__MAIN_TEXT__
feature-image

Page 1

EKSPO ULBAR e-Tabloid | Edisi I | April 2020

Agus Ambo Djiwa Bupati Pasangkayu

Pandemik Covid-19

Jangan Tutup Masjid, Tapi Batasi Jemaah PASANGKAYU (EKSPOSSULBAR) — Masyarakat Pasangkayu diminta untuk menaati segala imbauan pemerintah. Termasuk larangan berjemaah dirumah ibadah. Mengingat kabupaten paling utara Sulbar ini sudah berstatus zona merah. Ke Halaman 6

E D I S IN

Pemkab Pasangkayu Serahkan LKPJ Ke DPRD PASANGKAYU (EKSPOSSULBAR) — Pemkab Pasangkayu menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) 2019 ke DPRD Pasangkayu. Melalui sidang paripurna yang digelar, Jumat 3 Maret. Hadir mewakili Bupati Pasangkayu, Sekkab Firman. Hadir pula para asisten dan sejumlah kepa-

la OPD. Dalam kesempatan itu, Firman menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2019 sebesar 98,99 persen atau sebesar Rp. 880,08 milyar. Dari target sebesar Rp. 889,07 milyar. Ke Halaman 6

Halaman 2

Petugas Kebersihan Tetap Ikhtiar Jalankan Tugas

Pemerintah Keluarkan Social Safety Net, Pemprov Sulbar Gelar Rapat Halaman 5

Polres Mamasa Bubarkan Warga yang Suka Nongkrong EDISI I | APRIL 2020

MAMUJU (EKSPOSSULBAR) — Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan upaya mengatasi dampak yang ditimbulkan dari penyebaran Covid-19, yaitu dengan melakukan penguatan jaring pengaman sosial (Social Safety Net).

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemprov Sulbar menggelar rapat koordinasi jaring pengaman sosial penanganan Covid-19 di Sulbar, Kamis 16 April 2020. Ke Halaman 6


EKSPOS MAMUJU EKSPOS SULBAR | HALAMAN 2

Ditengah Pandemik Corona

Petugas Kebersihan Tetap Ikhtiar Jalankan Tugas MAMUJU (EKSPOSSULBAR) — Meski ditengah wabah covid-19, tidak mengurungkan semangat petugas kebersihan Dinas Lingkungan hidup dan kebersihan kabupaten Mamuju. Petugas kebersihan tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Terpantau, Jumat, 17 April 2020 lima puluh orang berseragam orange terjun ke bawah jembatan di jalan Kurungan Bassi dan jalan Baharud-

din lopa guna membersihkan saluran air agar tetap bersih dan tidak tertumpuk sampah. “Hanya sedikit perubahan skenario jadwal tugas bagi anggotanya dalam melakukan pembersihan kota, selebihnya masih pada format yang sama,” ujar Kepala DLHK Mamuju Hamdhan Malik. Menyikapi pandemi virus Corona, Hamdhan secara khusus mengin-

struksikan tiap petugas yang diterjunkan untuk tetap menggunakan masker dalam bekerja dalam upaya mencegah penularan covid-19. Terpisah, salah seorang petugas kebersihan Nasbar (39) mengatakan, meski ada rasa takut terhadap virus corona. Namun ia mengaku rasa tanggungjawab atas tugasnya lebih besar dari ketakutan terhadap ancaman virus covid-19. Sehingga semua petugas tetap berikhtiar

menjalankan kerjanya. “Ya takutki juga pak tapi maumi diapa. Harus tetap ada yang membersihkan karena ini juga caranya menghindari corona kalau bersih apa-apa” kata petugas yang sejak 2009 mengabdi di DLHK ini. ia pun berharap agar kasus corona dapat segera berlalu sehingga semua bisa kembali pulih dan beraktifitas sebagaimana biasanya. (hms/*)

Ombudsman Sulbar: Kepala Desa Tak Boleh Asal Ganti Perangkat Desa MAMUJU (EKSPOSSULBAR) — Dengan maraknya pergantian perangkat desa di berbagai tempat, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Barat, Lukman Umar mengimbau kepada para kepala desa untuk tidak seharusnya mengganti perangkatnya dengan alasan kepentingan ataupun kepuasan pribadinya (15/04/2020). “Pergantian perangkat desa tidak boleh asal dilakukan semau hati kepala desa semata. Karena tidak sesuai dengan kehendak pribadi misalnya, tiba-tiba perangkat desa dicopot lalu diganti yang sesuai dengan kemauannya sendiri.” Menurutnya, dalam mengangkat ataupun memberhentikan perangkatnya, kepala desa harus mengacu pada

peraturan dan perundang-undangan yang ada. “Padahal sudah ada regulasinya yang jelas. Mulai dari Undang-undang, Peraturan Pemerintah, sampai bahkan ada beberapa daerah yang menurunkannya menjadi Peraturan Daerah. Seperti misalnya pada Permendagri Nomor 67 tentang Perubahan Atas Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, di sana sudah sangat jelas mekanismenya.” Lukman juga membenarkan kalau saat ini sudah ada beberapa masyarakat yang mengadu ke Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Barat terkait dengan pergantian perangkat desa tersebut. “Iya benar. Saat ini, kami sedang men-

indaklanjuti beberapa laporan masyarakat perihal pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa ini. Bahkan kejadian tersebut terjadi di hampir semua kabupaten di Sulawesi Barat, ” tutupnya. (rls/*)

Lukman Umar

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Barat. EDISI I | APRIL 2020


EKSPOS PASANGKAYU EKSPOS SULBAR | HALAMAN 3

Pandemi Covid-19, Pemkab Siapkan Rp2,7 M untuk JPS PASANGKAYU (EKSPOSSULBAR) – Pemkab Pasangkayu telah melakukan berbagai langkah pencegahan penularan Covid-19. Juga langkah antisipasi dampak ekonomi selama masa Pandemi ini. Salah satunya dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp.2,7 milyar untuk program jaring pengaman sosial (JPS). Itu diungkapkan oleh pelaksana harian Gugus Tugas Firman saat vid-

io confrence dengan Kepala Perwakilan BPKP Sulbar, dan Sekda se-Sulbar, Rabu 8 April 2020. Sekkab Pasangkayu itu menyampaikan program JPS ini dalam bentuk pemberian bantuan sembako kepada masyarakat miskin, yang dinilai paling terdampak dengan adanya kebijakan social distancing. Bakal direalisasikan pada pertengahan Ramadhan nanti. Kata dia, anggaran JPS ini berasal

dari hasil refocusing kegiatan yang ada di OPD. Berupa pemangkasan anggar perjalanan dinas dan rapat-rapat selama satu triwulan. “Dari refocusing, kami berhasil mengumpulkan anggaran sekira Rp. 14 milyar. Nah Rp. 2,7 milyar untuk JPS, dan selebihnya dialokasikan ke bidang kesehatan” sebutnya. Terang dia, untuk sementara alokasi anggaran hasil refocusing hanya pada bi-

dang kesehatan dan JPS, sementara untuk pemulihan ekonomi bakal dialokasikan pasca Pandemi Covid-19 ini. “Menurut kami yang paling penting saat ini adalah penanganan bidang kesehatan dan JPS, sementara pemulihan ekonomi dilakukan setelah melihat perkembangan penularan Covid-19 kedepan. Saya juga berharap ada penanganan terpadu se-Sulbar dalam pencegahan Covid-19,” pungkasnya. (has)

VIDEO CONFRENCE. Pelaksana harian Gugus Tugas Firman saat Video Confrence dengan Kepala Perwakilan BPKP Sulbar, dan Sekda se-Sulbar, Rabu 8 April 2020.

