Page 1

1

UNM Tak Konsisten Bangun Gedung Universitas Negeri Makassar (UNM) dinilai tidak konsisten menyelesaikan setiap pembangunan gedungnya. Itu setelah kampus eks IKIP Ujungpandang ini kembali menerima kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 sebesar Rp 30,5 miliar untuk gedung Fakultas Ekonomi (FE). Padahal pembangunan gedung di beberapa sektor kampus belum kelar. FOTO: SOFYAN-PROFESI

KONSTRUKSI. Tampak segelintir pekerja mengerjakan konstruksi pembangunan Gedung Kupu-kupu ICP FMIPA, Jumat (28/2). Tak adanya anggaran lanjutan untuk bangunan yang telah menghabiskan Rp 18 miliar ini dipredisksi akan terbengkalai juga seperti Menara Tellu Cappa PPs dan Gedung FIS.

Tiang-tiang pancang itu telah dibenamkan. Rangkanya pun kian terbentuk. Setiap hari semakin jelas akan ada ba­ ngunan megah yang siap berdiri kokoh di tempat itu. Namun sayang, suara bi­ sing yang tiap hari terdengar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu lambat laun kian mereda. Rutinitas pekerja kontraktor itu sebentar lagi meninggalkannya dan beralih ke lahan yang baru, FE. Ada rancangan baru yang siap digarap di sana. Bak istri baru yang kini dimadu lagi. Beberapa gedung yang dulunya dibangun dan digadang-gadang akan Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

menyamai kemegahan Menara Pinisi yang telah berdiri kokoh itu pun seakan semangatnya telah surut. Kampus ini telah menambatkan hatinya pada pujaan barunya lagi, gedung megah milik FE. Tinggallah Menara Tellu Cappa Program Pascasarjana (PPs), Gedung Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Gedung FIP di Kampus Bone, dan Lab School di Pangkep, terbengkalai tak terurus. Selanjutnya, tak lama lagi menyusul, Gedung Kupu-kupu International Class Program (ICP) FMIPA. Padahal, masih teringat jelas euforia peresmian pembangunannya di tahun

lalu, fakultas eksakta itu akan menikmati ruangan-ruangan berkelas internasional yang telah lama diimpikannya. Anggaran 2012 yang digunakannya itu telah habis dan tak pernah ada suplai pada penganggaran di dua tahun terakhir ini. Alhasil, nasibnya pun diprediksi tak jauh beda dengan para pendahulunya itu. “Anggaran untuk pembangunan Gedung Kupu-kupu sudah habis pada tahap petama ini,” ungkap Dekan FMIPA, Hamzah Upu. Guru Besar Matematika itu pun • Bersambung ke halaman 4

Weekly News Profesi Edisi 16 / Maret 2014


2

Kampusiana

www.profesi-unm.com @Profesi_Online

Dari Pada Demo, Mending Dialog Saja PULUHAN mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) beramairamai mendatangi gedung fakultas, Rabu (26/2). Sejurus langkah, mereka telah siap melakukan demonstrasi atas ber­ bagai permasalah di fakultas yang menjadi pusat pencetak guru itu. Namun, niat tersebut tiba saja urung setelah Dekan FIP, Ismail Tolla menyambut mereka dengan tangan terbuka. Tanpa pikir panjang, melihat mahasiswa yang sudah berkerumun di gedung itu, Pemimpin faklutas tersebut langsung mengajak mahasiswa-mahasiswanya untuk berdialog dalam forum di Ruang Senat. Ismail Tolla mengatakan, dari pada mahasiswa berdemo dan ujung-ujungnya berprilaku anarkis, lebih baik aspirasi itu diutarakan dengan cara berdialog secara langsung dengan para petinggi fakultas ataupun juga universitas. “Dialog ini akan kita agendakan rutin tiap tiga bulan sekali dan tetap kita tidak menghadirkan ketua atau pihak tiap jurusan dan dosendosen,” kata Ismail Tolla. Menteri Sosial Politik BEM FIP, Muhammad Taslim pun menyambut baik forum dialog tersebut. Menurutnya, dialog ternyata lebih baik untuk mengungkapkan aspirasi secara lebih bebas dan lebih disambut oleh pemimpin fakultas ketimbang demonstrasi. “Forum dialog

