Issuu on Google+

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

Edisi 3, 1-14 Agustus 2011

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

Harga Eceran Rp3.500 Luar Kota Rp4.500 + ongkos kirim


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

2

OPINI

Ramadhan Momentum Membangun Benteng Diri

TAJUK Salam Redaksi

Rokok Rambah Anak Mengerikan Mengerikan! Rokok yang menjadi candu bagi orang dewasa, kini sudah merambah dunia anak. Berdasarkan hasil riset dasar kesehatan Kementerian Kesehatan tahun 2010 jumlah perokok anak berusia di atas 10 tahun sejak tahun 2007 mengalami peningkatan prevalensi mencapai 28,2 persen. Dan jumlah perokok anak yang berusia di atas usia 10 tahun di tanah air meningkat drastis sejak empat tahun terakhir. Untuk mengatasi peningkatan jumlah perokok anak ini, Kementerian Kesehatan mengambil beberapa langkah diantaranya menerbitkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tembakau yang baru, dimana saat ini masih diproses di Kementerian Hukum dan HAM. Menteri Kesehatan meminta pemerintah daerah mengeluarkan peraturan daerah larangan merokok di tempat umum dan pada beberapa daerah. Sejauh ini sambutan pemerintah daerah atas permintaan Menteri Kesehatan sudah cukup baik. Kampanye larangan merokok juga perlu ditegaskan di sekolah untuk menyadarkan generasi muda bahwa merokok merupakan kebiasaan yang tidak baik serta tidak sehat. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih sangat prihatin dengan kondisi ini. Kendati tidak menyebutkan secara pasti jumlah perokok berusia 10 tahun ke atas, pada tahun 2007 jumlah perokok usia 10 tahun ke atas hanya 23,7 persen. Artinya di tahun 2010 terjadi kenaikan sekitar lima persen dimana mereka memiliki resiko kanker paru sebesar 20-25 persen. Dari data Kementerian Kesehatan Kalimantan Tengah merupakan daerah dengan prevalensi perokok tertinggi di Tanah Air mencapai 43, 2 persen dan Sulawesi Tenggara terendah dengan prevalensi 28,3 persen. Berbagai upaya larangan merokok yang dilakukan oleh pemerintah sejauh inibelum membuahkan hasil yang optimal. Masih banyak orang yang seenaknya merokok di tempat umum seperti di bus, restoran, hotel, mal, pasar dan sebagainya. Secara kasat mata masih banyak juga anakanak, pelajar, perempuan, ibu-ibu dan orang lanjut usia yang merokok. Padahal mereka itu rentan terhadap resiko rokok. Semua pihak memang harus dilibatkan dan memiliki kemauan tinggi untuk mengkampanyekan bahaya merokok. Langkah-langkah atau cara-cara efektif bisa berhenti merokok juga perlu disampaikan kepada para pecandu rokok. Karena banyak pecandu rokok yang ingin berhenti merokok, tapi mereka kesulitan meninggalkan kebiasaan itu. Kampanye larangan dan bahaya merokok perlu dilakukan di setiap jenjang pendidikan formal, mulai dari SD, SLTP, SLTA hingga ke bangku kuliah. Para guru dilarang merokok di lingkungan sekolah. Tempat penjualan rokok juga perlu dibatasi. Area-area yang bebas rokok juga perlu diperluas. Semoga ke depan kesadaran masyarakat akan bahaya merokok terus meningkat. *** No. KETERANGAN

UKURAN

HARGA TERBIT

1. 2.

3.

4.

5.

IKLAN PRODUK (FC) Iklan Kuping (atas) 6x50mm IKLAN PRODUK (FC) Iklan Produk (FC) 6x420mm Iklan Produk (FC) 6x195mm Iklan Produk (FC) 3x195mm Iklan Produk (FC) 3x98mm IKLAN PRODUK (BW) Iklan Produk (BW) 6x420mm Iklan Produk (BW) 6x195mm Iklan Produk (BW) 3x195mm Iklan Produk (BW) 3x98mm IKLAN SOSIAL Iklan Sosial (BW) 6x390mm Iklan Sosial (BW) 6x195mm Iklan Sosial (BW) 3x195mm Iklan Sosial (BW) 3x98mm ESSAI FOTO Esai Foto/Profil (FC) 6x390mm Esai Foto/Profil (FC) 6x192mm Esai Foto/Profil (BW) 6x390mm Esai Foto/Profil (BW) 6x192mm

UKURAN

3.000.000 10.000.000 5.000.000 2.500.000 1.500.000

1 Hal 1/2 Hal 1/4 Hal 1/8 Hal

8.000.000 4.000.000 2.000.000 1.000.000

1 Hal 1/2 Hal 1/4 Hal 1/8 Ha

9.000.000 4.500.000 2.750.000 1.500.000

1 Hal 1/2 Hal 1/4 Hal 1/8 Hal

10.000.000 5.000.000 4.000.000 2.000.000

1 Hal 1/2 Hal 1 Hal 1/2 Hal

Oleh: Nurul Mahfud Ketua Umum PK KAMMI Batam

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keistimewaan bagi umat islam. Karena hanya pada bulan inilah pintu surga terbuka lebar lebar,, pintu neraka dikunci rapat, setan-setan dibelenggu, pahala kebaikan dilipatgandakan, pahala amalan sunnah bagaikan amalan wajib, pahala satu amalan wajib seperti pahala tujuh puluh amalan wajib. Salah satu ibadah yang menjadi kewajiban dilaksanakan oleh umat islam ketika bulan ramadhan adalah puasa. Sejak dari terbit fajar hingga terbenamnya hari umat islam di bulan ramadhan akan dilatih berpuasa selama 30 hari. Dan berpuasa ini merupakan bentuk kepatuhan umat islam terhadap Allah SWT sebagaimana Firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”(Al Baqarah:183) Puasa adalah bentuk ibadah yang memberikan dampak positif kepada pelakunya. Oleh karena itulah sebenarnya tak hanya manusia yang memiliki momentum berpuasa secara rutin, sebagian hewan pun seringkali berpuasa untuk menjadi lebih baik. Sebutlah saja ulat, kita semua tentu sudah mengetahui bahwa ulat yang ingin menjadi kupu-kupu harus merelakan dirinya menjadi kepompong dahulu selama 7 hari. Dimana selama ia menjadi kepompong ia dalam kondisi berpuasa. Kita juga tentu mengenal ular. Binatang melata yang terkesan berbahaya ini juga ternyata melakukan puasa ketika ingin mengganti kulitnya yang kusam dengan kulitnya yang baru. Begitu pula dengan ayam yang rela berpuasa ketika mengerami telur-telurnya selama 21 hari. Jika kita cermati, puasa menjadi bagian proses ulat, ular maupun ayam untuk menjadikan dirinya lebih baik. Dan begitulah pula hendaknya yang terjadi pada diri kita ketika menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Sebagai manusia, di bulan Ramadhan ini kita harus bisa memanfaatkannya sebagai bulan yang mampu mengokohkan keimanan dan meningkatkan derajat ketakwaan yang kita miliki. Allan Cott, M.D seorang pakar kesahatan, dalam bukunya Why Fast yang membeberkan berbagai hikmah puasa, antara lain membuat orang yang berpuasa merasa lebih baik secara fisik dan mental, membersihkan badan, menurunkan tekanan darah dan kadar lemak, lebih mampu mengendalikan seks, membuat badan sehat dengan sendirinya, mengendorkan ketegangan jiwa, menajamkan fungsi indrawi, memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri,

www.katdanham.com Menelusuri Informasi Fakta dan Realita Surat Rekomendasi Badan Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Batam Nomor 74/UJP/Kominfo/IV/2011 Wartawan KAT dan HAM tidak diperkenankan menerima dana atau meminta imbalan dalam bentuk apa pun dari nara sumber. Wartawan KAT dan HAM dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas. Apabila ada pihak yang mencurigakan sehubungan dengan aktifitas kewartawanan KAT dan HAM, segera hubungi redaksi.

hingga dianggap mampu memperlambat proses penuaan. Menguatkan Hati, Mengokohkan Keimanan Puasa merupakan bagian kecil dari ibadah yang dapat dilakukan untuk membangun benteng diri kita menghadapi bulan-bulan kedepannya. Menjadikan Ramadhan sebagai bulan untuk memperbaiki diri menjadi hal mutlak yang harus dilakukan sesorang yang tidak ingin menjadi orang yang merugi. Kunci utama untuk mulai membangun benteng diri adalah dengan menguatkan hati kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT. Besarnya pengaruh hati dalam diri seseorang telah disabdakan Rasulullah dalam hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya,adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya,ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati.” Hati merupakan bagian dalam diri kita yang sangat sulit ditebak. Ia memiliki hubungan langsung dengan naik atau turunnya keimanan kita. Untuk itu di bulan Ramadhan yang penuh berkah nanti terdapat beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membuat hati dan keimanan kita dalam kondisi stabil di titik puncaknya setelah bulan Ramadhan berlalu. Yang pertama adalah senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sesungguhnya kita semua sudah tak meragukan lagi seberapa dekatnya Allah SWT kepada setiap hambanya. Namun yang jadi permasalahan adalah seberapa dekatkah kita kepada-Nya? Mereka yang dalam posisi dekat dengan Allah SWT tentulah orang-orang yang senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sehingga kalau selama ini ternyata kita masih sering meninggalkan perintah-Nya dan mendekati larangan-Nya maka sudah selayaknya kita harus segera berbenah diri melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya agar diri kita selalu dekat dengan-Nya. Allah SWT berfirman dalam surat AlBaqarah ayat 186 mengenai kedekatannya dengan setiap hambanya yang bertakwa kepada-Nya.

“Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan)”. (Al-Baqarah: 186) Selanjutnya adalah dengan menjadi orang yang melaksanakan setiap amalan secara berkesinambungan. Karena amalan yang baik bukanlah amalan yang banyak pada satu masa saja melainkan amalan yang dilakukan secara berkesinambungan meskipun hanya sedikit. Seperti yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahawa Rasulullah bersabda : “Sebaik-baik amal adalah yang berkesinambungan meskipun sedikit demi sedikit”. (Tirmidzi). Terakhir kita dapat menguatkan hati dan mengokohkan keimanan kita dengan senantiasa besyukur atas apa yang kita peroleh. Karena sebaik apapun kita merencanakan suatu hal tetaplah Allah SWT mempunyai rencana yang lebih baik terhadap diri kita. Ketika kita bersyukur maka stabilitas keimanan kita pun akan terjaga dalam kondisi apapun. Kualitas keimanan yang baik adalah yang mampu mempertahankan keimanan dalam kondisi suka maupun duka, seperti yang disabdakan Rasulullah : “Sungguh mempesona keadaan orang beriman itu; jika ia mendapat anugerah nikmat ia bersyukur dan itu baik baginya. Namun jika ia ditimpa musibah ia bersabar dan itu juga baik baginya. Sikap sedemikian ini tidak akan muncul kecuali dari seorang mukmin”. (Al-Bukhari) Semakin besar nikmat yang diterima seseorang, maka hendaknya semakin bertambah pulalah rasa syukurnya. Semakin besar rasa syukurnya, maka akan semakin tinggi pula kuantitas amalannya. Sehingga Allah berfirman dalam Al quran : “Barangsiapa yang bersyukur, maka pada hakikatnya ia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya” (Luqman: 12). Ramadhan sejatinya dapat dijadikan sebagai bulan untuk menempa diri kita menjadi lebih baik lagi kedepannya. Karena bulan Ramadhan merupakan ajang pelatihan diri kita untuk senantiasa berada di dekat Allah SWT, mampu melakukan amalan dan ibadah secara berkesinambungan, seta meningkatkan kepedulian kita kepada orang lain agar kita belajar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita selama ini. Untuk itu mengawali Bulan Ramadhan yang sesaat lagi ini, semoga kita semua mampu memanfaatkannya sebagai momentum untuk membangun benteng diri kita di bulan-bulan setelahnya dan mampu melakukan amalan terbaik kita di bulan Ramadhan agar memperoleh kemenangan sejati. Amin…

PIMPINAN PERUSAHAAN: E. Supriatna PIMPINAN REDAKSI: Akhiruddin S.P, Amd REDAKTUR PELAKSANA: Maytri Regaputra, KOORDINATOR LIPUTAN: Hassani Furqon, REDAKTUR: Putra, Husein, Azman, Gamal, Hani, REPORTER: Ridoz, Fadilah N, S. Fujianti, Diana D, Arief S, Supriatna, Dedeh Kurniati, Putra, Ando G, Yuniarti, Mulian, Putri A, Rena P.D, Ratna, Ayu, Nanda, Alifa, Fatima, Lalang, Susi, Udin, Idin, Ida, Yos, Armen, Ade, Cica, Dadang, Dede, Eka, Sandi, Robi FOTOGRAFER: Dimas F, Bayu N, Ridho, Felix, SEKRETARIS REDAKSI: Olivia Aprilianti LITBANG: Nazwa, Fenny, IT: Endang, Amu IKLAN: Herman, DESAIN & ARSITEKTUR: Cok Le, Budiono, Sri Ningsih PERWAKILAN : (Jakarta) En Jacob Ereste; reporter, Gandi Irawan, Erwin Lond (Bandung) Mamat Hidayat; reporter, Iis Kustini, Yune Rahayu, (Padang) Zoni; reporter, Ade, Kailam (Riau) Agung Mirza; reporter, Jani, (Bengkulu) Irwan Fansyuri; reporter, Devi, (Medan) Nurlansyah, reporter, Burhanuddin P, Agus TP Bolon (Kalimantan) Novira Jhonshon Saputra; reporter, Sulaiman, Aryati (Malaysia) Viana Clharisa; (Singapura) Wong Tok Seng; (Timur Tengah) Abdul Hamid; PENASEHAT HUKUM: Bangun Purba PENERBIT: DPP LSM KAT dan HAM Nomor Rekening 0611730330 Bank BCA

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

ALAMAT REDAKSI & PEMASARAN Komplek Karta Quarsa Blok J No. 4 Lubuk Baja, Batam

Telepon; (0778) 432456 (hunting) EMAIL: redaksi@katdanham.com


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

3

AGENDA Korban Butuh Uluran Tangan

Gerakan Rp1000 Tuk Anti Trafficking MENGERIKAN. Dari data United States Agency for International Development (USAID) yang dirilis tahun 2006 lalu, Indonesia menempati urutan kedua se-dunia untuk kasus trafficking atau perdagangan orang. Trafficking merupakan sebuah upaya yang untuk merekrut sesuai dengan untuk tujuan eksploitasi. Hal itu mencakup tiga elemen yakni proses, cara, dan tujuan.Dalam berbagai kenyataan menunjukkan beberapa hal yang menyebabkan trafficking yakni kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, pernikahan dini, sistem dukungan sosial yang

lemah tidak ada dukungan yang menunjukkan bahwa persoalan orang lain adalah persoaolan orang lain, dan budaya konsumerisme. Hal itu diungkapkan oleh Psikolog, Dewi Mustamiah, dalam Dialog Interaktif bertajuk Korban Trafficking dan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga kerja sama Yayasan Tri Guna Bhakti,

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

ILUSTRASI

Hotline Surabaya, harian Memorandum, dan Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Timur. Tingginya kasus trafficking tidak hanya di daerah Jawa. Provinsi kepulauan Riua, Batam khususnya, kasus trafficking juga sangat banyak menelan korban. Tidak hanya ribuan, bahkan puluhan ribu korban yang berjatuhan terus berjatuhan tanpa ada mendapat bantuan apapun. Sejak berdirinya lembaga swadaya masyarakat Komite Anti Trafficking dan Hak Azasi Manusia (LSM KAT dan HAM) tahun 2008 lalu, lembaga ini telah banyak menangani kasus Trafficking, KDRT, Pelecehgan anak dibawah umur. Berdasarkan data yang disusun dalam data base lembaga, diketahui untuk di wilayah Kepri kasus KDRT, Trafficking dan pelecehan anak dibawah umur cukup tinggi. Dari serentetan kepercayaan jadi kuasa pendamping, begitu banyak hambatan dan aral melintang yang dilalui untuk melalui proses hukumnya. Dengan segala keterbatasan, aktifis yang ada dilembaga selalu kurang mampu bekerja secara maksimal. Sehingga, hasil yang diperolehpun tidak dapat maksimal. Penanganan kasus KDRT yang menimpa Rumijah. Cewek bertubuh kurus ini dianiya suaminya hingga mengalami luka yang cukup serius. Sebagai kuasa pendamping, lembaga belum mampu memberikan kepuasan yang maksimal bagi Rumijah. Ketika proses hukum berjalan, Rumijah yang menginginkan efek jera terhadap suaminya terbentur dari rasa keprihatinan. Dan ia sendiri tidak sanggup untuk

melihat keadaan suaminya di balik jeruji besi. Dan akhirnya, kesepakatan untuk menyelesaikan kasus secara kekeluargaan menjadi alternatif terakhir. Dan solusi ini diterima, karena Rumijah terbentur dengan pembiayaan keseharian. Begitu juga pendampingan kasus Trafficking dengan korban seorang anak perempuan dibawah umur bernama Bunga. Ketika orang tua korban tidak sanggup lagi mengurus anaknya. Dan mereka meminta lembaga untuk mengurus sepenuh kasus ini di kepolisian. Akhirnya kasus ini hilang tanpa jejak. Semasa proses hukumnya berjalan, korban tidak ada yang mengasuhnya. Dengan kemampuan lembaga yang terbatas, korban terbengkalai karena memang lembaga tidak sanggup untuk membiayainya. Jadi yang menjadi kendala utama dalam penyelesaian kasus yang terjadi yakni dengan korban dari kalangan masyarakat yang kurang mampu. Dan berbagai upaya lembaga selalu ciptakan sesuatu untuk tetap menjalankan program penyelesaian kasus yang dipercayakan pihak korban. Untuk itu, melalui 'Gerakan Rp1000 Tuk Anti Trafficking' ini, LSM KAT dan HAM menggugah dan mengajak kepedulian masyarkat. Setiap donasi masyarakat ini, akan dipergunakan untuk membantu korban KDRT, Pelecehan anak dibawah umur yang memberikan kepercayaan kepada lembaga. Setiap Rp1000 yang anda berikan akan saat bermanfaat untuk memberikan semangat bagi aktifis di LSM KAt dan HAM untuk tegas menyatakan anti trafficking.(***)


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

4

INVESTIGASI Pacific Diskotic Berpotensi Kangkangi Pemko Batam

Mampukan Disparbud dan Aparat Tegas

Hotel Pacific

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam Y usfa Hendri Yusfa menegaskan, tempat hiburan malam (THM) di Batam akan menjalani tutup buka dengan pola 3-3-3. Hal itu sesuai dengan surat edaran Walikota Batam Ahmad Dahlan. Dikatakan, di luar jadwal yang ditetapkan maka pihak pengelola THM bisa membuka usahanya dari pukul 21.00 WIB hingga tutup pukul 02.00 WIB. Apabila ada yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi dengan sanksi terberat adalah pencabutan izin usaha. "Kalau pengoperasian THM melanggar dari surat edaran tersebut, aturan mainnya sudah jelas di dalam peratuwan walikota dan izinnya. Yakni akan dilakukan teguran pertama, kedua, ketiga. Tahapan-tahapan ini yang harus dilakukan. Dan sanksi yang paling berat adalah membekukan izin," katanya. Belajar dari pengalaman lalu, Discotik pacifik pernah melakukan hal suram dengan melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang diterapkan Pemko Batam. Saat itu, Pemerintah dan aparat dibuat tidak berkuasa untuk melakukan tindakan yang tegas. Wartawan KAt dan HAM mencoba menyambangi lokasi

NET

Pacific Diskotic

hiburan malam mewah yang terletak di kawasan Jodoh yang bernama Pacific Diskotic. Dalam kunjungan awal ke tempat hiburan yang berbentuk kapal pesiar tersebut, kedua wartawan KAT dan HAM hanya berbekalkan surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) Pemko Batam nomor 106/ 556.4/1V/2011. Maklum surat Disparbud Pemko Batam ini baru dikeluarkan pada hari yang sama saat wartawan KAT dan HAM melakukan penelusuran lokasi tersebut. Secara khusus, esensi dari surat edaran yang mewakili Pemko Batam melakukan penataan itu ditujukan kepada seluruh pengusaha gelanggang permainan elektronik (gelper) yang beroperasi. Dimana surat edaran itu dikeluarkan dari hasil kesepakatan seusai pertemuan antara pemerintah, pengusaha, asosiasi gelper dan aparatur penegak hukum dalam hal ini kepolisian. Dimana kesepakatannya adalah untuk lebih menata jalannya aktifitas

gelper itu sendiri. Dalam surat edaran itu, diatur tentang ketertiban menjalankan aturan teknis dan mekanisme para pengusaha. Sehingga dengan surat ini, pengusaha tidak menyalahai aturan hukum yang berlaku di negara ini serta peraturan daerah nomor 17 tahun 2001 jonto Nomor 3 tahun 2003. Secara terbuka melalui surat edaran ini, Disparbud melegalkan dan tidak mempermaslahankan adanya gelper ini. Namun agar aktifitas ini tetap dapat berjalannya dengan mulus dan lancar, pengusaha diminta untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif. Pemerintah berharap kegiatan ini tidak menimbulkan permasalahan sosial di tengah-tengah masyarakat. Sehingga yang tidak diinginkan, gelper ini jadi entri poin yang dapat mengganggu upaya peningkatan dunia usaha pariwisata secara menyeluruh di Batam. Kepala Disparbud Pemko Batam, Yusfa Hendri menerangkan apabila surat edaran ini tidak direalisasikan, maka ia akan menmgambil tindakan yang tegas terhadap pengusaha yang 'nakal' itu. Sungguh

