Page 1

PIDATO REKTOR PADA RAPAT TERBUKA SENAT DALAM RANGKA DIES NATALIS KE-49 UNIVERSITAS TANJUNGPURA Assalamualaikum wa rahmatullahi wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua Yang saya hormati dan banggakan Wakil Presiden Republik Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Menteri Pertanian Republik Indonesia Pangdam VI Tanjungpura Bapak Mayjen TNI Tono Suratman Bapak Gubernur, Ketua DPRD Provinsi, beserta seluruh unsur Muspida Provinsi Kalimantan Barat, Bapak-Ibu Anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Barat, Seluruh Rektor anggota simpul Forum Rektor Indonesia, Anggota Dewan Penyantun Universitas Tanjungpura, Bupati, Walikota, dan ketua DPRD Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat, Bapak dan Ibu Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kalimantan Barat, Tokoh Masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh Pers, dan tokoh pemuda Kalimantan Barat, Bapak dan Ibu Anggota Senat beserta seluruh dosen dan karyawan Universitas Tanjungpura, Ibu-Ibu pengurus dan anggota Dharma Wanita, Para aktivis organisasi kemahasiswaan dan Undangan lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, serta para Pensarah dan Mahasiswa Universiti Malaysia Sarawak.

Tidak ada kata yang lebih pantas diucapkan dalam mengawali pidato ini kecuali ucapan puji dan syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa karena atas limpahan rahmat dan ridho-Nyalah kita semua dapat hadir di auditorium ini untuk mengikuti Dies Natalis ke 49 Universitas Tanjungpura. Sebagai pimpinan Universitas Tanjungpura saya sampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para undangan, khususnya Wakil Presiden RI beserta rombongan. Sungguh suatu kesem-patan yang sangat langka, bertuah, dan membanggakan bagi civitas akademika Universitas Tanjungpura, sebab Wakil Presiden RI bersedia hadir, sekaligus memberikan orasi ilmiah. Bapak Wakil Presiden dan hadirin yang saya hormati,


Tanggal 20 Mei 2008, Untan memasuki usia 49 tahun. Rapat Terbuka Senat, dimajukan hari ini sabtu 17 Mei 2008 karena tanggal 20 Mei merupakan hari libur nasional berupa “Hari Kebangkitan Nasional� yang pada tahun ini genap satu abad. Saya kira bukan suatu kebetulan bahwa hari kelahiran Universitas Tanjungpura bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Para pendiri universitas ini pastilah sudah memikirkan dengan matang dan sungguh-sungguh latar belakang dan orientasinya di masa depan. Dalam bukunya “Di bawah Bendera Revolusi� Presiden Soekarno menulis betapa kagum dan bangganya beliau kepada tokoh-tokoh masyarakat Kalimantan Barat yang menghadapnya ketika itu, karena mereka tidak meminta di-bangunkan jalan dan jembatan, melainkan meminta dibangunkan sebuah Universitas. Sungguh suatu keinginan yang didasari horison pemikiran yang jauh ke masa depan. Seperti kebangkitan nasional, kelahiran universitas ini pun dibangun atas dasar rasa solidaritas kedaerahan, suku bangsa, ras, dan agama, yang dulu telah melahirkan kesadaran nasional bangsa Indonesia untuk berjuang merebut kemerdekaan. Kehadiran universitas ini diorientasikan untuk memperkokoh dan mengisi kemerdekaan itu sekaligus untuk menumbuhkan sikap nasionalisme dan patriotisme yang akan mendorong tumbuhnya nilai-nilai kebangsaan di era global sekarang ini. Kita menyadari bahwa membangun negara di tengah pergaulan dunia, membutuhkan dukungan dan partisipasi dari semua elemen bangsa. Jika tidak, kita dihadapkan pada erosi rasa kebangsaan yang dapat berdampak pada rentannya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Universitas ini didirikan, juga diarahkan untuk melahirkan orang-orang yang memiliki kesadaran bersama untuk berfikir bersama, merumuskan bersama, merencanakan bersama, dan melaksanakan bersama pembangunan Indonesia kini dan yang akan datang. Untuk memantapkan semua itu, keluarga besar Universitas Tanjungpura telah bersepakat agar selalu mampu:

