__MAIN_TEXT__

Page 1

ES

T E T

A IK

A D

M A L

R A

E T I S

T K

R U


ESTETIKA DALAM ARSITEKTUR Š2015 oleh Yanita Mila Ardiani Hak cipta yang dilindungi Undang-undang ada pada Penulis. Hak penerbitan ada pada PT WIDIA INOVASI NUSANTARA. Dilarang menggandakan sebagian atau seluruh isi buku dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari Penerbit.

Editor : Bambang Trim Korektor : Bambang Trim Desainer : Deden Sopandy

Cetakan I, Maret 2015 ISBN 978-602-1138-14-4 1jil., 98 hlm., 17 x 24 cm

PT WIDIA INOVASI NUSANTARA Jln. KH Syahdan No.9, Palmerah Jakarta Barat 11480 Tlp. +62 21 534 5830 ext. 2174


KATA PENGANTAR Rasa Syukur Alhamdulilah, saya ucapkan ke hadirat Allah Swt telah memberikan kemudahan dan kelancaran bagi saya untuk membuat buku ini. Buku ini merupakan buku ajar untuk mata kuliah yang berhubungan dengan desain, baik desain bangunan (arsitektur), desain interior, maupun grafis. Di dalamnya berisi banyak ide untuk membuat ragam estetika dalam arsitektur untuk inspirasi Mahasiswa ataupun pelaku desain untuk membuat sebuah karya seni. Dalam pembuatannya, saya berterimakasih untuk keluarga saya, suami: Ahmad Muklas Widodo dan anak-anak saya: Rachel Lintang Aurya dan Ranu Ahmadireja, yang selalu memberi semangat saya untuk terus berkarya di dunia arsitektur dan dunia penulisan. Saya pun berterima kasih juga kepada sahabat, teman-teman, dan rekan kerja saya. Semoga buku ini bermanfaat bagi dunia pendidikan dan seluruh masyarakat yang menggunakannya

Salam hangat,

Yanita Mila Ardiani ST.,MT

iii


1 / AESTHETICS 19 / BASIC FORM 35 / PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN 51 / WARNA 65 / TEORI PROPORSI DAN KOMPOSISI 77 / CREATIVE THINKING

iv


Aesthetics 1


1. PRINSIPPRINSIP ESTETIKA

2

Ketika kita berbicara tentang estetika, kita bicara tentang sesuatu yang bagus, indah, dan cantik. Kita terbawa dengan menamakannya estetik (penuh dengan hal yang indah). Estetika berasal dari bahasa Yunani, yang ber足arti memiliki rasa sensitif untuk merasakan atau memiliki sense. Secara etimologi kata estetika berasal dari:

Estetika berhubungan erat dengan seni.

. aesthetis (Yunani): mengamati . aisthenasthai: mengamati secara jasmani . aesthetikos: pegamtan dengan pengindraan

. Metafisika (Ontologi): ilmu yang mempelajari yang ada; . Epistemologi: ilmu yang mempelajari pengetahuan/bagaimana manusia dapat mengetahui; . Aksiologi:

mempelajari

tentang

nilai-nilai (value) Adapun estetika itu sendiri masuk ke dalam ilmu filsafat yang bernama aksiologi. Estetika juga berasal dari turunan ilmu filsafat yang berkaitan dengan keindahan, seni, dan rasa serta cara pengekspresiannya. Dengan

Jika dilihat dari ranahnya, estetika ini demikian, jika disimpulkan estetikaE merupakan salah satu dari 3 besar ilmu adalah ilmu yang membahas tentang filsafat (pembagiannya sebelum abad ke-20): keindahan. 2


3

4

5

Estetika berhubungan erat dengan seni, dan cara menilai seni tersebut dapat diberi parameter. Parameter yang digunakan adalah dengan teknik komposisi dan proporsi. Estetika berkaitan dengan penilaian akan keindahan. Definisi keindahan ada bermacam-macam menurut para ahli. Namun intinya adalah bagaimana mendefinisikan arti estetika itu secara objektif. Keindahan tidak bisa dinilai, namun bisa dilakukan dengan pendekatan-pendekatan, yaitu:

6

Tidak ada rumusan yang jelas bagaimana mengatakan sesuatu itu indah atau tidak. Hal-hal tersebut tergantung dari persepsi tiap-tiap individu yang melihatnya. Faktorfaktor tersebut yang memengaruhi persepsi, antara lain harapan, pengalaman masa lalu, dan keadaan psikologis yang dapat menciptakan kumpulan perseptual terhadap lingkungannya.

Hal hal yang memengaruhi dalam pengambilan keputusan . keterkaitan dengan pembelajaran proses persepsi, apakah sebuah objek indah memiliki nilai estetis atau kognisi, dan formasi; tidak yaitu . proses kreativitas. 1. Pengaruh dari dalam (subjek), yaitu • perangkat pengindraan; • sifat/karakter pribadi subjek Sebuah objek atau lingkungan dapat dikatagorikan • perangkat kesadaran: Rasio, naluri, emosi, Iman, intusi, sebuah karya seni jika mengomunikasikan sebuah pesan imajinasi, fantasi, ilham, kreativitas, daya energy dan dari orang satu ke yang lain. Pada zaman prasejarah pun, kehendak. Manusia telah mengerti akan estetika seni yang terlihat dari gambar-gambar di gua. alat pemujaanhakekat yang 2. Pengaruh dari luar (objek) • realitas alam setempat di mana subjek tinggal; paling tinggi dengan mengangkat keindahan bertujuan • kebudayaan setempat di mana subjek hidup; pemujaan, menyembah dan mmeluhurkan sesuatu. • tatanan sosial; Karena itu dibutuhkan cara untuk: • tatanan bahasa; . mengidentifikasi dan mengerti faktor-faktor yang • tatanan ekonomi; memengaruhi persepsi sesuatu dikatakan indah atau • tatanan religi; tidak; • tatanan kesenian; • tatanan teknologi; . mengerti kemampuan manusia secara alami untuk • tatanan ilmu. menciptakan dan menikmati penciptaan yang menimbulkan kesenangan atau kepuasan. 3


2. PHILOSOPHY

7

Kesadaran estetis merupakan kesadaran yang permanen dalam diri manusia dan terkait erat dengan pembentukan karya seni.

Menurut Herbert dalam The Meaning of Art (1959): Kesadaran estetis merupakan kesadaran yang permanen dalam diri manusia dan terkait erat dengan pembentukan karya seni. Nilai keindahan masyarakat pun berbeda-beda. Tujuan dari kesadaran estetis adalah pemujaan, menyembah, dan meluhurkan sesuatu secara murni.

orang lain. Indra manusia yang digunakan

untuk

pengamatan

adalah: • indra • indra • indra • indra • indra

pendengaran; pengelihatan; perabaan; penciuman; perasa.

Objek pengamatannya tidak hanya lukisan

yang

dinikmati

lewat

Kesadaran estetis yang dianggap indra penglihatan, tetapi juga sebagai ekspresi diri ini dapat bisa dinikmati dari pendengaran, ditangkap oleh indra manusia atau contohnya musik. 4


9

8

10

Karena estetika merupakan hal yang berkaitan dengan keindahan, hal itu sangat berkaitan erat dengan sebuah karya seni. Bentuk sebuah karya seni kini semakin luas, dari seni lukis sampai seni digital, bahkan seni arsitektur.

Kini estetika oleh beberapa ahli secara luas dipandang tidak hanya terkait hal yang indah, tetapi hal jelek atau kejelekan dianggap merupakan estetika tersendiri. Beberapa karya seni menonjolkan hal-hal yang menurut persepsi banyak orang dianggap sebagai hal yang tabu, hal yang tidak indah, namun mereka mendobrak pemikiran tersebut dengan berkata bahwa Dalam hal pengungkapannya, dinamakan objek estetis, yang jelek pun memiliki estetika, yaitu estetika kejelekan. jika objeknya adalah karya seni murni, subjeknya adalah seniman (appresiator). Disini kata estetika diambil dari dasarnya dan digunakan secara luas. Sesuatu yang lahir di luar persepsi keindahan banyak orang, Jika objeknya adalah sebuah karya arsitektur, subjeknya di luar order dan antikemapanan, dan tidak teratur. Estetika adalah seniman, dalam hal ini: arsitek atau kritikus ini mengandung “kejelekan� tersendiri, contoh karya-karya arsitektur. Antonio Gaudi dan Peter Eisenmann, juga karya Frank Gehry. 5


3. ESTETIKA DI BANYAK BIDANG

11

Estetika, atau hal yang berhubungan dengan keindahan ada di semua bidang. Bahkan, secara universal, tiap-tiap daerah dan negara di dunia memiliki estetikanya sendiri, atau ciri khas seninya masing-masing. Estetika tersebut banyak dikaitkan dengan kepercayaan yang dianut. Setiap ornamennya juga memiliki arti. Juga perkembangan kehidupan manusia dari tahun ke tahun memiliki estetika sendiri. 1. Universal 2. INDUSTRY 3. URBAN LIFE 4. ARCHITECTURE

Seiring perkembangan zaman, estetika kini dapat secara instan kita temui dalam berbagai macam olahan industri dan hasil desain produk. Dalam banyak produk rumah tangga, elektronik 6

sampai desain website estetika muncul. Estetika pun dapat kita temui di bidang arsitektur, bangunan sampai skala yang paling besar yaitu skala kota (urban dan urban life). Gaya hidup dalam kota pun dapat dipilah-pilah menjadi beberapa level kalangan kelas strata sosial dengan selera seninya masing-masing. Kadangkadang semakin tinggi strata sosialnya, semakin tinggi pula selera seninya. Namun, kesemuanya itu dikembalikan ke selera tiap-tiap individu lagi yang dipengaruhi latar belakang yang berbeda-beda pula. Contohnya, kita dapat melihat pada Estetika Ancient, Islamic, Indian, Chinese, African, dan Indonesia, berikut:


Universal

12

Ancient Aesthetics Estetika kuno, estetika dari Mesir dengan patung simbolisasi dewa. Pada masa ini simbolisasi tentang hal-hal yang dipercayai adalah sesuatu yang estetis.

Chinese Aesthetics Seni dari Cina ini berkaitan dengan keseimbangan harmonisasi dengan unsur alam yang menimbulkan ketenangan jiwa. Banyak unsur simbolik yang ada di balik karya seninya.

13

Islamic Aesthetics Zaman keemasan Islam mendorong berkembangnya seni estetika. Con-tohnya, ornamen yang banyak dijumpai di masjid.pada kaligrafi, lukisan, kaca, keramik, dan kain.

African Aesthetics Seni afrika banyak menonjolkan bentuk buah-buahan sebagai cara mengekspresikan sumber daya alam yang dimilikinya. Kecenderungan pemakaian warnanya yang terang dan sengaja dipadukan dengan warna terang lainnya.

7

14

Indian Aesthetics Tidak hanya musik dan dansa seni yang menonjol dari India, namun juga lukisan tangan dan gambar-gambar pada tekstur kain sari.

Indonesian Aesthetics Seni estetika Indonesia berbagai macam dan beraneka ragamnya. Dari 33 propinsi pun berbeda-beda karakter bentuk seninya.


Industry

15

16

Aesthetics in film, tv and video Gambar bergerak di televisi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Pada film yang menonjolkan sebuah cerita pun memiliki komposisi perpaduan keindahan gambar di layar kamera.

Sculpture and Painting Seni lukis dan sculpture merupakan wujud dari seni murni itu sendiri yang masih banyak digemari oleh para pelaku seni.

17

Aesthetics in Music Irama musik yang indah tak lepas dari sebuah komposisi yang harmonis dan terkadang dinamis. Banyak aliran di musik dengan media baru dalam pengekspresiannya.