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

idealis sekali Kadisparbud yang baru menjabat posisi yang basah ini. Secara teknis, poin dalam surat edaran itu menjelaskan kepada pengusaha gelper untuk mentaati aturan dan peraturan sesuai dengan lampiran perda nomor 17 tahun 2001 tentang keparawistaan. Pengusaha tidak melakukan tindakan yang melawan hukum seperti praktek perjudian dengan cara atau modus apapun yang bertentangan dengan aturan per undang-undangan yang berlaku. Aktifitas operasional gelper ini juga ditentukan dan tidak dibenarkan untuk melebihi batas yang sudah ditentukan. Dimana para pengusaha membuka kegiatannya mulai pukul pukul 10.00 WIB, dan aktifitasnya berakhir hingga 24.00 WIB. Selain jam tutup buka gelper itu sendiri, pemerintah juga meminta pengusaha untuk menghargai hari besar keagamaan. Berboncengan dengan mengendarai sepeda motor, wartawan KAT dan HAM memasuki perparkiran khusus sepeda motor. Disaat sepeda motor distandarkan, samarsamar terdengan suara 'tit.. tit.. tit' suara dari

jam tangan digital milik wartawan KAT dan HAM itu. Tanda pengingat yang menunjukkan waktu sudah pukul 00.00 WIB nyaris tidak terdengar karena sudahnya dikalahkan oleh suara dentuman hause music yang keluar dari moncong Pasicif Diskotik. Tidak lebih dari 15 menit, waktu yang dibutuhkan dari areal parkir hingga lantai II Pacific Diskotic itu. Dengan waktu itu, cukup untuk berjalan kaki dan membeli tiket untuk masuk. Saat keluar dari lif di lantai II, kita sudah disuguhi pemandangan dengan ratusan mesin ketangkasan. Dengan penerangan yang memadai, mesin berbagai jenis itu disusun rapi oleh pengelola. Malam itu memang ramai. Ratusan mesin itu dipenuhi dengan pemain beserta coin didalamnya. Hampir satu jam, mengelilingi arena gelper itu, belum terlihat ada tanda akan ditutup. Bagi pemain yang menang, dengan tertawa dan bahagia tetap meneruskan permainannya. Untuk yang kurang beruntung dengan legowo meninggalkan mesin yang sudah menghabiskan uangnya. Dan setiap mesin itu kosong, ada pemain yang masih

memiliki uang untuk mengisi mesin yang kosong. Bahkan setelah dua jam bertahan dalam suasana yang gaduh dan berasap itu, keramain semakin menjadi-jadi. Kasir tetap dan terus melayani pemain untuk membeli koin. Para pemain itu adalah pengunjung hotel dan sebagaian merupakan pengunjung pacific Discotic. Padahal, siang harinya, Disparbud dan kepolisian mengikuti rapat hingga keluarnya surat edaran itu. Tanpa berhasrat ingin mengganggu, KAt dan HAM mencoba mengkonfirmasikan situasi ini kepada Kadisparbud Pemko Batam, Yusfa Hendri dan kabag Binamitra, Polresta Barelang. Kompol Suyanto. Tidak ada jawaban dari kedua pejabat itu. Pertanyaannya, dengan keputusan dari Pemko Batam mengenai tutup buka THM, mampukan pemerintah untuk mengambil sikap tegas. Karena tidak tertutup mungkin dari jadual tutup buka yang telah diatur oleh pemerintah akan dilanggar kembali. Mampukah Pemerintah dan aparat untuk mengambil sikap tegas nanti?(Fujianti)


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

5

HAM

Kaligrafi Rutan Batam Karya Unggulan Warga Binaan

AP A yang anda bayangkan APA tentang rumah tahanan (rutan)?. Banyak orang yang memandang jelek, bahkan selalu berfikir negatif tentang rutan. Memang menjadi sesuatu yang wajar terhadap berkembang pandangan itu. Namun sebagai bahan pertimbangan, KA T dan HAM KAT mencoba untuk menyajikan karya yang dihasilkan warga binaan di rutan klas II A Batam. Oleh: Maytri Regaputra Siang itu matahari menyambut hangat aktifitas, Kasubsi Bimgiat (bimbingan dan kegiatan) rutan klas II A Baloi Batam, Zulkarnain. Dan dari hari ke hari, ia selalu menjalani kegiatan rutinnya seperti biasa. Dimana lelaki yang murah senyum ini, menjalani tugas pokok dan fungsinya untuk memberikan bimbingan dan kegiatan (Bimgiat) kepada para penghuni rutan yang telah sesuai prosedur untuk mengikutinya. "Ini merupakan satu-satunya karya seni yang ada di rutan se Kepri. Jadi Kapala Rutan, Bapak Rudi Sarjono sangat mendukung. Sehingga Kapala Rutan siap untuk menjaga eksistensi keberlangsungan kegiatan ini," ujar Zulkarnain sambil menunjukkan sejumlah hasil kaligrafi yang sudah diselesaikan penghuni rutan yang dipajang di ruang kerjanya tersebut. Selama ini, katanya, sudah cukup banyak jenis produk yang dihasilkan oleh warga binaan. Dan sejauh ini juga, tambahnya, setiap produk yang dihasilkan tersebut tidak mampu

bertahan lama. Pasalnya, sejumlah karya yang dihasilkan menghilang bersamaan dengan orang yang telah membuatnya. "Jadi agak sulit untuk mempertahankan suatu karya seni ini. Lihat saja, karya yang dihasilkan membutuhkan suatu bentuk keahlian," ujarnya sembari menunjukkan beberapa jenis karya seni yang sudah ditinggalkan oleh yang membuatnya. Namun untuk membuat kaligrafi ini, katanya, berbeda dengan produk yang merupakan karya seni lainnya. Meskipun yang mempunyai ide untuk membuat kaligrafi ini sudah tidak ada, tetapi masih tetap bisa diproduksi. Karena untuk memproduksi kaligrafi ini, katanya, tidak membutuhkan suatu keahlian dan jiwa seni yang khusus. "Ide ini pertama sekali dimunculkan oleh pak Nur Setiajid. Namun meskipun pak Nur sudah tidak ada, karya seni kaligrafi ini sampai sekarang masih tetap berjalan," ujarnya. Menurut ia, produk kaligrafi ini menjadi suatu karya seni yang diminati para tahanan untuk mengisi hari-harinya di rutan. Selain gampang untuk pengerjaannya, katanya, tanpa dasar seni yang memadai bisa membuatnya. Bahkan karya ini jika serius dalam mengerjakannya, bisa dijadikan andalan untuk menghasilkan uang. Dikatakannya, ada dua orang warga binaan yang sukses setelah menekuni karya kaligrafi ini setelah berada di luar. Padahal sebelum menekuni karya ini, yang bersangkutan ini tidak mempunyai

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

dasar dan jiwa seni yang memadai untuk membuat karya kaligrafi. Dan saat ini, bisnis mengerjakan kaligrafi itu sendiri, tambahnya, sudah menjadi pemasukan rutin untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Kita sudah mempunyai bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa hasil dari pembinaan dalam kegiatan sudah memunjukkan kearah yang positif,� ujarnya. Dan kita juga menginginkan, katanya, warga binaan yang mendapatkan keahlian dan keterampilan ini dapat bermanfaat untuk menjalani hidup normal di luar rutan nantinya. Kembali lagi berbicara mengenai pandangan negatif yang dari awal disampaikan mengenai warga binaan ini. Jika mantan warga rutan ini menjalani hidup tanpa dibekali dengan suatu keahlian, katanya, akan rentan dan berpotensi untuk kembali lagi. Hal ini cendrung terjadi, katanya, ketika mantan penghuni rutan ini tidak diterima masyarakat. Bahkan, pandangan negatif yang melekat di mantan warga ini membuat mereka tidak nyaman. Untuk itu, katanya, perlu suatu tanggapan positif terlebih dulu dari masyarakat, ditambah dengan bekal keterampilan yang memadai untuk keseharian setelah terbebas dari ancaman kurungan yang dijalani, menjadi paduan yang serasi untuk mengurangi tindak kejahatan yang terjadi. ***

Zulkarnain Kasubsi Bimgiat Rutan Klas II A Batam


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

6

DUNIA PEKERJA

Berangkat Wisata Untuk Jadi Tenaga Kerja agi Wasiah, pengalamannya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia bagai hidup di penjara. Pengalamannya menjadi pembantu rumah tangga itu, bagi Wasiah memang teramat pahit. Pasalnya, saat melakukan rutinitasnya sebagai pelayan salah satu rumah tangga di negeri Jiran itu, ia merasa diperlakukan secara tidak manusiawi oleh sang majikan.

sia ke Malaysia untuk pekerja rumah tangga di buka kembali oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 1 juni 2011. Dalam monotorium itu dijelaskan bahwa seluruh PJTKI di Indonesia sudah bisa melakukan penempatan

B

Majikannya, Mr Abeng, menurut Wasiah memperlakukan para pekerjanya bagaikan budak. Selain perlakuan majikan yang dianggap Warsiah sudah melampaui batas, tanggungjawab majikan untuk memberi gaji pekerjanya juga selalu diabaikan. Tidak jarang pekerja mempertanyakan hak-hak mereka, namun Abeng selalu berkilah. "Nanti saja, sekalian kalau habis kontrak," ujar Wasiah menirukan ucapan majikannya itu. Makian dan tindakan kasar, selalu dialamatkan ke Warsiah dan pekerja lainnya. Bahkan, hal itu sudah dialaminya sejak awal ia menjadi pekerja di rumah Abeng. "Setiap kami minta gaji, omongannya menjadi semakin kasar Karena

