Issuu on Google+

EDISI KEDUA-FEBRUARI 2013

2

EFFENDI -JUMIRAN JANGAN KORUPSI !

PRESIDEN RI kelima, Megawati Soekarnoputri memiliki keyakinan ketika menetapkan Drs Effendi Muara Sakti Simbolon sebagai calon gubernur di Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2013. Keyakinan itu dikarenakan Effendi Simbolon lebih memiliki kemampuan mengurusi satu provinsi. Begitu juga ketika menentukan Drs H Jumiran Abdi sebagai pasangan Effendi Simbolon, Megawati juga memiliki keyakinan yang sama bahwa pasangan nomor urut 2 tidak melupakan program dan visi misinya. "Pemimpin itu harus melayani dan mengayomi, bukan malah sebaliknya. Pertamakali saya telah ingatkan Effendi Simbolon, Jangan sekali-kali korupsi," tegas Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan itu dihadapan ribuan buruh, pedagang kaki lima, petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), petani budidaya ikan serta para kader dan simpatisan PDI Perjuangan di Lapangan SMAN 1 Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, Minggu (27/1). Didampingi pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA) Megawati menjelaskan bahwa penentuan calon gubsu dan calon wagubsu dari PDI Perjuangan tersebut bukanlah berdasarkan transaksional, namun jauh lebih baik lagi yaitu dengan perasaan hati. Diingatkannya kembali janji-janji yang disampaikan ketika mencalonkan diri, harus diwujudkan dan direalisasikan, sebagai kesadaran politik. Kembali dipesankan kepada masyarakat Sumut, "Kita mengorganisir masyarakat untuk mebangkitkan kesadaran politik dan menjadikan pembelajaran politik. Jangan rakyat dibuat terlena. Karena, lima menit di TPS akan menanggung lima tahun kedepan," tegasnya. Menurutnya, ketika rakyat diorganisir dengan baik maka rakyat akan menang. Bukti ini Mega katakan, ketika Jokowi dari Solo bisa masuk ke Jakarta, bahkan menjadi gubernur. Begitu juga dengan Effendi Simbolon, jika mampu mengorganisir masyarakat Sumut dengan baik, maka masyarakat tentu akan membantu pasangan ESJA menjadi Gubernur/Wakil Gubernur Sumut lima tahun kedepan. (bersambung ke hal-3)

Presiden RI kelima, Megawati Soekarnoputri ikut menyaksikan ritual adat Batak penyerahan bulang-bulang kepada Calon Gubernur Sumut, Drs Effendi MS Simbolon oleh masyarakat Batak di Pusuk Buhit Sianjur Mula-Mula Kabupaten Samosir, Sabtu (26/1).

B agar

ulang-bulang diberikan Effendi Simbolon membulatkan pikiran menjurus pada ketekunan dan keuletan untuk melaksanakan kebahagiaan rakyat atau menjadi parhobas atau pelayan bagi masyarakat Sumut. Sementara yang berhak menerima Bulangbulang ialah orang yang berjasa dan keturunan Raja Batak. Dalam kesempatan itu Megawati menyampaikan, bahwa Effendi Simbolon dipilihnya karena merupakan putera batak terbaik dan dinilai paling mampu untuk membangkitkan Sumut, untuk itu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati meminta agar masyarakat Batak mendukung Effendi Simbolon. "Sebagai orang yang memilih langsung Effendi Simbolon dan

Jumiran Abdi yang populer dipanggil “ESJA” sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, maka saya minta dukungan dari para warga Batak, sehingga ada kebanggaan masyarakat Batak", harap puteri proklamator itu. Kehadiran Megawati Soekarnoputri di Pusuk Buhit merupakan untuk yang pertama kali dan harus mendaki gunung dengan berjalan kaki sekitar satu kilometer diiringi bersama ribuan masyarakat Samosir dan sekitarnya. Dalam perjalanannya yang didampingi Effendi Simbolon dan istrinya Desi Tobing, Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Panda Nababan serta pengurus lainnya, Megawati menikmati panorama yang indah.

Setibanya di atas gunung Pusuk Buhit rombongan disambut dengan musik tradisional Batak dalam rangkaian pergelaran Festival Budaya Batak Sianjur Mula-mula Samosir. Tidak berapa lama Effendi Simbolon didampingi istri dinobatkan sebagai penerima bulangbulang dari marga Limbong yang merupakan tulang (paman) Simbolon. Tulang Simbolon diwakili oleh Jatorus Limbong memberikan nasehat dalam bahasa Batak yang artinya agar Effendi Simbolon tidak tergelincir dalam kubangan korupsi jika nantinya terpilih sebagai gubernur. "Untukmu bere (keponakan), kami tulangmu cuma bisa mendoakan supaya sehat-sehat dan bisa tercapai niatmu menjadi parhobas (pelayan) masyarakat Sumatera Utara", kata Jatorus Limbong. "Kamu pun boru Tobing, kemanapun Effendi pergi harus kamu berangkatkan dengan baik, sehingga suamimu tetap semangat. Karena itulah kami mem-

berikan ulos parompa (pengasuh), bisalah kalian berdua mengayomi masyarakat Sumatera Utara," tandas Jatorus Limbong. Mendapat kehormatan menerima bulang-bulang dari paman, Effendi Simbolon hanya mampu mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan bahwa bulang-bulang itu semakin menambah semangatnya untuk bertarung melawan ketidakadilan pada Pilgubsu mendatang. "Mauliate ma tulang, sudah berkenan mendoakan dan memberangkatkan bere kalian ini dari tanah asal bangsa Batak, ini menjadi penyemangat saya di pilgub nanti,” kata Effendi Simbolon. Lebih lanjut Effendi Simbolon mengatakan, jika ia diberi kesempatan sebagai gubernur Sumatera Utara, salah satu tugasnya supaya jalan provinsi yang masuk dalam wilayah kabupaten/kota harus diperbaiki. "Jika nanti Tuhan berkenan dan masyarakat memang menghendaki, saya harus lakukan perubahan untuk perbaikan Sumut ke depan,” kata Effendi.-+,


2

EDISI KEDUA-FEBRUARI 2013

Renungan

Sur at-sur at Surat-sur at-surat

Dari Redaksi Merdeka !!! Tahun ini, Sumatera Utara akan menggelar ajang demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2013-2018. Untuk meramaikan ajang demokrasi ini, KPU Daerah Sumatera Utara telah menetapkan lima pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur. Salah satu dari pasangan calon bernomor urut 2 mengemban misi JUJUR, BERANI dan MELAYANI adalah Drs. Effendi Muara Sakti Simbolon dan Drs. Jumiran Abdi (ESJA). Pasangan ini diharapkan menjadikan Sumatera Utara akan Lebih berwarna. TABLOID DUA edisi ketiga akan melengkapi bahan bacaan dan referensi masyarakat Sumut tentang pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Drs. Effendi Muara Sakti Simbolon dan Drs. Jumiran Abdi dengan nomor urut 2. Dalam edisi kali ini, TIM TABLOID DUA menurunkan beberapa laporan dan catatan perjalanan calon ke beberapa daerah di Sumatera Utara serta berbagai kegiatan yang dilaksakan para relawan, simpatisan dan masyarakat Sumut. TABLOID DUA juga mengangkat laporan kunjungan Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyapa masyarakat Samosir dan Deli Serdang, Sumatera Utara. Semoga tabloid ini dapat menjadi referensi dan menambah wawasan masyarakat Sumut dalam menentukan pilihannya pada pesta demokrasi # PILGUBSU 7 Maret 2013. Salam ESJA No.2

Effendi Simbolon dan Jumiran Abdi mendampingi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada acara Ramah Tamah dengan petani, nelayan dan buruh serta relawan dan simpatisan di Desa Buntu Bedimbar Lapangan SMA N 1 Tanjung Morawa, Minggu (27/1) lalu.

Arti Jujur, Berani dan Melayani : CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR EFFENDI SIMBOLON-JUMIRAN ABDI (ESJA) BERTEKAD DAN BERSIKAP JUJUR, BERANI DAN MELAYANI.

JUJUR Kejujuran atau jujur artinya perkataan yang sesuai dengan kenyataan yang ada, satu kata dengan perbuatan. Apa yang diucapkan sama dengan apa yang dilakukan. Jujur dalam menempati janji, kejujuran itu pasti tidak korupsi, pasti tidak menyakiti hati rakyat.

BERANI Berani atau keberanian berasal dari kata Corage yang berarti “hati dan jiwa�. Untuk memiliki keberanian harus memiliki hati untuk menghadapi ketakutan, bahaya atau sakit. Keberanian diperlukan dalam membela kebenaran, kehidupan, budaya, keluarga, maupun keyakinan. Berani adalah tidak peragu, tegas, cepat mengambil keputusan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

MELAYANI Melayani disadari pasti menyita waktu, tenaga dan pikiran. Harus ikhlas dalam melayani, membuat sesuatu lebih baik, membuat orang lain atau masyarakat lebih baik. Nah, melayani itu bukan untuk mendapatkan sesuatu, tetapi karena kita ingin memberikan sesuatu, yang melayani adalah pelayan dalam bahasa Batak dikenal dengan sebutan parhobas. Parhobas itu rendah hati, santun, ikhlas, bersikap jujur dan melayani.

| Edisi Mingguan diterbitkan Tim Pemenangan Calon Gubsu & Wagubsu Drs Effendi MS Simbolon - Drs H Jumiran Abdi Alamat Redaksi: Jalan KH. Wahid Hasyim No.35 Medan Telp: 061-453 9078 Faks: 061-453 8624

Redaksi

APRESIASI Rakyat Sumut

Wilfried Sibarani : Jika ESJA terpilih, di mohon agar meninjau kembali pemberlakuan SK Gubernur Sumut tentang Pengaturan Transportasi di Jalan Medan menuju kab. karo. Dapat kita lihat bahwa jalur transportasi di kab.karo dapat dilalui hanya 5 hari waktu kerja, oleh truk2 hasil perkebunan sayur dan buah yg berasal dari kaki gunung , itu disebabkan dilarangnya melintas truk2 ketika menjelang akhir pekan yaitu hari sabtu dan minggu. Sementara masyarakat juga di hari akhir pekan trsbt sangat mengharapkan untuk dapat melakukan perputaran uang sebagai mata pencaharian keluarga di tiap keluarga masing2. Masyarakat juga punya kegiatan lain di hari2 normal selain weekend. Mudah2an di pemerintahan yg baru nanti, Pemerintah dpt bersikap adil pd masyarakat. Jangan mementingkan kepentingan Pengusaha permainan massal (Hiilpark) dan Pengusaha Perhotelan di seputaran Sibolangit hingga Berastagi, yg ingin areal wilayah medan-berastagi bebas dr kebisingan transportasi. Mohon kembalikan kedaulatan masyarakat yg telah membayar Pajak, walaupun dengan alasan kemacetan, kita memiliki dinas perhubungan yg harus siap berbenah diri apapun kondisi lapangan. Hillpark adalah milik salah seorang pengusaha yang saat RI 1 berkunjung ke Medan, dia juga yg menyambut RI 1 di Gedung Capital Building di Medan pada tahun 2005. Dan wilayah ini juga termasuk wilayah bupati Deli serdang, Bpk AT. jadi di minta mari perhatikan sarana masyarakat yg di berikan negara bukan untuk menjerat leher masyarakat kembali.Jangan karena upeti dan lain2, Para pejabat mudah tergiur. Salam Perubahan, ini realita dari masrakat karo

Anaya Pasaribu : Jumiran Abdi mantan kepala dinas kebersihan kota medan mantan dirut pd kebersihan kota medan dan mantan pimpinan rumah potong hewan kota mdn yg nasionalis jujur dan tdk cari uang saat menjabat sbg kepala dinas masa walikota medan abdillah.putranya tdk lulus STPDN walaupun Jumiran Abdi bisa mengurusnya krn sbg ketua panitia seleksi calon siswa STPDN dr mdn

