Issuu on Google+

Tabloid Mahasiswa UNM

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

1 www.profesi-unm.com

Pengemban Tri Darma Perguruan Tinggi

Dedemit Akademik 82 Mahasiswa 足Dicoret l Hal. 7 Iklim Akademik yang Tak Ramah l Hal. 5

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014 Streaming: radioprofesi.com

Urai data, ungkap fakta, saji berita


Persepsi

2

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

www.profesi-unm.com

surat dari pembaca

A

Profesional dan Proporsional

pa kesulitan menjadi mahasiswa? Apa kemudahannya? Sebagian akan dibawa pada pemikiran tentang kultur akademik yang akan dijalaninya. Sementara, kultur akademik yang dulu dilalui sebelum masa-masa kuliah jauh lebih mudah dan konsisten. Semakin beranjak, tentu saja kualitas pendidikan di Indonesia harus semakin baik. Namun tidak dengan mengerdilkan bahwa proses menjalaninya ternyata jauh lebih sulit. UNM, sebagaimana tujuan awal berdirinya, dikhususkan untuk mencetak tenaga pendidik yang kompeten di bidangnya masing-masing. Perlu ditekankan, tenaga pendidik bukan tenaga pengajar. Artinya, tugasnya kelak ketika menjadi seorang guru tidak sekadar menyalurkan ilmunya saja, melainkan turut berperan membangun tingkah laku anak didiknya. Maka sudah seharusnya mahasiswa dibina dengan mengedepankan pengembangan karakter sekaligus kecerdasan berpikir. Akan tetapi, justru pengembangan kultur akademik di kampus tidak berlangsung secara sehat. Ada banyak ketimpangan-ketimpangan yang dirasakan langsung oleh mahasiswa selaku penerima ilmu. Mulai dari dosen yang kerap telat mengajar, sering memindahkan jadwal kuliah, menggelar kuliah instan, hingga dosen yang sama sekali tak pernah mengajar di kelasnya. Sementara di satu sisi, ketika mahasiswa yang berlaku salah secara akademik, maka sanksi secara ringan saja dilayangkan oleh dosen bersangkutan. Tak memandang apakah dosen sendiri sudah mencontohkan hal-hal yang benar dan wajar. Profesionalkah hal semaca itu? Sebanding dengan output yang dihasilkan UNM, hal tersebut turut mempengaruhi prestasi UNM di mata khalayak. Dibandingkan universitas tetangga,

kampus orange masih ketinggalan jauh, semakin ke belakang. Pun, di kala mahasiswa aktif dan kritis terhadap kebijakan dosen di dalam kelas, mahasiswa kerap dimusuhi. Kebanyakan dosen memang tak menyukai mahasiswa-mahasiswa yang aktif dalam lembaga atau organisasi kampus. Seolah-olah, para aktivis itu adalah momok yang mesti dijauhi. Padahal tak serta merta mahasiswa yang bergelut di dunia organisasi punya prestasi akademik yang buruk. Kalaupun prestasi akademiknya buruk, namun skill atau keterampilan yang dimilikinya jauh di atasa rata-rata mahasiswa lain. Setidaknya, skill itulah nantinya yang akan dijadikannya bekal memperoleh kerja yang layak dan memuaskan. Toh, dalam dunia kerja sebenarnya, orang-orang kritis dan terampil lebih dibutuhkan ketimbang mereka yang hanya mengandalkan paket IPK secara tertulis. Sementara dalam kehidupan yang sebenarnya, orang-orang yang pandai bersosialisasi jauh lebih disukai ketimbang mereka yang hanya berkutat secara intern dengan teori-teori yang mereka pelajari. Sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi sesamanya. Dosen atau birokrasi secara umum harusnya sadar bahwa mahasiswa terbaik bukan dibangun atas dasar keterpaksaan mengikuti kuliah yang dicanangkan oleh kurikulum akademik di jurusannya. Melainkan ditempa dari pengalaman-pengalaman emosionalnya membaur dengan baik sebagai makhluk sosial. Kecerdasan terbaik dibangun dari emosional, spiritual, dan intelegensi yang memadai. Oleh karena itu, tak ada salahnya dan tak perlu menyalahkan mahasiswa yang bergelut di dunia organisasi. Selama mereka tetap mengedepankan kegiatan akademik sebagai proporsi utamanya. (*)

t f

Apa yang Anda pertanyakan?

Wahab Gapi

pendaftran PPG yg non SM3T kapan dibukax? tolong biaya rincix dicantumkan di surat kabar profesi terbitan selanjutx, tankyou profesi

Direktur P3G, Abdullah Pandang

Pemberitahuan dari dikti itu mengatakan kemungkinan yang regular itu 2016, tetapi bisa jadi 2015. Tergantung dari informasi selanjutnya dari dikti. Biayanya belum disampaikan yang pastinya kalau biaya mandiri pasti mahal, dan Itu tergantung dari formatnya nanti, apalagi koutanya itu dibatasi.

Muhammad Rustam

Tolong di share dulu Informasi perpanjangan beasiswa PPA dan BBM, Berapa kali sebenarnya pencairan beasiswa PPA dan BBM dalam setahun ?

Kasubag Kesejahteraan Mahasiswa, Syamsul Bahri

Pencairan beasiswa PPA dan BBM dilakukan dua kali dalam setahun. Namun dalam pencairannya memang sering terlambat karena Dikti terkadang tidak merespon kalau disurati terkait keterlambatannya itu.

Ahmad Subair

Kepada Pimpinan UNM FIS, tolong penelitian mata kuliah yang keluar kota di Prodi Pend. Sejarah, hilangkan. Karena UKT tidak berlaku biaya di bebankan pada mahasiswa. Bukakah itu sudah masuk dalam pelanggaran? Mohon responya yang jelas!

Dekan FIS, Hasnawi Haris

Penelitian di luar kota sebenarnya sudah tidak termasuk dalam Uang Kuliah Tunggal (UKT) karena biaya yang digunakan terlalu mahal. Jika semuanya ditanggung dalam UKT, itu malah merugikan suatu instansi karena UKT hanya menanggung apa yang terdaftar. Jadi, kita serahkan saja ke jurusan atau dosen masing-masing untuk penanggulangan biaya penelitian mata kuliah tersebut.

KARIKATUR-koe

ILUSTRASI : SAMTI-PROFESI

Redaksi menerima saran, dan kritikan dari mahasiswa atau birokrat UNM. Kirim saran dan kritikan Anda ke: 089655551135 085255927221

Sajikan informasi terhangat UNM

Disini

redaksi@profesi-unm.com profesi_unm@yahoo.com

www.profesi-unm.com RAPAT. Suasana rapat dapur redaksi bersama pengelola LPPM Profesi UNM dalam Klinik Jurnalistik guna membahas masalah internal di tubuh Lembaga Kepenulisan ini di Tanjung Bira. Jumat (18/4) FOTO: SOFYAN-PROFESI

t

f

@Profesi_Online LPPM Profesi UNM

Android

Blackberry

Pelindung: Arismunandar Penasihat: Sofyan Salam, Nurdin Noni, Heri Tahir, Eko Hadi Sujiono, Ismail Muchtar Dewan 足Pembina: Abdullah Dola, Asia Ramli Prapanca, Hazairin Sitepu, Anshari, Ammas, Syahrir Muhammmad, Akbar Faisal, Mukhramal Azis, Uslimin, 足Facharuddin Palapa, Abdul Wahid Nara, Husain Rasyid, Syamsuddin Yoko, Rusli Siri, Makmur Abdullah, Fitriani Rachman. Pemimpin Umum: 足Sutrisno Zulkifli, Sekretaris: Azhar Fadhil, Bendahara: Ary Utary Nur, Divisi Penerbitan: Imam Rahmanto (Pemimpin Redaksi), Divisi Online: Muh. Yasir (Kepala Divisi), Divisi Penyiaran: Rizki Army Pratama (Station Manager), Divisi Penelitian dan Pengembangan: Yeni Febrianti (Kepala Litbang), Divisi Usaha: Nurlela (Pemimpin Perusahaan). Tabloid Mahasiswa PROFESI diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan dan Penyiaran Mahasiswa (LPPM) Profesi Universitas Negeri Makassar STT : 1635/SK/Ditjen PPG/1990. Penanggung Jawab: Sutrisno Zulkifli, Pemimpin Redaksi: Imam Rahmanto, Sekertaris: Azhar Fadhil, Bendahara: Ary Utary Nur, Redaktur: Khaerul Mustaan, Susi Amriani, Reporter: Fadilah Dwi Octaviani, Syamsul Alam, Sulastri Khaer, Dwi Pratiwi Aslam, Dian Febriani, Andi Sadriani, Nurlaela Basir, A. Sri Mardiyanti Syam, Andi Ajip Rosyidi, Samti Binti Talip, Fotografer: Andi Baso Sofyan, Layouter/ Desainer Grafis: Kasdar Kasau, Manajer Sirkulasi: Syamsul Alam, Manajer Iklan: Andi Sadriani. Redaksi LPPM Profesi UNM : Jl. Dg. Tata Raya, Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1 Parangtambung Makassar, Telp. (0411) 887964, 足e-mail: redaksi@profesi-unm.com, website: www.profesi-unm.com

DESAIN SAMPUL: KASDAR-PROFESI

Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun.

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Streaming: radioprofesi.com


Mozaik

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

Inaugurasi Teknik Elektro 2013

PD III FT Baca Puisi DALAM inaugurasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) angkatan 2013 di Auditorium Amanagappa, Senin (29/4), Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) FT unjuk kebolehannya. Inaugurasi bertemakan Night to Remember itu diawali dengan penampilannya mementaskan puisi berjudul Korek Api Pelangi. Sontak saja compiler, sebutan bagi mahasiswa jurusan Teknik Elektro angkatan 2013, menyambut antusias penampilan PD III sembari menyorakinya. “Oppo ki! Oppo ki!” sorak-sorai mahasiswa menyambut penampilan yang sebelumnya sudah direncanakan panitia Inaugurasi itu. Dalam puisi karyanya itu, ia bercerita tentang kehidupan mahasiswa sehari-hari, khususnya di Fakultas Teknik. Tanpa terlihat membawa naskah teks puisi, ia mondar-mandir di atas panggung menggesturkan isi puisinya yang kebanyakan memplesetkan merek-merek rokok. Malam inaugurasi tersebut juga mempersembahkan beragam lakon kesenian, diantaranya paduan suara, tari-tarian, musikalisasi puisi, band, perkusi, dan masquarade. Ahmad Fadli, Ketua HME FT, ia menerangkan sebelumnya inaugurasi dilangsungkan karena tidak adanya izin dari birokrasi dalam pelaksanaan bina akrab. “Untuk menyatukan adikadik, kita ingin adakan bina akrab, tapi dilarang. Makanya kita sediakan inaugurasi,” jelasnya. Oleh karenanya, Kamaruddin selaku ketua panitia pelaksana merasa bahagia dengan pelaksanaan inaugurasi. “Tidak sia-sia persiapan yang dilakukan sebelumnya, dampaknya bisa lebih kompak dengan teman dan lebih erat dengan banyak senior,” bahagianya. Selain dihadiri PD III, malam inaugurasi tersebut juga dihadiri oleh Dekan FT Husain Syam beserta jajaran petinggi lainya. (pr03)

3

www.profesi-unm.com

HMPS Seni Tari

Lihat Dunia L ­ ewat Gerak

MEMPERINGATI hari tari sedunia, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Seni Tari Fakultas Seni dan Desain (FSD) UNM menggelar berbagai pertunjukan tari yang berlangsung di Baruga Colli Pujie, Selasa (29/4). Pementasan yang menampilkan beragam tari oleh mahasiswa FSD UNM, pelajar SMA, dan sanggar di Makassar ini bertajuk Melihat Dunia dengan Gerak. Selain bertujuan untuk memperingati Hari Tari Sedunia, pagelaran tari ini juga menjadi simbolisasi masih eksisnya kepedulian terhadap seni tari.

