Issuu on Google+

EXPEDISI EDISI KHUSUS II OSPEK UNY 2012

B U DAYA

KRITIS

Dok. Ekspresi

MEMBANGUN

7 Agustus 2012. Mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial (FIS), menunjukkan penugasan pada Pemandu Kedisiplinan (PK).

Penugasan Ospek, Persulit Maba Se­te­lah di­re­pot­kan o­leh pe­nu­gas­an, ma­ba pun ma­sih ha­rus di­ha­dap­kan pa­da Pe­ne­gak Ke­di­si­plin­an (PK).

S

etiap tahun ajaran baru, penugasan selalu menjadi salah satu bagian dalam pelaksanaan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (ospek). Setiap fakultas menampilkan ciri khas masing-masing melalui warna cocard dan slayer. Uang dan waktu pun tak jarang dihabiskan. Ketika mahasiswa baru tidak dapat memenuhi tugas maka akan mendapatkan sanksi dari masingmasing Sie Kedisipilinan. Di ospek hari pertama dan kedua (6-7/8), semua mahasiswa baru (maba) dari tujuh fakultas disatukan ke Gedung Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY) untuk pembukaan ospek 2012. Ketujuh fakultas memperlihatkan ciri khasnya masing-masing. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dengan hijaunya, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dengan ungunya, Fakultas Teknik (FT) dengan

orangenya, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dengan birunya, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dengan merahnya, dan Fakultas Ekonomi (FE) dengan merah mudanya. Tiap fakultas menyanyikan yel-yel dan jargon mereka lengkap dengan lambaian slayernya dan cocard yang terpasang di dada, yang merupakan bagian penugasan dari panitia ospek fakultas. Penugasan Hanya Pemborosan Dalam pelaksanaan ospek, sebenarnya banyak penugasan ospek yang sekali pakai seperti cocard, topi wayang yang dibuat oleh maba FT, dan toga yang dibuat oleh maba FMIPA. Penugasan ospek di FBS berhubungan dengan tema ospeknya, yaitu multikulturalisme. Cocard yang dibuat pun berbentuk bonang. “Lalu, kipas itu untuk kepentingan maba sendiri.

Apalagi kondisi di GOR yang ramai kan membuat panas,” kata Vikar, Koordinator Sie Penegak Kedisiplinan (SPK) FBS. Penugasan lain adalah maba harus membawa air untuk berwudhu karena dikhawatirkan air dari truk PDAM yang dsediakan oleh panitia tidak mencukupi. “Mabanya kan ribuan,” kata Rony Siswo Setiaji, salah satu pemandu di FBS. Agak sedikit berbeda dengan FBS, FIP dan FIK yang memberikan penugasan untuk membawa barang-barang yang akan digunakan untuk bakti sosial. “Tugasnya paling bawa barang-barang yang biasa aja. Bawa mie, minyak, air mineral buat wudhu, koran buat alas shalat, sama buku tulis buat nyatet. Hari ini cuma itu saja,” kata Lina Marlina, maba FIP. Terkait dengan slayer, Panitia ospek FBS pun turut menjual salah satu perlengkapan ospek kepada maba. “Slayer


