Issuu on Google+

1

Guru “Tendang” Mahasiswa dari Rusunawa

Pupus sudah harapan mahasiswa untuk menikmati Rumah Susun Sederhana Bersewa (Rusunawa) UNM. Bangunan yang semestinya dihuni para mahasiswa itu malah dialihfungsikan untuk para guru. bila Rusunawa ini masih saja menjadi tempat guru, ia menginginkan nama Rusunawa itu dihilangkan saja sebagai salah satu unit UNM. Pasalnya, ia menilai tempat tersebut bukan lagi untuk civitas UNM.

MEGAH. Rusunawa berdiri megah di area Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM. Rusunawa tersebut hingga kini tidak pernah ditinggali mahasiswa.

SUDAH hampir setahun, Rusunawa yang berlokasi di kampus Fakultas Ilmu Pedidikan (FIP) UNM tidak lagi ditempati mahasiswa. Bagaimana tidak, Rusunawa yang semestinya dihuni mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di UNM itu ternyata menjadi tempat tinggal guruguru yang mengikuti kegiatan sertifikasi. Menanggapi perihal tersebut, Pembantu Rektor Bidang Anggaran Sarana dan Prasarana (PR II), Andi ikhsan, sangat menyesalkan kondisi tersebut. Menurutnya, tempat tersebut seyogianya memang diperuntukkan untuk mahasiswa. “Mahasiswa seharusnya memanfaatkan segala fasilitas yang telah disediakan,” tuturnya. Terkait tidak adanya lagi mahasiswa yang menghuni rumah itu, Profesor Ilmu Olahraga ini berharap nantinya mahasiswa bisa menempati kembali rumah tersebut

seperti sediakala. “Sangat mubazzir sekali kalau memang Rusunawa sudah lama tak dihuni mahasiswa,” sesalnya. Hanya saja, ia meminta agar mahasiswa yang menempati Rusunawa dapat mengikuti aturan-aturan yang diberlakukan. “Dia harus membayar harga listrik, air, dan sebagainya layaknya seperti rumah kos-kosan,” pintanya Salah satu mahasiswa yang mengaku pernah merasakan tinggal di tempat tersebut, Iwan (samaran) mengatakan, kini Rusunawa memang sudah menjadi tempat guru-guru yang sedang mengikuti kegiatan keprofesiannya. Sejauh ini, ia melihat mahasiswa tidak lagi diprioritaskan untuk menempati Rusunawa. “Mungkin saja uang yang didapat pengurus lebih banyak jika ditempati para guru dibanding jika mahasiswa yang huni,” ujarnya. Iwan menambahkan, apa-

Saling Lempar Tanggung Jawab Sejumlah pihak yang ditemui malah tak tahu perihal tersebut. Pembantu Rektor II, Andi Ikhsan misalnya, ia mengaku tidak mengetahui banyak tentang Rusunawa. Ia mengatakan, Rusunawa bukan menjadi tanggung jawabnya. Alasanya, tempat tersebut sudah menjadi aset dari Unit Pelayanan Teknis Unit Manajemen Aset (UPT UMA). “Kalau mau tahu persis soal Rusunawa, silahkan berhubungan langsung dengan pihak mereka,” pungkasnya. Hanya saja, kepala UPT UMA, Anshari ketika dikonfirmasi juga mengaku belum mengetahui kondisi Rusunawa saat ini. Pasanya, jabatan yang diemban tersebut baru seumur jagung. “Saya pejabat baru, makanya saya belum menguasai tekhnis soal Rusunawa, untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi kepejabat yang sebelum saya,” ungkap dosen Bahasa dan Sastra Indonesia ini. Ia mengaku masih membutukan waktu untuk mengetahui Rusunawa lebih banyak. “Saya baru Januari efektif bertugas,” tuturnya melalui via SMS. Sementara itu, Dekan FIP, Ismail Tolla mengatakan, pihak fakultasnya juga tak tahu-menahu soal prosedur yang berlaku di Rusunawa tersebut. “Kami dari pihak fakultas sama sekali tak ada urusan dengan Rusunawa, itu miliknya universitas yang kebetulan bertetangga dengan gedung FIP,” tutupnya. (Pr22/ Pr02)