Body Adornment Lukis tubuh tidak hanya di beberapa negara namun lebih global dengan model gambar yang beraneka macam. Tato tubuh juga sudah merambah ke lukis tubuh biasanya, pada acaraacara fashion show.

8

Fiction Pada sebuah tulisan juga tertera seni mengungkapkannya sehingga indah untuk dibaca dengan jenis alur yang dikombinasikan dengan cara penyampaiannya

Industri Kreatif Industri kreatif ini lahir dari berbagai cabang seni yang tidak bisa dirumuskan. Selain itu, hal ini lahir dari gaya hidup yang terjadi. Industri kreatif juga masuk di banyak hal yang dekat dengan proses kreativitas, dan melahirkan ide-ide bisnis baru.


Urban lifestyle

18

19

20

Product Design Decoration Seni dekorasi ruangan semakin berkembang, tidak hanya interior, tapi ke semua acara, contohnya dekorasi acara pernikahan.

Aesthetics in Life Style-Cooking Memasak kini pun menjadi bagian dari gaya hidup. Selain rasa, keindahan penyajiannya pun memberikan daya tarik sendiri.

Desain produk melahirkan barang-barang hasil proses daya pikir kreatif. Dalam persaingan dagangnya bersama berlombalomba menciptakan sebuah produk yang dapat laku di pasaran, yaitu sebuah produk yang memiliki nilai estetika yang tinggi.

Video Mapping Video mapping merupakan salah satu perkembangan dari dunia kreatif di gambar bergerak. Sebuah gambar dipancarkan ke tampak depan dari sebuah bangunan lama, sehingga seolaholah gambar tersebut hidup.

9

Fashion Seni berpakaian pun kini memiliki konsep yang bermacam-macam pula. Hal ini didukung dengan perubahan gaya hidup dan tingkah laku manusia.

Dan Perkembangan Lifestyle yang Lain Seiring gaya hidup yang beraneka macam, lahir juga estetikaestetika baru yang menyertainya.


3. ESTETIKA DI BIDANG arsitektur

21

1. URBAN ELEMENT 2. INTERIOR 3. LANDSCAPE 4. BUILDING

Selain dari semua bidang itu, bidang yang berkaitan erat dengan estetika adalah arsitektur. Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang sebuah bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perancangan kota, lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain sebuah interior dan produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasilhasil proses perancangan tersebut. 10

Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), sebuah bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan/Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan/Fungsi (Utilitas). Arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis.


Urban Element

22

Urban Element juga hadir dalam contoh sebuah karya seni yang berada di kompleks bangunan, yaitu sculpture. Sculpture biasanya merupakan sebuah karya seniman terkenal. Karya sculpture bisa berupa seni pahat atau seni instalasi yang diletakkan di depan bangunan utama. Ini pun bertujuan memberikan ciri khas atau perbedaaan yang khas dari bangunan tersebut dengan bangunan yang lainnya, sehingga kita dapat mengenalinya dari keberadaan sculpture di depannya.

Estetika dalam arsitektur dibahas mulai dari ruang lingkup yang paling luas yaitu skala kota. Wajah kota dikomposisikan dengan baik sehingga sebuah kota memiliki identitas kawasan dan pencitraan yang baik. Selain dari bentuk rancang kotanya itu sendiri, estetika arsitektur perkotaan melingkupi desain kota, kawasan dan lingkungan. Tiaptiap kota memberikan ciri khasnya sendiri-sendiri, bisa dilihat dari bentuk penataan ruang (solid-void) nya dalam masterplan-nya. Misalnya, kota Hongkong dengan kondisi bukitnya yang dibatas dengan sungai besar, dengan meanfaatkan lahan terbatas, membuat bangunannya dibuat bertingkat tinggi dengan konsep mixed use. Walau jarak antara bangunan satu dan lain berdempetan, kehijauan bukitnya tetap dipertahankan.

Urban element pun dapat bersifat temporary atau sementara. Hal ini biasanya terjadi pada pelaksanaan kampanye, pawai, dan acara-acara seni kreatif lain yang diselenggarakan dan mengambil tempat di area pejalan Elemen-elemen dalam kota pun menjadi penting karena kaki, jalan atau area terbuka kota lainnya. Tujuannya untuk didesain dengan estetika, seperti bentuk signage, tong menyemarakkan warna-warni yang ada di sebuah kota. sampah, bangku, dan lain-lain pun dapat didesain dengan cita rasa seni yang baik dan memiliki nilai estetika tinggi, Urban element dapat berupa lampu kota, tempat sampah, Perencanaan urban element ini berkembang sangat bentuk tanda, dan masih banyak macam lainnya. Kota banyak dan satu sama lainnya saling berkaitan. Contohnya, Jogjakarta dan Bali memiliki identitas budaya yang sangat beberapa komunitas kreatif membuat videomapping khas dan karakter yang kuat, terlihat dari bentuk lampu dengan teknologi digital. kotanya yang penuh ukir-ukiran ornamen khas ciri kota tersebut di beberapa sudut kota. 11


INTERIOR DESIGN

23

24

Sebuah nuansa ruang dalam (interior) mampu menginspirasi manusia dalam berhuni dan menciptakan kenyamanan sendiri. Ruang yang telah diberi batas yang jelas dinamakan sebuah ruangan. Dalam sebuah ruangan perlu adanya dekorasi yang baik sehingga yang menggunakannya merasa nyaman dan bahagia. Perkembangan dunia Interior pun berkembang dari tahun ke tahun menghasilkan karya-karya yang kreatif dan memiliki nilai estetika tinggi.

25

26

dunia. Maksudnya agar pelanggan dapat mengenalinya sebagai satu unit kesatuan merek tunggal. Contoh merek Louis Vuitton dengan ciri khas warna silver-putih dengan bentuk logonya.

Desain Interior kini tidak hanya dipandang sebagai keindahan, namun memiliki misi dan kepentingan di balik semuanya itu. Misi agar suatu produk atau jasa diminati terlihat dari penataan layout dan denahmya serta pemandangan display-nya. Pada  penataan rumah pun terdapat misi agar rumah tersebut Skala desain Interior pada sebuah bangunan pun dibahas mulai nyaman dan luas sehingga sekat-sekatnya tidak diperlukan dari skala yang besar seperti ruang pertemuan sampai skala lagi, namun cukup dengan hanya pembatas berupa pot bunga yang kecil, misal rumah sampai dengan ruangan-ruangan di misalnya untuk membatasi ruang serta masih banyak lainnya. dalam rumah, seperti kamar mandi dan lain-lain. Rancangan   desain Interior selain hanya memperlihatkan keindahan juga harus memperhatikan struktur dan instalasi pendukungnya, Pesan dan kesan yang disampaikan pada sebuah rancangan desain interior sebuah bangunan atau tempat lainnya dapat seperti lampu dan peletakan kolom-kolom. memberi kesan mendalam ketika sebuah karya interior “dibumbui� konsep yang sangat kuat dengan arti-arti yang Ada beberapa desain yang mencoba memberi identitas dari penuh makna di dalamnya, contohnya pada perancangan bangunan, misalkan sebuah kantor atau perusahaan, contoh bagian dalam ruangan tempat ibadah. Masjid dirancang dengan dengan warna-warna dari corporate identity perusahaan ornamen lafal bahasa Arab yang diambil dari Al-Alquran. tersebut. Masuklah ke sebuah bank dan lihatlah desain Begitu juga pada tempat ibadah lainnya seperti Gereja dengan interiornya, seperti Bank Mandiri atau BCA. Desain interior desain kaca patri yang menggambarkan sejarah atau kisah para kedua bank itu memilki ciri khas tersendiri disesuaikan dengan nabi yang ada di Al-kitab. Semuanya itu memiliki makna dalam warna identitas perusahaan tersebut. sebuah unsur keindahan. Tentu saja meski penuh makna, sebuah Begitupun desain Interior sebuah toko bermerek dibuat sama keindahan juga harus memperhatikan antara komposisi warna dan berciri yang tersebar di berbagai kota dan negara di seluruh yang digunakan, bahan material, dan penataan layout-nya. 12


27

LANDSCAPE

28

29

Rancangan sebuah lanskap (taman) pun kini tidak hanya merupakan desain yang ada di atas tanah setara jalan raya, namun pada perkembangannya disesuaikan dengan gaya hidup. Banyak rancangan taman kini sampai ke bagian atas sebuah bangunan, yaitu dak beton di atasnya. Bagian atas kini dijual dengan harga yang sangat mahal karena menjual view yang sangat indah untuk melihat pemandangan kota. Jika zaman dahulu, bagian atas dari sebuah bangunan hanya digunakan sebagai utilitas, seperti AC dan atap saja, sekarang seiring dengan perkembangan zaman, taman dapat digunakan seperti area pesta, pesta kebun, dan acara launching, bahkan pernikahan.

30

kamboja dan yang rimbun seperti airis dan tanaman perdu lainnya. Taman tropis lebih kepada banyaknya jenis tumbuhan. Taman-taman bunga lebih pada banyaknya variasi jenis bunga. Terkadang desain taman disesuaikan dengan kondisi di mana taman tersebut dirancang atau didirikan. Sebuah taman bunga akan mahal perawatannya jika taman tersebut berada di tengah kota atau bukan di kota berhawa dingin atau pengunungan. Â Desain taman pun memperlihatkan ciri khas dan selera dari penghuni rumah. Contohnya, taman yang minimalis, cukup dengan penggunaan rumput dan bunga kamboja saja yang biasanya pada beberapa gaya bangunan.

Â

Taman yang dirancang di atas atap tentu saja harus  memperhitungkan masalah resapan air dan kekuatan Desain taman kini berkembang sangat jauh dari desain pendukung atap terhadap tanah serta akar rumput dan taman di pekarangan halaman rumah sampai dengan pohon yang masuk ke dalam bangunan. acara-acara dalam bangunan yang sering kita temukan, contohnya acara pernikahan atau seminar-seminar. Elemen-elemen dalam taman adalah batu air, rumput dan Semua ini disesuaikan dengan biaya yang disiapkan. pohon-pohon, patung, dan lain-lain. Ada unsur hardscape Terkadang untuk sebuah acara pernikahan dengan konsep dan Softscape. Softscape seperti berbagai jenis tanaman banyak bunga dalam ruangannya, bunga yang asli harus disesuaikan dengan konsep dan tema desain taman. dicampur dengan bunga-bunga palsu untuk menekan Contohnya, jika taman berada di bawah, dan dibuat model biaya. Perkembangan desain taman dipandang dalam arti gaya tropis, banyak digunakan tanaman eksotis seperti luas juga pada desain keindahan estetikanya. 13


BUILDING

31

Bidang arsitektur yang sangat kita kenal adalah bangunan. Bangunan pun bervariasi, dari sifat bangunan privat seperti rumah sampai publik. Bangunan-bangunan publik di antaranya adalah rumah sakit, juga bangunan pemerintahan. Jika kita lihat bahwa banyak sekali bangunan tersebut memberikan ciri khas terhadap kesan yang ingin dihadirkan. Contohnya pada bangunuan pemerintahan yang cenderung desainnya adalah simetri dan bersifat

formal. Namun pada bentukan rekreasi, bentuknya penuh warna karena harus bersifat sangat imajinatif contohnya, bangunan di Disneyland. Hal ini karena desain bangunan pun memberikan ciri khas sendiri tentang apa isi di dalam bangunannya agar mudah dikenali orang. Lalu, hal ini kembali lagi berhubungan dengan persepsi keindahan secara turun-temurun sehingga menghasilkan sebuah tipologi.