Ketua HMPS Seni Tari, Nilawati mengatakan, pagelaran ini mampu menjadi rujukan bahwa dunia dilihat tidak hanya melalui mata. “Melihat dunia tidak mesti hanya dengan pandangan dari mata, dengan tarian kita juga bisa mengenal dunia,” tutur mahasiswa angkatan 2012 ini. Ia menjelaskan, dalam pagelaran itu tetap mengusung nilai luhur kebudayaan Indonesia dengan berdaya saing global. “Kita tetap berdasar dari tradisi lokal tarian, ditambah dengan tari kontemporer asing yang sudah disaring agar sesuai dengan kultur bangsa,” terangnya.

Meskipun demikian, mereka terkendala terbatasnya waktu persiapan. “Kita cuma latihan selama seminggu, padahal seharusnya sebulan lebih awal. Dan harus menggunakan biaya mandiri,” keluhnya. Salah satu penonton, Nini Kasvia Haris mengatakan, pementasan ini sangatlah luar biasa. Harapannya, Pementasan seperti ini terus digelar setiap tahun tidak hanya terkhusus untuk Hari Tari saja. “Bagus sekali ini pementasan, kalau bisa FBS juga adakan yang seperti ini,” harap mahasiswa FBS ini. (pr03/pr26/pr56)

Milad UKM KSR

Tumbuhkan Solidaritas Senior

UNIT Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) unit UNM memperingati hari lahirnya yang sudah menginjak usia ke-25. Kegiatan yang dihelat di Hotel Lamacca, Selasa (29/04), diperingati oleh seluruh jajaran pengurus maupun senior. Ketua Umum UKM KSR, Ahmad Syaiful mengungkapkan, peringatan hari lahir ini sekaligus menjadi momen reuni akbar para alumni dan dewan senior. Selama

ini, menurut Ahmad, senior dan pengurus masih kurang solid. “Acara ini bukan hanya sekedar memperingati hari lahir, tapi sebagai ajang agar rasa solidaritas antara senior dan pengurus itu lebih harmonis,” tuturnya. Dalam acara ramah-tamah keluarga besar KSR itu, salah satu pembina UKM KSR, Mursalim menyampaikan misi lembaga tersebut selalu peduli hal kemanusiaan, bagaimana membantu orang-orang disekitar

kita. Pun, tidak membeda-bedakan ras dan kesukuan. “KSR itu bekerja tidak mengharapkan adanya imbalan, bekerja secara profesional, dan menjalankan tujuh prinsip dasar PMI dan bulan sabit merah,” terang Mursalim dalam sambutannya di tengah-tengah acara. Kegiatan dengan tema “Seperempat Abad untuk Kemanusiaan” ini juga dihadiri beberapa dewan senior juga pembina dan perwakilan UKM se-UNM. (pr33)

SNAPSHOT MAIN KARTU. Sejumlah anggota kepolisian yang ditugaskan menjaga keamanan di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) mengisi waktu luangnya dengan bermain kartu. Di tengah suasana kampus yang sudah kondusif pasca tawuran akhir tahun, banyak mahasiswa yang mengeluhkan keberadaan petugas kepolisian maupun Brimob yang tidak menunjukkan kinerja yang baik terkait penjagaan keamanan kampus. FOTO: SOFYAN-PROFESI

Puluhan Tahun Mengabdi Pagi-pagi *Febriawan Djalil

Perjalanannya dimulai dengan mengendarai kendaraan roda duanya, menelusuri gelap dan dinginnya subuh Kabupaten Takalar. Demi tiba pagi-pagi di kampus, ia mesti menempuh jarak dari rumah nyaris dua jam setiap harinya selama 30 tahun pengabdiannya di UNM. Masih pagi benar ketika Abdul Rajab tiba di kampus dan pegawai lain belum menampakkan batang hidungnya. Ia memang punya kebiasaan selalu datang lebih pagi dibanding pegawai lainnya. Pun, usianya tak lagi muda, hanya berseberangan satu tahun lebih tua dari rektor UNM, Arismunandar. Namun ia tetap segan menjalani rutinitasnya di rektorat. Bahkan, ia menjadi pegawai “kesayangan” rektor di kala jajaran pimpinan masih menghuni gedung rektorat. “Sampai sekarang juga saya masih Streaming: radioprofesi.com

sering jalan-jalan ke ruangan Pak Rektor di Pinisi,” ungkap Rajab yang hingga kini masih menetap di rektorat karena diperbantukan di Bagian Keuangan UNM. Dulu, lanjutnya bercerita, ia satu-satunya pegawai yang rutin menghidangkan kopi pagi untuk rektor. “Kopiku yang paling enak katanya Pak Rektor,” ungkapnya tersipu-sipu. Meskipun sudah melalui masa kepemimpinan empat rektor UNM, tak sekalipun perasaan bosan menghinggapinya. Sepak terjangnya sebagai Operator Telepon dan Penyedia Informasi dimulai sejak 1984 silam. Ia mengaku sempat ditempatkan di perumahan rektor, namun, kecintaannya terhadap kampung halaman di Takalar membuatnya tak betah berada di kampung orang. Ia lebih memilih menempuh jarak sejauh 90 km dari rumahnya ke kampus. Berkali-kali pun ia celaka di tengah perjalanannya menuju kampus, ia masih kekeuh menetap di rumahnya sendiri. “Beda itu rasanya kalau di rumah

sendiri,” terangnya agak kalem. Senyuman yang selalu tersungging di bibirnya menjadikan lelaki paruh baya ini dikenal baik di kalangan rekan-rekan kerjanya. Karena kebiasaannya tersenyum pula, wajahnya kelihatan masih muda meski usianya telah menginjak setengah abad. Kebiasaannya bercanda selalu menjadi hiburan tersendiri bagi temantemannya saat sedang bekerja. ”Kalau saya bekerja tidak pernah ji merasa bosan, karena saya kerja dengan setulus hati dan yang paling utama itu selalu tersenyum,” katanya sumringah. Selama pengabdiannya, ia mengaku sudah mendapatkan banyak pelajaran hidup, tentang bagaimana kemudian harus menjadi pekerja keras membiayai hidupnya sendiri yang sudah ditinggal kedua orang tuanya. Kini, hanya ada sepetak ruangan kosong di rektorat lama yang menjadi tempatnya menyandarkan diri di tengah padatnya arus kehidupan kota, sembari menanti kepindahannya ke Menara Pinisi. (*)

FOTO: SOFYAN-PROFESI

HADIAH SEPEDA. Abdul Rajab (Kiri) bersama Rektor UNM, Arismunandar (kanan) setelah mendapat hadiah sepeda pada perayaan Dies Natalis ke 52 UNM.

Urai data, ungkap fakta, saji berita


4

Lensa Orange

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

www.profesi-unm.com

Terima Bendera

Mengibarkan Sang Merah Putih

Teruslah Mengabdi Hari kala itu masih cukup pagi, sejumlah wajah berseri berpakaian rapi dengan jas dan dasi perlahan memadati halaman auditorium Amanagappa. Mulai dari mahaiswa, pegawai, pimpinan fakultas hingga pimpinan universitas berbaris tertib. Tepat 2 Mei 2014, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kembali dihelat, mengenang peluh kerja keras Bapak Pendidikan Nasional dalam memajukan pendidikan bangsa. Perjuangan dan pengabdian sudah sepatutnya diapresiasi. Melalui momentum Hardiknas, penyerahan piagam penghargaan dan satyalencana kepada sejumlah pegawai satu persatu dibacakan protokol sesuai masa pengabdian. Sumringah, diiringi tepuk tangan peserta upacara, pegawai dan tenaga pendidik yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun menerima penghargaan langsung dari Pembantu Rektor Bidang Akademik, Sofyan Salam selaku pembina upacara. (*)

Kenakan Satyalencana

Foto dan teks: Andi Baso Sofyan

Mengheningkan Cipta

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Beri Selamat

Streaming: radioprofesi.com


Reportase Utama

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

5

www.profesi-unm.com

Iklim Akademik yang Tak Ramah Tidak semegah Pinisi, kampus UNM masih terlalu jauh dari kategori kampus profesional. Hingga kini, sistem akademik masih dianggap kurang proporsional oleh kalangan mahasiswa.

