Issuu on Google+

Prasarana Kampus Belum Merata Seluruh mahasiswa mempunyai hak yang sama dalam memperoleh sarana dan prasarana kampus yang layak. Namun, untuk prasarana kampus seperti ruang kelas yang nyaman dengan ketersediaan kursi hingga pendingin ruangan hanya dinikmati oleh sebagian mahasiswa saja.

B

elum meratanya prasarana kampus masih nampak jelas terjadi dibeberapa fakultas. Salah satu yang menonjol, masih adanya kelas, memakai kursi kayu yang sudah berumur. Sedangkan di kelas lain sudah memakai kursi baru. Di Fakultas Matematika dan Ilmu Penetahuan Alam (FMIPA) misalnya. Mahasiswi Prodi Statistika, Vivianti mengungkapkan saat mengikuti perkuliahan, dirinya masih menggunakan kursi kayu yang diperadakan pada tahun 90-an. Padahal, di kelas lain telah memakai kursi dengan sandaran yang lebih nyaman. "Saya juga masih mendapati kursi kayu dibeberapa kelas lainnya. Sementara di kelas lain ada yang telah menggunakan kursi baru dan sandarannya itu bagus," ungkapnya. Selain itu, prasarana seperti pendingin ruangan hingga toilet untuk mahasiswa juga dikeluhkan oleh Vivianti. Ia menilai, prasarana tersebut sudah tidak berfungsi dan ada juga yang sudah tidak layak pakai. "Pendingin ruangan juga banyak tidak berfungsi dengan baik. Sama halnya dengan WC yang tidak layak pakai," keluhnya. Seperti di FMIPA, tidak meratanya pemenuhan prasarana kampus juga terjadi di Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Syahrisal turut membandingkan kelas yang masih menggunakan kursi kayu yang dianggap tidak nyaman untuk digunakan. Ia mengatakan, meskipun pihak FE telah memperadakan kursi baru, namun masih ada kelas yang Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

SARANA. fasilitas Kampus Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) masih menggunakan kursi kayu hingga sekrang, Selasa (29/11/2016).

masih menggunakan kursi kayu. "Padahal sudah ada kursi yang baru, tapi kursi kayu nyatanya masih digunakan juga. Seharusnya bisa disediakan untuk semua kelas biar adil," ucap Syahrisal. Mahasiswa FIP, Haswar juga menilai masih banyak kondisi kelas yang kelengkapan prasarananya belum merata. Ia berpendapat, kelengkapan prasarana merupakan salah satu penunjang agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar. Selain itu, Ia juga mengatakan seharusnya pengadaan ataupun pembaruan prasarana di masingmasing kelas harus merata. "Fasilitas seperti pendingin ruangan, kursi dan papan tulis di beberapa kelas itu tidak merata. Kalau dinilai, ada yang bagus, ada sedang dan ada yang kurang. Padahal fasilitas-fasilitas itu harusnya dapat dirasakan oleh semua mahasiswa," bebernya. Menanggapi masalah tersebut, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum FMIPA, Agus Martawijaya mengungkapkan pihaknya telah mengajukan permohonan untuk pengadaan sarana dan prasarana baru bagi mahasiswa. Hanya saja, Ia mengatakan jika pemenuhannya masih membutuhkan waktu. Agus pun berharap mahasiswanya dapat bersabar untuk menunggu pembenahan sarana dan prasara kampus. Ia mengung-

FOTO: Nurhaerunnisa Widagdo-Profesi

kapkan jika pihaknya sudah membahasa persoalan tersebut bersama para pimpinan prodi dan jurusan se-FMIPA. “Tidak segampang itu untuk menyelesaikan sarana dan prasarana kampus saat ini. Kami juga tidak tinggal diam, proposal sudah diajukan dan tinggal menunggu waktu. Saya harap mahasiswa juga bersabar. Rektor juga kan sudah merencanakan di tahun 2017 nanti akan dilakukan standarisasi, baik itu sarana prasarana ataupun aspek lain. Jadi kita tunggu langkah tersebut,� jelasnya. Sementara itu, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Syukur Saud menuturkan, terbatasnya anggaran menjadi salah satu penyebab minimnya sarana dan prasarana yang ada. Ia menjelaskan, jika anggaran untuk FBS tahun ini hanya mampu membangun ataupun menyediakan beberapa fasilitas tertentu saja. “Dana yang tersedia tidak cukup untuk membangun fasilitas yang ideal seperti yang diharapkan mahasiswa. Kami juga tidak tinggal diam, beberapa usaha telah dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut. Tapi kan yang punya wewenang universitas, jadi kita hanya bisa bersabar,� Bersambung ke halaman 4

Weekly News Profesi Edisi 04 / November 2016


2

Kampusiana

www.profesi-unm.com FB: LPM PROFESI UNM

Listrik Padam Ganggu Perkuliahan

M

ahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) keluhkan aliran listrik yang seringkali mati karena daya listrik yang tidak memadai. Lampu padam sudah menjadi hal biasa yang terjadi di fakultas ungu tersebut. Hal ini berimbas terhadap jalannya proses belajar mengajar, dimana penggunaan alat-alat elektronik yang merupakan perangkat pembelajaran harus dibatasi. Menurut pengakuan salah seorang mahasiswa FBS, Irta, daya listrik di sini itu kurang memadai DG dan DH. Seringkali lampu padam secara tiba-tiba di tengah jalannya proses perkuliahan. Akibatnya konsentrasi mahasiswa yang sedang belajar menjadi terganggu karena proyektor yang digunakan oleh dosen untuk mengajar tibatiba mati. “Terkadang pembelajaran sering dihentikan karena proyektor yang digunakan mati,” katanya. Tak hanya itu, kipas angin maupun AC yang merupakan alat pendingin dalam ruangan kelas menjadi tidak berfungsi akibat padamnya listrik. “Kami jadi tidak konsen

menjalani proses perkuliahan karena kepanasan,” keluhnya. Sementara itu Pelangi (Samaran) merasa kecewa karena pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang cukup tinggi tidak sebanding dengan sarana dan prasarana yang disediakan universitas. “Sudah setahun masalah ini dibiarkan begitu saja, padahal kami sudah bayar mahal, namun listriknya saja masih sering mati-mati,” ujarnya. Jangankan mahasiswa, nampaknya pimpinan fakultas pun mengeluhkan hal yang sama. Hal ini dilontarkan oleh Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum (PD II) FBS, Syukur mengatakan hal ini sudah menjadi masalah bersama civitas dalam lingkungan FBS. “Jangankan mahasiswa yang mengeluh. saya juga mengeluh. “Mungkin kalau satu keluhannya mahasiswa saya sepuluh,” katanya. Ia pun menjelaskan, bahwa urusan penambahan daya listrik di FBS itu bukan urusan pihak Fakultas tetapi urusan dari pihak Universitas “Kan bukan urusan saya kalau masalah tambah daya, itu urusannya Universitas” jelasnya.

FE Kekurangan Tempat Sampah TERBATASNYA tempat sampah yang tersedia mengakibatkan mahasiswa membuang sampah sembarangan. Alhasil sampah berserakan dimana-mana, baik di dalam kelas maupun di halaman fakultas. Begitulah kondisi yang terjadi di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar (UNM). Tempat sampah seolah-olah merupakan barang ‘mahal’ yang hanya dipandang sebelah mata tanpa perhatian lebih dari pihak fakultas. Rudi, salah satu mahasiswa FE membenarkan perihal tersebut. Ia mengaku jika dirinya sering membuang sampah dikelas lantaran tidak adanya tempat sampah yang disediakan. “Saya sering membuang sampah di dalam kelas sendiri karena kami tidak tahu di mana sampah itu mau dibuang,” ujarnya. Tak hanya Rudi, pernyataan yang sama pun dilontarkan oleh Fathur. Menurutnya perilaku mahasiswa membuang sampah sembarangan disebabkan karena minimnya tempat sampah. Ia menganggap persoalan tersebut harus segera diatasi, apalagi di musim penghujan. “Ini adalah masalah yang urgent. Makanya himpunan dari FE berinisiatif sendiri untuk mengadakan tempat sampah,” kata

pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen ini. Menanggapi hal tersebut. Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum (PD II), Anwar Ramli membenarkan bahwa saat ini di FE tidak memiliki daerah khusus pembuangan sampah. Area yang dulunya dijadikan tempat pembuangan sampah kini sudah ditutup. “Pembuangannya itu ada disamping gedung perkuliahan, tapi karena menimbulkan bau busuk jadi ditutup,” jelasnya. Anwar pun menambahkan, untuk mengatasi masalah tersebut, maka pihak fakultas mengadakan agenda kerja bakti yang rutin dilakukan setiap minggu. “Kegiatan tersebut sudah dimulai beberapa bulan yang lau. Semua staf, dosen,maupun mahasiswa ikut membantu,” ujarnya. Lebih lanjut, dosen Manajemen ini mengatakan, disamping diterapkannya agenda kerja bakti, kesadaran mahasiswa untuk tidak membuang sampah sembarangan juga sangat penting. “Kebanyakan mahasiswa FE masih minim kesadarannya untuk buang sampah di tempat sampah,” katanya. (pr11/ pr04)

Weekly News Profesi Edisi 04 / November 2016

Dosen Bahasa Inggris ini mengatakan, masalah ini sudah dilaporkan ke pihak universitas. Hanya saja sampai sekarang belum ada ada respon dari pihak birokrasi. Ia pun berharap segera dilakukan penambahan daya listrik. “Harus segera dilakukan, karena tidak ada jalan lain selain melakukan penambahan daya,” harapnya. (pr01) Prodi Terakreditasi C

Mahasiswa Keluhkan Peluang Kerja MENURUT data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) November ini, Universitas Negeri Makassar (UNM) masih memiliki 9 prodi terakreditas C dari 83 prodi yang terdaftar. Data akreditasi di UNM tersebut dikeluhkan mahasiswa karena dianggap berpengaruh terhadap peluang kerja. Hal itu diungkapkan oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknologi Pertanian, Ahmad Rifan Muzaqi. Sejak dibentuk pada 2011, Prodi Pendidikan Teknologi Pertanian memang masih berakreditasi C. "Meski tergolong prodi baru, sebaiknya akreditasinya ditingkatkan, karena kita akan susah dapat kerja," ujarnya. Selain Prodi Pendidikan Teknologi Pertanian, prodi lain yang masih berakreditasi C ialah Akuntansi D3, Akuntansi S1, Ekonomi Pembangunan S1, Teknik Mesin D3, Tata Busana D3, Pendidikan Sendratasik S1. Sementara untuk Program Pascasarjana ialah Prodi Ilmu Pendidikan S3 dan Ilmu Pendidikan Bahasa S3. Sementara itu, Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR I) UNM, Muharram berdalih, lulusan prodi akreditasi C tetap masih diterima di beberapa instansi. “Akreditasi C masih ada yang mau terima. yang persoalan kalau tidak terakreditasi,” bebernya. Ia pun mengaku, telah melakukan pembenahan untuk memperbaiki akreditasi di setiap prodi. “Kita lakukan pembenahan manajemen prodi dan melakukan bintek borang prodi dan fakultas. Kami Juga memberikan dana kepada setiap prodi yang akan reakreditasi,” tuturnya. Mantan Pembantu Dekan Bidang Akademik FMIPA ini optimis untuk memperbaiki akreditasi prodi pada 2017 mendatang. (awa) Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


Kilas LK Porseni HIMPOSEP

Kritisi Kampus Lewat Cara Kreatif HIMPUNAN Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar (HIMPOSEP FE UNM) menghelat Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI), di Kampus Gunung Sari, (23-27/11). Kegiatan tersebut mempertandingkan enam cabang olahraga serta empat cabang seni. Ketua Panitia, Iksan mengatakan, kegiatan yang bertemakan "Meningkatkan Kreatifitas, Sportifitas, serta Menjaga Silaturahmi Antar Sesama Masyarakat Ekonomi Pembangunan" ini bertujuan untuk menjalin silahturahmi antar angkatan serta menjadi wadah pengaplikasian minat dan bakat mahasiswa. “Tujuan kegiatan ini selain untuk menjalin silahturahmi yang semakin erat antar masyarakat Ekonomi Pembangunan, juga sebagai wadah pengaplikasian minat serta bakat yang dimiliki mahasiswa,” katanya. Di antara, cabang seni yang diperlombakan ialah majalah dinding (mading), cipta dan baca puisi. Karya seni tersebut yang diperlombakan berupa kritik mengenai kondisi fakultas ekonomi sekarang ini. “Dalam mading nanti akan ada karikatur serta gambaran mengenai keadaan Fakultas Ekonomi sekarang ini. Begitu pula halnya dengan lomba cipta dan baca puisi yang nantinya akan mengangkat tema mengenai lingkungan kampus Fakultas Ekonomi,’’ ujar mahasiswa angkatan 2015 ini. (pr40)

Twitter @Profesi_Online Instagram @lensaprofesi

3

Ciptakan Kepedulian Sosial Melalui Kuliah Umum

DOSEN. Program Studi (Prodi) Pendidikan Ilmu Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNM berikan kuliah umum guna mengajak mahasiswa untuk peduli dengan masalah sosial, di Lt. 2 Ballroom Menara Pinisi, Senin (21/11) lalu.

PROGRAM Studi (Prodi) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Ilmu Sosial mengajak mahasiswa untuk peduli dengan masalah sosial melalui kuliah umum. Kegiatan yang mengangkat tema urgensi religiusitas IPS-TEK dan enterpreneuship sumber daya mahasiswa dalam memenangi persaingan global. Yang dilangsungkan di lantai 2 ballroom Menara Pinisi. Senin (21/11). Ketua Panitia, Syamsul Sanusi mengatakan kuliah umum merupakan program yang pertama kali dilaksanakan. Tema yang diangkat pun disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa IPS yang banyak berhubungan dengan masyarakat. “Kegiatan ini adalah program fakultas dan semua prodi akan melaksanakannya. Yang pasti disesuaikan dengan jurusan yang ada di FIS. Dan beberapa pekan kedepan prodi Antropologi yang dapat bagian,” Katanya. Syamsul menambahkan mahasiswa

FOTO: Wahyudin-Profesi

semestinya perlu untuk terjun langsung ke masyarakat guna mengetahui permasalahan yang terjadi. Sehingga dapat menawarkan solusi dari realitas di kehidupan mereka. “Mahasiswa perlu praktek langsung kelapangan guna memahami masalah kompleks yang terjadi. Ranahnya lebih luas lagi mencakup internal dan eksternalnya. Lebih banyak masalah yang diketahui akan lebih bagus,” Tambahnya. Dosen Pendidikan Ilmu Sosial ini pun berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang dimiliki untuk mengurangi masalah sosial. Menurutnya, kepekaaan kepada masyarakat penting guna menciptakan hubungan yang baik. “Harapan kedepannya agar pada proses pengembangan potensi, mahasiswa peka terhadap masalah sosial yang terjadi dimasyarakat. Memiliki sikap mental positif terhadap segala perbaikan penyimpangan yang terjadi dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari”. harapnya. (pr08)

HMJ Pendidikan Sejarah Adakan Sekolah Gender

HIMPUNAN Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) menyelenggarakan sekolah gender yang diadakan di Balai Arkeologi Makassar, Sudiang. Jum’at (25/11). Sekertaris Kegiatan, Selfi menuturkan kodrat manusia sebagai laki-laki dan perempuan harus pada jalurnya masingmasing. Selfi berpandangan mahasiswa dinilai perlu mengetahui tugas pokoknya Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

sebagai manusia yang beragama. “Kegiatan ini diadakan untuk memberikan pengetahuan yang dalam tentang masalah kodrat. Agar laki-laki dan perempuan tidak menyalahi kodratnya. Apalagi zaman sekarang sangat banyak mahasiswa yang awam akan hal tersebut.” Katanya. Selfi juga mengatakan, yang menjadi sasaran kegiatan merupakan mahasiswa

angkatan 2016 dan utusan Lembaga kemahasiswaan di FIS dan mahasiswa pendidikan sejarah. Peserta kegiatan yang ditarget sebanyak 80 orang. Kegiatan ini pun dirangkaikan dengan pemberian materi dan permainan menarik. “Kami wajibkan pesertanya dari Pendidikan Sejarah, selain dari itu kamimeminta perwakilan setiap LK di FIS . dan masih aktif kuliah.,"katanya. (pr19)

WeeklyNews NewsProfesi ProfesiEdisi Edisi02 04/ November / November2015 2016 Weekly


4

Lintas UNM

Radio Profesi UNM: 107,9 FM Live Streaming: CNC One Radio

LULUS DI EMPAT UNIVERSITAS INTERNASIONAL

Rahmat Fadhli Beri Tips Raih Beasiswa

EDITORIAL

Fasilitas Kampus Perlu Gebrakan

U

sia Universitas Negeri Makassr (UNM) telah menginjak angka lima puluh lima tahun. Berbagai kisah telah diukuir oleh Kampus Eks IKIP Ujung Pandang ini. Mulai dari aspek kemahasiswaan, akademik, administrasi umum hingga sarana dan prasarana. Aspek sarana dan prasarana misalnya, mahasiswa banyak mengeluhkan fasilitas kampus yang tidak sesuai dengan pembayaran. Dari pendingin ruangan (AC) yang tidak berfungsi dengan baik, kursi kayu, kekurangan ruang kuliah hingga WC yang tidak layak pakai. Terlebih masalah fasilitas kampus hampir merata terjadi diberbagai fakultas. Salah satunya Fakultas FMIPA yang masih ditemui kursi rusak dan pendingin ruangan (AC) yang menjadi penghias kelas. Mahasiswa pun mempertanyakan keseriusan pihak UNM membenahi masalah ini. Bukan tanpa alasan, fasilitas kampus adalah hak mahasiswa dalam menunjang kegiatan akademik. Bagaimana menciptakan mahasiswa yang kompetitif jika hak saja tidak dipenuhi. Pembantu Dekan Administrasi Umum FMIPA, Agus Martawijaya mengatakan pihak kampus akan melakukan standarisasi ditahun 2017, termasuk sarana dan prasarana. Kita tentunya berharap hal ini tidak sekedar janji belaka. Jangan salah jika seringkali terjadi aksi unjuk rasa hanya karena hak mereka tidak dipenuhi. Padahal kewajiban membayar iuran kuliah telah dilaksanakan. Kita menanti gebrakan pihak UNM memperbaiki fasilitas kampus yang katanya salah satu universitas terpandang di Indonesia Timur. (*)

SUDUT + Prasarana Kampus Belum Merata - Mengganggu proses perkuliahan + Listrik Padam Ganggu Perkuliahan - Gara-gara kekurangan daya + FE Kekurangan Tempat Sampah - Masih belum merata

Dg. Tata

ALUMNI Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2012, Rahmat Fadhli berhasil lolos seleksi di empat universitas kelas dunia. Keempat universitas tersebut yakni Boston University Amerika Serikat, University of Twente Belanda, University of Adelaide Australia, Queen Belfast University Inggris. Dari ke empat universitas tersebut, lelaki asal Luwu Utara ini memilih untuk melanjutkan program magisternya (S2) dengan jurusan Educational Science Leadership and Policy di Boston University, Amerika Serikat yang dibiayai full oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP). Mantan Pemimpin Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi UNM ini mengatakan, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika hendak mendaftar beasiswa LPDP. Misalnya saja, membuat essay sebagus mungkin. Disamping itu, keaktifan organisasi dan kemampuan bahasa inggris merupakan faktor penunjang kelulusan. "IPK saya tidak terlalu bagus-bagus amat, hanya 3,14. Akan tetapi bukan itu yang menjadi

penilaian utamanya. LPDP tidak melihat seperti apa kamu dulu, tetapi apa yang akan kamu berikan untuk Indonesia kedepan," akunya saat menjadi pemateri dalam seminar yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) FMIPA di Aula Lt.5 Program Pascasarjana UNM, Kamis (24/11) lalu. Menurutnya, untuk lulus di Universitas kelas dunia, langkah awal yang perlu diambil adalah dengan mencari tahu dahulu kampus yang sesuai dengan bidang dan mencoba menjalin komunikasi dengan pihak profesor atau admission officenya. "Selanjutnya adalah menentukan skala prioritas kampus tujuan kita sambil melengkapi dokumen yang mereka minta. Ini merupakan salah satu syarat utama yang harus dipersiapkan sejak awal,"katanya. Beberapa dokumen tersebut misalnya, personal statement, rancangan penelitian, cv yang menggunakan bahasa inggris, sertifikat bahasa (IELTS/TOEFL), ijazah, transkrip nilai, dan pengalaman kerja jika ada. Turut hadir pula sebagai pembicara adalah Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. Jasruddin M.Si dan Ketua Prodi Fisika S2 PPs UNM Prof. Dr. Muris M.Si. (awa). RAHMAT FADHLI ALUMNI S1 PENDIDIKAN FISIKA FMIPA UNM 2012 TTL: Pare-pare 20 November 1989 Asal Daerah: Luwu Utara Pengalaman organisasi: Pemimpin Umum LPM Profesi UNM (2011/2012)

Sambungan dari halaman 1 tuturnya. Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Fakultas Teknik, Jamaluddin menilai, pihak universitas saat ini masih kekurangan anggaran untuk memenuhi sarana dan prasana di seluruh fakultas yang ada di UNM. Ia menjelaskan, pengadaan fasilitas penunjang tersebut, dianggarkan dan diperadakan secara bertahap. Hal itulah yang membuat kesan tidak meratanya sarana dan prasarana yang dinikmati oleh mahasiswa. “UNM masih berbasis satuan kerja, jadi dana tergantung dari pusat. Makanya tidak semua fakultas merata pembagian dananya, tergantung dari proposal yang diajukan. Seperti pengadaaan kursi baru

misalnya, jumlahnya terbatas hanya 35 buah setiap kelas,” kata Jamaluddin. Pembenahan juga akan dilakukan di FE. Pembantu Dekan Administrasi Umum FE, Anwar mengungkapkan pihaknya akan tetap berusaha memenuhi hak seluruh mahasiswanya secara merata. Ia juga berharap, mahasiswa dapat bersabar menunggu perampungan pembangunan yang sedang berjalan saat ini. “Saya setuju, FE memang masih dalam tahap pembenahan, jadi kita tunggu sampai selesai. Soal wifi yang rusak, kami mengaku lalai karena kurang pengawasan. Namun, kami sudah menghubungi orang ahli untuk memperbaiki secepatnya,” jelasnya.(tim)

Weekly News Pemimpin Umum: Awal Hidayat, Pemimpin Redaksi: Nurul Fildzah Zatalini, Sekretaris: Rosni Armin, Bendahara: Fatimah Muffidah Azzahra, Kepala Litbang: Ita Andriani, Redaktur Pelaksana Penerbitan: Resa Saputra, Fotografer: Muh Agung Eka S, Layouter/ Desainer Grafis: Noval Kurniawan, Manajer Sirkulasi dan Iklan: St. Aminah, Reporter: M. Abil Arqam, Anggi Prakasi, Nurhaerunnisa Widagdo, Ririn Yuniastuti, Muhammad Nur Fajri , Rita Sahara, Masturi, Faisal Fajar, Suhartini Supriadi, Wahyudin. Redaksi LPM Profesi UNM: Jl. Malengkeri Luar No.25 Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate, Telp.(0411) 887964, e-mail: profesi_unm@yahoo.com, redaksi@profesi-unm.com; Website: www.profesi-unm.com. Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apapun.

WeeklyNews NewsProfesi ProfesiEdisi Edisi02 04/ /November November2015 2016 Weekly

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


Weekly Profesi Edisi 04 2016