14


32

33

Tipologi bangunan peribadatan akan mudah kita kenali lewat skalanya yang besar dan monumental. Bangunan kantor dapat kita kenali lewat penggunaan kaca dan material lainnya seperti aluminium yang mencirikan ketegasan dan sebuah tempat bekerja. Bangunan restoran juga dibedakan sesuai dengan apa yang dijual, contoh bentuk saung-saung (gubuh) menyajikan masakan tradisional. Kesemuanya ini bergantung pada konsep

34

yang ditawarkan si arsitek terhadap desain bangunannya dan keinginan klien tanpa mengindahkan program ruang dalam bangunannya, Ada beberapa bangunan bergaya modern, bergaya klasik ataupun bergaya tradisional. Namun, banyak juga desain bangunan yang di luar tipologi tersebut, dan terkadang keluar dari persepsi masyarakat umum dan memberikan nilai kreativitas tinggi yang tidak pada umumnya.

15


4. ILMU PENANDA

Merancang adalah proses mencipta rupa untuk maksud tertentu. Berbeda dengan lukisan atau patung yang merupakan perwujudan pandangan dan khayalan seniman pribadi, merancang memadukan selera zaman. Sebelum merancang, kita harus menguasai lebih dahulu bahasa rupa. Memang bisa saja dalam merancang menggunakan intusi. Namu menggunaan kaidah akan lebiha baik.

Untuk menafsirkan bahasa rupa banyak caranya yaitu dengan simbol dan ikon-ikon tertentu. Contohnya, sebuah bangunan berbentuk pena menyiratkan isi bangunan di dalamnya yaitu bekerja dengan menggunakan pena, seperti wartawan atau penerbitan. Simbol yang lebih dalam seperti itu dinamakan ikon. Namun ada beberapa simbol yang terlihat secara komunikatif pada bagian luar bangunan yang lebih dapat diartikannya.

Bentuk Arsitektur

Citra tertentu

tanda

Semiotika

35

Penanda-yang ditandai dan benda

Estetika dari sebuah bangunan memiliki makna yang dalam bagi pemilik dan pengamat. Ada pesan dan cerita khusus yang ingin disampaikan. Orang akan melihat sebuah bangunan dan memiliki persepsi tersendiri bergantung pada karakter dari tiap-tiap individu. Hal ini terkait dengan pengalaman dan latar belakang individu tersebut. Namun ada beberapa yang bisa digeneralisasi secara bersama-sama.

disamakan antara persepsi pengamat satu dan yang lainnya. Itulah yang dinamakan citra. Citra ini bersifat subjektif, sistematis, dan struktural. Citra arsitektur yang khas akan menentukan eksistensi arsitektur sebagai lingkungan buatan di tiap lingkungan fisik, dan budayanya. Contoh, bangunan yang berfungsi sebagai pusat mainan, bersifat dinamis dan memiliki warna-warni sebagai cerminan sifat kekanak-kanakan yang ceria. Contoh ini memperlihatkan bentuk arsitektur akan Beberapa estetika bangunan terlihat mendukung untuk menimbulkan sebuah memiliki citra khas yang tidak bisa citra tertentu yang melahirkan semiotika. 16


Semiotika adalah kajian terhadap tanda-tanda. Semiotika juga merupakan cabang ilmu yang mengkaji tanda dan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda, seperti: • sistem tanda; • Proses penggunaan tanda.

Contohnya, jika kita melihat garis-garis vertikal pada teralis rumah mengingatkan kita akan bentuk jeruji besi penjara, sehingga timbul kesan jendela tersebut memiliki pesan penjara. Estetika dalam arsitektur banyak berkaitan dengan tanda-tanda semiotika yang mencirikan fungsi dari bangunan tersebut, seperti bentuk tempat ibadah, bentuk convention hall, dan bentuk hotel.

36

Kota Las Vegas, merupakan kota pusat komersil dengan 37 berbagai fungsi hiburan ada disana. Untuk menyiratkan apa saja yang disajikan dan dijual dalam bangunan Selain penanda berupa tulisan, ada penanda lain yang tersebut, dikomunikasikan lewat simbol-simbol yang menyiratkan zaman di mana dan kapan bangunan ini terlihat di bagian luar dari bangunan. dibangun. Di kota Miami, sebagian besar bangunan yang bergaya Art deco dipertahankan untyuk memberikan sejarah  bahwasannya arsitektur khas Art deco banyak terlihat di Kota Pada bagian luar dari bangunannya diberi penanda, Miami, yang banyak didirikan pada tahun 1920 an. contohnya simbol bebek, menyiratkan menjual masakan yang ada bebek panggangnya. Ada juga dengan tulisan-   tulisan besar di atasnya sehingga yang merupakan penanda Kesan sejarah ini memberi citra khusus bagi sebuah wajah adalah tulisan tersebut, kemudian yang memberikan kota seperti Miami, dengan ciri khas arsitektur Art deco tanda, bagian yang ditandai yaitu bangunan tersebut. -nya, yaitu banyak permainan garis vertikal dan horizontal. 17


QUIZ 1. Carilah sebuah karya estetika di sekitar Anda dan jelaskan termasuk jenis karya apakah itu. 2. Buatlah sebuah analisis terhadap penanda dari suatu hal yang memberikan sebuah ciri khas dari hal tersebut.

18


Basic Form 38


1. BASIC FORM

39

2 DIMENSIOAL

3 DIMENSIOAL 1. Titik

2D

1. Titik

2. Garis

2. Garis

3. Plane/Bidang

3. Shape/Bentuk/Bidang

4. Surface/Permukaan/ Tektur 3D

4. Tekstur 2D

5. Volume/Bentuk Ruang

3D 40

20


41

Beda ruang dan ruangan, yaitu jika ruang berbicara space, belum tentu memiliki dinding di keempat sisinya. Pada satu bidang atap saja yang menaungi telah terbentuklah ruang, contoh gazebo atau halte. Jadi ruang bisa saja terdiri dari bidang atas dan bawah saja. Walau bidang sampingnya terkesan terlihat maya, namun telah menciptakan sebuah ruang tersendiri dengan batas-batas. Contohnya, antara orang yang duduk bersebelahan jika tidak saling mengenal akan terlihat jarak yang membatasi ruang mereka. Ruangan terdiri dari ketiga bidang tertutup tersebut, dan diberi pintu yaitu ruang atas, bawah, samping semua ada. Ruang artinya jauh lebih luas daripada ruangan.

Sebuah karya arsitektur tak terlepas dari bentukanbentukan yang terjadi. Asal mula bentukan diawali dari sebuah bentuk titik. Titik tidak dapat dilihat sebagai satu titik, namun jika dibuat banyak akan memberi arti tersendiri. Titik yang ditarik menjadi sebuah garis. Dari garis tersebut ditata berbaris sejajar, kemudian renggangrenggang, kemudian agak rapat, kemudian rapat yang menjadi sebuah deretan garis. Bentukan garis berderet ini dalam bidang arsitektur banyak kita temukan pada bentukan kolom yang berjejer. Semakin rapat, lama-lama deretan garis membentuk sebuah bidang. Sebuah bidang dan bentukan dapat menjadi sebuah karya arsitektur dari 2 dimensi menjadi 3 dimensi. Dalam dua dimensi bentukan ini biasa dinamakan shape. Shape/bentuk/bidang bisa terdiri dari basic shape/bentuk dasar (bujursangkar, lingkaran, dan segitiga) /form, dan bisa juga bentuk yang kita ciptakan sendiri. Bentukan ini membentuk sebuah bidang jika diberdirikan menjadi elemen dinding. Bidang dibagi menjadi:

Untuk bidang atas, bernama surface (dalam 3D). Surface ini dindingnya menerus atau tanpa dinding. Surface juga bisa dikatakan sebagai permukaan bangunan luar dari sebuah bentuk volume. Volume adalah sebuah bidang masif yang berisi atau tidak. Bagian atas atau pinggir dari volume itulah dinamakan surface. Surface sendiri lahir dari teori Constructivism Rusia. Dalam surface atau permukaan ini 1. bidang samping (depan belakang yaitu elemen dinding), dapat dihadirkan sebuah tekstur 3 dimensi. Surface yang 2. bidang bawah (lantai), dan merupakan bidang atas lalu ditutup degan bidang samping dan bidang bawah, menjadi sebuah bentukan masif. Ini 3. bidang atas (langit-langit, plafon, atau atap). dinamakan volume atau bentuk. Contoh permainan volume: Dari bidang yang dijadikan satu menjadi sebuah ruang. bangunan lego pada Bjark Ingals. Volume ini dapat berisi Jiika ketiga bidang ini ditutup menjadi 4 bidang pendukung (solid) atau tidak berisi (kosong). akan menjadi sebuah ruangan. 21


TITIK (2D)

42 43

Titik merupakan elemen paling sederhana, karena bentuknya terjadi hanya dengan memberikan tekanan sederhana pada pena atau pensil. Titik tidak hanya berbentuk lingkaran, namun dapat juga berbentuk yang lain (bujursangkar, segitiga, dan bentukan transformasi yang lain), namun karena bentuknya kecil sering tidak

terlihat. Hal ini bergantung pada cetakan dari pena atau media yang digunakan. Titik bersifat: statis dan tidak mempunyai arah gerak dan dimensi. Jika titik dapat dihubungkan dengan titik lain, menjadi dua titik dengan garis sumbu/aksis.

22


TITIK (3D)

44 45

Sebuah titik dapat diproyeksikan secara 3 dimensi. Titik yang diberi ketinggian dapat menjadi sebuah kolom (pada skala bangunan). Titik pun yang berupa kolom, dapat dideretkan dengan banyak kolom menjadi sebuah garis. Garis yang dibuat semakin lama semakin rapat ini menjadi sebuah ruang 3

dimensi dalam hal 3 dimensi bangunan menjadi sebuah bidang.Titik yang dikomposisikan tersebut diberdirikan menjadi elemen sebuah bidang samping atau bidang atas ataupun juga bidang bawah. Pada contoh di atas, titik menjadi sebuah bidang berupa elemen fasade dari sebuah bangunan.

23


GARIS (2D)

46

47

2. Garis Garis dapat terjadi dari penarikan sebuah titik menuju ke bidang-bidang rupa dan sisi-sisi bidang. Macam-macam titik yang lain. Garis bersifat statis dan dinamis, dan juga jenis garis: regular/teratur, irregular/freeform, miringmempunyai arah gerak. Garis dapat diteruskan menjadi miring/diagonal.

24


GARIS (3D)

48

49

Sifat garis dalam 3 dimensi ada dua, yaitu yang pertama adalah tegak cenderung kaku dan yang kedua bersifat fleksibel. Semua bergantung pada jenis materialnya. Untuk menghasilkan garis yang bisa dilengkungkan dapat menggunakan bambu. Untuk mendapatkan sifat garis yang lemas bisa menggunakan pita atau kabel. Untuk

50

mendapatkan sifat garis yang tegak kaku bisa menggunakan bahan pipa besi atau baja juga beton. Pada contoh gambar di atas, garis yang dijadikan satu bidang atas menerus sampai menjadi bidang samping. Garis tersebut menjadi rangka dari sebuah karya aristektural. Rangka tersebut bisa diekspose/diperlihatkan atau ditutup.