Pemimpin Umum: Budiman P. Nadapdap,SE Pemimpin Redaksi: Rion Aritonang Pemimpin Perusahaan: Meinarty Rehulina Dewan Redaksi: Panda Nababan, H. Afan, dr Sofyan Tan, Ruben Tarigan, Sarma Hutajulu,SH, M Akhyar Nasution, Budiman P Nadapdap, SE, Eddi Rangkuty, Drs. Soetarto MSi, Drs Baskami Ginting, Effendi Naibaho Redaksi: Juli Simanjuntak, James Pardede, Bambang Sugiarto, Dana Tarigan Staff Redaksi: Tulus Pasaribu, Muthma Indra Lubis, Masnauli Sinaga, Andrico Rahman. Email: redaksi@effendi-jumiran.com Website: www.effendi-jumiran.com SMS Center: 0812-6584-9402 Pin BB: 210284C5 (Effendi-Jumiran No.2)


Berit ama Beritaa Ut Utama

3

EDISI KEDUA FEBRUARI 2013

Ribuan Umat Kristiani Elu-elukan Effendi Simbolon Mahfud MD : Beribadah Bisa Membuat Kita Lebih Tenang

S

EKITAR 20.000 umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja yang berasal dari daerah di Sumut, Minggu (13/1) pagi menghadiri perayaan Natal Oikumene Sumut dan syukuran Tahun Baru 2013 di Stadion Teladan, Medan. Perayaan natal tahun ini bertema "Allah telah mengasihi kita" yang tertuang dalam Kitab 1 Yohanes 4:19, Ephorus HKBP, PDT WTP Simarmata MA dalam penyampaian firman Tuhan mengatakan, umat kristiani harus tetap mengandalkan kasih dalam kehidupan bermasyarakat. Calon Gubernur Sumatera Utara Nomor urut 2 , Effendi Muara Sakti Simbolon yang hadir pada acara natal tersebut bersyukur bisa mengikuti perayaan natal bersama ribuan umat kristiani dari berbagai daerah Sumatera Utara. "Dengan saling mengasihi, umat Kristiani Sumatera Utara akan bersatu dalam keberagaman yang akan menjadi kekuatan bersama untuk membangun Sumatera Utara," ujarnya. Dari tribun kehormatan, Effendi Simbolon didaulat oleh masyarakat untuk menyanyikan lagu kidung pujian ke atas panggung utama. Kesediaan Effendi Simbolon untuk menghibur masyarakat ini disambut meriah dan sukacita oleh masyarakat yang hadir, saat hendak berjalan ke panggung utama, Effendi dielu-elukan dan disalami oleh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada dirinya sebagai Gubernur Sumatera Utara 2013-2018. Saat Effendi Simbolon bersama istrinya Dessy Boru Tobing bernyanyi, kunaikkan syukurku , ribuan orang yang hadir-pun ikut bernyanyi bersama-sama, namun ditengah kegembiraan ini Ketua Panitia Sanggam Bakkara menghentikan kegembiraan ini dengan meminta Cagubsu dari Fraksi PDI-Perjuangan ini untuk berhenti menyanyi, namun pernyataan ini membuat

kesal masyarakat dan meminta agar Effendi Simbolon kembali untuk bernyanyi, permintaan masyarakat ini-pun direspon baik sehingga Effendi Simbolon kembali melanjutkan bernyanyi bersamasama dengan meriah. Saat hendak meninggalkan lokasi, Effendi Simbolon terus menerima dukungan dari ribuan masyarakat kristiani. "Terima kasih saudaraku, mari kita mengubah Sumut agar lebih baik," ujar Effendi sambil berjalan meninggalkan lokasi.

Sambungan dari hal 1... Pertemuan akbar dengan masyarakat Sumut di Kabupaten Deli Serdang tersebut juga dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Propinsi Sumut Panda Nababan, Sekretaris H.M Afan, serta Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahyo Kumolo, anggota DPR-RI Trimedya Panjaitan, Yasona Laoly dan Mindo Sianipar. Hadir pula pengurus dan fungsionaris PDIP Sumut diantaranya, Budiman Nadapdap, Alamsyah Hamdani dan Syamsul Hilal serta Ketua DPC PDI Perjuangan Deli Serdang Apoan Simanungkalit. Temu ramah dengan rakyat itu juga dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng ulang tahun PDI Perjuangan ke-40 dan Ulang Tahun Ke-66 tahun Ibu Megawati. Secara simbolis Megawati juga menyerahkan bantuan pupuk kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta bibit ikan kepada kelompok budidaya ikan. Sekaligus Megawati juga membantu 2 kubah untuk pembangunan Masjid Nurul Iman dan bantuan pembangunan gereja. Pemberian bantuan diwakili pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi. Sebelumnya, Effendi Simbolon mengungkapkan, dirinya yang hadir bersama Megawati berharap masyarakat bisa mensosialisasikan pasangan ESJA yang lebih berwarna (berwibawa, sejahtera dan berguna).

"Juga visi yang lebih berwarna. Kami menawarkan program panca warna, diantaranya ketahanan sandang pangan, kesehatan dan pendidikan," ujarnya. Karenanya, sekali lagi Effendi berharap, peran serta masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 7 Maret mendatang. Sementara, Cawagubsu Jumiran Abdi mengatakan, dirinya merasa bangga berada di tengah-tengah keluarga besar PDI Perjuangan. Menurutnya, kehadirannya juga disambut baik oleh masyarakat setempat, yang bertekad memenangkan pasangan ESJA. Jumiran juga menyebutkan, dirinya beristeri bere Barus, juga merasa memiliki keluarga besar Karo. Ketua DPC Deli Serdang Apoan Simanungkalit menambahkan, karakter kepemimpinan versi PDIP adalah yang pancasilais. Sementara pemimpin yang ada di Kabupaten Deliserdang belum memenuhi kriteria itu. "Salah satu buktinya Bupati Deliserdang menolak pemekaran, yang sebenarnya bertujuan untuk memudahkan pemerintahan dari sisi cakupan wilayah," ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, Kabupaten Deliserdang meruapakan daerah paradoks. Dimana, wilayah yang penuh persawahan tetapi mengalami kekeringan. tim

Artis ibukota juga meramaikan acara natal tersebut seperti Trio Amigos, Dewi Marpaung, Jack Marpaung, Victor hutabarat, serta Simponi Orkestra Universitas HKBP Nomensen. Selain itu, berbagai hadiah menarik diberikan kepada umat kristiani yang hadir seperti 1 unit sepeda motor, 10 unit televisi, 1 unit kulkas dan berbagai hadiah menarik lainnya. Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD menyampaikan sambutan bahwa perayaan keagamaan perlu mendapat apresiasi dari pemerintah tentang pentingnya beribadah. Karena beribadah bisa membuat kita lebih tenang dan mau berbuat baik kepada setiap orang. “Tak ada satu agama pun di dunia ini yang menginginkan perpecahan. Undangundang Dasar 1945 pun mengatur bahwa segala warga negara bebas menjalankan agamanya masing-masing, tidak ada intimidasi maupun sindiran-sindiran yang menghancurkan kerukunan antar umat

beragama, kalau ada orang yang melakukan hal-hal negatif berarti mencederai cinta kasih Tuhan dan melawan ajaran agama,� paparnya. Orang yang menjalankan agama, lanjut Mahfud seperti kebaktian yang dilaksanakan hari ini, pastilah dia santun dan cinta sesama, jika kita santun dan ramah maka Indonesia akan lebih baik apabila rakyat menjalankan agamanya masing-masing tanpa saling mengganggu. Itulah sebabnya pendiri negara memberi tempat yang baik bagi pemeluk agama tanpa melakukan pengukuran agama mayoritas atau minoritas. Semua agama difasilitasi dan semua agawa dilindungi. “Pemeluk agama juga tidak boleh merasa paling benar karena hal itu melanggar kehendak Tuhan. Itu sebabnya, pemerintah harus mendorong setiap agama untuk menjalankan ibadahnya dan memberi perlindungan terhadap semua agama dalam menjalankan ibadahnya,� tandasnya.-+,


4

EDISI KEDUA- FEBRUARI 2013

PASANGAN calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara Effendi MS Simbolon - Jumiran Abdi bersama petani melakukan panen raya di Dusun Mariat, Desa Pasar Melintang, Kabupaten Deli Serdang. Dihadapan calon nomor 2 ini, para petani menyampaikan berbagai keluhan mengenai tingginya harga gabah dan pupuk termasuk pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Berit ama Beritaa Ut Utama

K embalikan Sumut jadi L umbung Beras Nasional

Parasian Manurung, petani Deli Serdang mengatakan bahwa pembangunan irigasi yang dibangun pemerintah tidak sesuai dengan sistem pertanian, sehingga pengairan di areal persawahan banyak yang tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya sehingga berdampak terhadap hasil produksi yang kurang baik. Sementara Alimin, petani yang sudah bertani selama 15 tahun di Dusun Mariat mengatakan, hasil pertanian tanaman padi kini tidak seimbang dengan jumlah biaya produksi dari mulai pembelian bibit, masa tanam hingga panen. "Jumlah biaya itu belum termasuk ongkos jalan Pak, jalan yang ada pun rusak," kata Alimin kepada Effendi Simbolon. Cagubsu Effendi MS Simbolon yang ikut memanen padi bersama para petani menyampaikan dihadapan ratusan petani, bahwa Sumatera utara harus bangkit kembali kepada kejayaannya seperti beberapa tahun silam, dimana sumut sebagai salah satu lumbung beras tanah air. Effendi-pun menegaskan, jika dirinya terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara, harga gabah yang dibeli para petani dan juga pupuk bersubsidi ini harus diturunkan, ditetapkan dan disosialisasikan kepada para petani. Para petani di Dusun Mariat, Desa Pasar Melintang, kabupaten Deli Serdan-pun berharap kepada pasangan cagubsu Effendi MS SimbolonJumiran Abdi dapat menampung aspirasi dan lebih memprioritaskan petani jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur 2013-2018 pada pemilihan gubernur 7 Maret 2013 nanti. tim

ESJA Makin Dikenal Berbagai Kalangan P ENTAS pemilihan gubernur Sumatera Utara 7 Maret 2013 sudah semakin dekat. Lima pasangan calon tak pernah berhenti untuk mengambil simpati rakyat. Pasangan nomor 2 Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi pun menggelar berbagai program acara merakyat mulai dari kota Medan, Deli Serdang sampai ke kabupaten kota lainnya di Sumatera Utara. Karena kepedulian Effendi Simbolon dan Jumiran Abdi terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat, pasangan ini kian dikenal oleh berbagai kalangan. Sosok Effendi MS Simbolon yang dikenal berani, selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan memperjuangkan hak-hak rakyat juga sering menuai kritikan. Perjuangannya di DPR RI sebagai Wakil Ketua Komisi VII sangat konsisten terutama menentang kenaikan harga BBM. Kiprahnya di Sumut mungkin masih bisa dihitung dengan jari, akan tetapi keseriusannya setelah ditetapkan maju sebagai calon gubernur dari PDI Perjuangan, Effendi Simbolon bersama pasangannya mulai menyapa rakyat dengan beragam program. Salah satu bentuk kepedulian Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA) yang

dilakukan secara berkesinambungan adalah pengobatan dan pembagian kaca mata baca gratis yang tersebar di kabupaten/kota di Sumut. Pengobatan gratis di Kabupaten Humbang Hasundutan misalnya, dipusatkan 2 titik yakni di Desa Nagasaribu I dan Pasar Lama Desa Pargaulan Kecamatan Lintong Nihuta, Selasa (22/1) kemarin. Disela-sela acara pengobatan gratis, L. Br Aritonang (72) mengatakan terimakasih atas kepedulian yang diberikan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumut Effendi Simbolon-Jumiran Abdi. "Saya berharap Cagubsu Efendi Simbolon bisa menjadi gubernur nantinya di Sumatera Utara," ujar Ompu Markus saat mengikuti pengobatan gratis di Toba Samosir. Keberadaan ESJA semakin dikenal berbagai kalangan. Seperti diungkapkan tokoh Melayu, Zaidan BS bahwa ESJA saat ini sangat membumi dan bebudaya. Pernyataan?pernyataan dan gerakan yang dilakukan sangat membumi dan berbudaya, inklusif, egaliter, akomodatif dan adaptif. "Ini yang membuat saya dan banyak orang Melayu tertarik dengan ESJA. Keduanya adalah pasangan yang tahu adab dan adat," kata Zaidan BS yang juga Pengurus PB Majelis Adat Budaya Melayu