itu menjadi sebuah metode baru para mahasiswa untuk penyampaian aspirasi, tanpa perlu melakukan sebuah aksi,” ujarnya. Dalam forum itu, mahasiswa yang tergabung di lembaga kemahasiswaan tertinggi di fakultas tersebut pun menyampaikan tuntutannya terkait permasalahan akademik yang tidak beres, sarana prasarana, keuangan fakultas yang ganjal, hingga permasalah parkiran yang tidak aman dari pelaku pencurian kendaraan. “Hal-hal yang jadi permasalahan utama yaitu penjualan buku yang dilakukan pihak dosen, ruang kuliah FIP yang tidak memadai, serta kasus pencurian motor yang kerap terjadi di FIP,” tambahnya. Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling angkatan 2010 ini berharap, permasalahan itu segera ditindaklanjuti oleh pihak fakultas agar ke depannya tidak terulang lagi. “Semoga birokrat fakultas mampu mengawal hal-hal yang telah di­ sepakati tadi,” harapnya. Mencermati tuntutan itu, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) FIP, Faisal pun berjanji akan menindaklanjuti dan menyelesaikan permasalahan di FIP tersebut. “Permasalahan itu akan kami tindaklanjuti, dan akan diselesaikan secara bertahap dan berkala. Kami berharap kepada adik-adik turut mengawal dan mengingatkan kepada pimpinan,” jelasnya. (pr45/pr32)

Pindah Jadwal, Modus Dosen “Sibuk”

DOSEN Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) hobi pindah jadwal dengan berbagai alasan. Salah satu dosen Jurusan Bahasa Inggris berdalih memindahkan jadwal dengan alasan kesibukan. Alhasil, jadwal kuliah dipidahkan untuk mengisi utang pertemuan yang tidak dihadiri sebelumnya. Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, Nurfatwa menyayangkan hal ini karena sangat jauh dari ketentuan yang berlaku di UNM. “Sebenarnya tidak ada yang salah ketika melakukan kegiatan perkuliahan, tetapi yang salah adalah ini me-

nyalahi sistem yang sudah ditetapkan,” tutur mahasiswa angkatan 2011 ini. Senada, mahasiswa lainnya, Aminah mengungkapkan, ini memang sudah menjadi kebiasaan dosen selama ini. “Sudah banyak dosen yang melakukan hal yang sama, harapannya hal seperti ini tidak lagi dilakukan oleh oknum dosen tertentu dikarenakan jadwal sudah ditetapkan sebelumnya,” ungkapnya. Ia mengatakan, kalau memang dosen mau pindahkan jadwal sebaiknya melakukan persuratan ke pihak fakultas. “Memindahkan jadwal mata kuliah seharusnya tidak segampang itu apalagi ini

Weekly News Profesi Edisi 16 / Maret 2014

Abdullah Jabbar: Guru Rendah Kualitas PEMERINTAH sekarang ini cenderung hanya mementingkan kesejahteraan guru sementara kualitas gurunya sangat rendah dan mengabaikan pula pentingnya fasilitas sekolah. Itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Abdullah Jabbar saat menjadi pemateri Bedah Buku “Menjadi Guru yang Sukses dan Berpengaruh” karya Abd Ad-Duweisy di Auditorium Al Amin Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Minggu (2/3). Kegiatan tersebut digagas Pusat Studi dan Dakwah Mahasiswa Muslim (Pusdamm) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) bekerja sama dengan Studi Club (SC) Mushlihah FBS. Lebih lanjut, Abdullah Djabbar mengatakan, guru-guru saat ini cenderung jadi kreditur bank dari gaji yang mereka jadikan jaminan. “Pemerintah memberi fasilitas kesejahteraan bagi guru, tunjangan sertifikasi. Namun yang terjadi, SK guru dan tunjangan itu mereka jadikan alat peminjaman di bank. Bank Sulsel banyak menerima kredit mobil oleh guru. Sementara kemewa­ han itu tidak sepadan dengan kualitas mengajar mereka,” ungkapnya. Di sisi lain, Ketua Umum Pusdamm FBS, Ruslan menilai, permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia ini, bukanlah pada siswasiswanya melainkan pada guru-gurunya yang bermasalah. “Fenomena orang cerdas yang korupsi, tawuran pelajar, akar permasalahannya ada pada guru-guru,” kata mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FBS 2010 ini. (pr45) akan dipindahkan dihari sabtu,” imbuhnya. Menanggapi hal itu, Pembantu Dekan Bidang Akademik (PD I) FBS, Syarifuddin Dolla mengaku bahwa hal ini memang sudah sering dilakukan dosen. “Banyak dosen yang memindahkan jadwal akan tetapi pemindahan jadwalnya kebanyakan hanya bersifat sementara,” ujarnya. Ia menambahkan, hal seperti ini akan diminimalisir karena hal ini bukan pertama kalinya terjadi. (pr56/pr30) Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


