Issuu on Google+

www.eatandleisure.com

APRIL 2014

Di Atas Ketinggian TOKYO

Mango Tree

Thai Cuisine at Its Best

Taste&Place Wonderful Borobudur Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

I


II

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


With the luscious dishes and excellent service, we strive to make guests feel the true comfort of the Indonesian hospitality at The Harmony Restaurant HOTEL SANTIKA PREMIERE JAKARTA Jl. AIPDA K.S. Tubun No. 7, Slipi, Jakarta 11410 INDONESIA Tel. (62-21) 5361777, 5330350, Fax (62-21) 5483457 E-mail: reservation@jakartapremiere.santika.com www.santika.com

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

1


CONTENTS

2

34

Taste & Place

48

Travel

54

Taste & Place

60

Food Gallery

74

Chef Recipe Roasted Organic Milk Fed Lamb

WONDERFUL BOROBUDUR

Di atas Ketinggian TOKYO

DIENG

Bon Appetit

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

3


32 72 08

CONTENTS

4

08

E & L Choice

12

Update

42

Traditional Taste

68

Street Food

76

Hot Stuff

78

Profile

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

16

Dine In Bianco Sapori D’Italia

28

Check In THE SENTOSA

20

Dine In Kahyangan

30

Check In GH UNIVERSAL

24

Dine In Mango Tree

32

Check In PITAMAHA


Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

5


Editor’s Note

Editor’s Note

S

eiring berjalannya waktu, jelas bahwa makanan dan traveling merupakan kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Di mana Anda melakukan traveling, di sanalah Anda akan menemukan beragam makanan khas yang tersebar di setiap wilayah nusantara. Seribu satu pilihan dengan sejuta rasa, itulah gambaran yang pas untuk mendiskripsikan kekayaan kuliner Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke.

Dalam catatan dunia kuliner, metamorfosis juga kerap terjadi. Tengok saja warung kopi yang kini bertransformasi menjadi coffee shop atau dessert shop yang mampu berdiri sendiri. Eat & Leisure Magazine, media informasi yang merangkum setiap perkembangan kuliner yang terjadi, khususnya di Indonesia. Sebuah majalah yang tidak hanya mengupas kuliner nusantara tetapi juga mengungkap kekayaan travel daerah asalnya.

Publisher Makhfudz Sappe Editor in Chief Ristiyono Editor Faisyal • Riman Saputra N. • Marisa Aryani Art Director Gerald Manuel Illustrator Richard Archie F.M. • Muhammad Saleh Hanif Marketing Ririn Tri Astuti • Edy Sunarto • Fernandito Haka • Yurison Suryantara Finance Ade Kristanti Marketing Support Mochammad Zaky Circulation M. Solichin Published by Bentang Media Nusantara Advertising T. +62 21 9849 4404 • F. +62 21 3151 668 Email. eatandleisure@gmail.com Hotline 0821 10 88 22 00 Printed by PT. Mega Indah www.eatandleisure.com

Dalam edisi perdana ini sebagian kekayaan kuliner sekitar Candi Borobudur menjadi daya tarik tersendiri untuk diekspos. Dalam edisi ini juga akan mengajak Anda berkelana menjelajah keindahan alam Indonesia, salah satunya dataran tinggi Dieng. Sejatinya, kuliner akan terus berkembang dan untuk itulah Eat & Leisure Magazine hadir sebagai panduan Anda dalam melihat referensi dunia kuliner dan travel di Indonesia.

Let’s eat and leisure! Coffee Jelly Zenzai Foto: Ivan Khoe - Vil Photography

6

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

7


E & L Choice

Café Gran Via

Gran Melia Jakarta

Magnum Pondok Indah Mall 2 Berbeda dengan Magnum Café di Grand Indonesia yang berkonsep fine dining, di Magnum Pondok Indah Mall 2, mengusung konsep lebih dinamis dan moderen. Gerai di Pondok Indah Mall 2 merupakan sebuah konsep terbaru dari Magnum berupa sweet escape dengan konsep pop-up store yang hadir lebih dekat untuk memanjakan pleasure seekers di kota Jakarta. Pengujung dapat lebih santai dalam menikmati berbagai kreasi Magnum atau  bahkan bisa menikmati hidangannya secara grab & go. Di Magnum PIM 2, para pleasure seeker dapat menikmati beragam kreasi Magnum, serta snacks & drinks yang lezat yang disajikan oleh para Pleasure Makers. Sajian es krim Magnum dengan berbagai pilihan topping yang dapat dipilih secara personal. Ada 18 topping unik dan seru di MAGNUM Pondok Indah Mall 2 yang dapat dipilih, yaitu Wafel De Aristrocrat, Fondue De Desir, Pepites Blanc & Noir, dan Nacho De Ville. 

8

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

Café Gran Via mempersembahkan all day dining dengan memberikan pilihan a la carte, dan prasmanan untuk sarapan, makan siang serta makan malam. Berlokasi di lobi Hotel Gran Melia Jakarta, Café Gran Via menampilkan makanan dari seluruh penjuru dunia. Jika Anda berkunjung ke sini, tak ada salahnya mencicipi menu grill yang juga banyak menyita perhatian pengunjung. Menu carving buffet yang sangat beragam juga tidak boleh luput dari perhatian, terutama Valencia Paella yang menggunakan jenis beras Callaspara Bomba. Jenis tampilan kuliner lain yang memukau dari Cafe Gran Via adalah serangkaian menu India. Disini Anda dapat menikmati sajian roti yang dibuat fresh untuk mempertahankan tingkat kualitas yang baik. Café Gran Via memiliki kapasitas seating area sebanyak 300 orang dan tersedia pula dua ruangan privat, masing-masing berkapasitas delapan orang.

Coffeekulture Menyeruput secangkir kopi bisa jadi rutinitas yang dijalani oleh sebagian orang sebelum memulai aktivitas. Tidak hanya itu, kopi kerap kali menjadi teman di kala senggang, hang out bersama teman, atau bahkan meeting dengan klien. Coffeekulture mengerti benar gaya hidup kaum metropolitan dan lewat gerai pertamanya di kawasan Pluit, Coffeekulture hadir memfasilitasi warga Jakarta Utara dan sekitarnya dalam menyediakan kopi berkualitas premium yang 100% asli Indonesia. Kualitas bahan terbaik juga didukung dengan teknik pengolahan yang pas oleh barista berpengalaman sehingga menghasilkan secangkir kopi bercitarasa tinggi. Selain kopi, Coffeekulture juga menjual berbagai jenis frappe dengan menu andalannya Strawberry Oreo Cheesecake Blended dan Kitkat Greentea Blended. Mengusung konsep “The Love of Coffee” yang terinspirasi dari passion kepada kopi, Coffeekulture banyak bermain dengan warna-warna netral seperti tekstur bata dan kayu. Konsep tersebut juga diperkuat dengan aksen mural pada dinding yang berkisah tentang suasana kota yang romantik, serta hiasan yang berisikan kutipan catchy mengenai kopi.


KITCHENETTE Welcome home… Salah satu resto dari Ismaya Group ini menyapa Anda di level 1 Beachwalk Bali. Hadir dengan interior dan eksterior yang menawan, seperti pada bagian outdoor memiliki sofa bed yang dapat membuat Anda merasa seakan-akan bersantai di sebuah beach club. Kemudian ketika masuk ke sisi dalam resto maka semua akan berubah, tata dekorasi dapur besar dan berbagai ornamen menjadikan Anda nyaman untuk berlama-lama, ya seperti di rumah sendiri. Bagi pecinta crepes dan galettes, Kitchenette memang surganya. Terdapat 14 menu crepes dan 14 menu galettes, uniknya mereka menggunakan nama-nama kebanyakan orang Perancis untuk nama menu tersebut. Ambil contoh galettes, dapat dikatakan semacam crepes yang terbuat dari tepung buckwheat dan merupakan hidangan khas Perancis. Galettes bukan jenis makanan manis, jenis ini asin dan gurih karena mengandung olahan daging, keju, sayuran dan lainnya. Nah, untuk minuman favorit jatuh kepada aneka elixir yang merupakan perpaduan buah, agak asam tetapi tetap ada manisnya. Elixir sendiri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu ada yang langsung di blended, mengandung soda dan juga liquor. Jadi tunggu apalagi, silahkan datang dan tentukan pilihan Anda.

Rebranding ala Pancious Hadir dengan wajah baru yang lebih segar, Pancious melakukan perbaharuan konsep (rebranding). Langkah ini sebagai tanda komitmen dalam mengikuti perkembangan industri. Peremajaan Pancious ini ditandai dengan perubahan identitas secara total, baik dari logo, desain interior, buku menu, kemasan makanan, dan aspek lainnya. Outlet pertama yang menerapkan konsep terbaru ini berlokasi di Grand Indonesia. Di gerai terbarunya ini, konsep yang diusung adalah Good Food and Good Mood yang berarti mengedepankan menumenu kreatif dan inovatif.  Sedangakan konsep interior yang mirip seperti  “market place” atau pasar dalam nuansa kontemporer, dengan sedikit sentuhan natural klasik sehingga menciptakan kesan lebih hangat dan moderen. Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

9


E & L Choice

Better CHOCOlate than Never Dessert tak ubahnya gaya hidup. Seperti Better CHOCOlate Than Never yang fokus akan produk dessert berbasis cokelat. Lebih pesifik lagi, dessert shop yang berlokasi di wilayah Senopati ini, menyediakan aneka olahan dark chocolate, seperti cake, es krim, cupcake, truffle, praline, cookies, dan minuman cokelat. Andalannya bernama Baby Black. Cake yang disajikan dalam porsi mini ini terbuat dari soft dark chocolate cake yang dicampur rum dan dark cherry. Kombinasi rasa yang ditawarkan seimbang, tanpa menghilangkan salah satu karakter dari masing-masing unsur. Konsep homemade dan freshly baked yang diusung oleh Better CHOCOlate Than Never juga menjadi satu keunikan sendiri. Dengan hadirnya Better CHOCOlate Than Never, kini olahan dark chocolate dapat dinikmati oleh semua kalangan pecinta cokelat.

Steak Ala Outback

Garcon Menawarkan suasana kehangatan yang berkelas, Garcon bistro, bar, and patisserie yang berlokasi di Plaza Senayan memenuhi kebutuhan kaum urban akan tempat bersosialisasi yang nyaman. Seperti namanya, Garçon memiliki tema ala Paris yang moderen, chic dan edgy. Berbicara mengenai makanan, Garcon menyediakan kombinasi makanan berkelas hasil racikan Chef Camille Benedetto Flosse yang berpengalaman selama 18 tahun dalam bersentuhan dengan masakan Perancis. Di bagian patisserie, ada Pastry Chef Masaaki Konno yang menghadirkan cake dan pastry spesial yang ditawarkan khusus bagi para pecinta cake di luar sana. Berkat kenyamanan yang ditawarkan dan pilihan makanan terbaiknya, Garcon kerap kali dijadikan pilihan tempat hang out bagi kaum urban di Jakarta.

10

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

Steak pada umumnya dimasak dengan cara di panggang dan disajikan bersama saus, sayur dan kentang goreng. Makanan ini memiliki jumlah protein yang cukup tinggi dan sehat untuk tubuh. Salah satunya Filet Oscar, steak ala Outback Steakhouse. Berupa sajian daging tenderloin super empuk dan juicy, disiram Hollandaise Sauce, serta topping udang dan asparagus panggang yang tidak ada lawan rasanya. Filet Oscar juga disajikan dengan pilihan side dish seperti French fries, mashed potato, baked potato, atau sayuran. Buat makanan rendah kolesterol, cobalah pesan Ahi Tuna Chopped Salad yang terbuat dari berbagai macam sayuran dan tuna plus sashimi. Jika ingin salad kombinasi lain, bisa order Crispy Chicken Salad, yang didalamnya terdapat tomat, keju dan beberapa ingredients lainnya. Menu lain yang tidak boleh dilewatkan adalah Spinach Artichoke Dip. Makanan pembuka yang terdiri dari olahan sayur bayam dan artichoke dengan monterey jack dan parmesan cheese yang dipanggang, hingga creamy cocok untuk dinikmati dengan tortilla chips yang renyah.


Memperkenalkan Seni Kuliner

Mengusung Tema Storage Room Bosan dengan restoran berkonsep monoton? Datang saja ke Nanny’s Pavillon. Ketika memasuki gerai Nanny’s Pavillon, pengunjung akan disuguhkan dengan konsep homey yang menggambarkan kehangatan suasana rumah yang nyaman. Seperti yang terlihat pada gerai terbaru Nanny’s Pavillon di Summarecon Mall Bekasi yang mengambil tema storage room. Ruang penyimpanan ini dirancang mirip dengan aslinya. Imajenasi tertuang lewat penggunaan mebel kayu dan sarat dengan hiasan seperti karung tepung, kacang-kacangan, rempah-rempah, dan botol minyak yang tersusun rapi. Diperkuat dengan tempat duduk vintage dan pencahayaan yang lembut membuat suasana makin intim. Storage room mampu menampung hingga maksimal 100 baik di area indoor dan outdoor. Welcome home!

My Humble House, sebuah restoran yang mengususng konsep seni kuliner. Restoran ini telah memenangkan berbagai penghargaan, di antaranya antara lain International Star Diamond Award dari American Academy of Hospitality Sciences, dan Top 4 Restaurant in India listed in Conde Naste’s Travellers Hot List Tables. Kini hadir di Jakarta, sejak awal Februari. Mengusung estetika klasik, interior My Humble House dirancang dengan menggunakan bahan utama kayu dan bebatuan untuk menghadirkan desain oriental modern. Tim kuliner My Humble House dipimpin oleh celebrity chef, Susur Lee dari Toronto, Kanada.Dengan menghadirkan pelayanan dan kualitas dalam balutan kehangatan nan elegan, My Humble House adalah pilihan tempat bersantap yang tepat untuk acara korporasi, serta perayaan khusus dan istimewa. Manjakan rasa dan mata dengan dimensi kuliner yang berbeda.