Indonesia (MABMI). Bagi petani, ESJA diharapkan mampu memperjuangkan nasib petani. Seperti disampaikan Ompung Parsaoran boru Sirait, petani di desa Wonosari Kec. Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, gara-gara dimakan hama tikus, panen padinya tidak lagi mencapai empat goni per rante. Padahal menurut dia, dirinya masih harus membayar sewa sawah yang ia kelola. Menyikapi permasalahan ini, Effendi MS Simbolon membantu petani dengan memberikan bantuan racun tikus. Ompung Parsaoran mengungkapkan bahwa pemberian racun tikus itu adalah bantuan pertama yang mereka terima sejak hama tikus menyerang tanaman padinya. Padahal hama tikus ini bukan baru kali ini aja. "Kalau hasil panen petani tidak berkurang, saya optimis Sumatera Utara mampu memenuhi kebutuhan pangan warganya. Jadi kita tidak perlu lagi mengimpor dari daerah lain. Dan ini harus didukung dengan kebijakan tanah untuk petani serta tidak bolehnya konversi lahan pertanian untuk perkebunan," papar Effendi MS Simbolon. Menurut ayah 3 anak ini, pembasmian hama tikus di sawah juga menjadi simbol bahwa tikus-tikus koruptor yang saat ini

banyak dipemerintahan juga harus dibasmi, sehingga dana APBD Sumatera Utara yang masih tergolong kecil itu bisa sepenuhnya diberdayakan untuk kepentingan rakyat. Selain peduli dengan nasib petani, Effendi MS Simbolon juga mengapresiasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah dengan membagikan gerobak gratis kepada pedagang usaha mikro dan kecil yang berdagang di kawasan Pasar Melati, Medan. "Saya sejak dulu dan nanti tetap komitmen dengan pengembangan UMK (usaha mikro. kecil) dan termasuk menengah, karena saya tahu peran pengusaha sangat berarti bagi pemerintah dan masyarakat lainnya," kata Effendi ketika memberi gerobak gratis kepada para pedagang di Pasar Melati Medan. Tidak hanya Effendi Simbolon, pasangannya Jumiran Abdi juga sangat intens dalam menyapa masyarakat Sumut terutama pedagang dan pelaku usaha kecil di pasarpasar tradisional. Dalam dialognya dengan pedagang dan pembeli, Jumiran berjanji, bersama Cagub Effendi Simbolon, melakukan yang terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara. Karakter Jumiran yang sederhana dan berbicara apa adanya itu, disambut positif para pedagang dan pembeli di pasar-pasar tradisional. *jap


Berit ama Beritaa Ut Utama

5

EDISI KEDUA - FEBRUARI 2013

Tim ESJA Gelar Pengobatan Gratis di Kabupat en/Kota Sumut Tim pemenangan Calon Gubernur Sumatera Utara, Effendi MS Simbolon dan Jumiran Abdi (ESJA) menggelar pengobatan gratis sekaligus pemberian kaca mata gratis di lima daerah di Kabupaten Toba Samosir. Kelima daerah itu yakni di Kecamatan Ajibata, Lumban Julu, Silaen, Laguboti, dan Porsea. Sarma Hutajulu SH, salah satu tim pemenangan pasangan ESJA (Effendi Simbolon-Jumiran Abdi), saat pengobatan gratis itu mengatakan, masih banyak masyarakat Sumatera Utara yang kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang murah. Untuk itulah, pihaknya melaksanakan kegiatan tersebut langsung kepada masyarakat. "Saya sangat terharu karena begitu banyaknya masyarakat yang mengikuti pengobatan gratis ini. Pengobatan gratis ini akan tetap kita lakukan. Selain pengobaatan gratis, tim pemenangan ESJA juga menyematkan tenda becak kepada 100 abang becak di Kecamatan Laguboti," kata Sarma. Pantauan dilapangan, masyarakat tampak antusias untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut. Dari kupon yang dibagikan pihak penyelenggara, untuk pengobatan mata sebanyak 400 orang di luar pengobatan gratis lainnya. Namun, banyaknya masyarakat yang hadir, menyebabkan pihak penyelenggaran menambah kuota layanan menjadi 800 orang. Itu pun tetap masih saja kurang. R boru Siadari (Ompu Markus) yang hadir untuk melakukan pemeriksaan mata, mengucapkan terima kasih kepada pihak ESJA karena dirinya sudah bisa dengan jelas membaca setelah mendapat pengobatan dan kaca mata gratis. "Saya berharap Cagubsu Efendi Simbolon bisa menjadi gubernur nantinya di Sumatera Utara," ujar Ompu Markus. Sedangkan Ketua PAC PDIP Kecamatan Porsea Rikardo Simangunsong, didampingi sekretarisnya Sastra Eil Marpaung SE mengatakan, pihaknya akan komit untuk memenangkan paangan Effendi-Jumiran di daerah itu. Rikardo sendiri, juga mengucapkan terima kasih kepada Efendi Simbolon dan Jumiran Abdi, atas perhatiannya kepada masyarakat di daerah itu. Sementara itu, Galumbang Sibarani, salah satu pemerhati politik di Toba Samosir mengatakan, dirinya sangat optimis pasangan ESJA akan terpilih memimpin Sumut. "Kalau masyarakat saat ini sudah pintar, jeli dan tidak akan mau lagi terbuai oleh janji-janji. Efendi MS simbolon track recordnya jelas," kata Galumbang. Hadir di sela-sela pengobatan gratis itu, pengurus PDIP Tobasa Jonni Manurung, Rusman Sirait, Nelson Butar-butar, dan Wakil Ketua DPC PDIP Tobasa yang juga anggota DPRD Tobasa, Viktor Silalahi. HUMBAHAS Sebagai wujud kepedulian Effendi MS Simbolon-Djumiran Abdi (ESJA) kepada masyarakat Sumatera Utara, tim pemenangan ESJA yang terdiri dari partai PDI P, PPRN, PDS dan relawan menggelar pengobatan gratis di Kabupaten Humbang Hasundutan. Pengobatan gratis tersebut dipusatkan 2 titik yakni Desa Nagasaribu I dan Pasar lama Desa Pargaulan Kecamatan Lintong Nihuta, Selasa (22/1). Selain pengobatan gratis, tim pemenangan pasangan Cagub dan Cawagub nomor 2 itu turut memberikan kaca mata kepada penderita rabun yang didominasi lanjut usia (lansia). Sampai pukul 13.00 WIB, daftar absensi yang melakukan pemeriksaan kesehatan mencapai ratusan. Warga tua maupun muda tampak mengikuti pengobatan gratis yang dilakukan tim ESJA. Tak jarang, para warga yang ingin diperiksa kesehatannya rela mengantri. L Br Aritonang, 72 (Ompung Nia) disela pengobatan gratis mengatakan, terimakasih atas kepedulian yang diberikan calon Gubernur dan calon wakil Gubernur Sumut itu. Dia juga berharap, apa yang dicita-citakan penderma itu (ESJA, red) dapat tercapai. Petugas kesehatan itu sudah memeriksa kesehatan saya, dibilang, penyakit yang saya derita adalah hipertensi, obatnya sudah saya terima lengkap dengan vitamin ,?ujar nenek itu sambil menunjukkan kantong plastik yang berisi obat. Ketua DPC PDI Perjuangan Ramses Lumban Gaol diwakili Sekertarisnya, Harry Sihombing kepada wartawan mengatakan, Sumut sehat dan sejahtera akan menjadi skala prioritas jika pasangan ESJA terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2013-2018. Menurut mantan anggota DPRD Humbahas itu, ESJA adalah satu-satunya pasangan Cagub dan Cawagub yang berani memberikan garansi kesehatan, pendidikan gratis dan membangun ketertinggalan Sumut. ?Terlepas dari kader PDI P,pasangan ESJA merupakan pasangan yang tepat untuk memimpin Sumut lima tahun kedepan sesuai dari komitmen ESJA jika menang akan memberikan pengobatan grastis bagi masyarakat tidak mampu dengan mendirikan rumah sakit khusus pelayanan gratis bagi masyarakat tidak mampu di Suumatera Utara, lagi ketulusannya untuk membantu dan memperhatikan nasib masyarakat menengah kebawah,?kata Harry mengakhiri.-+,

Pedagang Monza Korbankan Waktu untuk Bertemu Effendi MS Simbolon PEDAGANG monza pekanan yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Monza Pekanan (PPMP) Kota Medan sangat antusias menunggu kedatangan rombongan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Effendi MS Simbolon dan Jumiran Abdi di Pasar Melati Jalan Plamboyan Raya Medan, Jumat (11/1) kemarin. Diawali dengan rangkaian acara pengobatan gratis yang dilaksanakan oleh Tim Bakti Sosial dan Kesehatan pasangan Effendi Simbolon – Jumiran Abdi di Pasar Melati Medan, kemudian dilanjutkan dengan pembagian gerobak jualan bagi pedagang di kawasan pasar Melati. Kepada para pedagang, Effendi berharap gerobak yang diberikan bisa membantu para pedagang mendapatkan penghasilan sehingga bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Kalau dilihat dari bantuan yang kami berikan,memang nilainya tidak seberapa, bahkan bisa dibilang kecil,tapi kami berharap,bantuan ini akan mendorong semangat ibu- mau pun bapak untuk berjualan sehingga bisa memperoleh penghasilan yang lumayan”,ujar Effendi kepada para pedagang yang menerima gerobak secara simbolis,Jumat (11/1) siang. Lebih lanjut Effendi Simbolon yang menyerahkan bantuan didampingi wakil ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara bidang UKM dr.Sofyan Tan juga mengatakan, persoalan yang dihadapi masyarakat Sumatera Utara saat ini adalah minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia.Dan ini diperparah dengan kurangnya upaya pemerintahan yang sekarang dalam menyediakan lapangan pekerjaan, Sehingga masyarakat yang dituntut untuk menyediakan lapangan pekerjaan itu sendiri. UMKM menurut Effendi menjadi salah satu solusi yang terbaik. “Kesulitan kita saat ini adalah minimnya lapangan pekerjaan,dan pemerintah sendiri kurang berupaya menyediakan lapangan pekerjaan.Jadi masyarakatlah yang dipaksa untuk bisa men-

ciptakan lapangan pekerjaan sendiri.UMKM jadi salah satu solusi yang cerdas”,imbuh Effendi. Saat Effendi Simbolon berada di lokasi acara, seperti disampaikan Ketua Forum Pedagang Pasar Kaki Lima AP Luat Siahaan didampingi Ketua Persatuan Pedagang Monza Pekanan Kota Medan John Person Purba bahwa ibu-ibu yang sejak pagi hari menunggu kedatangan Effendi Simbolon terlihat sangat antusias. “Beberapa dari ibu-ibu berkomentar kalau calon gubernur Effendi Simbolon berwajah ganteng. Layaknya, Effendi Simbolon itu bukan orang Batak kalau melihat parasnya. Setelah disapa, ternyata Effendi Simbolon sangat fasih berbahasa Batak. Ini yang akhirnya menandakan Effendi Simbolon benar-benar orang batak,” papar Luat Siahaan. Untuk menunggu kedatangan Effendi Simbolon ke Pasar Melati, lanjut Luat Siahaan pedagang monza pekanan rela untuk tidak berjualan dan meluangkan waktunya hanya untuk bertemu dengan Effendi Simbolon. Salah seorang ibu yang juga pedagang monza Boru Saragih mengatakan, pedagang di Pasar Melati mendukung pasangan berwarna Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA) untuk maju pada pemilihan gubernur Sumatera Utara pada 7 Maret 2013 nanti.-+,


