Issuu on Google+

1

Asdos Lalai, Maba Tenggelam Isak tangis mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) pecah di ruang visum Kedokteran Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Minggu (22/12) kemarin. Raut pilu di wajah mereka menggambarkan jelas suasana duka siang itu. Mereka baru saja kehilangan rekannya yang terseret ombak di Pantai Tanjung Bayang Korban tersebut adalah Akbar Karaka (19) asal Kabupaten Pinrang dan Dermawan (19) asal Kabupaten Barru, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Pendidikan Jasmani (Dikjas) angkatan 2013. Ganasnya ombak setinggi 3 meter menenggelamkan dua orang yang diduga tidak pandai berenang itu sekira pukul 13.00 Wita di Tanjung Bayang. Namun Minggu (22/12), tim Search and Rescue (SAR) gabungan baru menemukan mayat Akbar yang mengapungapung di permukaan laut. Selanjutnya, jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum. Kini, jenazahnya telah dikebumikan di Kabupaten Pinrang. Sementara jenazah Dermawan pada saat kejadian tidak bisa ditemukan. Derasnya hujan yang mengguyur hingga malam hari dan tingginya ombak membuat tim SAR menghentikan pencarian korban beberapa saat usai kejadian. Esok harinya, pencarian pun kembali dilanjutkan. Alhasil, Selasa (24/12), jenazah korban ditemukan terdampar di Pantai

Galesong Utara. Tim SAR menemukannya sekira pukul 8 pagi. Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) SAR Universitas Negeri Makassar (UNM), Adi Muammar Mirsan mengatakan, tim SAR gabungan yang terdiri dari 5 tim yaitu, SAR UNM, Unismuh,Unhas, Universitas 45, dan SAR Brimob telah berupaya semaksimal mungkin menelusuri jejak tenggelamnya korban. ”Pencarian korban tidak hanya dilakuan oleh tim SAR dari UNM, tapi beberapa tim ikut tergabung. Selanjutnya, keputusan proses pencarian korban tergantung dari hasil rapat,” ungkapnya. Menurut kesaksian rekan korban, Ahmad Rifai, keduanya saat itu tengah bermain di air bersama mahasiswa lainnya. Namun, ombak tinggi tibatiba saja menenggelamkan Dermawan. Akbar Karaka yang berada di dekatnya sontak menolong. Akan tetapi, karena tidak pandai berenang, ia pun juga ikut terseret. “Mau ji menolong, tapi dia ternyata tidak tahu juga berenang,” ungkapnya.

Diketahui, Prodi PGSD Dikjas saat itu sedang melakukan rekreasi selepas ujian tengah semester. Hal itu diusulkan Basyir, selaku asisten dosen mata kuliah Bermain. Anehnya, dari informasi yang dihimpun Profesi, Basyir tidak mengantongi izin dari Jurusan dan dosen pengampu mata kuliah tersebut, Andi Mas Jaya. Sementara Basyir sendiri hingga saat ini sulit untuk dihubungi. Ketua Jurusan PGSD FIK, Kasman pun menyayangkan hal itu. Bila terbukti Basyir tidak meminta izin dari penanggung jawab mata kuliah, maka ia bisa dinyatakan bersalah, terlebih kelalaiannya tidak mengawasi para mahasiswa. Namun, ia mengatakan masih akan mengorek keterangan itu dalam rapat terkait peristiwa ini. “Tidak benar kalau dia (Basyir, red) tidak punya izin dari penanggung jawab, tapi kami belum tahu pasti apakah memang seperti itu. Nanti kami akan tanyakan di rapat,” katanya. Lebih lanjut, ia menyesalkan keputusan dosen tersebut mengajak maha• Bersambung ke halaman 4

