Page 1

JALUR CEPAT TUNAIKAN ZAKAT Rek. an. Yayasan Dompet Dhuafa Republika ■ ZAKAT ● BCA: 237.301888.1 ● BNI: 000.530.2291 ■ INFAK ● BCA: 237.301999.2 ■ WAKAF ● BSM: 004.002330.0

19

Halaman >> Jumat > 26 November 2010

>>cermin<<

The Best in Social Marketing Oleh Ismail A Said Presiden Direktur DD

elasa, 23 November 2010 lalu, berlangsung ajang penghargaan bergengsi di bidang pemasaran, Marketing Award 2010, yang memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki strategi pemasaran terbaik dalam satu sampai dua tahun terakhir. Marketing Award 2010 diselenggarakan oleh Majalah Marketing. Penilaian dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap nominasi dan tahap klarifikasi. Tahap nominasi dilakukan di mana para Top Management dan komunitas orang-orang marketing diminta untuk menominasikan perusahaannya atau perusahaan lainnya. Selanjutnya setelah lolos tahap pertama, dilakukan tahap kedua di mana tim klarifikasi akan mencari data-data perusahaan-

S

perusahaan nominator. Pada tahap ini, perusahaan-perusahaan yang dibutuhkan untuk melakukan presentasi di depan juri. Juri Marketing Award 2010 terdiri dari para konsultan pemasaran, dosen-dosen dan profesor di bidang pemasaran. Kategori-kategori terdiri dari, The Best Market Driving Company, The Best Innovation in Marketing, The Best Marketing Campaign, The Best in Experiental Marketing, The Best in Social Marketing dan The Best in International Marketing. Alhamdulillah, dalam Marketing Award 2010 ini, Dompet Dhuafa mendapatkan penghargaan untuk kategori The Best in Social Marketing. Satu tahun sebelumnya, dalam ajang Marketing Award

2009, Dompet Dhuafa mendapatkan dua penghargaan yaitu The Best in Experiental Marketing dan The Best in Innovation Marketing. Penghargaan-penghargaan ini, tentu saja sangat kami syukuri. Ini menjadi hadiah spesial sekaligus menjadi pendorong bagi kami, di Dompet Dhuafa, agar di masa-masa yang akan datang, bisa memberikan prestasi yang lebih baik lagi untuk memaslahatkan umat melalui dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Sebagai lembaga sosial, Dompet Dhuafa selalu berusaha mengembangkan strategi pemasaran yang baik. Sebab tanpa strategi pemasaran yang unggul, mustahil bagi Dompet Dhuafa menghimpun sebesar-besarnya dana ZISWAF. Semakin besar

dana ZISWAF yang bisa dihimpun, tentu akan semakin banyak pula program-program pemberdayaan dan kemaslahatan yang bisa dilakukan untuk mengangkat kaum dhuafa atau para penerima zakat (mustahik) dari jurang keterpurukan. Semakin banyak program yang dilakukan, insya Allah semakin banyak pula masyarakat kecil yang bisa diberdayakan dan pada akhirnya bisa mandiri dan bahkan menjadi muzakki (pembayar zakat). Terima kasih kami ucapkan kepada masyarakat yang telah memercayakan dana ZISWAF mereka kepada Dompet Dhuafa. Semoga anugerah dan kepercayaan ini bisa terus kami pertahankan, bahkan, bisa lebih ditingkatkan di masa-masa yang akan datang. Amin. ●

>>telaah<<

>>info program<<

Mengembangkan Filantropi dengan Inovasi

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan dalam “Marketing Award 2010”

“Dorongan memberi juga membuat saya yakin bahwa hampir setiap orang—berapa pun penghasilannya, berapa pun waktu yang dipunyainya, berapa pun usianya, dan apa pun keterampilan yang dimilikinya—dapat melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain sehingga memperkuat jalinan kemanusiaan yang kita miliki bersama.” (Bill Clinton)