Wasiah sering mendapat perlakuan yang tidak manusiawi itu, akhirnya ia mencoba untuk berhenti bekerja," katanya. Keinginan Wasiah untuk kabur dari rumah Abeng dan minta dipulangkan ke Indonesia juga pernah diutarakannya ke cukong yang merekrutnya untuk. Namun, harapannya untuk pulang kandas karena Cukong yang ia harapkan bisa membantu malah mencoba untuk berdalih. "Untuk pemulangan itu bukan urusan saya," kata Wasiah menirukan ucapan Cukong yang merekrutnya. Bahkan, menurut Cukong yang juga pemilik PT Alkarim PJTKI yang menjadikan Warsiah menjadi TKI itu, untuk keluar dari rumah majikan, Warsiah disarankan untuk koordinasi langsung dengan majikannya. Cerita Wasiah, ia menjadi TKI melalui jalur gelap karena ia

menggunakan visa turis. "Cara ini yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk mempekerjakan saya disana. Belakangan saya baru tahu kalau cara ini salah dan ini sebagai upaya pihak perusahaan untuk mengelabui petugas di Indonesia dan di Malaysia," ucapnya. Belakangan, Warsiah dipulangkan juga karena adanya desakan. terlebih lagi pemerintah mempekerjakan TKI pada waktu itu, pemerintah Indonesia mencabut izin monotorium pengiriman pekerja rumah tangga ke Malaysia. Pada tanggal 25 juni tahun 2009 lalu, seluruh PJTKI di Indonesia tidak di benarkan menempatkan TKI informal ke Malaysia sebagai pekerja rumah tangga. Barang siapa yang melakukan pengiriman TKI ke Malaysia akan di kenakan sangsi oleh pemerintah. Namun monotorium penempatan TKI Indone-

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

tenaga kerja rumah tangga di malaysia. Namun untuk monotorium ini mengacu pada peraturan Undang Undang no 39 tahun 2004 yang lebih slektif, berdasarkan agreeman pemerintah Indonesia dengan pemerintah

Malaysia. Tetapi dari kenyataannya, momen ini masih tetap di lakukan oleh cukong yang tak bertanggung jawab untuk mengirim TKI dengan menggunakan sistim pelancong melaui jalur transit Batam.(olivia)


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

DUNIA MALAM

7

Bangun Istana dengan 'Dosa' Informasi yang menyebar ke seluruh santero nusantara mengenai situasi dan kondisi dunia hiburan Kota Batam, menjadi daya tarik magnet yang sungguh luar biasa. Puluhan, ribuan, bahkan ratusan ribu orang yang nekat berdatangan ini telah mengibarkan tekad untuk memberanikan diri mengadu nasib di Batam. Bagi para pendatang baru ini, apapun akan dilakukan untuk tetap dan mampu tuk bertahan hidup. Kurangnya koneksi dan tingkat pendidikan yang memadai menjadi hambatan untuk mengharapkan dunia kerja yang diimpikan. Pekerjaan yang memungkinkan dan selalu terbuka luas peluangnya yakni dunia hiburan malam. Berjamurnya tempat hiburan dengan segala fasilitas pendukungnya, merupakan bagian dari bisnis dunia malam. Bagi pelaku bisnis tersebut, melibatkan anak dibawah umur yang bergabung di sebuah agency model untuk dijadikan umpan sebagai pemanis dan pelaris bisnis itu. Dengan berdalih untuk show, setiap agency

berusaha untuk menjual anak didik yang merupakan 'dagangannya'. Walaupun tidak banyak pekerja dibidang ini, atau pekerjaan yang lebih terhormat dari bisnis esek esek, dengan pasti mereka mampu meraup rupiah. Lebih parahnya, hasil 'dagangan' yang laku terjual itu bebas dari pajak. Dan dari satu dagangan ke dagangan lainnya, pemilik agency ini mampu memperoleh keuntungan yang luar biasa. Jadi banyak yang bberpendapat, melalui bisnis yang terhormat dan bergensi inilah, para pelaku bisnis ini dapat membangun istana. Tetapi mereka tidak menyadari, setiap istana itu mereka bangun dengan dosa. Tetapi apalah arti dosa

bagi mereka. Permasalahan dosa yang dipertanggung jawabkan di hari akhir itu, tidak membuat gentar untuk tetap menjalankan bisnis tersebut. Diakui, bagi masyarakat umum sangat sulit untuk melihat sisi gelap aktifitas itu sendiri. Namun tanpa disadari, satu persatu korban berjatuhan. Dan para korban yang merupakan anak dibawah umur, telah terikat dengan sistem agency itu sendiri. "Memang tidak langnsung sich," ujar Sinta nama samarannya dengan malu saat membuka pertanyaan ketika ditanyakan pekerjaan model yang merangkap sebagai pelayan nafsu seks lelaki hidung belang. Untuk setiap tamu yang akan berkencan dengan para model ini, katanya, harus mengikuti prosedur. Bukan suatu langkah yang sulit untuk menjalani birokrasi agar mendapatkan pelayanan para model itu. Cukup dengan melakukan komunikasi dengan pemilik atau managemen

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

agensi yang menaungi model itu. "Bukan birokrasi seperti di pemerintah om. Tanya aja sama agency aja, semua bisa tuntas...tas," ujarnya dengan manja. Jika ingin menikmati jasa layanan para model ini, jangan sekali-kali menggunakan bahasa booking. Karena para model yang merupakan 'dagangan' pihak agency itu, tidak suka menggunakan bahasa itu. Mereka menilai bahasa itu untuk orang yang memang pekerjaannya melayani orang yang mnginginkan. Sementara untuk model sendiri, katanya, uang bukan segalanya. Karena jika memang sang model itu menginginkan, tentu tidak berat untuk mengajaknya dan menikmati tubuh indah para model tersebut. "Jangan bilang booking om... Memang kita ini PSK. Kita bukannya dipaksa. Tetapi kalo yang ngajaknya ganteng atau tajir (kaya-red), boleh juga om," ujarnya sambil

ILUSTRASI

tertawa terbahak-bahak. Berapa perhitungan pembagian dengan agency kalau mendapatkan tamu? Gadis yang masih duduk di bangku sekolah ini mengaku hasil yang didapat dibagi dua aja. Dan yang mengambil dana dari layanan seks itu, dipegang oleh agency. "Banyak yang kaya pemilik agency yang mempunyai banyak om. Kita

yang melayani, mereka yang memegang uangnya. Dan hasilnya dibagi dua," ujarnya mengaku tidak mengetahui tarifnya saat melayani tamu. Namun dari informasi yang beredaran diantara para model, tamu yang ingin mendapatkan layanan seks cewek bertubuh seksi ini harus merogoh uang minimal Rp5juta untuk satu malam.(fujianti)


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

TRAFFICKING

8

Disekap 15 Hari

Dua ABG Nyaris Jadi PSK Kasus penjualan manusia (human trafficing) kini semakin meraja lela. Kali ini jaringan yang merangkul calon korbannya ini semakin nekat saja. Bahkan untuk mendapatkan calon korbannya, penjaring melakukannya secara terbuka. Jaringan ini tidak lagi takut dan segan dengan situasi dan kondisi yang ada. Seperti yang terjadi di wilayah Sagulung, Batam belum lama ini. mami Yuli (germo) nekat melakukan penyekapan dua gadis belia, yaitu Jamila (14) dan Santi Putri Lestari (16). Kedua gadis ini nyaris menjadi korban dari jaringan ini. Rencananya gadis ABG ini akan dijual untuk dipekerjakan sebagai PSK di Singapura. Beruntung, kedua korban berhasil kabur dari sekapan pelaku. Kedua ABG ini ketika ditemui di Perumahan PJB Tahap 3 RT 6 RW 16 Sagulung masih tampak trauma atas kejadian yang menimpanya. Selain truma dengan kejadian yang dialaminya ini, kedua gadis ABG ini tampak lelah setelah berhasil kabur dari sekapan mami Yuli (pelaku) selama 15 hari di kawasan Dapur 12 Sagulung. Awal dari kejadian naas yang dialami kedua gadis ini ketika mereka ditawarkan wisata gratis ke Singapura oleh seorang gadis yang baru dikenalnya di seputaran taman Jodoh, 2 Juli lalu. Ajakan wanita yang mengaku bernama Aulia itu pun dibenarkan oleh kedua gadis belia ini, mereka pun menuruti ajakan itu. Setelah kesepakatan, lantas mereka dikenalkan

kepada lelaki bernama Roby untuk membuatkan surat-surat kelengkapan menuju negeri tetangga. Korbanpun dibawa ke kediaman Mami Yuli yang berada di Dapur 12 Sagulung. Dan disitulah, Julia bertemu dengan Putri. "Waktu itu katanya mau diajak jalan-jalan aja, sekaligus akan dijanjikan kerja di Singapura,"ujar Jamila dirumahnya. Sabtu (16/ 7). Sejak itulah, kedua gadis malang tersebut disekap oleh Mami Yuli didalam rumahnya. Keduanaya tidak diperbolehkan keluar rumah. Untuk memastikan keduanya tidak kabur, pemilik rumahpun mengunci rapat rumah tersebut. "Selama 15 hari kami disekap di rumah Mami Yuli. Memang kami dikasih makan minum, selama disana kerja kami cuma tidur. Tapi kami gak boleh keluar, rumahnya dikunci, kami gak dikasih Handphone. Dirumah itu, kami ada 5 orang cewek, dua cewek sudah berkeluarga, dan satu lagi cewek bernama Tiara sudah dikirim ke Singapura," ungkap Jamila dan diamini Putri. Selama ditempat itu, Jamila juga mengaku telah dibawa mami Yuli kepada seorang dukun di daerah Tanjung

ILUSTRASI

Sengkuan. Tujuannya, untuk dberi beberapa susuk pemanis dibagian wajah dan di perut bawahnya. Karena takut, Jamila pun menuruti kemauan mami Yuli itu. "Dukun itu namanya Samsudir, ada 6 susuk dipasang, dua di wajah, 4 di perut. Dan saya juga dikasih gelang, gelang itu gak boleh dilepas, kalau saya lepas badan saya langsung gatal-gatal. Katanya, susuk itu untuk pemanis," kata Jamila menceritakan kisahnya. Rasa penasaran dan curiga mulai terpikir oleh kedua gadis ini, terutama Jamila. Kecurigaan itu memang benar, akhirnya Jamila dan Putri mengetahui bahwa dirinya akan di jual ke Singapura. Dan saat itu mereka berniat kabur dari sekapan Mami Yuli.

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

"Setelah saya tanya lagi, ternyata kata mami Yuli, kami ke Singapura mau disuruh melayani apek-apek disana. Saya menolaknya," ungkap korban. Niat kabur kedua gadis ini akhirnya tercapai ketika, Mami Yuli mengajak kedua korban berbelanja pakaian ke daerah Jodoh Nagoya. "Saat itulah saya pura-pura minta turun bentar dari mobil, dengan alasan mau ke toilet, mau kencing, dan berhasil kabur,"katanya. Sesampainya di taman Jodoh, kedua gadis ini menemui Buyung dan Acil teman lamanya di seputaran Jodoh Nagoya. "Malam itu saya pinjam hape Buyung telpon mama saya minta jemput saya dan Putri di Jodoh,"tutur Jamila.

