__MAIN_TEXT__

Page 1

Vol. 8

n

No. 86

n

Februari 2017

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

1


Isi Nomor ini

9 11 13 15 23

Penjualan di Travex ATF 2017 Bertambahnya Destinasi Populer di Kalangan Wisatawan Belanda Pasar Eropa Utara di Helsinki, Finlandia Perkembangan Mutakhir Bandara dan Penerbangan di Bandung Dari Bali, Lombok–NTB, ke Australia

Penanggungjawab: • Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Wakil Penanggungjawab: • Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara; Penerbit/Pemimpin Redaksi: Arifin Hutabarat Reporter : Benito Lopulalan Alamat : Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata, Jl. Medan Merdeka Barat No.17, Lantai 3 Jakarta 10110 Telp Fax Email

: 021 383 8220 : 021 380 8612, : jurnal@indonesia.travel

Pencetak : Rekadaya Multi Adiprima Jika Anda mem­punyai infomasi dan pendapat untuk Newsletter ini, ­silakan kirim ke alamat di atas.

Selling… Gaya ‘menjual’ di pariwisata berkesan informal, kasual dalam suasana yang memperhatikan estetika. Selain itu memberikan informasi cukup jelas, tegas, sehingga membuat orang nyaris tidak perlu bertanya lagi kalau hendak membeli. Kecuali, jika diperlukan informasi tambahan. Lihatlah di hotel. Menawarkan suasana sejuk dan nikmat untuk bersantai dengan beragam pilihan minuman dan penganan. Ada juga yang menawarkan penyewaan sepeda untuk jalan-jalan. Di kompleks Candi Prambanan dipampangkan jadwal pertunjukan sendratari Ramayana. Ini bisa ditemukan di banyak outlet di Yogyakarta yang sudah mengadopsi standar internasional dan banyak dikunjungi wisman.

www.newsletter-pariwisataindonesia.com

2

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017


Editorial

Kuantitas sekaligus Kualitas Pembaca yang saya hormati,

Semangat segenap stakeholders pariwisata sekarang diharapkan untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan menjual produk wisata kita yang berpotensi kaya variasi, ke pasar global.

Indikator kualitas wisman antara lain tingkat spending, ini berkaitan dengan lama tinggal, dampak pada kesejahteraan masyarakat, jumlah tenaga kerja yang terserap, lapangan kerja yang tercipta, tingkat kemiskinan. Dewasa ini di daerah pariwisata masyarakatnya lebih sejahtera daripada masyarakat di daerah non pariwisata. Kita singgung perbandingan itu dalam naskah laporan utama edisi ini. Kita juga mencatat tak dipungkirinya bisa terjadi kebocoran ekonomis di pariwisata. Misal di Bali tercatat sekitar 40%. Tapi, tunggu dulu, adakah sektor lain yang tidak bocor? Ada yang kebocoran ekonomisnya bahkan bisa lebih dari 40%. Ini pun sekilas kita catat di edisi ini. Namun yang substansial kita informasikan dalam laporan utama edisi ini, adalah bagaimana kita menaruh perhatian dan melakukan langkah-langkah yang serba semakin cepat perlu dilaksanakan pada tahun-tahun 2017 ini, 2018 dan 2019. Dari tadinya bobot strategi pemasaran ditaruh pada Branding dan Advertising, sekarang pada Selling. Pada selling ini, berbeda benar dengan branding dan advertising, seperti dikatakan oleh Menpar Arief Yahya, prinsipnya adalah melaksanakan dengan ‘Industry led, government support’. Kalau ditanya apakah kita kejar kualitas atau kuantitas? Kita kejar dua-duanya. Pengeluaran wisman per visit sangat penting kita perhitungkan. Menurut Menteri Pariwisata, disebutnya Average revenue per user (ARPU), kalau dikalikan jumlah wisman, itu menjadi devisa yang dihasilkan.

I Gde Pitana

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara

Terkait kualitas, mengembangkan destinasi di luar Bali akan meningkatkan rata-rata Length of Stay. Bali telah berfungsi gateway dan sebagai hub. Maka, ketika berpromosi keluar negeri tak bisa langsung mempromosikan Jember, misalnya. Tak bisa tiba-tiba langsung mempromosikan Sumbawa, contoh lainnya. Kita bisa melakukan promosi Bali+Jember, Bali+Banyuwangi, Lombok, dan seterusnya. Alhasil kita tetapkan Bali sebagai hub dan gateway. Pendekatan LOS kita lakukan dengan konsep Bali and beyond. Itu alasan kita kembangkan 10 destinasi prioritas. Atau ‘10 new bali’. Kita kembangkan new product, sebutlah sport tourism, ada diversifikasi produk, wisata minat khusus biasanya cukup panjang dan pengeluarannya cukup besar. Dalam kategori itu ada juga MICE, cruise, ekowisata, wisata lansia dan seterusnya. Itu yang akan kita lakukan besar-besaran untuk mengejar kuantitas sekaligus kualitas dari turis yang berkunjung. Dalam konteks situasi demikian, semangat segenap stakeholders pariwisata sekarang diharapkan untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan menjual produk wisata kita yang berpotensi kaya variasi, ke pasar global. Februari 2017 Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

3


utama

SELLING oleh Pelaku Industri

M

enpar Arief Yahya mene­mui para pelaku industri pariwisata Indonesia. Bertanya: bagaimana appointments de­ ngan para buyers? Bagaimana bisnis pariwisata yang sedang mereka jalani selama 2016? Bagaimana menatap business opportunity di 2017? Waktu itu di Travex ATF 2017 di Singapura pada 19–20 Januari 2017. Sejumlah 40 industri pariwisata Indonesia terdiri atas TA/TO, Hoteliers, dan usaha bidang Atraksi dari 10 destinasi provinsi diajak oleh Kemenpar untuk berpromosi dan berjualan di situ. “Promosi yang dilakukan selama ini lebih bertitik berat pada branding dan advertising. Kali ini, lebih bergeser ke selling,” kata Rizki Handayani, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar. Peserta dari industri ini dapat appointment dengan 25–30 buyers sehari, jelas Rizky selanjutnya.

Selling, peran industri

Memang, pada berbagai kesempatan Menpar Arief Yahya telah menguraikan, demi membangun dan menerapkan pengertian bersama, bahwa, betapa kegiatan ‘penjualan’ merupakan bagian terpenting yang berada di tangan para pelaku industri pariwisata.

4

Peran pemerintah, Kementerian Pariwisata, adalah membuat regulasi agar industri bisa bergerak leluasa untuk mengembangkan bisnis. “Industry led, government support!” adagium yang di­terapkan dan memang dibutuhkan untuk membangun ekosistem bisnis pariwisata. Itu berarti memberi angin kepada pelaku bisnis untuk berkembang secara profesional. “Jangan sampai government ikut-ikut­ an menjadi operator. Fungsi dan peran government adalah regulator. Itu saja, jangan offside untuk ikut bermain sebagai player atau operator. Biarkan itu wilayahnya industri. Anda bisa bayangkan, bagaimana seandainya seorang wasit di sepak bola juga ikut bermain bola dan terlibat dalam pertandingan? Dia bisa meniup peluit, untuk pemain yang melakukan pelanggaran. Bagaimana kalau dia sendiri yang melanggar? Siapa yang nyemprit?” tanyanya. Ada contoh lain untuk ­membuktikan Kemenpar disiplin dengan prinsip sebagai regulator yang fair. Menteri menjelaskaan lagi ihwal ITX — Indonesia Travel Xchange, digital market place. Itu semacam mal bagi semua pelaku bisnis pariwisata, dari hotel, resort, airlines, restoran, kafe, convention, park,

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

rent a car, travel agent, travel operator, ­souvenir shop, ticketing, dan segala rupa ­atraksi pariwisata. “ITX sendiri adalah perusahaan IT, bukan travel agent seperti Traveloka, ­Booking.Com, Ctrip.Com, TripAdvisor. Com, Agoda.Com, Tokopedia.Com, ­Alitrip. Com dan sebangsanya. ITX hanyalah platform, yang memberi jalan pada semua pelaku bisnis pariwisata di Indonesia untuk berkembang menjadi OTA (Online Travel Agent), atau menjalankan bisnisnya dengan Online System,” kata Arief Yahya. Dengan begitu, lanjut dia, tidak ada conflict of interest bagi ITX, dan tidak akan bersaing di bisnis pariwisata. ­Bisnisnya ITX adalah teknologi. Agar members-nya bisa bersaing dengan OTA lain di dunia, yang sudah bisa melayani customers secara online. “Kalau ITX menjadi OTA, maka itu akan memakan TA-TO yang ada, ­apalagi yang belum online. Tapi, ITX fokus pada IT solution. Tujuannya, adalah ­bagai­mana membuat members-nya bisa memperoleh klien yang banyak dan transaksi yang besar, karena mereka hanya akan memperoleh revenue jika members-nya hidup, besar dan bertransaksi dengan angka yang besar. Karena


ITX hanya memungut success fee 2,5%, dari total transaksi. Kalau tidak terjadi transaksi, member-nya tidak perlu membayar, tidak perlu menyewa booking system dan payment engine-nya,” kata Arief Yahya. Pemerintah, lanjut dia, mengurus ­infrastruktur dasar untuk pariwisata, yang sering dia singkat menjadi JALI. Jalan, air, listrik dan internet atau infrastruktur komunikasi, yang saat ini sudah menjadi basic need. Kebutuhan dasar, yang tidak mungkin ditiadakan, tidak bisa ditunda lagi. Dilihat dari persiapan pemerintah, semua itu akan menjadi kenyataan berangssur tahun 2017 ini, 2018 hingga 2019.