Gugus Tugas Distribusi APD dan Pantau Posko Perbatasan PASANGKAYU (EKSPOSSULBAR) — Penguatan infrastruktur dalam rangka pencegahan Covid-19 terus dimassifkan Gugus Tugas di Pasangkayu. Salah satunya melalui upaya melengkapi segala kebutuhan alat kelengkapan kesehatan untuk para petugas medis. Rabu 1 Maret, Sekkab Firman mewakili Bupati Agus Ambo Djiwa selaku Ketua Gugus Tugas mendistribusikan alat pelindung diri (APD) ke puskesmas-puskesmas yang ada di Pasangkayu. Disertai dengan pendistribusian rapid test. Firman mengungkapkan saat ini pihaknya mendisitribusikan sebanyak 75 APD. Masing-masing puskesmas mendapat 5 APD dan 10 pcs rapid test. “Untuk sementara kami distribusikan 75 APD untuk 15 puskesmas yang ada di Pasangkayu. IniAPD yang ada di BPBD. Saat ini kami masih sementara proses pengadaan 75 APD lagi. Kami berharap penanganan dan identitikasi penularan Covid-19 bisa semakin maksimal ditingkat puskesmas ” terangnya saat menyerahkan APD secara simbolis di Puskesmas Martajaya Setelah mendistribusikan OPD Sekkab Firman didampingi Kepala BPBD, EDISI I | APRIL 2020

asisten, anggota DPRD Pasangkayu, dan para kepala OPD lainnya melakukan pemantauan di posko screening di perbatasan Sarjo dan Donggala Sult-

eng. Disana Gugus Tugas memantau langsung proses screening para pelintas perbatasan. “Saya minta intens komunikasi dan

koordinasi mengenai kondisi lapangan. Sehingga kita dapat cepat bergerak untuk melakukan penanganan” pesannya kepada para Kepala puskesmas.(has)


EKSPOS MAJENE EKSPOS SULBAR | HALAMAN 4

Gencarkan Lakukan Sosialisasi Cegah Penyebaran Virus Covid-19

Kali ini Sat Lantas Polres Majene Sambangi Pegadaian MAJENE (EKSPOSSULBAR) – Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, Satgas Preemtif operasi Keselamatan Siamasei 2020 Polres Majene rutin memberikan imbauan kepada masyarakat terkait bahaya penyebaran virus corona.

Salah satunya adalah dengan melakukan penyuluhan tentang pencegahan dan pemutusan Mata RantaiWabah Virus Corona (Covid-19) di kantor Pegadaian majene, Jumat 17 April 2020) Ops Keselamatan biasanya melakukan kegiatan untuk meningkatkan ke-

sadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. “Tapi berhubung merebaknya virus Corona maka kegiatan di prioritaskan pada penanggulangan dan pencegahan Covid-19,” ujar Kasat Lantas Iptu Muslim Aslim.

Selain penyuluhan kepada masyarakat, Satgas preemtif Ops Keselamatan Siamasei 2020 Polres Majene juga membagikan selebaran atau pamflet yang berisi imbauan dilarang mudik selama pandemik corona serta edukasi terhadap bahaya virus corona. (hps/*)

Pelanggan Listrik 450 VA di Ulumanda dan Malunda Dapat Token Listrik Gratis MAJENE (EKSPOSSULBAR) - Sebelumnya lima kecamatan sudah diberikan, kini giliran masyarakat Malunda dan Ulumanda juga mendapatkan token listrik gratis. Khususnya untuk pelanggan 450 VA dan juga mendapat diskon 50 persen bagi pelanggan 950 va kode subsidi. Hal tersebut menindak lanjuti Instruksi Presiden RI sebagai kompensasi Pandemi Covid-19. Penyerahan dilakukan di Aula Kantor Camat Malunda, Kamis 16 April 2020. Selain Bupati Majene, Sekretars Dinas Sosial, Camat Malunda, Camat Ulumanda, Kepala PLN Cabang Majene, Para Lurah, Kades se Kecamatan Malunda dan Ulumanda hadir pada acara penyerahan tersebut. Bupati Majene, Fahmi Massiara mengatakan sejak Senin lalu, token listrik gratis telah disalurkan di tiap Kecamatan. Kebijakan Pemerintah pusat tersebut sebagai kompensasi atas pandemik corona yang menyebabkan banyak aktifitas yang lumpuh. Termasuk berimbas kepada warga masayarakat yang ke-

hilangan pendapatan. Selain listrik gratis bagi pelanggan 450 VA, pemerintah pusat juga menginstruksikan pembagian BLT bagi warga yang tidak tercover dalam jatah pemerintah pusat. “Kita saat ini sudah melakukan pergesaran anggaran untuk pemberian BLT bagi warga yg tdk terdata di pusat” terangnya. Fahmi juga mengaku bersyukur Majene sudah kembali ke Zona Hijau. Meski demikian yang perlu diantisipasi pendatang yang masuk kewilayah Majene. Fahmi berharap masyarakat tidak perlu panik berlebihan. “Kadang kala ada warga dikampungnya masuk, langsung diusir keluar. Padahal mereka belum tentu terpapar virus. Kecuali yang berasal dari Zona Merah, ini yang harus melakukan isolasi mandiri dirumahnya selama 14 hari atau ada tempat Isolasi yang disiapkan oleh Pemerintah dan tidak boleh berbaur dulu dengan lainnya,” terangnya kepada masyarakat. (hms/*)

Berikut Data Penerima Token Gratis: KECAMATAN MALUNDA: 1 Kelurahan Malunda = 57 Pelanggan 2. Kelurahan Lamungan Batu = 63 Pelanggan. 3. Desa Bambangan = 40 Pelanggan 4. Desa Kayuangin = 69 Pelanggan 5. Desa Lombong = 95 Pelanggan 6. Desa Lombang = 100 Pelanggan 7. Desa Lombong = 51 Pelanggan 8. Desa Lombong Timur = 16 Pelanggan 9. Desa Maliaya = 56 Pelanggan 10. Desa Mekkatta = 56 Pelanggan 11. Desa Mekkatta Selatan = 40 Pelanggan 12. Desa Salutahonang = 4 Pelanggan TOTAL = 647 Pelanggan KECAMATAN ULUMANDA: 1. Desa Kabiraan = 119 Pelanggan 2. Desa Panggalo = 44 Pelanggan. 3. Desa Popenga = 2 Pelanggan 4. Desa Salutambung = 44 Pelanggan 5. Desa Sulai = 18 Pelanggan 6. Desa Sambabo = 129 Pelanggan 7. Desa Tandeallo = 169 Pelanggan 8. Desa Ulumanda = 1 Pelanggan TOTAL = 526 Pelanggan