Ebma | Expedisi

s ENTRA

edisi KHUSUS II ospek UNY 2012

2

ungu yang bertanda FBS dijual panitia seharga Rp7.500,00 per potong. Untuk penugasan yang lainnya, beli secara kolektif lalu dibikin bareng-bareng. Penugasan rata-rata hanya sebatas atribut saja. Kemarin pengeluaran cuma sekitar Rp30.000,00,” jelas Lia Nurani Setyawati, Maba Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Menanggapi penjualan slayer tersebut, panitia mengatakan bahwa itu bukanlah kewajiban. Mereka boleh membeli di panitia ataupun di pihak luar. “Kita kan berpikir maba itu masih polos dan ingin yang gampang saja dan mereka juga ingin sama dengan temanteman yang lain,” kata Vikar. Sa­ma se­per­ti FBS, FIK pun me­nye­ di­a­kan sla­yer un­tuk ma­ba­nya. “Ka­mi ti­dak me­mak­sa un­tuk mem­be­li sla­yer ke pa­ni­tia, na­mun ka­mi me­nye­di­ak ­ an­ nya. Ba­gi yang in­gin mem­beli si­la­kan, ta­pi ji­ka i­ngin mem­be­li di lu­ar ju­ga diperbolehkan,” kata Faiq, Koordinator Ospek FIK. “Harganya pun juga lebih murah. 2 buah slayer dijual dengan harga Rp8000,00,” tambahnya. Ba­gi Arifatullah, ma­ba Pendidikan Elektronika, yang te­lah me­nge­lu­ar­ kan u­ang yang ham­pir se­te­ngah ka­li le­bih ba­ nyak da­ri­pa­da Lia Nurani Setyawati. “Ter­ka­it ma­ hal a­tau ti­dak sa­ya ra­s a jum­l ah u­a ng yang di­ke­l u­a r­kan re­la­tif, ber­ki­sar an­ tar­a Rp50.000,00Rp100.000,00.” Se­na­da de­ngan Arif, Agus Septa Mulyanti, ma­ ha­sis­wa Teknik elekrto juga berpendapat sa­ ma. “Ju­jur sa­ja, pe­nu­gas­an yang di­b e­r i­kan o­l eh pa­ni­tia sa­ya ra­ s a m e m ­b u ­a t ki­t a ri­b et dan me­n yu­s ah­kan. Per­a­tur­an os­pek ju­ga cu­kup su­lit. A­p a­l a­g i pe­n u­ gas­an se­wak­tu os­pek ju­rus­an.”

Co­card yang di­bu­at o­leh ma­ba FT pun ter­bi­lang ru­mit ka­re­na ber­ben­tuk bu­rung ra­ja­wa­li warna-warni dan ha­rus di­sa­tu­ kan se­krup dan ba­ut, “Untuk membuat cocard ini saja saya rasa sulit.” Winda, maba Pendidikan Sejarah, berpendapat bahwa penugasan terlalu menyusahkan. “ Ospek ribet. Peralatan yang dibawa banyak banget dan sulit,“ katanya. Se­be­nar­nya tak ha­nya me­re­ka yang meng­a­lam­i ke­su­lit­an ke­ti­ka me­nye­le­ sai­kan pe­nu­gas­an, Danu R. ,ma­ha­sis­wa Pendidikan Teknik Elektro, ju­ga me­ngeluh ka­r­ena ke­re­pot­an mem­ba­wa ba­rang yang ha­rus ia ba­wa dan ia bu­at. “Barangbarang buat ospek banyak. Untuk cocardnya lumayan rumit jadi, menyita banyak waktu,” ujarnya.