Contoh Koordinasi dan Sinergi untuk Infrastruktur Menteri Perhubungan Budi Karya ­ umadi mengatakan, sudah ada bebe­ S rapa kesepakatan antara Kemenhub, operator transportasi, dan pemerintah daerah untuk men-support transportasi dan memajukan potensi pariwisata di Wakatobi. Yaitu akan merealisasi rute penerbangan dari Bali menuju Wakatobi. Menjadikan Bali sebagai tourism hub, dari Bali wisman bisa didistribusikan ke berbagai destinasi lain. “Sudah ada kesepakatan antara ­Pemkab Wakatobi dan Garuda, bahwa nanti pemkab berniat memberi subsidi, dan Garuda memastikan akan terbang ke sini. Sekitar bulan April mudah­mudahan Garuda sudah mulai ber­ operasi, bisa 2 kali seminggu atau 3 kali seminggu tergantung kebutuhan,” tambah Menhub, berbicara di minggu ketiga Februari 2017 ini. Kemenhub akan menambah ketebalan (pcn) landasan pacu bandaranya, dan memperpanjang runway. “Pcn-nya sekarang masih dibawah 25. Perlu di-overlay menjadi 35 sampai 38. Lalu antisipasi Boeing 737 yang hendak mendarat di sini, kita akan tambah panjangnya runway menjadi 2.400 meter,” ujarnya. Saat ini Bandara Matahora di Wakatobi memiliki landasan pacu 2.000 x 30 m2 yang bisa didarati pesawat jenis ATR 72-500. Bandara ini akan menyambungkan penerbangan dari Bali, Wakatobi, dan Toraja. Ketiganya merupakan destinasi pariwisata andalan Indonesia. Nanti akan diselesaikan Bandara Pontiku di Toraja kurang lebih 6 bulan, berarti

rampung sekitar medio 2017, berkapa­ sitas melayani pesawat ATR. Menurut Menhub, nantinya akan terjadi suatu kombinasi penerbangan yang menarik. Dari Bali yang kental wisata culture, ke Wakatobi yang unggul di wisata alam dan wisata bahari, dan Toraja yang magis dan mengkombinasi antara alam dan budaya. Menhub juga meminta ASDP (Angkut­ an Sungai dan Penyeberangan) untuk melakukan studi terkait kemungkinan ASDP untuk beroperasi melayani angkut­ an penyeberangan di beberapa pelabuh­ an di Wakatobi, termasuk di pelabuhan Wanci. “Saya minta ASDP melakukan studi. Pertama studi trafiknya, dan seterusnya studi mengenai pelabuhan-pelabuhan yang ada (di Wakatobi). Kalau trafik belum banyak, kita cari alternatif lainnya. Ya studinya paling cepat 1 bulan sampai 6 bulan,” tandasnya.

Investasi

Regional Investment Forum (RIF), dilaksanakan 23 Februari 2017 di Nusa Dua, Bali. Pada tahun 2016, investasi pariwisata dari dalam negeri (PMDN) tercatat Rp 2,2 triliun, PMA Rp 12,8 triliun. ­Total ­investasinya, baru di angka Rp 15 ­triliun. “Padahal, pariwisata cukup ­prospektif karena dalam lima tahun terakhir rata-rata tumbuh 18 persen per tahun,” di­nyatakan oleh Thomas Lembong, Kepala BKPM. Dia berharap, bupati, wali­kota, kepala dinas penanam­ an ­modal provinsi, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) ­Indonesia dan asosiasi bisnis, pariwisata dan konstruksi, hingga pengelola lima kawasan pariwisata hadir di sana. Yakni kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, NTB; Morotai, Maluku Utara; Labuan Bajo, NTT; Wakatobi, Sultra; Danau Toba, Sumatera Utara; Tanjung Kelayang, Belitung; dan Bunaken, Sulut. Hingga akhir 2017 ini, BKPM menarget­kan total nilai investasi sebesar Rp 678,8 triliun. Realisasi investasi 2016, rasio ­investasi Jawa dan luar Jawa berada di level 54 persen berbanding 46 persen. Meski begitu angka pertumbuhan realisasi investasi di luar Pulau Jawa pada 2016 mencapai 22,2 persen, di atas pertumbuhan realisasi investasi di Pulau Jawa yang sebesar 11 persen. “Tentu, ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi bahwa tahun 2017 ini adalah tahun pe­

merataan,” katanya. Jadi, investasi sebesar itu akan mulai beroperasi di tahun 2017, 2018 dan 2019. Itulah yang akan memompakan lagi power dalam ekosistem bisnis pariwisata sehingga berdampak meningkatkan percepatan tumbuhnya pariwisata Indonesia, bukan hanya lagi di Jawa dan Bali, tetapi juga di daerah-daerah di luarnya.

Contoh dari praktisi

“Kami, Pacto (tour and travel) bukan hanya di Bali, punya 8 kantor untuk ­inbound business di destinasi di Indonesia,” begitu diceritakan oleh GM Pacto Prima Holiday dari Bali, Rika Larasati. Ihwal menjual paket wisata, ada dua macam, seperti Bali, Gili, Jogja, infra­ strukturnya bisa dibilang sudah ­terbatas. Kondisi traffic sudah mulai macet. Destinasi yang sudah padat jika kita jejali lagi lebih banyak wisatawan dengan parameter kuantitas, rassnya sangat tidak elok. Bagaimanapun juga destinasi yang sudah on demand sudah waktunya kita imbangkan dengan kualitas. Macam yang kedua, untuk kuantitas sendiri, Indonesia destinasinya besar, banyak ragam dari ujung timur sampai barat. Maka Pacto masih punya 8 kantor untuk mengurus bisnis inbound di luar Bali, yang tetap hidup. Karenanya pariwisata dengan target pemerintah yang mengejar kuantitas,— itu juga penting buat kita. Tinggal lagi bagaimana peme­rintah mengarahkan sasaran pasar ­dengan target volume atau by lower spending diarahkan ke destinasidestinasi baru. Kita tidak akan mencapai 100 kalau tidak pernah mulai dari 0. Jadi, bertahap-tahap diarahkan pariwisata mengejar volume ke destinasi-destinasi baru itu setidaknya itu akan membantu ekonomi di daerah destinasi tersebut. Selain devisa juga kesempatan berusaha berwiraswasta masyarakat setempat akan lebih bertambah. Demikian pula pemeliharaan obyek-obyek wisata akan lebih mudah karena mereka akan hidup ketika ada kegiatan ekonomi yang melayani setiap hari setidaknya 100–200 kunjungan. Di destinasi lain ada orangutan, ada lainnya, dan ada wisatawan datang. Pemasukan uangnya bisa membantu pemerintah untuk feeding. Atau pemeli­ haraan taman wisata. Karenanya kita tidak bisa bilang pilih kejar kuantitas atau kejar kualitas. “Bagi pelaku pariwisata akan lebih

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

5


Bukan dikotomis

Deputi Bidang Pengembangan Pema­ saran Pariwisata Mancanegara, I Gde

6

Target Kinerja Pariwisata Target Kinerja Tahun 2017 Pariwisata Tahun 2017 Makro

Indikator

Mikro

elok bagi kami kalau itu bisa dikerjakan berbarengan,” kata dia. ­Tinggal bagaimana pemerintah memasarkan destinasi yang sudah on ­demand dan destinasi untuk pariwisata yang memerlukan volume (kuantitas) seperti ke Medan, Kepulauan Seribu, dan banyak destinasi-destinasi lain bahkan Karimun Jawa. (Dan peme­ rintah fokus membangun 10 destinasi prioritas di luar Bali) Cerita pengalaman Rika berlanjut. Kalau di Pacto, mereka tajam memilah spesifikasi pasarnya. Karena ­kebutuhan atau ekspektasi yang berbeda-beda. Di pasar Eropa wismannya cenderung ke ekowisata, nature. Gimmick-nya, tonjolkan Bali. Jika mau datang naik penerbang­an Qatar, kita bisa advise mereka turun di Medan untuk melihat orangutan; 4–5 hari tinggal di hutan. Itu ­pengalaman luar biasa bagi mereka. ­Kemudian terbang ke Jogja. Di sana dapat culture. Terakhir baru ke Bali. Itu salah satu cara kita mengarahkan m ­ ereka. Kalau wisatawan UK itu lebih adventure. Kita tantang mereka ke Jakarta ke kepulaun seribu. Juga ke Ujung Kulon dulu. ­Semua tamu yang kita kirim ke sana ­happy. Terus ke Semarang atau ­Jogja. Setelah 1 hari di Jogja mereka ke Kali­mantan. Di sana ada sungai ­dengan pasar terapung. Setelah itu barulah ke Bali. Kalau mau adventure, ­tawarkan lagi ke Sumbawa. Jadi pokoknya, kita sesuaikan dengan konsumen dari pasar apa yang kita kejar. Kemampuan ­spending-nya berapa. Lalu kita alokasikan ke destinasi mana dan memang ­akhirnya Bali menjadi hub. “Kami umumnya membuat Bali bagian terakhir,” ujarnya. Itu mengingat service di Bali lebih tinggi kualitasnya dari destinasi lainnya. Kalau ditempatkan mereka lebih dulu di Bali dan setelah itu mereka di guest house di Borneo (Kalimantan) itu pasti drop banget dan citranya jadi jelek. Begitulah kurang lebih cara kita mengaturnya, demikian cerita Rika dari Pacto tour & travel. Kaitan wisatawan kualitas dan kuantitas? Sekarang sebagai contoh mutakhir adalah tren kunjungan ke Labuan Bajo. Di sana kini wisman yang berkunjung mulai dari backpacker sampai luxury travel. Kita sedang mendorong Labuan Bajo sebagai destinasi berikutnya dari Bali.

2015

2016

2017

2018

2019

Kontribusi terhadap PDB Nasional

10%

11%

13%

14%

15%

Devisa (Triliun Rupiah)

144

172

200

223

280

Jumlah Tenaga Kerja (Juta Orang)

11,4

11,8

12

12,6

13

Indeks Daya Saing Pariwisata (WEF)

#50

n.a.

#40

n.a.