EDISI I | APRIL 2020


EKSPOS MAMASA EKSPOS SULBAR | HALAMAN 5

Cegah Penyebaran Virus Corona

Polres Mamasa Bubarkan Warga yang Suka Nongkrong MAMASA (EKSPOSSULBAR) Polres Mamasa Laksanakan Patroli dan Pembubaran titik Kumpul Masyarakat serta penyampaian himbauan maklumat Kapolri terkait penyebaran Virus COVID-19 di Kab. Mamasa, Sabtu 18 April 2020. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh KBO Sat Intelkam Polres Mamasa, IPDA MUH. ILYAS. Sebelumnya Muh Ilyas melakukan apel kesiapan dengan arahan kegiatan

yang dilaksanakan merupakan rangkaian tindak lanjut maklumat Kapolri terkait pencegahan penyebaran COVID-19. “Kegiatan yang akan dilaksanakan ialah melakukan pembubaran jika ada kegiatan masyarakat yang menghadirkan orang banyak dengan cara memberikan himbauan terkait penyebaran COVID-19, terangnya. Lanjut Ilyas, Dalam pelaksanaan nantinya agar tetap menjaga kese-

Bhabinkamtibmas Rutin Pantau Posko Covid-19 MAMASA (EKSPOSSULBAR) Bhabinkamtibmas Polres Mamasa melaksanakan Pam di posko pelayanan Terpadu pemeriksaan kesehatan guna mencegah penyebaran virus covid 19, Jumat 17 April 2020. Posko pelayanan ini tergabung dari TNI, Polri, Kesehatan Staf Kecamatan, Dishub, Satpol, BPBD, Staf Kelurahan yang berada tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Mamasa dan Tana Toraja. EDISI I | APRIL 2020

Dalam kegiatan ini setiap pengendara yang melintas didepan posko masuk ke wilayah Mamasa akan diberhentikan, kemudian diarahkan untuk mencuci tangan kemudian pemeriksaan identitas, suhu badan dan penyemprotan kendaraan dengan cairan desinfektan. Masyarakat juga diimbau bilamana ada yg berasal dari daerah yang paparan Virus Covid 19 agar melapor kepada pemerintah dan wajib menggunakan masker. (hps/*)

lamatan dan kesehatan dalam hal ini jaga jarak saat melaksanakan kegiatan. Sasaran kegiatan penyampaian imbauan ini terkait penyebaran COVID-19 dilaksanakan di beberapa tempat antara lain Pusat Perbelanjaan dan Warkop yang ada di Kabupaten Mamasa. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan pelaksanaan pembubaran ialah paskah pelaksanaan imbauan yang telah disampaikan sesuai dengan Maklumat

Kapolri Nomor: Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (COVID-19). “Jika maklumat kapolri tidak diindahkan atau menghalangi tugas kepolisian terkait Maklumat maka dapat dilakukan tindakan kepolisian sebagaimana di atur dalam pasal 212 KUHP, Pasal 216 ayat 1 dan pasal 218 KUHP,� tegas KBO Sat Intelkam Polres Mamasa. (hps/*)


SAMBUNGAN EKSPOS SULBAR | HALAMAN 6

Pemkab Pasangkayu Serahkan LKPJ Ke DPRD > dari Halaman 1 Terdiri dari PAD terealisasi 96,42 persen atau sebesar Rp. 44,49 milyar, dana transfer terealisasi 98,22 persen atau sebesar Rp. 796,23 milyar dan pendapatan lain-lain yang sah terealisasi 121,97 persen atau sebesar Rp. 39,36 milyar.

Sementara pembelanjaan daerah terealisasi tahun 2019 sebesar 96,35 persen atau sebesar Rp. 781,179 milyar dari target belanja sebasar Rp. 810,773 milyar. Terdiri dari belanja operasi terealisasi 96,51 persen atau sebesar Rp. 479,15 milyar, belanja modal terealisasi 95,30 persen atau sebesar Rp. 288,38 milyar,

belanja tak terduga terealisasi 67,81 persen atau sebesar Rp.753,46 persen, dan transfer dana desa terealisasi 100 persen atau sebesar Rp.110,12 milyar. “ Program pembangunan tahun 2019 mengacu pada program Nawa Jiwa. Kinerja keuangan tahun 2019 pun cukup baik. Saya berharap pembahasan LKPJ dapat berjalan baik dan lancar.

Pemkab pun siap mendukung penuh pembahasannya selama di DPRD” terang Firman Diketahui, penyelenggaraan urusan desentralisasi pada tahun 2019 telah menyerap anggaran sebesar 94,31 persen atau sebesar Rp. 486,73 milyar dari rencana alokasi belanja langsung sebesar Rp.516,12 milyar. (has)

Jangan Tutup Masjid, Tapi Batasi Jemaah > dari Halaman 1 Itu disampaikan oleh Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa saat tatap muka dengan sejumlah pemuka agama, Selasa 14 April. Hadir pula Sekkab Firman dan para unsur pimpinan Forkopimda. Sambung dia, masyarakat Pasangkayu diharap tidak menganggap remeh segala kebijakan pemerintah terkait pencegahan Covid-19. Sebab ini men-

yangkut keselamatan bersama. Namun begitu, terkait larangan ibadah berjemaah tidak dimaknai menutup secara total rumah ibadah. Tapi membatasi jumlah jemaah maksimal lima orang. ” Jadi jangan tutup total masjid. Tetap ada adzan. Pengurus masjid tetap shalat di masjid tapi jemaahnya jangan melebihi lima orang. Saya harap ini bisa diikuti. Demi mencegah penularan Covid-19. Saya ingatkan kita saat

ini sudah zona merah” tegasnya. Kata dia, pengurus rumah ibadah dan pemuka agama diharap tidak hanya mengikuti imbauan itu, tapi turut aktif melakukan sosialisasi ke jemaahnya. Agar masyarakar benar-benar memahami dan tidak menyalah artikan kebijakan pemabatasan ibadah berjemaah itu. ” Disini dibutuhkan kesadaran kolektif, bahwa kita semua bertanggung jawab menyelamtkan diri kita,

keluarga, tetangga dan masyarakat Pasangkayu secara luas dari penularan Covid-19. Kami sangat butuh bantuan para pemuka agama,dan pengurus rumah ibadah untuk mensosialisasilan kebijakan ini” harapnya. Untuk diketahui hingga saat ini, di Pasangkayu masyarakat positif Covid-19 satu orang, pasien dalam pengawasan (PDP) dua orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) 229 orang. (has)

Pemerintah Keluarkan Social Safety Net, Pemprov Sulbar Gelar Rapat > dari Halaman 1 Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan, Covid-19 tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan saja, na-

mun juga pada aspek sosial, ekonomi dan lainnya. “Pemerintah daerah harus serius dalam melakukan jaring pengaman sosial, agar tidak menimbulkan permasalahan baru di kalangan masyarakat,” katanya.