Mendidik dengan Keteladanan Meneliti dengan Kejujuran, dan Mengabdi kepada Masyarakat dengan Keikhlasan Bapak Wakil Presiden dan hadirin yang saya hormati, Dalam kesempatan memimpin Rapat Terbuka Senat hari ini, perkenankan saya untuk melaporkan kepada Wakil Presiden RI dan seluruh anggota senat serta hadirin tentang kinerja pengelolaan Untan dalam kurun waktu satu tahun, agar dapat dianalisis bersama. Pertama, Untan saat ini menyelenggarakan pendidikan tinggi di delapan fakultas dengan 51 program studi (prodi). Jumlah ini sudah termasuk 4 program studi yang baru keluar izin operasionalnya, yaitu Teknik Lingkungan, Ilmu Pemerintahan dan Kepamongprajaan, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG.PAUD), dan Pendidikan Sosiologi pada jenjang sarjana, serta Teknik Elektro pada jenjang magister.


Untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja, Untan sudah mengaju-kan izin operasional ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) untuk mebuka 7 prodi baru jenjang sarjana (S1), 7 PS pada jenjang magister (S2), sedang dirintis usulan pembukaan 3 program jenjang doktor (S3). Kedua, Dari 51 prodi tersebut, 26 prodi sudah terakreditasi oleh BAN PT. Beberapa prodi sedang dalam proses untuk mendapatkan akreditasi ulang, dan beberapa prodi baru belum memenuhi syarat batas waktu untuk diakreditasi. Ketiga, SDM saat ini berjumlah 1.415 orang, terdiri atas 906 orang dosen dan 509 orang tenaga administrasi, termasuk pustakawan, arsiparis, teknisi, laboran, dan pranata humas. Dosen yang berkualifikasi S2 sebanyak 549 orang dan S3 sebanyak 68 orang. Dosen yang sedang studi lanjut saat ini baik di dalam maupun di luar negeri berjumlah 155 orang . Jika dosen yang sedang studi lanjut telah kembali, maka jumlah dosen berkualifikasi S2 dan S3 akan mencapai lebih dari 80%, memenuhi angka kebijakan nasional pendidikan tinggi. Meskipun demikian, harus diakui bahwa jumlah dosen yang berkualifikasi S3 (Doktor) masih jauh dari ideal. Saya sudah mendiskusikan langkah-langkah kebijakannya dengan Bapak Gubernur dan Ketua DPRD Kalimantan Barat. Kami sangat berterimakasih atas perhatian, kesungguhan, dan komitmen Bapak Gubernur dan Ketua DPRD untuk bersinergi dengan kami memperbanyak jumlah dosen yang berkualifikasi S3 (doktor) pada tahun-tahun mendatang. Selain dosen terdapat 509 tenaga administrasi, 14 orang pustakawan, 14 arsiparis, 28 teknisi, 41 laboran, 3 orang pranata humas, dan 98 tenaga honorer, yang tersebar di tiga biro, 2 lembaga, 4 UPT dan 8 fakultas. Dari sisi kuantitas jumlah tersebut sudah sangat memadai, tetapi dari segi kualitas masih perlu lebih ditingkatkan, agar mampu memberikan layanan administrasi dan akademik secara optimal. Keempat, jumlah mahasiswa terdaftar pada tahun akademik 2007/2008 sebesar 13.805 orang, baik reguler maupun non reguler. Untuk Prodi Pendidikan Dokter utusan daerah, seleksi dilakukan kompetitif. Perlu kami sampaikan bahwa proses pembelajaran di Prodi Kedokteran Untan dapat berlang-sung baik berkat dukungan dari seluruh Pemerintah Daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan ang-garan sebesar Rp 5 Milyar per tahun dan masing-masing pemerintah Kabupaten/Kota mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 Milyar per tahun. Kelima, luas ruang kuliah sudah cukup memadai. Yang masih perlu mendapat perhatian adalah ruang dosen, karena masih banyak dosen yang belum mem-punyai ruangan, untuk melaksanakan tugas-tugas akademik dan tugas lainnya di kampus. Luas dan kondisi gedung perpustakaan sudah cukup memadai, tetapi koleksi bukunya perlu terus ditambah dan diperbaharui. Sarana dan prasarana laboratorium pun harus diperbaharui, mengingat banyak yang sudah berusia lebih dari 20 tahun. Kondisi ini sudah saya diskusikan dengan Bapak Dirjen Dikti. Tindak lanjut dari diskusi tersebut, kami telah menyelesaikan Tata Ruang dan Master Plan Pembangunan Kampus Baru