Rasa senang dan gembira jelas terlihat diruat wajah Aizah (30) dan Abdul Rahman (37) orang tua kandung Jamila. "Alhamdulilah mas anak saya akhirnya pulang, padahal sudah 15 hari Jamila hilang dari rumah, saya sudah caricari tapi gak ketemu. Bahkan, saya sudah minta bantu warga dan pak RW," ujar Aizah dengan bahagia dirumahnya di Perumahan PJB Tahap 3 RT 6 RW 16 Sagulung Kota. Kepulangan Jamila akhirnya berbuntut panjang. Ketika, pelaku (Mami Yuli) nekad mencari dan datang kerumah keluarga korban untuk membujuk Jamila agar kembali kepada Mami Yuli. "Saya tolak mas. Orang itu mau jual anak

saya. Siapa ibu yang rela menjual anaknya. Dia bilang, kalau gak mau, dia minta ganti rugi Rp 7 juta atas biaya pembuatan KTP dan paspor anak saya, dia malah ribut dirumah saya,"ujar Aizah. Keributan itu akhirnya memicu emosi warga sekitar korban. Beruntung dapat diredam ketua RT setempat. Pelaku yang datang menggunakan sebuah mobil sedan silver BP 1926 XE itu akhirnya dilaporkan ke Polisi, dimana tiga orang pelaku yaitu Mami Yuli, Robi dan Rara akhirnya ditangkap warga dan di gelandang ke Polsek Sagulung atas kasus tersebut. Dan hingga saat ini, ketiga pelaku human trafficing ini akhirnya sudah ditahan dan ditangani di Mapolres Barelang.


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

IKLAN

9


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

10

KEPRI PN Batam Vonis Bebas

Kebahagian Robby, Duka CO Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam memberikan vonis bebas terhadap artis dan pesinetron, Robby Shine (27). Dalam persidangan, ketua majelis hakim, Saiman dalam putusannya mengatakan terdakwa tidak terbukti bersalah dan dinyatakan bebas dari segala tuntutan.

Robby Shine

Majelis hakim menilai, Robby tidak melakukan suatu pemaksaan terhadap CO sebagai pelapor. Saat kejadian itu, terdakwa yang diikuti oleh CO dengan alasan ingin mengenal dunia akting. Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendrawan mengatakan bahwa pihaknya akan pikir-pikir dulu. Padahal Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Robby dengan pidana delapan tahun dan denda Rp 100 juta karena telah melanggar pasal 82 UndangUndang RI nomor 23 tahun 2002

tentang perlindungan anak. Ketukan palu ketua majelis hakim, Saiman jadi angin surga untuk menghirup segarnya udara di luar tahanan. Air mata yang tak terbendung, menunjukkan suatu rasa haru Robby rasa keadilan yang berpihak kepadanya. Begitu divonis bebas itu, Robby langsung meninggalkan Batam menuju Jakarta melalui Bandara Hang Nadim. Meski sudah bebas setalah delapan bulan mendekam di tahanan Rutan Kelas II Batam, Robby mengaku tersiksa dengan kondisi yang dialaminya. Proses hukum yang dilaluinya ini, ia tidak bisa membayangkan profesinya sebagai artis. Bahkan untuk kedepannya, ia sangat meyakini akan menyelesaikan masalah yang begitu rumit dan menguras banyak energi. Dari awal menjalani proses hukum hingga ada putusan bebas dari PN Batam, Robby sangat berterima kasih dengan media. Ia begitu senang dengan pemberitaan yang bermunculan selama ini berimbang dan tidak lari dari kode etik jurnalistik. Puncak kebahagian Robby sudah jelas dengan ketukan Ketua Majelis Hakim, Saiman. Ia mengakhiri derita setelah diamankan Satuan

Reserse kriminal Polresta Barelang akhir November 2010 lalu. Namun bagaiman dengan CO, yang melaporkan Robby Shine ini dengan tuduhan melakukan tindak kejahatan pencabulan? Gadis berusia 13 tahun yang duduk dibangku sekolah menengah pertama negeri di Batam Centre ini sangat berat menghadapi hariharinya. Malapetaka malam kejadian itu, membuka tabir aib baginya yang sulit dan berat untuk di bendung oleh gadis seusianya. Gencarnya pemberitaan media yang mengulas peristiwa itu, menjadi beban tersendiri baginya. Melalui pemberitaan itu sendiri, melahirkan pandangan negatif dan positif ditengah masyarakat. Bagaikan seorang selebritis, ia menjadi sorotan publik. Tapi yang paling fatal dari peristiwa ini, kehidupan dan aktifitas gadis yang memiliki segudang prestasi dibidang model ini terhenti. Mulai dari pendidikan formal yang harus dijalaninya di bangku SLTP hingga pendidikan informalnya dihentikannya dengan terpaksa. Beberapa bulan setelah kejadian yang tidak hanya merugikan CO, tetapi kedua orang

tuanya itu, mereka masih bisa bertahan dengan pandangan negatif masyarakat yang muncul dari pemberitaan. Dari hari ke hari, minggu ke minggu dan bulan demi bulan berjalan, tekanan dan pandangan negatif masyarakat begitu besarnya. Sehingga, CO dan keluarganya meninggalkan Batam dengan berjuta pandangan negatif tanpa mempertimbangkan psikologisnya. Bahkan entah sampai kapan, psikologis CO untuk melupakan kejadian di Hotel Amir, Harbour Bay ini akan berakhir. Ketua Bidang Penanganan korban trafficking dan HAM Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Trafficking dan Hak Azasi Manusia (DPP LSM KAT dan HAM), Indiawati mengatakan vonis bebas Robby Shine ini bukan berarti kejadian yang laporan CO tidak ada. Sebagai negara penganuh hukum, katanya, hasil keputusan yang melalui proses hukum yang ada harus dihargai. "Negara kita ini negara hukum. Dan sebagai warga negara yang baik, putusan bebas itu diterima," ujarnya sebagai kuasa pendamping CO dalam kasus cabul tersebut. (rega)

SPBU Sekupang Diduga Lakukan Penyelewengan

Disinyalir BBM Subsidi Dijual ke Industri TINDAKAN tegas yang diambil pihak kepolisian dengan mengungkapkan 'mafia' penimbunan solar bersubsidi di sagulung beberapa minggu yang lalu, tidak membuat efek jera. jaringan 'mafia' ini mulai dari pengusaha Station Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) tetap nekat menyelewengkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Dari penelusuran di lapangan, dibeberapa SPBU yang ada di Batam, praktek penyelewengan BBM subsidi ini masih tetap beroperasi. Bahkan tidak tanggung-tanggung. Siang hari dan ditempat terbuka, para 'mafia' ini tetap melancarkan aksinya.

SPBU Sekupang, misalnya, salah satu contoh yang terlihat melakukan aksi ilegal ini. Satu unit lori yang berisikan puluhan jerigen dengan kapasitas per jerigen 25 liter, tanpa merasa berdosa mengisi satu per satu muatan yang ada di lori tersebut. Bahkan disaat mengisi jerigen tersebut, bersamaan dengan masyarakat umum. Untuk mengetahui lebih jauh, wartawan mencoba megikuti lori yang sudah berisikan solar bersubsidi. Dari SPBU milik salah seorang pengusaha pribumi itu, lori meluncur santai menuju ke arah Batuaji. Hingga tiba di Jembatan I barelang, sang supir

menyadari dibuntuti. Dengan kecepatan penuh, lori yang bermuatan solar subsidi mencoba menghindar. Dan akhirnya, di jembatan II Barelang, wartawan kehilangan jejak. Untuk memastikan adanya dugaan praktek penjualan BBM bersubsidi ke industri tersebut, wartawan mencoba mengkonfirmasikan penanggung jawab SPBU dengan nomor 14.294.733, Marbun. Saat di konfirmasi, Marbun tidak menunjukkan sikap yang ramah. Padahal ia mengaku, bahwa sebelum mejadi penanggung jawab di SPBU tersebut, ia seorang jurnalis.

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

"Saya dulu juga mantan wartawan. Jadi kamu ga usah sembarangan. Tanya saja ke Disperindag Pemko Batam," ujar lelaki yang berbadan pendek dengan rambut keriting yang berkumis itu sinis. Sedangkan Kepala bidang pengawasan SPBU Pertamina Batam Center, Luthfy tidak bisa dikonfirmasikan. Salah seorang staff, Anto yang dikonfirmasikan dugaan penyimpangan BBM bersubsidi mengaku tidak punya kewenangan. "Bapak Luthfy sedang berada di luar. Saya tidak punya hak untuk memberikan penjelasan," ujar Anto mencoba untuk mengeles.(olivia)

REGA

SPBU dengan nomor 14.294.733, Sekupang.


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

11

KEPRI Menelisik Pelabuhan Batam Centre

Disinyalir Jalur Pemberangkatan TKI Ilegal Pelabuhan internasionasl Batam Center merupakan satu dari sekian banyak pintu masuk menuju ke Batam. Ribuan, puluhan ribu, bahkan jutaan orang yang keluar dan masuk melalui pelabuhan ini. Di lokasi yang sangat strategis yang berada di pusat Kota Batam ini ternyata ada praktek ilegal dengan melakukan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI). Untuk memastikan indikasi pengiriman TKI ilegal itu, Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Trafficking dan Hak Azasi Manusia (LSM KAT dan HAM) melakukan penelusuran. Tiap hari calon TKI berdatangan dari beberapa penjuru daerah. Diyakini tiap hari, praktek pengiriman TKI ilegal melalui pelabuhan ini terus berlangsung. Melalui jalur Batam Center, para calon TKI yang berangkat secara

ilegal ini menuju ke negeri jiran Malaysia dan Singapura yang dikoordinir beberapa tekong. Untuk memuluskan perjalanan para TKI yang akan bekerja dengan berkedok wisatawan, seorang tekong harus mengeluarkan sejumlah dana sebagai upeti kepada petugas yang ada di pelabuhan. Tidak tanggungtanggung nilai transaksi untuk meloloskan seorang calon TKI yang akan diperdagangkan tersebut. Tiap para calon TKI yang

akan mencari nafkah di negara orang, tekong harus mengeluarkan dana Rpp1.000.000 untuk membayar oknum kapal yang ditunjuk oleh instansi terkait. "Harus ada dana untuk orang kapalnya. Dan kapal yang bisa digunakan ini, kapal yang sudah diketahui petugas," ujar seorang tekong yang tidak ingin disebutkan namanya ini. Untuk mengenali bahwa mereka adalah TKI yang akan diberangkatkan secara ilegal cukup mudah. Mereka para 'pejuang devisa' ini berjalan secara gerombolan. Dan mereka ini, di koordinir salah satu tekong yang mendampingi dari bandara Hang Nadim menuju pelabuhan Batam Center. Sebelum mengikuti sang tekong itu, para TKI ilegal ini di