Bukan Sekedar Tempat Mengisi Perut MAD salah satu restoran yang dikelola Tung Lok Group, MAD pertama kali dibuka tahun 2012 di 200 Turf Club Road (Old Turf Club di Bukit Timah). MAD terkenal sebagai salah satu restoran kelas atas di Singapura. Restoran kini tak sekedar sebagai tempat makan tetapi juga bagian gaya hidup. Dengan konsep pop, MAD menawarkan menu-menu unik dan dekorasi interior eksentrik. Ide tersebut tercipta dari perbincangan Dick Lee, musisi ternama di Singapura dan Andrew Tijoe selaku executive chairman Tung Lock Group. Berkunjung ke MAD, pengunjung dapat merasakan kehebaran kuliner dunia. Sentuhan kuliner barat dan timur menjadi hidangan andalan MAD. Itu bisa dilihat dari Wagyu Beef Claypot Rice yang diolah dengan minyak jamur truffle dan telur, ditambah nasi.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

11


Update

Peluncuran Magnum Infinity Sensasi Kenikmatan dari Tanzania Memahami karakteristik dan kebutuhan para pleasure seekers, Magnum, produk premium chocolate ice cream produksi Unilever Indonesia, selalu mengedepankan inovasi dalam mempersembahkan kenikmatan yang memanjakan. Pada Januari lalu, secara resmi Magnum meluncurkan Magnum Infinity, es krim pertama di Indonesia yang menggunakan cokelat langka asal Tanzania. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Gaia Restaurant kemarin, Jacques Poulain selaku Magnum Chocolatier menjelaskan bahwa setiap negara yang memproduksi biji cokelat memiliki kondisi alam yang berbeda-beda.“Begitu pula dengan cokelat Tanzania. Rasanya sangat istimewa karena kondisi tanah dan iklim di Tanzania sangat unik dibandingkan negaranegara penghasil cokelat pada umumnya. Hasilnya, cokelat langka ini mempunyai rasa cokelat yang lebih kuat dan memberikan kenikmatan yang lebih tahan lama. Salah satunya karena kandungan theobromine yang lebih tinggi dibandingkan jenis cokelat lain,” ungkap Jacques. Konferensi pers yang dipandu oleh Indra Herlambang ini juga menghadirkan tiga selebriti papan atas di antaranya Olla Ramlan, Sophia Latjuba dan Marissa Nasution, yang berbagi kegembiraan kepada pers dalam menyambut peluncuran Magnum Infinity ini.

Pembukaan

Mango Tree Bistrobar

di Plaza Senayan

Setelah sukses dengan gerai perdananya di Epicentrum Kuningan, Mango Tree group kembali membuka Mango Tree Bistrobar yang kali ini membidik lokasi di Plaza Senayan.  Mango Tree Bistrobar adalah sebuah restoran yang mengusung cita rasa makanan tradisional Thai bergaya moderen kontemporer. Konsep Mango Tree Bistrobar adalah menggabungkan penyajian makanan khas Thailand dan koktail yang inovatif disertai dengan

live music, live tv serta penampilan DJ. Mango Tree Bistrobar menawarkan suasana yang elegan dengan menonjolkan penampilan ‘long bar’ untuk dapat memberikan pengalaman

bistrobar yang sempurna.

Speciality Coffee & Tea 2014 di Food and Hotel Asia (FHA) 2014 Event organizer Singapore Exhibition Services (SES)  mengumumkan peluncuran perdana Speciality Coffee & Tea sebagai salah satu dari enam kegiatan khusus Food and Hotel Asia (FHA) 2014. Kegiatan ini ditujukan untuk menjawab tantangan industri teh dan kopi yang semakin pesat. Acara Speciality Coffee & Tea 2014 ini menggabungkan semua aspek kopi dan teh dalam satu wadah yang menampilkan berbagai produk komprehensif dari peralatan dan jasa para produsen serta pemasok kopi dan teh di seluruh dunia. Diselenggarakan di Singapura mulai 08 – 11 April, Speciality Coffee & Tea 2014 turut diramaikan oleh FHA Barista Challenge 2014 yang diselenggarakan oleh Speciality Coffee Association of Europe (SCAE) – Singapore Chapter. 

12

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Relaunch of

Pullman Jakarta Indonesia Pullman Hotel and Resort merupakan brand upscale hotel Accor yang tercatat paling pesat perkembangannya. Pada tanggal

Inovasi Bango

13 Februari lalu, Pullman Hotel

dalam Pelestarian Warisan Kuliner Nusantara

melakukan relaunch konsep hotel

Sebagai brand kecap yang telah hadir di Indonesia selama lebih dari 85 tahun, Bango selalu menggali hal-hal baru dalam melestarikan warisan kuliner Nusantara. Di sepanjang tahun 2014, Bango umumkan rencana besarnya dalam melestarikan warisan kuliner dari Barat ke Timur Nusantara. Sederetan kegiatan serta fasilitas telah dipersiapkan untuk melakukan proses pengidentifikasian dan pengkurasian kekayaan warisan kuliner Nusantara. Hasil kegiatan ini akan didokumentasikan dalam bentuk buku. Selain itu, diskusi ini juga memperkenalkan konsep baru Festival Jajanan Bango yang tahun ini akan digelar di tiga kota di Indonesia yaitu Jakarta, Medan dan Makassar.

terbarunya sekaligus menggelar acara pameran seni rupa kontemporer lewat Pullman Artnight. Konsep baru ini didukung dengan tema seni rupa kontemporer yang kuat dengan menyajikan sebuah pameran seni visual bertajuk “Exchange: Globalization in Progress”. Beberapa nama seperti Agus “Baqul” Purnomo, Angki Purbandono, Awan Simatupang, Darbotz, Eldwin Pradipta, Heri Dono, Sunaryo, dan Tromarama masuk ke dalam jajaran

Beautiful Journey of Indonesia

seniman yang karyanya dapat

Kamis, (27/3) Santika Indonesia Hotels & Resorts menyelenggarakan malam Apresiasi bertajuk Beautiful Journey of Indonesia di Edelweisse Ballroom Hotel Santika Premiere Bintaro. Malam apresiasi tersebut merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan Santika Indonesia Sales & Marketing National Meeting yang diadakan mulai tanggal 24–26 Maret 2014. Malam itu Santika menghadirkan keindahan Indonesia melalui keberagaman busana adat masing-masing daerah. Acara dibuka dengan lantunan musik keroncong mengiringi kehadiran tamu undangan lalu dilanjutkan dengan penampilan rampak gendang.

ditemukan di berbagai sudut hotel.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

13


Update

Fave Hotel Hadir di Kota Hujan Sukses mengembangkan sayap di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya - Archipelago Internasional mendirikan penginapan baru di Kota Hujan, yaitu Fave Hotel Padjajaran Bogor. Hotel baru yang berada di kawasan Bogor ini miliki 109 kamar terdiri dari standard double dan single room, dan setiap kamar dilengkapi sama LCD TV, serta tempat tidur yang nyaman. Kamar juga dilengkapi kamar mandi elegan, meja kerja, kotak penyimpanan dan Wifi berkecepatan tinggi – hingga memudahkan tamu dalam mengakses internet. Selain itu, tersedia pula cafe shop, ruangan pertemuan dan area parkir yang luas. Fasilitas-fasilitas tersebut ditujukan semata-mata buat kepuasan dan memanjakan tamu.

Archipelago Internasional Memperkuat Portofolio Dalam rangka memperkuat portofolio dari brand Hotel NEO, Archipelago Internasional mengambil alih Green Savana Hotel dengan menggantikan namanya menjadi Hotel NEO+ Green Savana Sentul City. Secara desain, hotel yang berlokasi di Sentul City ini sangat memukau, karena menyatu dengan alam, dan pemandangan gunung menjadi daya tarik tersendiri. Pengambil alihan Hotel Green Savana merupakan suatu kehormatan bagi manajemen Archipelago Internasional. Pengambilan alih ini juga dalam rangka memprakarsai dua proyek selanjutnya, yaitu membuka Aston Resort and Conference Center yang rencananya dibuka pada tahun ini – dan pembukaan The Alana Hotel, penginapan bintang empat yang berkonsep life style, tahun 2015.

14

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

Aplikasi Mobile Best Western Demi memudahan pelancong berkunjung ke sebuah negara, Best Western Internasional menciptakan sebuah aplikasi travel dan penginapan bernama Best Western to go! Melalui jaringan Android, Ipad, Iphone dan Blackberry, para pengguna aplikasi ini akan memperoleh kemudahan mencari informasi seputar kamar yang ada di jaringan seluruh Best Western dunia. Khusus Indonesia, tamu yang men-download aplikasi ini akan mendapatkan penawaran istimewa, berupa diskon 10 persen untuk makan di seluruh restoran Best Wertern yang ada di Indonesia. “Dengan mendownload aplikasi ini, kami berharap para tamu dapat lebih efisien dan mudah dalam memesan kamar di seluruh Best Western Indonesia,� terang Andrew Tampi, General Manager Internal Operations Best Western.


Tips

5 Fashion Item Saat di Pantai

Sekarang ini liburan bukan hanya sekedar gaya hidup melainkan sudah menjadi suatu kebutuhan. Berlibur tidak melulu harus menghabiskan banyak uang. Pantai misalnya, alternatif liburan yang satu ini memungkinkan Anda dalam menikmati keindahan alam bebas. Setidaknya, dengan menghirup udara segar bisa membuat Anda merasakan lebih banyak energi. Nah, agar liburan di pantai semakin menyenangkan, ada beberapa fashion item yang wajib Anda bawa. Apa saja?

Sunblock Jangan pernah pergi ke pantai sebelum mengoleskan sunblock ke seluruh tubuh Anda, terutama di daerah wajah. Paparan sinar matahari akan membuat kulit Anda kering karena kehilangan kelembaban. Pastikan sunblock digunakan 15 – 30 menit sebelum beraktivitas di bawah sengatan matahari. Saat berada di bawah sinar matahari yang terik, sebaiknya aplikasikan sunblock berulang-ulang dengan selang waktu sekitar 4 jam.

Kamera Kemana pun tujuan liburan Anda, jangan pernah melupakan benda yang satu ini. Seperti halnya sebuah kebutuhan, dengan kamera Anda dapat mengabadikan perjalanan selama liburan untuk dokumentasi pribadi atau dibagikan ke teman-teman.

Sunglasses Selain sebagai penunjang fashion, sunglasses juga berfungsi untuk melindungi mata dari terpaan sinar matahari. Sama seperti kulit, sinar ultraviolet juga dapat membahayakan lensa dan kornea mata. Pastikan kacamata yang Anda kenakan memiliki UVA atau UVB untuk menghindari dampak buruk sinar matahari.

Sandal Jepit Lupakan sejenak sepatu hak tinggi atau sneakers. Saat memutuskan untuk berlibur ke pantai Anda harus mulai memikirkan alas kaki yang nyaman. Sandal merupakan pilihan terbaik. Selain membuat kaki terasa nyaman, alas kaki ini juga akan mempermudah Anda dalam beraktivitas di atas pasir.

Topi Pantai Selain memakai kaca mata untuk menghalau sinar matahari yang menyilaukan, topi bisa jadi alternatif untuk melindungi wajah. Dengan tipikal bentuk yang melebar, topi pantai dapat menimbulkan kesan santai, juga berguna sebagai aksesoris untuk mempercantik penampilan. Agar semakin padan, pilihlah motif topi pantai senada dengan baju yang Anda kenakan. Teks: Marisa • Ilustrasi: Richard

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

15


Dine In • Bianco Sapori D’ Italia

16

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Bianco Sapori D’Italia

Seputih Cinta Senikmat Rasa

TEKS & FOTO: RISTIYONO

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

17


Dine In • Bianco Sapori D’ Italia

18

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


“Memasak itu harus dengan cinta, semangat dan hati yang senang sehingga menghasilkan rasa yang lezat”. – Gatot Susanto, Executive Chef –

B

agi para penikmat kuliner tentunya mengaminkan pernyataan chef tersebut. Karena jika memasak dengan hati yang tidak senang, sedikit banyak akan memengaruhi hasil masakannya meski dengan standard recipe yang sudah teruji. Inilah uniknya dunia masak memasak. Tidak hanya berbicara mengenai bahan, resep, tapi juga suasana hati sang juru masak ikut terlibat di dalamnya. Nah, berbicara tentang hasil masakan yang lezat apalagi masakan khas Italia, kita bisa meluncur ke Bianco Sapori D’Italia yang berlokasi di Atria Residences Paramount Serpong Tangerang. Suasana homey langsung terasa saat masuk restoran ini. Dinding putih dengan furniture berwarna kayu alami semakin menghangatkan suasana. Di sebagian dinding dihias lukisan suasana Venice, Italia. Sementara dalam deretan menu kita bisa cicipi antara lain Grilled Lobster Hollandaise Beetroot Mashed Potato & Spinach, Last Minute Salmon Lasagna, Tagliotelle alo secoglio, Linguini Ale Vongole Aglio Olio dan Papardelle Ai Fungi. Menurut Gatot Susanto, Executive Chef Atria Residences dan Atria Hotel & Conference, lebih dari 80% bahan makanan diimpor dari Italia terlebih keju dan tomato nya. Hal ini untuk menjaga agar rasa tetap otentik. Dari deretan ragam pasta beberapa di antaranya homemade. Dan sore itu lidah saya jatuh cinta pada kecapan pertama menu Last Minute Salmon Lasagna. Lasagna yang baru dibuat saat ada pesanan membuatnya tetap fresh dan lezat. Aroma mozzarella cheese berbaur dengan tomato paste serta daging salmon yang juicy benarbenar membangkitkan selera. Saat lapisan

lasagna tersebut saya potong, pada lapisan kedua terdapat spinach sebelum akhirnya pisau menyentuh daging salmon Norwegia yang lembut. Paduan yang sempurna dari rasa gurih, sedikit asam dan lelehan mozzarella cheese membuat suapan demi suapan tak bisa berhenti hingga semua yang ada di piring ludes tanpa sisa. Pantas saja menu ini menjadi best seller di Bianco Sapori D’Italia. Nah, menu berikutnya adalah Grilled Lobster Hollandaise Beetroot Mashed Potato & Spinach. Lobster segar menjadi tokoh utama dalam menu ini dengan pendamping Hollandaise sauce, spinach dan mashed potato. Sausnya memang juara, menyempurnakan rasa daging manis lobster yang putih lembut. Menariknya lagi, asupan karbohidrat dari mashed potato

yang berwarna pink. Unik! Warna pink ini didapat dari beetroot yang dicampur didalamnya. Hasilnya, rasa gurih dan creamy dengan sentuhan tipis rasa manis menjadi paduan sempurna mashed potato ini. Semua warna untuk makanan disini menggunakan bahan natural, seperti warna merah dari beetroot, warna hijau dari daun bayam hingga warna hitam dari tinta cumi. Dari pengalaman bersantap di restoran ini, rasanya sangat layak menempatkannya dalam daftar teratas restoran Italia favorit saya. Bon Appetit. Atria Residence Paramount Serpong CBD Gading Serpong Lot #5 Jl. Boulevard Gading Serpong Paramount Serpong, Tangerang 15810 T. 021 29215999 • F. 021 29216999