Universitas Tanjungpura yang lebih terintegrasi dan modern tanpa harus kehilangan identitas lokal sebagai perguruan tinggi yang dibanggakan masyarakat Kalimantan Barat. Sejalan dengan kebijakan Ditjen Dikti, Untan telah memanfaatkan Information technology dalam pelayanan akademik. Mulai tahun akademik 2007/2008 academic online telah berlaku di semua fakultas. Peralatan penunjang untuk kegiatan tersebut diperoleh melalui proyek Indonesia Higher Education and Research Network (Inherent). Khusus untuk meningkatkan penguasaan bahasa asing terutama Bahasa Inggris, Untan melatih para dosen dan mahasiswa di UPT Bahasa. Untuk memfasilitasi pengembangan intelektual, spiritual, seni, dan olah raga mahasiswa, Untan telah memiliki Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa, Lembaga Pers Mahasiswa, berbagai fasilitas olah raga, dan sejumlah tempat ibadah. Harus kami akui bahwa sebagian besar kondisi sarana dan prasarana tersebut sudah sangat memperi-hatinkan. Oleh karena itu, kami sudah mengusulkan pembangunan Rusunawa baru ke Menteri Negara Perumahan Rakyat dan pembangunan Sport Centre ke Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. Ditengah keterbatasan tersebut, alhamdulillah, terdapat trend yang cukup menggembirakan dalam aktivitas kemahasiswaan di bidang keilmuan. Jumlah karya ilmiah yang ikut serta dalam berbagai kompetisi di tingkat nasional semakin bertambah banyak. Berdasarkan laporan Dikti, pada tahun 2006 Universitas Tanjungpura berada pada peringkat delapan secara nasional sebagai Perguruan Tinggi yang paling responsif dalam mengikuti kegiatan penalaran mahasiswa. Keenam, dengan berbagai fasilitas, sarana prasarana dan SDM yang telah dimiliki, hasil yang dicapai adalah sebagai berikut ; a. Produktivitas lulusan Program Diploma sudah mencapai angka 40,3 %, Program Sarjana 14,9 % dan Program Magister sudah mencapai angka 51,9%. b. Lulusan Program Sarjana yang ber IPK di atas 3 mencapai angka 71,35%, sedangkan yang dapat menyelesaikan studi tepat waktu berjumlah 45,83%. c. Berdasarkan Tracer Study Alumni, diperoleh informasi bahwa rata-rata masa tunggu lulusan Untan untuk mendapatkan pekerjaan adalah 2,1 tahun. e. Jumlah penelitian sebanyak 264 judul, jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya 138 judul. f.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berjumlah 49 kegiatan, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 32 kegiatan.