Dosen Profesional, Masihkah Ada? Jauh sebelum kampus eks IKIP ini berganti nama jadi UNM, sistem pendidikan di UNM mengalami “kerusakan akademik”. Sistem kurikulum yang seyogyanya menjadi acuan dalam proses belajar mengajar malah tidak diindahkan oleh beberapa dosen. Hingga berdampak pada mahasiswa yang buta arah akan mata kuliah yang diprogramkannya. Perbedaan kurikulum per-angkatan mahasiswa juga menjadi kendala kecil lainnya yang mengakibatkan mahasiswa bingung dalam pemilihan mata kuliah di jenjang selanjutnya. Dalam konteks kurikulum perguruan tinggi (PT), kurikulum PT itu dilaksanakan berbasis jurusan/ prodi. Berbeda halnya dengan kurikulum di satuan sekolah dasar hingga atas yang menggunakan kurikulum nasional yang seragam. Kurikulum dirumuskan beradasarkan visi misi instansi yang disesuaikan dengan faktor perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang kian hari semakin menuntut keluaran yang betul-betul berdaya guna kemudian dihadapkan pada kondisi SDM dan SDA PT tersebut. Dalam pelaksanannya, kurikulum berbasis jurusan dan atau prodi ini kemudian dievaluasi TIM REPORTASE KHUSUS Dian Febriani (Koordinator) | Andi Sri Mardiyanti Syam, Andi Sadriani, Andi Ajip Rosyidi, Susi Amriani Streaming: radioprofesi.com

3-5 tahun sekali untuk melihat dan menilai sejauh apa proses pelaksanaan, hingga output dari perancangan tersebut. “Kurikulum sekarang bisa saja tidak sama dengan kurikulum 5 tahun sebelumnya, hal ini biasanya didasari faktor kebutuhan masyarakat yang semakin hari semakin berkembang, dan kecocokan kurikulum ini akan dilihat dan dievaluasi pelaksanaannya 3-5 tahun sekali,” terang Ketua Jurusan Kurikulum Teknologi Pendidikan (KTP), Pattaufi. Sering didapati, ada perbedaan kurikulum antara PT yang satu dan PT yang lain, meskipun memiliki prodi yang sama. Perbedaan visi misi dan kondisi serta SDM dan SDA masingmasing perguruan tinggilah yang kemudian memberi corak perbedaan kurikulum di antara perguruan tinggi sekalipun dengan prodi yang sama. Tak heran kemudian orang membandingkan prodi yang sama antar beberapa uinversitas dengan sebelah mata karena tak melihat sisi perbedaan corak yang diusung masing-masing PT. Banyak hal yang saban hari menjadi problematika pelaksanaan kurikulum terkhusus pada PTN kita. Bagaimana kompetensi dosen, proses belajar mengajar, mahasiswa keluaran, sarana dan prasana serta masih banyak lagi yang hal yang semakin dikeluhkan oleh berbagai pihak dan kemudian menciptakan jarak yang terlalu jauh dari apa yang kita harapkan terhadap pelaksanaanya. (tim)

MELAKSANAKAN pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, seperti itulah tugas seorang dosen. Apalagi melihat dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional meliputi kualitas iman, akhlak mulia, dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi. Hingga mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur, dan beradab. Sayang, dalam melaksanakan tugas dan pemenuhan kinerja, dosen menghadapi beberapa masalah. Salah satunya terkait masalah profesionalisme. Hal ini dikarenakan sebagian dosen masih menjadikan profesi dosen sebagai simbol status yang tidak ditekuni sebagaimana profesi yang lain. Salah satu hal yang mengganggu kualitas dan profesionalisme dosen ialah kualifikasi pendidikan. sekarang muncul trend di kampus yaitu menjamurnya asisten dosen. Para asisten dosen tersebut diperkerjakan untuk melapis dosen-dosen yang mempunyai jumlah waktu mengajar banyak. Tentulah menjadi pertanyaan, apakah asisten dosen tersebut mempunyai kualitas yang sama dengan dosen sebenarnya?. Lebih diperparah beberapa asisten dosen notabenenya mereka belum memenuhi kriteria pendidikan magister (S2). Padahal jelas tercatat pengajar S1 minimal memiliki ijazah S2. Hal ini diutarakan Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR1), Sofyan Salam mengatakan tugas seorang asisten hanya sebatas membantu kerja-kerja dosen bukannya mengajar. “Asisten dosen yang bukan S2 belum berkewajiban mengajar. Sudah jelas S1 itu harus diajar minimal seorang magister. Masa S1 ngajar di S1,” tuturnya.

Tingkah dosen yang merugikan mahasiswa: 1. Asisten dosen yang menggantikan kerap kali hanya berkualifikasi S1

2. Sewenang-wenang dalam memindahkan jadwal, hingga sebagian mahasiswa harus mengorbankan waktu liburnya

3. Kelas monoton, hanya mengandalkan presentasi tanpa ada interaksi

4. Beberapa dosen memanfaatkan kelasnya untuk memperkenalkan buku/modul dengan iming-iming standarisasi nilai 5. Sering telat, atau bahkan tidak masuk mengajar, namun mendadak di ujung semester mengeluarkan nilai merata kepada semua mahasiswa 6. Penilai dosen cenderung subyektif terhadap para pelaku lembaga 7. Etika yang kurang bersahabat

Keluhan lain yang muncul adalah cara mengajar dosen yang tidak interaktif. Kebanyakan dari mereka hanya terpaku pada materi dari buku (text book) atau internet. Sementara mahasiswa hanya diminta untuk mencatat dan menghafal apa yang disampaikan oleh dosen, kadang tanpa mereka mengerti inti serta maksud dan tujuan dari apa yang diajarkan itu. Nurul misalnya, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) yang tidak setuju dengan metode pengajaran dosen tersebut. “Kadang-kadang kami tidak mengerti apa yang disampaikan dosen,” katanya. Tak hanya itu, beberapa dosen kerap kali memindahkan jam mengajarnya. Padahal setiap dosen mempunyai jadwal mengajar yang telah diatur. Rata-rata alasannya, para dosen tersebut mempunyai jadwal ngajar yang bertepatan. Lebih parahnya lagi ada yang memindahkan jadwal perkuliahan dihari sabtu atau minggu. “Kalau sudah tidak ada kelas yang kosong, mereka (dosen, red) biasanya memindahkan di hari sabtu atau minggu,” ucap Nurawalia mahasiswa Fakultas

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Menanggapi hal tersebut Pembantu Dekan Bidang Akademik (PD 1) Fakultas Psikologi, Eva Meisara Puspita Dewi menuturkan pihak dosen harusnya memberikan waktu untuk kegiatan mahasiswa seperti di sabtu dan minggu yang merupakan hari mahasiswa. “Senin sampai Jum’at itu hari kuliah, sabtu minggu itu hari kegiatan organisasi mahasiswa. Jadi sebagai dosen harus mengerti dan memberikan ruang untuk mahasiswa mengembangkan minatnya dihari selain perkuliahan,” ungkapnya. Belum lagi banyaknya dosen yang tak menunjukkan etika mengajar yang baik, seperti dosen yang datang terlambat, dosen yang hanya menceritakan pengalamannya, ataukah seorang dosen yang tak memenuhi jumlah pertemuan perkuliahan. “Satu kali hadir,dia (dosen,red) isi dua kali pertemuan,” lanjut Nurawalia. Entah ini cara penerimaan dosen yang tak melihat kualitas ataukah memang keprofesionalisme seorang dosen sudah ­langka. (tim) Urai data, ungkap fakta, saji berita


6

Reportase Utama

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

www.profesi-unm.com

Aktivis Tak Selalu Anarkis f

KATA MEREKA

LPPM Profesi UNM

Ola

Tambah sibuk tapi berpengalaman

Nur Izzah Kyzah Elzhyrasi

Good. Tapi lebih bagusnya lagi, fokus di Akademik dan tetap aktif dalam Organisasi.. Karena inti dari niat orang tua, ingin melihat anaknya sukses

Mytha Codara’a Ariel

Ya tidak apa-apa tergantung darimana kita menyikapinya. Peluang kerja sekarang banyak dibutuhkan orang yang mempunyai pengalaman berorganisasi.

Adi Kurniawan

Tapi beda sekarang suasananya, ditekan sama birokrasi

Walling Unm

Boleh. Asalkan bisa memeneg waktunya dengan baik. Kalau bisa tambah dengan ini. Yang mantap Ibadah, mantap akademik, mantap organisasi, mantap wirausaha...!!!

Sri Hijriani Hebat!!!

Anthyhardiyanti Arhas BullaSipit

Baik sih. Tapi ingat tujuan utama kuliah itu bukan untuk berorganisasi. Percuma dong organisasinya bagus tp akademiknya 0 (nol) SUMBER : FB LPPM Profesi UNM GRAFIS : KASDAR-PROFESI

SECARA garis besar ada tiga tipologi mahasiswa, mahasiswa aktivis, hedonis, dan akademisi. Namun dari ketiga tipe tersebut, mahasiswa aktivis yang kerap kali menjadi sorot para dosen juga masyarakat. Sifat mahasiswa aktivis yang mengkritisi kebijakan-kebijakan birokrasi justru salah diinterpretasikan. Salah satunya, aksi atau demo mahasiswa yang kadang berujung pada tawuran atau aksi btrutal lainnya. Pembantu Rektor (PR III) Bidang Kemahasiswaan, Heri Tahir membantah hal tersebut, menurutnya tidak semua anak organisasi yang bertindak demikian, karena itu tergantung dari individual mahasiswa itu sendiri. ”Itu hanya sebahagian, paling tidak hampir tidak pernah kita dengar lembaga kemahasiswaan kita yang tingkat universitas ikut tawuran atau demo,” cakapnya. Ia juga menambahakan, demo dan unjuk rasa boleh saja dilakukan, namun harus sesuai pada koridornya. Karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. “Saya kira demo unjuk rasa sah-sah saja, sepanjang itu dilakukan dengan cara yang baik, hingga menjauhkan kita dari hak priori sehingga kita tidak berpikir hitam putih, bahwa yang putih itu mahasiswa dan hitam itu birokrasi,” papar guru besar Fakultas Ilmu Sosial (FIS) ini. Namun nyatanya tidak sedikit dari mereka juga berhasil menorehkan prestasi karena menggeluti dunia pencetak pemimpin tersebut. Sebut saja Andi Ismail Lukman, yang waktu itu

merupakan mantan Wakil Presiden (Wapres) BEM universitas, yang berhasil meraih IPK tertinggi, 3, 90 tingkat universitas 2012 lalu. Ia malah berterimakasih karena mendapatkan banyak hal dalam dunia organisasi. Selain Ismail, ada juga mahasiswa FBS, Mansyur. Mahasiswa ini juga baru-baru saja meraih juara dua dalam lomba debat Bahasa Inggris tingkat Universitas. Ia mengatakan, prestasi yang ia dapatkan tidak terlepas dari proses belajar yang ia dapatkan dari organisasi. “Saya dapat banyak hal dari organisasi, bisa dibilang 60 persen, di kampus itu hanya sebatas dasar,” ungkap mahasiswa yang aktif di Pusat Studi dan Dakwah Mahasiswa Muslim (Pusdam) ini. Dalam hal ini Pembantu Dekan Bidang Akademik (PD I) FMIPA, Muharram mengatakan fenomona ini terjadi karena antusiasme mahasiswa kurang dalam berlembaga dan terjadi ketidakseimbangan antara keduanya. “Tapi masalahnya, animo mahasiswa yang berlembaga justru mahasiswa yang memiliki IPK di bawah,” terang dosen kimia ini. Lanjutnya, organisasi itu memiliki peran penting dalam kehidupan kedepan, apalagi di usia mahasiswa seperti ini. Banyak yang dapat diperoleh dari organisasi, seperti kedewasaan, berpikir kritis, tahan banting dan paling utama belajar jadi pemimpin. Namun, ia mengatakan mahasiswa harus tetap memprioritaskan apa tujuan utama mereka datang ke Universitas. “We have to know our priority, yang jelas organisasi itu penting, tapi lebih penting tujuan uatama kita datang ke Makassar,” pesan mantan ketua komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di zamannya. (tim)