25


51

52

3. Bentuk/Shape Bentuk adalah pertemuan dari garis-garis yang membentuk shape. Beberapa pakar mengistilahkan bentuk ini dengan nama: form dan plane/Bidang. Bentuk yang 2 dimensi mempunyai panjang dan lebar tetapi tidak mempunyai tinggi. Bentuk juga bisa didapatkan dari penumpukan beberapa garis-garis yang diberi arsiran, lalu pada

bagian atau kebalikannya didapatkan sebuah bentukan. Penyusunan sebuah bentuk/shape, dapat diurutkan menjadi empat; berpisah, berdekatan, menempel, dan overlapping. Bentuk ini dapat menjadi bentuk 3 dimensi menjadi sebuah bidang dan bisa menjadi sebuah volume jika bentuk tersebut terkesan masif.

26


53

54

Sebuah bentuk 2 dimensi dapat ditransformasi menjadi sebuah bentuk 3 dimensi. Bentuk yang 2 dimensi ini awal mulanya adalah sebuah bidang. Bidang dalam arsitektur dapat dibagi menjadi bidang atas, ataupun bidang samping dan bawah. Bisa saja dalam sebuah bidang 3 dimensi itu

55

menjadi satu antara bidang atap dan bidang samping. Biasanya, hal seperti ini dikenal dengan rooftecture atau istilah konsep lainnya di arsitektur. Dengan adanya bidangbidang yang membatasi ini didapatkan sebuah space/ ruang.

27


TEXTURE (2D) Tekstur didapatkan dengan mengulang bentukan. Untuk tekstur 2 dimensi didapatkan dengan mengulang bentuk dimensi. Cara pengulangan dapat dengan modul: 1. repeat paralel, yaitu diulang sejajar; 2. mirror repeat, yaitu diulang dengan dicerminkan; 3. reverse repeat and mirrored, yaitu diulang berbalikan lalu dicerminakan; 4. halfdrop repeat, yaitu pengulangan setengah; 5. quarter drop repeat, yaitu pengulangan 4 kali dengan pencerminan; 6. diamond repeat, yaitu pengulangan dengan berbentuk diamond.

1. REPEAT PARALEL

4. HALFDROP REPEAT

2. MIRROR REPEAT

3. REVERSE REPEAT AND MIRRORED

5. QUARTER DROP REPEAT

6. DIAMOND REPEAT

56

28


TEXTURE (3D)

57

58

Contoh, sebuah tekstur 2 dimensi yang diberdirikan menjadi sebuah bidang. Dari bidang tersebut sebuah tekstur diberi permainan ketebalan. Selain ketebalan, ada juga yang diberi lubang. Pada contoh gambar di atas, sebuah tekstur yang dibuat dari bahan besi perforated, dapat dicetak sesuai keinginan. Untuk tekstur dapat dibuat

59

2 dimensi (wallpaper dinding dan lukisan) dapat juga 3 dimensi (pada bagian surface atau bagian bidang atas atau bidang depan yang diberi ketebalan). Untuk contoh di atas tekstur tersebut di bidang fasade depan dengan tampak 3 dimensi.

29


SURFACE (3D)

60

61

Surface merupakan perkembangan dari bidang atas dari sebuah bentukan bidang 3 dimensi. Surface merupakan permukaan dari bentukan volume atau space. Dalam pembentukannya, ada bermacam-macam teknik yang bisa digunakan, dari bentuk liquid sampai lipat/folding architecture. Surface ini hadir dari teori Chernikov, sebuah

62

63

teknik komposisi dari bentukan dasar 3 dimensinya yaitu: linear, planar, surface, dan volume. Bentuk surface ini tidak hanya untuk menghasilkan sebuah bidang atas dari karya arsitektur, tetapi juga dapat secara luas digunakan untuk menghasilkan sebuah karya fashion, seni instalasi, dan juga seni lainnya.

30


64

31


VOLUME (3D)

65

66

Volume/ruang mempunyai 3 dimensi (panjang, lebar dan tinggi). Sebuah bentuk menentukan volume ruang. Ruang 3 dimensi ini biasa disebut volume. Volume bisa bisa didapat bentukannya dari basic shape/bentuk dasar, seperti piramida, tabung, kerucut, dan bentukan platonik lainnya. Bentukan dapat juga lahir dari diciptakan dan

67

dikreasikan sendiri. Pembuatan volume ini ada yang berisi (masif) di dalamnya, ada juga berlubang atau kosong. Dalam proses pembuatan maketnya bisa menggunakan permainan dari dalam bahan malam plasticine untuk menciptakan bentukan yang fleksibel. Permainan bentuk yang paling sering kita temui adalah permainan lego.

32


68

33


QUIZ 1. Buatlah dalam format paper sebuah kajian elemen-elemen dan bentuk dasar dari karya Bernard Tschumi– Parc de la Villette, dengan dasar-dasar: • titik; • garis; • bidang.

69

70

71

34


Prinsip Penyusunan 72


Dalam melakukan dan mencipta karya seni kita merancang, yaitu melakukan proses mencipta rupa dengan maksud tertentu. Dalam merancang atau membuat sebuah karya seni kita harus mengerti dahulu bahasa rupa. Bahasa rupa tidak memiliki kaidah seperti bahasa lisan atau tulisan. Namun, semuanya bertujuan membuat sesuatu yang baik, bagus, dan indah. Tidak ada rumusan yang jelas tentang estetika (kecantikan dan keindahan) namun dapat dipraktikkan dengan teknik komposisi dan proporsi yang baik.

Kita dapat berlatih estetika dalam arsitektur dengan elemen—elemen dasar, mulai elemen titik, garis, bidang dan volume, juga surface sampai tekstur 3 dimensi. Elemen-elemen dasar tersebut disusun dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip. Prinsip-prinsip tersebut dikenal dengan prinsip penyusunan. Dalam prinsip penyusunan tersebut terdapat hal fundamental dan paling dasar yang kita jadikan acuan dalam menciptakan sebuah karya seni atau desain, baik karya arsitektural ataupun karya seni lainnya. Hal ini bertujuan agar kita dapat menciptakan sebuah karya seni yang memiliki nilai estetika yang tinggi.

73

36


Adapun prinsip-prinsip penyusunan tersebut adalah 1. sumbu/absis; 2. hierarki; 3. irama; 4. keseimbangan; 5. kesatuan/unity; 6. skala.   Prinsip-prinsip tersebut berlaku pada sebuah karya dwimatra/dua dimensi dan trimatra/tiga dimensi.

74

37


1. SUMBU

75

Sumbu merupakan sebuah garis khayal untuk dasar penataan atau pengolahan bentuk. Garis sumbu terdiri atas dua titik yang dihubungkan, dalam hal ini tertata bentuk dan ruang yang akan disusun. Suatu sumbu harus linier, memiliki panjang dan arah, serta diakhiri pada kedua ujungnya. Sumbu merupakan sebuah garis khayal untuk dasar penataan atau pengolahan bentuk.

Dalam merancang sebuah karya arsitektur, pertama-tama kita harus mengerti kondisi tapak dan sifat bangunan yang akan didirikan seperti apa. Kemudian digambar di tapak, hal38

hal yang ingin kita hubungkan dari luar tapak dan dalam tapak. Penghubung tersebutlah garis sumbu. Dalam sebuah desain, garis sumbu dapat terlihat atau tidak di gambar denah. Namun akan dapat dirasakan bagi pengguna bangunan, ketika merasakan ruangruang di dalamnya. Contohnya pada sebuah sumbu yang linear, memberikan arah bagi pengguna bangunan untuk ke arah mana akan menuju. Hal-hal yang berkaitan didalmnya adalah pola sirkulasi dan permainan komposisi elemenelemen arsitektur yang lain.


77

76

78

Salah seorang arsitek yang banyak menggunakan teknik garis sumbu dan memperlihatkannya secara jelas dalam desainnya yaitu Tadao Ando. Arsitek berkebangsaan Jepang ini menggunakan sumbu untuk menghubungkan bentuk-bentuk volume dari beberapa bangunannya dalam satu kompleks.

Di sisi lain, garis sumbu dapat dikaitkan dalam konsep ruang interiornya seperti contoh karya OMA di Casa dela Musica, yang mengambil garis sumbu tugu kota dimasukkan sebagai focal point—dalam ruang utama orang menonton konser ke arah tugu kota tersebut.

39


2. HIERARKI dan POINT OF INTEREST

79

Hierarki adalah pengungkapan suatu bentuk dan ruang tertentu dengan melakukan perbedaan guna menunjukkan derajat kepentingan bentuk dan ruang

Berkaitan dengan absis, ada sumbu menuju pada sesuatu yang memiliki arti lebih, jika dibandingkan yang lain, dan terlihat susunannya apakah ditinggikan atau diberi penanda. Sesuatu yang ingin dijadikan aksen atau focal point inilah yang dinamakan hierarki. Hierarki adalah pengungkapan suatu bentuk dan ruang tertentu dengan melakukan perbedaan untuk menunjukkan derajat kepentingan bentuk dan ruang. Hierarki didapat dari peran-peran fungsional, formal, dan simbolis yang ada. Penekanan bentuk tersebut dapat 40

berupa: penambahan ukuran yang luar biasa, wujud yang unik, dan lokasi strategis dari suatu bentuk susunan. Hierarki erat kaitannya dengan nilai. Hierarki berkaitan dengan emphasis digunakan untuk menunjukkan sebuah bangunan utama yang dilihat lebih dahulu oleh pengamat atau sesuatu bentukan yang ditonjolkan dan bagian yang menarik perhatian. Emphasis mencakup susunan, kualitas dan kuantitas dari semua bentuk, dan ruang, yaitu: garis, warna, dan tekstur dalam seluruh area desain.


80

81

72

Pada sebuah karya arsitektur tempat ibadah, akan tampak lebih jelas hierarki yang utama. Bentuk yang membedakan bisa diperoleh dengan ukuran. Pada bangunan Gereja Ronchamp karya Le Corbusier ini hierarki juga diperoleh di tapak yang ditinggikan dari bangunan rumah-rumah sekitar. Dalam hal ini lokasinya dibuat lebih agung dan tinggi serta bernilai strategis agar dapat terlihat mata secara langsung.

Satu hal yang dijadikan hierarki yang utama, biasanya menjadi aksen atau point of interest. Namun point of interest ini belum tentu merupakan hal yang memiliki hierarki yang paling tinggi atau yang dimuliakan, karena bisa saja atas dasar estetika dan keindahan semata. Point of interest ini bisa dilakukan dengan memberikan 1. warna yang berbeda; 2. raut yang lebih rapat dari yang lain; 3. bentuk yang berbeda, bisa lebih besar atau lebih kecil dari yang lain.

41


3. IRAMA

83

Irama adalah gerak yang teratur (organized movement).

Dalam mengatur dan menyusun beberapa elemen: titik, garis, bidang dan volume diperlukan sebuah irama. Irama diberikan agar komposisi itu memiliki ritme, dan indah, layaknya sebuah lagu. Dalam iramanya dan pengulangan-pengulangannya ada yang cepat dan lambat. Dalam karya, irama ini didapat dengan mengatur komposisi yang rapat atau renggang, warnanya lebih padat dan hal-hal semacam itu. Irama adalah pengulangan bentuk, 42

garis, dan elemen-elemen lain untuk membentuk sebuah kesatuan yang teratur dan harmonis. Pengulangan tersebut memiliki jeda dan motif. Contohnya pengulangan kolom-balok. Pengulangan-pengulangan dapat dilakukan dengan 1. pengelompokan ukuran; 2. potongan bentuk; 3. karakteristik detail. Irama dalam bentuk 3 dimensi dapat bermain dengan ketinggian yang harmonis.


84

Irama ulangan/repetition

85

86

Irama silih berganti (alternation-irama silih berganti)

Irama progression adalah tidak adanya bentuk yang sama atau jarak yang sama yang diulang. Berubah, tapi teratur. Bentuk yang satu mirip dengan bentuk yang lain. Jarak yang satu dengan yang lain hampir sama. Pada irama progression tumbuh karena menunjukkan gerak makin turun dan sebagainya. Irama regression, memiliki awalan dan akhiran yang jelas, dan ada klimaksnya. Contohnya, makin lama makin menurun atau makin membesar.