g. Karena kondisi keuangan negara yang tergoncang oleh kenaikan harga minyak dunia, beberapa kegiatan Program Hibah Kompetisi (PHK) belum dapat berjalan sebagaimana mestinya. h. Pengelolaan keuangan universitas sudah semakin baik dan transparan. Bekerjasama dengan Bank Kalbar yang counter-nya ditempatkan di Gedung Kedokteran, penerimaan SPP mahasiswa dapat langsung diakses oleh Bagian Keuangan dan pihak terkait yang relevan. Bapak Wakil Presiden dan hadirin yang saya hormati. Selanjutnya, dalam kesempatan yang baik ini, izinkan saya menyampaikan beberapa agenda Untan yang sedang dan terus kami mantapkan ke depan. Pertama, melakukan tertib administrasi di bidang akademik, kepegawaian, kemahasiswaan, keuangan, dan aset. Di bidang akademik terus menerus dipersiapkan manual-manual yang berkaitan dengan Baku Mutu Akademik. Di bidang kepegawaian diberlakukan updating data ke-pegawaian, monitoring dosen dan karyawan dalam menjalankan kewajibannya, meningkatkan sinergisitas kerja, serta menyosia-lisasikan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban PNS dalam kerangka untuk memberlakukan reward and punishment yang objektif. Di bidang keuangan diberlakukan single account. Seluruh dana dari luar Untan harus masuk ke “rekening penampung� dan disetorkan ke Kas Negara. Kedua, menyusun perencanaan komprehensif di bidang SDM, modernisasi sarana dan prasarana akademik, dan penajaman prioritas aktivitas kemahasiswaan. Pengembangan SDM, khususnya studi lanjut bagi para dosen, diarahkan pada penguatan dan sustainability prodi yang sudah ada agar dapat menjadi unggulan universitas. Pengembangan sarana dan prasarana akademik didahului dengan me-review master plan kemudian dilanjutkan dengan menyusun proposal modernisasi fisik kampus yang akan dinegosiasikan pembangunannya dengan lembaga-lembaga terkait di tingkat local maupun nasional. Penajaman prioritas aktivitas kemahasiswaan dimaksudkan agar dalam masa 4 atau 5 tahun di kampus mahasiswa sungguh-sungguh menimba ilmu. Aktivitas kemahasiswaan akan diprio-ritaskan pada peningkatan kualitas intelektual, spiritual, seni, dan olah raga. Untan akan memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan moral force yang dibarengi dengan academic/intellectual force agar tidak kehilangan identitas dan jati dirinya sebagai mahasiswa. Ketiga, di bidang aset dilakukan pendataan, penilaian, dan pemberdayaannya sebagai income generator keuangan universitas.