Dalam upaya penguatan jaring pengaman sosial,Ali Baal menyatakan, pemerintah menyediakan berbagai kebijakan dengan pemberian bantuan sosial bagi warga Indonesia di tengah pandemi virus corona, yang menurutnya hal itu terdapat

beberapa program bantuan dari pemerintah daerah senada dengan pemerintah pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Padat Karya Tunai untuk warga masyarakat kategori miskin dan hampir miskin. (hms/*)

Pandemi Covid-19, Pemkab Pasangkayu Musrenbang Online PASANGKAYU(EKSPOSSULBAR) – Ada yang berbeda dengan pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) dalam rangka penyusunan RKPD Pemkab Pasangkayu tahun 2021, Kamis 16 April. Tahun ini, Musrenbang tidak di gelar secara seremonial dengan mengumpulkan banyak orang dalam satu ruangan. Namun digelar via online melalui vidio confrence (vidcon). Dilakukan karena dalam situasi pandemi Covid-19. Melalui vidcon, masing-masing peserta Musrenbang berbicara melalui live vidio dari ruangan kantornya masing-masing. Peserta Musrenbang sendiri terdiri dari Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Wakil Bupati Muhammad Saal, Sekkab Firman, Ketua dan anggota DPRD Pasangkayu, un-

I S K A D E R

Alamat Redaksi: Jl. Martadinata, Mamuju Jl. Andi Depu, Pasangkayu

sur pimpinan Forkopimda, para kepala OPD, dan Camat se-Pasangkayu. Juga menghadirkan pembicara dari Puslitbang Kebijakan dan Manejemen Unhas, serta Kepala Bappeda Sulbar. Bupati Agus yang membuka acara itu mengaku mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang itu meski dilakuka via vidcon. Walaupun dalam kondisi serba terbatas ia berharap pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan berhasil merumuskan program kerja yang dibutuhkan oleh masyarakat yang sesuai dengan visi misi bupati dan wakil bupati. Diterangkannya, perumusan program pembangunan tahun 2021 dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan untuk menuntaskan sembilan agenda pokok (nawa jiwa) dengan tetap memegang prinsip rumusan preoritas

(money follow program). Sehingga, Musrenbang kali ini yang mengangkat tema ‘peningkatan SDM dan SDA untuk mendorong kesejahteraan masyarakat yang berkualitas’ mesti bisa dijabarkan baik oleh para OPD. Dirumuskan dalam bentuk program nyata dan benar-benar menjawab persoalan dilapangan. ” Peningkatan SDM penting dilakukan untuk memaksimalkan pengelolaan SDA kita yang begitu melimpah. Agar persoalan kesenjangan yang begitu jauh antara masyarakat pesisir dan pegunungan bisa teratasi. Di usia Pasangkayu yang ke 17 ini saya harap bisa semakin baik dan maju. Kebersamaan,kekompakan dan sinergitas selalu terbangun. Kita juga berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir” harapnya.

Dikesempatan yang sama, Sekkab Firman menyampaikan bahwa rumusan tema pembangunan tahun 2021 telah disesuaikan dengan tema pembangunan provinsi dan nasional. Sementara penekanan pelaksanaan nawa jiwa di tahub 2021 terletak pada dua poin utama. Yakni pembangunan SDM berbasis keterampilan, kemudian mendorong nilai tambah pada sektor manufaktur dan pertanian. ” Realisasi sasaran ekonomi tahun 2018, dan 2019 menunjukan angka pertumbuhan sesuai target. Namun dipastikan melambat pada tahun 2020 disebabkan pandemi Covid-19. Namun kita akan tetap berikhtiar agar visi misi bupati dan wakil bupati bisa dituntaskan dengan baik di tahun 2021″ terangnya. (has)

Direktur Utama: Herman Mochtar

Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi: Herman Mochtar

Fotografi: Erwin

Direktur: Hasnur

Wakil Pemimpin Redaksi Hasnur

Layouter/IT: Ardhi

Manager Administrasi dan Keuangan: Fitria

Redaktur Pelaksana: Sudirman Al Bukhori

Manager Iklan dan Sponsorship Syahrul

Reporter: Abdul Komar, M. Ridwan J, Syahrul, Nur, Ardy

www.ekspossulbar.com EDISI I | APRIL 2020


KOTA PASANGKAYU EKSPOS SULBAR | HALAMAN 7

Tanggap Darurat, Imbauan Tidak Berjemaah Harap Diindahkan PASANGKAYU (EKSPOSSULBAR) – Gugus Tugas pencegahan Covid-19 di Pasangkayu kembali menggelar rapat bersama membahas efektifitas langkah pencegahan penularan virus berbahaya itu. Kali ini terkait penegasan tentang larangan ibadah berjemaah di tempat-tempat ibadah. Sebagaimana tertuang dalam surat himbauan Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa. Hadir dalam kesempatan itu Sekkab Firman, Kapolres Matra AKBP. Leo H Siagian, Kepala Kemenag Pasangkayu Mustafa, Ketua MUI Pasangkayu

Maslim Halimin, Camat, Lurah, dan sejumlah kepala OPD. Mewakili Bupati Pasangkayu, Sekkab Firman menyayangkan sejumlah rumah ibadah tidak mengindahkan himbauan larangan ibadah berjemaah ini. Padahal kini ancaman penularan Covid-19 semakin mengkhawatirkan. Pasangkayu kini meningkatkan status dari siaga darurat ke tanggap darurat. “Perkembangan terakhir infonya di Mamuju Tengah (Mateng) sudah ada yang positif, begitu juga di Palu. Kita telah diapit oleh dua daerah dalam zona merah. Makanya kita mesti memiliki ke-

sadaran bersama untuk mencegah virus itu masuk ke Pasangkayu. Salah satunya hindari berkumpul. Himbauan bupati itu demi kebaikan dan keselamatan kita semua,” terang Firman. Melalui rapat bersama itu Firman menginisiasi pembentukan tim kecil untuk memassifkan pendekatan secara persuasif ke sejumlah komunitas agar mau mengikuti himbauan Bupati Pasangkayu. “Ada tim khusus, melibatkan Pemkab, Polres, MUI, Kemenag, Kodim dan unsur-unsur lainnya yang akan melakukan pendekatan persuasif. Kita jangan

main-main dengan situasi sekarang. Lebih baik kita mencegah sejak awal,” tegas Firman. Sementara Kapolres Matra AKBP Leo H. Siagian mengaku siap mendukung penuh segala upaya yang bakal dilakukan oleh tim Gugus Tugas. Pihaknya akan melakukan pendampingan kepada tim yang melakukan sosialisasi ke rumah-rumah ibadah. “Saya juga tegaskan jangan membuat situasi semakin gaduh di media sosial di tengah pandemi Covid-19, sebab nanti bisa di proses hukum,” imbuhnya. (has)

Pastikan Stok Beras Jelang Ramadan, Bupati Pasangkayu Sidak Bulog PASANGKAYU (EKSPOSSULBAR) – Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa bersama unsur pimpinan Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog yang ada di Kelurahan Martajaya, Kecamatan Pasangkayu, Selasa 14 April.

