mencapai 10 persen. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bekasi, Marjaya, Kamis (10/2). Menurut Marjaya, banyak kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi tidak melibatkan para anggota dewan. Akibatnya, DPRD kesulitan mengawasi dan membantu kebutuhan masyarakat. “Kalau per-

soalan ini terus dibiarkan, maka masyarakatlah yang akan terus dirugikan,” paparnya. Ia menilai, selama ini dewan hanya dijadikan penonton dan juru stempel. Sebab, semua kewenangan hanya ada di bupati. “Selama ini, DPRD hanya sebatas mengetahui saja, sedangkan pemegang anggaran berada di eksekutif,” bebernya. Selain itu, kata Marjaya, banyaknya jalan rusak disejumlah wilayah juga mendapat sorotan DPRD. Padahal usia pembangunan jalan itu kurang dari lima tahun. “Proyek pembangunan ja-

lan belum ada lima tahun tapi sudah banyak yang hancur dan rusak. Belum lagi sejumlah kontruksi yang terbengkalai,” katanya. Marjaya menambahkan, kebijakan bupati yang terus memberikan izin pembukaan areal perumahan dan industri baru kepada para investor tanpa adanya kajian dan pertimbangan yang mendalam juga dinilai menciderai rasa keadilan rakyat. “Seharusnya, pasca terjadinya gejolak di tengah masyarakat, akibat kehadiran perusahaan yang tidak pro rakyat menjadi pertimbangan dan

pelajaran yang berharga kepada semua eksekutif,” ujarnya. Dia berharap, bupati dalam mengeluarkan kebijakan yang bersinggungan langsung dengan rakyat harus melihat dari dua sisi yang berbeda. “Kegagalan bupati dalam memimpin sama halnya kegagalan semua pihak. Karena tidak mampu menjalankan fungsi kontrol yang baik dan benar. Untuk itu marilah kita secara bersama-sama memperbaiki semua untuk pembangunan Kabupaten Bekasi,” saran politisi dari partai Hanura ini. (iwn)

Tempat Hiburan di Bekasi Banyak tak Berijin BEKASI – Sepanjang tahun 2010 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menutup enam tempat hiburan karaoke. Dari 62 tempat hiburan karaoke yang tercatat, keenam tempat hiburan itu ditutup akibat menyalahi aturan. “Pada 2010, ada enam tempat karaoke yang kita tertibkan. Kebanyakan yang ditutup adalah tempat karaoke yang tetap beroperasi di bulan Ramadhan. Padahal sudah ada maklumat dari Pemkot untuk berhenti beroperasi selama satu bulan,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Dedi Djuanda, saat audiensi bersama pengusaha hiburan, di Gedung Pemkot Bekasi, kemarin. Dalam pertemuan tersebut, kata Dedi, diketahui bahwa para pemilik tempat hiburan belum sepenuhnya memahami aturan yang berlaku dalam proses perizinan, sehingga masih banyak tempat yang tidak memiliki izin usaha.

“Kebanyakan mereka tidak tahu proses regulasi perizinan tempat usaha, sehingga banyak tempat usahanya belum memiliki izin resmi. Untuk jumlah pastinya sendiri, kami belum tahu karena harus didata lebih lanjut,” katanya. Menurut Dedi, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi mengenai peraturan dan izin usaha, khususnya tempat hiburan yang saat ini jumlahnya semakin banyak di Kota Bekasi. Hal itu guna mendukung suksesnya program tertib administrasi yang sudah ditetapkan di Kota Bekasi mulai tahun 2011. Dedi mengimbau sejumlah pemilik tempat hiburan yang belum memiliki izin usaha untuk segera mengurusnya ke dinas terkait apabila tidak ingin tempat usahanya terkena penertiban. “Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada sejumlah pemilik tempat hiburan. Karena

mulai tahun 2011, Pemkot sudah menetapkan program tertib administrasi, jadi para pemilik tempat hiburan yang belum

berizin diharap segera mengurus izin usaha, apabila tidak ingin terkena penertiban,” katanya. (ars)

Jatiwarna Canangkan K-3 BEKASI – Menindaklanjuti surat edaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati melakukan K-3 sepanjang Jalan Raya Tol JORR, Kamis (10/2). Sekretaris Kelurahan Jatiwarna, Kardi mengatakan, program K-3 itu sekaligus untuk program adipura. “Kami menghimbau, kepedulian warga tentang kebersihan,” tuturnya. Dikatakannya, program K-3 yang dilaksanakan setiap Jumat, Sabtu dan Minggu itu didasari bentuk kebersamaan seluruh jajaran kelurahan. “Dengan kebersamaan akan muncul kekompakkan seluruh staf dalam pecanangan program K-3,” ujarnya. (yoy)

Staf Kelurahan Jatiwarna saat melakukan K-3.