6

EDISI KEDUA FEBRUARI 2013

Lint as Lintas

Cagubsu Effendi MS Simbolon Ramah Tamah dengan Nelayan Pantai Labu Banyak faktor yang menyebabkan kehidupan nelayan masih dari jauh dari sejahtera, faktor penyebabnya antara lain tingkat pendidikan, masih minimnya bantuan dari pemerintah serta keserakahan manusia dalam menjalankan profesinya sebagai nelayan. Menurut calon gubernur Effendi MS Simbolon, keserakahan manusia itu bisa dilihat dari masih beroperasinya pukat harimau (pukat trawl). Akibatnya banyak nelayan tradisional yang harus kehilangan tangkapan ikan karena kalah bersaing dengan pukat. "Kenapa pukat harimau itu tetap diperbolehkan beroperasi? Ini harus ada ketegasan dari pemerintah mau pun pihak berwenang termasuk polisi perairan untuk melarang beroperasinya pukat harimau ini. Perilaku ini jelas melanggar undang-undang," kata Effendi ketika berkunjung ke perkampungan nelayan Pantai Labu, Deli Serdang. Dengan beroperasinya pukat harimau ini, lanjut Effendi yang juga Anggota DPR RI akan menyedot penggunaan solar bersubsidi yang harusnya dikonsumsi nelayan tradisional. Karena itu, pihaknya akan mempertanyakan permasalahan distribusi minyak untuk nelayan ini ke PT Pertamina. "Bukan tidak mungkin solar yang harusnya diperuntukkan bagi nelayan tradisional justru dimanfaatkan oleh pukat harimau," tandas Effendi MS Simbolon. Selain menyoroti pengoperasian pukat harimau, Effendi Simbolon juga menyoroti kerusakan hutan bakau yang sudah mencapai 90 persen, yang dirilis Badan Ling-

kungan Hidup Sumatera Utara sekitar dua tahun lalu. Padahal menurut Effendi, selain bermanfaat bagi tempat kehidupan biota laut seperti ikan, kepiting, udang mau pun kerang, bakau juga berfungsi sebagai benteng terakhir untuk menahan terjadinya abrasi. "Kebanyakan kawasan hutan bakau beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Ini bisa berbahaya kalau terus dibiarkan, karena tanaman kelapa sawit tidak akan mampu menahan abrasi dan daunnya tidak menyerap cahaya tapi

memantulkan cahaya. Ini yang akhirnya akan memperparah kerusakan lingkungan dan memicu pemanasan global," tegasnya. Salah seorang tokoh nelayan di Pantai Labu Pranata mengatakan, selain kesulitan mendapatkan ikan, kehidupan nelayan semakin diperparah dengan beredarnya ikan impor di Sumatera Utara, akibatnya harga ikan yang susah payah mereka dapatkan menjadi murah. "Ikan impor sekarang banyak masuk ke Sumatera Utara pak, kami jadi susah menjual ikan hasil tangkapan kami," papar Pranata.

Effendi yang berkunjung ke kawasan Pantai Labu bersama ketua tim kampanye ESJA, Ruben Tarigan juga mendapat kehormatan dipasangkan baju adat Melayu oleh perwakilan nelayan. Bersama nelayan dan penduduk pantai labu Effendi-pun bernyanyi dan joget bersama. Pemberian baju adat melayu oleh nelayan menjadi bentuk dukungan para nelayan terhadap Effendi agar menjadi Gubernur Sumatera Utara, sehingga bisa membantu kehidupan nelayan di seluruh Sumatera Utara. -+,

Megawati : Tidak Ada Danau yang Bisa Mengimbangi Keindahan Danau Toba

SERING berkunjung ke luar negeri ternyata tidak membuat Megawati Soekarnoputri melupakan keindahan Danau Toba.

Ini menurut Megawati Soekarnoputri yang Sabtu lalu berkunjung ke pulau Samosir dikarenakan tidak ada danau di luar negeri

yang keindahan,kedalaman dan luasnya yang mengimbangi Danau Toba. "Saya beruntung bisa mengunjungi berbagai negara,tapi ternyata tidak ada danau yang bisa mengimbangi Danau Toba, baik dari segi keindahan, kedalaman mau pun luasnya," ujar Megawati. Karena itu Megawati yang untuk kali kedua menyebar benih ikan di Danau Toba meminta agar masyarakat yang tinggal di kawasan danau mau pun masyarakat yang berkunjung ke Danau Toba agar menjaga keindahan dan kelestariannya. "Karena Danau Toba ini tak ada duanya, sudah seharusnya masyarakat sekitar memanfaatkan Danau Toba sebagai sumber kehidupan, kepada yang hanya berkunjung untuk menjaga keindahannya", tambah Megawati Soekarnoputri. Terkait kegiatan menyebar 3000 benih ikan mas dan nila di Danau Toba, Megawati ternyata punya cerita sendiri. Menurut Megawati, untuk mendapatkan ikan Batak yang biasa disebut ihan, ia harus mencari ke beberapa negara seperti China, Thailand mau pun Vietnam dan bertanya kepada pejabat negara yang bersangkutan. Tapi ternyata tidak ada yang jenisnya menyerupai

ihan tersebut. Karena itu lah, ia hanya menyebar benih ikan pora-pora. "Untuk mendapatkan benih ikan batak atau yang biasa disebut ihan itu,saya harus mendatangi beberapa negara seperti China, Thailand maupun Vietnam. Tapi ternyata tak ada yang menyerupai jenis ihan tersebut,� tandas Megawati Soekarnoputri. Karena itu, meski benih ikan pora-pora yang pernah ditebarnya di Danau Toba sudah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar danau, Megawati justru meminta agar bupati Samosir Mangindar Simbolon memberlakukan penghentian sementara aktivitas menangkap ikan pora-pora, agar ikan pora-pora tersebut bisa berkembang biak lebih banyak. "Karena ikan ihan ini sudah terancam punah, maka saya minta tolong pak bupati untuk membuat peraturan penghentian sementara aktivitas menangkap ikan pora-pora, jadi tetap bisa berkembang biak," kata Megawati. Generasi muda juga harus bisa mengerti dan menurunkan adat istiadat dan budaya dari suku-suku yang ada di Indonesia. Kita boleh tau apa yang terjadi di negara luar, lanjutnya kita boleh belajar dari negara luar, tapi kita tidak boleh melupakan apa yang dimiliki negara kita.-+,


Lint as Lintas

7

EDISI KEDUA FEBRUARI 2013

Alasan Memilih ESJA adalah Tidak Korupsi

MASYARAKAT yang menyatakan memilih pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA) jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 7 Maret 2013 nanti, salah satu alasannya dikarenakan pasangan ESJA adalah pasangan anti korupsi. "Effendi Simbolon yang sosok politisi dan pengusaha adalah yang paling cocok memimpin Sumut, apalagi dilengkapi wakilnya pak Jumiran yang birokrasi bersih," kata Ketua Gerakan Rakyat Pendukung (Gardu) ESJA, H. Idrus Junaidi kepada wartawan, Selasa (22/1). Menurutnya, dari hasil pengamatannya, sebelum menjatuhkan pilihan kepada pasangan ESJA, mereka

telah mengamati kelima pasangan dan hanya pasangan Effendi Simbolon dan Jumiran Abdi merupakan sosok yang anti korupsi, mereka berdua juga dinilai yang paling mampu untuk melakukan komunikasi politik ke pusat. Sungguh miris bila mengingat Gubernur Sumut dua periode sebelumnya, tak mampu membangun komunikasi politik dengan pemerintah pusat dan memberikan penekanan agar Sumut mendapatkan perhatian dan dukungan dana dari pemerintah pusat untuk daerah yang memiliki Danau Toba yang indah terbesar di Asia Tenggara ini. Pengamat Politik Sumut, Maringan Panjaitan kepada wartawan mengingatkan masyarakat agar memilih calon pemimpin yang bersih dan anti korupsi. "Pilihlah sosok yang bersih dan anti korupsi karena gubernur itu bukan jabatan melainkan pemimpin sebagai pelayan masyarakat," ajak Maringan. Dipertegas Maringan, bahwa masyarakat harus meneliti masingmasing yang mencalonkan jadi pemimpin Sumut itu. Kalau dia

mantan dirut Bank, coba dilihat apakah banknya saat ini sehat atau terlilit masalah keuangan dan sarat dengan korupsi. Kalau dia incumbent, dilihat juga apakah dia terlibat dengan berbagai proyek, dan apakah istrinya terlibat dengan penggunaan dana APBD yang nyeleweng. Yang penting juga menjadi perhatian masyarakat, apakah calon tersebut terlibat dengan perselingkuhan dan apakah keluarganya bermasalah?. "Yang jadi Gubernur Sumut nanti harus bersih, baik moral dan spiritualnya juga harus teruji," jelas Maringan yang juga Wakil Rektor III Universitas Nommensen HKBP Medan itu. Mari kita berharap bersama-sama agar yang tepilih nanti Gubernur yang melayani masyarakat (publik servicee). Karena Gubernur merupakan pelayan masyarakat, sehingga dia tidak menggusur pedagang kaki lima dan tidak menggunakan Satpol PP untuk menyakiti hati rakyat. Untuk itu mari kita pilih, kandidat yang memiliki track record yang bersih dan tidak sedang dalam pengusutan tindak pidana, apalagi pidana korupsi. Berikan pilihan kepada calon gubernur Sumut yang Jujur, memiliki keberanian dan sikap melayani.*jap

Perkumpulan Rambe Optimis ESJA Pimpin Sumut PERKUMPULAN turunan tuan Sumerham Rambe, Boru dan Bere Kota Medan, optimis pasangan Cagub/ Cawagubsu nomor urut 2 Drs Effendi MS Simbolon-Drs H Jumiran Abdi pimpin Sumut lima tahun kedepan. Dukungan menguat kepada pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA) tersebut, terungkap saat perayaan Natal dan Awal tahun Baru Perkumpulan turunan tuan Sumerham Rambe, Boru dan Bere Kota Medan, Sabtu (26/1), di Jalan Saudara Simpang Limun Medan. Ketua PPRN Sumut Pustaha Nurdin Manurung yang hadir dalam acara tersebut mengajak perkumpulan ini agar sepakat mendukung dan memenangkan pasangan ESJA. "Kita semua mengetahui 7 Maret akan dilaksanakan Pilkadasu. PPRN sebagai salah satu partai pengusung ESJA mengajak dan meyakini Rambe akan menjalin komunikasi dengan teman-teman untuk memenangkan pasangan ini," kata Nurdin Manurung. Sementara, Jumiran Abdi yang hadir bersama tim suksesnya mengatakan, apa yang yang disampaikan Nurdin Manurung merupakan kesempatan bagi pasangan ESJA untuk menjadi pemimpin di Sumut kedepannya. "Jika ini tidak kita perjuangkan, maka jangan berpikir lagi pada lima tahun mendatang akan ada orang Batak menjadi pemimpin di Sumut," sebut jumiran Abdi.

Mantan Kadis Kebersihan Kota Medan ini juga memberikan apresiasi positif atas dukungan Partai PPRN dan Perkumpulan turunan tuan Sumerham Rambe, Boru dan Bere Kota Medan pada Pilkadasu 7 Maret mendatang. "Saya sangat mengapresiasi atas dukungan dari PPRN dan Perkumpulan turunan tuan Sumerham Rambe, Boru dan Bere Kota Medan pada Pilgubsu tahun ini. Kami juga telah mendapatkan dukungan kuat dari sejumlah organisasi, perkumpulan, tokoh masyarakat dan lainnya," tutur Jumiran. Di hadapan ratusan tamu undangan Jumiraan Abdi menambahkan, dirinya merasa bangga bisa mendampingi Effendi Simbolon pada Pilkadasu mendatang. "Effendi orangnya masih

muda, cerdas dan tegas. Dia gigih memperjuangkan hak-hak rakyat seperti menolak kenaikan BBM," tandas Jumiran. Awalnya, imbuh Jumiran, mereka tak berniat maju menjadi Cagub dan Cawagub Sumut. Namun atas penunjukan Megawati Soekarnoputri, maka mereka bersedia mencalonkan diri. "Saya sekarang sedang berusaha untuk menjadi wakil gubernur dengan memenangkan Pilkadasu dalam satu putaran," ujarnya. Sebagai bentuk dukungan terhadap pasangan ESJA, Pembina Perkumpulan turunan tuan Sumerham Rambe, Boru dan Bere Kota Medan Drs T Rambe Anak Raja MM, secara simbolis memberikan kain ulos kepada Jumiran Abdi.