EDISI I | APRIL 2020

Untuk memastikan stok beras selama masa pandemi Covid-19, terlebih menjelang ramadan nanti. “Kita memastikan apakah ada cadangan beras di bulog atau tidak ada. Alhamdulillah masih tersedia sekira 90 ton. Itu disiapkan untuk mengantisipasi kelangkaan dimasa kondisi

ekonomi kita seperti saat ini. Sekarang di pasaran belum ada kelangkaan,” terang Agus. Sambung dia, pihak bulog juga telah memastikan tidak bakal kekurangan stok beras sebab tiap bulan selalu mendapat stok beras dari wilayah Sulsel dan Sulbar yang saat ini sedang pa-

nen raya. “Harga beras saya lihat juga masih stabil. Nanti kalau terjadi kelangkaan dan harga beras meningkat, baru akan kita lakukan operasi pasar. Jadi saya harap bulog betul-betul memperhatikan stok berasnya. Jangan sampai putus,” harapnya. (has)


SOCIETY

EKSPOS SULBAR | HALAMAN 8

EDISI I | APRIL 2020


SOCIETY

EKSPOS SULBAR | HALAMAN 9

Terapkan Pembayaran Digital, Bupati Mamuju Sosialisasikan ke Masyarakat

M

ENERAPKAN pembayaran digital yang diperkenalkan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Barat adanya aplikasi layanan pembayaran non tunai melalui system online Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Manakarra UMKM Corner (MUC) ditaman Karema Mamuju Sabtu, (14/03/2020) acara tersrebut dihadiri Bupati Mamuju H. Habsi Wahid dan Wakil Bupati H. Irwan SP Pababari Selepas itu, Hasbi Wahid yang di temui awak media usai acara launcing QRIS, ditanyai soal pemanfaatan pembayaran menggunakan QR Code Standar ia mengingat masyarakatnya “Dengan adanya pembayaran non tunai mungkin akan lebih memudahkan cukup menggunakan hand phone tak perlu membawa uang semua bisa di bayar dengan mudah, tetapi kita juga harus mendorong bagaimana masyarakat agar bisa memahami terlebih dulu apa itu pembayaran digital sehingga masyarakat juga akan mudah dan merasa tidak kesulitan dengan adanya QRIS ini,” pungkasnya. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Budi Sudaryono mengatakan Implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, guna memberikan masa transisi perEDISI I | APRIL 2020

siapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), di mana nantinya semua pembayaran elektronik akan menggunakan QR code milik BI. “Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019 lalu.

QRIS mengusung semangat Universal, Gampang, Untung dan Langsung (Unggul), bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju. Semangat ini sejalan dengan

tema HUT HUT ke-74 Kemerdekaan RI yaitu SDM Unggul Indonesia Maju” Ucap Kepala BI Sulbar. Sambungnya, “Tujuan Q-ris ini hadir sebagai apliaksi untuk transaksi modern”, Sambung Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Barat Budi Sudaryono. (hms)


ADVERTORIAL EKSPOS SULBAR | HALAMAN 10

Jelang Ramadan, Bupati Pasangkayu Sidak Gudang Bulog

SIDAK. Kunjungan Bupati Pasangkayu ke Gudang Bulog, di Kelurahan Martajaya, Kecamatan Pasangkayu, Selasa 14 April 2020. (Berita Baca Halaman 7)

EDISI I | APRIL 2020


EKSPOS POLMAN EKSPOS SULBAR | HALAMAN 11

Jelang Ramadan dan Idul Fitri

Polres Polman Imbau Agar tidak Mudik POLMAN (EKSPOSSULBAR) — Sat sabhara Polres Polman sebarkan spanduk imbauan terkait Jangan Mudik dibeberapa titik di Polewali Mandar. Imbauan tersebut supaya masyarakat tidak melakukan perjalanan mudik, mengingat saat ini pandemi Covid-19 diberbagai wilayah Indonesia sudah banyak terpapar akibat virus tersebut.

“Spanduk tersebut merupakan imbauan kepada masyarakat untuk tidak bepergian keluar kota termasuk pulang kampung. Anjuran ini untuk mencegah penyebaran Covid-19,” tutur Kapolres Polman Akbp Muhammad Rifai, Senin 20 April 2020. Menurut Kasat Sabhara Iptu Andy Rady mengatakan untuk mengantisi-

pasi penyebaran covid-19, mengingat sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, mudik lebaran yang tradisinya identik dengan berdesak-desakan dipelabuhan dan terminal serta loket perentalan mobil. Untuk mencegah penyebarannya, maka kami mengajak masyarakat untuk menahan diri untuk tidak melaku-

Posko Gugus Jaga Terpadu Covid 19

kan perjalanan mudik. “Kepada masyarakat supaya mengenakan masker ketika beraktivitas diluar rumah dan menjaga jarak ketika melakukan komunikasi serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Jika tidak ada kepentingan yang mendesak lebih baik dirumah saja,” imbaunya. (hps/*)

Masuk Wilayah Polman, Kendaraan Siap Disemprot POLMAN (EKSPOSSULBAR) — Banit Lantas Polsek Tinambung Briptu Patahuddin bersama Anggota Bhabinkamtibmas Bripka Ahmad Subri dan Briptu Andi Akbar yang terlibat dalam sprint Kapolsek Tinambung Nomor: Sprint/47/Pam3.3/IV/2020 bersama Personil Koramil1402 -04 Tinambung, Di posko tersebut tergabung Satpol PP, Dishub, dan Staf UPTD Puskesmas Campalagian melaksanakan Vaksin Disinfektan sebagai bentuk antisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) terhadap Pengendara yang melintasi Poros trans Sulawesi di Desa TandEDISI I | APRIL 2020

ung, Kecamatan Tinambung, Polman, Minggu 19 April 2020. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga Medis dari Puskesmas Camapalagian dengan cara melakukan pemeriksaan Suhu Tubuh menggunakan alat pengukur Suhu Tubuh dan penyemprotan uap Disinfektan untuk mengantisipasi terjangkitnya Virus Corona (Covid-19). Selain melakukan pemeriksaan juga dilakukan pendataan bagi warga yang datang dari luar daerah yang selanjutnya data tersebut akan diserahkan kepemerintah kecamatan untuk dilakukan pengawasan lebih lanjut. (hps/*)


SULAWESI BARAT EKSPOS SULBAR | HALAMAN 12

Tak Hanya Pemerintah, Komunitas dan Organisasi Juga Berbagi Masker MAMUJU (EKSPOSSULBAR) — Mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), berbagai unsur maupun komunitas terus tergerak un-

tuk membuat langkah kongkret. Tidak hanya oleh pemerintah, beberapa organisasi hingga kelompok komunitas seolah terpacu untuk memutus

mata rantai penyebaran corona. Satu diantaranya, Organisasi Amatir Radio (Orari) Lokal Mamuju yang dikawal oleh Wakil Bupati Mamuju H.