Weekly News Profesi Edisi 14/Maret/2012


2

FSD Bakal Miliki Gedung Konser

FAKULTAS Seni dan Desain (FSD) sebentar lagi akan memiliki gedung konser. Harapan tersebut diungkapkan Dekan FSD, Karta Jayadi saat memberikan sambutan pada konser musik salah satu program studi (prodi) fakultas yang dinahkodainya. Meski masih sebatas wacana, namun Karta menaruh harapan besar untuk mewujudkan keinginnannya tersebut. Keinginan untuk memiliki gedung konser dilatarbelakangi oleh kondisi sarana dan prasarana FSD yang dinilai tidak memadai. Selain itu, semakin bertambahnya prodi baru di FSD juga menyebabkan semakin bertambahnya kebutuhan fasilitas. Apalagi dalam waktu dekat FSD berencana akan membuka prodi baru lagi dengan nama Etni Musikologi. Menurut Karta, untuk membuka prodi baru, mesti dipersiapkan dulu fasilitas yang memadai. Dengan begitu proses pembelajan mahasiswa bisa berjalan dengan baik. “Seandainya kita ingin membangun sebuah sekolah, tentunya kita akan melengkapi fasilitasnya terlebih dahulu lalu mengundang orang-orang untuk ke sana,” ujar Karta. Selain alasan tersebut, torehan prestasi yang dicapai mahasiswa FSD selama ini juga mendorong Karta untuk menghadirkan fasilitas yang memadai. “Tiap tahun

ada lomba diselenggarakan Depkes, FSD selalu juara. berhasil diraih. Yang paling membanggakan itu Tahun 2011. Mulai juara 1,2,3 semua diraih FSD,” ujarnya. Namun untuk memperadakan sebuah fasilitas, apalagi gedung sekaliber Gedung konser bukanlah hal yang mudah. Kendala paling mendasar dalam pengadaan sarana ini adalah dana. Seperti dipaparkan Pembantu Dekan II Bidang Sarana dan Prasaran FSD, Alimuddin menurutnya, untuk rencana tersebut, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan matang-matang. Apalagi untuk tingkat fakultas dimana kebijakan-kebijakan yang menyangkut anggaran besar seperti ini sangat bergantung pada Keuangan universitas. “Kami hanya bisa mengajukan ke pusat, tapi universitas memiliki skala prioritasnya sendiri. Jadi apabila fakultas mengajukan proposal, dipertimbangkan dulu,” ujarnya. Salah satu mahasiswa FSD, Jumardan mengapresiasi rencana tersebut. Menurutnya, pengadaan gedung konser dapat memudahkan mahasiswa melaksanakan even. “Rencana yang sangat bagus supaya mahasiswa tidak kelabakan lagi apabila akan melaksanakan konser,” tuturnya. (Pr03)

IPS Terpadu Batal ke Jawa Rencana Praktek Kerja Lapang (PKL) mahasiswa jurusan IPS Terpadu Fakultas Ilmu Sosial (FIS) ke pulau Jawa nampaknya bakal mengalami jalan buntu. Pasalnya, sebagian besar mahasiswa menolak dengan alasan tersendat masalah finansial. Selain itu, mahasiswa juga mengaku sudah bosan berkunjung ke sana. Saiful Bahri salah satu mahasiswa IPS terpadu mengaku tidak sepakat dengan rencana tersebut. “Di Jawa terus dan ini sudah ketiga kalinya ke sana,” tutur mahasiswa yang menjabat sebagai ketua Himaprodi Pendidikan IPS ini. Saiful menambahkan, kegiatan study banding yang telah diselenggarakan sebelumnya menjadi penyebab utama banyaknya mahasiswa yang menolak untuk melakukan penelitian di daerah tersebut. Pasalnya, daerah yang akan dikunjungi sudah dikunjungi sebelumnya. Diantaranya