Irama ulangan dapat memperlihatkan sifat bentuk sama yang muncul berkali-kali dengan sifat sama dalam interval pengulangan. Irama bisa bersifat tetap dan pasti, namun juga ada perubahan. Begitu juga dengan irama silih berganti yang didapat dari permainan elemen bentuk arsitektur yang ada.

43


4. KESEIMBANGAN

87

Keseimbangan adalah konsep kestabilan.

Inti dari sebuah komposisi adalah mendapatkan keseimbangan. Keseimbangan tidak harus sama besar, sama berat, ataupun terbagi sama rata. Keseimbangan adalah konsep kestabilan. Keseimbangan dapat dicapai tidak hanya pada komposisi simetri, namun juga bisa pada komposisi asimetri. Simetri merupakan 44

bentukan khusus dari keseimbangan. Keseimbangan ada karena dua absis atau sumbu yang terlihat. Keseimbangan dapat hadir dalam sebuah bangunan, di dalam ruangan, dan di luar. Â Keseimbangan dibagi menjadi 3, yaitu keseimbangan simetri, asimetri, dan radial.


88

89

90

91

A. Keseimbangan Simetri

B. Keseimbangan Asimetri:

C.Keseimbangan Radial

Susunan simetri berdasarkan garis sumbu/aksis atau titik pusat. Dalam hal ini kanan dan kiri jika dibagi sebuah garis adalah sama. Ada dua macam simetri.

Susunan asimetri berdasar pada aksis imajiner. Pada susunan asimetri, bagian kanan kiri bentuknya tidak sama dan merupakan cerminan bentuk sebelahnya namun dapat diperoleh dari permainan warna, bentuk, dan tekstur yang berbeda.

Keseimbangan susunan radial merupakan susunan yang berpedoman pada unsur sama terhadap dua atau lebih sumbu berpotongan pada suatu titik pusat.

1. Simetri bilateral: simetri yang berpedoman pada susunan yang seimbang dari unsur-unsur sama terhadap sumbu sama. 2. Simetri quadrilateral.

45


5. UNIT Y

92

Kesatuan didapatkan dari pengulangan bentuk, warna, dan detail

Setelah semua azas-azas komposisi diterapkan tujuan utama adalah agar semua elemen tersebut menjadi satu kesatuan, dengan cara pengulangan di bagian lain. Kesatuan bentuk memberikan ciri khas dari bentuk sebuah karya arsitektural. Bentuk dapat freeform (bentuk bebas) atau dapat dari bentuk dasar. Jika berbicara skala bangunan yang berfokus pada 46

permainan volume, sebuah volume dapat ditransformasi bentuk menjadi lengkung, yang diulang ke semua bangunan (sampai bagian detail fasade). Kesatuan didapatkan dari pengulangan bentuk, warna, dan detail. Penyatuan diwujudkan dengan bantuan datum Datum berupa garis, bidang, dan ruang pengulangan: ukuran, wujud, dan detail.


93 94

96

97

95

98

Bentuk/volume didapat dengan permainan transformasi bentuk 3 dimensi. Dari atas dapat menerus ke bawah, sehingga dapat menghasilkan pola menerus yang terlihat dari keseluruhan bangunan. Bentukan ini pun menyesuaikan fungsi dan adaptasi Iklim di mana bangunan tersebut dibangun. Pada bagian tertentu dapat terlihat penerusannya tidak sampai bawah, namun pada bagian lainnya sampai hampir menyentuh tanah. Hal inilah yang dinamakan permainan komposisi bentuk dari kesatuan bentukan yang telah diciptakan oleh senimannya sendiri (arsitek) 47

Keseluruhan satu kompleks dapat berbentuk organik lengkung atau lipat (folding). Bidang yang dilipatlipat dapat diulang pada dinding sampai ke bentuk jendela seperti pada gedung LASALLE di Singapura.


6. SK AL A

99

Ukuran dalam memandang besarnya unsur secara relatif terhadap bentuk lainnya.

Skala adalah ukuran dalam memandang besarnya unsur secara relatif terhadap bentuk lainnya. Skala juga merupakan ukuran sebuah unsur bangunan secara relatif terhadap bentuk-bentuk lain yang berkaitan. Skala bukan bicara tentang skala gambar saja, namun skala merupakan perbandingan antara sesuatu dengan sesuatu lain sehingga mendapatkan gambaran posisi dan 48

situasi bangunan tersebut terhadap sekitar yang ingin dihadirkan.

Sebuah karya arsitektur membuat sebuah ruang sehingga berhubungan dengan manusia. Karena itu skala memberikan peranan penting agar dapat dinikmati dan dilihat, serta membuat nyaman.


1. Skala Manusia

103

Skala fisik dapat dilihat dari skala manusia dan skala monumental. Skala manusia adalah ukuran sebuah unsur bangunan atau ruang secara relatif terhadap dimensi-dimensi dan proporsi tubuh manusia.

100

2. Skala Monumental

104

Pada skala monumental, biasanya bangunan besar dan agung memiliki tujuan tertentu, contoh memiliki sejarah dan nilai ritual. Kebanyakan pada skala monumental ini bangunan berukuran besar dan lebih besar dari ukuran standar manusia.

101

3. Skala Psikologis

105

Pada skala psikologis, sebuah bangunan dikaitkan dengan jarak, contoh intim sampai dengan skala publik.

102

49


QUIZ Lakukan pengkajian terhadap karya arsitektur dengan menggunakan kaidah penyusunan prinsip-prinsip: 1. Tadao Ando– Water Temple; 2. Karya Mies Van der Rohe– Pavilion.

50


WARNA 106


Definisi warna adalah spektrum tertentu yang ada di warna berurutan dari warna merah sampai dengan dalam suatu cahaya sempurna. kuning. Dengan demikian, untuk konsep-konsep keriaan, Warna dasar atau biasa disebut warna primer adalah: membangkitkan gairah dan semangat dapat digunakan merah, kuning, dan biru. Warna hitam merupakan warna tersebut. Lalu, ada juga warna dingin, yang dalam ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Warna skema warna berurutan dari warna hijau sampai dengan putih merupakan kehadiran semua gelombang warna. ungu. Dengan demikian, untuk konsep-konsep yang ingin Warna pun mewakili sifat-sifat tertentu dari keadaan. memberikan kkelembutan dan kalem dapat digunakan Contoh warna panas adalah warna yang dalam skema warna tersebut.

107

52


Dari skema warna dibagi menjadi 5 jenis warna, yaitu

Sebuah warna memiliki kesan tertentu. Kesan tersebut dibagi menjadi dua

1. complementary/komplementer; 2. analog; 3. momokrom/monochrome; 4. triadic; 5. tetradic.

1. Laras: Kesan laras didapat dari skema warna monochromatic dan analog. 2. Kontras: Kesan kontras didapat dari skema warna komplementer, triadic dan tetradic.

108

53


1. COMPLEMENTARY

Warna complementary adalah warna yang didapatkan dengan menarik garis lurus saling bersilangan dan berseberangan satu sama lain dalam skema warna. Contoh, warna:

1. MERAH-HIJAU

2. BIRU-KUNING

3.VIOLET-KUNINGKEHIJAUAN

4. ORANGE-BIRUKEHIJAUAN

109

54


110

55


2. ANALOG

Warna analog adalah warna yang didapatkan dari dalam skema warna dengan menarik garis 3 warna berdampingan atau bersebelahan. Warna analog ini merupakan warna dengan sifat serene untuk mendapatkan kenyamanan.

1.MERAH-VIOLET-BIRU

2.BIRU MUDA-HIJAU-HIJAU MUDA

3. MERAH-ORANYE-KUNING

111

56


112

57


3. MONOCHROME/MONOKROM

Warna monochrome/monokrom adalah warna yang didapatkan dari dalam skema warna dengan bersampingan. Warna monokrom ini masih bersambung dengan warna analog dan warna monokrom ini merupakan warna yang senada dari warna-warna di sampingnya.

1.KUNINGKUNINGORANYEORANYE

2. HIJAU MUDA-HIJAUHIJAUTUA

3. BIRU MUDA-BIRUBIRUTUA

4. VIOLET-MAGENTAMERAH

5. BIRU 窶天IOLET MUDA-VIOLET

113

58


114

59


4.TRIADIC

Warna triadic adalah warna yang didapatkan dari dalam skema warna dengan menarik garis menjadi bentuk segitiga. Dalam segitiga tersebut didapatkan 3 warna dalam perpotongannya, contoh:

1. BIRU-KUNING HIJAU

2.VIOLET-HIJAU-

3. VIOLET-KUNING

ORANYE

BIRU

4. MERAH-KUNINGHIJAU

5. MERAH-HIJAU BIRU

115

60


116

61


5. TETRADIC

Warna tetradic adalah warna yang didapatkan dari dalam skema warna dengan menarik garis menjadi bentuk persegi empat. Dalam persegi empat tersebut didapatkan 4 warna dalam perpotongannya, contoh:

1. MERAH-VIOLET

2. BIRU-VIOLET

3. MERAH-ORANYE

4. BIRU-BIRU HIJAU

HIJAUKUNING-HIJAU

HIJAUKUNING-KUNING

BIRUHIJAU-HIJAU

ORANYE-KUNING

117

62


118

63


QUIZ Berikut ini adalah gambar tampak dan foto dari sebuah gudang. Gudang tersebut dalam desain arsitekturnya menggunakan warna sebagai elemen desain. Tugas Anda adalah 1. membuat sebuah analisis sederhana dari warna yang digunakan, dan 2. menentukan dari skema warna apa, warna gedung gudang tersebut. Jelaskan dengan singkat.

119

64

120


TEORI PROPORSI DAN KOMPOSISI 121


1. TEORI PROPORSI

122

Proporsi tidak bisa lepas dari perbandingan sesuatu dengan sesuatu yang lainnya.

Menurut Vitruvius, proporsi berkaitan dengan keberadaan unsur dengan unsur lain dalam hubungan tertentu (antara bagian terkecil dan ukuran keseluruhan). Dan unsur-unsur ini diperbandingkan. Contoh dalam arsitektur adalah perbandingan antara manusia dan pembandingnya (bangunan). Atau bisa juga suatu elemen dengan elemen yang lain dalam satu ruang lingkup. Karena itu, proporsi berkaitan dengan skala dan dimensi.

dianggap terlalu kecil atau terlalu besar terhadap unsur yang lain, biasa disebut tidak proporsional. Contohnya adalah peletakan sebuah kursi dengan ukuran yang terlalu kecil dalam ruangan besar, akan dianggap tidak proporsional. Atau pada contoh desain fasade, jika membuat ornamen terlalu besar dari ukuran lantai ke lantainya, mungkin akan dibaca tidak proporsional juga. Semua ini bergantung pada latar belakang yang melihat dan menilai.

Â

Â

Proporsi selalu bertitik berat pada Teori proporsi yang sering digunakan ukuran sebenarnya, sehingga jika dalam dunia arsitektur ada dua, yaitu sesuatu perbandingan sebuah unsur Proporsi Modular dan Golden Section. 66


PROPORSI MODULAR

PROPORSI GOLDEN SECTION

123

125

124

126

Proporsi Modular lahir dari seorang arsitek bernama Le Corbusier. Modular berarti mengikuti modul. Modul di sini adalah modul yang diciptakan oleh Le Corbusier sesuai standar aktivitas manusia, sehingga lebih sederhana dan modern, misal tidak perlu plafon yang tinggi jika tidak diperlukan–jadi sesuai kebutuhan saja.