Sumut Sejahtera Ditopang Sektor Ekonomi yang Lebih Baik CALON Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) nomor urut 2 Drs Effendi MS Simbolon menegaskan, untuk mengubah Sumatera Utara menuju sejahtera, tentu harus didukung dari sektor ekonomi yang lebih baik. Kemudian mengawalnya secara bersama-sama. Hal itu disampaikan Effendi saat bersilaturahmi dengan masyarakat di Lapo (Warung) Simanjuntak Jalan Tuasan Medan, kemarin. Effendi yang melihat kondisi ekonomi masyarakat Sumut saat ini jauh dari cukup, menekankan harus ada perubahan yang lebih adil dan sejahtera. "Terutama untuk masyarakat Sumatera Utara," ujarnya. Dalam kesempatan silaturahminya itu, Effendi juga diminta menghibur masyarakat sekitar untuk bernyanyi bersama. Effendi yang dikenal memiliki suara emas ini, mampu menghipnotis masyarakat sekitar dengan lagu-lagu yang ditembangkannya bersama. Effendi Simbolon diundang karena masyarakat Kota Medan melihat Cagubsu usungan PDIP, PPRN dan PDS ini, merupakan sosok yang mau terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Berbaur bersama warga di lingkungan manapun, tanpa melihat perbedaan yang ada. Kedatangan Effendi pun disambut meriah masyarakat sekitar. Termasuk dari Persatuan Pedagang Pasar Penampungan Medan. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang berebut untuk bersalaman dengan Cagub yang berpasangan dengan Cawagubsu Drs H Jumiran Abdi itu. Dalam silaturahmi tersebut, Effendi menerima banyak saran dan masukan dari masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Penampungan Medan. Terutama saran untuk perbaikan dari faktor ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan anti korupsi.-+,

Cagubsu Effendi Simbolon berbaur akrab bersama masyarakat.


8

EDISI KEDUA FEBRUARI 2013

GALERI F

KORBAN BANJIR. BANJIR Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Nomor 2, Drs H. Jumiran Abdi, Senin (20/1) mengunjungi korban kebakaran di Jalan AR Hakim Gang Sendok Kelurahan Sukaramai I, Kecamatan Medan Area. Jumiran berharap agar para korban menerima cobaan dan musibah dengan ikhlas. Didampingi anggota DPRD Medan, Hasyim dan Evi Waki Bendahara I PAC PDIP Medan Area, Jumiran meminta para korban bersabar karena pasti bantuan akan datang.Kedatangan Jumiran Abdi dan rombongan diterima oleh Lurah Sukaramai 1, Derliana Nasution. Pada kesempatan itu, Derliana menjelaskan ada 13 rumah yang terbakar. Sampai sejauh ini bantuan masih mengalir dari orang-orang yang peduli terhadap warga kami yang terkena musibah.

NATAL OIKUMENE OIKUMENE. Calon Gubernur (Cagub) Nomor 2, Drs Effendi Muara Sakti Simbolon berkesempata Teladan Medan, Minggu (20/1) lalu. Perayaan Natal di Stadion Teladan Medan dihadiri puluhan ribu u

JALAN R US AK RUS USAK AK. Calon Gubernur (Cagub) Nomor 2, Drs Effendi Muara Sakti Simbolon, mengunjungi Nias dan melihat langsung ketertinggalan yang dialami Nias. Nias perlu perhatian khusus terutama di bidang perbaikan jalan, irigasi, ketersediaan energi maupun pelayanan kesehatan. Karenanya, Effendi mengajak masyarakat Nias untuk mengawal komitmen ini bersama-sama dengan dirinya. Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu SH MH iktu mendampingi Cagubsu yang berpasangan dengan Cawagubsu Jumiran Abdi, Jumat (18/1) lalu.Tak hanya di Kabupaten Nias induk, menuju perjalanan ke Nias Barat, cagubsu Effendi Simbolon dan tim, juga banyak menemukan jalan yang rusak parah. Seperti di Desa Fodoro Kecamatan Madrehe Kabupaten Nias Barat.

MASY ARAKA MASYARAKA ARAKATT. Calon Gubernur (Cagub) Nomor 2, Drs Effendi Muara Sakti Simbolon bertemu dengan masyarakat di Lapo (Warung) Simanjuntak Jalan Tuasan Medan, Senin (21/1) kemarin. Effendi yang melihat kondisi ekonomi masyarakat Sumut saat ini jauh dari cukup, menekankan harus ada perubahan yang lebih adil dan sejahtera. Terutama untuk masyarakat Sumatera Utara. Dalam kesempatan silaturahminya itu, Effendi juga diminta menghibur masyarakat sekitar untuk bernyanyi bersama. Effendi yang dikenal memiliki suara emas ini, mampu menghipnotis masyarakat sekitar dengan lagu-lagu yang ditembangkannya bersama.


FOTO ESJA

9

FORK OM MAHASISW A. Dukungan terhadap pasangan ESJA mengalir terus termasuk dari kalangan CalonWakil FORKOM MAHASISWA Gubernur (Cawagubsu) Drs H. Jumiran Abdi, mendeklarasikan Forum Komunikasi Mahasiswa pendukung pasangan Drs Effendi Simbolon- Drs H.Jumiran Abdi (ESJA) di Jalan Garuda Raya Medan Denai, Rabu (23/10). Menurut Jumiran tugas dari Forum Komunikasi Mahasiswa ini mengkoordinir kekuatan para pendukung dan simpatisan agar memenagi Pilgubsu 2013.Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa pendukung ESJA, Ahmad Tohir mengatakan mereka siap memenangkan ESJA satu putaran pada Pilgubsu 2013."Siang dan malam kami terus bekerja menemui warga masyarakat untuk mensosialisasikan ESJA sebagai pasangan yang tepat untuk memimpin Sumut kedepan," tegas Tohir.

an menyumbangkan 2 lagu pada acara Perayaan Natal Oikumene dan Syukuran Tahun Baru 2013 di Stadion umat dari berbagai denominasi gereja yang ada di Sumatera Utara.

BANJIR BANJIR. Pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur Nomor 2, Drs Effendi Muara Sakti Simbolon-Drs. H Jumiran Abdi mengunjungi korban banjir di Daerah Aliran Sungai Deli, tepatnya di Kampung Aur, Jumat (4 Desember 2012). Dengan mengendarai sepeda motor Effendi dan Jumiran beserta rombongan mendatangi para korban banjir, sambil menuruni tangga kampung Aur, Effendi bersama pasangannya Jumiran Abdi dengan tekun mendengarkan cerita susahnya mereka selama ini yang kerap mengalami banjir.

TOBING OBING. Punguan Si Raja Lumban Tobing kota Medan mendukung Effendi Simbolon-Jumiran Abdi maju pada Pilgubsu 7 Maret 2013 nanti. Ny. Effendi Simbolon Dessy Trinita Tobing juga hadir dalam acara silaturahmi dengan Tobing kota Medan di Hotel Grand Antares Medan, Kamis (17 Januari 2013)

RA CUN TIKUS RACUN TIKUS. Ratusan warga Desa Cinta Damai Kabupaten Batubara menyambut antusias kedatangan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumut, Jumiran Abdi, Jum’at (18/1) kemarin . Dalam kunjungan tersebut, Cawagub nomor urut 2 ini memberikan bantuan racun tikus sebanyak 500 paket untuk para petani. Bantuan racun tikus yang sudah cukup lama didambakan petani itu menurut Jumiran Abdi sebagai salah satu bentuk perhatian pasangan nomor urut 2 ke petani guna menimalisir serangan hama yang kerap menyerang tanaman. Racun tikus ini diberikan Calon Gubernur Effendi Simbolon, jadi jangan dinilai dari harganya. “Anggaplah ini merupakan salah satu bentuk perhatian ke petani karena kami memang juga berasal dari keluarga petani,”ucap Jumiran Abdi yang juga merupakan warga asal Kabupaten Batubara ini. Dikesempatan itu, Jumiran Abdi yang didampingi Wakil Ketua DPD PDI-Perjuangan Sumut Ustad Syahrul Effendi Siregar juga memberikan apresiasi kewarga Desa Cinta Damai atas sambutan dan antusias warga yang cukup meriah untuk memenangkan pasangan ESJA. Fot o-f ot o, Rion. Foto-f o-fot otoo : Coky Coky,, Asiong, Juli, Hendr Hendro,


10

EDISI KEDUA FEBRUARI 2013

Mengaw al Akurasi DPT Pilgubsu KOMISI Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara (KPU Sumut) telah menetapkan 10.295.013 jiwa sebagai Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (DPT Pilgubsu) 2013 dari 15.977.383 jumlah penduduk yang tercatat. DPT versi KPU Sumut ini, merupakan hasil dari pencocokan dan penelitian (coklit) lapangan 11.300.526 Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). DPT terdiri dari 5.091.149 pemilih lakilaki dan 5.203.864 perempuan, tersebar di 33 kabupaten/kota, 422 kecamatan dan 5.875 desa/kelurahan dilengkap 26.443 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dibandingkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang ditetapkan November lalu, ada penambahan 177.833 jiwa dari 10.117.180 pemilih. Proses pemutahiran DPT tersebut diawali dengan coklit DP4 ke setiap desa/kelurahan di seluruh Provinsi Sumut. Setelah dibersihkan dari pemilih ganda, belum cukup usia, sudah meninggal dunia dan alamat tidak jelas, maka diperoleh 10.117.180 jiwa untuk DPS Pilgubsu 2013. Artinya, dari hasil coklit KPU Sumut, terkuak selisih angka pemilih 1.183.346 jiwa antara DP4 dan DPS. Pilgubsu yang digelar 7 Maret 2013 berdasarkan Surat Keputusan KPU Sumut No. 1/2012 tentang Tahapan Jadwal dan Program Pemilukada Sumut 2013, yang mengusung lima pasang calon Gubernur/wakil Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi, Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, Effendi Simbolon-Jumiran Abdi, Gus Irawan Pasaribu-Soekirman dan Amri TambunanRustam Effendi, diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp700 miliar. Pengawasan, masukan dan koreksi publik atas DPS sebelum ditetapkan menjadi DPT, merupakan tahapan wajib yang harus dilakukan KPU sebelum penetapan akhir, finalisasi DPT. Sebab, dalam adab demokrasi, partisipasi publik dalam pengawasan DPS sebelum ditetapkan menjadi DPT adalah tahap yang amat penting. Artinya, jika DPS versi KPU tidak mendapat koreksi, sanggahan dan masukan dari masyarakat, selama rentang waktu yang ditentukan, maka KPU akan menetapkan DPS menjadi

DPT. Soalnya, ketika DPS sudah ditetapkan menjadi DPT, maka hampir tak ada ruang bagi masyarakat untuk mengubah DPT, karena ini terkait dengan tahapan Pilgubsu berikutnya, seperti pengadaan logistik pemilu (kertas suara atau kotak suara), jumlah TPS dan seterusnya. Di sisi lain, DPT yang tidak akurat adalah pintu masuk bagi delegitimasi Pilgubsu dan seluruh produk yang dihasilkannya. KPU Sumut sepertinya ingin menghindari kekacauan DPT seperti yang terjadi pada Pemilu Legislatif 2009 dan Pilpres 2009 lalu, dimana pendataan dan penetapan pemilih yang serampangan telah membawa problem berkepanjangan. DPR bahkan sampai membentuk Panitia Angket untuk menyelidiki kasus kekacuan dan dugaan penggelembungan DPT ini. Dari hasil inventarisasi berbagai kecurangan dan kejanggalan Pemilu dan Pemilukada, setidaknya terdapat 20 jenis kejahatan yang potensial terjadi pada Pilgubsu 2013. Beberapa diantaranya, verifikasi daftar pemilih yang kacau, penggelembungan data kependudukan, penggelembungan daftar pemilih, pencoretan (pengguguran) calon pemilih, pengaturan kampanye dan jadwal yang menguntungkan calon tertentu. Berikutnya, potensi politik uang, pemerasan terhadap calon yang dilakukan oleh penyelenggara pemilukada, penegakan hukum atas pelanggaran pemilukada yang tebang pilih, pembiaran penyelenggaran tahapan pemilukada yang menyimpang, pelemahan pengawasan pemilu (terutama pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat secara langsung). Hasil investigasi Komisi Nasional Hak

Asasi Manusia menguak fakta, jutaan suara pemilih (antara 25-40 persen) telah dirampas dalam Pemilu 9 April 2009. Begitupun dalam pelaksanaan Pemilukada yang banyak berlangsung di tahun 2011, tak sedikit yang berujung konflik dan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Berdasarkan laporan Kementerian Dalam Negeri, dari 87 Pemilukada, 78 diantaranya digugat ke MK dengan 132 perkara yang teregistrasi. Catatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas pelaksanaan Pemilukada 2011 juga menunjukkan, masih terjadi berbagai bentuk pelanggaran "klasik" dalam proses pemutakhiran data pemilih. KEJAHATAN PEMILU Mengacu pada kejahatan pemilu, manipulasi DPT ini ditempuh melalui dua cara. Pertama Pertama, menghilangkan hak pilih warga negara di daerah-daerah tertentu. Kedua Kedua, menggandakan hak pilih warga tertentu. Baik dengan menggandakan pemilik nama yang sama dengan nomor induk kependudukan (NIK) yang berbeda, atau sebaliknya, menggandakan NIK yang sama bagi pemilik nama (fiktif) yang berlainan. Padahal, secara nasional, NIK mestinya bersifat khas dan berlaku hanya satu nomor bagi satu orang penduduk. Manipulasi DPT melalui jalan di atas didukung serangkaian tindakan sistematis, antara lain pemutakhiran data pemilih yang diulur-ulur. Ini berakibat KPU gagal memutakhirkan data pemilih secara cermat, akurat, akuntabel dan tepat waktu. Dampaknya, pengumuman DPT pun dilakukan dalam waktu mepet, berdasar data pemilih sementara (DP4) yang tidak akurat. Sementara masyarakat, partai politik dan pemantau pemilu independen tak memiliki waktu yang cukup untuk mengecek akurasi DPT. UUD 1945 pasal 22 E telah mengamanatkan, Pemilu (termasuk pemilukada) dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Penghilangan hak pilih sebagian rakyat adalah bentuk pelanggaran atas asas pemilu/pemilukada yang jujur dan adil.