Ranking UNM Turun Tiap Semester Kriteria penilaian pemeringkatan universitas di dunia versi Webometrics: • Konten global yang terindeks Google • Jumlah rich file (pdf, doc, docs, ppt, dsb) yang terindeks di Google Scholar • Jumlah eksternal link yang unik (jumlah backlink) yang diterima oleh domain web universitas (inlinks) yang tertangkap oleh Google

Januari 2013

RANKING 66

Peringkat UNM (versi Webometrics) dua tahun terakhir

Agustus 2013

RANKING 73

Januari 2014

RANKING 84 SUMBER : GOOGLE GRAFIS : KASDAR-PROFESI

Urai data, ungkap fakta, saji berita

MALANG nian kampus pencetak guru ini, harapan untuk mendapatkan peningkatan rangking di tataran Perguruan Tinggi Nasional (PTN) di Indonesia nampaknya harus menguras kesabaran. Setiap semesternya, dalam data yang dihimpun profesi dari Webometrics World Rank (WWR) yang merupakan lembaga riset terkait kualitas PTN berdasarakan 4 komponen parameter penilaian yang menjadi indikator utama yaitu, Presence (20 persen), Impact (50 persen), Openness (15 persen), dan Excellence (15 persen), mengalami penurunan drastis. Hasil riset tahun 2013 edisi Januari, UNM menduduki posisi 66. Lalu di edisi Agustus, UNM turun peringkat ke posisi 73 dan hasil terakhir yang diperoleh untuk edisi Januari 2014, UNM merosot hingga ke posisi 84. Hal ini dibenarkan Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Fahri. Ia mengungkapankan jika ranking UNM sendiri masih sangat jauh dari kampus PTN lainnya di Indonesia, baik dari fasilitas dan SDMnya sendiri. Menurutnya, sebelum UNM menaikkan akreditasinya menjadi A terlebih dahulu UNM harus memperbaiki SDMnya,

4 komponen parameter penilaian yang menjadi indikator utama yaitu, Presence (20 persen), Impact (50 persen), Openness (15 persen), dan Excellence (15 persen) dalam artian mahasiswa dan dosen. Pasalnya SDM merupakan ujung tombak dalam perbaikan UNM kedepannya. “SDMnya yang harus terlebih dahulu dibenahi bukan fasilitasnya dalam artian dosen dan mahasiswa. Kalau begini terus bisa-bisa peringkat UNM selalu menurun,” tutur guru besar prodi Administrasi Negara ini. (tim)

FIK Beri Mahasiswa Berprestasi Dispensasi MEMBELA nama lembaga dalam berbagai kejuaraan dan membawa pulang juara rasanya tidak adil jika harus mendapati nilai akademik yang hancur dikampus. Demi membela lembaga bahkan terkadang para atlit harus izin tidak mengikuti tatap muka dikelas, namun hal ini kadang tidak mendapat pemakluman dari beberapa dosen. Meski dirinya tidak bermasalah dalam hal perizinan, atlit bulu tangkis FIK ini, Putra Rinaldy Sari mengatakan, seharusnya ada apresiasi tersendiri untuk mahasiswa yang mengikuti lomba dan mengharumkan nama UNM. Karena menurutnya, hal tersebut merupakan praktek lapangan dari apa yang diperoleh di kampus. “Baiknya diberi, karena ini menyangkut prestasi mahasisiwa dan berkaitan dengan citra kampus,” terang mahasiswa yang pernah mengikuti kejuaraan bulu tangkis tingkat universitas se-Sulawesi ini. Dekan FIK ditemui ditempat berbeda mengaku dirinya telah menegaskan ke dosennya agar memberikan pemakluman terhadap kondisi seperti itu. Menurutnya seharusnya dosen bisa mengerti kondisi mahasiswa dan mendukung prestasinya bahkan berani memberikan penghargaan kepada para mahasiswa yang merupakan atlit yang membawa nama lembaga searah dengan visi misi FIK. “Dalam beberapa pertemuan saya selalu menekankan, seharusnya dosen mengerti keadaan seperti itu, kita harus mendukung prestasi mahasiwa karena tidak semua mahasiswa bisa menjadi atlit dan mengharumkan nama lembaga kita,”ungkapnya. Memang masing-masing dosen punya hak priogatif, namun, lanjutnya. Ada hal yang harus di perhatikan bahwa penialain tidak hanya tatap muka dikelas, praktek serta prestasi didalam maupun diluar tetap haruss dipertimbangkan. “Inikan sebagai bentuk penghargaan kita, juga sebagai bentuk dorongan kita kepada anak-anak kita agar terus mengembangkan diri dan terus berprestasi,” imbuhnya. (*)

SUDUT + Iklim Akademik Pancaroba - Sekalian tunggu pemilu 9 Juli + Aktivis Tak Selalu Anarkis - Santai broo...! + 82 Mahasiswa Dicoret - Jadi selama ini??? DG. TATA Streaming: radioprofesi.com


Info Akademik

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

Beasiswa Bidikmisi

82 Mahasiswa D ­ icoret

Kuota Bidikmisi untuk UNM: Tahun 2010 300 Mahasiswa Angkatan Pertama Tahun 2011 600 Mahasiswa Angkatan Kedua Tahun 2012 750 Mahasiswa Angkatan Ketiga Tahun 2013 775 Mahasiswa Angkatan Keempat SUMBER: BAAK DAN LITBANG PROFESI

SEBANYAK 82 mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Miskin dan Berprestasi (Bidikmisi) UNM harus gigit jari. Pasalnya, hak mereka untuk menerima beasiswa dari pemerintah itu telah dicabut lantaran Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mereka tak memenuhi standar rata-rata 2,75. Disamping itu, beberapa nama juga tercatat tidak aktif lagi sebagai mahasiswa di UNM. Hal tersebut diungkapkan Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Mahasiswa, Samsul Bahri. Ia menegaskan, mahasiswa-mahasiswa yang telah dicoret namanya berasal dari angkatan 2011 maupun 2012. “Ada 82 mahasiswa yang tidak lagi ada didaftar sebagai penerima Bidikmisi,” ujarnya. Ia menambahkan, jumlah mahasiswa yang dicoret itu kemungkinan akan bertambah, melihat memang ada banyak mahasiswa Bidikmisi yang tak lagi bisa mempertahankan prestasi, khususnya perihal IPK. “Mereka yang telah dicoret namanya tidak berhak lagi mendapatkan supply bantuan biaya pendidikan dari pemerintah (Dikti, red),” tegasnya lagi. Pembantu Rektor bidang Kemahasiswaan (PR III) UNM, Heri Tahir juga menghimbau agar mahasiswa Bidikmisi tidak bermalas-

malasan dalam menjalani studinya di UNM. Hal itu tentunya mempengaruhi status mahasiswa sebagai penerima Bidikmisi. “Sepatutnyalah mereka mempertahankan posisinya di Bidikmisi. Rugi menyia-nyiakan kesempatan. Apalagi memang beasiswa itu hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang berprestasi,” saran guru besar Ilmu Hukum ini. Sementara itu, untuk angkatan 2010 tidak akan ada pencabutan Bidikmisi lantaran sebagian besar penerimanya dianggap telah nyaris mencapai studi akhirnya. Sedangkan untuk mahasiswa Bidikmisi ­angkatan 2013 masih belum dilakukan proses “pencoretan” karena masih dalam tahap perampungan semester. “Nanti cukup tiga semester baru kita evaluasi nilainya. Jelas jika tidak sesuai dengan standar langsung diproses,” imbuh Samsul Bahri. Untuk pengganti bagi mahasiswa yang telah dicabut namanya itu, akan disampaikan ke fakultas masing-masing dengan mengacu pada proses verifikasi lanjutan dari pihak Kemahasiswaan.

Bidikmisi untuk S2 dan S3

Selain itu, pemerintah juga telah melun-

curkan Bidikmisi untuk program Magister (S2) dan Doktor (S3). Hal tersebut diungkapkan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) UNM, Heri Tahir. “Dikti mengirim email dan diminta untuk sosialisasikan dan melaporkan mahasiswa S1 yang telah menyelesaikan masa studinya,” tuturnya. Guru besar Ilmu Hukum ini menekankan, sasaran Bidikmisi S2 ini masih mengerucut pada mahasiswa yang sebelumnya telah menerima beasiswa Bidikmisi di jenjang Sarjana (S1). “Harus dari Bidikmisi S1. Tidak bisa kalau bukan, karena ini merupakan beasiswa lanjutan,” tegasnya. Terkait jumlah kuota yang akan disediakan untuk Bidikmisi S2, disampaikan Heri, belum ada ketetapan yang jelas. Pasalnya, pemerintah masih menjaring dan menentukan anggaran yang tepat bagi beasiswa tersebut. Heri hanya berharap agar mahasiswa Bidikmisi mau melanjutkan kuliahnya di jenjang lebih tinggi. “Apalagi pemerintah juga sudah menunjukkan keinginannya untuk membantu memajukan pendidikan Indonesia,” ujar eks-Asisten Direktur II Program Pascasarjana (PPs) UNM ini. (lel/ pr02)

Pinisi Bakal Dilengkapi Denah MESKI kabar peresmian Menara Pinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM) masih simpang siur hingga saat ini, namun beberapa pejabat kampus sudah menempati ruangannya di menara berlantai 17 ini. Hingga tiga bulan sejak rektorat dipindahkan ke Menara Pinisi, masih banyak sivitas akademika yang bingung dengan pemetaan ruangan di gedung megah itu. Rencana pemasangan denah pun akan segera diperadakan. Menurut Kepala Sub Bagian Rumah Tangga UNM Ichwan Suwahab, denah tersebut nantinya akan dipasang di setiap lantai dan menerangkan bagian-bagian ruangannya. “Jadi memang kita berencana membuat denah, supaya mahasiwa maupun pengunjung tidak pusing-pusing lagi kalau cari ruangan,” ungkapnya. Meskipun demikian, Ichwan masih menyayangkan beberapa lantai yang belum berpenghuni. semisal, lantai 13 hingga lantai 17 yang masih dibiarkan kosong. Lantai tersebut, menurutnya, dibiarkan berdebu dan kotor. Bahkan, ia menyesalkan ada beberapa bagian yang sudah rusak padahal belum terpakai. “Memang lantai 13 sampai lantai 17 tidak diperadakan cleaning service-nya, karena kami juga kekurangan petugas kebersihan disini (Pinisi, red). Tapi seskali kami suruh mereka naik ke atas untuk membersihkan,” tukasnya. Rencananya, perampungan pembagian ruangan di tiap lantai akan segera diselesaikan jika semua pejabat sudah berpindah dari gedung rektorat lama. Ia sendiri masih belum bisa memastikan waktu peresmiannya. “Hanya saja sekarang belum digunakan semua ruangannya karena masih ada beberapa yang belum pindah dari rektorat lama, seperti Bagian Keuangan,” terangnya. Ia melanjutkan, Bagian Keuangan masih menunggu proses pemeriksaan selesai baru bisa pindah ke ruangan barunya di Menara Pinisi. (pr13)