rajin, kita harapkan semua penugasan yang diberikan bisa dipenuhi,” jelas Vikar Radhika, Koordinator Sie Penegak Kedisiplinan (PK) FBS. Ba­gi Ma­ba FT yang ti­dak me­nye­ le­sai­kan pe­nu­gas­an ma­ka a­kan di­be­ri sank­si Sie Penegak Kedisiplinan (PK). Sanksi diberikan sesuai dengan jenis pelanggarannya. Pelanggaran ringan di antaranya tidak membawa penugasan dan terlambat. Pelanggaran berat seperti membawa senjata tajam dan rokok. “Untuk pelanggaran ringan jenis sanksi yang diberikan seperti menyebutkan visi misi FT dan UNY. Apabila pelanggaran tersebut dilakukan berulang-ulang, maka sanksi yang diberikan lebih berat, tingkatan hukuman dinaikkan. Sedangkan pelanggaran berat, Tak Patuh, Dapat Sanksi “Barangmaka panitia tidak akan Pem­b e­r i­a n sank­s i barang buat memberikan sertifikat ke­pa­da ma­ba, yang ti­ ospek banyak. Untuk kepada maba tersebut,” dak bi­sa me­nye­le­sai­ cocardnya lumayan rumit kata Bani Asrofudin, kan pe­nu­gas­an a­tau jadi, menyita banyak Koordinator FT. me­lang­gar per­a­tur­an waktu,” ujarnya. Ko­o r­d i­n a­t or Pe­ yang te­lah di­te­tap­kan, Danu R. man­d u Sank­s i (PS) se­o­lah men­ja­di ke­wa­jib­ Pend. Teknik FIP, Mashud Syahroni an di se­ti­ap ke­pa­ni­ti­a­an Elektro , menjelaskan tentang os­pek fa­kul­tas. Mes­ki ben­tuk pemberian sanksi kepada maba sank­si di se­ti­ap fa­kul­tas berbedayang melakukan kesalahan. Kalau beda, ta­pi ma­sih a­da sa­ja yang ha­rus kesalahan itu baru sekali dilakukan hanya meng­gu­na­kan bentakan. diberi peneguran dan menghimbau untuk Sie Ke­am ­ an­an dan Pe­ne­gak Ke­ tidak mengulangi lagi. Tapi, kalau sudah di­si­plin­an (KPK) Fa­kul­tas E­ko­no­mi ketiga kalinya,itu nanti ada penegakan (FE) memberlakukan aturan baru pada seperti bimbingan konseling. ospek tahun 2012, yaitu pencatuman Berbeda dengan fakultas lain, FIP poin di ser­ti­fikat os­pek. Se­ti­ap ma­ha­ tidak memberikan sanksi nyata. “Kalau sis­wa ba­ru men­da­pat­kan po­in se­ba­nyak di FIP ndak ada karena kita masih tetap 100 di a­wal pe­lak­sa­na­an os­pek. Ke­ti­ menjunjung tinggi humanisme,” kata ka me­re­ka me­lang­gar per­at­ ur­an os­pek Mashud. Walau begitu, dirinya yakin yang te­lah di­te­tap­kan, ma­ka ia a­kan kalau Peraturan Ospek akan tetap men­da­pat pe­ngu­rang­an po­in. “Ji­ka dipatuhi oleh maba. a­da ma­ba yang me­lang­gar per­a­tur­an, Tek­nis­nya, pen­ca­tat­an pe­lang­gar­an ma­ka po­in­nya a­kan di­ku­rang­i se­su­ai di­la­ku­kan o­leh PS di ti­ap gu­gus. Se­ti­ap de­ngan be­rat ri­ngan­nya pe­lang­gar­an,” gu­gus mem­pu­nyai pe­man­du sank­si. Ji­ka je­las Eni, Koordinator KPK FE. Namun, ma­ba ter­se­but ma­sih sa­ja meng­u­langi ke­ maba juga masih bisa menambah poin, sa­lah­an ma­ka a­kan a­da pem­be­ri­an sank­si “Apabila mereka aktif dalam rangkaian tam­bah­an. “I­tu a­da pro­se­dur­nya, se­per­ti acara Ospek Universitas dan Fakultas, surat pernyataan yang ditandatangani maka bisa mendapat tambahan poin serta Wakil Dekan III, agar tidak melakukan bisa mendapatkan semacam reward dari kesalahan lagi,” jelas Mashud. panitia,” tambahnya. Ke­pa­ni­ti­a­an PK di Fa­kul­tas Matematika Terkait dengan penugasan bagi maba, dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di­be­ panitia bermaksud melihat keseriusan da­kan men­ja­di Keamanan dan Kedisiplinan dari maba dalam menjalankan ospek di yang ju­ga ber­tu­gas un­tuk mem­be­ri sank­si. tingkat universitas dan fakultas. “Tapi, “Ya, sank­si­nya i­tu cu­ma mo­ti­va­si. Ka­lau kita pengen lihat di sini seberapa jauh di MIPA i­tu le­bih ke pen­di­dik­an ka­rak­ter, maba itu mau berdisiplin dan taat. mem­be­ri­kan se­ma­ngat. Ya, bi­ar le­bih se­ma­ Mereka kan masih di ngat lah,” ka­ta Danang Prasetyo Adi. 7 Agustus 2012. Mahsud Syahroni, men­je­las­kan ospek, paling nggak kita Nia Aprilianingsih pem­be­ri­an sank­si ke­pa­da ma­ba FIP yang me­la­ku­kan tugaskan. Kalau mereka Arif, Awal, Dini, Janti, Joseph, Najih, Neti, Septiadi, pe­lang­gar­an. memang orang yang Taufik, Yekti


I NFO OSPEK

edisi KHUSUS II ospek UNY 2012

Antusiasme Maba Menjelang Ospek

Maba Antre Kamar Mandi

Stanisasi UKM

Ma­ha­sis­wa ba­ru (maba) ter­li­hat sa­ ngat an­tu­si­as men­ja­lan­i os­pek ha­ri per­ ta­ma, Senin, (6/8). Noviana Hapsari, ma­ha­sis­wa ba­ru Pendidikan Biologi Internasional ter­li­hat su­dah ber­a­da di de­pan kam­pus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) se­jak pu­kul 04.45 WIB. Pa­da­hal, ma­ha­sis­wa i­ni ngla­ju da­ri Bantul. Me­nu­rut peng­a­ku­an Novi, ia ber­ang­ kat da­ri ru­mah se­jak pukul 04.00 WIB. Pa­da­hal, re­gis­tra­si ma­ha­sis­wa ba­ru di­mu­ lai pu­kul 05.00. Ia meng­a­ku hal ter­se­but di­la­ku­kan su­pa­ya dia ti­dak da­tang ter­lam­ bat. Se­hing­ga, ti­dak men­da­pat hu­kum­an dan sank­si da­ri Sie Kedisiplinan.