Candi Borobudur dan Lumpur Lapindo. Hanya Gunung Bromo yang menjadi daya tarik Mahasiswa namun mereka menganggap masih banyak daerah lain yang ada di sekitar Makassar yang memiliki Gunung Berapi. Salah satunya sulawesi Utara. Sementara itu, Dosen penanggung jawab untuk mata kuliah PKL ini, Zakariah Leo mengatakan, dirinya hanyalah memberikan tawaran kepada mahasiswa “Saya hanya melemparkan isu,” imbuhnya. Menurut Zakariah, mata kuliah ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa termasuk praktiknya karena ini menitikberatkan pada penelitian langsung yang dilakukan di lapangan. Tetapi, meihat respon mahasiswa yang sebagian besar menolak rencana PKL di Pulau Jawa ini, maka kemungkinan daerahnya akan dipindahkan ke wilayah Sulawesi selatan saja. (Pr24/ Pr15)

Weekly News Profesi Edisi 14/Maret/2012

Kampusiana

Kilas LK

BEM UNM Kupas Tuntas RUU-PT

Labkommat02

RANCANGAN Undang-undang Perguruan Tinggi (RUU-PT) hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan civitas akademika. Pro-kontra pun masih mewarnai perjalanan RUU ini sebelum disahkan. Atas dasar itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makasar (UNM) menggelar dialog yang dikemas dalam Kupas Tuntas Rancangan Undang-undang Perguruan Tinggi (Kutu RUU-PT) di Baruga Benteng Somba Opu, JumatSabtu (2-3/3) lalu. Dialog dengan tema telaah kritis RUU-PT dalam menerawang masa depan pendidikan bangsa ini menghadirkan Pembicara dari Dinas PEndidikan, Natsir Jalal. Pada kesempatan itu, Natsir menyampaikan beberapa isu penting yang melatar-belakangi dibuatnya RUU-PT, salah satunya yaitu aspek pendanaan pendidikan tinggi. Menurutnya, dana APBN untuk perguruan tinggi sebesar Rp28 trilyun dinilai minim untuk meningkatkan mutu dan kemajuan perguruan tinggi. Oleh karenanya, PT diberikan wewenang menentukan kebijakan dan otonomi untuk mengelola pendidikan di lembaganya. Lebih lanjut, Natsir juga mengungkapkan, RUU-PT ini belum ditentukan kapan disahkan, untuk itu masih dicari letak ketimpangan di dalamnya untuk kemudian dilakukan perbaikan. “Aspek-aspek mana yang terdapat ketimpangan kita sampaikan untuk diperbaiki,” ungkap Direktur Pusat Pengkajian dan Pendidikan Indonesiaku ini. Pembicara lainnya, Budianto juga menilai RUU-PT ini adalah sebuah pembodohan. Dimana masyarakat miskin tidak diwadahi dalam undang-undang ini. “Undang-undang ini tidak membuka ruang terhadap masyarakat miskin,” ungkapnya. Alumni UNM tersebut mengatakan, ketika RUU ini disahkan maka serta merta undang-undang lain akan dikesampingkan.(Pr15)

Gelar Pelatihan untuk Pertama Kalinya Jurusan Matematika menggelar pelatihan maintenance dan desain grafis untuk pertama kalinya. Pelatihan ini dilaksanakan oleh Laboratorium Komputer Matematika 02 (Labkommat02). Animo mahasiswa terhadap pelatihan dinilai sangat tinggi, terbukti dengan membludaknya jumlah peserta yang mendaftar. “Sampai batas pendaftaran yang kami tetapkan, mahasiswa yang mendaftar melebihi kuota yang telah kami tetapkan,” papar Rizal selaku koordinator Labkommat02. Namun menurutnya, pihak Labkommat02 hanya bisa menerima 100 orang peserta. Pelatihan yang membahas aplikasi Corel Draw, Adobe Photoshop, dan Macromedia Flash ini akan dilaksanakan di laboratorium komputer jurusan Matematika. Tidak hanya membahas beberapa aplikasi, namun pelatihan tersebut juga akan membahas teknik menginstal komputer. Pelatihan ini pun akan digelar selama empat minggu, mulai 3 Maret sampai 25 Maret dengan mengambil waktu dua kali dalam seminggu. Rizal berharap, pelatihan tersebut rutin dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya, tidak hanya pada tahun ini saja. “Dengan adanya pelatihan ini semoga dapat memberi manfaat kepada peserta pelatihan di kemudian hari,” harap mahasiswa asal Jeneponto ini. (Pr20)