Kebalikan dari teori proporsi Modular ini, yaitu proporsi Golden Section. Teori Golden Section ini lahir jauh sebelum teori Proporsi Modular. Proporsi Golden Section dari ukuran-ukuran dan perhitungan pembagian dari sebuah bangunan. Proporsi Golden Section memiliki perhitungan tersendiri pada pembagian garis-garis sebuah persegi panjang. Persegi panjang dapat dibagi setengah, lalu sepertiga dan setengah lagi. Contoh yang paling terlihat adalah bentuk Parthenon Romawi yang memiliki proporsi mengikuti kaidah Golden Section.

Teori Modular ini diterapkan pada desain apartemen, dalam hal ini jarak lantai ke lantainya disesuaikan dengan ketinggian manusia dan semua dibuat sesuai fungsi dan logika. 67


2. TEORI KOMPOSISI

127

Komposisi adalah susunan untuk menilai keindahan.

Komposisi adalah susunan. Susunan Sebuah komposisi merupakan tersebut dapat dibuat sebagai dasar permainan dari unsur: penilaian keindahan dengan keterpaduan 1. emphasis, yaitu yang diberi prinsip-prinsip penyusunan dari elemenpenekanan khusus, paling elemen. menonjol; 2. dominan, yaitu yang memberikan pengaruh yang kuat; 3. subdominan, yaitu memberikan pengaruh namun hanya sebagai penunjang dari yang dominan; 4. subordinate, yaitu yang terendah, terkecil, yang tidak menonjol. 68


128

129

Sebuah karya arsitektur tidak terlepas dari permainan elemen titik, garis, bidang, bentuk, dan ruang. Kesemuanya itu diatur dan disusun dengan prinsip penyusunan dan menggunakan teknik komposisi dan proporsi. Komposisi memadukan dan menyusun semua elemen tersebut, sesuai dengan fungsi di dalamnya atau tujuan tertentu, contoh untuk mendapatkan estetika tertentu yang dimaui oleh perancang. Sebagai contoh dalam sebuah perancangan kompleks sekolah, maka ada hierarki utama yang ingin ditonjolkan dengan pembesaran skala, yaitu kantor kepala sekolah. Kantor ini menjadi emphasis. Lalu, ada ruang-ruang sekolah yang memiliki bentuk seragam, yang mendominasi kompleks tersebut. Kemudian ditambahkan fungsi penunjang, seperti laboratorium dan perpustakaan sebagai subdominannya. Untuk subordinate merupakan bangunan yang skalanya paling kecil karena dianggap tidak menonjol, contoh bangunan toilet dan ruang klinik. Hal ini adalah contoh dari perancangan konsep sekolah yang lazim. Namun, ada beberapa perancang/arsitek yang ingin membongkar sistematika seperti itu dalam konsep perancangannya sehingga yang menjadi emphasis-

130

nya adalah gedung perpustakaan, dominannya tetap bangunankelas, subdominannya adalah laboratorium dan toiet, lalu yang menjadi subordinate adalah Ruang Kepala Sekolah. Konsep dari penyusunan komposisi ini dapat terlihat dari penataan site plan dan bentuk bangunannya. Selain dari hal-hal yang menyangkut teknik penyusunan tersebut, bebertapa arsitek menemukan teknik komposisi yang menjadi ciri khas dari desainnya, yaitu: 1. DK Ching dengan permainan pengurangan, penambahan, dan stretch; 2. Rob Krier dengan banyak penembusan, fragmentasi, dan pemecahan(break); 3. Peter Eisenmann yang banyak bermain denga empat bentuk dasar yang diciptakannya sendiri; 4. Chernikov yang mengambil dari asas-asas Konstruktivism Rusia.

69


DK CHING DK Ching membuat teori komposisi dari perubahan dimensi maupun 3 dimensinya mengalami transformasi bentuk dasar 2 dimensi, yaitu lingkaran, segitiga, dan bentuk dengan: stretch, adding/penambahan dan subtract bujur sangkar serta 3 dimensi, yaitu bola, tabung, kerucut, atau pengurangan. prisma, limas, dan kubus. Bentuk-bentuk tersebut, baik 2

131

132

133

134

70

135


1. STRETCH

Sebuah bentuk ditarik, dan diambil bentuk di dalam atau keseluruhannya. 136

2. ADDING

Sebuah bentuk ditambahkan bentuk lain, menjadi sebuah kesatuan. 137

3. SUBTRACT

Sebuah bentuk dikurangi dengan bentuk lain, menjadi sebuah bentuk baru. 138

71


Rob Krier Rob Krier membaginya jauh lebih luas, dari sakal kota, pembengkokan, pemecahan atau break, pemecahan building, sampai interior. Teori Komposisi Rob Krier yang menjadi segmen, penambahan, penembusan atau didasarkan dari bentukan geometri yang teratur dan penetrasi, dan superimpose/penumpukan. tidak teratur. Dari bentukan tersebut mengalami:

139

72


140

Kink, Bend, Fold (Bengkok, Lengkung, Tekuk)

Break, Cut

141

Contoh berikut adalah ketika bentuk persegi empat mengalami pembengokkan, terlihat dalam bentuk denahnya.

Segment, Fragmentation

142

Contoh berikut adalah ketika bentuk persegi empat mengalami pemecahan dan pemotongan, terlihat dalam bentuk denahnya.

Addition, Layering Accummulation, Stacking

143

Contoh berikut adalah ketika bentuk persegi empat mengalami pemecahan menjadi per segmen. Seringkali juga segmennya diulang dan digunakan kembali di penembusan lain, terlihat dalam bentuk denahnya.

Penetration, Superimposition, Interlacing, Meshing

Contoh berikut adalah

Contoh berikut adalah

ketika bentuk persegi

ketika bentuk persegi

empat mengalami

empat mengalami

penambahan terlihat

penembusan dan

dalam bentuk

penumpukan.

denahnya. 144

145

73


Peter Eisenmann Peter Eisenman membuat teori komposisinya dari bentuk penembusan, lalu stretching dan masih banyak lagi. Selain dasar yang diciptakan sendiri. Bagi Peter Eisenmann itu, Peter Eisenmann juga mempertimbangkan lingkungan bentuk dasar tersebut adalah: Grid, Cubes, El Forms, sekitar dalam mendesain sampai skala urban. dan Bars. Keempat bentuk dasar tersebut mengalami

147

148

74


149 150

151

152

75


QUIZ 1. Buatlah dalam format paper sebuah kajian teknik penyusunan Rob Krier pada bangunan galeri Selasar Sunaryo– karya Ir. Baskoro Tedjo. 2. Jelaskan bentuk dasar menurut Peter Eisenmann dalam contoh.

76


CREATIVE THINKING 153


Beberapa prinsip yang disebut “breakthrough thinking principles“ (breakthrough thinking- gerald nadler- shozo hibino) dapat diterapkan dalam desain arsitektur untuk menstimulasi desain dan solusi permasalahan yang kreatif dan tepat sasaran. Prinsip-prinsip tersebut adalah

Di kalangan umum, kata kreatif seringkali diartikan sebagai hal yang tidak biasa, tidak pada umumnya, out of the box, beda. Kata kreatif, memiliki arti: pelibatan imajinasi menjadi sebuah ide orisinil/asli (New Oxford Dictionary of English), dengan kata kunci: imajinasi, ide, dan orisinalitas. Kreatif merupakan sebuah sifat dan pola pikir. Kreatif juga bisa berupa sifat dari sesuatu yang dihasilkan oleh pemikiran manusia. Pola pikir kreatif adalah cara berpikir yang menghasilkan ide-ide baru untuk mencari solusi dari permasalahan, dengan mencari banyak alternatif. Pola pikir kreatif ini sangat diperlukan bagi perancang/arsitek dan seseorang yang berkecimpung di dunia desain dan seni untuk membuahkan sebuah karya yang merupakan ciri khas perancang tersebut. Contoh kreativitas dalam desain adalah dalam perancangan kompleks rumah sakit yang dahulu berwarna putih, untuk memberikan kesan dingin, dan lorong-lorong menakutkan, namun kini muncul ide untuk mendesain rumah sakit layaknya hotel, sehingga pasien cepat sembuh karena merasa nyaman dan tenang.

1. prinsip keunikan; 2. prinsip tujuan; 3. prinsip sistem; 4. prinsip pengumpulan informasi; 5. prinsip kerja sama; 6. prinsip pengembangan; 7. prinsip evaluasi; 8. prinsip latihan.

78


1. PRINSIP KEUNIK AN 154

Prinsip keunikan ini hadir dengan melihat bahwa setiap permasalahan desain yang dihadapi harus diselesaikan dengan menghasilkan desain yang tidak seperti kebanyakan orang atau pada umumnya. Dengan tekad dalam mendesain selalu membuahkan sebuah karya yang unik yang merupakan ciri khas perancang maka perancang, tersebut memiliki nilai lebih di antara yang sudah ada. Tentu saja kaunikan ini harus juga dapat diselesaikan secara logika. Dalam dunia arsitektur, sistem strukturnya bisa dibangun dan juga utilitas dalam bangunannya.

79

Keunikan ide miliknya menjadi sebuah ide yang asli dan orisinal hanya milik sang perancang. Keunikan ini dihadirkan sebagai proses kreatif karena kebanyakan orang hanya melihat ke belakang solusi desain yang pernah diterapkan di tempat lain atau masa lalu. Orang kreatif selalu memulai desainnya dengan sesuatu yang baru. Tentu saja dengan modal informasi dan data-data yang lebih banyak dari saat ia melihat desain yang sudah ada sebelumnya.


2. PRINSIP TUJUAN

155

Prinsip tujuan adalah fokus pada tujuan apa yang akan dicapai. Dengan demikian, sang perancang akan mencari cara dan solusi untuk mencapai tujuan. Prinsip ini mencari cara untuk mencapai tujuan. Hasilnya bisa berupa mimpi yang dikemukakan dalam sebuah konsep. Untuk mempermudah berfokus pada tujuan, dapat dilakukan dengan cara berikut.

Misal dalam sebuah perancangan arsitektur, kita mengemukakan pertanyaan, apa tujuan menciptakan sebuah arsitektur/bangunan tersebut. Untuk menjadi kontroversialkah? Atau menjadi landmark? Jika tujuan desain adalah untuk menjadi landmark kawasan desainlah yang sesuai dengan tujuan tersebut. Namun, jika tujuan desain bukan menjadi landmark kawasan, melainkan fokus ke hal yang 1. Tuliskan target ideal. 2. Dengan masih memegang prinsip lain, desainlah pula sesuai dengan keunikan, buat alternatif atau tujuan tersebut. ide apapun yang terpikirkan saat melihat tulisan target ideal tersebut. 3. Pakai pertanyaan what, when, where, who, how untuk menstimulasi ideide. 80


3. PRINSIP SISTEM

156

Pada saat memikirkan memimpikan tujuan ideal, ide-ide yang bermunculan harus ditampung, dikumpulkan tanpa mempertimbangkan apakah ide tersebut akan dilaksanakan atau tidak. Tahap selanjutnya adalah brainstorming ide. Hal yang bisa dilakukan dengan segera sebagai berikut. 1, Saat ide gila atau apapun muncul dalam pikiran, tuliskan/buat sketsa ide-ide itu, karena hal ini akan menstimulasi otak, bahkan dapat memunculkan sebuah ide baru yang lain. 2, Cari apa hal positif atau maksud dari ide-ide tersebut. Ide-ide yang muncul tersebut kemudian dievaluasi dan dikaitkan yang sesuai dengan tujuan. 81

Jika dikaitkan dengan sistem, proses perancangan pun ada dua, yaitu sebagai berikut 1. Sistematis, ketika kita mendapatkan data lengkap, lalu mulai menganalisis, mengeluarkan konsep lalu desain 2. Blacbox, ketika kita mulai dengan pengetahuan yang minim tentang kondisi tapak, lalu kita memulai dengan gubahan massa, baru ke gambar desain, kemudian melakukan analisis. Tentu saja dengan adanya sistem terbalik dari yang sistematis ini kita banyak melakukan feedback terhadap data di lapangan dengan desain yang kita buat.