Lantai 4 : • Ruangan Subbag Rumah Tangga • Ruangan Subbag Kumtala (Hukum dan Tata Laksana) • Ruangan Perlengkapan • Ruangan CT Lab Olahraga • Ruangan Pusat Sumber Bahasa (PSB) • Ruangan Lab ICT Pinisi • Ruangan Komputer • Ruangan UPT Bahasa • Ruangan Rom Toraja • Ruangan Makassar • Ruangan Bugis • Ruangan Sertifikasi Guru

Lantai 6 : Lantai 5 : • Ruangan • Ruangan BAPSI • Ruangan Sertifikasi Dosen • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan

Business English

Lantai 3 : • Ruangan Teater (Theatre Room) • Ruangan P2T • Ruangan Perlengkapan • Ruangan Rapat Vicon • Ruangan Kelas Komputer • Ruangan UPT PPL • Ruangan Subbag Data dan Informasi • Ruangan Subbag Umum • Ruangan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) • Ruangan Pusat KKN • Ruangan Pelatihan Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat • Ruangan Sibermas • Ruangan Dosen • Ruangan Perkuliahan P3G

Lantai 7 : • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan

Tenaga Akademik Kabag Kepegawaian PR I PR III Rapat

Lantai 9 : Lantai 8 : • Ruangan Kendali Server • Ruangan PR II • Ruangan Panel Listrik • Ruangan PR IV • Ruangan Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Lantai 11 : • Ruangan Pusat Penelitian Pemberdayaan Perempuan • Ruangan Penelitian Pemuda dan Olah Raga • Ruangan Reviewer PT • Ruangan Seminar • Ruangan Pusat Budaya dan Seni Sulawesi

Lantai 2 : • Ruangan • Ruangan Efektif) • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan • Ruangan

Lantai 12 : • Ruangan Penjamin Mutu • Ruangan MKU • Ruangan Career Development Center • Ruangan UPT Testing Center • Ruangan Unit Manajemen Aset • Ruangan Lembaga Pengkajian Pengembangan Pendidikan • Ruangan Pengadaan Secara Elektronik • Ruangan Human Capital Development • Ruangan Hubungan Internasional

Hall (Aula) PSE (Pusat Sekolah Humas Penalaran Kemahasiswaan Registrasi Puskom Evaluasi Sarana Pendidikan Kabag. Kerjasama Kabag. Kemahasiswaan Biro Akademik Kerjasama (BKS) ICT Monitoring ICT Perkuliahan P3G

Rektor Rapat Arsip Tata Usaha Staf Rektor

Lantai 10 : • Ruangan Kasubag Program Lemlit • Ruangan Pusat Penelitian Makanan Nasional Gizi & Kesehatan • Ruangan Pusat Penelitian Kependudukan dan Lingkungan Hidup • Ruangan Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pendidikan • Ruangan Subbag Data dan Informasi • Ruangan Subbag Umum Lemlit • Ruangan Seminar

17 16 15 14 13 12 11

Basement : • Ruangan Operator • Ruangan Teknisi • Ruangan Cleaning Service • Ruangan Satpam • Ruangan Sopir • Ruangan Pompa • Gudang

Penyetaraan Akan ­Terapkan Aturan Baru KETUA Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Muliati mengungkapkan, akan menerapkan aturan baru untuk program penyetaraan. Program penyetaraan selama ini menjadi pilihan mahasiswa Program Studi Bussines English setelah meyelesaikan program Diploma Tiga jika ingin melanjutkan studi Strata Satu di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. “Rencananya memang akan ada aturan baru, namun hingga kini belum ada draft pasti yang diumumkan kepada mahasiswa,” bebernya singkat. Muliati menambahkan, secepatnya akan mengadakan rapat terlebih dahulu dengan ketua jurusan maupun ketua prodi untuk pembahasan lebih lanjut terkait penyetaraan tersebut. “Mengenai kapan tepatnya aturan ini dicanangkan, bergantung hasil rapat. Kalau sudah rapat dan sudah ada ketetapan maka mungkin akan berlaku untuk tahun ajaran baru,” tutup Muliati. (sul) AGENDA

10 9 8 7 6 5 4 3

Gedung utama lantai 13 dan 17 menara Pinisi belum digunakan. SUMBER: LITBANG-PROFESI & BAAK UNM GRAFIS: KASDAR-PROFESI

Streaming: radioprofesi.com

7

www.profesi-unm.com

2 B

Pedati Hima Aksi FE Himpunan Mahasiswa akuntansi (Hima Aksi) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan menggelar Pekan “Dry Of Accounting” (PEDATI) part II di auditorium Ammanagappa, Senin (12/05). Dalam acara tersebut akan dihelat pula Seminar Nasional yang bertemakan “Peran dan Tantangan Akuntansi Indonesia dalam Menanggapi AEC 2015”, yang selanjutnya dirangkaikan dengan Accounting Competition. Pesertanya merupakan mahasiswa jurusan Akuntasi se-Sulawesi Selatan. (pr58) Urai data, ungkap fakta, saji berita


8

Wawancara Khusus

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

www.profesi-unm.com

Hidupkan Pustaka Literasi FOTO: FEBRIAWAN-PROFESI

PERPUSTAKAAN semakin ditinggalkan masyarakat luas. Minat baca masyarakat yang rendah mempengaruhi perbendaharaan literasi yang ada, termasuk Makassar. Semakin minimnya orang dengan kegiatan membaca akan mempengarui pula karya-karya literasi yang ditelurkan para sastrawan maupun budayawan. Oleh karena itu, perlu ditemukan banyak cara untuk menanamkan minat baca kepada masyarakat, baik dengan membangun sebuah pustaka literasi maupun komunitas. Berikut hasil wawancara reporter Profesi Yeni Febrianti kepada M. Aan Mansyur yang juga merupakan seorang penulis dan penyair asal Makassar. Lewat perpustakaan yang dibangunnya dan banyak karya bukunya, ia gigih mendorong minat baca dan pelestarian budaya literasi di Makassar. Urai data, ungkap fakta, saji berita

Berikut hasil wawancara reporter Profesi Yeni Febrianti kepada M. Aan Mansyur yang juga merupakan seorang penulis dan penyair asal Makassar. Lewat perpustakaan yang dibangunnya dan banyak karya bukunya, Aan Mansyur gigih mendorong minat baca dan pelestarian budaya literasi di Makassar. Apa yang membuat Anda begitu gigih menanamkan minat baca kepada orang lain hingga membangun perpustakaan?

Saya memang selalu membayangkan orang banyak membaca. Kita kan sekarang ini hidup di masa yang serba cepat. Kita seperti tidak diberikan suatu ruangan dimana kita itu bisa merenung dan berpikir. Dibutuhkan ruang-ruang sederhana seperti perpustakaan agar tidak terjadi hal seperti itu. Kalau ada perpustakaan, orang punya kesempatan beberapa kali untuk datang dan saling berinteraksi sembari membaca. Saya juga orang yang senang membeli buku. Lama kelamaan terpikir juga, egois sekali bila buku itu hanya saya simpan sendiri. Mengapa perpustakaan di luar sana banyak ditinggalkan pembaca, khususnya para generasi muda?

Pengalaman saya dengan perpustakaan itu memang selalu saja sunyi. Saya tetap merasa bahwa mau dibuat funky

Saya pikir banyak sekali orang yang jauh lebih punya ide yang brilian. Namun tidak punya ­cukup akses untuk mewujudkan.

bagaimanapun perpustakaan, bukan tempat yang akan menarik banyak orang. Terlalu banyak tempat di luar sana yang membuat orang-orang lebih tertarik. Kita menyebut perpustakaan, tapi di kepala anak-anak muda itu nggak se-seksi yang kita bayangkan. Selain itu, yang menjadi masalah perpustakaan juga di kota kita adalah pustakawannya banyak yang tidak suka membaca. Jadinya perpustakaan menjadi tempat yang begitu menyeramkan. Wadah atau kegiatan seperti apa yang ingin digagas agar generasi muda Makassar lebih baik?

Saya tidak punya harapan yang muluk-muluk sebenarnya. Kadang-kadang cukup dengan kegiatan yang menciptakan ruang untuk orang-orang bertemu. Seperti saya yang pemalu, hanya ingin saling mengenal dengan siapapun. Saya pikir banyak sekali orang yang jauh lebih punya ide yang brilian. Namun tidak punya cukup akses untuk mewujudkan. Saya selalu merasa bahwa Makassar ini adalah kota yang sangat banyak orang-orang kreatifnya. Sayang sekali kalau tidak muncul sejumlah komunitas yang mewadahi itu.

datang, setidaknya saya yang akan membacanya duluan. Pada akhirnya saya senang saja berada di tempat seperti itu. Bagi saya, satu atau dua orang datang, itu sudah membahagiakan sekali.

Seperti membangun perpustakaan yang nyaman bagi siapa saja?

TTL

Sejauh ini saya hanya benarbenar melakukan, membangun perpustakaan yang semoga bisa menjadi pustaka literasi. Karena saya punya sejumlah koleksi buku. Mungkin tidak besar pengaruhnya, namun kalau ada ruang-ruang seperti ini mungkin orang-orang bisa bertemu dan akhirnya mereka bisa benarbenar bicara dan mengubah cara pandang mereka. Pun, tujuan pribadi saya membuat ruang baca seperti ini lantaran saya senang menjadi pustakawan. Mengapa senang menjadi pustakawan?

Menjadi pustakawan, tidak mesti membaca semua buku. Namun ketika ada buku baru yang

Lantas, adakah pesan buat generasi muda, khususnya mahasiswa UNM?

Saya tidak suka berpesan karena saya tidak suka diceramahi. Biarkan setiap orang menemukan jalannya masing-masing. (*) AAN MANSYUR : Bone, 14 Januari 1982

Karya Antologi: • Sajak dengan Huruf Tak Cukup – antologi puisi (2005), • Kupu-Kupu Dalam Kotak Kaca – antologi cerpen (2005), • Dian Sastro for President #2 – antologi puisi (2004), • Aceh Dukaku – antologi puisi dan esai (2005), • Luka Aceh, Duka Kita – antologi puisi (2005), • Dian Sastro For President #3 – antologi puisi (2005), • Makassar Nol Kilometer – antologi esai (2006), • Setapak Salirang – antologi cerpen (2006), • Makassar di Panyingkul! – antologi reportase (2007), • Tanpa Karya – antologi cerpen tiga negara : Singapura, Indonesia, Malaysia (2007).