Himabio Adakan BBC Akhir Februari lalu, Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) melakukan kegiatan yang bertujuan mengembangkan pengetahuan mahasiswa mengenai biologi. Kegiatan ini dinamakan Biologi Creative Centre (BBC) yang berlangsung di Laboratorium Biologi. Tercatat sebanyak 105 mahasiswa biologi mengikuti kegiatan ini, yang berasal dari eksponen 2010 dan 2011. Ada tiga kelas yang dibentuk pada kegiatan BBC ini. Diantaranya, kelas olimpiade, karya tulis dan kelompok belajar. Pemberian materi ataupun pelatihan untuk ketiga kelas tersebut diadakan sekali sepekan. Hal ini diungkapkan Ulil selaku ketua pelaksana. Selain itu, menurut Ulil terlaksananya kegiatan ini mengingat kurangnya minat mahasiswa untuk mengikuti kegiatan yang berbau akademik. BBC ini merupakan program kerja Bidang I yang bergerak di bidang Penalaran, Ilmiah, dan Keilmuan. Selaku ketua Bidang I, Sulhanisa mengatakan kegiatan ini beramanfaat untuk mengembangkan kreatifitas berfikir mahasiswa, terkhusus pada bidang botani dan zoology. Menanggapi hal ini, ketua Umum Himabio, Firdaus berharap agar kedepannya melalui kegiatan ini, mahasiswa mampu menembuskan karyanya hingga pada event bertaraf nasional. (Pr36)

3 Himapek akan Satukan Mahasiswa Ekonomi Mahasiswa Ekonomi Fakultas Ekonomi (FE) UNM gelar rapat koordinasi untuk membentuk Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi (Himapek), (27/02). Rapat yang dipimpin langsung ketua program studi (prodi) Pendidikan Ekonomi, Rahmatullah tersebut dimaksudkan menyatukan beberapa prodi. Diantaranya, prodi Pendidikan Koperasi, Pendidikan Ekonomi Bisnis, dan Pendidikan Administrasi Niaga. Ketua prodi Pendidikan Ekonomi, Rahmatullah, mengharapkan agar tidak ada pengelompokan lagi. “Kita adalah satu himpunan mahasiswa pendidikan ekonomi, yang paling penting adalah kita bisa bekerjasama dalam memajukan prodi kita,” tukasnya. Rapat yang berlangsung di gedung BT 104 FE tersebut menunjuk Safaruddin sebagai ketua panitia pe-

milihan ketua himpunan. Safaruddin menyarankan, ada penyusunan perangkat organisasi dari gabungan antara konsentrasi yang ada di prodi pendidikan ekonomi. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi stigma negatif tentang kepemilikan himpunan prodi pendidikan ekonomi. Rahmatullah menyatakan, calon ketua himpunan harus memenuhi beberapa criteria. Diantaranya, mahasiswa prodi Pendidikan Ekonomi, tidak cacat akademik, bebas Drop Out, semester empat, dan memilik pengalaman organisasi. Hal ini diharapkan bisa membawa nama himpunan serta ia makin baik di mata masyarakat. “Kita ganti image masyarakat tentang apa itu himpunan,” jelasnya. Direncanakan, pemilihan ketua himpunanakan dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret. (Pr04)

BKMK Kembangkan Potensi Mahasiswa Biro Kegiatan Mahasiswa Kimia (BKMK) yang terdiri dari Pers Elektron dan Kelompok Biro Seni Oksigen menggelar Rapat Kerja, (03/03). Kegiatan yang digelar di gedung FF 201 FMIPA tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus HMK periode 2011/2012. Ketua panitia pelaksana, Ainun mengatakan, BKMK pada dasarnya lahir untuk mengembangkan potensi dan kreativitas mahasiswa Kimia, yang mana Pers Elektron sebagai wadah untuk mengembangkan potensi di bidang jurnalistik. sedangkan Kelompok Seni Oksigen mengembangkan kreatifitas di bidang kesenian. Ketua umum Biro Pers Elektron periode 2009/2010 diwakili oleh Laylah menyampaikan dalam sambutannya, ia mengharapkan pengurus yang baru dilantik agar melakukan yang terbaik untuk