Irwan Sp Pababari selaku Ketua Orari Lokal Mamuju, sore kemarin. Aksi pembagian masker sebagai upaya mencegah covid-19 sebagaimana himbauan dari organisasi kesehatan dunia (WHO) dan menindaklanjuti instruksi presiden yang diteruskan melalui gerakan memakai masker yang diserukan pemkab Mamuju. Irwan pababari mengatakan, kurang lebih 1000 masker dan vitamin turut dibagikan kepada warga Mamuju, walaupun jumlahnya masih terbatas ia berharap upaya tersebut dapat menjadi salah satu akumulasi dalam upaya mencegah penularan virus corona. Baginya, sekecil apapun langkah dalam rangka untuk menjaga kesehatan, itu adalah sumbangsih dan akan sangat bermanfaat untuk semua orang. “Jaga diri anda, jaga diri keluarga, jaga orang disekitar anda, dan dimulai dari diri anda kita meretas mata rantai covid – 19,” kata Irwan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Ikatan Alumni SPP – SNAKMA Negeri Rappang yang juga ambil bagian membagikan masker,pada Jumat 17 April 2020 di salah satu titik strategis dalam kota Mamuju. Lukman Sanusi selaku Koordinator mengatakan, distribusi 5000 masker dilakukan serentak pada lokasi yang tersebar di Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara, aksi kemanusiaan ini di mulai pada tanggal 16-19 April 2020. Hal tersebut diakuinya adalah bentuk kepedulian untuk memutus mata rantai penularan covid-19 yang makin tinggi. “Ini tidak bisa di bebankan hanya kepada Pemerintah saja tapi harus menjadi tanggungjawab kita semua. Agar corona virus ini benar-benar bisa kita tekan,” tandas Lukman yang juga sebagai Sekretaris DPRD Mamuju. (hms/*)

Gugus Tugas Desa Lariang Sweeping Keramaian PASANGKAYU (EKSPOSSULBAR) – Tim Gugus Tugas Desa Lariang proaktif melakukan pencegahan penularan Covid-19. Diantaranya melakukan sweeping keramaian diwilayah itu. Tim Gugus yang dikomandoi langsung oleh Kepala Desa (Kades) Firman ini menyisir setiap lorong-lorong

desa. Dia beserta unsur Gugus Tugas lainnya seperti Babinsa,Bhabinkamtibmas dan aparat dusun melakukan sosialisasi dan himbauan kepada kerumunan warga yang didapati. “Sesuai arahan Pemkab kami Gugus Tugas Desa Lariang sepakat berperan aktif melakukan himbauan dan sosialisasi tentang social distancing.

Agar desa kami aman dan terhindar dari Covid-19,” terangnya, Rabu 8 April 2020. Ditambahkannya, selain dalam bentuk patroli rutin, himbauan dan soialisasi tentang social distancing ini juga massif dilakukannya melalui media sosial, dan media informasi lainnya.

Agar masyarakat menghindari kerumunan, pertemuan publik, tidak mendatangi pertemuan dalam kelompok besar, minimalisir bersentuhan dan berdekatan dengan orang lain, menjaga pola makan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan guna menekan angka penyebaran Covid-19? imbuh putra asli Lariang itu. (has) EDISI I | APRIL 2020


RAGAM

EKSPOS SULBAR | HALAMAN 13

Cegah Penyebaran Covid-19

Gubernur Minta Masyarakat Tinggal di Rumah

MAMUJU (EKSPOSSULBAR) - Melihat perkembangan situasi Covid-19 di Sulbar, Ali Baal, kembali menghimbau sekaligus berharap kepada para bupati untuk terus melakukan pemantauan terhadap aktifitas masyarakat yang masih berada di luar rumah. “Saya lihat masih banyak masyarakat kita yang keluyuran kemana-mana. Para bupati dipantau itu, kalau perlu kerjasama dengan Kodim dan Polres untuk menghentikan yang seperti itu. Saat ini sebenarnya puncak-puncaknya, olehnya itu saya harapkan masyarakat di Sulbar ini betul-betul berdiam di rumah,”kata Ali Baal saat melakukan rapat terbatas dengan para bupati dan forkopimda melalui video conference. Dalam kegiatan yang berlangsung di ruang Oval Kantor Gubernur Sulbar tersebut, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan terkait situasi terkini Covid-19 di Sulbar, pertanggal 30 Maret 2020, pukul 08.20 Wita. Dikemukakan, jumlah total Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang dipantau sejak awal Februari sampai dengan hari ini sebanyak 532 orang. Lebih lanjut dijelaskan, dari total 532 ODP tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni selesai pemantauan dan proses pemantauan. “Untuk selesai pemantauan sampai dengan hari ini berjumlah 177 orang, sedangkan khusus untuk proses pemantauan berjumlah 355 orang. Inilah yang sekarang dipantau oleh masing-masing kabupaten, tentunya semua dipantau selama 14 hari”urai Ali Baal Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata Ali Baal, sampai hari ini berjumlah empat orang, masing-masing satu orang asal Polewali Mandar

yang dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Pare-pare, satu orang asal Majene yang dirujuk ke RS Pelamonia Makassar dan dua orang asal Mamuju yang sekarang dirawat di RS Regional Mamuju. Sedangkan, jumlah positif Covid-19 di Sulbar sampai 30 Maret 2020 adalah satu orang. Hal tersebut sesuai dengan penyampaian Dirjen P2P Kementerian Kesehatan pada 29 Maret 2020, sebagai Juru Bicara Covid-19. “Saat ini pasien dirawat di RS Regional Mamuju. Khusus pasien positif ini, perlu diklarifikasi bahwa yang bersangkutan tersebut awalnya terdata di Sulsel, namun setelah berkoordinasi dengan Kemenkes Pusat dengan Dinkes Sulsel, maka diputuskan data tersebut menjadi data Sulbar,”terang Ali Baal Selain memberikan klarifikasi, Ali Baal juga menjelaskan tentang kro-

nilogi pasien, mulai dari berangkatnya dari Bogor sampai tiba di Bandara Hasanuddin Makassar hingga dirawat di RS Unhas, sampai dengan pulangnya ke Majene. “Pihak Dinkes Sulbar tidak mendapatkan informasi resmi terkait hal ini, namun pada 29 Maret 2020 diperoleh informasi dari sosial media bahwa dikabarkan anak pesantren asal Majene dari Bogor dinyatakan positif Corona. Dari ini informasi inilah maka pihak Dinkes Sulbar menelusuri kasus ini dengan berkoordinasi dengan Dinkes Majene dan Dinkes Sulsel, maupun Kementerian Kesehatan. Seteleh ditelusuri di Dinkes Sulsel, ternyata diperoleh informasi memang terdapat pasien positif Covid-19 dari Majene yang terdata di Sulsel tertanggal 28 Maret 2020,”beber Ali Baal Adapun rincian laporan situasi Cov-

id-19 di Sulbar pertanggal 30 Maret 2020 pukul 08.20 Wita yakni, Mamasa jumlah ODP 136, selesai pemantauan 26, proses pemantauan 110 dan PDP kosong. Polewali Mandar jumlah ODP 132 orang, selesai pemantauan 37 orang, proses pemantauan 95 orang dan PDP satu orang. Majene jumlah ODP 87 orang, selesai pemantauan 67 orang, proses pemantauan 20 orang, PDP satu orang, dan positif Covid-19 satu orang. Kemudian, Mumuju jumlah ODP 21 orang, selesai pemantauan satu orang, proses pemantauan 20 orang dan PDP dua orang. Mamuju Tengah jumlah ODP 61 orang, selesai pemantauan 34 orang, proses pemantauan 27 orang dan PDP kosong. Pasangkayu jumlah ODP 95 orang, selesai pemantauan 12 orang, proses pemantauan 83 orang dan PDP kosong. (rls)