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

19


Dine In • Kahyangan Teppanyaki

Kahyangan Teppanyaki Restaurant

Kenikmatan di Awan Jakarta Tangan terampil Chef Ery bergerak lincah di atas meja teppan, beberapa kali membalik daging lobster yang kadang masih bergerak. Menyaksikannya langsung, kami pun menjadi tak sabar mencicipinya. Inilah awal dari ‘’kenikmatan di awan’’ Jakarta. TEKS & FOTO: RISTIYONO

D

isebut kenikmatan di awan karena pengalaman santap malam luar biasa itu terjadi di ketinggian, tepatnya di Kahyangan Teppanyaki Restaurant, Lantai 28 Wisma Nusantara Jakarta. Malam itu kami memesan sesuatu yang spesial: Premium Set Menu. Dalam daftarnya, Premium Set Menu mempunyai sembilan hidangan yang terdiri atas appetizer, main course, hingga dessert. Nah, dalam salah satu main course itu kami memilih lobster. Seorang pelayan membawa lobster yang masih hidup dan

20

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

ditunjukkan kepada kami. Rupanya inilah cara restoran ini agar pengunjung merasa yakin bahan yang dihidangkan benarbenar fresh. Sebagai menu pembuka adalah Zen Sai, yaitu dua jenis makanan pembuka. Saat itu kami mencicipi Chicken Babangi dan Springroll. Rasa dan aroma Chicken Babangi ini menggugah selera. Rasa asam manis dengan sentuhan gurih daging ayam terasa pas dalam sentuhan wijen. Menu berikutnya adalah Organic Mix Green Salad, yaitu campuran sayuran segar disiram Yuzu Soy. Nah, pemungkas dari menu pembuka adalah Creamy White Miso Soup yang terbuat dari cauliflower.


Anchovies Fried Rice

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

21


Dine In • Kahyangan Teppanyaki

Tekstur hati angsa yang lembut langsung meleleh dimulut terasa nikmat saat disantap dengan potongan buah pir yang sudah dipanggang dan tambahan red berry sauce serta teriyaki sauce.

Pan Fried Foie Gras With Balsamic Teriyaki Sauce.

22

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Deretan appetizer sudah kami lalui tanpa sedikit pun tersisa, sekarang giliran menu main course. Pertama yang dimasak Chef Ery adalah Pan Fried Foie Gras With Balsamic Teriyaki Sauce. Tekstur hati angsa yang lembut langsung meleleh dimulut terasa nikmat saat disantap dengan potongan buah pir yang sudah dipanggang dan tambahan red berry sauce serta teriyaki sauce. Hidangan berikutnya adalah Live Canadian Lobster With Sea Urchin Sauce. Bukan berarti kami makan lobster hidup, tapi benar-benar ditunjukkan masih hidup sesaat akan diolah. Karena lobster nya masih segar, maka tidak heran jika rasa dagingnya manis dan gurih. Apalagi saat disantap dengan Sea Urchin Sauce, juara rasanya. Belum cukup, menu main course berikutnya adalah Tenderloin Steak Wagyu M9+. Inilah daging sapi premium yang sayang untuk dilewatkan. Saya memilih tingkat kematangan medium rare dan steak ini benar-benar menjadi sajian yang tak terlupakan. Sebagai pemungkas menu main course adalah Anchovies Fried Rice atau biasa saya kenal nasi goreng teri dengan tingkat rasa pedas yang bisa kita request. Meski sudah sederet hidangan kami santap, nyatanya semangkuk nasi goreng ludes tak tersisa juga. Akhirnya, sebagai penutup dari rangkaian santap malam ini disajikan Lobster Miso Soup dan juga Banana Flambe sebagai menu dessert. Banana Flambe sendiri merupakan pisang yang dibakar lalu dibungkus selembar crepe kemudian disajikan dengan vanilla ice cream.

(atas) Interior lengkap dengan meja teppan dan kursi menghadap pemandangan kota Jakarta. (bawah) Tenderloin Steak Wagyu M9+

Yang menarik dan cukup menghibur adalah cara memasak pisangnya. Setelah dipanggang di atas teppan dan dibungkus crepe, di sekelilingnya dituangil, kemudian dibakar. Seketika itu juga api membubung. Sangat menghibur. Apalagi saat kami santap, menu dessert ini benar-benar nikmat dan membuat kami ingin nambah lagi. Malam itu kami benar-benar beruntung dapat merasakan sensasi kenikmatan di awan Kota Jakarta. Kahyangan, I will be back! Pullman Jakarta Indonesia Jl. M.H. Thamrin 59, Jakarta 10350 T. 021 3192 11 11

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

23


Dine In • Mango Tree Surawong

Thai Cuisine at Its Best TEKS: RISTIYONO • FOTO: DOK. MANGO TREE SURAWONG

Chicken Satay

24

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Grilled Lamb Chopped Thai Style

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

25


Dine In • Mango Tree Surawong

Restoran yang berpusat di Bangkok ini sudah lebih dari duapuluh tahun menyediakan menu khas Thai dan telah memiliki lebih dari 70 cabang yang tersebar di 16 negara

Interior yang nyaman dan terkesan hangat.

Perjalanan penuh cita rasa ini berawal dari undangan untuk mencicipi kelezatan makanan khas Thailand. Nama Mango Tree mestinya tidak asing bagi penggemar kuliner Negeri Gajah Putih ini. Karena restoran yang berpusat di Bangkok ini sudah lebih dari duapuluh tahun menyediakan menu khas Thai dan telah memiliki lebih dari 70 cabang yang tersebar di 16 negara diantaranya Bangkok, London, Tokyo, Dubai, Jakarta, Manila, Hongkong, dan segera menyusul USA dan Cina. Undangan ini spesial karena saya berkesempatan selama beberapa hari selain menikmati indahnya kota Bangkok, juga menikmati kelezatan makanan Thai hasil olahan langsung tangan terampil

26

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

Phitaya Phanphensophon, CEO Mango Tree, yang dikemas dalam acara makan malam di Mango Tree Surawong, Bangkok. Menurut Phitaya, Mango Tree yang berada di Surawong ini merupakan cikal bakal restorannya. Ya, menempati sebuah rumah tua bergaya tradisional Thailand dari jaman Raja Rama VI restoran ini mulai mengembangkan sayap. Nama Mango Tree diambil dari sebatang pohon mangga yang tumbuh di halaman rumah ini. Malam itu saat masuk restoran, saya mendapati suasana homey, hangat penuh keramahan.Seramah Phitaya, sang CEO yang murah senyum dan humble. Memandang sekeliling, restoran ini didekorasi dengan perabotan dari kayu dan bunga-bunga segar sehingga

menimbulkan suasana nyaman seperti di rumah sendiri. Mango Tree Surawong ini terbagi menjadi tiga area yaitu Kiew Sawoey Pavilion, Nam Dokmai Pavilion, dan area halaman. Setiap hari sambil menikmati makan malam, kita bisa melihat secara langsung musik dan tarian tradisional khas Thailand di halaman retoran ini. Nah, malam itu deretan menu spesial mulai dari appetizer, main course hingga dessert siap memanjakan indera pengecap saya. Sebagai menu pembuka Taengmo Pla Haeng, sepotong semangka ditaburi gula pasir dan ikan kering. Berikutnya adalah Gai Satay atau satai ayam dan Yum Tua Plu Koong. Sementara menu utama yang begitu menggugah selera adalah Lobster Lui Suan, lobster besar yang dibelah dengan bumbu khas seperti serai, kelapa muda, cabai dan asam. Daging lobster segar begitu manis terpadu nikmat dengan rasa manis, asam dan pedas mendarat di mulut sampai pada suapan terakhir. Beberapa menu lainnya seperti Kae Yang Jim Jaew, Gaeng Kew Wan Gai, Gaeng Pet Ped Yang dan sebagai penutup adalah Mango Rice, yaitu potongan buah mangga segar dimakan dengan nasi ketan. Segelas wine turut menyempurnakan pengalaman kuliner Thai terbaik bersama Phitaya Phanphensophon malam itu. Bon Appetit. Mango Tree Surawong 37 Soi Tantawan, Surawongse road, Suriyawongse, Bangrak,  Bangkok 10500, Thailand


(atas) Salah satu ruangan Mango Tree Surawong; (kiri bawah) Red Curry with Ringe Teal; (kanan bawah)Green Curry with Chicken.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

27


Check In • The Sentosa Resort & Spa

THE SENTOSA

Connect With Nature 28

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


B

agi orang Indonesia, Singapura sudah tidak asing lagi. Negeri Singa ini seakan menawarkan berjuta pesona yang sangat layak menjadi tujuan utama liburan. Ya, orang Indonesia sangat akrab dengan Singapura sebagai tujuan wisata belanja. Mungkin dalam bayangan kita yang belum pernah berkunjung ke sini, Singapura merupakan hutan pencakar langit. Penuh dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi, sebuah negara yang selalu sibuk dengan segala urusan bisnis. Hingga bisa jadi menimbulkan sebuah pertanyaan apakah seluruh wilayah negeri ini penuh dengan bangunan modern tanpa ada sedikitpun ruang hijau? Tidak! Ada satu tempat yang benar-benar berbeda, sebuah resor mewah yang berada di tengah-tengah hutan tropis. Sejuk dan segar diantara pepohonan rindang dengan gemericik air terjun menambah pesona alam yang tidak mungkin untuk dilewatkan. Dan itu ada

di Singapura! The Sentosa Resort & Spa bisa dikatakan menjadi penghubung antara pesona megapolitan dengan indahnya alam yang tumbuh alami. Bak oase yang dapat memberi ketenangan, kenyamanan, kesegaran dan relaksasi yang mendalam bagi setiap tamu yang bermalam. The Sentosa menawarkan pengalaman yang sangat berbeda saat kita berkunjung ke Singapura. Berbagai fasilitas mewah dapat kita nikmati disini. Kamar yang menawan dan nyaman, berbagai menu makanan yang tentu saja nikmat dan fasilitas spa di Spa Botanica menjadi pengalaman yang sangat mengesankan. Suasana makan pagi yang sangat berbeda dari resor lainnya dimana kita bisa menikmatinya diantara pepohonan rindang diiringi kicauan burung-burung yang terbang bebas. Bahkan disaat kita sarapan kita bisa melihat beberapa burung merak yang bebas berkeliaran diantara para tamu yang sedang menikmati indahnya suasana pagi. The Sentosa Resort & Spa benar-benar memberi pengalaman dan kenangan nyata saat kita bersentuhan dengan pesona hutan tropis alami. Amazing!

Bak oase yang dapat memberi ketenangan, kesegaran dan relaksasi yang mendalam bagi setiap tamu yang bermalam.