BKMK. Ia juga menghimbau agar pengurus meningkatkan profesionalisme jurnalis dan selalu mengedepankan kuliah. Ketua kelompok Oksigen 2010/2011, Akbar juga sangat mengapresiasi para pengurus baru. Ketua Umum HMK Iksan, dalam sambutannya menghimbau agar pengurus HMK jangan menganggap BKMK dan HMK itu beda. “BKMK itu bagian dari HMK tersendiri,” tuturnya. Dia juga menambahkan, Biro Pers Elektron agar dalam penerbitannya lebih kritis. Misalnya ada kebijakan birokrasi yang dianggap tidak sesuai bisa ditulis. Ketua Biro Kelompok Seni Oksigen dan Najma, ketua Biro Pers Elektron periode 2011/ 2012 juga berharap agar semua pengurus tetap semangat untuk mengembangkan BKMK. (Pr12)

Pada Weekly News edisi 13 terdapat kesalahan pada berita Upgrading HMK Dinilai Tak Berhasil; yakni pada kalimat “Semua pengurus tidak hadir...” seharusnya “Tidak semua pengurus hadir...” Redaksi memohon maaf atas kekeliruan tersebut.

Ralat

Weekly News Profesi Edisi 14/Maret/2012


4 Rusunawa Bukan editorial

untuk Guru

Hanya sedikit mahasiswa yang mengetahui jika Universitas Negeri Makassar (UNM) juga memilki Rumah susun sederhana bersewa (Rusunawa). Selain karena lokasinya jauh dari jangkauan seluruh mahasiswa, Rusunawa hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari luar Sulewesi Selatan (Sul-sel). Oleh karenanya, tidak mengherankan jika ada mahasiswa yang sudah menginjak semester akhir, masih juga bertanya, “Adakah Rusunawa di UNM?”. Tapi bukan itu lagi yang menjadi persoalan. Saat ini, meski Anda adalah mahasiswa UNM dan berasal dari luar Sul-sel, Andapun tidak bisa lagi menghuni rumah yang terletak di samping Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM itu. Pasalnya, rusunawa kini beralih fungsi menjadi rumah susun untuk para guru peserta sertifikasi. Entah mengapa mahasiswa didepak dari rumah tersebut. Namun yang pasti, rumah tersebut bukan untuk guru. Apakah benar terciumnya indikasi masalah pembayaran. Mungkinkah penghasilan dari rusunawa lebih tinggi jika dihuni oleh peserta sertifikasi dibanding jika mahasiswa yang menghuninya? Namun yang pasti, salah satu aset UNM tersebut, bukanlah alat untuk meraup keuntungan. Apalagi Rusunawa adalah salah satu Unit Pelayanan Teknis (UPT) UNM. Sebagaimana UPT lainnya, melayani civitas UNM. Bukan guru peserta sertifikasi. Jika guru tak bisa digeser dari rusunawa, mestinya rusunawa tidak lagi dimasukkan sebagai salah satu UPT UNM. Sebaliknya, jika rusunawa masih bisa dihuni mahasiswa sebagaimana aturan dari awal, maka guru harus legowo angkat kaki dari tempat tersebut. Penanghungjawab mestinya segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini. Semoga solusinya tidak merugikan siapapun.(*)

Sudut + Guru “Tendang” Mahasiswa Dari Rusunawa - Tendang balik. + FSD Bakal Miliki Gedung Konser - Semoga tak terabaikan. + Nahkoda Baru PGSD Makassar - Ada yang baru nih..

