Issuu on Google+

1

BEM-Maperwa Abaikan Ultimatum PR III

FOTO: RIZKI ARMY PRATAMA

DENGAR PETISI. Pembatu Rektor III mendengarkan petisi yang dibacakan Presiden BEM saat demonstrasi terkait peraturan akademik yang dinilai LK tak dapat mencampuri Peraturan Umum Lembaga Kemahasiswaan (PULK), 5 September lalu.

Pembantu Rektor III, Heri Tahir tiba-tiba saja dengan tegas menghimbau agar kiranya pengurus Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM diambil alih oleh mahasiswa maksimal angkatan 2009. Jika dilanggar, ia berjanji tak akan melakukan prosesi pelantikan kepada pengurus kedua lembaga tertinggi tersebut. Pernyataan tersebut menurutnya bukan tanpa alasan, ia mengatakan saat ini dalam statuta UNM tentang kemaha­ siswaan pada pasal 17 k, berisikan agar kiranya mahasiswa yang bisa berlembaga minimal pada tahun II sampai tahun IV. “Lihat coba di statuta, kalau kita menga­ cu pada statuta, berarti maksimal angka­ tan 2009 yang masih bisa berlembaga,” terangnya. Mantan asisten direktur II Pascasa­ rjana ini, berharap tak ada lagi maha­ siswa angkatan 2008, terlebih 2007 yang mendaftar. “Saya sudah tanya itu ketua Maperwa, tentang ini,” jelasnya. Menurutnya, persoalan kematangan ekponen 2009 sudah mencapai hal itu. Apalagi, jika pengurusnya dari angkatan tersebut maka apabila ia selesai menja­

bat, tidak terlalu kerepotan mengurus akademiknya. “Coba kalau pengurusnya angkatan seperti sekarang yang ketuanya 2006, selesai menjabat pasti kerepotan urus kuliahnya karena tinggal satu se­ mester dia punya waktu,” tandasnya. Parahnya, Heri Tahir malah mengan­ cam, jika intruksi ini diabaikan, ia berjan­ ji tidak akan melantik pengurus Maperwa ataupun BEM. “Kalau 2007 atau 2008 terpilih saya tidak lantik, inikan melang­ gar aturan kemahasiswaan,” ancamnya. Menanggapi himbauan tersebut, Hendrik selaku ketua Maperwa UNM malah dengan keras menantang ultima­ tum yang dialamatkan kepadanya. Menu­ rutnya, lembaga legislatif yang ia pimpin saat ini punya regulasi sendiri. Aturan tersebut diakuinya, sudah sejak lama di­

gunakan sebagai dasar dalam pemilihan ketua Maperwa dan Presiden BEM. “Selama ia berstatus mahasiswa maka ia berhak untuk menjabat sebagai ketua Maperwa dan Presiden BEM,” te­ gasnya. Senada dengan Hendrik, Presiden BEM, Ahmad Jamir juga menyatakan BEM maupun Maperwa punya aturan tersendiri dalam menentukan calon pen­ rusnya kelak. “Standarisasi menjadi salah satu aturan birokrasi, tapi kami juga punya tauran sendiri,” ujar Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) ini. Koordinator Stering Commite (SC), Fadhli, juga tidak setuju terkait tuntutan PR III. Ia mengatakan, jika hal ini ter­ jadi maka akan berdampak pada kondisi psikologis pengurus nantinya. “Coba ba­ Bersambung ke halaman 3...

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

Weekly News Profesi Edisi 12 / Desember / 2012


2

Kampusiana

www.profesi-unm.com Profesi FM 107,9 MHz

Mahasiswa PTIK Keluhkan Ruang Kuliah Ruang kuliah di universitas kita memang masih ada yang kurang memadai, tak ter­ kecuali ruang kuliah di salah satu proga­ ram studi di Jurusan Teknik Elektro, yakni program studi Pendidikan Teknologi Ilmu Komputer (PTIK). Sejumlah mahasisiwa mengeluhkan ruang kuliah yang tidak layak ini dan berharap pihak birokrasi bisa bertin­ dak cepat untuk menangani masalah ini. Memang ruang kuliahnya sempit se­ hingga kurang baik untuk dipakai kuliah. “Kami kurang maksimal menerima ku­ liah, karena kondisi ruangan yang kurang mendukung,” ujar Rahmi (samaran) salah satu mahasiswa PTIK.