H

ampir 200 orang yang mewakili berbagai lembaga donor, institusi grant maker, organisasi penyelenggara kegiatan filantropi, asosiasi atau perhimpunan filantropi, serta pusat kajian dan pengembangan filantropi dari 56 negara di dunia berkumpul dalam WINGS Forum 2010. Kegiatan konferensi yang berlangsung dari tanggal 18-20 November 2010 ini mengambil tempat di Grand Hotel Di Como yang berlokasi di sisi danau Como yang indah dan dikelilingi pegunungan Italia yang sudah bersalju. Como adalah sebuah kota yang berjarak sekitar 30 km dari Milan, Italia. WINGS (Worldwide Initiatives for Grantmaker Support), adalah sebuah organisasi kerja sama perhimpunan filantropi yang didirikan sepuluh tahun yang lalu. Semula sekretariat WINGS berpindah-pindah dari Asia, Eropa, Amerika, dan untuk saat

ini akan cenderung lebih permanen berlokasi di Brazil. WINGS Forum adalah pertemuan dalam rangka membahas agenda atau isu filantropi dan grant making tingkat dunia. Tema yang diambil pada WINGS Forum 2010 adalah Innovation and Impact : The Role of Grantmaker Associations in Changing Society. Topik-topik yang dibahas dalam forum ini adalah: bagaimana membuat perubahan melalui inovasi dan dampaknya, upaya untuk menciptakan regulasi dan dukungan untuk pengembangan filantropi, perlunya mengembangkan penelitian filantropi, peran kepemimpinan dan kolaborasi dalam mengembangkan filantropi serta bagaimana mewujudkan tatakelola yang baik bagi pengembangan filantropi. Adapun yang bertindak sebagai pembicara antara lain: Peggy Dulani (Chair The Synergos Intitute, USA), Paula D. Jhonson (Vice President The Philanthropic Initiative, Inc. USA), Barry Knight (Executive Director Center for Research and Innovation in Social Policy and Practice, UK), Stefania Mancini (Vice President Assifero, Italy), Adam Smith (CEO Foundation for Young Australians), Bradford K. Smith (The Foundation Center, USA) dan Stefano Zamagni (President Italian Charity Commision). Filantropi adalah kesadaran untuk memberi dalam rangka

mengatasi kesulitan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Filantropi bisa datang dari kesadaran spiritual, juga bisa muncul karena panggilan rasa kemanusiaan dan tentu saja sangat mungkin pula hadir karena seseorang ingin berarti dalam hidup ini dan turut serta dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik. Sumber daya filantropi datang dari donasi individual, sumbangan dari perusahaan dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dan kini yang juga sangat menentukan adalah dari para filantropis besar seperti Bill Gates, Warrent Buffet, dan banyak lagi para miliuner dunia. Para filantropis besar ini bukan hanya bertindak sebagai donor, tetapi sebagian yang lainnya juga mendirikan yayasan sendiri seperti Gates Foundation yang berperan menjadi grant maker untuk mendanai berbagai program kemanusiaan yang dilakukan oleh banyak organisasi pelaksana bantuan kemanusiaan. Dalam perkembangannya, gerakan filantropi ini telah menjadi bagian dari kekuatan sektor ketiga, yaitu sektor masyarakat yang berperan untuk terus meneguhkan posisi masyarakat sipil (civil society) di antara dua kekuatan lainnya, yaitu kekuatan pemerintah dan swasta. Gerakan filantropi juga merupakan bagian dari upaya penciptaan kehidupan yang seimbang antara orang kaya dan

orang miskin, antara pria dan wanita serta antara orang tua dan generasi muda. Perkembangan filantropi akan semakin meningkat secara signifikan manakala semua pelakunya terdorong untuk selalu inovatif dalam melahirkan karya-karya baru, Senantiasa tergugah untuk menemukan cara baru dalam pengembangan organisasi dan program, sekaligus mampu menemukan terobosan baru dan pemecahan masalah dalam menghadapi semua tantangan dan hambatan yang ada. Inovasi adalah salah satu ruh yang akan menjaga kelangsungan sekaligus melakukan lompatan perkembangan filantropi ke masa depan. Inovasi hanya akan tumbuh subur di dalam lingkungan yang kompetetif, terbuka, dan egaliter. Inovasi juga akan berkembang sedemikian pesatnya dalam tradisi budaya kreatif dan solutif yang didukung oleh dinamika yang cepat. Inovasi akan semakin terpacu oleh banyaknya informasi dan pengetahuan yang disebarkan kepada semua pemangku kepentingan. Oleh karena itu dalam rangka mendukung perkembangan filantropi, maka penumbuhan situasi yang kondusif bagi hadirnya inovasi pada individu dan organisasi pelaku filantropi juga mutlak diperlukan.