#30

Jumlah Wisatawan Mancanegara (Juta Orang)

10

12

15

17

20

Jumlah Wisatawan Nusantara (Juta Orang)

255

260

265

270

275

Catatan : 

Indeks daya saing pariwisata, penilaian dilakukan 2 (dua) tahun sekali oleh World Economic Forum (WEF)

­ itana menyatakan terima kasihnya P pada segenap stakeholders pariwisata Indonesia, yang niscaya telah memberikan dukungan telah tercapainya 12,03 juta jumlah kunjungan wisman di tahun 2016. Ihwal kuantitas dan kualitas wisman, menurut I Gde Pitana, bagi Indonesia itu tidak lagi relevan. Karenanya, tidak perlu dipandang secara dikotomis. Kalau kuantitas indikatornya angka. Indikator kualitas: spending, ini berkaitan dengan lama tinggal, kesejahteraan masyarakat, jumlah tenaga kerja yang terserap, dan lapangan kerja yang tercipta, tingkat kemiskinan berkurang. Fakta telah menunjukkan, di daerah pariwisata, masyarakatnya lebih sejah­ tera daripada di daerah non ­pariwisata. Membandingkan Bali dengan Jatim dengan NTT dan yang lainnya, ternyata daerah yang maju pariwisatanya,— masyarakatnya lebih sejahtera. Kesempatan kerja lebih banyak. Tingkat pe­ ngangguran nasional 2016 tercatat 6,5%, di Bali yang merupakan daerah pariwisata tingkat penganggurannya 2,1%. Di Jogja 3,5% tingkat penganggurannya. Jadi kesimpulannya, Bali dan Jogja jauh lebih kecil tingkat penganggurannya dibandingkan dengan tingkat ­nasional, di mana Bali dan Jogja merupakan ‘­daerah pariwisata’. Di Indonesia gini rasionya 0,397. Itu tahun 2016. Di Bali gini rasio tahun (2016) lalu 0,36. (Semakin besar gini rasio semakin timpang kesejahteraan masyarakat.) Maka, tidaklah benar pariwisata menyebabkan ketimpangan yang lebih besar. Gini rasio di Jatim 0,41. Jauh lebih besar dari tingkat nasional dan Bali. Kualitas. Indikatornya antara lain ter­

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

kait kebocoran ekonomi pada pariwisata. Ada contoh menarik di pariwisata ini, manakala orang Jepang datang ke Indonesia naik JAL, tidurnya di hotel milik Jepang (Niko, misalnya), makan di restoran jepang, kemudian berbelanja di duty free milik orang Jepang, bahkan TA dan TO-nya milik orang Jepang. Di Bali, kebocoran pariwisata tercatat sekitar 40%. Tapi sektor mana yang tidak bocor? Migas bocornya lantaran sebagian besar bahan baku migas impor. Untuk semen, bahan baku amoniak harus dari impor. Beberapa sektor bocornya lebih dari 40%. Kembali pada sektor pariwisata, pe­ ngeluaran per kunjungan tahun 2016 tercatat USD 1.218. Itu meningkat ­daripada sebelumnya. Kita inginnya USD 1.500, kata Pitana. Tapi berapa di destinasi lain? Pengeluaran wisman inbound di Malaysia tercatat USD 850 per visit. Ke Thailand pengeluarannya USD 1.600. Dalam pariwisata berlaku aksioma: semakin dilestarikan semakin menyejahterakan. Telah hampir 100 tahun Bali hidup dengan pariwisata budaya, dan budaya­ nya tetap dipertahankan. Kita lihat Jogja. Tak hilang kita rasakan keramahtamah­ an dan kehalusan orang Jogja setelah 20 tahun berkembang sebagai destinasi wisata. Budaya Jogja hidup. Artinya kalau ada dalil mengatakan pariwisata menghancurkan budaya di bali, itu tidak terbukti. Di Jogja tidak terbukti. Di ­Hawaii, memang terbukti. Dari berbagai indikator, pariwisata itu banyak positifnya. Kita tidak menihilkan adanya dampak negatif dari pariwisata. Memperhitungkan pengeluaran wisman per visit juga sangat penting. Menurut menteri pariwisata, disebut Average

13


revenue per user (ARPU), kalau dikalikan jumlah wisman, itu hasil devisa. “Sebenarnya dalam porto folio kami punya 6 target, 3 makro 3 mikro,” kata Pitana. Jumlah wisman 20 juta di tahun 2019 merupakan salah satu target. Yang pertama, target devisa. Tahun (2017) ini kita harus dapatkan USD 172 miliar. ­Tenaga kerja ditargetkan 13 juta pada tahun 2019. Sektor mana yang bisa menyumbangkan 3 juta lapangan kerja dalam 4 tahun? PDB, kita harapkan mening­ kat dari 4% jadi dua kalinya. Pada daya saing, kita ingin tahun 2019 berada di nomor 30 dari sebelumnya 70. Target yang kelima, jumlah wisman. Keenam jumlah wisnus. Jumlah wisman merupakan salah 1 dari 6 indikator mikro di pariwisata. Dengan kata lain, aspek kualitas sudah termasuk dalam angka target wisman yang 20 juta itu. Ada 3 usaha besar untuk meningkatkan kualitas. Pertama, mengembangkan destinasi di luar bali. Harapannya, akan terjadi pergerakan orang langsung ke daerah di luar Bali. Akan lama dan tinggi Length Of Stay di Indonesia. Berdasarkan penelitian Ogilvy dan penelitian yang kita buat tak bisa dipungkiri bahwa Bali sebagai gateway dan sebagai hub. Karena itulah ketika berpromosi keluar negeri tak bisa langsung promosikan Jember, misalnya. Sulit. Tak bisa tiba-tiba langsung mempromosikan Sumbawa. Kita bisa lakukan Bali+Jember, Bali+Banyuwangi, Lombok dst. Pendekatan LOS kita lakukan dengan penjualan paket Bali and beyond. Itu ­alasan kita kembangkan 10 destinasi ­prioritas. Atau 10 new Bali. Kita kembangkan new product. Ada sport tourism, maraton dan sebagainya, diversifikasi produk. Kita mengembangkan special interest tourism, wisata minat khusus biasanya cukup panjang durasinya dan pengeluarannya cukup besar. Dalam kategori minat khusus itu ada MICE, cruise, eko­ wisata, wisata lansia dst. Itu yang akan kita lakukan besar-besaran demi meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas turis yang berkunjung. Dari situlah terbayangkan: Tahun 2017 = lanjutan percepatan upaya; 2018 = kecepatan penuh; 2019 = tahun finalisasi tahap pembangunan periode 2015-2019, di mana jumlah wisman harus tercapai 20 juta. Strategi Branding dan Advertising selama dua tahun pertama 2015–2016

tampak telah terbukti berhasil dan me­ ngena sasaran, tinggal kini dilanjutkan. Tetapi bobot pada strategi Selling kini diperbesar, maknanya, intensifikasi dan ­ekstensifikasi penjualan produk kini perlu dilakukan. Konsep dasarnya? ‘Industry led, government support’. ­Segenap

pelaku industri pariwisata diharapkan dan perlu menalarkannya dengan tepat, dan, cepat! Upaya peningkatan kualitas dari sisi produk, dapat dilihat antara lain dari program Kemenpar dengan Indonesia Incorporated seperti ini:

IMPLEMENTASI STRATEGI INDONESIA INCORPORATED

Implementasi Strategi Indonesia Incorporated MELALUI KERJASAMA ANTAR K/L BERDASARKAN TTCI Melalui Kerjasama Antar K/L Berdasarkan TTCI PENINGKATAN KUALITAS SAFETY AND SECURITY Peningkatan Kualitas Safety and Security Business costs of crime and violence

Reliability of police services Business costs of terrorism Index of terrorism incidence

INTERVENSI STAKEHOLDER TERKAIT KEPOLISIAN RI

Peningkatan pengamanan objek khusus (objek vital, objek wisata, objek khusus tertentu dan objek vital nasional)

BNPT

KEMENHAN

Peningkatan upaya pencegahan terjadinya aksi terorisme, meningkatkan kewaspadaan, dan memberikan perlindungan terhadap objekobjek pariwisata

Peningkatan peran aparat TNI dalam menjaga stabilitas keamanan nasional

KEMENHUMHAM

Peningkatan pengamanan jalur keluar masuk orang asing (imigrasi)

22

PENINGKATAN KUALITAS HEALTH Peningkatan Kualitas Health and HygieneAND HYGIENE INTERVENSI STAKEHOLDER TERKAIT

Physician density per 1,000 pop. Access to improved sanitation (% pop.) Access to improved drinking water (% pop.) Hospital beds per 10,000 pop.

KEMENTERIAN KESEHATAN

KEMENTERIAN PU-PR

Dukungan pembangunan sarana, prasarana pelayanan kesehatan, sanitasi, air bersih, dan penyehatan kawasan pemukiman

Pengembangan kawasan pemukiman, sistem penyediaan air minum dan penyehatan lingkungan, Pembangunan TPA

Malaria incidence per 100,000 pop.

PENINGKATAN ICT Peningkatan KualitasKUALITAS ICT Readiness

READINESS

23

INTERVENSI STAKEHOLDER TERKAIT

Individuals using internet (%)

Broadband internet subs. per 100 pop. Mobile telephone subs. per 100 pop. Quality of electricity supply

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

• •

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

Penyediaan akses internet dan penyediaan Infrastruktur Penyiaran Penyediaan base transceiver station (BTS) dan peningkatan bandwitch Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, proyek pembangkit listrik 24

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

7


PENINGKATAN KUALITAS

TOURIST SERVICES INFRASTRUCTURE

INTERVENSI STAKEHOLDER TERKAIT

Peningkatan Kualitas Tourist Services Infrastructure

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

Hotel rooms per 100 pop.