Ruangan yang sempit di per­ parah dengan suara gaduh saat ku­ liah, maklum sekat pemisah antar ruang kelasnya hanya berbahan logam atau sejenis seng. Kondisi seperti itu memang sangat tidak mendukung untuk dipakai, apa­ lagi untuk proses perkuliahan. Menanggapi hal itu, Ketua Prodi PTIK, Harifuddin, saat dite­ mui di ruangannya, membenarkan INT. kondisi yang demikian. “Ia me­ mang, tapi ke depannya ruang kuliah PTIK akan di tambah, setelah gedung UKM diperbaiki, itu akan dijadikan gedung

FMIPA Kekurangan Lahan Parkir Lahan parkir yang telah disediakan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) masih saja mengundang ban­ yak keluhan dari mahasiswa-mahasiswanya. Dinilai, masih banyak kendaraan-kendaraan bermotor milik civitas yang terlantar karena tidak kebagian lahan parkir. Lahan yang ti­ dak memadai itu dapat memicu kondisi pe­ nataan kampus yang semrawut. Seperti halnya yang dialami salah seorang mahasiswa, Taufiq Hidayat yang mengaku selalu kesulitan untuk memarkir kendaraannya dikarenakan parkiran yang terisi penuh. Ia pun tak menampik jika la­ han parkir di fakultasnya masih kurang me­ madai dan tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa. “Seharusnya dibuatkan parkiran lebih luas lagi,“ harap mahasiswa Jurusan Matematika ini. Menanggapi keluhan mahasiswanya, Pembantu Dekan Bidang Sarana dan Prasa­ rana (PD II) FMIPA, Rahman mengatakan, ia beserta jajarannya telah mengadakan rapat mengenai masalah parkir yang tidak teratur di fakultasnya. Ia mengaku, kondisi parkiran di FMIPA untuk saat ini memang masih be­ lum memadai. “Sempit dan tidak teraturnya suatu lahan parkir bisa saja menjadi benihbenih perkelahian seperti yang sudah-sudah. Oleh karena itu, kami akan berusaha mem­ buatkan parkiran untuk mahasiswa yang lebih memadai,” janjinya. (Pr31)

fakultas, dan dan ruang fakultas sekarang akan dipakai oleh jurusan PTIK ,“ ungkap­ nya. Akan tetapi rencana itu baru akan dire­ alisasikan tahun depan. (Pr28/Pr03)

Rektor ‘Semprot’ Peserta Pelatihan Penulis Artikel Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Arismunandar menyampaikan kekecewaannya atas jumlah artikel atau karya ilmiah dosen UNM yang sangat minim diterbitkan. Menurutnya, saat ini penelitian dosen sangat kurang padahal dana penelitian yang dikelolah UNM sangat besar. “Saya sangat kecewa den­ gan ini,” ungkapnya saat membuka keg­ iatan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional. Hal ini disampaikannya diha­ dapan peserta Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian (Lemlit) UNM di ruang semi­ nar lemlit. Pelatihan ini dilaksanakan pada Kamis, 29 November sampai Sabtu, 1 Desember 2012. Kegiatan ini merupak­ an program kerja Lemlit UNM beker­ jasama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Dirjen Dikti Kemendikbud. Sebanyak 27 dosen yang merupakan perwakilan dari setiap fakultas yang ada di UNM mengikuti kegiatan rutin ini. Selama 3 hari pelak­ sanaan kegiatan para peserta dibekali beberapa materi diantaranya kode etik penulisan dan etika penulisan, struktur artikel ilmiah, penulisan artikel jurnal nasional, evaluasi artikel jurnal nasional dan bahasa dalam penulisan artikel il­ miah. Pemateri yang dihadirkan juga

Weekly News Profesi Edisi 12 / Desember / 2012

merupakan sosok yang sangat berkom­ peten dalam nidang penulisan artikel. Arismunandar menambahkan bah­ wa penyebab kurangnya artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal nasional mau­ pun internasional dikarenakan tidak ad­ anya komitmen dan perhatian para dosen untuk hal yang satu ini. Padahal, jumlah artikel ilmiah yang diterbitkan meru­ pakan salah satu poin dalam peningkatan dan penentuan akreditasi prodi. “Olehnya itu, saya sangat berharap kepada para peserta agar setelah kegiatan ini sudah berkomitmen akan menulis artikel yang memenuhi syarat untuk dimuat di jurnal terakreditasi,” harapnya. (Pr30)