Pa­ra ma­ha­sis­wa ba­ru pu­tri ber­ba­ris di de­pan pin­tu ka­mar man­di mu­sho­la Ge­dung O­lahra­ga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY), Senin (6/8). An­tre­an pan­jang i­ni ter­ja­di ke­ti­ka pe­ lak­sa­na­an Ospek Universitas me­ma­suk­i wak­tu is­ti­ra­hat. Hal ter­se­but ter­ja­di ka­re­ na ha­nya ter­da­pat sa­tu ka­mar man­di pu­tri di mu­shola GOR. Pa­da­hal, pa­ni­tia os­pek su­dah mem­bu­at jad­wal is­ti­ra­hat os­pek se­ca­ra ber­gi­lir­an. Na­mun, hal ter­se­but ku­rang mem­ban­tu ka­re­na jum­lah ma­ha­ sis­wa ba­ru yang men­ca­pai ang­ka e­nam ri­bu o­rang. Ka­mar man­di yang ter­se­dia di mu­sho­la GOR pun ti­dak se­ban­ding de­ngan jum­lah ma­hasiswa ba­ru.

Dini Permata Sari

Nur Janti

Fo­rum Ko­mu­ni­ka­si U­nit Ke­gi­at­an Ma­ ha­sis­wa (FK UKM) U­ni­ver­si­tas Ne­ge­ri Yogyakarta (UNY) meng­a­da­kan stan­i­sa­si UKM. Ber­tem­pat di ru­ang par­kir de­pan Stu­dent Center (SC) UNY, ke­gi­at­an i­ni di­ren­ca­na­kan ber­lang­sung se­la­ma em­pat ha­ri, da­ri Senin hing­ga Kamis (6-9/8) mu­lai pu­kul 16.00 -22.00 WIB. Sta­ni­sa­si UKM ber­tu­ju­an un­tuk me­ nyo­si­al­i­sa­si­kan UKM ke­pa­da ma­ba UNY 2012. “De­ngan ke­gi­at­an i­ni, sa­ya da­pat me­ nge­nal be­be­ra­pa UKM yang a­da di UNY,” ung­kap Mita, ma­ba ju­rus­an Pendidikan Bahasa Inggris. Se­la­in i­tu, stan­i­sa­si yang di­i­kut­i o­leh tu­juh be­las UKM i­ni di­ha­rap­ kan men­ja­di sa­ra­na yang da­pat mem­per­e­rat hu­bung­an an­tar UKM UNY.

Pada hakikatnya, penugasanpenugasan yang diberikan kepada para maba untuk ospek adalah segala sesuatu yang menjadi kebutuhan para maba ketika mereka menjalani ospek tersebut. Ospek sendiri sudah menjadi ritual yang cukup melelahkan bagi para maba mengingat kepadatan aktivitas yang harus dijalani. Jadi, suatu kemubahan jika penugasan yang diberikan bukan lagi berdasar atas kebutuhan bagi para maba, namun melenceng menjadi sebuah beban dan pemborosan. Ke­cen­de­rung­an di a­tas (ma­sih) ter­ li­hat pa­da os­pek UNY ta­hun 2012 i­ni. Di be­be­ra­pa fa­kul­tas ma­sih terdapat penugasan-penugasan yang berujung pada bertambahnya beban maba. Di Fakultas Teknik misalnya, para maba mengeluhkan penugasan yang dirasa rumit untuk dibuat, semisal topi wayang, cocard berbentuk rajawali dengan aksesoris baut dan sekrup, dan atribut-atribut lainnya. Panitia Ospek Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