Kades Lariang Salurkan Bantuan APD ke Gugus Tugas PASANGKAYU (EKSPOSSULBAR) – Selaku penanggung jawab ditingkat desa, Kepala Desa (Kades) Lariang Firman memberi dukungan penuh terhadap upaya pencegahan penyeberan Covid-19 di wilayahnya. Untuk memaksimalkan upaya pencegahan itu, putra asli Lariang itu telah membentuk tim Gugus Tugas Desa. Pun ia melengkapi tim yang di ketuainya langsung itu dengan alat pelindung diri (APD) yang memenuhi standar kesehatan. Rabu 15 April, Firman menyerahkan bantuan APD,masker N95, dan termometer kepada tim Gugus Tugas EDISI I | APRIL 2020

Desa. Diharapkan dengan kelengkapan itu kerja-kerja tim Gugus Tugas bisa semakin maksimal sekaligus dapat terlindungi dari virus mematikan tersebut. “Sesuai arahan Pemkab Pasangkayu, kami akan bekerja maksimal mencegah penularan Covid-19 di Pasangkayu. Kami telah melakukan refocusing anggaran. Termasuk untuk pengadaan APD ini,” terang Firman. Ditambahkannya, selain upaya pencegahan pihaknyapun tengah merumuskan kebijakan penanggulangan dampak ekonomi yang disebabkan semakin massifnya penularan Covid-19. Dalam bentuk kebijakan jaring penga-

man sosial (JPS). “Saya sangat perihatin, banyak sektor yang mengalami kelumpuhan, terutama bidang ekonomi, yang terasa sam-

pai di desa. Makanya kami tidak tinggal diam, kami akan melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi dampak ekonomi itu,” pungkasnya. (has)


NASIONAL

EKSPOS SULBAR | HALAMAN 14

Jokowi Tekankan Pentingnya Uji Sampel dan Isolasi Pasien Corona JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas terkait laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (20/4/2020) siang. Ia menekankan ihwal pengujian sampel secara masif baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota. Jokowi menyatakan, uji sampel harus selaras dengan pelacakan yang progresif serta melakukan isolasi terhadap orang yang terpapar virus corona atau Covid-19 secara ketat. Hal itulah yang harus ditekankan pada seluruh kepala daerah. “Kepada seluruh provinsi, kabupaten, kota mengenai pentingnya pengujian sampel secara masif, kemudian diikuti pelacakan yang progresif dan mengisolasi yang terpapar dengan ketat. Tiga hal ini yang terus ditekankan kepada daerah,” kata Jokowi dalam keterangan yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin siang. Jokowi juga turut mengapresiasi cara konsultasi medis yang dilakukan menggunakan teknologi telemedicine.

Menurutnya, hal tersebut harus terus dikembangkan agar kontak pasien dan dokter berkurang. “Saya juga sangat mengapresiasi cara konsultasi medis dengan menggunakan teknologi dan ini saya kira harus dikembangkan lagi yaitu telemedicine agar ini terus ditingkatkan jumlahnya, sehingga kontak antara pasien dan dokter bisa dikurangi,” katanya. Selain itu, Jokowi meminta agar manajemen rumah sakit harus diperhatikan. Setidaknya, harus ada prioritas bagi pasien yang lebih dulu perlu penanganan secara intensif di rumah sakit. “Ini untuk atasi over capacity dari rumah sakit rujukan yang kami miliki. Betul-betul manajemen harus diatur betul. Mana sedang, ringan, berat dan yang butuh penanganan lebih intensif di rumah sakit,” ujar dia. Lebih lanjut, Jokowi meminta agar sistem data dan informasi diberikan secara terbuka pada seluruh pihak. Sebab, dia mengklaim jika pemerintah tidak pernah menutupi data kasus Covid-19 sejak awal. “Kemudian mengenai komunikasi yang terbuka, sistem data dan informasi yang terbuka kepada semua pihak. Jangan ada yang menganggap lagi kami menutupi. Tidak ada sejak awal kami menutupi masalah yang ada,” tutupnya. (source: suara.com)

Presiden Diminta Tarik Omnibus Law RUU Ciptaker di DPR JAKARTA - DPR tetap membahas omnibus law RUU Cipta Kerja di tengah bencana pandemi COVID-19. Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mengambil langkah menarik kembali draf RUU itu. “Jika DPR masih ngotot tidak mau menunda pembahasan RUU Cipta Kerja maka Presidenlah yang dapat menghentikan pembahasan ini. Caranya sesuai Pasal 70 UU 12/2011 yaitu Presiden menarik kembali RUU Cipta Kerja yang diusulkannya,” ujar ahli perundang-undangan, Bayu Dwi Anggono kepada wartawan, Senin (20/4/2020). Dengan ditarik kembali RUU itu, maka ada keuntungan ganda bagi Presiden. Yaitu bisa membuat konsentrasi seluruh lembaga negara dan masyarakat diarahkan untuk fokus menang-

gulangi COVID-19 sebagaimana telah ditetapkan oleh Presiden sebagai bencana nasional. “Di sisi lain ada kesempatan bagi Presiden untuk memerintahkan internal pemerintah memperbaiki berbagai ketentuan dalam RUU Cipta Kerja yang dianggap masih bermasalah,” ujar Direktur Puskapsi Universitas Jember itu. Menurut Bayu, ngototnya DPR membahas RUU Cipta Kerja menunjukkan rendahnya kepekaan/sensitivitas para wakil rakyat juga rentan membuat produk hukum yang dihasilkan cacat yuridis/ cacat formil karena tidak terpenuhinya ketentuan tentang pengambilan keputusan dalam pembahasan RUU. Dengan status corona sebagai Bencana Nasional, maka seharuanha juga seluruh aktivitas ken-