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

NET

Terminal Terry Batam Centre. doktrin dulu sebelumnya. Selain itu dari segi penampilan juga bisa menjadi poin untuk menentukan para TKi ilegal ini. Pakaian mereka berdeda dan sangat menonjol. Bahkan kalau diperhatikan mereka

mengaku sebagai wisatawan. Tetapi mereka adalah TKI yang berkedok wisatawan. Kenyataannya, para calon TKi ini diberangkat tidak dilengkapi persayaratan sebagaimana yang telah di tetapkan

dalam Undang-Undang nomor 39 tahun 2004 pasal 51 ayat satu. Dalam aturan ini dijelaskan setiap TKI yang berangkat keluar negeri harus memepunyai Kartu Tanda Kerja Luar Negeri (KTKLN).(fadila/mulian)


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

12

NUSANTARA Bunga Pinjaman Berbunga

Rentenir Meresahkan Rentenir atau membungakan uang adalah suatu pekerjaan yang sangat menguntungkan. Akan tetapi, disatu sisi bisnis 'haram' yang lazim disebut koperasi ini banyak merugikan orang lain. Karena sekali orang terjebak, sangat sulit untuk melepaskan diri. Usaha yang menggiurkan ini semakin marak dilakukan oleh pihak tertentu yang memiliki modal yang cukup. Contoh saja, di Kejorongan Ophir, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, sangat banyak orang yang menjalankan usaha sebagai Rentenir ini. Ny.Simamora dan Nona Nensi sapaan akrab kedua perempuan ini dua dari sekian banyak rentenir yang membungakan uang. Meskipun melanggar aturan dan cacat hukum, kedua wanita ini memberikan pinjaman dengan proses yang mudah, cepat dan langsung diberikan pinjaman. Bagi siapapun masyarkat yang membutuhkan dana cepat untuk menutupi kebutuhannya, bagaikan malaikat penolong, kedua wanita ini dengan ramah akan melayani calon korbannya itu. Namun

dengan setengah wajah 'setan', orang yang meminjam dana wajib dikenakan bunga pinjaman dari uang yang dipinjamnya. Tidak tanggungtanggung bungan yang diterapkan, para rentenir ini. Berapapun pinjaman yang diajukan dikenakan bunga 20 persen. Suku bungan ini melebihi dari suku bunga bank yang diatur oleh Bank Indonesia. Dan suku bunga tertinggi yang diterapkan bagi bank yang ada di Indonesia yakni hanya 14 persen. Wiko, nama samaran seorang warga di Ophir Blok D, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Propinsi Sumatera Barat, mengaku kapok berhubungan dengan rentenir ini. Dan bagaimanapun berat dan butuhnya Wiko, ia sudah bersumpah tidak akan berhubungan dengan yang namanya rentenir atau yang akrab disapa 'lintah darat'.

ZONI

Rumah Ny.Simamora (panggilan akrab sehari-hari) yang dijadikan sebagai tempat transaksi keuangan bagi para caloncalon yang ingin meminjam uang. Awal dari keterlibatannya dengan rentenir ini karena sangat butuh sejumlah uang untuk keperluan yang sangat mendesak. Karena tidak ada jalan lain, ia akhirnya memutuskan untuk meminjam uang kepada NY.Simamora sebesar Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah). Dan dari pinjaman ini disepakati bunga sebesar 20 % (dua puluh persen) dari nilai pinjaman. Karena mengalami beban ekonomi yang

tidak stabil, akhirnya Wiko tidak mampu mengembalikan uang tersebut secara utuh alias Pokok tambah bunga. Dan dengan berat hati iapun merasa berat dengan harus cicilan bunga yang begitu besar perbulan. Akhirnya utang tersebut terus dan terus bertambah. Hingga pada saat ditotal, meskipun terus dibayar utang Wiko bukan berkurang, tetapi jumlahnya terus bertambah yakni mencapai Rp 5.000.000,(lima juta rupiah) sudah

termasuk Pokok dan bunga. Praktek usaha yang menyusahkan masyarakat ini, sangat marak terjadi di Ophir, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Propinsi Sumatera Barat. Dan satu per satu masyarakat yagn jadi korban berjatuhan. Dari keganasan Rentenir ini, masyarakat luas yang menanggung rugi segi apapun ketika terlibat dan berhubungan dengan rentenir.

Untuk itu bagi masyarakat Kabupaten Pasaman Barat, terutama Kejorongan Ophir, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Propinsi Sumatera Barat, diimbau janganlah sampai menggunakan jasa Rentenir. Jika masyarakat membutuhkan dana untuk membangun usaha, bangsa ini sudah mempunyai Lembaga Keuangan yang resmi secara hukum seperti Bank, pembiayaan mikro, dan koperasi. (zoni)

Aksi Pemkab Simalungun Jelang Ramadhan Laksanakan Monitoring dan Pengawasan Barang Beredar dan Kedaluarsa Dinas Perindustiran dan Perdangan Pemerintah Kabupaten Simalungun melaksanakan Monitoring dan Pengawasan barang beredar dan kedaluarsa serta persediaan sembako di beberapa kecamatan. Pelaksanaan monitoring dan pengawasan menjelang bulan Ramadhan 1432 H tersebut akan dilaksanakan di beberapa pasar, toko dan swalayan yang ada di 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Bandar, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kecamatan Tanah Jawa dan Kecamatan Sidamanik. Dinas Perindustiran dan Perdangan dan

dinas terkait bekerjasama dengan pihak Polres Simalungun dilaksanakan selama empat hari. Tim gabungan monitioring dan pengawasan tersebut terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdaganagn, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Peternakan, Polres Simalungun, Satuan Polisi Pamong Praja dan Humas. Di Pasar Perdagangan, tim menemukan beberapa barang dagangan seperti mie instan, sarden, minuman susu dalam kemasan yang sudah kedaluarsa yang masih di pajang. Dan makanan produk luar negeri yang belum terdaftar di Dinkes, Disperindag dan BPOM (Badan Pengawasan

NUR-AGUS TB

Edwin Tony SM Simanjuntak SSi Apt Kasi Farmasi dan Makanan Dinkes Kab Simalungun beserta Tim gabungan monitoring dan pengawasan saat wawancara dengan salah seorang pedagang. Obat dan Makanan) di salah satu kios yang ada di pasar tersebut. Selain itu, tim gabungan menemukan produk makanan berupa bakso ikan dan terasi tanpa label yang belum terdaftar di Dinkes dan BPOM. Menanggapi temuan

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

tersebut tersebut, Kabid Pengawasan dan PK Disperindag, Edy Marben Sipayung SP mengatakan para pedagang jangan memperjual belikan makanan yang sudah kedaluarsa. Apabila dikemudian hari masih terdapat produk kedaluarsa masih diperjual

belikan, maka pemerintah akan memberikan sanksi yang tegas. Hal senada dikatakan Kasi Farmasi dan Makanan Dinkes, Edwin Tony SM Simanjuntak SSi Apt menperingatkan pedagang agar jangan memperjual belikan barang-barang yang sudah kedaluarsa dan makanan produk luar negeri yang belum terdaftar di dinas kesehatan dan BPOM. "Apabila produk makanan yang belum terdaftar secara resmi jangan di perjual belikan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan" kata Edwin menegaskan. Selesai melakukan pengawasan dan motering untuk makanan, selanjutnya, tim gabun-

gan melaksanakan monitoring ke kios dan toko obat-obatan dan toko kosmetik. Di toko obat dan kosmetik tersebut tim gabungan juga menemukan beberapa produk kosmetik yang belum terdaftar di Dinkes dan BPOM. "Saat ini banyak produk kosmetik dari luar negeri yang belum terdaftar di Dinkes dan BPOM. Disinyalir produk tersebut mengandung mercury, hydroquinon dan zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan," ujarnya. Dari hasil temuan-temuan tersebut, Edwin berharap kepada masyarakat harus berhati-hati dalam membeli produk makanan dan kosmetik yang ada di pasar. (Nur-Agus TB)


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

13

NUSANTARA Sambut Bulan Suci Ramadhan

Walikota Diminta Tertibkan Hiburan Malam Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama beberapa orang ormas Islam meminta Pemerintah Kota Siantar segera menertibkan lokasi hiburan malam, terutama diskotik. Permintaan ini diharapkan agar tidak mengganggu dan mempengaruhi kekhusukan dalam pelaksanaan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan 1432 Hijriah. Dengan begitu, kondusifitas kehidupan bermasyarakat dapat terjaga dengan baik. Ungkapan dan harapan itu terungkap dalam acara pertemuan silaturahmi Ulama dan Umaro dengan Pemko Siantar serta ormas dalam rangka penyambutan Bulan Suci Ramadhan yang dilaksanakan di gedung MUI Kota Siantar. Dengan mengambil tema “Melalui Silaturahmi Ulama dan Umaro kita wujudkan Siantar yang Kondusif dan Bersih dari Perilaku Amoral”. Ketua MUI Kota Siantar, Ustad HM. Ali Lubis mengatakan kedatangan Bulan Suci Ramadhan sebagai bulan yang penuh rahmat dan pengampunan, sangat yang dinanti dan diimpikan oleh seluruh umat Islam yang ada di muka bumi ini. Begitu juga dengan umat islam di Siantar. Umat Islam mengharapkan kiranya dalam pelaksanaan ibadah puasa nanti dapat diberi dan merasakan suasana damai, tenteram dan nyaman tanpa ada sesuatu hal yang dapat

mengganggu jalannya pelaksanaan ibadah puasa. Siatar mempunyai lokasi hiburan malam. Dan banyaknya lokasi hiburan malam, seperti cafe, diskotik dan lokasi warung menjual nasi yang buka di tengah hari, lokasi bilyar, lokasi mangkalnya bencong atau waria yang sering dijumpai pada malam hari di Taman Bunga Pematangsiantar berpotensi mengganggu kekhusukan berpuasa. Untuk itu, pemerintah untuk segera melakukan penertiban. Ustad Ali Lubis mengaku beberapa waktu lalu sempat diinformasikan lokasi karaoke yang berada satu atap dengan Gedung Juang Nasional 45 telah menyajikan dan menyediakan tarian striptis. Dan para penari yang tampil tersebut diperankan oleh beberapa wanita penghibur. Keberadaan lokasi karaoke itu, menurutnya, sungguh sangat

menyedihkan dan mengiris hati bagi warga siantar yang dikenal kaya akan budaya, adat istiadat dan bermoral serta berpendidikan tinggi. Keberadaan Diskotik Studi 21 (Diskotik Miles) di Jalan Sudirman samping Bank Mandiri Pematangsiantar ini bangunannya sangat mengelabui masyarakat. Pasalnya, terlihat dari luar bangunan tersebut seperti bangunan yang belum selesai (berantakan), tetapi kenyataannya di dalamnya sangat mewah. Pada malam harinya, para remaja maupun para pejabat mengunjungi diskotik tersebut. Dan diskotik ini sangat meresahkan para masyarakat. bahkan dari informasi diskotik tersebut menyediakan wanitawanita cantik dan disinyalir ada peredaran narkoba (inex). "Pemerintah dan kepolisian harus segera mengambil tindakan kepada pemilik hiburan malam itu demi menjaga pada Bulan Suci Ramadhan," yhar Ustab Ali mengharapkan. Komandan Brigadir Mesjid BKPRN Pematangsiantar, Rasidi Sinaga mengharapkan Walikota Hulman Sitorus, SE dan Polres Pematangsiantar agar segera menindak Diskotik Studio 21 (Miles) dan diskotik lainnya. Tempat hiburan ini