The Sentosa Resort & Spa 2 Bukit Manis Road, Sentosa Singapore 099891 P. +65 6275 0331 F. +65 6275 0288 www.thesentosa.com

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

29


Check In • GH Universal Hotel

GH UNIVERSAL

KENYAMANAN DALAM KEMEWAHAN 30

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Kenyamanan ala Eropa yang dikelilingi keindahan alam Bandung begitu terasa. Gaya arsitektur Renaissance Italia terlihat unik dan sangat berbeda dari hotel-hotel lain di Bandung

S

egudang tempat tujuan wisata langsung hinggap di benak kita saat nama Bandung disebut. Mulai dari wisata alam, kuliner hingga shopping di factory outlet. Hotel mewah pun bertaburan di mana-mana. Namun rasanya tidak lengkap jika belum menginap dan menikmati keunikan GH Universal Hotel. Ya, saat kita menginjakkan kaki di hotel ini, kenyamanan ala Eropa yang dikelilingi keindahan alam Bandung begitu terasa. Gaya arsitektur Renaissance Italia terlihat unik dan sangat berbeda dari hotel-hotel lain di Bandung, di mana garis dan lekuk bangunannya menjadi ciri khas GH Universal. Tiap detil dari bagian depan gedungnya diukir indah dan cermat dengan tangan. Bentuk klasik bangunan Eropa pada GH Universal Hotel ini semakin kuat dengan keberadaan enam kubah pada bagian atapnya. Salah satunya adalah Chapel of the Angels dengan pemandangan ke semua arah pengunungan dan kota yang menakjubkan. Nah, Chapel of The Angels yang berada di Roof Top ini merupakan tempat favorit. Selain sempurna untuk acara pemberkatan, juga menghadirkan sensasi romantis tak terlupakan untuk romantic dinner, sambil menikmati pemandangan kota Bandung dengan sudut pandang 360 derajat. Lengkap dengan pelayanan personal butler, personal waiter, music chamber, flower, champagne, dan red wine. Itu baru bagian luarnya, kemewahan a la kebangsawanan Eropa merasuk hingga ke dalam bangunan, mulai dari lobby hingga seluruh kamarnya. Bagi para petualang kuliner, jangan khawatir, Fat Dragon Chinese Restaurant memuaskan kita dengan cita rasa otentik Kanton seperti Dim Sum dan seafood segar. Juga Belle Vue 24 Hours French Italian Bistro yang berada di Roof Top di lantai 5 dengan pemandangan panoramik 360 derajat kota Bandung menyajikan berbagai sajian khas Perancis dan Italia dengan menu a la carte. Bisa dikatakan, Belle Vue ini merupakan bistro pertama di Kota Bandung yang membuka layanan hingga 24 jam. Cita rasa kuliner khas Prancis dan Italia siap memuaskan lidah kita. Diantaranya Poulet au Champagne, Jack Daniel Ribs dan Escargots vol au vent. Menariknya lagi, bistro ini memiliki minuman istimewa yaitu 30 macam Beer Montessori Belgia yang berasal dari Biara Belgia. GH Universal Hotel • Jl. Setiabudhi 376, Bandung P. +62 22 – 201 0388 • F. +62 22 – 201 4525 • www.ghuniversal.com

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

31


Check In • Pita Maha Resort & Spa

Pita Maha A Tjampuhan Resort & Spa

Surga di Jantung Ubud 32

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

P

esona Bali memang tidak ada matinya. Pulau yang juga dijuluki sebagai Pulau Dewata ini menyimpan berjuta keindahan. Baik seni, budaya hingga alamnya bak memiliki daya magis mampu menarik setiap insan untuk datang bertandang tidak cukup hanya sekali. Salah satu yang menarik dan layak untuk dimasukkan


Ya, sebuah resor mewah terdiri dari 24 villa yang didesain seperti layaknya perkampungan tradisional Bali siap memanjakan setiap tamu.

dalam daftar liburan kita adalah daerah Ubud. Daerah yang terkenal dengan seni, budaya dan alam pegunungannya yang hijau membuat setiap orang yang datang berkunjung akan kembali dengan perasaan yang segar. Ada satu tempat yang sangat menarik dan cocok bagi para pencari ketenangan dan kenyamanan apalagi bagi yang ingin honeymoon. Di lembah

Tjampuhan, tepatnya di Pita Maha Resort & Spa, bak surga ditengah jantung Ubud. Ya, sebuah resor mewah terdiri dari 24 villa yang didesain seperti layaknya perkampungan tradisional Bali siap memanjakan setiap tamu. Seperti waktu itu, senyum ramah gadis Bali datang menghampiri membawakan handuk dingin dan minuman segar begitu kita sampai di lobby. Tepat di area lobby dan restoran, pandangan kita langsung disambut oleh terasiring hijaunya persawahan yang tumbuh subur dan hutan tropis yang tumbuh dari lembah hingga lautan. Sungguh suatu pemandangan yang sangat indah! Menuju ke villa dari lobby menjadi perjalanan kecil yang sangat menyenangkan. Terasa begitu menyatu dengan alam. Udara yang segar serta hijaunya dedaunan menemani sepanjang jalan. Di depan mata tampak villa yang begitu asri dengan arsitektur rumah tradisional Bali lengkap dengan kolam pribadi serta taman di halamannya. Sebuah villa yang benar-benar nyaman! Ada tiga tipe villa di resor ini yaitu Garden Villa,

Pool Garden Villa dan Pool Duplex Villa. Puas menikmati kamar yang luas dengan segala fasilitasnya, saatnya jalan-jalan menghirup udara yang segar di lembah Tjampuhan ini. Nah, jika ingin mengeksplor pesona Ubud, tidak jauh dari resor ini kita bisa jumpai Istana Ubud, Monkey Forrest, Pasar Seni dan Galeri maupun museum seni. Namun sepertinya sore itu setelah jalan-jalan berkeliling resor akan lebih enak menikmati paket spa harmoni di Private Villa Spa. Wah, pijatan tradisional Bali terasa begitu nyaman di seluruh badan. Apalagi setelah treatment menyeruput herbal ginger tea badan terasa bugar. Dan malamnya, menikmati makan malam spesial di Terrace Restaurant dengan menumenu spesial dari sang executive chef. Malam itu ditutup dalam kesunyian villa berselimutkan sinar rembulan. Pita Maha Resort & Spa Jl. Sanggingan PO Box 198 Ubud 80571 Bali P. +62 361 974330 • F. +62 361 974329 www.pitamaha-bali.com

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

33


Taste & Place • Borobudur

34

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


WONDERFUL BOROBUDUR Teks: Ina Hapsari • Foto: Ronni Pamungkas

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

35


Taste & Place • Borobudur

Borobudur di Magelang, Jawa Tengah didaulat sebagai kompleks candi Buddha terbesar di dunia dari abad ke sembilan. Tercatat dalam daftar warisan budaya UNESCO sejak 1991, pesonanya mengangkat pariwisata kawasan. Namun Borobudur bukan sekedar candi, tawaran kuliner areanya pun tak kalah menggoda

36

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

J

arum jam di tangan saya bahkan belum genap menunjuk angka lima, suasana pun masih gelap, tapi aktivitas di pasar Borobudur yang saya lalui dalam perjalanan berburu matahari terbit di candi sudah ramai. Tak hanya di pasar, setelah melalui Hotel Manohara dan tiba di puncak candi, puluhan wisatawan dari berbagai bangsa pun telah siap mengabadikan momen matahari terbit candi Borobudur


Bubur sayur merupakan bubur gurih yang disajikan dengan sayur dan aneka pilihan lauk. Sayurnya pun tersedia dalam beberapa pilihan, pagi itu ada sayur daun kacang dan rebung.

yang tersohor dengan kamera mereka. Mereka rela meninggalkan tidur yang belum seharusnya berakhir, bergegas menuju candi menjajal peruntungan menjadi yang pertama menyaksikan sang surya menyembul dari puncak candi peninggalan dinasti Sailendra tersebut. Tidak ada jaminan Anda bisa mendapatkan momen istimewa tersebut. Pagi itu pun saya tidak cukup beruntung mendapatkan bulatan oranye sempurna di ufuk timurnya. Namun semburat jingga yang perlahan mengiringi hilangnya lapisan kabut yang menutupi pemandangan perbukitan Menoreh di sekeliling cukup membuat napas saya tercekat. Semuanya tersaji di antara deretan stupa batu kreasi agung dari masa silam. Saat pagi bergulir, puncak Merapi terlihat jelas di arah barat lautnya.

MENIKMATI BUBUR SAYUR

Jangan harap Anda bisa kebagian jika datang lewat dari pukul 08:00, sering kali bahkan sudah ludes sebelum itu.

Puas menyaksikan suguhan alam, saya bergegas meninggalkan puncak candi seiring mulai masuknya wisatawan umum karena loket candi mulai dibuka sejak pukul 06:00. Kembali ke kawasan pasar, saya menuju Warung Pojok Bu Tukiyem yang terletak di samping kantor polisi untuk sarapan. Warung sederhana ini rutin beroperasi sejak 1980 mulai pukul 05:30-14:00. Sekitar 30 baskom yang menyajikan aneka masakan menyambut kedatangan saya. Sajian andalannya adalah bubur sayur.

Bubur sayur merupakan bubur gurih yang disajikan dengan sayur dan aneka pilihan lauk. Sayurnya pun tersedia dalam beberapa pilihan, pagi itu ada sayur daun kacang dan rebung. Mbak Kar, puteri Bu Tukiyem akan memberikan rekomendasi menu untuk para tamunya, misalnya krecek dan sambal goreng ati ampela untuk yang suka pedas. Atau sate ayam, telur kecap, tempe dan tahu bacem untuk sentuhan manis. Resep terbaik, campur aneka lauk sesuai selera Anda.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

37


Taste & Place • Borobudur

Sensasi Pedas MANGUT BEONG

Kuliner lokal wajib coba yang lain adalah Mangut Beong. Sungai Progo yang mengaliri kawasan ini dan kerap dimanfaatkan wisatawan untuk aktivitas arung jeram merupakan habitat ikan beong, bahan dasar menu ini. Hidup liar dan belum bisa dibudidayakan hingga kini, beong yang bentuknya merupakan paduan

38

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

antara lele dan patin ini disuplai oleh para pengepul untuk rumah makan yang menyajikan menu khas tersebut. Salah satu yang populer adalah Rumah Makan Sehati Selera Pedas di dusun Salaman, sekitar tiga kilometer dari candi. Setiap harinya rumah makan sederhana ini mengolah 70-100 kilogram ikan beong yang akan ludes selepas jam makan siang. Foto beberapa pesohor terpampang di dinding rumah makan ini. Salah satunya Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berkomentar, “ Mangut ndas beong rasanya “nendang”, cocok jadi kuliner unggulan Borobudur”. Penasaran, saya pun langsung memesan. Sepiring nasi disajikan bersama trancam, sejenis urap dengan campuran daun pepaya, tauge kecil, buncis, daun jeruk, dan kelapa parut. Mangut beong disajikan pada piring terpisah, bisa pilih bagian kepala yang jadi

favorit, badan, atau ekornya. Beong goreng tersebut disajikan dalam bumbu kuah dengan irisan cabai rawit dan petai. Tekstur dagingnya terasa lebih berisi dibandingkan dengan lele atau patin. Trancam mentah menjadi peneman pas untuk menikmatinya. Irisan cabai rawit di kuahnya sukses membuat penikmatnya kotos-kotos alias berkeringat, tapi tak bisa berhenti hingga suapan terakhir.

Melepas Senja STUPA LOUNGE Pemandangan candi yang tampil keemasan tertimpa sinar matahari sore pas dinikmati sambil menyeruput secangkir teh. Stupa Lounge di Plataran Borobudur Resort & Spa merupakan tempat terbaik untuk melakukannya. Properti jaringan Plataran Hotels & Resorts ini menyajikan pemandangan candi sejajar mata dengan jarak hanya


Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

39


Taste & Place • Borobudur

satu kilometer garis lurus. Pemandangan ini tampil makin maksimal lewat teleskop yang tersedia di lounge. Bahkan wisatawan yang sedang mengelilingi puncak candi pun terlihat jelas. Saya memesan secangkir Sultan Tea yang diracik dari campuran secang, sereh, jahe, kayu manis, cengkeh, dan kapulaga, disajikan bersama gula batu dan irisan jeruk nipis. Teh kaya rempah yang hadir dalam warna jambon ini berubah menjadi kuning kecoklatan begitu tetasan perasan jeruk nipis tercampur di dalamnya. Pisang Bakar Onte-Onte, pisang bakar dengan lelehan karamel, unti, serta irisan kacang almon di atasnya penjadi peneman sempurna.

Iringan keroncong yang terdengar sayup membuat waktu terasa berlalu cepat di tempat ini.

SEPIRING NASI MAGELANGAN Minim hiruk pikuk kehidupan malam, bukan berarti Borobudur tanpa aktivitas di malam hari. Kediaman Pak Parno di kompleks perumahan Kapling Janan yang menyajikan menu andalan Nasi Magelangan tak pernah sepi tamu. Beroperasi memanfaatkan teras rumah sejak 1989, pasangan suami istri ini kompak berkolaborasi

Nasi Magelangan, nasi goreng campur mi yang disajikan dengan irisan tebal daging ayam kampung tetap jadi yang terenak. Tak heran jika tamu-tamu asing dari Amanjiwo Resort kerap dibawa ke tempat ini untuk pengalaman kuliner lokal.

menyajikan hidangan untuk para tamunya mulai pukul 17:00. Bu Parno sibuk mengolah aneka pesanan di atas satu-satunya tungku api yang ada, sementara Pak Parno yang pensiunan Dinas Purbakala membuatkan aneka minuman. Ini kali ketiga saya mampir ke tempat ini sejak pertama di 2003 dan tidak ada yang berubah dari rasa sajiannya. Jus jeruknya masih segar, sementara Nasi Magelangan, nasi goreng campur mi yang disajikan dengan irisan tebal daging ayam kampung tetap jadi yang terenak. Tak heran jika tamu-tamu asing dari Amanjiwo Resort kerap dibawa ke tempat ini untuk pengalaman kuliner lokal. Selain Nasi Magelangan, tersedia pula Mi Godog, Mi Goreng, dan Nasi Godog.

40

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Tips

Cara Praktis Membersihkan Kerak pada Oven

Memilih Ikan Segar Ikan segar memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh, seperti protein, lemak, mineral, hingga vitamin A dan D. Kandungan omega 3 yang tinggi juga membuat makanan laut ini bagus dikonsumsi oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan. Oleh sebab itu, penting sekali mengenali kesegaran ikan. Karena jika daging sudah mulai membusuk akan mengandung banyak bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

Kenali lewat aromanya Jangan enggan mencium bau ketika Anda hendak memilih ikan. Pastikan ikan tidak memiliki bau amis yang menyengat. Jika tercium bau yang menusuk, bisa jadi ikan tersebut sudah tidak lagi segar. Bau amis yang muncul disebabkan adanya bakteri ataupun terkontaminasi bau lain. Ikan yang cenderung berbau air laut berarti kesegarannya masih terjaga.

Perhatikan tekstur & warna daging ikan Pilihlah warna daging ikan yang masih cerah. Hindari membeli ikan yang terlihat pucat. Hal tersebut menunjukkan bahwa ikan sudah tak lagi segar. Perhatikan juga teksturnya, lakukan sedikit penekanan pada bagian badan ikan. Daging ikan yang baik cenderung memiliki tekstur yang kencang dan bila ditekan akan kembali ke bentuk semula.