KEMENTERIAN BUMN, BANK INDONESIA

Pembangunan bandara, dermaga, dan penambahan fasilitas jalan

Extension of business trips recommended

Presence of major car rental companies ATMs accepting Visa

BKPM Promosi Investasi di Bidang Perhotelan

Penambahan jumlah ATM dan money changer

cards per million pop. KUALITAS PENINGKATAN

ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY

25

INTERVENSI STAKEHOLDER TERKAIT

Peningkatan Kualitas Environmental Sustainability

KEMENTERIAN PU PR

Baseline water stress (0–5 worst)

KEMENTERIAN KLH

Penanganan Air Limbah Kawasan

Wastewater treatment (%)

• Peningkatan program konservasi di Taman Nasional dan kawasan lindung • Komitmen pengembangan dan penerapan rencana aksi Sustainable Development Goals dan Climate change

Threatened species (% total species)

PENINGKATAN KUALITAS AIR TRANSPORT

INFRASTRUCTURE Peningkatan Kualitas Air Transport Infrastructure

Airport density per million urban pop

Airline int’l. seat kms per week (millions) Departures per 1,000 pop

2016 Tercapai

Airport density per million urban pop

INTERVENSI STAKEHOLDER TERKAIT KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

KEMENTERIAN BUMN, AP

Dukungan pembukaan jalur Pengembangan fasilitas penerbangan langsung terminal bandara, penambahan seat capacity Dukungan peningkatan fasilitas bandara

No. of operating airlines

12,023 Juta Wisman Setahun penuh Januari–Desember 2016 jumlah kunjungan wisman telah

mencapai 12,023 juta, meningkat 15,54% dari jumlah wisman tahun sebelumnya, atau 23 ribu orang di atas jumlah yang ditargetkan yaitu 12 juta untuk tahun 2016. ­Capaian itu didapat dari 11.519.275 wisman yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ditambah dengan ekstrapolasi dari bulan Januari–September 2016 sejumlah 504.696 wisman yang belum dimasukkan. Data ekstrapolasi 504 ribu sangat valid, setelah dihitung dengan menggunakan teknologi Big Data–Mobile Positioning Data (MPD). MPD itu menghitung di 19 Kabupaten, 46 Kecamatan, tahun 2016, di ­crossborder area, atau PLB (Pos Lintas Batas), yang belum ada TPI-nya (Tempat Pemeriksaan Imigrasi). Pada daerah perbatasan yang non TPI ini biasanya dilakukan survey, mengambil sampling selama beberapa hari, untuk memotret satu tahun. “Teknologi MPD ini tidak menggunakan metode survey, tetapi sudah sama

8

26

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

27

dengan sensus. Semua orang yang keluar masuk melewati batas wilayah itu, langsung terekam oleh mesin,” demikian dijelaskan oleh I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar. Big Data MPD sudah diuji coba di Kepri. Hasilnya mempunyai tingkat akurasi tinggi, sesuai dengan catatan Imigrasi. Menghitungnya dengan mesin, otomatis, selama 24 jam/hari, 7 hari/minggu dan 52 minggu/tahun. Bukan hanya jumlah, tetapi juga mencatat profil wisman yang berkunjung, seperti length of stay, ­frequency of visit, negara asal atau originasi. Bulan Oktober–November–Desember 2016, itu memang sudah diimplementasikan. Maka, otomatis untuk tahun 2017 ini hampir pasti juga akan menggunakan metode yang sama. Teknologi ini akan terus dipakai, sampai 100% PLB disebutkan tadi itu telah memiliki TPI, karena metodologinya harus dipakai secara konsisten untuk menjaga keajegan angka-angka. n


EVENT n Di Luar Negeri

Penjualan di Travex ATF 2017 Kesibukan terlihat sekali di paviliun Wonderful Indonesia di Travel Exchange 2017 (ATF Travex) pada ASEAN Tourism Forum Januari lalu. Selama tiga hari, 50 industri pariwisata bertemu dengan inter­national buyers, audiensi-audiensi, dan iklan-iklan pariwisata Indonesia di media pun terus tampil. ATF Travex 2017 berlangsung 18–20 Januari 2017, di Marina Bay Sands, Singa­pura. Tercatat sekitar 1.600 dele­ gasi terdiri dari 1.000 eksibitor dari 10 negara anggota ASEAN, 450 pembeli internasional baik dari dalam kawasan Asia Tenggara maupun dari kawasan ­regional lainnya, dan 150 media lokal dan internasional. Travel exchange ­dilakukan dengan menggunakan sistem Pre-Business Appointment. Ada 40 sebagai delegasi penuh sellers, ditambah 10 Co-Exhibitor yang mengisi paviliun Wonderful Indonesia tampak sibuk menjual destinasi dan beragam paket wisata. Di ATF Travex tahun ini, Indonesia menawarkan destinasi lengkap mulai dari wilayah barat, tengah hingga ke timur Indonesia. Peserta yang bergabung dengan booth Indonesia terdiri dari 40 industri pariwisata Indonesia (TA/TO, Hoteliers, dan Atraksi) yang berasal dari 10 destinasi provinsi, yaitu: Bali (26), Jakarta (3), Jawa Tengah (1) Nusa Tenggara Timur (2), Jawa Timur (1), Sulawesi Utara (1), Kepulauan Riau (3), Jawa Barat (1), Nusa Tenggara Barat (1), dan Papua Barat (1). Selain itu, ada juga 18 industri pariwisata lainnya dari Indonesia yang menyewa booth di luar paviliun Wonderful Indonesia. Mereka terdiri dari unit usaha akomodasi, atraksi wisata, dan agen perjalanan/operator tur termasuk di dalamnya operator selam dan kapal pesiar. Dari 40 sellers di paviliun Indonesia diperoleh laporan total 1.236 appointment. Estimasi transaksi potensial akan mendatangkan ke Indonesia sebanyak 138.705 orang wisman dengan nilai transaksi sekitar Rp 353.285.000.000,00. “Kali ini, kami mencoba dengan sentuhan kultural. Sentuhan batik, ­minuman

Atas-bawah: Suasana travex di paviliun Wonderful Indonesia.

jamu dan rempah, spa, dan LED di ­banyak sudut untuk memutar TVC Wonderful Indonesia lengkap dengan sound track, What a Wonderful World yang dilantunkan Louis Amstrong. Rata-rata para industri mendapat appointment dengan 25–30 buyers sehari,” Rizki ­Handayani Mustafa, Asdep Pengembang­an Pasar Asia Tenggara.

Paviliun Indonesia luasnya 305 m2 (40 booth) dengan menonjolkan tekstil nusan­tara dan coral triangle. Tahun ini tema ATF 2017 adalah ­Shaping Our Tourism Journey Together sekaligus juga merayakan ulang tahun ASEAN yang ke-50 dengan mengkampanyekan Visit ASEAN@50: Golden Celebrations.

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

9


Dukungan penjualan

Indonesia NTOs Media Briefing dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2017. Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani Mustafa didam足 pingi Country Manager VITO Singapura Sulaeman Shehdek mempresentasikan kebijakan-kebijakan baru pemerintah Indonesia dan menanggapi berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para jurnalis. Sesi Media Briefing Indonesia dihadiri sekitar 50 media internasional. Di paviliun Indonesia aktivitas dukung足an penjualan pun tidak kalah sibuk. Setelah Cruise Lunch Dialogue dan NTOs Media Briefing, Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara, 足beraudiensi dengan perwakilan Stasiun TV CNN Inter足national dan beberapa media internasional lainnya. n

Menpar Arief Yahya didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani Mustafa saat beraudiensi dengan perwakilan dari Stasiun TV CNN International.

Iklan destinasi wisata Indonesia di Travel Weekly Asia. NTOs Media Briefing Indonesia.

Mencicipi minuman eksotis khas Indonesia.

10

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

Informasi Indonesia dalam format virtual reality (VR) 360.


Bertambahnya Destinasi Populer

di Kalangan Wisatawan Belanda Vakantiebeurs, pameran pariwi­ sata di Belanda, tahun ini berlangsung pada 10–15 Januari 2017. Tercatat 19 ­industri pariwisata dari Indonesia mengikutinya. Hari pertama dan kedua merupakan trade days, dan 4 hari berikutnya adalah consumer show. Pada hari pertama juga diselenggarakan Media Workshop dimana sellers dan eksibitor bisa bertemu langsung dengan media dan blogger. Dari Indonesia, 19 industri pariwisata tersebut terdiri dari 12 operator tur, 4 agen perjalanan, dan 3 hotel yang meng­ ikuti. Mereka datang dari ­Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan NTT. Turut bergabung di paviliun ­Wonderful ­Indonesia adalah maskapai Garuda Indo­ nesia yang memberikan harga khusus bagi pemesanan tiket selama pameran berlangsung untuk periode terbang di bulan Januari–Mei 2017. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan Badan Promosi Pariwisata Daerah Jawa Barat membuka 1 booth sendiri di luar paviliun Indonesia. Selama 6 hari penyelenggaraan, pe­ laku industri peserta melaporkan hasil rata-rata 54 appointment dengan estimasi rata-rata penjualan 408 pax. De­ ngan menggunakan penghitungan biaya pengeluaran per wisatawan sebesar USD 1.208,79 per kunjungan (data tahun 2015) maka potensi penerimaan devisa kali ini berkisar Rp 126,5 miliar (kurs Rp 13.500). Pada kesempatan itu, wholesaler besar di Belanda seperti De Jong, 333Travel, dan Tenzing menyampaikan, mengalami kenaikan penjualan ke Indonesia antara 25% hingga 50% pada tahun 2016. Me­ reka mengusulkan agar program kerja sama dengan wholesaler seperti yang pernah dilaksanakan pada tahun 2015 agar diteruskan. Baik pada saat trade days maupun ­consumer show, industri dan warga ­Belanda tidak hanya mencari paketpaket ke Sumatera, Java Overland, dan Bali, tetapi juga mencari informasi, dan paket-paketnya, ke Pulau Komodo dan Flores. Selama pameran berlangsung, diada-

Kiri-kanan: Vakantiebeurs 2017.

Kiri: Pertunjukan kesenian. Kanan: Sajian kopi dan minuman herbal.

Kiri: Media Workshop. Kanan: Meeting di paviliun Indonesia. kan pertunjukan kesenian dari Indonesia dan demo pembuatan kopi dan minuman herbal tradisional. Pengunjung Vakantiebeurs tahun ini bisa mencicipi kopi dari Toraja, Jawa Barat, dan Flores serta minuman herbal wedang jahe dan kunyit asam.