Kilas LK

www.profesi-unm.com @Profesi_Online

3

Bengkel Sastra FBS

Kecurian, Pentas Tahunan Tertunda PENTAS tahunan Denting Bengkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang direncanakan digelar 28 Februari lalu terpaksa harus ditunda. Hal tersebut dikarenakan Bendahara Panitia, Sumiati, kecurian. Dana pentas tahunan itu raib dibawa maling. Hal ini dibenarkan, Kepala Suku Bes­ tra, Ilyas Zainuddin. Ia membeberkan, dana yang mestinya digunakan dalam pementasan Denting dibawa ma­ling dari kost bendahara panitia awal Februari silam. “Ditundanya pentas tahunan Bestra ini dikarenakan sekitar Rp 3 juta uang raib dibawa pencuri,” keluhnya. Akibatnya, pentas tahunan ini pun terpaksa diagendakan ulang pada 22 dan 25 Maret mendatang di Benteng Rotterdam dan Gedung Kesenian Makassar. “Awal mulanya pentas akan diadakan di Pantai Losari, akan tetapi dipindahkan ke Benteng Rotterdam dan untuk Gedung Kesenian Makassar panitia saat ini masih

mengusahakan melobi agar nantinya juga bisa dilaksanakan disana,” tuturnya. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini menambahkan, pentas tahunan tahun ini dikemas lebih menarik dibanding tahun sebelumnya. “Nantinya akan tetap kita tampilkan empat adat dan diantaranya adat budaya, musik, teater, dan sastra. Untuk adat musik akan ada launching album yang diciptakan sendiri oleh anak-anak Bestra dan saat ini masih dalam proses perekaman,” imbuhnya. Ia menambahkan, saat ini Bestra fokus pada pencarian dana guna memaksimalkan kegiatan yang akan digelar. “Membuka jasa print, bazar buku, launching buletin, dan nonton film merupakan agenda pencarian dana pentas tahunan ini,” katanya. Salah satu anggota Bestra, Sukirman menyatakan, meskipun pentas tahunan ditunda akibat kecurian dirinya mengharapkan agar para panita tetap

Nurhayati Sindir BEM FMIPA BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dinilai tak mampu menyatukan mahasiswa utamanya para fungsionaris himpunan, akhirnya mendapat kritik tajam dari Kepala Jurusan Fisika, Nurhayati. Ia menyidir, BEM FMIPA seolah mengesampingkan persoalan solidaritas atau persatuan mahasiswa di bawahnya. Hal itu disampaikan Nurhayati saat pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) di Aula Jurusan

Sudut

+ UNM Tak Konsisten Bangun Gedung - Karena tidak didialogkan... + Dari Pada Demo, Mending Dialog Saja - Bisa dijadikan program tahunan... + Kecurian, Pentas Tahunan Tertunda - Akhirnya jadi tidak konsisten deh... Dg. Lu’

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

Fisika lantai 3, Sabtu (22/2). “Saya belum pernah melihat ada kegiatan BEM yang dapat menyatukan beberapa Himpunan, padahal seharusnya ada program kerja seperti itu,” sindirnya. Tak hanya BEM, Majelis Permu­ syawaratan Mahasiswa (Maperwa) FMIPA pun menjadi sasarannya. Ia menganggap pengawasan Maperwa sa­ ngat kurang dan rasa semangat kekeluargaan yang tidak terjalin harmonis. “Keberhasilan BEM menjalankan program kerja itu tidak lepas dari kontrol Maperwa. Meskipun bukan Maperwa yang buat kegiatan, tetapi dia hanya mengawasi kinerja BEM,” paparnya. Menanggapi hal itu, presiden BEM FMIPA, Andi Ade Agsa, mengakui ki­ nerjanya memang kurang maksimal. Hal itu lantaran mahasiswa yang menjabat sebagai pengurus himpunan yang sulit untuk dipersatukan karena semangat berlembaganya yang memang kurang. “Itu karena kurangnya minat berlembaga mahasiswa, jadi panitia saja susah sekali mi anak-anak dan itu semua kesibukan akademik,” beber Ade.(pr33/pr32)

bekerja maksimal. “Pentas tahunan ini dikemas lebih menarik dan dipastikan berbeda dari tahun kemarin, harapannya para panitia mampu bekerja lebih maksimal agar kegiatan berjalan dengan baik,” katanya. (pr56/pr30)