Keempat, menyelesaikan kasus-kasus pelaksanaan pendidikan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku serta menindak-lanjuti temuan-temuan pemeriksaan terhadap dosen dan pegawai yang tidak menjalankan kewajibannya. Kelima, meningkatkan atmosfir akademik dengan memper-banyak penyelenggaraan diskusi, seminar, dan penerbitan karya-karya ilmiah seperti tesis, disertasi, dan hasil penelitian lainnya . Keenam, meningkatkan dan memperluas kerjasama di tingkat lokal dengan pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, dan pihak-pihak lain, meningkatkan kerjasama di tingkat nasional, diantaranya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Bappenas, dan beberapa kementerian lainnya; meningkatkan kerjasama di tingkat internasional, yakni mengkongkretkan program dengan RS Normah di Kuching, mengkongkretkan program dengan Golden Hope Malaysia, merealisasikan pembentukan Pusat Studi Perbatasan dengan Universiti Malaya, melanjutkan kajiankajian kebudayaan dengan Universiti Kebangsaan Malaysia, mewujudkan kerjasama dengan Swiss-German University Westphalia untuk studi energi alternatif (renewable energy, Juli 2007), memenuhi tawaran full scholarship dari National Central University, Taiwan, untuk bidang engineering dan IT, dan berusaha mewujudkan kerjasama dengan Koninklijk Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde (KITLV) Leiden untuk kajian naskah Kalimantan Barat yang tersimpan di negeri Belanda. Juga Kerjasama Perguruan Tinggi se Borneo yang MOU-nya sudah kami tanda tangani di Sabah bulan Maret 2008. Ketujuh, memberdayakan P3AI, Pusat Penjaminan Mutu, dan Sistem Pengawasan Internal untuk menjaga kualitas dan menjamin mutu proses-proses akademik serta transparansi dan akuntabilitas di bidang akademik, admistrasi kepe-gawaian, dan keuangan. Bapak Wakil Presiden dan hadirin yang saya hormati. Atas nama seluruh keluarga besar Untan, sekali lagi saya sampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Wakil Presiden RI beserta seluruh rombongan. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada Bapak Gubernur, Ketua DPRD, dan seluruh unsur Muspida Provinsi Kalimantan Barat serta Bupati, Walikota, dan ketua DPRD Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat, atas segala perhatian yang telah diberikan kepada Untan. Terima kasih dan penghargaan saya sampaikan pula kepada para tokoh pendiri Untan, beserta keluarga masing-masing, mantan rektor, mantan pejabat Untan lainnya, seluruh dosen, karyawan, mahasiswa, dan alumni, serta semua pihak yang telah memberikan kontribusi positif terhadap perkem-bangan Untan. Secara khusus saya juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh Rektor simpul Forum Rektor Indonesia yang berkenan hadir pada acara Dies Natalis ini, yang nanti juga akan menjadi peserta Seminar Nasional dalam rangka Pertemuan Forum Komunikasi Litbang Dephan ke 19, di Ruang sidang utama Rektorat lantai 3. Forum


Rektor Indonesia telah melahirkan rekomendasi kebijakan tentang pengelolaan kawasan perbatasan yang pada saatnya akan disampaikan ke Bapak Presiden dan Wakil Presiden RI di Jakarta. Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan, yang sebagian besar berupa laporan umum kegiatan yang sudah dilaksanakan dan hasil yang dicapai sampai dengan Mei 2008. Saya me-nyadari bahwa perkembangan Universitas Tanjungpura sesungguhnya masih kalah jauh dibandingkan dengan potensi sumberdaya alam yang tersedia di kawasan ini serta dinamika aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Oleh karena itu, saya berharap kehadiran Bapak H. M. Jusuf Kalla dan seluruh rombongan memberikan inspirasi dan semangat baru bagi kita semua untuk memperkecil jarak perkembangan Untan dengan universitas-universitas lain di negeri ini yang sudah lebih maju. Secara khusus tentu saja tidak berlebihan jika saya berharap Bapak Wakil Presiden berkenan memberikan perhatian dan bantuan bagi perkembangan kampus ini terutama terkait dengan beberapa usulan yang sudah kami sampaikan, yaitu: Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) baru ke Menteri Negara Perumahan Rakyat, Pembangunan Sport Centre ke Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, dan Pembangunan Kampus Baru Universitas Tanjungpura yang lebih terintegrasi dan modern melalui Dirjen Dikti dan Bappenas. Akhirnya, karena pada hari ini disamping menyelenggarakan rapat terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke 49 Universitas Tanjungpura kami juga menyelenggarakan Seminar Nasional dalam rangka Pertemuan Forum Komunikasi Litbang Dephan ke 19, maka kami mohon perkenan Wakil Presiden Bapak Wakil Presiden untuk menyampaikan Orasi Ilmiah sekaligus arahan dan pernyataan pembukaan seminar tersebut. Semoga ridho, bimbingan, dan lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhana Wataala senantiasa menyertai tahap demi tahap dari keseluruhan agenda kunjungan Bapak Wakil Presiden, R.I., di Kota Pontianak ini.. amin. Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua. Billahit taufik wal hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Rektor, Dr. H.Chairil Effendy, M.S. NIP 131417289

pidato  

pidato rektor untan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you