Sudut + BEM-Maperwa Abaikan Ultimatum PR III - Akurlah...! + Mahasiswa PTIK Keluhkan Ruang Kuliah - Pakai lahan parkir saja...! + LK FBS Tak Libatkan Angkatan 2009 - Ini Keluhan juga... Dg. Lu’

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


Kilas LK Kompetisi Futsal Geografi

Phytagoras FC Sabet Juara I

Ajang kompetisi Futsal Geografi yang diselenggarakan Dewan Ekse­ kutif Mahasiswa (DEMA) Geografi antar mahasiswa FMIPA, menjadi­ kan tim Phytagoras FC asal Jurusan Matematikan sebagai juara. Dalam pertandingan terakhir tanggal 22 November, tim Phytagoras berhasil menumbangkan Con­ nect FC sebagai tuan rumah, tim yang berasal dari Jurusan Geografi. Sementara untuk juara ke-3 diraih Asclass FC tim asal Kimia setelah berhasil. Piala, setifikat dan uang tunai menjadi bukti kemenangan ketiga tim ini. Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 12-22 November ini dilaksanakan di lapangan Mall Futsal yang bertempat di jalan Dg. Tata Raya. Pada saat penutupan, sejumlah pejabat teras FMIPA ha­ dir dalam laga final tersebut. Sep­ erti ketua Jurusan Geografi, Leo Zakaria dan Pembantu Dekan III FMIPA, Kaharuddin. Ketua panitia, Muhammad Aras berharap kedepan dengan berakhirnya kompetisi futsal ini, semangat olahraga dan solidari­ tas para pemain dapat meningkat. Sementara itu, PD III, Kaharud­ din dalam sambutannya pada saat penutupan mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wahana antar mahasiswa FMIPA untuk bisa saling kenal. “Saya bangga melihat masingmasing tim bertanding dengan sportif dengan semangat yang luar biasa,” ujarnya (Pr24)

LPPM Profesi UNM @Profesi_Online

3

LK FBS Tak Libatkan Angkatan 2009 Malang nasib ma­ hasiswa eksponen ’09 Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), pasalnya menjelang pencairan Lembaga Ke­ mahasiswaan (LK) setelah satu tahun terbekukan, bi­ rokarat FBS malah ogah lagi melibatkan maha­ siswa angkatan 2009 untuk bergelut di LK lagi. Adapun salah satu syarat yang mesti dipatuhi untuk masuk dalam pengu­ rus tersebut, yakni, untuk calon ketua Maperwa dan BEM hanya mahasiswa yang berada pada semes­ ter V dan semester III un­ tuk anggotanya dan harus memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,00. Dijadwalkan hari ini

(3/12) akan berlangsung pemilihan ketua Maperwa FBS yang berlangsung di pelataran fakultas. Menurut Syukur Saud, Pembantu Dekan III FBS, tidak dilibatkan mahasiswa 2009 dengan alasan enggan membe­ bani mereka. “Alasan kenapa mereka tidak dii­ kutkan lagi, agar mereka tidak terbebani, dan dapat berkonsentrasi menger­ jakan skripsi,” jelasnya. Hal ini membuat be­ berapa mahasiswa geram dengan kebijakan birokrat ini. Sebut saja Ridho, mantan fungsionaris LK ini mengaku hal ini dik­ arenakan kecurigaan bi­ rokrasi yang menganggap

mahasiswa eksponen 09 adalah kader-kader yang dianggap pembangkang. “Ini akal-akalan biorkrasi saja, masa 2009 dila­ rang ikut berlembaga, ini bukti adanya pembatasan kereativitas yang dengan sengaja dilakukan mer­ eka,” tandasnya. Senada dengan hal itu, Budiman (samaran) juga menilai tak ada alasan ra­ sional yang bisa disampai­ kan birokrat mengenai ini. “Perlu diketahui pada pasal 17 tentang aturan kemaha­ siswaan di statuta UNM, masih diperbolehkan maha­ siswa 09 untuk berlembaga, tapi kok kayak gini, kita masih butuh belajar dari LK,” terangnya. (Pr16)