Netralitas PNS dalam Pilgubsu 2013 UNTUK menjaga independensi dan netralitas PNS, Negara Republik Indonesia telah membuat perangkat norma aturan melalui undang-undang agar PNS tetap terkawal dalam koridor tugas pokoknya sebagai pelayan masyarakat dari intervensi, dan upayaupaya campur tangan yang dapat merusak kredibilitas selaku abdi negara, abdi rakyat dan abdi pemerintah sesuai dengan sumpah jabatan yang telah diikrarkan. Dalam situasi dan kondisi bagaimanapun misi utama pemerintahan yaitu mengatur, melayani dan memberdayakan masyarakat mewujudkan kesejahteraan harus terlindung dari gangguan, terbebas dari intervensi apapun atau siapapun dan untuk kepentingan-kepentingan di luar kepentingan rakyat banyak demi keberhasilan tercapainya tujuan pembangunan. Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 pasal 3 ayat 1; "Pegawai Negeri berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan dan pembangunan". Ayat 2; Dalam kedudukan dan tugas sebagai dimaksud dalam ayat (1) pegawai negeri harus netral dari pengaruh semua golongan dan partai politik serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ayat 3; untuk menjamin netralitas pegawai negeri sebagai dimaksud dalam ayat (2) pegawai negeri dilarang menjadi anggota dan atau pengurus partai politik. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 79 ayat (1) menyebutkan "Dalam kampanye, dilarang melibatkan:

a. Hakim pada semua peradilan, b. Pejabat BUMN/BUMD, c. Pejabat struktural dan fungsional dalam jabatan negara, d. Kepala desa. Selanjutnya pada ayat (4) menyebutkan "Pasangan calon dilarang melibatkan Pegawai Negeri Sipil, anggota Tentara Nasional Indonesia, dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai peserta kampanye dan juru kampanye dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah". Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pada Pasal 4 angka 15 menyebutkan "Setiap PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, dengan cara : a. Terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, b. Menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatan dalam kegiatan kampanye, c. Membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye dan d. Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat". Selain larangan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 juga memberikan sanksi bagi PNS yang masih mau melanggar dengan ikut kampanye atau memberikan dan mengarahkan dukungan kepada salah satu kandidat. Sanksi yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 dapat berupa hukuman disiplin ringan maupun hukuman disiplin berat. -+,

Lint as Lintas

Di sisi lain, persepsi publik Sumut terhadap Pilgubsu yang akan digelar 7 Maret 2013 mendatang masih dianggap sekadar "ritual" lima tahunan. Apalagi, Pemilu Kada Sumut, bagi parpol pengusung para calon, masih terindikasi dijadikan ajang bagi pengumpulan pundi-pundi modal finansial melalui modus "harga sewa kendaraan" atau "uang mahar" untuk setiap pasang calon yang akan bertarung dalam Pilgubsu dengan harga bervariasi, sesuai tingkat perolehan suara atau jumlah kursi yang dimiliki masing-masing parpol sebagai modal untuk bertarung pada pemilu 2014. Yang pasti, KPU Sumut masih punya sisa waktu menuju hari "H" 7 Maret 2013 mendatang, untuk mengantisipasi berbagai modus kejahatan Pemilu Kada yang potensial berlangsung dalam setiap tahapan pemilu kada. Seluruh lapisan warga Sumut tentu berharap, dari waktu yang tersisa itu, bisa sungguh dimanfaatkan KPU Sumut untuk sungguh-sungguh mengelola Pilgubsu secara transparan, akuntabel dan profesional, agar pesta demokrasi Sumut yang jujur, adil dan tidak memihak, layak menjadi contoh bagi penyelenggaraan pemilu kada di daerah lain. Semoga. bs

Belajar dari Kecurangan Masa Lalu PELAKSANAAN pemilihan umum, pemilihan presiden, pemilihan gubernur, pemilihan walikota serta pemilhan bupati, yang namanya kecurangan pasti ada. Bentuknya berbeda-beda. Belajar dan berkaca pada pengalaman masa lalu, seperti pada ajang pemilihan Walikota Medan 2010 yang lalu, ada banyak kecurangan yang terjadi. Berdasarkan laporan dan catatan dari Biro Bantuan Hukum PDI Perjuangan Jalan Hayam Wuruk Medan diperoleh beberapa catatan kecurangan-kecurangan yang terjadi. Bentuk kecurangan itu antara lain : 1. Indikasi adanya pemilih yang mencoblos rangkap surat suara 2. Adanya indikasi Lurah mempengaruhi PPS dan KPPS dengan cara memberikan uang 3. Lokasi TPS berada di kantor pemerintahan 4. Ada pembagian beras pada saat hari H pencoblosan yang didalam karung plastik terdapat kartu nama calon. 5. Ada pemilih yang mencoblos tidak sesuai dengan nama yang ada di DPT 6. Kampanye terselubung pada saat minggu tenang 7. Ada pemilih yang melakukan 2 kali pencob losan 8. Ditemukannya atribut gambar calon dalam badge nama saksi yang dikeluarkan KPPS/KPU 9. Adanya mobilisasi pemilih yang meng gunakan C6 yang tidak sesuai dengan nama-nama yang tertera dari C6. Bentuk-bentuk kecurangan lainnya adalah ditemukannya kertas suara yang telah dicoblos dibuang ke sungai atau dibakar, kemudian kertas suara yang sisa dicoblos kembali demi untuk menambah jumlah suara salah satu calon. Belajar dari kecurangan dan kesalahan masa lalu, ajang pemilihan gubernur tahun ini tidak akan berjalan dengan jujur, adil dan bersih tanpa peran serta masyarakat terutama media pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada dalam melakukan pengawasan. Saksi-saksi yang nantinya diturunkan ke tiap TPS juga perlu lebih teliti dalam mengamati jalannya pemilihan gubernur 7 Maret 2013 mendatang.-+,


Lint as Lintas

11

EDISI KEDUA FEBRUARI 2013

Tahukah Anda, Kecurangan Masih Saja Terjadi Setiap Pilkada ? z Incumbent Berpotensi Curang

P

ADA Pilgubsu yang akan dilaksanakan 7 Maret 2013 nanti, diikuti oleh lima pasangan calon. Dari lima pasangan calon ada 4 orang calon yang masih berstatus pejabat (incumbent) diantaranya Gatot Pujonugroho sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, T Erry Nuradi sebagai Bupati Serdang Bedagai, Soekirman sebagai Wakil Bupati Serdang Bedagai dan Amri Tambunan sebagai Bupati Deli Serdang. Dari kelima pasangan ini, ada Bupati dan Wakilnya di satu kabupaten, yaitu Kabupaten Serdang Bedagai yang ikut bersaing memperebutkan posisi Wakil Gubernur. Dengan ikutnya Bupati dan Wakil Bupati Sergai ini, berarti kabupaten ini akan mengalami kekosongan kepemimpinan terutama pada saat kampanye nanti. Pada dasarnya, keempat orang calon yang saat ini masih menjabat itu dipercaya tidak akan melakukan kecurangan atau cara-cara yang mencederai jalannya demokrasi pada Pemilihan Gubernur Sumut 2013 ini. Namun, orang-orang di sekitarnya bisa jadi sangat berpotensi untuk kepentingan menjilat atasannya, karena ingin dilihat sebagai anak buah atau bawahan yang mampu menyenangkan atasannya dengan melakukan kecurangan. Bentuk kecurangan, misalnya yang akan dilakukan para anak buah 'penjilat' yang dekat dengan kekuasaan dan memungkinkan menggunakan fasilitas negara itu, diantaranya seperti mengerahkan massa dengan mobilisasi massa dengan fasilitas aparatur negara. Bahkan dari pengalaman dalam pilkada-pilkada sebelumnya, para incumbent kerap memanfaatkan fungsi dan tugas para kepala dusun atau kepala lingkungan, kepala desa atau lurah, camat dan kepala dinas dalam mensosialisasikan atau memenangkan calon gubernur-wakil gubernur yang masih menjabat tersebut. Selain itu, dukungan dari kepala daerah yang lain juga sangat berpotensi untuk mendukung salah satu kandidat karena berasal dari salah satu partai yang sama atau karena solidaritas sesama bupati, misalnya. Kondisi ini bisa dilihat pada keterlibatan Walikota Medan, Rahudman Harahap yang juga petinggi Partai Demokrat Sumut yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Amri-RE. Dukungan terhadap salah satu pasangan calon gubernur ini disebut sebagai dukungan walikota yang masih menjabat kepada salah satu calon sebagai bentuk sesuatu untuk menyenangkan atasan atau petinggi partainya. Kita semua sebagai warga masyarakat

Sumut merapatkan barisan dan berharap agar segala bentuk kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang masih berstatus PNS dapat diawasi bersama secara ketat serta berperan serta dalam membantu Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) maupun masyarakat yang menginginkan ajang demokrasi Pilgubsu tahun ini bisa berjalan secara jujur, adil dan transparan. Keinginan utama kita adalah demokrasi tidak dinodai dinodai, tidak ada tindakan-tindakan untuk menghalalkan secara cara demi untuk kekuasaan sesaat. Kita semua tahu, kalau kecurangan dalam Pilgub 7 Maret 2013 bisa saja dilakukan oleh: Pegawai Negeri Sipil, Oknum Petugas PPS, PPK dan yang terlibat di dalamnya serta elemen lainnya yang berpotensi melakukan kecurangan. Tidak hanya kecurangan saat hari H-Pemilihan Gubernur 7 Maret 2013, pada saat kampanye dan minggu tenang, tetap saja kecurangan-kecurangan sangat mungkin terjadi dan dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Antara lain 'serangan fajar' menjelang pencoblosan biasanya kerap terjadi berupa pemberian uang atau sembako kepada sejumlah pemilih secara sembunyi-sembunyi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, para saksi pasangan calon maupun masyarakat harus mengawal ketat perjalanan suara dari TPS hingga rekapitulasi suara sampai ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten/Kota hingga ke KPU Sumut. Pengamat Politik Shohibul Anshor Siregar mengatakan, dalam penyelenggaraan Pilgubsu 2013 ini yang paling khawatir adalah soal netralitas dan imparsialitas (ketidakberpihakan). Dalam hal ini, KPUD Sumut dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) harus menjaga independensi setiap pasangan calon. "Kita beharap semua pejabat KPU Sumut dan Panwaslu bersikap netral di Pilgub Maret mendatang. Sebab, selama ini hasil hitung cepat Pemilukada menimbulkan kerawanan manipulasi suara," ujar Shohibul. Perjalanan kertas suara dari TPS ke PPS kemudian ke PPK diteruskan ke KPUD Kabupaten/Kota sampai ke KPUD Sumut harus dicermati secara benar. Potensi kecurangan bisa saja terjadi di dalam proses pengiriman kertas suara dari TPS ke PPS atau dari PPS ke PPK atau di tengah-tengah pengiriman sampai ke KPU. Demikian juga saksi-saksi pasangan calon. Sebab, ketika meleset bisa saja upaya curang dilakukan. Jadi Panwas harus benar-benar esktra ketat mengawasi hal ini.