JAKARTA—Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, Dompet Dhuafa akhirnya berhasil meraih penghargaan dalam kategori "The Best in Social Marketing". Anugerah ini diberikan dalam rangkaian acara Marketing Award yang diadakan di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (23/11). Sebagai lembaga sosial, Dompet Dhuafa dinilai mampu mengembangkan strategi marketing yang baik. “Dompet Dhuafa patut dicontoh karena mampu menerapkan strategi fundrising mereka dengan baik,” ujar PJ Rahmat Susanto, Managing Director

Majalah Marketing. Majalah ini setiap tahun rutin menggagas penghargaan di bidang marketing ini. Tahun 2009 lalu, dalam ajang yang sama, Dompet Dhuafa menerima dua penghargaan yaitu untuk kategori The Best in Experiantial Marketing dan The Best in Innovation Marketing. ● ib/my

● Ahmad Juwaini, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa

>>lirih<<

”Kelak, Aku Ingin Jadi Dokter” ir mata syukur hadir di tengah keluarga A.A. Swarna (42 ) dan Rohdah (40 ), pasangan suamiistri dari Kedaung, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Rasa syukur itu hadir karena pertolongan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) yang tiada henti untuk kesehatan anak kelima mereka yang bernama Nur Aisyah (9). Sang putri kini duduk di kelas 3 di SD 03 Ciputat. Aisyah adalah pasien bedah pertama LKC pada awal berdirinya. Rohdah berkisah, ketika janin Aisyah berusia 3 bulan, dia mengalami pendarahan. Ketika itu dia sempat mendapat pertolongan bidan dan alhamdulillah kandungannya selamat hingga 9 bulan. Dia pun melahirkan Aisyah dengan normal. Hanya saja, Rohdah harus ikhlas menerima anak perempuannya itu lahir tanpa anus. Kebahagiaa Rohdah dan keluarga ketika itu benar-benar ditutupi kabut hitam. Di satu sisi dia dan suaminya bahagia mendapatkan anak perempuan cantik, di sisi lain dia bersedih dengan keadaan Aisyah kecil. Mereka kian sedih karena ketiadaan yang mereka alami. Rohdah tahu anak-anak yang lahir tanpa anus da-

A

Nur Aisyah (9), Pasien operasi Kolostomi LKC, kini sudah sembuh total

Penanggung Jawab: Dompet Dhuafa Republika Dewan Redaksi: Parni Hadi, Eri Sudewo, Rahmad Riyadi, Ismail A Said, Ahmad Juwaini, Rini Suprihartanti, Kusnandar, Yuli Pujihardi, M Arifin Purwakananta. Alamat Redaksi: Jln. Ir. H. Juanda No. 50 Ciputat Indah Permai Blok C. 28 - 29 Ciputat 15419. Telp. 021 741 6050 (hunting), Fax. 021 741 6070. www.dompetdhuafa.or.id

pat dioperasi dan dibuatkan anus buatan. Tapi dia tahu pula untuk itu perlu dana yang tak sedikit. “Dikumpulin seluruh harta kami dan kami jual semua, sungguh belum mampu untuk membiayai operasi pembuatan anus buat anakku itu,” kenang Rohdah dengan mata berkaca-kaca. Ketika itu di tahun 2002, lanjutnya, belum ada yang namanya Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Jamkesda yang memberikan layanan gratis untuk orang miskin dan berkekurangan. Dia pun pasrah dengan keadaan, menunggu keajaiban dari Yang Mahakuasa. Dia terus berdoa, agar “malaikat penolong” diturunkan Allah untuk membantunya. Di ujung kepasrahannya, Rohdah mendapat informasi adanya LKC DD di Ciputat yang ketika itu baru berumur 1 tahun dan memberikan pelayanan medis gratis untuk orang-orang miskin. Rohdah dan suaminya datang ke LKC dan menceritakan seluruh keluhannya. Sungguh tak disangka oleh Rohdah, hari itu juga Direktur LKC saat itu dan seorang dokter bedah menyambangi rumahnya di Kedaung, Ciputat. Dia senang tiada terkira de-