Tak Ada Tempat, Estetika Tunda Pelatihan Jurnalistik Komunitas Jurnalistik Mahasiswa (KJM) Estetika Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) akhirnya menunda kegiatan pelatihan jurnalisme online yang awal­ nya akan dilaksanakan 1-2 Desember 2012. KJM Estetika yang dulu bernama Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) Estetika memutuskan untuk menunda kegiatan mereka dikarenakan tempat yang awalnya sudah disiapkan tiba-tiba digunakan oleh pihak lain. Menurut Nurul Khairani selaku ketua umum KJM Estetika, terjadi miss komuni­ kasi sehingga kegiatan yang awalnya akan

dilaksanakan di kantor Harian Tribun Timur harus ditunda. “Saya dihubungi oleh rekan saya, katanya tempatnya mau dipakai oleh orang lain,” tutur mahasiswi yang akrab disapa Rara ini. Lanjut Rara, kegiatannya hanya akan ditunda selama satu minggu sampai tanggal 8 dan 9 Desember. Mahasiswa eksponen 2009 ini juga membantah banyaknya suara miring yang mengatakan kegiatan ditunda kare­ na Estetika tak memiliki dana dan juga peserta yang minim. “Itu tidak benar, kegiatan kami ditunda murni karena permasalahan tempat,” tegas Rara. (*)

Sambungan dari halaman 1...

BEM-Maperwa Abaikan Ultimatum PR III yangkan, jika nantinya ada konsilidasi an­ tar fakultas yang dilakukan BEM UNM, padahalkan BEM fakultas saat ini masih ada angkatan 2008 menjabat. Ini bisa ter­ jadi degradasi penghormatan kepada BEM Universitas. Sebab, pasti dia berpikir juni­ orku ji ini,” cetus mantan Presiden Kes­ Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

atuan Mahasiswa (Kema) FSD ini. Terbukti, pada ajang sosialisasi me­ kanisme dan syarat-syarat pemilihan ket­ ua Maperwa dan BEM yang belangsung di Auditorium Amanaggapa (28/11). Para Stering Commite (SC) dan Badan Pen­ gawas (BP) yang mengambil alih terse­

but tetap mengabaikan intruksi Pembatu Rektor III UNM itu. Buktinya, hingga di penghujung acara tak sedikitpun dising­ gung persoalan pembatasan calon pada wilayah angkatan yang ada hanyalah aturan-aturan persoalan burgening yang dimiliki calon ketua nantinya. (Tim)

Weekly News Profesi Edisi 12 / Desember / 2012


Lintas UNM

4 Universitas Pattimura Berguru di Matematika ICP Sejumlah dosen dari Unversitas Pattimura Ambon (Unpatti) melaku­ kan kunjungan khusus di Jurusan Matematika International Class Pro­ gram (ICP) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMI­ PA), pada Kamis (22/11). Kedatang para dosen tersebut bertujuan untuk melakukan peninjauan dan sekaligus melihat sistem akademik yang ber­ laku di Jurusan Matematika. Menurut Ketua Jurusan Matema­ tika, Djadir, kunjungan khusus ke kelas matematika ICP yang dilakukan oleh Ketua Jurusan Matematika beserta pen­ gelola kelas internasional matematika FMIPA Unpatti , bertujuan untuk meli­ hat proses pelaksanaan matematika ICP UNM. “Mereka khusus datang untuk melihat proses pelaksanaan matematika ICP termasuk, kurikulumnya dan pelak­ sanaan kuliahnya karena mereka baru membuka kelas internasional di sana pada semester ini,” ungkapnya. Djadir juga merespon baik ter­ hadap sikap universitas-universitas yang ingin melihat UNM lebih dekat.

editorial

A

langkah lucunya kampus ini. Bagaima­ na tidak, hampir semua orang mengaku dirinya hebat. Hingga pertentangan persoalan regulasi penetapan bakal calon pengurus Lemba­ ga Kemahasiswaan (LK) pun, semua bersikukuh memper­ tahankan ide dan gagasannya yang dianggap realistis. Mau bilang apalagi, akhirnya mereka memilih ja­ lan masing-masing dan men­ gabaikan suara-suara beris­

“Ternyata wilayah timur Indonesia juga sudah mau datang melihat apa yang kita lakukan selama ini sama seperti saat kunjungan universitas dari Surabaya dulu,” ungkapnya. Mereka juga melakukan kunjun­ gan di kelas-kelas yang sedang men­ jalankan proses perkuliahan, salah satunya di kelas ICP A Matematika angkatan 2011. Ferawati salah satu mahasiswi yang saat itu sedang pre­ sentasi di kelas mengaku kaget dan merasa sangat gugup ketika rombon­ gan dosen Unpatti masuk kelas dan memperhatikannya. “Seketika saya langsung speechless dan nervous tapi saya berusaha melanjutkan presenta­ si saya sebaik mungkin,” ungkapnya. Megawati Yusuf yang juga meru­ pakan salah satu mahasiswa matema­ tika merasa terharu atas kunjungan yang dilakukan universitas tersebut. “Saya senang dan bangga karena orang-orang diluar sudah mengenal kita dari segi akademik. Tidak selalu dari segi kerusuhan yang sedang diso­ roti masyarakat luas,” ujarnya (Pr20)