Porseni PGSD 2014

Pererat Silaturahim

HIMPUNAN Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2014 di pelataran lapangan olahraga kampus IV UNM Tidung (24/2). Bertemakan “Menjalin Tali Persaudaraan dengan Semangat Sportivitas, Spiritual, dan Seni Menuju Mahasiswa yang Intelek”, porseni ini dimeriahkan dengan 10 cabang perlombaan dan diikuti mahasiswa PGSD. Ketua panitia, Nur Taufik Hidayat, mengutarakan, ajang yang menjadi rutinitas tahunan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar mahasiswa. Menurutnya, dengan kuantitas mahasiwa PGSD yang sangat besar, olehnya diperlukan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah rasa solidaritas antar mahasiswa. Senada, Ketua Himaprodi PGSD, Syamsul Alam, mengungkapkan, kegiatan ini mampu merangsang minat mahasiswa untuk turut berpartisipasi sehingga terjalin ikatan kuat antar mahasiswa program studi PGSD. “Semua mahasiswa tidak mungkin memiliki kecerdasan dan keterampilan yang sama. Dengan porseni, kita bisa mewadahi setiap bakat dan minat yang dimiliki mahasiswa yang intelek maupun gemar olahraga atau seni,” jelasnya. Ia berharap, setelah perhelatan porseni ini, mahasiswa PGSD tetap saling memperkuat silaturahim dan menjunjung semangat sportivitas. (pr03/pr13)

Weekly News Profesi Edisi 16 / Maret 2014


4

EDITORIAL

“Aku” Tidak Ingin Dimadu

A

nggaran yang berhasil didapatkan Fakultas Ekonomi dari APBN 2014 untuk membangun gedung barunya semakin memperjelas tumpang tindihnya pembangunan di universitas ini. Lihat saja, belum kelarnya beberapa gedung dikerjakan, malah beralih lagi ke pembangunan gedung yang lain. Faktanya, setiap gedung yang telah dirancang dengan konsep yang sangat baik dan ekspektasi tinggi bakal segera terealisisasi, cuma isapan jempol belaka. Realisasi itu hanya sampai pada pembangunan tahap awal. Membenamkan tiang pancang, membentuk pondasi, dan rangka dengan sisa-sisa anggaran yang sekali kucur. Selanjutnya, tinggallah ia seperti bangkai bangunan zaman kolonial. Jadi tak salah pula, jika ada yang bilang UNM ini doyan bikin candi. Bak jargon politisi, peting­ gi kampus ini nampaknya menerapkan prinsip pemerataan pembangunan di segala sektor. Celakanya, ia sepertinya melupakan bahwa pembangunan di setiap sektor itu haruslah berkelanjutan. FE boleh saja bereuforia dengan realisasi pembangunan gedungnya. Tapi patut dicermati, di sisi lain, itu juga bisa menjadi lampu kuning buatnya. Lihat saja, gedunggedung yang sebe­ lumnya dibangun, kini tinggal terbengkalai. PPs, FIS, Kampus FIP di Bone, Lab School di Pangkep dan selanjutnya FMIPA. Syukur, bila pembentukan gedung itu tidak mengorbankan tempat kuliah. Tapi

kalau ya, dampaknya bisa lebih fatal. Gedung baru yang diharapkan, tapi nya­ tanya tidak kunjung bisa ditempati. Kuliah pun terbengkalai atau dipaksakan dengan rua­ ngan seadanya secara terusmenerus tanpa kejelasan akan rampungnya tempat yang baru. Sebagai contoh, lihatlah FMIPA yang harus rela salah satu gedung yang cukup bisa menampung ba­ nyak mahasiswa, ia robohkan. Untuk apa pula membangun jika hasilnya hanya setangah-setangah, semuanya dikali nol. Toh, kuota mahasiswa baru juga telah dikurangi. Apalagi, banyak jurusan atau prodi yang kurang laku. Lebih parahnya, pembangunan mega proyek seperti itu justu bisa mengundang hasrat manipulasi. Elit kampus akhir­ -akhir ini kan mulai mahir bermain korupsi. Ironis, padahal masih banyak bangunan yang perlu mendapat perhatian di UNM untuk direnovasi. Misalnya, auditorium yang tidak memiliki daya tampung banyak saat perayaan tertentu seperti acara wisuda dan Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB). Bekas gedung PKM di kampus Parang Tambung juga seolah telah terlupa bahwa ada bangunan besar di sana. Malah dibiarkan seperti rongsokan padahal masih punya rangka yang kokoh. Bang, bertanggung ja­ wablah, dan selesaikan apa yang telah kau mulai! Ja­ngan menanam benih, jika kau hanya ingin memadu! Fokuslah membina bahtera, sebelum kau menambatkan cinta di hati yang baru! (*)