ngan kehadiran pihak LKC. Kunjungan itu berbuah. Aisyah segera mendapatkan perawatan. Dilakukanlah operasi pertama untuk pembuatan kolostomi (pembuangan lubang BAB sementara) pada Juli 2002. Rohdah merasa tenang. Namun ketenangan itu hanya berlangsung satu tahun. Tahun kedua, ujian baru datang. Setelah diperiksa dokter secara saksama, ternyata Aisyah juga mengalami masalah dengan hernia. Untuk itu, LKC pun memberikan pelayanan operasi gratis untuk Aisyah di tahun 2003. Hanya berselang beberapa bulan, Aisyah kecil juga terdeteksi mengidap penyakit jantung bawaan. LKC pun kembali bertindak. Langkah operasi disiapkan. Dan, di tahun 2003, Aisyah kembali masuk ruang operasi untuk merapikan saluran jantungnya. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik. Kondisi Aisyah hari demi hari tampak membaik. Hernia dan jantung Aisyah sudah sembuh, namun dia masih BAB melalui kolostomi yang masih melekat di tubuhnya. Di bulan Agustus 2005, LKC kembali membawa Aisyah ke me-

ja operasi untuk membuatkan anusnya. Operasi ini pun sukses dan kolostomi-nya pun ditutup. Bulan Agustus 2005 itulah bulan kemerdekaan Aisyah. Anusnya berfungsi dengan baik. Dia pun hidup normal seperti anak-anak lainnya. Dua tahun kemudian dia pun mulai masuk sekolah dan sekarang sudah duduk di kelas 3 SD dengan prestasi yang baik. Dia masuk dalam rangking 10 besar di kelas. “Saya mau jadi dokter, Om, karena dokter adalah orang baik yang membuat saya bisa sembuh,” ungkapnya kepada tim LKC ketika ditanya tentang cita-cita Aisyah saat berkunjung ke LKC menemani ibunya berobat, beberapa waktu lalu. Aisyah terlihat ceria, berlari ke sana dan kemari di halaman gedung LKC. Dia yang dari sejak bayi tidak lepas dari meja operasi itu kini tumbuh menjadi anak yang sehat. Semua berkat sumbangan yang disalurkan dermawan melalui LKC Dompet Dhuafa. Terbukti sudah, sumbangan dermawan memberikan kehidupan kepada sesama.

REKENING ATAS NAMA DOMPET DHUAFA REPUBLIKA: ■ ZAKAT ● BRI Syariah: 701-31-16-3333.1 ● BSM: 004.001234.1 ● Bank Danamon Syariah: 9811000911 ● Bank Mandiri Pd. Indah : 101.0098300997 ● BII Syariah : 2-700-000003 ● BNI Fatmawati: 000.530.2291 ● Bank Muamalat Ind.: 301.00155.15 ■ INFAK/SEDEKAH ● BRI Syariah:701.31.16.4444.9 ● BSM: 004.0010004 ● Bank Danamon Syariah:9811000511 ● Bank Muamalat Ind.: 304.000.8010 ● BNI Syariah: 009.153.9002 ● Bank Mandiri: 101.0081050633 ■ WAKAF ● BNI Syariah: 009.153.8995 ● BII Syariah Platinum : 2-702-00005-0 ● Danamon Syariah : 981101543 ● Syariah Mega Ind. : 001-0002-0000-9806

KONSULTASI IBADAH: email: konsultasi@dompetdhuafa.org telp 021 7416050 ext 104

zakat  

laporan lembaga amil zakat di Indonesia