Ada Kantin Kebersamaan di PKK Menghadirkan menu makanan yang menggiurkan serta harga yang terjangkau menjadi prinsip utama kantin kebersamaan yang dikelola mahasiswa PKK Fakultas Teknik (FT) UNM. Kantin yang baru dibangun tahun ini merupakan tempat favorit sivitas FT untuk mengisi perut. Menurut Fitri, mahasiswa PKK yang juga salah satu pengelola kantin ini, sejak jurusan PKK ada untuk kali perta­ manya didirikan kantin. Untuk jadwal piket sendiri, Fitri mengaku ti­ dak ada masalah selama ini. Apalagi, ia bersama teman-temannya silih berganti menjaga kantin tersebut. “Jadwal selesai piket itu tergantung dari makanannya, kalau makanannya cepat habis be­ rarti piketnya cepat selesai,” tambahnya. Ketua Jurusan PKK, Sukarsih mengatakan hadir warung makan tersebut merupakan salah satu program jurusan. “ Ini adalah salah satu program kerja saya. Hal ini juga disetujui oleh Pak Dekan. Ada dua hal yang menjadi tujuan dari adanya kantin ini. Pertama karena ingin membantu mahasiswa dan yang kedua itu kare­ na PKK Tata Boga seharusnya punya unit-unit usaha. Modal utama dari kantin ini saya ambil dari jurusan, khusus Jurusan PKK modal awal­ nya itu hanya Rp. 250.000 dan hasil penjualan itu digunakan kembali,” jelasnya. (Pr09)

El-Clasico UNM

ing yang dapat menganggu jalan pemikiran mereka. Ini bukan pertentangan tentang secangkir kopi, atau serumpun padi. Ini perten­ tangan El-Clasico ala’ Oemar Bakrie, dimana fungsionaris LK dengan Birokrasi yang sejak dulu tak pernah akur. Ibarat Tom and Jerry, kedua musuh bebuyutan terse­ but saling usung taktik dan strategi untuk memenangkan keinginan mereka. Entah itu dibenturkan dengan aturan

hukum ataukah malah dilari­ kan kepada kekuatan massa sebagai penentu keputusan. Untungnya, kali ini per­ gulatan mereka masih meng­ gunakan nalar. Pasalnya ter­ kadang, Messi Vs CR7 jilid II ini, menempuh jalur otot dan mengabaikan otak mere­ ka. Yang pada akhirnya, luka fisik menjadi bukti autentik. Mungkin hingga saat ini, kita masih jarang melihat birokrat memukul mahasiswa, itu tentu tidak. Soalnya birokrasi

menggunakan tangan Polisi untuk melawan mahasiswa. Akan susah memang, mempertemukan keduanya. Sebab, kata akur diantara mereka hanyalah bualan belaka. Semestinya kita pa­ ham, bahwa zaman sekarang bukan zaman kompetisi, melainkan zaman kolektif. Dimana mahasiswa dan bi­ rokrasi semestinya kerjasama untuk membangun UNM, bukan malah saling “lempar” kebobrokan. Semoga!!!

Weekly News Pemimpin Umum: Sahrul Alim, Pemimpin Redaksi: Asri Ismail, Sekretaris: Fajrianto Jalil, Bendahara: Nurjanna Jamaluddin, Redaktur : Sutrisno Zulkifli, Rukmana Mansyur, Muhammad Ilham, Kepala Online: Imam Rahmanto, Kepala Penyiaran: Andini Ristiyaningrum, Kepala Litbang: Fahrizal Syam, Layouter dan Desainer Grafis: Khaerul Mustaan, Fotografer: Rizki Army Pratama, Reporter: Asran, Tri Arnita, Irwan Sukardi, Andi Ajip Rosidi, Oki Dwi Ramadian, Muhammad Ansarullah, Andi Sri Mardiyanti Syam, Dian Febriani . Redaksi LPPM Profesi UNM: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt.I, Kampus Gunungsari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: profesi_unm@yahoo.com, Website: www.profesi-unm.com.

Weekly News Profesi Edisi 12 / Desember / 2012

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


edisi_12