Page 1

LIPUTAN

Mereka Menunggu Bumi Mendidih

KTT Iklim Kopenhagen dikecam negara-negara kepulauan yang terkena dampak langsung akibat pemanasan global, karena dinilai belum berani mengambil langkah konkrit. Upaya negara maju mengulurulur waktu yang tidak diharapkan menjadi bom waktu. 14

HAL 14-15.indd 14

S

uhu menggigit yang berada

penghasil emisi karbon terbesar

di bawah nol derajat

efek rumah kaca, masih enggan

Celcius, tidak mengurangi

mengeluarkan uang secara

animo ribuan demonstran yang

terikat untuk membantu negara-

meneriakkan aspirasi mereka di

negara berkembang terbebas dari

depan gedung konferensi Bella

perusakan dan penggundulan hutan

Center, di jantung kota Kopenhagen

secara kongkrit. Sementara negara-

Denmark, Jumat (18/12).

negara berkembang, terutama yang

Demikian pula kejadian di

kecil dan berpantai, menginginkan

dalam salah satu ruang di dalam

adanya langkah tegas dan segera

gedung, tempat pertemuan

mengurangi pemanasan global.

tertutup 25 negara peserta KTT

Itulah sebabnya, reporter Elshinta

Bumi untuk merumuskan hasil

Haryo Ristamaji yang mengikuti

pertemuan dalam tiga lembar

KTT Iklim ke-14 Kopenhagen seiring

halaman. Suasana yang terbangun

dengan kedatangan Presiden Susilo

cukup memanas. Mereka dibelah

Bambang Yudhoyono pada 16-18

dua agenda besar yang sejatinya

Desember, mendapati banyak

bertolak belakang.

kelelahan yang mendominasi wajah

Negara-negara industri

delegasi masing-masing negara pada

maju yang notabene merupakan

saat-saat akhir konferensi. Mereka

Januari ‘10 I Majalah Elshinta

1/15/2010 7:53:18 PM


khawatir tidak menemukan satu

Walau begitu, Menlu me-

Keempat, perlunya penerapan

kata sepakat yang bisa dijadikan

ngatakan Indonesia merasa puas

pola pembangunan yang ramah

oleh-oleh berharga untuk dibawa

dengan hasil di Kopenhagen

lingkungan, dan kelima, masalah

pulang para kepala negara.

karena lima agenda permasalahan

MRV (measurement, reporting

Namun, setelah melakukan

yang diangkat Presiden Susilo

and verifying) membutuhkan

langkah moderasi, sejumlah

Bambang Yudhoyono dalam

pelaksanaan

pihak yang terlibat secara aktif

pidato di KTT tersebut telah

penanganan perubahan iklim,

dalam pertemuan ini termasuk

terakomodir dalam “Copenhagen

dan masalah kehutanan.

Indonesia, akhirnya berhasil

Accord”.

komitmen

Bahkan, usulan Indonesia

menelurkan sebuah kesepakatan

Lima agenda tersebut adalah:

lainnya mengenai perlunya

yang diberi tajuk Copenhagen

Pertama, usaha bagi seluruh dunia

pengurangan emisi dari pe-

Accord. Menteri Luar Negeri

rusakan dan penggundulan hutan

Marty Natalegawa mengatakan

(REDD/Reducing Emission on

bahwa Indonesia cukup puas

Deferostation and Degradation

dengan hasil di Kopenhagen.

Forest) diterima sebagai paragraf

Hal yang sama juga disampaikan

enam Copenhagen Accord.

oleh Presiden Susilo Bambang

Meski tidak memiliki

Yudhoyono di dalam pesawat

konsekwensi legal, Copenhagen

menuju perjalanan pulang

Accord disebutkan bisa segera

menanggapi hasil KTT Iklim

dioperasionalkan oleh para

Kopenhagen. “Daripada tidak

penandatangan sehingga

berhasil sama sekali, Copenhagen

komitmen dapat ditagih oleh

Accord cukup melegakan,”

negara-negara lain. “Hasil

katanya ketika ditanyai wartawan

Konselir Jerman Angela Merkel

yang ikut dalam rombongannya.

untuk menahan agar dampak

dasar kerangka politik untuk

Sejak awal, Pemerintah

perubahan iklim tidak sampai

merumuskan dan menghasilkan

Indonesia memang pesimis

menaikkan suhu global sampai

“legally binding treaty” yang

akan tercapai kesepakatan yang

dua derajat celcius pada 2050.

disebutkan tercapai pada

mengikat secara hukum (legally

Kedua, perlunya negara maju

pertengahan atau paling lambat

binding treaty) dalam Konferensi

menyebutkan target penurunan

akhir 2010 pada COP ke-16

para Pihak (COP) ke-14. Meski

emisi gas rumah kaca (GRK)

di Meksiko,” demikian lanjut

peluang untuk itu sebenarnya

secara ambisius. Ketiga, perlu

Marti. Mudah-mudahan saja

telah diperlicin dan diperbesar

adanya pembiayaan dari negara

pada waktu itu panas bumi tidak

dalam naskah Bali Road Map

maju untuk penanganan dampak

terlanjur mendidih.

sebagaimana keputusan COP ke-

perubahan iklim oleh negara

„ Teks: ahs, haryo / Foto:

13 di Bali, Desember 2007.

maju dan negara tertinggal.

Dok. Elshinta

Reporter Elshinta Haryo Ristamaji di Pres Room UNFCC

Kopenhagen juga dapat menjadi

Presiden Jerman Horst Kohler dan SBY

Gub Nad dan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H Awang Faroek Ishak di Copenhagen. Januari ‘10 I Majalah Elshinta

HAL 14-15.indd 15

15

1/15/2010 7:53:21 PM

HAL 14-15_AKTIVITAS ELSHINTA  

depan gedung konferensi Bella cukup memanas. Mereka dibelah efek rumah kaca, masih enggan Demikian pula kejadian di terikat untuk membantu n...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you