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

Weekly News Profesi Edisi 11 / Desember 2013


2

www.profesi-unm.com @Profesi_Online

Pasca Bentrok,

Gedung FBS Direnovasi PASCA bentrok yang melibatkan tiga fakultas saling serang di kampus Universitas Negeri Makassar sektor Parangtambung sebulan lalu, (25/11) mengakibatkan rusaknya gedung perkuliahan dan terbakarnya panggung Bengkel Sastra (Bestra) Daeng Pamatte kini telah tampak mulai diperbaiki (19/12). Perbaikan tampak terlihat di gedung JR Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS). Puing-puing kaca yang telah dibersihkan kini telah diganti dengan pemasangan kaca yang baru. Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III), Syukur Saud, mengungkapkan renovasi gedung yang dilakukan akan dilangsungkan secara bertahap. Pasalnya, dana anggaran untuk memperbaiki kerusakan fasilitas kampus tidak termasuk dalam estimasi anggaran yang turun di fakultas. Menurutnya, kerusakan fasilitas kampus

menjadi tanggung jawab universitas. Meski masih tersimpan perasaan tidak tenang pasca bentrokan kemarin, Ririn salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman tampak senang dengan perbaikan gedung ini. “Melihat perbaikan gedung ini, saya sangat bahagia dan turut terharu. Tapi saya takut kalau nantinya akan pecah lagi,” ungkapnya. “Sebaiknya bukan kaca yang dipasang kalau tak ingin melihat kampus dipenuhi lagi puing-puing sisa hasil bentrok. Sekalian karet kalau bisa agar kalau ada yang melempar bakal terpental lagi,” kelakar mahasiswa angkatan 2012 ini. Selain itu, Ririn juga berharap kondisi kampus dikemudian hari akan dipenuhi cinta, kalau bisa tanamkanlah jiwa persaudaraan. “Kita semua bersaudara,” tutupnya. (pr56)

Orientasi Kompetensi Kurikulum 2013 SEBAGAI langkah taktis menuju guru profesional peserta Program Profesi Guru (PPG) Sarjana Mengajar di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal, mengadakan seminar pendidikan Kurikulum 2013 di ruang senat rektorat, Sabtu, (14/12). Kegiatan yang diwajibkan bagi peserta PPG SM3T ini, bertujuan untuk mengatasi kesenjangan teori yang didapatkan di kampus dengan praktek di lapangan. Kegiatan ini bertemakan Training Hypnoteaching dan Dialog Interaktif Langkah Taktis Peningkatan Kualifikasi Guru Profesional Menghadapi Kurikulum 2013. “Karena hasil yang ingin dicapai dari seminar pendidikan ini, yakni nantinya dapat memberikan pemahaman tentang Kurikulum 2013 karena kurikulum merupakan basis semua hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran,” ungkap Surajuddin selaku ketua panitia. Dia melanjutkan, para pengajar harus siap sebelum terjun mengajar. “Sebelum terjun mengajar disekolah, kita harus memahami kurikulum 2013 dulu agar tidak keluar dari konteks pembelajaran,” lanjutnya.

Direktur PPG sendiri, Abdullah Pandang, sangat mengapresiasi kegiatan yang diikuti sebanyak 400 peserta dari PPG SM3T dan Program Profesi Guru Terintegrasi (PPG-T) ini. Menurutnya, dalam seminar tersebut terjadi proses belajar dan interaksi sosial. “Seminar ini sangat positif karena dalam kegiatan tidak hanya melaksanakan program kerja tapi ada proses belajar dan interaksi sosial didalamnya,” ujarnya. Terkait seminar, Trainer Hypnoteaching, Shabiel Zakaria, menjelaskan, Hypnoteaching merupakan salah satu teknik yang terintegrasi dalam proses pembelajaran, sehingga dapat digunakan dalam menghadapi kurikulum 2013. “Hypnoteaching dapat membangun hubungan antar siswa maupun guru karena terintegrasi dalam proses pembelajaran, sesuai dengan kurikulum 2013,” ungkap pria kelahiran Bone ini. Peserta seminar, Muh. Yamin mengungkapkan kesyukurannya mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena memberikan gambaran tentang kuri-