Media Workshop

Media Workshop berlangsung pada 10 Januari 2017. Di sesi ini Asdep Pengembangan Pasar ETAA Nia Niscaya didampingi VITO Belanda bertemu dengan

46 orang jurnalis dan 30 orang ­blogger. Sesi ini diselenggarakan oleh TMC World di Beatirx Building. Setelah itu, Asdep Pengembangan Pasar ETAA juga diwawancarai secara one-on-one oleh media setempat. Untuk mendukung kegiatan promosi dan penjualan di pameran, dipasang logo Wonderful Indonesia dalam bentuk 4X Billboards dan 4X Adshell di sekitar venue pameran. Satu iklan lagi berupa video yang ditayangkan di videotron di kawasan Utrecht Central Station. n

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

11


Bo Sang Umbrella Festival di Thailand Bo Sang Umbrella Festival 2017 di Chiang Mai, Thailand telah berlangsung pada 20–22 Januari 2017. Keikutsertaan Indonesia di festival itu dirancang de­ ngan kolaborasi sister festival antara Bo Sang Umbrella Festival dengan ­Festival Payung Indonesia di Solo. Festival payung di Solo di­selenggarakan oleh Mataya Arts & ­Heritage. Di sebuah desa bernama Bo Sang, Distrik San Kamphaeng, Provinsi Chiang Mai, Thailand, di situ festival ini mengambil tempat. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-34 dan merupakan partisipasi Kementerian Pariwisata kedua kali. Delegasi Indonesia mendapat kehormatan untuk mengisi pertunjukan pada saat upacara pembukaan festival. Dan posisi booth Indonesia persis di sisi kanan panggung utama dengan luas 3 x 3 meter persegi. Selama festival berlangsung, dipamerkan payung tradisi dan kreasi dari Indonesia, workshop melukis payung tradisi khas Indonesia, dan beragam aktivitas

Penampilan dari delegasi Wonderful Indonesia meng­usung tema Dayak saat pembukaan Bo Sang Umbrella Festival 2017. Penampilan itu juga melibatkan 10 orang siswi sekolah mene­ngah atas di Chiang Mai yang mengenakan seragam ­Wonderful Indonesia dan membawa payung bermotif batik.

lainnya. Pada upacara pembukaan dipentaskan kesenian payung dan karnaval dengan atribut payung. Untuk Bo Sang Umbrella Festival ini, Kemenpar memberikan dukungannya kepada Festival Payung Indonesia selaku peserta. Dukungannya antara lain berupa bantuan pengiriman logistik properti untuk festival, materi promosi dan suvenir, serta dekorasi booth. Menurut Tourism Authority of ­Thailand

Banner Festival Payung Indonesia 2017 ditempatkan di depan booth Indonesia.

12

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

(TAT), Bo Sang Umbrella Festival 2017 dikunjungi sekitar 150.000 orang selama tiga hari. Jumlah itu naik hampir dua kali lipat daripada tahun sebelumnya sekitar 80.000 pengunjung. Festival ini tidak hanya menarik bagi pengunjung lokal dan wisatawan ­domestik, tetapi juga mampu menarik perhatian wisman yang sedang berkunjung ke Thailand, khususnya di Chiang Mai. n

Wisman yang sedang berada di Chiang Mai dan berkunjung ke festival mencoba melukis di atas payung di booth Indonesia.


Pasar Eropa Utara di Helsinki, Finlandia Indonesia kembali hadir di MatkaNordic Travel Fair 2017, pameran pariwisata terbesar di kawasan Eropa Utara pada 19–22 Januari 2017 di Messukeskus, Helsinki, Finlandia. Menggabungkan media pertemuan B-to-B dan B-to-C, pameran itu diakui sebagai ajang terbaik untuk memasuki pasar Nordic, Baltic dan Rusia. Lima industri pariwisata dari Indonesia mewakili akomodasi (2) dan agen perjalanan/operator tur (3) mengikuti pameran itu, yaitu Oberoi Hotel & Resort, Indonesia Paradise Resor, AnyaVaya, Indo Reisen, dan Go Indonesia Tours. ­ Aktivitas B-to-B dilaksanakan sehari penuh pada 19 Januari 2017. Sedangkan waktu pelaksanaan B-to-C lebih panjang mulai dari tanggal 20 hingga 22 Januari 2017. Selama empat hari pameran, lima industri yang ikut memperoleh 170 ­appointment dengan 470 calon ­wisman. Dengan perhitungan besar ­pengeluaran rata-rata wisman dari kawasan ­Nordic (2015) sebesar USD 1.623,04 per kun­ jung­an, transaksi potensial yang diperoleh bernilai USD 762.826,97 atau ­setara de­ngan Rp 10,298 miliar (kurs Rp 13.500,00). Pada hari pertama, 19 Januari, pagi waktu setempat delegasi ­Indonesia mengikuti program Destination ­Breakfast yang berlangsung di Winter Garden ­Messukeskus. Di program itu media, blogger dan influencer yang hadir bertemu langsung dengan delegasi. Di sela-sela pameran, delegasi Indonesia juga mengadakan pertemuan dengan maskapai penerbangan nasional Finlan­ dia, Finnair, pada tanggal 20 Januari 2017. Pertemuan dengan CEO, Chief Commercial Officer, dan Managing Director Aurinko, mitra operator tur Finnair itu difasilitasi oleh KBRI untuk Finlandia.

Eksibitor dan pengunjung menari bersama tim penari di paviliun Indonesia.

Pertunjukan kesenian daerah menarik perhatian banyak pengunjung pameran Matka-Nordic Travel Fair 2017. Hari berikutnya bertemu dengan Senior Sales Manager Qatar Airways untuk kawasan Nordic. Selama pameran berlangsung, dipasang juga iklan di jalan raya menuju Messukeskus dan di videotron raksasa di pintu utara dan selatan venue. Matka-Nordic Travel Fair 2017 diikuti oleh 86 negara, 921 eksibitor, 4.300 mitra eksibitor, dan dihadiri oleh 71.000 pe­ ngunjung. Jumlah kunjungan wisman dari kawasan Eropa utara (Nordic) ke Indonesia sebanyak 98.960 orang pada 2015. ­Sampai dengan bulan Oktober 2016 tercatat sudah mencapai 95.196 wis-

man. Jumlah ini masih terus bertambah ­hingga akhir tahun 2016. “Eropa sebagai salah satu sumber ­originasi wisman utama tahun 2017 ditargetkan akan mampu mendatangkan 2,1 juta wisatawan berkunjung ke ­Indonesia. Pasar Nordic memiliki ­potensi besar sebagai originasi wisman. Total jumlah populasinya sebanyak 27 juta jiwa dan penghasilan rata-rata per kapita ­sebesar 55.235 dolar AS. Jadi pasar ini sekarang diperhitungkan sebagai salah satu originasi wisman Eropa ke Indonesia,” I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara menjelaskan. n

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

13


Suasana paviliun Indonesia di Boot Dusseldorf 2017.

Apa di Boot Dusseldorf 2017? Sekitar 50 pelaku industri wisata ­ ahari mengikuti pameran bernama b Boot Dusseldorf 2017. Itu adalah ajang promosi untuk wisata minat khusus. Yang ikut itu ada yang dari Indonesia ada juga agen-agen di Eropa yang khusus menjual Indonesia. Pameran wisata ­bahari dan olahraga air ini telah berusia 48 tahun. Kali ini berlangsung pada 21–29 Januari 2017 di kota Dusseldorf, Jerman. Kementerian Pariwisata memfasilitasi 14 industri pariwisata dari Indonesia terdiri dari dive resort, dive operator, dan liveaboard. Selain keempat belas peserta yang mengisi paviliun Indonesia, ada pula 16 pelaku industri lain membuka satu paviliun bersama di bawah koordinasi Operator Selam Pindito. Dan sisanya di booth lainnya. Dari peserta yang berpartisipasi di

paviliun Indonesia saja rata-rata mendapatkan 52 orang calon wisman. Dengan menggunakan penghitungan rata-rata pengeluaran USD 1.208,79 (data tahun 2015) per kunjungan ekspetasi peneri­ maan devisa mencapai Rp 8,5 miliar (kurs Rp 13.500,00) Boot Dusseldorf 2017 diikuti oleh 1.813 eksibitor dari 70 negara dan menarik 242.000 pengunjung, trade, dan ­general visitors. Pameran dilaksanakan di Messe Dussedorf, memamerkan wisata selam, pelayaran (sailing), memancing ­(fishing), motorboats dan kegiatan olahraga ­rekreasi air lainnya. Selama 9 hari, delegasi Indonesia juga terus mengkampanyekan fasilitasi perjalanan Bebas Visa Kunjungan Sementara ke Indonesia kepada banyak warga negara di kawasan Eropa. Selain itu, pemasangan branding

Ketua Bidang Percepatan Wisata Selam Gunawan Cipto Aji (kiri) ­didampingi Kepala Bidang Pasar Eropa Maria Mayabubun (kanan) tengah mengadakan pertemuan dengan salah satu penyelenggara kegiatan selam Dive Challenge di paviliun Indonesia di Boot Dusseldorf 2017.

14

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

­ anner Wonderful Indonesia di pintu b masuk serta poster-poster di halte-halte bis menuju venue. Di paviliun ­Indonesia ada satu segmen khusus di mana ­pe­ngunjung bisa melihat lima video 360. Pengunjung bisa menikmati sajian ­virtual reality (VR) DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan ­Makassar, Sulawesi Selatan. Menurut pelaku industri wisata ­bahari yang berpartisipasi, pameran ini tidak hanya dikunjungi oleh pengunjung dari Jerman, tetapi juga dari negara-­negara tetangganya seperti Belanda, ­Perancis, Belgia, Swiss, bahkan ada juga dari negara-negara Skandinavia, Baltik, dan beberapa dari Eropa Timur. Dan telah disetujui, 26 pelaku industri pariwisata bahari dari Indonesia akan mendukung keikutsertaan Indonesia di Boot Dusseldorf 2018. n

Branding Wonderful Indonesia di pintu masuk Messe Dusseldorf.


Aksesibilitas

Tampak muka Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung sekarang.