egaraan seharusnya diarahkan kepada upaya penanggulangan bencana ini. “Aktivitas kenegaraan yang masih bisa ditunda pelaksanaannya karena tidak terkait secara langsung dengan pelayanan publik dan upaya penanggulangan bencana nasional maka seharusnya tidak dipaksakan untuk dilaksanakan. Dalam konteks ini maka pembahasan RUU Cipta Kerja masuk kategori aktivitas yang tidak terkait dengan pelayanan publik dan upaya penanggulangan bencana sehingga sepatutnya ditunda,” papar Bayu. Menurut Bayu, pembahasan RUU Cipta Kerja di kondisi negara dalam keadaan normal saja sudah memancing kegaduhan karena dianggap miskin keterbukaan dan partisipasi. Apalagi jika dibahas saat kondisi bencana sep-

erti saat ini. “Dari aspek hukum pembahasan RUU dengan model virtual juga belum ada landasan hukumnya,” cetus Bayu. Pembahasan RUU mensyaratkan semua tahapan dilalui secara tertib, pasti dengan terpenuhinya syarat kuorum. Mengenai syarat kuorum dalam pembahasan RUU sebagaimana diatur Pasal 232 UU 17/2014 tentang MPR, DPR dan DPD maupun UU 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan tidak diatur peluang boleh dilakukan quorum dengan cara virtual. “Upaya untuk mengubah tata tertib DPR agar pembahasan RUU bisa dilakukan secara virtual juga tidak tepat karena peraturan tata tertib DPR tidak bisa melangkahi/melebihi UU,” pungkas Bayu. (source: detik.com) EDISI I | APRIL 2020


TEKNOLOGI

EKSPOS SULBAR | HALAMAN 15

Bebaskan Biaya Iklan Media Akibat Pandemi Covid-19 JAKARTA – Perusahaan induk Google, Alphabet Inc, memastikan bakal membebaskan biaya iklan bagi media penerbit berita dalam waktu 5 bulan ke depan. Pasalnya, Penerbit berita, terutama media cetak, mengalami kesulitan karena banyak pengiklan menarik anggaran pemasaran mereka untuk mengendalikan biaya lantaran ketidakpas-

tian ekonomi terkait dengan pandemi coronavirus. Perlu diketahui, Google sebelumnya membebankan biaya kepada media yang ingin memasang iklan dalam platform mereka. Kali ini, induk raksasa dari Google menawarkan layanan Google Ad Manager dengan biaya yang relatif kecil. Sebagai layanan iklan yang paling banyak

digunakan, Google Ad Manager bakal gratis untuk aktivitas iklan yang lebih kecil, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin 20 April 2020. Sementara, pengeluaran yang lebih besar terjadi apabila ada kesepakatan antara Google dengan mitra teknologi untuk melelang iklan. Meski sudah menunjukan dukungannya kepada media, Google mengatakan masih beru-

paya mencari cara lain untuk memberikan dukungan finansial kepada organisasi berita tersebut. Facebook Inc ( FB.O ) berjanji bakal memberikan pendanaan dan biaya iklan bagi media sebesar $100 juta atau setara Rp ,sebagai upaya mendukung media selama krisis akibat pandemi Covid-19. Namun, belum ada informasi lebih lanjut, kita tunggu saja. (net)

Aturan IMEI Diberlakukan, Pengguna Ponsel Akan Terima Pemberitahuan Bertahap JAKARTA – Kebijakan pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) sudah mulai diberlakukan terhitung mulai tanggal 18 April 2020. Pengguna ponsel pun akan mendapatkan notifikasi dan pemberitahuan mengenai status IMEI secara bertahap dari operator seluler yang digunakan dalam kurun waktu kurang lebih 2 (dua) minggu. Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, menyatakan pengguna handphone, komputer genggam dan tablet (HKT) yang saat ini sedang aktif digunakan tidak perlu melakukan registrasi individual. “Setiap pengguna HKT dapat tetap mengikuti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau menjalankan physical distancing tanpa perlu khawatir atas pemberlakuan pembatasan IMEI,” sebut Ismail.

Lebih lanjut dijelaskan Ismail, pelaksanaan pembatasan penggunaan perangkat bergerak yang tersambung melalui jaringan seluler melalui pengendalian IMEI berlaku ke depan. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir kerena perangkat yang sudah digunakan dan tersambung ke Jaringan seluler sebelum 18 April 2020 tidak akan terdampak meski tidak terdaftar dalam database IMEI. Perangkat yang sudah aktif sebelum masa berlaku 18 April 2020 akan tetap dapat tersambung ke jaringan bergerak seluler sampai perangkat tersebut tidak ingin digunakan lagi atau telah rusak. Sesuai PM Kominfo No. 1/2020 tentang Pengendalian Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang Tersambung ke Jaringan Bergerak Seluler melalui Identifikasi IMEI, perangkat yang tidak memenuhi syarat atau ilegal akan dibatasi tersambung ke jaringan bergerak seluler. (net)

Panggilan Video WhatsApp Bisa Lebih dari 4 Peserta JAKARTA – Seperti diketahui, untuk satu panggilan video ataupun audio grup WhatsApp, sejauh ini hanya bisa mencapai empat pengguna. Dan WhatsApp dikabarkan akan melakukan pembaruan. Menurut WABetaInfo, pembaruan dengan versi 2.2.128 memberikan petunjuk, untuk panggilan video bisa lebih dari empat peserta. Bahkan tidak hanya panggilan video, pangEDISI I | APRIL 2020

gilan audio juga akan ditingkatkan pesertanya. Dilaporkan 9to5google, tampaknya WhatsApp telah melihat kesempatan ditengah kondisi pandemi virus corona. Orang-orang meneraplka physical distancing dan lebih banyak melakukan kegiatan di rumah saja. Sehingga banyak pengguna internet yang memanfaatkan aplikasi konferensi video, untuk rapat pekerjaan hingga

panggilan keluarga. Aplikasi konferensi video kebanyakan mampu menampung banyak peserta. Penambahan peserta panggilan audio dan video grup memberikan keuntungan sendiri bagi yang gemar melakukan video call group. Namun sayang, masih belum diketahui berapa batas peserta panggilan yang akan diterapkan WhatsApp. Dan masih belum diketahui kapan

pembaruan fitur tersebut akan resmi meluncur. Ini bukanlah satu-satunya upaya atau kesempatan yang dilakukan WhatsApp dalam menangani Covid-19. Bagian dari Facebook Group itu juga menawarkan chat bot yang dibuatnya bersama dengan organisasi kesehatan dunia alias WHO. Sejauh ini, aplikasi tersebut telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna. (net)


ADVERTORIAL EKSPOS SULBAR | HALAMAN 16

Bupati Pasangkayu Ikuti Rapat Koordinasi dengan Gubernur Sulbar Lewat Vicon

RAPAT Koordinasi Bupati Pasangkayu dan Seluruh Bupati se-Sulbar dengan Gubernur Sulbar lewat Video Conference (Vicon), Senin 20 April 2020.

EDISI I | APRIL 2020

Profile for Ekspos Sulbar

Ekspos Sulbar Edisi 1 April 2020  

Ekspos Sulbar Edisi 1 April 2020

Ekspos Sulbar Edisi 1 April 2020  

Ekspos Sulbar Edisi 1 April 2020

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded