Issuu on Google+

1

Ketua HMPS Pendidikan Sosiologi Dituding Mark Up Dugaan adanya penggelembungan dana Seminar Nasional Menyeret nama Ibrahim Arifin selaku ketua Umum HMPS Pendidikan Sosiologi sebagai pelaku utama. Ia dikabarkan telah menyisihkan sejumlah dana kegiatan tersebut dikantong pribadinya. SEMINAR Nasional yang diadakan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) pada tanggal 9 Mei di auditorium Amanaggappa menimbulkan sejumlah spekulasi tentang adanya penyimpangan yang terjadi dengan kegiatan ini. Wacana yang berhembus, dikabarkan Ketua Umum HMPS Pendidikan Sosiologi, Ibrahim Arifin telah melakukan penggelapan dana dari hasil seminar tersebut. Kegiatan yang menghadirkan Gubernur Sulawesi Selatan, Sahrul Yasin Limpo ini diprediksi memakan anggaran sebesar Rp 25 juta. Hal ini diungkapkan Amir (Samaran) salah satu mahasiswa jurusan Sosiologi. Amir menambahkan, meski tidak ada kejelasan mengenai jumlah uang yang dikorupsi, namun indikasi adanya penyalahgunakan keuangan tersebut diperkuat dengan tidak adanya transparansi keuangan dari kepanitian pasca kegiatan. Ditambah lagi, belum dilaksanakannya Laporan Pertanggungjawaban (LPj) dari kepanitiaan. Menanggapi tudingan yang dialamatkan kepadanya, Ibrahim Arifin mengaku telah lama mencium gelagat tersebut. Namun, mahasiswa yang sering disapa Bur ini membantah kalau dirinya telah melakukan hal itu seperti isu yang ada. Menurutnya, kemunculan isu tersebut diakibatkan banyak mahasiswa yang tidak senang dengan dirinya. Apalagi, Ia berhasil mendatangkan Sahrul Yasin Limpo kala itu. “Saya difitnah korupsi wajar-wajar saja, karena kami berhasil menghadirkan pak gubernur sebagai

Foto - Ikky HYMNE. Gubernur Sulsel, Syharul Yasin Limpo bersama Rektor UNM menyanyikan Hymne Sosiologi sesaat sebelum memulai Seminar Kebangsaan dan Dialog Anak Negeri.

pemateri di kegiatan kami yang cukup sulit untuk dilakukan oleh orang lain,” tuturnya. PD III FIS Siap Beri Sanksi Terkait tudingan yang dialamatkan kepada mahasiswa tersebut. Pembantu Dekan bidang kemahasiswaan, Jumadi mengaku isu tersebut baru diketahuinya saat wartawan Profesi bertandang ke tempatnya. Namun, ia berjanji apabila benar terbukti, tersangka bakal dijatuhkan sanksi. “Jelas ada sanksinya, sanksi organisasi di fakultas dan universitaskan sudah dibuat ketentuannya,” tandasnya. Lebih jauh, jumadi mengatakan pihak fakultas akan menelusuri kasus ini

dan berusaha untuk mencari data. Sampai saat ini, belum pernah ada yang melapor kepadanya terkait isu ini dan menurutnya hal ini tidak boleh dibiarkan. “Saya akan cari data dulu, karena hal kecil-kecil saja tidak boleh dibiarkan,” tegasnya. Punya Banyak Utang Meski sejumlah tudingan tertuju kepadanya ia tetap kukuh dengan pendiriannya. Bur malah mengaku kegiatan tersebut justru telah merogohkan uang pribadinya sebesar Rp 1 juta. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan anggaran saat pelaksanaan kegiatan. “mana mungkin mi saya korupsi, ini saja tekor ka Rp1 juta, uang pribadi ku saya

Weekly News Profesi Edisi 18/Juni/2012


2

Aktivitas LK FIS

Disesuaikan Jam Kantor

“SEKRETARIAT Lembaga Kemahasiswaan hanya dibuka sesuai dengan jam kantor, setelah lewat jam kantor maka sekret akan ditutup kembali.” Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, seluruh sekertariat Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) ditutup lebih awal. Ironinya, sekertariat tersebut malah ditutup bersamaan dengan jam kantor kampus berakhir. Hal ini membuat sejumlah fiungsionaris LK kelabakan dalam mengerjakan keraj-kerja kelembagaan. Presiden Federasi Mahasiswa (FEMA) FIS, Sudarmin membenarkan prihal tersebut. “Benar, belum lama ini birokrat kampus mengeluarkan surat keputusan tentang penutupan secret lebih awal dari sebelumnya,” ujarnya. Tambah sudarmin, penutupan sekertariat tersebut jelas menghambat kerjakerja kelembagaan. “Biasanya fungsinaris lembaga itu efektifnya melaksanakan ker-

ja-kerja kelembagaan pada malam hari, tapi dengan keputusan tersebut menghambat kerja-kerja kami,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Himpunan Pendidikan IPS terpadu mengaku dengan kebijakan tersebut, pihaknya terpaksa harus mencari alternatif tempat untuk digunakan “sekertariat dadakan”. “ Kami biasanya mengadakan rapat pada sekret dadakan seperti rumah kos teman-teman atau warkop untuk membahas program kerja,” ungkapnya Menanggapi hal tersebut, Pembantu Dekan III FIS, Jumadi mengatakan bahwa keputusan tersebut berasal dari keputusan bersama ketua jurusan dan pihak fakultas melalui rapat senat. “Sekertariat Lembaga Kemahasiswaan hanya dibuka sesuai dengan jam kantor, setelah lewat jam kantor maka secret akan ditutup kembali,” terang Jumadi. (Pr05/Pr20)

Menanti PR Dadakan

BERDASARKAN hasil rapat pembahasan mekanisme Pembantu Rektor (31/5). Menetapkan untuk penentuan Pemilihan Rektor (PR) diberikan kewenangan sepenuhnya kepada Arismunandar selaku Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM). Hal ini diungkapkan, Hasnawi Haris selaku senator. Hasnawi menambahkan kebijakan ini diambil dengan pertimbangan, Rektor UNM bisa memilih calon yang dianggapnya memiliki hubungan emosional yang baik dengannya. Hal ini juga untuk menghindar persepsi orang adanya intervensi

jika pemilihan PR diserahkan ke senat. Hanya saja, Hasnawi tidak mengetahui kapan rektor akan mengumumkan PR barunya. “Itu juga diserahkan ke rektor, entahlah bisa saja tiba-tiba ada undangan dari beliau untuk dilantik Pembantu Rektornya,” terangnya. Bedasarkan Konfirmasi dari Arismunandar, ia juga kelihatannya masih galau menentukan kapan waktu yang tepat untuk memunculkan orang yang bakal menemaninya selama satu periode kedepan. “Bulan Juli,” Singkatnya via telepon. (Pr09/Pr17)

sambungan dari hal. 1

Ketua HMPS Pendidikan Sosiologi Dituding Mark Up pake karena dana kepanitiaan kurang dan itu belum diganti” tegasnya. Lanjut Ibrahim, selain itu masih banyak utang yang harus dilunasi, seperti utang cetak baliho dan spanduk, sewa ruangan, imbalan untuk pemateri, serta utang di percetakan saat mereka membuat sertifikat. Senada dengan Ibrahim, ketua panitia seminar nasional Ahmad Fajrul mengaku akan melaksanakan LPJ dalam waktu dekat dan bersamaan dengan pem-

bubaran panitia. Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan LPj dikarenakan masih banyak utang yang belum dilunasi. Saat ini, panitia mengaku untuk melunasi semua utang, mereka menjual sertifikat dengan harga Rp15 ribu. Sampai saat ini, dari 1000 lembar setifikat yang mereka buat telah terjual sebanyak 800 lembar. Menurutnya, apabila semua sertifikat habis terjual utang-utang mereka bisa dilunaskan. (Pr02)

Weekly News Profesi Edisi 18/Juni/2012

Kampusiana Fisika Peroleh SEM dan X-Ray Diffraction SEBUAH gebrakan baru yang dilakukan jurusan Fisika tahun ini. Beberapa hari yang lalu, jurusan Fisika baru saja meresmikan laboratorium Mikrostruktur yang bakal menjadi penunjang utama bagai mahasiswa fisika untuk pembelajaran nantinya. Laboratorium yang bertempat di lantai 2 Jurusan Fisika ini memiliki dua peralatan baru. Peralatan itu yakni Scanning Electro Microscope (SEM) dan X-Ray Diffraction. Pengadaan alat seperti ini baru kali pertama di Indonesia Timur. Menurut Subaer, pengadaan alat tersebut sudah lama ia impikan. Bahkan, waktu Universitas Negeri Makassar (UNM) masih berstatus sebgai Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). “Kita selalu berpikir bahwa kita harus memiliki peralatan yang mampu mendukung penelitian-penelitian kita baik untuk mahasiswa maupun dosen, sehingga dengan pengadaan alat ini terbuka peluang bagi mahasiswa maupun dosen untuk mengembangkan penelitian yang mampu bersaing di tingkat nasional,” tuturnya. Lebih jauh, Kepala UPT Perpustakaan ini ia menilai kehadiran alat ini sebagai awal untuk mendapatkan alat-alat lainnya yang tentunya akan digunakan sebagai penunjang kegiatan pembelajaran lainnya. “Kita masih membutuhkan sejumlah alat lagi sehingga laboratorium kita bisa diandalkan sehingga memiliki produktivitas serta kualitas penelitian atau memiliki reputasi yang baik,” ujar Subaer. Pria yang juga penanggungjawab Laborotorium ini berharap dengan adanya alat tersebut, intensitas penelitian mahasiswa semakin tinggi dan bisa mengangkat universitas di jenjang yang lebih tinggi. Rektor UNM, Arismunandar yang hadir saat peresmian mengatakan apa yang dilakukan ini tidak jauh sebgai motivasi untuk kualitas pendidikan. “ini awal dari lahirnya laboratorium lainnya,” tutupnya. (Pr36)


Kilas LK Menwa UNM

Adakan Lomba Takraw dan Futsal DALAM rangka memeriahkan Hari Lahir yang ke-35 tahun, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) UNM mengadakan lomba sepak takraw dan futsal. Kali ini, peserta tidak hanya berasal dari UKM yang bermukim di UNM, tapi sejumlah UKM Menwa dari Universitas lain juga datang meramaikan. “Sebanyak 20 tim yang siap bertanding dalam lomba ini, “ tutur Hasan salah satu panitia kegiatan. Hasan menambahkan, dalam lomba ini sistem yang digunakan bukan sistem gugur. Namun, lebih pada sistem kompetisi yang mengandalkan poin. “Dalam satu grup ada lima tim, setiap tim akan bermain sebanyak empat kali dalam babak penyisihan. Dan Setiap grup hanya dua tim yang bisa lolos ke babak berikutnya,” ungkapnya. Sementara, untuk pertandingan futsal tidak seperti pertandingan yang sering kita lihat. Dalam pertandingan ini, pesertanya adalah kaum hawa. Sebanyak enam orang putri dalam satu tim bakal berlaga di lapangan futsal yang bertempat di Kampus UNM Gunung Sari. “Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 19 juni nanti, sekaligus merayakan Hari Lahir Menwa pada tanggal tersebut,” tambah Reskiana yang juga terlibat sebagai panitia. (Pr15/Pr08)

Sudut + Ketua Umum HMJ Sosiologi Dituding Mark Up - Jika Benar, gak Bisa Jadi Mawapres dong + Upah yang Tak Kunjung Cair - Kemungkinan ada Mark Up + Mahasiswa Bidikmisi Juarai Mawapres - Semoga Upahnya Cair Dg. Lu’

3

Maba Belum Datang, LK FIS Tolak DPP MENGANTISIPASI adanya pemberlakuan Dana Penunjang Pendidikan (DPP) bagi mahasiswa baru angkatan 2012 mendatang. Sejumlah fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) memberikan somasi kepada Birokrat fakultas agar DPP tidak lagi ada seperti tahun-tahun sebelumnya. Sekertaris Jenderal Federasi Mahasiswa (FEMA) FIS mengaku telah merangkul sejumlah lembaga yang dibawah naungannya untuk bersatu menolak DPP. Ia juga mengaku telah melakukan rapat konsilidasi terkait hal ini. “Bentuk penolakan nantinya itu tergantung pada rapat selanjutnya” kata sekjen FEMA yang enggan disebutkan namanya tersebut. Sementara itu, Persiden FEMA, Sudarmin mengatakan saat ini pihaknya menunggu saat yang tepat untuk membahas lagi masalah ini. “Kami menunggu waktu yang tepat untuk membahas masalah DPP ini lebih lanjut.”kata mahasiswa jurusan Pendidikan Pancasia dan Kewarganegaraan (PPKn) ini. Tambah Sudarmin, DPP hanya akan memberikan beban tambahan kepada mahasiswa. Ironisnya, peruntukan dana tersebut tidak jelas dan tidak seseuai dengan realitas yang ada. “Fasilitas perkuliahan yang kami dapat sangat jauh dari

yang kami harapkan,” terangnya. Sama halnya dengan Zahrul Awal selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Perkantoran. Menurutnya, secara pribadi menolak akan adanya DPP ini. Ia berharap, DPP sebelum bisa dijelaskan secara terang-terangan tempat berlabuhnya uang tersebut. Senada dengan Zahrul, Feri yang saat ini menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Sejarah juga menolak adanya DPP. “Katanya DPP, tapi kok ruang perkuliahan kurang?,” tandas mahasiswa eksponen 09 ini Ditemui di tempat terpisah zahrun Awal selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Perkantoran(25/5) mengatakan bahwa pihaknya secara pribadi menolak akan adanya dana penunjang pendidikan dan mengharapkan kepada mengharapkan kepada pihak birokrak kampus agar lebih terang terangan dalam penggunaan dana penunjang pendidikan tersebut. senada dengan zahrun, Feri selaku ketua Himpunan mahsiswa Pendidikan sejarah mengatakan bahwa alokasi Dana penunjang Pendidikan itu simpang siur.” katanya ada DPP, tapi kok ruangan perkuliahan kurang?” ujar mahasiswa eksponen 09 tersebut. (Pr05/ Pr20)

Perempuan Belum Dapatkan Keadilan KEADILAN dan kesetaraan gender (KKG) kembali menuai pro dan kontra. Apalagi dengan munculnya Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG) yang dianggap tak sejalan dengan nilai-nilai ketimuran dan nilai keagamaan didalamnya. Dosen jurusan Sosiologi ini menambahkan, dalam konsep Barat, gender adalah ketidaksejajaran dan kemitrasejajaran, sedangkan dalam konsep bugis Makassar sendiri adalah kesepakatan atau consensus antara laki-laki dan perempuan (suami istri) yang dilandasi pedoman hidup yakni nilai budaya siri’, sipakatau, sipangaderreng, sipakalebbi, dan teppe (nilai keagamaan). “Saya setuju dengan RUU KKG asalkan sesuai dengan budaya dengan norma masyarakat, seperti halnya di bugis Makassar gender dibingkai dengan nilai budaya dan nilai keagamaan,” ungkapnya. Senada dengan Maksum Syam, pendi-

ri Perempuan Mahardika ini juga setuju dengan hadirnya RUU KKG. Menurutnya, hal ini bisa memberi ruang yang setara antara kaum laki-laki dan perempuan. Tambahnya, RUU KKG pantas dijadikan UUD tapi ketetapan dalam bentuk regulasi itu tidak cukup jika tidak diikuti upaya yang serius, dalam hal ini kebijakan ekonomi dan politik pro rakyat. Apalagi perempuan selalu menempati presentase tinggi kemiskinan. Makmum menilai, paradigma patriarki juga praktek patriarki itu sangat kuat di UNM. Menurutnya, butuh kesadaran feminis untuk mengatasinya, misalnya saja laki-laki merasa superior atas perempuan, perempaun pun membenarkan akan hal itu. Ia melanjutkan, untuk mengubah hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun salah satu cara untuk mensosialisasikannya yaitu dengan cara sosialisasi, diskusi dan riset. (Sud)

Weekly News Profesi Edisi 18/Juni/2012


4

editorial

Yang Muda Jangan Korupsi DUNIA ini memang semakin aneh, jika setiap harinya kita melihat sejumlah kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat teras. Kini, seorang yang masih berstatus sebagai mahasiswa pun ternyata disinyalir telah melakukan korupsi pasca kegiatan yang diselenggarakan oleh himpunannya. Ironis, hanya dengan bermodalkan jabatan sebagai ketua umum dalam lembaga kemahasiswaan. Seorang tersebut lantas mampu menyalahgunakan kekuasaannya dengan memakan uang lembaga secara pribadi. Jika kasus ini benar, ini bakal menjadi contoh kecil bahwa idealisme seorang mahasiswa yang dulunya begitu tinggi yang selalu meneriakkan anti korupsi telah mengalami degradasi. Dan bukan tidak mungkin pengurus lembaga kemahasiswaan lainnya juga pernah melakukan hal yang sama. Hanya saja, belum tersentuh publik. Tentunya, hal ini akan menjadi pembelajaran bagi kita sebagai pelanjut estafet bangsa untuk tidak melakukan tindakan haram tersebut. Sebab, jika penyakit ini sudah merembes sejak mahasiswa, maka jangan harap negara ini bisa damai dan tentram. Sadarlah kawan***

Nama yang tercantum di bawah ini tidak lagi terdaftar sebagai magang LPPM Profesi UNM 1. Suparman Ismail 2. Marwah Thalib

4

Lintas UNM

Mahasiswa Bidikmisi Juarai Mawapres

MAHASISWA penerima beasiswa pendidikan mahasiswa miskin berprestasi (bidikmisi), Yusri berhasil memenangkan seleksi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Universitas Negeri Makassar tahun 2012. Ajang penyisihan tingkat universitas ini dihelat di Ruang Senat Rektorat UNM 30 April lalu. Mahasiswa jurusan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini berhasil menyisihkan tujuh kontestan lain dari berbagai fakultas UNM. Ia berhasil mengantongi nilai 85.54 poin. Peringkat kedua diraih oleh Dian Astuti Mulia dari Fakultas Psikologi dengan catatan nilai 75.23 poin. Sementara peringkat ketiga dimenangkan oleh Yudi Arianto dari Fakultas Teknik dengan jumlah nilai 67.16 poin. Sebagai hadiahnya, mahasiswa penerima bidikmisi ini juga berhak mewakili UNM ke tingkat nasional. Yusri mengungkapkan, dirinya tidak pernah menyangka akan ditetapkan sebagai juara. Melihat para pesaingnya yang sudah lebih senior dari dirinya. “Saya tidak pernah berpikir akan seperti ini karena ini pertama kalinya saya mengikuti ajang seperti ini,” ujar mahasiswa eksponen 2010 ini. Ia mengaku senang dan bangga dengan apa yang telah Ia raih. Namun ini bukanlah suatu perkara yang mudah untuk dijalani, karena ini merupakan suatu amanah yang harus dijalaninya agar bisa menembus 15 finalis di tingkat nasional. Sampai saat ini, ia telah melakukan berbagai persiapan agar dapat menembus tingkat nasional. Seperti persiapan pengiriman berkas ke Dikti, dan perbaikan karya tulis ilmiah yang akan dikirimnya sebelum tanggal 1 Juni. Karya tulis dengan judul “Paskin (Pakar Ikan peternak Miskin) yang memanfaatkan limbah batang pisang menjadi pakan ikan alternatif”, akan diperbaikinya dengan melakukan penelitian untuk menghasilkan produk seperti yang tertera pada karya

tulis tersebut. “Dalam seleksi tingkat universitas, saya hanya melakukan study literature selanjutnya di tingkat nasional akan diupayakan untuk menghasilkan produk karya tulis dengan dibantu rekan-rekan yang ada di UKM penalaran,” paparnya. Karya tulis yang memiliki bobot tertinggi ini disusunnya ke dalam bentuk bahasa Jerman. Menurutnya, tiap peserta mempunyai pilihan untuk mempresentasikan karyanya dalam bentuk bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Ia pun memilih bahasa Jerman sebagai bahasa yang akan digunakannya. Alasannya, ia merupakan mahasiswa yang bergelut di bidang itu. Selain itu, ia melihat peluang yang lebih besar dengan menggunakan bahasa tersebut. Menurutnya, ia bisa berbeda dengan kontestan lainnya. Hal ini pun akan kembali dilakukannya di tingkat nasional nantinya.(Pr24)

Weekly News Pelindung: Arismunandar Penasehat: Sofyan Salam, Andi Ihsan, Hamsu Abd. Gani, Nurdin Noni, Kamaruddin, Yusuf Syam Dewan Pembina: Abdullah Dolla, Hazaerin Sitepu, Mukramal Aziz, Uslimin Pemimpin Umum: Rahmat Fadhli, Pemimpin Redaksi: Isnaeni Dahlan, Sekretaris: Nur Hasni, Bendahara: Parni, Redaktur : Asri Ismail Reporter: , Yeni Febrianti, Syamsul Alam, Rizki Army Pratama, Azhar Fadhil, Muhammad Ilham Nur, Fatma Husni, Nur Lela, Sugianto, Hesikumalasari, Susi Amriani, Ary Utary Nur, Fadilah Dwi Octaviani. Layouter dan Artistik: Khaerul Mustaan, Muhammad Yasir. Redaksi LPPM Profesi UNM: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt.I, Kampus Gunungsari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: lppm_profesiunm@yahoo.com, Website: www.profesi-unm.org.

Weekly News Profesi Edisi 18/Juni/2012


Edisi_18