Buku : • • • •

Hujan Rintih-rintih (2005), Perempuan, Rumah Kenangan (2007), dan yang akan terbit : Kukila

Streaming: radioprofesi.com


Urai data, ungkap fakta, saji berita

8

Streaming: radioprofesi.com

38th Anniversary

harapan mereka Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) UNM, Heri Tahir Harapan saya supaya Profesi ke depan lebih profesional, termasuk dalam menjunjung kode etik jurnalistik. Saya harapkan Profesi semakin besar dan menjadi corong informasi bagi masyarakat mengenai kampus UNM”

Kepala Lembaga Penelitian UNM, Jufri “Semoga menjadi media yang profesional tetap berpegang pada kode etik dan memperkuat data-datanya agar pemberitaaannya semakin baik. Profesi sudah sangat bagus saat ini, dimana Profesi sebagai wadah mahasiswa belajar menulis. Saya melihat anak-anak Profesi sudah bagus tulisannya

Harapan Mereka...

Rizaldo Carvalho Sukses buat LPPM Profesi UNM !!!

Yuni Ariyanti Lebih mengupas dalam setiap fakta yang ada di lingkungan kita.

Nandhonk Minoz Green jaya dalam tantangan ...

Kepala BAAK UNM, Ismail Muchtar

Erna Yuliana L “Semoga di umur Profesi yang sudah menginjak 38 ini tetap jaya. Harapan saya, Profesi dalam memberitakan tetap memperhatikan prestasi yang ada di kampus. Selain mengkritik kebijakan kampus juga membuplikasikan prestasi kampus” Direktur P3G UNM, Abdullah Pandang “Jadi corong yang makin efektif untuk membangun citra positif UNM di masyarakat.

Pembantu Dekan II FIS UNM, Ima Kesuma Di umur Profesi yang sekarang semoga Profesi tetap eksis. Selain itu, saya berharap mahasiswa yang ada di dalamnya tetap mengembangkan kreativitasnya dalam menulis. Besar harapan saya, Profesi tetap menjunjung kode etik”

Dekan FSD UNM, Karta Jayadi

semoga ttp mmbrikan informasi yg akurat buat mhsswa mhasiswi UNM,, suksess buat LPPM Profesi UNM..

Sri Hijriani Smoga smkin intelek, Kreatif dan Berkebang. kmudian ditunggu hari Rayanya happy briddy LPPM Profesi UNM

Icca Recesoul Merahitam smoga sukses selalu dan beritanya semakin berkualitas..

Marwa sukses semoga semakin kreatif dan banyak mendapatkan informasi,. terimah kasih berkat kawan2 di LPPM Profesi UNM, berkat kalian informasi yang z dapatkan lebih lengkap lagi...

Nasmiati Ayu Swèèt

“Jadikan Profesi sebagai wadah untuk mengasah intelektual, kejujuran, keberanian untuk meraih sukses di dunia jurnalistik profesional yang sesungguhnya.

Met milad buat PROFESI yg pernah ada dlm warna- warni hidup-KU. KAMI BELUM LENGKAP TANPA ANDA. Sukses n maju terus menyAjikAn berita yg berkualitas

Kepala Satuan Pengamana UNM, Dahlan

www.profesi-unm.com

9

Profesi selama ini luar biasa, tapi ke depan semoga tetap Jaya seperti prinsipnya UNM. Kemudian dalam peliputan mencari berita lebih dalam lagi isu yang diangkat.”

Klik!

www.profesi-unm.com

Tampilan baru

Lebih FRESH

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

Life Style

Radio Streaming: www.radioprofesi.com | Website: www.profesi-unm.com


Streaming: radioprofesi.com

38th Anniversary

Urai data, ungkap fakta, saji berita

7

Ramah Tamah Peringatan Hari Lahir ke-38 Profesi

Berkumpul dalam Kekeluargaan HIRUK piruk terdengar di seluruh sudut ruang redaksi Lembaga Penerbitan dan Penyiaran (LPPM) Profesi UNM. Redaksi yang kesehariannya hanya dikunjungi para pengelola saja, malam itu, Senin (5/5) disulap bak pertemuan keluarga besar. Layaknya keluarga yang telah lama tak bertemu dengan anggota keluarganya, suasana malam itu menyiratkan kebahagiaan atas rindu-rindu yang terpendam. Berbagai ornamen ulang tahun dan warna warni balon melekat di dinding redaksi. Angka 38, di dinding redaksi maupun “jejaring sosial”, menunjukkan usia lembaga ini yang tak muda lagi, beranjak lebih dewasa. Namun usia itu menyiratkan eksistensinya yang tak kenal lelah dalam menyediakan corong informasi bagi kampus pencetak guru ini. Malam itu memang menjadi malam yang di nanti. Canda tawa seluruh awak Profesi berbaur merayakan hari lahir lembaganya.Menjelang pukul sembilan malam, perayaan itu disimbolisasi dengan pemotongan dua nasi tumpeng utuh secara sederhana. Dewan senior Profesi mendampingi pemimpin umum kala memotong pucuk tumpeng itu, menyimbolkan bahwa lembaga

ini telah mencapai tingkat kematangannya. “Di usianya yang ke-38 merupakan sumber kekuatan baru untuk terus melangkah. Jangan lesu dan terus maju,” sepotong harapan yang diungkapkan Pemimpin Umum LPPM Profesi UNM, Sutrisno Zukifli bagi lembaga yang telah menampungnya selama 4 tahun terakhir ini. Sutrisno juga menegaskan, sebagai suatu keluarga, Profesi sudah seharusnya menjadi “rumah” bagi anggota-anggotanya. Kehadiran mereka yang dituakan di lembaga kuli tinta ini semoga semakin mempererat tali silaturahmi dalam keluarga besar tersebut. “Acara-acara seperti inilah yang senantiasa kita dambakan, bisa berkumpul bersama keluarga besar dan berbagi kisah pengalamannya di masa lampau,” tutur mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia ini. Tak heran jika perayaan harlah ini dijadikan sebagai momentum bernostalgia, bercerita tentang masa ketika mereka masih menjadi pewarta kampus. Nyanyian selamat ulang tahun tak ketinggalan dilatunkan demi meramaikan hari yang bahagia itu. Segala tekanan akan deadline, kesedihan, keresahan nampaknya

Tersangka Korupsi Itu Enggan Sewakan Pinisi

Syatir Mahmud

GEDUNG Pinisi adalah kampus termewah saat ini di Makssar. Punya interior gaya modern. Pembangunan Pinisi menghabiskan anggaran APBN Rp 250 miliar. Di dalamnya punya ruang teater. Deretan kursinya mampu menampung hingga 350 orang. Namun kursi tersebut hanya diciptakan untuk kelas tertentu saja. Kelas pejabat dan punya pengaruh. Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL) Nasional dan Hari Lahir (Harlah) ke-38 LPPM Profesi UNM dihadiri mahasiswa dari 15 universitas terkemuka di Indonesia. Ada UI, UGM, USU, Unnes dan beberapa universitas lainnya di pulau Jawa dan Sumatera. Ketika Profesi meminta perizinan, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) UNM, Syatir Mahmud selaku pemegang kuasa ternyata memupuskan rencana tersebut. Alasannya, kata Syatir, “Tidak boleh

ada yang pakai untuk kegiatan malam.” Ia melanjutkan, selama ini ia tidak pernah memberikan izin kepada pihak manapun untuk menggunakan ruangan tersebut di malam hari. “Kalau mau pakai di siang hari, kita perbolehkan,” tuturnya sembari menodong dengan harga yang ditentukannya. Profesi pun menerima harga yang ditetapkan oleh Rektorat sebanyak Rp 10 juta. Profesi setuju. Berapa pun permintaanya. Namun sekali lagi, Syatir tetap berdalih sama. Sebelumnya, Theatre Room sempat digunakan oleh organisasi lain di malam hari. Sebut saja, konser perdana Pinisi Choir, Jumat (20/12/2013) . Berjalan beberapa bulan ke belakang, Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) pun pernah mengecap nikmatnya berkegiatan di sana, tepat di acara Seminar Nasional yang digelar Sabtu (26/10) malam. Syatir adalah tersangka korupsi pengadaan alat Laborotorium Olahraga FIK (Fakultas Ilmu Keolahragaan) sebanyak Rp 13 miliar. Saat ini kasusnya masih berjalan di Mapolda Sulselbar. Dalam kasus ini, Kepala BAUK UNM ini bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut. Dia juga mengatakan, peningkatan status ke penyidikan ini berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik Ditkrimsus Polda pekan ini. Namun ia masih belum ditahan oleh kepolisian sejak November 2013. (*)

POTONG TUMPENG. Pemimpin Umum LPPM Profesi, Sutrisno Zulkifli memotong nasi tumpeng bersama dewan senior sebagai tanda dikukuhkannya usia ke-38 lembaga kuli tinta UNM itu.

menguap untuk sementara waktu. Semua tergantikan rasa haru dan ceria akan kebersamaan. Harapan demi harapan mulai terucap di setiap batin awak Profesi. Sejak dibentuknya, lembaga ini sudah menjadi referensi informasi terkait UNM sekaligus tempat pengaduan berbagai masalah.

“38 tahun bukanlah perjalanan yang singkat, karena itu Profesi harus semakin dewasa menyikapi masalah dan tentunya terus menunjukkan dirinya sebagai lembaga yang bekerja selayaknya media massa profesional,” tutur Andi Azhar, Koordinator Steering Kepanitiaan Hari Lahir LPPM Profesi UNM. (*)

Arismunandar Muda Doyan Nulis Artikel TAK disangka, rektor UNM Arismunandar, di masa mudanya, ternyata doyan menulis juga. Salah satu media yang menjadi wadahnya untuk menuangkan pikirannya di tahun 90-an silam adalah Surat Kabar Kampus (SKK) Profesi. Tak terhitung berapa kali tulisan Arismunandar muda pernah terpajang di surat kabar satu-satunya di kampus yang kala itu masih berlabel IKIP Ujung Pandang. Hal tersebut diakui Pemimpin Redaksi pertama SKK Profesi, Asia Ramli Prapanca. Ia menjelaskan, di tahun 90an, Arismunandar kerap menjadi salah satu kontributor tulisan untuk surat kabar kampus. Salah satu tulisannya yang sempat mejeng di surat kabar kampus kala itu berjudul “Profil Mahasiswa Plus”. Tulisan tersebut secara umum bercerita tentang Mahasiswa Plus atau yang disingkatnya sendiri sebagai Maplus. Untuk menjadi seorang Maplus, maka ada beberapa kriteria yang ditawarkan Arismunandar. “Tipe mahasiswa plus mempunyai tingkat keterlibatan yang tinggi dalam aktivitas yang berhubungan dengan keempat mantra kegiatan; akademik, ilmiah, sosial, dan moral dan hasil yang diperolehnya sangat tinggi atau dalam katergori ‘baik’,” gagas Arimunandar lewat tulisannya. Lebih jauh, ia bercerita tentang tipe ideal yang harus dimiliki Maplus demi memperoleh prestasi yang