Anda tidak dapat menghindari tetesan makanan atau daging seusai menggunakan oven. Tumpukan noda yang ada di dalam oven bisa membuatnya jadi cepat berkarat. Bahkan bekas yang ditinggalkan tak jarang menimbulkan kerak pada oven. Jika sudah begini, Anda tentu membutuhkkan solusi dalam membersihkan oven seperti sedia kala. Berikut adalah beberapa tips efektif untuk membersihkan oven Anda: Tips pertama adalah dengan baking soda. Bahan makanan ini ternyata mampu menjadi pembersih yang efektif. Caranya campurkan baking soda dengan sedikit air kemudian aduk hingga berbentuk pasta. Lapisi ke seluruh bagian oven lalu diamkan semalaman. Setelah itu, yang Anda butuhkan hanya spons basah dan keringkan. Noda membandel juga bisa diatasi dengan campuran baking soda dan cuka. Mula-mula basahi bagian oven dan oleskan baking soda. Diamkan selama 3 jam lalu semprotkan cuka ke bagian yang diolesi baking soda. Diamkan lagi beberapa saat. Untuk membersihkannya, cukup membasuhnya dengan spons basah. Ramuan ampuh selanjutnya adalah garam dan perasan air jeruk lemon. Untuk melakukannya, cukup campurkan garam, perasan air jeruk lemon, dan air ke dalam botol kemudian semprotkan ke seluruh bagian oven. Panaskan oven dengan suhu yang rendah kemudian gosok dengan kain bersih. Perasan air jeruk lemon akan memberikan aroma wangi pada oven Anda.

Bagian sisik & insang yang masih utuh Sisik yang masih menempel menandakan ikan tersebut masih dalam kondisi yang segar. Selain itu, sisik ikan juga harus dalam keadaan utuh dan warnanya mengkilap. Ikan segar juga dapat dikenali dengan melihat warna insang. Jika berwarna merah tua dan terang maka dapat dipastikan ikan tersebut masih terjaga kesegarannya.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

41


Traditional Taste

Taste of Indonesia TEKS & FOTO: RISTIYONO

PALLUMARA Pallumara merupakan makanan khas dari Bugis dan Makassar. Bahkan, kehadiran Pallumara hampir setiap saat ada di tengahtengah masyarakat Bugis dan Makassar. Ini menjadi makanan keseharian sebagai pendamping nasi. Rasa yang khas dari makasakan berkuah ini begitu segar, karena ada sedikit rasa asam yang timbul dari salah satu bumbunya, asam Jawa.

42

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


TINUTUAN Merupakan makanan khas dari Sulawesi Utara berupa bubur. Oleh masyarakat setempat biasanya Tinutuan dihidangkan sebagai menu sarapan. Begitu terkenalnya makanan ini, sampai dijadikan motto kota Manado, Sulawesi Utara. Saat masih hangat, bubur ini terasa nikmat. Bisa disajikan dengan pelengkap seperti ikan asin, perkedel nike, sambal roa, cakalang fufu dan perkedel jagung.

LUMPIA GORENG Ciri khas dari penganan satu ini adalah dalamnya berisi rebung. Tentu bukan hanya rebung saja, tapi juga ditambah dengan udang dan ayam cincang, tauge serta daun bawang. Makanan khas kota Semarang, Jawa Tengah memiliki rasa yang dominan gurih dengan sedikit rasa manis. Berbentuk gulungan memanjang dimana disajikan dengan dua cara yaitu digoreng maupun dikukus. Lunpia ini terasa nikmat jika dimakan bersama acar dan saus khasnya yang berwarna coklat kental.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

43


Traditional Taste

KUE NAGASARI Kue nagasari merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang cukup banyak peminatnya. Kue yang dibalut daun pisang dan berisikan pisang ini memiliki cita rasa manis dan gurih. Nagasari sering muncul di berbagai acara hajatan, seperti acara pernikahan, khitanan hingga lamaran.

KELEPON Bentuk bulat berwarna hijau dengan taburan parutan kelapa yang mengelilinginya menjadi cirri khas kue satu ini. Saat dikunyah akan kita dapati lelehan gula jawa cari keluar dari dalamnya. Banyak kita jumpai di pasar-pasar tradisional khususnya di daerah Jawa Tengah. Kelepon terbuat dari tepung ketan, dan di dalamnya di isi dengan gula jawa, serta ditaburi dengan kelapa parut yang sudah digarami. Warna hijau kue ini berasal dari daun suji.

44

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


KUE BUGIS Kue yang satu ini memang menarik dan menggugah selera. Warnanya yang hijau dan isi untinya yang manis membuat kue ini terasa nikmat. Cocok untuk teman minum teh saat pagi atau sore hari. Rasanya yang legit dan lengket sedikit saat di makan dan cukup kenyal membuat lidah kita bergoyang untuk menikmatinya isi untinya bisa berwarna coklat gula merah bercampur kelapa atau putih kelapa bercampur manisnya gula pasir begitu lezat. Warna hijau kue ini biasanya berasal dari daun pandan atau daun suji.

TAHU BRONTAK Nama makanan yang cukup unik, dikenal juga dengan nama lain, tahu isi. Jenis makanan ringan yang berbahan dasar tahu ini menjadi salah satu cemilan favorit masyarakat Indonesia. Beberapa daerah yang terkenal dengan makanan ini diantaranya Malang, Probolinggo, Cilacap dan Purwokerto. Isi utama dari tahu ini adalah taoge, daun bawang dan seledri. Namun ada juga yang menambahkan dengan udang cincang, daging sapi cincang, kol maupun wortel. Rasa asin dan gurih mendominasi sehingga cocok dinikmati saat masih hangat. Selain sebagai cemilan ringan, kadangkala tahu ini dijadikan sebagai lauk pendamping nasi.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

45


Traditional Taste

KOLAK PISANG Kolak atau kolek merupakan penyegar ringan berupa rebusan buah pisang yang diberi cairan manis dan gurih yang terbuat dari gula jawa dan santan dan diberi daun pandan wangi sebagai pewangi. Sebagai tambahan dapat pula diberi kolang-kaling. Kolak sangat populer dan dikenal di seluruh penjuru Indonesia dan pembuatannya mudah. Konsumsi kolak biasanya meningkat pada bulan Ramadan karena kolak populer sebagai makanan pembuka puasa.

KUE LUMPUR Kue lumpur termasuk jajanan pasar tradisional. Lembutnya tekstur kue dengan aroma vanili serta rasa manis merupakan kelebihan utama kue ini. Konon, nama kue ini berasal dari teksturnya yang sangat lembut dan halus seperti lumpur. Kue ini terasa cocok dinikmati untuk sarapan, dessert ataupun sebagai tajil saat berbuka puasa.

46

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Tips

Pilihan Gelas untuk Meneguk Wine

Meneguk segelas wine dinilai dapat menaikkan tingkat prestise seseorang. Namun perlu Anda ketahui, sisi keindahan juga menjadi faktor yang harus diperhatikan ketika kita menyeruput wine, khususnya dalam pemilihan gelas

Denby Linen Red Wine Glasses

Pinot Nebbiolo Wine Glass

ak banyak yang tahu, gelas untuk red wine ternyata berbeda dengan gelas untuk white wine, begitu pula dengan sparkling wine atau champagne. Red wine biasanya dituang ke dalam gelas yang berukuran lebih besar dan lebar dengan diameter bibir gelas yang lebih kecil dibanding dengan bowl. Hal ini memungkinkan untuk memberi ruang untuk wine bernafas dengan cara memutar-mutarnya. Pemutaran gelas ini berfungsi untuk mengeluarkan aroma wine yang asli sehingga rasanya akan semakin nikmat. Berbanding terbalik dengan red wine, white wine disarankan menggunakan gelas yang lebih langsing. Bentuk gelas yang ramping tersebut tidak menangkap udara karena berbeda dengan red wine, white wine tidak membutuhkan oksidasi yang banyak karena justru akan membuat wine kehilangan rasa. Sementara untuk pemilihan gelas sparkling wine atau champagne, pilihlah gelas yang berbentuk flute untuk menjaga soda yang naik perlahan ke permukaan wine pada saat proses karbonasi. MARISA ARYANI

St Lzle Ultra White Wine Glasses

Orrefors Difference Crisp Wine Glass Gusto

Polycarbonate Champagne Glass

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

47


Travel • Tokyo

Di Atas Ketinggian

TOKYO

Pemandangan Kota Tokyo malam hari dari Sky Deck Tokyo

48

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Menikmati Kota Tokyo dari atas tersedia berbagai pilihan, dari puncak gedung-gedung atau dari menara Tokyo Tower, tapi bulan Mei ini dibuka Tokyo Sky Tree setinggi 634 meter. TEKS & FOTO: MAKFHUDZ SAPPEE

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

49


Travel • Tokyo

Pemandangan dari Tokyo Metropolitan Government

U

dara yang dingin menyambut kami begitu keluar dari stasiun kereta Shinjuku sore itu, tujuan kami menikmati kota Tokyo dari atas puncak gedung, salah satunya dari puncak gedung Tokyo Metropolitan Government (TMG) di daerah Shinjuku. Dengan berjalan kaki melewati gedung-gedung perkantoran kawasan Sinjuku yang lengang karena

50

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

hari Minggu, sekitar lima belas menit kami sampai di tempat Yoichi Masuzoe, Gubernur Tokyo ini berkantor. Dari puncak gedung pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Tokyo dari ketinggian 202 meter dari tanah. Gedung ini terbuka setiap hari untuk umum dari jam 9.30 – 23.00, tujuh hari dalam satu minggu, pengunjungpun tidak perlu membeli tiket masuk. Dengan ramah petugas mengatur para pengunjung untuk antri memasuki

lift yang akan mengantar ke lantai 38, dari sini pandangan terbuka ke segala arah, saat cuaca cerah bisa melihat Gunung Fuji dari sini. Terlihat jelas Tokyo Tower dengan cat orange dan putih, tidak jauh di bawah terlihat taman Shinjuku Gyoen National Garden. Di lantai 38 ini selain sebagai deck observasi untuk menikmati kota Tokyo yang luasnya 2.188 km persegi Anda juga bisa ngopi di restoran Italy yang ada di lantai ini.


Sky Deck Tokyo di puncak Mori Tower Dari Shinjuku kami ke Sky Deck Tokyo di daerah Rappongi Hill. Transportasi paling gampang dari satu tempat ke tempat lain di Tokyo ini adalah subway. Dengan Marunouchi line ambil arah stasiun Kasumikasegi dan ganti kereta dengan Hibiya line, hanya butuh sekitar 20 menit untuk sampai ke daerah Rappongi. Sky Deck Tokyo berada di puncak gedung Mori Tower di komplex Rappongi Hill bagian Utara kota Tokyo. Begitu keluar dari stasiun kami sudah tiba di pelataran Mori Tower dan disambut patung tarantula raksasa. Pintu masuk ke Sky Deck berada di samping gedung, berupa bangunan silinder dengan dinding kaca yang menuju ke loket tiket. Tiket ke observatorium floor seharga 1500 Yen dan kalau mau naik ke atas Sky Deck di puncak gedung harus membeli tiket lagi seharga 300 Yen. Untuk sampai ke Sky Deck Tokyo, semua tas harus dimasukan ke dalam loker sebelum masuk ke dalam lift naik ke puncak gedung. Dari obervatorium floor di lantai 52 kota Tokyo terlihat jelas. Dari sini kami bisa melihat Tokyo Tower yang bentuknya mirip menara Eifel berwarna orange

dan putih terlihat kontras di antara gedung-gedung yang berwarna abuabu. Kami juga bisa melihat Tokyo Sky Tree menjulang jauh lebih tinggi dari gedung-gedung sekitarnya. Sementara nun jauh sana terlihat Rainbow Bridge sepanjang 570 meter yang menjadi landmark Tokyo Bay. Di lantai ini selain tempat untuk menikmati pemandangan kota Tokyo dari atas, juga terdapat bioskop dan Museum Mori. Juga ada dua balkon yang disiapkan bagi pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang kota Tokyo.