Weekly News Profesi Edisi 11 / Desember 2013

Kampusiana BEM FMIPA

Pekan Olahraga Banting Setir

PEKAN Olahraga dan Kesenian (Porseni) yang diselenggrakan Badan Eksektif Mahasiswa (BEM) FMIPA harus gigit jari karena harus mengurungkan niatnya untuk menghelat kegiatan ini. Pasalnya, dana yang terkumpul hanya cukup untuk membiayai satu kegiatan saja. Yakni pertandingan Futsal sehingga kepanitiaan harus mengubah nama agenda menjadi CUP BEM FMIPA UNM yang terselenggara Sabtu (21/12). Ketua BEM FMIPA, Andi Ade Agsa mengungkapkan, tidak terpenuhinya rencana tersebut disebabkan oleh kekurangan dana untuk pembiayaan serta keadaan kampus yang tidak kondusif akhir-akhir ini. Sumber dana vital pun dari dana kemahasiswaan tidak mencukupi untuk membiayai seluruh kegiatan tersebut. Menurutnya, pihak fakultas beralasan belum ada dana untuk membiayai sepenuhnya kegiatan ini. “Padahal, banyak kreativitas yang ingin disalurkan tapi karena terbatas anggaran akhirnya terhambat,”sesalnya. Kaharuddin, selaku Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) berujar, tidak terpenuhinya rencana BEM FMIPA untuk mengadakan PORS MIPA bukan karena persoalan semata-mata kekurangan dana, tapi adanya pertimbangan untuk menghargai Fakultas Teknik (FT), Fakultas Bahasa dan Sastra(FBS), dan Fakultas Seni dan Desain (FSD) yang akhir-akhir ini terlibat konflik. “Kita harus mengurangi item-item dalam agenda kegiatan demi menumbuhkan rasa empati terhadap kampus-kampus tetangga,” kilahnya. Kaharuddin juga menambahkan, pertimbangan lain yang membatasi kegiatan BEM FMIPA ini yaitu kekhawatiran akan terjadinya bentrok antar mahasiswa jika saja mengadakan keramaian di dalam kampus mengingat kondisi kampus yang belum sepenuhnya kondusif seperti saat ini. “Dikhawatirkan akan terjadi lagi keributan jika ada banyak keramaian di dalam kampus,” tambahnya. (pr35) kulum 2013, jadi nanti lebih memudahkan jika mengajar di sekolah,” ujarnya. Selaku ketua panitia, Surajuddin, mengharapkan, dengan mengikuti seminar ini peserta bisa lebih update dan mampu memahami penerapan kurikulum 2013 di sekolah. “Saya berharap kegiatan ini mampu menjembatani teori yang didapatkan dengan praktek di sekolah,” harapnya. (pr05) Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


Kilas LK

www.profesi-unm.com @Profesi_Online

Polarasio Warnai Milad ke-IX Sosiologi MENYAMBUT milad jurusan Sosiologi yang ke-IX, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar Pekan Olahraga dan Seni Sosiologi (Polarasio) dengan tema “Irama Sejiwa Mempertahankan Solidaritas dan Integritas dalam Bingkai Kebersamaan” di kampus UNM sektor Gunungsari (21/12). Ketua umum HMJ Sosiologi Novita Sari, mengungkapkan, dengan terselenggaranya Milad dan Polarasio ini dapat menjaga solidaritas mahasiswa Sosiologi. “Acara ini sebagai wujud kekompakan mahasiswa sosiologi dan semoga sosiologi dapat menjadi percontohan solidaritas dari jurusan-jurusan lain yang ada di UNM,” harapnya. Lain hal, Firdaus selaku Ketua Jurusan Sosiologi, mengaku senang dengan perayaan milad yang menjadi rutinitas tahunan jurusannya. Menurutnya, masih jarang jurusan yang berada di lingkup FIS dapat menggelar ulang tahunnya. “Yah, perayaan ini bertujuan agar mereka (mahasiswa Sosiologi, red) semakin solid,” ungkapnya. Firdaus juga berpesan agar pengurus HMJ Sosiologi dan mahasiswa Sosiologi lainnya tetap berjalan harmonis. “Pesan saya agar seluruh komponen di Sosiologi bersinergi untuk lebih baik lagi dan kami juga selalu berusaha memperbaiki kinerja-kinerja yang kurang di setiap tahunnya,” kuncinya. (pr09/ pr56)