tidak ketinggalan menugasi para mabanya dengan topi toga yang dibuat dari kertas. Sangat disayangkan mindset panitia terkait penugasan masih berupa atribut-atribut yang semarak, namun sesungguhnya membebani maba. Atas nama kreativitas, mereka seakan lupa pada padatya jadwal ospek dan banyaknya uang yang harus dikeluarkan untuk membuat atau membeli barang penugasan tersebut. Peran panitia ospek untuk menyusun penugasan-penugasan yang tepat guna sangat disoroti di sini. Pemberian penugasan yang berat adalah bentuk senioritas klasik yang sudah membudaya, tidak hanya di UNY. Namanya saja sudah menjadi budaya: sangat susah untuk dihilangkan. Tapi, bukannya tidak mungkin untuk sedikit demi sedikit diubah. Dibutuhkan mindset dan tindakan yang mendasar bagi panitia ospek tahun mendatang untuk tidak lagi memberi penugasanpenugasan yang tidak penting! Redaksi

Pimpinan Proyek Akhmad Muawal H | Sekretaris Neti Mufaiqoh | Bendahara Dwi Handari | Redaktur Pelaksana Nur Janti | Redaktur Dini Permatasari, Nia Aprilianingsih, Nimas M Firdausa, Nur Janti, Zaenal Abidin | Reporter Arif, Awal, Dini, Ebma, Janti, Joseph, Najih, Neti, Septiadi, Taufik, Yekti | Redaktur Foto Rahadian Rahmad | Artistik Sofwan Makruf | Produksi Irfah Lihifdzi A | Iklan F Abi Utomo, Siti Khanifah, Nia Aprilianingsih | Sirkulasi Septiadi Setia W | Alamat Gedung Student Center Lt. 2 Karangmalang Yoyakarta 55281 | Email lpm_ekspresi@yahoo.com | Web ekspresionline.com | Redaksi menerima artikel, opini dan surat pembaca. Redaksi berhak mengedit tulisan tanpa mengubah isi.

Peraturan ospek sudah sesuai. Namun, yang menyampaikan peraturan terlalu sepaneng, membuat maba menjadi tegang. Estriana Pendidikan Bahasa Inggris

M ABA BICARA

Cukup Sudah Penugasan-Penugasan yang Tidak Penting

Ospek terlalu menguras tenaga. Bikin tenggorokan jadi kering. Shella Huta Briana Pendidikan Seni Tari

Jangan terlalu repot buat perlengkapan ospeknya. Kasihan mabanya. Rinto Alfiantoro Pendidikan Teknik Elektro

Penugasan Ospek Tidak Bermanfaat Ospek tahun 2011, masing-masing fakultas di UNY memberikan barbagai macam penugasan. Tugas-tugas tersebut dinilai menyusahkan maba. Padahal, Wakil Rektor III sudah menghimbau untuk tidak memberikan penugasan kepada mahasiswa baru. Penugasan ospek pun dirasa tidak membawa manfaat bagi maba. Selain itu, penugasan juga dinilai menjadi ladang bisnis. EXPEDISI OSPEK I 2011.