4

Lintas UNM

Nahkoda Baru PGSD Makassar

FAKULTAS Ilmu Pendidikan (FIP) UNM mengadakan pemilihan ketua dan sekretaris Unit Pelaksana Program (UPP) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Makassar di ruang senat FIP UNM. Kamis (1/3). Pemilihan ketua jurusan yang berlangsung dua kali putaran tersebut akhirnya menobatkan Patta Bundu sebagai ketua jurusan UUP PGSD Makassar untuk periode 2012 hingga 2016 mendatang. Patta Bundu terpilih setelah berhasil melumpuhkan ketiga rivalnya, Muhammad Irfan, Widya Kamila Sari Achmad, dan Amir. Patta Bundu berhasil memenangkan pertarungan tersebut pada putaran kedua dengan perolehan 14 suara dari 27 pemilih sedangkan rival terberatnya, Irfan hanya memperoleh 12 suara. Sebelumnya pada putaran pertama, Patta Bundu dan Irfan memiliki jumlah suara 10-10. Beberapa dosen UPP PGSD Makassar sebelumnya telah memprediksikan Patta Bundu akan terpilih. Hal ini diakui Andi Makassau. Ia mengaku telah memprediksikan siapa yang nantinya akan terpilih sebagai ketua UPP PGSD Makassar. “Semua calon bisa menjadi ketua, namun secara pribadi saya lebih yakin Patta Bundu sebagai pemimpin PGSD kedepannya,” ungkapnya. Menurutnya, Patta Bundu memiliki banyak pengalaman dan lebih senior dibanding dengan calon yang lainnya. Ketua panitia, Suharlin juga menganggap Patta Bundu memang orang yang tepat untuk menjadi ketua UPP PGSD Makassar. “Melihat pengalaman yang dia miliki memang selayaknya ia patut diberi amanah ini,” tukasnya. Ketua terpilih, Patta Bundu mengatakan, terpilihnya menjadi nahkoda baru UPP PGSD Makassar merupak-

an beban tambahan tersendiri buat dirinya. Apalagi sebelumnya jurusan PGSD terbagi atas dua unit, yaitu PGSD Tidung dan PGSD Induk yang sekarang dileburkan menjadi satu, UPP PGSD Makassar. “Insya Allah saya dapat berbuat lebih baik kedepannya,” harapnya. Makkasau Dampingi Patta Bundu Selain pemilihan ketua jurusan, pemilihan sekretaris jurusan juga berlangsung dua kali putaran. Pemilihan ini berakhir setelah Andi Makkasau memperoleh 14 suara sebagai nahkoda UPP PGSD FIP UNM. Ia berhasil melumpuhkan kedua rivalnya, Nurhaedah, dan Rosdiah Salam Andi Makkasau mengatakan, ini adalah satu amanah buatnya yang ia harus kerjakan dengan baik. Dengan terpilihnya, ia menyatakan, banyak hal yang mesti ia lakukan. “Seperti menata kembali administrasi yang kini sangat semraut, mengatur berkasberkas yang sama sekali belum ditata. Dan tentunya saja, saya harus menyiapkan kondisi fisik saya. Karena pekerjaan ini akan menguras banyak tenaga,” tuturnya. Dengan selesainya prosesi pemilihan tersebut. Tanpa berlama-lama, ketua terpilih langsung mengagendakan rapat kerja (raker). Patta Bundu mengatakan, raker akan segera dilaksanakan bulan ini di Kabupaten Wajo. “Di sana nantinya kita akan membahas program kerja yang akan dibuat, untuk direalisasikan secepatnya,” kuncinya. Diakhir kegiatan, ketua prodi PGSD, Muslimin mengungkapkan harapan yang sebesar-besarnya kepada ketua dan sekretaris terpilih periode untuk segera menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada pada jurusan PGSD. Contohnya masalah akreditasi dan lain-lain. (Pr22)

Weekly News Pelindung: Arismunandar Penasehat: Sofyan Salam, Andi Ihsan, Hamsu Abd. Gani, Nurdin Noni, Kamaruddin, Yusuf Syam Dewan Pembina: Abdullah Dolla, Hazaerin Sitepu, Mukramal Aziz, Uslimin Pemimpin Umum: Rahmat Fadhli, Pemimpin Redaksi: Isnaeni Dahlan, Sekretaris: Nur Hasni, Bendahara: Parni, Redaktur : Asri Ismail Reporter: Muhammad Yasir, Yeni Febrianti, Syamsul Alam, Soeparman Ismail, Rizki Army Pratama, Azhar Fadhil, Muhammad Ilham Nur, Fatma Husni, Nur Lela, Sugianto, Hesikumalasari, Susi Amriani, Ary Utary Nur, Marwah Thalib, Fadilah Dwi Octaviani, Muhammad Rusdi Natsir. Layouter dan Artistik: Khaerul Musta’an, Zaiful. Redaksi LPPM Profesi UNM: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt.I, Kampus Gunungsari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: lppm_profesiunm@yahoo.com, Website: www.profesi-unm.org. Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun.

Weekly News Profesi Edisi 14/Maret/2012


edisi_14