Perkembangan Mutakhir Bandara dan Penerbangan di Bandung

J

umlah keseluruhan ­penumpang di Bandara Internasional ­Husein ­Sastranegara Bandung terus me­­ningkat. Namun, jumlah penum-­ penumpang internasional di city airport ini menurun sampai 83.755 orang pada tahun 2016, dibandingkan di tahun 2015. Para pengelola dan pelaku bisnis pariwisata di destinasi ini perlu mencermati perkembangan tersebut. Pertumbuhannya minus 14,10 persen. Itu merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir. Selama setahun pada tahun lalu frekuensi pelayanan AirAsia Kuala­ lumpur–Bandung berkurang. Maskapai itu bisa melayani 4 hingga 5 kali penerbangan dalam sehari setiap hari pada ­tahun sebelumnya. Kemudian berkurang

hingga 3 kali dalam sehari setiap hari. Menurut jadwal Winter 2016 (berlaku pada periode 30 Oktober 2016 sampai dengan 25 Maret 2017) jadwal pener­ bangannya hanya 2 kali dalam sehari, setiap hari. Selain oleh AirAsia, rute Kuala­ lumpur–Bandung juga dilayani oleh maskapai Malindo Air. Menurut jadwal Winter 2016, maskapai ini juga melayani penerbangan 2 kali dalam sehari, setiap hari juga. Tanda-tanda kejenuhan wisman asal Malaysia ke Bandung sebenarnya telah muncul sejak sekitar dua tahun lalu. Selain itu, telah terjadi perubahan pada pasar Malaysia yang datang ke Bandung. Dan penurunan nilai mata uang Ringgit Malaysia diperkirakan turut pula mem-

pengaruhi keinginan berkunjung ke Bandung. Wisman dari Malaysia yang berkunjung memang semakin lebih banyak datangnya dari kota-kota kedua dan ketiga, Beyond Kualalumpur. Itu menurut pelaku bisnis yang biasa menangani turis Malaysia. Namun mereka masih tetap menggunakan aksesibilitas utama dari Kualalumpur International Airport (KLIA). Wisman yang sudah beberapa kali ke Bandung memilih berkunjung ke destinasi lain. Yang famous di kalangan me­ reka sejak tahun lalu adalah ke Lombok, NTB. Rata-rata keluarga muda yang bertujuan menikmati liburan bersama keluarga. Utamanya melakukan aktivitas bersama-sama dengan anak-anak.

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

15


Revitalisasi gedung lama Bandara Husein Sastranegara Bandung menjadi ruang check-in internasional sekarang. Vietnam kini sungguh kompetitor tangguh bagi Bandung dalam hal desti­ nasi wisata belanja. Tak lagi hanya ­ancaman. Berbelanja di sana dikatakan lebih murah daripada di Kota Kembang. Produknya dinyatakan tidak kalah ­dengan yang ada di sini. Pemerintah Vietnam pun berani mengambil langkah ‘VAT Return’. Bagi wisatawan asing yang membeli produk-produk made in Vietnam di toko-toko yang telah diakreditasi oleh ­pemerintah dapat ‘mengambil’ kembali pajak (VAT) yang telah dibayarkannya. Loket ‘Tax Return’-nya telah tersedia di tiga bandara internasional utama di ­Vietnam yakni di Ho Chi Minh City, ­Hanoi dan Da Nang. Dan kebijakan ini telah berjalan sejak sekitar empat tahun lalu.

Maskapai Penerbangan dengan Rute Internasional di Bandara Internasional Husein Sastranegara

Sumber: Diolah dari data PT Angkasa Pura II Husein Sastranegara Bandung

Jumlah dan Pertumbuhan Penumpang di Bandara International Husein Sastranegara Bandung Tahun 2012–2016 :

Sumber: PT Angkasa Pura II Husein Sastranegara Bandung

16

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017


Renovasi gedung lama Bandara Husein Sastranegara menjadi ruang tunggu di keberangkatan internasional sekarang. Ruang tunggu bernuansa mirip galeri seni.

Skema insentif dari AP II

Arif Darmawan

General Manager PT AP II Bandara Husein Sastranegara

Sepanjang tahun 2016, sebanyak 3,6 juta penumpang datang dan pergi dari Bandara Internasional Husein Sastranegara. PT Angkasa Pura II selaku operator bandara menargetkan 4 juta penumpang pada 2017 ini. General Manager PT AP II Bandara ­Husein Sastranegara Arif Darmawan me­ngatakan, telah banyak yang dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan baik kepada maskapai penerbangan maupun bagi penumpang. Di sisi udara, AP II akan melakukan pelapisan ulang landas pacu tahun ini. Peningkatan overlay akan meningkatkan kinerja operasional pesawat hingga 60 persen. Pelaksanaannya bisa disesuaikan dan tidak akan mengganggu jam ­operasional bandara. Bagi maskapai penerbangan, AP II menawarkan skema insentif bagi operator penerbangan yang membuka rute baru atau penambahan frekuensi. Diantara­ nya, bebas landing fee, parking fee,dan ­insentive lainnya. Teknis pelaksanaannya akan dibicarakan kemudian. Skema ini berlaku bagi maskapai yang sudah

ada maupun yang baru akan melayani rute ke dan dari Bandara Husein Sastra­ negara. ‘Passenger Walk Ways’ ditargetkan sudah dapat mulai konstruksi pada Semester II tahun 2017. Ini semacam jembatan, atau jalan, dilengkapi atap sehingga penumpang yang turun dan naik pesawat tidak akan kepanasan atau kehujanan lagi menuju ataupun dari terminal. Saat ini dalam tahap pematangan ­rancangan. “Passenger Walk Ways itu merupakan upaya kami meningkatkan kenyamanan juga aspek keselamatan para penum­ pang,” ujar Arif. Memang yang masih menjadi kendala adalah lahan parkir. Untuk sementara, kendaraan besar seperti bis berkapasitas 24 sampai 40 tempat duduk belum bisa masuk ke bandara. Kendaraan yang bisa masuk hingga zona drop off dan pick up di bandara paling besar jenis minibus Elf 12 tempat duduk. Rekayasa lalu lintas di dalam ­kawasan bandara terus dibenahi agar mengurangi kemampatan. ­Diharapkan ke depannya akan ada satu tempat khusus parkir kendaraan yang nyaman di bandara tersebut. n

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

17


EVENT

Aktivitas Penjualan di Filipina

A

sdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara melaksanakan satu rangkaian aktivitas promosi dan penjualan di Filipina pada minggu kedua bulan Februari 2017. Sebelum mengikuti Travel Tour Expo (TTE) Philippines 2017 pada 10–12 Februari, diselenggarakan Indonesia Tourism Table Top pada tanggal 9 Februari. Indonesia Tourism Table Top dilaksana­ kan pada Kamis (9/2/2017) di Diamond Hotel, Manila, Filipina. Tercatat 10 ­sellers dari Indonesia bertemu dengan 20 ­buyers dari Filipina. “Destinasi yang dipasarkan adalah Greater Bali, Jakarta dan Kepri. Lalu di­ tambah dengan 10 destinasi ­branding dan beberapa di antara 10 ­destinasi prio­ritas yang sudah siap ­dengan paket-­paket ­wisatanya,” demikian kata Rizki ­Handayani Mustafa, Asdep Pengembang­an Pasar Asia Tenggara. Destinasi-destinasi yang dijual adalah daerah yang dinilai telah siap menyambut wisman, baik dari sisi Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi, dijelaskan oleh Budi Harjanti, Kabid Festival di Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara.

Bali plus 10 Kemenpar kembali hadir untuk kedua kali di Travel Tour Expo (TTE) Filipina 2017. Pameran pariwisata internasional itu berlangsung pada 10–12 Februari 2017 di SMX Convention Center, Manila. Di situ Indonesia mempromosikan 10 destinasi baru prioritas plus destinasi Bali. Lima pelaku industri pariwisata dari Indonesia ikut serta yakni PT Nautilus Diving Bali, PT Aneka Kartika Tours & Travel Services, 18 Suite Villa, Max One Hotels Bukit Jimbaran Bali, dan Sari Tours, mengisi paviliun Indonesia. “Mereka ini membawa paket-paket wisata yang tentunya sudah siap untuk ditawarkan baik kepada buyers ataupun customers melalui kerja sama ­dengan agen perjalanan atau operator tur lokal,” ujar Deputi Bidang Pengembangan ­Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana. TTE Philippines adalah pameran pari-

18

wisata internasional terbesar di Manila dan bersifat consumer show. Pameran ini diselenggarakan oleh Philippine ­Travel Agencies Association (PTAA) setiap tahun. Dalam pameran, penyelenggara juga melengkapinya dengan pameran

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

yang bersifat B-to-B yaitu Travel Trade Expo dengan tempat dan tanggal penyelenggaraan yang sama. Untuk kegiatan B to C oleh industri pariwisata Indonesia, dilakukan pela­ yanan informasi, pertunjukan kesenian di mini stage, games, digital interaktif ­(Virtual Reality 360), gift redemption, coffee corner, PR activities, dan pendistribusian bahan-bahan promosi (booklet general information berbahasa Inggris, tourist map, calendar of event, dan ­souvenir). Suasana Travel Tour Expo (TTE) di ­Manila itu atmosfernya mulai ­berbeda. Tema destinasi yang dijual untuk ­Jakarta, Yogyakarta, dan Bali berkibar dan mendapatkan respons yang luar biasa.Tahun 2017 ini, pemerintah menargetkan kunjungan jumlah 217.000 wisatawan Filipina. Program Sales ­Mission yang sama juga akan dilakukan di Malaysia dan Vietnam pada bulan Maret mendatang. n


n Di Luar Negeri

Melalui Kuliner Indonesia di Prancis Indonesia Incorporated dalam praktik mempromosikan pariwisata Indonesia di mancanegara, kali ini tampil di di Paris, Perancis. Kementerian Pariwisata dan Kemendikbud membawa Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) dan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemen­ par di Perancis melaksanakan even penyajian kuliner Indonesia, yang dita­ ngani oleh ahli kuliner dari Indonesia, William Wongso. Dia dibantu chef muda Budi Lee dan Renatta Moeloek serta cook Suherman Ade. Seorang lagi, dukungan tuan rumah Shangri-la Hotel Paris. Hasilnya? Dinyatakan sukses menunjukkan potensi gastronomi Indonesia tidak kalah dari negara lain, elegan, dan jenis makanan yang sangat beragam. Selanjutnya, tinggal upaya pengemasan agar menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value. Perhelatan festival gastronomi Wonderful Indonesia itu bertempat di Shang­rila Hotel, Paris, memecahkan rekam jejak selama 10 tahun terakhir. Selama 6 hari itu, angka kunjungan tamu me­nyentuh 756 orang. Bukan saja warga dari Paris tapi juga pengunjung dari kota-kota lain

yang berjarak sekitar 3–5 jam dari ibu kota Perancis, kiblat gastronomi dunia. Warga Perancis suka makan dan penyajian yang indah. Country ­Manager VITO Perancis Eka Moncarre berharap, kegiatan ini semakin meyakinkan ­traveler Eropa berwisata ke Indonesia. Sebab, tahun 2017 ini tantangannya 15 juta wisman ditargetkan masuk ke Indonesia, 3 juta lebih besar dari capaian tahun 2016 sebanyak 12,023 juta wisman. Sementara itu reputasi Akademi