Nur-Agus TB

Diskotik Studi 21 (Miles) bangunan yang belum selesai. disinyalir mengelabui masyarakat. Kedua diskotik ini dicurigai ada mengedarkan barang haram (narkoba), hal ini dapat merusak generasi muda penerus bangsa. Rasidi mengatakan apabila pemerintah maupun kepolisian tidak segera menindak, ormas islam akan membuat kelas Action (menindak tegas). Karena bulan puasa ini bulan yang barokah harus kita hormati. Walikota Siantar Hulman Sitorus akan segera ditindaklanjuti informasi mengenai keberadaan hiburan malam. Dan untuk mengambil tindakan, katanya, pemerintah akan berkordinasi

dengan pihak kepolisian. “Kita akan mengambil sikap dan tindakan yang terbaik guna mengantisipasi dan menertibkan lokasi yang dimaksud. Saya sadar dan meminta maaf, luput pantauan dan pengawasan pemerintah dan kepolisian," ujarnya. Wakil Kepala Polres Siantar, Kompol, M. Anggi Siregar SIK meminta Ormas dan Umat Islam untuk dapat menahan diri dalam bertindak ketika menyikapi permasalahan dan situasi di tengah masyarakat. Ini bertujuan supaya pelaksanaan ibadah puasa dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bagi keberadaan lokasi hiburan malam

yang diindikasikan melakukan pelanggaran, Anggi meminta kiranya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian dalam realisasi penertibannya. "Kami akan segera mencari solusi yang terbaik bagi keberadaan lokasi tersebut. Apabila para pengusaha atau oknum yang berperan dalam situasi tersebut sudah berulang kali ditegur baik secara lisan maupun tulisan tidak mengindahkannya, kami pun tak akan segansegan menindak dan memprosesnya secara hukum," terang perwira satu mawar di pundak yang baru sebulan menjabat sebagai Waka Polres Siantar itu. (NurAgus TB)

Oknum DPRD Disinyalir Jadi Calo CPNS 2010 Sungguh Lalo Hutapea memalukan. selaku pelapor Seorang mengatakan untuk oknum anggota masuk menjadi DPRD Siantar, CPNS formasi Chondri Horas 2010, Ia rela Silitonga dari menjual tanah dan partai PPI, menggadaikan SK beralih fungsi milik istrinya, Zainal Purba karena untuk masuk dari wakil rakyat menjadi calo CPNS dirinya harus membayar formasi 2010. Atas “Upeti” sebesar Rp 150 pekerjaan ilegalnya juta. Namun sampai hari tersebut, anggota DPRD ini, dirinyapun belum juga itupun diadukan ke aparat menerima hasil oleh hukum oleh Br Manurung terlapor yang merupakan dan Lalo Hutapea. pengganti antar waktu

(PAW) Hulaman Sitorus yang memenangkan Pilkada sebagai Walikota Pematangsiantar 2010 – 2014. Karena merasah jadi korban penipuan, Lola Hutapea akhirnya mengadukan oknum anggota DPRD Siantar itu dengan oknum KCD bernama Katarina ke pihak kePolisian. Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Maruli Hutapea mengatakan, apabila nantinya hasil

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

proses hukum dinyatakan anggota DPRD Siantar bersalah dan mendapat hukuman, pihaknya tetap akan memberikan sanksi. Namun untuk menyikapi kasus itu sendiri, DPRD saat ini masih mencari tahu (menunggu) kejelasan kasus tersebut. Karena pengaduan korban masih ke pihak kepolisian, Jadi dewan masih menunggu hasil proses hukumnya. Namun jika kasus ini mengadukan ke DPRD, pihaknya

berjanji akan menindak lanjuti aduan masyarakat tersebut. "DPRD tahu dari pemberitaan media. Sehingga untuk menjaga kewibawaan lembaga, pihaknya tetap akan panggil yang bersangkutan, yang pasti lembaga akan tetap terbuka untuk setiap pengaduan dari masyarakat,” ungkap Hutapea. Hal yang sama juga dikatakan oleh Wakil ketua DPRD Kota Pema-

tangsiantar, Zainal Purba. Ia dengan tegas mengatakan, apabila hal itu sudah sampai ke aparat hukum, pihaknya juga berharap, agar aparat hukum itu harus memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Jika hal itu benar terbukti nantinya, ini sangat disayangkan. Kepada masyarakat, Zainal juga mengimbau, jika ada yang menawarkan hal seperti itu, agar masyarakat jangan mau percaya. (taman)


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

IKLAN

14


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

15

LUAR NEGERI

2.900 TKI di Korea Terancam Deportasi Jumlah TTenaga enaga Kerja Indonesia (TKI) yang overstayers atau melampau batas izin tinggal tidak hanya terjadi di Timur Tengah. Di Korea Selatan, jumlah TKI overstayers tersebut mencapai 2.800 sampai 2.900 orang.

Jumhur Hidayat

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat berharap, para TKI yang overstayers itu untuk pulang dulu ke Indonesia. Mereka yang melampaui batas izin tinggal itu akibat masa kontrak kerja tiga tahunnya telah habis (2007/2008), terhitung sejak ditempatkan pada 2004 dan sebagian yang diberangkatkan pada 2005. Menurut Jumhur, dengan pulang ke tanah air, para TKI overstayers otomatis terhindar dari sanksi pemerintah Korea Selatan, baik dalam bentuk penangkapan maupun deportasi, di samping tidak terusmenerus membuat ketidaknyamanan bagi

Dua WNI Terpidana Mati di Singapura Bisa Dapat Keringanan DUA orang tenaga kerja Indonesia di Singapura yang terancam hukuman mati bisa mendapatkan keringanan hukuman. Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Perlindungan TKI, Humphrey R. Djemat, dua TKI itu bisa mendapat keringanan karena masih di bawah umur. Dua TKI itu, Nurhayati dan Fitria Wahyuni sebenarnya baru berumur 16 tahun dan 17 tahun, meski di paspor umur mereka lebih dari itu. Kalau menurut pengacara dari Singapura yang membela mereka, kemungkinan akan mendapatkan keringanan karena mereka masih di bawah umur, kata Humphrey di Jakarta. Nurhayati dipidana karena membunuh anak majikannya yang berusia empat tahun dengan cara mendorong anak itu. Sedangkan Fitria dituduh membunuh majikannya. Kasus dua TKI itu saat

ini dalam tahap pengadilan percobaan di tingkat pertama. Meski baru tahap awal persidangan, pihak Pemerintah RI di Singapura sudah menanyakan kemungkinan keringanan hukuman supaya keduanya tidak divonis mati. Satgas TKI juga akan mempelajari kemungkinan memulangkan kedua terpidana itu. Mengacu pada sistem hukum di negara lain, misalnya di Australia, pelaku kejahatan di bawah umur bisa dipulangkan. Tapi satgas belum memastikan apakah Singapura memiliki kebijakan serupa. Kami akan tanya kepada pengacara kami di Singapura. Karena kita tidak tahu ketentuan hukum di Singapura persisnya seperti apa, ujarnya. Satgas akan menemui pengacara kedua terpidana di Singapura untuk menanyakan hal itu. Humphrey

mengingatkan proses hukum yang harus dijalani Nurhayati dan Fitria masih cukup lama. Tetapi satgas masih percaya dengan sistem hukum di sana. Mereka akan menentukan waktu yang tepat untuk bertemu dengan pengacara disana untuk mempelajari kasus ini. Akan ditangani seperti apa dan kemudian akan diberi saran untuk diperiksa secara medis. apakah anak ini di bawah umur. Karena ada pemeriksaan tulang untuk mengetahui umur yang sebenarnya. Jadi dari pemeriksaan itu bisa ketahuan berapa umur yang sebenarnya. Satgas TKI memutuskan membentuk tim kecil yang akan mengunjungi negaranegara tujuan TKI selama beberapa minggu ke depan. Terpenting adalah Arab Saudi dan Malaysia. Karena TKI di dua negara itu dinilai perlu mendapatkan advokasi hukum dan bantuan hukum. Terutama di Arab

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

Saudi untuk mendapatkan pengampunan untuk TKI kita yang memang sudah terancam hukuman mati. Selaku perwakilan resmi Pemerintah Indonesia, Satgas juga berencana menemui pejabat tertinggi di Arab Saudi. Karena kunjungan itu berkaitan dengan permintaan pengampunan. Selain di Singapura, Satgas memantau ada 22 orang WNI di Cina yang terkait dengan kasus narkoba, tetapi mereka bukan TKI. 21 orang diantaranya perempuan. Mereka dicurigai mempunyai hubungan khusus dengan lelaki asing dan kemudian dimanfaatkan untuk dijadikan kurir. Tetapi meski Cina menerapkan hukuman yang sangat keras terhadap mereka yang berkasus dengan narkoba, kecil kemungkinan mereka mendapatkan hukuman mati. Mereka itu boleh dibilang untuk orang asing tidak terlalu melakukan ini, terutama hukuman mati. (net)

dirinya sendiri. Jadi, harus kembali dulu ke Indonesia, baru setelah itu dapat diproses lagi untuk berangkat ke Korea Selatan, kata Jumhur. Jika terus berada di Korea, maka akan berisiko terjadinya penangkapan oleh aparat imigrasi dan akan dipulangkan secara paksa (deportasi) ke tanah air. Penangkapan ataupun pemulangan dalam bentuk paksa tentu akan membuat para TKI tidak merasa aman, walaupun boleh jadi mereka tidak terganggu dalam pekerjaannya karena tetap ditampung perusahaan yang lama atau baru, kata Jumhur dalam keterangan tertulis BNP2TKI. Jumhur mendapat kabar saat ini razia atau penertiban pihak imigrasi banyak terjadi di basis pemondokan TKI ataupun

di tempatnya bekerja. Sehingga kapan saja TKI bisa ditangkap oleh pemerintah Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan memberlakukan deportasi tanpa kewajiban mengeluarkan biaya, sementara TKI terdeportasi tidak bisa lagi masuk ke Korea Selatan selama lima tahun untuk kepentingan apapun, jelasnya. Saat ini, jumlah total penempatan TKI 'G to G' ke Korea Selatan sepanjang 2004-2011 sebanyak 31.534 dengan perincian (2004) 360 orang, (2005) 4.367 orang, (2006) 1.274 orang, (2007) 4.303 orang, (2008) 11.885, (2009) 2.024 orang, (2010) 3.962 orang, dan 3.359 orang (2011 sampai pemberangkatan tahap 19 Juli lalu). (net)