Sudut + Dosen Lalai, Maba Tenggelam - Dosen harus bertanggung jawab. + Pasca Bentrok, Gedung FBS Direnovasi - Tertundanya sudah sebulan + Sebulan Tertunda, Akhirnya Direstui - Beruntung tidak sampai lalai Dg. Lu’

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita

3

LDKM FIS

Sebulan Tertunda, Akhirnya Direstui

SETELAH sebulan Federasi Mahasiswa (FEMA) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) mengharapkan izin untuk melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM), kali ini, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan (PD III) FIS, Najamuddin telah menyatakan restunya kegiatan tersebut terselenggara di Ruang Rapat Senat Rektorat lantai III, Sabtu dan Minggu (21-22/12). Tertundanya agenda FEMA FIS ini karena alasan konflik mahasiswa beberapa waktu lalu, seperti pembakaran Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dan sekretariat Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Trisula dan Maekpa Fakultas Ekonomi. Padahal kegiatan ini direncanakan berlangsung pada awal November lalu. “Seandainya tidak ada konflik yang terjadi, LDKM sudah selesai, tapi karena ditakutkan ada kejadian-kejadian yang tidak dinginkan jadi ditunda,” jelasnya Najamuddin. Namun, ia menegaskan, LDKM itu harus dilaksanakan di dalam kampus

jika melibatkan mahasiswa baru karena hal itu merupakan peraturan universitas. “Larangan keras mengadakan LDKM di luar kampus jika mahasiswa baru terlibat didalamnya, kecuali hanya FEMA yang terlibat di dalamnya, kami tidak ada persoalan,” ujar eks Ketua Jurusan Sejarah ini. Najamuddin pun mengharapkan, FEMA dapat menjadi mitra fakultas dalam menata mahasiswa, khususnya dengan diadakannya LDKM. “Izinnya sudah ada, maka diharapkan kegiatan nya dapat membantu fakultas dalam menata mahasiswa,” harapnya. Namun, fungsionaris FEMA FIS tetap melontarkan kekecewaannya terkait diundurnya LDKM ini selama satu bulan. Salah satunya, Menteri Sosial dan Politik (Mensospol) FEMA FIS, Irwan Hidayat. “Kami agak kecewa, tapi semua karena keadaan sehingga kami tidak mendapat izin dan tempat untuk kegiatan ini,” sesalnya. (pr28)

HIMABIO FMIPA UNM

Rekrut Anggota Lewat Tes Psikologi

TEROBOSAN baru bagi Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM). Pasalnya, untuk kali pertama Himabio sertakan tes psikologi kepada calon pelanjut kepengurusan lembaga kemahasiswaan (LK) ini. Langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui karakter calon pengurus yang akan dipertimbangkan kelayakannya. “Yah, tes ini nantinya akan dijadikan pertimbangan penentuan kelayakan peserta,” jelas Muhammad Taufiq selaku Koordinator Badan Perumus perekrutan. Ia juga mengungkapkan jika ada peserta yang tersisih karena kuota kepengurusan terpenuhi, mereka akan tetap bisa bergabung dan dibina di himpunan sebagai persiapan awal untuk mengurus di periode selanjutnya. Sementara, Kusnadi selaku penguji