­ astronomi Indonesia (AGI) melengkapi G kekuatan tim promosi Wonderful Indonesia di festival kuliner ini. AGI telah berjuang sejak 2013 dan menjadi anggota Academie Internationale de la Gastronomie (AIG) yang berpusat di Perancis. Akhirnya berhasil menjadi host country di gala dinner pada 5 Februari 2017 lalu di Le Bristol, Paris. Ini kian memperkuat posisi Indonesia di Industri gastronomi Perancis, khususnya F&B hotel berbintang seperti Shangri-la. n

William Wongso (paling kiri) bersama tim di Festival Gastronomi Indonesia, 7–12 Februari 2017 di Paris, Perancis.

Di Perancis, Selling! Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Prancis bekerja sama dengan KJRI di ­Marseille, Perancis, melaksanakan ke­ giat­­an partisipasi pada Pameran ­Salon ­Mahana Tourisme di kota Toulouse, Perancis, tanggal 24–26 Februari 2017. ­Pameran itu diselenggarakan sekali ­setiap tahun. Ada kekhususan bagi pariwisata Indonesia. Ini salah satu yang kini mengan­dung kegiatan selling di Perancis. ­Paviliun Indonesia pada pameran pariwisata terbesar di Perancis, ---Salon ­Mahana Tourisme--- itu, menampilkan dua tour operator Perancis menjual paket perjalanan wisata ke Indonesia. Dua agen operator tur itu adalah ­Voyages sur la Merdan Bali dan Seken/­

Evidenzia. Keduanya spesialis menjual paket perjalanan wisata ke Indonesia yang tentu saja punya mitra handling agent di destinasi Indonesia. Kedua operator tur tersebut menawarkan paket perjalanan ke Indonesia de­ ngan harga khusus yang berlaku hanya pada periode pameran Mahana. Menurut Eka Moncarre, Country Mana­ ger VITO (Visit Indonesia ­Tourism Officer) di Paris, pada pameran itu ­Indonesia juga mendapatkan ­kesempatan tiga hari berturut-turut untuk mempresentasikan berbagai potensi pariwisata Indonesia yang diselingi ­dengan pertunjukan seni budaya oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Toulouse, serta masyarakat Indonesia yang tergabung dalam ­Asosiasi

Franco-Indonesia, ­Association les Amis de l’Indonesie di Toulouse. Dan juga mempresentasikan mengenai Indonesia secara keseluruhan dan 10 alasan me­ ngapa harus berkunjung ke ­Indonesia; paparannya mengenai potensi pariwisata di Pulau Sumatera, Jawa, Bali Lombok, Kalimantan, Sulawesi, NTT dan Papua. “Masyarakat Perancis di kota ­Toulouse dan sekitarnya dapat memperluas pe­ ngetahuannya di stand Indonesia tentang negara kepulauan terbesar di dunia ini, sekaligus memanfaatkan paket pariwisata yang ditawarkan untuk berpetua­ lang bersama Wonderful Indonesia,” ujar Konsul Jenderal RI Marseille Dewi M Kusumaastuti mengenai kehadiran ­Indonesia pada Pameran Mahana. n

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

19


Serial Selling di Asia Tenggara

K

ementerian Pariwisata meng­ awali tahun 2017 dengan aktif menyelenggarakan kegiatan selling yang dikemas dalam I­ndonesia Tourism Table Top (ITTT). ­Semua melibatkan industri secara langsung, mulai dari akomodasi, agen perjalanan/operator tur, dan maskapai pe­ nerbangan. Serta bekerja sama dengan pewakilan-perwakilan Indonesia di luar negeri.

Table Top di Singapura ITTT ini layaknya menjadi serial ke­ giatan selling di awal tahun 2017 dengan fokus pasar di beberapa negara ASEAN. Mulai di Singapura, berlangsung pada tanggal 7 Februari 2017 bertempat di Mandarin Orchard Hotel. Sebanyak 29 sellers dari Indonesia mengikutinya. ­Sellers terdiri dari hotelier dan ­operator tur dari Aceh, Sumatera Utara, Kepri (Batam dan Bintan), Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, NTT dan Sulawesi ­Selatan. Buyers dari Singapura yang hadir tercatat 45 perusahaan agen perjalanan/operator tur. Dari 29 sellers, estimasi transaksi potensial yang diperoleh sebanyak 10.052 pax dengan nilai sebesar Rp 38,3 miliar (kurs USD 1 = Rp 13.300,00) Destinasi paling diminati adalah ­Kepri, Bali, Medan, Sumatera Barat,­­Jakarta, dan Bandung. Kehadiran ­sellers dari NTT juga disambut antusias dan diakui memberi referensi baru destinasi Beyond Bali.

Table Top di Manila Dari Singapura, Indonesia Tourism Table Top langsung berlanjut ke Manila, Filipina. Table top pada tanggal 9 Februari 2017 bertempat di Diamond Hotel, Manila, Filipina. Ada 10 sellers dari 5 destinasi yakni Kepri, Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur. Sellers yang ikut semua perusa­ haan agen perjalanan/operator tur. ­Mereka bertemu dengan 20 buyers dari Filipina. Dari 10 sellers itu didapat transaksi potensial sebanyak 4.687 pax dengan nilai mencapai Rp 8,95 miliar. Dua agen dari

20

Suasana table top dalam ITTT 2017 di Singapura.

Table Top di Bangkok

Suasana saat hendak dimulai table top di Manila, Filipina. NTT mengatakan mendapat transaksi langsung dari seorang buyer yang akan mengirimkan 20 wisatawan ­Filipina pada tahun ini. “Destinasi yang dipasarkan adalah Greater Bali, Jakarta dan Kepri. Lalu di­ tambah dengan 10 destinasi branding dan beberapa dari 10 top destinasi prio­ritas yang sudah siap dengan paket-­paketnya,” ungkap Rizki Handayani Mustafa, ­Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara, didampingi Budi ­Harjanti, Kepala Bidang Festival di Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara. ITTT di Manila berlangsung ­sehari sebelum Tourism & Travel Expo ­Philippines 2017 dimana Indonesia ikut berpartisipasi.

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

Kemudian ITTT berlanjut di Bangkok, Thailand. Table top berlangsung pada 14 Februari 2017 di Bangkok Marriott Marquis Queen’s Park. Di sini diikuti 12 ­sellers terdiri dari hotelier dan operator tur yang menjual paket-paket wisata di Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Kali­ mantan Timur dan Bali. Buyers yang datang dari 32 perusahaan agen perjalanan dan operator tur di Thailand. Dari kedua belas sellers didapatkan transaksi potensial sebanyak 6.234 pax. Estimasi perolehan devisa sebesar Rp 30 miliar (kurs Rp 13.300,00). Sebelum table top dimulai, disampai­ kan presentasi dari Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi ­Pariwisata Prio­ritas diwakili oleh Larasati ­Sedyaningsih (destinasi Borobudur); ­Julius Z. ­Bramanto dari Wonderful Extreme Indonesia yang memaparkan produk olahraga ekstrim yang bisa dilakukan di Indonesia; dan Riyanto Adiwinarso, General Manager Garuda Indonesia untuk Myanmar, Laos, dan Cambodia di Bangkok; serta wakil dari setiap provinsi untuk mempresentasikan produk di destinasinya.


Apa ‘Curhat’ Sellers yang Ikut ITTT 2017? Bali masih menjadi destinasi utama wisatawan Filipina. “Akses menuju Bali sudah dilayani penerbangan langsung oleh Philippines Airlines dan Cebu Airlines, masing-masing 6 kali penerbangan setiap minggu. Kami berharap, jumlah penerbangan langsung dari Filipina ke Bali ditambah, khususnya, dengan waktu yang tepat. Pasalnya, jadwal yang ada saat ini pada dini hari. Ini tentu kendala bagi biro perjalanan wisata mengatur paket wisata karena akan banyak waktu terbuang dan membuat pengeluaran wisatawan bertambah,” Branch Manager Abbey Travel Dudy Mayanto menerangkan. Lanjutnya, Abbey Travel rata-rata menangani 20 hingga 30 pasang wisatawan FIT dari Filipina setiap bulan. Dengan adanya program table top ini diharapkan juga akan tumbuh pasar korporat dari Filipina. Dua biro perjalanan wisata asal ­Kupang, Majesty Timor Holidays dan Flobamor Tour, mengikuti ITTT di Singa­ pura dan Manila. Kehadiran mereka mendapat respon bagus dari buyers di Singapura dan Filipina. Rata-rata tahu hewan komodo tapi tidak tahu hewan purba yang masih bertahan hingga saat ini ada di Nusa Tenggara Timur dan bagaimana cara ke sana. “Terus terang saja. Banyak yang belum tahu tentang NTT, tapi mereka tahu tentang komodo. Karena itu salah satu dari 7 keajaiban dunia. Apa dan bagaimana ke sini mereka belum tahu. Kan tidak ada direct flight baik dari Singapura atau Kualalumpur ke tempat kami. Pembukaan rute oleh AirAsia ke Labuan Bajo