Dua menara di Tokyo Sejak mulai dioperasikan tahun 1958, Tokyo Tower setinggi 330 meter yang mirip dan lebih tinggi dari menara Eifel (320 meter) telah menjadi landmark kota Tokyo dan menjadi menara konstruksi baja tertinggi di dunia. Menara ini menjadi tempat berbagai antena perusahaan TV dan radio. Tokyo Tower terdiri dari dua deck observasi, deck utama setinggi 150 meter, dari sini bisa melihat seluruh kota Tokyo dan sekitarnya. Deck kedua, observasi khusus setinggi 250 meter. Tokyo Tower terbuka untuk umum, dari jam 09.00 sampai 22.00, tiket ke deck utama seharga 820 Yen untuk dewasa

Sejak mulai dioperasikan tahun 1958, Tokyo Tower setinggi 330 meter yang mirip dan lebih tinggi dari menara Eifel (320 meter) telah menjadi landmark kota Tokyo dan menjadi menara konstruksi baja tertinggi di dunia

Gedung Mori Tower di komplek Rappongi Hill

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

51


Travel • Tokyo

menikmati pemandangan kota dari dalam gedung Mori Tower 52Orang-orang Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Tokyo ternyata belum puas dengan punya Tokyo Tower saja. Sejak Juli 2008 Tokyo Sky Tree dibangun dengan tinggi 634 meter dan menjadi menara tunggal tertinggi di dunia

dan untuk anak-anak 460 Yen. Kalau mau sampai ke deck setinggi 250 meter Anda harus membeli tiket lagi seharga 600 Yen dan 400 Yen untuk anak anak. Tokyo ternyata belum puas dengan punya Tokyo Tower saja. Sejak Juli 2008 Tokyo Sky Tree dibangun dengan tinggi 634 meter dan menjadi menara tunggal tertinggi di dunia, dan bangunan tertinggi kedua setelahnya adalah menara Burj Khalifah di Dubai. Lokasi tower berada di distrik Asakusa, Tokyo bagian Timur. Diperkirakan pada tahun pertama akan

dikunjungi 5,4 juta pengunjung hanya untuk menara dan 25 juta pengunjung untuk semua fasilitas yang ada dalam Tokyo Sky Town. Tokyo Sky Tree terdiri dari dua deck, pertama Tembo Deck setinggi 350 meter dengan tiket seharga 2.000 Yen dan untuk lanjut naik deck kedua, Tembo Galleria setinggi 450 meter harus membeli tiket lagi di Tembo Deck dengan harga 1.000 Yen. Dibuka untuk umum mulai 22 Mei 2012, dengan pembelian tiket secara reservasi/ online. Penjualan tiket on the spot akan

dilakukan mulai 11 Juli 2012. Tokyo Sky Tree ini yang konon menghabiskan biaya 65 milyar Yen (Rp 7,3 Trilyun) selain untuk wisatawan juga digunakan tempat antena siaran digital. Jika Anda berlibur ke Tokyo dan ingin menikmati kota Tokyo dari atas, bisa dari gedung-gedung tinggi dan spot yang paling baru adalah Tokyo Sky Tree. Tapi kalau itupun bagi Anda belum cukup tinggi, ada paket menikmati kota Tokyo dengan helikopter. Silahkan Anda mau menikmati kota Tokyo dari ketinggian berapa? Yokoso Japan.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

53


Travel • Dieng

54

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


DIENG Misteri di Atap Langit Jawa Kawasan seluas 900.000-an hektar ini bagai supermarket wisata di dataran tinggi. Ada kawah-kawah yang masih aktif, telaga hingga candi-candi --meski masih jadi misteri, kenapa pada peralihan mileniumpertama candi-candi ini ditinggalkan. TEKS: GENER A. WAKULU • FOTO: MAKFHUDZ SAPPEE

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

55


Travel • Dieng

SUPERMARKET DI ATAP PULAU Sebelumnya, perlu diinformasikan bahwa Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Di sebelah barat kawasan kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Begitu kita memasuki kawasan ini, ada sambutan selamat datang di Dieng, berupa monument tembok, yang sekaligus menjelaskan bahwa saat itu kita berada di sebuah desa dengan ketinggian 2.093 meter dari permukaan laut! Mungkin ini desa (modern) tertinggi di Pulau Jawa. Dahulunya, kawasan ini adalah gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Sebuah kaldera vulkanik purba yang tidak lagi meletup. Bisa dikatakan mati. Nah, dataran di tengahnya itulah kawah yang telah mati, dikelilingi bukit-bukit yang membentuk sabuk mengelilinginya. Di tengah dataran itulah Kerajaan Kalingga – kerajaan yang muncul di Jawa Tengah pada abad ke-6 Masehi-- membangun candi-candi. Tentu, dengan ketinggian sedemikian itu, temperatur udara

di Dieng terbilang cukup dingin, berkisar antara 15-20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau, antara bulan Juli dan Agustus, suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut ‘bun upas’ alias ‘embun racun’ lantaran menyebabkan kerusakan pada tanaman di ladang mereka. Di kawasan seluas 900.000an hektar ini sebenarnya kita bisa menikmati petualangan wisata yang cukup komplet; mulai dari wisata alam, agro, hingga sejarah. Bisa dibilang, ini ‘supermarket’ kecil untuk sebuah destinasi wisata. Sebagai tambahan, kurang diketahui orang banyak bahwa di dekat kompleks Candi Arjuna, Dieng, terdapat bangunan yang diberi nama Pendopo Soeharto Whitlam. Di situ, pada 7 September 1974 Presiden RI Soeharto dan Perdana Menteri Australia Gough Whitlam bertemu. Bocoran media Australia, inti pertemuan adalah Australia mendukung integrasi Timor Timur (kini Timor Leste) ke Indonesia. Tahun berikutnya, 7 Desember 1975, pasukan ABRI mendarat di Timor Timur.

Dahulunya, kawasan ini adalah gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Sebuah kaldera vulkanik purba yang tidak lagi meletup. Bisa dikatakan mati.

56

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


KEKAYAAN ALAM Sebagai kaldera dengan puncakpuncak gunung di sekelilingnya, salah satu ciri Dieng adalah kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Jadi memang ada bahaya gas beracun, dan mungkin terjadi gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor dan banjir. Di kawasan ini tercatat beberapa kawah aktif seperti Candradimuka, Sibanteng, Siglagah, Sikendang (berpotensi gas beracun), Sikidang,

Sileri, Sinila (berpotensi gas beracun) dan Timbang (berpotensi gas beracun). Dari semuanya, kawah sinila punya catatan yang menggegerkan ketika meletus pada pagi hari 20 Februari 1979. Gempa yang ditimbulkan membuat warga berlarian ke luar rumah, namun mereka terperangkap gas racun yang keluar dari Kawah Timbang akibat terpicu letusan Sinila. Tercatat 149 orang warga tewas akibat keracunan gas. Sedangkan di sisi-sisi kaldera raksasa itu terdapat puncak-puncak

gunung seperti Gunung Prahu (2.565 m), Gunung Pakuwaja (2.395 m) dan Gunung Sikunir (2.263 m). Kawasan Dieng juga punya berbagai telaga seperti Telaga Warna, Telaga Cebong, Telaga Merdada, Telaga Pengilon, Telaga Dringo dan Telaga Nila. Yang paling terkenal adalah Telaga Warna yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung. Nah, berdampingan dengan Telaga Warna adalah Telaga Pengilon. Uniknya, warna air di Telaga ini bening seperti tidak tercampur

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

57


Travel • Dieng

58

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


belerang. Selain itu, yang membatasi antara Telaga Warna dengan Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa kecil. Selain itu, di kawasan kedua telaga ini terdapat gua-gua yang kerap digunakan untuk aktivitas oleh spiritual aseperti Gua Semar, Gua Jaran dan Gua Sumur. Selain itu, Dieng banyak memiliki sumber-sumber energi hidrotermal seperti yang terdapat di tiga lapangan hidrotermal utama, yaitu Pakuwaja, Sileri dan Sikidang. Di ketiganya terdapat fumarola (kawah uap) aktif, kolam lumpur, dan lapangan uap. Mata air panas ditemukan, misalnya, di Bitingan, Siglagah, Pulosari, dan Jojogan, dengan suhu rata-rata mulai dari 25°C (Jojogan) sampai 58°C (Siglagah). Kini, di Dieng juga terdapat Dieng Volcanic Theater untuk melihat film tentang kegunungapian di Dieng. Yang jelas, untuk trekking backpacker, kawasan ini sangat menyenangkan.

GUDANG SAYUR DATARAN TINGGI

Kawasan Dieng merupakan penghasil sayuran dataran tinggi untuk wilayah Jawa Tengah. Kentang adalah komoditas utamanya, dengan ukuran besar-besar. Uniknya, selain kentang dengan warna kekuningan, ada pula kentang berwarna merah dan ungu. Selain itu, wortel, kubis, dan berbagai bawang-bawangan dihasilkan dari kawasan ini. Selain sayuran, Dieng juga merupakan sentra penghasil pepaya gunung (carica) dan jamur.

SEJARAH KALINGGA YANG TERSISA Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata Bahasa Kawi: “di” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” yang bermakna Dewa. Artinya, tempat bersemayam para dewa. Di kawasan ini terletak beberapa candi-candi Hindu yang mulai dibangun pada ke-7. Diduga,

inilah kumpulan candi tertua di Jawa. candi di komples ini menghadap Para ahli memperkirakan kumpulan ke barat, kecuali Candi Semar yang candi ini dibangun atas perintah rajamenghadap ke Candi Arjuna. Kelompok raja Wangsa Sanjaya. Di sini juga candi ini dapat dikatakan yang paling ditemukan sebuah prasasti berangka utuh dibandingkan kelompok candi tahun 808 Masehi --prasasti tertua lainnya di kawasan Dieng. bertuliskan huruf Jawa kuno yang masih Sedangkan kelompok Gatutkaca ada hingga kini. terdiri atas Candi Gatutkaca, Candi Analisis para ahli, pembangunan Setyaki, Candi Nakula, Candi Sadewa, Candi Dieng diperkirakan berlangsung Candi Petruk dan Candi Gareng. Namun dua tahap. Tahap pertama berlangsung saat ini yang masih dapat dilihat antara akhir abad ke-7 sampai awal abad bangunannya hanya Candi Gatutkaca. ke-8, yakni Candi Arjuna, Candi Semar, Keempat candi lainnya hanya tersisa Candi Srikandi dan Candi Gatutkaca. reruntuhannya. Tahap kedua merupakan kelanjutan Adapun kelompok Dwarawati terdiri dari tahap pertama, yang berlangsung atas 4 candi yakni Candi Dwarawati, sampai tahun 780 M. Candi Abiyasa, Candi Pandu, dan Candi Candi-candi di Dieng pertama Margasari. Akan tetapi, saat ini yang kali diketemukan kembali pada tahun berada dalam kondisi relatif utuh hanya 1814 oleh seorang tentara Inggris yang satu candi, yaitu Candi Dwarawati. sedang berwisata ke daerah Dieng dan melihat sekumpulan candi yang Nama Dieng berasal dari gabungan terendam dalam genangan dua kata Bahasa Kawi: “di” yang berarti air telaga. Pada tahun “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” 1856, Van Kinsbergen memimpin upaya yang bermakna Dewa. Artinya, tempat pengeringan telaga tempat bersemayam para dewa. kumpulan candi tersebut berada yang dilanjutkan oleh pemerintah Hindia Belanda Sementara, Candi Bima terletak tahun 1864 untuk dicatat dan digoto menyendiri di atas bukit. Candi ini oleh Van Kinsbergen. Sebagai merupakan bangunan terbesar di antara informasi, Kinsbergen adalah kumpulan Candi Dieng. Bentuknya pengukir berkebangsaan Belanda yang berbeda dari candi-candi di Jawa tengah mendokumentasi banyak aset arkeologi pada umumnya, seolah-olah denah Indonesia. Dia pulalah yang membuat dasarnya Bima berbentuk segi delapan. foto pertama Candi Borobudur setelah Jadi kalau mau ditaksir direstorasi, tahun 1873. kronologinya, setelah para ksatria, Candi-candi di kawasan Candi pendeta dan rakyat kerajaan Hindu Dieng terbagi dalam tiga kelompok Kalingga berpacu dalam hujan dan cuaca dan satu candi yang berdiri sendiri. dingin mengerjakan candi-candi mereka, Nama-namanya diambil berdasarkan barulah para ksatria, paderi Budha dan nama tokoh dalam kisah Mahabarata. pekerja merancang, menyusun batu Ketiga kelompok candi tersebut adalah dan memahat Candi Borobudur sebagai kelompok Arjuna, kelompok Gatutkaca simbol peradaban dan keagamaan. dan kelompok Dwarawati. Sedangkan Sayangnya, pada peralihan satu candi yang berdiri sendiri adalah millennium pertama, candi-candi ini Candi Bima. secara misterius ditinggalkan. Bisa Kelompok Arjuna terdiri atas Candi dibilang, yang tampak sekarang adalah Arjuna, Candi Srikandi, Candi Sembadra semi-reruntuhan candi. Konon masih dan Candi Puntadewa, memanjang dari banyak candi yang belum tergali, selatan ke utara. Tepat di depan Candi masih tersimpan di bawah tanah. Tetap Arjuna, terdapat Candi Semar. Keempat menjadi saksi bisu sejarah Kalingga.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

59


Food Gallery • Bon Appetit

Bon Appetit 60

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

61


Food Gallery • Bon Appetit

62

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Berbicara makanan tidak hanya soal rasa. Sebelum sampai pada indera pengecap, sepiring makanan tentu akan mampir terlebih dulu ke indera penglihatan alias mata. Inilah kesan pertama yang sangat menentukan munculnya hasrat untuk menikmatinya. Dalam hal ini presentasi sebuah makanan sangat dipertaruhkan. Ditangan seorang food fotographer dan food stylish yang begitu piawai, sepiring makanan dapat dikemas sedemikian rupa hingga menggugah selera setiap orang yang melihatnya.

Beberapa foto yang dikemas dalam food gallery kali ini merupakan hasil karya VIL-Photography yang merupakan gabungan dari beberapa fotografer profesional yaitu, Ivan Khoe, Louis Setiawan Widjaja, Victor Chen, dan Paulus Widjaja. Dengan komposisi, tata cahaya, dan angle yang tepat dapat dihasilkan sebuah karya foto yang hebat.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

63


Food Gallery • Bon Appetit

64

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

65


Food Gallery • Bon Appetit

66

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

67


Street Food

Berburu Kuliner di

Pasar Semawis Semarang menjadi salah satu destinasi wisata kuliner favorit banyak orang. Terlebih para pemburu kuliner sejati. Aneka ragam kuliner dapat ditemukan di kota ini. Salah satu spot menarik untuk berburu kuliner di malam hari adalah Pasar Semawis. TEKS: MARISA ARYANI • FOTO: RISTIYONO

68

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Pasar Semawis digagas atas prakarsa dari perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata) guna menarik wisatawan agar datang berkunjung ke Gang Warung, Kota Semarang.