4

Sambungan

• dari halaman 1

UNM Tak Konsisten Bangun Gedung menilai, UNM tidak konsisten melakukan pembangu­ nan. Ia menyesalkan pembangunan yang dikerjakan hanya setengah hati dan tidak sesuai harapan. “Pemandangan di FMIPA terganggu akibat gedung ini yang tidak selesai. Seandainya saya penentu kebijakan itu, saya kasih selesai dulu satu, baru pindah lagi. Jangan terlalu banyak, pada akhirnya tidak ada yang beres, seperti di PPs dan FIS,” keluhnya. Ia pun berharap, pihak universitas terus memperjuangkan penganggaran gedung untuk fakultasnya di Kemendikbud. Di lain sisi, pihak PPs juga menyesalkan sikap pihak universitas. Proposal yang telah dibuatnya untuk anggaran lanjutan Menara Tellu Cappa, lagi-lagi tidak menemui titik terang. “Tahun ini tidak cair lagi. Saya tidak tahu apa masalahnya. Padahal mestinya kami dijadikan prioritas karena dua tahun pasca belum dapat,” sesal Asisten Direktur Bagian Administrasi Umum dan Keuangan (Asdir II) PPs, Andi Ihsan. Menurutnya, metode pendekatanlah yang perlu dimaksimalkan di pusat, Jakarta. “Jangan kita hanya melepas proposal begitu saja tanpa ada pengawasan, dan harus pintar-pintar melobi,” jelasnya. Padahal, pihaknya telah optimis bakal mendapatkan anggaran di tahun ini, tetapi

faktanya tidak sesuai harapan. “Tadinya kita sudah dapat a­ngin segar dan optimis sekali kalau akan cair, tapi ternyata tidak,” lanjut Ihsan. Sementara itu, Dekan FIS, Hasnawi Haris me­ ngungkapkan, pihaknya juga telah mengusulkan proposal anggaran kelanjutan pembangunan gedung fakultasnya. Ia menganggap FIS punya prioritas yang cukup untuk mendapatkan anggaran tahun ini. “FIS punya cukup peluang karena kita bukan lagi barang baru. Jadi harapan kami, tahun ini bisa dapat,” harap Hasnawi. Terkait hal itu, Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI), Ismail, mengatakan, pengusulan proposal anggaran pembangunan di UNM pada 2013 lalu hanya memprioritaskan untuk Fakultas Ekonomi (FE) saja. “Ada beberapa fakultas yang mengusul kemarin termasuk FMIPA, PPs, dan FIS, tapi yang cair itu hanya FE,” tutur Ismail. Pasalnya, anggaran pembangunan untuk setiap universitas memang hanya dikucurkan untuk satu bangunan gedung saja tiap tahunnya dan tidak lebih dari itu. Sementara yang menyulitkan di UNM saat ini menurut Ismail, beberapa fakultas sedang berlomba mengusul proposal untuk pembangunan gedung baru. (pr33/pr32)

Weekly News Pemimpin Umum: Sutrisno Zulkifli, Pemimpin Redaksi: Imam Rahmanto, Sekretaris: Azhar Fadhil, Bendahara: Ary Utary Nur, Kepala Penyiaran: Rizki Army Pratama, Kepala Online: Muh. Yasir, Kepala Litbang: Yeni Febrianti, Pemimpin Perusahaan: Nurlela, Redaktur: Khaerul Mustaan, Susi Amriani Fotografer: Andi Baso Sofyan Layouter/ Desainer Grafis: Kasdar Kasau, Manager Sirkulasi: Syamsul Alam, Manager Iklan: Andi Sadriani Reporter: Arnawan Arief, Awal Hidayat, Asriadi, Febriawan Djalil, Mentari Jati Pratiwi, Nisrawati, Nur Fadly, Nurul Irsal Amalia, Rachmat Wajo, Rajab, Rufaida, Ari Maryadi, Agung Rinaldy Malik, Rosni Armin. Redaksi LPPM Profesi UNM: Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: profesi_unm@yahoo.com, Website: www.profesi-unm.com. Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apapun.

Weekly News Profesi Edisi 16 / Maret 2014

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

Edisi 16  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you