Cagubsu Effendi MS Simbolon memakaikan helm kepada peserta lomba grasstrack di Binjai Selatan.

foto: coki

Salurkan Hobi, Remaja Bisa Hindari Diri dari Jerat Narkoba KEGIATAN olahraga yang bisa menjadi sarana anak-anak remaja untuk menyalurkan hobi dan bakat diyakini akan mampu mencegah keterlibatan generasi muda dalam penggunaan narkoba mau pun hal negatif lainnya.Karena itu,kegiatan perlombaan olahraga harus rutin digelar di Sumatera Utara. Hal ini diutarakan calon gubernur Sumatera Utara Effendi MS Simbolon usai melepas puluhan peserta grasstrack yang berlomba di sirkuit permanen Kelurahan Bakti Karya kecamatan Binjai Selatan,Minggu (13/1). Selain bisa membantu mencegah keterlibatan generasi muda dalam penggunaan narkoba,kejuaraan grasstrack ini juga diharapkan bisa mencegah keterlibatan anak-anak muda pada kegiatan balap liar mau pun aksi-aksi genk motor yang saat ini masih meresahkan masyarakat. "Kalau kita rutin menggelar lomba grasstrack atau pun kegiatan olahraga lainnya,tentunya ini bisa menjadi sarana anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan hobi sehingga keinginan untuk menggunakan narkoba bisa ditekan bahkan dihilangkan",ujar Effendi MS Simbolon. Lebih lanjut Effendi MS Simbolon mengatakan,saat ini kebanyakan pemerintah kota mau pun pemerintah propinsi menghilangkan areal bermain dan sarana berolahraga bagi warganya sehingga warga tidak memiliki tempat untuk menyalurkan hobi secara gratis dan gampang. "Coba kita liat,sudah jarang ada kita temukan taman bermain,lapangan olahraga yang bisa dimanfaatkan secara gratis dan mudah oleh masyarakat.Padahal ini penting lho untuk menenangkan dan menyehatkan warga", saya berharap pertandingan ini berjalan dengan Sportif, kata Effendi. Effendi MS Simbolon yang berkesempatan hadir menyaksikan kejuaraan Grasstrack yang digelar pemerintah kota Binjai,pemerintah kabupaten Langkat yang bekerja sama dengan Pemuda Pancasila serta Laskar Merah Putih Binjai tersebut terlihat antusias dan semangat menyaksikan 75 peserta yang bertanding pada lima kelas memperebutkan piala bupati Langkat dan Walikota Binjai. Kepada para peserta,Effendi berharap akan ada juara-juara baru yang bisa mewakili Sumatera Utara pada kejuaran grasstrack bertaraf nasional dan internasional.Sehingga nama Sumatera Utara dan Indonesia tetap dikenal daerah lain di bidang olahraga otomotif.-+,


Jejaring

13

EDISI KEDUA FEBRUARI 2013

Jelang Imlek, Jumiran Abdi Minta PLN Tidak Lakukan Pemadaman CALON Wakil Gubernur Sumut nomor 2, Jumiran Abdi berharap tidak terjadi pemadaman listrik bergiliran oleh PLN sepekan menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada 10 Februari mendatang.

JUMIRAN ABDI SAPA pedagang Pasar Petisah Medan, Senin (28/1). Dalam kunjungannnya itu, Jumiran Abdi meminta kepada PLN agar tidak mematikan listrik selama pelaksanaan Hari Raya Imlek 2564.

"Kita tidak ingin pemadaman listrik terjadi menjelang maupun saat perayaan Imlek berlangsung. PLN harus menjamin tidak ada pemadaman, agar ada rasa keadilan bagi etnis Tionghoa yang merayakan Imlek," kata Jumiran Abdi saat mendengar keluhan Ellis seorang ibu rumah tangga etnis Tionghoa di Pasar Petisah Medan , Senin (28/1). Pada kesempatan itu, Ellis menyampaikan keluhannya tentang masih seringnya terjadi pemadaman listrik bergiliran di rumahnya Jalan Pasundan Medan, Jumiran Abdi yang didampingi Anggota DPRD Medan,Hasyim SE menambahkan saat ini etnis Tionghoa tentunya sudah mulai bersiap dan bergiat bersih-bersih rumah. Untuk itu dia meminta pihak PLN tidak melakukan pemadaman listrik apalagi di malam hari. "Biasanya di vihara maupun kelenteng sedang bergiat melakukan bersih-bersih seperti yang dilakukan warga di rumahnya masing-masing," kata Jumiran Abdi.

Dalam kunjungannya selama hampir dua jam, mantan Kadis Kebersihan ini juga tidak segan-segan ataupun canggung menghampiri pedagang ikan dan cabai serta sayur mayur sekaligus membeli dagangan yang dijual para pedagang disana. Jumiran menyempatkan diri membeli ikan asin, cabai, sayur dan buahbuahan. Selain belanja, Jumiran Abdi juga menyempatkan diri berbincang-bincang dan berdialog dengan pedagang yang ada di Pasar Petisah mengenai harga sayur mayur dan kebutuhan pokok menjelang perayaan Imlek . "Melalui kunjungan ini kita juga mengimbau pemerintah melalui dinas terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut untuk melakukan pengawasan terhadap harga sembilan bahan pokok (sembako) di setiap pasar tradisional dan supermarket menjelang perayaan hari besar keagamaan etnis Tionghoa," tandasnya. Langkah pengawasan ini kata Jumiran Abdi harus dilakukan sebagai antisipasi agar tidak terjadi permainan harga. Sebab biasanya menjelang hari besar keagamaan ada pihak yang ingin mengambil kesempatan menaikkan harga secara sepihak, yang pada akhirnya merugikan warga. Dalam kunjungannnya ke Pasar Petisah, Jumiran Abdi juga mengucapkan selamat tahun baru Imlek kepada sejumlah warga, pedagang dan pembeli etnis Tionghoa yang sebentar lagi akan merayakan Imlek. "Kiranya seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Sumut , harus saling peduli dengan saling berbagi dan menjaga kerukunan agar tercipta Provinsi Sumut yang aman, tentram dan kondusif," tuturnya.,+-


14

EDISI KEDUA FEBRUARI 2013

KPU-P anw aslu KPU-Panw anwaslu

Nias Siap Menangkan ESJA Dewan Pengurus Cabang PDI Perjuangan Nias Selatan menyatakan kesiapannya memenangkan pasangan Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi pada pemilihan gubernur 7 Maret mendatang. Ketua DPC PDI Perjuangan Nias Selatan Elisati Halawa mengatakan, kesiapan itu dikarenakan pasangan Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi merupakan pasangan yang direkomendasikan langsung oleh ketua umum DPP PDI Perjuangan Megawati. Soekarno Putri. "Sebagai kader yang militan dan setia kepada partai politik,sudah kewajiban kami untuk memenangkan pasangan ESJA",ujar Elisati Halawa. Lebih lanjut Elisati Halawa yang saat ini juga duduk sebagai anggota DPRD Nias Selatan mengatakan,dengan keberhasilan menguasai 86 persen suara untuk memenangkan Megawati Soekarno Putri pada pilpres 2009 lalu,maka pihaknya optimis pencapaian yang sama bisa dilakukan untuk kemenangan Effendi. "Dulu kita berhasil menguasai 86 persen suara untuk memenangkan Megawati Soekarno Putri.Dan ini lah yang akan kita lakukan lagi untuk memenangkan Effendi", imbuh Elisati yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan ratusan kader dan simpatisan PDI yang memadati aula wisma anak laut di Teluk Dalam Nias Selatan.

Sementara itu,Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Analisman Zalukhu mengatakan, ketika di masa pemerintahan Rizal Nurdin yang disusul kepemimpinan Rudolf Pardede, ada tiga putra terbaik Nias yang mendapatkan jabatan eselon dua.Dan ini yang tidak lagi kita dapatkan saat ini. "Dulu ada tiga putra terbaik Nias yang dapat jabatan eselon dua.Sekarang tak ada lagi.Ini lah yang harus kita perjuangkan saat ini dengan memenangkan Effendi",ujar Analisman Zalukhu. Analisman Zalukhu yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Sumatera Utara dari daerah pemilihan Nias menambahkan, jika gubernur yang terpilih nantinya merupakan gubernur yang dekat dengan rakyat Nias,maka akan banyak yang bisa lakukan di Nias ini,terutama dari bidang pembangunan. "Kalau kita memilih gubernur yang dekat dengan masyarakat Nias,maka yakinlah kita bahwa akan banyak yang bisa kita lakukan di Nias nanti,terutama pembangunan. Karena itu, mari lah kita menangkan Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi",tambah Analisman. Calon gubernur Effendi MS Simbolon selama dua hari melakukan kunjungan ke beberapa tempat di kabupaten dan kota di kepulauan Nias. Di kepulauan yang memiliki keindahan alam terutama pantai itu, Effendi MS Simbolon melihat langsung keterlambatan pembangunan terutama dibidang infrastruktur jalan.*jap

Pemekaran Solusi Percepatan Pembangunan Nias NIAS |Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) nomor urut 2 Drs Effendi MS Simbolon menyebutkan, pemekaran di Kepulauan Nias menjadi satu provinsi diyakini menjadi jalan keluar percepatan pembangunan di Kepulauan Nias. Hal ini dikatakan Effendi MS Simbolon setelah melihat langsung kondisi infrastruktur Nias, yang masih jauh dari layak untuk dinikmati warga kepulauan Nias. "Ketertinggalan pembangunan di Kepulauan Nias bukan hanya karena letaknya yang terpisah. Tetapi karena memang pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat tidak mau memberikan perhatian untuk Nias," ujar Effendi MS Simbolon. Effendi juga menyebutkan, tidak adanya perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi bisa dilihat dari jarangnya pejabat yang datang dan berkunjung ke Nias. "Coba, masa seorang presiden hanya berkunjung ke Nias ketika musibah gempa bumi terjadi. Setelah itu tak ada lagi kunjungan yang dilakukan," imbuh Effendi. Dikatakannya, untuk bisa menjadi satu provinsi baru, maka masyarakat Nias harus solid dan tetap semangat. Sehingga cita-cita menjadi provinsi baru bisa terpenuhi. "Untuk bisa menjadi provinsi baru, masyarakat Nias harus belajar dari kegagalan daerah lain. Sehingga cita-cita dan harapan itu tetap bisa terwujud," imbuhnya. Effendi sendiri yang selama tiga hari melakukan kunjungan ke Kepulauan Nias, melihat kondisi infrastruktur di kepulauan Nias sangat jauh tertinggal dibanding daerah lain di Sumatera Utara. *jap