O SPEK TEMPO DOELOE

E DITORIAL

Zaenal Abidin

Faqihuddien Abi Utomo

3


P ERSEPSI

edisi KHUSUS II OSPEK unY 2012

Rugi, Mahasiswa Tanpa UKM

U

­ it Ke­gi­at­an Ma­ha­sis­wa (UKM) n me­ru­pa­kan me­dia be­la­jar ba­gi pa­ra ma­ha­sis­wa yang fung­si­nya un­tuk me­ngem­bang­kan mi­nat, ba­kat, dan ke­ge­mar­an ma­ha­sis­wa. UKM ju­ga ber­fung­si se­ba­gai wa­dah un­tuk me­lak­ sa­na­kan ke­gi­at­an eks­tra­ku­li­ku­ler di per­gu­ru­an ting­gi se­ba­gai pe­leng­kap pe­nge­ta­hu­an yang men­du­kung pem­ be­la­jar­an a­ka­de­mik di kam­pus. De­ngan ke­bi­a­sa­an ma­ha­sis­wa yang si­buk de­ngan wak­tu un­tuk ku­li­ah, be­ la­jar, dan ber­ke­gi­at­an di UKM, da­pat me­la­tih ma­ha­sis­wa un­tuk mem­ba­gi wak­tu. Hal ter­se­but ka­re­na ma­ha­sis­wa yang meng­i­kut­i UKM te­lah ter­bi­a­sa un­tuk meng­a­tur wak­tu an­tar­a ku­li­ah dan ber­ke­gi­at­an. Se­la­in i­tu, meng­i­ku­ti UKM ju­ga a­kan mem­bu­at ki­ta ter­bi­a­sa be­ker­ja da­lam team­work dan di­ha­dap­kan pa­da su­a­sa­na kom­pe­ti­si. Ke­gi­at­an UKM da­ pat me­nam­bah soft­skill me­re­ka, yang sa­ngat ber­man­fa­at di ke­mu­di­an ha­ri. Se­se­or­ ang yang ku­li­ah di ju­rus­an Ma­te­ma­ti­ka mem­bu­tuh­kan a­tau bah­ kan me­mi­lik­i ke­te­ram­pil­an di bi­dang se­ni vo­kal a­tau lu­kis. Wa­lau­pun ti­dak ber­hu­bung­an, ke­mam­pu­an yang de­mi­ ki­an i­tu ter­ka­dang ju­ga di bu­tuh­kan da­lam du­nia ker­ja. Ke­te­ram­pil­an se­ ma­cam i­tu, bi­sa di­da­pat da­ri meng­ik ­ ut­i ke­gi­at­an UKM. Ber­d a­s ar­k an la­p or­a n Dir­j en Pendidikan Tinggi (Dikti), setiap tahun

pengangguran intelektual Indonesia meningkat 20 persen. Hal itu, disebabkan rendahnya softskill atau keterampilan di luar kemampuan kompetensi utama para sarjana. Angka pengangguran intelektual mencapai 740 ribu pada tahun 2006. Sarjana yang menganggur pada tahun 2008 dilaporkan mencapai 900 ribu sarjana. Indonesia setiap tahun mencetak 300 ribu orang sarjana. Sebanyak 2.900 perguruan t i n g g i n e ­g e ­r i dan swas­t a di Indonesia se­ ti­a p ta­h un me­lu­lus­kan se­ki­tar 300 ri­bu sar­jana. Na­mun, ti­ dak se­m ua lu­l us­a n ter­ tam­pung di du­nia ker­ja, ar­ti­nya ba­nyak di an­ta­ra­nya men­ja­di peng­ Repro. Sofwan | Expedisi ang­gur­an. Di Indonesia, sa­at i­ni ter­da­pat se­ti­dak­nya 24.457 o­rang sar­jana pe­ngang­gur­an. Se­dang­kan, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei tenaga kerja setiap tahunnya pada bulan Februari dan Agustus. Dari jumlah tersebut, pengangguran dengan gelar sarjana

Kunjungi portal berita kami di ekspresionline.com untuk tahu kabarkabar di Kampus UNY.

Dan follow kami @ekspresionline

4

sekitar 12,59% dari jumlah pengangguran pengangguran pada umumnya. Hal tersebut ditengarai karena para pengangguran bergelar sarjana tersebut, merupakan sarjana yang pada saat perkuliahan hanya menguasai bidang akademik tanpa diseimbangkan dengan bidang lain yang mendukung. Hal ter­se­but me­nun­juk­kan pen­ ting­nya me­mi­lik­i ke­mam­pu­an la­in se­lain ke­mam­pu­an a­ka­de­mik. Na­ mun, ke­mam­pu­an yang ber­si­fat non a­ka­de­mik se­per­ti yang a­da di UKM. Ini pun sa­ngat di per­lu­ kan un­tuk men­du­kung ka­ ri­er di masa depan. Tidak bisa dipungkiri bahwa UKM menyumbangkan damapak-dampak positif un­tuk per­kem­bang­an pi­ kir­an menuju kedewasaan dan menambah pengalaman mahasiswa. Jelaslah sudah bahwa UKM bermanfaat bagi mahasiswa. Bahkan, jika kita kaji ulang, dampak negatif yang ditimbulkan oleh UKM sangat sedikit atau bahkan bisa dikatakan tidak ada kerugiannya bagi mahasiswa. Oleh karena itu, sangat rugi bila kuliah hanya untuk memikirkan hal akademik saja, tanpa ada dukungan dari kemampuan yang bersifat non akademik. Nimas M Firdausa

SPACE IKLAN INI, HANYA UNTUK ANDA YANG USAHANYA INGIN SUKSES! Berminat? Hubungi Nia Aprilianingsih 085743733434


Buletin Expedisi Edisi Khusus II Ospek UNY 2012 - Penugasan Ospek, Persulit Maba