dalam tes psikologi ini, menghimbau kepada LK yang lain agar menempuh cara yang sama untuk meregenerasi kadernya. Menurutnya, tes ini bertujuan untuk mengetahui karakter dasar calon fungsionaris. Sehingga ada indikator penentuan kelayakan dan kesesuaian antara karakter dan tugasnya yang tentunya berimbas pada peningkatan kualitas lembaga. Selain itu, Kusnadi juga prihatin dengan kondisi fungsionaris lembaga yang lebih memilih berorganisasi ketimbang akademiknya. Olehnya, dengan tes psikologi ini dapat ditentukan mahasiswa-mahasiswa yang loyal berlembaga namun aktivitas akademiknya tidak terbengkalai. “Kan kasihan ketika kita memilih orang-orang yang akan menggugurkan kuliahnya untuk berlembaga,” terang konselor jebolan International Labour Organization (ILO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini. (pr35)

Weekly News Profesi Edisi 11 / Desember 2013


4

EDITORIAL

Seperti Mengundang Ajal

I

nnalillahi Wa Innailaihi Rajiun. Sebuah kalimat yang selalu kita ucapkan tatkala mendengar kabar duka, juga sekaligus kalimat untuk merelakan atau mengikhlaskan. Namun menilik musibah tenggelamnya dua mahasiswa baru FIK di Pantai Tanjung Bayang, tak boleh kita berbicara takdir saja. Ajal hanya urusan Yang Kuasa, dan kita sebagai mahluknya yang tidak tahu persoalan garis tangan mesti melihat mengapa hal ini bisa terjadi. Pertama, tidak idealnya kegiatan rekreasi dilaksanakan di musim penghujan yang bisa dibilang cukup ekstem ini. Kedua, izin dari kampus atau penanggung jawab mata kuliah ataupun izin dari ketua jurusan untuk membawa maba berkegiatan di luar kampus ternyata tidak ada. Ketiga, lalainya dosen mengawasi kegiatan yang mestinya menjadi tanggung jawab penuhnya. Dan keempat, tidak tegasnya pihak jurusan mengawasi tenaga akademik dan maba, padahal maba dilarang mengikuti kegiatan di luar kampus. Sangat disayangkan, padahal harapan besar orangtuanya sedang berada di pundak mereka. Bercermin dari musibah ini, maka jangan lagi hal itu terulang kembali. Mari kita mendoakan agar amalan mereka diterima di sisi-Nya. (*)

Nama yang tercantum dibawah ini tidak lagi tercatat sebagai magang LPPM Profesi UNM: • • • • •

St. Arafah Mansyur Andi Taufik Hidayat Amri Muhammadong Anita Asrianingsih Eka Santi

4

Lintas UNM

Pendidikan Antropologi

Berbagi Kultur dengan Unpad PRORAM Studi (prodi) Antropologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan studi banding ke universitas di tanah Jawa guna meningkatkan kualitas prodinya (9/12). Salah satu kampus ternama yang dikunjungi adalah Universitas Padjajaran (Unpad). Tak ketinggalan Ketua Prodi Antropologi, Andi Ima Kesuma, turut mendampingi 72 mahasiswanya yang mengikuti program ini. Rombongan studipun disambut baik Ketua Prodi Antropologi Unpad, Opan Suwartapraja, untuk melakukan sharing tentang perkembangan prodi masingmasing. Dalam diskusinya, Andi Ima Kesuma sendiri mengatakan jika prodi Antropologi yang ada di UNM masih berumur sangat belia, yakni tiga tahun sehingga masih butuh banyak masukan dan perbaikan - perbaikan. “Kami ini masih belia dan baru berumur hampir tiga tahun

sehingga kami meminta agar kami diberikan masukan dan merevisi kami sebagai kepompong yang baru lahir,”ujarnya. Menanggapinya, Opan Suwartapraja, mengungkapkan sekarang ini sudah banyak yang membuka jurusan Antropologi. Namun, Opan mengatakan jika sebaiknya, prodi Antropologi UNM dapat membangun kultur sendiri agar dapat membangun suasana akademik di dalamnya. “Saya kira Antropologi UNM agar kuat, harus membangun sebuah kultur didalamnya,” singkatnya. Sementara itu, sekretaris prodi Antropologi Unpad, menambahkan kekuatan prodi Anropologi di Unpad sangat kuat di bidang Antroplogi lingkungan. “Kekuatan di kita Antropologi Unpad itu adalah lingkungan, kita mau membedakan diri dari jurusan Antropologi di tempat lain jadi kita memperkuat di lingkungan,” ungkapnya. (pr02/ pr26)