Lint as Lintas

15

EDISI KEDUA FEBRUARI 2013

MEGAWATI MAMPU JADI PEREKAT

K

ETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mampu menjadi perekat, baik di internal partai maupun secara eksternal. Menurut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Ir Taufan Agung Ginting, sistem pengelolaan partai saat ini sudah sangat jauh berbeda jika dibanding dengan masa orde baru. Apalagi implementasi ideologi partai yang sudah dilaksanakan tidak lagi hanya sekadar jargon. "Bahkan saat ini sudah ada pengkaderan yang berkesinambungan. Mulai dari kader

utama, madya dan pratama," ungkap salah satu pendiri PDI Perjuangan Sumut itu kepada wartawan, di sela-sela acara peringatan HUT PDI Perjuangan di Halaman Kantor PDI Perjuangan Sumut Jalan Hayam Wuruk Medan, baru-baru ini. Lebih lanjut dikatakannya, bukti kepiawaian putri poklamator mampu mempersatukan dan merekatkan kader partai, tampak saat dia berkesempatan bersilaturahmi ke para kader PDI Perjuangan di Sumatera Utara baru-baru ini. Soliditas kader partai dalam rangka pemantapan dukungan terhadap pasangan Cagub/ Cawagubsu Drs Effendi Muara Sakti Simbolon dan Drs H Jumiran Abdi, terbukti semakin erat pasca kunjungan Megawati Soekarnoputri. Tak hanya kader partai, sebutnya, seluruh sayap partai diantaranya, Relawan Perjuangan untuk Demokrasi (Repdem), Tim Merah Putih dan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), merapatkan barisan, bulatkan tekad mendukung dan meme-

nangkan pasangan Cagub/Cawagubsu Effendi-Jumiran nomor urut 2 yang diusung PDIP, PPRN dan PDS itu. Bahkan Gerakan Rakyat Dukung Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (GARDU EsJa), bertekad memenangkan pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi dalam satu putaran. Beralih ke Effendi Di tempat terpisah, pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Warjio berpendapat, 60 persen pemilih yang masih melihat dan menunggu (massa mengambangred), bisa beralih ke pasangan Cagub/ Cawagubsu Effendi Simbolon-Jumiran Abdi dalam Pilgubsu 7 Maret mendatang. Tergantung bagaimana pasangan Effendi Simbolon-Jumiran Abdi bisa melakukan personal touch (sentuhan pribadi). Massa mengambang, kata Warjio, yang 60 persen itu bisa saja berubah, mewakili konstalasi dukungan politik tehadap salah satu pasangan calon. Meski selama ini ada figur calon yang sebelumnya memang populis, dibangun dengan jaringan yang

sudah sejak lama dan mengakar. "Tergantung bagaimana si calon bisa mempengaruhi, posisinya bisa mencair. Bisa saja itu beralih ke Effendi Simbolon. Apalagi kuncinya, keuangan yang kuat dan berhasil mendekati media. Inikan strategi yang efektif, menjadi pertimbangan bagi pilihan politik mereka," papar Warjio kepada wartawan, Selasa (15/1), di Medan. Apalagi, ucap Warjio, tidak bisa dipungkiri, dalam konteks Pilkada tidak lagi diukur oleh pertimbangan-pertimbangan ideologis agama. Tetapi bantuan-bantuan yang diberikan bisa melunturkan untuk menentukan pilihan mereka. "Termasuk juga di Sumatera Utara ini," imbuhnya. Sebab, sampai sejauh ini, masyarakat masih menunggu dan melihat hingga mendekati hari H pencoblosan 7 Maret mendatang. Sehingga, proses kedepan menjadi peluang bagi masing-masing pasangan calon untuk bisa merebut simpati dan hati rakyat.,+-

E dy Suparman Pelaku Sejarah PDI Perjuangan Sumut Kesederhanaan pria yang satu ini tidak menggambarkan kalau sosok dirinya merupakan salah satu anggota dari dewan pertimbangan partai politik, dengan tampilan dan gaya mewah layaknya kebanyakan orang-orang yang terlibat di partai politik. Keinginan pria yang menghabiskan separuh usianya di partai Megawati Soekarnoputri ini, hanya sebuah cita-cita bertekad untuk membesarkan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Edy Suparman, satu-satunya sesepuh PDIPerjuangan Sumatera Utara yang hingga kini masih eksis. Loyalitas Edy di PDI Perjuangan, berawal saat kakek 15 cucu dan 6 cicit ini berkiprah di Partai Nasional Indonesia (PNI). Edy yang kini berusia 79 tahun, kemudian memantapkan diri untuk tetap berkiprah di PDI Perjuangan, seiring meleburnya PNI, Parkindo, Murba dan Katolik menjadi PDI. Keinginan untuk membuat PDI Perjuangan tetap eksis dan berkembang secara berkesinambungan, mengharuskan dirinya terus ada di PDI Perjuangan, sejalan dengan garis partai yang telah menetapkan dirinya. "Saya konsisten terhadap garis perintah DPP, untuk tetap menjadikan partai politik ini kedepan terus berkembang. Dan kalau saya tetap bertahan di PNI ketika itu, maka saya tidak diakui, karena yang ada saat itu hanya PDI," ungkap Edy, di sela-sela acara kegiatan peringatan HUT PDI Perjuangan ke-40, baru-baru ini, di Kantor DPD PDI Perjuangan Jalan Hayam Wuruk Medan. Menjadi Ketua PAC PDI Medan Sunggal dalam kurun waktu 1973 hingga 1982, membuat Edy yang kini satu-satunya merupakan sesepuh PDI Perjuangan dan banyak tahu tentang dinamika politik PDI Perjuangan. Kemudian tahun 1983, dia sempat pula menjabat sebagai Bendahara

DPC PDI Medan, hingga saat berlangsungnya kongres PDI di Jakarta. "Dan pada saat itulah lahir PDI versi Suryadi tetapi kita tidak terima, karena keputusan kongres bukan PDI versi Suryadi," ungkap Edy, mengingatkan kembali peristiwa yang terjadi ketika itu. Gejolak dan konflik yang terjadi di tubuh PDI saat itu, bahkan melibatkan campur tangan pemerintah yang bersikukuh melalui Menteri Dalam Negeri Suparjo Rustam, menetapkan PDI versi Suryadi. Aksi penolakan kepemimpinan Suryadi akhirnya membuat beberapa kader membentuk PDI tandingan, termasuk juga Edy saat itu. Satu yang menjadi keinginan dan tekad Edy membuat PDI Perjuangan besar, mengembangkan partai nasionalis ini sampai ke pelosok-pelosok desa, dimana dirinya lahir dan bertempat tinggal. "Cita-cita saya tidak ingin menjadi legislatif atau eksekutif, hanya ingin bagaimana PDI berkembang dan besar, menjadikan Megawati kembali sebagai presiden. Penghargaan walau hanya selembar kertas sangat berarti bagi saya dan generasi dibawah saya," ujarnya. Selama berkiprah puluhan tahun di PDI Perjuangan hingga kini, dia melihat regenerasi kader memiliki beragam karakter. Mulai dari yang hanya untuk gagah-gagahan saja berpolitik di partai, sampai kepada orang-orang yang berorientasi kepada jabatan dan uang. Begitupun, dia tetap berkeyakinan, jika di setiap semua tingka-

tan, PDI Perjuangan dipimpin oleh orangorang yang betul-betul punya kepedulian dan perhatian terhadap partai, maka dirinya yakin, 2014 nanti PDIP akan menjadi besar. Tentu dibarengi kerja keras, semisal pendidikan kader yang tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi bahkan sampai ke tingkat-tingkat bawah. Mulai dari anak ranting, ranting dan PAC, agar benarbenar mental kader terdidik. "Kalau kader partai saja tidak tahu AD/ ART Partai, kan tidak lucu. Apalagi tidak tahu aturan main partai," imbuhnya. Mirisnya, akibat ulah segelintir oknum kader, muncul anggapan kalau PDI Perjuangan bahkan merupakan partai kapitalis, menjadikan partai wong cilik ini hanya sebagai wadah mencari sebuah jabatan dan uang. Padahal di sisi lain, PDI Perjuangan yang merupakan partainya wong cilik, partainya sendal jepit, harus memang benar-benar merakyat. "Lah partene wong cilik, partene sendal jepit, kok tunggangane Roll Royce, Land Cruiser, Hammer, yo gak lucu mas. Opo maneh rakyat jek ngeleh, mangan wae susah. Ngono lo mas. (Kan partainya rakyat kecil, partainya sandal jepit, kok kenderaannya Roll Royce, Land Cruiser, Hammer, ya gak lucu mas. Apalagi rakyat masih lapar, makan saja susah. Begitu loh mas)," ujarnya.

Edy Suparman

Sampai hari ini, dirinya yang masih tetap loyal pada PDI Perjuangan, karena memang Edy masih ingin PDI Perjuangan menjadi lebih besar. "Walaupun misalnya ada anggapan jelek, tetapi tetap saja itu partai saya. Karena itu mari kawan-kawan tetap menjaga partai, yang sejak dipegang Panda Nababan, menejemen partai menjadi lebih baik. Berbeda dengan jamannya saya, ketika itu Rudolf, jangankan komputer, apa-apa pun tak ada," urainya. Kini, menurutnya, sejak dipimpin Panda, PDIP punya mobil dinas dan ambulan. Karena itu, kader partai diharapkan lebih sungguh-sungguh, jangan selalu berorientasi pada uang dan jabatan. Partai hanya dijadikan sebagai batu lompatan, jika tidak terpilih di legislatif, lantas pindah partai. Banyak yang masih seperti itu sekarang ini dan itu menurutnya bukan sikap seorang kader. "Peningkatan regenerasi seharusnya ditunjukkan melalui rasa soliditas, kebersamaan dan kerjasama yang baik, untuk membesarkan partai. Hindari saling mendiskreditkan diri, menjelek-jelekkan dan menjatuhkan sesama kader, sehingga PDI Perjuangan pada 2014 menjadi lebih jaya," pungkasnya. (bambang)

BIODATA EDY SUPARMAN Nama Tempat/Tgl Lahir Isteri Tempat/Tgl Lahir Anak-anak

: Edy Suparman :Mojokerto, 28 Desember 1934 : Alis Kasinem : Suriname, 1941 : 1. Sunartiningsih (51 tahun) 2. Surianto (49 tahun) 3. Mujiati (48 tahun) 4. Estidarmi (39 tahun) 5. Heri Sumpeno (37 tahun)


Effendi Simbolon :

Anak adalah Masa Depan dan Harapan Bangsa C

AGUBSU nomor urut 2 Drs Effendi Muara Sakti Simbolon berharap agar para orangtua semakin menyadari dan lebih mengutamakan pendidikan anak. Utamanya terhadap manfaat pendidikan bagi masa depan anak. Sebab, menurut Cagubsu yang berpasangan dengan Drs H Jumiran Abdi ini, pendidikan merupakan investasi terbesar untuk kemajuan masa depan. "Khususnya anak dan masa depan bangsa Indonesia pada umumnya," ungkap Effendi Simbolon dalam bincang-bincang santainya bersama wartawan kemarin, di Hotel Grand Antares Medan. Begitupun, Effendi melihat, sekarang ini, kesadaran para orangtua terhadap pendidikan anak sudah semakin meningkat. Bahkan, kata Cagubsu usungan PDIP, PPRN dan PDS ini, tak jarang para orangtua yang mengurangi anggaran kebutuhannya sendiri, untuk membiayai pendidikan putra putrinya. "Kebutuhan skunder dan primer mereka kesampingkan, asal anak dapat meneruskan pendidikan. Hal ini tak terkecuali pada keluarga menengah ke bawah," imbuh Effendi yang bersama pasangannya Jumiran Abdi mengusung slogan Jujur, Berani dan Melayani itu. Artinya, lanjut Effendi, apapun akan diusahakan asal anak bisa bersekolah. Kadang-kadang berhutang kesana kemari, menjual atau menggadai harta benda. Uniknya, untuk keperluan anak sekolah sangatlah mudah untuk meminjam

uang atau benda. Mengapa?, Orang yang dijadikan tempat berhutang juga maklum akan pentingnya pendidikan. Kepedulian Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA) terhadap anak, juga tampak dari kehadiran pasangan Cagub/Cawagubsu ini di Panti Asuhan dalam rangka HUT Effendi Simbolon ke-48. Perayaan ulang tahun Effendi di Panti Asuhan Al Washliyah Jalan Karya Jaya Pasar Lima Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, disambut puluhan anak panti sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Karena memang awal Desember 2012 lalu itu bertepatan dengan hari kelahiran Effendi Simbolon. Didaulat memotong nasi tumpeng, Effendi Simbolon juga semakin bertambah dengan kegembiraan manakala ketiga putranya beserta istri turut memberikan ucapan selamat. Jumiran Abdi juga tak mau ketinggalan menyampaikan ucapan selamat pada pasangannya itu. Kepedulian Effendi terhadap anak juga dibuktikannya saat dia menggaransi dua anak almarhum Lomoris Simbolon, Ketua Tim Relawan Pemenangan ESJA , yang tersengat listrik saat memasang baliho Pasangan ESJA di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai. Ketika itu, Effendi didampingi Jumiran dihadapan warga pelayat dengan penuh rasa tanggungjawab mengatakan, dirinya akan menanggung biaya sekolah kedua anak almarhum Lomoris Simbolon sampai ke tingkat sarjana. Tak hanya itu, istri dan anak yang ditinggalkan, juga akan diberi rumah dalam waktu dekat. "Jaga kedua anak ini boru Simbolon, biaya sekolah kedua anak ini saya tanggung sampai sarjana," ungkap Efendi kepada istri almarhum. *bs


EDISI KEDUA FEBRUARI 2013