Antre Ambil Gaji, Tentara Dibom Dua bom meledak di sebuah bank di Kota Tikrit, Irak, ketika sejumlah polisi dan tentara sedang mengantre untuk mengambil gaji. Pihak kepolisian dan rumah sakit menyatakan, sedikitnya 15 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut. Serangan itu merupakan serangan terakhir dengan target aparat keamanan Irak sejak pasukan Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kawasan itu. Pasukan AS bertahan di kota itu selama delapan tahun menyusul invasi AS yang menumbangkan Saddam Hussein. Polisi mengatakan, pelaku bom bunuh diri pertama meledakkan diri di antara aparat yang berkumpul di Bank Rafidain di pusat Kota Tikrit, 150 km utara Bagdad. Beberapa saat kemudian ketika tim penyelamat berdatangan, seorang pelaku lainnya meledakkan bom mobil. ”Hanya beberapa menit setelah saya masuk saya mendengar ledakan besar. Kami berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi. Saya melihat mayat dan korban luka berserakan di tempat itu,” kata Assam Dhiyab, seorang polisi yang selamat. Seorang pejabat rumah sakit Tikrit mengatakan, setidaknya 15 orang tewas dan lebih dari 30 terluka dalam ledakan itu. Sebagian besar korban adalah tentara. Tayangan televisi menunjukkan asap hitam mengepul dari lokasi ledakan. ”Indikasi awal menunjukkan, ledakan pertama dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri yang mengenakan rompi peledak dengan bahan peledak dalam jumlah besar,” kata Letnan Mohammed Naif, pakar bahan peledak di kepolisian Tikrit. ”Menurut saksi, pembom menarget sekelompok prajurit dan perwira.” Tikrit merupakan kota kelahiran Saddam Hussein. Mayoritas penduduknya adalah golongan muslim suni. Sejumlah warga suni yang memiliki jaringan dengan Al-Qaedah diduga menjadi pelaku sejumlah serangan di kota itu tahun ini. (net)


Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

16

KISAH

Masyarakat Kehilangan Tokoh D

alam tatanan masyarakat yang ideal, selain hukum dan aturan, masyarakat itu harus mempunyai seseorang yang dijadikan tokoh. Dimana seseorang yang disebut sebagai tokoh itu merupakan sosok yang patut untuk dijadikan suri tauladan, panutan dan pegangan.

Begitu pentingnya keberadaan seorang tokoh dalam suatu lingkungan masyarakat tersebut, sehingga menjadi suatu kebutuhan untuk terciptanya keamanan dan kenyamanan ditengah masyarakat. Jika tidak ada seseorang yang dijadikan tokoh itu, maka sama dengan kata pepatah 'Bagaikan Ayam Kehilangan Induk'. Jadi dimanapun, baik di tingkat daerah maupun nasional, tanpa ada orang yang dijadikan tokoh, maka rentan terhadap kekacauan. Dan hal ini bukan merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Ada beberapa contoh yang akan membenarkan hal itu sendiri. "Batam khususnya, dan Kepri umumnya sudah kehilangan tokoh. Saat ini yang ada orang yang menokohkan dirinya sendiri. Dan belum teruji status tokoh itu oleh masyarakat," kata Gusmawardi, SE. Menurut bapak empat anak ini, begitu banyak bagian tatanan dalam kehidupan di Batam ini sudah tidak terkendali dengan baik lagi. Mulai dari sesuatu yang menjadi hajat hidup orang banyak, kondisi ekonomi,

sosial dan budaya serta kinerja aparatur pemerintahannya itu sendiri. "Silahkan lihat. Mulai dari masalah trafficking, kelangkaan BBM, program UKM yang macet, adanya pengrusakan lingkungan hingga maraknya gelanggang ketangkasan elektronik. Semua sudah menjadi tidak terkendali dan kecendrungan menjadi kacau," ujar suami Ida Kurniati ini Dikatakannya, sejalan dengan angka pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi, selalu diimbangi dengan pertumbuhan dunia usaha hiburan. Sehingga tanpa disadari, dunia hiburan malam tumbuh bagaikan jamur dimusim hujan. Banyaknya lokasi hiburan malam yang berdiri ini melahirkan suatu keprihatinan terhadap para orang tua. Bukan merupakan suatu kekhawatiran yang tidak mendasar. Dari tempat hiburan malam ini yang disinyalir terjadinya tindak kejahatan trafficking. "Gadis di bawah umur yang dipekerjakan oleh pengusaha hiburan, seperti di discotik dan koroke disinyalir merupakan suatu konspirasi para oknum yang

terjaring dalam sedikat trafficking yang sudah terorganisir," ujar lelaki kelahiran Pesisir Selatan ini. Menurut Ketua Umum, Ikatan Keluarga Pesisir Selatan ini keterjebakan para korban trafficking disebabkab sejumlah faktor. Adapun faktor yang paling menonjol yakni ekonomi dan tingkat pendidikan. Selain itu, para korban juga tergiur dan terpengaruh oleh perkembangan dan kemajuan zaman yang begitu cepatnya. Pesatnya perkembangan teknologi juga, katanya, mengantarkan generasi muda penerus bangsa ke dalam pergaulan bebas. Dengan tingginya tingkat kebebasan dalam masyarakat ini membawa anak muda kedalam lingkaran peredaran gelap narkotika. Dan kondisi ini semakin diperparah oleh fasilitas yang ada di dalam hiburan yakni discotik, karoke, dan pub. "Saya bisa menjamin, 70 persen dari anak dibawah umur yang masuk ke tempat hiburan malam, mengkonsumsi narkoba. Dan masuknya mereka dalam lingkaran narkoba ini, berawal dari coba-coba," ujar lulusan strata satu Universitas Ibnu Sina fakultas Ekonomi Managemen ini Diakuinya untuk memberantas hingga habis jaringan peredaran narkoba ini sangat sulit. Meskipun sulit, bukan berarti harus pasrah dengan keadaan yang ada. Harus ada campur tangan seluruh petinggi pemerintahan dan aparatur serta aktifis untuk menenam kepedulian. Dan setiap elemen ini, harus berani untuk mengambil sikap tegas terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran ketentuan

Please purchase VeryDOC PS to PDF Converter on http://www.verydoc.com to remove this watermark.

Curriculum Vitae Nama : GUSMAWARDI SE Ttl : PESISIR SELATAN, 14 AGUSTUS 1969 Istri : IDA KURNIATI Anak 1. Asih Istiqomah 2. M. Alamulhuda 3. Syaid Ahmadsyah 4. M. Ihsan Rahmawansyah RIWAYAT PENDIDIKAN S.I. EKONOMI MANAJEMEN.STIE IBNU SINA BATAM SMA.N BALAI SELASA SMP.N. AIR HAJI SD.N NO.1 AIR HAJI KURSUS/DIKLAT YANG PERNAH DI IKUTI a. PerananPedomanPenghayatandanPengamalanPancasilaBagi Pembangunan (Piagam)Pessel1989 b. Elementari Course of English (Sertificate of Course-Leave) Batam,1993 c. Pelatihan Terjemah Al Quran systim 40 jam ,Mesjid Istiqlal,Jakarta.1997 d. Seminar Nasional Gratifikasi,GNPK (Sertifikat)Kepri, 2006 e. ESQ Leadership Training (Sertifikat) Batam. 2007 f. seminar AIPI tahun 2005 (sertifikat) RIWAYAT ORGANISASI a. Presiden BEM Ibnu Sina Batam b. Wakil Ketua ABEM Batam c. Sekretaris, Persatuan Mahasiswa Peduli Provinsi (PERMAPPRI) Kepri d. Ketua Ikatan Keluarga Besar Linggo Sari Baganti (IKLAS) Batam . e. Ketua Umum, Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS).Batam f. Dewan Pembina,Organisasi Masyarakat Kepri Bersatu (MA.KARIB) Kepri g. Kabid.Kepemudaan/Mahasiswaan dan Kaderisasi AMPI Kepri h. Dewan Penasehat. Serikat Pekerja Islam Kepri (SERPI) Kepri i. Dewan Pembina, Persatuan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kepri j. Ketua.Institut Generasi Muda Pembela Tanah Air (IN.GEMA PETA) Kepri k. Wakil Ketua Koordinator Pemberantasan dan Penyuluhan GNPK Kepri l. Dewan Pembina, Forum Alumni Mahasiswa ( FAM) Kepri m. Ketua Umum.Korp Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (Korp.ABEM) Kepri n. Direktur Eksekutive, Lembaga Anti Korupsi,Kriminalitas dan Narkoba (LAKKIN) Kepri o. Ketua DPW Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia Kepri (IPPMI) RIWAYAT PEKERJAAN a. PT.Taruko Bunda Indah Lestari ( 1989-1990) b. Wira usaha ( 1991 – 1992 ) b. Otorita Batam / BP Kawasan, 17 TAHUN ( 1993 – SEKARANG ) c. STAF GUBERNUR KEPRI ( 2004 – 2010 )

yang ada. "Disparbud ini yang memberi izin. Kalau memang pengusaha hiburan itu telah melakukan suatu pelanggaran, jangan segan untuk mengambil tindakan yang

tegas untuk mencabut izinnya, tanpa memandang siapa pengusahanya," ujar Agus sapaan akrab lelaki ini. Begitu juga dengan pesatnya usaha gelper (gelaggang ketangkasan elektronik) di Batam. Aroma judi dalam usaha yang tumbuh subur ini murni, didominasi orang dewasa. Bahkan kuat dugaan dengan tetap bertahannya usah ini, karena ada campur tangan oknum yang mendapatkan upeti dari pengusaha gelper.(Fujianti/ Mulian)


Edisi 3 KATdanHAM