Menyelenggarakan Program: • Sistem Pembelajaran - Komunitas - Tutor Visit - Distance Learning • Syarat PAUD & TK, SD & SMP SMU IPA/IPS Sekretariat & Tempat Pendaftaran KTC Hypermall, Kelapa Gading Jalan Boulevard Barat Raya lt 1 Blok D 17 No 03-05 Jakarta Utara Telp (021) 458 59079

8

• • • • • • •

Tehnik Komputer Tehnik Mesin Tehnik Sipil Tehnik Arsitektur Tehnik Elektro Manajemen MKP Akuntansi

BEKASI - Jumlah pengangguran di Kota Bekasi tahun 2011 ini, diprediksi akan mengalami peningkatan akibat lapangan pekerjaan yang tersedia diwilayah setempat hanya mampu menyerap 10 persen. “Lowongan pekerjaan dari perusahaan yang dilaporkan ke dinas tenaga kerja hanya menyerap sedikit pengangguran, sekitar 10 persen setiap tahunnya,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kota Bekasi, Junaedi, Kamis (10/2). Jumlah pengangguran di Kota Bekasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2009, mencapai sekitar 147 ribu orang (13,93 persen). Jumlah ini meningkat dibanding 2008 yang mencapai 137 ribu orang (13, 28 persen). Jumlah angkatan kerja di Kota Bekasi pada 2009 mencapai 1,5 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 900 ribu orang yang bekerja. “Lulusan SMA biasanya dipersiapkan untuk kuliah. Tapi sekarang, yang menjadi kendala, banyak tamatan SMA juga mencari kerja, belum lagi ditambah lulusan perguruan tinggi, “Ungkap Junaedi menyikapi penyebab banyaknya pengangguran. Selain faktor tersebut, Kota Bekasi merupakan daerah tujuan urbanisasi. Lapangan pekerjaan di wilayah setempat tidak bisa mengimbangi pengangguran yang berasal dari pendatang. “Banyak pendatang yang mau ke Jakarta tapi kemudian ke Bekasi untuk mencari pekerjaan, “ ungkapnya. (yoy)

Dispera Minta Perda No 8 Direvisi BEKASI – Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi mengaku masih kesulitan membenahi dan menata 32 pasar lingkungan yang mengganggu ketertiban karena terganjal peraturan daerah (Perda) No 8 tahun 2005 tentang retribusi dan pengaturan pasar. “Pada Perda itu tidak mencantumkan keberadaan pasar lingkungan sehingga kami kesulitan membenahinya,” papar Kabid Retribsusi Pasar, Dispera, Aom Jamhur, Kamis (10/1). Keberadaan pasar lingkungan ini, katanya, kebanyakan berdiri di atas lahan pribadi dan memanfaatkan fasilitas umum seperti jalan raya. Sehingga keberadaannya sangat menganggu. “Keberadaan pasar lingkungan itu sudah selayaknya dikaji ulang. Kami minta kepada DPRD Kota Bekasi agar segera merevisi Perda Nomor 8 Tahun 2005 agar penataan pasar lingkungan bisa dilakukan dengan efektif,” tuturnya. Selain itu, 8 dari 11 pasar tradisional milik Pemkot Bekasi kondisinya saat ini juga sangat memprihatinkan, terutama fisik bangunan dan kelayakan tempat parkir kendaraan. Dia berharap ada anggaran agar bisa melakukan revitaliasi kedelapan pasar tersebut. Saat ini baru tiga pasar yang sudah direvitalisasi. (ars)

Sekretariat Kampus B Gedung Miradz Graha Lt2 Jalan Dewi Sartika No 317 Cawang II - Jakarta Timur Telp (021) 808 70781, 982 90259

DISTRIBUTOR PULSA INDONESIA

Melayani Pendaftaran : Chip Multi Operator ( Harga Murah , Transaksi Wahhh ) Mkios, Sev, E-Axis , Fkios, isiEsia, E-Smart, FrenEvo Dll

Harga Terjamin & Pelayanan Memuaskan Segera Kunjungi Outlet kami di : Jalan Mekar Sari No 10 B (Pinggir Rawa) Bekasi Telp (021) 880 7652, 9383 7999, 883 58305

JURI FINAL: 1 . ALEXANDER FELDER (Produser Musik & Pencipta lagu, Juara AMI Sharp Award 2001) 2 . ZWEZTY WIRABHUANA, (The Best Ten ASEAN Pop Song 1983, Juara Bintang Radio & Televisi 1979, 80) 3 . CHINTAMI ATMANAGARA (Artis, Penyanyi Top era 80-an) 4 . MAWARDI HARLAND (Bintang Film & Juara I Bintang Radio 1974, 1974, 1976, 1977) 5 . CANTIKA (Artis, mantan Penyanyi Cilik Era 90-an, Juara AMI Sharp Award 2001)

INFO PENDAFTARAN: 1. RM WULAN SARI 1, Jl Raya Kemakmuran No 45-47, Bekasi Te l p . ( 0 2 1 ) 8 8 6 5 5 5 5 , F a x ( 0 2 1 ) 8 8 4 5 5 4 5 ( S u w a r n o : 0 2 1 - 9 8 6 1 0 9 2 1 ) 2. D I S P O R B U D P A R K o t a B e k a s i ( S r i P e n t a t m a n i : 0 2 1 - 9 9 6 9 4 3 3 4 ) 3. HARIAN SULUH INDONESIA (Muhajir: 021-96431162) 4. R A D I O D A K T A , B e k a s i ( Y o l a n : 0 8 5 6 1 5 3 2 2 9 9 ) 5. HARIAN RADAR BEKASI, Bekasi (Sri Sulastri: 081284728814) 6. RESTO SHABU TERRACE, Jl. Pejaten Raya No 25 Jaksel, 021-79194905) 7. INUL VISTA Mall Metropolitan II Lt 5, Bekasi (Hendri Gunawan: 081317343337) Gajah Mada Plaza Lt 2, Jl Gajah Mada No 19-26 Jakarta Pusat

KATEGORI PESERTA Pria & Wanita 1. Eksekutif& Mahasiswa 3. Umum 2. Pelajar

Bisnis Jakarta - Jumat, 11 Februari 2011  

Bisnis Jakarta - Jumat, 11 Februari 2011

Bisnis Jakarta - Jumat, 11 Februari 2011  

Bisnis Jakarta - Jumat, 11 Februari 2011

Advertisement