P

asar Semawis atau dikenal juga sebagai Waroeng Semawis adalah pasar malam yang terletak di daerah pecinan kota Semarang. Pasar Semawis digagas atas prakarsa dari perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata) guna menarik wisatawan agar datang berkunjung ke Gang Warung, Kota Semarang. Pasar Semawis bermula dari diadakannya Pasar Imlek Semawis pada tahun 2004 sampai sekarang. Namun di luar perayaan imlek, Pasar Semawis tetap menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Buka setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 18.00 hingga 23.00 malam, pusat jajanan terpanjang di Semarang ini merupakan salah satu wisata kuliner khas Semarang yang unik. Untuk memulai perburuan, ada baiknya kita mengosongkan perut terlebih dahulu. Di sepanjang jalan Gang Warung, Pecinan ini berjejer aneka ragam hidangan yang bisa dipilih, seperti Pisang Plenet, Nasi Ayam Karangturi, Sate Pak Kempleng, Nasi Gudeg Mbok Sireng, dan kuliner khas lainnya yang menarik untuk dicicipi. Tema lintas budaya memang menjadi keunikan tersendiri untuk Pasar Semawis. Ragam menu makanan tidak hanya

terbatas pada kuliner khas Semarang, tetapi juga menawarkan makanan yang mewakili komunitas Arab, Pakistan, India, hingga hidangan oriental seperti sate Babi Singapore. Menyusul makanan lainnya seperti Nasi Goreng, Bakmi Jawa, dan Nasi Pela semua ada di Pasar Semawis. Tak hanya itu, berbagai minuman serta makanan ringan juga bisa dijumpai di sini. Sebut saja Wedang Ronde, Wedang Kacang Tanah, Serabi Kuah Khas Kalicari, aneka teh tempo doeloe serta tak ketinggalan Es Conglik yang menambah deretan menu yang bisa dipilih. Begitu banyak jenis hidangan

yang ditawarkan sehingga rasanya tidak cukup hanya sekali mengunjungi Pasar Semawis ini. Karena letaknya yang berada di tengah kawasan Pecinan maka tak heran Pasar Semawis dikelilingi oleh bangunan-bangunan lama yang kian menambah suasana eksotis di Semawis. Jadi selain aneka jajanan yang patut dicoba, kawasan ini juga kaya dengan peninggalan budaya. Akses jalan untuk mencapai Pasar Semawis cukup mudah, hanya diperlukan waktu kurang lebih 30 menit dari Simpang Lima dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

69


Street Food

Jangan Luput dari Pedasnya Mangut

S

alah satu ikon kuliner Semarang adalah mangut. Ya, mangut adalah berbagai macam ikan seperti ikan pari, manyung, sembilang dan tongkol yang dimatangkan dengan cara diasap. Mengasap ikan sudah lazim dilakukan oleh para juru masak tradisional di pesisir Jawa untuk menghasilkan aroma sedap pada masakan. Nah, di Semarang sentra produksi mangut ini banyak terdapat di daerah Bandarharjo Semarang Utara. Sementara untuk warung makan yang menyediakan menu mangut ikan sudah tentu banyak terdapat di kota yang juga dikenal dengan cemilan loenpia ini. Salah satunya adalah Warung Makan “Bu Kanan� yang letaknya berdekatan dengan kantor Polsek Semarang Barat. Warung yang sangat sederhana ini menyajikan menu mangut ikan yang rasanya tidak sesederhana tampilannya. Kenikmatannya mengundang banyak orang datang. Boleh dibilang warung ini sudah berjualan mangut ikan tidak kurang dari 20 tahun. Wah, sudah pasti jaminan mutu! Dalam warung ini saya jumpai dua wajan besar yang berisi potongan-potongan ikan. Menu yang ada mangut kepala manyung, sembilang dan ikan pari. Saya pesan dua potong mangut pari ditambah tahu dan tempe.

70

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

Aroma khas mangut yang smoky langsung menyergap saat terhidang di meja. Tekstur daging ikan pari yang lembut dan gurih terasa nikmat saat mendarat di lidah. Sesaat kemudian, “huahhh� teriakan dari beberapa pengunjung terdengar. Pastinya mereka kaget dengan rasa pedas luar biasa dari menu ini. Sebenarnya rasa pedas juga membuat

saya kaget. Tapi nyatanya dua potong besar mangut pari beserta sepiring nasi ludes tak meninggalkan sisa. Perpaduan aroma smoky dengan rasa gurih, pedas serta bumbu rempah menjadikan ikon kuliner Semarang ini menjadi buruan para penggemarnya. Mangut ini memang ngangeni! TEKS & FOTO: RISTIYONO


Nikmatnya

Gudeg mba Tum

S

ejak dulu Gudeg telah menjadi kuliner Jogja yang paling populer. Hampir di setiap sudut kota Jogja kita dapat menjumpai makanan yang  bercita rasa manis gurih ini.  Ternyata bukan hanya di Jogja, di Semarang ada sebuah Warung Nasi Gudeg Koyor yang legendaris, yaitu Gudeg mbak Tum. Terletak di seberang Sri Ratu, Peterongan, warung nasi ini sudah berjualan sejak tahun 1991. Meski penampilannya sederhana, Warung Nasi Gudeg Mbak Tum ini tidak pernah sepi pembeli. Mulai dari pekerja kantoran, pedagang, dan mahasiswa pun setia menjadi pelanggan Warung Nasi yang buka dari sore hingga tengah

malam ini. Mobil-mobil sudah berderet menyerbu Warung Nasi Gudeg Mbak Tum. Semakin malam malah membuat warung ini semakin ramai. Selain di dalam, digelar pula lesehan di belakang warung untuk menampung pembeli yang membludak. Dalam satu porsi berisi nasi gudeg, suwiran daging ayam, telur, kuah opor, dan potongan koyor yang memenuhi piring. Rupanya koyor atau bagian otot sapi inilah yang menjadi daya tarik para penikmat kuliner. Rasanya gurih, kenyal, dan pedasnya pas, cocok untuk mengimbangi rasa Gudeg yang manis. Koyor Mbak Tum terbilang istimewa karena teksturnya yang sepintas mirip dengan kikil dan tidak terlalu berlemak.

Selain koyor, ada juga menu lain yang bisa dikombinasikan dengan gudeg seperti ayam goreng, krecek, opor ayam, dan babat iso. Bagi para penggemar Gudeg, tidak ada salahnya mampir ke Warung Nasi Gudeg Mbak Tum. Namanya kian tersohor bahkan hingga ke luar kota. Maka tak jarang para wisatawan pun berburu cita rasa Gudeg Semarang di Warung Nasi Mbak Tum ini. TEKS: MARISA ARYANI • FOTO: RISTIYONO

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

71


Street Food

Kopi Kok Tong

72

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

Kopi Kok Tong yang sudah melegenda di Pematangsiantar sejak 1925 menawarkan citarasa kopi yang luar biasa. Kopi O-nya yang menjadi andalan Kok Tong sangat memikat.


P

ematangsiantar merupakan kota terbesar kedua setelah Medan di Sumatra Utara. Di kota inilah Kopi Kok Tong Kopi Tiam yang berdiri sejak 1925 berada. Orang Siantar lebih mengenal tempat ini dengan nama kopi Kok Tong, kopi paling terkenal di Sumatra Utara. Awalnya Kok Tong merupakan usaha perkopian yang dirintis oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Lim Tee Kee pada tahun 1925. Saat itu dinamai kedai kopi Hang Seng. Kemudian diturunkan kepada anaknya (generasi kedua) yang bernama Lim Kok Tong yang mengubah nama kedai ini menjadi Kok Tong pada 1978, dan kini diteruskan kepada A Min. Di tangan generasi ketiga inilah Kopi Kok Tong melebarkan sayapnya dengan membuka cabang hingga ke mal-mal di kota Medan. Nah, saya bersama rombongan menikmati Kopi Kok Tong di Pematangsiantar, tempat aslinya. Kok Tong disini menggunakan kopi robusta yang diolah secara klasik dari biji kopi bermutu tinggi yang diambil dari dataran tinggi Simalungun dan Tobasa. Kopi robusta ini memiliki rasa pahit yang khas dan saat dituangkan dari jarak cukup tinggi dengan air panas akan menghasilkan buih putih kecoklatan. Saat kami tiba di Kok Tong, suasana sangat ramai. Mulai dari tukang becak hingga pejabat turut meramaikan warung kopi ini. Kopi O adalah menu andalan dari Kok Tong. Pilihannya ada Kopi O Panas, Kopi O Besar, dan Kopi O Dingin dengan harga mulai dari tujuh ribu hingga sembilan ribu rupiah. Bukan hanya kopi O saja yang ditawarkan, menu lain seperti kopi susu, teh manis, teh susu, teh tong hingga roti panggang ada disini. Karena terkenal akan kopi O-nya, maka sebagian besar kami pun memesan kopi O, ada yang dingin dan panas. Tidak lama setelah memesan, gelas dengan gambar logo Kopi Kok Tong since 1925 yang berisikan kopi tanpa ampas disajikan. Kopinya terasa kental dan pekat. Untuk Kopi O dingin tampak seperti

Kok Tong disini menggunakan kopi robusta yang diolah secara klasik dari biji kopi bermutu tinggi yang diambil dari dataran tinggi Simalungun dan Tobasa.

rootbeer, buih berwarna putih kecoklatan di bagian atasnya menjadikan tampilan kopi ini lebih menarik. Gelasnya pun berukuran besar layaknya gelas untuk menyajikan bir. Sementara itu, Kopi O panas disajikan dalam cangkir berwarna putih dengan ukuran kecil. Saat dicicipi, rasa pahit kopi nya memang berbeda, tanpa gula pun sudah enak untuk dinikmati. Disini siapapun bebas melihat proses pembuatannya. Kopi ditarik kemudian disaring. Setelah itu, untuk Kopi O Panas langsung dituang dari jarak yang cukup

tinggi. Buih putih kecoklatan pun terlihat, namun hanya sesaat saja. Berbeda dengan Kopi O dingin, setelah disaring kopi dimasukan ke shaker lalu dikocok-kocok. Hasilnya kopi tampak seperti bir hitam dengan buih putih kecoklatan yang cukup tebal di bagian atasnya. Buat yang ingin membawa oleh-oleh, ada Kopi Kok Tong yang sudah dikemas dalam bungkus kotak berwarna kuning. Jadi Anda bisa menikmati Kopi Kok Tong di rumah bersama teman atau keluarga. TEKS & FOTO: RIMAN SAPUTRA N.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

73


Chef Recipe

Roasted Organic Milk Fed Lamb, Served with Sauteed Crunchy Seasonal Garden Vegetables and It’s Own Jui by: Chef Yusuf Yaran - Executive Sous Chef Shangri-La Hotel Jakarta

74

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


Kecintaannya dalam industri kuliner membuat Chef Yusuf Saran aktif mencari tantangan baru. Generasi ke sepuluh dari garis panjang keluarga koki ini, memegang penghargaan bergengsi “Best Chef of Turkey on Patisserie� yang dicapai ketika ia baru berusia 22 tahun. Pendidikan profesional sebagai seorang chef mampu membawa chef asal Turki ini menjelajahi dunia untuk belajar. Mulai dari Amerika Serikat, Jepang , Meksiko, China, Brasil, dan Indonesia. Saat ini ia menjabat Executive Sous Chef di Shangri-La Hotel Jakarta.

Bahan-Bahan

Cara Membuat

Untuk daging domba 2 potong Iga Domba (utuh) 3 siung Bawang Putih 1/4 ikat Fresh Thyme (Salah satu jenis rempah daun asal Mesir) 1 sdm Turkish Extra Virgin Olive Oil Sea Salt (dari Marmara) Ground White & Black Pepper (sebaiknya dari papper mill)

Untuk daging domba Lepaskan lemak domba dari bagian tulang punggung iga. Juga lepaskan tulang dan jaga bagian loin (has) agar tetap utuh. Anda bisa menjadikan tulang yang telah dibersihkan sebagai hiasan. Ratakan bagian lemak, bumbui dengan garam dan merica lalu isi dengan bagian loin kemudian gulung. Ikat yang kuat dan simpan di dalam lemari es selama semalam. Cincang bawang putih, campurkan dengan garam dan paprika kemudian lumurkan pada gulungan daging domba secara merata. Tuangkan minyak zaitun ke dalam panci dan goreng gulungan daging domba tersebut sampai semua bagian berwarna emas. Tambahkan sisa bawang putih dan fresh thyme, lalu letakkan ke dalam oven dan masak selama kurang lebih 15-20 menit dengan 178oC. Lalu diamkan di luar.

Untuk Jui 500 gr 1 sdm Âź sendok 1 siung 800 ml

Lamb Leg (Organic Milk Fed dari Mongolia) Unsalted Dry Butter Fresh Thyme Bawang Putih Kaldu domba

Untuk Sayuran 150 gr 150 gr 150 gr 150 gr 2 sdm 250 ml 150 ml 50 gr

Fresh Beans Kacang Polong Hijau Asparagus Hijau (bagian kepala saja) Brokoli Turkish Extra Virgin Olive Oil Kaldu Ayam Cuka Anggur Merah Sea Salt (dari Marmara) Ground White & Black Pepper (sebaiknya dari papper mill) Unsalted Butter

Untuk Penyajian 100 gr Black Anatolian Gemlik Olives

*Dapat disajikan untuk 4 orang

Untuk Jui Cincang bagian kaki domba hingga berukuran kecil. Tempatkan minyak ke dalam panci yang besar, tambahkan daging yang sudah dipotongpotong, lalu panggang. Aduk sampai daging domba berwarna cokelatan. Tambahkan fresh thyme, bawang putih, dan kaldu domba lalu masak sampai cairan berwarna terang lalu tiriskan. Untuk Sayuran Cuci semua sayuran. Potong beans dengan panjang 3,5 cm, kupas kacang polong hijau, iris asparagus hijau dengan panjang 3 - 4 cm, dan iris brokoli hingga mendapat bagian kepalanya saja. Rebus dalam air asin mendidih selama kurang lebih 2 menit dan tiriskan langsung ke dalam air es. Tuangkan minyak ke dalam panci tumis, tambahkan sayuran, tumis pada suhu panas sebentar. Masukkan kaldu, tambahkan cuka, dan terakhir butter. Penyajian Masukkan butter ke dalam panci besar, lalu panaskan daging domba selama 5 menit sampai berubah warna. Angkat lalu potong setiap bagian daging dengan panjang 5 cm. Tambahkan dua potong daging ke dalam panci. Anda juga dapat menambahkan tulang yang sudah dibersihkan sebagai hiasan. Susun sayuran yang sudah ditumis mengelilingi daging domba. Terakhir tuangkan jui di tengah dan siap disajikan. Chef Yusuf Yaran menyarankan untuk menambahkan Pinot Noir Grand Cru from Burgundy sebagai pelengkap hidangan ini.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

75


Hot Stuff

Cuisinart Smart Stick Hand Blender

F1 ESPRESSO VELOCE

COffEE MAChINES Bagi para automobile geeks, Espresso Veloce menghadirkan V10 dan V12 coffe machine,

Cuisinart Smart Stick hand blender ini dirancang untuk mengolah makanan mulai dari mengaduk, memotong, mencincang, mengocok, sampai menghancurkan makanan. Cuisinart Smart Stick hand blender nyaman digenggam, mudah digunakan dengan poros blending yang aman dan kuat memungkinkan untuk penggunaan di dalam panci, mangkuk, atau wadah lainnya.

dibuat menyerupai mesin Ferrari dengan model dan konfigurasi yang sama seoerti mesin sebenarnya. Penyaring kopinya dibentuk sama dengan penyaring oli, dan bentuk dispensernya dibuat sama dengan bentuk busi mobil. Terbuat dari aluminium, magnesium, dan titanium, seperti yang digunakan pada mesin Formula 1. Espresso Veloce V10 dan V12 coffe machine ini diproduksi dalam jumlah terbatas, hanya 500 unit.