4. PRINSIP PENGUMPULAN FORMASI

Dalam sebuah perancangan, kita harus mengaitkannya dengan bidang yang mendukung, misalnya bidang struktur bangunan, mekanikal elektrikal, dan olah taman. Karena itu, untuk mengetahui berbagai bidang terkait, diperlukan pencarian informasi sebanyak mungkin. Dengan mengumpulkan Informasi terkait, biasanya akan timbul ide baru yang berkaitan dengan adaptasi desain kita terhadap bidang yang cocok diterapkan dalam bangunan kita. Pengetahuan dan pengumpulan informasi tersebut digunakan untuk menghasilkan banyak alternatif pemecahan masalah desain. 82

157 Persiapan yang bisa dilakukan untuk menambah wawasan seorang arsitek adalah: mempelajari bahan, teknologi, dan model arsitektur terbaru yang bisa didapat dari internet, buku, dan pergaulan; mengasah pengetahuan dengan mengkaji dan menganalisis berbagai bentuk arsitektur yang kita lihat untuk mendesain sesuai dengan tujuan dalam project kita.


5. PRINSIP KERJASAMA

158

Dalam mendesain bangunan, arsitek dapat bekerja sama dengan orang lain, sesama arsitek atau konsultan bidang yang terkait. Sebagai arsitek kerja sama dengan bidang lain yang berkaitan, misalnya dengan teknik sipil, landscape, dan mekanikal elektrikal. Proyek arsitektur adalah proyek yang dikerjakan bersama-sama dengan banyak orang dan pihak. Arsitek mendelegasikan tugas, mencari informasi, serta mendapat masukan dan kritik dari rekan-rekan ahli bidang yang lain.

83

Untuk membiasakan prinsip kerja sama ini dapat dimulai dari Mahasiswa, yang dalam tugasnya membentuk sebuah kerja kelompok yang membuat kita menghargai pendapat orang lain dan dengan menghargai itu kita pun secara tidak langsung belajar sesuatu yang baru yang dapat memperkaya ide.


6. PRINSIP PENGEMBANGAN

159

Orang kreatif tidak hanya mencari solusi 1. Berani bermain dan menciptakan untuk permasalahan desain saat ini, alternatif. namun juga memikirkan what’s next- 2. Ide bisa didapat dari menciptakan apa yang bisa dilakukan pada masa yang sesuatu yang baru atau juga dengan akan datang. Ketika telah menghasilkan mengombinasikan beberapa ide sebuah desain yang sesuai dengan dari para ahli di bidang tertentu. tujuan yang kita maksudkan, kita dapat 3. Hindari kritik dini. Jangan mengembangkan desain tersebut membiasakan menghina atau dengan evaluasi terhadap kondisi di membunuh serta menghapus dalamnya. ide, karena bisa jadi hal tersebut memperkaya desain kita nantinya. Berikut beberapa hal yang perlu diingat dan diperhatikan dalam mendesain. 84


7. PRINSIP EVALUASI

160

Mengevaluasi desain yang dibuat tidak dilakukan hanya saat desain sudah selesai, tetapi secara terusmenerus dalam tahap desain. Hal ini dapat membuat kita menemukan tujuan atau ide baru yang mungkin bahkan belum terpikirkan sebelumnya. Sesungguhnya, kita harus memiliki sifat terbuka, tidak mudah puas, harus mau menerima kritik, juga berusaha mencari yang terbaik. Hal-hal tersebut sangat diperlukan untuk mengevaluasi desain kita. 85

Ada dua jenis evaluasi yang bisa diterapkan. 1. Evaluasi pribadi dilakukan setiap saat, baik dalam prarencana, sketsa desain sampai gambar kerja, bahkan sampai pelaksanaan. 2. Evaluasi kelompok, memaksimalkan keberadaan orang-orang di sekitar kita untuk membantu dalam melihat desain dari sudut pandang yang tidak bisa kita lihat.


2. PRINSIP TUJUAN 151

Bagi orang kreatif, berpikir alternatif mungkin dirasakan sangat mudah, namun tetap perlu melatih diri untuk mengefektikan usaha-usahanya dalam mendesain. Bagi mereka yang mungkin merasa tidak kreatif, melatih pola pikir kreativitas dapat membantu mendesain dengan kreatif dan efektif. Latihan pola pikir kreatif bukan sesuatu yang mudah karena memerlukan keuletan, semangat, dan kemauan yang tinggi untuk selalu mengarahkan pemikiran kreatif dalam segala hal.

86

Dengan menjadikan pola pikir ini sebagai habit/kebiasaan, diharapkan desain yang kreatif dan tepat sasaran akan lebih mudah dihasilkan.


QUIZ 1. Jelaskan arti dari prinsip kerja sama. 2. Jelaskan prinsip perja sama tersebut dalam bidang arsitektur. 3. Kaji karya-karya dari Antonio Gaudi dan bagaimana sang arsitek tersebut mendapatkan kreativitas idenya.

162

87


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

8.

9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.

Foto Belakang Keraton Solo. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Foto Karya Mahasiswa Bina Nusantara University, Mata Kuliah Estetika. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Foto Karya Mahasiswa Bina Nusantara University, Mata Kuliah Estetika. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Foto Karya Mahasiswa Bina Nusantara University, Mata Kuliah Estetika. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Foto Karya Mahasiswa Bina Nusantara University, Mata Kuliah Estetika. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Foto Karya Mahasiswa Bina Nusantara University, Mata Kuliah Estetika. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Foto: Casa Mila, oleh arsitek: Antonio Gaudi. Sumber: http://www.archdaily. com/367681/ad-classics-casa-milaantoni-gaudi/ Foto: Casa Mila, oleh arsitek: Antonio Gaudi. Sumber: http://www.archdaily. com/367681/ad-classics-casa-milaantoni-gaudi/ Foto: Karya arsitek Frank O. Gehry. Sumber: http://www.archdaily. com/67321/gehry-residence-frank-gehry/ Foto: Karya arsitek Frank O. Gehry. Sumber: http://www.archdaily. com/67321/gehry-residence-frank-gehry/ Foto: Le Corbusier. Sumber: http:// www.archdaily.com/278569/14-factsle-corbusier/ Foto: Aesthetics Afrika. Sumber: Karya Mahasiswi estetika Binus: Arindra Januari. Foto: Putra Jaya, Malaysia. Sumber: Dokumentasi pribadi. Foto: Aesthetics batik, Karya Mahasiswa estetika Binus: Johanes. Foto: Karya Desain. Sumber: Majalah IDN, Volume 15, Number 6. 2008/2009. Foto: Majalah Lukisan Fine Art Auction, Heritage, 14 October 2012.

17. Foto: Karya Desain. Sumber: Majalah IDN, Volume 15, Number 6. 2008/2009. 18. Foto: Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 19. Foto: Makanan. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 20. Foto: Makanan. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 21. Foto: Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 22. Foto: Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 23. Foto: Hotel Santika. Sumber: http:// www.santika.com/jakarta-premiere/ meeting.php 24. Foto: Bangunan Esplanade Singapura. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 25. Foto: Bangunan La sale, Singapura. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 26. Foto: Barcelona Paviliun. Sumber: http://www.archdaily.com/62770/adround-up-classics-part-i/ 27. Foto: Bangunan Apartemen Woha. Sumber: 28. Foto: Singapore Garden by the bay. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 29. Foto: Bangunan La sale, Singapura. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 30. Foto: Bangunan Perpustakaan UIO. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 31. Foto: Esplanade, Singapura. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 32. Rumah Fou House, Karya Jimmy Lim, Malaysia. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 33. Rumah Fou House, KaryaJimmy Lim, Malaysia. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 34. Rumah Fou House, Karya Jimmy Lim, Malaysia. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 35. Diagram Semiotika. Sumber: Digitalisasi Pribadi.

88

36. Foto: Gambar Learning from Las Vegas. Sumber: 37. Foto: Miami Art Deco. Sumber: 38. Foto: Dokumentasi Pribadi. 39. Foto: Penataan estetika di Museum Mandiri. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 40. Diagram 2 Dimensi-3 Dimensi. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 41. Foto: Macam-Macam Elemen Estetika. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 42. Gambar Titik 2 Dimensi. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 43. Gambar Titik 2 Dimensi. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 44. Gambar: titik 3 dimensi. Sumber: Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 45. Gambar: Titik 3 Dimensi, Karya Mahasiswa Bina Nusantara University. Sumber: Dokumentasi pribadi. 46. Gambar: Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 47. Gambar: Garis 2 Dimensi. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 48. Gambar: Fou House, Karya Jimmy lim, Malaysia. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 49. Gambar: estetika Mahasisawa estetika Bina Nusantara. 50. Gambar: estetika Mahasisawa estetika Bina Nusantara. 51. Gambar: Fou House, Karya Jimmy Lim. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 52. Gambar: Bidang 3 Dimensi, Karya Mahasiswa Bina Nusantara University. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 53. Gambar: Singapura. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 54. Gambar: Tekstur 2 dimensi. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 55. Gambar: Tekstur 3 Dimensi. 56. Gambar: Tekstur 3 Dimensi.


57. Gambar: Tekstur 3 Dimensi, Karya: Mahasiswa Bina Nusantara University. Sumber: Dokumentasi Pribadi 58. Gambar: Tekstur 3 Dimensi, Karya: Mahasiswa Bina Nusantara University. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 59. Gambar: Tekstur 3 Dimensi, Karya: Mahasiswa Bina Nusantara University. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 60. Gambar: Tekstur 3 Dimensi, Karya: Mahasiswa Bina Nusantara University. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 61. Gambar: Tekstur 3 Dimensi, Karya: Mahasiswa Bina Nusantara University. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 62. Gambar: Tekstur 3 Dimensi, Karya: Mahasiswa Bina Nusantara University. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 63. Gambar: Tekstur 3 Dimensi, Karya: Mahasiswa Bina Nusantara University. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 64. Foto Bandara Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 65. Gambar: Museum Bilbao, Karya Frank O Gehry. Sumber: http://www. archdaily.com/422470/ad-classics-theguggenheim-museum-bilbao-frankgehry/ 66. Gambar: Museum Bilbao, Karya Frank O Gehry. Sumber: http://www. archdaily.com/422470/ad-classics-theguggenheim-museum-bilbao-frankgehry/ 67. Foto: Lasalle Singapura. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 68. Jockey Club, Karya: Zaha Hadid, Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 69. Foto: Parc de la Villette, Karya: Bernard Tschumi. Sumber: http:// www.archdaily.com/92321/adclassics-parc-de-la-villette-bernardtschumi.