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

DOK. PROFESI

ARTIKEL. Salah satu artikel yang dituliskan rektor UNM, Arismunandar semasa masih berstatus mahasiswa IKIP Ujung Pandang di koran Profesi.

baik. Arismunandar sendiri membenarkan bahwa dirinya dulu memang sering menulis untuk koran Profesi. “Saya dulu memang sering menulis di Profesi,” ujarnya singkat di sela-sela waktunya diwawancarai oleh reporter Profesi. Tak pelak, hal itulah yang sedikit membantunya dalam meningkatkan wawasan keilmuannya hingga bisa bertransformasi menjadi seorang rektor seperti sekarang ini. (*)

www.profesi-unm.com

10

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Radio Streaming: www.radioprofesi.com | Website: www.profesi-unm.com


Urai data, ungkap fakta, saji berita

6

Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL) Nasional

Streaming: radioprofesi.com

38th Anniversary

Himpun Persma se-Indonesia Salah satu rangkaian peringatan Hari Lahir ke-38 LPPM Profesi adalah Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL). Kegiatan yang melibatkan 21 peserta dari 15 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Indonesia itu dibuka di Pelataran Wisma Wirabuana Makassar, Rabu (7/5) malam. Nuansa seni dan budaya pertama kalinya mewarnai pembukaan DJTL tersebut. Selama 4 hari pula, peserta akan dibawa mengelilingi budaya kota Makassar lewat pengalaman jurnalistik bertajuk “Ancaman Media Sosial terhadap Verifikasi Media Massa”. Foto: Andi Baso Sofyan, Febriawan Djalil

TENGOK Salah seorang peserta sedang mengobrol ringan bersama temannya di bawah temaram cahaya obor. Suasana pembukaan dibuat berbeda dengan memanfaatkan penerangan dari cahaya obor.

TAWA

TARI

Peserta tertawa lepas dalam sesi perkenalan panitia. Sesi tersebut menjadi ajang interaksi antar panitia-peserta yang dikemas dalam bentuk canda.

Pementasan tari khas Sulawesi Selatan dalam rangka pembukaan DJTL sekaligus menyambut peserta yang berasal dari beragam universitas di Indonesia.

TEBAR ILMU

Salah seorang pemateri, Wicaksono, menggelar diskusi lepas dengan para peserta di kantor BaKTI Sulsel. Suasana diskusi tentang “Media Sosial dan Life Style” berjalan serius namun tetap santai.

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

www.profesi-unm.com

11

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Radio Streaming: www.radioprofesi.com | Website: www.profesi-unm.com


38th Anniversary niversary

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Streaming: radioprofesi.com

5

Masa ke Masa 10 April 1985 Terbit SK Nomor 49/SK/C/IKIP/1985 bertanda tangaan Rektor IKIP Ujung Pandang, Paturungi Parawansa yang isinya antara lain memberhentikan kegiatan penerbitan Buletin Profesi Unit Pers Kampus Mahasiswa Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) IKIP Ujung Pandang, dan sebagai gantinya akan menerbitkan Koran Pers Kampus Mahasiswa Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) IKIP Ujung Pandang yang biayanya dibebankan kepada Mata Angggaran SPP/ DPP IKIP Ujung Pandang Momen pertama beralihnya buletin menjadi Surat Kabar Kampus (SKK), dengan pemimpin redaksi adalah Asia Ramli Prapanca dan PR III selaku Pemimpin Umum/ Penanggung Jawab SKK Profesi.

2010 Tabloid ditingkatkan kualitasnya dengan menambah jumlah halaman, dari 8 halaman menjadi 16 halaman. Untuk menyesuaikan perkembangan di dunia maya, domain website Profesi juga diubah menjadi www.profesi-unm.org

April 2001 Profesi merambah Radio Kampus (Profesi FM) dengan jalur udara 107.5 MHz. Otomatis, namanya pun dipatenkan menjadi Lembaga Penerbitan dan Penyiaran Mahasiswa (LPPM) Profesi. Makmur Abdulah menjabat sebagai Kepala Penyiaran (Station Manager) pertama.

Juni 2008 Untuk memperluas jaringan, Profesi mulai merambah jaringan lebih luas lewat produknya di dunia, dengan memperadakan website di di www.profesiunm.com. Berita-berita yang diterbitkan tabloid secara berkala dilansir ke website tersebut.

2012 Website Profesi kembali mengalami perubahan domain menjadi www.profesi-unm.com karena mempertimbangkan kepopulerannya di dunia online. Selain itu, Profesi FM juga akhirnya bergeser ke jalur udara yang baru, yakni 107,9 MHz dengan tetap mengusahakan surat izin penyiaran dari KPID yang telah dilayangkan sejak tahun sebelumnya

Karena insiden yang kerap mewarnai kampus, rektor mengeluarkan Surat Edaran tentang pelarangan berkegiatan malam di kampus. Imbasnya, seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), termasuk LPPM Profesi, diusir keluar dari Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM).

Agustus 2009

Profesi selanjutnya menempati redaksi di luar beralamat di Jl. Traktor (belakang Lotus Teknik). mudian, menempati redaksi di Kompleks Hartaco

kampus, yang Setahun keIndah.

2013 Profesi FM juga mulai melirik dunia online sebagai media alternatif untuk menyapa penggemarnya. Lewat perangkat yang dimilikinya, Profesi FM juga merambah Radio Streaming di www.radioprofesi.com.

Kini... Alumni Profesi telah tersebar dimana-mana, dan tetap membangun hubungan kebersamaan dalam kekeluargaan. Mereka ahli di bidangnya masing-masing, baik yang menjadi jurnalis, guru, maupun pengusaha, dengan menjalankan pekerjaannya secara profesional, sebagaimana tujuan awal dibentuknya Profesi.

ILUSTRASI: SAMTI BINTI TALIP DESAIN: KASDAR KASAU

Profesi Edisi 179 (Edisi Harlah) April XXXVIII 2014

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

www.profesi-unm.com

Sumber: observasi wawancara dan Buku “Profesi, Suara Mahasiswa UNM�

12

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Radio Streaming: www.radioprofesi.com | Website: www.profesi-unm.com


Urai data, ungkap fakta, saji berita

4

38th Anniversary 38th A Streaming: radioprofesi.com

Perjalanan dari 30 April 1976

JKT

Pengurus Dewan Mahasiswa IKIP Ujung Pandang memperoleh undangan dari panitia pertemuan Dewan Mahasiswa IKIP se-Indonesia di Malang untuk membahas peran DEMA dalam menyukseskan Tri Darma Perguruan Tinggi. Panitia juga meminta kedatangan Ketua Lembaga Pers Mahasiswa.

3 Mei 1976 Abdullah Dola yang menjabat Ketua DEMA mengadakan rapat guna membicarakan rencana pengiriman delegasi beserta lembaga persnya. Hasilnya, Abdullah Dola sebagai Pemimpin Umum, Umar Labetubung diangkat sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa IKIP Ujung Pandang dan Ali Latief sebagai Sekretaris. Untuk mengikuti pertemuan DEMA IKIP se-Indonesia, Lembaga Persma diwajibkan membawa produk terbitannya. Ditetapkanlah nama buletinnya, yakni Profesi. Alasan diberikan nama tersebut agar menjadi semacam harapan agar mahasiswa IKIP Ujung Pandang kelak menjadi tenaga-tenaga pendidik yang profesional serta wartawan-wartawannya profesional dalam mengemban tugas jurnalistiknya.

1985 Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PRIII), Amir Sakiman mencari pengurus Buletin Profesi yang lama, Asia Ramli Prapanca. Ia diminta untuk menghidupkan kembali Buletin Profesi. Demi menyambut ajakan PR III, Asia Ramli Prapanca memanggil teman-temannya yang aktif dalam dunia kepenulisan, diantaranya; Lang Gassa, Martin Thalib, Asry Tawang, Ady Soedargo, dan Yabu Em (ilustrasi). Mereka sepakat mengajukan usul agar penerbitan buletin diganti menjadi surat kabar berbentuk tabloid.

5 Mei 1976 Buletin Profesi terbit perdana, dengan isi yang sebagian besar diborong Abdullah Dola dan Umar Labetubung. Isi rubrik diantaranya seperti Editorial, Pelangi Kampus, Mahasiswa dan Generasi Muda, Serambi Budaya, Lensa Kampus, Ruang Tri Darma, dan Ruang Wanita. Ditetapkan pula tanggal 5 Mei sebagai Hari Lahir Profesi UNM. Nama samaran yang terkadang muncul dalam buletin Profesi, antara lain Asdinda (Abdullah Dolla), Ifa Indrayanti (Ismail Faisal), Labetubun (Oemar Elar), dan Anzas (Andi Zainuddin M)

Februari 1978

7-13 Mei 1976

Pemerintah orde baru menerbitkan SK No. 28 yang membatasi kebebasan mahasiswa baik berkumpul, mengeluarkan pendapat dan juga pencekalan otonomi kampus. Akibatnya, Pemimpin Umum Abdullah Dolla menjadi tahanan politik selama 13 bulan, yang berimbas pada stabilitas pers mahasiswa Profesi.

Berangkatlah pengurus DEMA beserta tim redaksi ke Malang berbekal buletin perdana Profesi. Disana, buletin disetorkan kepada panitia untuk dibagi-bagikan kepada peserta. Ada sesi khusus untuk membahas tentang penerbitan lembaga pers mahasiswa di seluruh Indonesia sebagai media alternatif. Sejak 5 Mei 1976, Buletin Profesi secara rutin terbit dua kali sebulan dengan biaya Rp 100ribu dari anggaran kemahasiswaan IKIP Ujung Pandang.

1984 Buletin Profesi dilarang terbit oleh rektor lantaran memuat karikatur yang mengkritik tentang KKN yang dibalik menjadi NKK alias Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Selain itu, muatan Profesi juga dianggap ada yang bertentangan dengan keinginan pemerintah.