• sambungan dari halaman 1

Asdos Lalai, Maba Tenggelam siswa rekreasi di saat kondisi cuaca tidak menentu, apalagi mengambil tempat di daerah pesisir laut. “Kalau kondisi cuaca seperti ini kan sangat tidak aman melakukan kegiatan di luar kampus, apalagi di pantai,” sesalnya. Hal senada juga dilontarkan keluarga korban, Ayyub (36) yang tiba sekitar pukul 17.30 di RS Bhayangkara. Sepupu Akbar Karaka ini mengatakan, semestinya pihak kampus tidak mengagendakan kegiatan itu saat cuaca buruk seperti sekarang. “Cuacanya kan buruk, mestinya tidak perlu ada kegiatan seperti itu di pantai. Kita kan tahu sendiri bagaimana kondisi di sana kalau musim ini,” ujarnya. Ayyub berharap musibah ini menjadi pelajaran bagi pihak kampus agar hal serupa tidak terjadi lagi meskipun keluarga Akbar tidak menuntut pertanggungjawa-

ban pihak kampus. Pembantu Dekan Bidang Akademik (PD I) FIK, Baharuddin, yang turut memantau jalannya pencarian korban pada hari kejadian, Minggu (22/12) mengatakan proses pencarian korban di mulai dari jam 13:00- 20:00 malam. ”Itu dikarenakan tim SAR gabungan terkendala pada cuaca yang semakin memburuk,” tuturnya. Terkait musibah ini, Dekan FIK, Arifuddin Usman, menyatakan belasungkawanya. Ia juga sangat menyesalakan keputusan yang diambil Basyir yang membawa mahasiswa FIK rekreasi tanpa izin penanggung jawab dan pihak fakultas. Ia pun memastikan akan melakukan teguran langsung bagi asisten dosen tersebut. “Pihak Fakultas kemungkinan akan menonaktifkan dalam hal mengajar,” tegasnya. (pr32)

Weekly News

Pemimpin Umum: Sutrisno Zulkifli, Pemimpin Redaksi: Imam Rahmanto, Sekretaris: Azhar Fadhil, Bendahara: Ary Utary Nur, Kepala Penyiaran: Rizki Army Pratama, Kepala Online: Muh. Yasir, Kepala Litbang: Yeni Febrianti, Pemimpin Perusahaan: Nurlela, Redaktur: Khaerul Mustaan, Susi Amriani Fotografer: Andi Baso Sofyan Layouter/ Desainer Grafis: Kasdar Kasau, Manager Sirkulasi: Syamsul Alam, Manager Iklan: Andi Sadriani Reporter: Arnawan Arief, Awal Hidayat, Asriadi, Andi Afni Amelia, Andi Hasni Fitriyanti, Febriawan Djalil, Mentari Jati Pratiwi, Nisrawati, Nur Hikma Nofi Afni, Nurfadly, Nurhalidah HS, Nurul Irsal Amalia, Rachmat Wajo, Rajab, Rufaida, Ari Maryadi, Risal, Ardi Samriawan, Agung Rinaldy Malik, Rosni Armin. Redaksi LPPM Profesi UNM: Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt.I, Kampus Gunungsari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp.(0411) 887964, e-mail: redaksi@profesi-unm.com, Website: www.profesi-unm.com. Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apapun

Weekly News Profesi Edisi 11 / Desember 2013

Urai Data, Ungkap Fakta, Saji Berita


Edisi 11