70. Foto: Parc de la Villette, Karya: Bernard Tschumi. Sumber: http:// www.archdaily.com/92321/adclassics-parc-de-la-villette-bernardtschumi 71. Foto: Parc de la Villette, Karya: Bernard Tschumi. Sumber: http:// www.archdaily.com/92321/adclassics-parc-de-la-villette-bernardtschumi 72. Foto: Putra Jaya, Malaysia. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 73. Hotel Concordia Bandung. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 74. Istiqlal. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 75. Digitalisasi Pribadi. 76. Foto: Karya Tadao Ando. Sumber: http://www.archdaily.com/161522/ ad-classics-koshino-house-tadaoando/ 77. Foto: Karya Tadao Ando. Sumber: http://www.archdaily.com/161522/ ad-classics-koshino-house-tadaoando/ 78. Foto: Karya Tadao Ando. Sumber: http://www.archdaily.com/161522/ ad-classics-koshino-house-tadaoando/ 79. Digitalisasi Pribadi. 80. Foto: Karya Le Corbusier. Sumber: http://www.archdaily.com/469008/lecorbusier-s-ronchamp-vandalized/ 81. Foto: Karya Le Corbusier. Sumber: http://www.archdaily.com/469008/lecorbusier-s-ronchamp-vandalized/ 82. Foto: Karya Le Corbusier. Sumber: http://www.archdaily.com/469008/lecorbusier-s-ronchamp-vandalized/ 83. Digitalisasi Pribadi. 84. Foto: HSBC Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 85. Foto: HSBC Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi.

89

86. Foto: HSBC Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 87. Digitalisasi Pribadi. 88. Foto: Putra jaya. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 89. Gambar: Buku Komposisi Arsitektur: Rob Krier. 90. Gambar: Buku Komposisi Arsitektur: Rob Krier. 91. Gambar: Buku Komposisi Arsitektur: Rob Krier. 92. Digitalisasi Pribadi. 93. Foto: Karya Zaha Hadid. Sumber: 94. Foto: Karya Zaha Hadid. Sumber: 95. Foto: Karya Zaha Hadid. Sumber: 96. Foto: Lasalle Singapura. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 97. Foto: Lasalle Singapura. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 98. Foto: Lasalle Singapura. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 99. Digitalisasi Pribadi. 100. Foto: Barcelona Pavilion. Sumber: http://www.archdaily.com/62770/adround-up-classics-part-i/ 101. Hongkong. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 102. Macau. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 103. Digitalisasi Pribadi. 104. Digitalisasi Pribadi. 105. Digitalisasi Pribadi. 106. Jerami. Sumber: Dokumentasi Pribadi. 107. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 108. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 109. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 110. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 111. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi.


112. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 113. Gambar warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 114. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 115. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 116. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 117. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 118. Gambar Warna. Sumber: Digitalisasi Pribadi. 119. Foto: Project warna. Sumber: www. archdaily.com. 120. Foto: Project warna. Sumber: www. archdaily.com. 121. Foto: Dokumentasi Pribadi. 122. Gambar: Proporsi Modular. Sumber: http://www.archdaily.com/88704/adclassics-corbusierhaus-le-corbusier/ 123. Gambar: Proporsi Modular. Sumber: http://www.archdaily.com/88704/adclassics-corbusierhaus-le-corbusier/ 124. Gambar: Proporsi Modular. Sumber: http://www.archdaily.com/88704/adclassics-corbusierhaus-le-corbusier/ 125. Gambar: Golden Section. Sumber: 126. Gambar: Golden Section. Sumber: 127. Gambar: Karya MVRDV. Sumber: http://www.archdaily.com/115776/ ad-classics-wozoco-mvrdv/ 128. Gambar: Karya MVRDV. Sumber: http://www.archdaily.com/115776/ ad-classics-wozoco-mvrdv/

129. Gambar: Karya MVRDV. Sumber: http://www.archdaily.com/115776/ ad-classics-wozoco-mvrdv/ 130. Gambar: Karya MVRDV. Sumber: http://www.archdaily.com/115776/ ad-classics-wozoco-mvrdv/ 131. Gambar: Komposisi Bentuk DK Ching. Sumber: Buku DK Ching. 132. Gambar: Komposisi Bentuk DK Ching 133. Foto: Karya Richard Meier. Sumber: http://www.archdaily.com/106367/ ad-classics-the-atheneum-richardmeier-partners-architects/ 134. Foto: Karya Richard Meier. Sumber: http://www.archdaily.com/106367/ ad-classics-the-atheneum-richardmeier-partners-architects/ 135. Foto: Karya Richard Meier. Sumber: http://www.archdaily.com/106367/ ad-classics-the-atheneum-richardmeier-partners-architects/ 136. Gambar Komposisi Bentuk. Sumber: Buku Rob Krier. 137. Gambar Komposisi Bentuk. Sumber: Buku Rob Krier. 138. Gambar Komposisi Bentuk. Sumber: Buku Rob Krier. 139. Gambar Komposisi Bentuk. Sumber: Buku Rob Krier. 140. Gambar Komposisi Bentuk. Sumber: Buku Rob Krier. 141. Gambar Komposisi Bentuk. Sumber: Buku Rob Krier. 142. Gambar Komposisi Bentuk. Sumber: Buku Rob Krier. 143. Gambar Komposisi Bentuk. Sumber: Buku Rob Krier.

90

144. Gambar Komposisi Bentuk. Sumber: Buku Rob Krier. 145. Gambar Komposisi Bentuk. Sumber: Buku Rob Krier. 146. Gambar Komposisi Bentuk buku Peter Eisenmann. 147. Gambar Komposisi Bentuk buku Peter Eisenmann. 148. Gambar Komposisi Bentuk buku Peter Eisenmann. 149. Gambar Komposisi Bentuk buku Peter Eisenmann. 150. Foto: Rumah, Karya Peter Eisenmann. Sumber: http://www.archdaily. com/63267/ad-classics-house-vipeter-eisenman/ 151. Foto: Rumah, Karya Peter Eisenmann. Sumber: http://www.archdaily. com/63267/ad-classics-house-vipeter-eisenman/ 152. Foto: Rumah, Karya Peter Eisenmann. Sumber: http://www.archdaily. com/63267/ad-classics-house-vipeter-eisenman/ 153. Foto: Dokumnetasi Pribadi. 154. Digitalisasi Pribadi. 155. Digitalisasi Pribadi. 156. Digitalisasi Pribadi. 157. Digitalisasi Pribadi. 158. Digitalisasi Pribadi. 159. Digitalisasi Pribadi. 160. Digitalisasi Pribadi. 161. Digitalisasi Pribadi. 162. Foto: Karya Gaudi. Sumber: http:// www.archdaily.com/367681/adclassics-casa-mila-antoni-gaudi/


Sumber: 1. Karya Mahasiswa arsitektur Bina Nusantara University. 2. Wong, Wucius. (1996). Beberapa Asas Merancang Trimatra. Bandung: Penerbit ITB. 3. Wong, Wucius. (1996). Beberapa Asas Merancang Dwimatra. Bandung: Penerbit ITB. 4. Vyzoviti, Sophia. (2006). Folding Architecture. Singapore: Pageone Publishing. 5. Vyzoviti, Sophia. (2006). Soft Shells. Singapore: Pageone Publishing. 6. F. Bates, Kenneth (1960). Basic Design, Principles and Practise. NewYork: The World Publishing Company.

91


Penulis : Yanita Mila Ardiani, lahir di Surabaya, 21 J Penulis: Yanita Mila Ardiani, lahir di Surabaya, 21 Juli 1979.

Penulis merupakan Dosen di : Penulis merupakan dosen di:

1. 1. Universitas Bina Nusantara , Jakarta ( 2007-skrg) Universitas Bina Nusantara, Jakarta (2007-sekarang), dan di Universitas Tarumanagara, Jakarta (2011–sekarang). 2. 2. Universitas Tarumanagara, Jakarta ( 2011– skrg) Sebelumnya, penulis juga pernah mengajar di Universitas

Sebelumnya Penulis juga pernah mengajar di UK. Kristen. Petra Surabaya (2006), yang merupakan almamater S1-nya. Setelahalmamater lulus s1, penulis menamatkan gelar s2-nyalulus di merupakan S1 nya. Setelah s1, P Institut Teknologi Bandung (ITB). nya di Institut Teknologi Bandung ( ITB).

Selain mengajar, penulis juga bekerja sebagai arsitek dan aktif di organisasi IAI nasional, di Divisi Pengkajian dan Pelestarian arsitektur dan Lingkungan (2012-sekarang). Selain Mengajar, itu, penulis aktifPenulis sebagai pembicara, antara lain yang Selain juga bekerja sebagai Arsite pernah dijalaninya adalah sebagai pembicara di Badan nasional, di divisi Pengkajian dan Pelestarian Arsite Perencanaan Kota(Bapeko)Surabaya, Dinas Pekerjaan Umum Gresik,Selain acara-acara Urban pembic skrg). ituMahasiswa, penulis seperti pun Urban aktif Park, sebagai Playground, acara seminar arsitektur, dan lain-lain. Selain itu, dijalaninya adalah sebagai pembicara di Bapeko penulis sering diundang menjadi dosen tamu di universitasuniversitas di Indonesia, seperti seperti Universitas Urban Kristen Duta Acara-acara mahasiswa park, Urba Wacana, Universitas Islam Indonesia, Universitas Atmajaya Selain itu,danPenulis sering Sepuluh diundang menjadi D Jogjakarta, Institut Teknologi Nopember. Buku ini merupakan buku kedua dari penulis,UKDW,UII, setelah buku Atmajay Universitas di Indonesia, seperti pertamanya “Insertion: Menambah tanpa Merobohkan” terbit ini tahunmerupakan 2009. Ilmu-ilmu yang didapat, dibagi lewat hobi penulis, Buku buku ketiga dari menulisnya lewat buku. Semoga buku ini bermanfaat dan “Insertion, menambah tanpa merobohkan” terbi berguna bagi banyak bidang. Selamat menikmati dan kritik saran dapat dialamatkan ke:yanitamila@yahoo.com.

yang didapat, dibagi lewat hobi menulisnya lew Salam.:-) bermanfaat dan berguna bagi banyak bidang. 92


Thx to: 1. Allah Swt. atas semua kemudahan dan keajaiban. 2. Suami: Ahmad Widodo, S.T. dan anak-anakku: Rachel Lintang Aurya dan Ranu Ahmadireja. 3. Orangtuaku: Sarwadi, M.Si., M.Si, dan Dwi Koestriani. 4. Semua teman dan sahabat di Bina Nusantara university, Universitas Tarumanagara, dan IAI Nasional. 5. Mahasiswa-mahasiswi saya yang saya banggakan dan sayangi. 6. Dan semua pihak terkait dalam penerbitan buku ini. Kepada semuanya saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Tunggu buku saya selanjutnya.

93


Pengolahan pengalaman ruang, tekstur, dan bentuk dalam arsitektur sangat beraneka ragam, dinamis, dan tak terbatas. Arsitek sebagai perancang memiliki peran dalam penciptaan estetika dan pengalaman ruang tersebut. Penggalian dan pemerkayaan bentuk akan tercipta akan tercipta karena peran dan keterampilan arsitek dalam berkreasi baik yang diambil oleh seorang arsitek dari pengalaman dan lingkungan, serta alam sekitarnya maupun dari studi literatur. Buku ini dapat memberikan pencerahan dan memprovokasi arsitek maupun desainer interior dalam pemerkayaan bentuk dan ide-ide yang bisa dikembangkan dalam perencanaan dan perancangan.

Satrio Herlambang, ST, Mud Sekretaris Jendral Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional

ISBN 978-602-1138-14-4 PT WIDIA INOVASI NUSANTARA Jln. KH Syahdan No.9, Palmerah Jakarta Barat 11480 Tlp. +62 21 534 5830 ext. 2174

Profile for edwina widya

ESTETIKA DALAM ARSITEKTUR - TRIAL  

ESTETIKA DALAM ARSITEKTUR - TRIAL  

Advertisement