Profesi Edisi 179 (Edisi Harlah) April XXXVIII 2014

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

www.profesi-unm.com

13

Radio www.radioprofesi.com UraiStreaming: data, ungkap fakta, saji| Website: beritawww.profesi-unm.com

Radio Streaming: www.radioprofesi.com | Website: www.profesi-unm.com


Streaming: radioprofesi.com

38th Anniversary

Urai data, ungkap fakta, saji berita

3

Dari Pergaulan yang Baik & Bersahaja (Pesan Persahabatan memperingati Hari Lahir ke-38 LPPM Profesi UNM) Asia Ramli Prapanca*

T

ulisan saya ini sebagai kado ulang tahun ke-38 Surat Kabar Kampus (SKK) Profesi (sekarang LPPM Profesi, red) UNM. Dengan kerendahan hati, melalui tulisan ini saya berharap dapat menyumbangkan sedikit pandangan dan apresiasi saya sebagai mantan pemimpin redaksi SKK Profesi. Sebagai manusia sederhana, para sahabat di Profesi UNM selalu menciptakan ”sebuah kebudayaan kecil yang sederhana” yang saya sebut dengan hasil dari ”pergaulan yang baik dan bersahaja”. Secara antropologis, ”pergaulan yang baik dan bersahaja” ini diejawantahkan dalam setiap pertemuan, baik di dalam dan di luar kampus. Menurut saya, para sahabat di Profesi memiliki sentuhan kebaikan, dulu, kini, dan akan datang. Dalam setiap kesempatan, banyak hal yang telah dibincangkan bersama Profesi, terutama hal-hal yang sederhana tapi potensial bagi tingkah laku manusia, bukan hanya untuk kerja jurnalistik tapi lebih dari itu, untuk sebuah kehidupan. Bagi saya, persahabatan yang dibangun di Profesi, seperti sebuah cara hidup bersama, dari kumpulan memori, cetusan jiwa yang beraneka ragam, yang datang dari masyarakat tertentu, dari berbagai kota dan desa. Kalau sudah berkumpul, nampaklah konfigurasi dari tingkah laku, bahkan hasil laku dari setiap sahabat yang datang. Dari keseluruhan kelakuan dan hasil kelakuan yang diperoleh dari cara belajar bersama itu, menurunkan sifat sosial yang bersahaja. Demikianlah persahabatan di Profesi. Persahabatan itu telah melebur menjadi suatu kekeluargaan. Kekeluargaan yang mendarah daging layaknya anak dan orang tua, kakak maupun adik. Kesahajaan yang diperoleh dari pergaulan yang baik itu nampak pada pengetahuan, kerja keras, keyakinan, moral, bahkan seni gaul kontemporer dan tradisi yang dibangunnya. Hal ini dapat kita rasakan pada setiap pertemuan bersama, tatap muka atau via grup Blacberry Mes-

senger (BBM), yang diwarnai oleh suasana “yang senyum”, senda gurau yang santun-nakal, kekerabatan, sambil berbincang tentang Almamater tercinta, teori, praktikum, tabiat dosen dan mahasiswa, ketegangan politik, ekonomi, media cetak dan elektronik, dan juga perempuan. Semua itu mengandung nilai-nila sosial, budaya, filsafat, atau bagian-bagian yang indah dari kehidupan manusia. Selalu saja ada upaya bersama untuk membangun kehidupan bersahaja seperti itu secara bersama-sama pula. Pergaulan di Profesi telah menyimpan cinta dan kasih sayang, kesopanan, kelembutan, toleransi, serta kesahajaan pada setiap hati para sahabat. Dari pergaulan yang bersahaja itu, banyak awak Profesi telah sukses di berbagai bidang. Tapi mungkin dalam perjalanannya sampai saat ini, masih menyisakan beban muatan yang dianologkan dengan “masih banyak kekurangan”. Bagi saya, pergaulan di Profesi berpegang pada nilai sipakatau, sikap budaya yang merupakan pangkalan sikap keterbukaan, saling membuka diri dalam peranan hidup kemausiaan. Dengan bertolak dari budaya sipakatau inilah, secara tersirat diwujudkan dalam interaksi sosial dalam pergaulan. Para sahabat di Profesi dapat dipercaya dan diandalkan, karena mereka memiliki tanggung jawab, rasa kesetiakawanan, saling menghargai, memiliki adat dan sifat sopan santun gaya Profesi, dapat dimintai pertimbangan, tidak menampakkan kehebatannya, dan senang menerima nasihat. Para sahabat di Profesi menjunjung tinggi nilai siri’ na pacce, yaitu sesuatu yang amat berharga bagi manusia yakni harga diri. Karena tahu tentang sirik-nya, dan tidak mau malu pada masyarakat dan keluarga, para sahabat di Profesi berjuang menuntut ilmu, mencari kehidupan dengan mengerahkan seluruh kemampuannya dalam berkarya dan bekerja. Para sahabat di Profesi terus bersosialisasi, menyesuaikan diri dalam peradaban, menjadi inspirator dan pendorong serta pengarah bagi setiap individu dan komunitas di berbagai tempat. Para sahabat di Profesi semacam daya pendorong yang di-

tujukan ke arah pembangkitan tenaga untuk membanting tulang, bekerja mati-matian, demi suatu pekerjaan atau usaha. Para sahabat di Profesi memiliki sifat “iba hati melihat orang yang ditimpa musibah” sehingga mereka terdorong melakukan sesuatu untuk membantu karena rangsangan dari rasa yang dalam (pacce). Saya selalu ibaratkan para sahabat di Profesi itu sebagai orang yang memilki “adat istiadat leluhur di tengah gelombang Abad Yang Berlari, dan di dalamnya mereka temukan sebuah tali jangkar yang tidak putus dan tidak akan bergeser dari tempatnya ditambatkan, meskipun perahu dihantam amukan badai dahsyat”. Para sahabat di Profesi mengejawantahkan nilai: jika ingin dihormati, hormatilah orang terlebih dahulu. Para sahabat di Profesi, dalam pergaulan selalu menghormati setiap sahabat yang lama maupun yang baru. Sekarang usia Profesi sudah 38 tahun. Ada sahabat yang sukses menakhodai Menara Phinisi dengan muatan ilmu pengetahuan. Ada sahabat yang sukses menjadi komisaris di berbagai media cetak dan media elektronik. Ada sahabat yang sukses dan vocal memperjuangkan hati nurani rakyat di tembok-tembok parlemen di Senayan. Ada sahabat yang sukses sebagai Guru-Guru Besar di Almamater. Ada sahabat yang sukses menjadi konglomerat Saudagar Bugis-Makassar. Dan masih banyak lagi. Tapi ada juga sahabat yang hidupnya seperti di “Alam Baka”. Terkubur, dikuburkan, atau menguburkan diri. Tapi bagi saya, hidup yang sukses dan hidup seperti di “Alam Baka”, hanyalah bagian dari evolusi manusia, dengan membawa pesan yang lain. Mungkin di antara kita menyimpan kenangan bersama, secuil ilmu pengetahuan, nilai-nilai budaya, etika, sejarah, filsafat, seni kehidupan, yang bisa kita turunkan melalui teks verbal dan non-verbal dalam kehidupan yang bersahaja, sebelum Ajal datang menjemput. Dan untuk adik-adik saya di Profesi, kesahajaan yang diperkenankan kepada sahabat semoga bertranformasi dalam diri setiap generasi. Sifat kekeluargaan yang dibangun sejak berdirinya, tak boleh putus atau diputuskan di tengah jalan. Dalam kebersamaan, kita mampu bersama menguatkan lembaga yang dibangun 38 tahun silam ini. Selamat mendewasakan diri di usia yang ke-38 ini. Mari bersahabat secara bersahaja!

*) Penulis merupakan Pemimpin Redaksi SKK Profesi, tahun 1985. Kini berstatus sebagai Dosen Luar Biasa di Fakultas Seni dan Desain, serta dikenal sebagai seorang sastrawan dan budayawan Makassar. Selain itu, ia juga aktif dalam menuliskan reportoar sastra, dan mementaskan teater jurnalistik karyanya. Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

www.profesi-unm.com

14

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Radio Streaming: www.radioprofesi.com | Website: www.profesi-unm.com


Urai data, ungkap fakta, saji berita

2

Streaming: radioprofesi.com

38th Anniversary

Bersama Merajut Karya 38 tahun, menapaki kisah bersama, melawan gemuruh ombak yang siap melahap. 38 tahun, bersama merajut kisah dalam cerita yang tak berujung.

Together in Togetherness

Bolehlah kita menengok satu adagium berikut, “makan nggak makan yang penting ngumpul�. Yang berarti makna kebersamaan merupakan titik terpenting dalam menjalani kehidupan ini, apalagi dalam lingkup lembaga yang menyatukan puluhan atau bahkan lebih dari ratusan kepala hingga kini untuk satu tujuan yang sama. Sulit terkadang menyapa satu persatu kisah para pelakunya, namun kuatnya ikatan kebersamaan mampu menyurutkan segala asa yang muncul di tengah terbit hingga terbenamnya sang surya. 38 tahun, bukanlah usia yang muda untuk sebuah lembaga paguyuban seperti Lembaga Penerbitan dan Penyiaran Mahasiswa (LPPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM). Terlalu banyak perih yang sulit untuk digambarkan, terlalu ban-

yak bahagia yang tersirat melalui canda. Sebagai lembaga pers kampus, Profesi tumbuh dan berkembang dengan asas kekeluargaan. Menjadikan perbedaan sebagai dasar kesempurnaan. Seiring perjalanannya, Profesi kian matang menghadapi dilema antara kode etik sebagai insan pers dan akademik sebagai mahasiswa. Namun sikap profesional selalu mereka junjung dalam menjalankan tugas-tugas wartawan yang tetap mengacu pada kode etik jurnalistik. Together in Togetherness, bersama dalam kebersamaan. Dalam melaksanakan tugas kejurnalistikan sendiri, awak-awak Profesi tidak mengenal lelah dan gentar demi tugas utama sebagai wartawan. Tidak cukup dengan hal itu, mau tidak mau mereka harus diperhadapkan pada satu hari keramat, disebut Deadline yang kerap

kali menjadi momok menjalani hari bagi tiap anggotanya. Tak jarang pula, deadline menjadi igauan para kru Profesi di jelang tidur mereka. Hingga sesekali perasaan harap-harap cemas menghantui ketika menginjakkan kaki di redaksi tatkala deadline belum terpenuhi. Karena hal lain, awak Profesi tetap semangat menjalankan tugas meski peluh mengalir, meski ancaman tiba-tiba datang menyapa. Ikatan kebersamaan dalam kekeluargaan hingga 38 tahun ini mengasah mental para anggotanya. Tidak ada kata akhir untuk mengulas napak kisah di Profesi. Profesi seperti Pelangi yang kurang indah jika hanya satu warna. Dalam keberagaman itu, kami mencapai keseragaman. Karena tanpa Anda kami belum lengkap. (*)

Kalaupun ada hari yang memisahkan, selalu ada hari yang menyatukan. Selamat merayakan hari lahir ke-38 Profesi

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

www.profesi-unm.com

15

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Radio Streaming: www.radioprofesi.com | Website: www.profesi-unm.com


Streaming: radioprofesi.com

38th Anniversary

Hal. 23

Urai data, ungkap fakta, saji berita

1

www.profesi-unm.com

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 178 April Tahun XXXVII 2014

16

Profesi Edisi 179 Mei Tahun XXXVIII 2014

Radio Streaming: www.radioprofesi.com | Website: www.profesi-unm.com


Edisi 179 harlah