(Kiri) Buyers Thailand menyimak penjelasan dari sellers Indonesia. (Kanan) Sebelum table top diadakan jamuan makan siang. Tamu VIP diantaranya Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani Mustafa, GM Garuda kantor perwakilan Bangkok Riyanto Adiwinarso dan para pembicara yang memberikan presentasi melayani langsung para buyers dan sellers. Ini hendak menunjukkan dan meyakinkan, terutama kepada buyers, keramahtamahan masyarakat Indonesia dan keseriusan Indonesia melayani wisatawan di Tanah Air. pun masih wacana,” ujar Jetty Abineno, Director & Owner Majesty Timor Holidays. Untuk pasar Singapura, kedua pelaku industri wakil NTT itu menawarkan paket-paket menjelejahi alam dan merasakan kehidupan dan budaya lokal. ­Sedangkan ke pasar Filipina mereka menawarkan melihat komodo dan ­Danau Kelimutu serta paket pilgrim yakni mengikuti prosesi Semana Santa. Pro­sesi itu dilaksanakan sebagai bagian dari perayaan Paskah. Di Filipina juga ada. “Jadi ke pasar Singapura kami jual wisata alam dan budaya. Sedangkan ke Filipina kami bilang NTT itu mirip ­dengan Filipina,” tambah Jetty. Buyers dari Singapura masih ­melakukan penjajakan dengan bertanya banyak hal mengenai NTT. Dari

ITTT di Manila, dua pelaku industri itu sudah langsung mendapatkan transaksi dari satu ­buyer. Dia akan mengirimkan ­tamunya ke ­Taman Nasional ­Komodo dan Labuan Bajo dalam tahun ini. ­Buyers yang datang ke ITTT di Singapura dan Manila berharap diselenggarakan famtrip bagi agen perjalanan/operator tur ke NTT. Dikutip dari etn.travel, Direktur Mahamaya Boutique Resort di Gili Meno, Lombok, NTB, David Roberts, dan Direktur Bali Tropic Resort & Spa, Gusti Sudiarsa, merasakan semakin banyak wisatawan India menginap di properti mereka. ­Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Managing Director Exotic Bali ­Destination N. Susrama, kunjungan wisman dari India ke Bali juga semakin ramai. n

Jetty Abineno, Direktur Majesty Timor Holidays (tengah), dan Petsy Frans, Direktur Flobamor Tour (kedua dari kiri), bersama para pembicara khusus di ITTT Singapura.

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

21


Dan Ternyata

Buyers di India Antusias

K

emenpar juga melaksanakan Sales Mission di India pada ­10–13 Februari 2017. Kegiatannya berupa table top, berlangsung di kota Mumbai dan New Delhi. Dalam pelaksanaannya menggandeng maskapai Garuda Indonesia yang baru saja membuka layanan baru rute penerbang­ an langsung dari India ke Indonesia. Mumbai menjadi kota pertama Sales Mission ke India. Di kota kedua terbesar di India ini table top berlangsung pada 10 Februari 2017 di Hotel Ramada Plaza Palm Groove. Ada 18 industri pariwisata terdiri dari hotelier dan agen perjalanan/ operator tur menjual paket-paket dari berbagai destinasi di Indonesia antara lain, Bali dan NTB. Dan ternyata, buyers yang datang mencapai 103 orang. Tampak sekali ­antusiasnya mereka. Bersamaan dengan berlangsungnya table top, delegasi Indonesia mengadakan media interview yang diikuti 12 orang dari 9 media setempat. Di ibu kota India, New Delhi, table top berlangsung pada 13 Februari 2017 di Hotel Le Meridien. Kedelapan belas industri pariwisata dari Indonesia bertemu dengan 95 orang buyers. Sama seperti di Mumbai, media interview pun dilaksanakan di sini. Tercatat 25 orang dari 22 media setempat menghadirinya. Menurut Kishore Bukane, Sales Mana­ ger Garuda Indonesia kantor perwakilan Mumbai, seat load factor telah mencapai 75% hingga 80% sejak penerbangan perdana ke Mumbai. Mengingat potensi pasar India cukup besar, akan dipertimbangkan pembukaan rute-rute baru se­ perti Mumbai–Denpasar PP untuk pasar leisure dan New Delhi–Jakarta PP untuk pasar bisnis. Dikatakannya pada saat presentasi sebelum table top dilaksanakan, ada 62 juta pemegang paspor India yang suka bepergian keluar negeri. Mereka me­ rupakan pasar wisatawan potensial dan menjadikannya pasar outbound dengan pertumbuhan tercepat kedua setelah Cina. n

22

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

Suasana table top di Sales Mission India 2017.

Suasana table top di Sales Mission India 2017.

Media interview dilaksanakan berbarengan dengan table top.


Dari Bali, Lombok-NTB

ke Australia

S

ales Mission Australia 2017 ke Australia, melaksanakana ke­giatan penjulan di Melbourne dan Perth tanggal 7–9 Februari 2017. Sukses­ nya kegiatan ini, menurut ­Vinsensius ­Jemadu, Asdep Pengembang­an Pasar Asia Pasifik atas kerja sama yang baik dengan KJRI Melbourne dan Perth, Garu­ da Airlines Melbourne dan Perth dan VITO Melbourne, serta BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Badung yang membawa 15 sellers untuk dipertemukan dengan buyers di Australia. Dan data yang kemudian dilaporkan memang bicara tentang minat besar dari ‘pembeli’. Para seller dari Indonesia di situ menjual paket wisata Bali, Jogja, Jatim, Lombok dan Jateng. Sales Mission Australia di Melbourne, 7 Februari 2017, pukul 17.30–22.00, ­Sellers 15 Industri dari Indonesia, ter­ nyata ­datang 90 buyers. Sales Mission Australia di Perth, 9 Februari 2017, pukul ­18.30–21.30, Sellers 13 pelaku Industri dari Indonesia, dan, jumlah peserta pembeli adalah 84 buyers. Event dalam rangka Sales Mission Australia 2017 ini merupakan kegiatan promosi B2B bertujuan untuk meningkatkan product knowledge dan penjualan paket wisata Indonesia. Maka, program Sales Mission serupa ini dirancang dengan kerjasama Kementerian Pariwisata de­ngan BPPD Badung, dengan Airlines dirasa cukup efektif. Airlines dapat membantu untuk mengundang para travel agents besar di Australia juga bisa membuka peluang kerjasama antara Kemenpar dengan Airlines untuk menunjang target kunjungan wisman. Menurut Deputi Pemasaran Manca­ negara Kemenpar I Gde Pitana, ­wisman dari Australia paling banyak berwisata ke Bali, tapi belakangan ini mulai melirik NTB-NTT. Pada periode Januari–­ November 2017 tercatat sebanyak 1.100.817 kunjungan wisatawan dari Australia ke Indonesia. Tahun 2017 Kemenpar menargetkan 1.816.000 kunjung­ an wisatawan dari Australia. Itu naik 29% dari target 2016 sejumlah 1,4juta.

Tamu undangan.

Salah satu performance, Tari Pakarena.

Begitu ramai di kegiatan Table Top, selling and buying.

Tahun ini aktivitas selling, —­penjualan— , lebih ditekankan mengingat brand ‘Wonderful Indonesia’ sudah dinilai kuat di Australia. Daya tarik ­Indonesia di samping keindahan alam dan kekayaan budaya, juga fasilitas bebas visa kunjungan 30 hari.

Pemilihan industri dari Bali dan Lombok, menurut Pitana, adalah dengan pertimbangan Bali sebagai destinasi ­favorit wisatawan Australia. Dari 1,1 juta kunjungan, 90 persennya masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali. n

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

23


Penumpang menunggu di peron Stasiun Bandung. Petugas di meja check-in hanya memproses penumpang yang akan berangkat dalam 1 jam ke depan. Peraturan ini sudah berlaku sejak sekitar tiga tahun lalu.

Tur Keretaapi Bagi Wisman

Makin Terbuka Ada 2 pilihan WC di toilet umum wanita di dalam kawasan waiting lounge di Stasiun Gambir Jakarta.

Ini adalah kereta Parahyangan dalam rangkaian KA Argo Parahyangan rute Jakarta–Bandung. KA Parahyangan sekarang dikategorikan kelas ekonomi. Dan tampak wisman pun tak sungkan lagi naik kereta kelas ekonomi.

Pemesanan dan pembelian tiket kereta sekarang bisa ­ ilakukan melalui aplikasi online atau tetap datang ke stasiun. Tidak d ada lagi penggunaan karcis kertas. Sekarang, ketika sudah di dalam kabin ­penumpang, masinis datang dan dia menyamakan data di boarding pass dengan data seluruh penumpang kereta dari ponsel cerdasnya. Ada internasionalisasi di stasiun dan itu tentu mendukung bagi ­pariwisata. Semakin banyak petunjuk, termasuk petunjuk keselamatan, di stasiun-stasiun dicantumkan dalam 2 bahasa, Indonesia

24

Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 86 februari 2017

Hotel transit ini berada di lantai 2 Stasiun Gambir Jakarta.

dan Inggris. Di Stasiun Gambir Jakarta sekarang telah tersedia hotel transit dan kamar mandi umum yang dilengkapi dengan air panas dan loker. ­Operator-operator tur yang biasa menangani wisman Java Overland Tour telah mengkombinasikan penggunaan bis dan kereta dalam b ­ eberapa tahun terakhir. Dan memang sekarang armada kereta, keadaan fisik stasiun, ­tampak rapi, dan, pelayanan mulai dari sebelum naik hingga di atas kereta ­semakin mendekati bagaimana pelayanan yang lazim di­ tawarkan di bandara.

Profile for Em Muslih

Newsletter Pariwisata Indonesia Edisi February 2017  

Newsletter Pariwisata Indonesia Edisi February 2017

Newsletter Pariwisata Indonesia Edisi February 2017  

Newsletter Pariwisata Indonesia Edisi February 2017

Profile for emmuslih
Advertisement