76

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

Salt & Pepper Shaker Tidak hanya berfungsi sebagai wadah garam dan lada saja, tapi dengan penampilan yang modern dan elegan membuatnya dapat menjadi penghias meja makan. Menggunakannya pun sangat mudah, tinggal menekan tuas bagian atas maka lada atau garam akan keluar dengan sendirinya.


The Twist Whisk

Jika Anda termasuk orang yang suka menghabiskan waktu di dapur berarti Anda menghargai peralatan pintar yang satu ini. The Twisk Whisk, sebuah perlengkapan dapur 2 in 1 yang menyatukan fungsi flat whisk and balloon whisk dalam satu desain yang stylish. Cukup dengan memutar pegangan, flat whisk sangat berguna untuk mengaduk saus di atas panci sedangkan balloon whisk berfungsi untuk mengocok telur.

foodskin Foodskin menjadi solusi penyimpanan makanan yang optimal. Kadang Anda lupa untuk membungkus erat grilled cheeseburger melt, dan saat makan siang tiba, semuanya jadi berantakan. Nah, dengan “kotak makan siangâ€? ini, Anda tidak perlu lagi menggunakan aluminium foil atau plastic wrap untuk membungkus makanan. Dengan Foodskin , Anda tinggal menempatkan sandwich di dalamnya lalu tutup. Tutupnya yang terbuat dari silikon elastis mampu membuat bentuk apapun yang ada di dalamnya benar-benar tetap pada tempatnya. Sementara itu bagian-bagian yang kosong akan tetap datar. Saat dimasukkan ke dalam tas pun tidak akan mengubah posisi yang ada di dalam Foodskin. Kotak makan siang ini tersedia dengan harga â‚Ź 24,95.

GARPU PINTAR HAPIFORK Alat unik ini bernama hAPIfork, yang mana berfungsi untuk memonitor kebiasaan makan para penggunanya. Dengan peralatan ini, Anda bisa mengetahui kecepatan makan, juga bisa mengetahui faktor-faktor seperti durasi setiap santapan, interval antar santapan ataupun santapan yang dimakan tiap menit. Data-data tersebut bisa dilihat secara langsung melalui komputer ataupun iPhone dan smartphone Android. Pasalnya di dalam garpu tersebut terdapat beberapa komponen seperti paket vibrasi, baterai serta sensor deteksi kapasitif. hAPIfork ini bisa juga digunakan layaknya garpu biasa.

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

77


Profile

Hamonangan Damanik

Target

5000 2017 kamar

hingga

M

eski baru bergabung dengan Intiwhiz Hospitality Management, Hamonangan Damanik sudah berhasil mengantarkan Intiwhiz Hospitality Management memperoleh penghargaan dari Indonesia Travel & Tourism Award (ITTA) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta sebagai Indonesia Leading Local’s Hotel Chain 2013/ 2014. Hamonangan Damanik menerangkan, ada enam pendekatan yang ia lakukan dalam mengembangkan Intiwhiz Hospitality Management, di antaranya easy access, sleep well, good shower, competitive, stylish dan family staff. “Lokasi yang mudah dijangkau, tempat tidur yang nyaman, kamar mandi yang bagus, bentuknya nan stylish, dan pelayanan yang baik, menjadi kunci keberhasilan Intiwhiz,” terang Hamonangan Damanik, Corporate GM Sales and Marketing Intiwhiz Hospitality Management, ketika ditemui di kantornya, Intiland Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Lokasi hotel yang berada di bawah naungan Intiwhiz selalu berada di tempat strategis dan mundah dijangkau. Begitu pula fasilitasnya. Tempat tidur misalnya, dilengkapi kasur berkualitas internasional. Hal serupa dengan fasilitas kamar mandi – tidak irit sama air. Air yang keluar dari shower sangat berlimpah. Begitu pula pelayanan hotel, sangat ramah.

78

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

Masih kata Hamonangan, Intiwhiz mempunyai dua merek, yaitu Grand Whiz untuk brand hotel bintang empat, yang mengedepankan kemewahan modern dengan ruang bernuansa alam dengan ciri khas simple. Dan Whiz Hotel, yaitu hotel bintang dua plus yang mengedepankan konsep simple dinamis dan smart hotel. “Kami akan terus mengembangkan dan mendirikan hotel di seluruh kota besar Indonesia. Minat pengunjung terhadap Grand Whiz dan Whiz Hotel terus meningkat,” terangnya dengan nada bersemangat. Tahun 2015, Intiwhiz Hospitality Management menargetkan memiliki sedikitnya 3.500 kamar di seluruh jaringan hotel Intiwhiz. Seiring dengan perjalanan waktu, 2017 jumlah yang terus ditingkatkan hingga mencapai lebih dari 5.000 kamar dan tersebar di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Malang, Lampung, Pekanbaru, Palembang, Semarang, Surabaya, Bandung, Bali, Balikpapan, Pekanbaru, Manado dan Makassar. Berbicara soal makanan, lelaki kelahiran Jakarta, 9 Agustus 1981 ini menyukai semua jenis makanan. Menurutnya, semua jenis makanan atau hidangan terdapat unsur kenikmatan. “Pada dasaranya saya suka makan. Menyukai semua jenis makanan. Kalau di tanya mana makanan yang paling disukai. Saya sangat suka daging merah,” pungkasnya. TEKS: FAISYAL FOTO: RISTIYONO


Corporate GM Sales and Marketing Intiwhiz Hospitality Management Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

79


PICK UP POINTS

JABODETABEK HOTEL > Accor Indonesia • Alila Hotel Jakarta • Amaroossa Royal Hotel Bogor • Amazing Hotel • Ambhara Hotel • Ara Hotel Paramount Serpong • Archipelago International • Hotel, Resort & Residences • Artotel Jakarta Thamrin • Aston Bogor Hotel & Resort • The Jungle – Bogor Nirwana Residence • Aston Marina Hotel & Residence • Aston Rasuna Hotel & Residence • Atria Hotel & Conference • Best Western Hotel • Best Western Hotel Serpong • Bidakara Hotel • Borobudur Hotel • Ciputra Hotel • Discovery Hotel & Convention Ancol • Fame Hotel Paramount Serpong • Fave Hotel Ltc Glodok • Fave Hotel Pgc Cililitan • Fave Hotel Wahid Hasyim Jakarta • Four Seasons Hotel • Grand Hyatt Hotel • Grand Kemang Hotel • Grand Tropic Suites Hotel • Grand Whiz Hotel • Grand Zuri Hotels • Holiday Inn Jakarta Kemayoran • Hotel Grand Mahakam • Hotel Mulia • Ibis Jakarta Kemayoran • Innsula’ Hotels & Resorts • Intercontinental Hotels Group • Js Luwansa Hotel • Kartika Chandra Hotel • Kayu Manis Villas • Le Grandeur Hotel • Le Meridien Hotel • Lorin Hotel Sentul • Mandarin Oriental Hotel • Menara Peninsula Hotel • Milestone Pacific Hotel Group • Novotel Bogor Golf Resort & Convention Center • Oak Tree Urban Mahakam • Ocean PARK BSD • Padjadjaran Suites Hotel • Pomelotel Hotel • Premier Hospitality Asia Villa & Boutique Resorts • Jungleland Asia • Swiss Margos International • Pranaya Suites Hotel • Pullman Jakarta Hotel • Sari Pan Pacific Hotel • Seaworld Indonesia • Sheraton Bandara Hotel • Sultan Hotel & Residence • Swiss-BELHOTEL – Jakarta • Swiss-Belhotel International Hotels & Resorts • Swiss-BELHOTEL Mangga Besar • Taman Budaya Sentul City • The Bellezza Suites • The Haven Hotel & Villas • The Legian Bali • The Park Lane Hotel • The Ritz Carlton Hotel • The Westin Resort • Waterboom Lippo Cikarang • The Hermitage Hotel • Fave Kemang Hotel • Putri Duyung Ancol • Hotel Indonesia Natour • CAFE & RESTO > Anomali Coffee • Excelso Cafe Jakarta • Restoran Puang Oca • Prive Poolside Restaurant • Lara Djonggrang & La Bihzad Bar • DINAR Seafood Restaurant • Dome Coffee • Walnut Bakery and Cafe • Munchies Gandaria City • Munchies Kota Kasablanka • Cali Deli - Vietnam Sandwich & Coffee • Better CHOCOlate Than Never • Bistro Garcon • Hard Rock Cafe – Jakarta • Empirica • Nanny’s Pavillon • Ron’s Laboratory • APARTMENT > Aditya Mansions Apartment • Puri Casablanca Apartment • Kempinski Residence • AIRPORT EXECUTIVE LOUNGE > BNI Exc Lounge • Citybank Exc Lounge International • Danamon Exc Lounge • Emerald Exc Lounge Domestic • Explanade Exc Lounge International • Indosat Exc Lounge • Premier Exc Lounge • Pura Indah Exc Lounge • Saphire Service Center Lounge • Sunda Kelapa Exc Lounge • WEST JAVA Aston Hotel Cirebon • Dusun Bambu Resort • Harris Hotel & Convention Center Bandung • Holiday Inn Hotel Bandung • Novotel Hotel Bandung • Padma Hotel Bandung • SapuLidi Resort & Gallery • Swiss Belinn Hotel Bandung • The Imperium International Hotel • CENTER JAVA Hotel Dafam Semarang • EAST JAVA Aston Hotel Jember • Ibis Budget Surabaya Airport • YOGYAKARTA Eastparc Hotel • Grand Aston Yogya Hotel & Convention Center • The Phoenix Hotel• BALI HOTEL > Aston Denpasar Hotel & Convention Center • Aston Kuta Hotel • Avilla Hospitality • Bali Safari Marine Park • Bebek Tepi Sawah (Villa & Restaurant) • Berry Amour • Cipaganti Legian Hotel • Dekuta Boutique Hotel • Deramuda Village Seminyak Bali • Discovery Kartika Plaza Hotel Bali • Edelweiss Primo Hotel Bali • Eden Hotel Kuta Bali • Favehotel Bypass Kuta • Furama Villa & Spa • Hard Rock Hotel Bali • Harris Hotel & Residences Sunset Road Bali • Harris Resort Kuta Bali • Ibis Style Bali Kuta Circle • Kamandalu Resort and Spa • Kamuela Villas Seminyak Bali • Maya Ubud Resort and Spa • O-Ce-N Bali by Outrigger • Orient Express Hotel Bali • Palloma Hotel Kuta Bali • Pan Pacific Nirwana Bali Resort • Plataran Hotel & Resort • Pamelotel Hotel • Premier Hospitality Villa & Boutique Resort • Royal Kamuela Villas • Sahaja Sawah Villas • Siloam Hospital Bali • Swiss bel Hotel Rainforest • Tanadewa Luxury Villas and Spa • The 101 Legian Hotel Bali • The Atanaya Hotel • The Haven Hotel & Villas • The Legian Bali • The Royal Pita Maha Resort & Spa • The Westin Resort Nusa Dua Bali • Ts Suites Leisure Seminyak Bali • CAFE > Monsieur Spoon Cafe • Rama Restaurant • SULAWESI HOTEL > Aston Makassar Hotel & Convention Center • Hotel Quality Gorontalo • Swiss Belinn Makassar • CAFE > Essprezza Cafe and Bistro – Makassar • Pisa Cafe - Makassar • SUMATERA Nirwana Garden Resort Bintan, Riau • Rio City Hotel Palembang • Swiss Bel Hotel Pekannbaru • KALIMANTAN Aston Samarinda Hotel & Convention Center • Rattan Inn – Banjarmasin • Swiss Bel Hotel Balikpapan • Swiss Bel Hotel Tarakan • NUSA TENGGARA Aston Kupang Hotel & Convention Center • Svarga Resort Lombok • PAPUA Swissbel Hotel Papua

80

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


A N A U T H E N T I C I T A L I A N C U L I N A RY E X P E RI E N C E

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014

81


rediscover riva The only thing we haven’t changed is the name! Discover the all-new riva grill, bar and terrace, with an inspired new menu, new outdoor terraces and a fresh, casual atmosphere that’ll make you want to relax and linger. You’ll find our prices surprisingly reasonable too. Open from 10am till late daily.

82

At The Park Lane Jakarta, Jl Casablanca Kav 18 Phone: 8282000 www.rivagrillnbar.com facebook: Riva Grill Bar & Terrace twitter: @Riva_GrillnBar instagram: RivaGrillnBar

Eat & Leisure | Edisi 01 | April 2014


eat&leisure april 2014